. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 71 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 71

0
354

Bagian 71 – Kegelapan

Cuukkk.. ini salah satu pertarungan yang menegangkan menurutku.. karena malam ini kami berhadapan dengan iblis hitam dan salah satu anggota seven devils yang masih tersisa.. bukan alwinya yang bikin tegang.. tapi black pimpinan mereka.. kalau aku merasa, black pasti akan datang malam ini.. dan dia akan menjadi lawanku.. karena dia otak dari ini semua.. dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadap ayu dan ilham.. assuuu.. aku itu paling muak sama orang yang punya masalah denganku tapi mereka mengorbankan orang yang ada disekitarku.. bajingaaannn..

Dan setelah mengatur strategi dikosan tadi sore.. malam ini kami meluncur ke gang tengkorak dengan menggunakan sembilan motor.. aku membonceng aldo dibelakangku.. dan mas rendi memimpin didepan sambil membonceng mas wawan.. kami semua beriringan dengan menggunakan kaos warna merah kebanggan kami..

Dan ketika kami sudah sampai didepan gang tengkorak.. mas rendi memperlambat kecepatan rx kingnya dan berhenti didepang gang.. teman – teman yang lain pun ikut berhenti.. sedangkan aku melewati mas rendi..

“stop san..” ucap aldo lalu menepuk pundakku..

“kamu turun disini do..?” tanyaku dan menghentikan tigi…

“ya..” ucap aldo singkat..

Aldo lalu turun dan berjalan memasuki gang tengkorak dengan santainya.. lalu aldo bergabung dengan segerombolan preman yang ada tidak jauh mulut gang… dan setelah diberi kode oleh aldo.. mas rendi memasuki gang tengkorak dan kami semua mengikuti mas rendi dibelakangnya.. aldo sengaja tinggal didepan gang karena sesuai dengan rencana yang kami sepakati..

Kami melewati banyak preman dan mereka bergerombol secara kelompok – kelompok kecil.. mereka sedang berpesta minuman dan tidak menghiraukan kami semua yang lewat didepan mereka.. bajingaann.. apa mereka sudah dikondisikan aldo..? hebat sekali sahabatku ini.. assuuu..

Dan setelah melewati beberapa petak sawah.. kami melihat rumah yang agak besar berlantai dua diujung jalan.. assuu.. itu markas iblis hitam.. bajingann..

Dan ketika kami semua sudah sampai didekat rumah itu.. tampak puluhan orang berada diteras dan disamping, serta depan rumah yang ada halamannya sangat luas.. mereka lalu melihat kearah kami..

Bajingann.. mereka ternyata sudah siap dengan kedatangan kami.. bener juga kata aldo dikosan tadi.. asuuu..

Mas rendi lalu menghentikan sepeda motornya dan kami semua ikut berhenti dibelakang motor mas rendi..

Lalu mas rendi turun dengan santainya.. setelah itu mas rendi mengambil rokoknya, dan membakarnya lalu menghisapnya pelan.. dan kami mengikuti setiap mas rendi melangkah masuk kedalam pagar markas iblis hitam.. anggota iblis hitampun langsung merengsek mendekati kami dihalaman depan rumah mereka..

“selamat datang dikuburan kalian penghuni pondok merah.. hehehehe..” ucap seseorang yang maju diantara kerumunan puluhan anggota iblis hitam.. assuu.. dia ini alwi.. bajingaann..

“aku tunggu kalian didalam rumah ya.. hahahahaha..” ucap alwi lalu mundur.. dan anggota iblis hitam langsung memberikan jalan kepada alwi untuk masuk kedalam rumah.. dan mereka berbaris lagi setelah alwi masuk kedalam rumah dan membentuk pertahanan serta bersiap dengan serangan kami..

“satria.. sandi..” panggil mas rendi kepada kami berdua.. kami berdua lalu berdiri disamping mas rendi..

“kalian jangan banyak – banyak bantai anggotanya ya.. simpan tenaga kalian untuk melawan alwi dan black didalam rumah.. biarkan diluar sini menjadi urusan kami.. setelah kami membongkar pertahanan mereka, kalian masuk kedalam rumah.. paham..” ucap mas rendi lalu menatap satu persatu anggota iblis hitam dihadapan kami..

“siap mas..” jawabku dan satria bersamaan..

Lalu aku lihat kedepan.. anggota iblis hitam melakukan perenggangan tubuh mereka dengan berbagai gerakan yang berbeda dengan tatapan tajam kearah kami..

“cukimai dorang.. lama sekali ko le…” ucap bung toni sambil menatap tajam kearah iblis hitam lalu melirik mas rendi..

“hehe..” mas rendi hanya tersenyum lalu membuang rokoknya dan menunduk sebentar..

“BANGSAATTTT…” teriak mas rendi dengan garangnya sambil mengangkat wajahnya menatap lawan kami.. lalu mas rendi berlari duluan kearah kerumunan anggota iblis hitam sambil meloncat dan mengarahkan lututnya kesalah satu anggota iblis hitam..

BUUGGHHHHH….

BUUMMMMMM..

Orang itu roboh setelah lutut mas rendi menghantam wajahnya dengan telak.. dan seketika itu juga pertempuran pun langsung pecah..

“SERAAAANGGG..” teriak mas wawan dengan kencangnya..

Dan kami semua berlari menyusul mas rendi sambil mengarahkan kepalan tangan, lutut, dan kaki kami kearah mereka…

BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK…. BUUGGHHHHH…. PAAAAAAKKKKK….

Bunyi hantaman dan tendangan dari perkelahian yang pecah dihalaman depan rumah mereka yang luas sekali ini..

BUUGGHHHHH….

Sebuah uppercutku menghantam lurus kedepan kearah hidung salah satu anggota iblis hitam dengan kuatnya..

“ARRRGGHHHH..” teriak orang itu dengan wajah yang terdanga dan darah yang menyembur dari lubang hidungnya… dan aku melanjutkan dengan injakan didadanya dengan kuat…

BUUGGHHHHH….

orang itu langsung roboh dan terlentang sambil memegangi hidung dan dadanya bergantian..

Sementara satria disebelahku, langsung meloncat sambil mengarahkan injakan kewajah lawannya..

BUUGGHHHHH….

BUUUUUMMMM..

Lawannya langsung tumbang dan terlentang juga.. satria lalu mendekati lawannya yang telah roboh dan menginjak wajahnya sekali lagi dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

“ARRGGHHHHH..” teriak orang itu dan langsung menggelepar kesakitan.. dan ketika aku dan satria akan berlari kearah pintu rumah.. tiga orang langsung menghadangku didepan.. sedangkan satria berhadapan dengan empat orang.. bajingaann..

Satu orang lalu maju kearahku.. aku pun menyambutnya dengan kepalan tangan kiriku kearah wajahnya…

BUUGGHHHHH….

Dia oleng kearah kiri dan langsung menegakkan tubuhnya sambil mengarahkan tinju kirinya yang tak kuduga..

BUUGGHHHHH….

Wajah kananku terkena pukulannya dengan telak dan dia langsung mengarahkan pukulannya tangan kanannya kearah perutku..

BUUGGHHHHH….

“ARRGGHHHHH..” ucapku mengerang menahan sakitnya pukulan diperutku.. dan dengan refleknya aku melayangkan kepalan tangan kananku kearah mulutnya..

BUUGGHHHHH….

Wajahnya langsung termundur kebelakang dan aku langsung melayangkan kepalan tangan kanan dan kiri bergantian kearah wajahnya..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH… BUUGGHHHHH….

Rahang, pelipis, hidung dan mulutnya menjadi sasaran empuk kepalan tanganku.. lalu aku tarik kepala belakangnya.. lalu aku adu wajahnya dengan lututku..

BUUGGHHHHH…..

Lalu aku banting wajahnya menghadap kelantai..

BUUGGHHHHH….

Dan dia pun tidak bergerak lagi..

Dua orang sisanya langsung maju kearahku.. dan..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Satu orang roboh setelah diterjang dengan tendangan kaki kanan bung toni dan lanjut dengan hantaman didada dan mulutnya.. assuuu.. baru kali ini aku melihat bung toni menyerang memakai kakinya.. biasanya bung toni selalu menggunakan kepalan tinju kanan dan kiri yang menjadi ciri khasnya..

“ko pi masuk sudah..” (kamu pergi masuk sudah) ucap bung toni kepadaku dengan tatapan bengisnya.. dan satu orang lagi yang ingin menghadangku langsung disambut bung toni dengan tarikan di kerah bajunya bagian belakang.. lalu kepala belakangnya ditarik dan keningnya diadu dengan kening bung toni..

BUUGGHHHHH….

Orang itu lalu menggelengkan kepalanya karena kesakitan.. sedangkan bung toni hanya tersenyum dengan bengis lalu..

BUUGGHHHHH….

Mulutnya dihantam dengan kepalan tangan bung toni yang besar sampai dia mendangakkan kepalanya.. darahnya pun menyembur bercampur ludahnya.. lalu.. sebuah uppercut dari arah samping kiri bung toni menghantam wajah bagian kanan orang itu dengan telak..

BUUGGHHHHH….

Orang itu langsung roboh kekiri dengan wajah bagian kirinya menghantam lantai dengan keras..

BUUMMMMMM..

“mati ko..” teriak bung toni…

Dan satria disebelahku sedang memegang pundak lawannya, lalu ditarik agak menunduk kearahnya sampai dada lawannya itu menghantam lututnya..

BUUGGHHHHH….

“HUUPPPP..” teriak orang itu dengan nafas yang tertahan.. lalu..

BUUGGHHHHH….

Sekali lagi diadunya dada lawannya itu dengan lututnya..

“AARRGHHHH..” teriak orang itu dengan mata yang melotot dan nafas yang tertahan..

Lalu sebuah pukulan dari bawah satria mendarat dimulut orang itu secara beruntun…

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Lalu satria memegang leher orang itu dengan kuat dan dibantingnya kebelakang..

BUUUUMMMM…

Musuhnya langsung roboh seketika.. dan sisa tiga musuhnya mau maju..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Dua orang langsung termundur setelah dihadang oleh mas bendu dengan pukulan dan tendangan kearah mereka.. dan sisa satu yang ingin maju lagi..

BUUGGHHHHH….

Sebuah tendangan balik mas bendu mengenai rahang orang itu dengan telak..

“mlebuo cuukkk.. nde kene tak urusane…” (masuk sana cuukkk.. disini biar aku urus..) kata mas bendu ke satria…

Dan sebelum aku dan satria masuk kedalam rumah.. aku melihat teman – temanku bertarung dihalaman rumah ini dengan satu orang menghadapi tiga sampai empat orang sekaligus.. teman – temanku menggila dengan serangan mereka..

Mas rendi dengan ganasnya menghantam wajah musuhnya dengan kepalan tangan yang sangat kuat..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Musuhnya sampai tersungkur.. lalu mas rendi melakukan tendangan berputar dengan kaki kanannya kearah wajah satu orang lainnya.. setelah itu melakukan tendangan lagi dengan kaki kiri kelawan satunya..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Dan tiga orang tumbang bersamaan.. bajingaannn.. setelah itu mas rendi menerjang lawan – lawannya yang masih banyak.. assuuu..

Mas wawan yang bibirnya mulai berdarah, berdiri dengan tegaknya lalu membersihkan tepi bibirnya dari darah sambil memandang musuhnya dengan emosi.. lalu ketika salah satu musuhnya maju.. mas wawan menyambutnya dengan injakan diperut lawannya..

BUUGGHHHHH….

“aaaarggghh..” wajah musuhnya condong kearah mas wawan.. dan mas wawan langsung menghantamnya dengan tangan kanannya..

BUUGGHHHHH….

Lalu ditutup dengan sikut kanannya yang menghantam rahang orang itu..

BUUGGHHHHH….

Orang itu oleng kekiri sambil memegangi wajahnya.. dan ketika salah satu temannya maju, mas wawan menyambutnya dengan tendangan menyamping kearah leher bagian samping orang itu..

BUUGGHHHHH….

Orang itu sampai terjatuh dengan posisi berlutut dan bertumpu pada kedua lututnya.. lalu mas wawan menginjak wajah orang itu dengan kuat..

BUUGGHHHHH….

Orang itu langsung terlentang dengan kaki yang terlipat kebelakang.. assuuu..

Mas akbar disebelahnya, menggila dengan melayangkan pukulannya secara beruntun ke musuhnya yang tersandar didinding..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Lalu satu orang dibelakangnya menginjak punggung mas akbar..

BUUGGHHHHH….

Mas akbar terdorong kedepan sampai mepet kelawannya yang dihajarnya tadi.. mas akbar lalu berbalik sambil mengarahkan pukulannya kearah dada orang yang baru menginjaknya dengan keras..

BUUGGHHHHH….

Orang itu termundur dengan nafas yang sesak.. dan mas akbar menghantam mata orang itu dengan sekuat tenaganya..

BUUGGHHHHH….

Orang itu langsung rebah dan tidak bangun lagi…

Mas raimond dipertarungan lainnya, seperti biasa.. dia buas dan mengganas.. pukulan dengan kepalan tangannya sangat luar biasa.. dia menjatuhkan dua orang sekaligus dengan pukulannya yang beruntun..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Wajahnya terlihat menikmati pertarungan ini.. assuuu..

Mas danis pun tak kalah gila.. dia menginjak dua orang musuhnya yang jatuh akibat pukulan sebelumnya..

BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH…. BUUGGHHHHH….

Musuhnya dibuat sesak nafas dan menggelepar dengan darah yang keluar dari hidung mereka..

Mas bobby yang ada dibelakang mas danis.. sedang mengadu kepalanya dengan salah satu anggota iblis hitam..

JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK..

Kening lawannya tampak berdarah, begitu juga kening mas bobby.. lalu mas boby memegang kepala belakang orang itu dan dihantamkannya kedinding..

JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK.. JEDUUUKKK..

Lalu dibantingnya orang itu kebelakang..

BUHHGGGG..

Orang itu pun roboh dengan wajah yang tertutup darah…

Mas rudi pun tidak kalah menggila dengan emosinya.. dia menggunakan lututnya untuk melumpuhkan musuhnya yang menghantamnya dengan balok tadi.. dan dengan kepala yang berdarah, mas rudi mengadu lututnya dengan mulut lawannya..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Dan ketika satu musuhnya ingin maju menyerangnya.. mas rudi menyambutnya dengan pukulan di tulang lunak hidung lawannya itu..

BUHHGGGG..

Musuhnya pun roboh sambil memegangi hidungnya..

Kakanda alan, surya, yuda, ilham, tigor dan dalle saling membelakangi.. mereka dikepung belasan anggota iblis hitam..

Lalu mereka maju bersama sambil mengarahkan pukulan dan tendangan mereka kelawan masing – masing.. assuuu..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Beberapa anggota iblis hitam pun langsung tumbang dengan kondisi yang mengenaskan terkena pukulan dan tendangan teman – temanku itu…

“woii.. ndang mlebuo coookk…” (woii.. cepat masuk coookk..) teriak mas bendu kepadaku dan satria sambil menginjak kepala salah satu musuhnya …

Aku dan satria lalu berpandangan dan langsung berlari kearah pintu.. dan ketika kami masuk kedalam rumah.. alwi dengan santainya duduk diruang kursi tengah sambil merokok.. dan disebelahnya empat orang anggota iblis hitam berdiri mengawalnya… assuuu..

“wahhh.. cepat juga kalian masuk.. rokokku belum habis nih..” ucap alwi lalu menghisap dalam – dalam rokoknya..

“sebagai pemanasan kalian lawan anggotaku dulu ya.. hehehehe..” ucap alwi dengan santainya.. sambil mengkode empat anggotanya untuk maju..

Mereka berempat langsung maju kearahku dan satria..

“sepertinya kita duet aja nyo..” ucap satria sambil menadahkan tangannya kearahku..

“oke..” jawabku sambil menyambut tangan satria dan kami melakukan tos ringan..

Empat orang yang maju bersama langsung disambut oleh pukulan tangan kanan dan kiri satria..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Orang pertama dan kedua oleng terkena pukulan satria.. dan aku dibelakang satria lalu maju sambil mengarahkan tendanganku kepada orang ketiga dan keempat..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Tendangan kaki kananku dari arah samping mengenai wajah samping orang ketiga dan tendangan kaki kiriku mengenai leher orang keempat.. mereka berdua langsung oleng dan disambut dengan uppercut satria..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Orang ketiga dan keempat langsung roboh.. dan aku menerjang orang pertama dan kedua yang telah dihajar oleh satria tadi..

BUHHGGGG..

Aku menyerang dada orang pertama dengan lututku lalu aku arahkan pukulan kearah wajahnya yang menunduk..

BUHHGGGG..

Orang itu terdanga dan langsung disambut dengan tendangan balik dari satria yang mengenai rahangnya sebelah kiri..

BUHHGGGG..

BUUMMMM..

Orang pertama roboh dan aku melanjutkan dengan tendangan gunting kearah orang kedua diwajah sampingnya..

BUHHGGGG..

Orang itu limbung dan langsung diinjak dadanya oleh satria..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Orang pertama pun roboh bersama ketiga temannya.. assuuuu..

Alwi yang melihat keempat anggotanya roboh langsung bangun dan membuang rokoknya..

“bangsaaattt..” ucap alwi lalu berlari kearah kami..

“ini urusanku nyo.. kamu mundur..” ucap satria dan menghadang alwi dengan uppercut lurus kedepan.. sedangkan aku mundur beberapa langkah..

WUUTTTT…

Alwi menunduk sambil mengarahkan kepalan tangannya keperut satria..

BUHHGGGG..

Satria termundur dengan wajah yang condong kedepan lalu alwi memberikan pukulan tangan kirinya kerahang kanan satria..

BUHHGGGG..

Satria oleng kekiri.. dan alwi langsung memutarkan tubuhnya sambil mengangkat kakinya kewajah satria bagian kanan..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Satria langsung tumbang dan tersungkur kedepan.. assuuuu..

“kamu maju sekalian..” ucap alwi sambil menunjukku.. bangsattt…

Satria yang jatuh tengkurap lalu mengangkat tubuhnya pelan..

“assuuuu.. aku belum selesai cookkk..” maki satria lalu mengangkat wajahnya sambil menatap alwi..

Wajah satria tampak berdarah ditepi bibirnya.. lalu satria berdiri lagi sambil memasang kuda – kudanya dan bersiap menyerang alwi.. alwi lalu maju lagi sambil melakukan injakan kearah dada satria..

WWUUUTTTT…

BUUUMMMM..

Satria menghindar kekiri dan injakan alwi hanya mengenai angin.. dan ketika kaki alwi sudah menyentuh lantai.. satria mengayunkan tangannya kearah wajah alwi dengan kuat..

BUHHGGGG..

Alwi oleng kekakanan dan alwi langsung membalasnya dengan kepalan tangannya kearah wajah satria lagi..

BUHHGGGG..

Satria limbung kekanan lagi dan alwi langsung maju lagi dan kali ini dia mengayunkan tangan kirinya kearah mata satria..

BUHHGGGG..

Lalu alwi mengayunkan kaki kanannya kearah leher kiri satria..

BUHHGGGG..

Satria langsung terduduk dengan kedua lututnya dilantai.. dan dadanya langsuung diinjak alwi dengan kuat..

BUHHGGGG..

Satria pun langsung roboh kebelakang dengan kaki terlipat..

BUMMMMM..

Satria terlentang dengan wajah yang berdarah – darah…

“hahahahahaa…” alwi lalu tertawa melihat satria yang tumbang.. dan alwi langsung maju lagi sambil melakukan injakan kedada satria..

BUMMMMM..

Satria masih bisa menghindari injakan itu dengan berguling kekanan dan injakan alwi hanya mengenai lantai.. lalu satria mencoba berdiri dengan cara merangkak..

Dan dengan posisi satria merangkak, alwi lalu menendang perut satria dengan kencangnya dari arah bawah..

BUHHGGGG..

Satria sampai terlempar dan terputar terkena tendangan yang kuat dari alwi.. dan sekarang satria terlentang dilantai.. bajingaannn.. tanganku langsung terkepal melihat satria yang dihajar habis – habisan oleh alwi.. assuuu.. emosiku pun naik keatas kepala dengan cepat…

“sekarang waktunya kamu mati..” ucap alwi dengan matanya yang menghitam dan emosinya yang menggila..

Alwi lalu berlari sambil meloncat.. dan dia mengarahkan lututnya kearah wajah satria..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Satria dengan cepat memutarkan tubuhnya kearah samping lalu berdiri dengan cepat.. sehingga lutut alwi mengenai lantai yang keras.. dan satria langsung memutarkan tubuhnya sambil mengarahkan tendangan kearah wajah alwi yang masih berlutut dengan kaki kanan dilantai..

BUHHGGGG..

Alwi terdanga terkena tendangan punggung kaki kanan satria yang keras.. dan satria langsung memutarkan tubuhnya lagi dan kali ini dia menggunakan tumitnya untuk tendangan balik kearah wajah alwi lagi..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Alwi langsung roboh dan terlentang dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Satria mengatur nafasnya sambil melihat alwi yang terkapar dilantai.. wajah satria bener – benar penuh dengan darah.. bajingaannn..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Setelah nafasnya teratur satria langsung berlari lagi kearah alwi yang tertidur…

BUUMMMM..

Alwi langsung menggulung badannya kearah kiri dengan cepat dan injakan satria hanya mengenai lantai.. dan dengan gerakan cepat, alwi menyapu kaki kanan satria..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM…

Satria langsung tumbang.. dan dengan posisi yang sama – sama tertidur.. alwi meraih kaki kiri satria yang ada didekatnya.. dan kedua kaki alwi langsung mengunci tubuh satria..

Satria tidak bisa bergerak sama sekali.. alwi lalu memegang ujung kaki kiri satria dengan tangan kanan dan tumit satria dengan tangan kiri.. lalu diputarnya dengan kuat..

KRAAAKKKK..

“AARRRRGGHHHH…” satria berteriak setelah pergelangan kaki kirinya dibuat patah oleh alwi.. dan saking sakitnya, satria memutar tubuhnya dengan sekuat tenaganya sambil melakukan injakan kearah dagu alwi dengan kaki kanannya yang terlepas dari pegangan alwi..

BUHHGGGG..

Alwi terdorong keatas dengan darah yang keluar dari mulutnya lagi.. sementara satria mengguling – gulingkan tubuhnya kekanan dan kekiri sambil memegang kaki kirinya.. asssuuuu…

“bangun sat.. banguuunn.. kamu pasti bisa cuukkk…” teriakku ke satria.. satria lalu memandangku dan mencoba berdiri dengan susah payah..

Sementara alwi juga bangun dengan sempoyongan dengan darah yang keluar banyak dari hidung dan mulutnya..

Assuuu.. kalau satria tidak cepat mengakhiri pertempuran ini.. dia pasti akan lebih parah.. dan bisa saja pergelangan kaki kanannya juga akan dipatahkan oleh alwi.. bangsaattt..

Dan dari lantai dua aku melihat seseorang berdiri melihat kearah pertempuran alwi dan satria.. dia memakai jumper.. lalu orang itu melirikku sambil menghisap rokoknya.. cuukk.. tatapannya tajam dan dalam sekali ketika menatap.. matanya sangat hitam dan menakutkan.. assuu.. diakan orang yang menegurku didepan gang sabit waktu aku habis berduel dengan joni sabit.. bajingaannn.. apa dia black..??? bangsatttt..

Aku melihat alwi berjalan mendekati satria yang sudah berdiri dengan kaki kiri yang pincang.. alwi pun bersiap akan melakukan sebuah tendangan.. cuukkkk.. lalu..

WWUUTTTT..

Sebuah tendangan kearah wajah satria dan satria langsung menunduk sambil melayangkan sebuah pukulan kearah dada alwi dengan kuat..

BUUHHHH..

Alwi termundur dengan mata yang melotot dan darah yang menyembur dari mulutnya..

“WUUEEKKKKK..” alwi memuntahkan darah..

Lalu dengan kaki kiri yang pincang satria berlari dengan tumpuan kaki kanan dan langsung melakukan salto sambil melayangkan tendangan dengan kaki kanannya kearah ubun – ubun alwi..

BUHHGGGG..

Alwi langsung berlutut dan kepalanya tertunduk terkena tendangan yang keras dan telak dari satria.. lalu ketika kaki kanan satria menginjak lantai dan kaki kiranya menyusul dengan menjijit..

“HUUUPP…” satria menahan sakitnya pergelangan kaki kirinya dan berdiri tepat dihadapan alwi yang berlutut..

Dan ditariknya kepala alwi bagian belakang.. dan dihantamkannya wajah alwi dengan lutut kirinya sekuat tenaga..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Wajah alwi bener – benar tertutup darah.. hidung, mulut, kening, mata dan pipinya penuh dengan darah.. wajahnya betul – betul terluka parah terkena lutut satria yang bertubi – tubi..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Dan satria terus menghantam wajah alwi dengan lututnya.. dia begitu emosi sekali melakukan hal itu dan tidak memberikan kesempatan alwi untuk bernafas sama sekali..

Dan ketika alwi sudah tidak bergerak lagi.. satria lalu menghentikan serangannya dengan lututnya.. dia mengangkat dagu alwi yang sudah tidak bergerak lagi.. satria lalu menahan kerah baju alwi supaya alwi tetap jongkok.. lalu dengan kekuatan yang penuh.. dihantamnya lagi wajah alwi dengan kepalan tangan kanannya..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Darah pun kembali tersembur dari wajah alwi.. lalu satria melepas pegangannya dikerah baju alwi.. dan dia langsung memutarkan tubuhnya sambil mengayunkan kaki kanannya kearah wajah alwi dengan kuat…

BUHHGGGG..

BUUMMMMM..

Alwi langsung roboh kearah kanan dan tidak bergerak lagi.. sedangkan satria juga roboh karena kaki kirinya tidak sanggup menahan tubuhnya setelah berputar tadi..

Aku lalu mendekati satria dan membantunya berdiri lalu berjalan kearah dinding.. aku sempat melihat kearah alwi yang tertidur dengan wajah menghadap kelantai dan darah menggenang disekitar wajahnya..

“sekarang giliranku ya..” ucapku kesatria yang sudah duduk bersandar didinding..

“bantai dia nyo..” ucap satria ketika melihat kearah lantai dua.. dia melihat ke arah black yang masih asyik menikmati rokoknya.. dan satriapun menyandarkan tubuhnya didinding lalu tangannya maju dan terkepal kearahku..

Aku hanya menganggukaan kepalaku sambil meninju pelan kepalan tangan satria.. lalu aku berbalik dan berjalan kearah tengah ruangan..

“oh.. giliran kita ya san..” ucap black dengan santainya.. lalu dia berajalan kearah tangga dan terus menatapku dengan senyuman yang sangat mematikan.. assuuu…

Black menuruni tangga dengan santainya dan menunduk sebentar lalu dibukanya jumper yang menutup kepalanya.. lalu jaketnya pun dibuka dan dibuangnya.. rambutnya cepak dan badannya terlihat besar dan kekar.. bangssatt.. lalu black menatapku lagi dengan tajam.. ngeri sekali tatapannya cuukkk.. assuuu..

Dan ketika sudah dilantai bawah.. tanpa basa basi black langsung maju dengan tangan yang terkepal didepan dadanya.. nafasnya terlihat naik turun dan sepertinya dia emosi sekali…

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu…

Gila..

Aku lalu maju dan menyerangnya duluan dengan menggunakan tendanganku kearah tubuh sampingnya..

BUHHGGGG..

Black dengan mudah mengeblok tendanganku dengan lengan kirinya.. bajingan kuat juga dia.. dia tidak goyah sedikitpun..

Lalu aku menyerangnya lagi.. kali ini aku tendang lutut bagian sampingnya dan aku teruskan dengan upercat kearah wajahnya..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

Bangsaattt.. dua serangan beruntunku pun tidak menggoyahkan black sama sekali.. dia tetap santai dengan tangan yang terkepal dan dengan senyuman yang mematikan assuuu..

Lalu aku serang lagi black dengan kepalan tangan kiriku dari arah bawah kerahang black.. dia memundurkan sedikit kepalanya lalu dia menyerang tulang igaku bagian kiri dengan tangan kanannya..

WUUTTTTT..

Dia menghindari pukulanku dan serangannya tulang igaku mengenai sasarannya..

BUHHGGGG..

“ARRRRGGHHHH..” ucapku kesakitan sampai aku melengkungkan tubuhku kearah kanan sambil aku menganyunkan tangan kananku kewajah black sebelah kiri..

BUHHGGGG..

Dan black cuman menggoyangkan kepalanya sedikit akibat pukulanku itu.. assuuu..

Lalu..

BUHHGGGG..

Sebuah uppercut lurus dari tangan kanan black mengenai mulutku sampai aku terdanga.. dan dilanjutkan dengan injakan diperutku..

BUHHGGGG..

Aku termundur kebelakang.. dan ketika black akan maju.. aku memutarkan tubuhku dan melayangkan sebuah tendangan balik kearah perutnya..

BUHHGGGG..

Black tidak menghindari seranganku.. justru dia memajukan perutnya untuk menahan seranganku.. dan aku sampai terpental kebelakang…

Assuuu.. kuat sekali dia.. black lalu maju dan menyerangaku..

BUHHGGGG.. PAAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAAKKK..

Pukulannya yang keras masih bisa aku tangkis dan aku membalasnya dengan pukulan dan tendangan.. semua serangankupun dapat ditepis dengan mudah oleh black..

Sampai pada saat sebuah uppercut black mengenai wajahku lagi dengan telak..

BUHHGGGG..

Kepalaku terdanga.. dan black langsung meraih kepala belakangku dan diadunya mulutku dengan lututnya..

BUHHGGGG..

“AARRGGHHHH…” ucapku tertahan dengan darah keluar dari mulutku.. dan black langsung mengangkat kepalaku.. mata kami saling bertemu.. dia menatap mataku dengan dalam dan bola matanya yang sangat hitam.. lalu dia tersenyum lagi dan diadunya keningku dengan keningnya..

JEDDUUKKK…

Assuuu.. darah langsung keluar dari keningku akibat benturan yang sangat keras dari kening black.. dan aku merasa sobekannya lumayan panjang.. bajingaannn..

Black tidak menghentikan serangannya… dia menghantam dada dan pelipisku secara beruntun..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Aku terus dihajarnya sampai tersandar didinding..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

“WUUEEKKKK..” aku memuntahkan darah dari mulutku akibat serangannya yang bertubi – tubi.. assuuuuu…

Dan aku merasa darah pun mengalir dari luka diwajahku.. dan ketika dia akan menyerangku lagi dimulut.. aku lalu munundukkan wajahku..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Pukulan black yang sangat keras menghantam dinding belakangku.. dan aku langsung mengayunkan kepalan tangan kiriku kearah tulang iga sebelah kanan black dengan kuat..

BUHHGGGG..

“AARRGGGHHH…” teriak black..

Dan black memiringkan tubuhnya kearah kiri.. aku pun langsung melayangkan kepalan tangan kananku kearah hidung black..

BUHHGGGG..

Dia terdanga dan termundur disertai darah yang mengalir dari lubang hidungnya..

Lalu aku maju sambil menginjak dada black dengan telapak kaki sepatuku..

BUHHGGGG..

Black langsung termundur dengan nafas yang tertahan… aku lalu menghentikan seranganku karena darah terus mengalir dari pelipisku dan menutupi kedua mataku.. assuuu.. aku lalu membersihkan darah yang menutupi kedua mataku sambil melihat kearah black..

Dan aku lihat black sangat marah sekali ketika darah yang keluar dari hidungnya mengalir dengan deras.. dia pun membersihkan darahnya sambil menatapku dengan tatapannya yang semakin hitam dan mengerikan.. assuuu..

“waktunya aku membunuh salah satu keturunan jati.. hu.. hu.. hu.. hu..” ucapnya dengan emosi yang menggila.

Dia maju sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah wajah sebelah kiriku..

BUHHGGGG..

Aku membloknya dengan tangan kiri.. dan saking kerasnya pukulannya.. tangan kiriku menghantam wajah kiriku sendiri..

Black lalu melayangkan kepalan tangan kanannya kearah rahangku dan langsung membuat aku terdanga..

BUHHGGGG..

Dan ditariknya kepala belakangku lagi dan diadu dadaku dengan lututnya..

BUHHGGGG..

“HUUPPPP….” Nafasku tertahan.. lalu black menyapu kaku kiriku dengan kuat..

BUHHGGGG..

BUUMMMM..

Tubuhku sampai melayang lalu aku terjatuh dan terlentang dengan kepala belakangku menghantam lantai dengan keras..

BUUMMMM..

Kepalaku langsung pusing dan pandanganku berbayang.. bajingannn.. dangan posisiku yang terlentang ini tiba – tiba aku melihat bayangan kepalan tangan black yang besar langsung melayang kearah wajahku..

BUUMMMM..

Aku dengan cepat berguling kearah kanan dan langsung berdiri.. lalu aku memutarkan tubuhku dengan cepat sambil mengayunkan punggung kakiku kearah wajah black..

BUHHGGGG..

Black sempat tertunduk sebentar.. tapi dia langsung mengangkat wajahnya.. sambil melayangkan pukulannya dengan tangan kanannya..

BUHHGGGG..

Wajahku terdanga lagi dan dia menarik tangan kanannya itu lalu menghantamkannya lagi kewajahku dengan menggunakan sikutnya..

BUHHGGGG..

aku sampai tersungkur dengan posisi lututku dilantai dan ketika aku akan roboh kedepan..

BUHHGGGG..

Sebuah injakan telapak kaki black mendarat dimukaku dan itu langsung membuatku terlentang dengan kakiku yang terlipat kebelakang.. asuuu..

Black lalu menyeretku dan dengan posisi dia agak menunduk dan memegang kerah bajuku.. black menghantamku lagi dengan brutalnya..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Mata.. pelipis, hidung, mulut, rahang dan pipiku menjadi sasaran empuk tangan black yang terkepal..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Dia menghajarku sampai aku lemas.. aliran darahku pun semakin banyak menutupi wajahku..

Dia lalu membanting tubuhku dengan kuat..

BUHHGGGG..

Aku terbanting dengan posisi tengkurap dilantai.. mataku pun berbayang dan darah menggenang tepat dihadapanku.. asuuu.. hancur aku.. hancur.. bajingaann.. kuat sekali black ini… aku lalu mengangkat kedua tanganku dan menekan kedua bola mataku kedalam untuk menghilangkan efek kaburnya penglihatanku..

Setelah itu aku melihat kearah black.. dia mengatur nafasnya setelah menyerangku secara membabi buta tadi.. dan aku juga melihat satria duduk sambil menyandarkan tubuhnya didinding setelah pertempurannya tadi dengan alwi.. dan dari wajah satria tampak sebuah semangat dari dirinya untuk aku segera bangun dan melawan black lagi.. assuuuu..

Hu.. huu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Nafasku berat dan memburu.. assuuu.. aku pejamkan mataku sejenak..

“darah dan cinta tidak bisa dipisahkan dari hidupmu nak.. sekeras apapun pukulan yang kamu terima dan sebanyak apapun darah yang mengalir ditubuhmu.. maka semakin kuat juga pukulan darimu dan semakin banyak pula darah yang akan tumpah dari tubuh musuhmu.. sekarang bangun dan habisi dia.. atau kamu akan merasakan perihnya hidup sebagai pecundang…” sebuah suara terdengar jelas di ruang kepalaku dan suara itu menggema sangat keras.. dan itu langsung membuat tubuhku seperti panas terbakar.. bangsaatttt.. pelan – pelan aku merasa tubuhku seperti ringan dan aku langsung mengangkat wajahku..

“AARRRRGGGHHHHHHH…” aku berteriak meluapkan panas didalam tubuhku dengan posisi tertelungkup.. assuuu.. ‘sesuatu’ didalam tubuhku ini membuatku rasa ingin membantaiku menggila.. bajingaannn.. aku lalu memukul lantai dengan kedua tanganku yang terkepal…

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Lalu aku berdiri dengan emosiku yang semakin menggila.. dan aku menatap tajam kearah black..

“hahahaha.. mata merah.. akhirnya aku bisa berhadapan dengan mata merah yang melegenda..” ucap black lalu tertawa dengan bengisnya…

Dia lalu maju sambil mengarahkan pukulannya kearah wajahku.. aku lalu menunduk dan memutar tubuhku sambil mengarahkan tendangan balik dari bawah kearah dagu black..

BUHHGGGG..

Black terdanga terkena seranganku dan tubuhnya termundur kebelakang..

Aku lalu berlari kearahnya sambil mengarahkan tendangan dengan kaki kanan kearah perutnya..

BUHHGGGG..

Lalu dengan posisi kedua kakiku masih melayang.. aku memutarkan tubuhku dan menginjak dadanya dengan kaki kiri dan aku melanjutkan dengan tendangan menggunakan punggung kaki kananku kewajah sebelah kiri black…

BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

“HUUPPPP..” aku pun menginjakan kedua kakiku dilantai lagi dengan menghadap ke arah black..

Wajah black oleng kekanan.. lalu dengan cepat dia mengangkat wajahnya lalu menatapku dan membalas seranganku dengan pukulan tangan kanannya.. aku lalu memundurkan wajahku..

WUUTTTT…

Pukulannya terkena angin.. dan ketika pukulannya sudah lewat dari hadapanku dan tubuhnya sudah mendekat.. aku angkat lutut kananku dan aku hantamkan ke dadanya..

BUHHGGGG..

Tubuhnya termundur dan wajahnya maju kedepan kearahku.. lalu aku menyambutnya dengan kepalan tangan kananku ke bagian matanya..

BUHHGGGG..

Lalu aku serang tulang iganya bagian kanan dengan tangan kiriku..

BUHHGGGG..

“ARRRGGGHHH..” ucapnya sambil mencondongkan tubuhnya kekiri.. dan aku melanjutkan dengan serangan ke rahang sebelah kiri black dengan kepalan tangan kananku..

BUHHGGGG..

Dia oleng kekanan dan aku menyerangnya lagi dengan lutut kiriku kearah tulang iganya lagi..

BUHHGGGG..

“AARRGGGHHH..” dia berteriak lagi dan aku lanjut dengan menginjak dadanya dengan keras..

BUHHGGGG..

Black termundur kebelakang.. lalu aku loncat sambil memutarkan tubuhku.. dan tubuhku melayang sambil aku mengarahkan injakan lagi kearah dadanya dengan kuat..

BUHHGGGG..

Dan balck termundur dan masih bisa berdiri dengan darah yang keluar dari mulutnya..

“HUEEEEKKKKK…” darahnya keluar bercampur air liurnya..

Lalu aku menyambutnya dengan pukulan dari arah bawah kearah dagunya dengan tangan kananku..

BUHHGGGG..

Black terdanga sambil termundur kebelakang dan lagi – lagi darah menyembur dari mulutnya.. lalu sekali lagi aku memutarkan tubuhku dan kali ini aku menggunakan tendangan balik menggunakan tumit sepatuku..

BUHHGGGG..

Black lalu roboh kekanan dan kepalanya terbentur kelantai dengan keras..

JEEDUUUKK..

Dia roboh dengan posisi menyamping dan darah keluar dari kupingnya.. assuuuu..

Aku menatap black yang berusaha bangun dengan sisa kekuatannya..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Nafasku cepat dan memburu.. aku lalu melayangkan tendangan kearah wajah black yang sedang tertidur..

JEEDUUKKKK..

KRAAKKKKKK..

Bunyi ujung sepatuku ketika mengenai tulang hidung black.. dia langsung terdanga dengan darah yang berceceran..

Aku lalu meraih tangan kiri black dan aku injak bagian bawah ketiaknya.. aku luruskan tangannya itu lalu aku melebarkan semua jari – jarinya.. lalu aku putar kearah belakang tangannya dengan kuat..

KRAAKKKKKK…

“AARRGGHHHHHHH… hahahahahaha..” black berteriak dengan kencang sambil tertawa ketika tangan kirinya patah dan lunglai..

Aku pun menginjak rahang bawahnya bagian samping dengan kuat

BUHHGGGG..

KRAAAKKKKK..

Mulut bawahnya langsung tergeser kesamping kiri akibat injakanku yang kuat tadi..

“AAARRRGGHHH..” teriaknya tertahan.. lalu dengan sisa tenaganya dan dengan menggunakan tangan kanannya.. black memukul perutku dari arah bawah..

BUHHGGGG..

Aku termundur kebelakang.. bangsattt.. masih bisa melawan dia.. bajingaannn..

Lalu dia berdiri dengan bersusah payah sambil memegangi tangan kirinya yang telah patah.. mulutnya pun menganga karena rahangnya yang telah tergeser..

Lalu aku maju lagi sambil memutarkan tubuhku dan mengarahkan tendangan balikku kearah leher bagian kiri black dengan kuat..

BUHHGGGG..

Black oleng kekanan.. lalu aku sambung dengaan tendangan memakai kaki kiri kearah wajah samping black..

BUHHGGGG..

Dan aku putar tubuhku sekuat tenaga, sambil mengangkat kaki kananku dan kuarahkan tendangan balik kewajah samping black lagi dengan kekuatan penuh..

BUHHGGGG..

KRRAAAKK..

BUUUMMM..

Tendanganku yang sangat kuat, membuat black langsung roboh kekanan.. kepalanya membentur lantai lagi dengan kerasnya.. leher black pun patah dengan mulut yang menganga dan darah segar keluar dari mulutnya..

Aku lalu mendekatinya dan menatapnya sambil berdiri..

“ba.. bang.. ba.. bangsaatttt…” ucapnya dengan bergetar dan kesakitan..

“masih bisa memaki kamu ya.. baiklah.. kamu akan merasakan nikmatnya kesakitan black..” ucapku dengan nafas yang berat.. lalu aku terlentangkan tubuhnya dan aku seret kakinya sampai didekat kursi kayu ditengah ruangan..

Lalu aku letakan satu kakinya dikursi dengan tubuhnya tetap tidur dilantai.. setelah itu, aku injak tempurung lututnya dengan kuat..

BUUHHGGGG…

KKRAAAAKKK…

“AARRRGGHHHHH…” teriaknya kesakitan setelah kakinya patah dan menjuntai.. dan ketika dia akan berguling sambil memegangi kakinya.. aku injak dadanya dengan kuat..

BUHHGGGG..

“HUUPPPP..” matanya langsung melotot dengan nafas yang sesak.. diapun terlentang lagi sambil memegangi dadanya dengan tangan kanan..

Lalu aku seret kaki satunya lagi dan aku naikkan dikursi.. lalu aku injak juga tempurung lututnya..

BUUHHGGGG…

KKRAAAAKKK…

“AARRRGGHHHHH…” teriaknya lagi.. dan kedua kakinya telah patah.. bangsaattt..

Aku menikmati setiap teriakan kesakitannya dan aku sangat menyukainya.. lalu aku dekati black dan aku injak dadanya lagi..

BUHHGGGG..

“HUUEKKKSSS…” darah keluar lagi dari mulut black… dan dia tidak bergerak lagi dengan mata yang melotot dan bibir yang bergetar..

Setelah itu aku jongkok dihadapannya.. lalu angkat tubuhnya keatas…

“ini untuk ayu kekasihku yang kamu buat masuk rumah sakit.. ini juga untuk ilham sepupuku dan ini juga untuk cintaku yang menangis sedih..” ucapku dengan emosi yang menggila..

“AAAARRRGGHHHHHH..” aku berteriak dengan kencangnya sambil aku melemparkan tubuh black ke ujung dinding sekuat tenagaku..

BUUHHGGGG…

KKRAAAAKKK…

“AARRRGGHHHHH…” teriaknya menggema, setelah punggungnya patah menghantam ujung dinding.. dan dia terjatuh kelantai dengan posisi tertelungkup dan tubuhnya bergetar dengan hebatnya..

“WUUUEEKKKK…” dia memuntahkan darah segar lagi sampai tergenang menutupi wajahnya..

Kembali aku mendekati black dan menatapnya.. dia merintih kesakitan.. sambil menggerakkan pelan wajahnya menghadap kesamping..

“AAAARRGGGHHH.. bu.. bu..bunuh aa.. aa.. aaku..” ucapnya..

“kamu akan mati dengan sendirinya black.. sekarang kamu nikmati aja kesakitan ini..” ucapku dengan bibir yang bergetar… blackpun mengejang dengan hebatnya..

Bangsatt.. akhirnya tumbang juga black ini.. bajingaannn.. dia salah satu musuhku yang terkuat dan aku berhasil mengalahkannya.. assuuu..

Aku lalu membersihkan darah yang mengalir dari pelipisku lagi dengan kedua tanganku..

PROKK.. PROKK.. PROKK.. PROKK..

Seseorang berjalan menuruni tangga dengan santainya sambil bertepuk tangan.. dan itu sangat mengejutkanku.. aku lalu melihat kearahnya.. asssuuu.. siapa lagi ini..??? masih belum selesaikah pertempuran ini..??? bajingannn..

“luar biasa sekali anaknya irawan jati ini.. hehehehehe..” ucapnya sambil tersenyum dengan bengis.. assuuu.. apa dia ini ‘king’ yang ada dibalik ini semua.. bajingaannn.. wajahnya terlihat sangar, tatapannya pun sangat menakutkan dan aura jahat sangat tampak sekali diwajahnya.. dan dibelakangnya sebuah bayangan hitam yang sangat besar mengikuti setiap langkah kakinya.. asssuuu…

“siapa sampean om..?” tanyaku sambil mengeluarkan rokok dikantong belakangku lalu membakarnya dan menghisapnya..

“gayamu persis seperti sahabat lamaku yang lari dari pulau ini.. hahahahaha.. dan seorang yang lari itu pasti pecundang.. irawan jati..” ucap orang itu dan dia juga mengeluarkan rokoknya..

Bangsatt.. dia berani sekali menghina ayahku.. assuuu.. tangan kananku kembali terkepal sambil aku menghisap rokok dengan tangan kiriku..

“kalau kamu satria ya..? anaknya tomo.. pengikut irawan pecundang itu kan..? hahahahaha..” ucapnya lalu tertawa kepada satria yang telah berdiri dari duduknya..

“banyak bicara kamu..” ucap satria ke orang itu sambil berjalan tertatih – tatih kesebelahku..

“hahahaha.. anak dan bapak sama – sama jadi pengikut keluarga jati.. bodoh..” ucap orang itu lalu menatap kesatria dengan dinginnya..

“assuuu..” ucap satria lalu berjalan kearah orang itu..

“tahan sat.. dia bagianku..” ucap mas rendi dibelakang kami.. lalu mas rendi berjalan dan berdiri didekatku, diikuti teman – teman yang lain berdiri dibelakangku.. rupanya mereka semua sudah selesai membantai anak – anak iblis hitam.. bajingaannn..

“rendi van gerrit anak dari edigius van gerrit.. hahahahaha.. anak dan bapak sama – sama angkuh.. kamu mau coba aku ya anak ingusan..” ucap orang itu dengan santainya lalu menghisap rokoknya..

“bangsattttt..” ucap mas rendi, lalu mas rendi maju kearah orang itu sambil mengarahkan pukulannya dengan keras…

BUUHHGGGG…

Mas rendi tertahan setelah dadanya diinjak oleh orang itu… lalu..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Dua tendangan orang itu dikepala bagian samping kanan dan kiri mas rendi, langsung membuat mas rendi roboh dan tidak bergerak lagi.. bajingaaannnn..

“hahahahahahaha.. siapa lagi yang maju..?” ucap orang itu lalu menghisap rokoknya.. assuuu..

“cukimai ko..” ucap bung toni lalu maju dan berlari kearah orang itu dengan kepalan yang sangat kuat..

WUTTT.. WUUTT.. WUUTT.. WUUTT..

Pukulan bung toni dapat dihindari dengan mudah oleh orang itu lalu..

BUUHHGGGG…

Sebuah uppercut dengan tangan kiri orang itu mendarat dirahang bung toni sebelah kanan, dan langsung membuat bung toni limbung kekiri.. dan orang itu menyambutnya lagi dengan tendangan menggunakan kaki kanan kearah rahang kiri bung toni..

BUUHHGGGG…

BUUUUMMMM..

Bung toni lalu roboh dan tidak bergerak lagi dengan darah yang keluar dari mulutnya.. assuuuu… dua orang terkuat dipondok merah jatuh dengan mudahnya oleh serangan orang itu.. bajingaaaannn.. dan dia pun masih terlihat santai sambil menghisap rokoknya dengan tangan kanannya.. jiannncookkk..

“maju semua.. jangan satu – satu begitu.. hehehehehe..” ucap orang itu dengan santainya..

“ngenttooot..” teriak mas wawan dan berlari kearah orang itu..

“jiannccoookk..” mas bendu pun terlihat emosi dan berlari dibelakang mas wawan..

WUTTT.. WUUTT.. WUUTT.. WUUTT..

Serang mas wawan dan mas bendu pun tidak ada yang mengenai orang itu.. lalu..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Injakan didada dan pukulan dimulut mas wawan membuatnya langsung roboh seketika.. dan dilanjut dengan tendangan balik ke wajah mas bendu dan pukulan dihidung mas bendu.. dan itu langsung membuat mas bendu roboh juga.. bajingaaannn.. mas wawan dan mas bendu juga tidak bergerak lagi setelah mendapat serangan dari orang itu.. bangsatttt..

Orang itu lalu membuang rokoknya.. sambil memainkan jarinya tanda menyuruh maju teman – temanku yang lain..

“aassuuuu..” teriak teman – temanku lalu maju bersama menyerang orang itu..

Mas akbar, mas raimond, mas danis, mas bobby, mas rudi, kakanda alan, surya, yuda, ilham, tigor dan dalle.. bergantian melakukan serangan..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Tapi pukulan orang itu sangat cepat dibandingkan serangan teman – temanku.. mereka semua tumbang dengan masing – masing satu pukulan yang telak dan keras dari orang itu.. dan teman – temanku juga tidak ada yang bergerak lagi.. assuuuu.. melihat teman – temanku dibantai didepan mataku membuat emosiku semakin menggila.. aku langsung membuang rokokku dan menatapnya dengan tajam sekali..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Nafasku menderu dengan cepat.. tanganku terkepal sangat kuat sekali.. satria yang ada dibelakangku pun maju duluan dengan tertatih – tatih sambil mengarahkan pukulan kearah orang itu..

Dan ketika tangan satria terangkat dan hampir mengenai wajah orang itu.. orang itu menghindar dengan santainya lalu berbalik dan..

BUUHHGGGG… BUUUMMMM..

Satria roboh dengan sebuah tendangan balik yang mengenai rahangnya.. dan satria juga tidak bergerak lagi setelah terkapar dilantai..

“BAJINGAAAAAANNN… AARRGGHHHHH..” teriakku dengan emosi yang menggila dan pandanganku yang memerah seperti darah..

“hahahahaha.. mata merah.. maju sini biar aku selesaikan juga kamu..” ucapnya dengan tatapan yang menghitam…

Aku lalu maju dengan emosi yang menggila..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Pukulanku mengenai wajahnya.. dan dia tidak menghindari seranganku sama sekali.. dia hanya tetap berdiri dengan santainya menerima pukulanku.. lalu..

BUUHHGGGG…

Sebuah injakan didadaku langsung menghentikan seranganku.. lalu..

BUUHHGGGG… BUUHHGGGG…

Pukulan diwajah kanan dan kiriku masuk dengan telak dan langsung membuat kepalaku berkunang – kunang dan pandanganku berbayang… lalu dia berputar sambil melakukan tendangan balik..

BUUHHGGGG…

BUUUMMMMM..

JEDDUUKKKK..

Sebuah tendangan diwajah kiriku, langsung membuatku roboh dan kepalaku membentur lantai..

#cuukkkk.. gelap…