. Rich and Violent Part 3 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 3

0
206

Rich and Violent Part 3

AFTER OFFICE

jas dan dasi bergambar flamengo berwarna pink dan hitam Kelvin gunakan, sebagai gambaran bahwa dia orang yg humoris dan flamboyan di luar. walau kantornya berada di lantai bawah ia tetap harus berpenampilan gagah dan bersih, selain itu agar pegawainya juga merasa dihormati.

ia duduk di ruangannya dengan background kaca yg besar di belakangnya menghadap ke arah lautan. dokumen di mejanya sudah tertata rapi untuk ia baca dan tanda tangani. sebagai seorang boss di perusahaan yg sudah mapan, semua urusan yg kecil-kecil sudah dibereskan oleh bawahannya.

segala jenis masterplan pembangunan tower lainnya sudah ada tinggal ia implementasi dan jalankan. tak banyak pekerjaan yg membuatnya pusing. hanya saja menurut nasehat ayahnya, agar satu tower bisa balik modal, setidaknya 60% diantaranya harus laku saat pembangunan 70% akan jadi. saat ini pembangunan baru berjalan 30% dan baru beberapa unit saja yg laku. Tower A sudah jelas perusahaan hanya tinggal menikmati profit. namun mengingat persaingan di dunia real estate yg begitu keras dan demand yg begitu tinggi maka perusahaan harus terus membangun.

Kelvin berjalan menuju tim pemasaran untuk menanyakan apakah ada kelompok orang yg bisa di prospek untuk menempati Tower B, atau bahkan ada yg tertarik untuk membeli penthouse Tower A.

“hello bu Lydia, bagaimana hari ini, ada tim yg sedang di lapangan?”, tanya Kelvin pada seorang wanita setengah baya yg masih berpenampilan bling-bling. di lehernya ada sebuah kalung terbuat dari mutiara, tangan kirinya melingkar jam tangan bermerk yg mungkin harganya hampir sama dengan 2 buah sepeda motor.
“eh pak Kelv, saat ini ada beberapa yg sedang keluar dan prospek, ada yg bisa saya bantu?”, tanya Lydia yg menduduki posisi sebagai kepala pemasaran Luxor Paradise.
“hmmm kira-kira menurut estimasi masterplan bahwa Tower B akan selesai di bangun pertengahan tahun depan, namun akupansinya masih dibawah 20%”, cerita Kelv pada bu Lydia.
“iya pak, kami paham tim kami sedang di lapangan segera mencari pelanggan baru”, ujar Lydia menjelaskan.
“hmmm, baiklah, seandaianya aku punya komunitas atau teman, pasti saya juga ikut membantu”, balas Kelvin dengan sedikit menunjukkan sisi depresinya yg tiap malam hanya mampu tidur beberapa jam saja.
“tenang aja pak, kami pasti on target kok”, tenang Lydia.
“huuuh baiklah, aku percaya pada tim bu Lydia”, ujar Kelv sambil mencoblos air mineral gelasan di depannya.

“by the way pak, barusan masuk nih, ada yg tanda jadi dua orang, untuk menempati unit 2 kamar, tapi di Tower A”, ujar Lydia dengan mengumbar senyum yg artinya dia dan timnya siap memerima komisi.
“ahh Tower A yah, anyway, money is money haha”, balas si pemuda yg masih newbie di bidang bisnis ini.
“iya pak, katanya ini butuh move in cepat”, lanjut Lydia sambil mengambil kertas yg di print di sebelahnya, “mohon tanda tangan disini pak”, ujar Lydia.

“okee, gitu itu harus aku yak”, tanya Kelv yg masih belum paham dengan procedur tanda jadi.
“iya dong, kan tanda jadi antara pembeli dan pemilik, nanti juga waktu penyerahan akta juga gitu, tapi kita wakilkan lantas berkas kami kirim ke meja pak Kelv untuk di tanda tangan”, terang bu Lydia dengan sangat lugas dan jelas.

“hmmm sound fun”, balas datar Kelvin.

lantas ia menyruput minuman air mineralnya kembali hingga bersih tak bersisa. ia menyaksikan jam tangannya yg hanya seharga ratusan dollar itu menunjukkan jam makan siang. lalu dia bangkit untuk kembali ke ruangannya agar bu Lydia dan tim tidak sungkan kalau mau ijin keluar untuk makan siang.

seperti biasa, Kelvin bagaikan anak baru yg sedang masuk di sebuah sekolah, tiada teman yg menemani. walau dia seorang boss namun dia sendiri merasa kesulitan untuk bergaul dengan rekan kantornya karena mayoritas sudah berusia diatasnya.

dia berjalan menuju foodcourt yg disewakan oleh Luxor untuk tenant penjaja makanan yg berminat buka disana, ada juga franchise international namun ada juga makanan lokal disana. suasana Luxor Paradise Apartment memang belum begitu ramai karena masih tahap pengembangan, namun kalau malam cukup banyak anak muda yg nongkrong di foodcourt waterfront teluk Jakarta.

mayoritas yg sedang jajan jika saat siang adalah para staff dan pegawai Luxor, khusus yg memiliki ID Luxor mendapat diskon 15%. Kelvin berjalan memilih makanan yg mengugah selera makan dia, dan jatuhlah pada makanan Chicken Udon restoran Jepang ini.

“terimakasih…”, balas Kelvin saat menerima makanan di konter, ia membawa makanannya dan nampaknya sudah lumayan ramai dan terisi tempat duduk dan mejanya. rata-rata pada makan dengan teman atau rekan kerjanya. Kelvin hanya seorang diri, walau saat ia berjalan, orang yg tau siapa dirinya pasti menunduk tersenyum dan memberi hormat.

Kelvin menjatuhkan pilihan untuk duduk di pojokan jauh dimana tempat itulah yg kosong. ia membuka sumpit dari kertas pembungkus dan langsung mulai menyantap makananya. tanpa memperdulikan siapapun sekitarnya.
“maaf mas, boleh duduk disini?”, tanya seorang bapak-bapak berdua dengan temannya, Kelvin yg tidak menggunakan jas mungkin dikira pegawai biasa.
“oh boleh silahkan bapak”, balas Kelvin di sela-sela santapan makannya.

“eh itu dipojokan sama pak Kelvin ya?”, tanya seorang pada temannya yg duduk semeja, kelompok orang ini duduk sangat jauh dari seorang Kelvin.
“eh iya benar, dia duduk dengan para tukang?”, tanya si wanita berbadan gemuk ini.
“ih kok mau ya..”, balas seorang wanita berbadan langsing yg berpenampilan hedonis.

si bapak-bapak yg duduk di depan Kelvin ini membuka bungkusan koran yg isinya ternyata nasi dan telur, serta menaruh botol air putih di sebelahnya. Kelvin menyaksikan dengan sudut matanya, dan berpikir siapa sebenarnya bapak ini.
“maaf bapak, telur dadar itu mengingatkan makanan yg sering dibuat waktu saya ngekost dulu”, ujar Kelvin memecah keheningan. si bapak memandangi Kelvin dengan penuh kebingungan, di usia yg 40 tahun, makanan telur adalah makanan yg sangat basic.
“oh iya mas, dulu kuliah dimana kok sampai ngekost”, ujar si bapak satunya.
“di Inggris pak”, balas Kelvin datar.

si bapak lalu saling memandang satu dengan satunya.
“maaf, apakah mas, pak Kelvin? pimpinan baru Luxor? putra pak Harry?”, tanya bapak kedua dengan ragu.
Kelvin kebingungan dan hanya mengangguk pelan.

“maaf bapak, maaf sekali, kami pindah duduk sana saja, kami tidak tau”, ujar si bapak sangat sungkan, kedua bapak ini akan beranjak, namun Kelvin memegang lengan kiri bapak yg duduk di depannya.
“bapak, tidak apa-apa, saya membutuhkan teman ngbrol, silahkan duduk disini aja gapapa”, ajak si Kelvin yg membuat si bapak sedikit tenang dan yakin.

ketiga pria ini saling ngbrol dengan santai. setiap orang pada melihat keakraban mereka bertiga, mengingat Kelvin menggunakan pakaian cukup rapi sedangkan kedua bapak itu hanya menggunakan baju polo lusuh lengan panjang. namun Kelvin tak mempedulikannya. bahkan salah satu bapak itu minta untuk swafoto bersama pimpinan muda Luxor ini. kedua bapak ini sangat bahagia sekali saat mengetahui bossnya bukanlah orang yg sangat menakutkan dan angkuh bagaikan boss-boss yg lainnya.

usai jam kantor adalah waktu yg paling di takuti oleh seorang Kelvin, dimana dia hanya duduk sendiri di dalam penthousenya yg amat besar.

*TING*

pintu lift terbuka, menghantarkan si penunggang menuju unit penthousenya. Kelvin membuka pintu rumahnya, sorotan matahari sore dengan sangat tajam menusuk ke dalam hingga dapurnya menjadi sangat terang sekali. hanya sekali tombol, gorden penutup langsung menurun dan membuat suasana rumah menjadi remang.

Kelvin sudah mengganti seluruh pakaiannya dengan pakaian rumahan santai bercelana pendek dan kaos longgar bergambar logo centang. seperti biasa, tangan kanan menggengam secangkir teh hangat.

treeett treettt treett~~~

suara getaran HP. Kelvin meraih HPnya yg berada di sebelah kirinya, menyaksikan jamnya menunjukkan pukul 17.10
“hello, this is Kelvin”, ujarnya.
“hello, maaf bapak, ini Ganis dari divisi marketing, boleh saya meminta waktunya sebentar?”, ujarnya dengan seperti tergesa.
“hmm oke, go on?”, balas Kelvin.
“baiklah, ada konsumen yg meminta untuk deal hari ini, bolehkan saya menuju tempat bapak untuk minta tanda tangan?”, tanya si wanita itu yg suaranya seperti wanita yg cantik.
“boleh, saya di Tower A, penthouse unit 2”, balas si Kelvin.
“baik, saya otewe”, balas si wanita itu dan ia menutup teleponnya.

Kelvin tidak mengubah posisi duduknya, alias dia tetap anteng dan menunggu si wanita pemburu tanda tangan ini segera naik.

KNOCK KNOCK KNOCK

Kelvin beranjak dari tempat duduknya, menaruh gelas tehnya di kontertop dapurnya dan membukakan pintu kepada tamu yg akan berkunjung, ini merupakan tamu perdana dirinya.

“maaf pak Kelvin”, ujar si wanita itu yg berperawakan langsing, berambut pendek layaknya seorang pramugari, berkulit putih dan masih mengenakan pakaian kantor.
“silahkan masuk, mbak”, ujar si Kelvin sambil berjalan sangat pelan.
si wanita itu masuk dan matanya nampak terkagum dengan interior penthouse di Tower dimana ia bekerja, sejujurnya ia baru sekali masuk, dan itupun unit yg belum benar-benar dipakai, saat itu masih kosong.

“maaf pak, saya langsung meminta tanda tangan aja”, ujar Ganis yg mengamati wajah lelah si Kelvin.
“kenapa kamu terburu-buru? adakah janji dengan temanmu?”, ujar Kelvin sambil mencari polpen yg biasa ia gunakan untuk tanda tangan.
“iya bapak”, balasnya.

“hmmm sangat beruntung kamu, memiliki teman, tiap hari aku ditemani oleh sepi”, balas Kelvin dengan nada cukup berat, “bahkan waktu setelah jam kantor usai adalah waktu yg paling ku benci, karena aku tinggal dalam kesendirian seperti ini setiap hari”, lanjutnya sambil membaca berkas yg dibawa Ganis.
“aku kira ini aku akan sedikit terhibur dengan kedatanganmu setidaknya bisa menemani ngbrol walau hanya sekejap saja”, terang Kelvin pada Ganis yg membuatnya hanya termenung dan terdiam.

“kenapa engga bertemu dengan teman bapak?”, tanya Ganis sambil menerima kembali stopmap yg habis di tanda tangani oleh bossnya.
“I left my friends in UK, some already back to their countries”, balas Kelvin sambil menatap tajam jendela apartmentnya, “bahkan burung yg terbang disana lebih banyak teman daripada aku”, lanjutnya.
“hmmm i can stay here for a while if you want”, jawab Ganis terhadap situasi Kelvin.

“what about your friends?”, tanya Kelvin yg katanya Ganis memiliki janji dengan temannya, “it was all lied right..”, balas Kelvin sambil tersenyum. Ganis pun salting sambil wajahnya memerah.

“kamu sudah menikah atau bagaimana?”, tanya Kelvin dengan lugas dan datar.
“no, about to get married within 6 months”, balasnya.
“lucky you”, ujar datar si pria yg akhirnya menemukan teman ngbrol.

dalam hati Kelvin, Ganis merupakan wanita yg cocok untuk memuaskan hasrat bercintanya. setelah kembali ke tanah air, bongkahan daging Kelvin belum bertemu dengan sarangnya. segala persiapan dikamarnya sudah ia set up sejak lama, namun belum ada satupun yg berhasil ia taklukkan, lebih tepatnya ia belum mencoba. walau begitu ia menyimpan rasa takut terhadap perempuan Indonesia yg mudah sekali tersinggung jika berhubungan dengan urusan ranjang, itulah pengalaman Kelvin saat mencoba membawa mantannya ke ranjang.

“you want a drink? tea, juice or something?”, tanya Kelvin sambil berjalan menuju dapurnya yg sangat mewah dan megah itu. Ganis nampaknya mengamati apa yg ada di atas kontertop dapur Kelvin, namun terlihat sangat kosong.
“hmm air putih aja deh”, balasnya sambil tersenyum.

Kelvin membuka laci di mana tempat gelas itu berada, disana ada botol bercairan bening yg biasa ia gunakan untuk menaklukkan cewek untuk diajak bercinta. ia teteskan beberapa ke dalam gelas kosong tersebut saat ia berjongkok di balik kontertop dapurnya. Ganis jelas tak dapat melihat apa yg dilakukan Kelvin.

“air putih? even better”, balas Kelvin sambil tersenyum pada Ganis.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part