. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 100 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 100

0
349
Perjalanan mengejar Cita dan Cinta 3

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 3 Part 100

Memainkan Perasaan

Akhirnya..

Beribu kenangan kami bersama, dihancurkan oleh satu berita penikahan.. dan tiga tahun lebih menjalani hubungan yang pasang surut itu, sangat luar biasa rasanya.. suka, duka, air mata dan darah semua telah kami rasakan.. tapi apa daya, takdir yang kami tulis berdua tidak direstui sang pencipta..

Rasanya bagimana..?

Sedih..? pastilah.. karena aku sangat menyayangi ayu..

Mau menangis..? ga.. karena sumber air mataku telah mengering dikuburan ayahku..

Sakit..? tentu.. tentu saja.. tapi rasa sakitku yang sesungguhnya telah terkubur dipusara ayahku..

Entahlah apa yang ada dipikiranku saat ini, aku juga bingung.. dan aku sudah kehabisan kata – kata untuk aku ucapkan..

Mau memaki, apa yang aku maki..?

Mau marah, siapa yang mau aku marahi..?

Cari pelampiasan, tapi untuk apa..?

Karma ini memang pantas aku dapatkan.. kalau aku tega menyakiti, kenapa aku ga mau disakiti..? bangsatkan..? bangsat sekali tentunya..

Dan sekarang aku hanya bisa mencoba menenangkan diri dari segala masalah yang datang bertubi – tubi ini..

“ingat le.. kesabaran adalah obat terbaik dari segala kesulitan….” ucapan mbah ranajaya terngiang ditelingaku..

“sandi.. jangan teteskan air matamu lagi nak.. lanjutkan kehidupan ini dengan ketenangan pikiranmu dan semua masalah yang akan datang, pasti akan bisa kamu selesaikan.. ingat nak, sang pencipta memberikan ujian kepadamu yang bertubi – tubi, pasti akan berakhir dengan indah.. itu janjiNya..” ucap ayahku menggema ditelingaku..

JanjiNya..? he.he.. entahlah.. aku sudah banyak tersakiti oleh janjiNya..

Tapi apa mau dikata, hanya janjiNya yang bisa aku nantikan saat ini.. karena janji mahluk ciptaanNya, tidak ada yang bisa aku pegang..

Tapi kapan janjiNya itu akan datang..? kembali lagi.. sabar dan sabar.. assuu..

(kalian bingung ya, sama yang aku tulis ini..? kalian yang baca aja bingung, apalagi aku yang jalani.. bajingan..)

Baiklah.. ini adalah bagian lembaran baru dalam hidupku.. aku akan menjalaninya dan aku akan menyelesaikan satu persatu masalahku ini.. aku tidak akan meratapinya, karena itu hanya akan membuat setan – setan disekitarku akan tertawa..

Dan pagi ini aku telah sampai dibandara, dan lewat orang dalam kenalan almarhum ayahku.. aku mendapatkan tiket untuk terbang dan aku tidak perlu menunggu terlalu lama.. saat aku datang, kebetulan juga bertepatan pesawat yang akan membawaku akan segera boarding.. aku langsung masuk kepesawat karena semua telah diurus oleh kenalan ayahku ini..

Dan setelah menempuh penerbangan yang lumayan lama, aku sampai dibandara ibukota propinsi pulau ini.. karena aku hanya membawa pakaian yang melekat ditubuhku ini saja, aku langsung keluar menuju pintu kedatangan..

Dan ketika aku akan keluar di pintu kedatangan.. didepan pintu kedatangan telah berdiri dua orang yang membuatku terkejut.. mereka berdua berdiri dan menatapku ketika aku berjalan kearah meraka..

Cuukkk.. bagaimana dua orang ini tau kalau aku kesini..? dan kenapa juga mereka menjemputku..? bajingaannn..

Aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya pelan.. setelah itu aku berjalan lagi kearah mereka berdua.. dan mereka berdua adalah mas pandu dan lek ji’i..

“mau kemana kamu san..?” tanya mas pandu kepadaku dengan tatapan yang seperti mengasihani aku..

Cukkk.. aku ga butuh dikasihani cuukkk.. aku bisa menyelesaikan ini sendiri tanpa perlu dikasihani seperti ini.. aku bukan mahluk yang lemah.. bangsaatt

Dan aku diam tidak menjawab pertanyaan pamanku ini..

“assuu’ig.. ternyata sama aja dia sama ayahnya ndu..” ucap lek ji’i menyahut ketika aku diam tidak menjawab pertanyaan mas pandu..

“buat apa sampean basa – basi..? sampean pasti taulah tujuanku kesini..” ucapku dengan santainya.. lalu aku berjalan melewati mereka berdua..

“mau kamu simpan seperti apa sedihmu itu san..?” tanya mas pandu ketika aku sudah melewatinya dan aku terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan..

“aku tau air matamu sudah habis dipusara ayahmu, dan sekarang sudah tidak ada sisa air mata yang tersisa lagi didirimu.. tapi kesedihan yang paling menyedihkan itu, ketika seseorang sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air matanya..” ucap mas pandu lagi.. cuukkk.. dan aku langsung berhenti mendengar ucapan mas pandu.. tapi aku tidak berbalik.. aku tetap membelakangi mereka..

“tau apa sampean tentang kesedihanku ini mas..? aku hanya menikmati setiap ‘nikmat’ yang diberikan sang pencipta kepadaku..” ucapku santai lalu menghisap lagi rokokku..

“nikmatmu nikmatku juga san..” ucap lek ji’i dengan bibir yang bergetar..

Cuukkk.. kenapa bisa begini sih..? kenapa mereka harus hadir disini..? dan kenapa mereka juga mau menikmati suatu kepedihan yang aku rasakan saat ini.. cukuplah aku menyusahkan mereka selama ini.. jangan lagi mereka ikut mengeluarkan air matanya.. cukup.. cukup sudah..

Aku lalu berbalik dan menatap mereka berdua.. cuukkk.. benerkan, mata mereka berdua telah berkaca – kaca.. bajingaaannn.. ini nih yang bikin suasana guuaateell.. aku yang sudah menguatkan hatiku semenjak dari pulau seberang tadi.. tapi sekarang, malah melihat mereka berdua seperti ini.. asssuuu..

“sudahlah mas.. lek.. kenapa sampean berdua malah seperti ini..?” ucapku yang aku buat sesantai mungkin.. cuukkk.. kalau lama – lama seperti ini.. aku ga kuat kalau begini caranya.. aku malah tambah terpurul melihat dua orang yang manyayangi aku bersedih seperti ini.. assuuuu.. tapi aku tetap menguatkan hatiku sekuat – kuatnya..

Mas pandu lalu mendekati aku dan menepuk pelan pundakku.. dan aku hanya tersenyum aja sambil menatap wajah mas pandu yang terlihat menyedihkan itu..

“kami disini ini bukan mau mengasihani kamu san.. kami berdua disini cuma mau nemui kamu.. kami kangen sama kamu..” ucap mas pandu dengan bibir bergetar..

Dan mas pandu langsung memelukku dengan erat.. cuukkk.. dan aku juga membalas pelukan sepupu ayahku ini..

Dan setelah itu, mas pandu melepaskan pelukannya dan dilanjut lek ji’i yang memelukku..

“kita kedesa jati luhur san..” ucap lek ji’i dipelukanku..

Asssuuu.. kenapa harus kesana lagi sih..? ini diluar dugaanku cuukkk.. bajingaannn.. dan aku langsung melepaskan pelukanku pada lek ji’i..

“aku langsung kekota sebelah aja lek..” ucapku sambil tersenyum lagi..

“kalau kami ga bisa bawa kamu kedesa jati luhur, bisa babak belur kami sama ibumu..” ucap mas pandu menjawab..

“nanti aku yang akan berbicara pada ibu..” ucapku lalu berbalik dan ketika aku akan berjalan lagi..

“selesai babak belur dari ibumu, kami pasti akan kena sama bapak (mbah jati) terus sama eyangmu (eyang ranajaya)..” ucap lek ji’i dan aku langsung menunduk dan menggelengkan kepalaku..

Bajingaaannn.. keluarga besarku berkumpul didesa jati luhur..? assuu’ig..

Dan akhirnya dengan berberat hati, aku pun ikut mereka berdua untuk kedesa jati luhur.. bukan karena apa sih, aku takut kalau aku tidak kedesa jati luhur dan nekat kerumah ayu sendirian.. bisa – bisa semua keluarga besarku menyusulku kesana.. apa ga tambah gila nantinya..? jadi lebih baik aku kedesa jati luhur dulu untuk menahan mereka supaya tidak kekota sebelah..

Beberapa jam kemudian, kami bertiga sampai didesa jati luhur.. dan bener saja yang aku takutkan dari tadi, semua keluarga besarku telah berkumpul dirumah jati.. beberapa mobil pun sudah siap dihalaman dan dijalan depan rumah mbah jati.. bajingaann..

Aku lalu masuk kerumah mbah jati.. dan didalam sana, semua keluarga besar dari ayah dan ibuku telah siap dengan berpakaian rapi.. assuu.. untung aku kesini dulu, kalau ngga, selesai itu pernikahan ayu..

Dan sebelum aku duduk, aku manyalami dan mencium satu persatu tangan orang tua yang ada didalam ruangan ini.. dan aku melakukannya sambil tersenyum kepada mereka.. cuukkk.. suasana disini tegang banget cuukkk.. wajah keluarga besarku terutama yang laki – laki terlihat menahan emosi mereka.. hanya mbah jati, eyang ranajaya dan pakde taruna saja yang terlihat tenang..

Dan terakhir aku langsung mendatangi ibuku yang duduk dengan pandangan mata yang kosong.. wajah beliau terlihat sangat bersedih sekali..

Aku langsung bersimpuh didepan ibuku, dan aku langsung meraih tangan kanan beliau dan menyium tangan beliau sambil tetap tersenyum..

“bu.. sandi kangen sama senyuman ibu..” ucapku sambil menatap wajah ibuku dan ibu menatapku dengan sayu..

“ibu sangat bersedih melihat wajah mas sandi sekarang.. mas sandi yang biasa menangis bila ada permasalahan yang menyinggung hatinya mas, sekarang justru tersenyum.. ada apa dengan mas sandi..? apa hati mas sandi sudah beku setelah menghadapi begitu banyak permasalahan..?” tanya ibuku lalu meneteskan air mata dan tangan beliau membelai pipiku..

“bu.. sandi ini anak laki – laki kebanggan ibu.. kalau sandi bersedih terus menerus, siapa yang akan menguatkan ibu..?” ucapku lalu mengambil tangan ibu yang membelai pipiku lalu aku mencium telapak tangan ibuku itu..

“kesedihan dari seorang laki – laki itu, ketika dia sudah tidak menangis lagi dengan semua permasalahan yang dihadapinya dan dia malah tersenyum.. dan itu juga pernah dilakukan oleh ayahmu nak..” ucap ibuku sambil terus meneteskan air matanya..

“bu.. semua permasalahan yang sandi hadapi ini, justru makin menguatkan hati sandi.. jadi kenapa sandi harus meneteskan air mata bu..” ucapku sambil tersenyum kepada ibuku..

“betul itu san.. buat apa kamu menangisi wanita yang tidak menghargai air matamu..” sahut lek devi adek ibuku dengan ketusnya.. dia terlihat sangat marah sekali..

“lek.. jangan berkata seperti itu.. kita ga tau apa yang membuat ayu menikah dengan laki – laki itu.. kita juga ga taukan kalau ayu itu menangisi keadaannya yang seperti ini..” ucapku mencoba menenangkan keluargaku.. walaupun sebenarnya aku juga ga tau kenapa ayu melakukan ini.. tapi aku hanya ingin semua tenang dan tidak bertambah emosi.. aku pun berkata seperti itu sambil tersenyum dan melihat kearah lek devi.. dan lek devi hanya memalingkan wajahnya sambil butiran air matanya menetes perlahan.. dan wajah eyang ranajaya disebelah lek devi, langsung tersenyum ketika mendengar aku berkata seperti itu..

“bu.. sandi minta izin kerumah ayu ya..?” ucapku kepada ibuku sambil menatap wajah ibu..

“kami ikut semua..” kata lek gito menyahut dengan bibir yang bergetar..

“kalau semua yang ada disini kesana, bukan hanya ayu saja yang tersakiti.. tapi aku juga..” ucapku sambil melihat kearah lek gito..

“terus kamu mau kesana sendiri..? ini masalah keluarga besar kita san.. ini masalah ikatan dua keluarga besar yang telah dirusak oleh salah satunya..” ucap lek gito dengan tatapan tajamnya..

“lek.. keluarga ayu kan sudah kesini.. dan waktu itu juga keluarga ayu juga sudah memberikan pesan yang tersirat untuk mengakhiri hubungan kami.. tapi belum ada kepastian dari keluarga kita kan..? mungkin bagi mereka itu cukup untuk mengakhiri tentang kelanjutan hubunganku dengan ayu lek..” ucapku dengan santainya..

“bagi mereka mungkin cukup, tapi bagi keluarga kita itu belum cukup.. belum ada kesepakatan untuk berakhirnya hubungan dua keluarga ini.. mereka taukan, kemarin keluarga kita sedang berduka dan belum bisa memberi kejelasan sampai waktunya tiba.. jadi jangan seenaknya seperti ini.. kita harus kesana..” ucap lek gito yang masih tidak terima dengan pernikahan ayu hari ini..

“kalau kondisinya ayu tidak menikah hari ini dan kita mau memperjelas kelanjutan hubunganku dengan ayu, aku akan bersedia sekali lek.. tapi ini berbeda, sekarang itu pernikahan ayu.. kalau kita semua kesana malah akan merusak suasana pernikahan yang ada disana..” ucapku yang masih bersimpuh didepan ibuku..

“tidak ada urusan dengan pernikahannya sekarang, kemarin atau besok.. kita tetap harus kesana sekarang..” ucap lek gito dengan emosinya..

“kalau semua yang ada disini tetap kesana.. maka semua akan melihat mayat sandi didepan pintu rumah ini..” ucapku sambil menatap lek gito.. dan

PLAAAAKKKKK..

Sebuah tamparan yang keras langsung mendarat dipipiku.. dan itu adalah tamparan dari ibuku.. aku langsung menoleh kearah ibu dengan pandangan sayu.. sedangkan tatapan ibu begitu tajamnya kearahku..

Cuukkkk.. belum pernah seumur hidupku, ibu menamparku seperti ini.. ibu tidak pernah main fisik kepadaku walau sekedar cubitan.. dan ibu tidak pernah menatapku dengan tatapan yang seperti ini..

Sakit..? enggak cuuukkk.. walaupun tamparan ibu itu sangat keras, itu tidak terasa sama sekali dikulit pipiku..

Tapi..? rasanya sangat perih dihati cuukkkk.. perih banget..

Dan aku hanya bisa menatap wajah ibuku yang sangat emosi ini..

“KAMU JUGA MAU MATI..? SETELAH AYAHMU PERGI, KAMU JUGA MAU MENINGGALKAN IBU..?” ucap ibuku berteriak dengan emosinya kepadaku.. dan hari ini juga, pertama kali aku mendengar ibu berkata sangat kasar sekali kepadaku..

Dan suasana diruang tengah mbah jati ini makin menegangkan, tidak ada yang bersuara diruangan ini, setelah ibuku menamparku dan berkata keras seperti tadi.. sampai pada saat..

“nduk..” suara pelan eyang ranajaya terdengar..

“anak ini juga mau meninggalkan aku pak.. anak ini juga mau meninggalkan aku.. hikss.. hikss.. hikss..” ucap ibuku dengan kedua tangannya yang terkepal dan langsung memukul – mukul pahanya sendiri..

“bu.. bukannya sandi ingin meninggalkan ibu.. ngga.. sandi cuma mohon kepada semua yang ada disini, tolong jangan kerumah ayu.. biar sandi yang kesana sendiri.. itu aja bu.. sandi minta maaf kalau kata – kata sandi tadi melukai hati ibu..” ucapku sambil menahan kepalan tangan ibuku yang memukul pahanya..

“kalau kamu mau pergi kesana, pergilah.. tapi jangan ucapkan kata – kata itu.. kuburan ayahmu masih basah nak, masih basah.. belum 40 hari ayahmu meninggalkan kita.. jangan kamu tambah dengan ucapan yang seperti itu.. hiksss… hiksss… hikss..:” ucap ibuku sambil menangis dan menghentikan pukulannya dipahanya..

“maafkan sandi bu.. maaff.. sandi ga berniat menyakiti hati ibu..” ucapku sambil menggenggam kedua tangan ibu sambil menatap mata beliau..

“setelah kepergian matahari dikeluarga kita, ibu hanya memiliki purnama dimalam hari nak.. jangan sampai purnama itu juga meninggalkan ibu selamanya.. hikss.. hiksss.. atau ibu akan mati perlahan ditengah kegelapan.. hikksss.. hiksss..” ucap ibuku sambil menangis dan mengelus rambutku..

Akupun langsung menegakkan tubuhku dan aku langsung memeluk ibuku dengan erat..

“sandi tidak akan meninggalkan ibu.. sandi janji.. tapi sandi mohon hentikan tangis ibu.. tolong hentikan bu..” ucapku sambil memeluk erat ibuku..

Dan tangis ibuku perlahan mereda.. yang tersisa, hanya isakan isakan sisa tangisan ibuku.. beliau langsung membalas pelukanku sambil mengelus rambutku..

Lalu aku melepas pelukanku ke ibu dan kembali aku menatap wajah ibuku..

“bu.. sandi mohon.. ibu jangan bersedih lagi.. sandi bisa menyelesaikan semuanya bu.. ibu percaya dengan sandi kan bu..?” ucapku sambil menggenggam tangan ibuku.. dan ibuku langsung menganggukan wajah beliau sambil melepaskan tangan kanan beliau dan langsung membelai rambutku lagi.. sementara tangan kiri beliau, masih aku genggam..

“terimaksih bu.. dan sekarang tolong ijinkan sandi untuk kekekota sebelah ya..?” ucapku memohon kepada ibuku..

“ibu akan mengijinkan nak, tapi harus ada salah satu keluarga kita yang akan mendampingi mas sandi kesana.. bagaimanapun juga, benar kata lek gitomu.. ini masalah dua keluarga.. keluarga kita dan keluarga ayu.. hubungan kalian itu telah resmi mempertemukan dua keluarga besar.. dan walaupun keluarga ayu telah kesini dan mengisyaratkan untuk mengakhiri hubungan kalian, tapi kan belum ada keputusan bersama.. jadi, jangan sendiri ya nak..” ucap ibuku dan kali ini, suara beliau sudah mulai lembut lagi..

“ibu tau, mas sandi kesana hanya ingin mengucapkan selamat dengan ayu.. dan ibu juga tau alasan mas sandi melarang keluarga besar kita kesana.. mas sandi ga pengen acara pernikahan ayu kacau kan..?” ucap ibuku lagi..

“tapi bukan berarti mas sandi kesana sendiri nak.. dan ibu juga ga mau kalau semua keluarga besar kita kesana.. cukup salah satu saja yang mendampingi mas sandi..” ucap ibuku dengan lembutnya.. dan aku langsung menganggukkan kepala..

“jadi siapa yang akan mendampingi sandi kesana dek..?” tanya pakde taruna kepada ibuku..

“aku..” ucap lek gito, lek ji’i, gani, ilham dan mas pandu bersamaan dengan semangatnya.. dan ibuku langsung tersenyum kepada mereka semua lalu melihat ke arah pak de taruna..

Assuu’ig.. kalau mereka yang mendampingi aku, sama aja bohong.. bisa dibakar itu pelamin ayu.. bajingaannn..

“aku mohon sampean aja mas..” ucap ibuku kepada pakde taruna..

“hemmmm..” lek gito, lek ji’i, gani, ilham dan mas pandu langsung menunduk lemas.. assuu..

“baiklah..” ucap pakde taruna dengan tenangnya..

Baguslah kalau pakde taruna yang mendampingi aku.. karena beliau memang memiliki ketenangan yang sangat luar biasa..

Dan setelah disepakati yang pergi kekota sebelah adalah aku dan pakde taruna, kami berdua langsung pamit kekota sebelah..

Dan sebelum aku kerumah ayu.. aku menyempatkan pamit kepusara ayahku.. dan ketika tiba dipusara ayahku, ntah kenapa setiap aku memegang batu nisan ayahku pasti air mata ini mau tumpah.. tapi aku menahannya sekuat tenaga, supaya aku terlihat tegar didepan ayahku.. aku laki – laki.. aku adalah keturunan irawan yang luar biasa.. dan aku tidak ingin mengecewakan beliau..

Lalu dengan langkah dan tekad yang mantap.. aku meninggalkan pusara ayahku.. aku ingin segera kerumah ayu dan aku tidak ingin melewati momen yang akan tercatat dilembaran baru hidupku..

Aku dan pakde taruna, menggunakan mobil pakde taruna.. tidak banyak pembicaraan didalam mobil ini.. kami hanya mengobrol ringan dan itu tentang pekerjaanku dipulau seberang..

Dan setelah sampai dikediaman ayu, sebuah tenda yang lumayan besar berdiri didepan rumah ayu.. tapi tendanya tidak sebesar waktu pertunangan kami waktu itu, dan tamu yang datangpun tidak terlalu banyak.. mungkin hanya keluarga besar kedua mempelai dan beberapa sahabat kedua mempelai saja yang hadir.. cuukkk.. kelihatan sekali kalau acara ini dadakan.. asssuu..

Dan setelah kami turun dari mobil.. beberapa orang menatap tajam kedatangan kami.. aku dan pakde taruna hanya saling memandang sejenak.. dan dengan tenangnya, pakde taruna mengangguk kepadaku dan langsung berjalan mendahului aku, sementara aku mengikuti pakde taruna dari belakang.. dan ketika kami sudah didalam tenda itu, didepan sana terlihat ayu bersanding dengan seorang pria.. wajah ayu terlihat memandang kearah kami dan dia memandangku dengan pandangan yang sangat datar..

Cuukkk.. sepertinya ayu telah mempersiapkan segalanya, termasuk dengan kedatanganku.. buktinya, dia menguatkan pandangannya kepadaku.. dia mencoba tegar- setegarnya.. bajingaann..

Dan semua orang yang melihat kedatangan kami, langsung berdiri semua.. beberapa laki – laki pun langsung berjalan mendekati kami.. wajah mereka terlihat tidak senang dengan kedatangan kami.. pakde taruna pun langsung menghentikan langkahnya, karena beberapa laki – laki itu berdiri dan menghalangi langkah kami.. aku pun langsung maju kedepan pakde taruna..

Dan setelah pakde taruna dibelakangku.. dihadapanku saat ini, ada belasan orang berbadan kekar dan aku tidak pernah melihat mereka semua.. dan waktu aku main kerumah ayu atau selama pertunanganku dengan ayu ketika itu, tidak pernah satupun aku lihat wajah – wajah ini.. entahlah siapa mereka.. keluarga dari mempelai pria, keluarga jauh ayu atau orang mana, tapi aku tidak perduli dengan mereka semua.. tujuanku kesini baik – baik, jadi kalau mereka macam – macam, mau tidak mau aku akan menyelesaikan mereka saat ini juga..

Aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya dengan santai..

“kami kesini niatnya hanya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan ini.. jadi aku harap kalian semua minggir dari hadapanku, atau aku akan menumpahkan darah kalian satu persatu..” ucapku dengan santainya sambil menatap mereka satu – persatu, lalu aku menghisap rokokku dalam – dalam..

Mereka terlihat tidak senang dengan ucapanku, dan ketika mereka akan berjalan mendekati aku..

“BERHENTIIIIIII…” teriak seorang wanita di belakang gerombolan laki – laki yang menghadangku ini.. seketika itu juga mereka semua berhenti dan hanya menatapku..

Lalu perempuan itu maju.. dan para laki – laki itu membelah dua dan memberi jalan kepada wanita itu untuk lewat.. wanita itu menatapku dengan tatapan datar..

“apa lagi yang mau kalian perbuat untuk dia…?” ucap perempuan itu sambil menatapku.. lalu dia berbalik dan menatap laki – laki yang menghadangku lalu menatap semua keluarganya..

“tidak puaskah kalian menghancurkan hatinya..???”

“terus sekarang kalian juga akan melukai tubuhnya..???”

“tidak bisa.. kalian tidak akan bisa menyentuh dia.. justru kalian yang akan hancur dibuatnya.. kalian semua akan dikirimnya keneraka sana kalau kalian maju selangkah lagi..” ucap wanita itu sambil menunjukku..

“tidak kah kalian sadar, kalau dia mau merusak acara ini.. bukan saat ini dia datang.. tapi tadi sebelum akad nikah.. dan aku jamin, seandainya lebih pagi tadi laki – laki ini datang.. kalian semua pasti saat ini sudah ada didalam kubur dengan kondisi yang mengenaskan.. dan kalau dia mau, dia akan membakar tempat ini beserta isi yang ada didalamnya..”

“jadi aku mohon kepada kalian semua.. biarkan anakku ini masuk dan memberikan selamat kepada orang – orang yang telah menghancurkan hatinya.. setelah itu dia pasti akan pergi dan tidak akan kembali untuk melihat wajah – wajah memuakkan kalian semua..” ucap wanita itu dengn emosinya lalu berbalik dan menatapku.. dia menatapku dengan air mata yang berurai.. lalu dia berjalan mendekati aku sambil merentang kedua tangannya..

“kemarilah nak ibu ingin memelukmu..” ucap wanita itu dengan air mata yang deras mengalir dipipinya.. dan wanita itu adalah ibu dari ratih..

Aku hanya menatapnya dengan pandangan datar saja dan aku tidak maju sesuai keinginnannya.. terus terang dihatiku ada perasaan kecewa dan masih ada tanda tanya besar, kenapa ibu ratih tidak memberitahukan pernikahan ini kepadaku..? dan kenapa sekarang malah marah dengan orang – orang yang menghalangi aku ini..? kalau memang tidak perduli dengan aku, biarkan semua laki – laki ini maju dan aku pasti akan menyelesaikan mereka semua..

“kamu marah ya sama ibu..?” ucap ibu ratih dengan deraian air mata dan tangannya tetap merentangkan kedua tangannya kepadaku..

Tiba – tiba aku melihat wajah ibu ratih itu berubah menjadi muda.. muda.. dan muda lagi.. lambat laun wajahnya menjadi seperti ratih.. cuuukk.. kenapa bisa seperti ini sih..? assuuu.. kenapa ratih datang pada saat seperti ini..? bajingaannn.. tiba – tiba jantungku berdetak dengan cepatnya melihat hal ini.. dan ratih terus memandangku dengan senyuum manisnya sambil terus merentangkan kedua tangannya.. tidak ada tangis seperti diwajah ibu ratih tadi.. aku lalu menjatuhkan rokokku dan akhirnya akupun langsung berjalan pelan kearah wanita itu, aku langsung memeluknya dan dia memelukku dengan erat..

“hai sayang..” ucapnya sambil memelukku..

“ratih.. aku kangen kamu tih.. aku kangen..” ucapku sambil memeluknya..

“hey sayang… ratih juga kangen.. makanya ratih datang..” ucapnya dipelukanku..

“kenapa kamu datang saat ini tih..? kenapa..?” tanyaku..

“karena memang waktunya ratih datang.. hihihi..” ucap ratih sambil tertawa dipelukanku..

“tih..” ucapku pelan..

“jangan marah ah yang.. eh.. ngomong – ngomong sayang makin dewasa aja loh.. sayang sudah ga main emosi seperti dulu lagi.. ratih senang banget loh..” ucap ratih..

“ini sih aku kuat – kuatin aja tih..” ucapku..

“hihihihi.. alasan..” ucap ratih sambil mengelus punggungku..

“tih.. apa masih ada kebahagian untuk orang macam aku..? terlalu banyak dosa yang aku lakukan..” ucapku dengan lembutnya..

“sayang.. kamu itu kesayangan sang pencipta loh..” ucap ratih tidak kalah lembut kepadaku

“kalau sang pencipta menyayangi aku.. kenapa selalu saja kesedihan yang diberikan kepadaku..?”

“karena kamu kuat yang.. sang pencipta tidak akan mungkin memberikan suatu kesedihan melebihi kekuatan ciptaannya..”

“berarti aku hanya diciptakan untuk menanggung kesedihan ya tih..?”

“engga yang.. setelah kesedihan ini.. pasti ada kebahagiaan yang tidak akan sayang sangka.. jadi nikmatilah semua ini yang.. semakin sayang menikmati.. maka sang pencipta akan memberikan kebahagiaan kepada sayang secepatnya..” ucap ratih dengan lembutnya..

“hemm.. gitu ya..?” ucapku pelan..

“iya yang.. semua akan indah pada waktunya..” ucap ratih lalu melepaskan pelukannya..

Dan ketika kami sudah tidak berpelukan..

“terimakasih sudah datang nak.. terimakasih juga karena sandi sudah bersikap dewasa dengan tidak memakai emosi disini..” ucap ibu ratih sambil menatapku.. cuukkk.. kemana ratih tadi..? kenapa sekarang ibunya yang berdiri lagi dihadapanku..? dan ibu ratih menatapku dengan deraian air mata dipipinya..

“bohong kalau sandi tidak emosi melihat ini semua bu.. sandi memendamnya dalam hati.. tapi sandi menahannya dan sandi tidak ingin merusak acara ini dengan tindakan bodoh sandi..”

“bagaimanapun juga.. yang duduk dipelaminan itu, wanita yang pernah bersanding didalam hati sandi bu.. sandi tau dia terpaksa dengan keadaan ini.. dan sandi tidak mau membuat dia tambah bersedih dengan kelakuan konyol sandi.. sandi hanya ingin mengucapkan selamat, setelah itu sandi akan pergi..” ucapku dengan pelan dan dengan santainya..

“ibu tau kamu kecewa nak.. dan mohon maaf, ibu tidak bisa menceritakan semuanya.. sandi akan tau sendiri alasan kami melaksanakan pernikahan ini, tanpa kami ucapkan..” ucap ibu ratih lalu berbalik.. beliau melihat kearah ibu ayu yang duduk dipelaminan disebelah kursi ayu dan pasangannya.. tidak terlihat ayah ayu disana.. ibu ayu hanya duduk ditemani pakde ayu.. cuuukkk.. kemana ayah ayu..? kenapa tidak duduk disitu..? ada apa ini..?

“kemana ayah ayu bu..? kenapa keluarga ini menyembunyikan semua alasan pernikahan ini..?” tanyaku dengan pelan dan tanpa emosi..

Ibu ratih lalu berbalik lagi dan tidak menjawab pertanyaanku.. beliau hanya menatapku..

“baiklah kalau ibu tidak mau cerita.. semoga ayah ayu baik – baik saja.. dan sekarang mohon ijinkan saya untuk menyapa ayu..” ucapku kepada ibu ratih dan ibu ratih langsung mengangguk pelan..

Aku pun berjalan kearah pelaminan dan pakde taruna mengikuti aku dari belakang.. aku berjalan dengan santainya sambil diiringi tatapan semua orang didalam tenda ini..

Cuukkk.. gimana rasanya berjalan mendekati orang tersayang kita, yang hampir menjadi pasangan hidup kita dan sekarang malah duduk dipelaminan bersama orang lain..?

Sakit..? pastilah cuukkk.. kalau aku ga sakit, berarti tidak ada cinta dihatiku.. bangsaatt..

Cemburu..? ya iyalah.. perasaan sayangku ke ayu masih ada sampai detik ini cuukkk.. jadi bohong kalau aku ga cemburu..? asuuu..

Mau nangis..? enggalah.. kan sudah kubilang, sumber air mataku sudah mengering..

Terus apa nanti yang akan aku lakukan ketika sudah berdiri dihadapan ayu..? apa aku akan mememeluknya dan memohon dia untuk menceraikan suaminya, terus aku bernyanyi sambil menangis sedih gitu..? bajingaann.. dari pada melakukan hal seperti itu.. lebih baik aku membuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat, terus aku menari stripstis diatas pelaminan ayu.. bangsaattt..

Dan ketika aku menaikki pelaminan ayu.. aku menarik nafasku pelan lalu melanjutkan jalanku.. pakde taruna sempat menepuk pundakku pelan dan aku tersenyum kearah pakde taruna.. setelah itu aku menyalami orang tua pasangan laki – laki itu dengan santainya.. lalu aku berjalan kearah tempat duduk ayu dan suaminya..

Dan sekarang aku telah berdiri dihadapan suami ayu.. aku lalu menjulurkan tanganku kearah suami ayu dan dia menyambutnya sambil tersenyum..

“selamat mas..” ucapku sambil mengeratkan salamanku dan aku tersenyum kepadanya..

“terimakasih mas..” ucapnya sambil tersenyum lagi.. lalu melepaskan jabatan tanganku..

Dan sekarang.. aku mengeser langkahku kehadapan ayu.. cuukkk..

Kirana Ayu Pramesti​

Wajah ayu terlihat cantik sekali cuukkk.. cantik.. sumpah..

Tapi sayang, tidak ada aura kebahagian dari wajahnya.. walaupun dia memaksa tersenyum kepadaku, tapi kesedihan terlihat jelas di bola matanya.. aku tau dia menahan tangisnya dan mencoba tegar dihadapanku..

Cuukkk.. kenapa seperti ini yu..? kenapa kamu melakukan ini..? kalau memang kamu mau menikah dan memutuskan aku, aku iklas kok.. tapi kenapa tidak terucap dari bibirmu sendiri dan aku harus tau dari orang tentang pernikahan ini..? dan kenapa kamu harus tersiksa dengan kebisuanmu ini..? assuudahlah.. untuk apa pertanyaan bodoh itu muncul lagi dikepalaku.. yang jelas, sekarang ayu sudah menikah dengan orang lain dan dia telah menentukan takdirnya sendiri, jadi untuk apa lagi pertanyaan – pertanyaan guuaatell itu muncul lagi dikepalaku..? assuuu..

“selamat yu.. sebenarnya sih aku pengen mendengar adukan teh yang membangunkan aku dipagi hari ditelingaku.. tapi sayang, kamu malah mengaduknya untuk orang lain.. hehehehe..” ucapku sambil tersenyum.. dan aku memanggilnya yu bukan de lagi.. aku sengaja mengajaknya bercanda, karena aku tau dia sedang bersedih walau dia tidak menceritakan semua kepadaku.. dan sebenarnya aku kecewa dengan dia, tapi apa aku akan tenggelam dengan kekecewaanku..? tidaklah.. biarkan dia dengan pilihannya karena itu jalan yang sudah dia pilih..

“terimakasih mas.. maaf kalau takdir tidak menyatukan kita..” ucap ayu dengan bibir yang bergetar.. cuukkk.. lagi – lagi takdir yang disalahkan.. assudahlah..

“jangan menyalahkan takdir yu.. ini adalah pilihan dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu..” ucapku lalu aku menjulurkan tanganku ke ayu.. ayu langsung menatapku dan mengangkat tangannya dengan bergetar.. aku menyambut tangan ayu dan menyalaminya sambil mengangguk pelan dan tersenyum.. setelah itu aku melepaskan pegangannya dan aku berjalan kearah ibu dan pakdenya.. aku sempat melihat butiran air mata diujung mata ayu, tapi aku langsung memalingkan wajahku dengan santainya.. cukup kesedihannya cuukkk.. cukup cuukkk.. assuuu..

Dan ketika aku dekat pakdenya.. ibu ayu langsung menyerobot dan memelukku sambil menangis sesenggukan..

“maafkan kami nak..” ucap ibu ayu sambil menangis..

“bu.. ga ada yang perlu dimaafkan, ayu telah memilih jalannya dan saya juga akan memilih jalan saya sendiri.. ayu pasti bahagia bu.. laki – laki itu sangat menyayangi ayu.. saya yakin itu..” ucapku sambil membalas pelukan ibu ayu..

“terimakasih atas kedewasaanmu nak..” ucap ibu ayu sambil terisak dan mengelus punggungku pelan..

Aku lalu melepaskan pelukan ibu ayu, aku tidak ingin lama – lama berpelukannya, aku tidak enak dengan keluarga mempelai laki – laki.. dan ibu ayu juga melepaskan pelukannya.. setelah itu aku lalu meraih tangan kanan beliau dan menciumnya..

“sandi pamit bu..” ucapku sambil tersenyum dan ibu ayu hanya menganggukkan kepala saja..

Lalu aku berjalan mendekat kearah pakdenya dan aku juga meraih tangan kanan beliau lalu menciumnya..

“terimakasih nak..” ucap pakde ayu dengan tatapan yang sayu.. aku hanya tersenyum lalu mengangguk.. setelah itu aku turun dari pelaminan dan terlihat pakde taruna ditarik oleh pakde ayu kebawah pelaminan..

“san.. kami mengobrol sebentar.. tunggu diluar ya..” ucap pakde taruna kepadaku dan aku hanya mengangguk lalu aku berjalan kearah luar tenda..

Dan ibu ratih menyambutku didepan tenda itu bersama suaminya.. aku lalu menghampiri beliau berdua.. aku lalu meraih tangan beliau dan aku langung mencium tangan beliau..

Ibu ratih langsung memegang wajah sampingku dan

CUUPPPP..

Beliau mengecup keningku..

“ibu ga tau harus berucap apa nak.. ibu hanya bisa berdoa, semoga kamu mendapatkan yang terbaik disetiap langkahmu..” ucap ibu ratih sambil menatapku..

“terimakasih doanya bu..” ucapku sambil tersenyum..

Setelah itu, aku menyalami ayah ratih dan aku mencium tangan beliau juga dan beliau langsung memelukku..

“kamu dewasa sekali dalam menyingkapi masalah ini nak..” ucap ayah ratih sambil menepuk pundakku dan setelah itu, beliau melepaskan pelukan kami..

“saya bukannya dewasa pak.. saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan..” ucapku sambil menatap wajah beliau lalu tersenyum..

“sekarang saya pamit ya..” ucapku lalu berbalik dengan tatapan kesedihan mereka berdua..

Aku lalu berjalan mendekati mobil pakde taruna.. dan aku langsunh mengambil rokokku lalu membakarnya.. aku menunggu pakde taruna yang masih didalam sana..

Cuukkk.. kenapa didalam tenda itu tidak ada aura kehagiaan pernikahan..? dan kenapa justru terlihat banyak kesedihan..? apa ada sesuatu dengan ayah ayu..? assuuudahlah.. aku tidak mau berandai – andai.. semua sudah jelas.. aku bukan bagian keluarga ini..

“kenapa kamu tetap melamar ayu..? padahal aku kan sudah memperingati jauh – jauh hari..” ucap seseorang wanita yang berdiri tidak jauh dibelakangku..

Cuukkk.. malah dia yang datang.. bajingaannn.. aku lalu berbalik kearahnya dan dia adalah bude ayu.. dia menatapku dengan tatapan datar dan tidak ada tatapan kebencian terhadapku seperti waktu itu..

“kemarin itu aku hanya memperjuangkan cintaku bude.. apa aku salah..?” ucapku dengan santainya lalu aku hisap rokokku..

“tapi kamu tau kan kalau hitungan kalian itu tidak cocok.. kenapa mesti dipaksakan..?” ucap bude ayu dengan santainya..

“apa cinta harus ada perhitungan..?” tanyaku dengan santai..

“dalam kehidupan ini semua ada hitungannya san.. jangan kan berjodoh, kita hidup ini aja penuh perhitungan.. salah satu contohnya.. kamu melakukan kebaikan dan hitungannya, kamu akan dibalas kebaikan.. begitu juga sebaliknya..” ucap bude ayu..

“apa sang pencipta menciptakan kehidupan ini penuh perhitungan bude..? apa sang pencipta itu pedagang..? apa untungnya bagi Dia..?”

“ayolah bude.. kita ini ciptaanNnya.. lakukan saja kebaikan tanpa memperhitungkan apa yang akan kita terima.. bukan tugas kita menghitungnya itu..” ucapku dengan sopannya..

“kamu memang pintar memainkan kata – kata san.. tapi kamu jangan mempermainkan tradisi leluhur kita.. ingat, kamu juga terlahir dipulau ini.. kamu harus memegang tradisi leluhur kita itu..” ucap bude ayu dengan sangat pelan..

“saya tidak pernah memainkan tradisi leluhur kita bude.. saya hanya memperjuangkan cinta saya, itu saja.. walaupun akhirnya itu sia – sia juga..” ucapku..

“itulah kenapa aku bilang, jangan kamu permainkan tradisi leluhur kita..” ucap bude ayu..

“tapi apa tradisi leluhur kita mengajarkan untuk memutus secara sepihak lamaran, dan dilakukan kepada pihak keluarga pelamar ketika dia sedang berduka..?” tanyaku dan itu langsung membuat bude ayu terdiam sejenak dan matanya langsung berkaca – kaca..

“apa kamu kira kami tidak terpaksa sekali melakukan itu..? apa kamu kira kami tidak menjatuhkan harga diri kami sejatuh – jatuhnya ketika datang kerumah keluarga besarmu..? kami tau kami salah dan kami tidak sopan karena datang ketika kamu dan keluargamu sedang berduka.. terus kami harus menunggu sampai kapan..? menunggu setelah ayah ayu meninggal..? kamu tau, setelah pulang dari kediamanmu.. ayah ayu masuk rumah sakit lagi dan setelah itu keluar dan sampai sekarang dia terbaring lemah didalam kamarnya..” ucap bude ayu dengan sedikit emosi..

Cuukkk.. ini toh alasan ayu menerima pinangan laki – laki itu..?

“kalian telah melakukan kesalahan ini.. kalian sadar akan akibatnya dan kalian terus melanjutkannya..”

“oleh karena itu aku yang memaksa untuk melakukan ini dikeluarga besarku.. bukan karena aku membencimu.. aku tidak pernah membencimu, aku hanya tidak suka melihat kamu dan ayu terus – terus an melanjutkan hal yang ditentang leluhur kita.. itu saja..” ucap bude ayu dengan bibir yang bergetar..

“hidup, mati dan jodoh itu hak sang pencipta bude..tapi sudahlah.. percuma kita berdebat.. toh ayu sedah menikah kan..?” ucapku yang sudah mulai bosan dengan perdebatan ini.. aku yang memperjuangkan cintaku dan bude ayu yang tetap mempertahankan tradisi leluhur.. sesuatu hal yang tidak bisa menyatu jika masing – masing tetap kukuh dengan pendapatnya..

“baiklah.. semoga kamu segera bangkit dan menemukan kebahagiaan yang lain dan sesuai dengan hitungan dari leluhur kita..” ucap bude ayu sambil menatapku lalu berbalik dan ketika akan berjalan..

“dan saya hanya bisa mendoakan.. semoga pernikahan ayu ini bahagia, dan benar – benar sesuai dengan hitungan leluhur kita..” ucapku lalu aku menghisap rokokku.. bude ayu sempat melirikku sebentar.. dan aku melihat ada butiran air mata yang menetes diujung mata bude ayu.. lalu bude ayu berjalan meninggalkan aku

Cuukkk.. ternhyata aku salah sang terhadap bude ayu ini.. bude ini sebenarya baik, tapi keadaan yang meaksanya untuk berbuat seperti itu kepadaku.. assssuu..

Dan sekarang.. ingin sekali aku masuk kerumah ayu dan melihat kondisi ayah ayu saat ini, tapi situasi lagi tidak memungkin.. semoga ayah ayu cepat diberi kesehatan dan bisa melihat kebahagiaan putrinya nanti..

Aku lalu membuang rokokku dan aku memejamkan mataku sejenak.. isi kepalaku terlalu penuh dengan permasalahan.. aku sangat – sangat lelah hari ini.. aku ingin segera beristirahat..

Aku mengambil rokokku lagi lalu membakarnya dan menghisapnya pelan..

“mas..” ucap seorang wanita memanggilku dan aku langsung melihat kearah itu.. dan disana berdiri seorang wanita muda yang sangat cantik sekali.. terakhir aku melihatnya dia tidak sebesar ini.. mungkin sekarang dia sudah SMU.. dan dia adalah karina dwi pramesti.. adeknya ayu..

“hai wi..” ucapku dengan santainya lalu aku menghisap rokokku dan aku menyandarkan tubuhku dimobil pakde taruna..

Dwi lalu berjalan kearahku sambil tersenyum.. tatapannya kearahku penuh dengan kasih sayang dan wajahnya terlihat bahagia ketika menatapku.. assuuu’ig..

“bagaimana kabarnya mas..?” ucap dwi ketika sudah berdiri dihadapanku..

“baik..” ucapku singkat lalu membalas senyumannya..

“ketika satu pintu kebahagian telah tertutup.. sang pencipta akan membuka pintu kebahagian yang lain.. dan pilihan ada ditangan mas, mau tetap menunggu pintu yang tertutup itu atau masuk kepintu yang lain..?” ucap dwi sambil terus menatapku dan menyunggingkan senyum manisnya..

Assuuu’ig… pintar bermain kata – kata juga dwi ini.. apa dia memancingku..? gila..

“aku tidak memilih keduanya wi..” ucapku dengan santainya..

Dan dwi langsung memundurkan kepalanya sedikit sambil mengerutkan kedua alisnya tanda dia bingung..

“kenapa aku tidak memilih keduanya..? karena percuma, pintu itu mengarah pada rumah yang sama..” ucapku sambil melihat kearah dwi dan matanya langsung berkaca – kaca..

“le.. kita balik yo..” tiba – tiba pak de taruna datang dari arah samping dan memanggilku.. aku lalu melihat ke arah pakde taruna dan aku langsung mengangguk pelan, setelah itu aku menegakkan tubuhku dari sandaran mobil pakde taruna.. dan aku kembali aku menatap dwi..

“aku balik ya wi..” ucapku ke dwi dan dwi hanya menatapku sambil matanya berkaca – kaca..

Cuukkk.. maaff wi.. maaff.. bukan niatku untuk membuatmu menangis atau bersedih, tapi ini harus aku hentikan.. aku tau kamu suka aku dari cara menatapmu ke aku dan pertanyaanmu ke aku tadi, tapi maaf sekali lagi.. aku tidak ingin melukaimu dan kakakmu.. itu saja..

Aku lalu berbalik dan membuka pintu mobil dan aku naik disebelah kiri bagian depan disebelah pak de taruna yang telah menyalakan mesinnya.. setelah aku tutup pintu mobilnya, mobilpun berjalan melewati dwi yang masih berdiri ditempatnya tadi dengan butiran air mata yang menetes dipipinya…

Cuukkk.. berapa wanita sudah meneteskan air matanya karena aku hari ini.. gila aku.. bangsaattt..

“kita langsung ke desa jati luhur kan le..?” tanya pakde taruna..

“ngga pakde.. saya langsung kebandara aja.. kerjaan saya menumpuk dipulau seberang..” ucapku sambil menyandarkan kepalaku dikursi mobil..

“kamu ga capek le..? dua hari ini kamu sudah bolak – balik kepulau seberang loh..” ucap pakde taruna sambil melirikku..

“ngga pakde.. saya bisa istirahat dipesawat aja nanti..” ucapku..

“kamu ga pamit dulu ke ibumu..?” tanya pakde taruna..

“nanti saya telpon ibu.. ibu pasti paham kok..” ucapku..

“baiklah.. pakde antarkan kamu kebandara sekarang..” ucap pakde taruna..

“terimakasih pakde.. maaf sandi selalu merepotkan pakde..” ucapku pelan..

“kamu itu cucu kesayangan eyang ranajaya le.. dan kamu itu keponakan tersayangku.. aku tidak pernah merasa kamu repotkan.. santai saja..” ucap pakde taruna lalu tersenyum..

Dan kami pun lalu sama – sama terdiam lagi.. perjalanan dari rumah ayu ke bandara itu tidak terlalu jauh seperti kedesa jati luhur.. itulah sebabnya aku memilih langsung kebandara saja langsung.. dari pada harus memutar kearah desa jati luhur dan besok berangkat lagi ke bandara..

Dan setelah hampir satu jam perjalanan, kami sampai dibandara.. akupun berpamitan sambil mencium tangan pakde taruna.. kami lalu berpelukan beberapa saat.. setelah itu aku langsung masuk ke area keberangkatan dan menuju loket tiket.. aku ingin mencari tiket untuk keberangkatan kepulau seberang..

“jadi kamu langsung balik dan meninggalkan cintamu disini..?” ucap seorang wanita menegurku ketika aku berjalan kearah loket tiket.. dan aku langsung berhenti lalu melihat kearah wanita itu..

Assuuu’ig.. apa lagi ini..? sekarang bu damayanti yang datang ke aku dan berbicara masalah cinta..? cinta kesiapa..? cinta ke ayu..? kan dia sudah menikah.. atau cinta ke adeknya..? kan adeknya sudah keluar negeri.. atau bu damayanti yang cinta ke aku..? bajingannn..

Aku lalu menundukkan kepalaku sejenak dan mengangkat kembali wajahku untuk menatap wajah bu damayanti..

“cinta untuk siapa bu..?” tanyaku pelan..

“cinta pertamamu..” ucap bu damayanti singkat padat dan langsung mengena dihatiku..

Assssu’ig.. cinta pertama..? maksudnya siapa..? merry..? gilaa.. ini malah jauh lagi dari bayanganku.. lagian kan dia sudah memiliki kekasih.. kenapa bu damayanti berbicara seperti ini sih..? dia mau menambah beban pikiran dikepalaku gitu..? assuuu.. bisa pecah kepalaku lama – lama kalau seperti ini..

“ga usah bicarakan masalah itu lagi bu.. dia sudah memiliki kekasih..” ucapku lalu aku mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya..

“kamu yakin merry sudah punya kekasih..?” tanya bu damayanti kepadaku..

Cuukkk.. kenapasih bu damayanti ini..? dia ga lihat apa kalau selama ini merry sudah dekat dengan seorang laki – laki..? gilaaa.. gilaa…

“sudahlah bu.. saya mau balik kepulau seberang.. saya masih banyak kerjaan..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“tuntaskan dulu masalah cintamu, setelah itu silahkan kamu balik kepulau seberang..” ucap budamayanti dengan dinginnya..

Cuukkk.. maksa banget sih..? terus apa yang mau diselesaikan..? merry sudah punya kekasih dan sudah memiliki jalan sendiri.. kami pun sudah tidak punya hubungan apa – apa lagi.. bangsaattt..

Aku sudah muak dengan semua ini cuukkk.. seharian aku dipermainkan perasaanku.. dan sekarang, lagi – lagi aku harus bermain dengan perasaann.. kan assuu kalau gitu..

“apa yang mesti dituntaskan bu..? semua sudah jelas.. hari ini aku ditinggal cintaku untuk menikah dengan orang lain, dan sekarang ibu mengingatkan aku kepada cinta pertamaku yang sudah lama aku pendam dan dia sudah bersama pria lain.. ibu sengaja mau membuat aku jadi gila kah..?” ucapku sambil menatap ke arah bu damayanti..

“san.. kamu berbeda dengan ayahmu dalam menyelesaikan permasalahan cinta.. ayahmu sangat memegang teguh tradisi leluhur.. sedangkan kamu tidak, wawangku meninggalkan aku dan kembali kepada cinta pertamanya, anjani..”

“aku tau wawangku saat itu berat memilih antara aku dan anjani.. dan aku sangat marah sekali ketika ayahmu memilih anjani dari pada aku.. dan karena melihat kemarahan ku dan kesedihanku hari itu, wawangku sampai berjanji tidak akan kepulau ini lagi, terkecuali ada hal yang mendesak tentang keluarganya..” ucap bu damayanti sambil mata nya berkaca – kaca..

Cuukkkk.. maksudnya bu damayanti ini apasih..? kenapa sampai cerita tentang kegagalan hubungannya dengan ayahku..?

Assuuu.. entar dulu.. bu damayanti bilang ayahku berpegang teguh dengan tradisi leluhur..? jadi hubungan bu damyanti dengan ayahku tidak bisa berlanjut karena..?

“ibu damayanti dan ayah tidak bisa melanjutkan hubungan kejenjang selanjutnya, karena…” ucapku terpotong..

“ya.. hitungan tangggal lahir kami tidak cocok, sama seperti kamu dan ayu.. tapi bedanya, kamu tetap mempertahankan kelanjutan hubunganmu, sampai kamu melamar ayu dan mengacuhkan cinta pertamamu merry..” ucap bu damayanti dengan mata yang berkaca – kaca..

“dulunya aku juga sama seperti kamu yang tidak percaya dengan hitungan peninggalan leluhur itu san.. makanya aku sangat marah sekali dengan keputusan ayahmu hari itu.. tapi maaf.. bukannya aku mau mengungkit tentang kematian wawangku.. aku baru sadar semua itu, setelah apa yang menimpamu selama ini.. peracaya atau tidak percaya… tapi itulah yang terjadi..” ucap bu damayanti dengan air mata yang mengalir dipipinya..

“sekarang aku mohon san.. selesaikan semua masalah cintamu sampai tuntas dengan merry, sebelum kamu menyesal..” ucap budamayanti dengan deraian air matanya..

“bu.. merry sudah punya kekasih.. kalau pun merry tidak punya kekasih, aku juga tidak mungkin mendatangi dia.. aku tidak mau dia beranggapan bahwa dia itu sebagai pelarian karena sakit hatiku oleh pernikahan ayu hari ini.. tidak mungkin aku melakukan itu bu.. tidak..” ucapku lalu menunduk..

“baiklah.. ibu tidak akan memaksamu.. tapi ibu harap kamu tidak akan menyesal nantinya.. karena selama ini, kamu tidak pernah tau alasan merry tidak datang dihari itu ditaman bunga selecta..” ucap bu damayanti lalu berjalan melewati aku dan aku langsung mengangkat wajahku dengan terkejutnya..

Cuukkk.. ada apa ini..? memang aku tidak pernah tau alasan merry tidak datang di hari itu, dan aku memang tidak mau tau.. aku sudah terlanjur marah dan kecewa, tapi kenapa bu damayanti justru mengingatkan aku masalah itu lagi..? bangsattt.. apa ada sesuatu yang musibah yang besar..? dan aku langsung mengerutkan kedua alisku..

“bu.. ada apa sebenarnya..? apa ibu tau alasannya..?” ucapku kepada bu damayanti yang sudah berjalan tidak jauh dari aku.. bu damayanti langsung berhenti dan berbalik ke arahku..

“aku tidak berhak memberitahunya kepada mu san.. karena aku sudah berjanji dengan merry untuk tidak mengungkapkannya kepadamu, tapi kalau kamu mau bertanya langsung dengan merry, dia ada dirumahku di ibukota propinsi ini..” ucap bu damayanti lalu berbalik dan berjalan lagi..

Asssuu.. kok seperti ini sih jadinya.. kenapa perasaanku hari ini terus – menerus dipermainkan oleh semesta..? setelah aku ditinggal menikah oleh ayu, sekarang aku malah harus menyelesaikan masalahku dengan merry.. bangsaattt..

“baiklah bu.. aku kan menyelesaikannya hari ini..” ucapku kepada bu damayanti yang sudah berjalan agak jauh dari aku dan bu damayanti langsung memperlambat jalannya.. setelah aku menyusulnya, kami berdua langsung berjalan kearah parkiran mobil..

Dan dihari yang sudah sore menjelang malam ini.. aku menuju rumah bu damayanti..

“san.. aku ga ngomong sama merry kalau aku menjemputmu dan membawamu kerumahku.. jadi nanti setelah sampai dirumahku, aku akan langsung pergi.. silahkan selesaikan semua masalahmu dengan merry dirumahku, dan pakai kepala dingin dalam menyelesaikannya..” ucap bu damayanti dengan dinginnya..

Cuukkk.. sepertinya ini masalah serius banget.. apa ada hubungannya dengan kematian kedua orang tua merry, jadi merry tidak datang ke taman bunga selecta waktu itu..? apa mereka kecelakaan sebelum sampai ke taman bunga..? dan tinggal merry saja yang selamat..? cuukkk.. jangan.. jangan sampai apa yang ada dipikiranku ini menjadi kenyataan.. bisa gila aku nanti.. bangsaattt.. kenapa aku baru menyadari sekarang ini sih..? asssuuu.. assuuu..

“iya bu..” ucapku pelan..

Dan setelah beberapa saat, kami pun sampai diperumahan elit di tengah ibu kota propinsi.. dan setelah masuk ke area perumahan itu, bu damayanti menghentikan mobilnya disalah satu rumah mewah..

“ingat san.. pakai kepala dingin..” ucap bu damayanti sambil melirikku.. dan aku hanya menganggukan kepalaku lalu membuka pintu mobil bu damayanti..

Dan setelah aku menutup pintu mobilnya, bu damayanti langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan aku..

Cuuukkk.. sepertinya bu damayanti merencanakan semua ini.. buktinya dia membawa merry ke ibukota propinsi dari kota pendidikan, lalu menjemputku dibandara dan membawaku kerumah ini untuk menemui merry.. gilaaaa..

Hari ini aku penuh dengan kejutan cuukkk.. kejutan yang menyayat hati tentunya.. semoga dengan merry tidak ada lagi kabar yang menyayat hati.. assuuu..

Cuukkk.. kenapa jantungku bisa berdebar seperti ini sih..? padahal sebelumnya, aku tidak pernah seperti ini bila ingin bertemu dengan merry..

Hiuuuuttfffff.. huuuuu.. aku menarik nafasku pelan lalu mengeluarkannya perlahan..

Aku lalu berjalan kearah pintu rumah bu damayanti.. dan setelah berdiri didepan rumahnya, aku lalu memencet bel yang ada disamping pintu..

TENG.. TONG.. TENG.. TONG..

Dan ga berapa lama, seseorang membuka pintu rumah ini..

“wawang..” ucap merry dihadapanku dengan wajah yang sangat terkejut ketika melihat aku yang datang..

Emery Naila Unna​

Dan aku diam terpaku ketika mendengar merry memanggilku dengan sebutan wawang.. assuuu.. dia masih mencintai aku cuukkk.. dia mencintai aku.. buktinya dia masih memanggilku dengan sebutan wawang..

Dan aku terus memandangi wanita cantik yang berdiri dihadapanku ini dan dia juga menatapku dengan pandangan yang heran..

“kenapa wajahmu terlihat sedih wang..? kamu kenapa..?” ucap merry sambil terus menatapku.. aku hanya diam sambil terus menatap wajah merry..

“wang.. kenapa kamu diam..?” ucap merry lalu mengangkat tangan kanannya dan membelai pipiku dengan tangan yang bergetar..

Dan setelah beberapa saat kemudian, tiba – tiba merry langsung menurunkan tangannya yang membelai pipiku.. dan merry pun langsung menunduk..

“ma.. ma.. maaf san..” ucap merry terbata

Dan tanpa banyak kata.. tanganku yang kurang ajar ini, langsung memeluk tubuh merry dengan sangat erat..

Cuukk.. aku kangen pelukan ini cuukkk.. setelah semua masalah yang menimpaku, aku sangat membutuh pelukan dari wanita ini.. bangsaattt..

Bukan karena sebagai pelarianku dari pernikahan ayu loh ya.. bukan seperti itu.. tapi aku memang memang membutuhkan pelukan ini, karena hanya pelukan merry yang bisa membuatku nyaman dan tenang..

“ka.. ka.. kamu kenapa san..?” tanya merry terbata dan kedua tangannya perlahan naik kepunggungku dan membalas pelukanku..

Lagi – lagi aku tidak menjawab pertanyaan merry.. aku hanya terus memeluknya dengan erat.. dan karena aku tidak menjawab pertanyaan merry tadi, akhirnya merry pun diam sambil tetap membalas pelukanku..

Dan setelah cukup lama kami berpelukan,…

“san.. kita masuk kedalam dulu yo..” ucap merry tanpa melepaskan pelukannya kepadaku..

“ngga mer.. aku mau menikmati ketenangan ini dulu..” ucapku sambil terus memeluk merry..

“san.. ada apa denganmu..? apa kamu masih bersedih dengan kematian ayah irawan..? kamu begitu kusut sekali hari ini san..?” ucap merry sambil mengelus pelan punggungku..

Cuukkk.. apa merry ga tau kalau ayu menikah hari ini..? apa tidak ada satupun orang yang memberitahunya..? atau sengaja merry dibawa kesini, supaya tidak tau informasi tentang pernikahan ayu..? tapi untuk apa..? kan yang menikah ayu dengan orang lain, bukannya dengan aku.. buat apa disembunyikan dari merry..?

cuukkk.. ini pasti scenario bu damayanti, dia tau kalau aku pasti akan bersedih dengan pernikahan ayu dan dia menyiapkan semua ini.. guueenndeng..

“san..” ucap merry pelan..

“ya.. mer..” ucapku sambil terus menikmati pelukan ini..

“apa kamu sudah puas..?” ucap merry..

Cuukkk.. iya.. ya.. kenapa aku meluk dia lama sekali..? kan dia bukan kekasihku dan dia sudah memiliki pasangan.. bajingaannn.. dan aku langsung melepaskan pelukanku kepada merry..

“maaf mer.. maaf kalau aku lancang meluk kamu..” ucapku sambil menatap matanya..

“bukan itu maksud pertanyaanku san..” ucap merry lalu berbalik dan masuk kedalam rumah bu damayanti..

Cuukkk.. terus maksudnya apa..? kenapa sih merry senang sekali dengan pertanyaan yang menggantung seperti ini..?

“mer..” panggilku..

“masuk dan tutup pintunya.. kita bicara dihalaman belakang rumah..” ucap merry berbalik sebentar ke arahku lalu berjalan lagi kedalam..

Aku pun langsung masuk dan menutup pintu rumah bu damayanti dan menyusul ke arah merry.. aku berjalan memasuki rumah yang sangat besar ini, lalu aku terus berjalan menuju halaman belakang yang dimaksud merry tadi..

Dan ketika aku sudah sampai diteras belakang rumah ini.. tampak merry duduk di gazebo halaman belakang.. aku lalu mendekati mery dan duduk disebelahnya.. merry lalu menyerahkan sebuah teh kotak dingin yang sudah terpasang sedotannya kepadaku..

“terimakasih..” ucapku sambil menerima pemberian merry ini dan aku langsung meminum teh kotak ini perlahan.. aku ingin menikmati sensasinya, ketika cairan ini masuk kedalam tenggorokan dan menyebar keseluruh tubuhku… tapi ternyata, hari ini aku tidak merasakan sensasi itu sama sekali.. teh kotak ini terasa seperti minuman biasa ketika sudah masuk ditenggorokanku.. bahkan ketika habis pun, aku tidak merasakan kesegaran diotakku seperti biasa.. assuuu..

Aku lalu meletakkan teh kotak yang sudah habis isinya ini disebelahku, kemudian aku pun langsung mengeluarkan rokokku dari kantong belakang, aku mengambil sebatang lalu aku letakkan dibibirku.. dan ketika aku akan membakarnya..

“kurangi rokokmu san..” ucap merry dengan dinginnya.. assuui’g.. dikurangi..? dihisap aja belum, apa yang mau dikurangi..? cuukkk.. dan aku menyimpan kembali rokokku yang ada dibibirku ini dibungkusnya.. lalu aku mengantongi bungkusan rokok itu kekantongku..

Dan posisi kami berdua saat ini, duduk bersebelahan dibalai gazebo dengan kaki menjuntai ketanah.. dan kami sama – sama menatap lurus kedepan, kearah taman bunga yang indah dihadapan kami..

“jadi gimana pertanyaanku tadi san..?” tanya merry kepadaku tanpa melihat kearahku..

“pertanyaan yang mana mer..? aku itu bingung kalau kamu sudah mulai bertanya.. pertanyaanmu itu selalu menggantung.. dan seharusnya sekarang aku yang bertanya, bukan kamu..” ucapku yang juga tidak melihat kearah merry..

“kamu jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan menjawab apapun pertanyaanmu..” ucap merry sambil melirik kearahku..

Tuh kan.. pasti merry seperti ini, aku disuruh jawab pertanyaannya dulu.. pertanyaan yang mana..? apa yang tadi itu.. ‘apa kamu sudah puas..?’ puas apasih maksudnya..?

“kamu tadi tanya apasih mer..? aku ga ngerti maksudmu..” ucapku pelan..

“ya sudahlah ga usah dibahas..” ucap merry lalu berdiri.. cuukkk.. mulai ngambek dia.. bajingaannn… dan ketika merry akan meninggalkan aku, aku langsung memegang tangan kanan merry..

Assuu’ig.. ini nih yang bikin aku malas kalau ngobrol sama merry, kalau kita ga cepat tanggap dengan maksudnya.. dia pasti akan langsung pergi dan membiarkan semuanya tetap menjadi mistery.. assuu.. assuu..

“mau kemana mer..? ayolah mer.. aku hari ini caaaapek banget.. terlalu berat beban yang ada dikepalaku ini mer.. berat banget.. bukannya aku mau mengeluh sama kamu, bukan.. tapi aku mohon sama kamu.. kalau kamu ga mau bantu aku mengurangi beban yang ada dikepalaku ini, setidaknya jangan kamu tambahkan dengan sikapmu yang seperti ini.. aku lelah mer.. aku lelah pake banget..” ucapku dengan wajah sayu sambil memegang tangan merry..

“yang mau pergi siapa..? terus yang mau nambahin beban dipikiranmu siapa juga san..? aku itu mau masuk, mau ambil air minum.. aku haus tau..” ucap merry dengan cueknya..

Assuu’ig.. bajingaaannn.. ga ada menang – menangnya kalau bicara sama merry ini.. pasti kita salah dan kalah.. jiampputtt..

Padahal kelihatan loh dari wajahnya, kalau dia itu agak jengkel karena aku bingung dengan pertanyaan nya tadi.. tapi dia pintar betul cari alasan.. assuuu.. assuuu..

Aku lalu menarik pelan tangannya sampai dia berdiri dihadapanku yang duduk dibalai gazebo, karena balai gazebo ini agak tinggi.. jadi posisi kami sekarang kurang lebih sama tingginya..

“oke kalau kamu ga mau melanjutkan tentang pembahasan pertanyaanmu yang tadi mer.. sekarang giliran aku bertanya.. tapi aku tegaskan dulu sama kamu ya.. aku datang kesini bukan untuk menjadikan kamu, sebagai pelarian dari segala permasalahanku.. aku hanya ingin bertanya satu hal kepadamu, dan aku mohon jawab pertanyaanku ini dengan sejujur – jujurnya..” ucapku dengan tatapan yang sangat lembut kepada merry sambil tetap memegang tangannya..

“apa yang mau kamu tanyakan..? apa itu sangat penting sekali..?” ucap merry sambil menatapku dengan tatapan yang penuh tanda tanya.. dia menjawabnya tanpa menolak pegangan tanganku..

“penting.. dan maaf kalau pertanyaan ini, baru aku tanyakan setelah sekian lama kita bertemu..” ucapku dan kali ini wajahku serius sekali..

“seserius apa sih san..? kok sampai wajahmu seperti ini..?” ucap merry sambil tersenyum dan tangan kanan yang kupegang lalu tangan kirinya mendorong pelan pipiku..

“mungkin bagimu ga terlalu serius mer.. tapi bagiku, ini yang mengubah segalanya jalan hidupku waktu itu..” ucapku dan wajah merry langsung berubah seketika..

“ini tentang janji yang tidak ditepati.. dan sekali lagi, aku mohon maaf karena aku baru bertanya tentang hal itu sekarang ini.. dan aku janji.. setelah kamu menjawabnya, aku akan pergi dan aku akan menyimpan semua kenangan kita waktu itu..” ucapku..

Dan tiba – tiba mata merry berkaca – kaca, dia sepertinya paham dengan apa yang aku tanyakan..

“kenapa kamu tidak datang dihari itu mer..? kenapa..?” ucapku menegaskan pertanyaanku kepada merry..

Dan merry langsung menundukkan kepalanya.. lalu perlahan isakan tangisnya terdengar lirih ditelingaku..

“apasih yang membuat kamu tidak datang hari itu mer..? ayolah.. apapun itu akan aku dengarkan dan aku terima semua penjelasanmu kepadaku.. tapi aku mohon jujurlah..” ucapku menguatkan merry yang sedang menangis ini..

“baiklah aku akan cerita san.. hiks.. hikss.. pada malam hari sebelum kami semua berangkat ketaman bunga itu.. hikss.. hikss.. papah dan mamahku dibunuh oleh perampok dirumah kami.. dan se.. se.. sebelum dibunuh, mamahku diperkosa dan papahku disiksa san.. hiksss.. hikss…” ucap merry dengan sangat sedihnya.. dan itu langsung membuatku terkejut setengah mati.. emosiku langsung naik dan itu juga membuat darahku mendidih seketika..

Bangsaaaatttt.. anjingggg.. biadaabbbb.. kenapa merry baru cerita masalah ini ke aku..? dia menyimpan kesedihan yang sangat luar biasa ini sendiri.. sedangkan aku malah selalu menyalahkan dia karena ketidak hadirannya dihari itu.. bajingaaannn..

Tanganku pun terlepas dari pegangan tangan merry.. dan kedua tanganku langsung terkepal dengan kuatnya.. tubuh ku bergetar, darahku mendidih, emosiku menggila.. jiannncoookkkk..

Bodohnya aku tidak mau bertanya dari dulu kepada merry tentang kejadian ini, bangsaaattt.. dan aku malah terus mengecewakan bahkan menyakiti perasaan merry dengan wanita – wanitaku.. asssssuuu..

Dia sudah tersakiti oleh kejadian yang menimpa keluarganya dan aku malah menambah kesedihannya.. bangsatt.. bangsattt..

Apa aku bisa dimaafkan karena kebodohanku ini.. asuuuu..

Tapi kenapa juga merry menyembunyikan ini semua dari aku, kenapa..? kenapa dia membiarkan aku terus tersesat dengan pikiranku yang salah tentang dia..? kenapa dia tidak mau bicara dari dulu..

“ke.. ke.. kenapa kamu tidak cerita dari dulu mer..?” ucapku dengan bibir yang bergetar dan emosi yang menggila..

“kenapa kamu membiarkan aku berpikiran buruk tentang kamu mer..? kenapa..?”

“apa kamu sengaja biar aku membencimu..?”

“apa kamu sengaja mempermainkan perasaanku ini mer..?”

“katanya kamu cinta, katanya kamu sayang.. tapi kenapa kamu membiarkan aku terjerumus dengan semua ini mer..? kenapa…?” ucapku dengan emosinya dan merry terus saja menunduk sambil menangis.. dan emosiku bertambah gila saja..

“EMERY NAILA UNNA.. JAWAB PERTANYAANNKU..!!!” ucapku dengan emosinya lalu aku menegakkan tubuhku dan aku berdiri dihadapannya..

Aku benar – benar emosi.. mataku memerah dan menghitam.. entah emosiku kali ini untuk siapa..? untuk diriku sendiri..? untuk merry..? atau untuk semesta yang senang sekali mempermainkan perasaanku..? yang jelas.. ini adalah titik emosi tertinggi didalam hidupku..

Ini bukan hanya tentang janji yang tidak ditepati, tapi ini juga tentang jalan hidupku yang berliku – liku setelah hari itu.. dan seandainya, semenjak pertama kali merry bertemu dengan aku dan dia menjelaskan semuanya.. kejadian – kejadian ini tidak mungkin akan terjadi dalam kehidupanku..

Tapi ini juga mungkin bukan sepenuhnya kesalahan merry.. mungkin dia belum siap untuk menceritakan semua kepadaku.. anjiiinggg.. ini yang membuat emosikku menggila.. dan entah untuk siapa emosi ini bergelora.. yang jelas emosiku kali ini tidak terarah dan sangat memuncak.. bajingaaannnn..

“JAWAB MER.. JANGAN DIAM..” ucapku dengan emosinya sambil menatapnya yang terus menunduk dan menangis.. lalu..

Tangisan merrypun tiba – tiba mereda tapi dia tetap menunduk..

“mer.. kenapa kamu diam.. kenapa..?” ucapku dan kali ini aku mengatakan sambil mengeratkan gigiku..

Merry lalu mengangkat wajahnya perlahan.. dan merry langsung menatap kearah dalam mataku.. tatapannya sangat sejuk sekali ketika menatapku.. dan merry terus menatap kedalam bola mataku yang memerah dan menghitam ini.. lalu perlahan mata merry berubah agak kehijau – hijauan.. lalu terus berubah sampai menjadi bener – benar hijau..

Cuuukkkk.. merry memiliki mata hijau..? ini seperti mata gadis ketika malam itu.. assuuu.. dari garis keturunan siapa dia mendapatkan mata hijau ini..? siapa diantara kedua orang tuanya yang masih ada darah dari desa jati bening.. gila.. dan itu yang menjadi jawaban selama ini.. kenapa ketika aku memeluk merry, aku selalu mendapatkan ketenangan dan kedamaian.. bajingaaann..

Dan tatapan merry itu pun langsung meredakan emosiku seketika.. cuukkk.. lalu merry pun langsung memeluk tubuhku.. bajingaannn.. tatapannya saja langsung meredakan emosiku, dan sekarang malah ditambah dengan pelukannya.. assssuuu.. dan emosiku bener – benar langsung hilang dari kepalaku..

“maafkan merry san.. maafkan.. merry takut kalau sampai merry menceritakan semua ini kepada kamu, pada saat pertama kali kita bertemu dipondok merah.. kamu pasti akan bersedih dan akan menyalahkan dirimu sendiri..” ucap merry dengan lembutnya dipelukanku..

“darahmu panas san.. panas sekali.. kamu sangat mudah tersulut emosi, kamu tidak segan untuk menghajar orang yang melakukan kesalahan dan kamu juga tidak malu untuk menyalahkan dirimu sendiri, ketika kamu salah.. itu yang membuatku menahan semua ini sampai waktunya tiba..” ucap merry lagi..

“iya.. dan kamu membiarkan aku larut dan terjerumus dengan ini semua mer..” ucapku dengan pelan..

“kamu tau kan kalau aku itu sayang sama kamu dan kamu itu cinta pertamaku.. dan semua sifat liarku ini, jujur.. berawal dari kekecewaanku kepadamu waktu itu, sampai aku frustasi dan menggila sampai saat ini mer..” ucapku lagi..

Lalu merry mengangkat wajahnya dan menatapku dengan tetap memelukku..

“aku tau san.. aku tau itu.. makanya tadi aku bertanya.. sudah puaskah kamu..? kalau kamu sudah puas dengan semua sifat liar mu.. aku akan menceritakan ini tanpa perlu kamu memintanya san..” ucap merry pelan..

“tapi semua sudah terlambat mer.. percuma aku tau tentang semua pada saat ini.. hidupku sudah terlalu hancur mer.. aku sudah terjerumus dengan beberapa wanita, sampai akhirnya aku memilih ayu sebagai pendampingku dan bertunangan dengannya.. tapi, hari ini dia telah menikah dengan orang lain.. aku hancur mer.. aku hancur..” ucapku dengan bibir yang bergetar…

“ayu menikah hari ini..?” ucap merry dengan terkejutnya dan bola matanya perlahan kembali menjadi normal hitam dan putih..

“iya.. dan yang menambah hancurnya aku hari ini adalah kamu.. aku baru tau alasanmu tidak datang dihari itu, dan sekarang aku tidak bisa berbuat apa – apa karena kamu sudah memiliki kekasih.. selain itu juga aku tidak mau, kamu menganggap dirimu sebagai tempat pelarian kesedihanku ini mer.. ” ucapku dan aku memundurkan tubuhku sedikit sampai pelukan merry terlepas..

“maaf kan aku san.. maafkan aku..” ucap merry dengan tatapannya yang sayu..

“ga ada yang perlu dimaafkan mer.. semua telah terjadi.. dan sekarang aku akan pamit sama kamu, karena aku tadi sudah berjanji.. setelah tau semuanya, aku akan pergi.. terimakasih untuk kejujuranmu ini mer..” ucapku lalu menunduk sejenak lalu menatap merry lagi..

“aku pamit mer..” ucapku sambil tersenyum dengan kupaksakan..

Merry hanya diam sambil terus menatapku.. lalu akupun berjalan melewati merry..

Cuukkk.. ini perpisahan dengan wanita yang paling menyakitkan dalam hidupku cuukk.. belum pernah aku seberat ini ketika berpisah dengan seorang wanita, walau dengan ayu sekalipun.. memang aku bersedih dengan pernikahan ayu, tapi entah kenapa.. setelah aku tau kebenaran tentang semua yang menimpa merry di hari itu, aku merasakan penyesalan yang begitu mendalam.. jiancuukkk..

Aku pun terus berjalan meninggalkan rumah bu damayanti dengan penyesalan yang sangat luar biasa.. lalu..

KRING.. KRING.. KRING..

Hpku berbunyi dan itu no yang tidak aku kenal..

Aku lalu mengangkat Hpku sambil terus berjalan..

“halo..” ucapku..

“halo san.. gimana dua sahabatmu..? apa mereka baik – baik saja..?” cuukkk ini kan suaranya pak adi.. dan maksud pak adi apa ya..? kedua sahabatku siapa yang dimaksud pak adi..? ada kejadian apa dipulau seberang..?

“ini pak adi ya..?”

“iya.. ini aku adi.. jadi gimana mereka berdua..? apa mereka selamat dari penyerangan anak buah pak gunawan dan haji mamat..?”

Cukkk.. haji mamat dan gunawan menyerang..? menyerang kemana..? bajingaannn..

“pak mohon maaf, saya ada dipulau ini.. saya belum mendapatkan kabar tentang kejadian dipulau seberang.. mohon bapak bercerita sejelas – jelasnya..”

“loh.. aku kira kamu disini san.. makanya kok bisa kantormu diserang dan tidak ada perlawanan berarti, rupanya kamu dipulau sana..”

“bajingaannn.. mereka berani menyerang kantorku..? assuuu..”

“iya san.. sila dan kaco jadi korbannya..”

“bangsaattt.. oke pak.. saya balik sekarang kesana.. semoga masih ada penerbangan malam ini kepulau seberang..” ucapku dengan emosi yang kembali naik..

“iya hati – hati san.. saya juga sudah mendapatkan kunci untuk menyingkirkan tikus – tikus penguasa dikota ini.. kita bergerak bersama ya.. kamu selesaikan mereka dari luar dan aku menyingkirkan yang ada didalam..” ucap pak adi yang juga menahan emosinya..

“iya pak..” ucapku singkat.. lalu aku menutup Hpku..

Assuuu.. kantorku diserang dan teman – teman tidak ada yang kabarin aku..? bajingaannn.. pasti mereka tidak ingin menambah beban dipikiranku, setelah mereka tau tujuanku kepulau ini pagi tadi.. gilaaa..

Cuukkk.. mereka tidak mengabari aku tentang kejadian ini..? baiklah.. aku juga tidak akan mengabari kedatanganku malam ini ke mereka.. aku akan datang dan aku akan langsung mencari dua bajingan itu beserta anggota kelompoknya..

Haji mamat dan pak gunawan harus membayar tunai ini semua.. aku akan membantai kelompok mereka malam ini juga.. asssuuu..

Dan aku langsung menuju bandara memakai taksi.. dan setelah sampai dibandara.. aku mendapatkan pesawat penerbangan terakhir malam ini.. untung aku tidak telat datangnya kebandara ini tadi..

Dan ketika aku sudah didalam pesawat dan ketika aku akan mematikan Hpku.. sebuah sms masuk ke Hpku..

*wanita misterius
Sekali lagi aku tegaskan.. aku tidak pernah mengkhawatirkan cintaku terbalas atau tidak.. dan aku juga tidak perlu ijinmu untuk cintaku ini, walau sampai akhir nafasku nanti.. aku akan selalu menantikan wawangku disini.. memey..

Cuukkk.. maksudnya apa ini..? merry menungguku..? terus gimana dengan kekasihnya..? apa dia mau memutukan kekasihnya itu..? atau jangan – jangan, laki – laki itu bukan kekasihnya..? cuukkk.. kenapa sih merry elalu seperti ini kepadaku..? kenapa tadi ga cerita sekalian..? bajingaaannn..

Dan ketika aku akan membalas sms dari merry..

“mohon maaf pak.. Hpnya bisa dimatikan..” ucap seorang pramugari menegurku dengan sopannya..

“oh iya mba..” ucapku dan aku langsung mematikan Hpku..

Baiklah mer.. aku akan menyelesaikan bajingan – bajingan itu dulu dipulau seberang.. setelah itu aku akan kembali kesini dan menagih cintamu kepadaku.. aku akan datang mey.. aku akan datang.. bajingaaannnnn..

Semoga kamu tetap memegang janjimu itu untuk aku mey.. jaga hatimu untuk aku yang selalu mengecewakanmu ini.. tapi aku janji, ini adalah cintaku yang terakhir dan hanya untuk kamu.. cinta pertamaku.. memey..

#cuukkk.. semesta memang benar – benar memainkan perasaanku hari ini.. bangsaatttt..