. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 72 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 72

0
341

Bagian 72 – Pelajaran Berharga

Lagi – lagi malam ini kami akan melakukan suatu pertempuran yang menegangkan.. setelah kemarin malam aku dan teman – teman menyerang dua markas iblis hitam, serta membantai mereka dan dua anggota seven devils.. malam ini giliran markas utama mereka yang akan kami serang.. kenapa aku bilang markas utama.. karena disana tinggal alwi dan tentu saja, disana ada black.. pimpinan iblis hitam..

Mereka pasti akan mempersiapkan diri untuk serangan kami dan mereka pasti akan mengumpulkan semua anggota iblis hitam yang tersisa.. karena enam pasukan khusus mereka yaitu seven devils telah kami selesaikan.. dan empat diantaranya dibantai oleh si gila sandi.. assuu.. asuuu..

Tapi semua ketegangan ini aku nikmati dan aku jalani dengan senang hati.. karena dalam prinpsipku.. ‘hidup cuma sekali.. maka nikmati hidupmu dengan cara yang berbeda..’

Begitu banyak darah dan cinta disekitarku.. darah dari sahabat, saudara dan lawan.. cinta pun kudapat dari sahabat, saudara dan ….. ah jancok lah kalau yang itu.. kenapa bisa aku bilang jancokk..? karena titik – titik itu harusnya diisi wanita dan aku belum bisa mendapatkan cinta dari wanita pujaanku.. nggatelli..

Begitu banyak cara sudah aku lakukan demi mendapatkan perhatian, sayang dan cinta dari dia.. dia andi mira rawalangi lebih tepatnya mira, adek angkat sigila sandi.. tapi semua termentahkan oleh keteguhan hati mira.. dia sudah terlanjur jatuh hati dengan seorang laki – laki yang sebenarnya tidak dia kenal.. dia baru sekali bertemu dengan laki – laki itu ketika pertama kali datang kepulau ini.. tapi cintanya seolah sudah terikat dan dia berkeyakinan suatu saat akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya itu.. assuuu..

Dan wanita itu susah ditebak.. mira memang sudah memantapkan hatinya kepada laki – laki misterius itu, tapi perhatiaannya kepadaku besar sekali.. katanya aku sudah dianggap kakak olehnya.. kakak..? menjancokkan sekali kalau mendengar kata – kata kakak dari wanita idaman kita.. kakak itu merupakan penolakan yang halus dan itu hanya supaya kita tidak kecewa.. bajingan kan..? hehehe..

Dan anehnya justru aku aku masih menikmati situasi ini.. cinta yang jelas – jelas bertepuk sebelah tangan dan masih diberi perhatian, pertempuran dengan aliansi selatan, pertempuran dengan iblis hitam, dan pencarian siapa dibalik aliansi selatan serta iblis hitam.. semua aku nikmati dengan tersenyum.. dan itu karena sandi purnama irawan.. orang gila yang mengajarkan aku bagaimana mencintai dengan tulus tanpa memikirkan balasan cinta dari wanita pujaan kita, walaupun dia mengajarkannya dengan mencintai beberapa wanita.. hehehehe.. assuu.. asuuu.. bajingan pujangga memang dia.. guuatteell.. dan dia juga mengajarkan aku tentang kesetiakawanan dan persaudaraan yang kuat walau tidak ada ikatan darah..

Sandi rela melakukan apapun apabila orang – orang terdekatnya diganggu tanpa memikirkan resiko dibelakangnya.. jancok kan..? memang manusia yang menjacukkan dan menggatelkan sandi itu.. dan diakui atau tidak.. dia adalah salah satu otak di kos pondok merah dan dia juga otak power ranger.. dan belum pernah aku merasakan persaudaraan seperti dengan sandi dan teman – temanku yang lain.. pokoknya assuu banget deh…

Oke sekarang kita kembali lagi ke perseteruan dengan iblis hitam.. kali ini aku diminta mas rendi untuk menjadi pengatur strategi dalam peperangan ini.. assuuu.. untuk langkah pertama, aku telah berhasil mengumpulkan informasi tentang beberapa anggota iblis hitam.. dan penyerangan pertama, kami telah berhasil melumpuhkan kelompok budi dan mas adri.. untuk kelompok mas adri, aku sendiri yang beruel dengannya.. dan waktu itu selain teman – teman dari pondok merah, kami juga dibantu oleh maba – maba dibawah pimpinan hendra sumo dan heri tiger..

Dan sekarang.. setelah mendapatkan omelan pedas dari lia dan lirikan tajam dari mira.. aku kembali diminta mas rendi untuk mengatur serangan terakhir ke kelompok iblis hitam.. sandi pun memintaku untuk mencari informasi tentang black dan ‘king’ yang ada dibalik ini semua.. assuuu..

Dan untuk serangan terakhir kekelompok iblis hitam akan kami lakukan ke gang tengkorak.. salah satu gang yang dihuni banyak preman dibawah pimpinan cak mendol.. walaupun sebenarnya iblis hitam ini beda struktur dengan preman pimpinan cak mendol, tapi tetap saja kami harus bisa mendekati cak mendol.. karena keributan yang akan kami lakukan malam ini, berada di daerah kekuasannya…

Dan menurut informasi dari beberapa temanku.. alex dan panjul beserta bajingan – bajingan kampus teknik kita yang berseberangan dengan pondok merah, malam ini akan bergabung dengan iblis hitam.. mereka ingin menghancurkan kami dan mengambil alih kampus teknik kita, supaya mereka bisa mengontrol dan menguasai kehidupan bawah tanah kampus teknik kita.. bangsat… ga ada jeranya mereka berdua itu.. pokoknya malam ini mereka berdua dan para pengikutnya harus kami bikin menyesal seumur hidup… assuu..

Dan untuk penyerangan malam ini.. langkah yang aku lakukan adalah melibatkan lagi pentolan – pentolan maba yang loyal kepada pondok merah.. lebih tepatnya sih loyal kepada sandi sigila itu.. bangsat memang saudaraku satu itu.. dia dengan mudahnya bisa merangkul dan membuat takluk para bajingan maba.. dan para bajingan maba itu bukannya takut dengan sandi tapi segan dan hormat.. luar biasa sekali bajingan pujangga satu itu..

Dan aku sekarang lagi terkurung diruangan kuliah struktur baja dengan dosennya bu jenny.. suasana disini tegang sekali, setelah sandi tadi sempat bersitegang dengan bu jenny.. bajingaannn.. wajah bu jenny terlihat merah padam setelah sandi keluar ruangan.. dan entah apa yang dibisiki sandi ditelinga bu jenny, sampai bu jenny marah besar seperti itu.. dan kenapa juga bu jenny bisa dendam sekali dengan sandi..? aku bingung, ada apa dengan mereka berdua ini..? apa ada masalah dengan perilaku sandi yang hari itu telat..? tapi ga mungkin.. lia hari ini telat dan dia disuruh masuk oleh bu jenny.. justru sandi yang sudah datang duluan yang diusir keluar.. gila.. ada apa ya..? apa ada perasaan bermain dibalik ini semua..? memang sih, kalau aku perhatikan dari tatapan bu jenny.. dibalik kemarahannya, ada tersimpan sesuatu yang terpendam.. assuuu.. assuuu.. sampai segitu besarkah pesona bajingan lendir ini dihadapan para wanita..? sampai seorang dosen yang sebenarnya cantik dan manis, berubah menjadi seorang yang jutek dan judes.. bajingan’og

Akhirnya dengan kebulatan tekat dan tatapan tajam dari lia, yuda dan surya aku pun izin keluar, dengan alasan ga enak badan.. wajahku pun kubuat semelas mungkin supaya bu jenny percaya padaku.. dan setelah aku keluar dari perkuliahan bu jenny yang judes itu.. aku kekantin bertemu sandi dan satria.. mereka berdua sedang membahas tentang penyerangan malam ini.. akupun bergabung sebentar setelah itu kami bertiga bubar.. sandi dan satria menuju kos – kosan dan aku sendiri berjalan ke arah belakang kampus untuk menemui para bajingan maba yang biasa berkumpul disana..

Dan bener saja.. ketika aku telah sampai dibelakang kampus didekat bengkel teknik mesin.. para bajingan maba sedang berpesta minuman.. ilham, dalle, tigor dan heri beserta puluhan bajingan maba lainnya sedang menikmati pesta miras mereka.. asuuu..

“jancookkk.. kalian minum didalam area kampus.. ckckckckck..” ucapku ketika sudah didekat kumpulan mereka sambil menggelengkan kepalaku..

“haloo bang aldo.. hehehehe..” ucap tigor setelah dia minum jatahnya dan diserahkan gelasnya ke ilham.. assuu.. ilham disini jadi bandarnya.. bajingan anak ini..

“eh.. ada mas aldo.. duduk sini mas..” ucap ilham sambil tersenyum yang menggatelkan… assuuu.. tumben sekali manusia guattell ini manggil aku mas.. biasanya aldo aja.. bajingan’og..

Dan semua maba bajingan yang ada disini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepadaku..

Aku pun lalu duduk didekat ilham lalu aku membakar rokokku dan menghisapnya dengan santai..

“minum dulu mas..” ucap ilham sambil menyerahkan segelas TM kepadaku..

“assuu.. tumben kamu manggil aku mas cuukkkk..” ucapku ke ilham sambil menerima gelas pemberiannya..

“hehehe.. sampean kan seniorku..” ucap ilham dan lagi – lagi dia tersenyum yang menjancuukkkan..

“assuuu..” gumamku lalu mengangkat gelasnya agak tinggi lalu meminum minuman itu..

“aku minum ya semua..” ucapku dan mereka semua lagi – lagi mengangguk sambil tersenyum..

“lay.. jadi bagaimana sudah lanjutannya..” ucap tigor ke ilham..

“ya begitu itu tigor.. perempuan itu ujian cintanya, ketika laki – laki seperti kita tidak punya apa – apa.. dan laki – laki seperti kita, ujian cintanya ketika perempuan tidak memakai apa – apa.. hehehehe..” ucap ilham dan semua yang mendengar hanya tersenyum dengan terpaksa.. assuu.. garing banget sih candaannya..

“ahh.. sudah umum kata – katamu itu lay..” ucap tigor dengan santainya sambil menghisap rokoknya…

“terus maumu gimana gor..?” tanya ilham..

“coba tanya bang aldo.. gimana menurut abang..?” tanya tigor kepadaku.. assuu.. kenapa ditanya ke aku..? emang yang dibahas apa..? ujian cinta..? bangsaatt.. memangnya dijidatku ini ada tulisannya aldo pakar cinta gitu..? assuu’og.. tapi memang bener sih.. aku tuh sudah kenyang makan ujian cinta.. tinggal lulusnya aja aku itu.. bajingaann..

“kalau menurutku ujiannya bukan begitu gor.. tapi ujiannya adalah.. ketika laki – laki ga bisa berbuat apa – apa, waktu melihat wanita sudah tidak memakai apa – apa..” ucapku dengan santai lalu menyerahkan gelasnya kembali kepada ilham..

“maksudnya ‘itunya’ ga bisa berdiri ketika melihat wanita telanjang bang..? jadi bisanya berdiri kalau melihat sesama jenisnya telanjang gitu..?” tanya tigor dengan heran kepadaku..

“mungkin..” jawabku dengan entengnya lalu aku menghisap rokokku lagi..

“assuuu.. mbok’ne ancookkk..” maki ilham kepadaku… dan cuman dia aja yang berani memakiku.. karena ilham ini sebenarnya seumuran aja sama aku.. dan kami berdua sudah terbiasa dengan panggilan nama.. (mbok’ne ancookkk.. = tingkat tertinggi makian kata – kata jancokk..)

“hahahahahaha..” dan maba yang lain cuman tertawa saja mendengar jawabanku tadi..

“memang abangku satu ini luar biasa sekali.. hahahahaha..” kata tigor kepadaku lalu tertawa..

“dengar itu dalle.. jadi jangan nafsu kalau kau lihat aku.. hahahahaha..” kata tigor lagi dan kali ini dia berbicara ke dalle lalu tertawa dengan lebar..

“tai lassoomu gor..” ucap dalle dengan santainya..

“hahahahaha..” lagi – lagi semua tertawa..

“bukan dalle aja.. tapi heri sama hendra juga dengarin ya.. hahahaha..” kata ilham lalu tertawa juga..

“bangsaat kau kang… hahahahaha..” kata heri ke ilham.. dan untuk ilham, para maba – maba memanggilnya kang.. karena dia memang lebih tua dari mereka..

Cuukkk.. ternyata guyonan hom – hom tertular juga di maba – maba.. assuuu..

“hahahaha.. assuu.. assuuu.. kenapa virus duo biji tertular disini.. bajingann..” kata ilham lalu meminum bagiannya…dan setelah dia menghabiskan minuamnnya di gelas..

“jadi gimana ini do..?” tanya ilham kepadaku dengan seriusnya lalu meletakkan botol minumannya dan gelasnya diletakkan disebelah botol..

“apanya yang gimana..?” tanyaku

“nanti malam.. gimana tentang penyerangan nanti malam..?” ucap ilham dan para maba pun langsung menyimak dengan serius.. mereka semua langsung memandangku…

“kelihatannya kami akan melibatkan kalian lagi..” ucapku sambil menatap heri, hendra serta teman – temannya..

“cuuukkk.. ini yang aku tunggu – tunggu mas..” ucap heri tiger dengan semangatnya..

“iya mas.. suatu kehormatan bagi kami bisa bergabung kembali dengan pondok merah..” kata hendra sumo dengan bangganya..

“apalagi kalau kami berduet dengan mas sandi.. gila.. luar biasa sekali..” ucap seorang maba yang lain lalu menghisap rokoknya..

“tapi resiko kali ini lebih besar dari pada pertempuran kemarin.. yang kalian hadapi nanti itu bajingan senior kampus kita.. gimana..?” tanyaku kepada mereka..

“siapapun lawan kami.. kalau mereka sudah mengancam kedaulatan kampus teknik kita.. kami akan selesaikan..” ucap hendra sumo dengan kata – kata yang menjacokkan..

“assuu.. aku senang kata – katamu ndra.. kita selesaikan mereka malam ini..” sahut heri tiger..

“SEPAKAT…” teriak maba – maba yang lain..

“senior – senior itu maksudnya panjul, alex dan pengikutnya ya do..?” tanya ilham sambil melirikku..

“iya..” jawabku singkat..

“bajinggaannn.. berarti malam ini, aku bisa balas hinaan mereka kepadaku dikantin waktu itu dong..” kata ilham dengan wajah buasnya..

“nanti malam kamu itu bagiannya di markas utama sama teman – teman pondok merah.. aku dan teman – temanmu ini yang menghalau panjul dan pengikutnya diluar gang tengkorak..” jawabku..

“bangsaattt.. kalau gitu aku titip pecahin mulut panjul sama alex ya..” ucap ilham sambil mengeratkan giginya..

“siap kang..” sahut hendra sumo dan heri tiger..

Asuuu.. ternyata mereka antusias sekali toh.. bajingaannn.. efek dari seorang bajingan lendir waktu jadi coordinator keamanan memang sangat luar biasa cuukkk.. bangsaatt..

“oke.. kami sangat senang kalian mau bergabung dengan pertempuran nanti malam.. semoga adek – adek tingkat kalian kelak juga bisa loyal terhadap kampus ini seperti kalian..” ucapku lalu berdiri..

Dan mereka semua hanya menganggukkan kepala..

“mau kemana kamu do..?” tanya ilham..

“mau keluar dulu.. ada urusan sedikit.. setelah selesai ini.. kalian bertiga balik ke pondok merah ya..” ucapku ke tigor, dalle dan ilham..

“siaappp..” sahut mereka bertiga dengan kompaknya..

“dan untuk yang lain.. nanti malam jam sepuluh, aku tunggu di depan gang tengkorak..” ucapku kepada heri, hendra dan teman – temannya..

“siaappp..” sahut mereka dengan kompaknya..

Dan setelah berbicara tadi, aku pun meninggalkan mereka.. aku menuju parkiran dan mengambil sepeda motorku.. aku mau pergi ke komplek ruko yang tidak jauh dari gang tengkorak untuk menemui seseorang..
Dan ketika aku sudah sampai dikomplek ruko.. aku melihat sekelompok preman sedang berpesta minuman disamping emperan ruko.. aku lalu memarkirkan motorku.. lalu aku mengambil rokokku dan berjalan santai kearah sekelompok preman itu..

Dan ketika aku sudah sampai di dekat mereka.. tatapan mereka sangat tajam kepadaku.. mata mereka pun terlihat merah karena mabuk..

“cari siapa kamu..?” tanya sesorang didepanku yang duduk santai..

“mau ketemu sama cak mendol..” ucapku dengan santainya..

“kenapa kamu cari aku..?” tanya seseorang yang duduk diantara mereka dan sedang menuang minuman kegelas.. dia berbicara tanpa melihat wajahku sama sekali..

“ada urusan sedikit cak..” jawabku..

“urusan apa cuukkk..?” tanya seseorang yang lain lagi dn kali ini nadanya agak meninggi..

“pondok merah dan iblis hitam..” jawabku lalu aku menghisap rokokku sambil melirik ke cak mendoll..

Cak mendol lalu melihatku dan meletakkan gelas dan botolnya.. dan diapun langsung berdiri..

“kita bicara dibawah pohon itu..” ucap cak mendol sambil berjalan mendahului aku..

Aku lalu mengikuti cak mendol dibelakangnya.. dan kami berhenti dibawah sebuah pohon.. cak mendol lalu berbalik dan melihat kearahku sambil membakar rokoknya..

“apa tujuanmu mencariku..?” tanyanya dengan santai dan tatapan yang lumayan tajam..

“sampean pasti taulah tujuanku cak…” jawabku dengan santainya.. dan cak mendol cuman tersenyum dengan bengisnya..

“terus apa maumu..?” tanyanya..

“saya cuman mau minta ijin untuk nanti malam cak..” jawabku lalu aku menghisap rokokku lagi..

“kenapa harus minta ijinku..?” ucapnya lagi..

“karena sampean yang punya pengaruh di gang tengkorak.. dan kami akan membuat keributan disana..” jawabku lagi..

“kalau aku ga kasih ijin..?” ucapnya dengan serius.. cuukkk.. beneran nih cak mendol ga kasih ijin..? atau dia hanya menggertakku saja..? oke kalau dia memang seperti itu..

“ya berarti pondok merah akan melawan orang – orang gang tengkorak dulu.. baru setelah itu kami akan melawan iblis hitam..” jawabku dengan dinginnya..

Assuuu.. dengan kubulatkan tekad.. aku menjawab sekenanya aja.. padahal ini diluar rencana kami untuk melawan gang tengkorak.. tapi apa mau dikata, kalau memang ini sudah jalannya.. pasti teman – teman akan mendukungku.. gertakan harus dilawan dengan gertakan.. tantangan pun harus diterima.. kalah menang urusan belakang.. yang penting punya mental dihadapan orang seperti cak mendol ini..

“assuu.. pede sekali kalian mau melawan gang tengkorak.. kalian mau kuhabisi..? atau kamu duluan yang kuhabisi sekarang..? terus kepalamu aku kirim ke pondok merah, supaya mereka ga macam – macam kepada kami..?” ucap cak mendol sambil menatapku dengan bengisnya..

“tidak ada yang tidak mungkin bagi kami anak pondok merah cak.. kalau memang kami harus berhadapan dengan kelompok sampean dulu, ya sudah.. kami akan melakukannya.. dan saya juga ga perduli sampean mau menghabisi saya sekarang juga.. saya akan melawan sampai tetes darah penghabisan..” jawabku sambil membalas tatapan cak mendol.. assuuu.. nekat sekalii aku berbicara seperti ini.. tapi apa mau dikata..? memang dalam kondisi seperti ini, tidak ada negoisasi dengan bahasa yang merendah.. kita ga boleh kalah gertakan, atau kita akan dimakannya..

Sebelum kesini pun aku sudah mendapatkan info tentang cak mendol dan anggotanya.. mereka ini tidak tergabung dengan aliansi selatan atau pendukung iblis hitam.. mereka ini lebih condong ke kelompok cak maji, salah satu penguasa kota ini.. dan cak maji besan dari mbah jati.. dan itu berarti cak mendol ini salah satu sekutu kami walaupun tidak secara langsung..

“hahahahaha.. jiancookkk.. aku digertak sama anak pondok merah.. asuuu.. asuuu.. hahahaha..” ucap cak mendol lalu tertawa… dan aku hanya diam sambil menatapnya terus..

“ternyata benar apa kata cak nawi sama cak totok.. generasi pondok merah sekarang itu sama gilanya sama generasi mereka.. bajingaann..” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya..

Cuukkk.. rupanya om nawi dan om totok sudah duluan kemari.. assuu’ig.. kalah cepat aku sama mereka..

“dan untuk kamu do.. aku salut sama kamu.. seorang pemuda berani datang kemari sendiri dan kamu salah satu negosiator yang handal.. walaupun aku tau.. kamu pasti sadar, kamu bisa aja mati disini dan mayatmu aku kirim ke pondok merah… tapi kamu ga kalah gertak dan ga kalah nyali sama aku.. hebat kamu.. hehehehe..” katanya.. dan kali ini tatapannya sudah agak santai dan ucapannya sudah mulai ga sekeras tadi..

“jadi sampean sudah kenal aku cak..?” ucapku..

“ya.. cak totok dan cak nawi sudah cerita semalam..” ucapnya dengan santai..

Hiuuffttt.. huuuuu.. lega juga aku akhirnya.. rupanya mentalku masih bisa diandalkan dalam keadaan seperti ini..

“jadi gimana cak..?” tanyaku dengan santainya..

“silahkan kalian serang markas mereka.. kami ga akan ikut campur..” ucap cak mendol..

“oke.. makasih kalau gitu cak.. tapi saya boleh tanya sesuatu sama sampean..?” tanyaku..

“markas iblis hitam di dalam gangku ya..?” ucap cak mendol.. dan aku hanya mengaggukan kepalaku saja..

“alwi itu salah satu keluargaku.. aku sudah menasehatinya beberapa kali supaya keluar dari iblis hitam.. tapi dia keras kepala.. kalau bukan anak dari almarhum kakakku.. sudah kuhajar dia dari dulu..” ucap cak mendol sambil menatap kearah lain..

“dan sekarang mungkin sudah waktunya dia diberi pelajaran oleh pondok merah.. alwi sudah terlalu jauh melangkah.. biar dia sadar nantinya.. itupun kalau dia masih hidup..” ucap cak mendol lalu menundukkan kepalanya sebentar..

“apa sampean ga merasa bersalah sama almarhum kakak sampean, kalau sampai terjadi sesuatu dengan alwi..?” tanyaku.. dan cak mendol langsung melihatku lagi..

“ya pasti aku akan merasa bersalah, aku ga bisa mendidiknya dengan baik.. tapi ini sudah jadi resikonya kalau hidup dijalanan.. aku terlalu lemah dan ga bisa keras dengannya.. seandainya ayahnya masih hiduppun.. pasti akan membiarkannya juga.. sebelum ayahnya meninggal, ayahnya juga sudah memperingati alwi.. tapi ya begitu itu.. alwi tetap bergabung dengan iblis hitam.. jadi sekarang biarkan orang lain yang memberi pelajaran.. alwi salah kalau berurusan dengan pondok merah.. apalagi disana ada anak dari cak irawan..” ucap nya lalu melihat kearah lain lagi..

“kenapa dengan om irawan cak..? kok sepertinya ada sesuatu diantara sampean..” tanyaku lagi..

“maaf cak kalau aku banyak bertanya..” ucapku lagi..

“santai aja do.. kalau untuk cak irawan.. aku ga bisa berkata apa – apa.. dia terlalu banyak berjasa dihidupku dan beberapa kali menyelamatkan nyawaku.. termasuk parkiran ini.. dia yang memberikannya, walaupun dia melakukannya dari pulau seberang.. pengaruhnya masih sangat kuat dikota ini..” ucapnya lalu menghisap dalam – dalam rokoknya..

Gilaa.. assuuu.. luar biasa sekali om irawan ini.. beliau bisa bergerak walaupun dari pulau seberang.. bajingaann.. dan anehnya, beliau masih berpengaruh dikalangan preman – preman kota ini.. gila.. gila.. kelihatannya aku harus banyak belajar dari om irawan ini.. bukan sebagai preman, tapi gerakannya yang misterius dalam mengatasi masalah dan menyelesaikannya..

Dan aku sangat kagum dengan beliau.. beliau mendidik sandi dengan caranya yang berbeda.. dan dengan berbagai masalah yang kami hadapi.. sebenarnya beliau bisa saja langsung turun tangan dan membantai musuh – musuh kami.. tapi beliau ga melakukan itu.. beliau membiarkan kami dan sandi, menyelesaikan masalah kami sendiri.. walaupun dengan berdarah – darah.. tapi tidak sepenuhnya membiarkan sih.. beliau masih mengawasi dan mengawal kami.. dan kalau memang sudah mentok dan kami tidak bisa mengatasi, baru beliau turun tangan langsung.. salut aku cuukkk.. salut..

“oke deh cak.. terimakasih atas ijinnya..” ucapku lalu aku hisap rokokku yang sisa sedikit dan setelah menghisapnya. aku lalu membuangnya..

“do.. satu lagi.. kelihatannya kalian harus waspada.. mungkin ada tamu lain yang harus kamu perhitungkan..” ucap cak mendol dengan seriusnya..

“black maksud sampean cak..?” tanyaku..

“bukan.. seseorang yang mungkin saja bisa mengacaukan semua rencanamu..” ucap cak mendol dengan dinginnya..

Assuu.. siapa ya maksud cak mendol..? apa seseorang itu ‘king’? bajingaannn.. kalau sampai dia datang, bisa kacau semua ini.. siapa kira – kira lawannya kalau memang ‘king’ akan datang nanti malam.. apa mas rendi..? tapi apa mas rendi bisa menghadapinya..? bukannya aku meremehkan mas rendi.. bukan.. atau sandi yang akan melawannya..? mungkin ini bisa jadi alternative.. karena kalau sampai sandi menggila, dia tidak mudah untuk dilawan.. atau mas rendi berduet dengan sandi..? wah.. bisa seru dong kalau begitu..

‘king’.. orang dibalik ini semua.. sampai detik ini aku masih meraba tentang dia.. bahkan yang kutau itu cuman nama julukannya ‘king’.. dan julukan itupun yang berikan sandi.. aku benar – benar buta tentang ‘king’.. teman – temanku yang ada diluarpun ga ada yang tau sosok misterius itu.. assuuu.. tapi ntah kenapa, aku merasa ‘king’ ini pasti kemampuannya hanya om irawan yang bisa menghadapinya atau salah satu dari pendiri kos pondok merah lainnya.. bangsaattt.. apa aku harus telpon om tito..? ahh.. gila aja.. buat apa aku telpon om tito, nanti malah kacau rencanaku.. assuuu.. kelihatannya aku harus bicarakan dengan mas rendi dulu ini..

“oke deh cak.. terimakasih infonya.. saya balik dulu.. mau mempersiapkan buat nanti malam..” ucapku ke cak mendol..

“iya do.. tapi minumlah dulu segelas dua gelas.. baru kamu balik..” ucap cak mendol lalu berjalan duluan kearah kelompoknya disebelah emperan ruko…

Aku pun mengikuti lagi cak mendol.. dan aku sempat mengikuti beberapa kali putaran minuman.. dan setelah itu aku pamit balik kekosan pondok merah.. dan ketika aku berjalan kearah sepedaku terpakir.. sesorang duduk diatas sepeda motorku sambil membawa sebuah bungkusan.. assuuu.. kelihatannya dia ini orang suruhan atau dia malah.. cuukkkkk..

“maaf om..” ucapku ketika aku sudah didekatnya.. aku memberinya kode kalau motor yang dia duduki adalah motorku..

“iya aku tau.. aku cuman mau kasih ini.. tolong pergunakan dengan baik dan pergunakan apabila kamu terdesak..” ucapnya lalu menyerahkan bungkusan yang dia bawa kepadaku…

“apa ini om..?” tanyaku dan aku belum memegang bungkusan yang ada ditangannya..

“bawalah.. kamu pasti membutuhkannya..” ucapnya dengan santai..

Aku pun lalu mengambilnya dan melirik isinya.. bangsatt.. ini pistol lengkap dengan sarung dan pelurunya.. bajinggaannn.. aku itu paling malas kalau berkelahi menggunakan senjata.. jangan kan pistol.. sajam aja aku ga mau menyentuhnya kok.. assuu’ig..

“kamu pasti tau cara menggunakannya kan..?” ucapnya sambil menatapku dengan santai.. dan aku masih terkejut dengan bungkusan yang aku pegang ini..

“aku jalan dulu do..” ucap orang itu lalu berjalan meninggalkan aku….

“kenapa aku harus pakai ini om..?” tanyaku kepadanya yang sudah berjalan tidak jauh dari aku..

“ada tamu yang akan kamu hadapi dan itu diluar kemampuan kalian.. itu hanya untuk jaga – jaga saja.. “ ucapnya yang berbalik dan menatapku..

“kalau memang ada orang yang kemampuannya diluar kemampuan kami, apa ada yang membantu kami..?” pancingku ke orang itu.. sebenarnya aku tau, pasti ada yang akan mendampingi kami untuk pertempuran kami nanti malam.. dan kami pasti selalu dalam pantauannya…

“selesaikanlah masalah kalian.. untuk yang diluar kemampuan kalian, itu urusan nanti..” ucapnya dengan santai lalu berbalik dan meninggalkan aku..

Cuukkk.. apa nanti malam perangnya membesar..? apa lima pendiri pondok merah atau orang – orang mbah jati datang..? assuuu.. aku masih kabur tentang informasi itu.. bajingaann.. ternyata aku masih terlalu cupu didunia hitam ini.. bangsaattt..

Aku lalu memasukkan bingkisan senjata ini ketasku.. lalu aku naiki sepeda motorku dan aku langsung menuju kos pondok merah..

Dan ketika aku sudah sampai kos pondok merah.. semua penghuni telah berkumpul diruang tengah.. seperti biasa, teman – teman melakukan pesta diruangan ini..

“ngehe.. darimana loe do..?” tanya mas wawan kepadaku ketika aku masuk kedalam kosan..

“dari jalan – jalan mas.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa dan duduk dekat satria..

“cuukkk.. jalan – jalanmu itu mengerikan.. assuuu..” kata mas akbar.. dan aku hanya tersenyum..

“ko minum dulu do..” ucap bung toni sambil menyerahkan segelas minuman kepadaku.. dan aku langsung mengambil minuman itu dan meminumnya.. setelah itu aku membakar rokokku dan menghisapnya..

“jadi gimana do..?” tanya mas rendi kepadaku..

“sesuai kesepakatan kita malam tadi mas.. kita menyerang gang tengkorak malam ini..” ucapku..

“terus rencanamu bagaimana..?” tanya mas rendi lagi..

“sampean dan teman – teman masuk aja duluan kedalam gang tengkorak.. aku diluar gang tengkorak aja dulu..” ucapku dengan santainya..

“kenapa..? kamu ga mau ikut pesta malam ini do..?” tanya surya kepadaku..

“aku ada pesta sendiri didepan gang tengkorak sur..” jawabku..

“assuu.. kenapa ga sekalian sih.. kita selesaikan dulu diluar, baru kita bantai yang didalam..” sahut mas danis..

“jangan mas.. kita bagi tugas aja.. biar cepat selesai..” ucapku..

“kamu bisa sendirian diluar do..?” tanya sandi kepadaku..

“sudah ada pasukan tambahan.. santai aja san.. hehehehe.. nanti kalau sudah selesai diluar, aku nyusul kedalam..” jawabku dengan santainya..

“assuu.. kamu do..” maki yuda kepadaku..

“oh iya.. aku harap teman – teman berhati – hati.. aku rasa iblis hitam tau kita akan menyerang mereka malam ini.. dan pasti mereka telah mempersiapkan diri untuk menyambut kita..” ucapku sambil melihat temanku satu persatu.. dan pikiranku masih melayang tentang ‘king’.. bajingaannn.. semoga dia ga bener – benr datang malam ini..

Dan suasana tegang langsung tampak diwajah teman – temanku.. mereka semua langsung diam sambil melirik mas rendi.. sedang kan mas rendi hanya santai saja sambil mengambil hpnya dan mengetik sesuatu..

TIT.. TIT.. TIT..

Bunyi hpku dan aku langsung mengambil hpku.. cuukkk.. kenapa mas rendi sms aku..?

*mas rendi
Ada sesuatu yang bahaya ya do..?

Cuukkk.. mas rendi tau aja kalau aku memikirkan sesuatu.. dan aku sempat melirik mas rendi.. mas rendi melirikku sebentar lalu dia membuang mukanya…

*aku
Kelihatannya nanti malam ada tamu yang akan datang di markas iblis hitam mas..

*mas rendi
‘King’ ya.. ga usah dipikir.. biar aku yang melawannya..

Cuukkk.. mas rendi sudah tau kalau nanti malam ada ‘king’..? makanya kok dia mengijinkan satria bertarung dengan alwi dan sandi bertarung dengan black.. bajingan.. aku kira pikiranku selangkah lebih maju tentang nanti malam.. ternyata aku salah.. mas rendi sudah bisa membacanya mulai semalam.. luar biasa sekali mas rendi ini.. memang pantas dia menggantikan mas pandu.. tapi apa bisa mas rendi melawannya..? atau mas rendi hanya ingin menenangkan aku saja..? bangsatt.. kalau memang nanti malam sudah terdesak, mungkin pistol ini bisa berguna.. tapi aku akan mengusahakan, supaya aku tidak menggunakan senjata ini..

“untuk cak mendol gimana do..?” tanya satria yang memecahkan lamunanku..

“aman.. nanti sebelum masuk ke gang tengkorak, semua berhenti aja dulu.. aku masuk duluan.. setelah aku kode, baru semua masuk..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“oke..” jawab mas rendi dengan santainya..

Lalu kami semua melanjutkan pesta kami sampai minuman habis.. dan ketika sudah jam sembilan malam..

“kita siap – siap yo..” kata mas rendi kepada kami..

“kita pakai kaos merah kah le..?” tanya mas wawan..

“iya..” jawab mas rendi lalu berdiri dan berjalan kearah kamarnya..

“oh iya.. kaos untuk dalle, tigor dan ilham ada dikamar..” ucap mas rendi yang telah berdiri didepan kamarnya.. mereka bertiga lalu berdiri dengan senyuman yang sangat bangga.. lalu mereka kekamar mas rendi untuk mengambil kaos mereka..

Teman – teman semua pun ikut berdiri lalu masuk kekamar masing – masing.. sedangkan aku kekamar sandi untuk berganti pakaian.. yuda dan surya kekamar tigor.. sedangkan satria berganti pakaian dikamar ilham…

Dan waktu dikamar sandi dan dia lagi kekamar mandi.. aku mengambil pistol yang ada ditasku dan menaruhnya dipinggangku.. aku meletakkannya agak tersembunyi.. jadi pada saat aku memakai kaos, pistol ini tidak terlalu tampak..

Dan setelah kami semua memakai kaos merah.. kami berkumpul lagi diruang tengah..

“oke teman – teman.. mungkin ini pertarungan terakhir kami bersama kalian semua.. karena setelah ini.. aku, wawan, bendu dan bung toni akan konsentrasi untuk mengambil skripsi..” ucap mas rendi sambil menatap kami satu persatu.. teman – temanpun langsung berpandangan satu dengan yang lain…

“kami ga akan selamanya berada dikos ini dan kuliah dikampus teknik kita.. aku harap kalian generasi selanjutnya pondok merah, menggila malam ini dan memberikan kami kenang – kenangan perpisahan yang sangat membahagiakan.. kita habisi iblis hitam malam ini sampai keakarnya.. dan kita buat mereka untuk tidak membentuk lagi kelompok bangsat seperti ini sampai selamanya..”

“untuk persahabatan, untuk persaudaraan, dan untuk cinta kita pada pondok merah.. kita bantai iblis hitam malam ini..” ucap mas rendi dengan tatapan yang tajam dan bibir yang bergetar serta tangan kiri terkepal meninju keudara..

“BANTAIIIII..” teriak kami bersama dan dengan tangan kiri yang juga terkepal diudara..

Suara kami membahana dikos ini dan memecahkan kesunyian malam.. lalu mas rendi berdiri dan kami mengikuti bersama.. mas rendi lalu menganggukan kepala kepada kami dan langsung berjalan kearah sepeda motornya..

Kami semua menggunakan sepeda motor dan beriringan keluar gang.. dipimpin mas rendi yang membonceng mas wawan.. kami keluar dengan emosi yang telah menyatu.. dikepala kami malam ini isinya hanya darah dari para anggota iblis hitam dan sekutunya.. kami harus membantainya dan membawa pulang kemenangan malam ini.. itu saja…

Dan ketika kami sudah sampai didepan gang tengkorak.. mas rendi memperlambat kecepatan rx kingnya dan berhenti didepang gang.. teman – teman yang lain pun ikut berhenti.. sedangkan aku yang digoceng sandi melewati mas rendi..

“stop san..” ucapku sambil menepuk pundak sandi..

“kamu turun disini do..?” tanya sandi dengan dinginnya dan menghentikan sepeda motornya…

“ya..” ucapku singkat..

Aku lalu turun dan berjalan masuk kearah kerumunan preman – preman gang tengkorak… sedang kan teman – teman masih didepan gang untuk menunggu kode dari aku..

Preman – preman gang tengkorak sempat melihatku sebentar.. lalu mereka melanjutkan pesta mereka tanpa memperdulikan aku.. sedangkan aku berjalan kearah cak mendol yang sedang berpesta juga dengan anggotanya yang lain..

“gimana do..?” tanya cak mendol setelah melihat kedatanganku..

“teman – teman mau masuk kedalam cak..” jawabku lalu aku membakar rokokku..

“ya udah suruh masuk aja..” ucap cak mendol dengan santainya..

Aku lalu mengkode mas rendi untuk masuk.. mas rendi dan rombongan pondok merah pun langsung masuk kedalam gang dengan wajah – wajah menahan emosi.. teman – temanku rupanya sudah tidak sabar untuk melakukan penyerangan malam ini.. assuuu..

Dan ketika rombongan pondok merah telah masuk kedalam gang yang bisa dimasuki satu mobil ini.. cak mendol berkata kepadaku..

“gilaa.. wajah anak – anak pondok merah jaman sekarang, mengingatkan aku sama lima pendiri pondok merah.. kalau mau mengeksekusi musuh, pasti wajah mereka tidak ada yang senyum seperti teman – temanmu itu tadi do…” ucap cak mendol sambil menggelengkan kepalanya..

“hehehehe..” aku hanya tertawa kecil saja..

“itu tadi yang nggonceng kamu anaknya cak irawan ya do..?” tanya cak mendol kepadaku..

“iya cak.. sandi namanya..” jawabku singkat lalu aku menghisap rokokku..

“gendeng.. tatapannya buas.. seperti cak irawan…” kata cak mendol dengan penuh kekaguman…

“ya begitu lah cak..” ucapku dengan santainya..

“kamu ga masuk do..?” tanya cak mendol lalu menyerahkan segelas minuman kepadaku dan aku langsung duduk disebelah cak mendol..

“saya pesta diluar gang aja cak.. hehehehe..” jawabku sambil tersenyum sambil menerima gelas dari cak mendol dan aku meminumnya..

“maksudnya..?”

“kelihatannya ada bantuan dari luar untuk iblis hitam om…” jawabku lalu aku menyerahkan gelasnya lagi ke cak mendol..

“jadi maksudmu kamu mau menghadang bantuan itu, terus tawuran didepan gang..?” tanya cak mendol dengan seriusnya..

“iya cak.. mohon maaf kalau pertarungannya merembet luar gang..” jawabku..

“walah.. kalau ada yang ikut campur gitu, biar anggotaku yang selesaikan do..” ucap cak mendol dan disambut senyuman oleh anggotanya semua..

“jangan cak.. bantuan mereka kelihatannya dari kampus teknik kita yang bersebrangan dengan pondok merah.. jadi biar kami yang selesaikan sendiri..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“bangsat.. kalau penghianat macam itu bagusnya diselesaikan, terus dibuang di laut dekat pulau sempu sana do..” ucap cak mendol dengan geregetan.. (pulau sempu adalah salah satu pulau yang menghadap kelaut selatan..)

“hehehehe.. bisa aja sampean cak…” ucapku sambil tersenyum..

“tapi kamu bisa selesaikan kah..? soalnya kamu kan sendirian aja..” tanya cak mendol lagi..

“sebentar lagi ada anak – anak maba yang datang cak.. mereka membantu kami..” jawabku..

“cuukkk.. bagus itu.. maba – maba itu harus di didik untuk loyal terhadap kampus mereka..” ucap cak mendol sambil terus menuangkan minumannya dan di diputarkan keanggotanya yang lain..

“cak.. nde ngarep ono arek seng nggolek’i aldo..” (cak.. diluar ada anak yang cari aldo..) kata seseorang datang dengan tergesa – gesa..

“siapa..” tanya cak mendol..

“ga ngerti cak.. awake gueede.. di ntekno a..?” (ga tau cak.. badannya besar…. di habisin kah..?) jawabnya.. dan cak mendol langsung meliriku..

“ohh.. itu temanku mas.. hehehehe.. maaf ya mas..” jawabku ke orang itu dan aku langsung berdiri..

“cak aku tinggal kedepan dulu ya..” pamitku ke cak mendol..

“oke do.. kalau memang butuh bantuan kode aja..” ucap cak mendol..

“hehehe.. makasih cak.. biar kami aja yang tangani dengan cara ala kampus teknik kita..” ucapku sambil tersenyum..

“assuu.. memang anak pondok merah ini luar biasa.. hehehe..” ucap cak mendol sambil tersenyum..

Aku pun hanya tersenyum lalu berbalik dan meninggalkan cak mendol.. aku keluar gang menuju hendra sumo yang menungguku.. bagaimana aku tau kalau itu hendra sumo..? siapa lagi yang mencariku digang ini dan badannya sangat besar kalau bukan hendra sumo.. dan lagian kami sudah janjian tadi siang untuk ketemu di depan gang tengkorak malam ini..

Dan ketika aku sudah keluar gang.. terparkir sebuah mobil VW kombi berwarna hitam dop.. bajingaann.. keren juga mobil ini.. asssuu.. dan dibelakang mobil VW kombi.. terparkir belasan sepeda motor..

“halo mas..” ucap hendra sumo ketika aku keluar gang.. dan dibalik mobil, puluhan maba – maba bajingan berjalan mendekati aku..

Cuuukkkk.. banyak banget yang kesini.. ini diluar perkiraanku… bajingaann..

“hoi ndra.. banyak banget yang datang..” ucapku lalu menjabat tangan hendra sumo dengan salaman ala mahasiswa..

“iya mas… mereka juga pengen gabung sama mas – mas dari pondok merah.. hehehehe..” ucap hendra sumo lalu tersenyum kepadaku..

Merekapun mendatangi aku bersama dan menyalami aku satu – persatu..

Kami semua berkumpul didepan gang dan kelompok dari cak mendol hanya melihat kearah kami sambil melanjutkan pesta mereka..

Aku lalu melihat situasi keliling.. dan tidak jauh dari kami berdiri, diseberang gang tengkorak ada sebuah lapangan sepakbola.. bagus.. kelihatannya enak ini kalau perangnya dilapangan sepak bola..

“kalian berpencar aja dan agak menepi dari jalan.. jangan terlalu menampakkan diri sama musuh kita..” ucapku kepada anak – anak maba.. merekapun menganggukkan kepala dan mereka langsung menepi dan berpencar…

“do..” panggil cak mendol dari arah gang..

“ya cak..” aku lalu mendatangi cak mendol..

“nanti kalau bantuan mereka datang.. anggotaku akan menjaga diujung jalan sana sama diujung jalan sana.. dan anggotaku juga berjaga didepan gang ini..” ucap cak mendol sambil menunjuk ujung jalan sebelah kanan dan ujung jalan sebelah kiri depan gang tengkorak..

“iya cak terimakasih.. mungkin nanti saya dan teman – teman akan menghalau mereka masuk kedalam lapangan itu.. biar enak tawurannya.. hehehe..” ucapku sambil menunjuk lapangan sepak bola didepan gang tengkorak..

“kamu atur aja dan kamu konsentrasi sama lawanmu.. kalau ada yang datang lagi, nanti itu urusan kami..” ucap cak mendol dengan santainya..

“siap cak..” jawabku..

Dan ga berapa lama.. terlihat puluhan sepeda motor dari arah jalan sebelah kiri gang tengkorak.. dan ketika rombongan itu sampai didepan gang.. terlihat panjul dan alex memimpin didepan dan mereka langsung berhenti didepan gang.. mereka berhenti, karena aku, cak mendol dan beberapa anggotanya berdiri dan menghalangi jalan mereka..

“wowww… salah satu begundal pondok merah ada disini..” ucap alex sambil menatapku.. dia membonceng panjul dibelakangnya..

“kelihatannya cocok buat pemanasanku ini..” ucap panjul lalu turun dari motor..

“kalau mau pemanasan jangan didepan gang.. ga enak banyak yang lalu lalang..” ucapku dengan santainya lalu berjalan menyebrangi jalan.. dan ketika aku melewati panjul..

BUUHHGGGG..

Sebuah injakan dipunggungku membuatku langsung terdorong kedepan dan aku dengan cepat menegakkan tubuhku lalu berbalik… dan aku menatap panjul dengan tajam.. bangsaattt.. memang pecundang dia ini.. berani – beraninya menyerang dari belakang.. asssuuu..

“kamu sendirian aja belagu..” ucap panjul sambil menunjukku.. dan semua anggota panjul pun tertawa diatas sepeda motor mereka.. lalu tiba – tiba…

BUUHHGGGG..

Sebuah hantaman keras dari arah samping.. mengenai wajah panjul dan dia langsung oleng.. semua anggota panjul dan alex langsung turun dari sepeda motor mereka.. anak – anak maba yang berpencar langsung mengepung anggota alex dan panjul..

“ternyata, seniorku ini ada yang banci juga ya.. beraninya main belakang..” ucap heri dengan santainya.. dan dia langsung mengelus kepalan tangan kanannya setelah meninju samping wajah panjul tadi..

“bangsatt.. kamu anak maba mau main – main sama kami ya..” ucap alex lalu maju dan mendekati heri yang sudah bersiap lagi..

“kalau kalian berkelahi didepan gang.. kuhabisi kalian sekarang juga..” ucap cak mendol dari depan gang dan berjalan mendekati kearah alex..

“ooohhh.. sampean mulai berani ikut – ikutan ya cak.. tenang aja.. setelah pertarungan ini selesai.. saya dan alwi akan menghancurkan kelompok sampean…” ucap alex dengan sombongnya..

“hehehehe.. do..” cak mendol hanya tertawa lalu memanggilku.. dan semua anggota cak mendol langsung berdiri mendengar ucapan alex barusan… mereka sebenarnya ingin menghajar alex, tapi ditahan oleh cak mendol…

“sabar cak.. kami yang akan selesaikan mereka..” ucapku lalu berbalik lagi dan menyebrang jalan.. anak – anak maba pun berjalan mengikuti aku dari belakang.. dan aku lihat semua anak buah cak mendol langsung menyebar dan menutup jalan dari arah kiri maupun arah kanan.. dan sebagian lagi langsung berdiri didepan gang tengkorak bersama cak mendol..

Dan ketika kami semua sudah berada ditengah lapangan.. alex, panjul dan pengikutnya berjalan secara beriringan masuk kedalam lapangan.. kalau melihat jumlahnya.. kami seimbang aja.. berarti cukup satu lawan satu aja ini..

Dan ketika kami semua sudah saling berhadapan..

“mas aldo.. panjul bagianku ya..” ucap heri tiger..

“kalau alex aku aja mas..” sahut hendra sumo..

Assuuu.. semangat sekali mereka ini.. bajingaannn.. aku pun menganggukkan kepala kepada mereka berdua.. aku akan memberikan kesempatan buat dua anak maba ini membantai pimpinan bajingan – bajingan pecundang ini..

“assyiiiiikkk…” ucap mereka berdua lalu mereka berdua melakukan tos ringan.. bangsattt..

“do.. kamu lawanku ya..” ucap panjul kepadaku lalu memutarkan kepalanya dan merenggangkan tangannya..

“ga pantes penghianat macam kamu itu hadapin mas – mas dari pondok merah njul.. kamu itu cocoknya lawan aku yang maba ini..” ucap heri dengan sombongnya… assuuu..

“bajingaaann kamu..” ucap panjul sambil melotot kearah heri tiger..

“kalau kamu lawan aku ya..” ucap hendra sumo sambil menunjuk alex.. alex pun terlihat emosi sekali.. kalau kulihat badannya alex ini besar juga.. tapi badan hendra sumo lebih besar dua kali dari badan alex..

“anjiiinng ini…” teriak alex lalu berlari kearah hendra sumo..

Dan dibelakangnya, panjul dan pasukannya langsung berlari kearah kami..

“seraangggggg..” teriakku…

BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK…. BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK….

Bunyi hantaman, tendangan dan injakan ketika pertarungan ini pecah.. suara ini langsung membuat gaduh dilapangan yang sunyi ini…

Dan seseorang yang berlari kearahku langsung aku sambut dengan injakan didadanya..

BUUGGHHHHH….

Orang itu tertahan dan aku langsung melayangkan sebuah pukulan kearah mulutnya..

BUUGGHHHHH….

Wajahnya terdanga dan darah langsung menyembur dari mulutnya.. dia tidak roboh dan sempat mengarahkan sebuah injakan diperutku..

BUUGGHHHHH….

“HHUUUUPPP..” ucapku sambil termundur.. lalu dari arah samping kanan.. sebuah pukulan mendarat dipelipisku dari orang kedua..

BUUGGHHHHH….

Aku oleng kekiri dan orang pertama yang aku pukul mulutnya tadi ikut maju lagi dan mengarahkan sebuah tendangan kearah wajah sebelah kiriku..

BUUGGHHHHH….

Aku tertahan dan aku sempat mau roboh… lalu..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH… BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Orang kedua yang memukul wajahku dari samping langsung menerjangku dan memukul wajah dan dadaku secara beruntun…

Assuuu.. aku dikeroyok dua orang.. bajingan…

Aku yang dalam keadaan terdesak lalu dengan cepat menunduk dan menendang tulang kering bagian kanan orang kedua dengan ujung sepatuku..

BUUGGHHHHH….

Dia kesakitan sampai kaki kanannya terangkat kebelakang dan tubuhnya condong kedepan.. aku lalu melayangkan upercutku kearah dagunya dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

Dia oleng kebelakang dan ketika orang pertama ingin menyerangku, aku lalu memutarkan tubuhku sambil mengarahkan tendangan balik kearah wajahnya dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

Orang pertama itu oleng juga.. aku lalu memundurkan kakiku selangkah.. bangsatt.. dari bibirku ada rasa asin yang keluar.. aku lalu menggapai tepi bibirku sambil menunduk.. assuuu.. ini darah.. bajingaannn..

Aku lalu melihat kedepan lagi.. dan mereka berdua telah berdiri dan bersiap menyerangku bersama.. assuuu..

Orang pertama menyerangku lebih dulu dia maju sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah pelipisku..

WUUTTTT..

Aku memundurkan sedikit wajahku.. sehingga pukulannya hanya melewati beberapa centi dari wajahku.. orang kedua pun berlari juga sambil mengarahkan injakan kearah perutku..

WUUTTTT..

Tendangannya mengenai angin saja.. dan aku dengan cepat memutar tubuhku sambil melakukan injakan kedada orang pertama…

BUUGGHHHHH….

Dia termundur… aku lalu mengarahkan kepalan tanganku dari arah samping ku tepat dihidung orang kedua…

BUUGGHHHHH….

KKRAAAAAKKK..

“AAARGGHHHHH…” teriak orang kedua.. dan dia langsung menunduk memegang hidungnya yang patah dan berdarah…

Lalu aku menyambutnya dengan tendangan dari arah bawah kearah wajahnya yang tertutup tangannya..

BUUGGHHHHH….

Orang kedua sampai terdanga sampai melepaskan tangan yang menutupi hidungnya tadi.. dan aku langsung mengarahkan pukulanku kearah wajahgnya lagi tapi kali ini dari arah depan tepat dihidunngnya yang patah tadi..

BUUGGHHHHH….

“AAARGGHHHHH… BANGSAATTTTT…” teriak orang kedua kesakitan dan dia langsung roboh sambil menutupi wajahnya.. hidungnya terkena dua serang beruntunku..

Setelah melihatnya roboh aku pun berlari sambil mengarahkan tendanganku menggunakan punggung kaki kananku tepat diwajah orang kedua dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

“AAARGGHHHHH…AANJJIIIINNGGGGG…” ucapnya dan kali ini dia berguling – guling sambil tetap menutupi wajahnya yang berdarah – darah.. dan hidung orang kedua, sudah tiga kali aku menghajarnya..

Dan aku langsung mengarahkan pukulanku kearah orang pertama dengan tangan kananku.. dan ketika dia mencoba menunduk kearah kiriku untuk menghindari pukulanku.. aku lalu mengangkat kaki kiriku dan dengan punggung kaki kiriku, aku menendang wajahnya..

BUUGGHHHHH….

KKRAAAAAKKK..

“AAARGGHHHHH… ASSUUU.. HIDUNGKU PATAH JUGA…” teriak orang pertama kesakitan sambil memegangi hidungnya.. tendangan kaki kiriku tadi rupanya mengenai tulang lunak hidungnya dan patah kedalam.. dia sampai memutar – mutarkan tubuhnya dihadapanku sambil menunduk dan memegangi hidungnya yang patah..

Dan ketika dia berputar lagi dan tepat menghadapku.. aku lalu menginjak ubun – ubun kepalanya dengan telapak sepatuku..

BUUGGHHHHH….

“AAARGGHHHHH…” teriaknya lagi dan saking kerasnya injakanku dia sampai terjengkang kebelakang dan pegangan hidungnya terlepas.. aku lalu berlari sambil mengarahkan injakan ku tepat diwajahnya..

BUUGGHHHHH….

“AAARGGHHHHH…” orang pertama ini menggelepar sampai tergulung – gulung ketika seranganku kewajahnya ini mengenai hidungnya untuk yang kedua kali…

Dan aku lihat orang kedua sudah bangun lagi dengan hidung yang berdarah – darah dan patah.. wajahnya terlihat kesakitan sekali.. kulihat dimatanyapun mengalir air matanya.. aku pun berlari lagi kearahnya sambil menggertaknya dengan tendangan kearah wajahnya lagi.. dia pun dengan refleknya langsung menutup mukanya.. dan aku langsung menurunkan kakiku dan mengarahkan kepalan tangan ku kearah dadanya..

BUUGGHHHHH….

“HUUPPPPPPP…” ucapnya tertahan dengan mata yang melotot dan nafas yang tertahan.. pegangan dihidungnya pun terlepas.. aku lalu memutarkan tubuhku dengan cepat dan aku melakukan tendangan balik sambil mengarahkan tumit sepatuku kearah wajahnya..

BUUGGHHHHH….

KKRAAAAAKKK..

“AAARGGHHHHH…” dia berteriak dan langsung tumbang.. setelah tendangan menggunakan tumitku.. lagi – lagi mengenai hidungnya dan kembali bunyi patah yang terdengar…

Dia terlentang dan menggelepar.. tubuhnya mengejang.. dan aku menutupnya dengan sebuah injakan lagi diwajahnya tepat dihidungnya..

BUUGGHHHHH….

Dia pun tidak bergerak lagi setelah hidungnya terkena serangan kelima dari aku.. assuuu..

Orang pertama yang melihat itu semua langsung ketakutan.. dia menutupi hidungnya yang sudah ga berbentuk lagi karena dua seranganku tadi…

Dan dengan santainya aku mendekatinya.. lalu aku menggertaknya dengan injakan kaki ditanah..

BUUGGHHHHH….

Orang pertama itu sampai terkejut dan merapatkan lindungan kewajahnya.. assuuu.. masa dadanya lagi yang kuserang.. bajingaannn..

Ah masa bodoh lah… lalu aku maju dengan cepat dan menginjak dadanya dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

“HUUUPPPP..” dia langsung memegang dadanya sehingga wajahnya tidak terlindungi lagi..

Dengan cepatnya aku hantam hidungnya dengan pukulanku lurus kedepan..

BUUGGHHHHH….

“BANGSAATTTTTT KAMU DOOOOO..” teriaknya dengan wajah yang terdanga dan darah yang menyembur dari hidungnya..

Lalu aku injak wajahnya dengan telapak sepatuku..

BUUGGHHHHH….

Injakan diwajahnya mengenai hidungnya untuk yang keempat kalinya.. dan aku langsung memiringkan tubuhku kearah samping tubuhnya sambil aku mengarahkan tendangan menggunakan punggung kakiku dan lagi – lagi hidungnya yang aku incar..

BUUGGHHHHH….

“AAARRRRRGGGHHHHHHH..” teriaknya dengan kencang ketika punggung sepatuku mengenai hidungnya yang patah kedalam… dia pun langsung tumbang tanpa bergerak dan bersuara lagi…

Assuuu.. malam ini aku pesta hidung.. bajingaaannnnn..

Aku lalu berdiri dengan tegak ditengah lapangan.. dan disekelilingku pertarungan yang keras antara maba dan senior – senior bajingan yang penghianat, berlangsung dengan seru dan menggila.. para senior bajingan kelihatannya tidak mau kalah dan maba pun ingin membuktikan keperkasaan mereka.. jiaanncoookk..

Aku lalu melihat pertarungan antara heri tiger dan panjul.. pertarungan mereka berdua terlihat seru sekali.. wajah mereka tampak berdarah – darah dan belum ada yang terlihat akan tumbang.. mereka berdua masih sama – sama kuat dan saling serang..

BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK…. BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK….

Saling jual beli pukulan diantara mereka berdua terjadi dengan seru..

Dan ketika heri tiger lengah.. sebuah uppercut dari arah bawah mengenai dagunya dengan keras…

BUUGGHHHHH….

Wajah heri terdanga sampai mulutnya mengeluarkan darah dengan bercampur liurnya.. assuuu.. sakit sekali pastinya itu.. lalu panjul melanjutkan pukulannnya kearah wajah heri tiger dengan beruntun..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Heri tiger yang terdesak lalu memundurkan sedikit wajahnya sambil mengarahkan pukulan kearah tulang iga panjul dengan kuat..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

“AARRRGGGHHHHH…….” Panjul berteriak ketika tulang iga kanan dan kirinya diserang secara terus menerus oleh heri tiger..

Panjul pun sampai mengentikan serangannya kewajah heri tiger…

Lalu heri tiger menarik pundak panjul dan mengarahkan dada panjul ke lututnya..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

“HUUPPPPP..” mata panjul sampai melotot terkena lutut heri didadanya..

Lalu dengan berdiri menyamping.. heri tiger mengarahkan tendangan menyamping dan lurus ke arah mulut panjul yang sedang tertunduk dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

“AARRRGGGHHHHH…….” Panjul terdanga dan tubuhnya terdorong kebelakang dengan darah menyembur dari mulutnya..

Heri tiger lalu berlari kearah panjul dan meloncat.. lalu dengan gerakan cepat heri tiger mengarahkan lututnya tepat diwajah panjul..

BUUGGHHHHH….

Panjul langsung roboh dan terlentang dengan darah memenuhi wajahnya.. dan dengan posisinya yang terlentang.. panjul mendapatkan sebuah hadiah penutupan dengan injakan yang kuat dari telapak kaki heri tiger diwajahnya..

BUUGGHHHHH….

Panjul pun tidak bergerak lagi.. assuuuu.. mantap juga heri tiger ini.. bajingan memang dia..

Dan dipertarungan lainnya.. hendra sumo berhadapan dengan alex.. alex terus menyerang hendra sumo dengan kepalan tangannya yang kuat..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…

Hendra sumo tidak bisa menghindar dari serangan alex yang begitu cepat.. gerakan alex pun terlihat lebih lincah dari pada hendra sumo dalam menyerang..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…

Hendra sumo terus mendapat pukulan diwajah, dada dan perutnya.. wajah hendra sumo tampak berdarah – darah.. lalu alex meloncat dan menendang hendra sumo dengan kaki kanannya..

BUUGGHHHHH….

Hendara sumo terkena tendangan didada.. tapi tubuh hendra sumo masih tegak berdiri.. sedangkan alex sampai termundur kebelakang…

Dan begitu ada kesempatan menyerang.. hendra sumo menyerang dengan merentangkan kedua tangannya.. dan dia mengarahkan serangannya ke bagian samping wajah alex dari kedua sisi menggunakan telapak tangan yang merapat dan agak menekuk..

WUUTTTTT..

Assuuu.. alex sempat menunduk.. bajingan.. kalau sempat terkena serangan hendra.. bisa keluar kecap dari kedua telinga alex itu..

Dan dalam posisi menunduk.. alex menghantam perut hendra sumo yang besar..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…

Dan lagi – lagi hendra sumo termundur terkena pukulan beruntun diperutnya.. lalu..

WUUTTTTT..

Hendra menyerang lagi dengan kedua tangan kearah wajah samping alex.. dan alex sempat memundurkan wajahnya sambil mengarahkan injakan kedada hendra sumo..

BUUGGHHHHH….

Hendra sumo sampai termundur terkena injakan didadanya.. bajingaaannn.. hendra sumo terlihat emosi sekali.. serangannya tidak ada yang mengenai wajah alex sama sekali..

Hendra sumo pun terlihat mengatur nafasnya sejenak.. lalu ketika alex akan menyerangnya lagi…

BUUGGHHHHH….

Sebuah serangan yang sangat keras dari hendra sumo di bagian kanan dan kiri wajah alex, membuatnya langsung terhenti dan darah langsung keluar dari kedua telinganya..

Alex sampai menunduk memegangi kedua telinganya..

“AARRGGHHHH..” teriak alex dengan kencangnya.. lalu dengan cepat, hendra sumo menarik kepala belakang alex dengan tangan kiri dan menghantam wajah alex dengan kepalan tangan kanannya yang sangat besar..

BUUGGHHHHH….

Sebuah hantaman dari arah depan wajah alex dan kepala belakangnya yang tertahan tangan hendra sumo.. membuat darah langsung muncrat dari hidung dan mulut alex dengan derasnya.. lalu..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH… BUUGGHHHHH….. BUUGGHHHHH….

Pukulan beruntun diwajah alex, langsung membuatnya lemas seketika…

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH… BUUGGHHHHH….. BUUGGHHHHH…

Hendra terus menghantam wajah alex sampai darah alex memenuhi tangan hendra sumo.. dan setelah alex tidak berdaya lagi..

Hendra membanting wajah alex memakai tangan kirinya ke tanah dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

BUUMMMMMM..

Alex tertelungkup dan tubuhnya bergetar lalu tidak bergerak lagi…

Asssuuu.. keras banget pasti kepalan tangan hendra sumo itu.. bajingaannn..

Lalu aku melihat sekeliling lapangan.. tampak satu persatu bajingan senior sudah bertumbangan oleh serangan dari para maba.. dan terlihat semangat bertempur yang luar biasa dari para maba ini.. salut aku cuukkk.. saluttt.. assuuu..

Lalu ketika seluruh senior bajingan tumbang.. heri tiger lalu bertepuk tangan tiga kali dengan keras..

PROOKKK.. PROOKKK.. PROOKKK..

“MODIIARRRR…” (mampus) teriak para maba dengan kompaknya, sambil mengepalkan tangan kiri keudara.. assuuu..

“apa – apan itu her..?” tanyaku sambil menggelengkan kepala kepada heri tiger yang ada didekatku..

“biasa mas.. itu kata – kata pembakar semangat dan meluapkan sisa emosi dari teman – teman ketika sudah selesai bertarung.. hehehehehe..” ucap heri sambil tertawa lalu mengambil rokok dikantong belakangnya, dan dia mengambil nya sebatang lalu mendatangi aku.. setelah itu menyelipkan rokok itu dibibirku dan membakarkannya..

Aku lalu menghisapnya perlahan.. dan aku mengambil rokok yang ada dibibirku dengan tangan kananku..

“kalau seandainya kalian kalah..?” tanyaku ke heri tiger..

“ya kami diam mas..” kata heri dengan santainya dan dia membakar rokoknya..

“kok diam..?” tanyaku lagi..

“kan kami yang modar.. hehehehehe..” kata heri tiger sambil tertawa…

“assuuu.. hahahaha…” dan aku memakinya lalu tertawa..

“hahahahahaha..” semua maba mendekati aku sambil tertawa.. wajah mereka tampak berdarah – darah dengan senyum kemenangan di wajah mereka..

Cuuukkk.. kok kemenangan ini seperti ada yang mengganjal ya..? aku seperti merasa ada sesuatu didalam gang sana.. bajingaannn.. kok pikiranku ga enak ya..? apa sesuatu terjadi dengan teman – temanku dimarkas iblis hitam..? bangsaatttt..

“kalian semua masuk kedalam ikuti aku.. ndra bawa mobilmu dan yang lain bawa kendaraan kalian masuk kedalam..” ucapku dengan wajah yang agak panic..

“kenapa mas..?” tanya heri..

“sudah ikutin aja..” ucapku lalu berbalik dan berjalan cepat kearah gang tengkorak..

Dan ketika aku melewati cak mendol dan anggotanya..

“do..” panggil cak mendol kepadaku..

“maaf cak.. nanti aja ya..” ucapku dengan terburu – buru sambil terus melangkah kedalam gang tengkorak..

Dan selama perjalananku yang buru – buru ini.. pikiranku semakin ga menentu.. apalagi ketika sudah dekat dengan markas iblis hitam.. dadaku seperti berdetak dengan cepat.. assuuuu.. ada apa ini ya…?

Dan ketika aku sudah didepan rumah berlantai dua markas dari iblis hitam.. pemandangan mengerikan terlihat jelas didepan mataku.. semua anggota iblis hitam terbantai dengan sadisnya.. darah tercecer dimana – mana dan erangan kesakitan dari beberapa orang anggota iblis hitam yang masih sadar.. dan itu membuat pemandangan makin menyedihkan.. assuuu.. harusnya aku kan senang.. tapi kenapa justru dadaku semakin bergetar..? dan kemana teman – temanku..? apa mereka didalam rumah..? tapi kok aku ga mendengar ada suara sama sekali..?

Aku lalu memasuki rumah dengan perasaan yang kalut.. tangan kananku pun dengan refleknya langsung menggapai pinggangku.. kalau sampai memang aku harus menggunakan pistol ini.. aku akan menggunakannya malam ini.. persetan dengan prinsip dan kebiasaanku biasanya..

Dan ketika aku sampai didepan pintu rumah.. aku masuk kedalam rumah.. dan pemandangan mengerikan dan luar biasa terlihat didepan mataku.. teman – temanku semua tumbang dan tidak ada yang bergerak sama sekali.. mas rendi, mas wawan, masku bendu, bung toni, mas wawan, mas akbar, mas raimond, mas danis, mas bobby, mas rudi, mas alan, surya, yuda, satria, ilham, tigor dan dalle… mereka semua tergeletak.. assuuuu..

Dan tinggal sandi berdiri dengan tubuh yang bergetar dan mata yang memerah.. dia terlihat emosi yang membara sambil menatap seseorang dihadapannya yang berdiri dengan santai dan tersenyum.. orang itu menatap sandi dengan tajam.. aura jahatnya sangat terlihat dari wajah orang itu.. bajingan.. apa dia ‘king’..? bangsatt.. apa dia yang membantai semua teman – temanku..? asuuu.. kuat sekali dia.. jiancoookkk..

“BAJINGAAAAAANNN… AARRGGHHHHH..” teriak sandi dengan kerasnya dan emosi yang menggila.. matanya pun sangat merah seperti darah.. assuuu.. ini bukan sandi.. ini setannya sandi.. bangsatttt…

“hahahahaha.. mata merah.. maju sini biar aku selesaikan juga kamu..” ucap orang itu dengan tatapan yang menghitam… asuuu.. dia ini rajanya iblis.. bajingaannn…

Sandi lalu maju sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah wajah orang itu dengan emosinya..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Kepalan tangan kanan dan kiri sandi mengarah kewajah ‘king’.. dan dia hanya santai menerima pukulan sandi yang membabi buta tanpa menghindari atau menangkisnya.. asssuu.. dia kuat sekali.. assli kuatt.. bangsattt.. lalu..

BUUHHGGGG…

Sebuah injakan menggunakan kaki kanan tepat mengarah didada sandi.. dan sandi langsung terdiam menerima injakan itu.. lalu..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Pukulan dengan kepalan tangan kanan dan kiri orang itu langsung mendarat diwajah samping kanan dan kiri sandi dengan beruntun dan langsung membuat sandi oleng.. lalu orang itu berputar sambil melakukan tendangan balik..

BUUHHGGGG…

BUUUMMMMM..

JEDDUUKKKK..

Sebuah tendangan yang sangat telak, mendarat mulus diwajah kiri sandi.. dan itu langsung membuatnya roboh dan kepalanya membentur lantai.. bangsattttt.. sandi yang sudah menggila dapat ditaklukkan dengan mudahnya oleh ‘king’.. asssuuu.. benar – benar hebat ‘king’ ini..

Aku yang melihat kejadian yang sangat mengerikan ini.. langsung menggapai pistol dipinggangku dengan tangan yang bergetar.. tanganku pun langsung lurus, dan aku mengarahkan pistol yang kupegang tepat kearah kepala ‘king yang agak jauh dari aku..

‘king’ langsung menoleh kearahku dengan santainya dan dengan tatapan yang sangat menakutkan.. bajingannn.. kakiku sampai tergetar melihat tatapannya yang menghitam itu.. assuuuu.. dan saking takutnya.. tiba – tiba ‘king’ sudah ada dihadapanku.. bangsattt.. kapan dia melangkah..? dan kenapa bisa dia secepat ini ada dihadapanku.. jaincookkk..

“kalau mau menembakku.. tepat disini ya..” ucapnya dengan dingin sambil memegang tanganku yang bergetar dan mengarahkan ujung pistol dikeningnya.. bajingaaannn.. setelah ujung pistol ini sudah menempel dikeningnya.. tangannya pun diturunkannya lagi..

Assuuu.. tanganku sangat berat untuk menarik pelatuk pistol ini.. jari – jariku bergetar dengan hebatnya.. dan aku bener – bener takluk dengan tatapan hitam ‘king’ ini.. keringat langsung mengalir deras dari keningku.. assuuu.. belum pernah aku merasakan takut seperti ini ketika ditatap seseorang.. matanya sangat dalam menatapku.. dan dibola matanya itu seolah tergambar banyak manusia – manusia yang tersiksa dan mati dengan mengenaskan.. bangsattt.. apa orang yang ada didalam mata ‘king’ ini orang – orang yang pernah dibantainya..?? jiancookkk.. dan ketika dia akan dia akan mengangkat tangan kanannya yang terkepal.. asuuuu.. mati aku.. matiiii… bajingaaaaannn..

“cakra.. dia bukan tandinganmu..” ucap seseorang dibelakangku dan aku langsung menoleh kebelakang dengan cepat..

Dan disana pak tomo berdiri sambil menghisap rokoknya dengan santai..

“tomo.. hahahahaha.. bagaimana kabarmu sobat.. hehehehehe..” ucap orang itu.. bajingan.. dia kenal dengan pak tomo dan memanggilnya sobat..? siapa sih sebenarnya orang ini dan kenapa dia kok seperti sahabat lama dengan pak tomo..? aku lalu menoleh dan melihat orang yang dihadapanku ini lagi.. kali ini dia telah menggeser tubuhnya kesamping dan dia meraih rokoknya dikantong lalu membakarnya dan menghisapnya pelan.. matanyapun sudah terlihat seperti biasa, tidak sehitam tadi.. dan aku pun langsung menurunkan pistolku tadi..

“jadi gimana cakra..? apa kita berduel malam ini..?” tanya pak tomo dengan dinginnya..

“hahahaha.. santai aja tom.. belum waktunya.. aku tau kamu pasti emosi sekali sekarang ini.. kamu telat datangkan..? harusnya kamu mengawal mereka malam ini untuk menyerang markas ini.. hahahahaha.. kebiasaan molormu itu masih aja ya.. untungnya aku cuman memberi pelajaran sama cecunguk – cecunguk pondok merah ini.. kalau aku menghabisi semuanya termasuk putra kesayanganmu itu.. kamu pasti akan merasa berdosa sekali.. hahahaha..” ucap orang yang bernama cakra ini sambil melirik teman – temanku yang terkapar lalu tertawa..

“bajingaan..” ucap pak tomo dengan emosi yang tertahan…

“cakra.. kelihatannya kamu duel sama aku, enak ini..” ucap seseorang yang datang lagi dari arah luar.. lalu aku melihat kearah orang yang baru datang itu dan dia adalah om nawi…

“nawiii.. hahahahahaha.. sobat lama.. sebenarnya bukan kalian yang aku harapkan datang.. tapi irawan yang pecundang itu.. hahahahaha..” ucap cakra dan dia masih terlihat santai..

“atau duel sama aku..?” ucap orang lain lagi yang baru datang.. dan dia adalah om totok.. assuuu.. tiga orang pendiri pondok merah telah hadir diruangan ini dan tidak membuat cakra gentar sama sekali.. bajingaannn..

“akan ada waktunya kita berduel.. tapi setelah aku menghabisi irawan sang pecundang.. jadi aku akan menunggu kalian semua di ibukota propinsi ya.. hahahahaha..” ucap cakra lalu menghisap rokoknya dengan santai..

“jangan banyak bicara kamu cakra..” ucap om totok.. dan aku melihat kearah om totok lalu aku melihat kearah cakra lagi yang ada didekatku… bangsat.. kemana cakra tadi..? kok sudah tidak ada.. bajingannn.. menghilang kemana dia..? assuuu..

“asssuuu..” maki om nawi..

Dan aku pun kembali terpaku dengan keadaanku sekarang ini..

“bajingan cakra itu.. bisa – bisanya dia datang kesini..?” ucap om totok dengan geramnya..

“biarkan dia pergi tok.. kita urus dulu anak – anak ini..” ucap om nawi ke om totok..

Dan ga berapa lama aku melihat heri datang dengan mobilnya dan disusul anak – anak maba dengan rombongan bermotor.. mereka pun langsung masuk dan mereka terkejut dengan suasana didalam ruamah ini..

“do.. kamu atur anak – anak maba ini..” ucap pak tomo yang mengagetkanku dari lamunanku..

“i.. i.. iya pak..” ucapku dengan gugupnya…

“her.. sini kamu..” panggilku ke heri tiger dan hendra sumo pun mengikuti dari belakang..

“kalian bantu angkat mas – mas ini.. dan angkut mereka semua kedalam mobilmu.. terus suruh anggotamu yang lain membawa motor anak – anak pondok merah yang ada didepan.. tolong antarkan ke pondok merah ya..” ucapku ke heri dan hendra..

“kalau mas – mas yang pingsan ini dibawa kemana mas..?” tanya heri kepadaku..

“bawa keklinik yang dipinggir kota.. ntar sebagian masukkan kemobilku aja.. terus kalian mengikuti mobilku dari belakang..” ucap om totok..

“iiya om..” ucap heri tiger..

Dan satu persatu teman – teman diangkut ke mobil heri dan mobil om totok.. dan kami dibantu oleh maba – maba yang sebagian masih diluar..

“satria aku aja yang bawa tom.. aku bawa kedaerah selatan aja.. kelihatannya kakinya patah itu..” ucap om nawi..

“oh iya wi.. maaf ya.. aku ngerepotin kamu..” ucap pak tomo dan wajahnya terlihat merasa bersalah..

“apasih kamu itu..?” ucap om nawi dengan santainya.. dan ketika kami masuk lagi, ternyata teman – teman sudah terangkut dimobil semua.. dan didalam rumah ini hanya aku, om totok, om nawi dan pak tomo..

“kamu kemana tom..? harusnya kamu kan mengawal anak – anak ini..?” ucap om totok ke pak tomo..

“maaf tok.. aku tadi rapat dengan pak rector.. tadi ada orang luar sana yang mau kerjasama dengan kampus teknik kita.. dan pak rector ga mau, kalau aku ga mendampinginya..” ucap pak tomo dengan rasa bersalah..

“aku heran loh tom.. kenapa bisa kebetulan begini ya..? aku lihat juga ga ada orangnya irawan disekitar sini, begitu juga orangnya yanti dan mbah jati.. kenapa bisa begini ya..?” ucap om totok..

“mungkin ini sudah diatur sama sang pencipta.. biar anak – anak pondok merah belajar tentang arti kekalahan.. seperti kita dulu waktu pertama kali bertarung dengan cakra dan kelompoknya..” ucap om nawi..

“iya betul juga.. dan setelah kekalahan itu.. dipertarungan selanjutnya, irawan bisa merobohkan cakra.. dan cakra menjadi tambah dendam dan benci dengan irawan semenjak saat itu..” ucap pak tomo..

Asuuu.. ini sepertinya ada dendam lama diantara mereka ya..? dan ini mungkin luka lama yang bersemi kembali.. bajingaaannn..

“oke.. aku tingggal dulu ya..” ucap om totok kepada kami..

“iya.. aku juga mau kedaerah selatan untuk pengobatan satria..” ucap om nawi..

“do.. kamu sama tomo pulangnya ya..” ucap om totok kepadaku..

“iya om..” jawabku singkat..

Dan om totok pergi naik mobilnya diikuti oleh mobil heri dan sebagian anak maba yang bermotor.. sedangkan sebagian maba lagi, naik motor teman – temanku untuk diantar kepondok merah..

Sedangkan aku dan pak tomo pergi menggunakan sepeda motor sandi..

#cuukkk.. kekalahan ini membuktikan bahwa tidak ada manusia yang paling hebat.. diatas langit masih ada langit.. dan kami harus menerima pelajaran yang berharga ini.. bajingaannn..

 

Cerita Terpopuler