. The Best Employee Part 22 | Kisah Malam

The Best Employee Part 22

0
291

The Best Employee Part 22

Anarki

Di taman belakang, Robby tersenyum puas. Rencananya kali ini berjalan mulus. Tak lama kemudian Sobirin datang membawa seorang wanita yang kepalanya ditutupi kain hitam. Wanita itu dalam keadaan telanjang bulat. Di belakangnya ada Patricia yang tersenyum manis ke arah Robby.

“Well. Saatnya acara pamungkas di mulai. Sobirin mengapa kau tutupi kepala wanita itu ?”

“Bu Imelda tadi titip pesan. Biar suprisse katanya. Hehe.” jawab Sobirin.

“Oh iya. Tadi dia yang make up Ardhelia yah. Oke, oke. Kameramen sekarang saatnya. Live!!” ujar Robby semangat.

“Siap!!” jawab serempak.

“Baiklah semua. Kita lihat Boss Daniel akan menjebol keperawanan Ardhelia. Boss.. silahkan.” kata Robby mempersilahkan Daniel.

“Ah ngga seru ini Rob! Masa aku haruas ngentot tanpa foreplay terlebih dahulu. Terus ngapain pula itu ditutupi.” protes Daniel. Ada sedikit kecurigaan Daniel terhadap Patricia.

“Ndrew, lo selidiki si wanita itu kalo perlu entot sekalian.” bisik Daniel menunujuk patrcia.

“Untuk kali ini hargai istri teecintaku, Boss Daniel yang terhormat. Ayolah kali ini saja.” pinta Robby mendekat.

“Baiklah. Waktuku tidak banyak. Setelah ini aku mau langsung ke Jepang. Setelah mendapatkan keperawanan Ardhelia kuharap si Andritama akan segera menyerahkan passwordnya jika dia tak ingin video para karyawati dan anaknya ini tersebar. Hahahaha.” kekeh Daniel segera melucuti pakaiannya.

“Tenang saja. Flasdisk masih disimpan istriku. Kita akan bawa Andritama di sini sekarang juga. Leo! Bawa Andritama dan Reza kemari!” suruh Robby kepada salah satu anak buahnya.

“Reza??” batin Shinta ketika Robby mengucapkan nama lelaki yang sangat dicintainya.

“Siaaap bosss!” jawab Leo kemudian menyuruh beberapa rekanya membawa dua orang yang disebutkan oleh Robby.

“Well. Kerja yang bagus Robby.” sorak Daniel

“Tunggu dulu. Sobirin lama sekali si Imelda. Suruh dia bawa kotak itu kemari.” Robby mendorong Sobirin.

“Tidak usah, Boss. Tadi Bu Imelda menitipkan ini pada saya.” sahut Patricia menyerahkan kotak kecil dari tas selempangnya.

“Hah. Pasti dia cemburu melihatku akan bercinta dengan gadis-gadia muda ini. Hahaha.” kata Robby lalu mengambil kotak itu.

“Kodenya kau tahu kan?” tanya Daniel sembari mengocok penisnya.

“Tahu. Tenang saja Boss.” jawab Robby.

Tak lama kemudian datanglah Leo bersama Reza dan Andritama. Kedua orang itu dalam keadaan terikat. Wajah Reza terlihat sangat parah. Banyak luka lebam dan darah yang mengering.

“Wahahha. Datang juga nih CEO kita. Tapi cukup sampai hari ini, besok sudah enggak. Hahahahaha!!”

“BAJINGAN KAU ROBBY!!” umpat Andritama.

“Bajingan Super. Kau jangan lupa kata ‘super’. Hari ini kau akan kehilangan semuanya Andritama. Anakmu ini akan memberikan suguhan paling erotis untukmu.” balas Robby lalu mengelus paha mulus Ardhelia.

“BANGSAT!!” Andritama terlihat sangat emosi.

“Dan kau Reza. Cepat kau katakan password itu. Kau tak bisa berbohong. Kamu kan pemegang Karyawan Teladan. Jadi tentu kau ingat nomor khusus di slip gajimu itu.” ucap Robby.

“Aku tidak ingat.” jawab Reza santai. Dia tak habis pikir. Saat ini dia melihat keluarganya dilecehkan oleh Robby. Terutama si Sheila yang harus dipaksa mengukum para penis penjaga. Semnetara Luna saat ini masih aman bersama Shinta.

“Baiklah akan kubuat kau mengingatnya. Luna kamari sayang!!” panggil Robby. “Semua silahkan kalian berpesta.”

Mata Reza melotot. Dengan biadabnya Robby meremas payudara Luna di depan mata kepalanya. Bahkan tangan Robby berhasil menyingkap blouse Luna hingga terlihatlah payudara ranum adiknya itu.

“Teruslah membisu. Sebentar lagi kau akan kehilangan dua keluargamu.” ancam Robby.

Robby kali ini melepaskan seluruh pakaian Luna. Namun tiba-tiba seorang yang tak diperkirakan membuat Robby mengehentikan aksinya.

“Siapa dia?” tanya Robby

“HOOOOOOOAAAAAMMMM!!!”

Seseorang bertopeng masuk membawa cambuk. Semua penjaga bersiaga menyerangnya. Daniel pun segera bersembunyi di balik para penjaga. Karena dia berpikir pria bertopeng itu akan menyerangnya.

“SAYA ALGOJO!” jawab pria bertopeng.

“Benar, dia Algojo. Si Jaka tadi memberitahu saya.” sahut Andrew membenarkan. Daniel dan Robby merasa lega

“Bagus. Buat anak ini mengingat password itu.!” suruh Robby. “Semua mari kita berpesta. Dan kau Reza, jika kau ingin keluargamu hidup cepat katakan. Tapi sebelumnya. Lihatlah adek tercintamu ini akan kehilangan keperawananya. Dan juga sahabatmu itu. Hahah…. Sungguh kalian terlihat menyedihkan.” tawa Robby melanjutkan aksinya terhadap Luna.

“Dan kau juga akan melihat Boss cantikmu ini kuperkosa habis-habisan.” imbuh Randy menggandeng tangan Shinta.

Shinya memberontak namun tenaganya percuma. Reza bisa melihat air mata Shinta menetes. Reza telihat sangat geram, namun dia berusaha tetap tenang. Berbeda dengan Andritama yang sedari tadi panik melihat putrinya dipermainkan oleh Daniel. Daniel meremas payudara Ardhelia sambil sesekali memencet putingnya dengan kasar.

Sementara itu, penis Daniel yang ereksi sempurna semakin mendekat ke arah Aedhelia. Perlahan demi perlahan penis Daniel menembus selaput dara Ardhelia.

“Hahahaha… Akhirnya.” tawa Daniel girang. Namun seketika menghentikan tawanya.

“Haahaa..”

“Mengapa kau tertawa??!” tanya Daniel mencabut penisnya.

Tak lama kemudian, Reza, orang yang tertawa tadi lalu meludahi wajah Daniel. Daniel geram, dia merebut pistol dari tangan penjaga lalu menodongkan ke arah kepala Reza.

“Boss, sabar. Dia yang pegang passwordanya.” cegah Robby. Lagi-lagi Robby mengentikan elusan tangannya di paha Luna.

“Kalian sudah tamat. Dan.. Lo akan menyesal tak menembak kepala gue. Hahahaha. Ardhelia sudah tak perawan mana mungkin ada darah perawan!!” ucap Reza membungkam semua orang disitu.

Robby membuka tutup kepala Ardhelia. Dalam waktu bersamaan saat Daniel mengalihkan perhatian ke wanita itu. Reza meminta sang Algojo untuk segera meganyunkan goloknya.

“Saiki , ndes!!”

PRAAAAAAAANKKKKK

Semua mata mengarah ke sang Algojo. Robby orang yang paling murka. Dengan senjata pistolnya dia menembaki Reza dan Algojo tersebut.

Dor

Dor

Dor

“Andrew!!! Bunuh orang itu. Buang-buang waktu saja!! HAH!!” Daniel tak kalah murka

“TIDAAAAK ALLICIEA!!!! KENAPA KAU BISA ADA DISINI?!!” umpat Robby terus menembaki Reza. Tapi tak satupun pelurunya bersarang di tubuh anak itu.

Reza berhasil lolos. Dengan gerakan cepat dia melepas ikatan rantai besi di tubuhnya. Tapi kali ini Daniel lebih cepat . Pria itu menarik rantai besi hingga Reza terjatuh. Tak lama kemudian menarik pelatuk pistolnya.

DOOORR

AAAAAAAHHHHHHH

“MAAF TERLAMABAT SAYANG!!” itu suara Sandra.

Sebuah anak panah menusuk teoat di dada Daniel. Seketika Reza mengambil senjata di sepatunya. Dua bilah pisau. Ia menyerang Daniel tepat di kemaluannya hingga putus.

Sementara itu sang Algojo, membuka topengnya. Semua peserta party terhenyak.

“Agung??” heran Teguh.

Agung membabi-buta menyerang semua penjaga yang menyeranganya. Tak lama kemudian bantuan tiba. Galang bersama Kiro, Didik, dan Tama membantu Agung menyerang para penjaga.

Sedangakan Sandra terus menembakan anak panahnya. Tiba-tiba seseornag penjaga berlari ingin menangkapnya. Tapi dengan busur panahnya Sandra berhasil menghindar dan sebalinya sang penjaga terkulai lemas terkena busur yang menancap di punggungnya.

Wussssssh…

“Adek. Kamu datang??”

“Kakak. Kau ??”

“Udah yuk bantuin pacarmu tuh.”

Ardhelia tersenyum. Dengan senjata amdalannya dia melumpuhkan banyak penjaga. Ardhelia dan Sandra berkolabarasi. Tapi di depan mereka Marwan dan Hendro menghadang.

“Oh.. jadi ini Ardhelia. Sayang sekali kau tak akan berhasil melawanku. Dan Ayahmu ini akan mati.” ancam Hendro menodong pisau lipat pada leher Andritama.

“Pergi nak. Jangan peduliakan Ayah!!” teriak Andritama menangis.

“Oke. Yah. Tapi Vira akan pergi bersama ayah.” jawab Ardhelia.

Wusssshhh ….

Tanpa pikir panjang Ardhelia melemparkan suriken tepat di dahi Hendro. Marwan yang terlambat mengambil tindakan pun tak bisa lari dari busur panah Sandra.

Galang dan Agung berkolaborasi melawan Julian dan Teguh. Julian cukup merepotkan. Selain jago beladiri ternyata Julian juga kebal senjata.

“Kalian tak bisa membunuhku. Hahahahaha.” sombong Julian.

Tapi Galang yang ternyata juga punya ajian khusus dengan mudah menyerang bagian vital Julian.

“Oh ternyata di situ. Ini mah kesukaan bencong!! Hahha” Dengan garang Galang berhasil menghindari serangan Julian dengan mudah. Lalu dia melakukan sleding hingga membuat Julian terjatuh. Kemudian Galang mengambil bambu runcing kuning di sakunya.

SLAAAP SLAAAP SLAAP

Tanpa rasa ampun Galang menancapkan bambunya ke dalam anus Julian. Julian tewas seketika setelah berteriak kesakitan.

Sementara itu Teguh tak bisa berkutik menerima pukulan bertubi-tubi di wajahnya. Agung terlihat sangat geram. Setelah membunuh Teguh , Agung berlari mengejar Randy yang membawa kabur Shinta.

Sobirin dan Patricia sibuk mengevakuasi semua wanita. Tak terkucuali Nuri dan Rena. Tapi Andrew berhasil membawa Luna. Berama Robyy , Andrew membawa Luna secara paksa. Dengan ancaman pistol di dahi Luna, cukup mudah Andrew membawa gadis itu.

Reza yang di hadang puluhan penjaga harus tertingal jarak cukup jauh. Mengalahkan semua penjaga hanya akan buang-buang waktu. Reza dengan cerdik melompati semua penjaga dengan menjadikan kepala mereka pijakan satu-persatu.

“Cepat menuju ke mobil. Ledakan tempat ini!! suruh Robby.

“Ayah. Aku tak kuat.” ucap Alliciea.

“Biar Putri anda bersama saya Boss !!”

Dorrr

“Patricia. Kau??”

“Sobirin habisin dia.” Patricia membawa Alliciea. Sementara Robby yang terkena tembak di kakinya kini dihadang oleh Sobirin.

“Menyingkirlah kau JAHANAM!!”

BOOOOUUGGHHHHH

“TIDAAAKK!!!! KAU APAKAN IMELDAKU!!”

Sobirin tertawa setelah melempar kepala Imelda ke tubuh Robby. Robby telihat sangat geram mencoba mendekati Sobirin.

Andrew yang sudah keluar dari Big House segera menyuruh Luna masuk kedalam Mobil.

“Mister, Daniel Death. Robby Fail. So What??” tanya Andrew menghubungi seseorang.

“Baiklah. Saya akan bawa gadis ini.” lanjut Andrew.

“Tak semudah itu Ferguso. Hihi.”

Jimmy berdiri di atas balkon lalu melompat turun ke atas mobil. Sebuah suriken dilemparkan mengenai dada Andrew hingga tewas.

Reza menemukan Sobirin mati dengan penis yang terputus. Ada bercakan darah yang menimbulkan jejak. Reza lalu mengikuti jejak itu hingga membawanya ke sebuah ruang di bawah tanah.

Karena ruang terlihat gelap Reza mencari alat penerangan. Dia menemukan sebuah lighter korek dari saku Sobirin.

Di lain tempat Sandra melihat seluruh wanita dimasukkan ke dalam sebuah mobil box. Mobil itu dikemudikan oleh Patricia. Karena curiga, Sandra berlari mengejar mobil itu.

Ardelia yang mengetahui itu segera menyusul Sandra.

Sementara itu, Agung masih mencari keberadaan Randy dan Shinta. Randy berhasil menghilangkan jejak setelah ada beberapa penjaga yang menghadang Agung.

Galang, Kiro dan Didik segera mengevakuasi korban dan Pak Andirtama. Setelah itu Galang menuju ke lokasi GPS milik Jimmy yang sedari tadi tak keliatan batang hidungnya.

“Pak Andritama. Maafkan kami terlambat menolong anda.” ucap Kiro

“Yang terpenting kalian selamatkan Ardhelia dan Reza.” suruh Pak Andritama.

“Baik Pak.” jawab Didik. “Di mana Mellanie??” tanya Didik kepada Kiro.

“Siapa dia?” Kiro balik bertanya.

“Dia adalah calon istriku.” jawab Didik.

.

.

Di ruang bawah tanah Reza masih mengikuti jejak darah di lantai. Tiba-tiba dia mendengar sesuatu di belakangnya.

Bouuuuughhhh…

“Oooohhhh . Bang..sat kau!!”

Dengan indera lainnya Reza berhasil menghindari pukulan Robby dan sebaliknya Robby jatuh tersungkur terkena tendangan seketika dari Reza.

“Mampus kau!”

“Kau juga akan mampus bocah tengik!!” balas Robby lalu menekan remote.

Setelah remote itu ditekan tiba-tiba ruangan gemuruh. Dan..

BOUUMMMMMMMMMM

Bersambung

Daftar part