. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 70 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 70

0
396

Bagian 70 – Emosi yang Tertahan

“halo bu..” ucapku menelpon ibu ratih..

“ya nak.. dalam sehari ini sudah berapa kali sandi nelpon ibu..? kenapa lagi nak..?” tanya ibu ratih..

“mohon maaf kalau sandi mengganggu bu.. sandi cuman mau tanya kondisi ayu..” ucapku lalu aku hisap rokokku sambil berteduh sebentar dibawah pohon..

“ayu baik – baik saja nak.. ibu akan menjaganya.. justru ibu yang khawatir dengan sandi.. ibu ngerasa sandi dalam masalah yang sangat besar..” ucap ibu ratih yang terdengar seperti khawatir sekali.. ntah khawatir denganku atau ada masalah yang lain..

“sandi baik – baik saja bu.. sandi akan menyelesaikan semua masalah sandi.. setelah itu sandi akan menjenguk ayu disana..” ucapku meyakinkan ibu ratih..

“iya nak.. ibu percaya dengan sandi.. jaga diri sandi baik – baik..” ucap ibu ratih kepadaku..

“ya bu.. terimakasih.. tolong jaga ayu ya bu.. maaf sandi ga bisa dampingi ayu dalam kondisinya seperti ini.. mohon maaf sekali lagi..” ucapku dengan pelan..

“ibu paham nak.. dan ibu akan menjaga ayu sebaik mungkin..”

“terimakasih sekali lagi bu..”

“nak.. cobalah berbagi masalahmu dengan sang pencipta.. bersujudlah sekali waktu.. karena sekeras apapun sandi berusaha.. tidak akan bisa kalau sang pencipta ‘berpaling’ darimu nak.. ..” ucap ibu ratih dengan halus dan lembutnya…

“iya bu..” ucapku singkat lalu menunduk..

“ya udah nak.. ibu mau masuk kedalam dulu ya nak..”

“ya bu.. terimakasih dan mohon maaf sekali lagi..”

“iya nak..” ucap ibu ratih lalu kami mengakhiri pembicaraan kami..

Setelah itu aku lalu menyimpan hpku dikantong dan aku membuang puntung rokokku yang tinggal sedikit lagi menyentuh filternya.. aku lalu meninggalkan tempat ini dan setelah beberapa langkah kakiku.. sebuah mobil berhenti didepanku lalu kaca bagian depan samping kiri diturunkannya.. aku lalu menoleh kedalam mobil.. dan seseorang wanita cantik ada di dalam mobil itu..

“naik..” ucap wanita itu dengan dinginnya.. dia tidak melihat kearahku, dia tetap melihat kearah depan sambil memegang setir dan terlihat seperti menahan emosinya..

Assuuu.. kenapa lagi dia..? dan kenapa dia datang..? emang dia ga kerja..? jiancookk.. sebenarnya aku tidak mau melihatnya lagi.. bukan karena apa.. aku takut nanti akan malah membuatnya menangis lagi dan tambah bersedih.. bajingaannn..

Aku lalu diam sambil membuang mukaku dan menatap kearah yang lain..

“kalau kamu ga naik.. aku akan tetap disini..” ucapnya dengan bibir yang bergetar..

Asssuu.. wanita satu ini kalau sekali berbicara.. dia akan melakukannya dan dia pasti disini terus.. bajingaannn..

Aku lalu berjalan kearah mobilnya dan membuka pintu bagian samping kiri lalu naik dan duduk disebelahnya.. dan setelah aku menutup pintunya.. dia menjalankan mobilnya dengan kencang…

Suasana tegang dan sunyi menyambutku didalam mobil ini.. kami berdua sama – sama diam dan tidak bersuara.. hanya bunyi deru mesin yang terdengar.. sementara mobil terus melaju dan menuju sebuah kompleks perumahan didekat terminal utama kota ini..

Lalu mobil kami berhenti tidak jauh dari rumah bu damayanti.. mobil yang aku tumpangi ini sempat berselisihan dengan mobil taksi yang ditumpangi bu jenny tadi.. baguslah.. berarti bu jenny langsung pulang kerumah bu damayanti…
Setelah memarkirkan mobilnya.. wanita disebelahku ini pun mematikan mesin mobilnya.. setelah itu dia membuka mobilnya dan keluar duluan..

“kamu mau tetap didalam mobil ini..?” ucapnya dengan dinginnya dan dia berdiri sambil memegang pintu mobil yang siap untuk ditutupnya..

Aku lalu menunduk sebentar dan aku merasa dibalik jumper yang kupakai, darah menetes mengenai celana bagian pahaku.. assuuu.. rupanya lukaku masih basah dan belum mengering setelah perkelahianku tadi dengan ipul…

Aku lalu membersihkan darah yang keluar dari luka diwajahku dengan tangan dan aku menyentuhnya pelan – pelan sekali..

“percuma kamu bersihkan dengan tanganmu.. sekarang turun..!!!!” ucapnya dengan nada yang meninggi.. bajingaann..

Hiuuffttttt.. huuuuuu.. aku lalu menarik nafasku dalam – dalam.. setelah itu aku keluar mobil lalu menutup pintunya.. aku menunduk lagi sebentar lalu melihat kearahnya yang tidak terlihat senyumnya sama sekali.. lalu aku membuang muka lagi..

Melihat sikapku masih cuek.. dia mendekati aku dan menatap wajahku yang penuh luka.. aku sempat melihat sebentar wajahnya.. wajahnya terlihat sangat sedih sekali dan matanya berkaca – kaca.. wanita ini lalu memegang tanganku dan menariknya untuk masuk kedalam rumahnya..

Cuuukk.. aku ga bisa menolaknya ketika dia menggenggam tanganku.. aku terlalu lemah dihadapan mahluk ciptahan tuhan yang bernama wanita ini.. dan aku hanya bisa mengikutinya masuk kedalam rumah dengan diam tanpa bersuara..

Dan setelah sampai didalam rumah.. wanita ini menutup lagi pintunya dan menguncinya sambil terus menggenggam tanganku..

Setelah itu dia menarikku kedalam kamarnya.. dan kembali dia mengunci kamarnya.. dan setelah itu, dilepaskannya genggaman tangannya ditanganku..

Dia lalu mengambil perlengkapan p3k dan diletakkan dikasur dekat tempat aku berdiri.. setelah itu dia berdiri dan menatapku lalu membuka jumper yang menutupi kepalaku.. tangan halusnya meraba seluruh wajahku yang banyak lukanya dan sebagian darah yang mengering.. dia menatap wajahku dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya dan wajah cantiknya.. bangsatt.. ini nih yang kukhawatirkan dari tadi.. dia pasti akan menangis dan bersedih ketika melihatku.. assuuu.. dia tidak mau melihat mataku sama sekali.. dan dia bener – bener menghindari kontak mata denganku.. dia hanya menatap kening, pelipis, hidung, pipi dan mulutku.. dan dengan perlahan dibukanya jaketku.. setelah itu, memegang ujung kaos bawahku lalu menarik keatas dengan perlahan ketika sampai diwajahku, dia menarik pelan supaya tidak menyenggol lukaku.. dan setelah meloloskan kaosku.. dilemparkannya kaosku kelantai…

Lalu dengan tangan lembutnya, dia meraba dadaku yang sebagian lebam akibat pertarunganku mulai dari kemarin sampai hari ini.. dan dikecupnya dengan lembut seluruh bagian dadaku dengan air mata yang makin deras membasahi wajahnya.. bajingaaannnn.. aku hanya bisa diam sambil menangis di dalam hati.. maafkan aku mey.. maafkan aku.. aku selalu membuatmu bersedih dan selalu membuatmu menangis.. aku bukan laki – laki yang pantas untuk mey.. maafkan aku… ya dia adalah mey.. Emery Naila Unna.. cinta pertamaku..

Emery Naila Unna​

Aku tetap diam dan berusaha dingin dihadapannya.. aku ga mau menampakkan cinta yang ada didalam hatiku kepadanya.. aku ga mau menampakkan kerapuhan hatiku.. aku hanya mau menampakkan bahwa aku laki – laki yang tidak mempunyai perasaan dan laki – laki yang tidak tahu diri.. hatiku memang bergejolak.. tapi sekali lagi aku menahannya..

Sakit.. memang sakit.. tapi aku ga mau menyakitinya lagi.. biarkan aku yang menanggung semua kepedihan ini.. walau aku tau, diapun menanggungnya.. tapi biarlah.. cukup dia menanggungnya untuk kali ini dan setelah ini dia melupakan aku.. sedangkan aku..? ga tau.. aku bisa atau tidak melupakannya.. bajingaaannnn..

Setelah puas meraba dadaku dan wajahku.. mery lalu membuka celanaku.. aku sempat menahannya.. mery lalu menepis tanganku yang menahan tangannya dan tetap membuka celanaku lalu membuka cdku sampai aku telanjang bulat.. setelah itu, diapun membuka pakaian kerjanya sampai meninggalkan cd dan branya.. dan ketika mery akan membuka branya.. kembali tanganku menahan tangannya tapi matanya langsung melotot dan menatapku dengan tajam lalu ditepis kembali tanganku.. assuuu.. bisa gila aku kalau begini caranya.. bajingaannnn..

Mery lalu membuka cd dan branya.. bajingaaaannnn.. baru kali ini aku melihat mery telanjang bulat.. dulu memang aku sempat melihat dia bertelanjang dada dan meremasnya.. tapi kali ini dia bener – bener telanjang bulat dan memperlihatkan mekinya yang bersih tanpa bulu – bulu di atasnya.. tubuh putih polos mery yang indah terlihat jelas didepan mataku.. tapi ntah kenapa, aku tidak bernafsu untuk menyentuh tubuhnya sama sekali.. apa karena aku terlalu menyintainya atau suasananya ini ga mendukung..? entahlah..

Mery lalu menarik tanganku menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.. dan setelah dikamar mandi mery lalu menyalakan air hangat dikrannya.. lalu dia mengambil handuk kecil dan membasahinya.. setelah itu mery membersihkan seluruh wajahku dengan handuk dengan perlahan sampai bersih.. dan setelah wajah dan bagian depan tubuhku sampai kakiku selesai dibersihkannya, mery berjalan kebelakang.. lalu mery memberihkan punggung, lengan, bokong, paha dan betisku..

Dan setelah mery membersihkan bagian belakang tubuhku.. mery lalu berdiri lagi dan perlahan tangannya menyelinap diantara kedua lenganku dan memelukku.. cuukkk.. dia memelukku kencang sekali.. tangannya yang memegang handukpun seperti memeras handuk itu dengan kuat.. dan aku merasa dadanya yang kenyal menempel erat dipunggungku.. assuuu.. aku kangen pelukan ini.. aku kangen dengan kehangatannya.. aku kangen kenyamanannya.. aku kangen kedamaiannya.. pelukan ini seolah melunturkan sisa – sisa emosi dikepala.. bajingaaannnn..

Pelan – pelan aku merasa dada mery bergetar dengan hebatnya.. wajahnya yang ditempelkan dipunggungku dengan menyamping terasa sangat basah.. jiancookk.. dia menangis.. bajingaannnn..

Dan ketika tanganku menyentuh tangannya dan ingin menggenggamnya.. ditepisnya lagi tanganku.. assuuu… dan dikamar mandi ini yang terdengar hanya sesenggukan mery yang sangat memekakan telingaku dan tambah membuat hatiku teriris – iris.. bajingan.. dan tanpa terasa.. air matakupun menetes dengan bangsatnya.. asssuuuu..

Cuukkk.. sampai kapan aku akan menahan siksaan ini.. bukan perihnya luka ditubuhku yang kurasakan.. bukan.. tapi luka dihatiku yang terasa sangat menyakitkan.. luka hatiku yang tersiam air mata mery.. seperti luka yang ditaburi garam.. bangsaattt.. dan aku tau, pasti dia juga merasakan hal yang sama.. jiaancookkk.. kenapa kami berdua harus berada disituasi seperti ini.. kenapa..? bajingaaannnn…

Waktupun terasa berjalan lambat sekali dan malah seperti berhenti.. asssuuu.. aku lalu menghapus air mataku dengan gerakan membersihkan seluruh wajahku.. aku ga mau dia melihatku meneteskan air mata.. aku harus tetap terlihat dingin dan tegar.. aku ga mau memberikan harapan cinta kepadanya.. cukup sudah kesedihannya denganku.. cukup.. aku mau dia mendapatkan laki – laki yang sempurna.. yang bisa membuatnya tertawa dan bahagia.. bukan laki – laki yang hanya bisa membuatnya menangis dan bersedih seperti saat ini.. mery terlalu sempurna untuk aku yang selalu membuatnya menangis.. bangsaattt..

Dan ntah berapa lama kami berdua berdiri dikamar mandi ini.. aku hanya bisa berdiam diri ketika tangannya masih memelukku dari belakang…

Perlahan aku merasa tangisnya mereda.. mery lalu melepaskan pelukannya.. dan dia melanjutkan membersihkan tubuhku lagi.. setelah itu kami mandi berdua.. mery menyabuni seluruh tubuhku lalu berganti tubuhnya sendiri.. dan setelah selesai dia mengeringkan tubuhku lalu tubuhnya.. bajingaannn.. aku diperlakukan dengan sangat – sangat lembut olehnya.. dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.. jiaanncoookkk..

Dan setelah selesai semua.. mery lalu menarik tanganku keluar dari kamar mandi dan kami masih dalam keadaan telanjang bulat..

Kami lalu berdiri didekat kasur.. mery kembali menatap wajahku sebentar, lalu berpaling dan mengambil kapas dan ditetesi alcohol.. setelah itu dia membersihkan seluruh wajahku dengan lembut sekali.. dan setiap membersihkan lukaku.. kembali air matanya terus mengalir.. assuuu.. aku yang terluka, mery yang merasa sakitya.. dan aku pun sakit.. sekali lagi bukan karena luka yang kuderita.. tapi karena air mata mery yang terus mengalir.. bajingaaannn..

Dan setelah membersihkan lukaku, mery lalu menempelkan perban disekitar wajahku yang terluka.. dan setelah selesai, mery lalu mengemasih peralatan p3k nya.. setelah itu dia memakai kimono dan keluar kamarnya.. aku yang melihatnya keluar kamar langsung mengenakan kembali pakaianku dengan cepat… aku mau segera keluar dari kamar ini dan aku sudah ga kuat dengan situasi ini.. hatiku perih sekali melihat mery bersedih seperti sekarang ini.. maaf mer.. maaff..

Dan pada saat dia masuk sambil membawa segelas teh panas.. mery menatapku lagi yang sudah berpakaian..

“aku mau balik mer..” ucapku singkat dan dingin.. dan kembali matanya berkaca – kaca.. assuuu.. assuuu..

Diletakkannya teh panas dimeja.. mery lalu melepas kimononya dan berjalan kelemarinya untuk berpakaian..

“minum tehnya itu..” ucapnya dengan dingin juga tanpa melihat kearahku..

Aku lalu berjalan kemeja dan meraih cangkir teh panas buatan mery.. aku tiup sebentar lalu aku seruput teh itu perlahan.. assuu teh panas ini terasa nikmat sekali.. teh yang dibuat dengan cinta dan sayang dari seorang wanita yang sangat sempurna dimataku.. tehnya pun terasa nikmat dan menyejukkan ketika masuk kedalam tenggorakanku.. tidak ada emosi yang terisisa dikepalaku.. semua seolah hanyut oleh cairan yang masuk kedalam tubuhku.. hiiuufffttt.. huuuu.. tubuhku pun terasa rileks.. seandainya minuman ini disanding dengan senyum mery.. pasti akan terasa lebih nikmat.. bajinggaannn…

Setelah tehnya habis kuminum.. mery yang telah berpakaian lalu mengambil kunci mobilnya dan berjalan kearah pintu kamarnya..

“aku antar kamu kekosan..” ucapnya dan lagi – lagi mery berbicara tanpa melihat kewajahku dan dengan bibir yang bergetar..

Ingin sekali aku memeluknya kali ini.. tanganku pun sampai bergetar karena menahan gejolak didalam hatiku.. tapi sekali lagi.. aku menahannya dengan sekeras mungkin.. dan ketika aku akan melangkah.. kakiku pun serasa berat untuk meninggalkan kamar ini.. aku hanya bisa menunduk dengan mata yang berkaca – kaca.. assuuu…

Aku sempat melihat mery yang berdiri didepan pintu kamarnya dan memunggungiku sambil tangannya dilipat didadanya..

Hiiuuffftttt… hhuuuuu.. ntah berapa kali aku sudah menarik nafas dalam – dalam diruangan ini, itu aku lakukan untuk menenangkan diriku dari hatiku yang bergejolak.. dan ntah berapa kali aku membatin mengucapkan kata maaf.. yang jelas hatiku benar – benar kacau dan hancur..

Aku lalu mengenakan jumperku untuk menutupi kepalaku.. aku tidak ingin mery melihatku sedih.. dan dengan memantapkan hatiku.. aku menguatkan kakiku untuk melangkah meninggalkan kamar ini dengan sangat berberat hati.. lalu aku melewati mery dan lagi – lagi dengan tidak mengucapkan sepatah katapun.. dan ketika aku sudah melewati mery, aku mendengarnya menarik nafasnya dalam – dalam, setelah itu mengikuti aku dibelakangku..

Dan sekarang kami berdua didalam mobil dalam perjalan kekosku.. kami berdua sama – sama diam.. aku menatap lurus kedepan dan mery yang duduk disampingku fokus terhadap menyetirnya..

Dan ketika sampai didepan kampus dan diseberang gang kosku.. mobil mery berhenti.. aku diam sejenak.. lalu aku membuka pintu mobil.. dan keinginan untuk memeluknya hinggap lagi dikepalaku.. bangsaatt.. tapi kembali aku tepiskan perasaan itu.. ucapan terimakasihpun hampir terucap dari bibirku.. tapi aku menahannya sekuat tenaga.. bajingaaannn.. maaff kan aku mey.. maaf kan aku.. aku lalu turun dari mobil dan menutupnya dengan mata yang berkaca – kaca.. dan ketika aku sudah berdiri disamping mobilnya.. aku menghadap lurus kedepan tanpa menoleh kedalam mobil.. setelah itu aku mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya dalam – dalam.. perlahan aku melihat kaca mobil disampingku terturun.. aku melirik mery sebentar yang memandang lurus kedepan dan tidak melihatku sama sekali…

“aku tidak pernah mengkhawatirkan cintaku terbalas atau tidak.. dan aku juga tidak perlu ijinmu untuk cintaku ini, walau sampai akhir nafasku nanti..” ucapnya yang dingin dan dengan bibir yang bergetar.. lalu kaca mobil ternaik lagi dan mobil langsung berjalan dengan kecepatan yang tinggi.. asssuu.. mery meninggalkan aku yang termenung dan menangis didalam hati.. bangsaatttt… kenapa mery harus berkata seperti itu sih..? bajingaaannnn..

Kakiku terasa bergetar dengan hebat karena menahan gejolakku dari tadi.. aku lalu duduk ditrotoar pinggir jalan untuk menenangkan diriku sebentar.. aku hisap rokokku lagi dalam – dalam dan pikiranku melayang ntah kemana.. orang – orang yang berlalu lalang didepanku dan menyapaku, tidak aku hiraukan.. aku menikmati kesakitan hatiku dipinggir jalan sambil menunduk dan dengan air mata yang terus menetes.. rokok yang telas habis ditanganku aku buang dan aku mengambil rokok lagi dikantongku.. aku berdiam diri sampai menghabiskan beberapa batang rokok..

Dan setelah hari sore menjelang malam.. aku pun berdiri lalu melangkahkan kakiku masuk ke gang menuju kos – kosanku.. dan ketika aku sampai dikosan.. teman – teman semua berkumpul diruang tengah.. semua keluarga besar pondok merah berkumpul dan lengkap, termasuk satria, aldo, mas bendu dan duo biji (surya dan yuda).. mereka sedang berbicara dengan serius sambil menikmati minuman dari bung toni..

“cukimai.. tai lasso.. bajingaann.. jiancookk.. ngehe.. assuuu.. weduss..” makian sayang semua penghuni kos – kosan ketika aku berdiri didepan pintu.. dan makian itu makin menjadi ketika aku melangkah masuk sambil membuka jumperku..

“assuu arek iki.. teko – teko diperban raine..” (anjing anak ini.. datang – datang diperban kepalanya..) ucap mas bendu sambil menggelengkan kepalanya..

“ngehe loe san..” ucap mas wawan..

Dan berbagai macam makian sayang yang lain dari semua penghuni kos – kosan.. mas raimond, mas akbar, mas danis, mas bobby, mas rudi, kakanda alan semua memakiku.. sedangkan satria, aldo, yuda dan surya hanya menggelengkan kepala mereka.. kalau ilham, dalle dan tigor cuman tersenyum saja…

Aku lalu melangkahkan kakiku dan duduk disebelah kakanda alan.. mas rendi yang duduk didepanku hanya melihatku dengan dingin sambil menghisap rokokknya..

“cukai ko.. ini ko minum dulu..” ucap bung toni sambil melirikku dengan tajam dan menyerahkan segelas penuh TM.. assuu.. aku kangen kamu bung.. aku kangen minumanmu dan aku kangen dengan suasana kos yang indah ini.. bajingaaannn…

Aku lalu meraih minuman yang diberikan bung toni sambil tersenyum..

“aku angkat dulu ya..” ucapku lalu tersenyum lagi..

“senyummu makin lama makin mematikan san..” ucap mas rendi dan membuat teman – teman langsung terdiam…

“biasa aja mas..” ucapku lalu mengembalikan gelas bung toni yang telah kuhabiskan isisnya.. lalu aku membersihkan sisa minuman dari mulutku dengan tangan kiri..

“hem..” ucap mas rendi sambil tersenyum yang dipaksakan..

“jadi berapa orang seven devils yang kamu tumbangkan mulai semalam..?” tanya mas rendi kepadaku dengan santainya lalu meminum jatah minumannya dari bung toni..

“tiga mas.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa kecil.. dan disambut dengan gelengan kepala dari mas rendi sambil emngembalikan gelasnya ke bung toni..

“assuu..” maki mas bendu..

“ngentot..” ucap mas wawan..

“lubang puki..” sahut bung toni..

“bangsat,…” maki mas akbar..

“kuda cuki..” mas raimond ikut memakiku..

“tai lasso..” mas danis bersuara..

“cuukkk..” mas rudi melirikku..

“wedus..” kakanda alan ga mau ketinggalan..

“jembut..” maki duo biji..

Sedangkan aldo dan satria hanya melirikku saja..

“jadi sisa berapa ini san..?” tanya mas rendi..

“kalau anggotanya sisa alwi mas.. selesai itu baru si black..” ucapku lalu aku membakar rokokku dengan santainya..

“terus gimana sudah mas..?” tanya mas akbar ke mas rendi..

“tergantung info dari aldo..” ucap mas rendi melirik aldo yang sedang mengambil gelas pemberian bung toni dan meminumnya.. cuukkk.. tumben mas rendi kok bergantung pada aldo.. ada apa ini..? aku pun melirik ke mas rendi.. mas rendi juga sempat melirikku lalu melihat kealdo lagi..

“alwi hanya bisa diselesaikan di markasnya di gang tengkorak mas.. dan kalau kita menyelesaikannya disana, kita butuh tambahan personil.. karena aku yakin iblis hitam sudah bersiap dengan serangan kita dan pasti mereka telah mengumpulkan semua anggota mereka yang tersisa.. dan aku juga yakin disana pasti ada black juga..” ucap aldo dengan santainya..

Bajingan.. bener kata om nawi dan om totok tadi.. aldo mengetahui informasi tentang alwi dan black.. dan pesan mereka, aku harus merencanakan serangan dengan aldo untuk kali ini.. assuuu.. luar biasa sekali sahabatku satu ini..

“terus gimana..? apa kita menyerang sekarang le..?” tanya mas wawan ke mas rendi..

Mas rendi tidak menjawabnya.. dia hanya melirik aldo..

“jangan mas.. kita semalam habis menyerang mereka.. kita santai aja sejenak mas sambil mengatur serangan selanjutnya..” ucap aldo..

“kapan baiknya do..?” tanya mas raimond..

“mungkin besok malam..” ucap aldo..

“terus tambahan personil kita darimana do..?” tanya surya..

“aku minta izin dulu kemas rendi.. boleh ga aku membawa anggota lainnya..” ucap aldo lalu melihat kearah mas rendi..

“memang harus pakai tambahan anggota ya do..?” tanya mas danis ..

“iya mas.. karena pertempuran kali ini bukan hanya menyangkut iblis hitam dengan pondok merah aja.. tapi iblis hitam dengan kampus teknik kita yang jadi incaran mereka….” ucap aldo..

“apa perlu kita mengumpulkan bajingan – bajingan yang sudah senior do..?” tanya mas wawan..

“jangan mas.. kita ga tau, mereka semua itu bisa membantu kita atau malah bisa menusuk kita dari belakang.. dan menurutku kelihatannya sebagian bajingan yang senior – senior ada yang masuk di iblis hitam juga..” jawab aldo..

“bener kata aldo wan.. aku sudah bisa membaca pergerakan mereka.. bangsat – bangsat yang ingin menguasai kampus teknik kita dari dulu.. tapi selalu gagal karena ada pondok merah.. dan sekarang, mereka menggunakan kesempatan ini dengan bergabung bersama iblis hitam untuk memuluskan rencana mereka.. ” ucap mas rendi ke mas wawan lalu melirik kami semua..

Dan kami yang ada diruangan ini hanya menganggukkan kepala sambil menikmati rokok masing – masing dan menerima jatah minuman dari bung toni bergantian..

“do.. aku harap rencanamu besok bisa mengejutkan dan bisa membawa kita kepada kemenangan.. dan aku memberimu keleluasaan untuk melibatkan anggota tambahan yang lain..” ucap mas rendi sambil menatap aldo..

“dan untuk yang lain.. malam ini dan esok hari kita harus lebih waspada.. karena ga menutup kemungkinan mereka akan menyerang kita bersama atau menculik satu persatu diantara kita..” ucap mas rendi lagi..

Dan lagi – lagi kami semua terdiam sambil mengangguk..

“mas.. boleh aku minta satu permintaan..?” ucap satria dengan lirikannya yang khas ke mas rendi..

“kenapa sat..? kamu mau duel sama alwi..?” ucap mas rendi..

“iya mas.. sampean sudah merobohkan satu anggota seven devils, aldo juga sudah.. terus sigila ini malah merobohkan tiga orang dalam 24 jam ini.. ditambah sama zaky waktu itu jadi empat orang.. masa aku ga kebagian..” ucap satria dengan santainya..

“jancookkk..” maki kanda alan, mas akbar, mas raimond, mas danis, mas bobby dan mas rudi ke satria…

“asssuuu.. aku juga ga kebagian sat..” ucap mas bendu menyahut..

“iya.. ngentot loe sat..” ucap mas wawan..

“cukimai ko sat..” maki bung toni yang tidak kebagian jatah seven devils juga..

“iya.. nanti kamu yang duel sama alwi sat..” ucap mas rendi lalu menghisap rokoknya.. dan teman – teman yang lain cuman menggelengkan kepalanya saja..

“kalau black le..?” tanya mas wawan..

“black itu urasan sandi..” ucap mas rendi sambil melirikku..

Mantaaappp.. ini nih yang kutunggu.. assuuu..

“ngehe… kebagian anggotanya aja kita ndu..” kata mas wawan sambil menggelengkan kepalanya..

“ga po – po wan.. engko di gawe ndelosor ae anggotane iku.. hehehehehe..” (ga pa – pa wan.. nanti di buat tersungkur aja anggotanya itu.. hehehehe..) jawab mas bendu lalu tersenyum..

“sa bikin picah kepala dorang itu nanti..” sahut bung toni dengan geregetannya..

“jangan bung.. dielus aja.. hehehehe..” kata mas wawan..

“cukimai ko wan.. ko kira sa surya kah..” ucap bung toni lalu melirik surya..

“cuukkk.. kok saya bung..? emang saya suka ngelus..?” ucap surya yang terkejut namanya disebut bung toni..

“mana sa tau.. ko tanya yuda itu..” jawab bung toni dan giliran yuda yang dilirik..

“asuuu.. aku diam dari tadi ikut disebut.. bajingann..” ucap yuda sambil menggelengkan kepalanya..

“jiancookk.. duo biji.. duo bji.. hahahahaha..” ucap kakanda alan lalu tertawa..

“assyyuuuu..” maki yuda dan surya barengan..

“hahahahaha..” semua penghuni tertawa dan suasana kembali meriah diruangan ini..

Bajingan teman – temanku ini.. suasana tegang seperti ini masih bisa tertawa.. jiancookk’i..

“minuman habis e..” ucap bung toni ketika menuangkan botol terakhir digelas lalu menyerahkan kepadaku..

Aku pun mengambil minuman itu dan langsung menghabiskannya.. dan setelah itu aku pun berdiri..

“mo kemana lagi ko san..?” tanya bung toni kepadaku..

“mau beli minuman lah bung..” ucapku singkat..

“aku aja pergi beli bang..” sahut tigor..

“iye’ kak.. kami aja pergi beli..” sambung dalle..

“ga usah.. aku aja.. sekalian mau cari udara segar..” ucapku lalu masuk kedalam kamar.. aku mengganti pakaianku yang kotor dan banyak bercak darahnya..

Dan setelah berganti pakaian, aku pun keluar kamar.. kakanda alan langsung berdiri..

“dinda.. sama aku aja belinya ya..” ucap kakanda alan sambil tersenyum..

“ayolah..” ucapku..

“aku aja lan yang pergi sama sandi..” ucap mas rendi lalu berdiri dari tempat duduknya.. teman – temanpun langsung terdiam lalu menatap mas rendi lalu berganti menatapku..

“gue curiga kalau loe berdua pergi sama sandi le..” ucap mas wawan pelan..

“assuuu.. kamu takut aku duel sama sandi lagi kah wan..?” ucap mas rendi lalu menghisap rokoknya..

Dan semua penghuni kos langsung terdiam mendengar ucapan mas rendi barusan..

“ayo san..” ucap mas rendi lalu berjalan keluar kosan.. aku pun tersenyum kepada mas rendi lalu melihat sebentar teman – temanku yang terlihat khawatir.. setelah itu aku mengeluarkan tigi dan menyalakan mesinnya ketika sudah diluar..

Dan setelah mas rendi naik dibelakangku.. aku menarik gas tigi pelan keluar gang dan menuju warung cak gundul..

“kenapa mas..?” tanya ku sambil melirik ke mas rendi dibelakangku ketika kami dijalan raya..

“kenapa apanya san..?” tanya balik mas rendi dengan santai..

“kenapa mas rendi kok tumben bergantung dengan informasi aldo dan penyerangan ke iblis hitam juga tergantung aldo..? dan kenapa juga mas rendi mengiyakan permintaan satria dan menyerahkan si black berduel denganku..?” tanyaku…

“aku tau kamu pasti akan bertanya ini.. makanya aku ikut beli minuman sama kamu.. hehehe..” ucap mas rendi sambil tersenyum yang terlihat dispion tigi..

“iya wajarkan aku bertanya mas.. aku tau lah sampean seperti apa.. dan aku tau, ga mungkin sampean ga tau informasi sama sekali tentang target kita yang terakhir si alwi.. dan menurutku sampean juga pasti tau tentang black.. hehehehe.. emang sampean ga mau berduel dengan black..? ” ucapku lalu tersenyum juga..

“san.. aku, wawan, bendu dan bung toni ga lama lagi pasti keluar dari pondok merah.. kalian ga akan selamanya bergantung kepada kami.. kami sudah bosan kuliah.. dan kami ingin segera lulus.. tapi kami lulus harus diakhiri dengan kenangan manis yaitu dengan kekalahan iblis hitam.. dan kenapa aku selalu melempar pertanyaan teman – teman ke aldo.. karena dia salah satu pengatur strategi yang handal..”

“sedangkan permintaan untuk satria.. memang seharusnya begitu kan.. biar dia membuktikan kalau dia itu pantas mendampingi kamu.. dan aku sebenarnya ingin berduel dengan black.. tapi aku kubur keinginanku ini, karena aku yakin kamu yang lebih berhak berduel dengan black, setelah apa yang mereka lakukan terhadap ayu dan ilham..”

“aku yakin, kita akan meraih kemenangan besok, dan aku juga akan bahagia meninggalkan pondok merah setalah kamu, satria dan aldo bisa mengakhiri pertempuran besok dengan kemenangan.. kamu akan semakin kuat bila didampingi aldo dan satria san..” ucap mas rendi lalu menghisap rokokknya..

“aku didampingi satria dan aldo..? maksudnya mas..?” tanyaku dengan herannya..

“suka ga suka.. setelah aku keluar, kamu akan menjadi leader di pondok merah san..” ucap mas rendi singkat..

“mas.. masih banyak senior dipondok merah yang pantas jadi leader.. dan setelah mereka keluarpun, masih ada aldo dan satria yang bisa jadi leader.. aku ga mau jadi leader mas.. aku hanya mau kuliah yang baik dan bener.. itu aja..” ucapku…

“hehehe.. sudahlah san.. aku yakin setelah aku keluar.. teman – teman semua pasti akan menunjuk kamu untuk jadi leader.. ingat san.. seorang leader dipondok merah itu bukan kerena ditunjuk oleh seseorang saja atau karena dia mengajukan diri.. tapi leader itu hasil kesepakatan dari semua penghuni..” ucap mas rendi sambil menepuk pundakku pelan..

Cuukkk.. maksudnya aku harus menggantikan mas rendi untuk melanjutkan tugas mengawasi gerakan bawah tanah kampus teknik kita..??? assuuu.. tugas yang menggatelkan sekali.. bajingaaannn…

Menjaga jago aja sudah susah banget.. apa lagi menjaga ritme kehidupan bawah tanah kampus teknik kita.. bisa gila aku.. assuuu.. assuuu..

“bukan aku yang susah dijaga bang.. tapi otak kotormu itu.. assuuu..” ucap jago dibalik sempak..

“kayak pikiranmu ga kotor aja go.. jago.. bajingan kamu itu..”

“pikiranku ga sekotor para tukang coli bang..”

“assuu.. kenapa mereka lagi yang kamu sebut go..? kamu ga bosan dibully terus..?”

“haa.. mereka bully aku..? kapan bang..? memang selain coli mereka bisa membully ya..? hahaha..”

“bangsat kamu go..”

“bang.. mereka itu bukan membully aku.. mereka itu memujaku dengan caranya masing – masing dan caranya pasti berbeda.. tapi untuk penyelesaian akhir tetap sama.. C O L I.. mereka pasti coli setelah itu.. kan begitu itu tukang coli itu.. hahahahaha..”

“jiancookkk kamu go..”

“santai bang.. santai.. biar kamu ga tegang.. kasian aku lihat kamu tegang terus.. hahahahahaha..”

“bangsatt…”

“sudahlah san.. nikmati aja proses ini.. aku sudah melihat potensimu ketika kamu melangkahkan kakimu pertama kali dikos pondok merah.. kamu pasti bisa..” ucap mas rendi dan kali ini mas rendi mengurut pelan pundakku…

Dan kami pun sampai diwarung cak gundul.. aku membeli dua karton TM dan dua karton vodka gepeng serta beberapa slop rokok.. tidak lupa aku membeli beberapa teh kotak..

Oh iya.. aku heran dengan rekening ditabunganku bulan ini.. kenapa saldonya menambah banyak sekali ga seperti bulan – bulan sebelumnya.. apa iya ayah menambahkan kirimannya..? tapi ayah kok ga pernah cerita.. assuudahlah.. nanti saja aku bertanya kepada ayah..

Dan setelah membayar minuman yang kubeli.. aku dan mas rendi balik kekosan dan melanjutkan pesta minuman kami sampai menjelang subuh.. dan setelah minuman habis, kami semua beristirahat..

Keesokan harinya.. aku kekampus pagi – pagi sekali.. aku pergi bersama satria, aldo, yuda dan surya yang tidur dikosan.. mereka belum pulang karena pesta kita semalam..

Dan kami pun berjalan kearah kantin.. dari kejauhan aku melihat lia dan mira sedang duduk dikantin.. assuuu.. bisa kena pasal apalagi aku sama lia ini.. mana mukaku bonyok – bonyok dan di perban lagi.. bajingaannn.. aku lalu mengelus putingku pelan.. jiancookkk.. bisa putus ini putingku dicubit lia.. bajingaaannnn..

Adalia Adriana Agatha

Andi Mira Rawallangi

Dan bener saja.. ketika kami semua sudah dekat kantin.. lia yang melihat kearah kami langsung berdiri dan berkacak pinggang sambil melotot..

“huuuu.. kelihatannya ada pentil yang dicubit ini.. hahahahaha..” ucap yuda lalu tertawa..

“acikk.. aciikk.. josss..” ucap surya dengan senangnya..

“ga ikut – ikut aku..” ucap aldo lalu mundur dan agak menjauh dari aku.. begitu juga dengan satria..

“assssuuu.. teman macam apa kalian ini..? kok ga mau belain aku sih..?” ucapku bergumam..

“kalau lia itu laki – laki.. aku duluan yang uppercut dia san.. tapi berhubung dia tuan putri yang sadis.. kamu aja ya.. aku ga ikut – ikut.. hehehehehe..” ucap yuda dan kembali tertawa diatas penderitaanku.. bangsaattt..

“SANDIIIIIII….” Ucap lia sambil melotot.. assuuu to.. asssuu banget pastinya.. dan mira ikut – ikutan berdiri sambil melotot kearahku.. hemmm.. mati aku.. matiii..

Aku lalu dengan refleknya memegang kedua putingku ketika sudah dihadapan lia.. lalu..

NYIUUTTTTT..

Tangan lembut lia langsung mendarat mulus dikulit ujung perutku lalu mencubitnya..

“aahhhhh.. sakit ya’ sakitttt..” ucapku.. dan dengan refleknya aku melepaskan peganganku dikedua putingku.. lia lalu dengan cepatnya melepas cubitannya diperutku dan menggapai putting kananku..

NYIUUTTTTT..

“aahhhhh… sakiiittttt ya’ sakiittttt..” ucapku sambil memegang tangan kanan lia yang lembut.. aku menahannya supaya tidak menarik lebih kuat putingku..

“berkelahi terus kamu ya.. hem.. terus aja.. terus…” ucap lia sambil melotot dan memutar cubitannya kearah bawah….

NYIUUTTTTT..

“waaaaaaa…” mataku melotot sampai berair.. assuuuu.. sakit banget cuukkk.. sakit… bajingaaannnn.. cubitan lia lebih menyakitkan darri pada duelku dengan ipul kemarin.. assuuu..

“kayaknya ditarik dikit enak tuh ya’..” ucap yuda dengan santainya lalu duduk dan membakar rokoknya..

“iya ya’.. kalau cuman dicubit gitu ga terasa.. buktinya sandi senyum – senyum aja tuh..” ucap surya sambil menahan tawanya..

Bangsaaaatttt.. ga terasa matamu.. sakit ini cuukkk.. malah dibilang senyum lagi.. bajingaannn..

“diam kamu berdua.. sebentar giliran kalian berdua ya..” ucap lia lalu melotot ke arah yuda dan surya.. sedangkan aldo dan satria langsung membuang muka mereka dan pura – pura gila…

“aku lapar eh.. tak pesan makan dulu ya..” ucap yuda langsung berdiri ketakutan dan kearah meja yang bersisi makanan..

“perutku mual.. aku kekamar mandi dulu ya..” ucap surya yang juga ketakutan dan langsung berdiri lalu berjalan cepat kearah kamar mandi..

“kamu berdua juga mau pergi..?” ucap lia kepada aldo dan satria yang mau berdiri.. dan mereka langsung duduk kembali dan menunduk.. bangsaattt..

“begitu sekalinya kak ya..” ucap mira sambil melirik aldo lalu mira mengangguk anggukan kepalanya dan duduk kembali.. dan aldo langsung pucat pasi.. bajingaaannnn..

Dan selama lia berbicara tadi.. cubitannya tidak terlepas dari putting kananku.. jiannccooo’i…

“ampun ya’ ampuuunnn..” ucapku memelas…

“berapa kali kamu bilang ampun..?? kemarin – kemarin juga begitu.. ampun dan ampun.. tapi masih berkelahi aja terus..” ucap lia dan tambah melotot.. cubitannya pun samakin mengeras dan ditambah tarikan yang sangat menyiksa.. asssuuuu.. bisa copot beneran nih putingku.. bajingaannn..

Ini kalau seandainya dikosan.. sudah kuseret lia dikasur terus kuperkosa dia.. assuuu’og..

“iya ya’ iya.. maaff.. ihhhhhrrggghhhh..” ucapku sambil mengeratkan gigiku menahan sakit yang luar biasa di puttingku..

Surya dan yuda yang telah kembali pun terkejut melihat siksaanku belum berakhir.. lia lalu menatap mereka berdua.. duo biji ini langsung duduk dan menunduk.. bajingaaannn.. yuda yang membawa makanannya pun meraih sendoknya.. lalu memakan hidangan yang ada didepannya itu dengan pelan.. kalau kulihat dari wajahnya.. selera makannya telah berkurang.. assuuu..
“kamu itu ya san..” ucap lia lalu berganti putting kiriku yang dicubitnya..

NYIUUTTTTT..

“waaaa… cuuukkkk.. sakit ya’…” ucapku sambil merintih kesakitan…

“apaaaaa..??? kamu maki maki aku..???” ucap lia dan menarik putting kiriku dengan kuat…

“engggaaakk.. ya’.. enggaaaa.. maaffff..” ucapku sambil menahan tangan lia..

“nyebelin kamu itu..” ucap lia lalu menarik lebih keras keras putting kiriku..

“WAAAAAAAA….” Teriakku dengan kencang..

Lalu lia melepas cubitannya dan dia langsung membuang mukanya.. dan kulihat matanya berkaca – kaca.. asuuuu.. assuuu.. kok jadi gini sih..? aku kan reflek tadi.. bukan memakinya.. bajingaannnn..

“ya’ jangan marah dong.. aku tuh ga ada niat maki kamu.. sumpah..” ucapku memelas sambil mengelus kedua puttingku..

“alasan aja kamu itu..” ucapnya dengan bibir yang bergetar dan mata yang berkaca – kaca.. assuu’i.. dan lia pun berdiam diri dan tetap memandang kearah lain.. sedangkan aku.. aku ya seperti orang blo’on, yang ga tau harus berbuat apa.. mau duduk dikira ga menghargai dia yang ngambek dan berdiri.. mau kutinggal.. wuuuuu.. bisa kena cakaran maut mungkin aku.. bajingaaannnn…

Ini nih.. suasana paling guaattell kalau begini.. mending dia cubit lagi puttingku dari pada dia marah, menangis terus membuang mukanya.. itu lebih perih cuukkk.. sakit tapi ga berdarah.. assuuu’og..

“kak.. katanya mau kuliah..?” kata mira ke lia yang memecahkan keheningan diantara aku dan lia..

“oh iya de.. mending aku kuliah aja dari pada disini.. M A K A N H A T I..” ucap lia sambil membersih kan air mata yang mulai menetes dipipinya.. dan ketika mengucapkan makan hati.. kata – katanya dibuat lambat dan tegas sambil melirikku..

Assuuu.. bajingaannn.. jiancookkk.. jiammputtt.. jembuuttt.. guuaatteellll.. cuman itu aja yang bisa aku ucapkan dalam hati.. lia lalu meraih tasnya..

“kalau kamu bertiga ga masuk kuliah bu jenny sekarang, lihat aja.. kupecahkan bibirmu satu – satu pakai gelas ini..” ucap lia sambil melotot dan memegang gelas esteh pesanannya tadi ke aldo, yuda dan surya..

Mereka bertiga lalu melihat lia dengan terkejutnya sambil menelan ludah mereka dengan beratnya.. dan mereka bertiga lalu berdiri dan berlari kearah gedung kuliah…

“bu nanti aja kami bayar..” teriak yuda ke ibu kantin…

“ooo.. awas ya kalau ngga.. ibu sunat dua kali kalian semua..” teriak ibu kantin sambil melotot..

“ammpuuuunnn bu..” teriak surya dan yuda…

“kamu juga sat.. kalau kamu masih nongkrong disini.. kamu lihat aja kalau aku marah ya..” ucap lia ke satria.. satriapun langsung kaget dan berdiri juga…

“bu.. saya juga nanti bayarnya..” teriak satria dan berlari meninggalkan aku yang bengong.. assuuuu..

“ooowwww.. kompak sekali kalian ya..” teriak bu kantin..

Bajingaannn teman – temanku ini.. assuuu.. ditinggalkannya aku sama lia yang lagi emosi… kurang ajar…

Dan lia langsung berjalan kearah bu kantin untuk membayar semua makanan dan minuman kami..

“berkelahi terus kamu kak ya..” ucap mira yang duduk sambil mengangguk – anggukkan kepalanya dan melirikku dengan tajam..

“sudah mi de.. lia sudah marah.. jangan juga kamu ikut – ikut..” ucapku kepadanya..

“kepala batu..” ucapnya pelan…

Dan ketika lia berjalan kearah kami.. kami pun berdiam diri lagi..

“de kamu ga kuliah kah..?” tanya lia ke mira..

“ini mau kegedung kuliah mi kak..” ucap mira lalu berdiri..

“sama – sama aja kita..” kata lia.. dan lia tidak menolehku sama sekali.. dan ketika lia mau melangkah bersama mira.. aku menahan tangan lia.. mira yang melihatku langsung berjalan duluan meninggalkan aku dan lia…

“memang aku bajingan ya’.. suka berkelahi, suka mabuk dan omonganku pun kasar.. tapi percayalah.. hatiku ga seburuk yang kamu kira..” ucapku pelan dan dengan penekanan kata yang kubuat setegas mungkin.. lalu aku melepaskan pegangan tanganku ditangan lia.. dan aku pun meninggalkan lia sendiri dikantin yang masih mematung dan berdiam diri.. ntah dia mencerna kata – kataku atau memikirkan yang lain.. entahlah..

Aku terus berjalan menuju gedung kuliah.. aku mau masuk mata kuliah bu jenny.. dan aku ga mau telat.. dari pada aku diusir lagi..

Aku pun cuek saja mengikuti kuliah bu jenny.. dan aku ga memikirkan bu jenny meluluskan atau tidak dimata kuliahnya struktur baja.. aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai mahasiswa dengan baik dan benar.. terserah hasil akhirnya seperti apa..

Dan setelah sampai diruangan kuliah.. tampak semua temman – teman sudah didalam kelas duduk dengan rapinya..

“kenapa wajahmu itu san..?” tanya bejo teman seangkatanku..

“biasa jo.. habis pacaran di café barongan si sandi itu.. hahahaha..” sahut surya lalu tertawa..

“cukimai.. pacaran kok sampe diperban begitu ko san..?” sahut sahut fredi..

“bagaimana ga diperban.. yang dicium bukan pacarnya.. tapi pengunjung cafenya yang cowo.. hahahahahaha..” kata yuda lalu tertawa..

“hahahahaha..” semua temanku didalam ruangan pun tertawa.. dan aku hanya tersenyum lalu berjalan kepojok ruangan dan duduk didekat aldo..

Dan suasana langsung hening ketika ada seorang wanita masuk dengan wajah judesnya.. siapa lagi kalau bukan bu jenny kusuma..

Bu jenny sempat melirikku sejenak lalu duduk dikursinya dan langsung mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya dan langsung membacanya..

Jenny kusuma

​Assuu.. bu jenny sudah masuk.. lia kok belum..? apa dia masih dikantin..? dia ga masuk kuliah kah..? apa dia masih marah sama aku..? bajingan’og..

Dan ga berapa lama terlihat lia mengetuk pintu ruangan..

TOK.. TOK.. TOK..

“permisi bu.. maaf saya terlambat..” ucap lia didepan pintu.. dan terlihat matanya agak sembab.. bangsatt.. rupanya lia masih nangis toh dari tadi.. assuu.. assuu.. bu jenny lalu melirik lia lalu menunduk dan melanjutkan membacanya..

Jiancookk.. bisa diusir lia ini.. kasihan kamu ya’.. maaff.. ya’.. maaff.. ini pasti gara – gara aku.. tapi kalau kamu bener – bener diusir sama dosen judes ini.. aku pasti langsung keluar juga dan menyusulmu.. dan kamu langsung aku bawa kekosan.. siapa tau bisa dapat enak – enak dari kamu.. hehehehe.. assuuu.. mikir apasih aku ini..?? bajingaann.. sempat – sempatnya berpikiran mesum disituasi yang seperti ini..

“masuk..” ucap bu jenny singkat..

Apaaa..?? lia disuruh masuk..?? bajingaann.. kok bisa..?? kemarin aku yang telat langsung diusir.. kok lia enggak..?? bukannya aku ga suka lia boleh disuruh masuk.. tapi perlakuaannya bu jenny kok beda banget sama aku..?? jiammpuut’i..

Lia lalu masuk keruangan dan duduk di depan yang masih ada kosong disalah satu kursinya..

Suasana dikelas sunyi sekali.. tidak ada yang mengobrol.. semua teman – teman fokus kedepan melihat kearah bu jenny yang lagi membaca buku..

TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK…

Lima menit berlalu dan perkuliahan masih belum dimulai..

TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK…

Sepuluh menit dan masih belum dimulai.. bu jenny masih asyik dan santai membaca bukunya.. sedangkan teman – teman pun mulai berbisik – bisik..

TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK…

Lima belas menit sudah berlalu.. bajingaannn.. kok belum dimulai kuliahnya ini..?? ada apa lagi sih ini..??

“mohon maaf bu..” ucap bejo sambil mengangkat tangannya..

“ya ada apa..?” ucap bu jenny dengan dinginnya sambil menatap kearah bejo..

“perkuliahannya ga dimulai bu..?” tanya bejo dengan santainya..

“saya ga akan memulai kuliahnya, kalau diruangan ini masih duduk seorang mahasiswa yang kurang ajar..” ucap bu jenny lalu kembali membaca bukunya.. bangsattt.. dia nyindir aku atau siapa sih..?? aku kan ga telat dan aku juga ga berbuat macam – macam sama bu jenny hari ini..

“maaf bu.. kalau gitu saya keluar aja..” ucap lia lalu berdiri.. dan ketika lia akan melangkah..

“bukan kamu lia.. tapi mahasiswa lainnya.. duduk kamu..” ucap bu jenny ke lia.. lia lalu duduk kembali dan suasana menjadi tegang sekali.. jiancookk..

Aldo, surya dan yuda langsung melirikku.. bajingaannn.. berarti kata – katanya memang buat aku nih.. asssuu.. dan aku tetap duduk dengan santainya..

TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK.. TIK.. TOK…

Dan setelah dua puluh menit berselang..

“oke.. kalau dia ga mau keluar.. saya yang akan keluar.. nanti kalian panggil saya lagi kalau dia sudah keluar..” ucap bu jenny sambil melirikku sebentar lalu menutup buku bacaannya.. setelah itu mengemasi perlengkapannya dan berdiri lalu berjalan kearah pintu.. bangsatt.. emosiku pun berlahan mulai naik.. bajingaannn.. sabar san.. sabar…

“ga usah keluar bu.. saya aja..” ucapku dengan santainya sambil berdiri.. bu jenny yang sudah berjalan dan dekat pintu keluar langsung menghentikan langkahnya..

Aku lalu berjalan kearah bu jenny yang sudah berada didekat pintu dengan cueknya.. teman – teman semua tidak ada yang bersuara… suasana sangat tegang sekali.. dan ketika aku sudah didekat bu jenny..

“semakin ibu membenciku.. ibu akan selalu memikirkan aku dan tidur ibu tidak akan tenang..” ucapku berbisik didekatnya.. sengaja aku berbisik biar teman – teman tidak mendengar omonganku..

“maksudnya apa..??? dasar mahasiswa kurang ajar..” ucapnya dengan keras.. dan teman – teman semakin tegang diruangan.. assuu.. aku sudah memelankan suaraku sampai berbisik.. dianya malah teriak.. bajiangaann.. aku lalu berdiri dihadapan bu jenny dan menatapnya dengan santai..

“kamu itu memang mahasiswa kurang ajar..!!! kamu ga professional dan kamu itu ga punya sopan santun..” ucapnya sambil melotot dengan muka yang memerah dan emosi yang menggila..

Aku yang berdiri dihadapannya lalu memajukan tubuhku merapat kearah tubuhnya dengan santai.. bu jenny pun dengan refleknya memundurkan tubuhnya sampai terpepet dipintu ruangan..

Aku lalu memajukan wajahku dan mendekati wajahnya yang terlihat sangat emosi sekali..

“tolong ajari saya professional bu..” ucapku berbisik tepat diwajahnya yang sangat dekat sekali..

Mata kami bertatapan.. dia tidak mau mengalihkan pandangannya diwajahku.. terlihat giginya mengerat dan wajahnya semakin memerah.. bangsattt.. walaupun kamu marah.. tetap terlihat cantik sekali kamu bu.. tapi sayang.. judesmu ga ketolongan.. assssuuu..

“kamu ga akan lulus dimata kuliahku ini san.. ingat..!!! tiga SKS ini cukup membuatmu tertahan dikampus teknik kita tercinta.. dan kamu akan menjadi mahasiswa A B A D I.. camkan itu..” ucapnya pelan dengan bibir yang bergetar dan emosi yang terlihat dimatanya…

“sekali lagi saya tegaskan bu.. ibu ancam saya bagaimanapun.. itu ga akan berpengaruh buat saya.. dan saya akan tetap menjalankan kewajiban saya sebagai mahasiswa dengan memasuki semua mata kuliah yang saya pilih semester ini, termasuk mata kuliah ibu ini.. saya juga akan tetap mengerjakan tugas dan praktikum seperti biasa..” ucapku dengan santai lalu aku memalingkan wajahku dan keluar ruangan dengan santainya..

“kurang ajar..” ucapnya bergumam dibelakangku tadi.. dan aku tetap cuek sambil terus berjalan..

Aku lalu meraih rokokku dikantong belakang dan membakarnya lalu menghisapnya berlahan.. bangsatt.. untung aku masih bisa menahan emosiku.. kalau enggak, mungkin bisa kubakar ruangan kuliah ini.. assuuu..

Setelah itu aku menuruni tangga.. dan dibawah sana pak tomo berdiri dengan santainya sambil menghisap rokok kreteknya.. dan ketika aku melewati beliau..

“permisi pak..” ucapku sambil menundukkan wajahku sebentar lalu berjalan dengan cueknya..

“delpiero..” panggil pak tomo..

“bapak panggil saya..” ucapku lalu berbalik dan melihat kearah pak tomo..

“ya iyalah.. masa ibu kantin yang kupanggil.. ga sopan kamu ini..” ucap pak tomo kepadaku..

“siap pak..” ucapku lalu tersenyum dan berjalan mendekati pak tomo..

“kamu keluar lagi ya dari mata kuliah bu jenny..” ucap pak tomo ketika aku sudah dihadapan beliau..

“iya pak..” jawabku singkat sambil tanganku kebelakang karena masih memegang rokok..

“hem… percuma julukanmu bajingan pujangga dan bajingan lendir kalau kamu ga bisa naklukkan jenny yang agak judes itu..” ucap pak tomo dengan santainya..

Asssuu.. agak judes..??? ga salah pak..??? gilaa.. dia itu bukan agak judes lagi pak.. tapi super judes sekali… jiancookkk’i.. dan aku pun cuman tersenyum kecut aja mendengar ucapan bapak wakil rector urusan kemahasiswaan ini..

Lalu aku diam lagi sambil agak memunduk di hadapan pak tomo.. assuu.. assuu.. dan kami pun diam beberapa saat.. lalu..

“oh iya san.. kuharap kalian semua nanti malam agak berhati – hati.. lawan kalian malam ini sangat mematikan.. apalagi kalian akan menyerang markasnya di gang tengkorak… atur dengan baik serangannya..” ucap pak tomo yang memanggilku san bukan dilpiero lagi sambil menepuk pundakku pelan lalu berjalan meninggalkan aku.. assuuu.. pak tomo tau juga tentang serangan nanti malam.. gila.. gerak – gerik kami rupanya terpantau oleh pak tomo.. dan bukan hanya pak tomo menurutku.. tapi ayah, mbah jati dan bu damayanti.. apalagi kemarin om nawi dan om totok juga mendampingi aku.. bajingaannn…

“oh iya delpiero.. masa kamu kalah sama george best (salah satu legenda MU tahun 70’an) dijamannya dia bisa menaklukkan kakak dan adek sekaligus..” ucap pak tomo yang tiba – tiba berbalik dan berbicara kepadaku..

“maksudnya pak..” tanyaku dengan heran..

“irawan jati.. hahahaha.. lah kamu yang lagi naik daun dimusim ini malah cuman dapat kakaknya.. hahahahaha..” ucap pak tomo lalu berbalik dan tertawa sambil menghisap rokoknya..

Assuuu.. jadi maksudnya ‘george best’ itu julukan ayahku.. memang ayahku pecinta MU sejati sampai sekarang.. dan untuk pemain idolanya sekarang, siapa lagi kalau bukan paul scholes dan ryan giggs.. ah sudah lah cukup itu aja, ga usah bahas ayahku lagi..

Tapi pak tomo tadi sempat bilang kalau aku hanya bisa menaklukkan kakaknya saja.. bajingaann.. pak tomo tau kalau aku dengan bu damayanti sudah…. ah.. jiancoookkkk..

Aku lalu berbalik dan berjalan kearah kantin dan nongkrong disana seorang diri.. dan dari kejauhan aku melihat satria berjalan kearah kantin.. wajahnya terlihat senang ketika melihat aku duduk sendiri sambil menghisap rokok..

“kamu ga kuliah nyo..? assuuu.. nantang kamu ya.. kamu mau pentilmu itu dicabut lia..?” ucap satria lalu duduk didekatku sambil membakar rokoknya..

“bajingaann.. aku diusir sama bu jenny tadi cuukkk..” ucapku dengan santainya..

“hahahahahaha.. jiancookkk.. mengong ancene koen iki..” (hahahaha.. jiancookk.. gila/bloon memang kamu ini..) ucap satria lalu menghisap rokokknya..

“assuuu..” ucapku singkat..

“bu es teh dua..” ucap satria ke ibu kantin..

“ya..” jawab ibu kantin yang semok itu..

“kenapa dua es teh nya..? kamu haus..?” tanyaku kesatria..

“emang kamu ga minum..?” ucap satria..

“cuukkk.. kamu memang perhatian sama aku sat.. assuuu.. hehehehehe..” ucapku sambil tersenyum..

“assuu’og.. perhatian tapi ga cinta loh ya..” jawabnya..

“iya.. aku tau itu cuukkk.. cintamu kan buat karina seorang.. hahahahaha..” ucapku lalu tertawa..

“lambemu.. njaluk tak tukis ta..?” (mulutmu.. minta kusikut kah..) jawab satria..

“hahahaha.. tukis pakai apa..?” jawabku sambil bercanda…

“iki loh cookkk.. gak nggawe iki…” (ini loh cookk.. gak pake ini..) ucap satria sambil nunjukin sikutnya lalu nunjuk ‘peliharaannya’

“hahaha.. bangsaattt..” ucapku sambil menggelengkan kepala..

Dan ga berapa lama ibu kantin datang sambil membawa dua gelas es teh…

“nih minumnya..” ucap ibu kantin kepada kami..

“bu nanti aku bayar sama yang tadi ya..” ucap satria ke ibu kantin..

“sudah dibayar yang tadi..” ucap ibu kantin dengan santainya..

“siapa yang bayar..??” tanya satria.. aku pun langsung menadahkan tanganku ke satria seolah aku meminta ganti bayaran minuman yang sudah dibayar lia..

“kamu yang bayar nyo..” tanya satria kepadaku..

“bukan.. mba lia tadi yang bayar..” ucap ibu kantin yang menjawab lalu berbalik dan meninggalkan kami.. aku sempat menoleh kebelakang melihat bokongnya yang meliuk – liuk dengan indah.. assuuuu..

“assuuu.. lia toh yang bayar.. jiancookk.. gitu kok malah kamu yang menadahkan tangan.. bajingaann..” ucap satria kearahku dan aku menyuekinya..

“bangsaattt.. diajak bisacara malah cuek… assuuu..” ucap satria lagi..

“diam kamu cookk..” ucapku sambil terus melihat bokong ibu kantin..

“cuukkk.. kalau digoyang bisa patah kunammu (manukkmu / kontolmu) nyo..” ucap satria ketika tau aku melihat bokong ibu kantin..

“we’i… patah..? bajingan.. hahahaha..” ucapku lalu memandang lurus lagi sambil tertawa… (we’i = ungkapan ketika terkejut)

“terus gimana nyo..?” tanya satria kepadaku..

“apanya yang gimana..?” tanyaku balik..

“nanti malam gimana cuukkk..?” ucap satria..

“kita bahas dengan aldo dan yang lain aja dikosan nanti sore..” ucapku lalu aku meminum es teh yang ada dihadapanku..
“gang tengkorak itu salah satu daerah paling berbahaya dikota ini nyo.. kita harus bener – bener merencanakannya dengan baik..” ucap satria..

“tapi aku kenal yang pegang daerah sana.. cak mendol.. semoga dia dan anggotanya ga ikut campur dengan urusan kita dan iblis hitam..” ucap satria lagi..

“loh bukannya alwi yang kuasai gang tengkorak..?” tanyaku ke satria..

“bukan nyo.. alwi itu cuman salah satu preman yang disegani.. tapi yang pegang keseluruhan cak mendol..” ucap satria lalu menghisap rokoknya lagi..

“memang salah satu markas iblis hitam ada didalam gang tempat alwi tinggal.. tapi secara struktur, mereka pisah dengan anggota cak mendol..” ucap satria lagi..

“baguslah.. tapi kalau anggota cak mendol ikut – ikutan gimana..?” tanyaku dengan santainya..

“ya kita selesaikan juga.. hehehe..” jawab satria dengan entengnya..

“ga semudah itu cuukkk.. cak mendol itu anggotanya banyakk.. dan sadis – sadis..” ucap aldo yang tiba – tiba muncul didekat kami..

“assuu.. kamu ga kuliah do..” tanyaku..

“malas.. ibunya mencucu ae.. hehehehe..” ucap aldo lalu tersenyum (mecucu = cemberut)

“cuukkkk..” ucapku singkat..

“gara – gara kamu itu san.. assuuu..” jawab aldo lalu menghisap rokokknya dan aku hanya tersenyum saja..

“kamu mau dihantam gelas sama lia do..?” tanya satria..

“hehehehe.. ga mungkin lah lia setega itu…” kata aldo dengan santainya..

“assuuu.. terus gimana kelanjutannya do..?” tanya satria ke aldo..

“nanti cak mendol aku yang atur..” ucap aldo dengan santainya..

bangsattt.. enak sekali sahabatku ini ngomongnya.. memang assuuu banget aldo ini..

“assuuu.. memang luar biasa kamu do.. bajingaann..” ucap satria..

“kita kekosan yo..” ucapku..

“ayo..” jawab satria..

“kalian duluan.. aku ada urusan sedikit..” sahut aldo..

“kamu mau kemana do..?” tanyaku..

“keluar sebentar..” ucapnya dengan dingin…

“hati – hati do.. ingat kata – kata mas rendi semalam..” ucap satria..

“oyi jes.. hehehehehe..” (oke bro hehehehe..) ucap aldo lalu berdiri dan meninggalkan kami berdua..

Satria lalu membayar minuman kami ke ibu kantin.. setelah itu kami berdua berjalan meninggalkan kantin.. dan ketika kami melewati kantin.. kuliah struktur baja telah selesai.. bu jenny tampak keluar duluan dan sempat melihatku dari lantai dua.. aku lalu melihat kearah bu jenny sambil tersenyum dan bu jenny terlihat sangat jengkel sekali.. assuuu… hahahahaha..

Aku hanya bisa tersenyum kembali melihat bu jenny..

#cuukkk.. kelihatannya, nanti malam jadi tempat pelampiasan emosiku yang tertahan sejak tadi malam.. assuuu..

 

Cerita Terpopuler