. Skala Kehidupan Part 8 | Kisah Malam

Skala Kehidupan Part 8

0
317

Skala Kehidupan Part 8

LEPAS PERJAKA

(POV UNTUNG)

Pagi-pagi terdengar percakapan Pak Karim dan Bu Juleha bahwa nanti siang Pak Karim mau pergi ke pulau seberang untuk menagih tagihan barang yang disuplay-nya dari pabrik sekaligus menagih ke toko yang berada dipulau itu tetapi beda kota selama 3 – 4 hari.

“ Ntung aku nanti siang mau ke pulau seberang naik pesawat kemungkinan disana 3 – 4 hari. Untuk sementara selama aku ke pulau seberang, kerja kamu Cuma nganter Ibu aja yah, Setelah mengantarkan ibu ke toko kamu kembali ke rumah ya tolong di kontrol tukang kayu di gudang, usahakan besok barang-barang yang dikerjakan harus sudah dikirim !!, Tolong di awasi kalau gak gitu nanti pengerjaan barangnya molor-molor terus.” Perintah pak karim kepadaku.

“ Gak apa-apa ya Ma kalau Untung aku tugasin ngawasin anak-anak dulu karena para pelanggan sudah mewanti-wanti Papa untuk besok harus sudah kirim barangnya kalau gak gitu pelanggan mengancam mau menghentikan kiriman barang dari kita.” Dilanjutkan bertanya kepada Bu juleha.

“ Gak apa-apa pa.. nanti toko aku yang menghandle semuanya aja dulu. Kamu gak capek kan bolak balik ke rumah dan toko Ntung? Jauh lho PP luar kota” jawab Bu Juleha sekaligus bertanya kepadaku.

“ Siap Bu, gak capek kok Bu. Tenang aja.” jawabku meyakinkan bahwa aku siap mengemban tanggung jawab.

“ Oke kalau begitu mama berngkat dulu pa, hati-hati selama perjalanan nanti” ujar Bu Juleha

“ Iya ma,. Doakan beres semua” jawab pak karim

“ Hati – hati Ntung berangkatnya dan jangan lupa awasin anak-anak nanti” Imbuh Pak Karim.

“ Aminn “ jawab Bu Juleha

“ Iya Pak, saya berangkat dulu. Assalamualaikum” jawabku sambil mulai menjalankan mobil untuk mengantar Bu Juleha ke toko.

Selama perjalanan aku ngobrol ngobrol biasa dengan Bu Juleha. Bu Juleha mengeluh badannya agak gak fit, capek – capek. Aku hanya bisa menyarankan untuk minum obat atau doping agar staminanya fit kembali. Setelah mengantar Bu Juleha aku kemudian langsung balik kanan kembali pulang ke rumah untuk mengurusi usaha meubelnya Pak Karim.

Tak terasa malam pun tiba, setelah menjemput Bu Juleha dari tokonya aku mulai memarkirkan mobil di garasi rumah. Kalau hari biasa sore sekitar jam 5 atau maghrib sudah sampai rumah tapi untuk hari ini aku menjemput Bu Juleha agak telat dari biasanya dan Bu Juleha juga memaklumi dan gak masalah karena ada 2 tugas yang harus aku selesaikan hari ini. Sekitar jam 9 selesai sudah tugasku hari ini setelah menjemput Bu Juleha. Badan rasanya lengket-lengket semua. Bu juleha juga gitu tadi selama perjalanan pulang ijin untuk tidur sebentar di kursi mobil karena tadi mengeluh kecapekan dan juga hari ini kegiatan beliau padat sekali di toko apalagi aku menjemput juga agak telat gak seperti biasanya.

Setelah memasukkan mobil di garasi akupun mandi sekalian keramas karena rambut terasa kotor akibat di gudang banyak serbuk kayu bertebaran. Setelah mandi akupun tidur-tiduran sambil mengecek barangkali ada update-an cerita dari forum ****** sambil bersenda gurau dengan para anggota SSL dan bajindul lovers di grup WA.

Tiba-tiba ada bunyi WA dari Bu Juleha

Dari : Bu Juleha
Mas sudah mandi?
Ke : Bu Juleha
Sudah mbak, kenapa ?
Dari : Bu juleha
Kamu ngantuk ta sekarang?
Ke : Bu Juleha
Belum mbak, masih nyantae aja ini. ada apa emang mbak ? tumben gak biasanya WA malam-malam begini.
Dari : Bu Juleha
Ini mas, badanku gak fit dan capek – capek ini, butuh pijat agar besok bisa fit. kamu bisa mijit gak Mas?
Ke : Bu Juleha
Bisa Mbak, dulu sering mijit kakek waktu di desa. Sekarang pijatnya?
Dari : Bu Juleha
TAHUN DEPAN AJA. YA SEKARANG !!. SEKARANG KE KAMARKU.
Ke : Bu Juleha
Ok…

Akhirnya aku menutup akun ****** dan berganti pakaian. Kebiasaaan tidur hanya pakai kolor jarang pakai kaos.mau gak mau menuju almari untuk mengambil kaos. Setelah mau beranjak ke kamar Bu Juleha cengkling terdengar bunyi suara notifikasi WA

Dari : Bu Juleha
CEPETAN. KEBURU MALAM

Aku langsung menuju kamar bu juleha, di malam ini kita hanya tinggal berdua karena Mbok Yati jarang menginap di rumah, pagi datang dan sorenya pulang. Jadi gak perlu jalan mengendap-ngendap seperti maling ayam.

Tok.. Tok.. Tok !!

Aku mengetuk pintu kamar bu Juleha

“ Masuk aja,, gak dikunci” terdengar suara bu juleha dari dalam kamar

Krieettt…

Aku masuk ke kamar Bu Juleha tapi aku malah berhenti memandang satu arah tanpa berkedip aku begitu takjub dengan pakaian Bu Juleha hanya tanktop putih terusan sampai di atas lutut. Terlihat menerawang apa yang ada di balik tanktop itu CD sekaligus Bhnya. Apalagi warna CD dan BH berenda dengan warna hitam yang sangat menggoda. Aku menelan ludah sekaligus ludahku keluar sedikit alias ngiler melihat pemandangan di depanku itu. Selama 3 tahun berada di rumah ini gak pernah melihat Bu Juleha memakai baju itu. Selalu sopan dan tertutup pakaian Bu Juleha selama ini, jadi wajar donk kalau aku ngiler. Tampak seperti milf-milf bokep yang banyak di share teman-teman SSL. Apakah ini mimpi setelah aku merasakan air liurku keluar sedikit dari dalam mulut barulah aku sadar bahwa ini bukan mimpi ini REAL DUDE.

Sayup sayup terdengar suara Bu juleha..

“ LOHAAA.. KENAPA KAMU NGELAMUN?? ” terdengar suara bu juleha agak kencang. Seketika aku tesadar dari lamunanku, terasa batang kejantananku menggeliat mulai bangun dari tidur panjangnya.

“eh… ma… ma…maaf mbak.. aku gak sadar mbak..” jawabku agak gugup. Betapa malunya diriku kepergok memasang wajah mesum di hadapan Bu juleha sampai air liurku keluar sendiri dari mulutku. Padahal bu juleha udah ku anggap sebagai orang tuaku sendiri dan aku sangat menghormati beliau. “semoga gak melihat batang kejantananku yang mulai bangun ini” batinku.

“ Kamu takjub dengan pakaianku ?” tanya bu juleha

“ iyaaa…. eh… eng….gak mbak ” jawabku menutupi kegugupanku

“ hahahahahaha. Sudah ayo segera pijitin, udah kaku semua ototku ini, itu di ambil di meja rias lotion-nya biar gak terlalu sakit dan mudah mijiti tante ”. Jawab Bu Juleha. Untung Bu Juleha mencairkan suasana bisa mati gaya ni aku kalau di introgasi seperti tadi.

“ Mmmmm. Gak enakaan pakai minyak urut Mbak ? Soalnya dulu waktu mijitin kakek biasanya pakai minyak urut”. Jawabku

“ Minyak urut bikin panas nanti kulitku bisa terbakar kena minyak urut” ujar Bu Juleha

“ hehe.. oke tante” jawabku. Aku pun mulai mengambil lotion yang sudah disediakan untuk memijitnya.

Setelah mengambilnya, aku lihat Bu Juleha mulai tengkurap nampak tanktop tersingkap sampai bagian paha atas. Dari mata turun ke otot-otot batang kejantananku, sehingga batang kejantananku semakin keras dan tegak mengacung siap untuk bertempur untuk perang pertama kalinya ini.. maklum dia gak pernah merasakan nikmatnya berperang melawan lubang memek.

“ Mbak, mulai dipijat sebelah mana dulu” Tanyaku

“ Kaki aj dulu kemudian ke atas ke punggung dan leher” jawab Bu Juleha sambil matanya tertutup. Untung Bu Juleha merem jadi gak melihat keperkasaan Batangku ini.

“ Ohya Mas, di matikan aj lampu utama, pakai lampu tidur aj” Imbuh Bu Juleha.

Aku pun mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur kemudian mulai naik ke atas springbed. Setelah mengoleskan lotion ke telapan tanganku dan kakinya bu juleha, aku pun mulai meletakkan tangan di atas paha yang berada di bawah lutut.

” Wow.. alamak mulus dan lembutnya kulit dari bu juleha kayak kain sutra” batinku sambil menahan sange.

Tapi bagaimanapun aku gak boleh kurang ajar ke Bu Juleha, aku pun sebisa mungkin bersikap profesional seperti tukang pijat panggilan.

Aku mulai mengolesi kaki jenjang milik Bu Juleha kemudian mulai memijit pelan-pelan sambil gemeteran. Maklum baru pertama kali memegang kulit wanita yang mulus itu. Akibatnya Bu Juleha mengaduh kesakitan

“ Aduh.. sakit, pelan-pelan aj ngurutnya, jangan di tekan banget” Ujar Bu Juleha.

“ eh iya mbak, maaf – maaf” ujarku sambil mencoba tidak menekan pijitanku itu.

“ kayak gini Mbak?” tanyaku sambil mengurut kaki Bu Juleha.

“ iya kayak gitu Mas, pertahanin pijitannya kayak gitu. Enak sekali. gak kerasa sakit. Ahhhhhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhh “ jawab Bu Juleha sambil mendesah keenakan. Sambil memijat mata aku mengintip CD hitam milik Bu Juleha.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhhh……. ssssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh…. ssssssshhhhhhh…….. aaaaaahhhhhhhh…… ssssshhhhhhhh…. Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhhh……. sssssssssshhh….” terdengar desahan dari bu juleha akibat pijitn untung yang sepertinya sudah tahu bagaimana pijitan yang diinginkan bu juleha.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhhh……. sssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhh…. ssssssssshhhhhhhh…….. aaaaaaahhhhhhhhhh…… ssssshhhhhhhhhh…. gaannn..tiii yang sebeeeelaaahhh kiri ntung mmmmmmmmmmmmm aaaaahhhhhhhh” perintah bu juleha sambil mendesah keenaken.

“ apa masih sakit te, kok kayak kepedesan gitu” Godaku berpura – pura lugu.

“ Mmmmmmmmmmmm… ahhhhhhhhhh. Eng….. gakkkkkkkk iin…niii ennnnnn…nnnaakkk… baaaaaaaang…. ngeeeeetttttttt” jawab Bu Juleha semakin mendesah.

Padahal ini masih di bawah lutut belum di atas lutut. “ Mungkin setelah sekian lama gak di sentuh pak karim gairah bu juleha terbakar” batinku.

Setelah di kaki bagian bawah lutut aku disuruh Bu Juleha memijit ke paha bagian atas. Aku mulai berkeringat dingin memijat paha Bu Juleha padahal ac kamar ini menunjukkan angka 16 derajat celcius tapi keringatku seperti berdiri di lapangan tepat jam 12 siang. Keringat mulai turun dari dahi ke leher bahkan ke kulit bu juleha.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhh……. sssssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhh…. ssssshhhhhh…….. aaaaaaahhhhhhhh…… ssssshhhhhhhh…. Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhhh……. sssssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh…. ssssssssshhhhhhhh…….. aaaaaaahhhhhhhhhh…… ssssshhhhhhhh…..” Terdengar desahan Bu Juleha semakin lama semakin keras akibat pijitanku ini. Sedangkan aku selagi memijat juga sesekali mengintip memek Bu Juleha yang ada di balik celana dalam ini.

kapan lagi ada kesempatan yang kayak gini” batin untung sambil matanya jelalatan melihat pantat Bu Juleha dan sesekali mengintip memeknya Bu Juleha. Terlihat di bagian bawah celana dalamnya terlihat basah kuyub akibat gairahnya yang terbakar. Tanganku sesekali meremas paha atas sampai ke bokong dengan lembut. Saking gemasnya aku meremas kasar pantat dari bu juleha

“ Auuuuuhhhhhhh… sssssssshhhhhhh.. ahhhhhhhhhh remas yang kuat Maasss” ujar Bu Juleha tanpa sadar bu juleha bilang seperti itu, mungkin efek dari gairah yang sudah di ubun-ubun.

“aaaaaaaahhhhhhhhhh…… ssssssshhhhhhhhhhhh…. aahhhhhhhhhhhhh aaaaaaaaakuuuuuuuuuuu keeeeeeeeeelllllllllluuuuuuuaaaarrrrr Maasss” ujar Bu Juleha. Hanya dengan remasan kasar ternyata Bu Juleha klimaakksss..

Setelah 10 menit memijat paha sampai vantat bu juleha yang mengakibatkan bu juleha klimaks, aku kemudian memijat daerah punggung bu juleha. Semakin intens pijitanku di daerah punggung, terlihat bu juleha mendesah kenikmatan sudah gak malu lagi bu juleha mendesah yang terdengar agak keras ke telingaku. Mantappss..

Setelah terdengar suara desahan Bu Juleha yang menandakan beliau sudah nafsu, aku mulai beralih ke leher beliau sambil mengurut kadang juga mengelus aku jadi teringat perkataan temenku waktu STM dulu (Baca JoJon) bahwa titik sensitivitas wanita salah satunya ada di leher, maka dari itu waktu memijat leher Bu Juleha dan bukan lagi menurut tapi mengelus elus. Sebenernya aku gak mau tapi juga nafsuku sudah di ubun – ubun juga dan batang kejantananku sudah mengajak untuk perang pertamanya.

“ Sudah kepalang tanggung kalaupun di usir nanti dari rumah oleh Bu Juleha atau Pak Karim aku sudah siap dengan segala resikonya. “ Batinku

Suara bu juleha masih mendesah keenakan waktu aku mengelus-elus leher beliau, Bu Juleha sudah lupa siapa dirinya dan siapa aku. Hanya nafsu dan gairah yang bertindak. Lagi asyik – asyiknya mengelus-elus leher Bu Juleha tanpa sadar Batang kejantananku seperti ada yang mengelus – elus. Maka aku pun melihat ternyata tangan Bu Juleha sudah memegang tongkat kesaktian yang hanya satu-satunya aku miliki ini.

“aaaaaahhhh ssssshhhhhh aaaaahhhhhh ssssshhhh aaaaahhhh enaknyaaaaa “ desahku pelan. Meskipun aku sudah nafsu tapi aku masih dalam batas sadar tidak menuruti nafsu saja.

“ Jaaaaanggggg…nnnggggaaannnn mbak.. aku gak enakk sama Pakkk Kariiimm yang telah membantuku, menyekolahkanku, bahkan memperkerjakan aku sampai sekarang” kataku sambil mencoba menolak tangan halus Bu Juleha. Begitu aku berkata seperti itu Bu Juleha langsung bangun menatap aku dengan tajam.

PLAAAAAKKKK.. PLLAAAKKKKKK…..

Pipi kiri dan pipi kanan menjadi sasaran empuk kemarahan bu juleha yang sepertinya tersinggung dengan penolakanku

“ aseeemmmm, tau gitu gak aku tolak tadi” batinku pada saat itu. Akupun menunduk gak berani melihat wajah bu juleha yang terlihat merah padam menahan marah.

“ LIHAT AKU MAS” hardik bu juleha sambil tangannya meraih daguku agar aku tidak menunduk dan melihat wajahnya. Setelah aku melihat matanya yang melotot kepadaku.

“ BUKANKAH KAMU SUDAH BERJANJI UNTUK MEMBANTUKU MENGUSIR KEGALAUANKU ? ”tanya bu juleha kepadaku.

“…….” akupun diam saja gak berani menjawab.

“JAWABBBBBB” hardik bu juleha dengan mata melotot melampiaskan emosinya.

“mmmmaaaaafffff mbak, tapi i…..niii…. salah te, aaaa…kuuuu merasa mengkhianati kepercayaaan Pak Karim kepadaku dengan malah bermain serong dengan kamu mbak” awalnya aku gugup tapi aku dengan tegas menjawab segala risau dan kekalutanku itu.

“ KAMU TAHU GAK KEGALAUANKU APA ? HAH ?” Tanyanya masih dengan mata melotot

“enggak mbak” jawabku dengan lancar sekarang

“GALAUKU ITU KARENA TIDAK PERNAH DISENTUH, TIDAK PERNAH DIPUASKAN SAMA BAPAK, ASAL KAMU TAHU NTUNG SETAHUN TERAKHIR AKU TIDAK PERNAH MERASA PUAS SAAT BERHUBUNGAN DENGAN BAPAK DAN 2 BULAN TERAKHIR AKU AJAK BERHUBUNGAN BADAN DIA GAK PERNAH MAU LAGI. ITU NTUNG ITU YANG MEMBUAT AKU BERSEDIH WAKTU KAMU MELIHAT AKU DI DALAM MOBIL ITU” kata Bu Juleha menjelaskan dengan nada tinggi dan membentak-bentak.

“ Tapi mbak apa ini solusi dari kegalauan yang mbak alami dengan mengajak aku seperti ini ? aku seperti korban dari masalah yang tante alami” kataku dengan suara agak tinggi mencoba mempertahankan argumenku bahwa ini perbuatan yang salah.

HIKS.. HIKSS.. HIKSS..

“ OKE KALAU KAMU MERASA JADI KORBAN, AKU AKAN CARI GIGOLO YANG BISA MELAMPIASKAN HASRATKU INI. ASALKAN KAMU TAHU BANYAK TEMEN TANTE YANG MENAWARKAN JASA GIGOLO TAPI AKU GAK MAU TUBUHKU DINIKMATI ORANG LAIN. TAPI SETELAH INI AKU DENGAN TERPAKSA MENCARI GIGOLO. SEKARANG PERGI DARI KAMARKU. huhuhuhu” Kata Bu Juleha dengan emosi sambil menangis meraung-meraung.

“……..”

aku menunduk masih diam tak bergerak sambil mencerna setiap perkataan bu juleha. “aku harus bagaimana ini?” batinku berontak menyesal telah menolak keinginan bu juleha. Aku pun berpikir manfaat baik dan buruknya.

Setelah beberapa detik kemudian terdengar tangisan dari bu juleha agak mereda.

“hikss.hikss..hiksss.. kenapa kamu diam? hah? hiks..hiks..hiks” tanya bu juleha di sela-sela isak tangisnya yang mulai mereda dan intonasinya juga gak tinggi seperti tadi.

“maaf mbak, bukan maksudku kayak gitu, gini lho mbak….” aku mencoba mejelaskan sambil memegang tangannya “yang pertama aku gak enak sama Pak Karim karena aku menganggap diriku merusak rumah tangga orang yg selama ini sudah aku anggap orang tuaku, yang kedua aku merasa berdosa sekali jika Pak Karim sampai mengetahui apa yang sudah dan akan kita lakukan ini. Akan tetapi …..” aku sengaja memberi jeda sebelum melanjutkan penjelasanku.

“tetapi apa ? ” tanya bu juleha sambil berderai air mata

“aku lebih berdosa membiarkan orang yang sudah aku anggap ortuku dijamah gigolo yang bisa jadi ujung-ujungnya akan terbuai dengan gigolo tersebut efek dominonya berpisah dengan pak karim dan aku juga gak rela tubuh semulus dan sesexy ini dijamah orang lain” aku menatap wajah bu juleha yang mulai menatapku sambil tersenyum manis.

Setelah itu akupun langsung memeluknya menenangkannya sesolah-olah mengatakan everything is gonna be okey. Sambil memeluk akupun berbisik di telinga bu juleha “aku akan memenuhi janjiku mbak, dan aku juga berjanji akan melindungi keluarga ini seberat apapun masalahnya” diselingi kecupan di telinganya aku berbisik lagi”tolong hentikan omong kosong terkait gigolo. Jadikan aku gigolomu mbak, tapi berjanjilah tetap setia kepada pak karim sampai tiba ajalnya” ucapku.

Bu juleha melepaskan pelukanku tapi tangannya masih melingkarkan di leherku kemudian tersenyum manis langsung melumat bibirku, akupun gelagapan dan melepas pagutan bibirnya “wait, mbak belum berjanji apa yang aku inginkan” ucapku

“iya sayang, mbak berjanji” jawabnya setelah itu langsung mengecup bibirku. Aku pun mulai membalas pagutan bibir tipisnya Bu Juleha. Lembut, kenyal, setengah manis setengah asin(efek kena air matanya).

Aku dan Bu Juleha berpagutan lama saling melilitkan lidah kadang lidah di gigit-gigit kecil akupun mulai mengimbangi permainan bibirnya dan lidahnya permainan ini dinamakan french kiss. Kita seperti sepasang kekasih yang baru jadian atau baru menikah menikmati setiap inchi bibirnya, lidahnya bahkan hingga giginya. Ciuman dilepas saling tersenyum sambil tanganku mengusap dan menghilangkan bekas air mata yang ada disekitar pipi, hidung, bahkan hingga ke dagu kemudian berciuman lagi saling berpagutan lagi

“slurupp.. sluruppp.. sluruppp.. sluruppp”

Suara bibir kita beradu, lidah saling melilit mencari rongga-rongga mulutnya yang belum tersentuh lidahku. Waktu lagi berpagutan terlihat tangannya mulai memegang tanganku dan diarahkan ke payudaranya. Kenyal,lembut,mulus, alus, itu yang kurasakan ketika tanganku baru pertama kali memegang surga dunia itu. Sedangkan tangannya bu juleha mulai di masukkan ke dalam kaosku mengelus-ngelus perutku yang rata tapi tidak sixpack setiap inchi perutku di elus-elus, bahkan jarinya dimasukkan ke dalam pusarku. Sensasinya rasanya kesetrum. Begini ya rasanya di elus-elus tangan wanita ya.

Setelah puas bagian perut terasa tangannya berjalan ke atas mengelus dada bidangku. Setiap inchi dada tidak lepas dari sentuhan tangan halus bu juleha tapi anehnya putingku tidak di sentuhnya. Sengaja ingin di sekitar dada dahulu sambil sedikit di remas dadaku. Setelah puas berada di dadaku barulah menuju putingku. Rasanya seperti kesetrum 10x geli-geli melayang di langit ketujuh. Terasa putingku dipilin pelan-pelan. Sangat lembut milinnya.

Tanganku pun begitu waktu tangannya bu juleha di bagian perutku, tangaku juga di perutnya. tangannya masuk dilubang pusarku, tanganku juga masuk di lubang pusarnya. Setelah puas tangannya menuju dadaku, tanganku juga menuju payudaranya. Kalau dadaku dielus tangannya, tanganku meremas lembut payudaranya pelan sangat pelan. Ketika tangannya sambil putingku, tangankupun gak mau kalah langsung menyentuh puting tang coklat tua warnya. Aku pilin pelan-pelan.

“Aaaaaaahhhhhhhhhhh.. aaahhhhhhh.. ahhhhhhhhhh” kita sama mendesah bebarengan, habis mendesah kita french kiss lagi.

“Aaaaaaahhhhhhhhhhhhh..ahhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhhhh” mendesah bareng lagi french kiss lagi. “Aaaaaaahhhhhhhhhhhhh..ahhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhhhh” aku seperti di bimbing cara foreplay yang baik dan benar.

Kita seperti sepasang kekasih yang di mabuk asmara, sampai-sampai rasanya tidak bisa di gambarkan melalui tulisan ini. Setelah melakukan french kiss dan saling meraba, meremas maupun memilin, bu juleha melepaskan pagutan di bibirku kemudian aku di dorongnya ke kasur springbed hingga terlentang. Aku yang kaget didorongnya hanya bisa kaget dan pasrah mengikuti permainan dari Bu Juleha ini. Terlihat bu Juleha membuka tangktop dan melepaskan Bhnya karena tadi belum di buka, sebenernya aku tadi sudah berusaha membuka kaitan Bhnya akan tetapi namanya aku masih lugu dan bagaimana cara membukanya pun aku gak tahu sehingga Bhnya masih tetap terpakai.

Bu juleha terlihat sudah telanjang menyisakan CD hitamnya aja. Wow aku terpesona melihat bentuk badan bu juleha kalau boleh menilai dari 1-10 aku berani menilai bentuk badannya 10. Terlihat bu juleha menindihku di pagutnya lagi bibirku sambil tangannya memilin putingku sedangkan aku hanya mengelus punggungnya karena payudaranya yang besar menempel di dadaku. Kemudian dilepas bibirku wajahnya mengecup pipiku bahkan menjilatnya kemudian menuju kesamping wajahku megecup dan menjilat telingaku

“kamu tadi gak bisa membuka kaitan Bhku ya?? aaaaahhhhhh” bisiknya sambil mendesah. Aku pun tak kuasa menjawab karena badanku menggelinjang dan terasa merinding seperti melihat pocong atau kuntilanak.

“lain kali belajar membuka kaitan BH y? Aaahhhhhh” samar-samar kurang lebih kata -katanya seperti itu akupun udah gak bisa fokus. Kemudian kembali lagi mengecup menjilat seluruh wajahku dan menuju telinga kiriku. Aku pasrah mataku merem tanganku mengelus-elus area punggung sampai vantat bu juleha. Setelah dari telinga kecupannya turun menuju leherku. Aku kira sudah selesai acara merindingnya ternyata setelah kecupannya berada di leherku malah semakin merinding daripada ditelinga tadi. Terasa kecupan gigitan kecil di sekitar leherku

Sambil mengecup dan menggigit kecil leherku tak lupa tangannya memilin putingku setelah itu turun menjilat, mengecup, menggigit dadaku perut bahkan pusarpun tak lupa menjadi sasaran kecupannya hingga terakhir terasa kecupannya menuju putingku. Terlihat dijilat dikecup di sedot area putingku kadang terasa lidahnya bermain semakin menggelinjanglah badanku ini. Kalau kecupannya berada di puting sebelah kanan maka puting kiriku dipilin menggunakan tangannya begitupun sebaliknya. Setelah 10 menit menjilat menyedot dan mengecup putingku terlihat tangannya memegang batang si tole. Tangannya naik turun di batang kejantananku

“besar banget batang punyamu mas” katanya.

“namanya tole mbak, dulu aku pernah ukur sekitar 20 cm lebih te panjangnya” jawabku sambil tersenyum.

“ohh tole namanya. Le tole puaskan aku malam ini ya le” katanya sambil tertawa.

Terlihat bu juleha berusaha melepaskan celanan pendekku dan celana dalamku kemudian tangannya memegang batang berurat milik tole, terasa tangannya mengurut dan mengocok

“hai tole, salam kenal, jangan buat aku kecewa ya” katanya kepada batang kejantananku.

Setelah berkata seperti itu menjilat ujung (helm) /lubang kencing milik tole. Aku menggelihat menahan napas dan menahan kegelian di area tole yang rasanya sampai diubun. keringat di dahiku semakin deras keluar karena saking gelinya. Setelah mejilat di sekitar helm tole, tiba-tiba aku merasakn batang tole basah dan hangat setelah aku intip ternyata batang tole sudah masuk seluruhnya ke dalam mulut bu juleha. Nampak wajah bu juleha memerah sampai matanya melotot dan mengeluarkan air mata. Akupun kaget dan bingung.

”mbak, kenapa wajahnya kayak gitu ??” tanyaku. kemudian bu juleha mengeluarkan tole dari mulutnya hingga air liur keluar di sela-sela bibirnya

“ ini ngecek seberapa panjang batangnya tole, ternyata sudah masuk tenggorokanku, panjang banget si tole ini,punya bapak kalah jauh” jawab Bu Juleha. setelah mengatakan itu batang tole terlihat amblas lagi ke mulut bu juleha terlihat mulut bu juleha naik turun di batang tole

“ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..sluuruupppp..ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..sluuruupppp.ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..ssssluuuuuuuruuuupppp..sluuuuuuurrrruuuupppp..sluuruupppp.”

“Aaaaaaahhhhhhh.. sssshhhhhh….. aaahhhhhhhh……. sssssshhhh…. aaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhh…….. aaaahhhhhh…… ssshhhhhhhh…. Aaahhhhhhh…. sssssshhhhh ……… aaahhhhhhh……. ssssshhhh…. aaahhhhh…. sssshhhhhhh” akupun tak kuasa menahan desahanku karena baru pertama kali ini merasakan nikmatnya apa itu ORAL SEX. Setelah 15 menit mengoral si tole sepertinya ada tanda-tanda tole mau mengeluarkan lahar panasnya.

“Aaahhhhhh…. ssssssshhhhhh…….. aaaaaaahhhhhhh…… ssshhhhhh….Aaaahhhhh…. ssssshhhhh ……… aaahhhhhh……. sssssshhhh…. aaaahhhhhh…. sssssshhhhh…….. aaaahhhh…… sssshhhhhhh…aaakuuu mauuu keeluuaaarrrr te” desahku tak kuasa menahan tole untuk mengeluarkan lahar panasnya tetapi mulut bu juleha malah mempercepat gerakan naik turun di batang beruratnya tole, akhirnya…

CRROOTTT…. CRRROOOTTTTT… CROTTTTTTT.. CRROOTTT…CRROOOOTTT

Lima kali tole mengeluarkan lahar panasnya dan terihat mulut bu juleha masih mengulum batang berurat tole

GLEKKK..GLEKKK..GLEKKK…GLEKKK..GLEKK.

Terdengar 5x tegukan dari tenggorokan bu juleha yang menelan lahar panas dari tole. Tapi ktu belum cukup tertelan semuanya karena banyaknya lahar yang dikeluarkan tole terlihat di sele-sela bibirnya tedapat lelehan sperma tole dibibir bergerak menuju dagu bu julehan tapi dengan sigap bu juleha dengan gerakan tangannya menahan cairan sperma dan dimasukkan lagi ke mulutnya. Fix semua lahar panas yang dikeluarkan tole tertelan habis oleh mulut bu juleha.

” gini ya rasanya sperma dari perjaka ini..sengir, manis campur asin. Hehehehe. Tambah awet muda aku jadinya” ujar bu juleha terlihat bahagia setelah menelan sperma milik tole.

Pada umumnya setelah kontol mengeluarkan air kenikmatan (sperma) kebanyakan pada lembek dan butuh waktu untuk membuat berdiri batang kontolnya, tapi tidak dengan tole. Setelah mengeluarkan air kenikmatan itu malah tole gak mau tidur lagi tetap tegak berdiri menantang seolah siap untuk berperang di sesion 2 melawan si empal milik bu juleha. Emang bajindul nih si tole.

Setelah tole mengeluarkan sperma, aku langsung bangkit dan tanganku memegang dagu bu juleha kemudia melumat bibir tebal milik bu juleha tanpa rasa jijik aku melumat dengan nafsu bibirnya.. kemudia aku mendorong badan bu juleha hingga terlentang “saatnya aku yang main-main te”bisikku kepadanya sambil melumat lagi bibirnya stelah itu menuju pipi kiri aku jilati pipi yang putih kemerah-merahan itu kemudian ke telinga kiri bu juleha tak lupa tangan kiriku meremas gung besarnya memilin puting coklat kemerah-merahannya yang agak heran meskipun sudah memiliki anak tapi puting bu juleha kecil. Menambah keimutan dan kesempurnaan bentuk gunung milik bu juleha.perti sepasang kekasih yang di mabuk asmara

“Aaahhh…. ssshhhh ……… aaahhhh……. ssshhh…. aahhhhh…. ssshhh….. aaaahhhh…. ssshhhh…. Aaaahhh…. ssshhhhh ……… aaahhhh……. ssshhh…. aaahhhh…. ssssshhhhh” terdengar suara desahan bu juleha di sela-sela aku menjilat kupingnya dari kuping kiri aku balik ke wajahnya menjilat mengecup dahi,area mata, pipi kiri dan kanan, hidung mungilnya, bibir tebalnya hingga akhirnya ke bagian leher bu juleha.

Sama seperti yang bu juleha lakukan di leherku tadi karena dari kecupan bu juleha aku mengerti teknik yang bener cara mengecup,menjilat itu. Terdengar desahan bu juleha semakin keras. Setelah puas bermain di leher bu juleha aku turun ke area gunung bu juleha tanpa menyentuh putingnya terlebih dahulu aku gigit-gigit kecil payudara bu juleha sehingga banyak titik merah-merah di sekitar payudara bu juleha aku pun masa bodoh akan hal itu karena saking nafsunya menjamah payudara bu juleha stelah puas aku menuju perutnya agak berlemak itu aku jilat,kecup segala teknik aku keluarkan semua hingga ke area pusar akupun main-main disana lidah menerobs bagian dalam pusar tersebut, ada rasa pahit di dalam pusar tersebut tapi aku malah semakin nafsu menjilat itu.

Setelah puas bermain di daerah perut dan pusar aku naik lagi dan sekarang seranganku menuju puting indahnya bu juleha aku menjilet mengecup bahkan menyedot puting indahnya itu aku berharap ada air asi yang keluar dari putingnya itu akan tetapi itu tidak terjadi karena udah lama gak menyusui. Puting kiri dan kanan tak luput dari seranganku . kadang juga membuat titik merah disekitar aerola putingnya.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhh……. sssssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh….ssssssssshhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ssssshhhhhhhhhh….Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… aaahhhhhhhhhhhhh……. sssssssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh…. ssssssssshhhhhhhh” terdengar suara desahan sexynya.

Sepertinya daerah puting merupakan titik sensitif paling tinggi dari bu juleha. Ada kadang wanita titik tertinggi sentifnya ada dilehar, kuping, kadang ada yang diketiak menurut referensi buku dewasa yang pernah aku baca ketika STM dulu. Tak lupa juga sambil aku menyedot puting bu juleha tangan kiriku mulai turun ke bawah ke daerah selangkangannya yang masih di balut CD hitamnya. Tak disangka CD hitam yang berada tepat di bawah empal brewoknya basah sebasah-basahnya seperti baju yang kena air hujan. Tangankupun mulai menggesek pelan-pelan di empal yang masih terbalut CD hitam itu.

“aaaaaahhhhhhhhh… aaaaaaaahhhhhhhh… aaaaaaahhhhhh.. aaaaaaaahhhhhh… aaaaaahhhhhhhhh geeee…seeeeeeeekkkkkk yaaagggg ceeee…paaaaatttt saaayaangg” perintah bu juleha sambil mendesah desahan keenakan dan desahaannya juga semakin menjadi-jadi. Gak pake lama akupun mempercepat gesekan tangan sambil tetap menyedot kuat-kuat puting sebelah kanan dari bu juleha.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh aaaaaaaakkuuuuuuu keelllllll..luaaaaaaarrrrrrr nnnntunggg” desahnyaaa

SEEEERRRRRR….SEEEEERRRRRR…SEEEEEEEERRRRRR..SEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRRR

Kurasakan air kenikmatan merembes keluar dari empalnya membasahi CD hitamnya.. setelah gelombang klimaks selesai aku bangkit dari kenyotan susunya kemudian melepas CD hitam yang sudah sangat basah.

“Indahnyoooo” batinku ketika melihat secara langsung vagina milik bu juleha.

Dengan jembut yang tipis dan warnanya coklat muda kemerah-merahan menambah aku semakin nafsu. Aku jadi teringat film bokep yang pernah aku tonton untuk menjilat vaginanya.

”saatnya mempraktekkan apa yang pernah aku tonton” batinku. Aku pun menunduk tapi tinggal sejengkal dari vaginanya, kurasakan tangan bu juleha menahan kepalaku

“udaaahh nttuungg, kapan-kapan aja jilatinya, aku udah gak tahan gatel ini empalkuu sudah. Masukin aja si tole” perintah bu juleha sambil menahan kepalaku.

Aku pun menurut gak jadi menjilat dan akupun mulai mempersiapkan tole untuk bertempur melawan si empal “le tole, saatnya kamu beraksi, jangan mengecewakan.. buat bu juleha besok berjalan tertatih-tatih” perintahku kepada si tole sambil melirik wajahnya bu juleha yang hanya tersenyum pasrah. Kemudia aku mulai mengarahkan si tole ke vagina. Setelah tepat aku didepan lubang kenikmatannya, aku mulai mendorong masuk si tole.. kurasakan si tole mulai hangat, basah dan terasa geli akibat jepitan vagina.

“Sleeebbbbb… ssssllleeeebbbbbb…. sllleeeeeeeebbbbbb… ssllllleeeeebbbbbb… sssllleeeeebbbbbbb”

si tole yang keluar masuk lubang vagina kemudian tubuhku pun ke depan untuk memeluk bu juleha yang sedang terlentang , terasa dadaku bersentuhan dengan si gunung kembar yang besar itu. Aku pun mulai mencium bibirnya bu juleha sambil berpagutan dan bermain lidah, bu juleha pun mengimbangi permainan lidahku. Sambil tetap bermain lidah, pinggulku maju mundur menyangkul si vagina dengan alat cangkulnya bernama tole itu.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh….aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh” terdengar desahan bu juleha ketika pagutan kita terlepas. Aku mulai mengGAS pinggulku semakin cepat

CEPLOKKKK…CEPLOKKKK…CEPLOOOOKKKKK…CEPLOKKKKKK…CEPLOKKKKKKK…CEEEEPLOOOKKKK

Bunyi pahaku berbenturan dengan paha bawah bu juleha. Kemudian tole kurasakan sudah mau mengeluarkan lahar panasnya lagi “GAWAT, tole mau keluar lagi” batinku saat itu. Akan tetapi tiba-tiba bu juleha berteriak “stoppp mas.. stopp..stoppp.. hentikan dulu genjotannya” perintah bu juleha. Akupun menghentikan proses nyangkulnya.

“ada apa mbak?” tanyaku dengan wajah kebingungan tapi tole tetap dalam sangkarnya si empal..

“gini lho mas teknik bercinta itu, awal-awal jangan terlalu nafsu dan menggenjot dengan kecepatan tinggi. Aku tebak tole udah mau mengeluarkan sperma kan? Aku belum merasakan klimaks lagi lho ntung” ucapnya sambil tangannya membelai-belai rambutku.

“kok tahu kalau tole mau keluar mbak?”tanyaku membenarkan apa yang dikatakan bu juleha

“ya tahulah kamu belum apa-apa sudah genjot dengan kecepatan tinggi. Kontol siapapun, sebesar apapun juga cepet keluar kalau kayak gitu.” Bu juleha memberikan penjelasan kepadaku

“terus aku harus bagaimana biar tole gak cepet keluar mbak? mbak juga kelihatan belum mau klimaks” tanyaku sambil mendengarkan pelajaran biologi ini.

“awal-awal pelan-pelan dulu menggenjotnya biarkan tole beradaptasi, gak hanya tole, kamu juga harus bisa beradaptasi, otak- nafsu- tole alurnya kayak gitu. Otak sebagai pengatur strategi dan ritme, nafsu sebagai penyalur aliran otak, kemudian tole sebagai ujung tombak yang siap untuk mengalahkan musuhnya. Paham kamu mas?” kata bu juleha memberikan gambaran anatara otak-nafsu dan tole.

Aku membayangkan permainan sepak bola bagaimana caranya tim bisa menang atas lawannya. Otak sebagai bek atau bisa jadi gelandang bertahan yang fungsinya mengatur ritme permainan, nafsu sebagai playmaker, dan tole sebagai striker mematikan. Kalau gelandang bertahan gak bisa mngatur ritme pasti permainan acak-acakkan serangan demi serangan akan patah, playmaker tergantung ritme yang diberikan gelandang bertahan sehingga striker akan mengalami kesulitan mencetak gol dan bisa jadi tim itu akan kalah.

“oke, aku paham akan penejelasan tante tapi gimana caranya mengatur ritme agar tole tidak cepet keluar?” Tanyaku

“alihkan pikiranmu ke yang lain tapi genjotan tetap dilakukan, kalau nafsumu sudah bisa kamu tahan dan tole sudah bisa beradaptasi di empal it tingkatkan ritme genjotanmu secepat apapun genjotanmu tapi kamu sudah bisa menahan aliran sperma dari tole biar gak cepet crot. Gitu sayang.” Kata bu juleha memberikan penjesalan yang di akhiri kecupan manjanya ke bibirku.

“oke mbak, aku akan mencoba” ucapku. Kemudian aku mulai menggenjot pelan-pelan sambil pikiranku aku alihkan untuk menekan nafsu. Ini aku lakukan agar si tole bisa bertahan lama saat bertempur.

SLEEBBB…SLEBBBBB..SLEEEEBBBBBB SLLEEEEEEEEBBBBBBB

Begitulah bunyi dari tole yang keluar masuk ke liang senggama bu juleha. Akupun menemukan cara mengalihkan pikiran dan menekan nafsu dengan cara menghitung setiap genjotan si tole.

Dan ajaib setelah melakukan cara itu sperma yang rasanya sudah mau keluar dari batang berurat tole perlahan seperti kembali lagi ke dalam. Aku mulai menikmati enaknya bercinta ini. Dan bu juleha juga semakin menikmati buktinya suara desahannya keluar

“Aaaaaaahhhhhhh…. ssssssshhhhhhhh ……… sssssshhhhhhhhhhhh……. sssssshhhhhh…. aaaahhhhhhhhhh….sssssshhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……sssssshhhhhhhhhh….sssshhhhhhh…. aaahhhhhhhh ……… sssssshhhhhhhhhh……. aaaaahhhhhh…. sssssssshhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh”

Setelah di rasa tole semakin kuat berada di liang senggama empal brewok.. maka genjotanku mulai menaikkan kecepatannya hingga sampai 160km/jam.

CEPOKK…CEPOKKKK…CEPOKKK…CEPOKKKK…CEPOKKKK…CEEEEPLOOOKKKK.. CEPOKKKK…CEPOKKKK…CEPOOOOKKKKK…CEPOKKKKKK…CEPOKKKKKKK…CEEEEPOOOKKKK… CEPOKKKK…CEPOKKKK…CEPOOKKKK

Bunyi benturan pahaku dengan paha bu juleha terdengar begitu keras, tidak hanya sura paha desahan bu juleha juga semakin nyaring bunyinya, sepertinya bu juleha ini tipe-tipe wanita berisik saat bercinta.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh….aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh aaaakuuuuuu keelllluuuuaaaarrrrr nnnntuuuuunggggg.. oooohhhhhh” desahnya keras.

SERRRRR…SERRRRRRR…SEERRRRRRR…SEEEEEEEERRRRRRR

Siraman air kenikmatan yang berasal dari vagina itu membasahi batang berurat tole. Setelah menikmati klimaksnya bu juleha meminta posisi menjadi WOT.

HOSSSHHH.. HOOOOOSSSSHHHH.. HOOOOSSSSSHHHH

“ganti posisi mas aku yang di atas” katanya. aku pun menarik bu juleha dari posisi terlentang menjadi duduk dan berganti aku yang terlentang, sebelum bersiap diposisinya bu juleha menyempatkan mengulum si tole

“kamu sudah berhasil memuaskanku le, saatnya kamu yang aku puasin” ucapnya kepada batang kejantananku, setelah berucap di ujung batang berurat tole kemudia bu juleha memposisikan batang tole ke liang senggama si vaginanya.

“oooooohhhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhhhhhh… besarnya si tole ini sampai mentokk..ohhhhhhh.. nikmatnyoooo.. oohhhhhhh” ucapnya sambil mendesah saat tole menyeruak masuk ke dalam liang senggama.

Setelah diam sebentar pinggul bu juleha mulai bergoyang, mengulek batang si tole, sambil bergoyang tak lupa juga bibir bu juleha semcium bibirku telinga, leher, jadi sasaran bibirnya. Di samping bibirnya tangaanya bu juleha juga aktif mengelus-elus dada bidang memilin putih.

“aaaaaahhhhhhh…oohhhhhhhh…sssshhhhhh.. enak te, rasanya aku melayang ke surga ..nikmatnya goyangan tante.. ohhhhhhhh…” ucapku karena tole digoyang, putingku di rangsang, leherku di jilat. melayang rasanya diriku ini. Tapi untung aku sudah bisa menahan nafsuku jadi meskipun tole di goyang, dada dan leher di rangsang aku bisa menekan sperma agar tidak keluar dulu.

Selang 15 menit kemudian serangan ke dada dan leher pun di hentikan kemudian badan bu juleha di tegakkan kemudian tanganku di bimbing untuk meremas gunung kembarnya dan memilin putingnya. Sedangkan bu juleha menggoyang si tole dengan kecepatan tinggi.

CEPOKK..CEPOKKK…CEPOKKKK…CEPOKKK

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh….aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh aaaakuuuuuu piiiiiipiiiissssss sayaaaanggggg.. oooohhhhhh” desahnya keras

CRIITTTTT….CRIIITTTTT… CRIITTTTTT… CRIITTTTTT..

Wow bu juleha squirt ternyata. Setelah mengeluarkan air squirt bu juleha ambruk di atas badanku.

HOSH..HOSH..HOSH.

“kamu kok kuat banget ntung, baruu pertama ini tante merasakan squirt” bu juleha terlihat kelelahan akibat terlalu bersemangat bergoyang.

“berkat tante juga udah di ajari bikin si tole kuat” jawabku lega udah bikin bu juleha squirt.

“hosh..hosh..hosh emang pinter kamu.. istirahat dulu sebentar ya. Tolong ambilin minum” perintahnya. setelah bilanmg seperti itu aku memindahkan badan bu juleha ke sampingku, kemudian aku beranjak ke dispenser yang berada dalam kamarnya tersebut.

Setelah selesai meminum bu juleha sepertinya sudah kuat lagi, kemudian saya ajak untuk mencoba doggy style di tepi kasur, sedangkan posisiku berdiri di atas lantai. Aku mulai mengarahkan tole ke lubang kenikmatan empal brewok milik bu juleha. Terlihat masih licin empal brewoknya bu juleha ketika batang tole mulai memasukinya. Akupun mulai menggenjot pelan-pelan.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh….aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh geee liiiiii empalkuuuaaaakuuuuuu nnnntuuuuunggggg.. oooohhhhhh”

Setelah 10 menit doggy nampak terasa sperma sudah mulai keluar dari sarangnya menuju ujung dari batang si tole. Akupun langsung menaikkan genjotan seperti biasa 160km/jam.

” CEPOKKKK…CEPOKKKK…CEPOKKKKK…CEPOOKKK…CEPOKKKK…CEEPOOOKK.. CEPOKKKK… CEPOKKKK… CEPOKKK… CEPOKKK… CEPOKKK…CEPOOKKKK… CEPLOKKKK…CEPOKKKK…CEPOOOKKKKK…CEPOKKKKKK… CEPOKKKK….” bunyi benturan pahaku dengan pantat bu juleha terdengar begitu keras.

“Aaaaaaahhhhhhh…. ooooohhhhhhhh ……… ooohhhhhhhhhhhh……. ooooooohhhhhh….aaaahhhhhhhhhh….oooooohhhhhhhh……..aaaaaaahhhhhhhhhh……ooooohhhhhhhhhh….oooohhhhhhh…. oooohhhhhhhh ……… ooooohhhhhhhhhh……. ooooohhhhhh…. ooooohhhhhhhh…. ooooohhhhhhhh aaaakuuuuuu mmmaaaaaaauuuuuu piiiiipiiiiisssss lagi nnnntuuuuunggggg.. oooohhhhhh” desah Bu Juleha

“aaaaaahhhhhh….ooohhhhhhhh…oooohhhhhh aku jugaaaaa mauuuu keeluuuaaarrrr teeee.. dikeeeluuuaaaariiiinnn dimaaannaaaaa tee?” tanyaku sambil mendesah juga.

“di daleeeeemmmmm ajaaaaa ntuuuuungggggg aakuuuu piiipiiissss lagii iiniiii” jawab Bu Juleha dengan mendesah

CRIITTTTT….CRIIITTTTT… CRIITTTTTT… CRIITTTTTT..

2x sudah squirt Bu Juleha gak lama kemudian si tole mengeluarkan lahar panasnya ke lubang vagina.

CR0OOOOTTTTT….CROOOOOOTTTTT… CROOOTTT… CROOOTTTT..CRROOTTTT

5X spermaku keluar dari batang tole. Kemudian aku ambruk di sebelah badan bu juleha kemudian aku mulai mencium dahi dan bibirnya

“makasih mbak, pengalaman bercinta yang luar biasa. Love you” bisikku. terlihat bu juleha mengangguk dengan tersenyum kepuasaan sambil merem matanya.

Aku lirik ke jam dinding yang ada di dalam kamar tak terasa 2 jam dimulai dari memijat hingga aku bercinta dengan bu juleha. Kemudian mataku mulai meredup menampakkan kelelahan dan butuh istirahat. Kemudian aku pamit ke kamar untuk tidur. Awalnya bu juleha meminta untuk tidur di kamar tetapi terlalu beresiko karena siapa tahu besok bangun kesiangan sedangkan mbok yati biasanya habis subuh sudah datang ke rumah untuk memasak dan bersih-bersih rumah. Setelah bebersih dikamar mandi deket kamar, akupun beranjak ke kamar dan langsung terlelap.

(To Be Continue)

Daftar Part

Cerita Terpopuler