. Rich and Violent Part 36 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 36

0
72

Rich and Violent Part 36
KEMBALILAH 

dana yg Kelvin kucurkan kepada rekannya yg memenangkan tender atas imbalan dari seorang Bupati karena kemenangan di pertarungan pilkada tersebut cukup besar untuk kalangan orang biasa. namun kepimilikan Kelvin pada proyek tersebut tak lebih dari 10%. selain itu proyek ini bukan yg sepenuhnya untuk mencari profit melainkan hanya proyek kemanusiaan. hari demi hari, Kelvin selalu menerima laporan berupa gambar maupun data pembangun pada hari itu dan progressya. hubungan antara investor dengan bupati dilaksanakan oleh pemegang saham mayoritas, Kelvin hanya duduk manis dibelakang layar.

seharian berada di rumah sakit Kasih Bunda yg baru saja ia akuisisi. memantau seluruh aktifitas apakah sudah sesuai dengan kodratnya. seluruh pegawai atau perawat harus memberikan layanan kepada pasien sebagaimana melayani tamu hotel. Pak Hadi yg diberi kesempatan kedua oleh Kelvin telah selesai menjalankan pelatihannya dan kini duduk sebagai manajer kembali, namun masih sangat diawasi oleh Pak Wijaya. Dokter umum yg awalnya hanya diberi bayaran 2000 rupiah per pasien akibat dari remunerasi jaminan sosial kini sudah lebih baik karena adanya suntikan subsidi kepada rumah sakit tersebut sehingga terasa hingga lapisan pegawai paling bawah.

“ya bagaimana, kita ini sekolah sudah habis ratusan juta, tapi bayaran tak lebih dari seorang tukang parkir, kita ibarat tukang parkir menggunakan pakaian rapi dan wangi. makanya saya masih malas untuk melanjutkan ke spesialis, sudah engga seimbang, pak”, keluh kesah seorang dokter muda.
“nah, kalau masalahnya gini kan kita jadi tau, berapa persen yg akan kami alokasi untuk gaji dokter”, ujar bijak pak Wijaya. Kelvin duduk disebelahnya namun sedikit di belakang kursi pak Wijaya. artinya untuk mengetahui strata antara dirinya dengan pak Wijaya. walau statusnya pemilik, namun dihadapan karyawan lainnya, pak Wijaya lah yg berkuasa. ini adalah fakta dari dunia kedokteran kita.

“mas, subsidi kita kepada rumah sakit ini akan banyak sekali, ayahmu pasti akan marah”, peringat pak Wijaya saat berjalan berdua keluar menuju parkiran basement dimana mobil Kelvin sudah menunggu dibawah.
“iya pak, saya paham. saya hanya ingin memberi kesejahteraan bagi semua pegawai disini yg mengorbankan waktu dan tenaga untuk merawat orang yg bukan keluarganya, mereka pantas untuk di apresiasi”, terang Kelvin.
“tapi gini mas, kalau berpikirnya seperti itu, kita sia-sia menjalankan usaha, hanya akan terserap habis kepada orang-orang kita”, balas pak Wijaya dengan nada sedikit meninggi karena sifat Kelvin yg terlalu manusiawi.
“benar pak, skemanya akan saya pikirkan, mungkin dalam berupa bonus”, balas Kelvin.
“itu lebih masuk akal”, balas pak Wijaya sembari mengumbar senyum kearah Kelvin.
mobil Alphard hitam itu pintunya sudah terbuka sehingga semburan AC sudah terasa di kulit manusia siapapun yg berdiri di dekat mobil itu. sopir setia bernama Dirman berada di depan menunggu sang pemilik mobil menaiki mobil yg ia sopiri. pintu mobil tertutup otomatis, kaca yg super gelap itu membuat siapapun yg berada didalamnya tidak terlihat dari luar.

menjelang malam, Kelvin diingatkan oleh Audrey untuk menghubungi bu Lydia yg merupakan pentolan divisi pemasaran di Luxor. saat ia scroll kebawah, ada satu pesan yg belum terbuka, yaitu dari Adelia. pesan itu tertanggal hampir 16 hari sejak Adelia mengirim pesan itu.
“oh lupa”, ujarnya dalam hati.
[18.20] Kelvin: maaf, aku lupa membalas pesanmu, saat itu aku sedang rapat. semoga kamu baik-baik saja.
pesan itu dikirimkan kepada Adelia. dan jelas, pesan dari Kelvin kepada Adelia, tak terbalas.

sesuai misi utama tadi, Kelvin hendak menghubungi bu Lydia terkait kondisi dia yg sudah hampir seminggu lebih tidak masuk ke kantor.
“hello bu Lydia”, sapa Kelvin.
“eh pak, bagaimana ada yg saya bantu”, balasnya dengan nada sedikit tergagap.
“engga ada apa-apa, kenapa lebih dari seminggu tidak masuk?”, tanya Kelvin dengan baik sambil duduk memandangi pemandangan matahari yg sudah terbenam seutuhnya.
“iya maaf, kemarin anak saya sakit dan hmmm besok saya akan masuk..”, ujarnya dengan nada tidak yakin.
“ceritalah kalau ada masalah..”, pancing Kelvin.

Lydia hanya terdiam..

“saya kebetulan berada di luar, saya akan mampir ke rumahmu”, ujar Kelvin.
“pak, engga usah”, tolak Lydia.
“bu Lydia adalah salah satu orang kepercayaan saya, saya tak ingin ada masalah yg tidak diutarakan, makanya saya ingin tau, daripada bercerita di kantor, kemungkinan kondisi kantor bisa mempengarui cerita ibu”, balas Kelvin.
“baiklah”, tutupnya.
Kelvin bergegas menemui salah satu orang kepercayaannya itu, wanita yg sudah berada di Luxor jauh sebelum Kelvin ada di Luxor. tak ayal kalau Kelvin berusaha untuk menjaga bu Lydia dan pesan dari pak Wijaya juga untuk terus memberikan perhatian kepada pegawainya yg loyal.

dengan berpakaian menggunakan polo dan celana jeans panjang, Kelvin bergegas ke alamat rumah bu Lydia. sebagai seorang boss, iya memiliki wewenang untuk mengetahui keadaan pegawainya, dan jika Lydia nanti bercerita dan ada suaminya pasti ceritanya akan lebih original karena pasti akan dibantu menjawab oleh suaminya. mobil Aston Martin yg ia pilih karena malam hari ia lebih berkamuflase dengan kegelapan karena tidak begitu menarik perhatian pengendara lain.

rumah bertipe cluster dengan design american classic dengan lampu redup berwarna kuning terpadu indah. Kelvin memarkirkan mobilnya tepat di depan garasi rumah tersebut.
“ayo pak Kelvin silahkan masuk”, ujar Lydia yg menggunakan pakaian rumahan berupa piyama berwarna putih dengan bahan seperti sutera dan bermotif bunga.
“terimakasih bu”, balas Kelvin yg lantas duduk diruang tamu, tembok terlihat kosong, tak ada lukisan maupun ornamen tertentu untuk menghiasi dinding tersebut.

wanita berparas cantik, tinggi dan wajahnya oriental ini adalah kategori hot mama karena yg Kelvin ketahui direksi pemasaran ini memiliki seorang anak perempuan yg usianya sudah menginjak 11 tahun.
“bapak mana bu?”, tanya Kelvin dengan sopan.
“sedang engga ada dirumah”, balasnya.
“hmmm jadi kenapa bu kok lama engga masuk, apa yg bisa saya bantu”, tanya Kelvin pada wanita itu.

“huft, lebih ke personal sih pak, awalnya anak perempuanku sakit, dan dia engga mau ditinggal ibunya. yauda aku temenin, tapi ada hmm masalah lain dengan suami yg membuat aku harus menengkan pikiran daripada aku ke kantor tapi justru membuat semuanya cemas”, terang Lydia.
“hmmm kenapa bu kalau boleh tau”, tanya Kelvin.
“ya kan aku udah pisah ranjang sama suami sudah lebih dari 3 tahun ini, ya dia akhirnya menggugat cerai, tapi banyak permintaan seperti anak harus ikut dia lah atau apalah, pusing aku”, terangnya sambil berkaca-kaca.
“maaf bu maaf, bukan maksud untuk mengorek luka ibu, tapi…”, ujar Kelvin belum selesai tapi sudah dipotong oleh Lydia.
“iya gapapa pak”, balas Lydia.

“saya pikir, ibu ingin resign atau bagaimana sehingga saya dan Audrey tadi sempat khawatir”, lanjut Kelvin.
“hmm engga, gak mungkin, aku sudah berhutang banyak terhadap HS group, terutama dengan ayahmu dan pak Wijaya”, terangnya.
“kenapa itu bu?”, tanya Kelvin.
“aku dulu salah satu manager bank di Jakarta, dan HS group adalah salah satu klient kami, ya biasalah politik, aku ingin digulingkan karena ada yg menginginkan posisiku, dan aku seorang wanita, ya diseranglah dengan isu SARA, aku gak kuat, aku resign, dan saat terpuruk sekali, Pak Wijaya memanggilku dan memintaku untuk wawancara, dan akhirnya saya diterima oleh HS group. hidupku benar-benar tertolong oleh beliau itu”, terangnya.
itulah mengapa saat Lydia bertemu dengan pak Wijaya sudah bagaikan anak dengan bapak, sangat hormat sekali dan menjaga. ternyata ada udang dibalik bakwan. loyalitas yg diberikan oleh Lydia tidak boleh disia-siakan oleh Kelvin yg sekarang menjadi atasannya. namun Kelvin juga harus tetap menghormati direksi pemasaran tersebut.

“baiklah, saya harapkan dengan sangat, ibu bisa kembali ke kantor”, minta Kelvin.
“hmm”, balasnya lirih, namun dalam pikiran Kelvin hanyalah pak Wijaya, ia harus dibawa kesini agar Lydia mau untuk kembali ke kantor. Lydia lantas membuka laci kecil yg ada di bawah meja tamunya dan ia mengeluarkan sebotol Jack Daniel, “inilah temanku saat aku stress, Kelv”, lanjutnya sudah tak memanggil pak lagi, mungkin ia sudah sangat stress.
“Bu, jangan Bu”, nada sedikit meninggi, Kelvin lalu berjalan kearah Lydia dan menarik botolan tersebut.
“jangan, seperti ini bukan menyelesaikan masalah, aku kesini untuk bisa membantu masalah ibu walau hanya sedikit”, ujar Kelvin berada disebelah Lydia yg sedang terpuruk.

“Kelv, 13 tahun bersama dengan suami, ia selingkuh, Kelv! selingkuh sama sahabatku sendiri yg jd asisten dia selama 10 tahun! pastes kalau pulang, spermanya selalu kosong! bayangin, Kelv!”, teriak Lydia. Kelvin spontan memeluk salah satu pegawai terbaik Luxor, memberikan kepedulian. nampaknya stress Lydia ini sudah tak bisa dikendalikan, ia menangis. Kelvin termenung, apakah keutuhan keluarganya tergadai dengan suksesnya Lydia dalam dunia karirnya?

“Kelv, fuck me..”, kalimat itu terujar dari wanita yg akan menginjak usia 36 tahun itu. wanita yg masih memiliki body fantastis karena menggunakan fasilitas gym Luxor, payudara yg masih kencang dan wajahnya oriental yg membuatnya semakin aduhai.
“what?!? No. No, Bu Lydia please jangan, ibu sudah seperti keluarga saya sendiri, please dont!”, perintah Kelvin menolak.
“bukankah bercinta dengan keluarga sendiri justru lebih panas”, balasnya mengelak, tangan kanan Lydia sudah ia taruh tepat diatas dimana penis Kelvin berada, kepalanya seperti mencari jalan untuk mencapai leher dan bibir Kelvin.

“bukannya anak dan pembantu ibu ada dirumah? nanti kalau mereka lihat gimana?”, tanya Kelvin yg mulai salah tingkah.
“mereka diatas, they wont know, come..”, ajak Lydia menarik tangan Kelvin untuk dibawanya ke dalam kamar calon janda ini. akhirnya, Kelvin menuruti kemauan wanita seksi ini, siapa yg kuat digoda…

kamar yg cukup luas ini berada di lantai bawah, Kelvin hanya berharap anggota lain yg berada di dalam rumah ini tak mengetaui tindakan si tuan rumah. Lydia mengunci pintunya. langsung ia menempel badan Kelvin yg merupakan bossnya dan langsung menyerang bibir pria muda ini. Kelvin nampak sudah larut dalam nafsu dan akhirnya ia turut memeluk wanita ini. Lydia mendorong bossnya hingga akhirnya terjembab diatas kasur, Lydia berada diatas tubuh Kelvin, ia menarik baju Kelvin keatas.
“wow, lumayan juga..”, ujar Lydia.

lalu wanita ini bangkit dan meninggalkan Kelvin untuk ke kamar mandi.

“dont go anywhere”, ujarnya. di dalam kamar mandi, Lydia nampak tergesa untuk mencukur habis bulu vaginanya, ia ingin memberikan yg terbaik bagi bossnya, tak lupa ia memberi sabun sirih agar baunya wangi semerbak. seluruh piyama ia lepaskan hingga akhirnya tertinggal BH dan celana dalam.

ia melangkahkan kaki keluar sambil berjalan dengan genit, dan kembali menaiki Kelvin. bibir mereka seolah tak ingin pisah dan selalu bersatu. Lydia lalu dengan ganasnya menuruni ke daerah bawahan Kelvin, melepas celananya dan penis muda itu sudah tegang sekali. hingga Kelvin melepas seluruh bajunya seolah ingin segera merasakan tubuh seorang hot mommy ini. tangan kanan Lydia memberikan kocokan pada penis muda itu.
“tadi aja nolak, ini kok tegang hihi”, ledeknya.
“ternyata enak bercinta dengan keluarga”, balas Kelvin.
“haha you wished aku kakak perempuanmu ya”, ledeknya kembali sambil memposisikan diri berada diatas tubuh Kelvin dan mengarahkan langsung kepada liang kewanitaannya tanpa melepas celana dalam.

“arrgghhh”, desahnya.
“langsung aja nih”, tanya Kelvin sembari menahan enaknya liang surgawi ini.
“udah basah banget, do it whatever you want”, balasnya genit sambil menjatuhkan diri dan menciumi boss muda itu.
Kelvin menggerakkan pinggulnya keatas, memberikan sodokan yg bagi Lydia sangat enak sekali. nampaknya ia menyukai traditional seks yg langsung main sodok tanpa banyak foreplay. memeknya sangat menjepit sekali bahkan bisa terbilang sangat seret. tiap sodokan menghasilkan desahan khas amoy cantik yg membuat siapa saja engga tahan berlama-lama. walau vaginanya terus mengeluarkan cairan pelicin, namun tetap tidak bisa membantu agar tak sekencang ini. Kelvin menaruh kedua tangannya pada bongkahan pantat wanita yg sudah memiliki satu anak ini.

Lydia meminta untuk berganti posisi, ia tetap berada diatas, namun membelakangi Kelvin. sodokan yg Kelvin berikan ditambah Lydia memberi kobelan pada memeknya sendiri nampaknya segera mengantar dia untuk segera meraih puncak kenikmatan yg haqiqi. desahnya lirih, namun tubuhnya teguncang. terutama kedua kakinya bergetar. memeknya mencengkram lebih dalam dan kencang.
“arrgghhh yaampuun enak banget ahh anjeeeeeeng ahh”, desahnya berkata kotor dibarengi dengan nafas yg berburu.
“ahh Kelv, enak banget, nikmati sekuatmu aja Kelv..”, ujarnya.
“iya Bu, ahh”, balasnya.
lalu Lydia telantang diatas badan Kelvin sembari penisnya masih tertancap.
“kamu engga pingin memanggilku dengan sebutan yg lebih liar..you can call me by my name”, ujarnya dengan genit.
“sure, Lydia..”, balas Kelvin.
“am i your slut? pemuas nafsumu?”, tanya Lydia yg ngelantur namun Kelvin tetap memberikan sodokan ringan pada orang yg ia hormati ini.

kedua tangan Kelvin berada di pinggul wanita itu memberikan ritme sodokan. Kelvin menciumi leher wanita cantik ini, membuat ia klejotan keenakan. dengan cara bermain tanpa jeda ini membuat Kelvin kesusahan untuk menjaga pertahanannya ditambah dengan cara main Lydia yg terbilang unik karena suka yg bermain langsung sodok tanpa jeda walau hanya sebentar. Kelvin mencengkram dan memeluk Lydia yg diatasnya sedang telentang.
“Lydia..am cumming”, desah Kelvin.
“faster baby, fuckme faster”, perintahnya.
“keluar dimana?”, tanya Kelvin.
“dalem aja, its okay baby, you will like it”, desahnya.

mendapat persetujuan itu, Kelvin memompa lebih kencang dan nafas keduanya sudah saling berburu. tangan Kelvin salah satunya berada di payudara wanita yg hampir menginjak setengah baya ini. tubuh pria kaya ini lantas sedikit mengejang, dorongan cairan hina sudah saatnya untuk memuntahkan ajiannya.

“ahhhhhhhh Lydiaaahhh uuhhh”, desahnya pada leher pasangan bercintanya. seluruh cairan buah kenikmatan itu mengalir deras tertampung pada liang surgawi Lydia. pasangan wanitanya melemas, keduanya saling berpelukan dengan posisi yg sama, Lydia masih telentang di tubuh Kelvin. adegan seks yg cukup singkat hanya 15 menit itu namun memiliki makna yg berarti bagi kedua pasangan ini.

“thank you Kelvin, udah membuatku sebagai wanita normal kembali”, ujarnya dengan lirih, penis Kelvin masih tertancap di dalam.
“maksudmu?”, balas Kelvin yg kini sudah mencabut penisnya dan mereka berdua saling bersebelahan namun tetap saling memeluk.
“aku udah 3 tahunan ini engga bercinta sama lelaki, dan engga ingin dicintai lelaki juga, udah mau fokus sama anakku aja”, balasnya dengan penuh tekanan.

“wow, bagaimana caramu memuaskan diri?”, tanya Kelvin.
“dengan jari atau vibrator sudah cukup..hmm Kelv, jangan bawa hati dalam hubungan ini ya, bawa hanya nafsumu aja dan profesionalitas saat kita bertemu di kantor”, terang Lydia.
“sure”, balasnya singkat.

“seperti kamu dengan Ganis, walau sudah bercinta tapi masih profesional”, canda Lydia.
“what maksudmu apa?”, balas Kelvin memastikan.
“iya, Ganis cerita ke aku kalau kalian pernah saling bertukar kenikmatan haha”, tawa Lydia.

….
….
….

**

berangkat ke kantor bagi Kelvin hanya sebatas menuruni lift ke lantai 5 dan disitulah letak dimana kantor pusat dari Luxor Paradise. berangkat ke kantor hanya menggunakan celana jeans dan baju polo berwarna pink. melewati kubikel demi kubikel dimana para staffnya bekerja.

melewati divisi pemasaran, ada suara yg cukup gaduh riang bahagia, ia melengok.
“lho, bu Lydia, welcome back”, ujar Kelvin melihat para staffnya menyambut kedatangan kepala mereka.
“haha thankyou pak Kelvin”, ujarnya sambil menjabat tangan Kelvin.

BERSAMBUNG

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part