. Rich and Violent Part 26 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 26

0
259

Rich and Violent Part 26

MISI KEMANUSIAAN

Selang beberapa hari setelah nonton dengan Kelvin dan ia dihadiahi jam yg sangat bagus. Adelia bersiap untuk ke kampus, duduk di depan meja belajarnya yg ada kacanya ia merias wajahnya menggunakan make-up yg cukup tipis agar tidak terlihat seperti bangun tidur. Berpakaian sopan, ia merapikan kerudungnya dan memasukkan buku tulis dan polpen ke dalam tasnya. Saat akan berangkat, ia membuka almari pakaiannya yg ia kunci yg di dalamnya terdapat kotakan berisi jam tangan pemberian Kelvin.

“Hmm pantes engga ya kalau di pakai ke kampus”, ujarnya dalam hati. Dia memaling-malingkan jam bermerek international itu di depan kaca.
“Ah jangan ah nanti malah menarik perhatian”, pikirnya dan kembali memasukkan jam mahal itu ke dalam kotaknya lalu mengunci almarinya.

Di parkiran kost, tertata rapi semua sepeda motor para penghuninya, karena hari masih pagi sehingga motor yg sudah keluar juga hanya sedikit. Ia memundurkan Honda Vario yg sudah cukup lama lalu menaikinya menuju ke kampus. Perjalanan tak lebih dari 10 menit untuk mencapai kelasnya. Mata kuliah pagi ia ikuti dengan suka cita, duduk di depan sendiri, mencatat dan bertanya pada dosen mengenai topik yg tidak ia pahami. Karakteristik mahasiswi rajin. Setelah itu ia sibuk dengan kagiatan organizational himpunan jurusan yg menjabat sebagai serketaris. Tak ada agenda masif dalam kalender bulan ini, namun ia perlu menyampaikan laporan mengenai kegiatan bulan lalu serta uang kas yg mereka miliki.

Adelia berjalan melewati lorong menuju ke kantin untuk menemui teman lainnya usai rapat kinerja bulanan dengan organisasinya. Nama dia menjadi terkenal semenjak ia naik mobil sport Kelvin yg dibawa ke dalam kampus plus dengan gosip kedekatan dirinya. Selain itu teman seangkatan dijurusannya juga mendengar cerita kalau mantannya sudah dihajar secara verbal oleh Kelvin, yg biasanya mengetahui kalau Adelia dikekang oleh mantannya. Ia seperti burung yg terbebas sekarang. Cowok yg mencoba atau ingin mendekat dengan Adelia seketika runtuh hingga menjadi butiran debu setelah mengetahui kompetitornya adalah sosok pria yg berada di level yg berbeda dari kesemuanya. Balik kanan, bubarkan barisan dan mundur teratur dengan rapi tanpa harus minta nasi kotakan.

“Eciee ini dia yg habis nonton sama mas ganteng”, ledek teman sekelasnya yg sedang berada di kantin. Adelia pun tertawa dan membalas apa adanya. Lantas dia duduk bersama kedua sahabatnya.
“Rona wajahnya bahagia banget deh sumpah”, canda Laila.
“Hehe, eh tanya dong, jam seperti ini harganya berapa sih?”, tanya Adelia sambil menunjukkan jenis jam yg diberikan oleh Kelvin.

Kedua sahabat dekat itupun melihat dengan seksama.
“Anjiir itu mahal cuy, hampir seharga sepeda motor”, teriak Silvi.
“Serius?”, balas Adelia.
“Kamu dikasih itu?”, tanya Laila, dan Adelia hanya mengangguk pelan sambil malu-malu.

Lantas Adelia dicecar pertanyaan dari Silvi dan Laila. Adeliapun menceritakan dengan detail mengenai apa yg mereka lakukan pada saat Kelvin mengajaknya nonton keluar. Termasuk dengan tangan yg selalu digandeng enggan dilepas, senderan kepala Adelia pada Kelvin dan tentunya ciuman tangan Kelvin yg membuat darah Adelia berdesir hingga ubun-ubun. Kedua sahabatnya saling tersenyum dan bahagia melihat Adelia yg sudah engga lagi single dan menemukan tambatan hatinya yg sangat berkuasa dan kaya raya. Namun bukan itu yg Adelia cari dari sosok Kelvin. Dalam hati lubuk yg paling dalam ia merasa pesimis karena datang dari kalangan orang sangat biasa dan yg di khawatirkan kalau keluarga Kelvin menganggap remeh keluarga Adelia.

*

Sementara itu di sudut lain kota Jakarta, Kelvin sedang berada di sebuah cafe butik yg sangat lekat yg karakteristik yg unik. Ia duduk bersama dengan temannya berdua yg juga seorang pengusaha di bidang property dan yg satunya seorang kontraktor yg sudah malang melintang di dunia perbisnisan. Mereka saling bercengkrama mengutarakan kekhawatirannya mengenai kesenjangan ekonomi antara si kaya dengan si miskin.
“Kadang aku sedih melihat banyak sekali masyarakat kita yg kerja sampai malam tapi gajinya engga seberapa”, ujar Michael yg merupakan seorang pengusaha konstruksi.
“Iya sama, but nothing we can do to change that”, balas satunya yg bernama Tim.
“Aku kalau lihat dari udara, bisa gitu ya, padat sekali dan banyak gang-gang kecil, oh aku pernah memberi hadiah satpam perusahaanku sepeda motor, kata yg antar rumahnya sangat masuk di dalam gang kecil”, terang Kelvin menceritakan mengenai pengalamannya memberikan sepada motor beberapa waktu lalu.

Kopi latte homemade dan mudcake berada di depan mereka, menjadi saksi bisu kekhawatiran anak muda kaya yg ingin sekali memberikan yg terbaik untuk masyarakatnya. Majalah yg disediakan oleh cafe sesekali mereka buka sambil mencari sebuah inspirasi untuk dituangkan.

“Kalian engga pada dimintain dana untuk kampanye pilkada serentak?”, tanya Kelvin.
“Dapet lah, dari bupati di daerah Jawa Timur, kalau menang akan disuru mengelola tanah kas kabupaten, lumayan 4 hektare”, ujar Tim.
“Haha sama, gak jauh bedalah kita, eh tapi itu kamu ngelola disuru membuat sesuatu yg spesifik engga?”, tanya Michael yg seolah mendapat inspirasi yg begitu cemerlang.
“Hmm engga sih, belum mungkin”, balas Tim.

Michael duduk terdiam memegang cup kopinya dengan kedua tangannya, memandangi jauh-jauh padangan di luar jendela melihat orang yg lalu lalang nampak sangat sibuk sekali. Ada seorang mas-mas menyangklong tas kecil nampak seperti tukang kredit mengenggam esteh dalam plastik.

“Gini, aku ada ide, tapi ini lebih ke humanisme ya, kemiskinan di daerah bupatimu itu sangat tinggi dan kemampuan masyarakat untuk membeli rumah rendah sekali. Kita bisa buatkan perumahan yg sangat layak namun harganya murah, kita gak usah ambil untung, itung-itung untuk bekal kita di kehidupan selanjutnya”, ujar Michael duduk sambil menyantap carrotcake di hadapannya.
“Hmmm interesting”, ujar Kelvin.
“Dirimu sama Tim hitung kira-kira berapa, aku hitung biaya konstruksi nanti kita keluar dengan angka berapa ratus milyar untuk mengelola tanah 4ha itu. Aku ada duit nganggur sih buat itu”, tutup Michael.
“Oke I am in, tapi dengan asumsi bupatiku menang ya”, ujar Tim.
“Kalau sampai ini berhasil, bupatimu bakal jadi top”, ujar Kelvin pada Tim yg sebenarnya ia juga ada proyek dengan calon walikota Semarang tapi Kelvin diminta mengelola pantai agar bisa seperti Luxor.

Selain membicarakan rencana pembangunan perumahan atau tempat tinggal untuk kelas menengah kebawah dan bawah dengan harga yg terjangkau, mereka juga membicarakan hal terkait prospek usaha yg bisa mengeruk pundi-pundi rupiah yg sangat cepat. Memang yg membuat orang kaya semakin kaya adalah karena mereka melek keuangan dan cara mengelola uang dengan baik, dan yg paling penting adalah membiarkan uang mereka yg bekerja untuk mereka.

*

Dalam rangka memperingati ulang tahun Valley of the King yg pertama. Denny dan timnya membuat sebuah pesta private khusus tamu undangan yg diantaranya adalah kalangan selebritas, selebgram, kalangan yg duitnya bejibun, penikmat dunia gemerlap dan orang penting lainnya. Rangkaian acara sudah dipersiapkan dengan sangat matang, undangan sudah disebar sejak beberapa waktu lalu dan banyak yg konfirmasi kalau berkenan hadir. Kelvin mendapat reminder dari Denny untuk turut hadir pada acara tersebut.

10.45PM

Kelvin sudah bersiap untuk turun ke Valley of the King yg berada di basement dari Luxor tower A yg di design sangat mewah dan intim. Menggunakan sepatu resmi berkulit buaya dari Afrika, setelan celana panjang halus dan kemera berwarna ungu muda bermotif garis serta jam tangan Rolex yg konon harganya hampir setara dengan Avanza. Pafrum Bvlgari yg ia beli dari bandara saat berkunjung ke negera sahabat Indonesia menempel lekat di baju dan tubuhnya.

Tiba di Luxor, lampu sudah padam, sudah mulai rame, permainan musik dari DJ ternama sudah mengelegar, ayunan pantat para pengunjung wanita sudah mulai panas. Banyak wajah familiar yg sering muncul di layar televisi tak lagi jaga image. Walau waktu belum menunjukkan malam, tapi suasananya sudah menjadi panas serta para pengunjung sudah menjunjung tinggi minuman beralkohol ditangannya seolah ingin melupakan semua urusan kredit dan hutang yg menjerat mereka semua.

Disayap kanan dan kiri, terdapat bilik semi tertutup terdapat sofa dan meja yg mampu menampung untuk kurang lebih 10 orang yg dipertukkan bagi mereka yg open table. Diposisi ini sudah diisi oleh kalangan selebritas ternama. Diposisi tengah ruangan ada kursi dan meja tinggi yg hanya mampu mengakomodir untuk 6 orang maksimum dan di bagian depan dibawah panggung ada dance floor. Namun semua yg ada di dalam ruangan ini sudah liar dan meliauk-liuk tubuhnya bagaikan ular kobra.

Kelvin langsung bergabung, wajahnya sudah dikenali oleh majoritas pengunjung, mereka memberi salam dan pelukan untuk si pemuda kaya ini.

“Hello Bunda, dateng juga kesini”, sapanya pada sayap sebelah kanan yg berisi selebritas terkenal di negeri ini.
“Haay, awas aja kalau macem-macem sama gue haha”, sapanya sambil membisikkan kalimat ancaman pada Kelvin.
“Haha udah ah kapok, Bunda galak”, balasnya.

Didalam bilik ini terdapat beberapa wanita dan pria, diantaranya adalah Nia, Gisel, Bunga, Happy, Luna serta beberapa wajah lainnya, selain itu ada pula para lelaki yg tak perlu disebutkan. Disudut jauh nan disana ada juga wajah publik figur yg masih muda seperti Pevita, Valerie serta banyak lagi. Kelvin duduk bersama kelompoknya Maya karena sudah cukup dekat dan mengenal orang-orang ini. Obrolan tak banyak yg mereka lakukan mengingat cukup kencangnya alunan musik dan banyak juga yg saling berteriak. Dihadapan Kelvin wanita yg disebutkan tadi sedang mengayunkan pantatnya bagaikan tiada hari esok, sebagian sudah mulai mabuk.
“Elo tiap hari party yahh”, ujar si pria yg duduk disebelah Kelvin yg juga merupakan publik figur.
“Haha jarang juga, kalau ada event doang kesini”, balas Kelvin.

Malam semakin larut, alunan musik semakin panas, dengan alunan lagu dari Chainsmoker yg di kompose ulang menjadi lagu yg enak buat dijoget. Nia yg sedikit mabuk semakin panas dengan melakukan lap-dance pada seorang pria yg bukan suaminya, sesekali ia mengusapkan pantatnya pada selangkangan si pria, pria itu nampak terbius dengan tangan kanannya berada di punggul Nia.

“Whuuuuuuuuuuuu”, teriak semua saat DJ menyambut para hadirin.

Pria yg tadi sebelah Kelvin juga sedang berdiri serta memeluk dari belakang seorang wanita yaitu Gisel dengan alunan lembut dan santai. Sesekali ia mengecup lehernya, tak ada penolakan dan justru seolah memberikan lehernya untuk terus di kecup.

“Kalau udah mabuk, lupa mana pasangan atau suami haha yg penting serunya”, sahut Maia yg masih terjaga walau terlihat sudah meminum banyak alkohol.
Kelvin masih duduk dengan santainya sambil memandangi panasnya malam itu, ia mengintip Nia dan pria pasangan yg ia temu sedang melakukan french kiss.

Seorang wanita menggunakan baju lengan pendek dan hotpants dari jeans dipadu dengan highheels, yg sedang panasnya dan mabuk menghapiri Kelvin lantas menari dengan sangat sensual di hadapannya sesekali menari hingga rendah sehingga pantatnya mengenai penis Kelvin yg masih terbungkus oleh celana. Kelvin hanya terdiam salah tingkah, yg ia ketahui bahwa wanita ini bersuami. Cukup lama wanita ini menari lap-dance pada Kelvin. Saat udah lelah, wanita ini duduk dipangkuan Kelvin, lalu Kelvin melingkarkan tangannya pada perut wanita itu.

Nia dengan mengandeng pria tadi nampak terpogoh-pogoh berjalan keluar.

“Whuuuu korban pertama!!”, teriak kami yg berada di bilik ini.
“Yeaaahhh, tahan dulu sampai masuk kamar”, teriak kami yg lain. Nia tersenyum ke arah kami seperti ia sadar bahwa akan berhubungan badan dengan pria yg bukan pasangan sahnya. Selain Nia, Gisel juga lantas diajak oleh pria sebelah Kelvin tadi untuk ke suatu tempat. Tempat yg mengantarkan mereka ke puncak kenikmatan duniawi.

Wanita yg sedang dipangku Kelvin meletakkan kepalanya pada pundak Kelvin, nampak ia sedang lelah namun juga mabuk.
“Aku ada kamar, you wanna have fun?”, tanya wanita itu tak tahu kalau Kelvin yg memiliki semua dari apartement ini.
“Hmm sure?”, tanya Kelvin kembali, namun wanita ini terdiam dan nampak setengah mabuk.

Maia yg berada disebelah Kelvin berbisik.
“Dia udah panas tuh, bawa aja, suaminya gak ada haha”, ujar Maia santai.
“You wanna come too?”, ajak Kelvin pada Maia.
Lalu Maia menarik leher Kelvin dan memberi ciuman singkat pada bibirnya tanpa sepengetahuan siapapun.

“Kamu belum kapok denganku, pantasmu hanya mendapat ciuman tadi aja haha go go move”, perintah Maia pada Kelvin untuk bercinta dengan wanita yg sudah teler di pangkuannya. Kelvin memberikan ciuman dilehernya sembari memberi bisikan pada wanita itu untuk dibawa ke kamar yg sudah ia sewa.

Wanita itu berjalan di depan Kelvin, berjalan menembus kerumunan massa yg sedang mabuk sambil bergoyang. Saat berjalan keluar, ia bertemu bouncernya dan Kelvin memberikan kedipan padanya, si bouncer tersenyum melihat tingkah bossnya yg sedang dibawa seorang wanita yg tentunya bukan pasangannya. Mereka berdua memasuki lift, si wanita menekan angka 15, yg artinya akan berada di lantai 15. Dari tas kecilnya ia mengeluarkan kartu kunci untuk masuk ke kamar.

“Siapa namamu, say?”, tanya wanita itu dengan tampang jutek namun nampak mabuk.
“Kelvin. Dan kamu?”, tanya balik Kelvin, perlu untuk dirinya mengetahui nama pasangan bercintanya.
“Bunga”, balasnya singkat.

TING

pintu lift terbuka, pada lantai 15.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler