. The Best Employee Part 06 | Kisah Malam

The Best Employee Part 06

0
377

Part 06 – Bali Uncontrol


Sandra

PUKUL 12.00 WIB

[POV Reza]

Baru saja Luna menelponku. Tak kuduga masalah ini akan merembet kemana-mana. Ah jancuk !! Terima kasih Black Rose !! Sheila maafin adekmu ini !! Andai saja mereka memberitahuku lebih awal. Ahh !! Pertama kali aku bertemu Ardhelia , wajahnya sangat tak asing. Tapi dia siapa ? Sepertinya otakku benar telah terkontaminasi oleh film-film Hitomi Tanaka.

Siang ini udara cukup panas, sepertinya akan banyak turis di pantai. Yah tapi entar ajalah mikir pantainya. yang terpenting bagaimana cara menggagalkan tender ini. Menurutku tender ini tak ada kaitanya dengan rentetan kasus-kasus The Skull Brother.

Jika memang ini benar adanya jadi The Skull Brother sudah memanfaatkan PT. IHH. Lalu kenapa Sheila dan Luna juga harus jadi korban, nggak masuk akal ! Ahh ini lebih menyebalkan dari novel-novel NTR yang sering kubaca ! Semoga besok aku segera tahu jawabannya. Jika aku adalah seorang tokoh utama harusnya aku ngga disini. Harusnya aku menyelamatkan keluargaku ! Sial nih penulis amatiran ! Huh ! Kok aku jadi ngelantur ya. ??

Di ruang loby ini aku sudah menghabikan dua batang rokok. Kulihat Sandra berjalan ke arahku setelah tadi ijin ke toilet. Ya ampun ini cewek selalu bikin aku pensaran. Meskipun aku sudah pernah meihat tubuhnya yang telanjang, tapi aku penasaran bagaimana kalo bercinta dengan dia. Ahhh imjinasi mekayang kemana-mana. Fokus Za !

“Za sudah siap.”

“Sudah siap sayang.”

“Sayang ?? Apa loe bilang??”

“Iya deh Sandra!!”

“Loe suka sama gue ya Za?”

“Gue suka sama elo ??? Ya jelas nggak lah ! Toket loe kegedhean buat gue. Hahahaha.”

PLAAAAAK

Sial ini cewek tamparanya kenceng bener. Aku kemudian menyusul Sandra. Njiiir pantatnya!!

Kulihat Sandra berhenti di depan sebuah pintu. ‘Ruang Uji Coba’ sebuah tulisan besar tertera di depan pintu ini. Sambil memegang gagang pintu Sandra menoleh ke arahku.

“Perasaanku ngga enak Za.”

“Udeh serahin pada Gue!!”

“Tapi aku gugup banget.”

“Jangan gugup San. Katanya loe mau menangin ini tender. ”

Dalam hatiku sebenarnya tender ini tak harus menang. Kalo menang pasti akan lebih menambah masalah. Ya apa boleh buat. Maaf San, aku sebenarnya ngga tega.

Sandra kemudian masuk ke dalam ruangan itu. Kemudian aku menyusulnya dari belakang. Ruangan lab ini cukup luas dengan empat meja praktikum yang cukup lebar. Di atas meja sudah tersedia perlatan praktikum yang cukup canggih. Well, ini bakalan seru.

Sandra kemudian mengeluarkan dokumen dan data formula untuk memulai praktikum. Sementara kulihat sudah berjajar sekumpulan orang memakai jas lab. Mungkin mereka yang akan jadi lawan kami merebutkan tender ini. Buset mainnya keroyokan euy!

Di depan kami berdiri seorang pria tua memakai jas lab. Dengan rambut botak di depan sekilas mirip Albert Einstein. Mungkin dia adalah seorang pakar kimia. Kulihat dia berjalan mengahampiriku.

“Kalian cuma berdua ??” tanyanya dengan sedikit mendongkakan kepala.

“Kami ?” jawabku gugup.

“Iya kalian dari PT.IHH kan ?”

“Benar sekali kek. Eh Prof.”

Mendengar ucapanku kakiku langsung diinjak oleh Sandra. Kulihat mukanya cemberut banget. Bibirnya manyun ke arahku.

“Well!! Tunjukkan skillmu anak muda. Kita membutuhkan produk tanpa harus membeli bahan baku yang lebih mahal. Dan bahan baku ini sudah mendarah daging di pulau ini. Pulau dewata ! Dan bahan baku ini kuberi nama pil dewa ! Ini bukan pil dari negeri dongeng. Khasiatnya tak tertandingi . Jika kalian berhasil kalianlah pemenangnya!”

“Pastilah Prof! Iya ngga sayang!” ucapku mengarah ke Sandra

“Huuuh”

Sementara kulihat sekelompok dari PT . WIN sedang berdiskusi. Ada empat cowok dan satu cewek. Umur mereka lebih tua dariku. Hemmb tantangan baru nihh…

[table id=Ads4D /]

Inilah saat yang paling mendebarkan di dalam hidupku. Alay! Ku pakai jas lab putih yang diberikan oleh Sandra. Kini raut wajahnya tersenyum kepadaku. Mungkin dia sudah mulai percaya diri.

DRTT DRTTT DRTT

Sial siapa sih ! Kuambil ambil hapeku dari saku celana. Tanpa pengetahuan Sandra kubuka sebuah pesan dari Galang. Galang lagi? Kenapa apa sih orang ini. Setelah membuka pesan dari galang, jantungku benar-benar berdegup kencang

GALANG:

MENANGIN TENDER !

Hassssh !! Mau tak mau aku harus menggunakan otakku untuk memenangkan tender ini. Dan malam kemaren aku malah tidur bukannya belajar. Kulihat wajah Sandra hanya pasrah karena posisiku disini adalah playmaker. Eh bukan, pokoknya posisiku laboran utama dan dia hanya akan menjadi assisten laboran. Jadi dia hanya akan melakukan apa yang aku suruh. Maunya sih setiap saat bisa aku suruh memuasin nafsuku. Ohh.. ! FOKUS ZA !

TENG TENG TENG

Dan bunyi lonceng sebagai pertanda semua peserta harus memulai pekerjaannya sudah dibunyikan. Saatnya dimulai !

Kusuruh Sandra menyiapakan peralatan yang secukupnya. Karena kalau semua alat digunakan tak akan efektiv. Disini penilaianya adalah kualitas dan efetivitas. Sebisa mungkin aku harus bisa meminimalisir waktu.

Sembari menunggu Sandra menyiapkan alat, kupakai waktu ini dengan membuat coretan pada kertas kosong. Intinya aku membuat sebuah rancangan tentang apa yang akan aku lakukan nanti. Karena dari semalem aku hanya tidur. Jadi aku belum ada persiapan apapun hari ini, pokoknya aku harus cari perhitungan dengan Jimmy , seenaknya saja dia mengubah rencana.

Bagus ! Semoga ini akan berhasil. Kulihat tim sebelah sudah melakukan praktikum. Sedikit cemas kuperhatikan di raut wajah Sandra. Jangan khawatir sayang ! Otakku meski sudah terkontamnasi film JAV, masih ada sisa neuron postif yang akan memberikan rangsangan positiv ketika tanganku kembali memegang alat alat prakitikum ini.

Kupakai sarung tangan plastik dan masker lalu kuambil sebuah spatula. Kusuruh Sandra membukakan botol berisi bahan baku. Setelah botol tersebut terbuka, kuambil sampel bahan baku tersebut kemudin kuamati karakteristiknya. Bentuk powder biasa.

“San masukin larutan R-COOH!! Loe cek Oil Absortion-nya yah!”

“YUP!”

Aku memanfaatkan waktu dengan menyiapkan alat buat destilasi dan ekstraksi. Ribet juga sih! Sebenernya tim kami kurang personil. Dasar perusahaan pelit!!

Setelah perlatan sudah siap kuambil mortar dan alu untuk mulai membuat ramuan yang sudah diformulakan oleh Sandra. Kuaduk rata kemudian kularutkan hingga berubah menjadi cair. Setelah itu kulanjutkan proses destilasi. Kupencet timer saat proses berlangsung. Kusuruh Sandra mengambil sampelnya lalu kuambil beaker glass dan tabung erlenmeyer untuk melihat rekasinya.

1 jam kemudian

“Lo lihat mikroskop. Biar gue pantau reaksinya!!”

“Aduk yang cepat lima menit dari sekarang!”

TAP TAP TAP

“Done!!” kata Sandra

“Hijau merah kuning.” sahutku

“BINGO!!!”

“Berhasil!!”

Sandra kemudian merangkul tubuhku. Sementara kulihat wajah agak kecewa dari tim sebelah. Dari segi waktu kami memang lebih unggul tapi soal kualitas kami harus menunggu hasil tes dari Profesor dan timnya.

[table id=AdsKaisar /]

Kulihat wajah Sandra sangat gugup. Sementara aku cukup rilex karena sudah tahu hasilnya akan seperti apa. Kulihat tim lawan nampak gugup. Mungkin selanjutnya akan berat tapi setidaknya ini akan mengurangi sedikit damage yang sudah terjadi. Luna bertahanlah !!

“Oke semua. Kita sudah uji hasil praktek kalian. Dan saya bamgga negeri ini memiliki kalian. Tapi hanya satu tim yang berhak memenangkan tender ini. Saya harap bagi tim pemenang dapat memanfaatkannya dengan baik. Dan pemenangnya jatuh kepada…”

Deg Deg Deg

Ngapain juga sih aku harus deg deg an. Habis Profesor ini mirip acara talk show sih. Ahh payaaah.. !

Tangan Sandra kini memegangku erat. Aku rangkul Sandra dipundakku agar ia lebih tenang.
.

.

.

” PT. IHH.”

.

.

Suara Profesor saat mengucapkan nama perusahaan PT. IHH sungguh membuatku dan Sandra lepas dari rasa deg-degan. Akhirnya tim kami yang memenangkan tender ini.

“Reza!!!”

“Iya sayang.”

“Kita menang!!”

“Udah tahu.”

Sandra memelukku erat. Dapat kurasakan empuknya payudara Sandra yang menekan dadaku. Terus peluk San biar toket lo kempes dikit. !!

“Za napa loe senyum senyum sendiri.”

“Enak ini”

Nyut ! Ohh tanganku tana sadar meremas payudaranya. Kulihat aura merah kini dalam tubuhnya. Dan tangan kananya mulai diayunkan. Dan pasti tangan ini akan menamparku…

PLAAAAAAAAAAAAAAK

“Nggak sengaja San. Ealah kena tampar lagi.” ucapku memegangi pipiku.

“Ga sengaja kok senyum! Bilang aja mau cari kesempatan!” bentak Sandra.

Profesor tersebut mengahampiriku lalu mengulurkan tangannya. Kujabat tangannya sambil tersenyum. Sandra tampak bahagia. Wajah inilah yang selalu kurindukan. Cepat sekali wanita satu ini mengubah moodnya. Padahal belum ada semenit dia memarahiku. Plinplan Girls!! Dia selalu membuatku penasaran. Akhirnya kini kita akan jadi partner terbaik sepanjang sejarah. Dulu aku sangat dekat dengan Sandra karena sebuah pertikaian kecil membuatku harus dipindah bagian. Meskipun sebenaranya itu bukan sepenuhnya keinginanku, aku harus menyerah pada kengotatan Pak Didik.

“Selamat! Nama kalian siapa?” tanya Profesor

“Saya REZA SANJAYA”

“Saya SANDRA YASMIN”

“Saya Zulfikar Matuidi. Panggil saja Profesor Zul. Saat kalian melakukan praktikum tadi, Chemistry kalian dapet banget looh. Semoga kalian berjodoh ya. Hahahaha” ucap Profesor diiringi tawanya yang renyah.

“Hahahaha. Profesor bisa aja.” sahutku menanggapi candaanya.

[table id=AdsLapakPk /]

Setelah kemenangan tender ini kurayakan dengan mentraktir Sandra di sebuah resto yang tak jauh dari gedung praktikum tadi. Sandra langsung menghubungi Pak Hendro selaku manager RnD. Kulihat Sandra berbincang melalui hapenya dengan riang gembira.

Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul setengah tiga. Sembari menunggu pesanan kuambil sebungkus rokok filterku lalu kusulut sebatang. Resto ini berada di tempat terbuka jadi aku bisa bebas mengepulkan asap rokok sambil sejenak menikmati pemandangan pura-pura yang merupakan bangunan khas bali.

“Loe bisa nggak sih berhenti merokok! Loe itu anak kimia sudah tahu kan banyak bahan kimia pada rokok. ” oceh Sandra dengan suara lantang padaku.

“Loe bisa ngga sih kecilin suara loe!” balasku

“HUUUUH!!” dengan wajah kesal Sandra kemudian duduk lalu mengambil menu makanan.

“Loe makan apa?” tanya Sandra.

“Makanan yang biasa aja tapi bisa membuat perutku kenyang.” jawabku.

“Minumnya?”

“Susumu.”

“APA!!”

“Milkshake aja San. Hehehe.”

“HUUUH!!”

Begitulah aku dan Sandra. Selalu saja berantem. Setelah waitters mengambil pesanan kami. Aku dan Sandra hanya diam meskipun mata kami sesekali saling memandang.

“Marah??”

“Engga!”

“Sandra loe cantik deh!”

“Kok ada kata ‘Deh’nya? Nggak ikhlas banget!”

“Loe kenapa sih! Lagi dapet?”

“Engga!”

“Loe mikir apaan sih!!”

“Engga!”

“Ngga usah bohong. Ketika wanita diam sejuta pikiran di dalam otaknya.”

“Bodo!!!”

“Oke. Mending gue makan. Sepet lihat wajah loe kek gitu.”

“…”

[table id=AdsLapakPk /]

ehabis makan Sandra mengajaku balik ke hotel. Padahal dalam hati kecilku ingin sekali mengajaknya ke pantai atau jalan jalan ke Pasar Sukowati. Mungkin gara gara aku selalu membuatnya marah saat makan siang tadi kini Sandra benar-benar mencuekkanku. Huuuh !! Dih kok aku baper ! Dasar cowok lemah!

“Yaelah gitu aja marah. Yuk jalan jalan. Itung itung ngedate kita, iya ngga?” tawarku mencoba meghiburnya.

“Nggak!”

“Yaelah ya sudah gue jalan sendiri.”

“IKOOOT !!”

“Dasar cewek plin plan!

“Ih dasar mesum.!”

Mmmmuach

Aku benar benar ngga bisa mengendalikan emosiku. Wajah Sandra kalo marah cantik banget. Apalagi saat ia menggembungkan pipinya. Gemes!!

“Reza kok lo nyium gue.”

“Habis lo cantik San.”

Kulihat wajahnya tersipu menahan senyum. Dasar wanita dipuji sedikit langsung terbang. Aku dapat menangkap ekspresinya. Kedua tangannya ditarik ke belakang seolah ia sangat excited banget. Dan satu hal yang kurang menurutku. Kenapa tangannya tak menaparku ? Apa mungkin dia seneng dicium yah. ?

“Udeh jangan malyang. Dipuji dikit melayang. Yaudah ayok ngedate!” kuraih tangannya lalu kurangkulkan tanganku di pundaknya.

“Ngedate dari Hongkong!!”

“Dari Jakarta sayang bukan Hongkong!” kutowel hidung mancungnya lalu kupencet.

“Huuuuh!!”

“Loe tuh ya kalo ngambek cantiknya nambah.”

“Udeh ya jangan merajuk!”

“Gue cium lagi ya.”

“Gue tonjok nnih!!” ucapnya sambil mengepalkan tangannya.

“Tadi aja senyum – senyum kok sekarang ditonjok sih!”

“Sini gue kasih double!”

Entah mengapa aku sangat bahagia bisa deket lagi sama Sandra. Yah walaupun kita cuma sahabatan. Seengaknya aku bisa lebih lama memandang toketnya. Ah toket lagi !!

TUUUT TUUUUT TUUUUT

“Bentar ya San ada telpon.”

“Jangan lama lama.”

“Iya ya sayang.”

“GALANG ?? disaat sepertii ini. Ahh.. ngapain sih ini orang.” kumatikan telepon dari Galang. Bukannya tak mau mengangkat , karena disampingku ada Sandra. Aku tak ingin dia terlibat.

“Kok ngga jadi diangkat. Cewek loe ntar marah loe. Hahahaha”

“Cewe gue kan loe. Dodol”

“Hassshhh”

“Eh ada burung garuda?”

“Mana”

MUUUAAACH

“Reza!!! Ini tempat umum!! Malu tau!!” dengus Sandra yang sudah siap mengepalkan tangannya

“Biarin. Kalo di tempat khusus ntar loe malah ketagihan. Weeek!” Aku menghindar dan berlari mundur sambil memandang Sandra yang sedang mengamuk.

Entah kenapa wajah cewek ini makin cemberut makin cantik. Akhirnya aku menyerah setelah tangannya menarik bajuku. Sebuat cubitan terasa sakin di pahaku.

“AMPUUUUN SAN..!” rintihku kesakitan

“Awas loe cium gue lagi!! Kita balik dulu ke hotel, gue mau mandi dulu !”

[table id=AdsTbet /]

Sesampainya di hotel Sandra langsung menuju kamarya. Aku pun juga langsung menuju kamarku. Baru sedikit melangkah tiba tiba..

“Za ke pantai aja yuk..”

“Yukk.”

“Yaudah sono ganti baju. Gue mau mandi dulu.”

“Udah cantik ngapain mandi lagi sih.” ucapku nyengir

“Preet!”

Sesampainya di kamar kuambil perlengkapan renang dan kamera. Untung aku selalu bawa kamera. Hehhe. Mandi nggak ya.? Lagian nanti juga kena air. Kuambil tas pinggang dan ransel kecilku kemudian menuju kamar Sandra.

TOK TOK

Kemana sih ni orang lama bener bukain pintunya. Ihh. Nggak dikuci lagi. Kubuka kamarnya lalu masuk ke dalam.

“Ngapain sih za !”

DEG

“Ngapain sih loe ngga peka banget Za. Gue sayang banget sama loe Za.!”

Sandra sayang sama gue? Ini nggak salah ? Tapi aku yakin sekali barusan Sandra mengucapkan itu. Kulangkahkan kakiku menuju ke dalam kamar Sandra. Tapi tak kutemukan di mana Sandra berada.

BYUUUR BYUUUUR

Sandra mandi ? Entah setan apa yang membisikiku untuk mengintip Sandra mandi. Dari lubang kunci yang menempel pada pintu kamar mandi, kuintip Sandra sedang menggosok payudaranya. Astaga gedhe bener !!

DUUG

Ah sial ! Pake jatuh segala ini sepatu ! Aku tak sengaja menyenggol sepatu yang berada dirak deket kamar mandi.

“Siapa itu.”

CKLEEK

“REZA LOE NGAPAIN!!!”

“Ngintip dikit San. Hehehehe.” aku berlari sebelum tangan lembut dengan kasar menamparku. Benar dugaanku dia akan mengejarku. Aku naik ke kasurnya lalu turun lagi dan dia masih mengikutiku.

Tiba tiba handuk yang melilitnya terjatuh. Karena gerakan yang gesit kusahut handuknya lalu kubuang diatas lemari yang tingginya 3 meteran. Sandra kebingungan untuk menutupi tubuh telanjangnya.

“ZA LOE ISENG BANGET SIH!!” bentak Sandra lalu menarik sprei kasurnya untuk menutupi tubuhnya

“Hehehe. Udah pernah lihat ini ngapain juga sih ditutupi sayang!”

“Semua laki sama saja! MESUM!!”

Kulihat air matanya mulai menetes. Mungkinkah dia trauma saat kejadian kemaren. Enggak aku harus kontrol !! Sandra teman baikku. Aku nggak boleh merusaknya!!

“Cup cup cup!! Jangan nangis dong San!!” aku mengahampiri Sandra lalu memeluknya.

“Kamu jahat banget sih Za!! Apa salah aku ke kamu !!

“Udah San loe nggak salah kok. Gue yang salah!!” kuelus rambutnya. Jujur kontolku ngaceng. Aroma sabun pada tubuhnya membuat deru nafsuku naik. Kulihat Sandra hanya merunduk dalam bekapanku.

“Kalo kamu mau, pegang saja! Itu kan maumu!!”

“Maksud loe apa sih bahsa loe berubah aku kamu aku kamu!”

“JUJUR KAMU MAU KAN !!”

“AKU NORMAL SAN!!”

HMMMMMPPPPH

“Ahhhh.. ZA!!! AKU BERCANDA ZA..!! KOK LOE BENERAN PEGANG SUSUKU SIH!!!

“Loe yang minta kan!! Gimana enak kan!! Muke loe cantik bener kalo lagi sange. HAHAHAHA!!”

AHHHHHHHH

Bodoh amat !! Kubuat dia menyesal telah mencoba mempermainkanku. Kupilin puting Sandra sambil sedikit menggigitnya.

Ooooohh

“ZA UDAH GELIIII!!!”

” Nnga gak.” ucapku terbata bata karena mukutku sedang mengulum toketnya

Kutarik selimut dari tubuhnya. Kulihat matanya sayu memandangku. Tak ada pertanda sedikitpun akan ada awan mendung di matanya. Oke. Aku paham!!

“Kau mau ini kan!!”

“JANGAN ZAA. KENAPA KAU MENYENTUH MEMEK GUE!!”

Kutenggelamkan kepalaku di antara kedua kakinya. Lalu kucari daging kecil sebesar biji kacang. Setelah kutemukan, kusedot dan kuhisap dengan mulutkan sambil sesekali kumasukkan lidahku pada lubang surgawinya.

“AAAKH AAAKH AAAKH..!!” Sandra mendesah dengan suaranya yang keras. Dasar! Volomenya ngga bisa dikontrol!!

Kini kulepas kaosku dan celanaku. Aku tak tahan lagi. Ingin rasanya aku menusuk memeknya sudah basah ini.

“REZA JANGAN!! AKU BELUM SIAAAAP!!!”

Kini penisku tepat digerbang kemaluannya. Kupegang kakinya dan lebarkan. Namun dengan sekmkuat tenaga kaki Sandra mendorong tubuhku terjembab dikasur.

“JANGAN SEKARANG!! KALO LOE MAU BIAR GUE PUASIN LOE ”

Aku terlentang memandangnya. Kulihat Sandra merangkak ke arahku tubuhnya menempel memelukku. Kini mulutnya mengulum putingku. Gila belajar dari mana ini cewek !!!

Dengan tatapan binal kini ia melumat leher dan telingaku. Aaahh..bisa muncrat cepet ini! Dengan menggoyangkan toketnya ia geserkan kan seluruh badanku. Empuk , hangat, aaah.. enak banget. Ototku mengencang. Penisku yang tegang didorong oleh perutnya ke kiri kanan. Ahhhmm … sebenernya siapa yang ngga kontrol !!

“Mulut atau toket sayang?”

“Ehh… memek..!”

PLAAAK

“Terserah elo San. Kok jadi loe yang merkosa gue!!”

“Aahhh… sayang aku mau permen lolinya yaah..”

GILA !!! CEWEK KALO UDAH SANGE GINI BANGET YAH. Aku hanya pasrah saat mulutnya mengulum penisku. Dengan gerakan maju mundur tangannya memilin putingku.

Masa gue kalah sih!! Aku nggak mau pokoknya aku harus merobek selaput daranya! Sekarang dia lagi sange sangenya. Jadi gak ada yang salah karena sama sama sange.

Kulepas penisku dari mulutnya. Kini kuangkat pahanya. Kali ini mulutku turun ke selakangannya. Kujilati paha mulus Sandra. Kemudian kubuka lubang memeknya demgan jariku. Ternyata dia masih perawan. Ahh… rambutku dijambak tapi ke arah memeknya. Sehingga kepalaku semakin menekan memeknya.

“Za Plisss!!!”

“Hmmmpph.. nikmatin aja say!!”

“Oohhhhh Za..!!”

Aku merangkak menuju toketnya lalu kujilati kulit mulusnya. Tepat di bagian dada atasnya kubuat tanda merah. Kuhisap dalam-dalam sampai ia menjerit keenakan.

“AKKKKHHHHH!!!”

Mppphhhh kini mulutku mencium bibirnya. Nafsu ku benar benar telah mengambil alih akal sehatku. Sandra juga sudah terbawa nafsu. Kupegang penisku lalu kuarahkan tepat di memeknya. Harus berhasil!!

“Reza!! Ahh jangan!!”

“Sakit dikit Sayang ga usah khawatir!!

“No Za!!!”

“Gue masukin ya !!”

“Please jangan!! Control Zaa!!!

Kugesekkan penisku di belahan daging Sandra!!!”

“Jangan za!!!”

BUUUUGH

Dan lagi Sandra mendorongku kali ini dengan tangannya. Dengan gesit ia jepit kontolku degan kedua payudaranya. Ahh empuk!! Jangan!! Kulihat wajahnya tersenyum penuh kemenangan.

“Keluarin dong sayang aku mau pejuh!!”

“DAMN! FUCK! SEJAK KAPAN LOE BELAJAR GINIAN!”

“AYOOOO SAYANG KELUARIN!!!!”

AAAAAAKKKHH

CROOOOOT CROOOOT CROOOOOT

Semburan spremaku mengenai toket dan sedikit wajahnya.

“Ihhh.. mandi lagi kan gue!!

“Salah sendiri. Mending di memek kan. Kalo loe hamil ntar kan..”

“ENTAR APA!!!”

“SONO MANDI!!”

“HUUUUUUH!!”

Kulihat Sandra berjalan kea rah kamar mandi. Astaga hampir saja nafsuku membuat Sandra kehilangan keperwanannya. Maafin aku San, tapi setelah mendengar pengakuanmu, aku harus membuatmu tahu kalo aku juga sayang kamu! Sebelum ia menutup pintu kamar mandinya, aku berlari menuju pintu.

“GUE IKOT YAAAH!!”

“AHHHHHHH REZAAAAAAAA KOK MAIN MASUKIN AJA SIIIIH”

“MAU NUMPANG MANDI SEKALIAN!!”

“NGGAK BOLEH!!! KELUAR!! ENTAR LOE PERKOSA GUE!!!”

BRUAAAAAAAAKKKKKK

DUUUUUAK

CKKLEEEEK

“Anying… kepalaku benjol nih.” batinku mengelus kepalaku yang terbentur tembok. Kulihat pintu kamar mandi sudah tertutup. Yah gagal deh ! Lagian ini kontol ngga control sih !!!

DRRTTTTT

Kulihat hapeku menyala. Kuambil hapeku di saku celanaku di ataskasur Sandra. Galang lagi ?

GALANG :
Rez ! Gue tunggu di lokasi ini ( MAP ). Kalian mau ke pantai kan. Nanti mampir yah !

AKU :
IYOOO CUUUK !!!!​

GALANG :
MATAMU ASUUU !!!

Halaman Utama : The Best Employee

BERSAMBUNG – The Best Employee Part 06 | The Best Employee Part 06 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 05 ) | ( Part 07 ) Selanjutnya