. Whole Family Interlude Part 18 | Kisah Malam

Whole Family Interlude Part 18

0
271

Whole Family Interlude Part 18

GAME TWO BELLA

(POV BELLA)

setelah tiba di dalam kamar hotelku untuk kegiatan kencan malam ini, aku hanya berjalan dan melihat-lihat isi ruangan. sembari menunggu tamuku, aku melihat diriku didepan kaca yg berada di kamar mandi, kaca yg cukup besar dan bersih. aku merapikan jilbabku dan mengenakan kembali parfum agar aku lebih wangi. baju yg kugunakan malam ini adalah rok panjang longgar dan baju lengan panjang juga, namun aku menggunakan sepatu berhak tinggi seperti biasanya untuk mengangkat pantatku yg bulat. walau aku menggunakan pakaian yg cukup sopan, namun dalemanku tidaklah sopan, aku menggunakan g-string berwarna ungu, begitupula BH yg bermotif sensual yg warnanya senada.

“KNOCK KNOCK KNOCK”, suara ketukan pintu yg diiringi dengan pintu terbuka, dia membuka pintunya sendiri menggunakan kartu. aku berjalan keluar dari kamar mandi dan bertemu dia saat membuka pintu.
“eh mas..”, kagetku.
“eh hello mbak”, balas pria itu yg belum kuketaui namanya, “maaf langsung buka pintu sendiri hehe”, lanjutnya.
“hehe iya mas, gapapa, hmm aku Bella”, terangku dengan lembut sambil menjulurkan tanganku.
“iya mbak, saya Fariz”, balasnya pria itu. dia memiliki tubuh yg sedikit gemuk, dengan perut khas bapak-bapak, kulit yg sedikit gelap dan tutur katanya yg juga halus.
“mari mas Fariz, silahkan…”, ujarku mempersilahkan.
kami berdua ngobrol basa-basi untuk sedikit mencairkan suasana, dia bercerita bahwa dia bekerja di perbankan. Fariz duduk di kasur sedangkan aku berdiri di pojokan dengan terkadang sedikit berjalan untuk melihat suasana kamar hotel dari sudut lain. kamar kencan malam ini cukup unik dengan adanya kaca diantara kamar dengan kamar mandi sehingga penghuni kamar dapat melihat orang beraktifitas di dalam kamar mandi.

“gimana mbak, enjoy gak ikut ini hehe”, tanyanya dengan sedikit salting.
“hehe lumayan sih mas, bisa sedikit menghilangkan bosan dengan yg dirumah, mas gimana yg kemarin”, balasku bertanya.
“yg kemarin aku dibuat KO dengan mbak Claudia kalau gak salah namanya, sampai aku nolak-nolak hehe”, terangnya, sehingga aku paham berarti Fariz yg dikuras buah zakarnya sampai tak ngeluarin pejuh.
“wah hhaha seru dong”, balasku dengan tawa.
“iya mbak, tapi aku excited juga malam ini, akhirnya dapat yg berkerudung hehe”, terang suami dari Laura ini.
obrolan masih belum berlanjut kearah ranjang, aku juga enggan memulai duluan sebagai seorang wanita, apalagi dengan wajah dan tuturkataku yg lembut sehingga tidak etis jika aku tau-tau langsung membungkam mulutnya dengan lidahku.
tanpa aku suruh, mas Fariz berjalan dan mendekatkan badannya kearahku, aku hanya berdiri terdiam sambil menundukkan kepalaku pertanda aku malu untuk memulai duluan.
“mbak, bolehkah aku memulai…..”, ujarnya dengan lembut tepat didepan kepalaku. sedangkan aku hanya mengangguk yg berarti aku setuju.

dia meraih daguku dan mengangkatnya, bibir kami bersentuhan dengan pria berperawakan gempal dan petang itu, namun bau badannya tetap wangi.
“smoooooccccccchhhhhhhh”, dia memegangi kedua pinggulku dan aku membalasnya dengan mengalungkan kedua lenganku pada lehernya. bibir kami terus bersahutan dan akhirnya lidah kami saling bertarung.
“smoochhh cuuup smooocchh smoochhh cuuup awwhhh cuuupp ahhhw”, desah dibarengi dengan suara kecupan dan ludah kami bercampur jadi satu. tangan dia sudah mulai nakal dengan meremat pantatku yg bulat itu. bibir kami terus bertarung dengan tempo yg cukup lama dan panas, aku bisa bermain dengan ciuman dengan sabar, bahkan bisa saja semalaman dihabiskan dengan hanya berciuman.
lalu ditengah panasnya berciuman, mas Fariz sibuk melepaskan kemejanya sendiri hingga akhirnya dia tak mengenakan atasan. badannya yg tidak berotot itu sungguh gembur, namun siapa tau permainan selangkangannya hebat bahkan bisa melebihi suamiku. lantas aku turut membantu melepaskan celananya, hingga akhirnya penisnya yg gelap itu keluar dengan keadaan sudah ngaceng mengarah padaku, kurang lebih ukuannya 14cm namun cukup lebar dan gemuk. aku meraihnya dan memberi kocokan secara perlahan yg membuat penisnya mengeras bagaikan batu.
“aku udah ngaceng banget mbak…”, ujarnya dengan lirih dan memberikan tatapan nafsu padaku, “aku punya fantasy untuk ngentotin mbak Bella di depan kaca dengan berdiri mbak..”, terangnya. aku hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan persetujuan.

lantas mas Fariz dengan telanjang bulat sedangkan aku masih lengkap mengarahkanku berjalan menuju ke kamar mandi, dia berjalan di depanku dan menggandengku. setibanya di kamar mandi, dia mengarahkan aku untuk berdiri di depan wastafel menghadap ke kaca. dia memegangi pinggulku dan aku sedikit nungging.
“awhh mbak Bella, yaampun kamu cantik banget sih”, ujarnya dengan bergetar karena nafsu, kepala dia berada di leherku sambil sedikit membuka jilbabku untuk menciumi bagian leher, aku hanya terdiam sambil menahan geli.
“sshhh hmmmm ohhhh”, desahku ringan sambil menatap wajahku yg sudah mulai memerah dan bertatapan sayu.
mas Fariz lalu berlutut di bawahku, menyikap rok panjangku untuk dinaikkan hingga ke perut, akhirnya terlihatlah g-stringku, kulebarkan kedua kakiku dan menunggingkan badanku. dia tidak berkomentar apa-apa, hanya saja terasa semburan nafas mengenai bibir vaginaku, dan akhirnya ada hal yg basah mengenai klitorisku.
“aaaawwwwwhhhhhhhhhhhhh oooohhhhhhhhhhhh”, aku mendesah panjang saat lidahnya mengenai liang surgawi dimana kedua anakku berasal dan tempat favorit mas Andri untuk berkunjung tiap malam. aku hanya merem melek menikmati jilatan Fariz yg sedang berada di vaginaku. memang aku bukan fans dari jilmek, tapi terkadang aku terlalu nafsu untuk menolak. aku merasa kasihan dengan cowok yg harus memainkan lidahnya dibawah sana, walau aku sendiri jg tak mempermasalahkan dengan blowjob.
mas Fariz benar menghayati yg dia lakukan dibawah sana, aku merentangkan pahaku sambil terus mendesah ringan, “awhhhh yaampuuun ahhh ooohhh ahhh”, desahku tiada henti dengan seluruh pakaian masih lengkap hanya rokku saja yg sudah naik. g-stringku tetap terpasang namun rasanya sudah sangat basah sekali. nafas memburu mas Fariz terkadang mengenai bibir vaginaku.
“ahhh mbak Bella, memekmu ooohhhhh enak banget siiihhh”, ujarnya dibawah sana dengan jari kanannya sedikit membuka memekku, “aku bisa seharian seperti ini”, lanjutnya sambil terus memainkan vaginaku.
“mas, gantian aku blowjob yahh”, balasku karena orgasmeku tak kunjung datang dari serangan lidahnya, badanku sudah berkeringan dan nafsu terus memburu.
“boleh mbak…..”, balas singkat mas Fariz yg lantas berdiri, lalu langsung meraih bibirku untuk diciumnya walau aku sedikit jijik karena dia habis mengobel memekku dengan lidahnya.

lantas aku kembali menurunkan rokku, aku kembali sopan. aku jongkong dihadapan dia, dia menghadap ke kaca. tepat di depan wajahku adalah penis berukuran 14cm yg lumayan lebar dengan sedikit guratan urat dan berwarna gelap itu. dengan perlahan aku membuka mulutku dan memasukkan gumpalan daging itu ke dalam.
“awwwoooohhhhh mbakkkk…..”, desah panjang saat penis itu masuk ke dalam mulutku. dengan perlahan, aku menariknya hingga ujung dan masuk hingga mentok, hal yg susah dilakukan dengan mas Andri. lidahku menari-nari mengurut batang kontol itu, terkadang aku hanya diam dan memainkannya dengan lidahku, mas Fariz hanya mendesah keenakan tanpa henti, “wow wow wow ini luarr ahhh biasaaahhh”, ujarnya. mas Fariz lalu menaruh tangannya pada kepalaku, tangan itu mengatur ritme sodokanku pada penisnya, dia lakukan dengan perlahan lalu menjadi cepat. dari ujung hingga mentok aku lakukan dengan sangat cepat yg membuat dia keenakan dengan menatap langit-langit, beberapa kali dia berjinjit karena rasa ngilu yg menyerang selangkangannya.
“awwhh ahhh ahhh stop mbak Bell stop ahh ahhh”, desahnya dengan sangat tergas sambil meremat jilbabku. dengan penis masih tertancap dia mulut, kurasakan penis itu mengembang dan menjadi besar. akankah mas Fariz akan meledak..nafas dia berburu sangat cepat dan beberapa kali menunjukkan bahasa tubuh akan orgasme.
“wooow wooohh ahhh seponganmu yaampun mbak, enak banget sih…aku gak kuat mbak, udah mbak..”, ujarnya dengan memelas, aku merasa menang, dia sudah gak kuat walau masih tahap blowjob, pantas dia dibuat KO sama Claudia, dengan aku aja udah lemes.

lantas mas Fariz memberdirikanku dengan menarik lenganku lalu mengarahkanku untuk menghadap kaca. dia sibuk membuka bungkusan kondom yg dia bawa saat berjalan menuju ke kamar mandi.
“mas, mau dibuka atau tetep gini?”, tanyaku terkait bajuku yg masih melekat dibadan.
“gitu aja mbak”, balasnya dengan bergetar karena nafsu, lalu dia menaikkan rokku hingga atas dan menggeser sedikit celana dalamku sehingga bibir vaginaku terekspose. jadi aku masih lengkap menggunakan pakaian termasuk dengan highheelsku.
mas Fariz lalu mengarahkan penisnya pada memekku, terasa hangat dan basah saat benda tumpulnya mengenai bibir vaginaku, kupandangi dia dari kaca dia sibuk bahkan sudah berkeringat. tangannya mencengkram pinggulku dan beberapa saat kemudian benda tumpul itu memasuki vaginaku yg basah dengan mudah.
“aoooohhhhhh”, desah manjaku saat penis itu membuka jalan di rahimku. mas Fariz dengan tempo yg perlahan mulai mendorongku maju dan mundur, kedua tangannya masih mencengkram pinggulku. penisnya yg lebar mampu membuatku merem melek serta mulutku mengangga yg mengeluarkan desah ringan dan tak kencang. pantatku semakin nungging dibuatnya, gerakannya masih sama seperti tadi. dia nampaknya berusaha keras untuk bisa memaksimalkan hubungan ini.
aku mulai berkeringat dibuatnya, keringat yg berasal dari gerakan yg kami lakukan dan rasa geli yg menyerang badanku. kami berdua tidak meminum obat ajaib untuk memaksimalkan seks, kami hanya ingin mengalir apa adanya tanpa bantuan obat. mungkin aku bisa meminumnya besok setelah kenal dan ada waktu banyak untuk dihabiskan, bukan seperti malam ini yg mungkin hanya mampu untuk 2 ronde karena sudah terlalu malam.
kupandangi dari kaca mas Fariz akhirnya bisa menemukan ritmenya, terkadang dia mencabut penisnya untuk diistirahatkan sejenak dan agar spermanya kembali turun.
“bentar ya mbak, memekmu enak banget”, pujinya padaku yg masih nungging.
“iya mas, gapapa waktu kita masih banyak, ayo mas buat Bella orgasme”, ujarku nakal.
lalu mas Fariz kembali memasukkan penisnya yg terbalut kondom itu. dengan sigap dia langsung pada ritme tinggi yg membuat badanku tergerak maju dan mundur, aku berkonsentrasi agar bisa meraih orgasme, aku hanya memejamkan mata.
“aoohh ahh mass ahhh ahh yeess”
“ehhmm enak mass oohh yees aahh ahh”, desahku saat keenakan, tehniknya bukan yg terbaik namun cukup lah, tapi masih mending mas Juna. dengan posisi seperti ini, hanya bisa melakukan satu posisi.

“mas, pindah kamar aja yuk, capek berdiri terus”, ajakku.
“boleh mbak yuuk…”, ujarnya sambil menggandeng tanganku, saat berjalan, rokku kembali turun.
“mas, Bella tetep pakai pakaian ya, biar fantasi mas melayang-layang”, ujarku dengan genit. mas Faris tidak menjawab namun dia hanya tersenyum sambil terus ngocok penisnya biar tetap tegang. kusuruh mas Fariz berbaring dikasur, lalu aku mengangkat rokku hingga ke perut dan melepas celana dalamku agar lebih mudah dimasukkan. kuraih penisnya dan kuarahkan ke dalam memekku.
“BLEEESS”, “aaooohhhhhh”, aku menghadap mas Fariz dengan menaruh tanganku pada dadanya dan menggerakan pantatku untuk kupaskan pada spot terbaikku untuk meraih orgasme. aku terus bergerak layaknya Zaskia Gothic pelakukan goyang itik, namun ini Bella itik. aku hanya mendesah ringan sambil kadang menatap langit-langit agar orgasmeku mendekat, kupandangi mas Fariz hanya mendesah keenakan sambil melihatku.
“oohh mbak Bell ahhh oohh enak banget mbaakk ahhh ahhh”
“oohhh ahhh yess mbakk ahh ahh ahhh”
saat sudah mulai panas, memekku sudah semakin hangat dan basah, akhirnya aku mempercepat gerakanku, pantatku semakin kencang memainkan penis mas Fariz.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
“mbak Bell, pelan pelan mbak ahhh aku mau keluar mbak kalau kencang ahhh”, desah panjangnya, “jangan keluar dulu mas aku mau dekaaat ahhhhhhhh”, aku mulai mendesah panjang dan tak terkontrol.
memekku menjadi hangat, badanku mulai bergetar, keringat yg keluar semakin banyak, kakiku semakin lemas dan akhirnya yg aku tunggu sudah semakin dekat dan…..
“AOOOHHH AHHH MASS AHHHH AHHHH AHHHH YESSS”, orgasme itu datang, badanku semakin mengejang keenakan, aku hanya memejamkan mata dan melupakan jika pria di depanku berusaha mati-matian menahan spermanya agar tak keluar, tapi yg jelas dia menyaksikan kecantikanku meningkat drastis saat orgasme.
“mbak mbak aku juga mau keluar mbak…”, ujarnya dengan nada bergetar setelah aku tersadar, “dimana mbak?”, tanyanya dengan sedikit menggoyangkan pinggulku.
“terserah mas……”, balasku, aku sudah terlalu lemas memikirkan dimana akan dia keluarkan, toh dia pakai kondom.
“wajahnya ya mbak, aku pengen mejuhin wanita berhijab”, ujarnya kembali. lalu dia menarik penisnya, aku hanya duduk berlutut dikasur, dia melepas kondomnya dan berdiri dikasur, aku sedikit membantu mengocokkan penisnya berserta tangan kanan dia.
“ahhh mbak Bellaa ahhhh ahhh ahhhh ahhhh ahhhh Bellaaa ahhhh”, desah panjangnya dan CROOT CROOT CROOT CROOT, pejuh kental dan berbau itu jatuh di wajahku dan sebagian mengenai jilbab, keningku dan beberapa tetes mengenai pakaianku. ku perhatikan wajah dia yg sange dan puas, dia jadi ganteng saat puas telah menyetubuhiku dengan lengkap berpakaian.

lalu dengan masih blepotan, mas Fariz menjatuhka tubuhku dan meluruskan kakiku serta menaikkan rokku kembali.
“mas..eh mas….”, bingungku sama kelakuan dia.
“aku masih ngaceng mbak”, lalu dia kembali mengarahkan penisnya yg tak berkondom itu kembali memasuki sarang surgawinya. aku hanya mengikuti ajakan dia, sebagian pejuh yg ada di wajahku mengalir ke mulutku dan sebagian jatuh ke sprei.
“BLESSS”, “shhhh ahhhhhhhhhhhh awwhhhhh”, penis itu kembali masuk ke dalam memekku dan dia mulai bergerak naik dan turun, berposisikan man on top dengan tangan dia bertumpu pada kanan kiri badanku, dia bergerak cukup cepat dan penuh tenaga. aku hanya berpikir, cukup perkasa dia habis keluar segitu banyak langsung minta lagi.
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
dengan penuh tenaga dan hantaman yg keras, aku turut menikmati rasa geli yg kembali menjalar ke dalam tubuhku, namun akan cukup lama sebelum aku kembali orgasme. aku melingkarkan kakiku pada badannya agar dia bisa memasukkan penisnya sedalam mungkin. suamiku sendiri, mas Andri belum bisa membuatku multiple orgasme. namun, mas Fariz dengan tatapan nanar, badannya mulai mengejang dan matanya melotot hanya setelah 5 menit memompaku dengan penuh tenaga.
“AWKKK AWKKK AWKKK MBAK BELLA AAAWWKKK AWKKK”, desah panjang dia dengan diiringi dengan desahku yg tak kalah basah serak, “ohhh mas Fariz penismu ahhh ahhh wooohhh whhh whhhahhh”. lalu mas Fariz mengejang badannya dan mendesah tambah kencang dari tadi.
CROOOT CROOOT, dia kembali orgasme, dia kembali keluar, lalu nafasnya berusaha mengimbangi tubuhnya yg gempal itu.
“mbak Bella, maaf mbak kalau keluar di dalam mbak….”, ujarnya dengan posisi penisnya masih di dalam dan belum ada niatan mencabut penisnya dari dalam tubuhku, “enak banget mbak, maaf mbak..”, ujarnya sambil menjatuhkan badannya di atasku.
“hihi iya gapapa mas, udah terlanjur keluar juga hihi”, ujarku dengan juga genit. jelas aku telah membohongi suamiku, yg katanya tak akan terjadi keluar di dalam, namun apadaya kalau udah nafsu, “bisa kuat dua kali ya mas…”, heranku bertanya.
“hehe iya mbak, yg kedua lebih dahsyat”, terangnya yg kali ini sudah mencabut penisnya dari dalam badanku. lantas dia berbaring disebelahku, bahkan sperma di wajahku aku telah mengering dan aku juga turut berbaring kecapaian.

setelah seks perdana itu, akhirnya malam itu kami melanjutkan untuk yg ronde kedua, kali itu kali telanjang bulat. seks demi seks kami lakukan hingga berakhirnya jam berkencan. mas Fariz hanya mendapatkan vaginaku, aku tak memberi pantatku. bukan karena apa, dia secara skill masih jauh dari mas Juna, bahkan suamiku, menurutku dia masih perlu banyak bergaul dengan wanita, jika aku memberinya berlebih khawatirku dia baper denganku. selain itu, aku juga ingin memberikan pantatku kepada mas Andri sebelum lebih banyak pria yg berkunjung kesitu.
aku tidak perlu menceritakan seks ku dengan mas Fariz karena kami hanya melakukan itu-itu saja, tidak ada yg special. aku tidak bilang dia tak enak, namun cukup lah buat menemani malamku hari itu.

*

diruangan senam yg penuh kaca dan wanita hanya menggunakan sport bra serta celana super pendek, kadang aku minder bagaimana bisa mereka bisa berbadan ramping namun payudara dan pantatnya bisa indah bagaikan pemandangan pegunungan saat fajar. para wanita pada semangat menggerakkan tubuhnya mengikuti ritmw lagu dan teriakan guru senam itu. aku berdiri di tengah disebelahku ada seorang ABG yg tak kukenali namanya, badannya masih kencang dan payudaranya bisa besar, selain itu dia PD aja hanya menggunakan pakaian minim, ku yakin dia pasti udah pernah macam-macam. dilihat dari dandannya yg menor dan pakaian serta sepatunya yg branded, hmm mungkin simpenan om-om.

“yaa, well done ladies…see you next week”, ujar instruktur yg berbadan penuh otot walau dia seorang wanita. lalu aku langsung menggeloyor ke arah teman-temanku yg berjalan menuju pojokan.

“haah lumayan nih keringetnya bercucuran..”, ujar Zaskia sembari minum.
“sama yg dirumah kurang yah haha”, balas Laura.
“justru lebih banyak dengan yg di hotel”, terang Zaskia bercanda.
“kantin yuk”, ajar Gladis yg lantas kami semua menuju loker untuk mengenakan pakaian yg lebih tertutup dibanding yg digunakan pada ruang senam.

kami berenam berjalan menuju kantin dan duduk di pojokan setelah semua memesan minum pada konter minuman. aku duduk dipojokan bersebelahan dengan Claudia dan depanku ada Gladis. semua hanya diam dan bermain HP mengingat untuk ngobrol membutuhkan enerji yg saat ini kami semua belum ada.
“soo…….”, ujar Laura yg sudah memulai pembicaraan, “gimana nih kok sepi..”, lanjutnya, “ceritain dong abis tanding kemarin”, Laura masih melanjutkan.
“haha, masih aja yah haha”, balas Claudia, “nampaknya udah pada tau ya siapa suami siapa”, lanjutnya.
“udah lah, udah ketemu berapa kali haha”, balas Zaskia. aku masih terdiam dan hanya ikut menyetujui obrolan mereka. “aku kemarin dengan suami Claudia, duuh dia gak ada capeknya deh nampaknya haha, intinya goyang teruus..”, lanjut Zaskia dengan wajah berbinar-binar. aku hanya diam karena seks yg aku alami tak ada yg spesial, mungkin aku malah yg membuat mas Fariz merasa spesial.
“haha suamiku mah, gak ada abisnya emang, aku aja kadang sampai nolak kalau dia minta terus haaha”, balas Claudia, “dia abis keluar bisa on lagi, cepet banget naiknya, gak kamu foto beb Zas?”, lanjut Claudia.
“kagak, haha lupa aku”, balas singkat Zaskia.
“hmmm aku hehe sama suaminya Bella, maap ya Bell, aku ketagihan hehe, gede banget itunya..”, ujar Gladis dengan hebring dan bahagia, aku turut bahagia, namun ya belum bisa seperti Claudia yg bener-bener santai, “aku di buat K.O olehnya hihi, ih Bella pasti nih dikamar sampai orgasme berkali-kali yah, mana bisa tiap hari”, lanjut Gladis.
“haha iya dong, aku sampai lemes dibuatnya..”, balasku yg belum seperti kenyataan, namun aku yakin, aku akan membuat suamiku merasakan nikmat duniawi hanya denganku.
“ada fotonya gak, beb?”, tanya Claudia pada aku dan Gladis. “yah, kagak foto, beb”, balas Gladis yg untungnya tak mengabadikan penis suamiku. “Bella pasti punya tuh, lihat dong, katanya gede, seberapa hihi”, ujar Laura.
kini semua pada menanyakan penis suamiku, jelas aku memiliki foto penis suamiku, tapi aku bimbang apakah akan aku tunjukkan pada mereka.
“haha selenganku beb”, ujar Stella menambahkan.
akhirnya dengan berat hati namun tak menunjukkan ekspesi kesal, aku menunjukkan foto kontol mas Andri kepada temanku.
“ih wow gila, itu asli, Bell..”, tanya Laura. “aku belum pernah lihat segede itu haha”, bahkan Claudia aja bilang belum pernah segede itu. “Bell, manteb yah pasti pas ngobok-obok rahimmu”, tanya Zaskia dengan canda.
“haha udah udah cukup haha…ntar kan dapet sendiri kalau pas beruntung”, ujarku sambil menarik kembali HP ku yg tadinya untuk menunjukkan ukuran penis suamiku, dari ekspresi wajah mereka menunjukkan kekaguman dan penasarannya.
“beruntung yah Bella hihi”, lanjut Gladis dengan ekspresi gemas. aku pun tak masalah suamiku menjadi primadona disini namun jika aku sendiri juga bisa memberikan semuanya pasti akan berbeda, maka aku berkomitmen untuk memberikan suamiku yg terbaik di ranjang.

“eh girls, kalau misal ada yg mau join gimana?”, tanya Claudia yg melenceng dari pembahasan kontol suami, aku bersyukur Claudia memecah obrolan itu.
“siapa beb?”, tanyaku.
“ada temen guwe dari arisan grup sebelah, hanya 1 orang sih, katanya tertarik untuk ikutan..tapi belum aku pastiin sih, nunggu keputusan kalian dulu”, terang Claudia.
“ya gapapa sih, 6 menurutku jg terlalu sedikit dan juga jangan terlalu banyak”, terang Gladis.
“ya kan kalau udah satu putaran kan bisa bikin event hehe, kemana gitu liburan bareng atau apa gitu hehe”, lanjut Claudia, “tapi entar deh, yg penting kegiatan ini lancar, mulus dan bisa pada ikutan terus”, lanjutnya, “eh udah ah mau pulang hehe udah di SMS suami hehe, mumpung anak pada sekolah”, ujarnya dengan wajah genit.
“waaaa anjir, gak ada abisnya yah haha”, ledek Stella.
“haha makanya tukar gulingnya di seriusin biar di ranjang sama suami biar bervariasi, atas dasar cemburu juga bisa lho membuat tiap hari minta terus haha”, terang Claudia sambil berberes dan berjalan menuju arah keluar kantin. lantas kami semua juga turut saling berpamitan untuk kembali ngurus urusan rumah yg terbengkalai untuk beberapa saat karena senam.

setelah aku pikir-pikir, memang benar statement Claudia tadi bahwa cemburu akibat mengikuti kegiatan ini akan membawa dampak meningkatnya permintaan seks terhadap pasangan sahnya. kudengar Mario juga ahli dalam urusan ranjang walau ukuran penisnya tak terlalu besar, namun mendengar cerita dari temanku dia sungguh lihai. sedangkan Claudia, siapa yg tahan sama dia, mungkin suamiku bisa menghajar dia. tapi sebagai suami istri pasti ada rasa cemburu jika salah satunya ada yg lihai seperti aku dan mas Andri, dimana dia jadi idola wanita karena keperkasaannya dan goyang pinggulnya. aku cemburu, namun aku belum bisa memberikan seks terbaikku padanya. aku akan mencari waktu yg tepat. mas Andri beberapa hari kedepan akan tugas luar kota, mungkin setelah itu, setelah dia tidak mengeluarkan pejuh selama penugasan kecuali dia coli seperti biasanya.

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part