. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 99 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 99

0
352
Perjalanan mengejar Cita dan Cinta 3

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 99

Karma

Dan sekarang aku dalam perjalanan kerumahku dari bandara dan hanya seorang diri.. aku datang kembali kepulau seberang ini, bagiku seperti kehidupan baru untukku.. setelah kepergian ayahku, ibuku dan kedua adekku memutuskan untuk menetap dipulau sana.. mereka bertiga tidak ingin jauh – jauh dengan tempat peristirahatan terakhir ayahku..

Kesedihanku pun aku tinggalkan dipulau sana dan aku kubur diliang lahat ayahku.. aku seorang laki – laki, aku kebanggaan ayah, ibu, kedua adekku dan seluruh keluarga besarku.. aku tidak ingin larut dalam kesedihan dan aku tidak ingin membuat mereka semua bersedih karenaku.. aku ingin mereka bangga dengan aku.. didarahku ini mengalir darah pejuang dan petarung sejati.. aku tidak ingin terlihat lemah dimata semua orang.. aku ingin membuktikan kepada semuanya, sandi adalah sandi.. aku tidak ingin orang memandangku karena kebesaran nama ayahku.. aku akan mengukir namaku sendiri diatas langit.. sehingga ketika orang menadahkan wajahnya keatas, hanya ada tertulis namaku disana.. terlihat sombong ya..? tapi itulah aku.. aku diajarkan oleh ayahku, bahwa aku harus menaklukkan dunia ini dengan kepalan tanganku.. terserah orang berkata apa.. bangsaattt..

Dan setelah perjalanan yang panjang, akhirnya aku sampai dirumahku lagi.. aku lalu turun dari taksi dan aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah.. dan ketika aku sudah didalam rumah, suasana sunyi dan hening langsung menyambutku.. tidak ada tawa dan canda didalam rumahku ini, seperti beberapa hari yang lalu.. semua hilang dalam sekejab.. (jadi untuk kamu yang masih bisa merasakan kehangatan dan kehagiaan didalam rumah, nikmati itu kawan.. karena bisa saja satu hari, satu jam, satu menit bahkan satu detik.. sang maha pemberi segalanya, mencabut kenikmatan itu dari kamu.. karena Dia maha pemberi dan Dia bisa mengambil apapun dari kamu yang memang milikNya, kapanpun Dia menginginkannya.. aku tidak menggurui kamu kawan, aku hanya menceritakan sebagian kecil dari pengalamanku..)

Aku lalu melepaskan sepatuku dan masuk kedalam rumah.. aku menyalakan lampu untuk menerangi isi rumah ini, karena diluar sana sudah menjelang malam..

Cuukkk.. ini rumahku, disini aku dibesarkan oleh kasih sayang kedua orang tuaku.. hari – hariku pun diisi oleh tawa dan canda dari seisi rumah ini.. kasih sayang dan kebahagiaan selalu hadir ketika masuk kedalam rumah ini.. dan sekarang, hanya kesunyian ini yang akan menemani aku dirumah yang sangat besar ini..

Aku lalu duduk diruang keluarga dan aku mengambil rokokku, kemudian aku bakar dan menghisapnya pelan.. aku tidak menyalakan tv diruang tengah ini.. aku ingin menikmati kesunyian dan keheningan ini.. aku hanya duduk sambil memandang foto keluarga yang dicetak sangat besar dan dipasang didinding diatas tv..

Foto keluarga terbaru, ketika aku wisuda waktu itu.. aku yang mengenakan toga dicium oleh ayah dan ibuku, sementara adekku memeluk ibu dan ayah sambil tertawa.. salah satu momen terindah dalam hidupku.. indah sekali terlihat dan sangat membahagiakan..

Apa aku akan meneteskan air mata lagi..? tidak.. justru aku tersenyum dan bangga.. aku tersenyum karena aku suka sekali momen itu, dan aku bangga karena aku terlahir dikeluarga yang penuh kasih sayang seperti ini..

Apa aku bersedih..? cukup.. sekarang ini adalah lembaran baru dalam hidupku dikota ini.. dan kesendirian ini adalah awal dariku untuk menuliskan lembaran baru dihidupku..

Dan untuk masalah ayu..? aku masih belum bisa memutuskan kedepannnya seperti apa, karena belum ada kata berpisah atau melanjutkan tentang hubungan kami.. ibuku hanya berpesan, agar aku tidak menemui ayu atau keluarga ayu sampai empat puluh hari ayahku.. setelah itu, baru aku ditemani seluruh keluarga besarku akan kesana lagi untuk membicarakan kelanjutannya seperti apa.. tetap melanjutkan pernikahan atau mengakhiri semuanya dengan baik – baik..

Kalau aku sih, masih ingin melanjutkan hubunganku dengan ayu.. bagaimanapun juga aku masih sayang sama ayu.. dan aku pernah berjanji dengan ayu, kalau aku akan menikahinya walau apapun yang akan terjadi.. tapi kalau ayu dan keluarganya tidak ingin melanjutkan, apa mau dikata.. tidak mungkin aku berjuang untuk sesuatu yang tidak ingin aku perjuangkan..

Dan aku masih terus menghubungi ayu sampai detik ini, setelah kejadian keluarga besarnya datang kerumahku waktu itu.. tapi, telponku tidak pernah diangkat dan smsku tidak pernah dibalasnya.. hehe.. gila ya aku..? tapi itulah aku.. yang kupegang adalah janjiku kepada ayu.. itu saja..

Malampun semakin larut dan aku masih duduk diruang tengah keluarga ini.. rokokkupun sudah berbatang – batang kuhabiskan.. teh kotak yang ada dikulkaspun sudah habis empat kotak.. dan aku masih berdiam diri disini.. aku masih menikmati dan beradaptasi dengan kesendirian ini..

Aku tidak takut dan sedih sedikitpun.. aku menikmati kesendirian ini dengan senyuman dibibirku.. karena setelah kehidupan ini pun aku pasti akan sendiri, aku pasti akan menyusul ayahku kedalam alam kubur cepat atau lambat.. jadi kenapa mesti takut kesendirian, kalau akhirnya nanti juga sendiri.. hehe.. bajingaann..

Dan menurutku, hidup setelah mati itu baru kita tidak akan sendiri lagi.. kita akan ditemani oleh perbuatan kita selama didunia ini.. baik akan berkumpul dengan orang baik dan jahat akan berkumpul dengan orang jahat.. tapi aku tidak akan memikirkan, berkumpul dengan siapa aku nantinya.. itu haknya sang pembuat hidup.. aku hanya menjalankan kodratku sebagai manusia didunia ini.. terserah sang pembuat hidup membuat aku seperti apa nantinya..

Dan dimalam yang semakin larut ini, setelah merenung dengan kesendirian.. aku ingin mencari udara segar.. mungkin kediskotik dan mendengarkan hentakan music didalam sana, membuat segar sedikit otak yang ada didalam kepalaku..

Aku lalu berganti pakaian dan keluar rumah.. aku mengendarai mobil yang ada dirumah.. lalu aku menuju ke tempat hiburan senang – senang yang ada dipinggir pantai sana.. sengaja aku tidak mengajak ketiga sahabatku, slamet, kaco dan sila.. aku ingin sendiri dulu malam ini..

Dan setelah sampai disana, aku memarkirkan mobilku agak jauh, sengaja aku menjauh biar tidak terlihat oleh om aji.. lalu aku masuk ke diskotik..

Dan didalam sana..aku disambut dentuman music yang sangat memekakan telinga dan asap rokok yang menggumpal didalam ruangan ini.. lampu berkelap – kelip dan orang yang menari dengan senangnya, menyatu dalam hentakan music..

Aku lalu mencari tempat duduk yang kosong dan dipojokan.. sambil mengangguk – anggukan kepala mengikuti irama music ini, aku lalu membakar rokokku dan menghisapnya..

“minum apa bang..” teriak seorang pelayang yang ada disebelahku..

“chivas regal..” ucapku dengan santainya

“itu aja bang..?” ucapnya dengan suara yang agak keras mengimbangi dentuman suara music didalam ruangan ini, dan aku mengangguk saja..

Pelayan itu pun pergi.. dan ga berapa lama pelayan itu datang lagi sambil membawa chivas regal satu botol dan satu gelas kosong.. dan setelah aku memberinya tips dengan selembar uang merah.. diapun tersenyum..

“kalau butuh apa – apa aku disebelah sini bang.. hehehehe..” ucapnya sambil tersenyum lalu meninggalkan aku..

Aku pun membuka minuman yang berasal dari luar negeri ini.. botolnya lumayan besar dan tidak cukup dengan satu genggaman tanganku untuk mencapai semua lingkarannya.. asuuu, norak sekali aku ya..? hehe..

Aku pun terus meminum sampai bergelas – gelas.. dan setelah hampir separuh botol itu aku minum, datang seorang wanita cantik dan berpakaian seksi duduk dihadapanku..

“sendiri aja bang..?” ucapnya sambil tersenyum..

“berdua sama kamu..” ucapku denagn santai sambil menatapnya..

“hehehe.. bisa aja abang ini.. ga apa – apa kan aku temani..?” ucapnya dengan senyum manisnya..

“duduk aja.. kalau aku ga suka kan tinggal aku tinggal pergi..” ucapku bercanda..

“jahat banget sih abang ini..” ucapnya manja..

Aku pun hanya tersenyum sambil menikmati minuman ini dan aku lanjutkan dengan isapan rokokku..

“ga ditawarin minuman nih..?” tanyanya..

“kamu mau..?” ucapku sambil menuangkan minuman kedalam gelas..

“ngga yang ini.. aku boleh pesan yang lain aja..?” tanyanya..

“pesan aja..” ucapku dengan santainya..

“makasih abang..” ucapnya dengan senang.. lalu wanita itu memanggil pelayan tadi dan membisiki pelayan itu.. dan pelayan itu langsung mengangguk dan pergi meninggalkan kami..

Dan ga berapa lama, pelayan itu datang sambil membawa segelas minuman berwarna biru muda dan wanita itu menerimanya dengan senyuman manisnya..

Kami pun akhirnya menikmati minuman kami masing – masing.. dan ketika kami sedang asyik menikmati minuman kami, datang tiga orang bertubuh kekar dan berambut gondrong.. kelihatannya mereka itu sering fitness, terlihat dari otot dilengan mereka yang lebih besar tiga kali dari lenganku.. dada mereka pun berotot dengan pakaian ketat mereka.. mereka bertiga berdiri tidak jauh dari aku dan menatapku dengan tatapan yang menjengkelkan.. assuuu..

“kamu anak irawan jati ya.. hehehehe..” ucap salah satu orang itu sambil tertawa mengejek kepadaku.. (orang pertama)

Assuuu.. kelihatannya mau cari masalah ini orang.. tapi aku hanya santai saja sambil menuangkan minumanku dan wanita yang duduk dihadapanku terlihat ketakutan..

“iya bos.. dia anak irawan jati.. hahahaha..” sahut salah satu temannya.. (orang kedua)

Dan aku tetap tidak menghiraukan mereka berbicara.. aku langsung meminum dengan santai minuman yang baru aku tuang..

“pasti dia anak manja bos.. buktinya setelah ditinggal mati ayahnya, dia mabuk – mabukan karena frustasi.. hahahahaha..” ucap salah satu orang lagi sambil tertawa.. (orang ketiga)

“iya betul juga.. mungkin dia kesini mau cari teman, supaya dia bisa berlindung dari serangan musuh ayahnya, haji mamat dan pak gunawan.. dia mau berlindung seperti dia berlindung dibawah ketiak irawan jati.. hahahahaha..” sahut temannya sambil tertawa lepas.. (orang kedua)

Dan aku tetap santai saja mendengar mereka berbicara.. entah kenapa aku kok tidak emosi sama sekali mendengar mereka mengejekku.. assuuu.. sementara wanita dihadapanku pun langsung berdiri dan berjalan mundur dengan diiringi tatapan tajam ketiga orang ini..

“kalau mau mencari perlindungan sih gampang.. aku bisa melindungi dia kok.. asalkan aku bisa menikahi ibunya yang janda itu, ibunya itu cantik sekali loh.. beruntung irawan dapat wanita itu.. hahahahaha..” ucap orang yang dipanggil bos itu sambil tertawa.. (orang pertama)

Dan aku langsung melihat kearah wajah orang itu dengan tenangnya.. cuukkk.. marah cuukk.. marah.. masa dia se enaknya membicarakan ayah dan ibumu..? hajar ketiga manusia bangsat ini cuukkk.. kasih lah lelehan darah dari hidung dan mulut mereka itu.. kimak sekali ucapannya.. assuuu.. ingat.. sumpahmu sudah dicabut oleh ibumu.. hehehe..

Dan aku langsung menghisap rokokku dalam – dalam, lalu mengeluarkannya perlahan sambil terus memandang ketiga bajingan dihadapanku ini dengan santainya..

“kenapa..? kamu mau marah..? kamu mau menghajar kami anak manja..?” ucap orang itu sambil memandangku dengan tatapan yang sangat mengejek.. (orang pertama)

“dia kan dulu pernah dipenjara karena menghabisi preman dari daerah tengah kota bos..” ucap orang dibelakangnya.. (orang ketiga)

“halah.. dia dulu berani karena ada irawan jati, makanya nekat.. coba sekarang..? dia pasti jadi anak rumahan yang penakut.. hahahahahaha..” ucap bosnya dan tertawa lagi dengan senangnya.. (orang pertama)

Cuukkk.. kelihatannya cukup dia berbicara, aku ingin main – main sedikit dengan ketiga orang ini.. rokokku pun sudah mau mendekati filternya.. aku lalu menghisap rokokku untuk yang terakhir kalinya, lalu aku mematikannya diasbak yang ada dihadapanku.. aku tetap diam dan tetap santai dengan kondisi ini.. lalu aku pun berdiri dihadapan orang pertama.. ternyata dia tinggi sekali cuukkk.. aku berdiri aja masih sepantaran sama dadanya.. kalau aku hom – hom, mungkin aku langsung hisap puttingnya kali.. hehehehe.. bangsat…

“kamu mau apa..?” ucapnya sambil mendekatkan wajahnya kepadaku lalu..

BUUHHGGGGGGG..

Tanpa banyak capak, aku menghantamnya dengan kuat dari arah bawah, tepat didagunya dengan kepalan tangan kananku.. cuukkkk.. dan dia pun langsung oleng kebelakang dengan kepala terdanga keatas.. dan dia langsung ditahan oleh orang kedua dan orang ktiga supaya tidak roboh kebelekang.. assuuu.. akhirnya aku bisa juga membantai orang cuukkk.. setelah sumpahku dicabut oleh ibuku.. hahahahaha.. nikmat sekali rasanya memukul itu cuukkk.. dan rasanya jiwaku ini bebas sebebas – bebasnya.. hahahahaha..

Aku memukulnya pun dengan pikiran yang tenang dan tubuh yang santai.. dan aku tidak mengeluarkan sepatah katapun dari tadi.. dan setelah aku memukul orang pertama itu, suara musikpun dihentikan dan semua pandangan pengunjung didiskotik ini langsung terarah kepadaku.. mereka semua diam dan seperti ketakukan..

Dua orang dibelakang orang pertama itu langsung maju bersama dan..

BUHGGGGG.. BUHGGGGG..

Aku memukul orang kedua dengan kepalan tangan kananku tepat ditengah batang lehernya atau tepat dijakunnya, dan diapun langsung termundur sambil memegang batang lehernya.. dan aku menghantam orang kedua tepat diulu hati sampai dia termundur sambil memegangi dadanya..

“AAARRRGGGGGHHHH..” orang kedua termundur dengan nafas yang sesak dan mata yang melotot sambil memegangi batang lehernya..

“HUUUUUPPPPPPP..” orang ketiga juga termudundur dengan nafas yang sesak juga sambil memegangi dadanya..

“AAAAAAAAA….” Teriak pengunjung wanita yang ada didiskotik ini..

Lalu..

BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG..

Aku menghajar tulang lunak hidung orang kedua dengan kerasnya, sampai hidungnya patah kedalam dan darah tersembur dari hidungnya.. dan aku menghajar mulut orang ketiga dengan kerasnya juga sampai darah tersembur juga dari mulut orang ketiga itu..

Lalu aku terus menghajar orang kedua dan orang ketiga itu bergantian diwajah mereka…

BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG..

Mata, hidung, pipi, mulut, rahang dan dagu mereka berdua menjadi sasaran empukku..

BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG.. BUHGGGGG..

Dan aku terus menghajar mereka berdua bergantian secara membabi buta, tanpa memberi mereka kesempatan untuk melawanku sedikitpun..

Lalu..

Aku berputar dan mengarahkan tendangan balikku kearah rahang orang kedua..

BUHHGGGGGG…

BUUUUMMMMM..

Orang kedua terkena tendanganku dengan telak, dan dia langsung roboh kelantai dengan wajah penuh dengan darah.. lalu..

Setala itu aku mengarahkan tendangan dari arah samping kekepala bagian samping kiri orang ketiga dengan kuatnya..

BUHHGGGGGG…

JEEEDDUUGGG..

BUUUUMMMMM..

Kepala samping kirinya terkena tendanganku dan kepala samping kanannya terhantam tembok, dan akhirnya dia langsung tumbang.. assuuu..

Aku lalu mendekati orang ketiga dan orang kedua itu yang sudah terlihat lemah tidak berdaya..

Lalu aku angkat kaki kananku dan aku injakkan kekepala samping orang ketiga dengan kuat..

BUHHHHHGGGG..

KRAAKKKKKKKK..

Kepalanya langsung menoleh kearah samping dengan leher yang patah.. orang ketiga itu mengejang dengan hebatnya dengan darah yang bercucuran dari mulut dan seluruh wajahnya.. dan berlahan.. tubuhnya yang mengejang itu langsung kaku dantidak bergerak lagi.. bajingaaann..

“AAAAAAAAAA…..” lagi – lagi teriakan dari pengunjung wanita terdengar..

“a.. aa.. aaammpun bang..” ucap orang kedua dengan wajah yang sangat ketakutan.. dan aku menatapnya dengan mata yang memerah dan menghitam.. kedua telapak tangannya menyatu dan memohon kepadaku, dan dia masih dalam keadaan tertidur..

Aku lalu mendekatinya dengan santai.. aku masih tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutku.. lalu aku injak perutnya..

BUHHHHHGGGG..

“AARRRGGHHHH..” ucapnya kesakitan sampai terduduk, lalu aku injak wajahnya dengan telapak sepatuku dan dengan sangat kuatnya..

BUHHGGGGGG…

JEEEDDUUGGG..

BUUUUMMMMM..

Wajahnya terkena injakanku dan kepala belakangnya terhantam lantai dengan sangat keras.. diapun langsung terlentang sambil mengejang dengan hebatnya.. mulutnya menganga dan mengeluarkan darah yang sangat banyak..

HUEEKKK..

Darah segar keluar dari mulut orang kedua itu, lalu dia tidak bergerak lagi..

“AAAAAAAAAA..” cuukkk.. bisa diam ga para wanita ini.. assuuu..

Aku lalu melihat orang disekelingku dengan tatapan yang tajam, memerah dan hitam.. mereka semua berdiri dipinggir ruangan ini didekat dinding.. wajah mereka semua terlihat ketakutan.. tidak ada lagi wajah – wajah orang yang bersenang – senang seperti waktu aku datang tadi..

Dan setelah aku memandang semua orang diruangan ini.. pandanganku terhenti pada orang pertama yang aku hantam dagunya itu.. dan dia adalah bos dari kedua orang yang aku bantai ini..

Dan ketika melihat tatapanku yang tajam, memerah dan hitam pekat itu.. orang pertama itu langsung berlutut dan dia menyatukan telapak tangannya didepan wajahnya..

“a.. a.. ammpun bang.. ammpuunn.. maafkan saya..” ucapnya ketakutan sambil berlutut dan memohon kepadaku..

Aku lalu mendekati orang pertama itu dengan berjalan santai.. lalu setelah didekatnya.. aku memegang rambutnya yang gondrong itu lalu menjambaknya, dan aku dangakkan sampai mata kami bertemu.. aku kemudian menjambaknya dengan tangan kiri dan tangan kananku menepuk pipinya dengan pelan..

Plak.. plak.. plak..

Aku melakukan itu sambil tersenyum dengan santainya.. lalu aku jambak lagi rambutnya dengan kedua tanganku..

“aa.. aa.. aammpuunn bang..” ucapnya ketakutan dengan bibir yang bergetar dan mata yang berkaca – kaca setelah aku tatap sampai kedalam matanya.. lalu..

BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG..

Aku menghantamkan wajahnya kelututku dengan kuatnya..

BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG.. BUHHHHHGGGG..

Aku terus menghantamkan wajahnya kelututku sampai darahnya memenuhi bagian lutut jeansku..

Dan ketika dia sudah lemas tidak berdaya.. aku lalu membanting wajahnya menghadap kelantai dengan kerasnya..

BUHHHHHGGGG..

BUUUUMMMMM..

Darah langsung menggenang dan menutupi wajahnya yang tertelungkup itu.. apa aku sudah puas..? tidak aku belum puas dengan main – main ku ini.. tubuhnya yang tertelungkup menghadap kelantai.. langsung aku pegang kakinya dan aku seret tubuhnya yang berat ini dengan tangan kananku..

Cuukkk,, berat sekali dia.. bajingaaannn.. darah yang keluar dari wajahnya langsung membekas dilantai yang habis dilewati tubuhnya..

Lalu setelah sampai di mejaku tadi, aku melihat kearah wanita yang tadi mendekati aku.. aku tersenyum kepadanya.. dan dia terlihat sangat – sangat ketakutan melihat wajahku.. tubuhnya menggigil dengan hebat.. air matanya pun mengalir dengan derasnya..

Aku lalu melihat botol chivas regal ku yang sisa sedikit, akupun menjatuhkan kaki manusia bangsat yang aku seret tadi itu kelantai..

BUHHHHGGGGG..

Lalu aku kemejaku dan aku meminum chivas regal itu langsung dari botolnya sampai habis..

Glekk.. glekk.. glekk.. glekkk..

Cuukkkkkk.. memang enak ini minumannya.. bangsaattt..

Dan Setelah minuman itu habis, aku meletakkan botol kosong itu kemeja.. lalu aku mendatangi manusia bangsat yang aku seret tadi.. terlihat tubuhnya tidak bergerak lagi, tapi dia masih bernafas..

Aku lalu menjambak rambutnya dan aku seret dekat mejaku.. lalu aku menariknya sampai dia berlutut dihadapanku.. lalu aku pegang rambut belakangnya dan aku hantamkan keningnya diujung meja yang keras itu..

JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK.. JEDUUUUKKK.. JEDDUUUKKK..

Dan setelah puas aku menghantamkan wajahnya keujung meja.. aku lalu membanting kepalanya kearah belakang..

JEDUUUKKK..

BUUMMMMM..

Dia roboh dan terlentang menghadap keatas… darah sudah memenuhi seluruh wajahnya..

Setelah itu aku jongkok dihadapannya yang terlentang.. lalu kembali aku menepuk wajahnya yang sudah tertutup darah itu…

Plak.. plak.. plak..

Dia tidak bergerak lagi.. hanya sisa nafas yang terdengar dari mulut orang pertama itu..

Aku lalu membuka mulutnya dengan kedua tanganku.. tangan kanan dimulut bawah dan tangan kiri dimulut atas.. cuukkk.. ini mulut yang ngomong seenaknya tentang almarhum ayah dan ibuku ya..? bangsat..

Lalu dengan semua kekuatanku, aku menarik mulut itu berlawanan arah selebar lebarnya..

“AAAARRGGGGGHHHHH..” dia langsung tersadar ketika mulutnya aku paksa menganga dengan selebar – lebarnya..

Kedua tangannya langsung mencoba menghentikan kedua tanganku.. tapi aku tidak berhenti.. aku justru terus memaksa membuka mulutnya selebar mungkin..

“AAARRGGGGGHHHHH..” dia menjerit kesakitan sampai matanya melotot.. terlihat sekali dia sangat kesakitan.. apa lagi mulutnya semakin menganga dengan tepi bibirnya mulai sobek dibagian kanan dan kiri..

“AAAAAAAAAAAAAA…” jerit para wanita diruangan ini ketika mulut orang itu sobek ditepinya sampai dipipinya..

“AAAARRRRRGGGHHHH..” orang itu benar – benar kesakitan..

Apa aku kasihan..? atau aku langsung menghentikan gerakanku..? tidak.. justru aku semakin semangat untuk membuka mulutnya lebih lebar lagi.. sampai..

KRAAAAKKKK..

Bunyi rahangnya patah ketika mulutnya menganga dan sobek sampai dipipinya.. tubuh orang pertama itu mengejang dengan hebatnya dan tangannya yang memegang tanganku pun perlahan terlepas..

Aku lalu melepaskan tarikanku diantara kedua mulutnya itu.. setelah itu aku berdiri dengan tanganku dipenuhi darah orang itu.. aku berjalan kearah mejaku dan mengambil botol kosong chivas regal yang tadi aku minum.. cuuukk.. kelihatannya asyik nih kalau bagian bawah botol ini, masuk kedalam mulut orang tadi.. hehehe.. tapi apa muat masuk kedalam mulut orang itu..? bagian bawah botol ini kan besar sekali.. tapi.. muat ga muat, ya harus muat hehehehe..

Aku lalu berjalan kearah orang pertama yang sudah tidak bergerak ini.. aku lalu jongkok dan aku kembali membuka mulutnya yang sobek itu.. setelah itu aku paksakan botol itu masuk kedalam mulutnya yang sobek.. binggoooo.. botolnya bisa masuk cuukkkk.. mungkin karena mulutnya sudah sobek ya..? jadi botol ini bisa masuk.. assuuu..

Dan setelah botol ini masuk seperempat kedalam mulutnya.. aku lalu berdiri dan aku angkat kakiku tinggi, lalu aku injak bagian atas botol itu sampai botol masuk setengah kedalam mulutnya dan terhenti ditenggorokannya..

BUHHHHHGGGG..

KRAAKKKKKKK..

Bunyi ketika botol itu aku injak dan bunyi ketika botol chivas regal itu masuk setengah.. assuuuuu.. hahahahahahaha..

“ARRGGGHHHHHHH..” bunyi nafas orang pertama itu dengan mata yang melotot dan hampir keluar dari kepalanya..

“AAAAAAAA…..” kali ini jeritan bukan hanya dari para wanita.. tapi setiap orang yang ada diruangan itu menjerik ketakutan..

Aku lalu memandang sekeliling orang diruangan itu dengan santainya.. lalu aku panggil pelayan yang melayani aku dari tadi..

“sini po..” panggilkun ke pelayan itu.. dan dia langsung berjalan kearahku dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang sangat ketakutan..

“ii.. ii.. iya bang..” ucapnya terbata..

“ambilkan aku lagi minuman itu satu botol ya..” ucapku dengan santainya..

“ii.. ii.. iya bang..” ucapnya terbata lagi..

“sama sekalian bil nya po..” ucapku..

“ii.. ii.. iya bang..” lagi – lagi dia terbata menjawabnya.. lalu dia berbalik dengan langkah yang gemetaran..

Aku lalu memandang kearah tiga korbanku ini dengan santainya.. yang satu lehernya patah kesamping, yang satu terdanga dengan kepalanya tergenang darahnya dan bos mereka terlentang dengan mulut tertanam setengah botol chivas regal sampai tenggorokannya.. bajingaaannn..

Tidak berapa lama, pelayan tadi datang sambil membawa sebotol chivas regal yang masih utuh.. aku lalu membuka tutup botol chivas regal itu dan setelah terbuka, aku lalu membasuh kedua tanganku yang penuh darah itu, secara bergantian dengan minuman mahal itu.. sombong ya aku..? nyuci darah aja pakai minuman mahal.. hehehehehe..

Dan setelah darahnya agak bersih.. aku lalu meminum minuman itu sampai habis..

Glekk.. glekk.. glekk.. glekkk..

Dan setelah habis.. aku lalu menyerahkan botol kosong itu ke pelayan tadi..

“berapa habisnya..?” tanyaku kepelayan itu..

“ga.. ga.. ga.. usah bang.. ge.. ge.. geratis kata menejenerku..” ucapnya terbata..

“aku itu ga suka berhutang budi.. nih..” ucapku sambil menyerahkan segepok uang kepada pelayan itu..

“sisanya kamu ambil..” ucapku dengan santainya dan pelayan itu hanya terdiam menerima uang dari aku..

Setelah itu aku mengambil rokokku dan aku membakarnya lalu menghisapnya pelan..

“ini cuman peringatan kecil aja sih buat semuanya.. jangan ada yang berurusan denganku, keluargaku atau orang terdekatku.. siapapun itu, aku tidak perduli.. aku akan membuat orang yang berani berurusan dengan aku, lebih parah dari mereka bertiga..” ucapku dengan santainya sambil melihat kearah sekeliling orang diruangan ini dengan tatapan tajamku..

Dan setelah itu, akupun keluar dari ruangan ini dengan santainya..

Dan ketika aku sudah mendekati pintu.. empat orang berdiri dihadapanku.. dua berambut cepak dan dua lagi berambut gondrong.. mereka melihat kearah dengan santainya sambil tersenyum..

“kami akan bereskan ruangan ini mas..” ucap orang itu lalu membuka jalan kepadaku..

Dan aku hanya tersenyum sambil menghisap rokokku lalu keluar dari ruangan ini menuju mobilku.. dari arah kejauhan, terlihat om aji dan anak buahnya melihat kearahku, tapi mereka semua tidak ada yang berani memanggilku.. dan aku langsung melambaikan tangan kepada om aji dan om aji hanya mengagukan kepalanya saja..

Dan malam yang sudah hampir subuh ini menemani aku sampai dirumah.. setelah mandi dan berganti pakaian.. akupun merebahkan diri dikasurku.. cuuuukk.. aku ngantuk cuukkk.. aku mau istirahat.. bajingaannn..

Dan keesokan harinya dikantorku..

Suasana didalam kantorku ini sedikit tegang, teman – temanku tidak berani bercanda denganku karena mereka masih merasakan kedukaanku.. dan dikantorku sekarang. Ada sila, kaco, slamet, mat ali dan tarjo.. kedua anak buah kesayangan ayahku ini, ikut bergabung dikantorku.. sementara dikantor ayahku, dikelola oleh manajemen yang telah diatur oleh ayahku sebelum meninggal.. ayahku mengangkat salah satu karyawan terbaiknya sebagai direktur.. dan pemegang sahamnya, tentu saja ibu 50 persen, kedua adekku masing 15 persen dan aku 20 persen.. gila, selain dapat penghasilan dari perusahaan mbah jati, aku juga dapat dari perusahaan ayahku tanpa aku bekerja.. assuuu..

“sila.. kamu dengar ga keributan semalam didiskotik senang – senang..?” tanya kaco pelan kesila..

“iya.. korbannya om roy sama anak buahnya ya..? yang pegang keamanan di diskotik senang – senang kan..?” ucap sila dan kaco hanya mengangguk..

“siapa pelakunya ya..? sadis betul..” ucap slamet menyahut.. sila dan kacopun hanya mengangkat kedua bahunya..

“itu bukan sadis lagi mas.. tapi raja tega..” ucap mat ali menyahut dan om tarjo hanya melirikku..

Cuukkk.. apa teman – temanku ini ga tau kalau aku pelakunya..? jadi om aji ga cerita ya sama mereka..? emang orang – orang didalam diskotik ga ada yang berani cerita kalau aku pelakunya..? mantaplah kalau begitu..

Bagus juga keempat orang misterius tadi malam itu.. mereka bisa membungkam mulut orang sebanyak itu.. assuuu.. pasti mereka orang – orang ayahku.. tapi aku ga tau dari mana mereka dan aku tidak mengenal mereka berempat satupun…. gila..

Aku yang duduk diruang tengah dan berada disamping pintu ini pun santai saja sambil menikmati rokokku..

“yang bisa melakukan hal seperti itu ya cuma setannya sandi..” ucap seseorang dari arah pintu disampingku.. dan semua orang yang ada diruang tengah ini, langsung melihat kearah pintu.. termasuk aku..

Cuukkk.. dan yang datang itu ternyata si aldo.. bajingannn

“assuuu.. kapan kamu datang cuukkk..?” ucapku dengan santainya dan dia langsung tersenyum kepadaku..

“hehehehe.. assuuu.. baru datang langsung dimaki.. hehehehe..” ucap aldo sambil tertawa dan langsung mendatangi aku.. aku pun langsung berdiri dan mendekati sahabatku ini lalu memeluknya..

“bajingaaaannn..” ucapku sambil memeluknya dengan erat..

“pelan – pelan cuukkk.. assuuu..” maki aldo kepadaku dan aku langsung melepaskan pelukanku ke aldo..

“sama siapa kamu kesini cuukkk..?” tanyaku sambil tersenyum..

“sama akulah.. mau sama siapa lagi..” ucap lia yang muncul dari arah pintu kantorku..

“behhh.. jadi kalian langsung nikah ini..?” tanyaku kepada mereka berdua.. dan mereka berdua cuma tersenyum malu.. sedangkan sila, kaco, slamet, om tarjo dan mat ali hanya bengong saja..

“assuu.. kerja dulu cuukkk..” ucap aldo malu – malu..

“terus kerja dimana kamu do..?” tanyaku dengan santainya..

“aku disuruh mamahnya lia kerja dikantornya cuukkk.. kalau enggak..” ucap aldo terpotong setelah tangan lia mendarat dipinggang aldo..

“aaaaaaa.. sakit yang.. sakit..” ucap aldo sambil merintih kesakitan setelah pinggangnya dicubit oleh lia.. cuukkk.. panggilan yang, yang diucapkan aldo seperti terdengar merdu ditelinga cuukkk.. tapi mengiris hati.. bajingaannn..

Heeemmm.. baru tau kamu rasanya cubitan lia ya do..? sakit ga..? masih untung dipinggang.. nanti kamu ngerasain sakitnya kalau dicubut diputting.. lihat aja nanti do.. assuu’og..

Dan aku pun senang melihat kedua sahabatku yang sudah menjadi pasangan ini.. memang sih ada rasa cemburu, tapi sedikit aja.. ga boleh banyak – banyak cemburunya.. mereka berdua inikan sahabat melebihi saudaraku..

“hehe.. tarik ya’.. jangan cuman dicubit aja.. ditarik terus diputar sedikit..” ucapku sambil tersenyum dan aldo langsung melirik kearahku..

“assuuu..” maki aldo..

“kamu maki aku yang.. he..?” ucap lia ke aldo dan menarik cubitannya dengan kuatnya..

“engga yang.. enggaaaa.. sakit yang.. sakit..” ucap aldo dengan melasnya..

“tarik dikit lagi ya’..” ucapku memanasi lia..

“diam kamu san.. kamu mau aku cubit juga..?” ucap lia lalu melotot kepadaku.. assuuu.. ternyata sadisnya lia ke aku ga hilang cuukkk.. bajingaannn..

“hehehe..” aku lalu tersenyum sambil menggaruk kepalaku..

Dan liapun akhirnya melepaskan cubitannya dipinggang aldo.. dan aldo langsung mengelus pinggangnya yang sakit itu..

“terus surya sama yuda, gimana kabarnya ya..? dimana mereka kerja sekarang..?” tanyaku untuk mencari topic pembahasan lain ke aldo lalu melihat kearah lia..

“kami disini cukkk..” ucap dua orang dibelakang aldo dan lia..

“aassuuuu.. duo bidji.. bajingaaannnn….” ucapku sambil melihat kearah mereka berdua..

“kamu ga kangen kami cuukkk..?” tanya surya sambil melangkah masuk kantorku..

“engga.. aku bukan hom – hom..” ucapku lalu aku membakar rokokku..

“asssuuu..” maki surya dan yuda dan mereka berdua langsung memelukku..

“sabar cuukk.. sabar..” ucapku sambil merangkul mereka berdua..

“bajingaannn.. bisa juga kita berkumpul dipulau seberang ini.. hahahahaha..” ucap surya lalu tertawa sambil melepaskan pelukanku..

“iya cuukkk..” sahut yuda..

“ga apa – apa kalian disini, yang penting jangan nularin hom – hom aja dikota ini..” ucapku dengan santainya lalu duduk dikursi tengah..

“asssuuu..” maki mereka berdua bersama..

“hihihihihihi..” aldo dan lia pun tertawa bersama..

“kenalan dulu sama teman – temanku..” ucapku kepada anggota power ranger..

Sila, kaco, slamet, om tarjo dan mat ali langsung berdiri dan berkenal dengan ketiga anggota power ranger.. dan setelah mereka berkenalan.. anggota power ranger pun duduk dikursi tamu diruangan tengah kantor ini..

“kamu main – main atau kerja disini yud..?” tanyaku ke yuda..

“kerja cuukk.. aku diterima di tambang batu bara.. hehehehe..” ucap yuda sambil tersenyum bangga..

“cuuukk.. kena dilokasi mana..?” tanyaku lagi..

“aku ditempatkan dikantor besar nya aja dikota ini..” ucap yuda sambil memainkan kedua alisnya..

“assuu enak sekali hidupmu anak muda..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“kalau kamu sur..?” tanyaku..

“aku diperusahaan alat berat..” kata surya dan dia juga tersenyum dengan bangganya..

“cuukkk.. mantap kali kau..” ucapku dan surya hanya tersenyum sambil membakar rokoknya..

“terus kamu gimana do..?” tanyaku ke aldo..

“sebelum aku dikantor lia, aku boleh magang dikantormu dulu ga san..? aku mau belajar tentang proyek dulu, sebulan lah..” ucap aldo disamping lia..

“bisa aja.. asal kamu bisa ngerayu kaco..” ucapku sambil melirik ke arah kaco..

“tai lasomu.. emang aku cowo apa’an..?” ucap kaco sambil tersenyum kecut..

“pura – pura marah aja dia tuh do.. kasih ciuman dikit langsung senang dia itu..” ucap sila menyahut sambil melihat kearah aldo..

“kalau kuwakilkan sama duo didji ini gimana..?” tanya aldo dengan santainya..

“asssuuuu..” maki surya dan yuda..

“hahahahaha..” dan kami semua langsung tertawa..

Lalu…

KRING.. KRING.. KRING..

Hpku berdering dan kulihat layar Hpku.. ternyata dedi yang menelponku.. (kalian ingat dedi anak sipi..? adek tingkatku yang aku hajar waktu ospek angkatannya..? dia itu satu kota dengan ayu.. dan beberapa hari yang lalu, aku memintanya untuk memantau perkembangan ayu dirumahnya.. dan walaupun dia masih berkuliah dikota pendidikan, dia menyuruh anggotanya untuk memantau keadaan ayu..)

“halo ded..” ucapku mengangkat telponku..

“mas.. hari ini ayu nikah..” ucap dedi dengan pelannya..

“a.. a.. apa ded..? kamu serius ini..?” ucapku yang terkejut dan dengan terbata – bata.. dan lia langsung melirik kearahku..

“iya mas..” jawab dedi pelan..

Cukkkk.. ga salah dengar nih aku..? ayu mau menikah hari ini..? sama siapa..? kenapa dia ga memberitahu aku..? hubungan kami kan belum berakhir, tapi kenapa hari ini dia menikah..? dan ayu atau satu pun keluarganya tidak ada yang menghubungi aku.. asssuuu..

Dan hatiku pun terasa disayat – sayat mendengar kabar dari dedi ini.. aku sangat terpukul sekali.. aku sayang sekali dengan ayu dan ayu memperlakukan aku seperti ini..? ada apa..? harusnya kan dia bilang kalau mau memutuskan aku, dan aku pasti akan menerimanya dengan iklas, kalau itu memang kemauannya.. bukannya seperti ini.. apa ini alasannya ayu selama ini tidak menjawab telponku atau membalas smsku..? bajingaaannn.. dan aku tetap berusaha santai dengan kabar yang aku dengar ini.. aku tidak mau menampakkan wajah yang bersedih dihadapan teman – temanku ini..

“mas..” panggil dedi kepadaku..

“oh iya ded.. terimakasih infonya ya..” ucapku pelan dengan tatapan yang kosong..

“maaf mas.. aku mengabarkan ini disaat sampean masih berduka..” ucap dedi dengan merasa bersalah..

“santai ded.. justru aku berterimakasih kamu kasih info ini..” ucapku dengan kubuat setenang mungkin..

“iya mas.. sudah dulu ya..” ucap dedi dengan sangat pelan..

“iya ded.. terimakasih ya..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

Lalu aku mematikan Hpku dan menyimpannya dikantongku..

Aku lalu terdiam sambil tetap menatap lurus kedepan..

“kenapa cuukkk..?” tanya surya kepadaku.. dan aku langsung berdiri dengan santainya sambil tersenyum kepada semua teman – temanku.. aku menguatkan hatiku lagi sekuat – kuatnya.. walau hati ini perih, bibirku tetap tersenyum..

“aku mau kepulau sana sekarang..” ucapku lalu berjalan dengan santainya meninggalkan teman – temanku..

“kenapa cukk..? ada apa..” ucap yuda langsung berdiri dan yang lainpun ikut berdiri.. tapi aku tidak menghiraukan pertanyaan mereka, aku terus berjalan kearah pintu kantor..

Lia yang aku lewati, langsung melihat kerahku dengan tatapan yang berair.. dan ketika aku mendekati pintu..

“san..” panggil lia dan aku juga tidak mendengarkan lia yang memanggilku..

“SANDIIIIII..” teriak lia dan membuat seiisi kantor ini terdiam..

Aku lalu menghentikan langkahku dan berbalik melihat kearah teman – temanku sambil tersenyum..

“san.. ada apa lagi..? percuma kamu tersenyum seperti itu kalau hatimu menangis.. apalagi kesedihan yang kamu sembunyikan dari kami..?” ucap lia dengan bibir yang bergetar..

Hiiuuuufftttttt.. huuuuuu…

Aku menarik nafasku dalam – dalam lalu..

“ayu menikah hari ini ya’.. aku mau kerumahnya memberikan selamat..” ucapku yang kubuat sesantai mungkin dan aku menyunggingkan senyumku lagi kepada teman – temanku..

“a.. aa.. apa.. ayu menikah..?” ucap lia dengan bibir yang bergetar dan deraian air matanya yang menetes.. semua teman – temanku yang ada diruang ini, matanya langsung berkaca – kaca dan mereka langsung tertunduk..

“kenapa kalian menangis..? ayolah.. berilah aku senyuman, supaya aku bisa tersenyum juga..” ucapku kepada teman – temanku ini dan tangisan lia langsung bertambah deras..

“kalian bukan sahabatku kalau kalian menangis..” ucapku lalu berbalik dan aku meninggalkan mereka semua..

“JIANCCOOOOKKKK….” Terdengar makian yang sangat keras dari dalam kantorku.. dan aku tetap berjalan kearah mobilku dan aku langsung menuju bandara..

Cuukkk.. apa ini bagian dari kutukan..? bukan.. ini adalah karma.. karma yang harus aku bayar kontan didunia ini.. aku sadar, aku telah menyakiti banyak perasaan wanita.. setelah aku menikmati tubuh mereka, aku memainkan perasaan mereka dan akhirnya aku meninggalkan mereka dan memilih ayu sebagai pilihanku..

Dan sekarang, ketika tanggal pernikahan ku dan ayu telah ditetapkan.. dan walaupun belum ada kejelasan tentang kelanjutannya.. ayu malah meninggalkan aku dan menikah dengan orang lain, bukannya menyelesaikannya dulu dengan aku.. ternyata aku bukan pilihannya cuuk.. bukan pilihannya.. dan ternyata sakitnya tidak terpilih sebagai pendamping hidup orang yang kita sayangi itu perih buuaanget cuukkk.. perihhh..

Mungkin ini yang dialami lia, jenny, wulan, amel dan tentu saja merry.. mereka pasti sakit seperti yang aku alami saat ini.. bangsaatttt.. dan aku dengan bangganya malah bersuka cita dihadapan mereka dengan memakai cincin pertunanganku cuukkk.. assuuu..

Dan aku terus mengendarai mobilku menuju bandara.. aku ingin kepernikahan ayu.. bukan ingin mengamuk.. tapi aku hanya ingin mengucapkan selamat dan kata perpisahan.. itu saja.. bangsaatt..

#cuukkk.. karma itu memang ada cuukkk.. jadi berhati – hatilah dengan ucapan dan tingkah lakumu.. apa yang kamu ucapkan dan kamu lakukan, itu yang akan kamu tuai dikemudian hari.. asssuuuu..