. Rich and Violent Part 19 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 19

0
150

Rich and Violent Part 19

BALI IS DONE

setelah cumbuan tadi malam, mereka tidak melanjutkan berhubungan. hanya burcumbu yg cukup lama namun diakhiri dengan tertidur berpelukan tanpa sehelai pakaian apapun.

Kelvin terbangun sudah sangat agak siang, sekitar pukul 9 pagi. ia mengintip disebelahnya namun hanya ada bantal dan selimut yg sudah berantakan. Kelvin segera bangkit namun masih duduk di kasur untuk melihat seisi kamar, namun kosong.

ia mendengar seperti ada suara percikan air. Kelvin berdiri dengan posisi masih telanjang. penisnya menggantung ke kanan dan ke kiri saat ia berjalan. Kelvin membuka gordin pintu kaca.

ternyata Raline sedang berenang menggunakan bikini berwarna pink dengan motif garis-garis ada sedikit ornamen bunga. badannya sangat bagus, ia tinggi dan sedikit berisi. kakinya saat hanya menggunakan bikini terlihat sangat jenjang dan mulus.

Kelvin membuka pintunya, dan Raline langsung memberi sapaan.
“pagi sayang, pakai celana dulu lho sana”, ujarnya. nampaknya panggilan sayang melekat pada mereka berdua.
“kok aku engga dibangunin”, protesnya.
“tidurmu nyenyak banget”, balasnya, “oh iya, sarapan sudah ada, kalau kamu mau sarapan ayok kita barengan”, lanjutnya.
“berenangmu udah?”, tanya Kelvin.
“udah hampir sejam mungkin”, balasnya.

Kelvin lalu memberi uluran tangan pada Raline, ia keluar dari kolam, ia mengeringkan tubuhnya dan dengan genit ia memberikan sedikit kocokan pada penis Kelvin yg sedang tertidur.
“shh ahwwh”, desahnya ringan.
“aku mau mandi bentar”, ujarnya melepas cengkraman pada penisnya.
“bolehkah aku ikut sayangku?”, tanya Kelvin dengan genit dan meraba pantat Raline.

“sure”, balasannya sambil menarik penis Kelvin untuk diajaknya ke kamar mandi.

setibanya dikamar mandi, berdiri di depan kaca yg sangat besar hampir selebar kamar mandi pada villa itu. Kelvin dan Raline langsung mulai bercumbu, lidah mereka saling menyerang satu sama lainnya. kedua tangan mereka saling meraba kulit yg tidak tertutup pakaian. penis Kelvin kembali bangkit sehingga bentuknya menjulang naik. Raline mendesah ringan, tangan Kelvin sibuk melepas bikini Raline tanpa melepas cumbuannya. hingga akhirnya wanita ini kembali bertelanjang bulat.

“sayang, duduk sini sayang”, perintahnya meminta pasangannya untuk duduk di countertop wastafel dan membuka kedua kakinya. Kelvin langsung kembali membenamkan wajahnya ke liang surgawi wanita usia 30 tahun ini. jilatan sensual ia arahkan pada titik lemah Raline terutama di bagian klitorisnya. jemari Kelvin sesekali ikut ngobelin untuk membantu segera mendapatkan puncak dari segala nafsu, yaitu orgasme. Raline terus mengusap kepala Kelvin, ia sedang keenakan, ia seperti mendapatkan pasangan seks yg mumpuni.

“awhh shh hmmm awhh gak kuat say please enak banget”, sentuhan pertama langsung menyetrum seluruh jaringan tubuh Raline sehingga ia hanya mendesah ringan dan tubuhnya mengejang dengan sendirinya.
“oh no, aku dapet haha oh cepat sekali”, desahnya sambil tertawa mengingat mudahnya ia dibuat puas oleh lelaki, walau hanya menggunakan lidah dan jemari.
“gapapa sayang..”, balas Kelvin sambil mencium kening Raline. ia membalas dengan memeluk tubuh Kelvin.

ia membiarkan Raline untuk mengambil nafas sejenak. tubuh mereka berdua bermandikan keringat. Kelvin ingin mencoba suatu hal baru yg pernah diajarkan oleh mantan pasangan nafsunya.

“sayang, aku masukin ya”, tanya Kelvin saat dua jarinya berada di bibir vaginanya.
“engga enak sayang, pakai kontolmu aja”, ajaknya.
“trust me you will love it”, yakin Kelvin yg lantas ia langsung memasukkan kedua jarinya ke dalam liang senggama Raline.

Raline masih kebingungan dengan apa yg dilakukan Kelvin, jemarinya menyodok bagian atas dari dinding vaginanya. membuatnya terlihat dari luar saat sedang tersodok. namun rasanya seperti sangat tepat sekali mengenai titik lemahnya. ia hanya pasrah dan mulai menikmati permainan aneh yg belum pernah ia dapatkan dari pasangan seks sebelumnya. Kelvin dengan tega menggunakan kecepatan tinggi untuk meraih objektifnya.
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
“hmm awhh awhh hmm ohh uh hmmm”, desahnya tertahan sambil memejamkan mata dan sesekali mengintip pasangannya. Kelvin nampak sibuk dan konsentrasi melakukan penetrasi menggunakan jarinya. cengraman vagina Raline semakin kuat, terasa kalau wanita ini akan mengeluarkan orgasmenya, namun Kelvin sendiri apakah ini orgasme yg ia maksud atau hanya orgasme biasa.

desahan Raline semakin meningkat, yg tadinya pelan, lambat laun semakin kencang. desahnya semakin gak karuan. ia semakin keenakan. ototnya semakin mengencang. kakinya menendang-nendang Kelvin. namun otot Kelvin berhasil untuk membuat Raline terus merentangkan kakinya.
“awhh i cant take it ahh ada yg mau keluar ahh, pengin pipis ahh”, desahnya meminta untuk berhenti.
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
Kelvin semakin kencang.
“awwwwwwwwwwwwwhhhhhh babyyyyy ahhhhhhhhh”, desahnya lalu beberapa saat kemudian ada cairan bening menyembur cukup deras dari memeknya. Raline terus mengejang, namun Kelvin terus memberikan kobelannya sehingga derasan air bening itu terus keluar tiada henti. nafas Raline nampak seperti kelelahan. cairan squirt itu jatuh membasahi lantai. Kelvin mereda setelah melihat Raline nampak capek. Kelvin menarik dari memeknya Raline dan memberikan ciuman di keningnya.

“ahh say, gila kamu..”, ujarnya sambil kelelahan.
“enak kan”, tanya Kelvin. Raline turun dari countertop wastafel.
“say, please keluar dulu, aku mau mandi bentar”, perintahnya dan Kelvin memberi kecupan cukup dalam di bibir Raline. tak ada penolakan, namun Raline nampak sangat lelah sekali.

*
usai keduanya mandi dan sarapan. Kelvin menggunakan celana basket tanpa atasan. Raline menggunakan hotpants jeans dan tanktop. mereka duduk saling bercengkrama sambil nonton ke pemandangan yg ada diseberang sana dari dalam ruang tengah villa yg mereka sewa dan mendengar gemercik suara air dari pancuran.

“mau jalan engga?”, ajak Kelvin.
“kemana?”, tanyanya kembali.
“yaa ngopi ke plantation mungkin, atau kamu mau belanja”, balas Kelvin.
“nanti aja sekalian cari makan siang”, balasnya menyetujui.

“btw, kok kamu kemarin bisa ikutan acara Forbes itu?”, tanya Kelvin penasaran pada pertemuan pertama mereka.
“oh haha that was bit unexpected ya, soalnya mereka juga ngundang orang yg aktif dalam kegiatan yg berhubungan dengan lingkungan, sosial atau ekonomi kerakyatan”, terangnya.
“dan kalau kamu?”, tanyanya kembali.
“aku aktif dalam lingkungan terutama konservasi hewan dan hutan, kemarin acara di Benoa juga tentang pelestarian penyu”, tungkasnya.
“sounds awesome”, tutup Kelvin.

“and you? business mu?”, tanya penasaran Raline.
“aku real estate”, balasnya singkat.
“aku heran deh, kenapa pada bikin real-estate untuk kalangan menengah ke atas dan laku, padahal kalangan menengah kebawah demografisnya lebih dari 60% penduduk Indonesia”, protes Raline yg penasaran.
“ya simple aja, mereka punya uang, mereka mau membeli. lokasi juga, kami di waterfront, kalau kelas menengah bawah pasti penginnya tengah kota dekat dengan kantor. orang kaya, kantornya ya dirumah haha”, terang Raline yg sangat concern dengan masyarakat bawah Indonesia.
“make sense”, tutupnya.

mereka berdua lantas ke kamar untuk saling berganti baju yg agak sopan untuk jalan sekalian mencari makan siang. Raline menggunakan celana jeans panjang dan baju berlengan seolah menutup image kalau dia seksi. Kelvin juga menyesuaikan, agar jika dilihat orang, dia orang yg pantas mendampingi Kelvin.

dengan Toyota Fortuner yg Kelvin sewa, mereka menuju ke terasiring untuk menikmati santap siang dan bersantai. untuk orang bule, mereka cuek apakah yg duduk di sebelahnya seorang publik figur namun pengunjung lokal sebagian memberanikan diri untuk meminta selfie bahkan meminta Kelvin untuk memfotokan mereka.
“ganteng banget, pacarnya ya mbak Raline?”, canda seorang ibu-ibu yg diketahui berasal dari Sragen ini. Raline hanya menjawab kalau Kelvin rekan kerjanya. ya rekan kerja yg membereskan urusan birahi Raline.

hampir menjelang malam mereka berkeliling disekitar Ubud. mereka melanjutkan perjalanan menggunakan SUV berwarna merah ini.
“sudah biasa ya dirubung seperti itu minta selfie atau sekedar ganjen?”, tanya Kelvin.
“haha iyalah, enakan seperti dirimu, bisa kemana aja dengan mode siluman gak ada kenal haha”, terang Raline bercanda.
“iya, tapi impact yg bisa kamu lakukan jauh lebih besar daripada aku”, tungkas Kelvin.
“ya bener sih, tapi comes with great responsibility, coba aja kalo mereka tau kalau kita kesini untuk kencan, bayangin hebohnya akan seperti apa”, jawab Raline yg menunjukkan kebenaran.
“hmm iya sih”, Kelvin membenarkan.

perjalanan mereka akhirnya tiba ke villa yg mereka sewa. mereka berdua berjalan menelusuri taman buatan yg menyajikan keindahan ragam tanaman Indonesia. Raline membuka pintu, dan menghidupkan seluruh lampu ruangan di villa tersebut yg menggunakan lampu remang sehingga terlihat cukup indah dan mewah.

Kelvin dan Raline bergantian untuk mencuci badan mereka yg barusan dari luar kemudian mereka berganti menggunakan pakaian yg cukup tipis dan minim karena ingin bersantai dan feels like home.
“what do you think jika diberi pilihan untuk tinggal di Bali?”, tanya Raline.
“as usual, ku ingin yg menepi seperti ini”, balas singkat Kelvin, “dan serumah denganmu bisa tuntas semua hasratku untuk keluar rumah haha”, lanjutnya.
“dasar anti sosial”, ledek Raline.

hingga pukul 9 malam mereka hanya bercengkrama tak ada gerakan yg menjurus pada seks. namun sesekali Kelvin ingin mengetahui seberapa jauh Raline terlibat dengan kegiatan seperti ini. dari lubuk hati terdalam Kelvin, ia merasa sangat menyayangkan jika sampai Raline ketagihan dengan kegiatan semacam ini.
“Kelv, kamu sering ya booking seperti ini?”, tanya Raline yg membuat Kelvin kaget, karena ia sendiri bingung mau mulai dari mana tanpa menyingung pasangannya ini.
“hmm no, ini baru pertama kali”, balas Kelvin, “dan kamu?”, lanjut Kelvin.

“hmm you are my second, dulu pernah sekali tapi sudah lama banget hampir setahun, ya hampir tiap bulan ada tuh yg nawarin tapi biasa kan aku sangat selektif jadi majoritas aku tolak haha”, terangnya dengan santai dan bercanda.
“but, kenapa kamu ikutan on the first place, i mean hmm kamu terlalu cantik dan berhati indah untuk mengikuti seperti ini”, terang Kelvin lirih sambil spontan mengecup bibir Raline.
“it just for fun, and i am single anyway, so why not. but aku sudah bilang ke managerku kalau engga mau ikutan ini lagi”, balasnya.
“any particular reason?”, tanya Kelvin.
“aku engga laku dan jarang ada yg cocok hahha”, jawabnya sambil bercanda.

“no i mean it, please quit”, ujar Kelvin.
“why you so care? apakah hatimu ikutan berbicara kali ini”, tanya Raline.
Kelvin hanya terdiam.
“no sayang, i am too hard to handle for you”, tutup Raline sambil mengecup bibir Kelvin.

cumbuan itu berlanjut hingga lidah mereka saling menyerang satu dan lainnya. tangan mereka saling meraba. jeratan nafsu lagi-lagi menyerang mereka berdua di malam kedua dari keempat. Raline dengan sangat lembut menciumi bibir Kelvin sesekali mencium lehernya. mereka sudah saling mengerti satu sama lainnya. tentunya style seks yg mereka lakukan juga.

Kelvin merogoh payudaya pasangannya yg engga terlalu besar itu, dengan sangat lembut ia menjilati putingnya sehingga membuat wanita yg berprofesi sebagai pemain film sekaligus aktifis sosial ini mendesah keenakan sambil terus meraba kepala Kelvin. lidahnya memutar mengitari benjolan yg ada ditengah payudaranya ini.
“ahh hmmm you are just ahhh”, desahnya.

ciuman sensual Kelvin terus menuruni hingga perut dan akhirnya tiba pada celana Raline. dengan sangat lembut, Kelvin menarik celananya, tak ada penolakan. bibir vagina yg indah serta ditumbuhi sedikit bulu kemaluan dengan lahapnya disantap oleh Kelvin. jemarinya kali ini lebih berani, ia memasukkan dua jarinya seperti saat ia membuat Raline squirt pagi tadi.
“ahh say, kamu akan membuatku……ahh so goooood”, desahnya saat jemarinya mengenai titik lemahnya.

CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
ilustrasi suara jemarinya sedang mengocok pada vagina yg sedang becek. Raline memejamkam mata seolah ingin segera mengantar nafsu birahinya meledak. seperti sudah kenal sejak lama, Kelvin langsung mengetahui posisi yg pas untuk membuat wanita yg baru ia kenal ini meledak.
“ahh i cant take it ahh im coming ahh ahh faster hunny ahh sayangg ahh”, desahnya sambil mencengkram lengan Kelvin.

wanita ini mengejang dengan hebat, otot kakinya menjadi keras, matanya terpejam serta kepalanya bergeleng ke kanan dan kekiri seolah sedang ada sosok yg merasuki tubuhnya. dari vaginanya terpancur cairan bening yg langsung jatuh ke lantai dan sebagian mampir di sofa. Kelvin seolah ingin terus menyiksa wanita ini dengan serbuan orgasme. ia kembali memberi kobelan yg sama, hanya saja yg membedakan adalah durasinya.

hanya selang beberapa menit atau beberapa sodokan, wanita ini kembali meraih puncak tertinggi kenikmatan. vaginanya mengeluarkan cairannya namun hanya berupa semburam yg sangat lemah, namun desahannya semakin menjadi. penis Kelvin semakin kencang di dalam celananya, seolah ingin segera dibebaskan dan dimasukkan ke dalam sarangnya. namun pikiran Kelvin berbeda, ia terus memberikan kobelan untuk kembali membuat wanita ini orgasme squirt yg ketiga.
“Kelv, fuck please stop, i cant take it ahh fuccck Kelv aahhh ahhh ahh”, wanita ini berusaha melawan Kelvin, namun dari segi tenaga tak ada apa-apanya. justru wanita ini malah mendapatkan squirt yg ketiga kalinya.

“Kelv…….please stop, badanku gak mampu….”, ujarnya dengan lirih sambil nafasnya terpogoh-pogoh.
“i am sorry sayang”, balasnya sambil memberi kecupan di keningnya.

dengan sigap Kelvin melepas celananya dengan penisnya sudah mengencang dengan kuat.
“sayang, i am too tired, please fuck me gently, aku akan menghargaimu kalau kamu mendengarkan keinginanku”, pintanya.
seolah ia tau kalau Raline sudah terlalu lelah untuk memberikan sepongan, Kelvin langsung mengarahkan penisnya ke dalam vagina pasangannya. Raline berada dibawah Kelvin sembari duduk di sofa. kedua kakinya membuka dengan sangat lebar. penis berukuran 17cm dengan otot yg menonjol mengobok-obok rahim Raline. dengan kecepatan yg sangat pelan, Kelvin dan Raline saling berciuman dengan permainan lidah yg genit. Raline meraba punggung Kelvin sebagai bukti bahwa hubungan ini lebih dari hubungan seks.

dengan sodokan yg pelan seperti ini tidak mengantar Kelvin ke jurang kenikmatan. ia menuruti keinginan Raline untuk bersenggama dengan pelan dan intim.
“aaahh uwwwh hmmm awwhh”, desahnya dengan lembut tepat di telinga Kelvin. cukup lama mereka bersenggama dengan berciuman.
“im loving it ahh”, balas Kelvin
“me too”, bisiknya, “Kelv, if you want to go bit harder im ready”, pintanya.

lalu Kelvin memundurkan tubuhnya untuk bersiap menyetubuhi dengan kecepatan yg lebih dari saat ini. Raline menatap wajah Kelvin yg sedang konsentrasi dengan sodokannya. tubuh wanita ini terhempas naik dan turun, desahnya masih sangat ringan, wajahnya sudah super capek. tak ada alasan lebih lama bertahan dengan kondisi wanitanya sudah lelah, Kelvin juga sedang berkonsentrasi untuk meraih kenikmatannya.

“ayo sayang..kentotin aku terus ahh ahh ohhh ahhh”, desahnya.
Kelvin seolah sudah mulai akan meledak, ia menatap langit-langit.
“aku udah deket sayang, dimana keluarinnya sayang?”, desah Kelvin.
“barengan sayang, aku juga, tahan bentar ah ahha ahh”, desahnya.

lalu beberapa sodokan kemudian, Kelvin meremas pinggul Raline. Kelvin yakin tak banyak yg akan keluar, ia akan mencoba untuk dikeluarkan di dalam tubuh wanita berusia 30 tahun ini. sodokan Kelvin semakin kencang.
“arrghhh uuuhhh arrghhhh hmmmm ahhhh ahhhh yeshhh”, desah Kelvin saat ia orgasme diiringi dengan beberapa tetes keluar di dalam tubuh Raline.
“terusin sayang, sodok lagi terus aku juga hampirrr”, perintahnya saat Kelvin akan menurunkan intensitasnya, namun akibat perintah Raline ia bertahan.
“aahh syt ahh fuck yess im coming ahaha aahh ahhh ahhh”, desahnya yg tak begitu dahsyat seperti saat ia orgasme squirt. nafas mereka berdua sedang berburu.

kedua pasangan ini masih terdiam dengan kening mereka saling bersentuhan. Raline menaruh tangan kanannya pada pipi Kelvin.
“haah haah haaah 4 kali lagi, fuck you crazy”, ujarnya sambil tertawa pelan.
“haha you are so good too”, balas Kelvin sambil dengan perlahan menarik penisnya dari dalam rahim Raline.
“lututku lemes banget”, protes Raline sambil ia memungut seluruh pakaian mereka berdua yg tersebar disekitar sofa yg menjadi saksi bisu mereka beradu nafsu.

lantas dengan sisa tenaga yg dimiliki oleh Kelvin, ia menggendong dengan posisi menyamping wanita yg berbadan tinggi kurus ini.
“awwh hahha”, tawa Raline saat badannya terangkat dari sofa.
Kelvin membawa wanita ini ke kasur yg berada di kamar dan lantas menjatuhkannya. lantas ia meninggalkan Raline untuk bersih-bersih di kamar mandi, disusul dengan Raline sambil membawa beberapa potong pakaiannya.

pria berbadan kekar ini menunggu dikasur hanya dengan celana dalamnya. Raline tiba dan lantas menyandarkan dirinya pada dada Kelvin. wajah Raline terlihat sangat lemas dan lelah serta ingin segera untuk tidur. tak banyak obrolan diantara mereka berdua.

*
hubungan intim ringan atau sekedar foreplay tanpa penetrasi tapi hingga orgasme mereka lakukan sebagai sarapan saat bangun tidur. sedangkan full seks mereka lakukan saat malam menjelang tidur. selebihnya mereka jalan-jalan atau berdiskusi kegiatan ataupun agenda sosial yg sejalan dengan mereka berdua. Raline dengan penyajian dan bahasa yg pintar mencoba untuk mengajak Kelvin turut ikut membantu pendanaan kegiatan yg dilakukan oleh Raline dan teamnya. ia tidak memaksa namun jika Kelvin ingin menambah teman dan koneksi, Raline siap membantu.

tak terasa, 4 malam mereka lewatkan bersama. tawa canda dan nafsu tercurah sudah, seperti kebiasaan Kelvin ia menyempatkan untuk mendokumentasi hubungan badan mereka. Raline setuju untuk menambah warna dalam hubungan seks mereka, namun ia meminta sebelum pulang untuk di delete. tapi ia berurusan dengan Kelvin, bak seorang politikus yg pandai menyembunyikan uang hasil korupsinya, Kelvin juga sudah sempat memindahkan hasil rekaman maupun foto vulgar mereka ke tempat penyimpanan yg sangat aman dan siap untuk di download di komputer rumahnya.

“hhaaah, 4 malam bersama akhirnya usai udah, back to work and reality”, ujarnya sambil menarik kopernya.
“final check sebelum di kunci”, ujar Kelvin yg berjalan memasuki kembali ruangannya untuk melihat apakah ada yg tertinggal.

“thank you ya, it was wonderful”, ujar Kelvin saat berjalan berdua menyusuri taman untuk ke resiptionis mengembalikan kursi.
“yeah, sama-sama, aku gak nyangka bakal se-fun itu”, balasnya.

pesanan taksi berupa Toyota Alphard telah siap. mereka berdua lantas memasuki mobil itu untuk menuju bandara. tak ada obrolan. perjalanan itu mereka gunakan untuk istirahat sejenak. setibanya dibandara, seperti biasa Raline menuruti selfie sama masyarakat dan Kelvin berjalan lebih cepat dari dia.

setelah check in, dalam hati Raline, ia dibelikan tiket bisnis class, sebenarnya ini cowok habis berapa puluh juta untuk mengajak Raline kencan, ditambah villa, mobil sewaan, makan dan jajan, plus tiket bisnis class. jelas Kelvin bukan orang sembarangan dan gaya penampilannya bukan yg sok berkuasa, namun ia santai dan ingin terlihat sederhana.

mendarat kembali di Jakarta terminal 3 Ultimate. Raline menarik kopernya sendiri begitupula dengan Kelvin.
“aku udah minta sopirku untuk mengantarmu”, ujar Kelvin saat berjalan.
“thanks, Kelv. kamu memang sangat totalitas”, balasnya.
“kenapa tidak memanggilku dengan sebutan yg kemarin?”, tanya Kelvin.
“apa yg terjadi di Bali, biar stay disana”, balasnya sambil tersenyum.

mereka tiba di pintu keluar kedatangan, sopir Kelvin sudah menunggu dan ada dua.
“bolehkah, suatu saat aku mengajakmu untuk dinner atau hanya sekedar ngopi?”, tanya Kelvin berdiri sejenak berhadapan dengan pasangannya.
“dinner atau ngopi? sure why not”, balasnya sambil tersenyum lembut.

“what if kalau hatiku yg berbicara?”, tanya Kelvin dengan lirih.
“pastikan kita ada di Bali”, balasnya datar.

Kelvin hanya tersenyum pelan.
“anyway, mau pulang dianter Alphard atau Aston Martin?”, tanya Kelvin karena sopir yg satunya membawa mobil sport yg jarang dipakai.
“aku yg biasa aja, thanks ya, have great day, see you in other time”, ujar Raline sambil memeluk dengan sangat lembut lantas berjalan ke mobil pilihannya yg biasa yaitu Alphard.

Kelvin berjalan ke Aston Martin-nya yg akan di sopiri oleh sopir pribadinya.
“pacarnya, ndan?”, tanya sang sopir.
“engga, hanya teman”, balas Kelvin yg duduk di depan, dalam hatinya melanjutkan, “teman tidur”…

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler