. Whole Family Interlude Part 22 | Kisah Malam

Whole Family Interlude Part 22

0
269

Whole Family Interlude Part 22

DEAL OR NO DEAL

aku sungguh bersyukur akhirnya istriku sudah menikmati hubungan ranjang denganku bahkan kami juga melakukan analseks. bukan hal baru buatku karena aku sudah pernah melakukan itu dengan Gladis, selain itu istriku juga merasakan orgasme yg berbeda yakni squirt orgasme dan aku yakin belum ada cowok di tukar guling yg bisa melakukan itu. memang itu membutuhkan kesabaran dan kepasrahan dari si cewek. awalnya Bella juga sempat menolak namun akhirnya mau juga dan bisa mendapatkan yg aku perjuangkan. karena hubungan seks kami yg mengalami peningkatan, kami sempat berpikir untuk keluar dari kegiatan itu dan mulai menikmati seks untuk kami berdua, namun istriku merasa sungkan dan tidak enak dengan yg lain. ini merupakan komitmen juga rahasia yg harus dibina dan dijaga, jadi kami tetap melanjutkan, toh hanya sebulan sekali.

selain kegiatan tukar guling, aku dan para pria juga semakin akrab, bahkan kami membuat group whatsapp hanya untuk sekedar ngobrol atau say hi bahkan mengagendakan untuk hanya sekedar ngopi dan ngobrol. keakraban ini bermaksud untuk mengeliminasi rasa cemburu, tidak suka maupun benci pada salah satu individu. kami merencanakan untuk ngobrol dan ngopi di salah satu mall terbesar di kota pariwisata ini, beruntungnya kami semua bisa turut hadir.
“yang, aku mau ngopi dengan para pria”, ujarku dikamar yg sudah menunjukkan pukul 18.54 pada istriku yg sedang merapikan tempat tidur disertai dengan anak-anak yg juga sedang bermain dikamarku.
“oke mas..”, balasnya singkat sambil memberikan ciuman dipipi dan aku memberi ciuman pada kedua anakku. ku hidupkan mobilku dan mengecek HP ku untuk memastikan mereka sudah berangkat, bahkan Tama sudah tiba duluan disana, dan menawarkan mau dipesankan apa agar saat kami tiba minuman sudah ready. namun, aku menolaknya, beralasan nanti keburu dingin. perjalanan malam ini cukup cerah, sehingga aku bisa santai.

setibanya di lokasi, beberapa saat aku datang, barulah semua para pria datang semua.
“hello, mas..”, ujar Mario yg datang menggenakan polo bewarna pink dan celana pendek itu.
“eh mas, hello..”, balasku singkat sambil menjulurkan tanganku. setelah saling sapa untuk beberapa waktu dan memesan minuman masing-masing. semua memesan kopi dan tidak ada yg minum alkohol.
“gak ada yg doyan alkohol yah”, tanya Petra.
“kagak mas, gak sehat haha”, balas Fariz.
“iyalah sama, kirain pada doyan, aku juga gak minum gituan”, balasnya kembali diiringi dengan tawa dan canda kami semua.
lantas Juna memecah riuh suara kami dengan pertanyaan seputar kegiatan yg kami lakukan yg berimbas pada diam dan semua mendengarkan.
“haha, kalau aku sih enjoy aja yah, tapi cukup mengena kok, maksudnya efeknya pada kualitas ranjang dirumah jadi meningkat, selain itu bini jadi terbuka buat obrolan macam ini dan bisa bereksperimen”, terang Tama yg beristri Stella yg bertipe pendiam dan sedikit pemalu.
“aku kurang lebih sama sih dengan mas Tama, jadi lebih nyantai dan bisa rutin, itu lho yg penting, pastikan kita berusaha untuk jadi yg terbaik buat pasangan”, lanjutku yg setuju dengan Tama, dan semua pria juga setuju dengan itu semua.
“aku malah dua kali dapet wanita yg sama haha, tapi overall seru sih, yg penting dampak pada keluarga inti sih kalau aku”, balas Petra yg santai dan cool.
“nah, bener, memang tujuannya itu sih, aku dengan bini setelah bertahun-tahun ikutan ginian juga efeknya dikamar jadi rutin, kadang sebelum ngantor bini minta quicky atau apalah, intinya kualitas ranjang jadi markotop deh”, terang Mario, suami pengagas kegiatan ini.
“lha istrimu manteb gitu mas Mario, panteslah kalau ON terus hahaha”, ujar Fariz sambil meminum kopinya.
“lho, istri kalian emang gak hot, nyatanya aku 2 kali dapet yg berbeda juga kita bisa main hot dan penuh nafsu, tinggal cara kita membuka nafsu pasangan sih”, terang Mario yg membungkam Fariz. memang aku setuju, tinggal bagaimana bisa menaikkan gairah istri. apapun bentuk dan seksinya istri kita, istri tetangga tetep yg paling hot.

obrolan semakin panas dengan hal apapun kita obrolankan, mulai dari bisnis, peluang usaha dan kemungkinan kerjasama. namun Mario sibuk dengan telpon dan HPnya, ya karena dia seorang pengusaha tulen yg memang hidupnya sebagai pengusaha. Juna yg anggota DPRD dan pengusaha properti juga sibuk, namun masih sempat ngobrol dengan kita.
“eh geys, bentar bentar…”, ujar Mario yg daritadi hanya ngobrol dikit dan sibuk dengan HPnya.
“gimana mas?”, tanya Fariz.
“kalian udah terbuka belum dengan urusan ranjang?”, tanya dia dengan penuh pertimbangan.
“hmmm ya lumayan sih mas….”, balas kami semua.
“hmmm istriku….ngajak kalian untuk bukkake…”, ujar Mario dengan pelan dan lirih.
kami semua terkaget dan sebagian tak tau apa itu bukkake…
“apa itu mas..”, tanya Petra dengan polos, “hmm maksudnya gimana mas..”, lanjut Juna.
“jadi gini, istriku..hmm..melihat kalian kan bukan yg terlalu maniak seks, dia ngajak untuk kalian numpahin pejuh ke badan istriku, rame-rame…..”, terang Mario yg pelan dan penuh pertimbangan. hingga Fariz yg sedang minum tersedak dan kaget.
“ah mas…jangan yg terlalu aneh-aneh dah mas..”, ujarku menengahi.
“enggak, ini permintaan biniku sendiri…”, lanjut Mario.
“bukan gitu mas, aku membayangkan jika istriku digituin bareng-bareng, ya ogahlah, atau nanti istri kita juga kudu gituan..”, jawab Petra yg masuk akal.
“enggak, bini kalian kagak akan ikut gituan, hanya bini guwe dan aku juga gak akan balas dendam atau apa..”, balas Mario.
“hmm alasannya kenapa mas?”, tanyaku.
“jadi gini, dulu waktu kita masih tukar guling dengan kelompok yg lama, ada valunteer gitu bini siapa untuk di pejuhin rame-rame, dan aku juga ikut mejuhin hehe, nah biniku gak mau jadi valunteer kan, walau aku rajin ikut, karena selain cowoknya banyak, dulu kita mencapai 16 pasangan, dan pada maniak seks, mainnya hardcore gitu, biniku gak mau.. nah setelah lihat kelompok kita, biniku mau dan dia kemarin bilang kalau mau banget di pejuhin gitu badannya.. tapi itu semua kan tergantung kalian.. bini kalian gak usah ikutan. aku dan Claudia emang udah terbuka banget terkait urusan seks, orgy juga udah pernah, threesome MMF atau MFF juga udah hehe, makanya santai aja..”, terangnya panjang lebar. kami semua hanya bengong dan tak percaya pada keluarga Mario, ada juga ya seperti itu.
mendengar penjelasan Mario jelas aku tertarik untuk menjadikan Claudia dimandikan sperma rame-rame. melihat gimmick wajah teman yg lain menunjukkan wajah yg serius dan berpikir, kami semua terdiam, bingung mau jawab apa. bukan karena apa, jika ini jadi, akan masuk pada level berikutnya yg jelas, tak hanya tukar guling biasa.
“hmmm.. sorry mas haha aku masih berpikir, hmmm mungkin nanti aja apa ya setelah permainan depan ini..”, ujar Juna diplomatis.
“hmm gitu juga boleh, intinya kalau kalian gak mau juga gapapa”, terang Mario. aku hanya terdiam sejak tadi sambil memainkan cangkir kopiku yg hanya tinggal seperempat.
“gini mas, kalau dari pandanganku sih, aku sih oke oke aja yah, toh mbak Claudia dan mas Mario sudah oke, hanya saja ini membawa komunitas kita naik ke level berikutnya daripada hanya tukar guling, which is fine untuk variasi, tapi dari segi mbak Claudia, apakah bersedia itunya dimasukin rame-rame dan bergilir, juga mas Mario sebagai suaminya..”, terang Petra yg memang dia bijaksana, “maksudnya gini, urusan nafsu memang, tapi dilain sisi kan kita juga pengen menjaga tubuh pasangan tukar guling kita kan, gak hanya main hajar gitu..”, lanjutnya, yg lantas kami semua mengangguk-angguk.
“oh iya iya paham kenapa kalian defensif, jadi gini, ini gak dikentotin rame-rame terus kalian semua antri atau apa, bini guwe hanya ngasih blowjob dan pejuhnya ditumpahin di wajah atau badan bini guwe, bukan ngentot rame-rame..”, terang Mario yg sekarang sudah jelas maksud dari apa yg akan kita lakukan.
“owalah, jadi hanya gitu…hmmm baiklah..boleh sih kalau guwe, guwe pikir doi bakal dimasukin dongkrak kita-kita haha, oke im in deh..”, terang Fariz.
“haha bangke mas Fariz semangat kali, aku tetep abis game tiga aja deh, kan udah tinggal minggu depan..”, ujarku. tapi jujur aku tertarik sekali untuk mejuhin Claudia.
akhirnya obrolan kami lanjutkan dengan membahas hal yg berbeda, untuk rencana itu kami simpan dulu hingga setelah game ketiga mengingat tinggal minggu depan.

setelah obrolan tadi, aku sampai rumah pukul 22.45 malam, kondisi rumah sudah gelap dan remang. aku memasuki kamar, istriku sudah tertidur menggunakan piyama celana panjang dan baju lengan pendek, dia menyopankan diri saat aku tak berada dirumah. setelah selesai bersih-bersih dan berganti pakaian untuk baju tidurku, aku berbaring di sebelah istriku dan menatap wajahnya yg begitu cantik dan anggun saat dia tertidur, bahkan tak memakai makeup pun dia tetap cantik. betapa bersyukurnya aku memiliki dia.

sebelum tidur, aku membuka kembali HP ku untuk melihat agenda hari esok di kantor, apasaja yg akan aku kerjakan. dan aku baru tersadar juga bahwa beberapa hari setelah game tiga, aku akan ada penugasan ke Batam yg tentunya dengan Tasya lagi. lantas masih ada kegiatan dengan para pria yg entah akan terjadi kapan, atau malah di cancel. sambil membayangkan apa yg akan aku lewati, bersenggama dengan teman istriku, malam panas di luar kota bersama Tasya, dan memandikan Claudia dengan benih cinta para pria. entah kenapa dulu aku berusaha keras berpegang teguh pada prinsip untuk menjaga nafsu, namun sekarang nafsuku sudah seperti aku bagikan kepada siapa saja yg membutuhkan belaian. bahkan istriku sendiri sekarang menjadi buas dan liar saat berduaan denganku, sungguh berbeda.

*

aku duduk diruangan kantorku dengan meja sedikit berantakan. waktu masih pagi, dimana semua orang kantor sedang sibuk-sibuknya, termasuk aku dan Tony yg juga mondar-mandir saling berkunjung ke ruangan masing-masing.
“gimana bini udah lahiran? selamat yah buat anak kedua lu..”, ucapku memberi selamat pada pria yg rambutnya selalu berantakan dan berpakaiannya selalu berantakan juga, namun begitu, dia orang yg cekatan dan cepat mengambil tindakan.
“haha makasih bos, cowok anakku yg kedua, main lah kerumah..”, ajaknya padaku.
“iya boleh lah, ntar kuajak biniku”, terangku.
“nambah lagi lah, masa hanya dua haha”, ledeknya.
“iya, haha penginnya sih, ntar kurayu istriku mau gak nambah lagi haha”, lanjutku sambil merapikan dokumen di mejaku. Tony berada di sofa sambil membuka laptopnya di meja ruanganku. aku teringat kata Astrid kalau Tony memiliki hubungan diam-diam dengan Shelly dari devisi marketing, dari segi usia Shelly lebih tua dari aku, mungkin dia 35 tahunan, namun body dan badannya yg semok siapa yg nahan saat dia telanjang. mungkin badannya bisa digambarkan mirip dengan Wiwid Gunawan yg tebal itu serta pantatnya yg bulat.
“Bro, guwe mau tanya….kalau gak nyingung elu..”, tanyaku sambil duduk dimejaku.
“halah sante aja sih bos, gimana?”, lanjutnya.
aku menarik nafas dalam-dalam, entah apa yg akan dia jawab padaku, bisa saja marah atau langsung keluar dari ruanganku.
“aku denger-denger, elu ada affair sama Shelly?”, tanyaku dengan pelan, lalu Tony memutar kepalanya dan memandangiku dengan tajam.
“whhhaaaaa..denger dari siapa?”, tanyanya dengan nada tinggi.
“dari…temen yg lain sih, gak perlu aku sebut namanya, sante ajalah..”, balasku.
“iya bos… gimana mau tahan dengan body seperti dia..”, terangnya.
“haha, bangke, kenapa gak cerita sama guwe?”, protesku.
“ya biar kamu juga gak macem-macem dengan cewek yg lain bos haha”, lanjutnya sambil tertawa.
lalu kami tidak melanjutkan obrolan itu karena bisa menyingungnya atau dia bakal berpikir kenapa aku kepo banget dan ngurusi kehidupan dia. yg jelas Shelly membutuhkan sentuhan pria karena dia hanya tinggal sendiri di Denpasar dan hanya suatu kala suaminya datang kesini, maka tak dipungkiri kalau ada ingin dibelai. beberapa saat setelah itu Tony ijin kembali keruangannya untuk gantian ngurusi dokumen dia yg harus diselesaikan, aku kini sendirian di dalam ruanganku menuggu jam makan siang hanya kurang beberapa menit lagi.

~DREEET DREEET DREET~ HP ku bergetar yg berada diatas meja di depan foto istriku. ternyata dari Pak Roy.
“hello, bos, gimana?”, sapaku to the point.
“kamu lg dimana, Dri?”, tanya pak Roy dari ujung telepon.
“diruangan bos, ada yg bisa aku bantu?”, tanyaku kembali.
“sini ke parkiran mobil bawah, aku kasih sesuatu haha”, lanjutnya.
“weh apaan bos?”, balasku bingung.
“buruan”, balasnya dengan nada sedikit meninggi lalu telpon itu terputus. akupun langsung berjalan dengan cepat untuk menuju parkiran basement untuk menghilangi rasa penasaran apa yg akan bos Roy berikan untukku.

setibanya di basement parkiran, pak Roy sedang berdiri dibelakang Alphardnya didampingi oleh Narno sang satpam yg berbedan tegap dan gelap itu.
“nah ini dia yg guwe tunggu-tunggu”, ujarnya sambil membuka pintu bagasi mobilnya yg canggih bisa terbuka sendiri hanya dengan satu sentuhan.
“haha apaan sih boss?”, ujarku dengan penuh penasaran.
lalu bosku mengeluarkan tas yg cukup besar dan nampaknya berat itu, namun di ujung bawahnya ada roda kecil untuk mudah dibawa, benda yg besar itu adalah stick golf sepaket lengkap.
“stick golf bos?”, tanyaku setelah sedikit membuka apa yg ada di dalam tas itu.
“iya, itu punyaku yg beberapa tahun lalu, bisa kamu pakai dulu, yg jelas enggak ketinggalan jaman lah”, terangnya dengan santai sambil aku membuka bagasi mobilku untuk benda besar itu bisa dimasukkan oleh Narno, “hmm kira-kira 3 minggu lagi dah, kita refresing ke golf course, mungkin ke Bali utara atau ke Lombok yah, kamu latihan lagi pakai punyaku”, terangnya dengan santai.
“haha baiklah bos, setelah dari Batam aja akunya”, ujarku santai juga.
“bisa diatur…..”, balasnya kembali dengan menghirup rokoknya yg juga dia bagikan kepada Narno, beliau tidak menawariku karena dia tau aku tak merokok.

lalu kami berdua kembali ke dalam kantor untuk makan siang, aku berjalan menuju departmentku, di dalam lounge ada Tasya, Mariska dan Tony sedang sibuk makan. Tasya tak memberiku sapa, namun hanya menatapku sesaat lantas tersenyum kecil padaku. aku tak tau maksudnya, yg jelas pasti ada apa-apanya.
“bos, ayo makan”, ajak Tony, “aku cari kok udah gak ada diruangan”, lanjutnya.
“aku abis dari tempat bos besar”, balasku. lalu aku duduk disamping Tony untuk turut mengambil makanan di depan meja kami.
selama makan, tak banyak hal yg kami obrolkan hanya saja Tasya curi-curi pandang padaku, memang setelah kejadian di Makassar aku tidak banyak berhubungan lagi dengannya maupun datang keruangannya untuk membahas sesuatu atau sebaliknya.

akankah pemberian stick golf yg dari pak Roy semakin membawaku lebih dalam lingkaran hitam yg akan menjeratku…

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Cerita Terpopuler