. Rich and Violent Part 15 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 15

0
142

Rich and Violent Part 15

NETWORK BARU

batik tulis terbaik yg ia miliki sudah menempel ditubuhnya, ditambah dengan parfum favoritnya ia semprotkan pada bagian tubuh yg mudah mengeluarkan keringat. ia bersiap memenuhi undangan dari mantan pasangan quicky atau vagina Indonesia pertama yg pernah ia rasakan. namun selain itu, sebenarnya Kelvin juga ada benih-benih cinta yg tumbuh akibat dari perkenalan singkat itu. tetapi wanita itu memilih setia dengan pasangannya yg sudah ia jalin sejak lama.

laci yg terletak diruang tengah berukir khas Jepara dengan handle berbentuk burung merak yg sedang membentangkan keanggunannya. di dalam situlah dimana Kelvin menyimpan seluruh kunci mobilnya, ia berdiri sejenak bingung memilih mobil yg mana, yg jelas ia tak ingin menarik perhatian orang lain atau pada acara tersebut.

Kelvin tak lupa memberi amplop sebagai ucapan selamat pada kedua mempelai, yaitu paket bulanmadu di salah satu pulau di Maldives untuk beberapa hari. ia ingin memberikan sesuatu yg akan terkenang oleh pegawainya ini hingga kedua pasangan nanti tua. bahwa ia memiliki boss yg sangat royal dan suka membantu yg lemah.

Bruce Wayne, ya itulah gambaran paling mirip dengan seorang Kelvin. pilihan mobilnya jatuh pada Lamborghini.
“VRRRRROOOOMMMMM”, suara menyaring dan melengking khas mobil bergambar banteng itu.
“maaf ya nak, sudah lama engkau engga aku pakai”, ujarnya sambil memberi belaian pada setir berlapis kulit rusa ini.

sontak mobil Italia ini turun di jalan raya. banyak pasang mata yg menyaksikan dan sesekali berusaha mengambil foto keindahan mobil yg konon sangat mahal sekali. namun banyak juga yg cuek dan merasa tersaingi karena jauh lebih kaya.

dipelataran parkir dimana Ganis merayakan pesta pernikahannya, banyak para hadirin yg termenggung siapa pria muda tampan yg membawa mobil seharga milyaran rupiah hanya untuk datang ke acara kondangan. sendirian pula.
Kelvin cuek, menuruni mobilnya dan berjalan ke arah gedung. banyak wanita muda yg mungkin teman Ganis saling berbisik dan menyaksikan gerak-gerik si pria itu. dengan langkah yg pasti ia berjalan mengantri untuk bersalaman dengan kedua mempelai yg sedang berbahagia.
“selamat ya mas dan mbak Ganis, semoga langgeng dan bahagia selalu”, ujar Kelvin sambil memberikan senyuman terlebarnya.
“iya, pak, terimakasih atas kehadirannya”, balas kedua mempelai, tak lupa mereka juga berfoto bersama.

“itu tadi bossku..”, ujar Ganis membisikkan pada suaminya pada sosok pria yg datang sendirian.

“GANIIISSSSS…selamat yaaaaa…”, tawa para teman dan sahabat Ganis
“thankyouuuu ladieeeess..”, balasnya sambil memberikan kecupan dan tawa.
“btw, Nis, siapa cowok yg di depan kita tadi..”, tanya salah satu dari temannya.
“bossku..masih jomblo lho, sana kenalan”, canda Ganis pada teman-temannya.

Kelvin seperti anak hilang, berbaur dengan para hadirin, tak banyak yg ia kenal, mungkin teman kantornya baru akan datang. ia menyantap makanan yg menurutnya memikat nafsu makannya. berdiri berjalan sambil makan, terkadang ada beberapa orang yg mendekat dan berbicara padanya.

“puuuk”, tepuk seseorang pada lengan bagian atas Kelvin, tak lain adalah pegawainya yg bernama Audrey.
“beneran pak, sendirian”, candanya.
“kan aku udah bilang, kamu kuajak engga mau”, balasnya sambil bertampang sok serius namun lantas ia tersenyum dan tertawa.
“ahh bapak bisa aja, duluan ya pak, mau cari makan”, tutupnya sambil menghaturkan untuk mengambil makanan dari sudut lain.

Audrey mengenakan rok panjang seperti gamis, berkerudung berkelok yg sepertinya membutuhkan 6 jam untuk membentuk pola yg aneh itu. dari kejauhan pula ia melihat Ganis yg mampak bahagia diatas pelaminan, tergambar dengan jelas bagaimana bentuk tubuh Ganis saat telanjang.

Kelvin menaruh piring yg sejak tadi ia pegang, ia berbalik arah dan menuju ke pintu keluar. Lamborghininya terlihat paling berbeda diantara mobil lainnya yg kebanyakan adalah Avanza, Innova atau Pajero dan sejenisnya.
VRRRRROOOOMMM, suaranya sangat nyaring hingga terbocor hingga dalam gedung pelaminan.
“dasar kampungan”, umpat seorang bapak-bapak yg berpenampilan lugu dari dalam gedung tanpa mengetahui siapa yg memilikinya.
Kelvin memindahkan perseneling ke D, mobil mulai berjalan dan keluar dari pelataran gedung diiringi dengan sikap hormat dari para satpam.

*

malam yg menjenuhkan bagi seorang Kelvin, ia berada di depan laptop sambil mengedit video seks antara dirinya dengan Gigi, sambil sesekali menunjukkan wajah ngilu saat pria pemilik apartment dan perumahan mewah ini sedang disiksa oleh calon pembelinya.
“wah ini gila, bisa aja aku balas dia dengan mempublishnya ke Pornhub”, ujar Kelvin gemas pada kelakuan Gigi.
“tinggal aku blur wajahku dan wajah dia, mungkin orang lain engga tau, tapi dia pasti akan tau dan sadar haha”, tutupnya.

sambil ia terus mengatur, dan memotong part yg menurutnya kurang menarik untuk ditonton dari angle tertentu. dari 4 kamera untuk dijadikan satu video berdurasi 45 menit dengan pandangan berbagai angle memang engga mudah. tapi karena untuk kalangan sendiri, maka ia juga tak memperdulikan, yg penting enak dilihat aja.

ia istirahat sejenak, ia berjalan ke dapur, membuka kulkas dan meraih botolan bir yg sudah menjadi favoritnya untuk menemani kesendiriannya.
“hmm jam berapa ini, apa aku ke musicroom aja ya, pasti ramai malem minggu gini”, ujarnya sambil melihat jam yg sudah menunjukkan pukul 11.30an.
Kelvin memutuskan untuk ke musicroom, dengan berganti pakaian yg menurutnya pantas untuk kesana, siapa tau ada wanita yg bisa ia ajak naik untuk melampiaskan hasrat seks yg terpendam akibat tidak jadi berhubungan dengan Gigi.

*

pria berparas ganteng dan bertubuh kekar namun tidak lebay ini menuruni tangga dan memasuki the Valley of the King yg dijaga oleh bouncer yg berbadan tegap namun tetap sopan.
“boss, silahkan masuk”, sapanya sambil membukakan pintu tanpa perlu antri, banyak wanita berparas cantik, memakai pakaian mini sedang mengantri untuk berpesta di dalam sana. banyak juga yg engga membawa cowok, alias all ladies. mereka pasti juga sedang mencari mangsa, siapa tau ada cowok yg bisa memuaskan hasrat mereka.

pesta sudah mulai, DJ residen sudah memainkan alat musiknya, banyak yg sudah menegak minuman, tamunya juga menari dengan eksotis sambil membelai cowok yg sedang memeluknya dari belakang sambil mengesek-gesekkan penisnya dari balik celananya. Kelvin seperti bisa, memilih untuk naik dan duduk diruangan manager dan pengawas. didalam nampak sedang ramai ada orang berbicara, tak lain adalah Denny dengan 2 orang wanita setengah baya. Kelvin masuk..

“nah, ini boss saya, pemilik resort ini”, ujarnya sambil memperkenalkan pada dua wanita yg ada disana.
“ini manager para publik figur dan modelling atau sejenisnya boss”, ujarnya, Kelvin mengulurkan tangan pada kedua orang ini.

“Kelvin”, sapa Kelvin.
“Amma”, ujar wanita yg ditafsir berusia 40an lebih ini.
“Jen”, tungkas wanita yg juga hampir seusia itu.

“silahkan duduk boss, ku ambilkan minum”, ujar Denny.

“jadi masnya ini pemilik resort ini atau termasuk pulaunya, setau saya pulau ini juga milik Luxor”, tanya seorang Amma.
“seluruh pulau”, balas singkat Kelvin sambil masih memetakan siapa kedua orang ini.
“waw, keren dong”, decak kagum Jen.
“ah biasa aja, saya masih anak kemarin sore”, balasnya.

“ini boss”, Denny menyodorkan minuman yg engga begitu keras yg biasa diminum oleh Kelvin.

“ini mereka berdua ini sudah terkenal di dunia managerial untuk para artis, model atau semacamnya boss, pak Roman (GM Luxor) dan saya sering dapet client yg pesan ‘selimut’, dan akhir mereka berdua yg membereskan urusan kita hahhaa”, ujar Denny sambil menaruh tubuhnya untuk duduk di sebelah Kelvin.

“hmmm i see”, tutup Kelvin sambil bisa membacara situasi bahwa kedua orang ini adalah ‘mami’ yg menghubungkan client hotel atau apaertment dengan client yg dia miliki.

“jadi mas Kelvin hhehe, kalau butuh mau liburan dengan artis siapa gitu, tinggal sebut nama nanti kami usahakan haha”, ujar Amma yg masih sangat hati-hati karena belum mengetahui sifat Kelvin apakah doyan dengan kehidupan seperti ini.

“terus kalian disini ngapain?”, tanya Kelvin dengan sangat datar yg membuat mereka semakin ketakutan.

“kami membawa client, itu Vicky sedang manggung, nanti jam 1 akan dibawa oleh client dari pak Roman, selain itu ada beberapa model dan pramugari juga yg dipesan oleh client bapak”, terang Jen.

“hmmm i see”, tutup Kelvin. sedangkan Amma dan Jen serta memberi kode pada Denny saling pandang apakah Kelvin suka mendengar seperti ini atau tidak.

“untuk seperti itu berapaan?”, tanya Kelvin sambil terus memandangi Vicky yg bernyanyi.
“hmm yg jelas diatas 13jt untuk sekelas publik figur, tapi nanti ada gradenya juga seberapa terkenal orang itu.
“hmmm okay, kalau model?”, tanya Kelvin kembali.
“di sekitaran 5 jutaan”, balas Jen.
“untuk?”, tanya Kelvin.
“semalam”, tutup Jen.

“aku yg ngurusin model, sedangkan Amma yg ngurusin artis, pak”, ujar Jen.

“nah, jadi kalau mau tau info detailnya ada biaya pak boss, makanya mereka tertutup”, ujar Denny yg membicarakan fee untuk informasi yg diberikan oleh mereka berdua.
“berapa?”, tanya Kelvin yg mulai nampak tertarik.

“okee, aku turun dulu ya, biar boss dapet privasi”, ujar Denny yg lantas beranjak keluar ruangan.
“hahha oke mas, terimakasih”, ujar mereka berdua, Kelvin tidak bergeming.

“untuk bisa langganan, setahun hanya 55 juta, itu masuk ke management, kalau nanti kencan, seluruhnya masuk ke pasangan kencan, kami sudah engga meminta”, tungkas Amma.
Kelvin menghitung, yg kekayaannya tiap hari bertambah 70 juta ini, bagi dia uang segitu untuk langganan setahun tidaklah susah.
“hmmm oke, menarik”, ujar Kelvin.

“untuk yg artis mas, tinggal sebut nama aja, nanti kami upayakan, kalau yg pramugari, nanti kami kirimi katalognya”, ujar Jen.
“kami kebanyakan pramugari, karena menurut client, lebih eksklusif dan fantasinya lebih liar, kami ada hampir 90 wanita dibawah management kami yg berada di mana-mana hehe, jadi misal mas di Lombok butuh temen kencan, kami pasti siap”, lanjutnya.

“hmmm haha i see, menarik nih, sini rekening kalian”, tutup Kelvin sambil meminum minuman yg disiapkan oleh Denny.
“haha tenang, identitas mas, sangat aman bersama kami, banyak sesama artis, atau orang penting di negeri ini yg berlangganan bersama kami”, ujar Amma memastikan.

“aku ingin liburan…”, ujar dalam hati Kelvin sambil tersenyum.

“semua artis bisa, bahkan yg sudah berpasangan, kalo beruntung ya bisa diajak kencan hehe tapi harganya pasti tinggi juga”, ujar Amma.

Kelvin hanya duduk sambil memikirkan beberapa nama untuk mencoba kebenaran dari kedua orang yg ada dihadapannya, ia juga memilikirkan untuk mengambil beberapa hari off untuk berliburan dengan mangsa barunya kalau memang berhasil dibawa untuk berkencan.

“kalau dia bisa engga?”, tanya Kelvin sambil menyodorkan foto dari instagram pribadi si wanita itu.
“waaa, bisa itu mas, tapi apa engga lebih muda mas sih?”, tanya Amma.
“engga apa-apa, mau aku ajak liburan ya paling 3 atau 4 malam, biar sekalian yg seru-seruannya kalau emang bisa”, ujar Kelvin.
“prinsip kami, engga ingin mengecewakan client, tapi tiket dan hotel belum termasuk ya”, balas Amma.
“easy…”, tutup Kelvin.

siapakah wanita yg ingin dibawa oleh Kelvin??

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler