. Rich and Violent Part 31 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 31

0
262

Rich and Violent Part 31

PELIHARAAN

Seduhan teh celup hangat masih menghasilkan kebulan asap yg belum bisa untuk diminum airnya. Panasnya air teh bisa membuat bibir yg meminum melepuh kepanasan. Si peminum hanya bisa menunggu sambil memberi sebulan ringan agar segera dingin. Kantung teh yg berada di dalam air terus berputar mengeluarkan sari dan aroma yg terkandung di setiap daun dan batangnya. Aroma menyengat hingga terisi seluruh ruangan. Si peminum menunggunya sambil membaca sebuah buku. Dengan sabar ia menunggu sembari menunggu waktu untuk menghadiri sebuah meeting bersama temannya.

Perhelatan pemilihan kepala daerah sudah digelar. Si peminum teh membaca kabar bahwa bupati yg ia usung memenangkan pemilihannya di daerah Jawa Timur sana. Ia hanya sebagai tim yg masuk ke dalam rencana pembangunan untuk daerah itu. Dia bukan tim inti, melainkan hanya tim support. Untuk wakil rakyat yg dia usung, baru akan bergelar ke medan pemilu beberapa minggu kedepan. Yaitu walikota Semarang. Yg pernah akan terjerat kasus namun dengan siasat putihnya akhir ia lolos. Yg terjerat justru ayah dari mantan Adelia. Mungkin dia sudah terlampau malu untuk melakukan hal semana-mena seperti dulu lagi.

Memang unik, apakah seorang Kelvin memiliki musuh dalam dunia bisnisnya? Pertanyaan itu menggelitik dirinya saat bertemu dengan mahasiswa atau kalangan yg berbeda dengan dirinya. Untuk pengusaha sekelas dirinya, bukan lagi musuhnya sesama pengusaha. Namun musuhnya lebih ke politik atau pemerintah. Kenapa? Kalau seorang pengusaha hanya berdiri sendiri tanpa bantuan pengusaha lain, tak mungkin usahanya sebesar sekarang. Untuk menjadi lebih besar, harus saling mendukung dan membantu. Ucapan seorang pengusaha justru lebih bisa dipercaya daripada ucapan seorang politisi. Selain itu, kalau dia hanya sendirian, pemerintah akan mudah untuk menggilasnya. Jawaban itu yg sering keluar dari mulut seorang anak muda ini.

Pertemuan disebuah kantor properti milik Tim. Antara Kelvin dan Tim memiliki usaha yg sama dan sama-sama di Jakarta tapi mereka bukan bermusuhan tapi bahu membahu. Tim memiliki hubungan kedekatan dengan bupati yg meminta dirinya untuk mengelola agar bisa menaikkan citra si bupati. Tim setuju. Dan bupati yg ia usung menang. Michael disebelah Kelvin duduk sambil menghisap rokoknya dalam-dalam sambil berpikir keras. Kunci mobil A6 dimainkan oleh Kelvin sembari terus berpikir keras.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membahas rencana pemberian pengelolaan atas tanah yg dijanjikan oleh si bupati atas bantuan dana untuk kampanye yg mencapai milyaran rupiah yg sepenuhnya 70% dari kantong pribadi Tim dan sisanya adalah patungan antara Michael dan Kelvin. Seperti yg direncanakan sejak awal bahwa keinginan pemuda kaya ini adalah membangun perumahan rakyat yg luas tanah dan bangunannya lebih dari 170 meter persegi dan dijual dengan harga murah serta diberi kemudahan untuk mencicil.
“Ini rencana akan menigkatkan citra bupati hingga tingkatan surga ketujuh”, ujar Tim.
“Ya jelas, kita terlalu memikirkan rakyat jelata”, balas Michael.
“Kita kalau jadi pemimpin daerah pasti program yg pertama adalah mengentaskan kemiskinan haha”, ujar Kelvin.

“Bentar Kelv haha mengentaskan kemiskinan itu kalo kupikir sebuah program yg sangat bagus, tapi biasanya rakyat yg malas untuk mengentaskan kemiskinan diri mereka sendiri dan berharap terus dikasiani kalo merasa engga cocok tinggal protes aja harga BBM tinggi. Rakyat yg engga mau mengentaskan kemiskinan diri sendiri sebenarnya rakyat sampah yg engga pantes kita kasiani. Potret negara kita akan susah mencari pemimpin yg revolusioner, karena akan jatuh sama rakyat yg malas bekerja, tapi pemimpin yg memanjakan rakyat miskin yg malas pasti akan populer. Toh demografi kita banyak yg miskin timbang yg kaya”, terang Tim yg berapi-api.
“Tapi program kita?”, tanya Kelvin.
“Aku akan buat program ini untuk masyarakat miskin yg bekerja, bukan yg nganggur, seperti PNS golongan 2”, terang Tim melanjutkan.
Michael dan Kelvin mengangguk-angguk.

“Kita kaya, bisa beli ini itu, itu adalah reward atas kerja keras kita, bukan berarti kita sombong, noh yg protes sebenarnya juga bisa beli seperti kita kalau tau caranya cari uang, mempelajari bagaimana cara uang bekerja”, protes Michael.
“Iya masuk akal, dulu kita juga lahir sebagai orang miskin, orangtuaku berawal dari jualan plastik, terus ngembangin usahanya jadi properti, kalau aku gak punya otak yauda minta duit aja, tapi ku gunakan otakku untuk muterin duit orangtua lagi sehingga bisa sampai titik sekarang”, cerita Tim.
“Ya kita semua related, memiliki awalan yg sama”, tutup Kelvin.
Walau obrolan mereka cukup intens, namun mereka juga tetap melanjutkan obrolan mengenai bluprint dari program mereka yg efektif akan mulai berjalan beberapa bulan kedepan setelah bupati dilantik.

Suguhan minuman dan makanan ringan sudah tinggal hanya beberapa potong, namun pertemuan ini juga tidak segera berakhir dan obrolan semakin jauh kemana-mana tergantung arah angin ingin berlari kemanapun dia mau. Sebagai pengusaha muda di bawah 30 tahun dan masih single semua, obrolan mereka memiliki karakteristik yg sama. Yaitu urusan duit, mobil, prospek usaha masa depan dan wanita. Di dengarkan oleh Kelvin bahwa semua masih belum memiliki calon isteri dan masih menikmati layaknya Arjuna yg suka berkencan dengan wanita yg ada di hadapan mereka.
“Di usiaku yg udah 29 tahun, belum ada calon yg pas, tapi malah memelihara 3 cewek haha”, ungkap Michael dengan santai.
“Anjir 3?”, tanya Kelvin kaget.
“Iya, pramugari, mahasiswi dan pegawai bank gitu”, balas Michael tersenyum.
“Sex machine kamu haha Biaya abis berapa, aku aja hanya 1”, ujar Tim.
“Pramugari itu yg paling jarang kupakai karena dia juga sibuk, per bulan dia 17jt. Mahasiswi ini yg paling sering, aku telepon, setengahjam kemudian dia datang, kalau yg pegawai bank malam dia bisanya haha per bulan masing-masing 20jt”, terang Michael santai.
“Kalau elu Tim?”, tanya Kelvin.
“Haha pegawai baru di salah satu perusahaan mobil haha sebulan 15jt udah happy dia, dan jarang kupakai juga toh aku sering terbang, maksimal sebulan 5x, kalau elu Kelv?”, ungkap Tim.
“Haha aku masih kosong kalo yg rutin, biasanya nyari kencan sekali aja dengan artis gitu haha”, ujar Kelvin jujur.

“Ahh artis mah aku sebulan sekali itu, tapi boros, rasa sama, wajah doang cantik, tapi mahal”, ungkap Tim.
“Iya, kalau yg ini kan buat harian haha”, tawa Michael.
“haha bener, ambilin gaji sehari untuk bayaran mereka sebulan dan masih sisa bisa untuk ngasih mereka present haha”, ungkap Tim.
Kelvin hanya diam saja karena ia tak memiliki pasangan yg bisa untuk diajak menikmati indahnya bercinta harian. Jika yg disewa oleh temannya adalah seorang mahasiswi, di dalam benaknya hanyalah Silvia yg cukup binal dan bisa digunakan oleh Kelvin, tapi posisi Silvia tidaklah menguntungkan mengingat di dalam lingkaran dia ada seorang Adelia yg jelas menaruh hati pada pria muda ini. Walau pria muda ini bersifat dingin hanya memberikan kode sewajarnya.

Untuk urusan wanita dan pemuas hasrat, Kelvin jelas masih kalah dibanding dengan kedua temannya ini.

*

Malam yg mencekam dinginnya. Kesendirian menemani malam Kelvin. Pukul 1 pagi sudah seperti menjadi sahabat dekatnya saat ia menghabiskan waktu untuk membaca buku. Dalam sebulan ia bisa menghabiskan 3 buah buku yg memiliki ketebalan 300 halaman. Membaca buku memang menguras tenaga. Emosi pembacanya dilarutkan dalam drama yg tersaji dalam ketikan aphabet yg indah tersusun. Perut menjadi keroncongan.

Ia teringat masa kecilnya saat ayah dan ibunya masih menjalani sebagai orang biasa yg tinggal di sebuah perumahan yg tak begitu mewah seperti saat ini. Tiap malam penjaja makanan seperti mie ayam, nasi goreng, atau bakso seringkali lewat sesuai dengan waktunya. Para penikmat makanan jalanan setia menunggu. Tak terkecuali seorang Kelvin kecil dan kakaknya yg bernama Harris. Nasi goreng pinggir jalan memang memiliki karakteristik yg berbeda. Kelvin mengambil dompet dan HPnya berniat untuk turun dan mencari penjaja nasi goreng disekitaran Luxor. Namun mengingat Luxor berada disebuah pulau, maka ia harus ke Jakarta sebelah Utara untuk menemui penjaja pinggir jalan.

Berjalan menggunakan hoodie agar dirinya tak diketahui oleh pegawai jaga malamnya di lobby namun ia tak bisa menghindar dari satpam Tower A yg selalu menjaga gerbang.
“Eh pak Kelvin”, sapa salah seorang satpam terluar Tower A yg berjarak 150 meter dari bangunan utama Tower A yg Kelvin tempuh dengan jalan kaki.
“Eh hello”, sapa balasan.
“Mau kemana pak, malam-malam jalan kaki?”, tanya salah seorang lagi, dengan total yg berjaga 5 orang.
“Mau cari nasi goreng, pinjam motor dong”, tanya Kelvin yg membuat mereka berlima saling pandang satu dengan lainnya.
“Maaf pak, kan di resto hotel ada”, balas salah satunya lagi.
“Kurang cocok”, balas Kelvin.
“Maaf pak, jam segini terlalu bahaya untuk bapak ke daratan utama apalagi naik motor, banyak begal”, ujar satpam yg tertua.
Kelvin hanya terdiam bingung tapi juga ingin menuntaskan hasratnya atas nasi goreng pinggir jalan yg ia idamkan.

“Kalau berkenan, saya aja yg membelikan bapak, saya tau yg enak langganan saya”, ujar salah seorang yg termuda.
“Hmm begitu, katanya banyak begal, nanti anak istrimu khawatir, kalau aku kan sendiri kalau misal dibegal, siapa juga yg akan bersedih kalau bukan orangtuaku”, balas Kelvin.
“Kami semua akan sedih dan menyesal telah mengijinkan bapak keluar”, balas seorang satpam yg pernah dibelikan sepada motor oleh Kelvin.
“Biar kami berdua saja pak, bapak menunggu dikamar aja”, ujar yg termuda.
“Yauda, terimakasih dan maaf merepotkan, saya nunggu disini aja, jadi beli 6 ya. Semua dibelikan juga”, terang Kelvin disambut dengan hati bahagia karena sejujurnya mereka juga cukup lapar karena energynya terbuang melawan dingin. Dua dari kelima penjaga malam itu berangkat untuk memenuhi pesanan si pemilik apartement yg mereka jaga.

Pos ronda yg berbentuk sederhana, di dalamnya ada sebuah TV berukuran 22in untuk menemani malam mereka, dibelakang bangunan pos ada toilet kecil yg tak terlihat jika tidak memperhatikannya dengan seksama karena tertutupi oleh sekat tumbuhan yg cukup lebat namun rapi. Agar mata tak terkantuk mereka juga meminum kopi serta menyantap gorengan.
“Apa itu di atas piringan?”, tanya Kelvin yg duduk di bangku depan bersama satpam ini.
“Gorengan pak”, balas salah satu dari mereka.
“Boleh sini”, ujar Kelvin sambil mengulurkan tangan menerima piringan yg di atasnya ada beberapa mendoan yg sudah dingin.
“Saya buatkan kopi ya pak”, tanya salah satu dari mereka. Kelvin mengangguk, mereka merasa canggung karena belum pernah duduk sedekat ini dengan orang nomor satu di perusahaan yg mereka diperkerjakan.

Sembari menunggu, mereka menanyakan terkait fasilitas terbaru untuk seluruh pegawai HS tak terkecuali pegawai paling rendahan pun, yaitu fasilitas kesehatan dirumah sakit yg baru saja Kelvin beli. Seluruh pegawai mendapat fasilitas gratis atau potongan biaya yg cukup besar untuk pegawai itu sendiri dan keluarga inti mereka. Ketiga satpam itu menanyakan dokumen apa yg perlu dibawa.
“Cukup ID HS Group aja sama surat rujukan dari pimpinanmu, kalau pak-pak ini ya berarti dari HR”, terang Kelvin yg membuat pegawainya merasa lega. Obrolan yg cukup menarik itu membuat kopi Kelvin lupa untuk diminum. Baru setengahjam kemudian pesanan nasi goreng itu tiba. Kelima satpam sibuk menyiapkan piring yg terbersih untuk lambaran nasi goreng dan satpam yg termuda terus menerus mencuci sendok yg akan digunakan oleh Kelvin. Saking bersihnya sendok stainless steel itu bisa untuk bercermin.

Tanpa tedeng aling-aling, Kelvin menyantap dengan lahapnya nasi goreng yg telah dibelikan. Bumbu bawangnya sungguh terasa hingga menghiasi seluruh pos jaga malam itu. Mereka menikmati bersama makanan nan lezat, nasi goreng dipadukan dengan irisan mentimun dan kobis tipis membuat rasa menjadi semakin segar. Kopi tubruk sebagai penutup disruputnya dengan amat lezat, kenyang akhirnya bisa membawa kantuk bagi anak terakhir dari seorang pengusaha ternama Indonesia.
“Hoaah akhirnya kenyang”, tutup Kelvin membungkus bungkusan untuk ia buang di plastik yg sudah disiapkan. Para satpam juga sedang membereskan makanannya yg berhasil mereka habiskan. Kelvin menghirup udara sejenak menikmati dinginnya malam yg jarang ia rasakan. Terakhir ia kembali pada jam segitu karena habis pulang dugem dengan teman-temannya yg tidak berakhir dengan seks. Kelvin meraih dompetnya lalu menghitung beberapa lembaran merah, terhitung ada 600ribu ia keluarkan.
“Ini 600ribu untuk kalian buat nambah-nambah beli goreng haha”, ujar Kelvin mengulurkan uang itu dan diterima oleh satpam yg terdekat berdiri dengan Kelvin.
“Terimakasih pak atas nasi gorengnya dan pesangonnya, perlu kami antar pakai motor sampai lobby?”, tanya si satpam yg motornya dibelikan oleh Kelvin.
“Sama-sama, ah aku jalan aja”, tutup Kelvin sambil meninggalkan satpamnya untuk lanjut berjaga. Mereka tersenyum atas jamuan sederhana yg disajikan untuk boss mereka dan bossnya cukup bahagia atas itu semua.

*

Untuk menjamin jalannya sebuah organisasi, rapat antar devisi perlu diadakan setidaknya setiap bulan untuk memastikan program kinerja mereka berjalan dengan lancar. Pada bisnis properti, konstruksi dan pemasaran merupakan salah ujung tombak berhasilnya perusahaan, ditambah dengan managing finance yg juga tak kalah penting.

Di pagi hari yg cukup aneh hari ini, udara sungguh dingin yg konon bawaan dari angin selatan hingga menusuk pori-pori tubuh yg tidak mengenakan jaket. Di dalam ruangan yg terdiri dari 7 orang yg merupakan pentolan marketing dari Luxor, Kelvin memimpin rapat dengan agenda mendengarkan strategi per quartal untuk memenuhi supply yg belum sepenuhnya terisi. Terutama Tower B yg siap huni dan Tower C yg baru setengah jalan dibangun. Banyak orang kaya di Indonesia yg mengidamkan hunian di sebuah pulau private dengan fasilitas seperti di Dubai.

Kelvin duduk ditengah dan disebelahnya ada pimpinan marketing Luxor yaitu Lydia. Dia ikut memberi komentar terhadap bawahannya yg sedang presentasi. Salah seorang yg presentasi adalah Audrey yg menjabat sebagai lead-field marketing. Wanita single bertubuh semok dan berjilbab ini sedang membicarakan untuk diberi fasilitas agar bisa masuk ke kalangan seperti Harley Davidson group atau sejenisnya. Kelvin mengangguk.

Rapat yg berjalan hampir satu jam ini menghasilkan output berupa strategi yg akan digunakan oleh para marketing selama satu quartal dan tentunya membahas mengenai harga dasar yg bisa di terima jika sedang bernegosiasi. Para pegawai marketing akhirnya undur diri untuk segera menginterprestasikan hasil rapat kepada tim mereka masing-masing. Tinggal Audrey dan Lidya yg masih membahas hal strategic lainnya seperti potensi pembukaan lahan baru dan kemungkinan beberapa anggota Luxor akan ditarik untuk menjadi marketing tim di perumahan di Jawa Timur maupun di Bali yg tanahnya barusan Kelvin beli.

“Eh siapa itu, mbak Gigi udah beres ya”, tanya Kelvin pada pentolan marketing Luxor.
“Sudah pak, dia kredit, urusan antara bank dengan kita sudah beres, dia sudah memasukkan beberapa barangnya di unitnya”, terang Audrey.
Kelvin hanya tersenyum kecil mengingat pernah ada affair antara dirinya dengan seorang MILF yg di maksud tadi, hubungan yg unik dan aib bagi seorang Kelvin jika foto hubungan itu tersebar, bagaimana tidak. Kelvin di siksa oleh seorang wanita hingga terus mengaduh.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler