. The Best Employee Part 03 | Kisah Malam

The Best Employee Part 03

0
441

Part 03 – Secret


Ardhelia

“Hallo !”

“Sudah ketemu dengannya?”

“Ternyata dia teman Sandra. Hahaha.”

“Sudah kau sampaikan padanya kan ?”

“Sebelum dia pergi ku selipkan pesan itu pada saku jaketnya.”

“Bagus. Biar Galang pantau dari Bali.”

“Kurasa aku menyukainya! Tapi dia deket banget sama Sandra. Mereka pacaran ngga yaa…”

“Hah?

“Eh enggak!”

“Maksud loe apaan sih Dhel!”

“Nggak.!! Yaudah gue laper. Kita ketemu di mana??”

“Hemb. Di appartemen gue aja. Gue lagi masak enak nih.”

“Seriusan loe bisa masak ???”

“Iya!!”

” Oke!! Gue kesono Jim!!”

[table id=Ads4D /]

Sandra, seorang wanita cantik nan sempurna. Mungkin dia adalah salah satu supervisor muda saat ini, menggantikan posisi seorang Shinta. Wanita dengan wajah inocent ini nampak murung melihat awan gelap dari jendela pesawat.

Disampingnya duduk seorang pria tampan sedang tertidur lelap dengan earphone yang terpasang pada dua di telinganya. Reza Sanjaya, lelaki yang menyelamatkanya. Sandra terseyum melihat wajah lelaki itu.

Mungkin hari ini akan menjadi hari yang tragis jika sedikit saja Reza terlambat menyelamatkannya. Sedikit rasa sesal pada dirinya telah termakan tipu muslihat Rio. Pria yang kini yang menjadi mantannya itu dengan tega telah merendahkannya.

“Makasih buat semuanya Za.”

CUPPPPP

Dengan sadar Sandra mengecup pipi Reza yang masih terjaga dalam tidurnya. Lalu tangannya membekap, memeluk pria yang bukan kekasihnya itu dengan lembut. Tak lama kemudian Sandra pun ikut terlelap.

[table id=AdsKaisar /]

Di atas Rooftop seorang gadis dengan rasa putus asa mengembangkan tangannya seperti burung yang akan terbang. Ia tahu tak memiliki sayap. Ia tahu akan mati jika terjatuh. Namun inilah keputusan yang di buat oleh seorang Mellanie.

“Buat apa gue hidup lagi!! Bahkan tubuhku sudah seperti sampah!! AAAAAARRRRGH!!!!

Mellani berteriak, suaranya yang hanya bisa didengar olehnya sendiri itu tak akan terdengar oleh orang lain. Karena malam itu hujan turun dengan derasnya. Bahkan air matanya yang tak berhenti menangis tersamar oleh air hujan.

Dengan penuh keyakinan Melanie melangkahkan satu kakinya. Dilihatnya ke bawah , tempat yang akan menjadi akhir kehidupannya. Dari atas rooftop apartemen dengan ketinggian 30 lantai. Ia angkat satu kaki kanannya yang jika menginjak hanya hempasan udara yang akan menyeret tubuhnya terjun ke dasar.

“MAAFIN AKU !!! SEMUANYA !!

GLUDUK GLUDUUK DUAAAAAR

KYAAAAAAAA

AAAA

AA

TAP

Suara petir yang mengelegar itu mengejutkan Melanie, namun disaat bersamaan sebuah tangan menangkap perutnya ke belakang. Tubuhnya berguling dengan sang pemilik tangan tersebut.

“Hey BEGO!! Loe mikir kek !!”

“Siapa LOE!!!”

“Gue Jaka. Jaka Mahendra. Panggil aja Jack!!”

“Loe pasti suruhan Robby kan!!! Belom puas kalian !!!”

“Robby?? Siapa itu??”

“Loe minta apa!!! Tubuh Gue? Ini makan sampai habis!! Tapi dengan syarat biarkan Gue mati hari ini juga!!!” ucap Mellanie melucuti semua pakaiannya hingga telanjang.

“ASTAGA MBAK!! INDAH BANGET!!

TOK BRUUUUUUK

Tanpa basa basi Jaka menotok tengkuk leher Melanie hingga jatuh pingsan. Sebelum terjatuh Jaka meraih tubuh wanita telanjang itu lalu menutupinya dengan jas hujannya.

“Hallo”

“Bagaimana Jack??

“Hampir mampus. Di taruh mana nih?? Ngaceng banget gue. Doi tanpa busana nih!!”

“Gue tahu loe ngga akan menyentuhnya. Loe kan orangnya ngga tegaan . Hahahaha..”

“Kalo kepepet ya jangan salahin gue kalo ntar ada sperma mengering di tubuhnya.”

“Helloooo!!! Jangan !! Loe bebas apain dia , tapi setelah buat dia jatuh cinta sama loe!”

“Yakin nih ?? Entar loe cemburu. Hahahaha

“Buat loe aja. Tapi inget ya Jack. Jangan di apa apain itu.”

“Siap Jim ! Gue bawa ke appartemen loe yah!!”

“Iya udah. Biar di urus Ardhelia. “

“Anjing!!! Loe ngapain sama Ardhelia ???”

“Hahaha. Makanya kemari nanti gabung sekalian!!”

“Gue hajar loe kampretttt!!! “

TUUUUTT

[table id=AdsLapakPk /]

Di kediaman Pak Yudho. Lelaki tua itu sedang menikmati secangkir kopi dengan sebatang rokok yang mengepul di mulutnya. Dalam pikirannya ia sedang mengatur siasat bagaimana caranya menyetubuhi Luna. Putri bungsu Sanjaya. Meski dia berhutang budi pada Sanjaya, namun neocortex iblisnya membuatnya lupa diri. Seperti perumpamaan air susu dibalas air mani. Eh air tuba..

Seperti dapat petuah dari dewa iblis. Yudho Anggoro kemudian masuk ke dalam rumahnya. Kemudian dia naik ke atas tangga menuju sebuah kamar. Tepat di depan kamar yang pintu kamarnya ada hiasan bunga bunga, langkahnya berhenti.

DOK DOK DOK

“Rena !! Kamu sudah tidur nak ??”

Tak ada sahutan dari dalam, Yudho kemudian membuka pintu kamar itu. Sambil sedikit wajahnya mengintip ke dalam kamar, ia melihat sesosok gadis mungil yang sibuk dengan laptopnya. Kedua telinga gadis itu tersumpal headphone.

“Pantes ngga denger” dengus Yudho lalu mendekati cucunya.

Yudho nampak terkejut setelah mendekat ia jumpai cucunya tersebut ternyata sedang menonton adegan dewasa di balik layar laptop. Betapa geramnya Yudho melihat tingkah Rena.

“RENA !!! Kamu lihat apaan!!”

Dengan kaget tubuh Rena tersontak. Tangan kirinya yang tadi di masukkan di dalam daster kemudian dikeluarkan cepat setelah melihat keberadaan kakeknya.

“Ahhh kakek!! Enggak lihat apa apa kok.!” ucap Rena membela diri sembari menutup laptopnya.

“Kamu akan kakek laporin pada ayahmu!!

“Jangan kek!! Please!!!”

Sepintas Yudho bepikir. Cucunya bisa jadi umpan manis buat menjebak Luna. Dengan senyum licik kemudian Yudho mendekati Rena. Lalu di bukanya laptop milik Rena.

“Lanjutin!!”

“Enggak kek!! Rena minta maaf. Rena salah!!”

“Hahaha. Akan kakek maafin tapi lanjutin film tadi. Kamu kalo nonton ginian harus dengan bimbingan orang tua! Ngerti!!” bentak Yudho

Rena yang tak ingin kakeknya mengadu dengan berat hati ia menekan tombol play. Yudho pun tersenyum girang cucunya masuk dalam perangkapannya.

  
Rena

Dilihatnya Rena kini terbaring menyamping. Wajahnya imut dan manis dengan hanya memakai daster tidur tipis. Payudaranya menyembul tak terlalu besar. Pantatnya mulai tumbuh mengembang. Ia tak menyangka cucunya kini telah tumbuh menjadi remaja cantik dengan tubuh yang indah. Jakun Yudho naik turun melihat kemolekan tubuh cucunya itu.

Sebuah adegan panas kini menjadi sajian dua insan yang usianya terpaut jauh. Yudho dengan mimik wajahnya memberikan pelaj aran sex kepada cucunya. Namun entah iblis mana yang merasuki tubuh Yudho. Tanganya tanpa disuruh sudah meremas remas bokong cucunya.

“Jujur sama kakek. Kamu masih perawan?

“Enggak kek.”

“Sejak kapan??

“Sejak perkemahan awal masuk sekolah kek.”

“Astaga Reeennaaaa!!!!”

“Rena kilav kek.”

“Kenapa kamu relakan keperwananmu sayang.” Pak Yudho membelai rambut cucunya itu kemudian dengan penuh kasih sayang ia peluk remaja cantik itu bersimpuh pada dadanya.

Mata Rena memandang layar laptopnya. Tiba tiba tangan kasar kakeknya menyentuh gundukan dadanya. Dengan gesit diturunkan satu persatu tali daster Rena hingga terpampang payudaranya yang sekal.

“Rena cucu kakek. Apa ini nggak salah kek??

“Ngga salah selama kamu ngga bilang papa mamamu dan kakek akan merahasiakan semua buat Rena.”

“Tapi kek…”

Hmpppphh.

Tanpa basa basi Yudho melahap payudara kiri Rena. Dijilatinya puting yang berwarna merah jambu itu. Rena panik melihat kebernaian kakeknya. Tangannya mendorong kepala kakeknya

“Please kek! SADAR !!!”

PLAAAAAK

Sebuah tamparan telak mengenai pipi Yudho. Namun tamparan dari Rena tak berasa sakit untuk Yudho. Sebaliknya Rena justru gemetaran dan takut kakeknya marah.

“Maaf kek Rena ngga maksud menyakiti kakek. Rena memang nakal! Tapi ini ngga boleh kek !”

“Oke. Kakek ngerti tapi kamu harus turuti permintaan kakek !”

“Apa…??”

“Besok pagi libur kan? Kakek pengen sekali kali liburan. Kamu ajak Luna!”

“Luna? ”

“Tapi bilang ke Luna kalo acaranya dari sekolah!”

“Kakek menginginkan Luna ?”

“Iya Rena!!”

“Oke. Lagian aku benci Luna. Dia telah merebut semua dariku.”

“Kakek kira kalian bersahabat.”

“Sahabat dong. Kalo ngga siapa yang bantuin Rena ngerjain tugas sekolah.”

“Hohoho. Anak pintar!!”

Cupppp

Yudho mencium kening Rena. Namun tangannya menjamah bagian bawah tubuh Rena. Dengan perlahan ciuman Yudho turun dibtengkuk Rena.

Rena seakan menggelinjang saat merasakan desis nafas di dekat lehernya.

“Rena mau kakek puasin ngga? Tapi kamu kocokin punya kakek yah.”

“Tapi kek…??”

Tanpa mendapat persetujuan dari Rena, Yudho langsung mengeluarkan penisnya. Dituntunnya tangan Rena untuk memegang penisnya. Rena menatap nanar penis milik kakeknya. Sepintas dia membandingkan ukurannya dengan video pada laptopnya.

“Kocokin sayang. Hmppph..”

“Ahhh… terus kek..”

Kedua insan itu saling memuaskan satu sama lain. Yudho tanpa memandang status cucunya yang masih darah keturunannya itu. Dengan berani ia telanjangi gadis kecil nan manis itu. Rena yang nafsunya sudah meledak hanya pasrah menikmati tiap rangsangan yang di berikan Yudho, kakeknya.

PLUP PLUP PLUP

Tangan mungil Rena dengan cepat mengocok penis kakeknya. Bibirnya yang tipis tak luput dari lumatan bibir Yudho. Tiga jari Yudho dengan cepat mengobel vagina Rena hingga membuat suara

KECIPAK KECIPAK KECIPAK

“AAAAHHHH ENAAAAK KEK…”

“KAKEK MAU KELUAR. AYO KELUAR BARENG!!!”

“AHHHHHHHH RENA NGGAAAAK KUUAAAAAAAAAAAATTT.!!!!!”

Diluar dugaan Yudho, ternyata Rena bisa squirting. Vaginanya menyemprotkan air hingga membasahi tangan Yudho. Tangan Rena menggengam erat penis Yudho membuat kakek beruban itu tak kuat menahan klimaksnya.

CRRRROOOTTT

Sperma Yudho muncrat mengenai paha mulus Rena. Yudho kemudian memandang cucuya yang cantik itu. Lalu di ciumnya bibir mungil itu.

Hmmmphhh

“Ahhh. Kakek.. tadi enak bangeet.”

“Besok jangan lupa. Kita ajak Luna berenang bareng dan bantu kakek mengerjain dia.”

“Bantu gimana kek.”

Kemudian Yudho membisikkan sesuatu di dekat telinga Rena.

“Oke. Tapi kakek harus janji.!”

“Janji apa sayang??”

“Ga boleh ngentotin cucunya sendiri!!!”

“Hahaha. Iya tapi kalo kamu yang minta jangan salahin kakek ya.”

“Ahhh kakek jahaaaat!!!”

[table id=AdsTbet /]

Pagi ini cuaca cerah. Di sebuah rumah besar dan mewah. Luasnya seperempatnya lapangan sepak bola. Memiliki pagar tembok setinggi 3 meter mengelilinginya. Satu gerbang berada di tengah menjadi satu satunya akses memasuki rumah ini. Gerbang ini memiliki teknologi canggih. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki rumah ini.

Sebuah mobil sedan warna putih pabrikan jerman dengan logo kuda berdiri terlihat hendak memasuki gerbang. Dengan otomatis gerbang tersebut terbuka dengan sendirinya.

“Hallo! Aku sudah sampai”

“Aku tunggu di halaman belakang. Aku sedang berenang bersama keempat model cantikku.”

“Baiklah.”

Julian. Pemilik mobil mewah itu mengemudikan sendiri mobilnya. Saat ini dia berada kediaman sahabat sekaligus rekan kerjanya. Rekan kerja yang menjadi otak semua kelakuan bejatnya. Orang itu adalah Robby, sang manager HRD.

Setelah memarkirkan mobilnya Julian langsung berjalan menuju arah halaman belakang tanpa harus memasuki rumah tersebut.

“Rumah segedhe ini bikin capek aja.” dengus Julian

Di halaman belakang rumah ini ada sebuah kolam renang yang cukup luas. Robby tengah bermain air bersama keempat wanita cantik. Tak lama kemudian Julian sudah berada di tepi kolam sambil menyulutkan rokoknya.

“Woy aki aki!”

“Wuahahaha. Julian kau sudah datang!!”

Robby yang mengetahui kehadiran Julian segera beranjak keluar dari kolam renang. Dengan hanya memalai celana renang ketat, Robby menghampiri Julian yang kini sudah duduk di gubuk kayu dekat kolam.

“Woyy, itu bisa ditutupin ngga sih.” ucap Julian sambil mengarahkan telunjuknya ke arah bawah tubuh Robby.

“Hahahaha. Bukannya loe udah pernah lihat! Jul.. Jul..!!

“Mending gue lihat lobang keempat gadis loe daripada lihat otongg keriput loe!!”

“Berani sekali loe meremehkan otong gue yang gedhe ini.” ucap Robby kemudian dengan berani meloloskan celananya hingga terlihatlah batang tegak mengacung di antara kedua selakangannya

“Lihat pertunjukkan ini, loe pasti juga bakal segera melucuti pakaian loe. Hahahaha. Jul.. Jul… kau beruntung sekali datang pada saat yang tepat.”

“Dasar bandot tua cabul!! Hahaha” tawa Julian melihat kelakuan konyol Robby.

“Jihan, Patricia, Regina dan terakhir Sheila. Kalian kemari” penggil Robby kepada keempat gadis yang masih di dalam kolam.

“Buset itu ngga ada yang jelek apah yaaah. Eh yang terakhir loe sebut bolehkan menemaniku ?”

“Sheila kau ikut om itu yah.” perintah Robby kepada wanita yang memakai bikini hitam.

“Siap boss.” ucap Sheila lalu tanganya meraih tangga kolam. Sambil mengangkat tubuhnya


Sheila

“Oyaaah, Rob! Gue kok ngga lihat si Rio. Kemana dia?” tanya Julian

“Di sedang di rumah sakit. Katanya sih habis kecelakaan.” jawab Robby.

Sheila dengan langkah gemulai menghapiri Julian. Parasnya cantik, hidungnya mancung, kulitnya putih. Payudaranya indah sangat pas dengan tubuhnya yang proposional. Dengan senyum menampilkan gigi putihnya yang rapi, Sheila kini berdiri tepat di depan Julian.

“Boleh duduk, Om?? ” tanya Sheila dengan nada manja

“Eh… Sil.. Silahkan.” jawab Julian terbata bata. Di luar dugaannya Sheila kemudian duduk di pangkuannya. Wajah cantik itu berjarak 10cm dari wajahnya. Dilihatnya bola mata indah memandangnya sayu.

“Lihat apa om??”

“Kamu cantik banget.!”

Sementara Robby kini berada di atas matras. Matras tersebut sengaja di taruh di tepi kolam. Ada 3 gadis cantik mengelilinginya sambil berjongkok di bawahnya. Kemudian dengan saling bergantian ketiga gadis itu memberikan service oral untuk Robby.

Regina kemudian melucuti semua pakaiannya. Sebagai seorang model Regina memiliki wajah yang cantik, namun payudaranya tak sebesar rekannya. Jihan yang memiliki tubuh paling kecil segera menyusul Regina. Ia tanggalkan bikini ungu yang menutupi tubuhnya.

Kini terpampanglah payudara Jihan yang berukuran 36 b. Dan terakhir Patricia, wanita yang memiliki rambut pirang ini dengan beraninya menari stripstis sambil menanggalkan bikininya. Tubuhnya indah seperti gitar spanyol. Toketnya membulat berukuran 36 B.

“Om mau di PM ngga??” tanya Patricia

“PM apa itu??” tanya balik Robby

“Udah nikmati aja om.” ucap Sheila lalu meraih penis Robby.

Dengan beringas Patricia melahap kedua peler milik Robby. Robby yang tak menduga hanya meringis kegelian. Sementara itu Jihan sedang menggesekkan buah dadanya di wajah Robby. Tak mau kalah Regina menetek dada Robby yang ukurannya lebih besar dari miliknya.

“Kalo begini aku bisa cepet keluar nih… oh tidak!!!!” erang Robby diperkosa 3 cewek.

Sementara di gubuk tak jauh dari kolam, Sheila yang kini masih di pangkuan Julian sedang menikmati remasan kasar di payudara kirinya yang masih terbalut bikini. Dengan iseng tangan Julian menggeser cup bra Sheila.

Hingga terpampanglah puting pink yang sudah tegak. Sambil diplintir puting itu mulutnya hendak mencium bibir seksi Sheila. Namun Sheila beranjak hingga membuat Julian sedikit kecewa.

“Ehmm.. Om mau berendam sekalian ngga?? Kalo mau Sheila lepasin banjunya ya.” ucap Sheila lalu dengan inisiatif melepaskan semua pakaian Julian.

“Kamu ngga sabar ya lihat ini?” ucap Julian menunujukkan alat vitalnya yang sudah ereksi sempurna.

“Wah kok udah tegang aja om. Om ikutin Sheila yaaaah.” Sheila kemudian berlari meninggalkan Julian. Sampil kepalanya menoleh ke belakang memancing Julian untuk mengikutinya.

Julian hanya berjalan pelan mengikuti Sheila. Matanya menatap Sheila yang kini sedang berlari ke arah kolam. Tiba tiba wanita itu mencemburkan tubuhnya ke dalam kolam.

BYUUUUUUUURRRRRRR

[table id=iklanlapak /]

BYUUUUR BYUUUUUR BYUUUUR

Di sebuah hotel bintang 5 di Bali. Sandra tengah menyabuni tubuhnya di bawah guyuran gayung kayu. Kamar mandi yang didesain ala kamar mandi jepang ini memiliki ornamen kayu yang indah. Sambil duduk di bangku kecil Sandra dengan telaten membersihkan kotoran kotoran yang menempel di tubuh seksinya. Dari sela ketiak sampai selakangan tak luput dari jemari lentiknya

Selesai mandi Sandra menuju kamarnya dengan hanya memakai handuk kecil. Kemudian dia membuka kopernya mengeluarkan setelan kemeja beserta pakaian dalamnya.

Di kamar lain seorang lelaki masih terjaga di tempat tidurnya. Pria bernama Reza itu belum juga membuka matanya. Tiba tiba ada suara pintu di gedor yang mau tak mau Reza harus membuka matanya.

DOK DOK DOK.

Dengan malas Reza berjalan ke arah pintu sambil mengucek matanya. Selimutnya yang sedikit menyangkut di pinggangnya jatuh. Tanpa ia sadari ia hanya memakai celana dalam. Namun otaknya belum sepenuhnya sadar. Langkah kakiknya terus menuntun ke arah pintu. Setelah tanganya meraih ganggang pintu, pintu itu di buka.

“REZAAAAA!!!! IHH!!!” teriak Sandra terkejut melihat tubuh Reza yang setengah telanjang.

“SANDRA???”


Sandra

BRUAAAAK

Dengan reflek Reza menutup lagi pintunya. Lalu berlari mengambil kemeja yang menggantumg di dinding. Dengan tegesa gesa ia memakai celananya kemudian berlari membuka pintu lagi.

“Sudah mandi??” tanya Sandra

“Belom. Hehehe” jawab Reza sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Yaudah. Sono buruan mandi !” perintah Sandra lalu memasuki kamar Reza.

“Ngapain loe masuk. Mau lihat gue mandi??? ”

“LOE NGOMONG LAGI GUE TABOK LOE !!! ”

“Aiiih… Galak amat bu guru.” ucap Reza lalu mengambil handuk kemudian menuju kamar mandinya.

Penampilan Sandra saat itu beda dari biasanya. Sandra terlihat dewasa dan elegant saat memakai kacamata. Dengan setelan blouse putih bawahan rok hitam.

Sembari menunggu Reza mandi, Sandra membuka lemari Reza. Di keluarkan kemeja lengkap untuk meeting siang nanti. Di dalam lemari ia menemukan secarik kertas dengan tanda mawar hitam. Ketika hendak mengambil surat itu. Tiba tiba Reza mengagetkannya.

“Cari apa loe ??”

“WAAAA !! Reza!! Kok loe cepet amat mandinya.??” wajah Sandra terkejut melihat kehadiran Reza yang muncul tiba tiba.

Sandra melihat Reza. Kemudian dua tangannya menutupi wajahnya. Dilihatnya Reza hanya mengenakan handuk kecil yang dililitkan di pinggangnya.

“Gue mau ambil sabun. Minggir!” ucap Reza dengan tubuhnya yang basah menyerobot di dalam lemari. Sandra yang belum siap minggir terkena tubuh Reza yang basah. Dengan reflek ia menampar pantat Reza.

BRUKKK

TOEEEENG

DEG DEG DEG

“KYAAAAAA ITU APAAAA!!”

Reza memandang wajah Sandra yang menganga. Dengan cepat Reza membungkuk lalu mengambil handuknya. Setelah menutup kembali bagian tubuhnya yang sempat terlihat oleh Sandra, Reza kembali menuju kamar mandinya. Sebelum beranjak ia melihat surat dari Ardhelia. Reza lalu mengambilnya kemudian di masukkan kedalam selipan baju .

“Dasar cewek mesum!!” ucap Reza lalu menutup kamar mandinya.”

“Itu tadi surat apa??”

“Rahasia!!!”

[table id=Lgcash88 /]

Di waktu yang sama, di sebuah appartemen milik Jimmy Heruno. Sepasang lelaki tidur saling berpelukan. Dari arah pintu seorang wanita berdiri tak percaya melihat kedua sahabatnya itu melakukan hubungan badan. Dengan iseng wanita itu mengeluarkan hapenya.

KLIKKK

“Lumayan dapat traktiran gratis selamanya.”

Savira Ardhelia. Seorang wanita yang memiliki wajah cantik dan tubuh yang nyaris sempurna. Sifatnya yang selalu ceria dan sopan membuatnya dikagumi banyak pria.

“BANGUUUUUN!!!!”

Teriakan Ardhelia membuat kedua temannya terbangun. Jaka dengan reflek menendang Jimmy hingga terjatuh dari kasur. Jimmy yang terjungkal memegang sikunya sambil memasang mimik wajahnya seperti orang kesakitan.

“Asuuuuu!!!”

“Eh soryy Jim. Ra sengojo. Repleeek bro!” ucap Jaka

“Nyapo koe Ardhelia! Bengak bengook!” bentak Jimmy pada Ardhelia

PLAAAK

“Loe itu ya ngga usah pake bahasa jawa. Ngomong blepotan gitu.” Jaka menampar lengan Jimmy lalu memakai kaosnya.

“Hahaha. DASAR KALIAN PASANGAN GAY MESRA AMAT SIH!!!” tawa Ardhelia sambil menunjukkan hasil potretannya

“JANNNGKRIIIK ! Hapus Dhel! Itu menurunkan kualitasku sebagai Coida .”

“Opo kui Coida???” tanya Ardhelia dengan menirukan logat jawa Jaka.

“Cowok Idaman Janda. Hehehe” jawab Jaka sambil cengengesan

“Walah tarah yo wedhuuus.!! Sini Dhel!” Jimmy melompat ke arah Ardhelia berusaha merebut hapeya.

SET TAP BRUUUAK

“AUUUUU AMPUUUN DHEL!!!” Jimmy mengaduh kesakitan tangannya dipelintir setelah tubuh kekarnya di banting oleh wanita yang tubuhmya lebih kecil darinya.

“Pitik babon musuh pitik jago. Seru niiih. HUAHAHAHAHA!!!!” Jaka tertawa melihat aksi Ardhelia yang spontan dan cepat melumpuhkan lawan

“Gue nyerah kalao duel sama wonderwoman ini. Loe mau apa gue turutin asal jangan share tu foto di sosmed. Ntar client gue pada kabur semua. Secara gue di kagumi banyak gadis. Ngga kaya si onta jawa ini. Hahahaha.” ledek Jimmy

“Gadis di katalog panti pijet ya Jim?? HAHAHAHA” ledek Jaka tak mau kalah.

“Udah udah. Ayo sarapan. Kasihan itu si Mellanie dari tadi murung terus.” ucap Ardhelia mengahiri candaan kedua sahabatnya itu.

Di atas sofa empuk seorang gadis yang hampir mengakhiri hidupnya ini melamun di depan TV. Bahkan acara kartun spongebob yang lucu itu tak mampu membuatnya tertawa. Pikirannya masih terbayang atas kebejatan para petinggi di perusahaannya.

“Eh Mella udah bangun. Sarapan yuk.” ucap Jaka dengan nada yang dibuat buat kaya spongebob

“Kok di tanya diem diem bae…” imbuh Jaka menampilkan wajah kocaknya.

“Haha. Eh… ehm nganu.. ”

“Udah ketawa aja neng…! Jangan di tahan. Udah tugas gue menghibur wanita. Ayok sarapan.” Jaka menggandeng tangan Mellanie.

“Itu tangan jahil amat maen gandeng gandeng. Ya ngga Dhel.” ketus Jimmy sambil melingkar lengannya di bahu Ardhelia.

“Loe mau gue banting lagi??”

Jimmy langsung mengangkat tanganya dari bahu Ardhelia dengan wajah ketakutan. Kemudian mereka berempat menuju ke ruang makan.

“Ini siapa yang masak. Awas kalo rasanya lebih enak dari masakan gue.” celoteh Jimmy membuka keranjang makan.

“Hahaha. Gue nggak bisa masak jadi gue beli nasi uduk 4 bungkus aja. Penting makan kan.!” ucap Ardhelia

Mereka berempat akhirnya makan bersama. Sembari makan Melanie menatap Ardhelia. Wanita yang memiliki kecantikan lebih darinya.

“Why? Ngga enak ya Mel nasinya??” ucap Ardhelia yang mengetahui ia sedang ditatap oleh Melanie.

“Enaak kok kak.”

“Kak?? Hellooow umur gue baru 22 tahun. ”

“22 tahun sisanya ya Dhel”

“Diem loe Jack! Gpp sih jadi wajah gue udeh memliki aura kedewasaan dan keibuaan. Iya kan.?”

“Ngomong apaan sih Dhel. Dewasa dari mana. Dewasa itu kalo udah berani melakukan adegan dewasa.” tutur Jimmy

“Hiissh. DARIPADA LOE MELALKUKAN HUBUNGAN SESAMA JENIS!”

“Eh. Kalian tahu dari mana namaku Melanie.” ucap Melanie membuat suasananya langsung terdiam .

“Gue tahu dari Spogebob. Hehehe.” ucap Jaka

“Saya tanya serius kak!”

“Jadi gini mel…”

Jimmy menjelaskan sesuatu kepada Melanie alasan mereka menyelamatkan Melanie. Melanie kemudian menangis mendengar penjelasan dari Jimmy.

Jaka kemudian menghampiri Melanie. Dielusnya punggung Melanie. Tangan Jaka kemudian menyeka air mata di wajah cantik Melanie.

“Wanita kuat itu ngga boleh nangis. Loe harus kuat. Gue akan jaga loe. Mulai besok loe ngga usah masuk kerja. Karena situsi lagi gawat.” tutur Jaka yang kini dua tangannya berada di kedua pundak Melanie.

“Hfft.. tapi.. “

“Loe harus jaga rahasia ini Mel. This is Secret!!!” ucap Ardhelia

Melanie hanya diam. Ardhelia kemudian menyudahi makannya lalu menuju kamar Jimmy. Sebuah lukisan besar terpampang di dinding kamar itu. Sebuah lukisan seorang lelaki paruh baya berdiri gagah.

“Hari itu akan segera tiba..”

“….”

Halaman Utama : The Best Employee

BERSAMBUNG – The Best Employee Part 03 | The Best Employee Part 03 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 02 ) | ( Part 03 ) Selanjutnya