. Rich and Violent Part 32 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 32

0
254

Rich and Violent Part 32

EKONOMI TERPURUK

Hubungan yg paling rumit adalah hubungan yg dijalankan oleh sepasang kekasih oleh seseorang yg dikata sudah memasuki usia dewasa. Mereka tak pernah posting foto bersama atau menunjukkan kemesraan dikhlayak umum. Selain itu, biasanya tak ada pernyataan kalau mereka berhubungan. Kondisi itu yg membuat seseorang semakin galau. Adelia dan Kelvin. Adelia cukup sabar menghadapi Kelvin yg tidak memberikan pernyataan kalau mereka bersama atau hanya sebatas teman jalan.

Siang yg cukup terik, Kelvin mengendarai Aston Martin memasuki lingkungan kampus, dengan suara mesin yg terus meraung. Banyak pasang mata yg memandanginya siapa gerangan dibalik ruang kemudi dari mobil yg dikendarai James Bond ini. Adelia duduk di pinggir jalan menunggu sang penunggang kuda besi datang.
“Mas, aduuh, kok pakai mobil ginian sih”, protes Adelia yg sengaja mengajak Kelvin untuk makan siang. Menggunakan pakaian yg sederhana berupa kemeja dan celana jeans yg dipadukan sempurna dengan jilbab yg warnanya sama.
“Aku habis ada meeting dan kebetulan pakai ini”, jawabnya sambil tersenyum yg lantas meraih tangan kanan Adelia, “oh mana jam yg aku beri?”, lanjut Kelvin bertanya.
“Terlalu bagus mas untuk aku pakai di kampus”, jawabnya lirih dan tersenyum karena Kelvin mengenggam tangannya begitu erat saat mobil berjalan pelan membelah jalanan di dalam kampus yg cukup ramai karena ingin mengetahui jenis mobil apa yg menghasilkan suara seperti seekor macan meraung.

Didepan ruang kelas yg masih terbilang ramai paska selesai kuliah, banyak yg masih berkumpul membicarakan akan kemana makan siang ini. Laila dan Silvia seperti kehilangan satu temannya, yaitu Adelia.
“Gila, langsung ngilang aja Adel”, tanya Silvia.
“Tadi aku ngintip pas dia main HP nampaknya dia makan siang sama mas Kelv deh”, jawab Laila dengan santai.
“Kita kepoin yuk, ikutan makan dimana dia makan”, ajak Silvia yg masih menyimpan rasa penasaran dengan pria kaya raya yg memiliki uang tak berseri ini.
“Yee mana kutau mereka akan dimana, engga baca juga”, balas Laila.

Suara mobil itu masih meraung disekitaran Fakultas dimana Adelia menimba ilmunya.
“Njiir, ada yg bawa Aston Martin ke kampus”, celoteh seorang lelaki yg menurutnya dia sudah tajir tapi ternyata ada yg lebih tajir dari dirinya yg hanya membawa Pajero Sport ke kampus.
“Itumah cowoknya Adel yg bawa”, balas seseorang wanita yg mengetahuinya.
“Gak nyangka haha Adel doyan juga dengan yg gituan haha”, balas seorang pria lainnya.
Desas desus seperti itu sudah menjadi buah bibir setiap kali Adelia kepergok sedang jalan dengan Kelvin. Walau begitu, wanita cantik berhijab ini cuek dan tak menghiraukan. Kenyataannya bukan apa yg sering mereka bicarakan. Adelia pernah berkata pada temannya kalaupun Kelvin engga tajir dan hanya seorang pria biasapun Adelia masih mau. Sifat Kelvin yg mengayomi adalah hal yg Adelia inginkan dari seorang pria.

Tujuan mereka adalah mencari makan siang. Dilanda kebingungan. Tempat yg awalnya diinginkan Adel ternyata tidak buka.
“Aduh kok tutup ya”, sesal Adel dan Kelvin hanya memandanginya sebuah warung yg cukup sederhana namun ada halaman parkir yg cukup luas sehingga tak perlu khawatir terhadap mobilnya.
“Terus kemana ini?”, tanya Kelvin.

Adel diam sejenak.

Berpikir.

“Mas doyan makan dikampus engga, ada warung enak”, ajak Adel. Dalam hati Kelvin dengan menggunakan mobil seperti ini sangat susah untuk berkamuflase. Apa ini yg ingin ditunjukkan Adel kepada yg suka dengan dirinya bahwa ia memiliki pacar entah gebetan yg bisa menggilas kapanpun kalau berani mendekat.
“Hmm boleh”, balas Kelvin singkat yg saat ini ia menyesali telah membawa mobil sportnya.
“Belum pernah kan makan dilingkungan kampus, pasti beda dengan saat mas kuliah di UK”, canda Adel yg lantas membuat Kelvin menaruh tangan kirinya diatas paha Adel sambil tersenyum.

Tiba di lokasi makan. Cukup ramai dengan kendaraan bermotor. Ada seorang tukang parkir yg tau kalau ini mobil mahal, lalu ia dengan bergegas menggeser motor yg berada tepat di depan warung. Puluhan mata memandangi. Padahal tempat itu biasanya untuk parkir motor, kali ini untuk parkir mobil. Mesin mobil dimatikan, Kelvin dan Adel turun. Kacamata hitam Kelvin digunakan untuk menghindari tatapan mata beringas dari mahasiswa yg iri dan mahasiswi yg seolah berteriak ‘hamili aku’.
“Titip mobil ya mas, di jaga ya”, ujar Kelvin pada tukang parkir memberi perintah.
“Sii..siaap…app”, balas si tukang parkir gugup baru pertama kali disuru menjaga mobil yg menyentuh harga 3M per satu bijinya.

Warung sederhana. Ramai. Duduk dipaling pojok dan belakang. Adelia ke konter untuk memesan makanan dan ia juga yg membayar makanannya. Adelia lantas duduk dihadapan Kelvin.
“Ramai mas, jam makan siang”, ujar Adelia.
“Iya”, balas singkat sambil terus memandangi HPnya.
Adelia curi pandang dilayar HP Kelvin apa yg ia bahas di dalam sana, namun yg ia tangkap hanyalah bahasan proyek yg tak kunjung berujung.
“Jadi pengusaha sibuk ya”, celoteh Adelia.
“Iya, sekali”, balas singkat Kelvin sambil menaruh HPnya.
“Apa sih enak dan engga enaknya jadi pengusaha dan sangat kaya”, tanya Adelia.
“Enaknya sih punya pegawai, bisa menyejahterakan mereka, berpenghasilan besar juga. Tapi engga enaknya ya ini, dilihatin terus sambil pada ngrumpiin kita”, balas Kelvin sambil melihat kanan dan kirinya.
Adelia tersenyum melihat Kelvin nampak tak nyaman dilingkungan kampus dia, sedangkan Adel berusaha sangat cuek terhadap lingkungan mereka.

Adelia lantas melirik kearah kirinya, terdapat gerombolan pria yg mengenakan jaket jeans, dan pakaian yg nampak fancy serta HP keluaran versi terbaru. Duduk dimeja seolah kantin milik mereka sendiri walau ada dosen yg juga turut makan disana namun seolah menghiraukan mereka dan hanya fokus pada makan siangnya.
“Itu yg disana, yg pakai jaket jeans, itu pacarnya Silvia, mobilnya itu Pajero terbaru yg warna hitam disana itu”, bisik Adelia dan Kelvin menoleh kearah sana dibarengi dengan anggukan.
“dia salah satu yg tajir lah dikampus ini mas, bapaknya punya pabrik mebel di Jepara tapi domisili di Jakarta, makanya ya gitu gayanya”, lanjut Adelia.
“Silvia doyannya dengan yg tajir gaul gitu ya”, tanya Kelvin.
“iya ya yg bisa memenuhi kebutuhan Silvia juga haha”, terang Adelia.

Makanan pesanan Adelia berupa nasi pecel dan nasi langgi untuk Kelvin telah tiba beserta dengan minumnya. Kelvin dan Adelia menyantap makan siang dengan lahapnya. Obrolan seolah terhenti sejenak karena hanya fokus pada makan.
“heh Adel!”, bentak Laila yg sudah berada di sebelah Adelia yg membuatnya terkaget.
“hmmm pantesan kita ditinggal!”, sahut Silvia sambil tertawa.
“hi mas”, sapa mereka berdua.

Kelvin membalasnya dengan anggukan dan senyuman. lantas pacar Silvia juga menghampiri meja dimana Kelvin dan Adelia bersantap. Pria itu mempernalkan dirinya dengan nama Rey. Nama yg keren untuk seorang anak pengusaha mebel.
“ini mas Kelvin, hmm pacar Adelia?”, tanya Silvi pada mereka semua.
“temen”, balas Adelia dengan tersenyum.
“oh masnya yg bawa Aston Martin itu ya, itu model tahun 2015 kan”, terang Rey yg nampaknya penggemar mobil.
“hmm engga tau sih, aku lihat modelnya, bagus, kelihatannya bisa kenceng, yauda bayar, gak usah pakai mikir”, ujar Kelvin sambil terus makan. wajah pria itu nampak masam karena jawaban Kelvin yg seolah sombong tapi memang kenyataannya seperti itu.
“mas Kelvin ini yg punya seluruh property di pulau reklamasi yg namanya Luxor Paradise itu”, terang Silvia pada pacarnya nampaknya dia kalah abu dengan Kelvin. Kelvin hanya diam dan terus makan namun terkadang memandangi ke arah semua lawan bicaranya.
“kalau mas Rey, usaha atau apa?”, tanya Kelvin dengan pasti untuk mengukur kemampuan finansial lawan bicaranya.
“usaha mas…hmmm usaha jual beli mobil”, balasnya.
Rey nampak berusaha mencari obrolan yg bisa untuk bargaining power dia, namun apadaya dari segimanapun ia sudah kalah. tapi keunggulan dia adalah memiliki Silvia yg sangat cantik yg menjadi primadona setiap pria. tapi ya pemenangnya adalah yg paling tajir karena Silvia memang doyan cowok yg seperti itu. melihat Kelvin duduk dihadapan Rey, bisa aja Silvia berpindah pelukannya.

hampir satujam mereka berlima saling bercengkrama. Kelvin berpamitan serta Adelia juga akan ada kuliah lagi. memasuki mobil lantas menghidupkannya memang bagaikan orkestra yg sangat merdu. tukang parkir diberi dua lembaran bergambar Soekarno Hatta membuat ia tersenyum sepanjang hari. mobil ia jalankan menuju dimana ia menjemput Adelia beberapa saat yg lalu.
“hati-hati ya”, ujar lembut Kelvin sambil mencium tangan Adelia. matanya berbinar-binar bahagia. permainan hati Kelvin membuat Adelia yakin kalau Kelvin menaruh hati padanya.
“iya mas, kamu juga ya”, balas Adelia dengan lembut dan memberikan senyuman terbaiknya kepada Kelvin.
“kemungkinan aku akan ke Bali untuk studi kelayakan tanah yg baru aja aku beli, nanti malam ada dinner dengan stakeholder di pemerintahan”, terang Kelvin mengenai kegiatannya.
“iya”, balas Adelia singkat sambil turun dari mobil sport mewah itu.

mendampingi ayahnya dalam diskusi dengan stakeholder pemerintahan. Kelvin duduk dengan rapi disebelah namun sedikit dibelakang ayahnya yg nampak turut andil dalam panel meja bundar kali ini. duduk disebelah ujung adalah salah satu seseorang yg memiliki super penting dalam pemerintahan. Kelvin diam dan memperhatikan. bahasan kali ini adalah mengenai perekonomian Indonesia. banyak pengusaha senior nasional yg saling mengutarakan pendapat pada kondisi Indonesia yg sangat genting ini. permasalahannya adalah siapapun pemimpinnya kalau kondisi perekonomian dunia sedang buruk ya Indonesia juga ikut buruk. gak perlu bawa-bawa kaos dan mengadakan demo. itu bodoh.

HP Kelvin bergetar. ia tak berani membukanya. jelas itu pesan WA jaringan pribadi yg masuk. semua group WA ia mute. tapi siapa. Adelia? ia tak berani membuka.

bahasan semakin menarik dengan dollar melambung tinggi, bagi sebagian eksportir yg dibayar menggunakan dollar. mereka tertawa. bagi importir, mereka modar. ayahnya Kelvin yg turut merasakan derita teman sejawatnya berpikir keras bagaimana membalikkan keadaan. susah. apalagi Amerika terus mengancam perdagangan negara kita. yg perlu kita lakukan adalah bagaimana kita memperbaiki keadaan yg sudah kacau ini.

“mari bapak-bapak, silahkan hidangan malamnya”, ujar si bapak yg duduk sebagai pemimpin rapat meja bundar.
“lha ini yg ditunggu”, dalam hati Kelvin beranjak sambil membuka HPnya menunggu sambil menahan perutnya sudah lapar. namun belum sempat ia buka, banyak yg menyamperi saling memperkenalkan diri. karena sesi inilah yg paling penting bagi seorang pengusaha, yaitu berkenalan dengan sesama pengusaha untuk memperluas koneksi. terpaksa HP ia masukkan kembali untuk meladeni obrolan dengan orang baru tersebut. mereka pengusaha besar, rata-rata yg kenalan dengan Kelvin adalah pengusaha ikan, pengusaha sapi yg jumlahnya ribuan, realestate, investor, dan sektor strategis Indonesia lainnya.

Pecel dan Ayam bakar yg sangat empuk sehingga hanya menggunakan tekanan sendok sedikit, dagingnya sudah pada hancur, menemani malam Kelvin sambil bercengkrama dengan para pengusaha. ayahnya kembali duduk di meja panel namun informal dengan si tuan rumah dan beberapa pengusaha yg sudah sangat tua dan senior. cara berpikirnya pasti berbeda dengan yg muda. Kelvin membaca situasi, apakah negara kita perekonomiannya sedang genting? tak sadar ada pihak yg saling menyupayakan untuk memperbaiki keadaan, namun para pengkritik di media sosial dengan gampangnya minta ganti pemimpin.

pukul 9.30 malam, suasana sudah mereda, sebagian sudah berpamitan. ayah Kelvin termasuk yg terakhir. istana milik pemerintahan yg megah ini dijaga banyak pria berbadan tegap dan garang. mobil ayahnya sudah tiba di lobby dan bersiap untuk mengantarnya pulang.
“kita itu kena domino effect, yg disana collapse ya kita ikut collapse, ditambah dengan masyarakatnya yg mudah di pengaruhi sama oknum tertentu, yauda pas, semakin hancur lah kita”, ujar ayahnya dengan berapi-api memandangi kearah jendela yg diluar sana banyak orang yg tak paham mengenai kondisi negara kita tapi sok paham.
Kelvin disebelahnya hanya diam namun dalam hatinya tersenyum membaca pesan yg masuk ke dalam HPnya. kondisi negara ini memang susah untuk menjadi baik karena masyarakatnya sendiri enggan diajak maju.

[9.49am] Kelvin: bentar lagi sampai rumah.

balas singkat kepada lawan bicara di pesan singkat tersebut.

“terimakasih ayah, sampai jumpa lain waktu. pak, hati-hati ya”, ujar Kelvin saat mobil ayahnya menurunkan Kelvin tepat di lobby Tower A, ia juga tak lupa memberi salam kepada sopir setia yg mengantar ayahnya kemanapun yg beliau inginkan.
berjalan menuju lift khusus penghuni penthouse, tak lupa ia mampir ke resiptionis untuk memberi salam kepada mereka yg berjaga hingga malam.
“mbak, nanti ada tamu, langsung diberi akses ya”, perintah Kelvin yg tak perlu diterjemahkan oleh mereka.

setiba di dalam kamarnya, ia melepas batik panjang yg ia gunakan dan ia berganti menggunakan polo sembari membasuh kaki serta wajahnya agar terlihat lebih fresh menyambut tamu yg akan datang mampir dari acara lainnya. Kelvin duduk di kursi tinggi yg berada di meja dapur sambil mengamati chart investasi pada perusahaan maupun investasi bitcoin yg ia tanam mencapai milyaran rupiah. investasi ini yg Kelvin awasi sendiri sehingga penghasilan ini merupakan tambahan dari yg 210 juta perhari.

KNOCK KNOCK.

Kelvin beranjak dan membukakkan pintu.

“hello, ayok silahkan masuk”, sapa Kelvin sambil mengumbar senyum pada tamunya.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part