. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 77 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 77

0
330

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 77

SATU JIWA

Halo je.. salam satu jiwa.. sekarang waktunya aku bercerita tentang kisah generasiku di pondok merah ya.. janciiik.. aku bukan seorang yang pintar merangkai kata berjuta makna.. aku hanya seorang tukang parkir yang menyambi sebagai mahasiswa hehehe.. kok bisa begitu..? ya.. kehidupan yang keras dikota ini, memaksaku untuk menggunakan otot dan otakku supaya aku bisa membiayai kuliahku sendiri..

Aku bukan type anak manja yang hanya menadahkan kedua tanganku untuk bisa berkuliah.. aku memang punya keinginan yang kuat untuk kuliah.. tapi aku tidak mau menyusahkan kedua orang tuaku.. aku ingin meraih selembar kertas ijazah S1 dengan keringat dan darahku sendiri.. sebenarnya orang tuaku masih mampu untuk membiayai aku, tapi.. sekali lagi aku tidak mau.. orang tuaku sudah banyak menanggung biaya untukku dan ketiga adekku.. dan aku bertekad.. setelah lulus dari STM.. aku akan mencari duit sendiri.. dan kalau perlu aku akan membantu kedua orang tuaku untuk membiayai sekolah adek – adekku..

Aku sudah belajar menjadi tukang parkir sejak SMP.. pertama kali aku mermarkir.. aku ikut cak hiukali.. aneh ya namanya.. tapi memang seperti itu.. wajahnya yang sangar dan kalau mengamuk memang seperti predator penguasa laut, ikan hiu.. tapi berhubung daerah kota ini tidak ada lautnya dan yang ada hanya kali.. orang – orang menjulukinya hiukali brantas..

Aku banyak belajar tentang kerasnya hidup dijalanan dengan cak hiukali.. berkelahi, mabuk dan nyimeng.. bahkan memisuh yang baik dan benarpun, aku diajarkan oleh cak hiukali.. jiancookk.. hahahahahaha..

Tapi walaupun seperti itu cak hiukali selalu mendorongku, supaya aku melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah nanti… dan dia selalu berkata padaku.. kejarlah ilmu sampai kampus teknik kita.. kamu akan tau nikmatnya mencari ilmu, sambil menyalurkan hobimu..

Cuukkk maksudnya apa ya cak hiukali ini..? memang kampus teknik kita ini sangat terkenal dikota ini.. mulai dari lulusannya yang banyak dicari perusahaan dikota ini dan diluar kota ini.. sampai bajingan – bajingannya juga terkenal dikota ini.. apa maksud cak hikulai ini aku disuruh kuliah nyambi jadi bajingan gitu..? emang bajingan merupakan suatu hobi..? gateelll’a.. assuu’ig..

Dan tibalah aku pada saat selesai kelulusan STM.. dengan berbekal selembar ijazah STM dan semangat dari cak hiukali, aku pun mendaftarkan diri untuk kuliah dikampus teknik kita jurusan teknik industry.. dan temanku pertamakali yang aku kenal dikampus ini adalah rendi van gerrit.. seorang anak bule yang gila.. assuu.. gayanya yang santai tapi tatapannya yang tajam membuat aku yakin, rendi bule ini akan menjadi salah satu bajingan yang disegani dikampus ini..

Dan setelah mendaftar dan ikut tes masuk dikampus teknik cinta ini, akhirnya aku diterima di jurusan teknik industry bareng dengan rendi bule..

Orang yang pertama aku beritahu tentang diterimanya aku dikampus teknik kita, tentu saja cak hiukali.. tapi ntah aku harus senang atau sedih.. dihari aku diterima di kampus teknik kita, cak hiukali juga menyerahkan semua lahan parkiran yang dia kuasainya kepadaku.. jiancookkk.. dia merasa kalau masanya sudah selesai.. dia ingin hidup dengan tenang didaerah selatan kota ini bersama keluarga kecilnya..

Dan dengan berbagai macam wejangan (kata – kata nasehat) kepadaku.. cak hiukali memantapkan niatnya untuk keluar dari hingar – bingar kehidupan bajingan dikota ini.. assuuu.. dan banyak sekali pertentangan terjadi ketika aku pertama kali memegang parkiran yang diwariskan cak hikulai.. ini semua sudah diperingatkan oleh cak hikulai kepadaku.. dan dia yakin aku akan bisa mengatasi semua ini dan akan membuat semakin luas area kekuasaan dari yang sebelumnya dikuasai cak hiukali.. bajingaann.. seorang anak bau kencur yang baru lulus dari STM, sudah mendapatkan tanggung jawab yang sebesar ini.. jiancookk..

Dan disinilah petualanganku sesungguhnya yang aku hadapi.. aku harus mempersiapkan ospek kampus yang sangat keras dikampus teknik kita.. dan dilain pihak aku juga menghadapi orang – orang yang merongrong area parkiran yang sekarang menjadi tanggung jawabku.. guaateelll..

Hari pertama ospek, aku disiksa, dihajar, dinjak dan dibanting oleh mas adam.. assuu.. mas adam adalah seorang panitia kemanan yang sangat kejam, dan entah kenapa dia selalu mengincarku dan selau mencari kesalahanku.. bajingan… sedangkan rendi babak belur dihajar oleh mas pandu.. bangsatt.. ini mau kuliah atau mau jadi preman sih.. assuu’ig..

Setelah seharian aku dan bule dihajar oleh senior kami diacara ospek.. malamnya aku, bule dan sebagian tukang parkir yang loyal kepadaku.. membabat habis tukang parkir yang coba merebut area kekuasan yang tinggalkan oleh cak hiukali.. assuu.. malam itu kami menggila, kami menumpahkan semua kekesalan kami waktu acara ospek.. seharian kami diperlakukan layaknya binatang, malamnya kami yang memperlakukan musuh kami seperti itu..

Hari kedua ospek.. aku dan rendi berkenalan dengan bung toni dan wawan.. bung toni dari pulau paling timur negeri ini.. sedangkan wawan berasal dari ibukota negara.. jadilah kami empat sekawan sampai hari ini..

Selama seminggu penuh kami dihajar dan dibantai oleh panitia keamanan.. kalau aku lihat bule sebenarnya ingin melawan.. tapi emosinya selau ditahannya.. karena dia hanya menunggu satu kesempatan.. yaitu berduel dengan mas pandu.. assuu.. bule iki gendeng ancene kok.. ( bule ini gila memang kok).. mas pandu itu salah satu dedengkot kampus teknik kita dan sangat disegani dikampus ini bahkan dikota ini.. dan rendi ingin berduel dengannya.. asuuu.. asuuu..

Dan keinginan itu terwujud setelah beberapa bulan kami kuliah dikampus teknik kita.. mas pandu mengundang bule sendirian untuk datang dipondok merah.. jiancookk.. diundang dipondok merah..? assuu.. pondok merah itu kos yang sangat ditakuti dikota ini dan rendi diundang sendirian untuk datang.. dan gilanya rendi menerima undangan itu.. bajingann.. aku, bung toni dan wawan sudah mencegah rendi bule untuk datang sendirian.. kalaupun dia nekat mau datang, dia harus bersama kami.. tapi dasarnya bule itu gendeng.. dia melarang kami bertiga ikut.. dia tetap nekat untuk datang kepondok merah sendirian.. bangsaattt..

Dan hasil dari kenekatan rendi bule, dia harus dirawat seminggu dirumah sakit.. aku, bung toni dan wawan yang tidak terima dengan kejadian yang menimpa rendi, akhirnya dengan kebulatan tekad.. kami bertiga datang sebagai tamu tak diundang dikos yang terkenal angker itu.. assuuu.. kami bertiga harus berhadapan dengan mas adam, daeng betta dan bli oka.. aku memilih lawan duel mas adam.. aku memang menaruh dendam kepadanya karena perlakuannya yang kasar terhadapku waktu ospek.. daeng betta berduel dengan wawan.. dan bung toni berduel dengan bli oka..

Dan hasilnya…? Jangan ditanya lagi.. kami bertiga kalah telak.. walaupun tidak separah rendi bule yang sampai dirawat sampai seminggu dirumah sakit.. tapi kami bertiga sempat masuk UGD.. assuuu.. asuuu..

Dan kejadian itu.. membukan jalan kami berempat untuk masuk dipondok merah.. kami diundang lagi kepondok merah setelah rendi keluar dari rumah sakit.. tapi bukan untuk berduel.. tapi untuk pesta minuman dan pesta penyambutan kami berempat sebagai keluarga pondok merah.. bajingaann.. dan memang itu sekenario dari para senior kami dipondok merah untuk merekrut kami berempat..

Kami memang sudah masuk dalam daftar mahasiswa baru yang jadi penerus pondok merah..

Dan untuk aku sendiri.. dengan statusku sebagai anak asli kota ini.. aku menjadi satu – satunya keluarga pondok merah yang tidak kos ditempat itu..

Untuk rasa kebersamaan dipondok merah, ga usah aku ceritakan.. karena sudah terlalu banyak cerita tentang itu.. dan aku sangat menikmati itu semua..

Dan semenjak aku menjadi keluarga pondok merah.. area kekuasaan parkiranku semakin meluas.. ini semua berkat bantuan dari mas pandu dan teman –teman yang lain.. dan aku juga melebarkan sayap di bagian pemangamanan di beberapa tempat hiburan malam dikota ini bersama bung toni.. dan itu juga di back up oleh teman – teman pondok merah.. gueenndeeeng.. (gilaaaa..)

Dan adekku aldo.. aku ga menyangka kalau dia juga akan masuk dikeluarga besar pondok merah bersama sandi yang sudah duluan masuk dikeluarga besar ini.. dan disaat dia sudah diangkat menjadi anggota keluarga pondok merah.. ujian pertama yang harus dilewati adalah pertempuran besar melawan aliansi selatan.. bajingaannn..

Dengan sedikit agak kuwatir tentang adekku itu.. akhirnya kami semua bisa melumpuhkan dan mengalahkan aliansi selatan.. dan itu bukan akhir segalanya.. setelah melawan aliansi selatan, kami harus berhadapan dengan iblis hitam dan seven devilsnya.. dan aldo menjadi pengatur serangan kali ini.. rendi yang memintanya dan rendi juga sudah minta pendapatku.. aldo melaksanakan tugasnya dengan baik, termasuk mengalahkan salah satu anggota seven devils.. adri.. bajingan aldo itu..

Tapi sayang.. kemenangan kami terasa anti klimas atau bahkan terasa sangat menyedihkan.. kami semua dibantai oleh cakra.. dan pada saat kami semua dibuat tidak berdaya sampai tidak sadarkan diri oleh cakra.. cuman aldo aja yang sadar malam itu.. memang sih di ga ikut dibantai cakra malam itu.. tapi dia juga berperan penting pada penyerangan malam itu..

Seharusnya pertempuran melawan iblis hitam adalah pertarungan terakhir bagi kami empat sekawan dari pondok merah.. dan harusnya kami balik kekos pondok merah dengan tersenyum atas kemenangan yang kita raih atas iblis hitam.. .. tapi cakra membuyarkan semuanya.. kami semua tumbang dan kami meratapi kekalahan kami.. kami yang bertujuh belas harus tumbang ditangan cakra.. termasuk rendi, bung toni, wawan bahkan sandi serta seluruh punghuni pondok merah kecuali aldo.. gila.. malam itu kami seperti diajarkan cara berkelahi oleh seorang cakra si bangsat itu.. dan kami semua meratapinya.. sampai seorang sandi mengobarkan semangat kami untuk bangkit dan membalas kekalahan atas cakra.. bajingaaannn..

Dua hari kami larut dalam kekalahan.. sampai ilham mendapatkan kabar dari ibu kota propinsi.. kabar tentang adanya penyerangan terminal tiga oleh pasukan cakra dari gani sepupunya dan akan ada pembalasan dari kelompok mbah jati.. jiwa kami pun kembali bergejolak.. selain ingin balas dendam, kami juga tidak ingin ketinggalan dalam perang besar ini.. ini adalah kesempatan terakhir kami untuk meraih sesuatu yang sempurna sebelum kami berempat lulus dari kampus teknik kita.. dan semua teman – temanpun dengan semangatnya menyambut kabar dari gani ini.. kami dari pondok merah pun langsung berangkat ke ibu kota propinsi tanpa sandi.. karena dia tadi pergi dengan emosi yang menyala – nyala.. dan aku yakin pasti kami akan bertemu diterminal satu dengan sandi lagi..

Setelah sampai diterminal satu ibukota provinsi, ternyata bukan hanya generasi kami saja yang ada ditempat itu.. tapi ada juga generasi mas pandu, generasi mas daud dan terakhir, generasi pendiri kos pondok merah.. jiancookk..

Ini adalah reoni yang sangat luar biasa bagiku.. kami semua dikumpulkan oleh semangat pondok merah dan tanpa adanya paksaan sedikitpun dari siapapun.. karena jiwa kami semua ingin bebas dari yang namanya pecundang dan kekalahan.. kami sudah dididik dan diajari tentang kemenangan.. apalagi kalau sudah menyangkut darah, airmata dan harga diri.. kami semua pasti akan dengan senang hati untuk membalas kekalahan kami.. assuuu..

Dan dipimpin om irawan ayahnya sandi.. kami pun berangkat menuju markas cakra.. dan didalam mobil kami ini berisi, aku, rendi bule, bung toni, wawan, raimond, bobby, danis, rudi dan alan..

Kami semua didalam mobil berdiam diri dengan kondisi yang sangat tegang.. sampai pada saat ramond memecahkan keheningan kami..

“jadi gimana ini mas rendi..? kelihatannya kita aja yang ga pakai senjata..” kata raimond sambil melihat kearah rendi yang duduk didepan sebelah kiri.. sedangkan wawan duduk di sebelah kanan dan sedang konsentrasi dengan menyetirnya..

“kita berkelahi ala om irawan aja.. tangan kosong..” kata rendi dengan santainya..

“ya walaupun tangan kosong.. aku punya pukulan dengan ilmu tenaga dalam yang hebat..” kata wawan menyahut..

“apa itu mas..?” tanya akbar..

“pukulan debu – debu itil..” kata wawan lalu tersenyum..

“assuu..pukulan debu – debu itil.. gateell’a.. ” ucap ku sambil menggelengkan kepala mendengar celetukan wawan.. debu intan jadi debu – debu itil.. bajingan wawan ini…

“hahahahaha.. santai ndu.. jangan tegang – tegang..” ucap wawan dengan santainya lalu tertawa..

“assuuu.. hahahaha..” kami semua tertawa walaupun keadaan masih canggung..

“yang penting semua saling melindungi..” ucap rendi..

“iya mas..” sahut akbar dan suasana langsung hening lagi..

Assuuu.. kenapa bisa setegang ini ya..? apa karena kami sudah pernah tumbang dengan cakra dan ini pertarungan kedua kami dengannya..? bajingaannn..

“kita minum aja dulu enak ini..” kata alan menyahut dari belakang..

“sip iku je..” ucapku ke alan.. dan alan langsung mengambil botol TM dibelakang dan menyerahkan kepada bung toni..

Kami pun menikmati putaran minuman dari bung toni.. sambil sesekali bercanda untuk mengurangi ketegangan kami.. dan setelah putaran minuman terkahir..

“rek.. ada titipan dari ilham tadi waktu diterminal..” kata alan sambil mengeluarkan sebotol minuman yang langsung membuat kami semua memaki..

“jiaaannncoookkk…” maki kami bersama..

Gendeng.. kita harus minum ramuan dari desa jati luhur lagi.. assuuu.. assuuu..

“jiampuutt.. kita harus minum itu lan..?” tanya danis..

“iya nis.. ini tadi pesan dari mas pandu juga.. hahahahaha..” jawab alan lalu tertawa dengan senangnya..

“cukimai..” sahut bung toni dengan senyum bengisnya..

Sedangkan rendi hanya tersenyum kecut saja.. lalu alan menyerahkan botol minuman itu ke bung toni.. dan bung toni langsung memutar minuman itu dengan tangan yang bergetar.. dia tau efek minuman ini sangat luar biasa.. sehingga dia pun sampai grogi untuk memutarkannya.. satu persatu kami semua meneguk ramuan dari desa jati luhur ini.. dan efeknya langsung terasa dikepala.. menggila.. itu saja yang ada dikepala kami semua saat ini.. bajingaann..

Setelah sampai dimarkas cakra.. satu persatu kami keluar dengan pandangan lurus dan tajam kearah segerombol orang yang menyambut kedatangan kami.. dan setelah sambutan yang membuat kami tambah emosi.. kami semua langsung mengepalkan tangan dan bersiap untuk menyerang.. sebagian orang dari pondok merah dan angoota dari terminal satu mengeluarkan senjata andalan.. dan untuk generasiku tidak ada satupun yang membawa senjata tajam..

“yang tidak bawa senjata tajam, barisannya dibelakang aja.. biar kami yang membuka jalan..” ucap bang arman sambil memegang badiknya..

Cuukkk.. ini gila.. semua musuh kami membawa beraneka senjata tajam.. dan senjata dari generasiku adalah kepalan tangan yang dibaluri dengan dendam yang siap untuk dilampiaskan.. assuuu.. mengerikan ini cuukkk..

Dan ketika om irawan sudah mengangkat tangan kirinya dan menunjuk kearah lawan kami.. kami semua langsung menarik nafas dalam – dalam..

“BANTAIIIII..” teriak om irawan dengan garangnya..

“BANTAIIII..” teriak kami dengan tangan kiri terkepal keudara dan kami langsung berlarian menyambut musuh kami yang ada dihadapan kami..

Pondok merah dan anak buah cak gito dan cak ji’i yang bersenjata berlari duluan menghalau musih kami yang menghunuskan sentaja tajam mereka..

TRANG.. TRANG.. TRANG.. TRANG..

Bunyi senjata tajam bertemu dengan senjata tajam.. yang membuat ngilu bagi setiap orang yang mendengarnya.. satu persatu lawan kami tumbang dengan darah yang berceceran dimana – mana..

Kami yang berada dibarisan belakang.. menyambut musuh kami yang lolos dari barisan depan pondok merah yang bersenjata..

WUUTTTTT.. WUUTTTTT.. WUUTTTTT.. WUUTTTTT.. WUUTTTTT..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Kami menghindari serangan senjata tajam sambil membalas serangan mereka..

Dan setelah aku sampai dipintu rumah.. langkahku terhenti oleh seseorang yang menyambutku dengan sebilah parang ditangan kanannya.. assuuu..

Dia lalu berlari kearahku sambil mengarahkan parangnya kearah leherku..

WUUTTTTT..

Aku menunduk dari tebasan parang itu dan orang itu langsung mengangkat lututnya dan diarahkan ke wajahku..

JEEDDDUUKKK..

“AAARRGGHHHH..” aku terdanga dan wajahku terdorong kebelakang dan kepalaku langsung terbentur didinding dibelakangku..

JEEDDUUKKK..

Assuuuu.. kepalaku langsung pusing seketika.. orang itu langsung memanfaatkannya dengan mengayunkan parangnya dari arah atas kearah dadaku..

TRRANNGGGG..

Aku menghindarinya kesamping dengan cepat dan parang itu mengenai dinding dibelakangku tadi..

Lalu aku mengarahkan kepalan tanganku kewajahnya sebelah kiri dengan tangan kananku..

WUUTTTT..

Dia menunduk dan langsung mengarahkan parangnya lagi..

SREEETTTTT..

“jiancookkkkk..” makiku kesakitan yang terkena parang dipundak sebelah kiriku.. padahal aku tadi sudah menghindari dengan memiringkan tubuhku.. tapi rupanya di lebih gesit.. dan bajuku langsung sobek menembus tipisnya kulitku.. dan pundakku pun akhirnya terluka akibat tebasan parangnya.. darahpun langsung mengalir dari pundakku… bajingaannn..

Orang itu tersenyum dengan bengisnya ketika aku terkena parangnya.. dan dia langsung maju lagi sambil mengarahkan parangnya keperutku..

WUUTTTT..

Aku memundurkan tubuhku kebalakang.. lalu aku meraih kursi kayu yang ada didekat dengan tangan kananku.. karena emosiku yang menggila.. kursi ini terasa ringan dan kuhantamkan kewajah orang itu dengan sekuat tenagaku..

BRAAKKKK..

Wajah sampingnya terkena hantaman kursi yang aku pegang.. lalu dengan kedua tanganku aku hantamkan lagi kursi ini kekepalanya dengan kerasnya..

BRAKKKKK…

KRAAAKKK..

Kursi ini sampai patah dan darahpun mengalir dari kepala orang itu.. parangnya terlepas.. dan aku langsung membuang kursi yang aku pegang..

Lalu aku jambak rambutnya dengan tangan kiri setelah itu aku hantam wajahnya dengan tangan kananku..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Aku menghajarnya sampai wajahnya dipenuhi darah..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Setelah itu aku seret kepalanya dan aku hantamkan wajahnya diujung tembok..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

KRAAKKKK.. KRAKKKK..

Garis lurus vertical langsung mengecap dikelapanya mulai dari jidat sampai mulutnya.. hidungnya pun patah dengan garis yang membelah..

Lalu aku hantamkan lagi wajahnya keujung tembok itu lagi..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

KRAAKKKK.. KRAKKKK..

Lalu aku banting kepalanya dengan posisi kepala belakang duluan menghantam lantai..

BUUHHHGGGGG..

BUUMMMMMMM..

Setelah dia terlentang, aku injak lagi wajahnya dengan telapak sepatuku..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

“JIANNCCOOOKKK..” makiku diwajahnya yang sudah tidak bergerak lagi.. lalu aku menegakkan tubuhku sambil meraba pundakku yang terluka.. assuuu.. assuuu..

Lalu aku lihat sekeliling.. kawan – kawanku pun bertarung dengan buasnya..

Rendi yang berada didekat melawan seseorang yang menggunakan parang..

WUUTTTTT.. WUUTTTTT.. WUUTTTTT..

Dia meliuk – liukkan tubuhnya yang menjadi sasaran senjata lawannya.. lalu..

TTAAAPPP..

Rendi menangkap pergelangan tangan kanan musuhnya yang memegang parang itu.. lalu diputarkannya kebelakang pergelangan tangan itu dengan keras sampai musuhnya memunggunginya..

KRAKKKK ..

“AARGGGHHHHH..” musuhnya itu berteriak setelah pergelangan tangannya itu patah..

PLENTANGG..

Parang musuhnya sampai terjatuh… lalu

BUUHHHGGGGG..

Rendi menginjak belakang lutut musuhnya dan musuhnya langsung jongkok.. rendi sekarang berdiri dibelakang musuhnya yang jongkok.. lalu rendi mengangkat tangan musuhnya dengan tangan kanan dan mengarahkan sikut tangan musuhnya itu kelututnya dengan keras..

KRAKKKK ..

“AARGGGHHHHH..” dia berteriak lagi dengan kencangnya setelah tangannya itu patah dan terkulai.. assuuu..

Dan rendi belum puas.. dengan wajah yang dipenuhi emosi.. dia memegang ubun – ubun musuhnya dengan tangan kanan dan tangan kirinya memegang dagu musuhnya.. lalu diputarkan searah jarum jam dengan kuat..

KRAKKKK ..

“AARRHHGGGGG…” lalu..

BUUHHHGGGGG…

Rendi menginjak punggung musuhnya dengan kuat sampai musuhnya itu roboh kedepan dan wajahnya menghantam lantai yang bersemen..

BUUMMMMMM..

Darah menggenang diwajah musuhnya dan dia tidak bergerak lagi… assuuu..

Bung toni disebelahnya rendi pun menggila.. tangan sebelah kirinya terkena sabetan golok.. dan ketika akan disabet lagi dengan golok.. bung toni mengarahkan injakan kakinya kearah dada orang itu..

BUUHHHGGGGG..

Orang itu termundur.. lalu bung toni melayangkan kepalan tangannya yang besar kearah hidung orang itu dengan kuat..

BUUHHHGGGGG.. KRRAAAKKKKK.. BUUHHHGGGGG.. KRRAAAKKKKK..

Hidung orang itu langsung patah kedalam dan darah langsung mengucur dengan deras.. dan orang itu langsung tumbang kebelakang..

Bung toni lalu mendekati orang itu yang sedang memegangi hidungnya..

“lubang puki ini.. ko buat tangan sa berdarah itu..” ucap bung toni sambil mengeratkan giginya dan dengan tatapan bengisnya lalu..

BUUHHHGGGGG..

KRRAAAKKKKK..

Bung toni menginjak kepala samping orang itu sampai patah dan orang itu langsung mengejang..

Wawan pun tidak kalah menggila.. dia mengeluarkan beladiri khas dari ibukota negara.. dan dengan gesitnya dia menghindar kekanan dan kekiri untuk mengindari tebasan samurai dari musuhnya.. dan ketika ada kesempatan melayangkan pukulan.. wawan langsung menghantam dada musuhnya dengan keras..

BUUHHHGGGGG..

“HUUPPPP..” musuhnya melotot dan nafasnya tertahan.. dan wawan melanjutkan serangannya dengan menggunakan sikutnya dari arah samping ke ulu hati musuhnya itu..

BUUHHHGGGGG..

“AARGGGHHHHH..” musuhnya itu berteriak sampai wajahnya mendekati wawan.. lalu wawan mencengkram tenggorokan musuhnya dengan menggunakan semua jari kanannya dengan kuat.. musuhnya terlihat seperti kehabisan nafas dengan mata yang melotot dan urat – urat yang keluar dari sekitar wajahnya… lalu dengan kepalan tangan kirinya.. wawan menghantam mulut orang itu dengan kuat..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Musuhnya termundur beberapa langkah.. wawan lalu menyerangnya lagi dengan munggunkan lututnya kearah ulu hati musuhnya untuk kedua kalinya..

BUUHHHGGGGG..

“AARGGGHHHHH..” musuhnya berteriak lalu tumbang kebelakang..

Akbar yang terlihat berdarah – darah.. mulai mengganas..

“AAAAAAAAAAAAAAAAA..” dia berteriak lalu berlari sambil mengarahkan tendangannya kearah lawannya..

BUUHHHGGGGG..

Musuhnya terjungkang setelah tendangan akbar masuk kearah perutnya.. dan akbar langsung menyambutnya dengan injakan diwajah musuhnya itu..

BUUHHHGGGGG..

Dan ketika musuhnya sudah terlentang akbar menutup serangannya dengan menghantam wajah musuhnya menggunakan lutut kanannya..

BUUHHHGGGGG..

KRAAAAKKK….

“anjingg kamu..” teriak akbar dengan emosinya…

Raimond mengamuk.. dengan kepalan tangannya.. dia menghajar musuhnya yang sudah lemas..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Wajah musuhnya yang sudah penuh darah, tidak mengurangi kesadisan raimond.. dia justru makin menggila lagi.. raimond terus menghajar wajah musuhnya itu..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Setelah puas.. raimond menjambak musuhnya itu lalu membanting ketanah..

BUUHHHGGGGG..

Setelah musuhnya tertelungkup.. raimond menginjak belakang kepala musuhnya..

BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG.. BUUHHHGGGGG..

Dan musuhnya pun akhirnya menggelepar tidak berdaya..

Danis pun tidak kalah menggila.. sambil memegangi perutnya yang sempat tertusuk pisau tapi tidak terlalu dalam.. dia berdiri dengan nafas yang memburu..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Dipandanginya musuh dihadapannya yang sedang tersenyum sambil memegang pisaunya.. lalu musuhnya maju lagi dan menyabetkan pisaunya kearah dada danis..

WUUTTTT..

Danis memundurkan tubuhnya.. lalu musuhnya menusukkan pisaunya kearah perut danis..

WUUTTTT..

Danis bergeser kekanan, lalu dengan tangan kanannya memukul pergelangan tangan musuhnya..

BUHHGGGG..

KLENTANGGG..

Pisau musuhnya pun terlepas dari genggamannya.. lalu dengan tangan kiri yang terkepal.. danis meninju leher bagian jakun musuhnya itu..

BUHHGGGG..

“HORRRGGGG…” musuhnya termundur dengan mata yang melotot dan nafas yang tertahan sambil memegangi lehernya yang kesakitan.. lalu danis meraih kepala belakang musuhnya dan diadunya dengan kepalanya..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

“ARRGGHHHHH..” teriak musuhnya dengan wajah yang berdarah – darah.. wajah danispun terlihat berdarah.. danis lalu mundur selangkah dan langsung mengarahkan sebuah injakan diwajah musuhnya..

BUHHGGGG..BUUUMMM..

Musuhnya terpelanting kebelakang dengan kepala belakangnya yang terlebih dahulu menghantam lantai..

JEEDUUUKK…

Lalu danis meloncat sambil mengarahkan injakan kewajah musuhnya..

BUUUMMM….

Bobby yang terlentang ditanah dan dinjak oleh musuhnya..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Bobby melindungi kepala dengan kedua tangannya.. dan ketika musuhnya mengarahkan parangnya kearah kepala bobby.. bobby lalu menghindar kesamping dengan cara menggulungkan tubuhnya..

CRAAPPPP..

Parang itu tertancap ditanah.. bobby yang masih tertidur ditanah.. dengan cepatnya menyapu kaki musuhnya..

BUHHGGGG..

BUUMMMMM..

Musuhnya terjengkang dan roboh sedangkan pegangan tangannya terlepas dari parangnya yang menancap ditanah..

Bobby cepat berdiri lalu mennginjak kepala bagian samping musuhnya..

BUHHGGGG..

Setelah itu, boby mengambil pot bunga disebelahnya dan mengahantamkannya kewajah musuhnya sampai pot itu terbelah dua..

BUUMMMMM..

Musuhnya mengejang dengan hebatnya.. darah bercampur tanah pun menutupi wajah musuhnya itu..

Rudi dan alan saling bahu – membahu dan menghajar dua orang musuh dihadapannya..

Ketika rudi menunduk.. alan langsung meloncat sambil mengarahkan pukulan kewajah orang pertama penyerangnya..

BUHHGGGG..

Dan ketika orang pertama oleng.. orang kedua menebaskan parangnya kearah alan.. alan langsung menghindar dan rudi langsung menendang tulang kering orang kedua itu menggunakan ujung sepatunya..

BUHHHGGG..

“ARRGGHHHHH..” orang kedua itu berteriak dan kakinya sampai terangkat kebelakang.. dan ketika kakinya menyentuh tanah lagi.. giliran alan loncat sambil mengarahkan kedua kakinya kedada musuhnya itu..

BUHHHGGG..

Orang kedua itu sampai termundur dan terjengkang kebelakang.. lalu giliran rudi mangangkat kakinya dan menghantam mulut orang kedua yang mau roboh itu dengan tumitnya..

BUHHHGGG..

BUUUMMMM..

Orang kedua itu terlentang dengan darah mengalir deras dari mulutnya..

Orang pertama yang oleng tadi langsung menyankun parangnya kearah rudi..

WUUTTTT..

Rudi mengindar kesamping dan alan langsung menyambutnya dengan sapuan kekaki kanan orang pertama itu..

BUHHHGGG..

Orang pertama itu hilang keseimbangan dan dia roboh kebelakang dengan parang yang ikut melayang digenggamannya dan parang itu jatuh tepat dileher orang kedua yang terkapar tadi..

JRAAPPPP..

Parang itu menancap dengan posisi melintang dan bagian tajamnya menancap dileher orang kedua itu.. dan orang kedua langsung mengejang dengan darah mengalir dengan derasnya..

Rudi pun langsung meloncat sambil mengarahkan lututnya tepat diulu hati orang pertama yang terlentang..

BUHHHHGGG..

“HUUUPPPP…” orang itu melotot sampai kepalanya terangkat dan alan langsung menginjak wajah orang itu dengan telapak kaki kanannya..

BUHHHGGG..

Dan akhirnya orang pertama tadi mengejang seperti orang kedua tadi.. assuuuu..

Teman – temanku begitu menggila hari ini…mereka benar – benar melampiaskan kemarahan mereka dengan anggota cakra.. tidak ada belas kasihan dari wajah – wajah keluarga pondok merah maupun dari anggota cak gito dan cak ji’i.. rasa malu kami kemarin harus dibayar tuntas hari ini.. dan kami tidak akan berhenti sebelum semua anggota cakra termasuk cakra sendiri tumbang… ntah siapa nantinya yang akan menumbang kan cakra.. aku ga perduli.. yang jelas jiwa kami telah menyatu bersama semangat yang menggila.. assuuuu..

#cuukkk.. jiwa kami yang menyatu ingin terbebas dari kekalahan.. karena kami terlahir sebagai pemenang bukan pecundang.. salam satu jiwaaa..!!!!!!