. Rich and Violent Part 11 | Kisah Malam

Rich and Violent Part 11

0
164

Rich and Violent Part 11

OPEN HOUSE

suatu ketika di suatu tempat makan.

“pada engga mau liburan bareng gitu kemana?”, tanya Olla sambil memilah-milah makanan yg ada di atas piringnya.
“ah istri pejabat ini penginnya hanya liburan mulu..”, sahut Luna yg baru saja selese mengisi acara disebuah stasiun tivi.
“iya nih, enak ya gak perlu cari job tapi bisa liburan”, balas Alice.
“yah elu, yg baru aja pulang dari Perancis aja belagu”, tangkas Olla.

“Gi, ayolah..”, ajak Olla.
“ah ogah, kasian anakku”, terangnya.
“suamimu aja gak pernah ngurusin, susah juga ya”, balas Luna yg turut prihatin.

“hmm itu sih gini, itu akibat dari dulunya elu memberi kebebasan, Gi, maksudnya kamu engga tegas, ya sekarang dia udah terlanjur keenakan. itu macem gue dulu, ya akibat itu”, jelas Maia yg sejak daritadi diam dan memperhatikan.
“iya sih..”, ujar Gigi.
“elu juga, La..”, singkat Maia.
“hmm iya..”, balas singkat, karena suaminya yg bekerja sebagai pejabat pasti banyak godaan.

“kapan hari aja, aku dilaporin lagi, tapi udah males tengkar aku..”, curhat Gigi.
“yg sabar aja, beb”, hibur Alice.

“ya udah pasrah sih, udah mikir mau cari rumah lain aku”, terangnya.
“lagipula kamu cakep, pasti masih banyak yg mau”, hibur mereka semua.
“hmmm, btw kan kesini mau rame-ramean kenapa malah curhat”, ujarnya.

mereka berlima bersantap siang disalah satu restoran papan atas di Jakarta, mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup tak luput mereka santap. berada di ruangan yg private, walau sudah habis mereka tetap diijinkan untuk tinggal disana karena total makanan yg mereka santap bisa mencapai jutaan, maka tak dipungkiri kalau mereka adalah asset bagi si pemilik resto.

“iya nih, buruan lu nikah, keburu lapuk ntar”, ejek Olla pada Luna.
“yee, masih peret dong yha”, balas Luna pada mereka diiringi dengan tawa.

“eh kapan hari itu gue kan ke Luxor tuh, sama itu ownernya yg muda itu, terus jalan-jalan kan sama dia ditunjukkin apartmennya dan lain sebagaianya……”, cerita Maia.
“terus lu kentot..”, potong Alice.
“entar gue lanjutin dulu….nah, setelah dari sana gue horny parah benget, apa karena gak pernah di flirt cowok, terus langsung basah ya haha, sampe rumah biasalah gue ritual sampe ketiduran, terus setelah kebangun, kamar gue dong, ternyata pintunya terbuka hahha”, tawa Maia pada dirinya.

“padahal dirumah sama Bram?”, tanya Olla.
Maia mengangguk dengan genit.

“anjiiir, jangan-jangan pas lu tidur disetubuhin lu diem-diem, badanlu ada sperma nempel gak haha”, obrolan jorok dari Gigi.
“haha njir, bersih njir..”, balas Maia.

“emang bener sih, udah lama gak ngeseks, semobil aja sama cowok ganteng dikit aja, bawaannya basah mulu..”, tungkas Luna.

“hayo hayo, yg pada punya suami, kapan terakhir ngeseks..”, tanya Maia pada mereka yg bersuami.
“haha lusa dong”, balas Alice.
“semingguan mungkin ya”, balas Olla.
“badanmu semok abis, suamimu bisa ndiemin kamu seminggu? wahhh…”, shock Alice.
“hayo Gigi kapan?”, tanya Luna.
“hahah anjir, hmmm 2 bulan mungkin, lebih mungkin…”, jawab malu-malu.

“waaaaaa, lama kali hahaha”, tawa Olla.
“itupun hanya masuk, sodok bentar langsung crooooot”, terang Gigi.
“banyak gak?”, tanya Maia.
“tetesan doang”, balas Gigi.
“wah udah tinggal sisa”, lanjut Alice.
“tau dah..”, tutup Gigi.

“haha Gigi kan sukanya BDSM ya kalo langsung colok mana puas doi haha”, ujar Olla dengan santai membuka kartu gaya seks wanita berbadan semok ini.
“hahahha bangke, abisnya kalau engga nyiksa cowok dulu kurang puas hahahaha”, lanjut Gigi menjelaskan.
“aaaaaa buka kartu”, balas Maia.
“jadi elu yg nyiksa?”, tanya Alice.
Gigi mengangguk dengan genitnya sambil tertawa.
“emang gimana?”, tanya Luna.
“hahha ada deh, yaa biasanya suamiku aku tali-tali gitu terus aku yg lebih banyak berperan, intinya suka-suka ku, kalau aku udah bikin dia tersiksa, baru doi boleh ngentotin aku sepuasnya”, terang Gigi, “kegiatan ini masih kami lakukan hingga penyanyi ndangdut ngaco lagi hahhaa”, lanjutnya.

semua anggota hanya terdiam, wanita yg nampak kalem dan lembut itu ternyata punya sisi liar yg engga diketahui oleh banyak orang. paling hanya sahabatnya ini, suaminya atau mungkin sebagian mantannya yg pernah merasakan tubuhnya.

“lama dong prosesnya ya haha, gak bisa seks quicky dong ya”, tanya Luna.
“gak doyan, doyanku ya yg lama haha, banyak foreplaynya haha”, jawab Gigi.
“wah kalau selingkuh susah ya hahahhaa”, ujar Olla.

“kaya kamu berani aja..”, sindir Maia.
“weeee haha biarkan hanya aku dan tubuhku yg tau”, jelas Olla.

kelima artis papan atas itu saling ngobrol kemana kemari tanpa ada yg mengontrol dan suka-suka mereka. kebebasan dalam bercerita apalagi mengenai seks hanya bisa di dapatkan pada kesempatan yg jarang.

setelah mereka memuaskan hasrat dalam bercerita, akhirnya mereka akan kembali berpisah dan kembali menghadapi permasalahan masing-masing. Maia berdiri sembari menunggu jemputan dari seorang sopir bersama Gigi yg juga sedang menunggu.
“eh, katanya lu mau cari rumah sendiri?”, tanya Maia.
“iya nih, buat jaga-jaga, udah semakin buruk”, tungkas Gigi

*

di sudut lain di dunia ini.

Kelvin sedang berada di ruangannya bersama Ganis yg sedang menunggu berkasnya untuk di check olehnya. mereka berdua duduk sekursi panjang di ruang tamu kantor ruangan Kelvin. si cewek berambut pendek seleher dan berwajah imut manis serta genit ini duduk layaknya seorang staff yg sedang canggung pada bossnya.
“gimana persiapan pernikahanmu?”, tanyanya dengan datar.
“so far lancar pak”, balas Ganis.
“hmm sounds fun, semoga lancar terus”, tutup Kelvin sambil menandatangi berkas yg ada di hadapannya.

“bagaimana dengan dirimu, sudah berbulan-bulan disini tentunya sudah menemukan seseorang untuk kamu ajak serious?”, tanya Ganis sambil memperhatikan Kelvin yg menggoreskan pena pada kertas.
“belum menemukan seseorang yg seperfect kamu”, balasnya dengan datar.
“haha Kelv..please, kamu hanya bercinta denganku sekali, bagaimana kamu bisa menilaiku perfect”, tanya Ganis sambil tertawa.
“oh maaf, kamu engga perfect, karena sudah punya calon”, ujar Kelvin sambil memberikan berkasnya kembali pada Ganis.

“Kelv, aku yakin kamu akan menemukan seseorang yg pantas dan mampu untuk merawatmu”, kata Ganis sambil membelai pipi Kelvin, tangan kanan Kelvin meraih telapak tangan Ganis dan mengarahkannya pada bibirnya untuk ia cium. Kelvin memang nampaknya jatuh cinta pada Ganis, seorang wanita yg biasa saja, bukan dari kalangan selebritis namun sayangnya ia sudah tinggal beberapa minggu lagi menikah.

Kelvin melepaskan tangan Ganis, dan cewek berambut pendek bak polwan itu berjalan keluar dari ruangannya.

terduduk terbius akibat Ganis untuk beberapa saat, serta memikirkan seandaiannya wanita berusia 26 tahun itu belum memiliki pasangan, Kelvin pasti akan mendekatinya dan kemungkinan menikahinya.

ditengah lamunannya. HP Kelvin yg berada di meja kerjanya tergetar. pria 27 tahun itu bangkit untuk meraihnya. yg menelpon tak lain adalah target operasi Kelvin yg baru saja lolos, Maia.
“hello, Kelv. ada temenku yg sedang mencari apartment seperti milikmu, lusa atau beberapa hari kedepan akan ketempatmu. ia sudah kuberi nomer telponmu. aku kasih umpan empuk……”, ujarnya dibalik sana.
“baiklah thankyou, tante. kenapa engga dirimu aja yg kesini lagi”, tanya Kelvin.
“bangke kamu haha, kamu belum mampu untuk membahagianku..”, tutupnya.

tuut tuut tuuut

Kelvin hanya tersenyum dan tertawa, siapa kali ini yg diberi umpan lambung untuknya. Maia jelas tau kalo dirinya waktu itu diracun agar horny dan bisa disetubuhi oleh Kelvin namun ia lolos karena waktu dan bisa menahan godaan itu. namun kenapa dia memberikan temannya untuk dimangsa Kelvin, setega itu ia memberikan temannya. apakah temannya desparete untuk seks sehingga Kelvin adalah orang yg pantas untuk melihatnya telanjang.

*

“hello, ini Kelvin ya..”, tanya seorang wanita dibalik sana.
“iya maaf ini siapa ya..”, balas Kelvin.
“Gigi, kita pernah ketemu di acara gathering Prestige kapan waktu”, terangnya.

kedua orang ini saling ngbrol untuk menentukan waktu yg cocok untuk bertemu dan membahas untuk saling kopi darat serta tentunya menunjukkan apartement yg diinginkan seorang Gigi. namun dalam pikiran seorang pria single ini ada yg janggal karena keikutcampuran seorang Maia.

“oh gitu, yauda kabarin aja kalo jadi kesini, aku di kantor terus sih beberapa hari kedepan”, tutup Kelvin.

pria 27 tahun ini lantas membuka instagram milik calon pembelinya, untuk setidaknya mengetahui ketertarikannya, kesukaan dan tentunya pikiran kotor Kelvin untuk melihat bongkahan yg tersimpan rapi dibalik baju-bajunya.

*
berselang beberapa hari dari telepon itu, waktu menunjukkan sore hari dengan matahari sudah mulai condong ke barat.

“pak Kelvin, ada tamu, mbak Gigi”, ujar seorang resipsionis telepon dari bawah.
“oke, langsung aja ke meeting room ya”, ujar Kelvin sambil berdiri dengan sigap dan merapikan jasnya.

pria muda ini lantas berjalan dengan cepat menuju ruang yg disiapkan dan dijanjikan oleh Kelvin. tanpa ditemani seorang staff, Kelvin membawa berkas yg kiranya bisa menarik perhatian calon pembeli. otak Kelvin memang kadang sedikit beringas kalau ada mangsa yg akan datang ke sarangnya tanpa ia minta.

“mbak Gigi..”, sahut Kelvin sambil menutup ruang meeting.
“Kelvin..bertemu kembali”, salamnya.
“kok tau-tau tertarik kesini”, ujar Kelvin dengan datar.
“iya, di beritahu Maia, yauda deh..”, balasnya.

“ooooo…btw sendirian aja, mana om Rafi?”, tanya Kelvin.
“haha iya nih, sama sopir aja”, balasnya dengan wajahnya sedikit tertekuk.

Kelvin lantas mengeluarkan marketing package dari stopmap yg ia bawa dan ia tata rapi di hadapan Gigi.

“baiklah, jadi gini, yg apartement biasa 2 kamar itu sekitar 10M, terus penthouse tower A 30an M, sedangkan yg tower B yg belum jadi 32M. pasti tertarik yg penthouse kan..”, terang Kelvin.
“hahhaa, mahal yha..”, tanya Gigi.
“eh itu murah, bayangin, tanah reklamasi, pulau sendiri, parkir private, luas penthousenya hampir 300m persegi, mana ada di Jakarta yg semantap ini?”, balas Kelvin meyakinkan.

“hmmm oh ya, aku bisa lho dapet yg lebih murah”, desak Gigi.
“ahaha tapi apa dengan view yg magnificent seperti ini?”, balas Kelvin sambil menunjukkan garis pantai berpasir putih yg berasal dari lautan di Indonesia timur.
Gigi hanya membalas dengan tawa sambil mendesis di dalam hati bahasa seorang marketing untuk menawarkan produknya.

“gini deh gini, ayok kita lihat unitnya, yg tower A dan B hampir sama hanya bedanya di balcony-nya ada private swimming pool”, ujar Kelvin menerangkan.
“terserah aja deh, yg siap pakai aja”, balasnya.
“yauda yg A”, tutup Kelvin sambil memberesi kertas-kertas untuk menerangkan harga pada calon pembelinya.

Gigi berjalan beriringan dengan Kelvin menuju lift yg mengantar mereka ke lift khusus penghuni penthouse. Gigi yg berbadan sintal dan semok ini tentunya tak setinggi Kelvin. seseorang yg berbadan pendek namun berisi, biasanya ukuran payudara dan pantatnya diluar rata-rata ukuran manusia lain. Kelvin sesekali curi pandang pada bagian dada Gigi.

mereka memasuki lift, Kelvin menggesek kartu khusus untuk mengantar mereka.
“ini buat invest atau pribadi?”, tanya Kelvin memecah keheningan.
“hmmm kadang sebagai seseorang yg berpenghasilan ganda, ingin membelikan untuk kepuasan diri”, balasnya.
“jadi ini khusus untuk mbak Gigi?”, tanya Kelvin dengan tenang.
“iya”, balasnya.
“hmmm om Rafi sukanya mobil sport yah”, tanyanya. Gigi hanya mengangguk dengan lembut sambil melihat ke atas menunggu kapan lift ini terbuka.

TIINGGG

“nah, ini unit 3. aku tinggal di unit 2. unit 1 sudah ada isinya. yg kosong unit 3 dan 5”, terang Kelvin membukakan pintu, dan terpampang ruangan yg megah dan mewah bercatkan warna coklat dengan lampu berwarna kuning yg membuatnya semakin mewah. unit ini tentunya belum ada isinya sama sekali, Gigi sesekali memfoto dan berdiri diam membayangkan jika diberi suatu perabotan.

Kelvin hanya berdiri dan mengikutinya beberapa langkah dibelakangnya sambil sesekali menjelaskan ruangan tersebut. sebagai seorang cowok, ia juga sesekali mengintip bongkahan pantat Gigi.

“gede sih bagus, tapi susah membayangkan apa aja yg akan kukasih disini haha”, tungkasnya.

“hmm bisa lihat unitku, udah lengkap, jadi bisa membantu imajinasimu”, ujar Kelvin sambil melihat jam yg sudah pukul 4 sore.
“hmm boleh”, balas Gigi.

jantung Kelvin berdebar dengan lumayan cepat, ia takut kalau mengulangi kesalahannya seperti yg ia lakukan pada Maia.

“yuuk…”, ujarnya sambil menutup pintu unit 3.

perlahan penis Kelvin tergerak namun disisi lain ia juga takut, ia sudah cukup lama engga bercinta, terakhir ialah dengan Laras (Zaskia) yg terjadi beberapa minggu lalu yg sudah cukup lama.

“ayo, mbak Gi, silahkan masuk..”, ujar Kelvin sambil tersenyum.

-BERSAMBUNG-

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part