. The Best Employee Part 19 | Kisah Malam

The Best Employee Part 19

0
274

The Best Employee Part 19

Young Boy From the Hell

Pukul 07.00,

Pagi ini mataku sudah melewati 24 belum tertutup. Entah berapa gelas kopi yang sudah kuhabiskan. Liburan sekolah yang harusnya kunikmati di Bali sirna gara-gara misi nggak jelas ini. Berawal dari telepon dari Pak Didik selaku pendiri The Flower, itu pun baru kuketahui ketika dia mengakuinya. Dengan memberi data-data akurat bahwa dia memang founder organisasi ini, akhirnya aku mempercayainya. Buktinya memang autentik karena sudah kuteliti kebenarannya.

Sejak saat itu, mungkin hanya aku yang mengetahui pendiri yang sudah lama bersembunyi itu. Kenapa dia baru muncul di saat seperti ini ? Itu konyol sekali!

“Galang, gue bebas. Gue berhasil membawa penjamin dan justru pihak pemerintah akan membantu kita. Nanti gue akan kirim bantuan dari pihak pemerintah. Pastikan mereka tidak ada yang lolos.” ucap Pak Didik melalui voice massage.

Menurut ceritanya, dia habis ke kantor polisi. Dia membuat skenario seolah-olah tertangkap mengkonsumsi narkoba. Padahal itu sudah disetting olehnya demi mensiasati Robby dan The Blackskull. Mengenai organisasi bernama The Blackskull tersebut aku baru tahu ketika dikasih tahu oleh Jimmy. Ehmm, mungkin Jimmy juga sudah tahu posisi Pak Didik.

Sayangnya, dua anggota kami tertangkap oleh pihak Robby. Reza dan Savira saat ini dalam bahaya. Maka dari itu dua jam yang lalu aku suruh Jimmy untuk segera bergerak. Rencananya sungguh jahat dan diluar rencana Pak Didik. Kendati demikian, aku tak bisa mencegahnya. Dan saat ini masalah baru muncul. Jack..?!

“Galang, lo jaga gue. Gue sedang menyamar menjadi anggota the Blackskull. Nanti aku ceritakan. Aku tak bisa membiarkan Jimmy seenak jidatnya menjalankan misi ini.” ucap Jack saat itu.

Sebenarnya maksud dari ucapan Jack apa? Dia bekerja untuk siapa? Mengapa jadi seperti ini? Ini terlalu rumit hanya untuk sekedar menangkap Robby cs.

Krieeek.

“Galang, ini gue Mr. Kiro. Gue akan bantu lo.”

“Si.. siapa anda??”

Hal tak terduga apa lagi ini. Siapa Mr. Kiro ini. Bagaimana dia bisa tahu keberadaanku di sini. Dia masuk begitu saja lalu duduk di sampingku. Kedua tangannya langsung mengambil alih komputer yang ada di depanku. Dari gelagatnya dia memang berencana membantuku. Tapi, siapa dia? Lincah sekali tangannya. Bahkan 2 kali lebih cepat dari kemapuan mengetikku.

“Jangan buang waktumu dengan memandangku seperti itu. Lebih baik kau koordinasi si Jimmy untuk menyelamatkan anakku.”

“Anak?”

“Savira Ardhelia adah putriku. Selamatkan dia!!!” jawabnya dengan nada tinggi tanpa menoleh ke arahku.

Mataku memandang ke arah monitor. Bagaimana dia bisa membobol CCTV Big House? Hebat! Baru semenit dia mengolah mesin pintar ini dia langsung menguasainya dalam sekejap.

“Didik, masuk!! Cepat kau selamatkan Savira. Ada masalah baru muncul. Siapa Jack?” ucap Kiro menghubungi Pak Didik lewat earphone ditelinganya.

“Ada apa?” selaku ditengah perbincangannya. Kurasa ada masalah besar muncul.

“Ssst..! Oh begitu, baiklah. Jadi dia penyamar. Habisi dia sekalian kalo perlu. Secara tidak langsung dia mengincar dua putriku sekaligus. BANGSAT!!!”

Aku bisa melihat kemarahan dari raut wajah pria tua ini. Meski aku tak bisa mendengar jawaban Pak Didik, ucapan dari Mr. Kiro ini secara gamblang menjelaskan sumber masalah adalah si Jack. Orangnya yang mana sih, jika dia anggota the Flower harusnya aku pernah bertemu dengannya. Dan menurut penjelasan dari Jimmy, Jack adalah anggota baru.

“Galang, kau pergi ke alamat ini. Kau bisa bertarung, kan? Akan ada bantuan nanti jika kau sudah menuju ke alamat ini, selamatkan wanita yang akan kau temui nanti. Paham?” kata Kiro kali ini menoleh ke arahku.

“Tapi..”

“CEPAT!!! Gue anggota intellegent, dan masalah ini menyangkut nyawa dan keselamatan negeri ini nantinya!” jawabnya tanpa memberiku kesemptan bicara. Dia lalu menyuruhku untuk segera pergi.

###​

Setengah jam kemudian,

Setelah otak cerdasku ini menghimpun rentetan peristiwa di hari ini, maka dapat aku simpulkan bahwa The Flower adalah organisasi dibawah pemerintahan. Pihak swasta mana yang mau mengurusi persoalan seperti ini. Bahkan kepada siapa The Flower bekerja jika tak mengahasilkan keuntungan. Jelas, awal dimana aku bisa berada disini karena sudah diawasi oleh badan intellegent. Oh, terus siapa dalang dari masalah ini. Apakah ada hubungannya dengan si Jack?

Roda dua Ducati telah membawaku ke alamat yang ditunjukan Mr. Kiro tadi. Sebuah rumah mewah di perbatasan menuju ke arah puncak. Aku menunggu di luar memastikan tidak ada hal yang mencurigakan.

Pipp pipp.. ponselku berdering,

“Hallo, Mr. Kiro. Apa selajutnya?”

“Kau jalan menuju ke mobil SUV yang terpakir tak jauh dari situ.”

“Baik.” jawabku lalu mematikan earphone setelah melihat memang ada mobil yang ia katakan tadi

Aku turuti perintah si pria tua ini. Malas sekali rasanya untuk menuju ke mobil tersebut. Entahlah, aku merasa ngantuk sekali. Apakah aku bisa bertarung dengan keadaanku seperti ini. Mobil itu padahal dekat tapi langkahku tak sampai-sampai. Tahu gini pake ducati aja.

Brummmmm

Huhu.. kenapa nggak dari tadi. Akhirnya mobil itu mendekat ke arahku.

Citttt.

Sandra​

“Masuk!!” ucap seorang wanita bermasker setelah membuka kaca mobil.

“Oke, Mbak.” jawabku singkat.

Aku masuk melalui pintu depan mobil. Yakin nih Mr. Kiro mengirimkan seorang wanita untuk membantuku. Atau jangan-jangan dia adalah wanita yang dimaksud si tua berengsek itu?!

“Nama gue Sandra. Sepertinya kita pernah bertemu di Bandara. Jadi lo orangnya yang membuat Reza balik dari Bali! Hasssh.. nggak nyangka ya. Pacar gue ternyata anggota The Flower. Pantes dia serius sekali memenangkan tender. Lo tahu nggak siapa gue?”

Sandra anaknya Mr. Kiro. Jadi dia saudarnya Savira dong? Hadeh tambah puyeng. Sandra menjalankan mobilnya.

Brengsek!! Karena wanita ini aku jadi nggak fokus. Bukan karena kecantikannya. Tapi pakaiannya yang seperti superhero ini membuatku geleng-geleng. Ketat, seksi, dan besar sekali payudaranya. Dan aku baru ngeh jika dia adalah wanita yang sama saat dibawa Reza.

“Aku tahu, kamu anak dari Mr. Kiro. Huft, sungguh kamu menghadirkan satu tanda tanya lagi di otak cerdasku ini.”

“Dari awal gue sudah tahu sumber masalah adalah tender. Tapi ternyata ada yang lebih dari itu. Kalian memaksa gue bekerja. Denger ya.. Galang kan nama lo. Lawan lita adalah Blackslull. Salah satu organisasi yang jadi buron terkuat pemerintah.”

“Dan ternyata partner gue cewek. Lol!” simpulku

“Jangan remehin gue. Lo nggak ada apa-apanya sama gue. Dan gue minta satu hal ke elo. Rahasiakan identitas gue dari Reza! Pakai baju yang yang ada dijok belakang. Gue masuk duluan.” ucapanya setelah menghentikan mobil tepat di depan rumah mewah tadi.

Pipp piiip.. ponselku berdering lagi, Kiro lagi.

“Galang inget! Jaga Sandra!!”

“Sepertinya kebalik deh Pak Kiro. Dia terlihat lebih kuat dariku.”

“Enggak kau masih terkuat. Maka dari itu aku memilih kau untuk menjaga Sandra. Lawan kau bukan kaleng-kaleng. Camkan itu!!” bentaknya.

Widih.. dari mana dia tahu kekuatan gue. Sepertinya anggota intellengt juga bukan kaleng-kaleng. Tak banyak orang yang tahu kekuatanku. Tapi jujur, aku sangat mengantuk.

###

Pakaian macam apa ini! Sungguh menggelikan. Apalah aku sudah masuk anggota Avenger. Mereka terlalu berlebihan. Hahaha

“Wow! Pas sekali pakaian itu untukmu. Mirip Black Panther. Wkwkw.” ucap Sandra.

“Dan kau mirip Black Widow. Hahaha.” balasku.

Cukup gerah juga kostum superhero ini. Lalu apa rencana selanjutnya. Harusnya mereka sudah tiba. Kalo lama gini bisa tertidur nih.

“Mau kopi?”

Kopi? What! Di saat seperti ini dia masih menawarkan kopi untukku? Tapi aku memang sangat ngantuk sekali. Tapi aku bukan pecinta kopi. Biasanya obat ngantuk mah film bokep. Wkkwk. Kalo nggak ada yang di depan ini juga boleh. Sandra seksi sekali sih…

PLASSSH

“Hassh.. Mata kamu jelalatan juga ya.!” ucap Sandra membuyarkan imajinasiku.

Lumayan juga tamparannya. Hadeeuh…

“BTW, aku ngantuk sekali. Bisa nggak kamu bantu aku. Aku janji identitasmu aman.” ucapku.

Entah dapat bisikan dari setan mana kata-kata itu terlontar dari mulutku.

Sandra terdiam,

Aku mendekatinya lalu melingkarkan tanganku ke pundaknya. Maafkan aku Reza, aku butuh bantuan pacarmu demi menyelamatkanmu.

“Please. Aku pacar temenmu! Jangan minta yang aneh-aneh!!” ucapnya seakan dia tahu apa yang kumaksud.

“Ehmmm..” kupencet kedua pipinya yang imut.

“Janji dulu! Awas lo minta yang aneh-aneh!” bentaknya. Astaga semakin cantik saat dia marah.

“Iyaaa. Janji. Aku nggak akan ngantuk asalkan ada reward untukku setelah menyelamatkanmu.”

“Oke. Deal.”

“Sebenernya kamu cukup pergi disini bukannya sudah aman?”

“Kamu benar, Lang. Namun, aku tak lega jika belum menumpas habis The Blackskull. Maka dari itu aku ambil misi ini. Sejak awal aku sudah tahu pokok masahnya ada di perusahaan ini. Ayahaku memintaku untuk masuk ke perusahaan ini dan menyamar sebagai seorang Chemist. Kau tahu sendiri kan, PT. IHH adalah perusahan kimia terbesar se Asia Tenggara. Aku ditugaskan untuk menjaga perusahan pribumi ini dari campur orang asing yang akan merusak perekonomian dan bahkan masa depan negeri ini. Apakah penjelasanku cukup jelas?”

“Oke. Jelas. Tapi jujur, aku tak mau bekerja jika tidak ada imbalannya. Itu prinsipku.”

“Baiklah. Aku setuju. Dan akan menuruti kemauanmu asal nggak aneh-aneh.”

BRUAKKKKKK…

“Mereka datang!” teriak Sandra.

“Biar gue habiskan.” kataku.

Dari arah pintu masuk tiga orang pria. Mereka mengenakan jubah berlogo tengkorak. Aku yakin mereka adalah anggota the Blackskull. Kusuruh Sandra bersembunyi di balik sofa.

“Yakin ini tempatnya, Ken?” tanya seseorang dari mereka.

“Yakin seratus persen. Udah sesuai map. Kalian geledah semua kamar. Sudah nggak sabar gue mau ngentot lagi. Hahaha.”

Cih.. jadi tujuan mereka hanya untuk ngentot. Oke. Akan kubuat mereka tak bisa ngentot lagi. Adil bukan?

Dua orang sudah naik ke atas. Kusuruh Sandra untuk tetap tenang. Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Kuperhatikan orang yang bernama Ken itu sedamg menunggu anak buahnya. Dia duduk santai di sofa. Padahal bisa saja aku melumpuhkannya dengan mudah. Tapi itu bukan ciri khasku bertarung. Akan kutunjukkan aku bukan fighter kaleng-kaleng.

“Uhuk..uhuk.. uhuk..”

Aku berpura-pura batuk untuk mengalihkan perhatiannya. Dan itu berhasil. Dia berdiri lalu mencari sumber suaraku. Saatnya bermain tikus kecil. Hehehe..

“SIAPA ITU!!!” teriaknya.

Dia bereaksi, hehe. Oke, ku akan muncul. Kusuruh Sandra untuk tetap tenang dan tidak berisik.

“Wah… Ada tamu toh. Maaf saya nggak denger ketika Anda masuk tadi. Ada keperluan apa Anda kemari.?” tanyaku mengahampiri Ken. Wajahnya terlihat pucat dan kaget ketika mengetahui kehadiranku. Tangannya mencoba merogoh sesuatu di dalam sakunya. Mungkinkah dia mengambil senjata?

“Maaf, saya bukan tamu. Cepat katakan di mana wanita yang bernama Sandra?” dia menodongkan pistol ke arahku

Dengan sigap aku melompat, kakiku bertumpu pada meja kayu lalu merebut pistol sebelum jari telunjuknya menarik pelatuk.

“ANJIIIING!!!” umpatnya, dia tak bersiaga saat aku menyerang.

Kini kondisi berbalik. Aku menodong pistol tepat ke arah kepalanya. Ken terlihat sangat ketakutan.

“Diam atau kulubangi otakmu yang tolol ini!” ancamku.

15 menit kemudian,

“Cuih segini doang?” remehku kepada pasukan Blackskull.

“Elo.. bagaimana bisa lo bantai semua Lang?” heran Sandra.

Bukan hal yang sulit untuk melumpuhkan mereka semua. Untung jumlah mereka hanya bertiga. Sandra terheran-heran melihatku mengikat ketiga anak buah the Blackskul yang kuikat jadi satu.

“Lo tahu sendiri kan?” kataku lalu membawanya pergi

Aku yakin Sandra tahu saat aku naik ke atas hanya dengan menyadera Ken agar bisa melumpuhkan dua anak buah Ken.

Mereka kubiarkan hidup. Tapi aku tak menjamin mereka bisa lepas dari ikatan tali dadung. Apalagi jari-jari mereka sudah kupatahkan semuanya. Tak perlu kujelaskan detailnya.

Jam menunjukkan pukul 9.00. Aku dan Sandra kini tengah menuju ke tempat Kiro. Disana si tua berengsek yang telah membuatku berkeringat itu sedang menunggu kedatanganku dengan Sandra.

“Gue masih nggak habis pikir. Dalam sekejap mereka semua lo libas habis? Keren!!” Sandra masih terus memujiku.

“Ada yang lebih kuat dari gue. Dan lo tahu orangnya. Kita sekarang menuju ke tempat bokap lo. Habis itu kita bantu Reza dan yang lainnya.” ucapku agar tak dia berhenti memujiku.

Dan orang terkuat itu pasti sudah bebas. Tunggulah kehancuran kalian, The Blacksull. YoungBoy from the Hell sudah bergerak.

Bersambung

Daftar Part

Cerita Terpopuler