. Rich and Violent Part 12 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 12

0
158

Rich and Violent Part 12

FIRST TASTE

“oh wow, kalau ini lebih mudah untuk dibayangkan..”, ujarnya tercengang, Kelvin hanya bediri dan tersenyum.

usai membuka pintu, mata langsung terpandang pada jajaran pintu kaca yg besar menhadap pada lautan dan bibir pantai yg terlihat sangat kecil. diantaranya ada sofa yg berukuran besar dan TV yg tak kalah besar. disebelah kanan setelah masuk ada dapur yg mewah yg mejanya terbuat dari marmer dengan design simple dan minimalis.

Gigi berjalan dan menelaah tiap jengkal rumah Kelvin yg terlihat tak pernah berantakan, si manusia perfeksionis selalu menginginkan semua untuk selalu bersih.
“Kelv, maaf, boleh aku masuk kesana”, ujarnya sambil menunjuk ke arah lorong yg menuju kamar.
“oh ya silahkan”, ujarnya.

lorong memasuki ruangan yg lebih private, walau lorong, namun pencahayaannya bisa pas. di sebelah kiri ada pintu menuju kamar mandi luar yg jarang digunakan oleh Kelvin namun ada mesin cuci yg terkadang dia gunakan. di depannya ada kamar tidur yg ia gunakan sebagai ruang kerja dan belajar. lurus sedikit ada dua pintu yg saling berhadapan, di sebelah kanan adalah dimana adegan ranjang sering terjadi yaitu kamar utama Kelvin. kamar utama yg memiliki balcony sendiri serta jendela kaca yg menempel dari lantai hingga langit-langit.

“maaf, ini kamarmu ya..”, ujarnya spontan sambil membalikkan badan.
“gapapa sante aja”, balas Kelvin.

Gigi lantas kembali menuju ruang tengah sambil nampak terkagum dengan kebesaran rumah ini walau berada di atas gedung bertingkat.
“mbak Gi, mau minum apa?”, tanya Kelvin.
“hmmm air putih aja deh yg gampang”, balasnya

Kelvin menuju dapur, seperti biasa mengambil gelas, namun ia tak mengambil cairan yg membuat Zaskia dan Ganis membuka pahanya. ia tak ingin merusak hubungan baik yg sudah ia jalin dengan para artis nasional itu, terlebih ia gagal membawa Maia ke puncak kenikmatan, ini yg membuat bahaya kalau ia kembali gagal membawa Gigi ke atas kasurnya. nama baik Kelvin bisa tercemar.

ia menaruh gelas di depan dimana Gigi duduk.
“bagaimana, mantab kan?”, tanya Kelvin sambil mengumbar tawa.
“hahhaa, dasar orang marketing..”, balasnya.

“atau mau dibicarakan dulu dengan om Rafi..”, ujarnya.
“haha engga, ini hanya untuk aku kok, dia kalo beli-beli juga engga pernah bilang aku”, balasnya yg wajahnya berubah menjadi sangat kesal pada suaminya.

“hmmm, i know i know, yg sabar yah..”, balas Kelvin yg ia mengetahui kalo mereka berdua sedang tak sehat menjalani hubungan. ini merupakan kesempatan untuk membawanya ke ranjang, karena orang galau biasanya paling mudah untuk dibawa ke kasur.
“what do you know?”, balas Gigi sambil berwajah sok jutek namun ingin tau.
“haha engga kok, ya hmmm itu yg sering muncul di akun gossip tentang suamimu haha”, balas Kelvin dengan engga yakin.
“haha yg di akun gossip itu belum seberapa”, balasnya dengan yakin sambil meminum.
“oh lebih parah ya haha”, spontan Kelv.
“ya gitu deh, kamu akan tau kalo nanti sudah menikah”, balasnya dengan jutek namun tetap memberikan senyum khasnya.

sebenarnya Gigi pun sudah muak dengan kelakuan suaminya yg tak kunjung sadar dan jera. pembiaran yg dilakukan Gigi merupakan bentuk protes padanya, namun bagaikan kucing diberi ikan, ia justru semakin nglunjak dan melakukan terus. teman Gigi sudah menyuarakan untuk bercerai, namun ia enggan karena selain pertimbangan anak, namun juga banyak bisnis atas nama mereka berdua. ikutan berselingkuh merupakan salah satu opini yg diberikan temannya, namun ia memiliki komitmen untuk selalu setia atau karena belum ada kesempatan.

“susah juga ya, anyway, back to our business”, tanya Kelvin.
“haha, ini harganya mentok segitu aja gak bisa kurang?”, tanya Gigi.
“mau yg tower A atau B dengan kolam renang pribadi?”, tanyanya kembali.
“yg A aja sih.., yg sudah ready stock”, ujar Gigi.
“oh yg A, hmmm ya itu tadi, 30”, balas Kelvin.
“gak bisa kurang?”, tawar Gigi.

mereka berdua duduk pada sofa panjang dengan posisi saling bersebelahan. mata Kelvin tertuju pada brosur dan price list, biasanya urusan tawar menawar adalah urusan anak buahnya, namun karena ini berurusan dengan artis dan kemungkinan bisa word-of-mouth pada teman si artis yg membuat mereka turut membeli. tatapan Gigi sangat tajam untuk menginginkan harga unit penthouse agar bisa turun.

“aku bisa memberimu cuma-cuma kalau mau tinggal bersamaku”, ujar Kelvin sambil bersenyum dan lantas tertawa.
“seberapa berani kamu haha”, balasnya sambil menatap mata Kelvin.
“sangat berani…”, ujarnya sambil memajukan wajahnya untuk mendekat pada Gigi yg juga terdiam dan menatap Kelvin dengan sangat fokus.

Kelvin memberanikan diri, memegang dagu Gigi yg terus terdiam. Gigi juga terdiam apakah dia akhirnya turut ikut gila dengan berselingkuh dengan seorang brondong tajir.
“smoooooccchhhh”, ciuman yg dalam dan sensual antara Gigi dan Kelvin, satu ciuman panjang, kedua mata mereka saling terpejam.

“Kelv….”, teriak Gigi setelah tersadar dan mendorong badan Kelvin kebelakang.
“im sorry…aku hanya terpesona oleh kecantikanmu…”, ujar Kelvin dengan penuh sesal.
Gigi hanya terdiam dengan tidak berkata apa-apa, namun ia seperti berpikir dan melamun. apakah ini saat yg tepat untuk menuntaskan hasrat terpendam dia untuk membalas apa yg dilakukan oleh suaminya.

“iya, tapi kamu tak perlu melakukan itu”, tungkasnya.
“maaf, aku hanya memberanikan diri untuk…..”, kalimat Kelvin terputus oleh Gigi yg lantas berkata.
“what do you want?”, tanya Gigi.
“love..”, balas lembut Kelvin, ya love, love yg pasti akan beriringan dengan nafsu.
“haha, nafsu, itu yg kamu maksud..”, tawa Gigi dengan santai seperti tak takut menghadapi Kelvin.

“i can be your lover..”, tawa Kelvin sambil membelai lengan Gigi yg tak tertutup oleh pakaiannya.
“oh wow”, surprise Gigi.
Kelvin mengangguk dengan pelan.

“emang kamu berani bermacam-macam denganku yg dengan mudah aku bisa membuatmu menyesal telah berani denganku..”, terangnya.
“sejatinya seorang wanita adalah makhluk yg kejam, tapi kalo bisa menguasainya, ia merupakan mahkluk yg penyayang”, balas Kelvin sambil berbicara tepat di depan bibir Gigi.

lagi-lagi bibir mereka bersentuhan, “smoooch”, kali ini mereka saling berciuman cukup lama dan sensual, tak ada penolakan dari Gigi. bagi wanita 30 tahun ini, merupakan pengalaman pertama bercinta jika jadi dalam ikatan resmi.
“kamu sungguh berani”, ujar Gigi.
“kamu menantangku”, balasnya.

mereka kembali berciuman layaknya seorang pasangan suami istri yg sudah lama tak bertemu, saling raba, kedua tangan Kelvin tepat berada di pipi Gigi, sedangkan Gigi melingkarkan tangannya pada leher Kelvin.
“smooccch”, suara kecupan terus menggema diseluruh ruangan, Kelvin yakin ia pasti akan bercinta, begitupula dengan Gigi, pria ini pasti gak akan melepaskannya tanpa menggauli tubuhnya.

Kelvin melepas ciuman mereka sejenak, saling pandang, mereka berdua saling tersenyum seolah mereka menginginkan ini untuk terjadi dan ia menarik tangan Gigi untuk dibawanya ke kamar tidur.
“wait Kelv..”, ujar Gigi yg lantas mengeluarkan HPnya.

“hello pak Sugeng, saya ditinggal aja ya, biar pulangnya di anter temenku, bilang sama bu Sugeng kalau anakku nyari maminya sedang kerja”, ujarnya sambil berbicara di telepon.

“oke now, aku sudah bebas..”, ujarnya sambil tersenyum dan menyambut tangan Kelvin untuk dibawanya ke kamar.

Gigi berjalan dibelakang Kelvin sambil melihat-lihat seisi ruangan yg belum sempat ia lihat saat tadi, memasuki kamar, perasaan Gigi semakin grogi, kali ini ia menghadapi kenyataan bahwa akhirnya ia akan bercinta, namun bercinta dengan lelaki yg bukan suaminya, melainkan seseorang yg beberapa tahun lebih muda.

Kelvin berputar kearah Gigi di depan kasurnya, lalu ia kembali meraih pipi Gigi dan mendaratkan ciuman yg bertubi-tubi ke bibirnya, Gigi juga turut membalas ciuman lelaki yg diestimasi kekayaannya sekitar 75 Milyar.
“smoocch smoocchh smoccchh”, suara ciuman dan desahan menghiasi seisi ruangan. Kelvin berhasil membawa Gigi ke dalam kamarnya, sudah dalam keadaan horny walau tak menggunakan obat. namun, ia belum menghidupkan kamera yg akan mengabadikan adegan percintaan ini.

“ohhh, aku belum melakukan ini sejak lama sekali ahh”, desah seorang artis ini.
“let me be your lover..”, ujar Kelvin berbisik sambil menggigit telinga Gigi.
“ahh Kelv, so gooood ahh”, desahnya saat Kelvin menciumi tiap jengkal lehernya sambil memegangi rambutnya yg panjang agar tak masuk mulut Kelvin.

ibu satu anak yg baru ini memeluk Kelvin dengan erat dengan bagian selangkangannya digerak-gerakkan bergesekan dengan penis Kelvin yg tentunya juga sudah tegak.
“ahh aku basah ahha ahh”, tawa Gigi saat Kelvin tiada henti menyerang daerah sensitif wanita menggunakan lidah dan bibirnya.

kedua tangan Kelvin meraba hampir seluruh jengkal tubuh sintal seorang artis ini, terkadang tangannya memasuki pakaiannya, namun ia masih ingin menikmati ciuman tersebut, maka dengan tenang ia tak segera melucuti tubuh Gigi. Gigi juga terus menciumi Kelvin, mulai dari bibirnya, lehernya hingga juga menjilati wajahnya. Kelvin mengetahui pasti wanita satu anak ini sudah sangat lama tak bercinta.

dengan sangat genit dan berani memulai duluan, Gigi meremat penis Kelvin dari luar celananya, Kelvin sesekali mendesah keenakan. adegan ciuman yg cukup lama dan sensual mereka lakukan. Gigi seolah tak peduli kalau dia seorang artis dan sudah memiliki suami.

“Kelv, aku punya fantasi…..maukah mewujudkannya?”, bisik Gigi pada telinga Kelvin.
“oh wow..”, balas Kelvin sambil memandangi Gigi yg wajahnya sudah sangat sange.
“kamu boleh bercinta denganku sepuasmu setelah aku usai”, balasnya dengan nada yg bergetar.

“hmmm oke”, balasnya singkat, yg lalu Gigi mendorong tubuh Kelvin ke kasur dan dengan pasrah ia menjatuhkan diri.

lalu, Gigi beranjak sejenak, dan mengambil sesuatu dalam tasnya, yaitu beberapa tali terbuat dari kain. saat Gigi beranjak, Kelvin menyempatkan untuk meraih HPnya dari kantongannya dan menghidupkan seluruh kamera yg ada di dalam kamarnya.

wanita 30 tahun itu menunjukkan talinya berwarna putih panjang bak tali pocong, dan Gigipun tersenyum. Kelvin masih kebingungan ia akan di apakan oleh wanita yg baru ia kenal beberapa waktu lalu.

“please sini, dilepas semua ya Kelv”, ujar Gigi yg duduk diatas kasur dan memberi instruksi pada Kelvin untuk melepas seluruh pakaiannya. tanpa basabasi, Kelvin langsung melepas kemeja kerjanya, melepas sepatu dan celananya hingga tak ada satu helaipun yg menempel di tubuhnya. penis Kelvin berdiri tegak namun Gigi seolah tak bergeming melihat penisnya, wajahnya berubah menjadi antagonis seolah siap untuk menerkam brondong beda 3 tahun usianya ini.

“tanganmu digabungin gini”, ujarnya, lalu Gigi mulai menali dengan cukup kencang sehingga Kelvin susah untuk melepasnya, lalu ia juga menalikan pada kasur sebelah atas, jadi posisi Kelvin terbaring dikasur dengan telentang, tangannya berada diatas dan tertali pada atas. ia sama sekali tak bisa menggerakkan tangan. Gigi dengan lembut memberikan bantal pada kepala Kelvin agar ia juga bisa tetap melihat apa yg Gigi lakukan.

Gigi juga tak lupa menali kaki Kelvin sehingga kakinya terbentang ke kanan dan ke kiri, penis Kelvin tertegak bagaikan mencusuar.

“now, you are my slave, kamu gak bisa ngapa-ngapain selain menuruti keinginanku haha”, ujarnya sambil melepas atasannya. nafas Kelvin semakin berburu melihat Gigi melucuti pakaiannya satu per satu.

namun…

setelah hanya melepas baju, Gigi menaruhnya di kepala Kelvin menutupi matanya dan berbisik.
“im sorry Kelv, kamu akan jadi budak seks-ku… semoga setelah aku usai ini kamu kuat untuk ngentotin aku, akan kuberikan tubuh ini untuk kepuasanmu dan sebagai pembalasan atas kesabaranku…”, ujarnya.

lalu…

PLAAAAKKK…

“ARRRRGGGHHHHH ADDUUHH AHHHHH”, penis Kelvin di tabok dengan sangat kencang, entah menggunakan apa, namun rasanya membuat Kelvin berteriak dan mengaduh..

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part