. Skala Kehidupan Part 4 | Kisah Malam

Skala Kehidupan Part 4

0
286

Skala Kehidupan Part 4

MULAINYA SUASANA YANG MENYENANGKAN

INE

(POV Untung)

Setelah ngobrol singkat waktu pengajian RT itu, aku dan Ine kembali jarang ngobrol, aku yang sudah muak bukan muak bertemu dengannya tapi muak terhadap sikapnya, akhirnya ikut-ikutan memasang tampang ‘cool’. Aku cuek terhadapnya akan tetapi kalau bertatap muka aku tetap tersenyum tanda hormat, karena bagaimanapun orang tua ine yang menyelamatkan hidupku. Aku tidak bisa benci menyeluruh terhadap Ine bahkan Ine sudah aku anggap kakakku sendiri dan pak Karim Bapakku sendiri. Aku dulu juga sudah berjanji dihadapan kakek akan menjaga dan melindungi pak Karim se-keluarga.

Dilingkungan sekolah pun aku semakin erat dengan temenku. Sering kumpul dan bakar-bakar bareng untuk menjaga kekompokan dan solidaritas yang menjadikan geng SSL cukup di segani di lingkungan sekolah STM, personil SSL pun semakin bertambah banyak dengan masuk-masuknya orang-orang yang se-pemikiran. Yang di maksud se-pemikiran disini adalah pikiran mesum.

Tambahan personil-personil tersebut adalah Kelabu kuning, Timbul Agni, Sekok, Upil heroes, Soleman, Levi, Qthi, Flait, Setetes Embun, Badboyclassic dan masih banyak lagi sampai aku bingung menyebutkan temen-temenku ini. Kesolidan geng kita gak hanya dipikiran mesum tapi ketika ada masalah yang melibatkan adu fisik dari anggota SSL, kita semua gak segan-segan akan ikut membantu.

Pernah suatu ketika temenku anggota SSL yaitu Nanksbry bersitegang dengan anak SMA swasta karena perebutan wanita. Yang mana anak SMA swasta tidak terima wanita itu memilih Nanksbry, dan Nanksbry juga gak terima jika dikatakan merebut wanita itu. Nanksbry beranggapan wanitanya yang memilih dia sebagai pacarnya tanpa ada paksaan, ancaman atau semacamnya. Oh iya wanita itu bernama Merah Delima sedangkan anak SMA swasta yang jadi pesaing Nanksbry adalah Willdy.

Waktu itu Nanksbry sedang menjemput Merah Deli di depan gerbang SMA swasta, tiba-tiba dari belakang Nanksbry dipukul oleh Wildy, Nanksbry yang gak terima langsung membalas memukul Willdy sehingga terlibat adu pukul. Kelabu kuning yang kebetulan lewat SMA swasta tahu ada keributan yang melibatkan Nanksbry langsung menelepon John.

Semua geng SSL yang lagi enak-enak ngopi sambil bercanda mesum langsung melurug ke SMA swasta. Begitu sampai disana, suasana tegang pun menyelimuti dua kubu. Dari arah dalam gerbang muncul seseorang tinggi besar dan wajah kearab-araban dan seseorang yang wajahnya menyerupai Kuning Kelabu yang akan ikut dalam tawuran yang berada di kubu lawan. Badge nama seseorang yang kearab-araban adalah Tije sedangkan seseorang yang mirip temenku Kuning Kelabu adalah Kisanak87, sepertinya Kisanak87 dan Kuning Kelabu kembar siam beda Bapak dan Ibu !! Ah membingungkan !!!

Ketika sudah mau pecah tawuran, tiba-tiba datang Upil Heroes membawa sepeda motor bututnya bermerk Vespa dengan warna telur asin. Setelah parkir dia melihat wajah-wajah anak SMA swasta. Seseorang tinggi besar yang bernama Tije itu pun kaget dan langsung menyapa UpilHeroes, UpilHeroes memanggil Tije dengan sebutan adek sepupu. Kemudian Tije terlihat menghampiri UpilHeroes Kemudian terjadi dialog atau diskusi antara Tije dan UpilHeroes. Setelah dilakukan diskusi yang singkat, entah apa yang dibicarakan UpilHeroes mengajak geng SSL balik kanan dan menyudahi tawuran yang belum terlaksana itu. Sedang Tije berbalik ke kerumunan anak SMA swasta menyuruh bubar.

Saat semua orang bubar tiba-tiba Tije memberikan bogem mentah ke Willdy beberapa kali hingga terjengkang ke belakang bahkan sampai pingsan. Yang aku denger memang Tije itu orang nomer 1 di sekolah SMA swasta tak heran jika Willdy pun tak mampu melawannya.

Itulah sekilas kisah dari kesolidan dari geng SSL. Mesum dan kesolidan menyertai kita semua. Aku yang dari SMP sudah di bekali dasar silat oleh Kakekpun juga gak takut ketika ada gesekan yang melibatkan adu pukul.

****

TET..TET.. TET !!!!

Bunyi bel sekolah menandakan sudah selesai kegiatan belajar mengajar, menjelang kenaikan kelas ini aku semakin fokus kepada pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh guru. Setelah membaca ulang pelajaran yang diajarkan guru barusan, akupun berkemas dengan memasukkan buku pelajaran ke dalam tas. Temen-temen sekelas pun berduyun-duyun keluar kelas dan pulang. Aku memang sengaja pulang terakhir karena menunggu temen-temen keluar kelas dulu. Tiba-tiba temenku Mendung Sore dengan nafas ngos-ngosan masuk ke kelasku.

“Ntung gawat ntung” kata Mendung Sore ak.a Celenk_Sumatra dengan panik.

“Ada apa brother?” akupun bertanya dengan santai.

“aku barusan dapat telepon dari Mas Rad katanya Ine kakakmu yang kamu ceritakan kemarin itu sekarang lagi di seret-seret sama pacarnya bahkan di tampar sama pacarnya” kata Mendung Sore dengan wajah tegang

“Apa ?? BANGSAT.. ayo antarkan aku kesana” kataku mulai emosi.

Akupun segera memakai tas dan berlari ke parkiran bersama Mendung Sore, kita langsung menaiki sepeda motor merk yamaha R25 miliknya dan meluncur ke SMA negeri. Katika sampai gerbang terdengar John berteriak memanggil kita tapi aku dan Mendung Sore mengacuhkan teriakan John.

Setelah tiba di SMA negeri aku pun menerobos pintu gerbang dan berlari menuju belakang sekolah. Di sana terlihat dua insan manusia cowok dan cewek sedang saling tarik menarik sesekali cowok itu menampar Cewek, dua insan itu adalah Ine dan pacarnya. Aku dengan emosi setelah melihat kejadian itu segera menghampiri mereka.

“Hei. Anjing!! Kamu apakan kakakku?” ucapku dengan emosi

“Kakak? Elu pembantunya Ine aja songong lu.”ucapnya menggunakan logat daerah Ibu kota

So What, anjing? Lepasin gak !!! beraninya nampar cewek. Banci lu” kataku memprovokasinya dengan ikut-ikutan memakai logat Ibu kota

“Elu mau apa anjing? ngajak duel?” katanya sambil melepaskan tangan Ine dan menantangku. Sedangkan Ine hanya menangis sambil menutupi wajahnya yang merah akibat tamparan pacarnya tadi.

“siapa itu Ellen?” ucap seseorang yang sepertinya temennya pacarnya Ine yang barusan aku baru tahu namanya Ellen.

“ini nih pembantu songong ngajak aku duel” ucap Ellen

Setelah menjawab pertanyaan temennya, tanpa babibu lagi Ellen langsung berlari ke arahku sambil melepaskan tendangan setingkat dada. Akupun yang sudah mempunyai dasar silat langsung mengelak ke samping dan melepaskan pukulan dari samping.

BUGH !!!

Elle berhasil menangkis pukulanku dari samping.

sepertinya dia juga punya dasar silat. Menarik” ucapku dalam hati.

Setelah menangkis, Ellen berbalik dan memberikan pukulan memakai tangan kiri dengan cepat mengenai pipiku.

BUGH.. !!!

“Aaauuuuuwwww” teriakku setelah kena pukulan Ellen.

Aku pun mundur kebelakang menjaga jarak dan segera memasang kuda-kuda. Dia langsung memberikan pukulan kombinasi dengan cepat dan aku segera menangkis pukulan cepat dari Ellen. Serangan demi serangan dilakukan Ellen, pukulan kombinasi tangan kanan dan kiri disertai tendangan sesekali masuk ke wajahku tapi tidak mampu merobohkan aku. Akupun mencoba menjaga jarak juga untuk menghabiskan stamina akibat serangannya yang bertubi-tubi itu.

BUGH.. BUGH..BUGH !!!

Serangan Ellen beberapa kali masuk ke wajahku Tapi setelah mendapat pukulan aku tidak boleh lengah, aku berhasil menahan lagi serangan pukulan dari Ellen. Serangan demi serangan pun dilakukan Ellen berharap aku segera roboh dan kalah.

Terlihat pukulan Ellen sudah melemah dan sekarang tiba saatnya aku melakukan counter attack. Saat Ellen mengayunkan pulukannya yang terlihat melemah aku langsung merunduk sedikit akibatnya pukulannya menembus angin. Dan terlihat dia terhuyung sendiri ke depan. Aku yang mendapat angin segar itu langsung mendekati dan melakukan pukulan counter attack.

BAMMM !!!

“Aaaaauuuwwwww” teriaknya kesakitan saat pukulan tangan kiriku masuk ke pipinya.

Ellen agak terhuyung dan dia cepat bersiaga lagi. aku bergantian melakukan pukulan kombinasi yang mampu di tangkis pukulanku tetapi pukulanku tetep masuk karena kekuatan tangkisannya sudah melemah sepertinya stamina ellen sudah habis akibat serangannya yang tidak terkontrol tadi. akhirnya kekuatan tanganku tidak mampu ditahan elle dengan tangannya.

BUGH.. BUGH..BUGH..BUGH !!!

Aku memberondong pukulan memakai tangan kanan dan kiri. Tahu kekuatan pukulanku di atas rata-rata yang dia tidak bisa mengkis maka Ellen hanya melindungi wajahnya.

BUGH..BUGH..BUGH..!!!

“Ampu…..uuuunnnn !!!” terdengar suara parau dari Ellen dan tetap tak menyurutkan seranganku.

Serangan demi serangan bergantian aku lakukan. Dan setelah pertahanan Ellen goyah yang terlihat dari kuda-kudanya yang gemeteran. Maka aku memberikan dua serangan terakhir

DUAAAAGGHHHHH !!!

Pukulan uppercut-ku masuk dengan telak tanpa bisa di tangkis. Kemudian terlihat dia terhuyung-huyung. Aku pun tidak memberi kesempatan lagi dan aku meloncat sambil memutar badan, kakiku terangkat.

BUAAAGGGHHHH !!!

Aku melesakkan tendangan mautku tepat di wajah Ellen.

BLAMMMMM !!!!

Ellen pun terjengkang ke belakang sampai kepalanya membentur lantai basket. Terlihat bibirnya berdarah dan hidungnya mimisan.

“Hosh… Hosh.. Hoshhh”

Aku menarik nafas sejenak dan Aku yang maju mau menginjak-injak kepala Ellen di kejutkan dengan serangan pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh banyak orang. Aku pun sempet melihat orang-orang yang menyerangku terlihat ada badge nama di bagian dada yaitu BISMAR dan ONTONK.

BUGH… BUGH…BUGH ..BUGH..BUGH..BUGH!!!

“Aaaaahhhh” teriakku kesakitan.

Ada lima orang lebih tiba-tiba datang memukul dan menendangku. Aku yang tak siap hanya bisa merunduk dan tanganku memegang kepala untuk melindungi pukulan dan tendangan yang di arahkan ke kepalaku.

Entah berapa tendangan dan pukulan di arahkan kepadaku. Akupun terdorong kebelakang tiba-tiba kakiku terjegal entah kaki siapa akhirnya aku terjatuh sambil tanganku tetap melindungi kepala.

Sayup-sayup terdengar suara dari arah pintu gerbang..

“Berhenti” Akupun menoleh ke arah sumber suara.

Terlihat John dan Upilheroes berlari di depan bersama geng SSL yang berada di belakangnya menuju arah kerumunan orang-orang yang mengeroyokku itu.

Orang-orang yang mengeroyokku langsung berlari ke arah datangnya geng SSL itu. Dan dari arah gedung sekolah banyak siswa SMA negeri yang lain berlari dan ikut tawuran.

Akhirnya tawuran siswa SMA negeri Vs STM tak terelakkan lagi

Akupun melihat banyaknya siswa SMA negeri yang awalnya hanya jadi penonton ikut berlari akan tetapi aku lihat mas Rad menghadang temen-temennya yang lain akan ikut tawuran namun jumlahnya yang di hadang tidak banyak mungkin temen-temen sekelasnya. Sedangkan aku lihat Ine hanya menangis sambil jongkok sesekali menutup wajahnya. Aku salut sama kedua kubu bahwa dari SMA negeri atau sekolahku STM tawurannya bener-bener tangan kosong tidak ada yang membawa senjata apapun.

Terlihat John dan Upilheroes berdarah-darah tapi dia berhasil menjatuhkan Ontonk dan Bismar yang jadi lawan mereka. Tapi setelah mengalahkan Bismar dan Ontonk serangan susulan pun tak bisa dihindarkan dari mereka berdua.

Karena kalah jumlah akhirnya temen-temen geng SSL terdesak, terlihat John dan Upilheroes juga terdesak karena banyaknya siswa SMA negeri yang datang kira-kira perbandingannya 1 orang melawan 3 orang. Itu yang mengakibatkan temen-temenku berdarah-darah dan terdesak.

Ketika temen-temenku geng SSL hampir saja kalah dengan siswa SMA negeri tiba-tiba dari arah gerbang datang bantuan dari SMA swasta yang dipimpin oleh Tije, Serpanth dan Kisanak87 (kembarannya Kelabu Kuning) membantu kita untuk ikut tawuran melawan SMA negeri. Terilhat siswa SMA negeri pun kabur dan dikejar oleh SMA swasta. Temen-temenku yang sudah mengetahui dapat bantuan anak SMA swasta pun bangkit dan memukul balik anak SMA negeri bahkan mengejar anak SMA negeri yang lari terbirit-birit bahkan sampai masuk ke dalam kelas.

Banyak anak SMA negeri yang berdarah-darah bahkan ada yang pingsan. Sedangkan temen-temen gengku tidak ada yang pingsan meskipun wajahnya berdarah-darah.

Saat sedang melakukan aksi kejar-kejaran tiba-tiba ada suara sirine dari mobil kepolisian temen-temenku pada lari tunggang langgang untuk kabur, akupun yang staminaku sudah kembali pulih pun ikut kabur. Tetapi sebelum kabur aku berlari ke arah bismar dan Ontonk yang tergeletak pingsan untuk menendang kepala mereka berdua.

“ini nih yang bilang idku siho88 katanya ‘gak pernah sekolah dan pantas untuk di banned’ ” ucapku sambil menendang kepala mereka berdua..

Setelah itu aku mencari cara agar bisa kabur karena gerbang pintu samping dan depan sudah di jaga polisi. Akhirnya aku menemukan cara untuk kabur dengan cara memanjat dinding yang berada di belakang SMA negeri, ketika aku memanjat terlihat john, Upilheroes dan anggota SSL lainnya pun ikut memanjat dinding. Setelah berhasil memanjat kita turun dari dinding itu. Alangkah kagetnya ternyata di balik dinding itu ada sungai yang mana lebarnya antara 5-10 meter.

Mau tidak mau dan suka tidak suka aku menceburkan diri ke sungai itu agar bisa kabur dari kejaran polisi. Untungnya aku bisa berenang sehingga tidak sulit untuk menyeberangi sungai tersebut. Setelah melewati sungai aku berlari bersama-sama temen SSL dan juga anak SMA swasta.

Terlihat juga Mendung Sore dengan wajah hampir sama denganku yaitu bonyok dan berdarah-darah, ikut berlari juga kemudian dia berteriak mengarahkan dan mengajak kita semua untuk ke rumahnya untuk bersembunyi. Aku pun langsung teringat bahwa memang rumahnya Mendung Sore ada di sekitar sini karena dulu pernah main ke sana.

Setelah sampai rumahnya Mendung Sore kemudian kita di ajak kebelakang rumahnya untuk sembunyi sekaligus menghindari polisi yang biasanya sedang menyisir wilayah yang memungkinkan sebagai tempat kaburnya siswa yang tawuran itu. Beruntungnya rumah dari Mendung Sore luas dan dibelakangnya ada kebun serta taman di situ sehingga memudahkan kita untuk bersembunyi.

Setelah agak tenang dan sepertinya kita aman dari polisi akupun memulai pembicaraan.

“maaf ya temen-temen semua gara-gara permasalahanku akhirnya terjadi tawuran besar-besaran” aku menundukkan wajah merasa bersalah kepada teman-temanku.

John yang ada di situ mendekatiku sambil menepuk-nepuk pundakku.

“santai bro, kita semua saudara. Ada saudara kena masalah maka yang lain pasti ikut membantu” kata John yang lagi waras tidak terkena syndrome mesum.

“lagian kalau gak ada kita, kamu mungkin sudah meninggal di keroyok anak SMA negeri itu bro” kata Upilheroes menambahkan.

“kita merasa bersalah jika ada temen kita yang menderita tidak kita bantu” kata Hiukali ikut menambahkan.

Akupun tersenyum sambil melihat wajah teman-teman semuanya.

“makasih ya bro, sudah membantu kita, kita tadi hampir saja kalah karena kalah jumlah. Untung ada kalian” kata Badboy Classic berbicara kepada anak SMA swasta

“sama-sama mas, sebenernya kita juga dendam sama anak SMA negeri terutama ke Elle, tadi ketika di beritahu Tije dan Serpanth kita semua langsung bergerak ke SMA negeri” kata anak SMA swasta yang badge nama di dadanya bernama PP6, mungkin artinya panti pijat sebanyak 6x orgasme..(wkwkwkwk)

“oke bro, berarti dendam kita semua terbalaskan”kata Elang menambahkan.

Aku lega melihat kesolidan dan kekompakan geng SSL ini.

“SEDULURAN” John berteriak lantang sambil mengepalkan tangannya ke atas.

“SAK LAWASE” kita berteriak bareng sambil mengikuti gerakan tangan John. Tidak hanya anak STM saja bahkan anak SMA swasta juga ikut berteriak sambil mengikuti gerakan tangan kita.

****

Setelah 1 jam lebih kita di sana sampai seragam yang awalnya basah sudah menjadi kering disebabkan kena cahaya matahari juga. Setelah di rasa aman kita berjalan ke depan rame-rame kemudian terlihat mas Rad, Tije dan serpanth berboncengan menggunakan motor R25 milik adiknya Mendung Sore yang dimana yang di naiki 3 orang itu.

Setelah salaman dan tos, Mas Rad memberi kabar bahwa yang tertangkap kebanyakan anak SMA negeri termasuk Ellen, Bismar dan Ontonk karena kondisi beliau masih pingsan, tetapi temen-temenku ada juga yang tertangkap seperti Eko, Nanksbry, Kuning kelabu, Sekok dan lain-lain. Sedangkan anak SMA swasta sepeti Last Breath, Brandon, Kisanak87, dan lain-lain juga tertangkap.

Terlihat hiukali meminjam HP-nya Mas Rad dengan alasan menelepon papanya.

“pa, temen-temenku banyak yang tertangkap polisi, tolong kapolresnya suruh melepaskan temen-temenku pa” kata Hiukali saat di telepon

“…..”

“iya pa, maaf !! kita terpaksa tawuran karena temenku dikeroyok anak SMA negeri”

“…..”

“baik pa, ini temen-temen yang lain sudah aman”

“…..”

“temen-temen dari STM dan SMA swasta aja pa yang dilepaskan, kalau siswa SMA negeri biar di tahan aja pa”

“….”

“iya pa, sudah ya pa. Assalamualaikum”

Sepertinya orang tuanya Hiukali orang yang berpengaruh di kota ini.

Setelah lega temen-temenku aman. Mas Rad mengajak kita kebelakang lagi sambil mengeluarkan uang dan menyuruh adiknya Mendung Sore membelikan vodka dan topi miring untuk menghangatkan badan serta menenangkan pikiran setelah tegang akibat tawuran tadi.

Tidak berselang lama 5 botol vodka dan topi miring langsung di putar. Terlihat Anak STM dan SMA swasta saling bergurau dan bercanda satu sama lain di temani vodka dan topi miring. Akupun hanya mencicipi sedikit untuk solidaritas kepada teman-teman.

Sambil bercanda Mas Rad bercerita kalau ada hal lucu ketika polisi menangkap yang ikut tawuran tadi, yaitu ketika Nanksbri yang mau kabur tertangkap polisi. Menurut mas Rad ketika itu Nanksbry sebenernya bisa kabur, tapi berhubungan dia kesulitan memanjat tembok, dia pelan-pelan memanjatnya dan apenya sebelum sampai diatas dinding ternyata polisi sudah berada di bawahnya.

Pak polisi meloncat dan berusaha menangkap Nanksbry tetapi karena sudah di atas, yang bisa di tangkap adalah celananya Nanksbry bagian bawah, akhirnya pak polisi menarik-narik celananya akibatnya celana Nanksbry sobek dan melorot dan lucunya Nanksbry tidak memakai celana dalam otomatis batang kejantanan Nanksbry yang sebesar sedotan pop ice dan hitam legam itu keliatan. Semua tertawa mendengarkan ceritanya mas Rad termasuk aku.

“ Makanya dia selalu di tolak janda-janda, lha batangnya sebesar sedotan. Ngoahahahahaha “ celetuk Nawi sambil tertawa keras.

Terus mas Rad juga bercerita tentang tertangkapnya Eko, Eko yang sudah tidak bisa kabur lagi karena semua lini sudah di jaga ketat terlihat berlari dikejar polisi. Tubuh eko yang kecil terlihat gesit waktu dikejar polisi. Tiba-tiba dia masuk ke dalam kelas yang kebetulan di situ ada mas Rad dan temen-temennya cowok cewek. Eko pun bingung mencari tempat persembunyian. Tak di sangka-sangka tiba-tiba di berlari bersembunyi di belakang cewek yang berbobot 100kilogram bernama Rosi64 sambil memeluknya. Rosi yang kaget langsung berteraik sangat keras kemudian menampar pipinya Eko kanan kiri beruntun. Awalnya polisi kehilangan jejaknya tapi ketika polisi masih celingak celinguk mencari keberadaan targetnya kaget ada cewek berteriak risih dan langsung menampar target yang diburunya itu. Sontak polisi yang mengetahui itu langsung masuk ke dalam kelas dan menangkap Eko.

Semua tertawa sambil memegang perut ada yang berguling-guling mendengar cerita mas Rad. Namanya orang mabuk yang lagi tertawa pasti gak bisa menjaga keseimbangan akhirnya terguling-guling. Hahahahahaha

Setelah botol minuman jahat sudah habis dan kondisi di rasa aman. Temenku membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

*****

Sore hari kita pun bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Setelah aku sampai rumah terlihat Pak Karim berada di teras rumah bersama Bu Juleha sambil tangannya bersedekap di depan dada dengan memasang wajah yang menyeramkan.

apa Pak Karim tahu ya aku barusan berkelahi dan tawuran” ucapku dalam hati

Aku pun tanpa melakukan gerakan curiga langsung masuk gerbang rumah dan mengucapkan salam
Assalamualaikum Wr.Wb ” sapaku terhadap Pak Karim dan Bu Juleha

“Dari mana?” tanya pak karim dengan wajah menyeramkan tanpa menjawab salamku

“Dari sekolah Pak” Jawabku dengan sopan.

“Jangan bohong!!! Kamu ikut tawuran kan?” selidik Pak Karim

DEGH.. DEGH !!!

“…..”

“jawab !!!” perintah tegas Pak Karim

“i…..ya pak.. ma….afkan untung” jawabku dengan terbata-bata tidak bisa mengelak lagi.

“masuk, ganti baju dan segera ke ruang tengah, Bapak tunggu di situ !!!” perintah tegas lagi dari Pak Karim

“Baik pak” jawabku dengan cepat dan masuk ke dalam rumah

Aku pun masuk kamar dan ganti baju kemudian berkaca sebentar, terlihat wajahku lebam-lebam, mungkin ini yang bikin Pak Karim tahu kalau aku habis tawuran. Aku harus bertanggung jawab atas kejadian ini terhadap Pak Karim. Akupun keluar kamar dan menuju ruang tengah. Terlihat di ruang tengah sudah ada Pak Karim, Bu Juleha dan yang terakhir Ine.

DEGH !!!

Akupun gemeteran sambil duduk di kursi ruang tengah.

“cerita bagaimana kamu bisa tawuran ntung?” tanya Pak Karim dengan tegas

“Aku pun mulai menceritakan awalnya tawuran, bahwa aku mendapatkan kabar dari masnya temenku yang kebetulan sekolah di SMA negeri namanya Rad dia bilang bahwa Ine di tarik bahkan di tampar, kemudian saya bersama temen saya ke sekolah SMA negeri dan ternyata di belakang masih terjadi acara tarik menarik bahkan mbak Ine di tampar di hadapan saya pak terus…” penjelasanku yang tiba-tiba di potong Pak Karim

“Stop. Sekarang ganti Ine yang cerita” kata Pak Karim yang tegas tidak tersenyum sama sekali.

“Aku bertengkar pa sama Ellen, dia ketahuan selingkuh, temenku yang memergokinya, kemudian aku minta putus tapi Ellen gak mau bahkan dia mengancam akan mem…..per….kosaku. ‘hikss..hikss..hikss’ ” penjelasan Ine sambil mengeluarkan air mata.

“aku gak mau pa, aku di tarik-tarik sama dia bahkan aku di tampar sedangkan temen-temenku gak ada yang berani bantu aku, Ellen kan preman sekolah jadi gak ada yang berani sama dia.” Kata Ine sambil menangis

HIKS..HIKS..HIKS..HIKS !!!

“BANGSATTTTTTT… Berani-beraninya anak itu menyentuh anakku.” Ucap Pak Karim dengan geramnya

Semuanya diam tidak ada yang berani bicara, setelah agak tenang kemudian kembali memandang aku dengan tatapan yang tajam.

“Lanjutkan ceritamu ntung” perintah Pak Karim

“kemudian saya suruh dia melepaskan mbak Ine.. mas Ellen marah-marah ke aku malah nantang saya pak, kemudian saya ladeni tantangannya dia, kita berkelahi satu lawan satu” penjelasnku ke pak Karim

“kamu atau dia yang menang?”tanya pak Karim

“saya pak” jawabku cepat

“bagus” kata Pak Karim spontan. Akupun kaget mendengarnya.

“apa-apaan sih pa!! orang bertengkar kok bagus. Papa ini malah ngajari yang gak bener, lanjutkan ntung” Bu Juleha memotong pembicaraan sambil tangannya mengelus-elus Ine untuk menenangkannya.

“setelah aku menang dari 1 lawan 1. Saya yang kurang fokus dikejutkan dengan serangan dari temen-temennya mungkin ada lebih dari 5 pak, saya dikeroyok sampai lebam-lebam begini” kataku sambil menunjuk wajahku yang lebam-lebam.

“kemudian temen-temen STMku datang untuk menyelamatkan sekaligus membantuku, mungkin temen-temen yang lain ada yang mengabari akhirnya pecah tawuran itu” jelasku

“terus kamu kok bisa selamat dari polisi?” Tanya Pak Karim

“saya manjat dinding dan nyebrang di sungai dengan berenang kemudian sembunyi di rumah temen saya Mendung Sore itu” ucapku

“hmmmmmmmm.. gini aku tau tujuanmu baik ntung, melindungi anakku, coba kalau kamu gak ada anakku bisa di perkosa dan aku pastikan yang namanya Ellen itu gak bisa hidup tenang setelah ini” ujar Pak Karim bersungu-sungut menahan emosi

“tapi tawuran atau berkelahi itu perbuatan yang buruk kamu hampir saja mencoreng nama bapak, betapa malunya bapak di mata kepolisian jika kamu tertangkap waktu tawuran. Bukankah kamu ingat janjimu kepada kakekmu untuk menjaga nama baikku? Kenapa aku tahu janjimu? Kalau kakek kesini kita bercerita banyak. Kalau sampai kakekmu tahu kamu tawuran bisa di tempeleng kamu sama kakekmu” tambah Pak Karim yang membuatku hanya menunduk saja

“iya pak, maafin Untung” ucapku

“Sekali lagi kamu terlibat tawuran ini bapak gak segan-segan membawa pulang ke desamu karena telah mencoreng nama bapak” ancam Pak Karim

“iya pak sekali lagi maafin untung. Untung berjanji gak akan ikut tawuran lagi” Ucapku

“Dan kamu Ine !!! Papa udah berapa kali bilang ke kamu, Ellen itu orang jalanan, urakan, anak kayak gitu masih aja kamu pacari, makanya kamu gak pernah ngajak cowokmu ke rumah karena tahu pasti papa gak restui kan, dan kalau papa tanyai kamu pasti mengelak ujung-ujungnya ngambek, gak mau makan, kamu itu udah besar Ine, sudah kelas 3 SMA sebentar lagi kuliah. Tolonglah jangan jadi anak yang membangkang sama orang tua !!!” ujar pak karim yang awalnya meledak-ledak akhirnya meneteskan air mata juga merasakan sikap Ine selama ini.

“…..” ine diam dan sesenggukan.

“iya nak. mama juga capek nasehatin kamu, papa sama mama sampai ubanen mikirin kamu. Nurut ya sama papa mama” kata ibu juleha sambil mengelus rambut ine dan memeluknya.

HIKS..HIKSS..HIKSSS… HUAAA..HUAAAHH..HUAAAAHHH !!!!

“maafin aku pa maafin ine” ine menangis sambil mencium kaki pak Karim

“maafin aku ma maafin ine” ine berbalik menuju mamanya dan mencium kaki mamanya juga

“sudah-sudah.. untuk masalah tadi anggap aja jadi pembelajaran bagimu nak, kamu sudah dewasa harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk” kata bu juleha menenangkan sambil membantu berdiri Ine dan memeluknya.

“ya sudah sekarang sudah malam ayo segera istirahat” ucap Pak Karim

“bagaimana lukamu? kamu laki-laki harus bertanggung jawab obati sendiri lukamu” tambah Pak Karim sambil menatap wajahku

“iya pak, sudah gak apa-apa ini” ujarku.

Pak Karim, Bu Juleha dan Ine beranjak ke kamar masing-masing, tapi Bu Juleha masih dalam memeluk Ine mengantarkan ke kamarnya.

Akupun beranjak menuju belakang ke kamarku. Setelah itu aku mandi bersih-bersih sekalian mengompres lukaku kemudian aku menuju kasur untuk mengistirahatkan badan karena terasa menguras tenaga berkelahi dengan ellen, kalau staminanya bagus mungkin ellen akan imbang duel melawanku tadi.

******

Ketika aku sudah mau menuju ke alam mimpi, sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu.

TOK..TOK..TOK !!!

Akupun terperanjat kaget, antara sadar tidak sadar, akupun masih diam.

TOK..TOK..TOK !!!

Suara itu terdengar lagi “apa aku mimpi” pikirku

PLAK!!!

“adaauwww” tamparanku sendiri kena bagian lukaku.

“siapa?” kataku setengah berteriak

TOK..TOK..TOK !!!

Akupun langsung merinding. Sudah terbayang bayangan kuntilanak, pocong atau semacamnya didepan pintu.

TOK..TOK..TOK !!!

Bismillah” kataku sambil beranjak membukakakn pintu.

“huaaaaahhhhh” aku membuka pintu sambil setengah berteriak berharap tidak ada hantu yang nampak didepan pintu

“kenapa teriak-teriak” ucap Ine yang tak lain mahluk yang berada di depan pintuku tadi.

“aku pikir tadi.. mmmhhhh maaf ya mbak. jangan marah, aku pikir tadi ada hantu” ucapku hati-hati takut menyinggung perasaannya.

“yaudah aku balik lagi” kata Ine sambil balik badan dan ngambek.

“eh..eh maaf mbak bukan maksud Untung gitu. Tadi aku manggil siapa yang ketok pintu, mbak gak jawab, kan jadinya Untung berpikiran macam-macam dan takut” ucapku mencoba menjelaskan

“lelaki kok penakut” kata Ine

“ya wajar mbak, enak-enak mau tidur eh ada suara ketukan pintu, siapa yang gak takut coba” kataku menjelaskan

“yaudah balik aja tidur sana” ucapnya

“yah ngambek deh.. maaf mbak maaf” ucapku sambil garuk-garuk kepala.

“hmmmm” ine terlihat mikir.

“ada apa mbak kok ketuk pintu? Ada yang bisa Untung bantu?” tanyaku keherananan.

“pake baju dulu baru ngobrol ma aku. Aku tunggu di kursi depan dapur” ucapnya seraya meninggalkanku menuju meja yang berada di depan dapur.

“ehh.. lupa belum pake baju” kataku malu sambil membalikkan badan.

Akupun bergegas memakai baju kemudian menuju ke kursi depan dapur yang sudah ada ine di sana. Setelah aku menaruh pantat di bangku itu.

“jadi sebenernya ada apa mbak?” aku bertanya lagi.

“mmmmhhhh. Gini.. mmmmmhhhhhh. Aku Cuma mau berterima kasih sama kamu sudah nyelametin aku tadi dannnnnn aku mau mintaa maaaf sama kamu kalau mungkin kamu menganggap aku judes ke kamu” ucapnya pelan tapi tetep masih terdengar.

“iya mbak, sudah kewajibanku melindungi dan menyelamatkan mbak, dan iya aku udah memaafkan mbak dari dulu kok” kataku dengan senang

“yaudah kalau gitu Cuma itu aja, aku kembali ke kamar” ucap ine pamit kepadaku

asuuuuu, mek ngunu tok (anjing, Cuma gitu aja)” ucapku dalam hati

“gitu aja mbak” aku kebingungan sambil garuk-garuk kepala

“lha kamu mau gimana? bersihin lukamu gitu !!! OGAHHH” ejek Ine kepadaku. Ine terlihat sudah berani mengajak aku bercanda. Kemajuan nih.

“oohhh jelek” ucapku spontan langsung menutupi mulutku takut dia kesinggung.

“weeekkkk” jawab Ine memeletkan lidah sambil masuk ruang tengah dan kekamarnya.

“huuuuufffff….fiuuuuuuhhhh” aku menghela nafas sambil tersenyum mudah-mudahan aku sama ine sudah mencair suasananya. Akupun kembali ke kamar dan melanjutkan tidurku yang tertunda tadi.

****

Besoknya waktu di sekolah temenku udah pada ceria dan berkumpul bersama lagi. saat berkumpul kita membahas soal kulucuan temenku Eko dan Nanksbry seperti yang kemarin di ceritakan mas Rad. Kenapa mas Rad bisa menceritakan detail tentang Nanksbry, karena dia sewaktu tawuran melihat dari jendela kelas yang langsung menghadap belakang sekolah.

Dia juga menahan temen sekelasnya untuk tetap berada dalam kelas itu. Dia tidak mau hubungan baik dengan anak SMA swasta terutama Tije dan Serpanth dan anak-anak STM seperti Badboy Classic, Upil Heroes, John dan anggota SSL yang lain tercoreng akibat tawuran yang bukan dari kelompoknya dia. Malah mas Rad itu berseberangan dengan kelompoknya Ellen.

Nanksbry dan Eko yang jadi bahan bullyan kita semua eh malah dia ikut tertawa sambil memaki-maki kelakuan polisi yang membuatnya malu karena aset berharganya yang sebesar sedotan dan hitam legam keliatan sedangkan Eko terlihat memegang pipinya karena tamparan Rosi64 masih berbekas..

Eko dan Nankbry bercerita kemarin setelah di introgasi polisi tiba-tiba datang pimpinan polisi memerintahkan anak buahnya untuk melepas anak SMA swasta dan STM sedangkan anak SMA negeri masih di tahan untuk introgasi lebih lanjut. Sementara pihak kepala sekolah STM, SMA swasta dan SMA negeri sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke kantor polisi untuk memberikan efek jera kepada para siswanya.

Setelah acara bully Eko selesai. Penthoel bercerita bahwa ternyata orang tuanya tahu kalau ada tawuran dan mengetahui bahwa dia terlibat didalamnya bahkan Hp-nya jadi sasaran kemarahan orang tuanya. Dan ternyata tidak hanya Penthoel aja, elang, Issaq dan hampir semuanya orang tua mereka mengetahui dan akibatnya kena marah karena ikut tawuran itu. Ada juga yang orang tuanya tidak tahu tapi hampir seluruhnya mengetahui. Mungkin pihak sekolah atau kepolisisan yang membertahu informasi tersebut.

“kalau saranku, mungkin lain kali kita sudah gak perlu tawuran lagi” kataku mencoba memberikan saran karena bagaimanapun Pak Karim mengetahui dan aku berjanji untuk tidak tawuran lagi.

“bener, atau gini aja kita tetap solid kalau ada kesusahan kita pasti bantu. Cuma orang yang bermasalah itu di adu aja 1 lawan 1. Kalah atau menang sudah gak ada dendam” kata Badboy Classic menggapi saranku

“iya bener.. dengan begitu temen-temen lain gak ikut terlibat dan tawuran pasti gak dilakukan” Nawi menambahkan

“tapi kalau yang jadi lawan kita mengeroyok kita bagaimana lur?” tanya Upil Heroes kalau situasi tidak memungkinkan

“ya kita hadang dan bilang kalau mau tawuran kita cari tempat yang sepi tidak terendus polisi, dengan gitu posisi kita aman dari sekolah dan orang tua kita.” Bad boy mencoba menjawab pertanyaan Upil Heroes dan menjelaskannya.

“ya bener itu” semuanya mengiyakan saran dari mas Badboy Classic.

“SEDULURAN” lagi-lagi John berteriak lantang sambil mengepalkan tangan ke atas

“SAK LAWASE” jawab kita serempak sambil mengikuti arah gerakan tangan John.

Aku lega sudah cukup kemarin pengalaman yang sangat buruk ikut tawuran. Semoga kedepannya tidak ada tawuran lagi aku aku menepati janjiku ke Pak Karim. Dan sekarang aku bisa fokus ke pekerjaanku di rumah pak Karim dan sekolah. Apalagi Ine sepertinya sudah welcome ke diriku dan aku akan merasa betah tinggal di kota ini.
.
..
….
……
…….
……..
…………
(To Be Continue)

Daftar Part

Cerita Terpopuler