. Suradi Adventure Part 17 | Kisah Malam

Suradi Adventure Part 17

0
236

Suradi Adventure Part 17

CINTA PERTAMA SI GEMBIL 4

Setelah sesiang suntuk menghabiskan waktu di kafe Fizzis, Melinda pergi ke kebun binatang yang letaknya tidak jauh dari kafe. Dia berjalan-jalan di situ sendirian, seperti orang linglung. Pak Gito, sopirnya, menunggu di dekat pintu tiket.

Dia menemukan pojokan rumput itu dan duduk di atasnya tanpa tikar. Seorang anak kecil mendekatinya dan menawarinya tikar, Melinda menolaknya karena dia tak bawa uang receh. Lagi pula, jika dia duduk di atas tikar itu, dia takkan tahan dengan pelukan hangat yang mustahil didapatkannya saat itu.

Setidaknya seminggu 2 kali mereka berjalan bersama di kebun binatang itu. Menikmati kebersamaan yang indah.

Suradi tak pernah berhenti mengungkapkan rencana-rencananya jika mereka duduk berdua di situ.
“Aku enggak mau selamanya kerja sama orang, Lin. Aku akan membangun usahaku sendiri.” Katanya.

Pada saat itu, yang selalu terbersit dalam kepalanya adalah mengapa Suradi memilihnya. Suradi adalah cowok ganteng dan banyak sekali cewek-cewek yang menyukainya. Mengapa Suradi memilih dirinya. Mengapa? Melinda tidak habis pikir.
“Semua orang memanggil Lin lin si gembil.” Kata Melinda.
“Aku tidak.”
“Kaka memang tidak karena Kaka sayang sama Lin lin, i ya Kan?”
“Ya, kaka sayang Lin lin setulus hati.”
“Mengapa? Mengapa Kaka sayang sama Lin lin?” Kata Melinda saat itu. “Aku, aku gemuk dan jelek.”
“Kamu gemuk, i ya. Jelek, tidak. Kaka sayang Lin lin karena kamu baik, kamu kuat. Hati kamu terbuat dari baja.”
“Mereka selalu meledek dan meleceh Lin lin si gembil.”
“Ya. Tapi kamu kuat. Kamu enggak peduli sama mereka.”
“Kaka yang bikin Lin lin menjadi kuat.”
“Sungguh?”

Waktu itu Melinda selalu menangis. Suradi memeluknya dan menciumi ubun-ubunnya. Terasa damai hati Melinda.

“Kaka, boleh tanya?”
“Apa?”
“Apakah… apakah kaka mau menikah sama Lin lin?”

Suradi tampak terbelalak. Dia lalu menciumi Melinda tanpa mempedulikan orang-orang.
“Kaka rela mati untuk menikah denganmu.”
“Benarkah?”
“Ya. Benar.”

Di atas rumput itu, Melinda menangis. Takdir menentukan mereka harus berpisah.

Bersambung

Daftar Part