. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 103 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 103

0
357
Perjalanan mengejar Cita dan Cinta 3

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 103

Luka dan Bahagia

Beberapa hari setelah pertunanganku dengan mas sandi..

“kan aku sudah bilang berapa kali, hubungan sandi dan ayu ini tidak bisa diteruskan.. eh.. ini sekarang malah pakai tunangan segala..” ucap budeku ketika aku baru datang dan melihat ayahku yang sedang terbaring dirumah sakit..

Dan diruang rumah sakit ini seluruh keluarga besarku telah berkumpul..

“kamu lihat kan yu, akibat kenekatan kalian berdua..? tunanganmu sekarang dirawat dirumah sakit, padahal kemarin sehat aja waktu tunangan.. begitu juga dengan ayahmu, sekarang pun terbaring dirumah sakit.. bukti apalagi yang bisa membuka pikiranmu..?” ucap budeku dengan kerasnya kepadaku..

“mba..” ucap ibunya mba ratih kepada budeku..

“diam kamu de.. kamu juga kemarin mendukung pertunangan ini kan..? lihat sekarang.. lihat.. okelah kalau kalian semua tidak ada yang percaya dengan hitungan ini.. tapi paling ngga hormati tradisi budaya kita.. orang – orang jaman dulu membuat perhitungan seperti ini, pasti dengan segala pertimbangan dan pengalaman.. bukan asal hitung saja.. kalian mau kualat..?” ucap budeku yang masih saja emosi dan ibu mba ratih langsung terdiam..

“mba.. bisa ngga kalau kita bahasnya nanti saja..” sahut ibuku..

“kapan mau dibahasnya..? mau nunggu salah satu keluarga kita atau keluarganya sandi ada yang meninggal..?”ucap budeku sambil memandang satu persatu keluarga besar kami..

“bu..” ucap pakdeku kepada budeku..

“apa pak..? kamu mau ikut – ikutan bicara..? ayolah.. ada apa dengan kalian semua ini..? aku tegaskan sekali lagi buat semua ya..? aku tidak benci dengan sandi.. tidak.. tapi hubungan ini memang ga bisa dilanjutkan.. tolong hentikan.. aku minta tolong..” ucap budeku dengan mata yang berkaca – kaca..

“kalian percaya atau tidak dengan semua ini, tapi memang ini yang terjadi.. mau bukti apalagi..? 25 itu ga bisa ditentang.. kalian paham ga..? baru bertunangan aja sudah seperti ini, apalagi nanti kalau sudah menikah..?” ucap budeku dan air matanya mulai menetes..

Dan aku makin terdiam mendengar ucapan budeku.. aku bingung dengan keadaan ini.. apa musibah yang beruntun ini memang akibat dari pertunanganku dengan mas sandi..? apa yang salah dengan tanggal lahir kami..? apa yang salah dari cinta kami..? kenapa sang pencipta harus mempertemukan aku dengan mas sandi, kalau akhirnya kami dipaksa berpisah..?

Dan berkali – kali mas sandi menghubungi aku tapi aku tidak menjawab telponnya.. begitu juga sms yang menanyakan tentang keadaanku dan keadaan ayahku.. aku bingung harus menjawab apa.. aku takut kalau aku jujur menjawab tentang keadaan ku disini, mas sandi akan nekat datang kemari dan ga menutup kemungkinan mas sandi akan minta jadwal nikah kami dipercepat..

Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.. dan aku ga tau harus berbuat apa.. beberapa hari ayah dirawat dirumah sakit dan tidak tahu apa penyebab sakitnya.. dan itu makin membuat bude uring – uringan saja.. bude terus memaksa keluarga besarku pergi ke desa jati bening untuk membatalkan pertunangan kami.. aku tidak menyalahkan sepenuhnya budeku, karena apa yang dilakukan bude itu demi kebaikan semua menurut hitungan sialan itu..

Dan aku makin tidak bisa berpikir dengan tenang.. disatu sisi aku ingin sekali mempertahan kan cintaku dengan mas sandi, tapi dilain sisi aku ingin melihat ayahku sembuh kembali.. percaya atau tidak tentang hitungan ini, tapi inilah yang terjadi..

Aku juga terus kepikiran dengan kondisi mas sandi yang masih dirumah sakit.. aku merasa sangat bersalah sekali, karena aku ga menemani mas sandi dalam kondisi seperti ini.. kondisi dan situasinya memang ga mendukung sama sekali..

Dan hari ini, bude mengajakku berbicara lagi.. beliau mengajakku berbicara dikantin berdua saja..

“yu.. kalau kamu ingin ayahmu cepat sembuh dan sandi juga cepat sembuh..putuskan pertunanganmu dengan sandi dan menikahlah dengan sahabatmu yang bernama hari itu.. dia anak baik dan hitungan tanggal lahir kalian memang sangat cocok.. percayalah sama bude nak..” ucap bude kepadaku sambil mengelus kepalaku.. dan ini sudah hari kelima ayahku dirawat dirumah sakit..

“ayu ga tau bude, ayu belum bisa berpikir..” ucapku sambil menunduk..

“bude tau ini berat bagimu nak, tapi mau gimana lagi.. bude kan sudah bilang, ini ga bisa dipaksain.. bude itu sayang sama ayu dan kasihan dengan kalian berdua.. bude Cuma ingin yang terbaik buat kalian berdua nak..”

“jadi bude mohon sama ayu.. jangan ditentang semua ini nak.. kalian ga akan kuat..” ucap budeku dengan lembutnya..

Lalu

TIT.. TIT.. TIT..

Sebuah sms masuk ke HPku dan itu sms dari mas sandi..

Aku lalu membuka sms dari mas sandi itu..

Sms pertama

*mas sandi
De kenapa sih telponku dan smsku ga dijawab..? ada apa de..? ayolah de.. kalau memang ada apa – apa ngomonglah, kita hadapai semua itu bersama.. ingat, semua kesulitan itu akan tunduk kalau kita mau berjuang.. dan aku masih ingin melakukan itu..

ya ampun mas.. maaf banget.. ayu tau mas kepikiran dengan kondisi ayu, dan ayu malah ga ngasih kabar seperti ini.. ayu tau mas akan memperjuangkan ini semua.. tapi ayu ga bisa berbuat apa – apa mas.. ayu sangat lemah saat ini..

Sms kedua

*mas sandi
de aku ga tau apa yang terjadi sama kamu dan aku ga bisa berbuat apa – apa, soalnya kamu ga kasih kabar sama sekali.. kenapa harus seperti ini sih de..? baiklah, kalau memang ade ga mau melanjutkan hubungan kita, lebih baik jujur saja.. aku ga akan memaksa kok de.. bukannya aku ga sayang, tapi aku ga bisa memperjuangkan sesuatu yang ga tidak mau aku perjuangkan..

Air mataku pun menetes membaca sms dari mas sandi ini.. lalu aku menyimpan Hpku lagi..

“yu.. ada apa nak..? sms dari sandi ya..?” ucap budeku lalu memelukku sambil mengelus kepalaku..

“ayu ga kuat bude.. hikss.. hikss.. ayu ga kuat..” ucapku menangis dipelukan bude..

“iya nak.. bude tau, cintamu sangat besar kepada sandi, begitu juga sebaliknya.. tapi ini ga bisa dilanjutkan nak.. ga bisa.. maaf kalau bude memaksamu untuk mengakhiri semua ini.. karena bude tau, ga mungkin sandi yang akan memutuskannya nak..” ucap budeku sambil meneteskan air matanya..

Dan aku hanya terus menangis sambil memeluk bude..

“sakit bude.. sakit banget yang ayu alami ini.. semenjak dulu waktu ayu tau kalau hitungan ayu ga cocok dengan mas sandi, ayu pengen mundur.. tapi cinta kami berdua yang selalu menahannya.. dan sekarang, disaat kami sudah berjuang mempertahankan cinta kami dan tinggal selangkah lagi untuk meresmikannya.. malah seperti ini bude.. hikss.. hikss..” ucapku terus menangis dan bude terus membelai kepalaku sambil menangis juga..

“kenapa sang pencipta begitu kejam denganku bude.. hikss.. hikss..” ucapku sambil menangis..

“nak jangan menyalahkan sang pencipta.. takdir kalian berdua itu telah ditulis dengan indahnya.. walaupun nanti kalian tidak bersatu, kalian akan memiliki kebahagiaan masing – masing.. percayalah dengan bude nak.. percayalah sayang..” ucap bude yang terus membelaiku sambil menangis..

TIT.. TIT.. TIT..

Sebuah sms masuk lagi ke Hpku dan aku yakin itu sms dari mas sandi.. dan aku tidak menghiraukannya.. aku masih terus menangis dipelukan bude..

“dan bude mohon nak.. cepatlah ambil keputusan, sebelum semuanya terlambat.. kamu masih sayang dengan ayahmu dan sandi kan..?” ucap budeku sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajahku..

“kasih waktu ayu untuk berpikir beberapa saat bude.. ayu mohon.. biarkan ayu menguatkan hati, sebelum ayu mengambil keputusan yang paling sulit dalam hidup ayu ini bude.. ayu mohon.. hikss.. hikss..” ucapku sambil menunduk dan menangis..

“berdamailah dengan hatimu nak.. bude tau ini sulit dan pasti sakit.. tapi satu hal yang harus kamu tau.. sakit ini hanya sementara, karena bu de sangat yakin.. ayu akan menemukan kebahagian ayu dengan laki – laki lain.. dan sandi juga akan bahagia dengan wanita lain..” ucap budeku lalu berdiri dan meninggalkan aku dengan deraian air matanya..

TIT.. TIT.. TIT..

Dan sebuah sms masuk lagi ke Hpku.. akupun mengambil Hpku lagi dan membacanya..

Sms ketiga

*mas sandi
Baiklah kalau memang kamu tetap diam de.. aku ga akan memaksakan perasan ini kepada ade.. berperan sebagai apapun aku dihatimu nantinya dan walaupun seandainya kamu tidak akan memilihku sebagai pendamping hidupmu.. aku ga akan perduli.. asalkan aku bisa melihat senyummu aja sudah cukup bagiku.. maaf kalau aku terus mengganggumu..

Sms ke empat

*mas sandi
De.. aku balik kepulau sebrang sekarang.. ayahku masuk rumah sakit..

Ya ampunn.. apalagi ini..? belum selesai satu masalah, datang lagi masalah.. ada apa dengan ayah irawan..? kenapa bisa masuk rumah sakit..? terus apakah kondisi mas sandi sudah sehat, kok mas sandi nekat balik kepulau seberang..?

Kenapa bisa seperti ini sih..? kenapa bisa terjadi musibah yang beruntun seperti ini..?

Dan air mataku pun semakin mengalir dengan derasnya..

“yu..” ucap seorang laki – laki memanggilku dan aku langsung menoleh kearah laki – laki itu..

“hari..” ucapku lalu berdiri dengan deraian air mata..

“ada denganmu yu..? kenapa kamu menganis..? apa ada yang terjadi dengan ayah..?” ucap hari dengan lembutnya dan aku langsung memeluk hari..

“hikss.. hik.. hikss.. hari..” ucapku menangis didada hari.. dan hari yang terkejut dengan pelukanku ini langsung membalas pelukanku perlahan..

Hari.. sahabatku mulai dari SMP sampai sekarang.. dia yang selalu ada disisiku ketika aku ada masalah.. hari yang pernah mengucapkan kata cinta kepadaku waktu SMA, tapi aku menolaknya karena aku menganggapnya hanya sebagai sahabat.. dan hari tidak pernah mengucapkannya lagi.. tapi segala perhatian yang diberikannya kepadaku setelah kutolak, tidak berkurang sedikitpun.. dan hari juga yang selalu mendukungku untuk terus bersama mas sandi..

Dan hari ini, entah kenapa aku sangat butuh pelukan dari seseorang untuk menguatkan hati ku ini.. dan ga tau kenapa, hari yang datang dihadapanku saat ini.. apa ini pertanda dari sang pencipta, untuk aku supaya mengakhiri hubungan dengan mas sandi..? dengan segala musibah yang datang setelah pertunangan kami, apa itu juga pertanda dari sang pencipta..?

Terus terang, hubunganku dengan mas sandi memang terasa berat ketika akan bersatu, sesudah bersatu dan sekarang ketika sudah bertunangan..

Pasang surut kehidupan cinta kami pun sangat luar biasa.. dan sekarang setelah tinggal satu langkah kami untuk bersama selamanya, ujiannya sangat berat sekali.. dan sekali lagi, percaya atau tidak percaya dengan hitungan orang tua dulu.. kenyataannya, musibah beruntun ini akhirnya membuka mataku perlahan..

Baiklah.. aku akan mengambil keputusan dan aku akan mengakhirinya.. benar kata bude, ga mungkin mas sandi yang akan memutuskannya.. dan seberat apapun nanti, akan aku jalani..

Tapi sebelum aku mengakhiri hubunganku dengan mas sandi, aku harus menemui satu orang dulu..

“har.. aku bisa minta tolong..” ucapku sambil melepaskan pelukanku dihari dan aku menghapus air mataku..

“kok kamu ngomong gitu sih yu..? kan aku sudah pernah bilang.. aku akan membantumu apapun itu..” ucap hari sambil menatapku..

Akupun langsung menggenggam telapak tangan hari dan menariknya keruang perawatan ayahku.. hari tampak terkejut dengan sikapku kali ini dan dia tidak menolak pegangan tanganku.. dan setelah sampai diruang perawatan ayahku.. disana telah berkumpul semua keluarga besarku..

Aku lalu menarik nafasku perlahan dan aku menguatkan hati didepan semua orang yang menyayangi aku ini..

“ayu mau mengakhiri hubungan dengan mas sandi..” ucapku dengan bibir yang bergetar sambil memegang telapak tangan hari dengan kuatnya..

Semua orang terkejut termasuk hari disebelahku..

“ayu.. kenapa nak..? jangan gara – gara ayah, ayu melakukan hal ini..” ucap ayahku dengan lemahnya di atas tempat tidur..

“ngga yah.. ini keputusan ayu sendiri..” ucapku sambil menatap satu persatu keluarga besarku..

Bude, Ibu dan ibunya mba ratih langsung meneteskan air mata mereka..

“aku akan menikahi hari..” ucapku sambil melihat kearah hari dan haripun makin terkejut dengan ucapanku..

“tapi sebelum semua berakhir, ayu mohon untuk pamit sebentar.. ayu mau menemui seseorang.. “ ucapku dan kali ini aku memandang semua keluargaku..

Mereka semua hanya terdiam dan menangis melihat aku berkata seperti itu tanpa meneteskan air mata sama sekali..

“har.. tolong antar aku kekota pendidikan ya..” ucapku kepada hari dan haripun langsung mengangguk..

Aku dan hari pun langsung meninggalkan rumah sakit.. aku menuju kekota pendidikan menggunakan mobil hari dan tujuanku langsung kerumah mba merry.. ya mba merry..

Aku merasa mba merry sangat mencintai mas sandi.. dan mas sandi juga terlihat sangat mencintai mba merry.. kenapa aku bisa berkata seperti itu..? aku berkali – kali melihat mba merry kekamar mas sandi.. dan aku sempat memergoki mereka berdua berpelukan dikamar mas sandi.. dan hari itu aku langsung balik kekosan karena hatiku sangat sedih sekali melihat orang yang kucintai berpelukan dengan mesra dengan wanita lain.. aku juga beberapa kali memergoki mas sandi mengantar mba merry berangkat kekantornya.. mba merry terlihat bahagia sambil memeluk mas sandi dan mas sandi juga terlihat sangat menikmati pelukan mba merry..

Tatapan mas sandi ke mba merry pun berbeda ketika menatapku.. tatapannya sangat penuh cinta dan sayang.. walaupun ketika menatapku, mas sandi juga menatap dengan sayang.. tapi aku merasa ada yang berbeda dan ada yang disembunyikan oleh mas sandi.. entah apa itu.. apa mereka jatuh cinta sebelum aku dan mas sandi berpacaran..? cinta yang seperti apa..? kok sepertinya mereka berdua sangat memendamnya..

Aku memang wanita bodoh.. ketika mengetahui mas sandi melakukan hal itu, aku tidak melabraknya atau memutuskan hubungan kami.. cintaku terlalu besar dengan mas sandi dan aku takut kehilangannya ketika itu..

Sampai ketika mas sandi memutuskan aku dan aku mengalami kecelakaan serta hilang ingatan.. mas sandi terlihat sangat terpukul sekali ketika itu.. dan dia beberapa kali mendatangi aku..

Dan ketika ingatanku kembali dan mas sandi mengajakku balik lagi, aku masih sangat ragu untuk menerima mas sandi.. walaupun aku mencintainya, tapi aku takut dia akan bermain gila dibelakangku bersama mba merry lagi.. tapi berkat ketulusan hati dan perjuangan mas sandi, akhirnya aku bisa menerima mas sandi.. mas sandi bisa menunjukkan ketulusan cintanya kepadaku.. dan dia juga sudah tidak pernah bertemu dengan mba merry..

Dan sekarang.. mungkin waktu yang tepat aku dan mba merry bicara dari hati ke hati.. kalau memang ternyata mereka berdua saling mencintai sampai saat ini.. itu akan makin membuatku memantapkan hati untuk memutuskan mas sandi..

Aku percaya, mba merry akan menjadi pendamping mas sandi yang baik kelak..

Dan setelah cukup lama perjalanan, aku pun sampai dikediaman mba merry.. aku mengetahui alamat mba merry dari mba gabby..

“har.. tolong tunggu disini ya..” ucapku sambil menatap hary..

“iya yu..” ucap hari sambil memandangku dan dengan perkataan yang sangat lembut sekali..

Aku lalu turun dari mobil dan berjalan kearah rumah mba merry..

Hiuufffftttt.. huuuu..

Aku lalu menarik nafas dan kembali aku menguatkan hatiku… lalu..

TENG.. TONG..

Aku memencet bel didepan rumah mba merry dan ga berapa lama, mba merry keluar dan membuka pintu..

“ayu.. ada apa yu..?” ucap mba merry dengan terkejutnya..

“boleh ayu masuk dulu mba..” ucapku pelan..

“ma.. masuk yu..” ucap merry dengan terbata dan masih terlihat wajahnya yang terkejut dengan kedatanganku ini..

“duduk yu..” ucap mba merry kepadaku dan aku langsung duduk diruang tamu mba merry..

“entar dulu ya, aku ambil minum dulu..” ucap mba merry dan ketika akan masuk kedalam..

“jangan mba.. ayu sebentar aja kok..” ucapku menahan mba merry dan mba merry langsung berbalik sambil melihatku dengan herannya..

“ada apasih yu..? kok sepertinya ada sesuatu yang penting banget..” ucap mba merry dan masih berdiri..

“maaf mba.. bisa duduk didekat ayu..?” ucapku dengan pelannya..

“baiklah..” ucap mba merry lalu berjalan kearahku lalu duduk disebelahku..

“sekarang bicaralah.. ada apa yu..?” ucap mba merry sambil melihatku..

“ini tentang mas sandi mba..” ucapku dengan bibir yang bergetar dan terlihat wajah mba merry terkejut sekali..

“ada apa dengan wawang yu..? bukannya tadi wawang balik kepulau sebarang..?” ucap mba merry yang terkejut..

Wawang..? mba merry memanggil mas sandi dengan sebutan wawang..? ada apa ini..? dan mba merry mengucapkan itu dengan wajah yang sangat khawatir..

“wawang..?” ucapku dan langsung membuat mba merry terkejut lagi lalu perlahan mba merry kembali menguasai dirinya..

“eh.. maaf.. maksudku sandi..” ucap mba merry dengan santainya lalu membuang mukanya..

“mba mencintai mas sandi ya..?” tanyaku dan mba merry hanya melirikku sebentar

“buat apa kamu menanyakan itu yu..? sudahlah.. kan kalian akan menikah..” ucap mba merry..

Ya ampuunn mba.. ternyata memang kamu sangat mencintai mas sandi.. tapi kenapa kamu ga memperjuangkan cintamu..? mba yang lebih dulu mengenal mas sandi.. harusnya kan mba bisa merebut cintanya mas sandi waktu itu.. tapi kenapa justru waktu itu mba malah mengakunya pacar mas rendi…? Ada apa sih sebenarnya dengan semua ini..?

“mba.. aku mau memutuskan pertunangan ini..” ucapku sambil melihat dari samping wajah mba merry dan mba merry langsung melihat kearahku..

“kenapa yu..? ada apa..? sandi sudah banyak berkorban sampai kalian diposisi seperti ini.. dan sekarang kamu malah mau meninggalkan dirinya..” ucap mba merry dengan mata yang berkaca – kaca..

“termasuk mengorbankan cinta kalian berdua ya..?” tanyaku dan aku sengaja memancing reaksi mba merry.. sekarang aku ingin tau semuanya tentang mereka berdua, sebelum aku meninggalkan mas sandi..

“kamu ngomong apasih yu..? kamu mau memutuskan sandi, tapi kamu malah bicara tentang aku dan sandi..? maksudmu apa..?” tanya mab merry dengan sedikit emosi..

Mba mer.. kenapa mba mer ga mau jujur dengan perasaan mba..? mba masih menutupinya dari aku..

“mungkin ini teguran dari sang pencipta kepadaku mba.. aku telah memisahkan cinta suci kalian berdua.. mba yang sangat mencintai mas sandi, malah mengiklaskannya denganku.. dan mas sandi yang memegang janjinya kepadaku, malah meninggalkan mba.. aku jahat ya mba..” ucapku dengan mata yang berkaca – kaca..

“ayu..” ucap mba merry dengan kerasnya..

“kenapa mba..? ada yang salah dengan ucapanku..?” tanya ku dengan lembut..

“cukup yu.. cukup.. kalau itu alasanmu memutuskan sandi, aku tidak akan memaafkan dirimu..” ucap mba merry dengan tatapannya yang sangat tajam kepadaku..

“mba.. kita mencintai orang yang sama.. tapi, cinta mas sandi hanya untuk mba seorang.. aku tau itu mba.. itu terlihat dari tatapan mas sandi.. tatapannya berbeda ketika menatapku dan menatap mba.. dan mas sandi mau menikahiku hanya karena janji.. dan sekarang sang pencipta telah membuka pikiranku dengan semua musibah yang kami berdua alami.. ternyata aku jahat sekali ya mba.. aku jahat.. hikss.. hikss.. aku telah memisahkan cinta kalian berdua.. hikss.. hikss..” ucapku sambil menunduk dan menangis..

“kamu makin ngelantur aja ngomongnya yu..” ucap mba merry dengan bibir yang bergetar..

“mba.. waktu ga banyak.. aku hanya mau bilang, kembalilah dengan mas sandi dan maafkan aku yang telah memisahkah kalian berdua..” ucapku dan aku langsung berdiri..

“yu..” ucap mba merry terpotong..

“maaf mba.. calon suamiku sudah menungguku diluar.. aku mau balik dulu..” ucapku lalu aku melangkah kan kaki menuju pintu

“ayu.. kamu sudah punya calon suami dan kamu meninggalkan sandi dengan kondisi seperti ini..? ada apa yu..? ada apa denganmu..?” ucap mba merry dan dia langsung berdiri.. aku lalu berbalik dan tersenyum kepada mba merry..

“mba, pergilah kepulau seberang.. mas sandi pasti membutuhkan mba saat ini.. dan ayu minta tolong, jangan pernah membahas pertemuan kita ini dengan mas sandi..” ucapku ke mba merry.. dan aku tidak menjawab perkataan mba merry barusan..

“kenapa kamu melakukan ini yu..? kenapa kamu mau melepaskan cintamu ke sandi..?” tanya mba merry dengan air mata yang menetes dan kali ini suaranya sudah mulai pelan..

“ayu hanya melakukan apa yang harus ayu lakukan mba..” ucapku lalu berbalik dan aku meninggalkan mba merry dengan butiran air mataku yang menetes lagi..

Aku dan haripun kembali kerumah sakit tempat ayah dirawat.. dan harus kuakui aku sangat sakit melakukan ini.. tapi dibalik ini semua, akupun sedikit lega karena felingku mas sandi akan bisa bersatu dengan mba merry kembali.. dan tanpa mba merry mengatakan kepadaku tentang isi hatinya ke mas sandi, aku mengetahui cintanya begitu besar kepada mas sandi.. tatapan matanya tadi menjelaskan semuanya kepadaku..

Mungkin ini jalan terbaik bagi kami berdua.. walaupun sakit, perih dan terluka.. tapi inilah yang harus aku jalani.. suka atau tidak suka, inilah jalan yang ditunjukan sang pencipta.. cinta yang awalnya tidak ‘dikehendaki’ ini, akhirnya harus kandas juga..

Dan dalam perjalan balik kekota kami.. aku dan hari tidak banyak berbicara.. kami sama – sama diam sambil mendengar lagi musik di radio.. dan sampai pada sebuah lagu yang terdengar..

Air mataku pun kembali mengalir mendengarkan lagu yang benar – benar terjadi dalam hidup ini.. dan kembali, hari menggenggam tanganku sejenak untuk menguatkan aku dan dia menghiburku dengan senyumannya..

Dan setelah sampai dirumah sakit, keluargaku sudah merencanakan akan segera ke desa jati bening untuk memutuskan pertunangan kami.. walaupun mas sandi dipulau seberang, tapi keluarga besarnya ada didesa jati luhur dan jati bening.. dan itu cukup untuk mewakili keluarga mas sandi yang ada dipulau seberang.. dan keesokan harinya ketika kami akan kedesa jati bening, kabar mengejutkan dari mas sandi aku dapatkan.. ayah irawan telah meninggal dipulau seberang dan akan dimakamkan didesa jati luhur..

Aku sangat terpukul sekali dengan kabar dari mas sandi ini, dan ini adalah puncak dari segala masalah yang kami hadapi.. walaupun aku sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami, tapi belum ada pembicaraan resmi dari kedua keluarga besar kami..

Sedih, merasa bersalah, sakit dan perih menjadi satu.. aku sangat terpukul sekali.. dan aku bisa merasakan kedukan yang dialami oleh mas sandi.. dan sekarang, ketika mas sandi sedang berduka.. aku malah ingin menambah kedukaannya.. gilaa..

Perdebatan diantara keluarga kami pun berlangsung lagi.. ibu dan ibunya mba ratih mau datang asalkan hanya untuk berbela sungkawa.. sedangkan budeku maunya sesuai dengan kesepakatan awal, yaitu pemutusan hubungan pertunangan kami..

Budeku berpendapat, sudah tidak ada waktu lagi.. semua harus diakhir segera atau ada yang terkena musibah lagi.. entah dari keluarga kita atau dari keluarga mas sandi..

Dan setelah perdebatan yang panjang dan disertai tangisan.. akhirnya kami sepakat untuk tetap dengan tujuan awal kami..

Dengan menahan malu yang sangat luar biasa.. kamipun berangkat kedesa jati luhur bukan kedesa jati bening, karena disana pasti keluarga besar mas sandi sedang berkumpul..

Dan ini adalah pertemuan pertamaku dengan mas sandi, setelah kami terakhir bertemu waktu mas sandi dirawat dirumah sakit waktu itu..

Wajah mas sandi terlihat begitu sangat berduka sekali, ingin aku memeluknya saat ini.. tapi aku sudah membulatkan tekad untuk memutuskannya.. gejolak dibatin ini begitu luar biasa, sampai aku tidak berani menatap mata mas sandi yang menatapku terus menerus.. aku takut ketika aku membalas tatapan mas sandi, aku akan membuka hatiku lagi..

Dan setelah budeku membuka omongan tentang kelanjutan hubungan kami, suasana yang sangat tegang menyelimuti ruangan ini.. kedukaan dan kemarahan dari keluarga mas sandi menjadi satu..

Ibu anjani yang aku kenal sangat lembut, hari itu begitu emosi sekali kepada keluargaku.. begitu juga semua keluarga mas sandi.. mereka meluapkan amarah yang sangat luar biasa.. sedangkan mas sandi hanya terdiam sambil menghisap rokokknya.. kedukaan dan pemutusan pertunangan ini seperti menjadi pukulan yang sangat telak bagi mas sandi.. tidak ada air mata yang mengalir di kedua bola matanya.. tatapannya pun kosong.. kesedihannya pun terasa sangat mendalam.. maaf mas.. maaf.. tapi ini memang yang harus dilakukan oleh keluargaku walaupun waktunya tidak tepat..

Apa yang dilakukan oleh keluargaku pun tidak sepenuhnya salah.. dan memang harus diakui, waktu kami tidak tepat untuk memutuskan pertunangan ini.. tapi mau bagaimana lagi..? ayahkupun sekarang sedang sakit dan memaksakan untuk ikut kedesa jati luhur.. aku tidak ngin musibah ini terjadi lagi dikeluargaku atau dikeluarga mas sandi.. biarlah semua memandang keluargaku yang bersalah.. tapi tujuan kami hanya untuk kebaikan bersama walau diwaktu yang tidak tepat..

Dan dengan perasan malu, sedih dan kecewa.. kami semua meninggalkan desa jati luhur.. dan pada saat kembali kekota kami, ayahku pun langsung tidak sadarkan diri.. kami semua membawanya kerumah sakit..

Kepanikan keluargaku pun semakin menjadi ketika kondisi ayahku melemah..

Dan malam hari ketika hari datang menjenguk ayah.. aku langsung menariknya keluar dari ruangan ayahku..

“har.. kamu masih mencintai aku..?” ucapku kehari..

“kenapa kamu bertanya seperti itu yu..? ada apa..?” tanya hari dengan herannya..

“jawab pertanyaanku har.. aku tidak butuh pertanyaan, aku hanya butuh jawaban..” ucapku dengan mata yang berkaca – kaca..

“yu.. aku kan sudah pernah bilang.. aku sangat mencintai kamu sampai kapanpun.. dan kenapa kamu harus tanyakan ini lagi..?” ucap hari dengan lembutnya..

“nikahi aku secepatnya har..” ucapku dengan bibir yang bergetar dan mata yang perlahan mengelarkan burian air mata.. dan itu membuat hari terkejut luar biasa.. hari ini aku benar – benar menjatuhkan harga diriku kepada sahabatku ini.. aku melakukan ini karena ingin melihat ayahku segera sembuh dari penyakitnya.. dan aku akan melakukan apa saja walau aku harus mengorbankan cintaku sendiri..

“yu.. kenapa kamu mau melakukan ini..? apa ini demi ayahmu..?” tanya hari sambil menatap mataku..

Dan aku tidak menjawab perkataan hari.. aku hanya menundukkan kepalaku sambil terus meneteskan air mata..

“baiklah yu.. aku akan melamarmu dan menikahimu secepatnya.. aku melakukan ini karena aku tidak mau melihatmu bersedih seperti ini.. dan aku melakukan ini bukan karena ingin mengambil kesempatan.. aku memang mencintaimu yu, tapi aku ga mau memanfaatkan kejadian ini.. dan aku janji setelah menikah, aku tidak akan ‘menyentuhmu’ terkecuali ada cinta yang tulus dari hatimu buat aku..” ucap hari sambil mengangkat daguku dan menatap mataku dengan tatapan cinta dan sayangnya..

“har..” ucapku dengan mata yang terus meneteskan air mata..

“jangan meneteskan air matamu lagi yu.. kamu sudah terlalu banyak menderita dan kamu menanggungnya seorang diri.. mulai detik ini, berbagilah denganku.. aku sayang banget sama kamu yu dan aku ga kuat kalau melihat kamu bersedih seperti ini..” ucap hari sambil membersihan air mata yang mengalir dipipiku..

Akupun langsung memeluk hari dan kembali air mataku tertumpah dada sahabatku ini.. tangan haripun perlahan membalas pelukanku dan mengelus kepalaku yang tertutup hijab ini..

Astagaaa.. laki – laki dipelukanku ini sangat mencintai aku dan rela mengorbankan apapun demi aku.. dia mau menikahiku dalam kondisi seperti ini dan dia juga sadar kalau aku masih mencintai orang lain.. gilaaa…

Dan dengan persiapan yang sangat mendadak, hari melamarku dan beberapa hari kemudian kami langsung melangsungkan pernikahan..

Pernikahan yang diselimuti dengan segala kesedihan karena kondisi ayahku yang sakit dan memaksa untuk pulang kerumah..

Bude, ibunya mba ratih dan ibuku berkali – kali meneteskan air matanya ketika melihat wajahku, tapi aku selalu tersenyum kepada beliau bertiga.. aku tidak ingin terlihat menikah karena ‘paksaan’, walaupun sebenernya memang seperti itu.. tapi mas hari (setelah menikah aku memanggilnya dengan sebutan mas..) yang selalu menguatkan aku.. mas hari yang sekarang menjadi suamiku ini, selalu menggenggam erat tanganku ketika aku akan menunduk dan dia selalu memberikan aku semangat lewat senyumannya..

Aku berkali – kali memohon maaf kepada mas hari karena kondisi yang seperti ini.. dan mas hari selalu tersenyum dan memberikan kode supaya aku tidak membahas masalah ini lagi.. keluarga mas hari pun paham dengan kondisi ayah yang sedang sakit dan semua keluarga mas hari selalu menyuruhku bersabar dengan kondisi ini..

Dan puncak kesedihan dipernikahanku adalah ketika mas sandi hadir bersama pakde taruna.. beberapa laki – laki dari keluarga jauhku yang tidak ikut pada saat keluarga besar kami memutuskan pertunangan didesa jati luhur, sempat ingin menghadang mas sandi dan pakde taruna.. mereka mungkin tidak terima karena mendengar keluarga mas sandi yang marah ketika kami memutuskan lamaran itu..

Tapi ibu mba ratih bisa mengendalikan semuanya.. aku ga tau kalau seandainya ibu mba ratih tidak mencegah laki – laki dari kelaurga kami yang menghadang mas sandi itu, mungkin banjir darah akan terjadi dipesta pernikahanku ini.. dengan sifat kerasnya mas sandi dan masih diselimuti kedukaan, mungkin mudah bagi seorang mas sandi membantai para laki – laki keluarga jauhku itu..

Dan setelah situasi tenang kembali.. mas sandi berjalan kearah pelaminan ini.. dan ini adalah situasi yang paling menyakitkan dalam hidupku.. aku cinta dengan mas sandi dan aku sayang dengan mas sandi.. tapi aku sekarang malah menikahi orang lain.. dan orang yang kucintai dan kusayangi itu hadir dipernikahanku..

Dan kembali mas hari selalu menguatkan aku dengan menggenggam erat tanganku dan ketika mas sandi sudah menyalami kedua orang tua mas hari.. mas hari langsung melepaskan genggamannya kepadaku dan langsung menyalami mas sandi dengan tersenyum..

Mas hari dan mas sandi terlihat tenang sekali ketika bersalaman.. tidak ada kemarahan atau kebencian yang terlihat dari wajah mereka berdua..

Dan ketika mas sandi selesai bersalaman dengan mas hari.. mas sandi melangkah mendekati aku..

“selamat yu.. sebenarnya sih aku pengen mendengar adukan teh yang membangunkan aku dipagi hari ditelingaku.. tapi sayang, kamu malah mengaduknya untuk orang lain.. hehehehe..” ucapnya sambil tersenyum..

Ya ampun mas.. kata – katamu ini membuatku makin sakit mas.. aku tau kamu hanya bercanda, tapi bercandamu itu seperti menaburkan garam di goresan lukaku.. perih banget.. dan aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman walau hatiku menangis.. dan satu lagi, kamu sudah manggil aku yu bukan de lagi..

“terimakasih mas.. maaf kalau takdir tidak menyatukan kita..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“jangan menyalahkan takdir yu.. ini adalah pilihan dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu..” ucap mas sandi lalu aku menjulurkan tangannya ke aku.. aku pun langsung menatap mas sandi.. dan dengan tangan yang bergetar, akupun menjabat tangan mas sandi.. mas sandi hanya tersenyum sebentar sambil mengagguk..

Dan inilah salam perpisahan kami berdua.. hubungan yang kami bina selama bertahun – tahun, akhirnya kandas dengan aku yang meninggalkan mas sandi..

Aku meninggalkan mas sandi dengan luka yang mendalam dan aku juga terluka dengan kondisi seperti ini..

Dan sekarang kami berdua telah memiliki jalan masing – masing.. aku percaya, mba merry akan menyembuhkan luka yang ada dihati mas sandi.. dan aku juga yakin mas hari akan menjadi suamiku yang bertanggung jawab..

Aku mulai membuka hatiku ke mas hari, ketika kami berdua telah sah sebagai suami istri.. dan dengan segala kasih sayang serta cinta yang diberikan mas hari, akupun mulai mencintainya juga..

Dan tepat setelah dua bulan pernikahan kami.. kabar duka menyelimuti keluarga besar kami.. ayahku dipanggil yang maha kuasa..

Apa aku akan menyalahkan pernikahanku dengan mas hari karena musibah ini..? tidak.. cukup sudah mencari kesalahan dalam suatu hubungan.. yang jelas ini adalah takdir dari sang pencipta..

Aku sekarang telah bersanding dengan orang yang mencintai aku dan aku mulai mencintainya.. kami berdua akan mengarungi hidup ini tanpa menyalahkan satu dengan yang lain..

Dan menurutku, satu hal yang pasti dalam hidup ini.. sang pencipta tidak akan memberikan kebahagian itu kepada orang yang salah.. karena yang menurut kita baik, belum tentu baik bagiNya.. karena menurut kita itu adalah jodoh kita, belum tentu bagiNya.. jadi.. nikmati saja kehidupan ini.. karena sang pencipta pasti akan menyiapkan kebahagiaan setelah kedukaan.. itu saja..

#cuukkk.. kehidupan itu mistery.. tidak semua yang kita rencanakan akan kita dapatkan.. tapi yakinlah.. sang pencipta tidak akan menyematkan luka tanpa bahagia setelahnya..

Daftar Part

Cerita Terpopuler