. Rich and Violent Part 25 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 25

0
250

Rich and Violent Part 25

JAM TANGAN UNTUK ADELIA

Ada rasa bangga tersendiri bagi penikmat seks apabila bisa membuat puas pasangannya hingga meronta-ronta meminta untuk berhenti, bahkan cairan nikmat terus menerus keluar dari dalam tubuh. Nama Kelvin bagaikan seorang pendekar yg sudah terkenal akan kesaktiannya di jagat dunia persilatan. Ariel dengan santai dan terbukanya dia menceritakan yg ia alami pada teman dekatnya, yaitu Dinda yg paling memiliki rasa penasaran.

“ah kamu engga ajak-ajak”, protesnya saat mereka bertemu di rumah makan Korea.
“bagaimana mau ngajak, dia kan bilang tuh di grup sisa satu”, bela Ariel.
“kan kamu engga balas”, ucap Dinda.
“iya sih aku japri terusan”, balas Ariel sambil meminum cola float yg ada di depannya.

“ya seperti waktu dia bikin Putri orgasme itu, tapi dia ngajak nyoba pakai kontolnya, hasilnya uuuhhh”, terang Ariel yg membuat Dinda gigit bibir. Obrolan mereka tentang seks antara dirinya dan Kelvin terus diceritakan bahkan ia juga bercerita kalau dengan sengaja mengabadikan adegan seks mereka, namun semua videonya masih perlu di edit oleh Kelvin.

beberapa hari setelah moment panas dengan wanita yg berbadan sintal dan montok itu, Kelvin sendiri hanya menyimpan kegiatan mereka untuk dirinya sendiri, engga ada yg perlu di ceritain maupun diberitahu. Dua malam meninggalkan pekerjaan artinya dia juga tidak membuka aplikasi grup WA, maupun pesan singkat yg khusus untuk dirinya. Ia dedikasikan waktu untuk duduk di balcony saat sore hari setelah kerja untuk melihat semua pesan yg masuk ke dalam HPnya. Jumlahnya hingga puluhan dan beberapa japri, diantaranya dari seorang mahasiswi yg sedang dekat secara hati dengan Kelvin, yaitu Adelia. Pesan singkat yg sudah dikirim saat Kelvin sudah tiba di Jakarta.

[9.40am] Adelia: pagi mas, sudah kembali di Jakarta ya?

Pesan itu baru bisa dibalas beberapa hari berselang setelah itu.

[5.20pm] Kelvin: sore. Iya. Beberapa hari dari Bali langsung lembur kerjaan, maaf baru balas.
[5.40pm] Adelia: gapapa mas, di Bali kerjanya dengan Ariel ya? Enak ya temennya artis-artis.

Pertanyaan Adel ini membuat Kelvin terkaget, darimana ia tau, apakah dia memiliki intel saat ia sedang di Bali.
[5.50pm] Kelvin: engga, kebetulan ketemu dibandara. kok kamu tau?
[5.52pm] Adelia: tuh masuk akun gossip hihi cocok lho mas, seriusan.

Kelvin membuka akun penyebar aib itu dan benar saja ada video amatir berupa obrolan singkat antara Kelvin dan Ariel dibandara Jakarta sesaat sebelum mereka berpisah, mungkin yg menjadi geger adalah saat tak sengaja Ariel menepuk dada Kelvin seolah mereka sudah sangat dekat sekali. ‘dengan kekuatan hengpong jadul minceu, cekrek cekrek’. Dengan segera Kelvin menelpon Ariel dan melaporkan tentang video singkat di bandara tersebut.

“Udah tau Kelv, ahh bagiku biasa banget itu haha udah biasa aku digosippin haha sante aja asal jangan video saat kita dikamar aja yg kesebar haha”, ujarnya dibalik telepon.

*

Duduk di pinggir danau kampus beserta dua temannya, Silvi dan Laila. Mereka bertiga duduk di tikar dari bahan plastik memandangi jauh ke arah seberang. Selain mereka ada juga kelompok lain yg juga sedang bercengkrama dengan kawan mereka. Adelia memakan santap siang berupa batagor dan esteh. Laila saat ini sedang jomblo sedangkan Silvi sudah memiliki pasangan yg juga dari universitas yg sama. Adel masih pada posisi tidak jelas.

“Del, kamu kemarin jalan sama mas Kelvin engga di labrak mantanmu?”, tanya Silvi sambil memasukkan batagor ke dalam mulutnya.
“kamu dulu pulang ke kost dianter Bagus yg notabene sedikit gemulai aja dilabrak haha”, lanjut Laila.
“Di labrak sih, tapi justru malah dia yg di marahin sama mas Kelvin dan dia diem aja, takut sama mas Kelvin, yaudalah bagus engga ada yg gangguin aku lagi sekarang”, terang Adelia.
“Yaiyalah, mas Kelvin kaya gitu lho”, tutup Silvi.

Mereka melanjutkan obrolan sambil memakan batagor sepuluhribuannya.
“Btw, kamu dengan mas Kelvin gimana sih, udah hampir beberapa mingguan kan sejak pertemuan dulu itu?”, tanya Laila.
“Lha itu aku yg bingung, dia perhatian, kadang ngajak jalan, hmm dia menasehatin aku, tapi ya gitu doang”, terang Adelia kebingungan status hubungan mereka.
“Hmmm sebenarnya biasa sih, kalau kamu pacaran sama orang yg lebih tua biasanya gitu, jalan cocok ya yauda itu jadian”, terang Silvi yg memiliki mantan yg juga hampir seusia Kelvin dulu.

“Kalian kalau jalan gandengan tangan?”, tanya Laila.
“Enggg engga, tapi pas curhat kemarin masalah labrak-labrakan itu, dia memegang erat tangganku terus soalnya aku nangis engga habis-habis”, balas Adelia yg semakin bingung.
“Dia engga meluk kamu gitu? Berarti kamu dirumahnya?”, tanya Silvi dibalas dengan anggukan lembut dari Adelia sambil tersenyum kecil.
“Coba itu cowok engga bener, udah diajak ngamar haha atau jangan-jangan iya sampai kamu galau gini hehe”, canda Laila mengingat banyaknya cowok yg memanfaatkan wanita rapuh untuk diajak bersenggama.
“Engga woo ngawur aja”, teriak Adelia sambil cemberut namun manja.

Kedua temannya juga hanya mampu memberi masukan berdasarkan yg ia pahami, kondisi Kelvin yg sibuk dan tak selalu di Jakarta membuat pertemuan mereka atau quality time mereka sedikit terganggu. Selain itu antara mereka berdua juga belum ada status yg jelas sehingga Adelia pun juga tak bisa berharap banyak. Dia juga sadar bahwa lingkungan Kelvin dekat dengan banyak wanita yg tentunya jauh lebih cantik dan sempurna daripada dirinya.

“Hufft, mungkin aku tak berharap banyak dari ini”, pintanya.
“Iya sih bener, realistis aja, toh mas Kelvin juga pasti banyak yg menginginkan”, terang Laila yg juga masuk akal.

*

“Boss, kalau boleh tau, ada masalah apa dengan anak kecil yg dulu itu?”, tanya Denny saat mereka berdua sedang bersantap malam sambil Denny menyodorkan proposal untuk acara special yg akan diadakan oleh Valley of the King.

“Ahh dulu itu, ceritanya aku keluar makan dengan mahasiswi yg ngundang aku dulu, nah terus itu mantannya masih berharap balikan, yauda sok jagoan aja nantangin aku haha”, terang Kelvin sambil menyantap makan malam berupa kentang dan salad, “biasanya yg dia labrak tuh tunduk, lha ketemu aku haha ya mampus tu anak, apalagi bapaknya mau kena kasus korupsi haha”, lanjut Kelvin tertawa dengan lepas.

“Lha iya, bocah macem gitu kok engga mikir”, balas Denny, “ibarat kalau boss kejam dibunuh lalu dibuang ke tengah laut kakinya di tali pakai pemberat ya gak bakal ketauan yah haha”, lanjutnya.

“Masih bocah, Den”, tutup Kelvin.

Hanya berdua, Denny membawa beberapa list option untuk kegiatan tahunan special di Valey of the King, selain itu Denny juga menyodorkan beberapa nama artis untuk diundang pada acara tersebut dan menyiapkan Jen sebagai mommy kalau ada clientnya yg menginginkan selimut. Hampir tiap malam Denny diminta disiapkan selimut untuk para tamu yg menginap di Luxor setelah pesta di Valley of King.

“Ya yauda, aku mah selama untuk pengunjung dan nampaknya menarik ya OK, budget masih masuk. Mau ngundang artis-artis untuk dugem emang positif pada bisa dateng?”, tanya Kelvin memastikan.

“Bisa, kuyakin bisa boss, sebagai ajang networking bagi mereka, undang juga teman boss”, minta Denny.

“Yauda, okelah nanti pada kuajakin”, tutup Kelvin pada rencana yg diajukan oleh Denny untuk mengadakan pesta untuk para publik figur mengingat kegiatan ini bisa membawa mereka lebih kenal dengan Luxor dan kemungkinan menigkatkan penjualan apartment Luxor baru yg sedang dibangun yaitu Tower B dan Tower C.

*

Kelvin memenuhi undangan ayah dan ibunya untuk bertemu dirumahnya mereka. Bagaikan seorang raja, ayahnya enggan mendatangi rumah Kelvin kecuali ada sesuatu yg mendesak. Seorang pangeran harus menghadap rajanya. Dengan diantar sopir pribadinya menunganggi Audi A6 kesayangannya, Kelvin memasuki komplek perumahan elite yg ketat dijaga oleh satpam tiap detiknya.

Rumah sangat mewah dengan arsitektur Eropa Klasik berdiri diatas tanah 1000 meter persegi dan terparkir beberapa mobil mewah berjejer disana dan sebuah boat mewah. Kelvin menuruni mobilnya dan memasuki rumahnya setelah memberi sapa pada para penjaga rumah orangtuanya.

“Ayah dan ibu ada ya?”, sapa Kelvin.
“Ada mas di dalam, silahkan”, balas si penjaga yg sedang menyapu halaman depan rumah.

Memasuki di dalam semua tak ada yg murah, kalaupun ada itupun tidak diketahui. Menurut pepatah, jika ada barang murah atau KW digunakan oleh orang yg terpecaya, maka barang itu otomatis sudah menjadi barang asli dan mewah. Ayah dan ibunya yg sudah berusia 60 tahunan masih menyimpan kharisma yg sangat luar biasa, dan semangatnya masih sangat tinggi. Kelvin menghampiri mereka, memberi salam cium tangan serta duduk di kursi di meja makan yg kebetulan mereka sedang berada disana.

“Gimana kabar om Suryo?”, tanya Ayahnya.
“Baik sekali, ayah ditanyakan oleh beliau”, balas Kelvin.
“Iya kemarin sudah aku telepon”, ujarnya.

Basa basi sejenak bisa cukup mencairkan suasana sambil ibunya menyiapkan jus jambu buatan pelayan rumah untuk Kelvin sembari ia membuka kerudung makanan yg ada di depannya seperti anak kalau bertamu ke rumah orangtuanya.

“Kelv, sudah beberapa bulan kamu megang kendali Luxor, overall is very good. Ayah engga salah. Kini saatnya kamu menjamah usaha Ayah yg lain, disektor media. Kepemilikan saham sebesar 60% artinya kamu yg akan megang kendali, tp ya seperti biasa kamu hanya sebagai representative karena sudah ada CEOnya”, terang Ayahnya sambil meminum kopi.

“Hmmm bagaimana dengan kakak, aku engga mau serakah dan memiliki segala bisnis ayah”, protes Kelvin.

“Kakakmu sudah mapan disana hidup sama istrinya dan jadi dokter ternama, oh iya kakakmu memiliki saham sebesar 5% dihampir semua usaha ayah, termasuk di Luxor yg kamu kelola, dia sudah enggan berurusan dengan uang, dia ingin membantu manusia”, terang ayahnya pada kondisi kakaknya yg sudah menemukan jati dirinya untuk fokus ke masalah kemanusiaan.

“Seluruh investasi ayah yg kecil-kecil juga akan kubalikkan menjadi namamu, value kekakayaanmu bakal meningkat drastis kalau di valuasi nanti”, lanjut ayahnya yg membuat Kelvin terdiam yg juga bingung kekayaan segitu banyak buat apa.

“Nak, great power comes with great responsibility, dengan kekayaan yg kamu miliki dan usaha yg kamu kelola, jangan pernah sengsarakan karyawanmu apalagi pekerjamu yg hanya sebagai OB atau cleaning service, bahagiakan mereka”, terang ibunya yg sejak tadi hanya menyimak.

“Iya, yg membuat kamu berhasil siapa lagi kalau bukan karyawanmu”, lanjut ayahnya, “kamu juga sudah saatnya kalau ayah pikir untuk memiliki pendamping”, tungkas sang bapak yg rambutnya sudah mulai memutih itu.
“Iya yah, belum ada”, ujar Kelvin yg enggan memberi kisi-kisi kalau dirinya sedang dekat dengan seseorang atau akan menjalin hubungan.
“Carilah yg pandai mengelola uang, yg bisa menjaga kehormatanmu serta martabatmu, bisa menjadi kebanggan keluarga, dan tentunya sederhana bukan money oriented, seperti ibumu”, jelas ayahnya yg Kelvin hanya duduk terdiam.
“Ibu dapat laporan dari mbak-mbak dirumah, kamu sedang dekat dengan Ariel itu ya”, tanya ibunya yg sama dengan pertanyaan Adel karena mereka tertangkap dan di posting di akun gosip.
“Engga ibu, itu hanya kebetulan bertemu”, balas Kelvin tak ingin dengan gosip tersebut.

“Banyak wanita yg menginginkanmu pastinya, tapi kamu harus bisa selektif, dari kalangan artis kalau sudah tau kamu siapa pasti mau-mau aja lhawong kaya raya”, jawab kethus ibunya. Kelvin hanya menganggukan kepala yg artinya ia setuju. Tapi Kelvin sendiri juga belum terbayang wanita yg bisa mengisi harinya kecuali Adelia namun masih jauh juga karena belum tentu Adelia mau dengan pria seperti Kelvin yg super kaya.

Setibanya dirumah, ia hanya terdiam sambil memikirkan mengenai nasehat yg diberikan oleh orangtuanya tadi. Memang ia sudah membanggakan orangtuanya karena bisa melanjutkan usahanya namun belum bisa membahagiakan karena Kelvin masih hidup sendiri sedangkan orangtuanya berpendapat untuk bisa mencari pasangan sesuai kriteria dengan dirinya.

*

Dihari yg kosong tak ada kegiatan, urusan kerjaan sudah diurus oleh tim mereka. Kelvin hanya mengeruk pundi-pundi rupiah yg dihasilkan setiap hari dari transaksi apartment maupun transaksi lainnya. Bangun tidur ia hanya minum jus jeruk asli serta sandwich buatan terbaik dari chefnya. Tak ada kegiatan, yg terlintas di dalam pikirannya saat ini hanya ada Adelia karena ucapan orangtuanya beberapa waktu lalu mengenai pasangan hidup.

[8.20am] Kelvin: Adel, apakah ada kuliah hari ini?
[8.28am] Adelia: eh mas Kelvin, kosong ini hehe.
[8.30am] Kelvin: mau keluar nonton apa gitu, kebetulan kosong ini.
[8.31am] Adelia: boleh mas, tapi aku belum mandi dan sarapan. bentar ya.

Bagaikan ada semangat baru yg baru aja hinggap pada dirinya untuk mengetahui lebih dalam siapa Adelia. Dari tutur katanya yg kalem serta cara berpakaiannya yg sopan serta keberaniannya untuk menguatarakan pendapatnya pada Kelvin adalah ciri-ciri wanita yg cerdas. Seperti biasa, Kelvin menjemput wanita muda yg masih berusia 20 tahun ini namun dewasanya sudah seperti wanita seusia Kelvin. Menunggu dengan anggun di depan kostnya menggunakan rok span panjang sedikit longgar, dan kaus lengan panjang yg juga longgar sehingga tidak membentuk lekuk tubuhnya yg indah, dipadukan dengan sepatu flatshoes karena pada dasarnya wanita ini sudah cukup tinggi, juga jilbab yg warnanya senada dengan bajunya.

“Tumben ngajakin nonton”, ledek Adelia.
“Lagi bosan engga ada kerjaan”, balas Kelvin menjalankan Audi A6nya dia sopirin sendiri.
“Kemarin abis dari Bali sibuk banget”, protesnya.
“Iya ini semua udah beres”, tutup Kelvin.

Perjalanan menembus kemacetan ibukota untuk menuju ke salah satu mall terlengkap di kota ini yg sering dilanda polemik.

“Ku kira kemarin dengan Ariel”, ujar Adelia yg dalam hati Kelvin merasa sangat bersalah karena membohongi wanita yg membuat jantungnya berdegup kencang saat bertemu.
“Hmm enggak, bertemu aja di Bandara Bali terus ngbrol sepanjang perjalanan dan di pesawat juga”, terang Kelvin bohong, yg sebenarnya mereka beradu nafsu.
Adelia yg dengan polosnya percaya dengan statement Kelvin sehingga ia tak ada maksud khusus untuk bertanya lebih lanjut.

Tiba dilokasi, mereka memutuskan untuk menonton film terbaru yg sedang ramai dipasaran, sesuai ajakan Adelia ia ingin menonton yg tempat duduk biasa bukan yg premier, baginya terlalu mahal untuk sekedar menonton. Mereka duduk bersebelahan, tak ada obrolan namun mereka tau hati mereka yg sedang berbicara. Ditengah berjalannya film itu, Kelvin dengan sengaja meraih tangan Adelia yg sedang berada di sandaran tangan dan mengandengnya. Tak ada penolakan dari Adelia namun nampak ia memandangi Kelvin dari kegelapan. Hatinya berdegup kencang, ada rasa bahagia yg tak bisa diungkap kata-kata. Adelia tak ingin melewatkan momen langka ini lalu ia menyenderkan kepalanya di pundak Kelvin. Hal simple seperti itu membuat ia sangat luluh dan merasa sangat di hargai eksistensinya.

Usai menonton, mereka melanjutkan untuk makan di foodcourt, saat berjalan mereka tidak bergandeng tangan namun berjalan saling beriringan. Adelia seolah salahtingkah saat ditanya oleh Kelvin atau jika bercerita yg wajib untuk memandangi wajahnya. Kelvin menjadi sangat lembut dan soft saat berada disekitar Adelia, perhatiannya tercurah padanya.

“Mas, ramai sekali ya walau engga weekend”, ujarnya basa-basi
“Iya, hmmm kamu berapa bersaudara dirumah?”, tanya Kelvin yg sudah mulai bertanya mengenai keluarganya.
“Aku dua bersaudara, aku anak pertama mas, adikku perempuan masih SMA kelas 1, ayahku sudah pensiun”, terangnya dengan lembut.
“Hmm ayahmu dulu dinas dimana?”, tanya Kelvin sambil memandangi Adelia.
“Hanya pegawai kereta api mas, tapi bukan yg pejabat kok”, tungkas Adelia yg membuat berpikir kalau Adelia ini berasal dari kalangan yg sedikit kurang berada terlihat dari kostnya aja yg murah sekali, tapi Kelvin juga engga bisa membantu karena di khawatirkan menjadi salah paham. Mereka melanjutkan obrolan ringan mengenai keluarga masing-masing dan Kelvin mencari tahu hal detail mengenai Adelia.

“Berarti nanti setelah lulus pasti kamu harus cari kerja dong?”, tanya Kelvin yg merupakan pertanyaan menjebak untuk mengetahui sikap Adelia.

Ia tak menjawab namun hanya diam memandangi Kelvin lantas ia mengangguk pelan sambil menunduk, seolah itu adalah pilihan yg sangat terpaksa. Kelvin merasa wanita ini memiliki tanggungjawab yg melebihi dari seorang orangtua karena ketidakmampuan orangtuanya untuk menjamin pendidikan bagi seluruh anaknya sehingga anak pertamanya kudu membantu adik-adiknya. Dan terkadang ada juga ia memberikan uang bagi orangtuanya, itulah yg disebut sebagai sandwich generation. Maju kena mundur kena.

Usai makan, mereka akan berjalan pulang, menyusuri tiap kios barang branded, yg melekat di tubuh Adelia tak ada satupun yg branded.

“Mau beli sesuatu kah?”, tanya Kelvin, dibalas dengan penggelengan kepala dari Adelia. Kelvinpun juga engga melanjutkan tawarannya. Hingga akhirnya mereka tiba diparkiran, menggunakan mobil yg cukup mewah ini Adelia tumben tidak protes, atau mungkin ia sudah terbiasa dengan Kelvin. Selain itu tadi ia juga meminta Kelvin untuk berpakaian yg biasa untuk menyesuaikan dengan Adelia.

Di dalam mobil sebelum berjalan, Kelvin membuka dashboard dan mengeluarkan kotak kecil yg ia beli beberapa waktu lalu di Bali.

“Hampir lupa, ini mungkin akan melekat indah di lenganmu, terimalah”, ujar Kelvin yg tak ada kata romantisnya, memang ia sangat lempeng cara bicaranya.
“Mas, engga usah ngrepotin, ini pasti mahal banget, aku hanya anak desa mas, engga pantes pakai jam seperti ini”, protesnya. Kelvin lalu sibuk membuka jam itu, mengambilnya dan dengan lembut dikenakan ke lengan Adelia, Adelia hanya diam dan memandangi Kelvin.
“Kan cantik banget”, puji Kelvin yg membuat Adelia terdiam.

Selama perjalanan Adelia terdiam, sebenarnya ada pertanyaan yg ingin ia tanyakan, yaitu status mengenai mereka, namun ia sadar, tak mungkin seorang wanita memulai lebih dahulu mengenai status mereka. Sesuai cerita temannya kalau berhubungan dgn yg lebih tua, memang gak ada kata yg kalau mereka jadian, namun lebih ke sikap. Namun yg dimaksud oleh Adelia bahwa ia tak ingin GR pada Kelvin. Mereka akhirnya tiba di depan kost Adelia, dan pamit undur diri.

“Mas, terimakasih ya hari ini, jamnya ini terlalu mewah mas bagiku sebenarnya, aku akan berat untuk menerimanya”, ungkap dia.
“Hmm kamu…kamu hmmm biar terlihat semakin cantik…”, puji Kelvin yg membuat pipi Adelia memerah.
“Terimakasih mas hehe yauda aku pamit ya”, ujar Adel sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kelvin, ia meraihnya dan mencium dengan lembut tangan wanita muda ini. Adelia terdiam dan salah tingkah. Kelvin lantas memandangi Adelia yg sedang tersipu malu. Lalu mereka berpisah, Adelia masih berdiri tegak di depan pagar kostnya memandangi mobil Kelvin mundur dan berjalan menghilang dari pandangannya.

Masuk ke dalam kostnya, ia merasa jadi wanita paling bahagia sedunia dan tak sabar untuk menceritakan pada sahabatnya. Ia mengganti pakaiannya di kamar, ia merasa ada yg aneh dari dalam celana dalamnya, ia melihatnya dan ada bercak basah keluar dari kewanitaanya.

“Haaah aku basah…”, pikirnya menyaksikan tubuhnya yg sedikit aneh, terakhir ia mengalami seperti ini adalah saat mantannya memaksa dirinya untuk berciuman. Namun dengan Kelvin hanya dicium tangannya sudah basah, apakah ini efek terlalu lama engga disentuh oleh pria walau hanya bergandengan tangan.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part