. The Best Employee Part 01 | Kisah Malam

The Best Employee Part 01

0
499

Part 01 – Master Of Chemist


Sandra

Shinta

Luna

Melanie

Tessa

Hari ini tanggal 31 Maret tahun sekarang. Waktu di mana rekeningku akan terisi lagi. Bahagia sih, tapi tidak sepenuhnya. Karena hari ini pun aku harus membayar hutang – hutangku. Masa baru gajian harus hutang lagi. Ahhh…

Kulihat Bu Shinta mulai membagikan slip gaji ke semua karyawan. Lebih tepatnya hanya bagianku saja. Di bagianku ada 6 operator, di bagi menjadi 2 shift dengan 1 supervisor yaitu Bu Shinta yang tidak kena shift. Sebagai seorang atasan, Bu Shinta termasuk orang yang arif dan bijaksana. Kami sebagai bawahan pun sangat menghormatinya.

Sekilas tentang sosok Shinta Anjani. Dia termasuk wanita karier yang sukses. Usianya baru 25 tahun. Berkat kecerdasannya di salah satu Universitas ternama membuat dia mudah mendapat posisi sebagai supervisor produksi. Meski bawahannya kebanyakan lelaki ia tak malu untuk bersosialisasi dengan kami. Memiliki wajah cantik, kulit putih, dan tubuh yang proposional membuat para pria klepek-klepek jika memandangnya. Memandang aja sudah bikin ngaceng apalagi kalo dientotin.. ah ngaceng deh ane…

Meski tiap hari Bu Shinta selalu berpakaian sopan dengan hijab yang selalu menutupi rambutnya, itu tak dapat menutupi keindahan tubuhnya. Karena seragam yang ia kenakan selalu ketat. Satu hal yang paling istemewa darinya adalah sampai saat ini Bu Shinta masih perawan. Ternyata kecantikan dan kepandaiannya membuat para lelaki minder untuk memilikinya.

“Hey Reza! Ini slip kamu.”

“Iya Bu.” ucapku lalu menerima secarik kertas berlabel ‘rahasia’.

“Wihh lemburannya banyak nih. Sing song nih ntar malem!!”celoteh Agung mengintip slip gajiku.

“Lambemu!! Dingge mbayar utang coeg!!” (Mulutmu !! Buat membayar hutang coeg! )

“Halah-halah… Patungan ntar boy!!” imbuhnya

Setelah membagikan slip, Bu Shinta kemudian meninggalkan kami menuju ruangannya. Dari jauh kulihat semoknya bokong Bu Shinta ya gak terlalu besar namun padet.

“Matamu su!! Ra kedep belasss !!” bisik Priyo sambil menggelitikku.
(Matamu su!! Tak berkedip sama sekali !!)

“Woy geli coeg!!”

“Kenyal yo bro!!”

“Iyalah!”

“Dientot bareng yuk!”

“Ayuk waelah aku!”

“Ssst” desis Agung sambil menatapku tajam

“Opo sih..!”

“Itu belakangmu!!” ucap Agung

“Badala tai asu !” umpatku tanpa suara.
(Astaga kotoran anjing)

Ternyata ada Pak Rendy bagian SHE di belakagku. Aku sangat malu sekali. Pak Rendy terkenal garang dan disiplin dalam bekerja. Mau di taruh mana ini muka aku. Aku menundukkan kepala ke arahnya berharap dia memaafkanku.

“Sorry pak. Ngga maksud gitu. Keceplosan ni mulut.” ucapku

“Dasar!! Santai wae Za. Selera kita sama. Ojo sungkan ngunu lah.”

“Oh gitu ya, Pak.”

Aku sejenak berpikir mungkin Pak Rendy ngefans sama Bu Shinta. Tak Heran sih. Kalo harus milih siapa primadonanya pabrik. Orang itu adalah Bu Shinta. Meski masih banyak wanita yang cantik pula di sini.

“Eh kalian sini. Gua ada rencana nih. Buat memuluskan rencana ini. Gua butuh bantuan kalian semua.” Ucap Pak Rendy mema

“Gimana pak.” sahut Agung maju duluan.

“Gue ikut dong.” priyo menyusul

Akupun tanpa berkata mulai bergabung di pembicaraan mereka. Intinya Pak Rendy akan mengadakan pesta yang akan mengudang Bu Shinta. Akal sehatku tak menerima ini. Ini namanya pemerkosaan berencana. Namun nasi telah menjadi bubur langkahku mengantarkanku pada rencana jahat Pak Rendy. Aku pun terlibat dengan terpaksa.

Sejujurnya aku tidak menyukai hubungan sex yang sadis. Aku lebih menyukai hubungan karena ada cinta di dalamnya. Meskipun fantasi orang berbeda beda untuk merengguh kenikmatan namun bagiku tetep saja itu ngawur !!

“Kalian tunggu di sini aku mau ketemu Bu Shinta dulu.” pamit Pak Rendy dengan seringai senyum serigalanya.

“Awas jangan di apa-apain Ibu Shintanya ya Pak.” ucap Agung dengan suara pelan.

“Tenang aja Agung.” balas Pak Rendy dengan suara pelan juga.

Pekerjaan hari ini tak terlalu banyak sehingga aku bisa menyambi maen mobile legend di Lab RnD. Sambil push rank tiba-tiba ada panggilan masuk. FUCK!! Tertera nama Sandra RnD. Dari jauh kulihat Sandra ketawa cekikikan.

“Woyyy lagi push Rank ganggu aja lu San!!”

“Woyy. KERJA LU!! Jadi gini ya kerjanya seorang karyawan teladan.??” Ucap Sandra lalu menjambret hapeku. Secera reflek jempol Sandra menekan tombol power pada hape.

“JIRRR..!! Tuh kan AFK ntar itu mah..!! ”

“Bodooo..” ledek Sandra kemudian memasukkan di saku depannya.

Kulihat Sandra tersenyum penuh kemenangan. Menurutku Sandra orangnya cantik, genit, dan seksi. Meski memakai jas lab yang lebar, kesintalan tubuh Sandra tak bisa disembunyikan. Rambutnya sering di pony kedepan. Dan yang paling istemewa adalah peyudaranya yang berlabel tog. Dasar Sandra, orang tumbuh ke atas ini malah ke depan!

Dengan reflek aku mencoba meraih lagi hapeku. Bukannya cepet mengambil hape justru aku menekan payudara Sandra. Sandra pun naik pitam lalu menepis tanganku.

“REZA MESUUUUM !!!”

“Hape gue san.” ucapku tak mempedulikan teriakkanya malah dengan gemas meremasnya.

“REZAAAA APAAN SIH!!! INI PELECEHAN NAMANYA!!” bentak Sandra kemudian mencubit pinggangku.

“AAAAAAHHHHH SAKIT!! GUA KHILAF SAN!! SOREY SOR…” rengekku kesakitan.

“Ntar.!! Bantuin gue dulu!! Ada produk urgent! Jadi kalo bisa loe minta Bu Shinta lembur. !!” ucap Sandra frontal.

“Iya kan ada sift 2.”

“Nggak disini Za!”

“Terus maksudnya??”

“Loe ikut gua ke Bali. Cuma loe yang paham produk ini. ”

“Gue?? Chemist loe mana sih?? Gue bagian produksi San.! ”

“Bagi gue Loe masih master of Chemist. Ngapain loe kuliah tinggi tinggi sampai sarjana kimia jika hanya jadi produksi bego!!”

Aku terdiam mendengar ucapan Sandra. Memang benar yang Sandra katakan dulu aku adalah seorang RnD. Karena ada cek cok dengan atasanku, aku minta dipindahkan di bagian produksi. Beruntungnya di bagian produksi aku bisa lembur kapanpun. Meski gajinya diturunkan namun aku bisa mendapatkan gaji yang lebih basar dari seorang chemist dengan lemburan yang banyak. Karena atasanku di RnD sangat pelit! Mending Bu Shinta cantik, baik, dan rajin sedekah.

“Gue bukan RnD lagi. Gak ada hak buat gue mencampuri pekerjaan kalian.!!

“Gue bisa recomendasikan loe ke RnD lagi Zaaa!! Sekarang gue di promosiin sebagai atasan karena Pak Didik ditangkap kemaren malam karena terjangkit narkoba!! Ini jika kalah tender gue ngga tahu lagi ngadepin manager gimana! Plisss!! Kalo lu ngga percaya. Nanti gue email Bu Shinta untuk narik loe lagi.” ucap Sandra memelas lalu mengemba─║ikan hapeku.

“Malam ini.??”

“Iya karena bahan bakunya kan hanya ada di Bali. Besok siang Customer minta persentasi dari kita.”

“Gue kebelet pipis. Gue mau kencing dulu yak.”

“Silahkan! Jas Labmu menunggumu.!!”

Hari ini hari apa! Dan akhirnya si kambing bangke itu ketangkep juga. Aku tak heran jika dia seorang pemakai. Semua ciri fisiknya menyimpulkan hipotesaku sebagai seorang pakar kimia.

Uhhh ohhhhh

Siang siang gini siapa sih yang nonton bokep di kamar mandi !! Aku mendengar erangan wanita di kamar mandi pojok. Nggak mungkin ada orang yang berani ML di jam kerja begini. Ku beranikan diri mencyduk orang tersebut. Kulihat pintu agak terbuka. Ku raih gagang pintu kamar mandi itu lalu ketemukan sesuatu yang membuat mulutku menganga.

Tessa ??? Riko??

[table id=Ads4D /]

BRUAAAAAAKKKK

” Hehehehe!!!”

” BANGSAAAAT KALIAN SEMUA. HUAAAAAA !!!! ”

Di tempat yang berbeda tepatnya di sebuah gudang tempat penyimpanan cairan kimia. Seorang wanita di sekap oleh 4 sekawan pria. Wanita itu adalah Melanie Amelia. Melanie adalah salah satu sekretaris direksi di perusahaan PT.IHH. sementara empat sekawan itu adalah empat manager utama PT.IHH. Ada Robby, Julian, Hendro, dan Tomi.

Tubuh Melanie di ikat rantai besi hingga membentuk huruf X di atas meja papan tanpa sehelai benangpun. Wajahnya yang cantik penuh dengan sprema yang mengering. Sementara sebuah vibrator masih menancap di lubang vaginanya. Tubuhnya yang kata orang seperti kutilang itu berkali-kali naik turun seirama getaran vibrator. Payudarannya yang berukuran 32 B berkali kali di cambuk oleh Hendro.

Hendro Prawiro adalah seorang manger RnD. Dia adalah atasan sang napi , Didik Mulyanto. Tubuhnya tinggi kekar. Rambutnya cepak dan sedikit memutih. Tampangnya sangar dengan brewok yang lebat.

“Ini adalah hukuman untukmu karena telah melakukan kesalahan fatal!!” Ucap Hendro

PLAAAK

“ANJIIING!!!” Melanie mengumpat kesakitan.

“Anusnya masih sempit. Sini gua lebarin!” ujar Tomi kemudian melepaskan celana kolornya.

Tomi merupakan manager marketing. Dia adalah manager paling muda. Usianya baru menginjak 36 tahun. Penampilan Tomi agak buruk. Memiliki gigi tonggoss dan rambut yang sedikit botak di depan. Dengan perlahan ia mengangkat bokong Melanie ke atas. Sambil mengepaskan tombaknya ke arah lubang anus Melanie.

SLLEEEEP

Tubuh Melanie bergoncang. Giginya meringis tegang. Matanya terpejam menahan sakit yang sangat luar biasa. Ini adalah penis pertama yang menerobos lubang anusnya.

CEKIPAK CEKIPAK CEKIPAK

Suara tumpukan tubuh kedua insan itu menggema di dalam ruangan yang penuh dengan drum-drum yang bertumpukan.

Sedangkan Julian yang melihat adegan panasnya mulai gelisah. Sambil melepaskan kemeja kantornya berlanjut menurunkan celananya hingga bugil, ia berjalan meraih kepala Melanie. Lalu di jambaknya rambut itu.

Julian yang notabene masih keluarga dengan pemilik perusahaan diberikan wewenang mengisi jabatan sebagai Manager Produksi. Tubuhnya kerempeng dengan jakun yang terlihat menonjol pada lehernya. Wajahnya pun tirus hingga tulang pipinya agak menojol ke depan. Namun ia memiliki penis yang besar dan panjang, lebih besar dari milik si Tomi. Penis yang sudang menegang maksimal itu kemudian dimasukkan ke dalam mulut Melanie.

HMMPH AKH HMPPPPH AKH.

“Permainan yang sangat bagus. Ini video kalo dijual bisa mahal harganya.Buahahahahaha.” gelak tawa Robby sambil merekam semua adegan lewat kameranya.

Robby merupakan Manager HRD. Umurnya paling tua. Tubuhnya buncit dan rambutnya sudah botak dan beruban.

“Luar biasa ini perek. Jangan di lepasin pokoknya. Dan perek ini kita jadikan alat pancingan agar kitas bisa menikmati semua tubuh karyawan karyawan wanita yang cantik.” imbuh Robby dengan girangnya.

“Gara gara anak buah loe yang tolol dan perek ini sih! Kita harus kehilangan tender besok.” dengus kesal Julian pada Hendro

“HEHEHE.. Kalo nggak gitu loe ngga bisa disepong itu mulut bego!” Jawab Hendro

PLAAAAAK

“Dan tenang saja gue punya senjata rahasia. Kalo saja itu gagal. Mungkin anak itu akan jadi korbannya.” imbuh Hendro yang tak mau ketinggalan bagian mulai melucuti pakaiannya.

“Siapa senjata itu.??” tanya Julian.

“Dia anak buah loe. REZA SANJAYA. Karyawan teladan yang di buang Didik.”

“Trus siapa nih korbannya??” tanya Tomi penasaran lalu melepaskan penisnya kemudian ia berpindah ke atas tubuh Melanie dan dijepitkan penisnya pada kedua payudara yang kenyal itu.

“Tentu saja si cantik dan binal, Sandra Yasmin.” ucap Hendro sambil mendorong tubuh Julian. Lalu mengambil posisi di depan vagina Melanie

“Wkwkwk. Jadi tambah seru nih. Kalopun tender itu berhasil aku selalu ada cara untuk menjadikan anak itu korban. Keuntungan berlipat untuk kita” kekeh Robby kemudian meletakan kameranya pada tripod.

Tomi kemudian turun dari atas meja. Ia meberikan kesempatan pada Hendro untuk menggenjot vagina Melanie. Sementara Julian dengan rakus melumat bibir Melanie. Robby pun mulai melucuti semua pakaiannya.

Kini giliran Hendro menusuk vagina Mellanie dengan gerakan maju mundur Melanie melenguh panjang mendapatkan orgasmenya. Sedangkan Robby yang kini juga sudah mulai telanjang melepaskan ikatan rantai pada tubuh Melanie.

Kemudian diangkatnya tubuh Melannie. Robby mengambil posisi di bawah membelakangi Melanie sambil mengarahkan penisnya di lubang anus Melanie. Melanie berteriak keras setelah penis itu melesat masuk di anusnya. Julian pun tersenyum melihat adegan threesome mereka. Buah dada yang nganggur kini santapannya. Diremasnya payudara itu sambil sesekali menggigit putingnya.

Siang itu Gudang yang letakanya di belakang plant itu menjadi saksi bisu pemerkosaan brutal oleh empat sekawan manager bengal. Gudang memang lokasi yang tepat untuk mereka karena akes gudang hanya ada 5 orang. 2 orang security penjaga gerbang dan 3 orang pekerja yang sengaja di panggil ke kantor karena urusan kontrak kerja.

[table id=AdsKaisar /]

[POV REZA]

Sore hari ini kepalaku masih pusing dengan kejadian gila si Tessa dan Riko. Mereka berdua memang sepasang kekasih namun nggak ngentot di toilet pabrik juga kali. Aku yang tadi berniat mencyduk mereka berdua malah diusir. Padahal kontolku sudah menegang melihat dua buah melon milik Tessa.

Uuhh tak sadar tanganku mengelus penisku di luar celana. Sambil mengingat gaya doggy syle mereka. Uuuh Tessa kenapa nggak ngajakin threesome sih.

“Ya ampun Reza kamu kenapa? Gatel itu tititnya kok di garuk?”

“Eh egh anuu… tidak bu.. eh iyaa bu.. ”

“Makanya mandi tho! Eh, nanti setelah meeting ada yang mau saya omongin.”

“Siap bu.”

“Yaudah saya tinggal bentar.”

Setelah kepergian Bu Shinta, perasaanku jadi lega. Untung dia tak mendengar gumamanku. Gara gara pasangan cabul itu jadi ngacengan ini kontol. Kepergok Bu Shinta lagi. Dan untung aku bisa beralibi meski hampir mucrat nih sperma karena panik. Kulihat ada titik basah kecil pada celanaku

Mengingat rencana Pak Rendy aku jadi merasa kasihan pada Bu Shinta. Berkali kali aku memutar otak bagaimana caranya agar aku tak terlibat pada rencana jahat tersebut. Meski aku bukan orang baik. Aku tak ingin merusak orang baik. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 3 sore. Tak terasa satu jam lagi bel pulang sekolah akan beebunyi. Eh bel pulang kerja.

“Zaaa!!”

“Opo!!

“Awakmu duwe videone Hitomi seng anyar ora ??? ”
(kamu punya videonya Hitomi yang terbaru nggak?)

“Wuakeh Gung! Tapi neng laptop.”
(banyak tapi di laptop)

“Wah! Yowes bali kerjo tak neng kontrakanmu yo sekalian ketemu adekmu.”
(Wah ! Ya sudah nanti pulang kerja mampir ke kontrakanmu sekalian ketemu adekmu)

“Percuma. Aku paling bariki mabur neng bali.”
(Percuma. Habis ini aku lembur )

“Wedan kowe! Utangmu rung bayar meh piknik ng Bali!!”
(Gila kamu! Hutang belum bayar malah ingin piknik ke Bali!!)

“Heh, cuk! Aku di bayari Sandra. Lagian kan we iso berduaan karo adikku.”

(Heh, Cuk! Aku dibayarin Sandra. Dan lagi bukannya kamu bisa berduan sama adekku)

“Iyo deeng. Jadi aku wes mbok restui ki !”
(Oh iya. Jadi aku sudah kamu restui nih !)

“ORA BAKAL SELAMA UTEKMU ISEH KOYOK SEMPAK!!!”
(NGGAK BAKAL SELAMA OTAKMU MASIH SEPERTI SEMPAK!!)

“HAHAHA guyon Za. Ra bakal aku nggaggu adekmu. Tapi bukan salahku yo nag adekmu sing nggudo aku.”
(HAHAHA bercanda ZA. Tidak bakal aku mengganggu adekmu. Tapi bukan salahku jika adekmu yang malah menggoda aku )

“Rai koyok kethek. Adekku yo gilo to yooo… ”
(Wajah seperti monyet. Adekku pasti akan jijik lah…)

Dasar si Agung ! Meski memiliki watak yang mesum, dia bukan orang yang sembrono melakukan segala hal. Aku percaya Agung tak akan melukai adekku. Tapi aku juga ngga akan percaya kalo dia masih bersikeras untuk medapatkan cinta dari adekku.

[table id=AdsLapakPk /]

Di sebuah kontrakan kecil seorang wanita cantik sedang mandi. Wanita itu adalah Luna Maharani adek kandung Reza Sanjaya. Tubuhnya yang ideal untuk remaja seumuranya. Gemricik shower membasahi kulit putihnya. Jarinya yang lentik menyabuni kedua bongkahan payudara mungil namun kenyal. Rambutnya yang diikat ke belakang sangat pantas untuk dia yang berwajah cute.

Setelah selesai mandi Luna Maharani menuju kamarnya dengan melilitkan handuk kecil yang hanya mampu menutupi tubuhnya sampai 30 cm di atas lutut. Kamar Luna berada paling depan dekat ruang tamu.

“Ya ampun, maaf pak! Saya kira tidak ada orang!” ucap Luna kaget, berhenti di ruang tamu tepatnya di depan pintu kamarnya ketika ada orang di ruang tamunya.

“Wah. Saya yang minta maaf dek Luna karena sudah masuk tanpa permisi. Tadi saya ketokin pintu nggak ada yang menyahut. Ya sudah dek Luna masuk ganti baju dulu aja.” ucap Pak Yudho yang kaget pula dengan melihat tubuh setengah telanjang Luna.

Pak Yudho adalah pemilik kontrakan tempat keluarga Reza tinggal. Total ada 4 penghuni rumah kontrakan ini. Yaitu, Reza, Luna, Sheila kakak Reza dan sang Ibu, Yati. Sedangkan Sanjaya, ayah reza seminggu sekali pulang karena bekerja di pelayaran.

“Tunggu sebentar ya pak.” ucap luna kemudian masuk ke kamarnya lalu tak lupa menutup pitunya

NGIIIIK

Karena pintu ditutup terlalu keras. Pintu tersebut mental dan terbuka perlahan sehingga ada celah kurang lebih 10 cm. Melihat itu, Pak Yudho langsung berdiri dari sofa. Sambil celingak celinguk ia berjalan mengedap lalu menempel tembok dekat pintu. Sebuah pemandangan langka yang tak pernah ia jumpai. Jakunnya naik turun. Serorang kakek yang sudah memiliki 4 cucu itu mengintip seorang anak SMA sedang telanjang.

Luna dengan kebingungan mencari pakaian pas untuk dirinya. Tanpa ia sadari ada lelaki tua sedang mengintip tubuh telanjangnya. Setelah menemukan baju yang cocok dengan segera Luna memakainya. T-Shirt putih dan celana dalam G-String dengan buru buru ia kenakan. Lalu terakhir hotpants putih. Masih celingak celingkuk sambil menghadap cermin ia memegang kedua payudaranya. Ternyata ia menyadari belum memakai bra. Lalu di lepaskan lagi T-Shirt tersebut. Akhirnya ia mengambil Bra putih. Setelah memakai bra putih teepakai kemudian ia mengenakan T- Shirtnya lagi.

Pak Yudho tanpa sadar mengelus penisnya sambil merogohkan tangannya ke dalam celana. Namun setelah mengetahui Luna sudah berpakaian lengkap Pak Yudho dengan buru buru duduk kembali di atas sofa. Tak lama kemudian Luna membuka pintu. Sambil berjalan melewati ia menuju ke ruang tamu. Namun matanya mengarah ke gagang pintu.

“Duduk dek. Jadi gini. Bapak mau ada perlu sama Ibumu. ”

“Tapi ibu lagi ke pasar Pak. Mungkin sebentar lagi pulang.” Jawab Luna kaget karena sedikit melamun soal pintu.

“Oh gitu..” ucap Pak Yudho sambil memagut magut memegang janggutnya. Di lihatnya bidadari kecil nan cantik. Pahanya putih mulus dan aroma parfumnya membuat gejolak nafsu Pak Yudho bamgkit.

“Oh iya. Bapak mau minum apa?”

“Ngga usah repot-repot dek. Tapi bapak pengen ngopi nih sambil nunggu ibumu. ” ucap Pak Yudho.

“Oke. Tunggu sebentar biar Luna buatin.” Ucap Luna lalu pergi menunu dapur.

[table id=AdsTbet /]

[POV Sandra]

NJIIRR!!! REZA MESUM !!!

Masih terbayang kejadian siang tadi. Pelecahan seorang anak produksi kepada seorang wanita tercantik di pabrik ini. Eh, kok aku jadi kepedean. Setelah kupikir pikir ya emang aku yang tercantik tapi kenapa aku selalu minder ketemu Bu Shinta. Dia juga sangat cantik. Uhhhh…

Hari ini sangat menjengkelkan. Belum lagi telpon dari Pak Hendro membuatku frustasi. Aku sudah menyarankan agar mengambil Reza menjadi Chemist lagi dan Pak Hendro setuju asal tender menang. Semoga Reza setuju setelah para supervisor meeting dan namanya telah aku ajuin buat kembali menjadi RnD lagi. Supervisor HRD, Ibu Nuri pun akan segera membuat surat pemindahan. Sedangkan Bu Shinta juga mendukung demi kemenangan perusahaan ini.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Aku harus bergegas pulang cepat. Tak lupa semua dokumen berisi formula penting kumasukkan tas. Kemudian kuraih hapeku lalu menelpon Reza

“Hallo Za! Loe di mana??”

“Gua di warung mbok Jum. Nape??”

“NAPE NAPE!! Buruan pulang jam 8 kita harus segera check in di bandara. Entar gua jemput loe. Kontrakan loe masih sama kan ??

“Iya masih lama ini. Mengahabiskan kopi dulu lah.”

“IHHH !!! AWAS LOE KALO LELET NTAR!! Dan nanti tolong kamu bawa..”

Tut tut tut..

FUCK !! Ini orang nggak sopan banget. Belum kelar ngomong malah di matiin. Setelah semua perlengkapan kurasa cukup untuk besok, aku berangsur neninggalkan pabrik. Di depan gerbang ada cowokku menjemputku dengan mobil SUV.

“Lama banget sih say !”

“Iya say. Tadi aku harus nyiapin berkas buat besok. Dan tadi aku juga udah cepet cepet kok.” tuturku menjelaskan padanya

Rio kemudian memacu mobilnya. Tatapannya masih cuek tak seperti pertama kali aku mengenalnya. Menurutku akhir-akhir ini dia selalu marah marah. Semenjak kejadian itu dan sampai sekarang sikapnya membuatku muak. Yap., jujur aku muak padannya!

Rio Hermanto adalah seorang fotographer. Dan dia anak orang kaya. Pertemuan kami dulu berawal saat kita dugem bersama. Walaupun pernah mabuk, aku selalu menjaga altitude. Dan prinsipku adalah no sex before u married me! Jujur waktu pertama kali aku kagum padanya. Saat dugem dia bergoyang namun tak menyentuhku sama sekali. Bahkan dia melindungiku dari tangan tangan jahil yang ingin mengajakku bergoyang. Tapi semua berubah!

Dan kejadian yang membuatku muak. Setelah tiga mingguan kita pacaran. Watak aslinya muncul. Dengan segala kegilaannya ia menyuruhku bugil dengan alasan latihan menentukkan angle yang pas. Bahkan ia mulai berani meremas remas payudaraku setiap kali bertemu. Perasaan dulu waktu SMA pacaran nggak gini gini amat. Jalan bareng aja udah bikin aku seneng. Otak cowok jaman now udah error semua!!!

“Jadi ke Bali ?”

“Jadi nanti jam 7 aku berangkat. Nanti aku berangkat sendiri. Karena aku harus jemput temenku.”

“Aku ikut nganter kamu!”

“Di bilang ngga usah. Ada mang Kardi yang nganter!”

“POKOKNYA AKU ANTER!!”

DEGG

Suara keras dan bentakkannya membuatku menciut untuk membalas ucapannya hingga membuatku menutup mata. Dan kemudian mobil berhenti. Aku masih memejamkan mata. Sedikit kubuka lalu kulihat banyak pepohonan. Setelah ku sadari ternyata mobil berhenti di taman kota.

Sore begini taman kota mulai sepi karena bukan hari libur. Tak banyak kendaraan terlihat. Kulihat wajah Rio tersenyum lebar.

“Ngapain kesini !” Ucapku

“Pacaran lah!! Kamu masih pacar aku kan??” Ucapnya sambil meremas payudaraku.

“Cukup!!! Aku sudah muak dengan sikapmu. Kalo kamu ngga berubah lebih baik kita… ”

Sruuupp sruuppp

Damn!! Dengan tiba tiba mulutnya melumat bibir tipisku. Bodohnya aku terpaku seperti terkena sengatan listrik. Meski ini bukan ciuman pertamaku namun ciuman ini membuatku gerah. Tanganku yang berusaha ingin melepaskannya di pegangnya erat. Kemudian Rio menjulurkan lidahnya pada leherku berjalan menyusur ke belakang telingaku.

OHHHH

Aku melenguh pelan. Nggak !! Aku nggak boleh terangsang. Rio telah menemukan titik sensitivku. Tidaaaaak !!!! Tangan kirinya berusaha melepaskan kancing seragamku. Dengan cepat ia masukkan tanganya ke dalam seragamku.

Ssshhh Uhhh…

Apaan ini!! Kenapa gairahku naik ?? Akal sehatku masih berusaha melawan semua ini. Tangan kananku kutarik sekecang kencang hingga tangan Rio lepas. Dengan kalut aku meronta dan memukul wajah Rio hingga ia terjembab.

BRUUUK

CUKUP!! Aku harus kabur. Kubuka pintu mobil kemudian lari menuju jalan raya. Taman kota ini terlalu sepi. Pasti dengan mudah Rio akan menemukannku. Kulihat ada toilet umum. Sambil berlari menuju toilet ku ambil hape dari dalam tasku. Dari belakang Rio berjalan mengejarku.

Sesampainya di toilet kemudian aku masuk lalu mengunci pintunya. Segera ku WA si Reza untuk meminta pertolongan. Kukirimkan juga lokasi di mana aku berada. Setelah pesan itu terkirim tiba tiba pintu toiletnya di dobrak.

BRAAAAK BRAAAAK BRAAAAK

REZA KUMOHON TOLONG AKU !!!!

AAAAAH…

“Mau lari kemana kamu sayang?”

“JANGAAAAN RIO!!! PLEASE AKU BELUM BISA NGASIH ITU KE LOE!!!

“SEBELUM LOE PUTUSIN GUE. SERAHIN PERAWAN LOE LONTHE!!!!”.

PLAAAAK

Sebuah tamparan keras mengenai pipiku. Aku terjembab hingga jatuh ke lantai. Sedikit rasa pusing di kepalaku. Dengan samar kulihat Rio menutup toilet tersebut. Dengan kasar ia menjambak rambutku hingga aku berdiri.

“Loe nurut atau gue siksa? ” ucap Rio melepaskan ikat sabuknya.

“Pliss!! Jangan !! ” ucapku ketakutan.

Aku tak kuasa menahan air mataku. Perih di bibirku dan makian Rio membuatku lemas. Dengan kasar Rio membuka kancing seragamku lalu di tariknya hingga lepas dari badanku. Tanganku berusaha menutupi payudaraku yang masih terbungkus bra merah.

“Lepasin itu bra atau gua robek seragam loe!”

Dengan pasrah aku menuruti keinginannya. Kulihat dia mengeluarkan hapenya lalu merekam semua adegan yang kulakukan.

“JANGAN REKAM YO!!! PLISSS!!”

“Instastory ah. Siapa tau viral. Hahahahaha”

“JANGAAAAAAAN !!! GUE IKUTIN MAU LOE TAPI LOE HAPUS VIDEO ITU!!”

“Gitu kek dari tadi. Tenang aja. Ini buat bahan untuk memperbudak loe lonthe!!!!”

Setelah memasukkan hape ke saku, Rio mengahampiriku. Lalu dengan cepat melumat bibirku. Kedua tangannya meremas kedua bongkahan payudaraku. Tubuh di dorong sampai menempel tembok. Bibirnya pindah ke leher dan belakang telingaku pun tak luput dari hisapan mulutnya.

Uhhhhh Ohhhhh

Nafasku tersenggal. Yang aku takutkan selama ini terjadi. Pertahananku runtuh. Nafsukupun mengambil alih akal sehatku. Aku hanya bisa pasrah dan melenguh . Rasa nikmat yang ingin kutepis itu tiba tiba muncul. Berkali kali Rio merangsangku. Tangannya di rogohkan kedalam celanaku.

Noooo

Tangannya mengobel vaginaku yang telah basah. Jujur aku telah terangsang. Dengan gesit Rio merosotkan celana beserta cdku lalu dibuang kedalam sampah.

“Ingat hari ini! Mahkota loe ilang di toilet umum !! Bisik Rio

Uuhhhh dan lagi belakang telingaku di kecupnya. Tangan kirinya mengobel vaginaku sementara tangan kananya memelintir putingku.

“HENTIKAN INI YO!!”

“OKE! CUKUP!!”

Rio tiba tiba berhenti dan itu pada saat aku mulai merasakan kenikmatan. Aku dibuat malu olehnya. Rasanya sakit dan malu diginiin. Rio tiba tiba malah duduk diatas closet sambil memandangiku.

“Berhenti kan.?? Gimana masih gatel memeknya? Peengen di garuk?”

Aku hanya diam mendengar ocehannya. Kemudian Rio berdiri lalu melucuti semua pakaiannya hingga telanjang. Kulihat penisnya mengacung tegak. Dengan senyum lebar ia mendorongku hingga menempel tembok.

“Jangan lakuin itu Yo!! Aku masih perawan!!”

Tiba tiba tangannya mengangkat kaki kiriku. Dan penis itu tepat berada di depan bibir vaginaku.

REZAAAA KUMOHON DATANGLAH!!!!

Halaman Utama : The Best Employee

BERSAMBUNG – The Best Employee Part 01 | The Best Employee Part 01 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 02 ) | ( Part 02 ) Selanjutnya