. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 75 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 75

0
345

Bagian 75 – Timur Tragedi

Hai.. kalian pasti terkejut ya kenapa aku orang baru yang ada dicerita ini.. kok tiba – tiba bercerita dari sisiku dikisah ini.. assudahlah.. kalian ga perlu banyak tanya.. mending kalian siapin titit kalian aja untuk coli sambil membaca lanjutan cerita ini.. siapa tau kalian akan mendapatkan klimaks yang sempurna sampai tetes terakhir setelah membaca cerita pertempuran kami.. hehehe.. kimaknya..

Namaku daud.. aku berasal dari pulau yang jauh dari kota ini dan tentunya menyeberang lautan.. dan aku salah satu generasi kedua dipondok merah.. bagaimana aku bisa masuk dikos pondok merah.. kos kumpulan para bajingan dikampus teknik kita tercinta ini.. ceritanya sederhana saja sih.. pada saat aku menginjakkan kaki dikota ini untuk pertama kali.. kota ini masih kental dengan aroma perkelahian antar geng atau antar kampung.. aku yang tidak pernah tau tentang seluk beluk kota ini dan tidak ada sanak saudara satupun disini.. kebingungan harus kemana.. yang aku tau tentang kota ini, cuman cerita dari kawan – kawanku dipulau sana.. mereka berkata, kota ini adalah kota pendidikan yang dingin.. dan setelah sampai disini silahkan pilih kampus mana yang akan kamu pilih, itu saja informasi yang aku tau.. gila ga..? monyet…

Dan setelah sampai diterminal kota ini.. aku melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot untuk menuju kawasan kampus.. entah kawasan kampus apa.. yang jelas aku sampai aja dulu.. nanti aku pikirkan cocok ga aku kuliah disitu.. kuliah dengan jurusan yang mau aku ambil.. jurusan teknik mesin.. uber alles dan solidarity m forever.. itu aja yang tertanam dikepalaku.. karena kata – kata itu selalu diucapkan abangku yang kuliah dijurusan teknik mesin di kota budaya sana..

Oke kita kembali lagi dengan kisah pertamaku dikota ini.. setelah aku turun dari angkot dan membayarnya.. sekumpulan pemuda mendekati aku dan mencoba memalak aku.. kimaknya mereka ini.. baru juga aku sampai.. sudah mau main palak aja.. bajingan..

Dan dengan modal kenekatan dan ilmu bela diri yang kupunya, aku sempat menjatuhkan beberapa dari mereka.. tapi apa daya.. satu lawan sekelompok orang dan aku masih bau kencur dikota orang.. hancurlah aku dibuatnya.. sebuah balok menghantam kepalaku dan menghentikan perlawananku.. dan ditengah kondisiku yang sudah babak belur dan tidak berdaya.. datang seorang pemuda yang mirip george best.. seorang pemain legenda mancester united.. dia membantuku dan membantai semua orang yang mengeroyokku.. gila.. dia berkelahi dengan gaya nya yang khas dan dengan tangan kosong.. pukulan dan tendangannya sangat luar biasa.. dan semua musuh yang ada dihadapannya langsung tumbang seketika.. kurang ajar memang..

Aku itu preman dikotaku sana dan tidak ada yang berani denganku..tapi disini aku seolah tidak ada apa – apanya.. aku dengan mudahnya tumbang oleh sekelompok orang tadi.. dan pemuda yang menyelamatkan aku ini sangat luar biasa.. gila..

Dan setelah menyelamatkan aku.. aku pun berkenalan dengan nya.. irawan jati nama pemuda itu.. dan setelah berkenalan, dia mengajakku kekosannya.. dan disana aku diperkenalkan dengan empat orang lainnya.. mas agus bule, mas totok, mas nawi dan mas tomo.. dan kebetulan pada saat aku datang, sebuah kamar baru selesai dibangun.. dan dengan kehangatan serta keakraban.. aku kos ditempat itu.. kos yang bercat warna merah.. dan orang – orang lebih mengenalnya sebagai pondok merah.. gila.. mimpi apa aku waktu dirumahku sana.. kok bisa – bisanya aku kos ditempat yang sangat menyeramkan ini.. bajingaannn.. tempat ini sangat cocok dengan jiwaku dan dengan semangatku.. aku mencintai tempat ini dan orang – orang didalamnya.. bangsatt..

Itulah kisah pertamaku dikota ini.. dan akupun menikmati kos dipondok merah, termasuk kuliah dikampus teknik kita tercinta.. dan aku pun masuk jurusan mesin, sesuai dengan apa yang aku cita – citakan.. dan suasana dikos ini sangat luar biasa… disini aku diajarkan rasa persaudaraan yang kuat.. saling memiliki dan saling menjaga.. susah dan senang pun banyak kami lewati.. termasuk berkelahi dengan preman – preman kota ini yang mencoba mengusik kampus teknik kita..

Dan untuk mas irawan sendiri.. bukan hanya sekali beliau menyelamatkan aku dalam suatu perkelahian, tapi sering kali.. belum lagi pertolongan bapak (mbah jati) kepadaku.. biaya hidup dan biaya kuliahku, sempat beberapa semester beliau yang tanggung.. dan itu tanpa sepengetahuan mas irawan.. memang luar biasa sekali beliau ini.. bajingan yang sangat dermawan dan sangat baik hati..

Dan setelah generasi mas irawan.. aku, jalal, andre, edwin dan arman melanjutkan kedigdayan pondok merah.. dan setelah beberapa tahun satu kamar kosong dan dengan bertambahnya satu kamar lagi.. masuklah pandu dan wagiyo.. orang gila yang memberi suasana lain dikos pondok merah.. dan tahun berikutnya giliran ance yang masuk..

Sudah.. mungkin itu aja secara singkatnya tetang kisahku dikos pondok merah.. kalau kepanjangan bisa dibuatkan cerita sendiri aku sama kisanak87.. (maunya aku sih.. hahahaha..)

Dan sekarang kita kembali ke ibukota provinsi..

Setelah mendengar kabar dari arman tentang kejadian tumbangnya semua adek – adek kos pondok merah.. darahku langsung mendidih dan aku langsung memesan tiket hari itu juga.. kimaknya.. kejadian ini sama seperti kejadian waktu itu, ketika kami semua tumbang oleh cakra termasuk mas irawan.. kami semua terpukul tapi kami semua cepat bangkit.. dan ketika beberapa bulan kemudian ada kesempatan untuk balas dendam.. kamipun membalas kekelompok cakra dan cakra tumbang ditangan mas irawan..

Kurang ajar.. aku kira cakra sudah tidak akan berani mengusik pondok merah.. ternyata, dia makin meraja lela lagi.. monyet.. monyet..

Dan hari ini.. setelah belasan tahun.. kami akhirnya bisa berkumpul lagi dan dengan komposisi yang lengkap termasuk, adek – adek kita dari pondok merah yang masih aktif kuliah..

Satu yang jadi perhatianku ketika pertama kali berkumpul dengan semua keluarga besar pondok merah.. sandi purnama irawan.. anak dari mas irawan.. tatapannya itu bangsat sekali.. tajam dan dingin.. walaupun dia slengean dan sering tersenyum.. tetap saja tidak menutupi sadisnya tatapannya.. kurang ajar sekali.. mungkin dia ini lebih tepat kalau menggantikan bapak sebagai penguasa bisnis hitam diprovinsi ini.. tapi kelihatannya tidak mungkin.. mas irawan saja tidak mau melanjutkan, apalagi putra tersayangnya itu.. (bapak = kami menyebut mbah jati itu dengan sebutan bapak.. karena beliau bukan sekedar ayah bagi kami.. beliau segala – galanya bagi kami..)

Dan kembali lagi ditengah – tengah perkumpulan.. perasaanku sangat luar biasa kali ini.. ini momen yang aku rindukan.. duduk bersama sambil bersenda gurau dan memutarkan minuman.. dan sesekali bercerita tentang masa lalu.. bajingaann.. luar biasa sekali persaudaraan pondok merah ini.. dan ini tidak berubah secara turun temurun.. tapi suasana lagi ga mendukung.. kami harus bersiap untuk menyerang markas cakra dipinggiran kota malam ini juga..

Kimaknya.. setelah belasan tahun ototku ini hanya kubuat untuk mengangkat bulpoint.. sekarang aku harus menggunakan lagi untuk suatu pertempuran.. pertempuran tentang harga diri dan persaudaraan.. tidak ada yang memaksa atau mengajak kami kemari.. kami datang dengan sendiri dan dengan semangat pondok merah yang sudah menyatu didarah kami.. gilaa..

Dan setelah mas irawan mulai melangkahkan kakinya dengan wajah yang sangat khas.. dingin dan menakutkan.. kami semua berjalan dibelakangnya.. kami berjalan seperti sekumpulan ombak yang akan menyapu siapa aja yang menghalangi jalan kami.. dan kami akan menggulung, mengombang – ambingkan dan akan membinasakan siapapun itu.. karena rasa persaudaraan kami akan menggila bila ada salah satu diantara kami disakiti.. ingat.. darah kalian akan tertumpah dan kalian akan menikmati kesakitan yang sangat luar biasa.. bajingann..

Dan dengan menggunakan beberapa mobil dan bison (bus kecil).. kami semua menuju markas kelompok cakra.. dan didalam mobil.. kami semua disuguhi masing – masing sebotol cairan yang sangat aku kenali rasanya.. pahit.. kimaknya.. siapa yang bawa minuman ini.. mas irawan kan dimobil yang lain.. bajingan.. dan aku harus minum ramuan dari desa jati luhur ini lagi.. bangsat.. dulu memang kalau akan melakukan pertempuran yang dasyat.. kami selalu disuguhi oleh mas irawan.. awalnya aku mengira ini arak.. ternyata bukan.. rasanya sih sama, tapi pengaruhnya itu luar biasa.. kalau sudah diminum, efeknya langsung naik dikepala.. dan memerintahkan otak ini supaya membunuh dan membantai siapa saja lawan kami… bajingaann..

Dan setelah sampai didepan gerbang sebuah rumah yang sangat megah.. kami semua turun dari mobil.. lalu kami kembali berdiri dibelakang lima pendiri pondok merah dengan mas irawan memimpin paling depan… emosi kami semua menyala – nyala.. monyet.. monyet.. ramuan itu memang gila..

Pintu pagar pun langsung terbuka.. dan dihalaman yang sangat luas depan rumah.. tampak puluhan orang berbaris rapi dan bersiap menyambut kami..

Mas irawan lalu mengeluarkan rokok dari kantong.. lalu mengambilnya sebatang dan meletakkannya dibibir.. lalu mas irawan mengantongi lagi bungkusan rokok surya itu dan mengambil korek zippo tuanya.. dan dengan tangan kanan memegang korek lalu tangan kiri menutupi tangan kanan.. serta agak menundukan kepala dan memiringkannya sedikit..

CLING..

Dengan perlahan mas irawan membakar dan menghisap rokoknya itu.. lalu..

CLING..

Ditutupnya lagi korek zippo itu lalu dimasukkan kekantong.. assuuu.. keren banget sampean mas.. sudah seperti bintang film aja.. bajingan..

“sudah datang rupanya tamunya pak cakra.. hehehehe..” ucap seseorang yang berdiri ditengah barisan orang didepan kami..

“oh iya.. kalau mau hidangan yang nikmat.. silahkan masuk kedalam.. tapi kalau mau makanan sisa.. itu kebetulan doggy nya lagi ga selera makan.. tadi cuman dimakan sedikit.. jadi silahkan dicicipi ya.. hahahaha.. jangan lupa dibagi rata.. jangan rebutan.. hahahahaha..” ejek orang itu lalu tertawa dengan kerasnya sambil menunjuk kandang anjing didekat kami..

“hahahahahaha..” semua anggota cakra ikut tertawa terbahak – bahak..

Kimaknya orangnya.. kamu targetku bangsat.. kamu incaran pertamaku.. monyet ini.. teman – temanpun terlihat sangat emosi sekali.. hanya lima pendiri pondok merah yang santai dan tersenyum mendengar si monyet itu bicara..

“loh terus kamu ngapain diluar..? kok ga masuk kandang..?” ucap mas irawan dengan santainya dan tanpa dosanya.. kimaknya.. berarti targetku itu anjing dong..

“GUK.. GUK.. GUK.. HAHAHAHAHA..” sahut anak muda yang bernama surya sambil menunjuk sianjing yang berbicara tadi, dan dia langsung tertawa sambil memegang perutnya.. kimaknya anak ini.. gila juga dia rupanya..

“HAHAHAHAHAHA..” giliran kami semua yang tertawa dengar celetukan mas irawan yang singkat dan ngeselin tadi.. dan kami juga tertawa melihat cara surya mengejek sianjing itu.. kami semua tertawa sambil mengeluarkan hawa panas yang ada dikepala.. bajingaannn..

“bangsattt… beraninya kamu menghina aku..?” ucap sianjing dengan emosinya dan dengan mata yang melotot.. lalu satu persatu anggota cakra mengeluarkan senjata mereka dari balik baju mereka.. parang, golok, celurit, samurai dan sebagainya..

Dan dikelompok kamipun, satu persatu teman – teman mengeluarkan senjata dari balik bajunya.. mas nawi yang ketika turun tadi menggunakan jaket yang menggelembung.. ternyata isi didalamnya calo’.. senjata khas pulau garam yang sangat panjang dan melengkung.. mas tomo dengan kerambit dikedua tangannya.. mas totok, mas agus bule dan mas irawan tetap dengan kebiasaannya.. tangan kosong..

Sedangkan dari generasiku.. jalal mengeluarkan senjata andalannya yaitu celurit.. edwin dengan mandaunya yang panjang, bang arman dengan badiknya, andre dengan goloknya.. sedangkan aku.. aku hanya menggunakan kepalaku yang keras ini.. kepala beton…

Dan dari generasi yang lain.. ance membawa pedang baranya.. betta dengan badiknya.. ujang dengan kujang nya.. ramos dengan parang, ntah apa namanya.. yang jelas parangnya panjang dan hitam.. dan berbagai macam senjata lainnya.. sedangkan sebagian yang lain.. ada yang menggunakan tangan kosong.. termasuk sandi.. dia tangan kosong aja.. sama seperti ayahnya.. dan satu lagi tentang sandi.. caranya berdiri dan menatap sangat mirip sekali dengan mas irawan.. dingin dan tajam.. dia terlihat santai sambil menghisap rokoknya.. dan dari tatapannya dia terlihat mempelajari gerak – gerik musuhnya dan sudah tidak sabar untuk membantainya.. bajingann..

“daud..” ucap mas irawan mengagetkanku sambil menoleh kearah belakang..

“siap mas..” ucapku.. hahahaha.. tau aja mas irawan ini kalau aku mengincar sianjing.. dan ini memang kebiasaan beliau bila bertarung bersamaku.. mas irawan pasti akan menyerahkan kaki tangan pimpinan kelompok yang akan kami selesaikan kepadaku… dan tentu saja.. aku pasti akan dengan senang hati menerima perintah itu.. aku.. daud si kepala beton.. akan meyelesaikannya dengan tandukan kepala andalanku.. bangsatt..

“disini kuburan kalian.. DISINI…. SERANGGGG..” ucap sianjing dengan emosi meluap – luap.. dan anggota merekapun langsung berlarian kearah kami dengan berbagai macam senjata ditangan mereka.. bangsatttt..
Dan mas irawan langsung mengangkat tangan kirinya dan menunjuk kearah depan.. kearah anggota cakra yang berlarian kearah kami..

“BANTAIIIII..” teriak mas irawan dengan garangnya..

“BANTAIIII..” teriak kami dengan tangan kiri terkepal keudara dan kami langsung berlarian menyambut musuh kami..

TRANG.. TRANG.. TRANG.. TRANG..

Bunyi senjata tajam bertemu dengan senjata tajam.. yang membuat ngilu bagi setiap orang yang mendengarnya..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Tendangan dan pukulan pun bersahut – sahutaan… anggota pondok merah seolah menari – nari dengan pukulan dan tendangan yang menghantam setiap musuh yang ada didepannya.. dan ayunan senjata tajam dari teman – teman kami.. membuat perkelahian ini tampak indah sekali.. teriakan orang yang kesakitan terkena pukulan, sabetan senjata tajam dan bunyi ketika leher atau bagian tubuh yang lainnya terpenggal.. langsung memekakan telinga.. jerit teriakan kesakitan dan teriakan diambang kemaitan, bersahut sahutan dengan merdunya.. irama kematian dan kehidupan sangat dekat sekali jaraknya ditempat ini.. hanya sebatas tipisnya rambut kami.. bajingaannn..

Mas nawi dengan calo’ yang gagangnya dipegang dengan jempol kearah bawah.. dan posisi calo’nya di punggung tangannya.. diputarkan dari arah samping dan tajam bagian dalam calo’, langsung membabat leher dua orang didepannya dan kedua orang itu langsung roboh tanpa kepala.. darahpun langsung tersembur dari tenggorokan dua orang itu dengan deras.. bajingaannn.. setelah bagian dalam calo’ membabat leher dua orang.. mas nawi lalu memutarkan lagi calo’nya kearah berlawanan dan bagian tajam luar calo’ langsung mengenai satu orang didepannya lagi.. bangsat.. dalam hitungan detik.. mas nawi sudah membunuh tiga orang.. kimaknya..

“OOOORRGGHHHHHH”.. bunyi semburan darah yang terus mengalir dari tenggorakan musuhnya yang terlihat jelas didepan mata..

“hahahahahahaha..” mas nawi tertawa dengan sangarnya.. dan dengan cipratan darah musuh diwajah mas nawi.. beliau maju lagi sambil terus mengayunkan calo’nya dan sekali lagi beliau selalu tertawa.. mengerikan sekali manusia satu ini.. sadis dan kejam..

Mas tomo dengan kedua kerambitnya.. melakukan pertempuran jarak dekat dengan musuh – musuhnya.. bolongan kerambit yang ada dibagian bawah kerambit masuk di jari telunjuknya.. gagangnya pun erat sekali digenggaman mas tomo.. dan bagian tajamnya, melengkung dibawah kedua punggung tangannya..

SRETTT.. SRETTT.. SRETTT.. SRETTT.. SRETTT.. SRETTT..

Tubuh mas tomo sikutu buku meliuk – liuk dengan indahnya.. beliau melakukan gerakan beladiri andalannya.. dan dengan gerakan yang cepat.. kerambitnya menyobek perut, dada dan leher musuh yang ada dihadapannya.. satu persatu musuhpun tumbang dengan berceceran darah..

Mas totok sipetarung jalanan.. menggunakan dua kepalan tangannya menghantam dada, perut, leher dan wajah musuhnya dengan kuat dan beringas.. dan walaupun musuhnya menggunakan senjata tajam.. mas totok dengan lincahnya bisa menghindari serangan musuhnya dan membalasnya dengan hantaman dan injakan yang sangat kuat.. satu persatu lawab yang ada dihadapnnya pun tumbang..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Mas agus.. sibule yang sadis.. langsung menerjang musuh – musuhnya dengan tendangan khasnya yang sangat kuat dan mematikan.. beliau melakukan tendangan lurus kedepan.. kesamping dan tendangan balik yang sangat indah dan mematikan.. setiap tendangannya selalu tepat sasaran.. dada, leher dan wajah musuhnya.. terlihat seperti sansak hidup.. dan musuhnya tumbang sambil menjerit kesakitan..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Mas irawan.. sang panglima tempur malam ini.. dengan santainya berjalan sambil melakukan tinjuan, injakan dan tendangan.. kepalan tangan, lutut, sikut, punggung kaki dan telapak kaki.. bergantian melumpuhkan musuhnya.. memang kuakui.. dalam setiap pertempuran.. mas irawan gerakannya tidak terlalu mencolok.. karena beliau santai saja sambil menikmati setiap serangannya.. tapi jangan dikira, santainya mas irawan itu tidak ada kekuatannya.. justru setiap satu serangannya pasti akan menumbangkan musuhnya yang menghadang.. beliau tau titik lemah pada tubuh manusia.. jadi itu pasti yang akan diserangnya..

Ulu hati, leher bagian jakun, leher bagian samping, hidung dan dibawah ketiak musuhnya.. jadi incaran empuk serangan mas irawan.. serangannya yang santai tapi mematikan serta mata yang tiba – tiba memerah.. menjadi ciri khas mas irawan dalam bertarung.. dan itu pasti akan membuat musuhnya langsung terkapar.. bajingaannn…

Aku pun langsung berlari kedepan sambil menghindari serangan senjata tajam musuh yang ada didepanku sambil melakukan tendangan dan pukulan.. aku terus maju kedepan..

PAAKKKKK… BUUUHHGGG… PAAKKKKK… BUUUHHGGG…

Aku menghantam setiap musuh yang menghalangi jalanku.. tujuan utamaku adalah mencari sianjing tadi yang menghina kami.. bajingan..

Dan didepanku berdiri dua orang yang menghadangku lagi.. aku meloncat sambil melakukan sebuah tendangan kearah mulut salah satu orang tersebut..

BUUUHHGGG…

Dia termundur sambil terdanga, dengan darah langsung keluar dari mulutnya bercampur air liurnya.. lalu aku mengarahkan kepalan tanganku kearah wajah orang kedua..

WUUTTTT..

Dia menunduk sambil mengarahkan pukulan kearah tulang igaku bagian kiri..

BUUUHHGGG…

“ARRRGGHHHHHHH.. KIIIMAKKKNYA…” ucapku berteriak kesakitan sambil melengkungkan tubuhku kearah kanan.. dan dia melanjutkan serangan dengan menghantam wajah bagian kanan ku dengan pukulan tangan kirinya yang sangat telak..

BUUUHHGGG…

Wajahku pun sampai melayang kearah kiri..

Monyett ini.. darahkupun langsung keluar dari tepi bibirku.. kimaknya… kubunuh kamu.. kubunuh…

“AARRGGGGHHHHH..” aku berteriak sambil melakukan injakan kearah dadanya..

BUUUHHGGG…

“HUUUPPPP..” dia termundur dengan nafas yang sesak dan mata yang melotot..

Aku lalu meraih kepala belakangnya dan mengadu jidatku dengan hidungnya..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

“AARRGGHHHHHH..” dia berteriak ketika tulang hidungnya yang lunak patah kedalam dan berdarah..

“kamu rasakan ini kepala betonku ya..” ucapku dengan senyum yang mengambang sambil menarik lagi kepala belakangnya dengan kuat..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

Aku melakukannya tiga kali lagi sampai darahnya tersembur dan wajahku terkena cipratannya.. bajingaannn..

Lalu aku lepas peganganku dikepala belakangnya dan aku injak dadanya sekuat tenagaku..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

Tubuhnya terlempar kebelakang sampai masuk kedalam paret dengan posisi lehernya menghantam ujung semenan paret dengan keras dan langsung patah.. wajahnya pun mendonga keatas dengan dipenuhi darah..

Orang pertama yang aku injak mulutnya tadi.. sudah bersiap lagi untuk menyerangku.. dengan darah yang masih mengalir dimulutnya.. dia terlihat emosi sekali menatapku.. kimaknya ini.. kamu belum merasakan kepala betonku kah..? monyet..

Dan ketika dia maju.. aku langsung memutarkan tubuhku sambil melakukan tendangan balik.. dan kalau aku lihat.. dia sebenarnya tau aku mau menendang balik kearah wajahnya.. diapun memundurkan wajahnya.. tapi karena panjangnya kakiku.. tumitku masih mengenai tulang hidungnya dari arah samping..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

“AARRRGGGHHHHH…..” dia berteriak dengan tubuhnya melayang kearah kiri.. dan dia tumbang sambil tergulung – gulung ditanah.. tangannya memegangi hidungnya yang patah…

Aku sebenarnya ingin menariknya berdiri dan mengadu hidungnya dengan kepalaku.. tapi aku ingin menghemat tenagaku.. karena pasti pertempuran ini masih panjang..

Aku lalu berjalan mendekatinya dan menginjak kepalanya dari arah samping…

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

Lehernya patah kearah kiri dan dia tidak bergerak lagi.. bajingan..

Aku lalu menegakan kepalaku dan mencari sianjing disekelilingku.. bajingan.. rupanya dia menghajar salah satu anak buah gito dengan brutalnya..

“woi.. anjing.. bukan dia lawanmu..” ucapku memanggilnya.. dan dia langsung menatapku dengan emosi.. dia yang sedang memegang kepala bagian belakang anak buah gito.. langsung membanting orang itu dengan posisi wajahnya menghadap ke tanah..

BUUUHHGGG…

Anak buah gito pun mengejang dan sianjing pun langsung tersenyum dengan wajah yang penuh emosi.. kimaknya orang.. bangsatt…

“giliranmu..” ucapnya sambil menunjuk mukaku..

Monyet.. aku itu paling tidak suka ditunjuk mukaku.. bajingan.. aku lalu berlari kearahnya sambil melakukan serangan menggunakan pukulan tangan kananku dan tangan kiriku bergantian..

BUUUHHGGG… TAAPPPPP… BUUUHHGGG… TAAPPPPP…

BUUUHHGGG… TAAPPPPP… BUUUHHGGG… TAAPPPPP…

Setiap pukulan ku dapat ditangkisnya dengan mudah.. dan dia langsung melakukan serangan balasan dengan cepatnya..

BUUUHHGGG… BUUUHHGGG… BUUUHHGGG… BUUUHHGGG…

Dia menyerang bagian tulang igaku dari arah kanan dan kiri..

“AARRRHHGGGGGHHH..” aku berteriak kesakitan karena kerasnya pukulannya dan sakitnya yang luar biasa aku rasakan.. tubuhku pun miring kekanan dan kekiri bergantian…

Lalu dengan cepatnya ditarik kepala belakangku dan mulutkupun diadunya dengan jidatnya..

BUUUHHGGG…

“AAAARRGGHHHHH…” darah langsung keluar dari mulutku.. dan aku sampai terdanga terkena serangannya itu.. bangsattt..
Lalu disaat aku goyang.. dia memutarkan tubuhnya dan melakukan tendangan balik dengan kuatnya..

BUUUHHGGG…

Wajah sebelah kananku terkena tumitnya dengan keras dan aku langsung roboh kearah sebelah kiri..

BBUUUUMMM..

Wajah sebelah kiriku menghantam tanah dengan kerasnya.. bajingaannn.. aku tumbang.. aku tumbaaangg.. monyet.. moyet..

“hahahaha.. segitu aja kemampuanmu..?” ucapnya lalu tersenyum mengejekku..

Biadab.. aku yang terkapar langsung mengepalkan kedua tanganku dan aku berdiri dengan wajah berdarah – darah dan dengan emosiku yang menggila..

“masih kuat juga kamu…” ucapnya lalu maju sambil mengarahkan kepalan tangan kanannya kearah wajahku sebelah kiri dengan kuatnya..

TAAPPPP..

Aku menangkisnya dengan tangan kiri.. lalu tangan kirinya, menyerang lagi dari arah bawah ke bagian daguku..

WWUUTTT..

Aku memundurkan sedikit wajahku lalu aku hantamkan jidatku kehidungnya dengan keras…

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

“AAARRRGGHHHH..” gantian dia yang berteriak kesakitan setelah hidungnya patah kedalam… dia sampai mendongakkan kepalanya dan akhirnya darah pun mengalir juga dari hidungnya..

Lalu aku hantam dada bagian ulu hatinya dengan kepalan tanganku yang kuat ini..

BUUUHHGGG…

Tubuhnya pun sampai termundur dan wajahnya maju kedepan dekat dengan wajahku..

Aku lalu meraih kepala belakangnya dan aku menggunakan serangan andalanku.. aku hantamkan jidatku kearah hidungnya yang patah…

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

BUUUHHGGG… KRAAKKKKKK..

“AARRHHHGGGGG..” dia berteriak kesakitan..

Dan aku langung memutarkan tubuhku kearah belakang tubuhnya dengan tanganku berada dilehernya… kami pun saling memunggungi.. lalu aku genjot tubuhku keatas dan aku duduk dengan cepatnya..

KRAAKKKKKK..

Tubuhnya melengkung kebelakang dan tulang punggungnya langsung patah seketika..

“AARRRRGGHHHH..” lolongan kesakitan yang keluar dari mulutnya, membuatku seperti dinina bobokan.. kimaknya.. merdu sekali suara jerit kesakitan orang ini.. bangsattt..

Lalu aku berdiri lagi sambil tetap memegang lehernya dan menahannya supaya tetap berdiri.. lalu aku berputar dan berdiri dihadapannya sambil menatap wajahnya yang menahan sakit luar biasa.. matanya melotot dan mengeluarkan air mata.. dari hidung dan mulutnya pun keluar darah segar yang sangat banyak.. lalu aku pegang kepala atasnya dengan tangan kanan dan dagunya dengan tangan kiri.. aku tatap matanya dengan tajam..

“selamat tinggal anjing..” ucapku.. lalu aku memutar kepalanya serah jarum jam dengan sekuat tenagaku..

KRAAKKKKKK..

Bunyi lehernya yang patah.. langsung membuat matanya melotot dan mulutnya menganga.. aku lalu melepaskan kepala orang itu dan dia langsung lunglai dan tumbang seketika.. dan tidak bergerak lagi..

BUUUUMMMM..

Setelah itu aku melihat sekeliling.. gila.. halaman ini dipenuhi dengan ceceran darah dan beberapa potongan kepala, tangan dan kaki manusia.. tubuh orang pun banyak yang bergelimpangan dengan usus yang terburai.. ada juga tubuh yang tanpa kepala, kaki, dan tangan.. dan ada juga kampak yang menancap dikepala.. kimaknya..

Tempat ini seperti neraka.. tempat penyiksaan para bajingan – bajingan.. bangsaattt.. banjir darah dan airmata membasahi tanah ini..

Tuntas sudah bagian halaman depan.. kami akan memasuki ruangan dalam rumah ini, dengan emosi kami yang semakin lama – semakin menggila..

Timur tragedi.. di paling ujung sebelah timur pulau ini.. kami menumpahkan darah dari orang – orang yang menggangu keluarga kami tercinta.. dan kami membuat nyawa mereka seperti tidak berharga disini..

Jangan kau sentuh keluarga kami.. jangan kan sekelompokmu.. siapapun yang memulainya.. kami akan menyapunya seperti gelombang tsunami.. kami akan menghancurkannya.. dan kami tidak akan membiarkan satu orang pun yang akan lolos dari tempat ini.. kami akan jadikan tubuh – tubuh kalian menjadi santapan iblis dineraka sana..

Kami tidak perduli dengan darah yang mengalir ditubuh kami.. karena bagi kami.. darah adalah bagian dari kehidupan kami.. dan hanya dengan jeritan kesakitan kalian dan dengan darah kalian yang membanjiri tanah ini.. baru kemarahan kami akan terpuaskan..

Semua karena cinta, semua karena ikatan darah dan semua karena jiwa yang terluka..

#cuukkk.. darah dan cinta membuat timur tragedi.. darah kami mendidih dan cinta kami bergejolak.. kimaaakkknyaaa.. bangsaatttt…