. Skala Kehidupan Part 7 | Kisah Malam

Skala Kehidupan Part 7

0
301

Skala Kehidupan Part 7

KERJA ITU INDAH

DAH

Bu Juleha

Masa depan siapa yang memiliki?
Mereka adalah orang yang percaya akan keindahan impian
Yang mereka bentuk sendiri
Sekarang kita bisa memulainya
Jangan di tunda-tunda
Kapan lagi? esok? Lusa? Tahun depan?
Meski tidak ada kata terlambat
Setidaknya kita tidak ketinggalan
Karena kita tidak tahu
Apa yang terjadi esok dan lusa
Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita
Kecuali kita yang menghaturnya
Karena masa depan akan selalu menunggu
Kehadiran kita
Yang selalu berusaha keras

Kemilau berlian tersinari oleh sang fajar yang baru bangun dari tidurnya
Sembari memberi isyarat jika banyak cita yang akan di capai di pagi yang cerah ini
Mentari terbit laksana memberikan senyuman yang menarik diri untuk bangun dari keletihan yang memaksa diri tak bergerak
Memaksa untuk melihat masa depan yang tak akan datang tanpa ada sebuah gerakan

*****

TOK.. TOK.. TOK !!

“ Mas Ntung bangun.. !! udah jam 6 pagi lho.. “ terdengar suara Mbok Yati dari luar..

“Hooaaammmzzz.. Iya Mbok.. makasih “ jawabku sambil merentangkan dua tangan.

Aku melihat ke bawah ternyata aku sudah memakai pakaian lengkap sama celana pendekku. Aku mengingat – ingat kejadian semalam, dimana peristiwa yang terjadi mendadak karena Ine merenggut perjakaku. Nyesel campur senang melingkupi diriku. Nyesel karena aku melakukan perbuatan hina ini terhadap seseorang yang sudah aku anggap kakakku. Seneng karena yang merenggut perjakaku Ine seseorang yang sudah punya tempat tersendiri di hatiku.

“ Apa tadi malam yang memakaikan celananku Ine ya ? “ pikirku, seingatku tadi malam aku tidur setelah pertempuran masih dalam keadaan telanjang. “ ah pusing, sebaiknya bersih-bersih dulu lah di kamar mandi “ batinku.

Aku pun beranjak keluar kamar tapi balum sampai di kamar mandi aku melangkah dulu di dapur. Terlihat ada Mbok Yati dan Bu Juleha,

“ Pagi Bu !! Pagi Mbok !! “ sapaku kepada mereka berdua.

“ Pagi juga Mas “ jawabnya serentak.

“ Kusut amat ? buruan gih cuci muka sana !! “ ucap Bu Juleha

“ hehe.. iya Bu, Bu mau tanya.. Apa Mbak Ine tadi malam pulang ke rumah ?” tanyaku kepada Bu Juleha.

“ Ha ?? gak ada Ine pulang. Kenapa memangnya? “ Jawab Bu Juleha

“ Lho.. bukannya tadi malam aku denger suara Mbak Ine ya Bu” Ucapku beralasan. Masak aku mau jujur kalau semalam Ine bersenggama denganku.

“ Enggak ada pulang,, jam berapa kamu denger suara Ine?” Tanya Bu Juleha kebingungan.

“ Masak Bu? Apa aku salah denger ya? Apa jangan denger suara penunggu rumah ini ya ?” Jawabku yang bingung antara percaya dan tidak percaya.

“ Pagi – pagi sudah bicara nglantur, sudah cuci muka sana.. jangan lupa nanti jam 9 latihan nyetir sama Mbah Man.. “ Ucap Bu Juleha

“ Hehehe. Iya Bu. Yaudah permisi kalau begitu. “ Ucapku sambil garuk – garuk kepala yang tidak gatal sambil memikirkan peristiwa tadi malam.

Aku pun berbalik menuju kamar mandi. “ Sialll. Terus siapa yang merenggut perjakaku. Jelas – jelas terlihat Ine tadi malam.” Batinku sambil berjalan di kamar mandi.

Setelah menutup pintu, tanganku aku masukkan ke dalam celan dalamku untuk mengecek batang kejantananku..

ohh shiitttt.. ternyata aku mimpi basah “ gumamku pelan setelah tanganku menyentuh bekas sperma yang sudah mengering di celana dalam. Setelah tahu kalau semalam hanya mimpi belaka dengan rasa kecewa aku mandi junub.
(Selamat untuk netijen +62 yang benar menebak jawaban mimpi teles, ane gak bisa ngasih hadian give away, ane Cuma bisa ngucapin makasih. Semoga di balas Tuhan YME. Wakakakakaka)

Pagi ini aku punya semangat baru, aku mulai bekerja mulai pagi ini. Meskipun masih dalam tahap latihan menyetir tapi aku semangat karena mulai hari ini aku akan mengejar mimpi untuk menjadi orang sukses.

Untuk menyapu dan menyiram tanaman sudah di pegang sama Mbok Yati, tapi pagi ini aku membantu Mbok Ti untuk mengisi waktu karena aku masih training atau belajar nyetir, tinggal menunggu mbah man selesai mengantar Pak Karim ke gudang tempat karyawan meubel bekerja setelah itu baru aku di ajari mbah man menyetir mobil.

Tepat jam 9 pagi aku diajari mbah man menyetir, dan pertama aku di latih di lapangan terlebih dahulu karena resiko menabrak kalau langsung berlatih dijalanan. Mobil pertama yang aku kendarai pick up yang persnelingnya manual. Mbah man mengajari aku dengan penuh kesabaran sesekali obrolan mesum dilontarkan mbah man yang bertujuan agar aku tidak terlalu tegang, karena pick up yang aku kendarai tidak ada Air Conditioner (AC) dan suasana panas di tambah aku deg-deg an maka keringat yang aku keluarkan cukup deras sampai bajuku basah dari keringat.

Yang pertama bagaimana aku di ajari caranya ngopling dan memindahkan gigi, kemudian berjalan di jalan lurus. Karena pertama kali meskipun setir yang aku pegang lurus ke depan tapi mobil rasanya bergerak agak menyerong ke kanan maupun ke kiri. Setelah aku bisa menjalankan mobil dengan lurus tanpa menyerong selanjutnya aku di ajari cara ngerem pelan-pelan, setelah itu diajari cara berbelok kanan maupun kiri.

Sudah 3 jam aku berlatih di lapangan, jam menunjukkan pukul 12.00 dan mbah man mengatakan bahwa cukup untuk latihan siang ini. Nanti jam 2 di lanjut lagi latihannya sampai pak Karim telpon untuk minta dijemput. Dan menuju pulang ke rumah aku disuruh mbah man untuk pelan-pelan mengendarai mobil di jalanan.

Aku berusaha kokus dan hati-hati mobil pick up ini aku kendarai menuju rumah pak Karim,. Terlihat beberapa kali aku mau menyenggol pengendara lain untung aku tidak panik dan bisa memegang kendali. Terdengar umpatan-umpatan dari pengendara lain karena melihat aku masih belum begitu lancar mengendarai mobil. Rasanya aku pengen ngasih tulisan ‘ latihan mengemudi ’ di depan bemper dan di belakang mobil. Pertama kali mengendarai mobil rasanya seperti lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak 20x. Akhirnya aku sudah sampai di halaman rumah pak karim. Lega sudah aku bisa melewati uji nyali pertama mengendarai mobil langsung ke jalanan. Terlihat Mbah Man malah tertawa lepas ketika mendengar umpatan atau aku hampir menyenggol pengendara lain. Melihat wajahku panik dia terlihat bahagia. Aneh memang manusia satu pecinta binor itu.

Setelah selesai istirahat dan makan siang tepat jam 2 siang, aku belajar latihan lagi di jalan muter-muter kota sama seperti pagi tadi. Cacian, umpatan beberapa kali terdengar dikarenakan telingaku sudah kebal aku gak merespon setiap umpatan pengendara itu. Aku tetap fokus dan konsentrasi agar tidak menabrak. Aku belajar mobil sampai jam setgah 5 setelah itu mbah man menjemput pak Karim di gudang meubel sedangkan aku membantu Mbok Ti untuk menyapu dan menyiram tanaman lagi di lanjut mencuci mobil setelah mbah man selesai menjemput pak Karim untuk mengisi waktu longgar.

******

Satu minggu kemudian aku sudah lancar mengemudi mobil, maju mundur dan Parkir mobil dan sebagainya sudah aku kuasai. SIM A telah aku dapat karena lewat kenalan Pak Karim aku Cuma disuruh menyetor foto aja tidak perlu ikut test di kantor samsat lagi. Dan mulai besok aku sudah siap untuk mengendarai perdana mengantar Bu Juleha.

Selama aku belajar mngendarai mobil Bu Juleha pulang pergi dari luar kota untuk mengedealkan lahan yang mau di buat mini market. 2 kota sekaligus Bu Juleha mau melebarkan bisnis mini marketnya. Untuk alur kerja yang pertama ini aku mengantar Bu Juleha ke tokonya singgah sebentar kemudian mengantar bu Juleha ngecek renovasi toko yang berada di luar kota itu. Kadang kala aku sendiri yang di suruh mengecek renovasi sebagai langkah awal aku menjadi wakilnya Bu Juleha sedangkan Bu Juleha sendiri mengontrol toko yang ada di dalam kota. Hampir 1 bulan lamanya pengerjaan renovasi 2 toko yang berada diluar kota itu selesai.

Di samping jadi sopir aku di tugaskan bu Juleha sebagai wakilnya atau bisa di katakan tangan kanannya.yang bertanggung jawab atas dua tokonya itu. Segala penjualan, stok gudang, pasokan barang dan lain-lain aku yang menghandel. Struktur organisasinya Bu Juleha sebagai CEO (bos), aku sebagai wakilnya, kepala toko, kasir dan beberapa penjaga toko. Di samping sebagai wakilnya, aku juga merangkap sebagai sopirnya.

Bulan pertama aku begitu kesulitan karena ini pengalaman kerjaku yang pertama, aku sering belajar bersama bu Juleha bagaimana menghandel seluru proses bisnis mini market itu. Tapi dalam jangka waktu relatif pendek aku sudah bisa menguasai alur dari proses bisnis dan manajemen mini market itu.

Komunikasiku dengan Bu Juleha berjalan lancar dan intens, ketika berbicara aku sering grogi apalagi kalaau terlalu dekat aku, rasanya seperti jantung mau copot. Wajah bu Juleha yang cantik apalgi di tunjang bodynya yang aduhai kadang-kadang batang kejantanan mengsle nengen (kanan) (Nb : aku emoh niru kisanak yang senengane mengsle kiwo). Benih-benih kekagumanku dengan Bu Juleha mulai tumbuh dan berkembang. Tapi aku masih sadar Bu Juleha itu siapa ? Sehingga aku selalu menepis pikiranku yang kadang – kadang berpikir mesum ke Bu Juleha.

******

Pagi-pagi aku sudah bangun membersihkan dan bila perlu mencuci bagian luarnya saja biar tidak berdebu. Setelah acara bersih-bersih aku pun mandi dan dandan, kemudian sarapan dan ngopi sembari menunggu Bu Juleha untuk berangkat ke mini marketnya.

Terlihat Bu Juleha sudah siap dan aku menyudahi acara ngopi.

“ Mas sudah siap mobilnya?” teriak bu juleha.

“ Sudah siap Bu tinggal berangkat aja.” jawabku kepada bu juleha.

“ Mama berangkat dulu ya pa.. Assalamualaikum doakan lancar” ucap bu Juleha sambil berpamitan kepada pak karim.

“ Saya juga berangkat dulu Pak” aku juga berpamitan kepada Pak karim

“ Iya hati-hati kalian berdua. Semoga lancar penjualan tokonya hari ini” kata Pak Karim
“ Aminn ” ujarku bebarengan dengan Bu Juleha.

Setelah itu kita berjalan ke arah mobil dan aku mulai mengendarai mobil menuju toko di dalam kota dulu selanjutnya 2 kota sebelah. di dalam mobil aku dan Bu Juleha ngobrol-ngobrol ringan.

“ Mulai sekarang kalau lagi diluar jangan panggil Bu lagi. keliatan aku tua banget. Panggil aja mbak biar lebih akrab bagaimanapun kamu sekarang jadi wakilku biar tidak ada jarak” ujar Bu Juleha memulai obrolan.

“ Bener gak apa-apa aku panggil Ibu dengan sebutan mbak? “ Tanyaku kepada Bu Juleha

“ Iya gak apa-apa gini-gini jiwaku juga masih muda meskipun umur sudah tua, tapi manggil mbak di jam kerja aja kalau di luar kerja panggil Ibu aj” Jawab Bu Juleha.

“ hehe. Siaapp lagian gak kelihatan kok mbak kalau udah tua. Masih cantik kinyis-kinyis” Ujarku sambil sedikit menggodanya

“ masak ? Gak lagi nggombal kan?” Tanya Bu Juleha dengan wajah yang sedikit memerah.

“ eh.. maaf keceplosan tadi mbak, spontan aja jawabku tadi.” Ujarku malu – malu.

“ So? Itu jawaban jujur atau Cuma menggoda aku” tanya Bu Juleha

“ hehe. Jujur mbak, sumpah. Masak Boss sendiri di goda.” Jawabku yang agak kikuk

“ hehe. Makasih mas, gak sia-sia donk perawatanku selama ini” ujar Bu Juleha. Memang setiap weekend Bu Juleha sering mengahabiskan waktu di salon untuk merawat wajah dan badan.

“ hehe iya mbak” jawabku sambil tersenyum.

“ ohya nanti kita bagi tugas ya, kamu ngecek stok gudang dan aku mau ngecek penjualan dan pembukuan keuangan. Agak siangan dikit kita ngecek di luar toko luar kota sekarang ngecek toko yang di dalam kota dulu” Ucap Bu Juleha

“oke siap mbak” Ujarku.

Setelah sampai toko kita sama-sama bagi tugas aku menju gudang dan mengelist barang mana yang stoknya tinggal sedikit dan perlu di pasok lagi sedangkan bu Juleha mengecek penjualan berserta keuangan.

Setelah agak siang kita pindah ke toko yang ebrada diluar kota. Kita sempet singgah di rumah makan untuk beristirahat dan makan siang bersama Bu Juleha. Selama perjalanan kita saling ngobrol, diskusi pandangan-pandangan masalah bisnis, politik indonesia, bahkan gosip artis pun kami obrolkan dan banyak hal lagi yang kami diskusikan selama perjalanan, beruntung aku dulu sering membaca buku, koran, mapun menonton berita. Jadi bisa mengimbangi apa yang menjadi bahan diskusi kami.

Begitulah sehari-hari aku bekerja menjadi supir maupun wakil dari Bu Juleha. Aku semakin akrab dengan beliau. Obrolan ringan, diskusi serius, bercanda apapun mewarnai kebersamaanku dengan Bu Juleha. Aku semakin nyaman kalau lagi dekat dengan beliau.

Aku tidak lagi menganggap Bu Juleha sebagai atasanku malah aku menganggap seperti teman bahkan sahabat. Bu Juleha tidak lagi menganggap aku sebagai bawahan atau orang tua dengan anak, dia menganggap aku sebagai temen dan rekanan bisnis. Kadang kalanya dia seperti orang tua memberikan aku petuah-petuah seputar kehidupan, kadang kalanya juga tentang usahanya banyak masukan-masukan untuk mengatasi masalah di usahanya seperti ide-ide untuk membuat barangnya lebih laku dan di terima di pasaran, kadang juga gosip seputar karyawannya, tetangganya, bahkan kita pernah obrolan tentang Ine juga.

“ Malau mbak perhatiin kamu kok sepertinya belum pernah bawa pulang pacar?” tanya Bu Juleha

“ Boro-boro punya pacar mbak, coba mbak pikir STM mayoritas cowok semua, setelah pulang sekolah juga langsung banyak kerjaan yang belum selesai, lagian aku juga masih memandang status yang gak seberuntung temen-temen jadi masih minder mbak.” Jawabku diplomatis
“ Ohh gitu. Jadikan ketidak keberuntunganmu cambuk agar kamu sukses mas tapi baguslah kalau begitu, cari pacar kalau udah sukses dan bisa menghasilkan uang dulu. Sekarang fokus kerja dulu” ucap Bu Juleha memberi petuah.

“ Iya mbak, hehe. Tapi sering grogi kalau deket sama cewek mbak” Ujarku

“ lha sekarang kan aku cewek. Apa kamu grogi?” Tanya Bu Juleha dengan wajah genit.

“ ya kan sudah sering bersama, awalnya dlu grogi tapi sekarang udah enggak” jawabku malu – malu.

“ ya makanya awal-awal aja kan. Lama kelamaan juga enggak, tapi sebentar – sebentar kamu gak hom-hom kan ? hehehe” Bu juleha masih tetap menggodaku.

“ enak aja hom-hom, normal ini mbak” jawabku sambil meyakinkan Bu Juleha.

“ iya-iya percaya, pokoknya pelan-pelan aja cari cewek. Jangan terburu-buru” bu jeuleha mulai memberika petuah-petuahnya.

“iya. siap mbak.” Godaku

Begitulah obrolanku sehari-hari bersama Bu Juleha yang membuat aku semakin nyaman. Cinta ke bu juleha? Bisa jadi tapi aku gak mau itu terjadi. Sungguh berdosa aku ke Pak Karim kalau sampai aku jatuh cinta ke Bu Juleha.

******

Sudah 4 bulan berlalu sejak mini market yang berada di luar kota berdiri berarti sudah hampir 5 bulan sejak aku jadi supir sekaligus wakilnya bu Juleha. Growth pertumbuhan mini market dari bulan ke bulan mengalami kenaikan. Bu Juleha merasa senang atas pencapaian karyawan tokonya dan tentu saja aku. Beliau mengucurkan bonus yang lumayan dalam pencapaian 4 bulan ini.

Kedekatanku dengan bu Juleha terus berlanjut. Bu Juleha sering curhat masalah-masalah kecil tentang suami, anak, dan sebagainya. Waktu aku tanya kenapa dia memilih cerita kepadaku?, jawaban dia karena sudah nyaman sama aku. Aku sudah di anggap lebih dari sekedar sahabat. Aku gak tau maksud dari jawaban bu Juleha. Tapi yang penting aku juga nyaman berada di deket Bu Juleha.

Mulai hari ini, ada yang beda dengan Bu Juleha, gak biasanya beliau murung seperti ini, sejak di jalan tadi beliau selalu diam seperti ada permasalahan yang aku gak tahu masalahnya itu apa. Sepanjang perjalanan tadi kita diam-diam padahal biasanya Bu Juleha selalu mengajak ngobrol, ada aja yang dibahas, kemudian muncul ide untuk mencairkan suasana.

“ Mbak, kemarin malam ada cerita lucu lho? ” aku mencoba untuk mencairkan suasana padahal kemarin malam gak ada cerita lucu apa-apa.

“…….” Bu juleha terdiam

Sepertinya gagal caraku seperti itu. Mungkin aku langsung to the point aj.

“ Ehm.. maaf mbak, tadi aku lihat mbak sepertinya ada masalah ya.. kalau tidak keberatan cerita aja mbak, gak baik disimpan sendirian nanti bikin cepat tua, rambut beruban semakin banyak lho” tembakku tapi sedikit memberikan lelucon.

“ enak aja, aku tiap minggu perawatan wajah sekaligus rambut lho kok di bilang ubanen” yess sepertinya berhasil.

“ wkwkwkwk. Bercanda mbak, gitu donk bicara, jangan diem – dieman” Ujarku dengan bercanda

“ kamu emang kadang-kadang nyebelin, itu lho si Ine, udah aku kirim uang sebulan sekali eh 2 minggu minta transferan lagi, kasih uang untuk 2 minggu eh seminggu udah minta lagi, pusing aku mas.” Curhat Bu Juleha

“ ya namanya kuliah diluar kota dan sendiri, mungkin ada kebutuhan mendesak mbak jadi di tengah-tengah jalan uang kiriman sudah habis.” Jawabku mencoba berpikiran positif.

“ tapi gak hanya sekali lho mas, berkali-kali seperti itu.” Jawab Bu Juleha

“ oke-oke mungkin mbak, mungkin di tanya buat apa, kalau memang buat kuliah gak apa-apa kan mbak sapa tahu buat beli buku dan lain-lain, kan kita gak tahu kuliah kedokteran seperti apa.” Jawabku mencoba berprasangka baik.

“ iya juga ya. Itu aku pikir masalah ringan sebenernya. Tapi ada satu lagi mas yang bikin aku gak ceria hari ini” ucap bu juleha

“ kalau boleh tahu apa mbak?” tanyaku

“ mmmmmmm … mmmmmmmmm …. mmmmmmmmm … aku malu ngungkapinnya mas”. Ucap Bu Juleha

“ kalau mbak belum bisa cerita gak apa-apa kok, tapi jangan ditekuk gitu wajahnya, nanti cantiknya hilang lho mbak” ucapku menggodanya. entah setan dari mana aku keceplosan bilang seperti itu.

Tanpa sadar Bu juleha menatapku lama. ”eh maaf mbak kalau aku salah ucap” ucapku. Aku semakin merasa gak enak sama Bu Juleha.

“ bener masih cantik?” Tanya Bu Juleha sambil menatapku.

“ ………… ”

“ Diem kan kamu, gak bisa jawab pasti tadi bohong” aku lihat mulai berkaca-kaca matanya

“ be..be..benaran kok mbak, masih cantik, apalagi tante sering nyalon seminggu sekali, pasti awet cantiknya”.

“ Serius? Kalau tubuhku gimana masih sexy?”tanya bu Juleha sambil mengedipkan mata.

“ iiii…..yaaaa masih sexy pake banget kok mbak” jawabku terbata-bata

“ Tapi kok bapak gak pernah nyentuh aku ya” ucap Bu Juleha dengan sedih. Ohh ini yang bikin dia cemberut terus daritadi.

“ Gak mau nyentuh bagaimana ya mbak,perasaan tadi aku lihat bapak nyentuh gitu te, bahkan berangkat tadi aku lihat tante cium tangannya bapak” ucapku dengan bingung sekaligus agar membuat tenang.

“ Bukan gitu mas. Kamu kok polos banget??. Nyentuh itu maksudnya berhubungan suami istri” Bu Juleha mencoba menjelaskan apa arti menyentuh.

“ oohh maaf gak tahu beneran aku mbak, mungkin bapak capek mbak tahu sendiri bapak seharian ke gudang kadang ngecek ke pabrik yang barangnya di suplay bapak,ke toko meubel untuk tagihan. bolak balik keluar kota kayak mbak sekarang ini. Kadang juga bapak sampai keluar pulau untuk menagih lagian umur bapak juga gak semuda dulu jadi tenaga terforsir” ucapku mencoba menghibur Bu Juleha.

“ ya kadang kalanya kita butuh untuk memenuhi kebutuhan rohani atau batin mas, sekedar merefresh akibat jenuh di pekerjaan. Tapi bapak selalu bilang capek-capek terus. Mungkin bener ucapan kamu”. Ucap bu Juleha sambil tatapannya kosong.

“ ya sabar aja mbak, mungkin mbak perlu bicarakan dahulu dengan Pak Karim permasalahan mbak ini” ucapku diplomatis

“ iya deh coba nanti aku bicara sama Bapak, sapa tahu dapat solusinya” jawab Bu Juleha

“ Aminn” jawabku

Setelah selesai ngobrol mobil pun sudah memasuki halaman mini market. Kemudian aku parkir mobinya.

“ Oh ya mas tolong jaga rahasia yang barusan aku ceritain ya. Setelah aku curhat entah kok kenapa kok agak plong sudah gak sesedih tadi.aku juga gak boleh egois mikirin diri sendiri mungkin bener bapak lagi capek.“ ujar Bu juleha

“ syukurlah mbak kalau udah plong, pokoknya gini aja mbak, kalau butuh bantuan aku siap membantu untuk mengusir kegalauan yang mbak alami……..” ucapku yang belum selesai bicara lang dipotong Bu Juleha.

“ beneran ya? Janji dulu sama mbak ?” tanya Bu Juleha

“ iya mbak aku janji, yang penting mbak gak sedih kayak tadi” jawabku agar Bu Juleha melupakan masalah yang membuatnya sedih dan cemberut kayak tadi.

“ oke sekarang mbak masuk toko dulu, silahkan kamu kerjakan apa yang harus dikerjakan. Sudah gak perlu aku intruksikan apa aja ya.. ” ujar Bu juleha sambil membuka pintu mobil

“oke siap mbak, aku mau langsung ke gudang mengecek sekaligus merapikan barang-barang di gudang” jawabku.

“oke” ucap bu juleha sambil menutup pintu dan berjalan ke dalam toko.

*******

Beberapa hari setelah kejadian curhat itu, tidak ada kejadian yang menarik lagi. akupun semakin giat bekerja. Tapi ada yang mengganjal di hatiku semakin lama semakin tumbuh rasa kepada Bu Juleha, entah kena penyakit dari mana. Apa ini akibat dari doa temenku STM dulu kakak John yang dulu sempat mendoakan aku suka sama binor (bini orang)

>>>>

Waktu lagi istirahat di kantin Jojon (John) bercerita kalau dia habis kena borgol dan di kasih tato merah (Cupang) di seluruh dadanya karena ketahuan Speak – Speak Iblis (SSI) Female Member (FM) salah satu forum dewasa yang bernama ******.

“ makanya ta lurr, suka kok suka binor, umur tua, susu kendor, pantat kendor kok masih di sukai” kataku ke John

“ Kamu gak merasakan sensasinya bisa menaklukkan binor lur, nih lihat nih cupanganku” ucapnya sambil membuka bajunya memperlihatkan tato merahnya (cupangan)

“ Idih di cium binor aja bangga lurr, bangga itu bila di cium artis kayak nikita mirzani, aura kasih, vanessa angel, syahrini dll” ucapku

“ Asuuu kamu ntung, tak doakan kamu kecantol binor yo.. pegangen omonganku” kata john bersungut-sungut

“ ngoahahahahahaha.. gak akan terjadi lurr, aku masih suka yang daun muda” ucapku nyinyir john.

(Flashback end)

<<<<<<

Aku segera menepis pikiranku. Aku bertekad mengubur rasa ini ke Bu Juleha biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Aku tidak boleh suka ke Bu Juleha. Memang badannya Bu Juleha padat dan sekal seperti gadis 20an tapi bagaimanapun dia status bini orang dan umurnyanya pun sudah 38 tahun. Jadi aku harus bisa mengalahkan rasa ini di pikiran dan hatiku.

Selang beberapa hari kemudian saat itu lagi keluar kota bersama Bu Juleha. Terlihat masih agak murung lagi. tiba-tiba dia curhat lagi.

“ Mas aku cerita lagi, aku sudah berbicara dengan Pak Karim terkait masalah itu. Awalnya Bapak bilang ‘iya memang capek, karena kalau udah tua capek mempengaruhi nafsu ’ akhirnya kita cari waktu yang pas untuk melakukan itu sampai kita ke luar kota hanya untuk begituan lho mas, tapi Bapak udah gak kayak dulu. Gak sekuat dulu” Ujar Bu Juleha menceritakan masalahnya.

“ …… ” aku diam tidak bisa menjawab dan masih berpikir

“ Mas kok diem?” ujar Bu Juleha membuyarkan konsentrasiku untuk mencari solusi

“ Eh iya mbak. Jadi gini pernah aku baca majalah dewasa memang mbak faktor usia mempengaruhi daya tahan sex, dulu kuat sekarang gak lama. Tapi mungkin ini mbak masih mungkin di kasih obat kuat” ucapku setelah aku menemukan solusi

“ Obat kuat yang gimana?” tanya Bu Juleha

“ Mungkin ya jamu kuat, atau STMJ bisa juga teluar ayam kampung” Ucapku
“ Oh iya ya kok aku gak kepikiran ya. Nanti aku akan coba kalau begitu” jawab Bu Juleha

Lega rasanya bisa memberikan solusi. Awalnya aku sempet bingung tapi setelah aku berpikir dan aku ingat di majalah dewasa pernah ada yang curhat soal suami yang kurang tahan lama. Akhirnya aku menemukan solusi itu.

“ Sebentar-sebentar mas, tadi kamu bilang baca majalah dewasa? Bener?” tanya Bu Juleha.

“ Aduh matih aku” batinku

“ iiiii…yaaa mbak.. ya bagaimanapun aku juga cowok normal mbak” ucapku lega karena sudah memberikan alasan yang masuk akal

“ sekarang masih sering lihat?” tanya Bu Juleha

“ maasih mbak, kalau lagi longgar dan pengen aja” jawabku jujur

“ sekarang lagi pengen? ” tanya Bu Juleha sambil mengedipkan mata

“ ehh … mmmm … mmmmm …” aku bingung mau menjawab apa

“ hahahahahaha.. bercanda – canda,, aku lagi pengen nggodain kamu” jawab Bu Juleha memotong kegugupanku tadi

“ hehehe. Dasar kamu mbak” ucapku sambil menggaruk-garuk rambut yang tidak gatal

“ hahahahahaha” Bu juleha masih tertawa seneng.

Akhirnya kami sampai di tokonya dan kita mulai bekerja lagi untuk menaikkan penjualan toko.

( To Be Continue )

Daftar Part