. Rich and Violent Part 18 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 18

0
155

Rich and Violent Part 18

BALI

setelah pertemuannya dengan Raline, tak ada obrolan lanjut maupun saling tukar nomer HP. Kelvin langsung memutuskan keluar dan menunggu petugas vallet untuk mengambilkan mobilnya.

“pak, konfirmasi, betul ya, Audi A6 warna hitam”, tanya seorang petugas yg membawa HT.
“yak betul”, balas singkat Kelvin sambil memainkan HPnya.
“tunggu sebentar ya pak, sedang antri nunggu sopir”, ujarnya.
“santai”, balas Kelvin kembali.

riwuh pengunjung lain saling memadati lobby menunggu mobilnya untuk diambilkan, mobil mewah saling berjejer menunggu sang penunggang. mobil Kelvin tak kunjung datang namun ia sabar.

“ku kira kamu seorang anak ingusan”, pecah keheningan ditengah keramaian.

Kelvin melihat ke arah suara, ternyata seorang Raline sudah ada disebelahnya. berdiri sangat anggun menggunakan dress panjang berbahan dari sutera dengan tas jinjing kecil. parfumnya yg sangat wangi menempel di badannya.

“memang, anak ingusan yg mampu mengajakmu berlibur”, balas Kelvin dengan cool, “bolehkah ku antar kamu pulang?”, tanya Kelvin dengan nada datar.

“hahaha, memang kamu masih sangat ingusan”, candanya, “kamu lupa, hari Rabu masih beberapa hari kedepan, ini masih hari Sabtu”, lanjutnya sambil ia tersenyum serta membelai dada Kelvin dan berjalan ke arah mobil Toyota Vellfire yg pintunya sudah terbuka untuk ia masuki.

Kelvin hanya terdiam sambil berpikir kalau ia akan bercinta dengan seorang wanita yg sangat cerdas.

“maaf pak, mobilnya sudah ready”, sapa sang penjaga vallet. dan Kelvinpun segera memasuki mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke penthousenya dengan perasaan penuh dengan rasa penasaran.

*
sejak kejadian pertemuan yg tidak sengaja dengan calon teman kencannya. pikiran Kelvin sudah mulai kemana-kemana. bahkan untuk membuat powerpoint untuk presentasi di acara kampus pun engga kelar-kelar. biasanya urusan remeh seperti ini bisa ia selesaikan hanya dalam hitungan jam. namun apa daya kalau pikir dipenuhi oleh wajah seorang wanita yg mampu membuatnya melayang.

tiket pesawat bisnis class untuk dirinya saat berangkat dan untuk mereka berdua saat pulang sudah ia cetak. villa yg cukup private di daerah Ubud juga sudah ia book dan tinggal check in. mobil Fortuner untuk mobilitas selama disana juga sudah siap tinggal diantarkan ke hotel sesaat sebelum Kelvin tiba. pakaian untuk beberapa hari kedepan juga sudah, termasuk pakaian untuk jalan-jalan. begitupula dengan kamera dan GoPro untuk sekedar dokumentasi. walau bisa saja mereka berdua hanya menghabiskan waktu bertelanjang hingga saat check out tiba.

Kelvin sudah memasrahkan semua pekerjaannya. ia sudah siap untuk berangkat. kemarin Amma sudah memberikan nomor WA Raline, namun belum ia kontak karena wanita berbadan kurus tinggi sedang ada acara di Bali, jadi Kelvinpun tak ingin menghubunginya dengan tergesa.

Toyota Alphard keluaran terbaru sudah siap mengantar Kelvin ke bandara diantar oleh sopir yg setia mengantar petinggi Luxor ini.
“bandara mas”, ujar Kelvin pada sang sopir.
“siap ndan”, balasnya dengan hormat.

perjalanan cukup singkat, kemacetan terurai dengan sendirinya saat siang hari. Kelvin memposisikan duduknya bak ia sedang berada dikasur. sopirpun tidak mengajaknya bicara karena mengetahui Kelvin dalam keadaan istirahat.

“ndan, sudah sampai”, ujarnya dengan sangat sopan membangunkan Kelvin.
“eh haha iya, thanks pak, hati-hati ya”, pesan Kelvin pada sopirnya ini.

bandara terbaru yg ada di pinggiran ibukota ini sangat megah dan besar. wangi lavender menghiasi seluruh sudut bangunan ini. petugas check in memberikan hormat yg sangat mengingat ia seorang penumpang bisnis yg harganya bisa 2x lipat dari harga ekonomi. Kelvin dengan santai berjalan ke ruang tunggu khusus penumpang bisnis. banyak sekali pilihan makanan disana yg disajikan secara gratis.

Kelvin sempatkan untuk mengambil jus semangka yg konon bisa menambah stamina saat seks. ia duduk di kursi bisnis dan mengambil HPnya untuk menyempatkan memberi kabar sama teman kencannya.
[2.20pm] Kelvin: aku sudah di dalam pesawat. see you there.
[2.20pm] Raline: ku pikir gak jadi, gak ada pesan darimu sejak malam itu. aku akan pesan taksi untuk langsung ke villa.
[2.21pm] Kelvin: check in, atas namaku. nanti kabari nomor villanya. HP off, pesawat akan jalam.
[2.22pm] Raline: safe flight. okay.

tiba di bandara Bali, perasaan Kelvin mulai engga karuan, ia menyewa seorang publik figur untuk menuntaskam hasrat bercintanya. terakhir ia benar-benar merasa menikmati seks adalah saat dengan Ganis. benar-benar GFE tanpa dibuat-buat. cengkraman bibir vaginanya sangat membuat Kelvin melayang dan tergila-gila dengannya, walau akhirnya Ganis menikah dengan pacarnya.

setelah itu, seks adalah hal yg langka baginya, ia berharap dengan Raline ia bisa menemukan seseorang yg bisa memberikan semuanya untuk melewati malam dan hari yg panjang. selama di perjalan, ia sibuk untuk melunasi transferan yg belum lengkap, agar nanti Raline engga merasa sungkan untuk memintanya.

perjalan ke villa ditempuh kurang lebih satu jam. Raline memberi kabar kalau ia sudah di dalam kamar. Kelvin semakin grogi.

akhirnya saat yg ditunggu tiba. ia melihat sudah ada Fortuner putih yg ia sewa. kunci sudah berada di resiptionis tinggal ia menunjukkan KTPnya. Kelvin berjalan ke villa yg ia pesan. ia berdiri di depan pintu villa.

knock knock.

dibalik sana ada suara yg membuka pintu.
“hay, maaf membuatmu menunggu”, sapa Kelvin sambil berjabat tangan dan memberi kecupan di pipi.
“aku juga baru aja masuk”, balasnya. Raline masih menggunakan celana dan blouse formal, ia belum melepasnya. ada juga koper berwarna pink miliknya yg berdiri rapi di dekat kursi.

Kelvin dan Raline berjalan untuk saling melihat-lihat. ada ruangan tamu dengan kursi yg cukup besar dan nyaman. kompor gas dan peralatan masak yg cukup memadai untuk sekedar memasak yg ringan. kamar tidur yg besar menghadap ke areal pepohonan yg masih rindang, memiliki akses langsung ke kolam renang. kamar mandi dengan setting modern dan kaya yg sangat besar. tentunya semua ini cukup private. telanjang di kolam renang, orang lain gak akan bisa melihatnya.

“hmm bagus juga ya pilihanmu”, puji Raline.
“ya, ini semata untuk membuatmu lebih nyaman”, canda Kelvin.

obrolan mereka semakin cair, Raline melepas blousenya dan menunjukkan tanktop dibawahnya yg berwarna putih, Kelvin menelan ludah melihat wanitanya semakin santai dan nyaman. Raline membawa kopernya ke dalam kamar, serta minta ijin untuk mandi terlebih dahulu. Kelvin memesankan via GoFood untuk makan malam dihari yg semakin senja.

mereka berdua saling bercerita sambil menyantap makan malamnya. wanita yg sudah berusia 30 tahun namun belum memiliki pasangan ini menceritakan terkait kegiatannya di Bali. Kelvin juga turut bercerita mengenai bisnis dan kehidupannya. ia masih engga percaya wanita yg sangat smart dan cerdas ini mau membuka bajunya untuk sejumlah uang. Kelvin engga menanyakan terkait motifnya kenapa mau melakukan hal seperti ini.

Raline menggunakan menggunakan tanktop dan celana yg sangat pendek lalu ia tutupi dengan kimono tipis. setelah usai makan malam, ia berjalan ke kamar mandi lalu kembali dengan tak ada perubahan sedikitpun. lalu Kelvin juga ke kamar mandi untuk mencuci mulutnya. Raline dalam hatinya juga nerveous karena ia bingung mau memulai dari mana. Kelvin belum membuka obrolan ke arah seks. terakhir Raline berhubungan kurang lebih 4 bulan yg lalu dengan pasangan main pada suatu filmnya. selebihnya ia hanya bermasturbasi dengan jemarinya.

keluar dari kamar mandi, perlahan penis Kelvin bangkit. ia harus segera mengeksekusi Raline untuk lebih mencairkan suasana seks yg intim. wanita itu sedang berdiri di balcony, Kelvin menghampirinya, memeluknya dari belakang dengan lembut.

mencium lehernya dari belakang.
“sshh ahh”, desah pendek Raline, kedua tangan Kelvin meraba bagian pinggangnya. tak ada penolakan dari Raline yg rambutnya masih terkucir. kecupan demi kecupan Kelvin lancarka di daerah yg sangat sensitif itu. dengan sangat perlahan, Kelvin memutar tubuh Raline, mereka saling pandang untuk beberapa saat. mereka berdua saling tersenyum dibawah cahaya terang rembulan yg sedang berpijar. bibir mereka saling bersentuhan. ciuman sangat lembut dan intim. Raline memeluk kencang tubuh Kelvin. lidah mereka saling menari, saling bersahutan dan nafas mereka semakin kencang. Raline merasakan tubuhnya semakin geli dan memeknya seperti mulai mengeluarkan cairan. penis Kelvin semakin tergerak. Kelvin meraba tubuh Raline termasuk meremas payudara pasangannya yg tak begitu besar itu.

mereka melepas kecupannya, dan lagi-lagi saling pandang. apakah mereka turut memainkan hati mereka?

“dikamar aja”, ajak Raline sambil berbisik. Kelvin lalu menarik tangan Raline untuk dihantarkan ke kamar.

mereka berdua langsung menjatuhkan dirinya di kasur, Kelvin berada dibawah dan Raline langsung menaiki tubuh Kelvin. mereka berdua saling berciuman kembali.
“smoochh ahmmm smoochh”, suara khas orang ciuman menggema diseluruh ruangan. kedua tangan Kelvin terus meraba tubuh artis ini.

“ada yg nongol nih haha”, canda Raline disela-sela mereka berciuman. Kelvin hanya heran apakah ia sering melakukan ini bahkan dengan orang yg ia kenal bisa sangat cair dan mudah untuk meleburkan diri dalam ikatan nafsu birahi.
“haha iya”, balas singkat Kelvin sambil nadanya bergetar.

mereka tetap melanjutkan cumbuannya, dan tentunya sesekali saling menatap dan menyaksikan wajah masing-masing yg sedang horny. Kelvin lantas melepas bajunya sendiri karena ia sudah cukup berkeringat. Raline lalu menurunkan tubuhnya dan meletakkan wajahnya tepat diselangkangan Kelvin. kedua tangannya melepaskan celana Kelvin, lalu menariknya kebawah beserta celana dalamnya.

penis Kelvin sudah tegak sangat kencang. wanita itu menaruh tangannya pada penis yg sudah menegang itu dan mulai memberikan kocokan.
“ahh enak sekali”, desahnya sambil memejamkan mata.
“ototnya gemesin banget”, balasnya sambil memasukkan penis itu pada mulutnya. rasa hangat saat pertama kali masuk membuat Kelvin mendesah semakin kencang. tangan kiri Raline masuk ke dalam celananya untuk meraba vaginanya yg sudah sangat basah.

gerakan naik dan turun ia lakukan, Kelvin memejamkan mata menikmati sepongan ini. sambil ia sesekali menatap yg ia lakukan dan meraba tangan kanan Raline sebagai bentuk perhatian. Kelvin terdiam karena keahlian wanita itu memainkan penisnya. ukuran penis Kelvin yg 17cm itu bisa ia masukkan hingga pangkal, artinya penis Kelvin masuk hingga dalam kerongkongannya. saat ia keluarkan penis Kelvin sudah berlumur cairan penis dan ludah Reline yg cukup banyak.

saat ia mengocokkan penisnya, rasanya sangat licin serta rasanya jauh lebih nikmat dari yg ia lakukan sendiri. Raline berkeringat.
“sini, aku bantu lepasin bajumu”, ujar Kelvin sambil duduk di kasur. wanita itu menurutinya, melepas pakaiannya dan terlihat BH berwarna hitam dan ungu yg sangat indah. lalu sekalian Kelvin meminta untuk ia melepas celananya dan terlihat celana dalam yg juga apik.

seolah Kelvin semakin gak sabar.
“sini gantian”, ujar Kelvin.
“gantian apa sayang?”, balasnya yg membuat kaget, ia memanggil Kelvin sebutan sayang. mereka berdua lagi-lagi saling berciuman kembali.
“aku pengin membuatmu melayang”, balas Kelvin yg dibarengi dengan tawa dari Raline. ia memposisikan diri dibawah sambil menarik lepas celana dalamnya. keduanya sekarang telanjang bulat setelah wanita itu juga melepas BHnya dan dilemparkan kebawah.

“wow, bulunya..”, canda Kelvin.
“haha maaf, aku suka yg ada bulunya diatas”, balasnya yg lantas Kelvin sudah menaruh lidahnya di vagina wanita itu.
“auuhh hmm enak banget”, desahnya sambil memejamkan mata.

lidah basah Kelvin menyerang bibir vagina daripada wanita yg ia pesan ini, jemari Kelvin membuka bibir vagina agar ia bisa menjilati bagian bibir yg dalam. gerakannya naik dan turun membuat Raline semakin mendesah. kedua tangan Raline berada di kepala Kelvin dan satunya meremas payudaranya yg engga terlalu besar itu. desahnya semakin menjadi. keringatnya semakin deras.
“ohh sayang hmmm ahh enak banget ahh”, desahnya terus menerus.

Kelvin menjilati bagian atas dari bibir vaginanya yaitu titik lemah seorang wanita klitoris. saat Kelvin menyentuh bagian itu, Raline seperti tersetrum yg mengeliat ke kanan dan ke kiri. Kelvin terus menyerang bagian itu. kobelannya menggunakan jarinya semakin kencang. desahannya semakin kencang.
“hmmm ahh ahh oohh gosshh sayy ahhh”
“ohh gosshh sayy please slow down whhh ahh”
“ahhh fuckk i cant take it ahh sayy ohhh”
“ahhhh akuu keluar ahh ooohh ahhh ahhhh ahhh ooohhh”, desahnya sangat panjang dan nyaring seiisi ruangan, kepala Kelvin dijepit oleh pahanya yg sedang kontraksi. nafasnya berburu dengan sangat kencang. Kelvin menurunkan intensitasnya.

“sudah dapet?”, tanya Kelvin sedikit bangkit dan melihat ke arah Raline yg rambutnya acak-acakan walau masih terkucir.
“gila yah kamu haha”, balasnya sambil sedikit malu namun dia menerima kekalahan hanya menggunakan lidahnya.

Kelvin dan Raline lagi-lagi berciuman, mereka tak peduli kalau mulut mereka habis memakan alat kelamin masing-masing, akal sehat mereka tertutup oleh nafsu birahinya.
“say, fuck me..”, desah berbisik Raline saat mereka istirahat sejenak dari cumbuan mereka.
“sure”, balas Kelvin, lalu ia bangkit dari kasur yg membuat Raline bingung.
“mau kemana?”, tanya Raline yg sudah membuka kakinya.
“cari kondom”, balas Kelvin polos.
“i want to make love, just fuck me dan we can love each other without barrier”, ujar Raline lalu Kelvin tersenyum dan memposisikan diri diantara kaki Raline yg panjang dan mulus itu.

pria 27 tahun ini siap untuk menyetubuhi wanita 30 tahun.
“say, masukinnya pelan-pelan, sudah lama aku”, perintahnya.

benda tumpul sudah siap di bibir vagina Raline, perlahan ia berusaha memasukkan ke dalam liang surgawi wanita ini. kedua tangan wanita itu berada di kedua pinggang Kelvin untuk menahan laju gerakan Kelvin kalau dirasa terlalu keras. mulailah terbuka bibir vaginanya, desahan Raline mulai muncul. Kelvin mendorong secara perlahan akhirnya helm penis Kelvin bisa masuk.
“awhh awwhh stop dulu awhh”, desahnya.

lalu ia kembali mendorong, dengan perlahan akhirnya bisa masuk secara utuh. Raline tersenyum.
“seperti memprawani aja”, ujar Kelvin sambil tersenyum ke arah Raline.
“emang pernah”, balik tanyanya.
Kelvin menggelengkan kepala, lalu dengan lembut ia mulai menggerakkan pinggulnya maju dan mundur. ia gunakan tangan kanan dan kirinya untuk tumpuan bagai orang push up. Raline terpejam sambil mendesah ringan.

“say, kamu engga suka mendesah ya, seperti malu-malu?”, tanyanya.
“aku suka mendesah pelan dan menikmati tiap sodokan yg mengguncang badanku”, balasannya sambil membelai pipi Kelvin.
“ini sudah engga sakit?”, tanyanya kembali.
“sudah enak”, balasannya.
Kelvin sedikit menaikkan intensitas sodokannya.

PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
kasur sudah tak mengerti bentuknya, sprei sudah terguncang kesana kemari. udara dingin AC sudah tak mampu membuat adem mereka dimana suasana semakin panas.

gerakan Kelvin semakin cepat, bagaikan ia sedang push up, gerakan pinggulnya menunjukkan kalau ia sudah berpengalaman berhubungan dengan wanita. tiada henti dan tiada ampun. kasur hingga mengeluarkan suara per yg jarang sekali terdengar jika berhubungan dengan normal. Kelvin seolah balas dendam karena sudah lama tak bencinta.

“sayang, ahh please slow down”, desahnya yg tak dihiraukan oleh Kelvin.
“ah fuck ahhh ahh ohhh ahhh ahh gosshh you fucking good ahh fuck”, desah Raline sambil sedikit tersenyum namun ia malu.

melihat gerak gerik Raline yg sedang mengejang, Kelvin menurunkan intensitasnya.
“kamu dapet lagi?”, tanyanya dengan sedikit tertawa.
“what do you think, yes! kamu ngentotinnya kenceng benget, gak ngasih kesempatan aku haha”, balasnya sambil meminta Kelvin melepaskan sodokannya, “mau minum bentar”, lanjutnya.

ia berjalan keluar kamar telanjang tanpa sehelai apapun, Kelvin tetap berada dikasur sambil mengocok penisnya agar tetap tegak.
“kamu engga haus?”, tanya Raline.
“aku haus kasih sayangmu haha”, balasan Kelvin sambil menerima gelas yg berisi air putih.

Raline kembali berada dikasur, melangkai Kelvin dan berada diantara tubuh Kelvin. tangan kirinya meraih penisnya dan mendorongnya masuk ke dalam tubuhnya.
“shh ahhh ummm”, desahnya, “kamu masih jauh ya?”, tanya Raline. Kelvin hanya mengangguk pelan.

kakinya ia lipat ke bekalang. kedua tangan Kelvin ia tumpangkan dipaha pasangannya. wanita ini menggerakkan pantatnya maju dan mundur. ia kembali mendesah sangat pelan. ia memaligkan wajahnya dan menatap langit-langit merasakan betapa nikmatnya bercinta dengan seseorang yg lebih muda ini. Kelvin menikmati pemandangan yg ada dihadapanya, puting si wanita mengencang serta payudaranya membentuk indah dengan bulat walau engga terlalu besar. sesekali tangan Kelvin meraba payudara nan indah tersebut. banyak lelaki yg hanya bisa membayangkan wanita ini sebagai bahan bacolnya, tapi Kelvin bisa menggunakannya sebagai alat untuk mengeluarkan seluruh cairan hinanya.

Wanita ini lantas melepaskan ikatan rambutnya dan mengibarkannya. Kelvin sungguh terpesona dan ia memikirkan apakah woman on top ini saat yg tepat untuk meledakkan cairannya yg ia tahan. gerakan Raline semakin cepat untuk sesaat dan terkadang ia memberhentikkannya, tak ada komunikasi diantara mereka selain komunikasi desahan. seperti tadi ia hanya mendesah sangat ringan.

Raline mencondongkan tubuhnya, menaruh tangannya pada dada Kelvin. rambutnya saling berjatuhan kedepan, gerakannya memelan untuk sesaat dan ia menggerakkan kembali.
“ahh gosshh, aku sampai lagi, ah fuck, kamu arrghhhh”, desah frustasi Raline yg ia sampai lagi yg ketiga kalinya dalam hubungan seks ronde pertama ini.
“im sorry honey, tapi enak kan”, tanya Kelvin saat Raline melepaskan diri dari sodokannya.
“what do you want haha”, balasnya sambil tertawa.
“sini sini”, ajak Kelvin untuk memberi pelukan, lalu mereka bercumbu kembali, “gak usah malu, sayang, we are making love, just enjoy it”, lanjutnya.
“emang kamu enjoy kalo engga segera orgasme? bukannya saat yg paling enak saat orgasme hehe”, tanya Raline.
“aku enjoy lihat kamu mengejang keenakan haha”, candanya.
“huuu”, jawabnya sambil mencium leher Kelvin.

lalu Kelvin menyuruh Raline untuk berada di ujung kasur, Kelvin berdiri diantara kakinya, lalu ia memasukkannya. Kelvin langsung tancap gas, Raline menatap wajah Kelvin yg berusaha untuk meraih orgasme dengan intensitas sodokan yg kencang.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK

Raline memejamkan mata menikmati momen yg sedang terguncang ini. tangan kanannya meremas payudaranya sendiri, hingga 5 menit Kelvin engga peduli kalau badannya mulai pegal dan capek, namun ia juga ingin mengantar ke puncak kenikmatannya sendiri. Raline sudah merasakan dengan sodokan seperti ini, hanya hitungan detik ia akan kembali orgasme untuk yg keempat pada malam perdananya dengan orang yg baru ia kenal ini. Kelvin juga sudah merasakan lahar putihnya sudah mulai berjalan ujung penisnya.
“ahh fuuck say, you got me agaiiiiinn ahhhhh ahhha hhhhhhhhh ahhh”, desahnya panjang sambil menggulingkan tubuhnya kesamping, kakinya mengejang serta matanya seolah sangat terpejam.

Kelvin menarik penisnya, memposisikan tubuh Raline untuk terbaring. ia mengocok penisnya sendiri karena sudah akan sampai.
CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG

Raline melihat Kelvin yg akan orgasme dengan kocokannya yg semakin kencang.
“arrgghhh arrghhmm hmmm ahh oohh Raline baby, im coming ahhh ahh”, desahnya sambil menunjukkan ototnya.
CROOT CROOOT CROOOT CROOOT CROOOT

semburan yg cukup banyak menyemprot tubuh Raline yg dibawahnya bahkan ada sebagian yg mengenai pipinya saking kencangnya semburan Kelvin. Raline tertawa melihat Kelvin yg sedang orgasme keenakan.
“ohh man, enak banget haha, kenapa kamu tertawa, iya kan kalo pasangannya dapet kamu seneng kan”, ujar Kelvin.
Raline menarik tubuh Kelvin dan mereka bercumbu kembali. Raline mengambil sprei untuk membersihkan cairan hina Kelvin.

mereka berbaring berjejer berlindung dibawah selimut tanpa sehelai apapun yg ia kenakan, Raline bersandar pada pundak Kelvin. sesekali ia mencium kepala Raline. mereka bukan seperti pasangan bookingan, melainkan pasangan resmi yg sedang memadu kasih. tak ada obrolan diantara berdua, namun mereka tau kalau hati mereka sedang berbicara.

“sayang..”, sapa Kelvin pada pasangannya.
“ya?”, balasnya sambil melongok ke atas.
“kamu capek?”, tanya Kelvin.
“ya, sangat, rasanya pegal”, ujarnya.

Kelvin sedikit menurunkan badannya untuk menggapai bibir Raline, mereka saling bercumbu kembali. lidah mereka saling bersahutan.
“kamu sangat cantik sekali”, bisik Kelvin.

*

setelah cumbuan tadi malam, mereka tidak melanjutkan berhubungan. hanya burcumbu yg cukup lama namun diakhiri dengan tertidur berpelukan tanpa sehelai pakaian apapun.

Kelvin terbangun sudah sangat agak siang, sekitar pukul 9 pagi. ia mengintip disebelahnya namun hanya ada bantal dan selimut yg sudah berantakan. Kelvin segera bangkit namun masih duduk di kasur untuk melihat seisi kamar, namun kosong.

kemana Raline? akankah kejadian dengan Gigi terulang kembali..

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler