. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 76 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 76

0
371

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 76

HARGA DIRI

Tai lassoo.. giliran aku yang cerita ini.. hehehe.. ana sundala.. oke kalau begitu.. mungkin ceritaku kali ini lebih lembut dari pada cerita mas daud kemarin yang sangat berdarah – darah.. karena sebenarnya aku ini orang yang lemah lembut dan sangat penyayang.. hehe.. suntili..

Kampus teknik kita.. pada tahun itu, kalau orang mendengar namanya saja sudah pasti merinding.. kampus yang berisikan para bajingan – bajingan dan hanya segelintir wanita yang mau kuliah disini.. minum dipinggir jalan, nyimeng dikantin, nelan inex dipintu gerbang kampus sudah bukan hal yang tabu.. kami bebas melakukannya dan tidak perduli lingkungan sekitar.. yang penting tidak membuat keributan dan merugikan orang lain.. itu saja..

Kampus teknik kita juga menjadi idola anak – anak SMA dijaman itu.. mereka berlomba – lomba ingin kuliah ditempat ini.. dan banyak sekali diantara mereka yang harus memendam kecewa karena tidak lulus dalam tes masuk untuk kuliah dikampus ini..

Dan untuk aku.. betta. seorang anak perantauan dari kota daeng, sangat beruntung sekali bisa kuliah dikampus teknik kita.. dan aku lebih beruntung lagi, karena aku bisa kos dipondok merah.. tai lasso memang.. oh iya sebenarnya namaku itu ambo acco, tapi sejak kecil aku dipanggil betta oleh keluargaku…

Dengan berbekal satu tas dan badik yang terselip dipinggang, pemberian ayahku.. aku merantau kekota pendidikan ini.. tujuan pertamaku adalah mencari kampus teknik kita yang tersohor itu.. dan setelah mencari kos – kosan yang tidak jauh dari kampus teknik kita.. aku memulai petualanganku dikota ini..

Setelah mendaftar dan mengikuti ujian masuk.. akhirnya aku diterima dikampus teknik kita dijurusan planologi.. jurusan yang mengajarkan tentang penataan wilayah dan perkotaan..

Dan ujian sebenarnya ketika masuk kuliah disini adalah ketika ospek.. anjing.. kami semua diperlakukan seperti hewan disini dan hak asasi manusia seperti dicabut.. kami diinjak – injak dan dihajar tanpa ada rasa perikemanusiaan.. dan panitia yang paling aku benci adalah bang ance, seorang panitia keamanan yang sangat kejam.. sebenarnya bang ance ini satu pulau denganku tapi berbeda provinsi.. dan entah kenapa dia sering sekali menghajarku.. dada, perut bahkan wajahku tak luput kena bogem mentahnya..

Tai lasoo memang.. dan pada saat hari ketiga aku ospek.. tulang kering kaki kananku ditendang memakai ujung sepatunya dengan keras.. anjing.. sakitnya itu terasa sampai dihatiku.. kurang ajar..

Dan saking aku emosinya, sempat terlintas dikepalaku untuk mengajaknya satu sarung.. jangan kalian berpikir aku hom – hom ya.. satu sarung didaerahku sana itu adalah sebuah ritual penyelesaian masalah ketika sudah tidak ada jalan penyelesaian lagi… dua orang yang mempunyai masalah akan masuk kedalam sebuah sarung, dan akan dibekali masing – masing dengan sebuah badik.. mereka berdua akan bertarung didalam sarung itu tanpa ada yang melerai.. dan dengan segala kemampuan yang dimiliki hanya yang menang atau yang hidup saja yang bisa keluar dari sarung.. dan siapapun pemenangnya, semua pihak harus menerimanya dengan lapang dada.. dan didaerah kami, ritual itu lebih dikenal dengan nama sigajang laleng lipa..

Tapi semua yang terlintas dikepalaku itu tidak terlaksana, penyebabnya karena satu orang.. mas pandu.. cara pendekatan mas pandu kepada kami para maba sangat luar biasa.. mas pandu memang keras dan suka menghajar juga.. tapi dia juga mengajarkan kepada kami tentang rasa kebersamaan, kekompakan dan cara menghormati.. kami diajarkan bagaimana bersikap dengan senior, dosen dan sesama teman..

Caranya bersikap ketika dilapangan dan tatapan matanya.. mengisyaratkan dia adalah seorang panglima pertempuran yang handal.. dia keras tapi tidak kasar dan tidak bertele – tele.. dan teman – teman angkatanku banyak yang menaruh respek dengan mas pandu.. kami segan.. dan rasa segan kami terhadapnya, mampu membuat kami mengikuti semua jalannya acara ospek dan bertahan sampai selesai tanpa ada perlawanan dari kami para maba.. luar biasa sekali mas pandu ini..

Satu tahun kepalaku harus gundul karena perintah mas pandu.. padahal untuk semua maba dijamanku hanya selama enam bulan saja gundulnya.. kenapa aku satu tahun..? aku seperti dilainkan sendiri dan mendapat perhatian khusus dari mas pandu.. dan setelah satu tahun aku kuliah dikampus teknik kita, hukumanku berakhir dan aku boleh memanjangkan rambutku.. tapi ada hukuman lain.. aku diundang ke kos pondok merah.. suntili.. kenapa lagi aku diundang..? aku bingung.. karena menurut cerita semua bajingan – bajingan kampus teknik kita, ketika kamu diundang ke pondok merah.. berarti ada masalah serius.. dan kamu harus mempersiapkan fisik dan mentalmu ketika masuk ke kos pondok merah.. kurang ajar..

Aku penasaran sekali dengan pondok merah itu.. kenapa semua bajingan kampus yang kuliah disini sangat takut dan ngeri ketika mendengar kata – kata pondok merah.. ada apa disana..? dan kenapa harus takut..? meraka makan nasi juga kan..? tai lasso memang..

Dan ketika aku menerima undangan itu dan aku datang kekos pondok merah sendirian.. ternyata, memang benar kata bajingan – bajingan kampus ini yang tidak kos ditempat ini.. kos – kosan ini terlihat sangat mengerikan dan menakutkan.. aku yang masuk keruang tengah kosan itu langsung merinding.. bulu kudukku pun terasa berdiri.. aura yang menyeramkan dari wajah – wajah senior yang sedang berpesta diruang tengah, sangat mengerikan.. mereka semua menatapku dengan tajam seolah ingin menikamku satu persatu.. ana sundala..

Dan diantara penghuni kos pondok merah ini, ada mas pandu dan ada juga bang ance musuhku.. mereka berdua juga menatapku dengan tajam.. kalau aku melihat dari posisi duduk dan tatapannya.. mungkin mas pandu yang dituakan disini atau yang disegani..

Dan tau apa yang diucapkan ketika aku sudah berdiri diruang tengah kosan ini..? mas pandu memintaku untuk memilih salah satu orang diantara mereka untuk kujadikan lawan duelku.. tai lasooo.. kenapa juga tiba – tiba aku disuruh memilih salah satu dan berduel dengan orang pilihanku..? aku salah apa..? memang sih aku punya dendam dengan bang ance.. tapi kenapa juga harus diundang kekosan mereka seperti ini..? kenapa ga diluar saja kami berduelnya..? anjing..

Karena aku tidak punya pilihan lagi dan aku sudah terpojok.. akhirnya aku memilih bang ance sebagai lawanku.. bang ance terlihat senang sekali ketika aku menunjuknya.. dan dengan disaksikan para penghuni kos pondok merah.. bang ance maju dengan senyumnya yang bengis… kami berdua berduel dengan tangan kosong dan kami berduel sampai berdarah – darah.. sampai akhirnya salah satu diantara kami tumbang.. siapa lagi kalau bukan aku.. tai lasoo memang..

Aku tumbang dengan hidung patah, wajah babak belur, dada sesak dan seluruh tubuhku terasa remuk semua.. dan pada saat aku tumbang.. bang ance mendatangi aku.. dan mengajakku bersalaman.. lalu aku ditariknya sampai berdiri.. kalian tau apa yang diucapkan ketika kami sudah berdiri dan saling berhadapan..

“ngana luar biasa daeng… selamat datang dipondok merah..” ucap bang ance lalu memelukku.. anjing.. maksudnya apa ini..? aku disuruh kos ditempat ini..? ditempat bajingan – bajingan yang mengerikan ini..? bangsat..

Apa aku menolak..? tai lassomu.. ya ngga lah.. siapa yang tidak mau kos ditempat ini ji.. gila – gila kah..?

Dan dengan kondisiku yang babak belur.. satu persatu senior yang ada diruangan ini pun menyalami aku dan memelukku.. tatapan merekapun sudah tidak seperti waktu aku datang tadi.. sekarang mereka menyambutku dengan tangan yang terbuka dan dengan semangat persaudaraan.. hiuuffftttt.. huuuuu… rupanya perlakuan kasar bang ance kepadaku, memang sengaja direncanakannya.. dia melilih aku supaya aku masuk dikeluarga pondok merah.. tapi harus melewati segala ujian dari bang ance sendiri tanpa aku ketahui.. entah apa yang ada didiriku sehingga bang ance memilihku..

Dan setelah aku masuk dipondok merah.. aku banyak sekali menerima pelajaran tentang kehidupan disini.. mereka orang – orang yang luar biasa dan aku bangga bisa menjadi bagian dari keluarga pondok merah..

Itulah kisah singkatku waktu dipondok merah.. dan setelah lulus kuliah, aku melanjutkan perjalanan hidupku dengan kembali kekota daeng.. aku bekerja ditanah kelahiranku ini dengan sejuta kenangan yang tidak akan aku lupakan dalam hidupku.. dikota pendidikan bukan hanya tentang kuliah, perkelahian, mabuk, narkoba dan wanita.. tapi semua pelajaran tentang kehidupan yang keras aku dapatkan.. dunia belantara kehidupan yang sesungguhnya dan yang sangat keras pun aku hadapi dengan semangat pondok merah.. bertarung dan pantang menyerah.. tai lassooo..

Ambo dalle.. salah satu adekku yang liar dan sering berkelahi.. dia ini kepala batu.. entah berapa orang yang sudah ditikamnya waktu STM.. tapi berkat ayahku.. seorang pejabat yang disegani dikota ini.. dalle selalu aja bisa bebas dan bisa sekolah lagi.. pernah sekali, ayahku mencoba memasukkannya ke sel akibat perbuatannya.. tapi bukannya kapok.. dia makin menjadi didalam sel.. suntili..

Dan sepertinya cuman satu aja yang bisa mengubah jalan hidupnya.. dia harus dikirim kekota pendidikan dan digembleng dipondok merah.. aku ingin dia belajar tentang kehidupan diluar sana tanpa ada bayang – bayangku dan ayahku.. biar dia menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab dengan semua tingkah lakunya..

Aku sengaja tidak menghubungi mas pandu kalau adekku mendaftar kuliah disana.. dan aku membiarkannya berangkat sendiri.. dalle untuk sementara kos diasrama asal daerah kami.. akupun baru menyusul kesana pada saat dalle sedang mengikuti ospek..

Dan kebetulan sekali pada saat aku kesana dan aku ada didepan kampus, aku bertemu dengan bang ucok.. salah satu seniorku yang sudah lulus juga dari kampus teknik kita.. dan bang ucok ini salah satu seniorku di pondok merah.. digenerasiku, pondok merah dihuni oleh.. mas pandu, mas wagiyo, bang ance, bang ramos, mas arief, bang ucok, kang ujang, dan yang seangkatan dengan aku, adam dan oka… dan setelah ada penambahan kamar, masuk empat sekawan.. rendi bule, bung toni, wawan dan bendu.. untuk bendu sendiri dia tidak kos di pondok merah.. karena dia asli anak kota ini.. tapi dia termasuk keluarga besar kami..

Oke lanjut lagi.. bang ucok yang datang kekota ini lagi, ternyata menjenguk keponakannya yang juga baru masuk dikampus teknik kita dan sedang mengikuti ospek.. aku dan bang ucok sengaja tidak masuk dulu kekampus.. aku dan bang ucok minum di warung depan kampus teknik kita..

Dari arah warung ini kami bisa melihat kegiatan ospek didalam kampus.. dulunya waktu dijaman kami, pagar – pagar ini selalu ditutupi seng pada saat ospek.. karena pada jaman itu, ospeknya sangat keras sekali.. jadi pembantaian kami tidak terlihat dari luar kampus.. dan dengan berkembangannya jaman, ospek dari tahun ketahun mulai menurun tingkat kekerasannya.. walaupun sekarang ini masih ada kekerasannya, tapi tidak sesadis jaman kami dulu..

Aku dan bang ucok terus memperhatikan kegiatan yang ada didalam pagar kampus.. pandanganku tertuju pada satu orang didalam sana.. dan dia seorang panitia keamanan.. bagaimana aku tau kalau dia panitia keamanan..? karena aku sempat melihatnya menghajar maba – maba yang berbuat kesalahan.. dan aturannya, memang hanya panitia keamanan saja yang bisa membantai maba.. panitia lain tidak diijinkan..

Aku melihat anak itu sangat luar biasa sekali.. pandangan matanya yang tajam dan gayanya yang santai, mengingatkan aku pada cerita mas pandu tentang pendiri pondok merah.. tapi aku belum pernah sekalipun melihatnya langsung.. irawan jati.. orang yang melegenda dikota ini dan dikampus teknik kita.. seseorang yang misterius dan sudah menghilang entah kemana…

Dan pada saat aku mendengar cerita panitia yang duduk disebelah kami (mungkin panitia itu baru semester lima jadi tidak mengenali kami) tentang keributan yang terjadi diruang keamanan.. mereka bercerita, bahwa ada dua orang maba yang menghajar panitia keamanan.. aku dan bang ucok langsung berpandangan.. tai lasoo.. ini pasti dalle dan keponakan bang ucok yang bikin ulah.. ana sundala.. kami berdua harus segera menghentikannya.. dari pada adekku dan keponakan bang ucok jadi sansak hidup anak – anak pondok merah.. bangsatt..

Kami berdua pun langsung berjalan kedalam kampus.. kebetulan yang menjaga gerbang pagar kampus adalah salah satu anak pondok merah, dan dia mengenali aku serta bang ucok.. kami pun dibukakan pagar dan langsung naik kemarkas keamanan..

Dan benar saja.. dalle dan keponakan bang ucok sedang berduel dengan panitia keamanan.. suntili.. tapi aku tidak fokus dengan duel itu.. lagi – lagi fokusku kembali kepada anak yang aku perhatikan dari luar tadi.. dia berdiri dengan tangan yang terkepal dan tatapan yang tajam.. dia terlihat emosi sekali, melihat dalle dan keponakan bang ucok duel dengan dua temannya.. tai lasoo anak ini.. pandangannya mengerikan sekali.. bangsat..

Dan setelah aku dan bang ucok menghentikan duel yang lagi seru – serunya itu.. anak itu langsung melihat kearahku dan bang ucok.. dan kali ini aku dan dia sempat bertatapan.. bangsattt.. dia mengerikan sekali.. kurang ajar..

Dan mas pandu mengenalkannya kepadaku.. dia koordinator keamanan.. dan anak yang bernama sandi itu ternyata memang anak mas irawan yang melegenda itu.. dan dia sempat menyapaku dengan bahasa daerahku.. dan setelah berkenalan dengan singkat.. akhirnya aku pun menitipkan dalle kepadanya.. aku yakin, sandi pasti bisa menjinakan dalle yang liar itu..

Setelah reoni yang singkat dengan teman – teman pondok merah.. aku dan bang ucok pulang dengan perasaan yang tenang.. aku telah menitipkan adekku pada orang yang tepat.. aku yakin itu..

Dan setelah beberapa bulan aku kembali kekota daeng.. aku mendengar dari dalle, kalau anak – anak pondok merah tumbang setelah menghancurkan iblis hitam.. dan yang menumbangkan mereka semua adalah cakra.. ana sundala..

Emosiku langsung terbakar seketika.. darahku seperti mendidih.. aku sangat marah sekali ketika saudara – saudaraku disentuh dan dihajar seperti ini.. siri’ na pace.. harga diriku seperti dinjak – injak.. tai lasoonya orang itu..

Dan hari itu juga aku berangkat ke pulau sana.. generasi dijamanku pun berdatangan.. dan dengan dipimpin mas pandu.. kami semua menuju ke ibu kota provinsi.. kami datang dengan semangat pondok merah.. dan kalau memang hari ini aku mati.. aku mati dengan memperjuangkan harga diriku yang terluka.. bangsattt..

Dan rupanya bukan generasi kami saja yang datang.. generasi awal pendiri pondok merahpun datang, generasi kedua dan juga generasi yang sedang aktif kuliah dikampus teknik kita datang juga.. luar biasa sekali…

Dan yang membuat aku bangga.. aku bisa berdiri dengan irawan jati.. orang yang hanya kutau kehebatannya dari mas pandu dan senior yang lain.. orang yang misterus.. dan aku sudah tidak sabar untuk memulai peperangan besar ini bersama mas irawan.. sundala..

Dan kami sekarang sedang dalam perjalanan ke markas cakra.. aku satu mobil dengan generasiku.. suasana yang tegang menyelimuti kami semua didalam mobil.. hening dan sunyi, menambah suasana menjadi sangat mencekam.. tidak ada yang bersuara.. mulut kami terkunci dan kami semua disibukan dengan emosi yang menyala – nyala dikepala.. kurang ajar..

“angin bawa kabar kasana (angin bawalah kabar kesana..) bawa beta pung pasan par dia disana (bawalah aku punya pesan untuk dia disana)” tiba – tiba bang ance menyanyi dengan cueknya, tapi suaranya pelan sekali.. tai lasso.. sempat – sempatnya bang ance ini menyanyi.. hehehehe.. memang kuakui suaranya sangat merdu sekali..

“bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang (beritahu aku punya rindu, beritahu aku punya sayang) biar beta tapisah jauh, ale ada di hati (walaupun aku terpisah jauh, kamu tetap ada di hati)” bang ance terus menyanyi, dan suaranya makin lama makin keras terdengar.. dan sekarang bang ucok ikut benyanyi.. mereka ini duet yang sangat mantap sekali kalau bernyanyi.. suara mereka sangat indah.. apa lagi kalau mereka memakai suara satu dan suara dua.. adam hanya bisa menyahutnya dengan suara binatang.. karena suaranya itu merusak suasana.. hahahahaha.. dan adam itu jadi bahan bullyan kalau jaman kami dulu..

“tunggu ale lama disini (menunggumu kelamaan disini) rindu setengah mati.. nyong mana ale pung janji (sayang mana kamu punya janji)..” bang ramos juga ikut mengeluarkan suara merdunya..

“beta sabar menanti (aku sabar menanti) sio ale nyong sampai hati (idih kamu sayang sampai hati (tega banget)..” mas wagiyo mulai ikut – ikutan mengeluarkan suaranya..

“biar ale tapisah jauh (walaupun kamu terpisah jauh) beta pegang se pung janji (aku pegang kamu punya janji)” mas arief dan kang ujang pun tidak ketinggalan..

“tagantong lama (menggantung lama) katong pung cinta (kita punya cinta) tagal mo tunggu beta (gara-gara mau menungguku) cari hidop dirantau (mencari hidup dirantau) ternyata beta susah disini (ternyata aku menderita disini)..” dan akupun akhirnya ikut bersuara..

“kalo ada yang mo maso minta (kalau ada yang mau meminang/masuk minta) nona tarima saja (sayang terima saja) jang ale pikir beta lai (jangan kamu pikirkan aku lagi)”

“perkara cinta beta cinta (perkara cinta aku cinta banget) mo sayang paling sayang (maupun sayang paling sayang) mar sio mo biking apa (tetapi iih mau harus berbuat apa lagi)” mas pandu dan adampun akhirnya ikut larut dengan lagu ini.. dan kami semua bernyanyi dengan lantang..

“parcuma beta susah dirantau (percuma aku menderita dirantau)” suara kami menyatu diakhir lagi ini.. lagu dari pulau manise yang sering dibawakan mas ance dan bang ucok waktu dikosan.. dan ketika mereka berdua dulu bernyanyi.. bang ramos dengan setianya memetik gitar tuanya.. dan kami pun mengikutinya sambil menikmati putaran minuman dari bang ance sambil dia terus bernyanyi.. tai lasso memang..

“hahahahahaha..” kami semua tertawa ketika lagu ini berakhir.. dan mungkin dipikiran masing – masing.. ini lah rasa kangen yang tersalurkan lewat lagu.. karena dulu setiap kami berpesta minuman.. gitar tua bang ramos selalu menemani kami dengan lyric yang sangat indah..

“jianncooookk.. aku kangen sama kalian semua coookkk..” teriak adam dengan semangatnya..

“assuuu.. yang penting jangan cinta seperti pada lawan jenis aja ya dam..” sahut mas arief..

“assuuu.. aku ga hom – hom mas.. bajingannn..” sahut adam sambil terus konsentrasi menyetirnya..

“hahahahahaha..” kami tertawa lagi..

“ance.. kamu bawa CT ga..?” tanya mas pandu yang duduk didepan sebelah kiri.. dan disebelah adam yang sedang menyetir (CT = cap tikus.. minuman khas dari daerah bang ance..)

“bawalah mas.. ngoni samua kangen kan sama minuman ini..” ucap bang ance sambil mengeluarkan botol dari dalam tasnya..

“assyyikkk.. hahahahahaha..” kami semua tertawa dengan senangnya.. lalu bang ance memutar minuman itu kepada kami satu persatu.. bangsatt.. suasana yang tegang ini langsung mencair dan kami tertawa lagi bersama.. dan ketika minuman yang tidak terlalu banyak itu telah habis..

“bangsat.. emosiku mulai mengendur..” ucap bang ramos dengan santainya..

“ya sekarang lanjut minum ini, biar emosinya terbakar lagi..” ucap mas pandu sambil mengeluarkan sebotol cairan dari dashboard mobil adam..

“assuuuu..” maki kami bersama..

“asem’ik.. mbelgedes’og..” maki mas wagiyo kepada mas adam..

“kimaknya.. sampean bawa minuman itu bang..?” ucap bang ucok..

“ya iyalah.. biar kalian semangat berkelahinya… hahahahaha..” mas pandu lalu tertawa dan menyerahkan minuman itu ke bang ance untuk segera diputarkannnya..

“jiancoookkk..” maki kami bersama lagi..

“selamat menikmati ya.. hahahahahaha..” ucap mas pandu lalu tertawa terbahak – bahak..

“assuuuu..” maki kami lagi..

Kenapa kami bisa seheboh ini ketika tahu mas pandu membawa minuman racikan khas dari desa jati luhur itu..? karena kami tahu rasa dan efek setelah meminumnya.. rasanya pahit, dan efeknya kalian sudah taukan.. menggila.. kurang ajar..

Dan bener saja setelah kami semua meminumnya.. suasana didalam mobil ini perlahan mulai hening.. dan semakin lama semakin tegang dan terus semakin bertambah panas.. tai lasso.. kami semua berdiam diri lagi dengan emosi yang tertahan.. ana sundala..

Dan setelah sampai dimarkas cakra.. kami semua turun dengan kepala dipenuhi emosi.. dan kami berdiri dibelakang lima generasi pondok merah dan generasi kedua pondok merah.. dan panglima perang kami malam ini, mas irawan.. berdiri dengan gagahnya didepan sambil menyalakan rokoknya dengan santai.. sangar sekali.. gila.. mimpiku terkabul bisa berdiri dibelakang mas irawan dan ikut dalam pertarungan yang dipimpinannya.. assuu..

dan setelah hinaan dari seseorang yang menyambut kami.. para musuh kami mengeluarkan senjata mereka dan teman – temanku juga mengeluarkan senjatanya masing – masing..

Bang ance mengeluarkan pedang baranya, mas wagiyo dengan goloknya, bang ramos dengan parangnya, kang ujang dengan kujangnya, sedangkan mas pandu, mas arief, bang ucok, adam dan oka tidak membawa senjata.. mereka hanya menggunakan tangan kosong..

Dan setelah semua bersiap.. aku pun memegang ujung badik yang ada dipinggangku.. aku mencabut pelan senjata turunan dari ayahku ini.. aku menggenggamnya dengan keempat jariku sedangkan jempolku lurus kearah bagian tajamnya.. dan setelah tercabut.. aku mencium bagian besi badik ini..

“heemmmm..” walaupun sudah aku bersihkan dengan jeruk nipis.. tapi tetap saja bau amisnya samar – samar tercium dihidungku..dan didalam keluargaku.. pantang bila badik sudah tercabut, tidak sampai dibasahi oleh darah..

Dan ketika mas irawan sudah mengangkat tangan kirinya dan menunjuk kearah lawan kami.. kami semua langsung menarik nafas dalam – dalam..

“BANTAIIIII..” teriak mas irawan dengan garangnya..

“BANTAIIII..” teriak kami dengan tangan kiri terkepal keudara dan kami langsung berlarian menyambut musuh kami yang ada dihadapan kami..

Lima pendiri pondok merah meyerang dengan garangnya.. dan terlihat dengan jelas dalam menyerangnya, mereka sudah berpengalaman sekali.. cara mereka membantai musuh mereka dengan senjata masing – masing atau dengan tangan kosong.. itu sangat terlihat keahliannya dan penyelesaian akhir yang luar biasa.. musuh yang berdiri didepan mereka pasti akan langsung tumbang..

TRANG.. TRANG.. TRANG.. TRANG..

Bunyi senjata tajam bertemu dengan senjata tajam.. yang membuat ngilu bagi setiap orang yang mendengarnya..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Suara tendangan dan pukulan dari anggota kami yang tidak menggunakan senjata..

Mas daud menyerang dengan menggunakan kepalanya.. bangsat.. itu kepala atau beton..? ganas sekali terlihat..

Mas jalal yang menggunakan celurit.. memutar – mutarkan celuritnya dengan lincah.. tebasan celuritnya pun mampu merobek tubuh musuh – musuh kami dengan ganasnya.. darahpun tercecer dimana – mana..

Mas edwin yang membawa mandau panjang.. menebas kepala musuh kami satu persatu dengan gilanya.. wajahnya yang khas dengan pulau yang ada diseberang lautan sana, terlihat dingin dan tatapan matanya seperti elang yang sangat menyeramkan.. dan setiap tebasannya membuat musuh kami menjerit sebelum akhirnya tumbang dan tidak bernyawa..

Bang andre yang membawa golok.. memutar mutarkan goloknya kearah lawan kami..

TRANG.. TRANG.. TRANG.. TRANG..

Bunyi golok bang andre ketika bertemu dengan senjata tajam musuh kami…. Dan percikan api pun terlihat jelas dimalam ini, ketika besi bertemu besi.. tai lasso..

Lalu putaran golok bang andre pun, dilanjutkan dengan menimpas leher salah satu musuh kami sampai putus.. bajingan.. darah pun tersembur dengan derasnya..

TRAAPPP.. TRAAPPP.. TRAAPPP.. TRAAPPP..

Satu persatu orang dihadapannya pun tumpang.. kepala dan tangan berhamburan dihalaman ini..

Bang arman dengan menggunakan badiknya.. maju dekat sekali dengan musuh – musuhnya.. tangannya terlihat berdarah setelah terkena sabetan parang dari musuhnya tadi.. dan itu membuat bang arman menggila.. dia menusukkan badik itu ke dada dan perut musuhnya dengan membabi buta.. dan musuhnya pun tumbang dengan berdarah – darah dan dengan menjerit kesakitan..

Dan dari generasiku.. kami yang bersenjata tajam berdiri paling depan dan yang tidak bersenjata dibelakang kami..

Akupun berlari dengan badik menghunus ditangan kananku.. satu orang menyerangku menggunakan parang..

WUUTTT..

Aku memundurkan kepalaku ketika parang itu diarahkan keleherku.. dan jarak ujung parang dengan leherku sangat dekat sekali.. tai lasoo memang.. kalau kurang se centi aja aku memundurkan kepalaku.. mungkin ujung parang itu merobek tenggorokanku..

Lalu setelah parang itu melewati tenggorakanku.. dengan cepatnya aku menusukkan badikku ke dada sebelah kanan dada orang itu..

BREETTT..

Badikku masuk kedalam dengan sempurna, melewati tulang – tulang dadanya…

“ARRRGGHHHH…” teriakan orang itu tepat diwajahku dan aku langsung mencabut badikku dan aku menginjak dadanya dengan kuat..

BUHHGGG…

Orang itu langsung roboh kebelakang dengan mata yang melotot dan mulut yang menganga serta darah segar yang keluar dari dadanya..

Dan satu lagi orang yang maju dan menyerangku dengan goloknya..

WUUTTT.. WUUTTT.. WUUTTT..

Aku menghindari tebasan dari goloknya.. dan dia memutarkan goloknya dari arah berlawanan.. dan aku salah membaca gerakannya…

BUHHGGGG..

Dia menyerangku dengan ujung gagang golok dan itu langsung mengenai pelipisku..

“aaarrgghhhhh..” akupun mengeram kesakitan ketika darah langsung muncrat dari pelipisku dan membuat pandanganku kabur.. suntili..

Orang itu tiba – tiba sudah dibelakangku dan membekap mulutku lalu goloknya diarahkan keleherku.. dan dengan cepatnya aku menahan tajamnya golok itu dengan telapak tangan kiriku..

BRETTTT..

Tajamnya golok itu ada digenggaman tanganku dan langsung merobek telapak tangan kiriku.. darah langsung keluar dari telapak tangan kiriku..

“waktumu untuk mati anak muda..” ucap orang itu sambil membisiki telingaku.. lalu menarik goloknya kearah kanan dan gerakannya seperti mengiris telapak tanganku..

BRETTTT.. BRETTTT.. BRETTTT..

Pelan dan sangat menyakitkan.. anjingg..

“AARGGHHHHH..” aku berteriak didekapan tangannya..

Air mataku sampai menetes bercampur dengan darah yang keluar dari pelipisku tadi.. sakitnya sungguh luar biasa.. lalu aku memiringkan tubuhku sedikit kekanan dan mengarahkan badikku kedadanya yang ada dipunggungku dengan cepat dan kuat..

JLEBBB…

Badikku menancap didadanya sebelah kiri.. lalu aku putarkan badikku didalam dadanya itu seperti membuka kunci rumah..

“IHHHH..” ucapku sambil memutarkan badikku dan aku juga menahan sakitnya telapak tanganku..

“AARGGHHHHH..” teriaknya dengan kencang setelah dadanya aku bolongi dengan badikku.. lalu dekapannya terlepas dan goloknya juga terlepas dari tangannya..

Aku lalu menghantam hidungnya dengan mendorong kepala belakangku kewajahnya..

BUHHGGG….

Dia termundur dan aku mencabut badikku.. kepalaku sempat pusing akibat serangan kepala belakangku tadi.. tapi aku langsung berbalik dan menikamkan lagi badikku keperutnya lalu menekannya kedalam..

JLEBBB…

“tai lassooomu.. bukan aku yang mati ces.. kamu yang mati..” ucapku dengan mata yang melotot.. aku memandangi wajahnya yang menahan sakit ketika badikku didalam perutnya..

“AAAARRGGHHH..” dia merintih kesakitan dengan air mata yang mengalir dikedua matanya.. lalu aku putar badikku sehingga tajamnya menyamping.. lalu aku tarik kekiri sehingga perutnya langsung robek dengan usus yang terburai..

BRREEETTTTT…

“AARRRGGHHHH..” merdu lolongannya sangat membuat emosiku kembali menggila.. dan dengan tangan yang penuh darah.. aku injak dadanya sampai dia tumbang kebelakang..

BUUUHHHGGGG..

BUUUUMMMMMM..

Dia pun mengejang dan tidak bergerak lagi.. lalu aku melihat teman – temanku yang sedang bertempur dengan emosi yang menggila…

Mas wagiyo dengan goloknya.. dia memutar – mutarkan goloknya dengan tangan kanan dan tangan kiri mengimbangi dengan melambai berlawanan arah.. lalu seorang musuh menyerangnya dengan sebuah parang..

WUUTTT.. WUUTTT.. WUUTTT.. WUUTTT.. WUUTTT..

Mas wagiyo menunduk, menghindar kekanan dan kekiri lalu sesekali meloncat menghindari tebasan parang musuh musuhnya.. lalu dari arah atas.. mas wagiyo mengayunkan goloknya kearah antara leher dan pundak lawannya dengan kuat..
TRAAPPP..

“ARRRGGHHHHHH..” musuhnya berteriak setelah golok mas wagiyo menancap dibagian pundak mendekati leher itu.. lalu mas magiyo menarik goloknya kearah belakang seperti mengiris sambil menekannya dengan kuat..

SRETTTTTT..

“ARRRGGGGHHHH….” Lengkingan suara orang itu terdengar memilukan sekali.. dan ketika golok itu telah terlepas semua dari tubuh lawannya itu.. darah segar langsung bercucuran dari luka yang menganga… anjingg..

Lalu mas wagiyo memutarkan goloknya kearah berlawanan tepat ditenggorokan lawannya yang menjerit itu..

SRETTTTTT..

“OORRGGGGHHHHHH…” darah langsung menyembur lagi dari tenggorokan yang terpotong, dan menyisakan sebagian daging yang masih menempel ditubuh orang itu…

Lalu mas wagiyo menginjak dada orang itu dengan kuat.. sambil berteriak..

“AAARRRGGHHHHHH..” teriak mas wagiyo lalu..

BUUHHHGGG..

BUUMMMMM..

Orang itu roboh dan tubuhnya mengejang serta nyawanya meregang dengan bebasnya..

Bang ance dengan pedang baranya.. pedang bara ini mempunyai gagang dua cabang.. dan tidak hanya pada gagang, pada ujung pedang bara juga mempunyai dua cabang yang diantara dua cabang itu bergerigi.. gila.. ngeri sekali senjata itu..

Bang ance begitu lihai mengibaskan pedang bara nya.. pedang itu diputar dan ditebaskan kearah tubuh lawannya.. dan ketika pedang itu ditancapkan diperut sang lawan dengan kuat, sampai tembus kebelakang.. usus sang lawan terburai diantara dua cabang gerigi ujung pedang..

BREETTTT…

“AARRGGHHHHHHH..” lawannya itu melolong dengan air mata yang bercampur darah.. bangsaattt.. teriakan itu merdu sekali terdengar.. ana sundala..

Bang ramos dengan parang panjangnya.. parang bang ramos ini panjang sekali.. untuk membawanya saja, bang ramos sampai menyeretnya.. karena panjang ujung parang sampai menyentuh tanah.. dan ketika berjalan dan ujung mengenai lantai semen..

SRENG.. SRENG.. SRENG.. SRENG..

Bang ramos sengaja agak menekannya sehingga menimbulkan bunyi yang sangat mengilukan.. dan membuat percikan api ketika besinya menyentuh semen.. anjing..

Dan itu salah satu strategi bang ramos untuk membuat nyali lawannya menciut.. lalu ketika dua orang akan menyerangnya dengan golok.. bang ramos dengan cepat mengayunkan parang panjangnya itu kearah leher dua lawannya sekaligus..

TRAAPPP.. BUHHGGGG… BUHHGGGG… BUHHGGGG… BUHHGGGG…

Tidak ada teriakan dari kedua orang itu, karena kepala mereka berdua sudah menggelundung ditanah ,meninggalkan tubuh mereka yang masih berdiri.. dan perlahan – lahan kedua tubuh itu langsung tumbang..

BUUMMMMM.. BUUMMMMM..

“OORGGHHHHH…..” bunyi darah yang mengalir dari lubang tenggorokan dua orang itu dengan diiringi tubuh yang mengejang.. dan kepala mereka berdua menggelundung dengan mata yang melotot dan mulut yang menganga…

“HAHAHAHAHAHA..” tawa bang ramos begitu mengerikan..

Kang ujang dengan kujangnya.. dia harus melawan musuhnya yang menggunakan samurai.. kang ujang dengan semangatnya, mengaum seperti macan.. dia meliuk – liukan tubuhnya dengan lincah.. ilmu beladiri khas daerah barat pulau ini yang sangat dikuasainya.. membuatnya dengan mudah menghindari setiap tebasan samurai musuhnya.. dan kujang yang digenggamnya dengan gagang berkepala macan.. diputarnya lalu disabetkan kearah musuh lawan dan kujang itu merobek perut lawannya itu.. sehingga membuat usus lawannya terburai dihadapannya..

“ARRRGGHHHHH..” lagi – lagi jeritan musuh kami terdengar lirih ditelinga.. dia melepaskan samurainya dan langsung memegangi usunya yang terburai.. dan kang ujang menutup serangannya dengan menancapkan kujangnya kedada sebelah kiri orang itu dengan kuat..

JLEBBBBB..

“AAAAARRGGHHHH..” teriak lawannya makin mengencang.. lalu kang ujang menarik kujangnya dan orang itu roboh dengan dada yang mengeuarkan darah segar dan perut yang ususnya terburai..

Mas pandu menggila dengan serangannya.. pukulan dan tendangannya pun mampu membuat tidak berkutik setiap musuh yang menyerangnya..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Pukulan mas pandu yang sangat keras pun mendarat mulus disetiap musuh yang dihadapinya..

Mas arief, bang ucok, adam dan oka yang tidak bersenjata juga menggila.. mas arief mematahkan tangan musuhnya dengan sadisnya.. sedangkan bang ucok mematahkan leher lawan – lawannya.. adam dan oka bekerjasama mematahkan tulang punggung lawan – lawannya..

Gila.. ini pertempuran tersadis dalam hidupku.. hujan darah membanjiri halaman ini.. merdu teriakan orang – orang yang terbantai, sangat menghibur malaikat pencabut nyawa.. iblis dengan senangnya, menari – nari diatas darah yang tertumpah.. dia menari seperti menyambut kedatangan orang – orang yang telah mati.. karena mereka yang mati akan menemani iblis ini diatas sana..

#cuukkk.. tai lasooo kamu semua.. ana sundala.. jangan kau usik harga diri kami.. karena itu sama saja dengan mengundang kematianmu bangsatttt..

 

Cerita Terpopuler