. Rich and Violent Part 17 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 17

0
144

Rich and Violent Part 17

FORBES ID

satu per satu akun pribadi milik calon teman kencannya ia buka, ia pandangi dan ia bayangkan bongkahan daging yg ada di dalam tubuhnya. ia membandingkan antara Aura dan Reline. seperti yg pernah dikatakan netizen bahwa Aura adalah bahan coli tiap lelaki Indonesia, benar saja badannya semok dan wajahnya binal. sedangkan Raline adalah sebaliknya, mungkin tak banyak yg membayangkan wanita ini sedang beradu nafsu. Kelvin nampak bingung, karena keduanya wanita yg memiliki masing-masing kelebihan dan untuk masalah tariff ia tak memperdulikan.

“hmmm nampak yg ini aja, lebih terlihat smart and simpel”, balasnya.

[1.15pm] Kelvin: Raline saja.
[1.20pm] Amma: good, dimana? sejak hari seninnya dia sudah di Bali ada kegiatan hingga rabu siang.
[1.20pm] Kelvin: OKE. di Bali saja, aku datang rabu sore, hingga minggu sore.
[1.22pm] Amma: great mas, infokan hotelnya ya, nanti ku forward ke dia. sama jgn lupa pesankan tiket pulang untuk dia juga. oh iya, maaf mas, bisa bayar beberapa juta dulu ke rekening dia.
[1.23pm] Kelvin: easy.
[1.25pm] Amma: oke, nanti beberapa hari sebelum berangkat, ku kasih nomornya Reline. have fun.

rasanya pria berusia 27 tahun ini ingin segera 2 minggu lagi. memang terakhir berhubungan badan dengan Gigi, tapi tak sepenuhnya berhubungan, melainkan ia hanya dijadikan objek oleh wanita beranak satu tersebut. bukan hal yg ia harapkan namun setidaknya bisa menjadi pengalaman rasanya disiksa. biasanya dalam film biru seringnya pria yg menyiksa si wanita.

Kelvin sembari menyantap makan siangnya, ia sudah transfer sekian juta pada calon teman kencannya sebagai bukti kalau dia benar serius, gak hanya tanya-tanya gak beli. sudah tak ada niatan untuk kembali ke kantor, dia berganti menggunakan pakaian rumahan yg sedikit santai. beberapa notifikasi masuk ke dalam HPnya tak lain adalah pergerakan pasar modal.

ya, selain mengelola Luxor, Kelvin juga seorang investor di bursa saham. pendapatan tambahan yg cukup fantastis bagi seorang yg masih muda. tak tanggung-tanggung sudah hampir 30M dia investkan ke beberapa perusahaan bonafit guna menambah pundi-pundi kekayaannya. tak di pungkiri kalau kekayaan tiap hari selalu bertambah.

issue financial di dalam negeri maupun di dunia sudah menjadi santapannya setiap pagi. email yg bertebaran masuk serta pesan singkat yg juga selalu menyinari HP Kelvin untuk selalu hidup. saat membuka email, ada salah satu pesan yg menurutnya menarik untuk dibuka, selain hanya email permohonan sponsorship.

[INVITATION FORBES] 250 Richest Young Entrepreneur Indonesia.

“wih apaan nih, nampaknya menarik”, ujarnya dalam hati kegirangan sambil membuka pesan itu, lantas terpampang nama dia di deretan list anak muda terkaya negeri ini yg ada di urutan 221. ya walau hampir pada urutan akhir dalam list itu, namun setidaknya dia bisa mengalahkan beberapa juta manusia di negeri ini.

pada undangan itu, turut terlampir pula undangan untuk gathering dengan para pengusaha muda lainnya yg akan diadakan pada weekend ini, yg tentunya ia kosong karena jika ia memilih dengan Aura tentunya pasti ia berada di suatu pulau kenikmatan.

“pas sekali ini, pas longgar, bisa dateng nih fixed”, dalam hati, “oh iya kemarin ada anak kuliahan yg mau ngajak ketemu, boleh lah ku temuin, siapa tau bisa memotivasi”, lanjutnya.

[2.20pm] Kelvin: selamat siang, kita bisa bertemu dulu, mungkin besok kalau kalian longgar. salam.
[2.25pm] Rangga: dengan senang hati pak, bertemu dimana dan jam berapa?
[2.26pm] Kelvin: di lobby Luxor jam 10.30. ontime.
[2.30pm] Rangga: siap bisa pak. sampai bertemu besok.

sejak dia mulai sibuk sebagai pengelola Luxor, pria jomblo ini belum sempat untuk mengikuti kegiatan gathering yg diacarakan oleh Prestige, selain ia sibuk namun pergaulannya juga kurang merasa cocok. karena para anggotanya sangat berpenampilan mewah atau sering yg kita sebut dengan “gucci-gank”, Kelvin lebih memilih santai saat berpenampilan namun memiki uang banyak.

*
seperti yg sudah dijanjikan dengan si Rangga anak kuliahan dari universitas ternama di Jakarta, waktu sudah menunjukkan pukul 10.30am namun belum ada tanda-tanda anak kuliahan yg datang ke lobby Luxor. Kelvin menunggu dari kantornya sambil memberikan info pada staff di lobby jika ada yg datang untuk ia segera di kabari. karena sesuai dengan permintaan Kelvin dulu, kalau tidak ada pesan khusus dari Kelvin, staff lobby akan mengatakan kalau Kelvin tidak ada ditempat walau sebenarnya ia ada. selain itu, Kelvin memiliki akses masuk ke lingkup real estate dengan jalur yg berbeda dengan yg lain, begitupula dengan parkirnya.

kring kring.
“hello..”, sapa Kelvin.
“pak, ada tamu, dari universitas, katanya sudah ada janji dengan bapak, namanya Rangga”, terang staff front office.
“oke, suru duduk dulu”, balas Kelvin sambil menutup teleponnya.

dengan langkah sedikit tergesa, ia segera menuruni untuk menemui anak itu.

tibanya di lobby, ternyata Rangga tidak sendirian, bisa di maklumi mungkin dia sendiri juga grogi bertemu seorang yg sangat tinggi kekuasaanya di banding dia yg hanya sebatas fakultas.
“perkenalkan saya Rangga sebagai ketua BEM fakultas ekonomi, ini Adi ketua panitia acara yg dimaksud dalam pesan singkat saya, dan ini Adelia sebagai serketaris saya”, ujar Rangga memperkenalkan satu per satu.

Rangga ini memiliki penampilan yg sedikit lugu namun dari tampangnya dia ia mahasiswa yg berani menyuarakan pendapatnya. Adi juga hampir sama dengan Rangga. sedangkan Adelia memiliki wajah yg sangat cantik, putih dan senyumnya lembut, menggunakan pakaian yg longgar berwarna pink, namun ia masih bersedia bersalaman dengan orang yg bukan muhrimnya. entah ini fashion atau keyakinan. Kelvinpun juga engga tau.

Kelvin memberikan CV-nya untuk dibaca oleh para pemohon ini apakah Kelvin orang yg cocok untuk mengisi acara di kegiatannya.
“wow, masih muda ya pak, 27 tahun”, canda seorang Adi.
“makanya panggil mas aja hmmm emang kalian semester berapa?”, tanya Kelvin.
“semester 5 mas, sebentar lagi skripsi”, balas Rangga.
“easy haha”, canda balasan Kelvin.

lantas mulailah diskusi mereka terkait rencana acara yg diandakan oleh mereka ini, salah satunya topik yg diangkat oleh Kelvin.
“jadi gini mas, kan kita sebentar lagi akan lulus, nah saya melihat fenomena dimana sebagiannya masih bingung akan melakukan apa, sedangkan mas Kelvin berada di dunia bisnis, mohon bisa nanti diceritakan prosesnya atau sifat apa yg harus dimiliki oleh mereka”, terang Adi.

“hmm sebenarnya gini sih mas, saya itu hanya fortunate, karena saya bersyukur lahir di keluarga yg kaya, dan keluargaku memiliki banyak jenis usaha dan salah satunya ini diserahkan ke saya, jadi kurang tepat sebenarnya kalau saya memulai dari nol”, ungkapnya.
“hmmm iya, tapi engga apa-apa mas, mungkin nanti bisa ditekankan di bagian work ethic mas setelah menjadi seorang pemilik usaha”. lanjut Rangga.
“hmm yauda, nanti aku siapin materinya”, tutup Kelvin.

Rangga dan Adi aktif berdikusi dengan Kelvin sedangkan Adelia hanya diam namun terus mencatat, terkadang matanya malu-malu menatap Kelvin. dari segi wajah jelas Kelvin jauh diantara kedua temannya itu, namun gadis ini juga sadar kalau dia hanya bisa mangagumi pria ini, yg tentunya pasti diperebutkan oleh banyak wanita yg jauh lebih dari dia.

“terus mas, hmm untuk fee pengisi seminar, kami hanya mampu segini”, sodor Rangga pada kertas yg berisi nominal uang yg akan diterima Kelvin sebagai pengganti terbuangnya waktu dan tenaga menghadiri acara ini.
“haha, kalau untuk pendidikan, engga usah gapapa, sante aja, buat kas kalian aja”, balasnya yg justru membuat mereka bertiga sungkan.
“jangan gitu mas, biar kita sama-sama enak”, akhirnya Adelia membuka suara.
“haha yauda nanti untuk makan-makan aja”, terang Kelvin.

obrolan mereka berlanjut, namun lebih banyak Kelvin menjelaskan bagaimana ia bisa mengelola pegawai yg banyak dan tentunya uang yg jumlahnya milyaran. mereka semua terkagum dengan apa yg dikerjakan oleh Kelvin. ia juga menjelaskan pada mereka kalau ia baru saja masuk ke daftar anak muda terkaya. wanita manapun kalau diceritain tentang kekayaan pasti memeknya langsung basah, namun Adelia masih terlihat santai dan tetap menulis informasi yg relevan. pertemuan informal ini berlangsung selama satu jam dan mereka kembali ke kampusnya untuk merangkum dan menerangkan kepada anggota yg lain terkait hasil diskusi dengan pemuda kaya ini.

*
sesuai dengan prosedur pada undangan pada gathering pengusaha muda itu, Kelvin perlu untuk menunjukkan undangannya yg berupa barkode atau ia cetak sendiri agar lebih mudah terbaca oleh system scanner.

setelah jas berwarna navy serta ada garisan tipis dibarengi dengan celana halus yg indah membentuk tubuhnya, tak lupa ia menyemprotkan beberapa kali parfum mahal yg sudah menjadi favoritnya saat ia akan ada acara formal. sepatu dari kulit buaya dari timur tengah yg langka juga ia kenakan untuk melengkapi setelan yg menggambarkan ia bukam orang sembarangan.

Audi A6 terbaru adalah pilihan untuk malam ini, ia tau yg lain pasti akan menggunakan mobil yg jauh lebih fancy, mungkin banyak juga yg akan membawa sportcars. namun karena setelah dia yg sudah cukup formal, mobilnya pun juga harus yg serupa dengan image yg ia kenakan.

tiba di lokasi gathering, terjejer rapi puluhan bahkan mungkin hampir menyentuh ratusan mobil mewah sekelas Maserati, Lexus, Rolls Royce, Bentley dan jenis lainnya. ia tak minder, ia santai saja, bisa masuk ke dalam list juga pastinya sudah hebat.

banyak orang miskin yg ingin terlihat kaya. diluaran sana. tapi kalau diacara ini, banyak orang kaya ingin terlihat sederhana.

“pak Kelvin, di tempat duduk C-17 ya. ini hanya saat pembukaan dari Presiden dan acara formal, nanti kalau sudah acara networking bebas duduknya”, ujar si reciptionis.

Kelvin membalas dengan ucapan terimakasih dan berjalan masuk, banyak wajah lama yg ia kenal dari acara lainnya ada juga beberapa selebritis yg mengikuti untuk meningkatkan network mereka. Kelvin berbincang dengan teman lamanya ia, namun matanya terus mencari sosok lain yg ia kenal untuk ia sapa selanjutnya. semua yg hadir disini khususnya yg menerima penghargaan adalah pengusaha dengan kekayaan bersih minimal 120M dibawah usia 40 tahun. namun kalau Kelvin ia kaya karena sebagian kecil uang keluarga yg berpindah ke atas nama dia dan asset yg ia kelola pada kisaran hampir menyentuh trilyun rupiah.

acara formal yaitu arahan dari Presiden berlangsung dengan khitmad. Kelvin duduk yg kanan kirinya pengusaha dibidang tambang mineral dan start-up yg sangat terkenal. tak lupa mereka saling berbagi nomor kontak, jika suatu saat mereka akan berkolaborasi membuat suatu hal yg baru.

selanjutnya adalah acara networking session yg berada di hall cukup besar, dengan segala jenis makanan berada di kanan dan kirinya. hall yg dominan warna gold ini dipadukan dengan pencahayaan berwarna keemasan membuat suasana semakin khidmat dan lux.
“iya, aku di bidang realestate di pulau reklam”, ujar Kelvin.
“menarik juga itu, bagus untuk tempat tinggal yah, penjualan meroket terus pastinya”, balas Robbie yg seorang pengusaha start-up ecommerce.
“tapi ya semua tergantung waktu bro, kalau pas adem gini penjualan tinggi tapi kalau pas musim pemilu ya sepi, malah pada dijual”, terang Kelvin.

dari sudut matanya, ada juga selebritis yg turut hadir, kebanyakan selebritis yg juga memiliki pengaruh dalam dunia bisnis. Kelvin dengan teman barunya itu saling ngbrol untuk kemungkinan terjadi pada tahun depan, kemana uang mereka akan diputar dan lain sebagainya.

“udah ah bro, udah kenyang, mau pamit, nice to meet you ya”, ujae Robbie sambil berpamitan untuk pulang.
“you too, see you in other time”, balas Kelvin.

ia berjalan sendiri menuju tempat minum, ada wine dan beberapa minuman cocktail lainnya. dari sudut mata Kelvin ada sosok wanita yg tak asing. setelah mengambil red-rose wine, ia berjalan mendekat ke arah wanita itu untuk memastikan.

dan ternyata benar, ia mengenali wanita itu.

“hay”, sapa Kelvin pada wanita itu.
“eh hey”, balasnya sambil kebingungan siapa pria yg menyapanya.

wanita ini hanya terpaku namun sambil tersenyum lembut untuk membuka diri terhadap pria ini yg mungkin ia kenal dimana namun lupa.

“Raline?”, tanya Kelvin.
“iya, dan kamu..”, tanyanya kembali sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Kelvin menarik tangannya, agar ia lebih mendekat dan Kelvin berbisik.
“sampai ketemu minggu depan di Bali”, ujarnya, sambil Kelvin melepas jabatan tangan wanita itu dan Kelvin melangkahkan kaki ke belakang sambil tersenyum ke arah wanita itu.

dia juga membalas senyuman Kelvin.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part