. Rich and Violent Part 5 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 5

0
180

Rich and Violent Part 5

ITIK ATAU BEBEK?

bagi seorang anak, saat yg paling membahagiakan jika orangtua berkunjung ke rumahnya. Kelvin yg tinggal seorang diri menyambut dengan bahagia kedatangan orangtuanya yg hampir beberapa minggu belum ditemuianya, selain karena pekerjaan dan orangtuanya juga bukan orangtua yg duduk dirumah menunggu ajal tiba, melainkan keliling Indonesia untuk memantau usaha yg mereka miliki.

“ini terlihat sangat cozy”, ujar Ibunya yg merupakan lulusan arsitektur pada jaman kuliahnya dulu.
“iya bu, tapi sepi rasanya”, balasnya Kelvin.
“memang, sudah saatnya kamu menemukan pasangan hidup”, terang ibunya.

“atau at least cari teman dulu”, bapaknya yg dari tadi diampun jadi ikut nimbrung.
“lha iya itu susah”, balas Kelvin, “seharusnya kan aku juga bisa bantu jual beberapa unit pada temenku, tapi ya temen yg mana”, lanjut Kelvin.
“temanmu SMA pada hilang yah”, tanya Ibunya yg ikutan khawatir.
“ya kurang lebih begitu, bu”, ujar Kelvin dengan nada berat dan pelan.

“hmm kamu itu, itu lho kamu kan kuberi mobil mewah dan sport, bisa digunakan untuk ikut komunitas, ayah biasanya dapat sms untuk menghadiri gathering bulanan”, ujar bapaknya sambil membuka sms.
“masa langsung dateng gitu”, protes Kelvin.
“bilang aja anaknya Herry, siapa sih yg engga tau Herry”, ujar ayahnya dengan nada sedikit meninggi, “oh itu, Denny manager The Valley of the King Club ikutan juga”, lanjut bapaknya.
“oh Denny ikut juga”, tanya ibunya.
“iya haha padahal dia hanya bawa Mazda MX5 tapi pede aja dia, kalau engga gitu, dia susah cari guest stars”, terang bapaknya.
“nanti ku kenalkan sama Denny”, lanjut bapaknya.

obrolan ibu bapak anak ini lanjut membahas apa aja termasuk hal yg pribadi, tawa dan canda mewarnai ruang tamu penthouse milik Kelvin, setidaknya malam itu dia tidak merasa kesepian.

lantas HP ayahnya berdering dengan nada khas sebuah IPhone.
“eh hello Denn, besok temui anak saya ya, di ruangannya, biar kenal sama dirimu dan diajak aja ikut ke gathering Prestige Cars kalo ada dekat-dekat ini”, ujar ayahnya dengan sangat lantang dan gagah.
“siap ndan siap”, terdengar suara dibalik sana.

hingga larut malam obrolan mereka terus berlanjut, bapak ibunya tetap memilih pulang walau ada beberapa kamar kosong jika memang mereka berkenan untuk tinggal. bagi orangtua itu Kelvin merupakan anak yg manja karena anak terakhir, maka tidak heran jika orangtuanya begitu memperhatikan Kelvin walau Kelvin disuru tinggal sendiri. berbeda dengan kakaknya yg sibuk di negeri seberang hingga untuk memberi kabar orangtuanya aja sesempatnya.

*

sejak adegan panas dengan Kelvin, Ganis setiap berada di kantor bertemu dengan Kelvin, hatinya seakan mau copot dan bawahannya menjadi sedikit geli kalau mengingat adegan panas yg mereka lakukan beberapa waktu yg lalu. namun seperti yg di janjikan oleh Kelvin bahwa hubungan profesional mereka harus tetap terjaga apapun bentuknya. rahasia yg indah yg hanya menjadi rahasia antara dirinya dengan Kelvin. diapun engga merasa ingin kembali mengulanginya, biarkan apa yg terjadi hanya terjadi sekali saja. daripada terlalu sering yg mungkin tidak berakhir dengan indah.

“Nis, gue perhatiin saat ada pak Kelvin ke sini elu senyum-senyum mulu sambil ngelihatin doi mulu”, ujar Andre yg duduk di meja sebelahan dengan Ganis.
“nape sih lu sirik aja, kagum aja sama doi guwe”, balas Ganis saat Andre protes terhadap dirinya.
“haha inget udah mau nikah”, canda Andre.
“kagum sama cinta itu beda woe haha”, balas Ganis sambil kembali menghadap ke komputernya.

mungkin seandaianya Ganis belum punya calon pasti dia tak segan-segan untuk terus menempel Kelvin, apalagi dia sudah menunjukkan ketertarikannya sebagai teman ngobrol walau endingnya sampai ranjang.

*

ruangan yg megah dan penuh dengan keangkuhan merupakan wujud khas ruang direktur di setiap perusahaan. walaupun seorang yg duduk di dalamnya belum tentu bersifat seperti itu.

KNOCK KNOCK

“masuk”, ujar Kelvin dengan sedikit berteriak dari belakang mejanya.
“siang pak Kelv, saya Denny yg kemarin di utus bapak menemui pak Kelv”, terangnya.

Denny, merupakan manager dari bar and lounge di Luxor yg diberi nama Valley of the King Club, berperawakan tinggi, putih dan garang. bisa digambarkan seperti Chef Juna namun sedikit gemuk, badannya penuh dengan tatto.

“oh iya ya, bagaimana?”, tanya Kelvin.
“menurut perintah bapak, saya disuru mengajak pak Kelv untuk mengikuti gathering club mobil yg diadakan bulanan. weekend ini akan ada gathering pak, di serkuit Sentul, jika pak Kelv berkenan datang, nanti bareng sama saya aja”, terang Denny dengan santai.
Kelvin manggut-manggut tanda setuju.

“selain itu pak, mohon kiranya kalau malam bisa gabung dengan saya ke Valley of the King, ada ruangan khusus bapak kok, jadi engga terlalu bising buat ngbrol-ngbrol sama tamu atau temen bapak”, lanjut Denny.
“hmmm boleh, masalahnya teman saya belum banyak haha”, canda Kelvin.
“nanti saya temenin pak hehe santai aja, saya kenalin juga dengan yg lain kalo berkenan hehe urusan anak muda pak”, Denny sudah tau dari ayah Kelvin kalau dia masih kosong dam belum berpasangan.
“bisa aja kao haha gampanglah nanti”, balas Kelvin.

*

malam dimana Kelvin ditemani oleh sunyi dan senyap. TV tidak mampu untuk meramaikan malam Kelvin yg penuh dengan kesendirian. ia teringat ajakan Denny untuk memcoba ke bar di lantai bawah tepatnya dibawah. Kelvin menggunakan pakaian seadanya, kaos polo berwarna biru muda, jam tangan ratusan dollar itu ia kenakan dan sepatu bermerk yg bermodel casual.

saat memasuki bar itu, kondisi masih sangat sepi sekali, bahkan bartender hanya ada 1, musik yg dimainkan masih musik dari flashdisk, bukan yg live music. ia nampak berpikir saat memasuki awal.
“hmm sepi sekali, there must be something wrong?”, ujar pada dirinya sendiri.

lalu ia seperti berjalan mengitari ruangan diskotik itu dan melihat-lihat, bukan seperti bingung namun seperti berpikir, apakah ada yg harus diubah.

Denny berada di lantai 2 yg dapat melihat langsung kebawah karena semua kaca namun kedap dari suara musik di lantai bawah sedang menerima tamu yg akan menjadi guest star malam itu. kondisi ruangan disitu cenderung lebih terang namun remang. di lantai 2 ini terpecah menjadi beberapa bagian, diantaranya VVIP room, guest star room untuk persiapan dan menerima tamunya, ruang manager yg cenderung sering kosong karena Denny lebih suka dibawah berbaur dengan staffnya.

Denny menyaksikan dari atas orang sedang berjalan-jalan itu.
“shit, itu pak Kelvin saat ia menyadari”, ujar dalam dirinya sendiri.

“maaf, saya tinggal sebentar menemui bapak itu ya”, ujarnya pada si guest star”
“oh iya boleh”, balasnya.

dengan tergesa ia menuruni tangga dan segera menemui bossnya.
“pak Kelvin!!”, sapa Denny.
“mas Denn, haha kenapa sepi sekali, hanya ada beberapa pengunjung ini”, tanya penuh kebingungan si Kelvin.
“pak Kelvin datangnya kepagian.. ini masih jam 11.15 malam hehe nanti jam 12 kurang baru mulai rame, malam ini ada guest starnya juga”, ujar Denny menjelaskan.
“oh ya..”, balas Kelvin dengan manggut-manggut.

“saya kenalkan ke guest starnya ya, mari ke ruang atas”, ajak Denny dan Kelvin berjalan mengikuti Denny dibelakangnya menuju ruangan atas yg dijaga oleh bouncer berbadan tegap dan gagah, namun saat bertemu Kelvin dan Denny langsung ramah.

Kelvin dan Denny memasuki ruangan yg tertutup namun bisa memandangi kebawah atau dance floor dengan jelas, disana ada guest starnya yg sedang merias dirinya sendiri, tanpa didampingi oleh make up artisnya. guest star ini nampaknya cantik, berbadan tinggi, berkaki panjang yg dibalut oleh celana jeans ketat serta di sebelah kakinya ada tas yg cukup besar yg mungkin itu berisi barang keperluan dia untuk manggung nanti.

“mbak, kenalin, ini pak Kelvin, boss saya, dia pemilik Luxor Paradise yg termasuk Valley of the King ini”, terang Denny pada wanita yg berada di depannya ini.
“hello, kenalkan saya Zaskia”, balasnya, “oh masih muda ya ownernya hehe”, lanjutnya sambil memuji.

lantas Denny dan wanita itu terus ngbrol yg Kelvin hanya diam saja karena ini tanggungjawab Denny untuk memuluskan acaranya. dibawah suasananya semakin ramai, MC sudah mulai muncul serta beberapa lagu live sudah dimainkan. sedangkan Kelvin nampak tidak tertarik dengan apa yg terjadi di sebelahnya yg sedang asyik ngobrol.

“maaf mas Denny, saya ganti pakaian dulu..”, ujar si guest star yg sebentar lagi akan perform dibawah kurang lebih 45 menit lagi.
“silahkan, nanti langsung turun aja yak”, balas Denny sambil ia beranjak dari tempat duduknya.

Kelvin nampak santai melihat kondisi dari atas sedangkan Denny mulai sibuk dibawah juga, jadi hanya Kelvin dan si guest star, namun typikal Kelvin, kalau engga dalam posisi santai ia enggan membuka pembicaraan.

si guest star ini muncul dari ruang gantinya. Kelvin memandangi, ia hanya menggunakan atasan tipis, hot pants yg mini dan sepatu boots warna merah hampir selutut, rambutnya ia kuncir kebelakang.
“mas, saya turun dulu ya”, ujar si wanita pada Kelvin yg masih kebingungan ini siapa.
“oh iya, mbak, semoga sukses yak”, ujar Kelvin dengan berdiri sambil memberi salam pada si wanita itu.

akhirnya setelah beberapa saat, si wanita itu mulai diatas panggung dan mulai bernyanyi, dibarengi dengan riyuh suara pengunjung, musiknya bergenre house musik. lalu bernyanyilah si wanita itu, hanya ada satu bait yg teringat oleh Kelvin yaitu,
“satu jam saja bercinta denganmu…”

Kelvin lantas mengeluarkan IPhone-nya dan mulai mencari siapa sebenarnya wanita itu, apakah dia artis terkenal ibukota atau siapa, nampaknya lagunya familiar.

“oohhh ini Zaskia Gothik”, ujar Kelvin sambil menyaksikan dari atas Zaskia sedang bergoyang itik dan ia tersenyum licik sambil memegang dagunya.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler