. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 67 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 67

0
384

Bagian 2 Part 67 – Target Selanjutnya


Sandi Purnama

Damayanti Kusuma

[POV Damayanti]

Irawan jati.. seorang laki – laki yang telah meluluh lantakan hatiku dengan segala cintanya dan kasih sayangnya waktu itu.. dia adalah laki – laki yang sangat luar biasa, romantis, perhatian dan selalu mempunyai cara agar aku tersenyum dan semakin mencintainya…. sekarang dia menjadi mantan yang terindah dan mantan yang masih mengisi hatiku yang terdalam..

Dan disaat aku telah bangkit dari cintanya, justru dia hadir kembali dengan wujud lain.. Sandi purnama irawan.. seorang pemuda yang sangat mengingatkan aku pada cinta sejatiku dan cinta pertamaku itu.. sandi merupakan duplikat dari wawangku.. (aku memanggil irawan dengan sebutan wawang waktu itu..)

Senyumnya sandi, cara menatapnya, cara berjalannya, cara berbicara, luapan emosinya.. semua mengingatkan aku dengan wawangku..

Jengkel, marah, benci, senang dan bahagia menyatu ketika tau wawang mengirim putranya untuk kuliah dikota ini.. dan setelah belasan tahun tidak bertemu dengan wawang.. akhirnya aku bertemu dengan dia ketika sandi kritis dan dirawat tumah sakit.. pertemuan yang singkat dan penuh arti bagi hidupku..

[table id=Lgcash88 /]

#Disuatu tempat yang jauh dari rumah sakit..

“hai yanti..” ucap wawang ketika pertama kali kami bertemu.. kata – kata yang singkat dan menyayat hatiku.. dia memanggilku yanti, bukan panggilan sayang seperti waktu dulu yaitu may..

“ya mas..” jawabku yang singkat dengan bibir yang bergetar dan hati yang bener – bener aku kuatkan.. dan aku menahan air mata yang akan tumpah dikelopak mataku..

“maaf kalau aku dan keluargaku selalu merepotkanmu..” ucapnya dengan santai lalu membakar rokoknya.. dan dia berbicara tanpa menatapku..

Wawang.. kamu masih seperti dulu.. santai dan cuek.. sikap yang selalu membuat wanita – wanita yang ada didekatmu selalu penasaran dan selalu ingin mencari tau tentang dirimu..

“apa yang aku lakukan ini.. ga ada apa – apanya dibandingkan dengan apa yang mas dan bapak (mbah jati) lakukan terhadapku dan keluargaku..” ucapku lalu mengeluarkan bungkusan rokok mentol dari tasku.. dan ketika aku akan membakarnya, wawang lalu berdiri..

“kita balik aja yan..” ucap wawang singkat.. hem.. dia pasti marah ketika aku merokok.. dan itu ga berubah sampai saat ini.. aku lalu memasukkan lagi rokokku kedalam bungkusnya lagi dan aku masukan kedalam tasku..

“cuman itu aja yang mau diomongin..?” ucapku sambil merapikan tasku.. dan wawang hanya melirikku.. setelah itu dia duduk lagi..

“yan..” ucapnya terpotong..

“aku tau kamu ga suka melihatku merokok kan.. baiklah..” ucapku dengan santainya lalu menyeruput teh panas pesananku.. aku meliriknya sejenak ketika dia menarik nafasnya dalam – dalam lalu mengeluarkannya perlahan..

Gila.. ini suasana yang paling canggung ketika kami berdua.. kami sama – sama bingung harus bersikap bagaimana.. dan ini pertemuan pertama kali, semenjak kami mengakhiri semua belasan tahun yang lalu..

“mas kuharap kamu tidak berpikiran macam – macam ketika aku mengawasi sandi.. aku hanya ingin dia baik – baik saja dikota ini.. aku tidak mau sandi kritis lagi seperti saat ini.. aku malu dengan bapak mas..” ucapku membuka kecanggungan diantara kami..

“yan.. kamu tidak akan bisa mengawasi putraku itu.. sandi itu liar dan kamu pasti akan kesulitan untuk mengawasi dia..” ucap wawang lalu menghisap rokoknya..

“sesulit apapun aku akan mengawasinya.. dan yang perlu mas tau.. mas mengizinkan atau tidak.. aku akan tetap melakukannya..” ucapku..

“kenapa kamu mau melakukan itu yan..? kamu ga takut kalau orang menyangkanya kamu menginginkan sesuatu untuk yang kamu lakukan itu..?” ucap wawang dan dia masih santai menikmati rokoknya..

“mas.. orang ga akan tau niat yang ada dalam hatiku dan pikiranku.. aku hanya ingin berbuat kebaikan dengan ketulusan, terserah orang lain memikirkan apa.. dan aku tidak berharap balasan apapun dengan apa yang aku lakukan ini..”ucapku lalu diam sejenak..

“memang terdengar tidak adil sih.. tapi itu memang kenyataan hidup.. dan hidup itu memang kadang tidak adil..” ucapku lagi lalu menunduk.. dan wawang kembali melirikku..

“sudahlah yan.. aku tau arah pembicaraanmu.. dan kita sudah pernah membahasnya..” ucap wawang dengan dinginnya..

“maaf kalau aku terbawa situasi.. dan sebenarnya aku tidak suka dengan situasi seperti ini.. tapi ntah kenapa takdir memaksaku duduk ditempat ini bersamamu..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“hidup itu penuh kebetulan.. dan kebetulan itu seperti takdir.. jadi kita nikmati saja kebetulan – kebetulan yang hinggap dikehidupan kita..” ucap wawang dengan santainya..

“menikmati..?” ucapku lalu aku mengangkat wajahku dan melihat wajah wawang..

“suka – ga suka, kita telah menikmati semua ‘permainan’ sang pembuat titah yan.. kita menikmati melalui keluarga kecil kita masing – masing.. menikmati senyuman anak – anak kita.. menikmati senyuman manja pasangan kita.. dan menikmati kebahagiaan – kebahagian lainnya..” ucap wawang yang membuat mataku berkaca – kaca..

Bodoh.. kenapa bisa aku seperti ini.. kata – kata wawang mengingatkanku kepada keluargaku.. dan perkataannya memang benar.. tapi mengapa setelah aku menikmati semuanya, justru aku harus dipertemukan dan ditenggelamkan dengan masa lalu lagi..? kenapa sang pembuat titah senang mempermainkan perasaanku..? kenapa..?

“tapi kenapa setelah aku menikmati semua ini.. kita malah bertemu ditempat ini wang..? kenapa..?” tanyaku dengan penekanan yang tegas..

“yanti.. relakan dari pada harus memaksakan dan ikhlaskan dari pada harus menyakitkan..” ucap wawang dengan tatapannya yang tajam dan dalam kemataku..

“berbicara memang mudah wang.. tapi..” ucapku terpotong..

“yan.. belum tentu kalau kita bersama, kita akan bahagia seperti hari ini bersama pasangan kita masing – masing.. coba kamu pikirkan itu..” kata wawang dengan tegas.. dan kali ini perkataan wawang benar – benar menamparku.. aku seperti wanita yang tidak tahu bersyukur dengan kehidupanku selama ini.. kebahagiaan yang telah diberikan suamiku dan anak – anakku.. kasih sayang yang mereka berikan dan perhatian yang mereka berikan seolah hancur oleh keegoisanku.. siaallll.. wawang memang pintar sekali mempermainkan kata – katanya dan itu tidak berubah dari dia.. dia yang selalu menghantui pikiranku..

“kamu itu seperti senja.. indah dan menawan.. dan aku sadar sekarang, senja itu datangnya hanya sesaat.. aku tidak bisa memilikinya dan aku hanya bisa mengaguminya saja..” ucapku lalu meninggalkan wawang yang hanya duduk tanpa menghentikan langkahku.. aaarrrrghhhh.. aku gilaaaa..

Wawang.. laki – laki ini memang membuatku gila dan bila didekatnya aku bisa melupakan semuanya.. arrggghhhh.. kenapa aku bisa seperti ini..? dan kenapa aku mengucapkan kata penutup yang seperti itu..? semoga dia tidak menganggapku sebagai wanita yang murahan.. semoga..

Dan hari ini setelah aku dari rumah sakit kota sebelah untuk melihat ayu.. aku sekarang dalam perjalanan kekota pendidikan lagi.. ayu.. kasihan sekali kondisinya.. dia memang terlihat sehat setelah kecelakaan yang menimpanya.. tepatnya sih bukan kecelakaan, tapi dia sengaja ditabrak oleh musuh sandi.. dan itu membuat ayu harus kehilangan ingatannya.. hiuuffttt.. hhuuuuu..

Aku juga berbicara kepada ibunya ratih.. terlihat dia sangat khawatir dengan kondisi ayu dan dia juga khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh sandi.. dia memang sengaja ga menceritakan semuanya tentang kondisi ayu ke sandi.. dia takut sandi akan berbuat nekat kalau sampai tau itu semua..

Dan aku pun hanya bisa merahasiakn semuanya dari sandi.. aku ga tau kalau seandainya sandi mengetahui kondisi ayu seungguhnya dia bisa menggila dan tidak bisa dikontrol lagi..

Dan sekarang aku telah sampai dirumahku dan ketika aku akan turun dari mobil..

[table id=iklanlapak /]

KRING.. KRING.. KRING..

Hpku berbunyi dan ketika aku melihat layarnya.. orang suruhanku yang selalu mengawasi sandi menelpon..

“halo pak.. ada kabar apa..?” tanyaku..

“sandi sandi sedang duel dengan budi..” ucap orang suruhanku itu..

“budi yang mengeksekusi ayu..?” tanyaku..

“iya bu.. mereka sekarang lagi didalam bioskop tua diseberang café tempat budi bekerja..” ucapnya..

“apa sandi tau kalau budi yang mengeksekusi ayu..?” tanyaku lagi..

“kelihatannya sandi tau bu..”

“baiklah pak.. saya menuju kesana sekarang..” ucapku lalu turun dari kursi belakang mobil dan menuju kursi depan yang masih ada sopirku didalamnya..

“pak.. saya mau keluar.. bapak dirumah aja..” ucapku ke sopir pribadiku..

“tapi bu..” ucapnya..

“sudah turun aja dan buka pagarnya sekarang..” ucapku dengan keras..

Pak sopir langsung turun dengan ketakutan lalu berlari kearah pagar dan membukanya.. sedangkan aku langsung naik mobil dan mengendari sendiri mobil civic ini kearah bioskop tua ditengah kota..

Sandi.. dia pasti akan menggila malam ini.. dia seperti ayahnya.. ketika ada orang yang menyakiti orang terdekatnya, dia pasti akan mengamuk.. dan itu mengingatkan aku ketika dulu waktu kami berpacaran.. waktu aku diganggu oleh segerombol anak kampus kuru yang sedang mabuk disebuah kafe dan salah satu dari mereka sempat meremas buah dadaku.. keesokan harinya, mereka semua langsung dihajar dan dibuat kritis oleh wawang.. tangan – tangan mereka dibuat patah.. dan khusus yang meremas aku, jari – jarinya dibuat remuk seketika.. tidak ada yang berani melerai perkelahian itu.. ketika irawan jati sudah mengamuk.. orang – orang disekitar akan berlari sembunyi ketakutan.. wawangku memang gila..

Dan aku sekarang mengemudikan mobilku dengan kecepan yang tinggi.. ketika aku sudah mau sampai diseberang jalan gedung bioskop tua.. aku melihat orang suruhanku sedang berdiri didepan sebuah café.. aku lalu menghentikan mobilku..

“dimana sandi pak..?” tanyaku dari dalam mobil setelah kaca bagian samping kiri aku turunkan..

“dibioskop itu bu..” ucapnya sambil menunjuk sebuah bioskop seberang jalan tempat kami sekarang ini.. aku lalu melihat kesebrang jalan.. tampak sandi keluar dari dalam gedung bioskop.. dia berdiri sejenak lalu mengadahkan kepalanya kelangit.. gilaaaa.. dia pasti telah menghabisi lawannya..

“pak tolong hubungi yang lain dan bersihkan area sisa pertarungannya..” ucapku lalu menutup kaca mobilku dan aku menjalankan mobilku untuk mencari putaran.. setelah itu aku menghentikan mobilku tepat didepan sandi..

“jun.. naik..” ucapku dengan dinginnya.. dia lalu mebuang punting rokoknya..

Dia sempat melirikku sebentar..hiuufff.. lirikannya tajam sekali.. terlihat sisa – sisa emosi dari tatapannya yang menggila.. lalu dia membuka pintu mobilku dan duduk disebelah kiriku.. dia tetap memakai jumper untuk menutup kepalanya.. setelah itu aku menjalankan mobilnya dan membelah jalan yang suasananya sudah larut malam ini..

Aku mendengar nafasnya yang agak cepat dan aku sempat meliriknya barusan.. diantara jumpernya ada darah tampak menetes diwajahnya.. tapi dia terlihat santai dan tidak seperti yang aku pikirkan tadi.. aku menyangkanya dia masih emosi dengan luapan yang berapi – api.. tapi tidak.. dia tenang dan diam.. hanya tatapannya saja yang lurus kedepan dan tajam..

Ada apa dengan anak ini..? apa dia sekarang sudah bisa menguasai emosinya.. kalau iya.. luar biasa sekali perkembangannya.. padahal beberapa bulan lalu waktu dia kerumahku, sandi masih terlihat tidak bisa mengontrol emosinya.. gila..

“jun..” panggilku kepadanya..

“hem..” jawabnya singkat..

“kamu tidak membunuhnya kan..?” tanyaku..

“tanya aja sama orang yang ibu suruh mengawasiku..” ucapnya singkat dan dingin.. astaga.. dia tau kalau aku telah menyuruh orang mengawasinya..

“itu hanya untuk kebaikanmu jun..” ucapku dengan datar..

“yang tau baik tidaknya untuk diriku.. hanya aku bu.. jadi aku harap mulai besok, jauhkan orang – orang yang mengawasi aku.. atau aku akan menyelesaikan mereka semua.. ini juga untuk orang – orangnya mbah jati dan orang suruhan ayah..” ucapnya dengan pandangan tetap lurus kedepan..

Sandi.. ada apa dengan dirimu sekarang..? kenapa kamu berubah dingin seperti ini..? kemana wajah ceriamu, wajah suka bercandamu dan wajah mesummu.. kenapa kamu sekarang terlihat seperti orang lain..? yang sadis dan dingin..? aku lalu diam tidak membalas ucapannya barusan.. aku lalu mengarahkan mobilku kerumahku yang lain dipinggir kota..

Dan setelah perjalan yang hampir satu jam aku tempuh, kami telah sampai dirumahku yang ada dipinggir kota.. suasana disini sangat sepi, dan memang disini hanya untuk tempat persinggahan dan untuk beristirahat keluarga besarku.. hanya satu orang saja yang menjaga tempat ini.. yaitu pelayan keluarga kami..

Aku lalu memarkirkan mobil didepan rumah..

“kita sudah sampai jun..” ucapku..

“mau apa kita ditempat ini bu..?” tanyanya tanpa melihatku..

Aku lalu menoleh kearahnya dan mengelus pipinya.. darah – darah yang mulai mengering terasa di jemariku..

“biarkan ibu merawatmu malam ini jun..” ucapku sambil terus mengelus pipinya..

“bu..” ucapnya lalu menoleh dan menatap mataku..

“jun.. istirahatlah malam ini.. dan setelah lukamu aku obati, pergilah..” ucapku sambil membalas tatapannya.. dia pun diam dan tidak membalas ucapanku..

Setelah itu aku turun dari mobil dan berjalan kearah teras.. tampak penjaga rumah mendatangi aku..

“malam bu..” ucapnya dengan tergesa – gesa..

“malam pak.. tolong siapkan kamar tamu, terus ambilkan alat P3K dan tolong buatkan teh panas..” ucapku..

“iya bu..” ucapnya lalu berbalik dan dia pun membuka pintu rumah lalu segera masuk kedalamnya..

Dan aku lihat sandi sudah keluar mobil dan berjalan kearahku.. dia sudah melepas jumpernya.. tampak luka dan lebam diseluruh wajahnya.. darah yang keluar dari wajahnya pun sudah terlihat mengental dan tidak cair lagi..

Dan setelah didekatku.. aku lalu mengenggam tangannya dan menggandengnya masuk kedalam rumah.. aku menuntunnya masuk kedalam kamar tamu yang telah disiapkan oleh penjaga tadi.. dan tidak ada terlihat penjaga tadi dikamar tamu.. mungkin dia menyiapkan teh panas yang kuminta tadi..

Setelah dikamar tamu, aku lalu menutup pintunya.. sandi masih diam dan berdiri mematung.. aku lalu mendekatinya dan berdiri dihadapannya.. kami sama – sama diam dan tidak bersuara.. aku lalu membuka jaketnya.. setelah itu aku menarik kaosnya dan meloloskan dari tubuhnya yang kekar..

Hem.. tattoo keluarga jati terukir indah didadanya yang bidang.. kami sempat bertatapan sebentar.. lalu aku menatap dadanya lagi dan merabanya.. lebam disekitar dadanya tertutup oleh tatonya.. dan aku merasa banyaknya bekas luka sayatan dan tusukan benda tajam didada dan perut sandi.. gila.. anak ini telah melewati kehidupan yang sangat keras..

Aku lalu membuka kancing celananya dan menurunkan resletingnya.. lalu aku turunkan celananya sampai terlepas dan menyisakan cdnya yang terlihat menggelembung dibagian depannya.. setelah itu aku juga membuka pakaianku sampai meninggalkan cd dan braku saja.. sandi hanya menatap wajahku dan tidak menyentuhku sama sekali.. setelah itu aku menariknya kekamar mandi..

Dan setelah dikamar mandi kami berhadapan lagi dan aku mendekatkan tubuhku ketubuhnya.. gila.. apa yang aku lakuin..? kenapa aku sampai seperti ini dan kenapa aku mau setengah telanjang dihadapannya.. ahhh gilaaa.. tatapan matanya membuat aku mau dan rela melakukan ini semua. .. tatapannya yang sama seperti wawangku membuat aku terbuai.. dan dulu, aku selalu melakukan ini pada saat wawang habis bertarung..

Kembali aku raba dada sandi dan aku mencium dadanya.. aroma khas laki – laki ditubuh sandi membuat aku semakin larut..

CUPPP..

Aku mencium dada sebelah kanannya tepat diatas putting kecilnya sambil meraba dada bagian kirinya.. lalu aku mengangkat wajahku dan menatap matanya.. gila.. tatapan itu.. tatapan yang penuh amarah, benci, kecewa, sayang dan cinta menyatu diwarna merah matanya.. nafasnya pun naik turun seperti menahan gejolak sesuatu didalamnya.. kami sama – sama mendekatkan wajah kami..

CUPPP..

Kami sama – sama mengecup bibir.. lalu aku tarik wajahku kebelakang dan meraba bibirnya yang penuh dengan darah yang mulai mongering..

“kita bersihkan darahnya dulu ya jun..” ucapku lalu berjalan kearah kran kamar mandi dan menyalakan air panas serta air dinginnya..

Setelah itu aku mengambil handuk kecil di lemari kecil atas kamar mandi.. dan di bawah guyuran shower yang hangat.. kami berdua mandi bersama.. aku membersihkan semua luka diwajahnya dari darah yang keluar.. keningnya, pipinya, bibirnya, hidungnya dan disekitar matanya ku bersihkan dengan handuk yang basah.. handuk yang putihpun memerah dengan darah sandi yang menempel..

Sesekali sandi memejamkan matanya menahan perih ketika lukanya aku bersihkan.. lalu..

CUPPP..

Aku mencium bibirnya perlahan.. sandi pun mulai mengangkat tangannya dipunggungku dan memelukku dengan erat.. hemmm.. pelukan ini.. aku sangat menyukainya..

Perlahan aku merasakan sandi mulai membalas ciumanku.. kuluman kami berdua makin dalam dan makin panas saja.. air yang membasahi tubuh kami terus menerus, membuat nafsu kami berdua perlahan mulai naik.. aku merasa tangan sandi sedang membuka kaitan braku dipungung..

KLIK..

Sandi membukanya.. dan dengan tetap saling mengulum bibir kami.. sandi meloloskan braku lalu melemparnya kesamping.. aku pun melepaskan handuk kecil yang kupegang dan mulai membalas pelukan sandi.. aku meraba punggung belakangnya dan sandi pun meraba punggungku dengan lembutnya..

Lalu kami melapas kan ciuman kami dan kami berdua saling mengambil nafas dengan kening kami yang saling bertemu..

Lalu aku merasa sandi mulai melepaskan pelukannya dan meraih sesuatu didadaku dan meremasnya..

“aahhhhh..” aku mendesah pelan ketika sandi menggapai buah dadaku lalu meremasnya dengan lembut.. aku mendangakkan kepalaku lagi dan sandi langsung menyambar bibirku..

CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHH.. HMMPPP.. HEMMPPP..

Suara ketika bibir kami saling melumat.. lidah sandi pun mulai menerobos kedalam mulutku dan dia memainkan lidahnya didalam mulutku.. dan aku menyambutnya dengan mengulum lidah sandi.. tangan liar sandi pun tidak tinggal diam.. tangan itu terus meremas dan sesekali memelintir pelan putingku..

“aahhhhh…” Aku mendesah ditengah ciuman kami yang semakin dikuasai nafsu ini..

Aku lalu menurunkan tanganku dan meraba perutnya.. pelan dan pelan sampai aku menggapai cdnya lalu meremas batang kemaluan sandi yang telah mengeras.. aku menggenggamnya dari luar cdnya dan mengocoknya pelan..

“aahhhhhh..” sandi mendesah.. lalu melepaskan ciumannya dan menatapku.. lalu dia merangkulku lagi dan mencium leher sampingku..

“hemmmmmm..” aku mendesah ketika ciumannya berubah menjadi jilatan.. ahhh.. gila.. disini letak kelemahanku dan ketika dijilat, pasti seluruh tubuhku akan merinding..

“aahhhhh..” aku mendesah dan melepaskan genggaman dibatang sandi.. aku lalu menjambak rambut sandi.. sambil terus menikmati jilatannya disekitar leherku.. sandi lalu menggigit pelan leherku..

“aauuuu..” ucapku manja..

Tangan sandi semakin liar.. tangannya meraba turun kebawah.. lalu meremas pelan pinggulku dan menarik cdku menggunakan kedua jempolnya.. setelah itu cdku diturunkannya pelan – pelan.. sambil sandi menjilati leherku dan turun terus sampai kebuah dadaku.. aku lalu mengangkat kakiku ketika cdku sudah dimatakaki.. dan loloslah semua kain yang menempel ditubuhku..

Aku sekarang benar – benar telanjang bulat dihadapan sandi.. gila.. aku benar – benar gila.. aku telanjang dihadapan anak mantanku.. uuhhh….

Sandi mengangkat kaki kananku ke bathtub.. lalu dia meraba kemaluanku yang gundul dan tidak ada rambutnya sama sekali..

“uhhhhhh..” aku mendesah lagi ketika jari tengah sandi menempel dibelahan mekiku.. lalu pelan – pelan jari itu menggesek pelan sampai mekiku basah sekali..

“ahhhhh..” aku mendesah sambil mengangkat dagu sandi dan aku langsung melumat bibir sandi..

Dan perlahan – lahan jari itu menerobos mekiku dengan lembutnya..

“aahhhh..” nikmat sekali yang kurasakan.. dan jari itu mengocok pelan dan menari – nari didalam mekiku..

Lendir – lendir kenikmatan perlahan menetes dari mekiku dan membasahi tangan sandi.. dan sandi tidak menghentikan kocokannya.. dia makin menggoyangkan jari tengahnya dan membuat tubuhku semakin bergetar sampai aku melepaskan ciumanku lalu mengadahkan kepalaku keatas..

“aaahhhhhh..” desahku dan sandi langsung menjilati leher diatas dadaku, lalu turun dan menjilati sekitar buah dadaku.. dan sandi langsung melumat puttingku dan mengulumnya.. aahhhhhh..

Gila.. permainannya gila banget.. dia rupanya sudah ahli melakukan hal seperti ini.. dan ga berapa lama.. aku merasakan gelombang dasyat dari dalam mekiku akan keluar..

“aaahhhhh..” rintihku.. ketika jempolnya bermain diklirotisku dan jari tengahnya terus mengocok dalam mekiku..

Gila ini kenikmatan yang sangat luar biasa.. tangannya bener – bener membuaiku dengan kenikmatan..

“aku mau keluar.. aku keluaaaarrrr.. aaaaahhhhh..” bisikku ditelinga sandi sambil memeluk rapat lehernya..

Sreeet..sreett.. sreettt.. ah.. ah.. ah.. ah.. ah.. ..

Cairan itu keluar banyak seperti air kencing dan langsung membasahi tangan sandi.. aku terus mengejang sampai lemas sambil memeluk sandi dan menikmati sensasi permainan tangan sandi.. dan dia melepaskan jarinya dari mekiku dan langsung memelukku..

“hu.. hu.. hu..” nafasku memburu dipelukan sandi dan aku langsung menggigit leher bagian samping sandi..

“iiiiiiiii…” Ucapku sambil menggigit lehernya karena gemes dengan dia..

“sudah..” bisik sandi pelan ditelingaku..

“enak aja.. hu.. hu.. hu..” ucapku dengan nafas yang memburu..

Aku lalu melepaskan pelukanku kesandi.. dan aku langsung menurunkan cdnya.. dan melepaskannya.. dan langsung batang kemaluan sandi berdiri dengan tegak dan mengacung kearahku.. gilaaa.. besar banget..

Aku lalu meraih batang itu dan mengocoknya.. keras dan besar.. itu yang kurasakan ketika aku menggenggam batang itu.. jariku serasa ga cukup untuk memegang diameter batang sandi.. waw.. ini seperti punya suamiku aja.. tapi bedanya ini keras dan berurat..

Sandi lalu menegakkan tubuhku dan meraih daguku sampai kami bertatapan, ketika aku akan mengulum batangnya..

Sandi langsung melumat bibirku lagi sambil tangannya meremas buah dadaku..

Lalu berlahan tangannya turun mengangkat kaki kananku lagi ke bathtub.. sandi lalu memegang kemaluannya untuk diarahkan ke mekiku.. dia menggesekkan pelan diluar mekiku.. lalu dengan perlahan kepala batang itu menerobos masuk mekiku..

BLESSS..

“aahhhhhh..” aku memekik pelan sambil merangkul leher sandi.. dan setelah kepala batang itu sudah masuk.. sandi menekan pelan sampai masuk kedalam mekiku..

“aauuuu.. pelan – pelan sayang.. hu.. hu.. hu..” ucapku memekik ketika sandi mulai menggoyang pinggulnya.. gila besar banget ini batang.. aku sampai sesak nafas dibuatnya..

Sandi lalu menyambar bibirku dan melumatnya.. kami berciuman sejenak.. setelah itu sandi menekan lagi batangnya sampai masuk seutuhnya..

“aahhhhhhhh..” desahku.. dan sandi langsung menarik pinggulnya kebelakang sedikit lalu menekannya kedalam lagi..

“ahhhhhhh..” aku mendangakkan kepalaku lagi keatas dan sandi mencium dadaku sambil menahan punggung belakangku..

Lalu sandi mulai menggoyangkan pinggulnya..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Bunyi ketika kelamin kami menyatu dan bertemu..

“aahhhh.. ahhhh.. ahhhh..” aku merangkul sandi lagi dan mendesah ditelinganya dan itu membuat sandi makin mempercepat goyangannya..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

“ahhhh.. ahhh.. ah….” desahku dan aku makin mengeratkan pelukanku ditubuh sandi.. sandi lalu mengangkat kedua pahaku dan dia menggendongku dengan posisi batangnya masih didalam mekikku..

Gilaaa.. kuat banget anak ini.. dia menggendongku sambil terus menggoyangkan pinggulnya..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Lalu dia berjalan dan dan menyenderkan aku diinding sambil terus menggendongku..

“aahhhhh.. ahhhh.. ahhhh..” sandi mendesah setiap dia menekan pinggulnya..

“aahhhh.. ahhh.. ahhh..” dan desahanku pun menyahutnya..

Lalu sandi menurunkan kakiku lalu melepaskan batangnya.. dan memutarkan tubuhku dengan cepat.. lalu sandi memasukkan lagi batangnya dari belakang..

BLESSS..

“aahhhhh..” aku memekik lagi sambil kedua tanganku kusandarkan di dinding yang ada dihadapanku..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sandi mengoyangkan lagi pinggulnya sambil menggapai buah dadaku dari belakang dan meremasnya..

“aahhhhh.. ahhhh.. ahhhh..” aku mendesah ketika batang itu masuk dan aku merasa batang itu terlalu dalam sampai terasa mengaduk – aduk dirahimku..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

“aku mau keluar lagi sayang.. hu.. hu.. hu..” ucapku sambil menyandarkan wajah sampingku kedinding..

“iya bu.. sandi juga mau keluar.. tahan ya..” ucapnya sambil mempercepat goyangannya..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

“aahhhhhh.. ahhhhhhhh..” desahku panjang ketika aku akan keluar

“aahhhhhh.. ahhhhhhhh..” sandi pun mendesah sambil meremas buah dadaku.. setelah itu dilepaskannya dan dia memegang pinggulku sebagai tumpuannya untuk bergoyang..

“aahhhhhh.. ahhhhhhhh..” aku mendesah lagi dan aku merasa kaki bergetar dengan hebat.. lalu

Sreeet..sreett.. sreettt.. ah.. ah.. ah.. ah.. ah.. ..

Cairanku keluar lagi dan bertepatan dengan sandi mencabut batang kemaluannya lalu memuntahkan spermanya dipunggungku..

Croott.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt..

Spermanya sangat banyak dan membasahi punggungku..

Lalu sandi memelukku.. dan mencium pipiku dari samping….

Aku lalu mengadahkan tanganku keatas dan meraih kepala belakangnya.. lalu mengecup lembut bibirnya..

CUUPPP..

Nafas kami berdua sama – sama memburu dan keringat kami bercampur dengan air dari shower tadi..

Dan setelah nafas kami tenang.. sandi melepaskan pelukannya dan kami melanjutkan mandi bersama.. aku kembali membersihkan tubuhnya dengan handuk lalu membasuhnya dengan air.. sandi pun menyabuni seluruh tubuhku dan sesekali meremas buah dadaku.. dan setelah semua darahnya aku bersihkan.. aku menyabuni tubuh sandi juga.. tapi tidak dibagian wajahnya yang luka.. lalu kami mandi lagi dibawah shower yang airnya hangat..

Setelah itu kami mengeringkan tubuh kami.. lalu kami keluar dari kamar madi dan aku menyuruhnya berbaring untuk mengobati lukanya.. aku sempat keluar dengan memakai handukku untuk menutupi tubuhku yang telanjang tadi.. dan teh panas serta kotak P3K sudah ada dimeja depan kamarku.. aku lalu membawanya masuk dan menutup pintu kamarnya lagi..

Aku membuka lagi handukku dan duduk dikasur.. lalu aku mengobati luka yang ada diwajah sandi.. mata kami sesekali bertemu dan aku mebalasnya dengan tersenyum dengan sesekali mengecup bibirnya..

Dan setelah lukanya aku perban.. sandi duduk sejenak untuk menikmati teh panas..

“tidurlah jun..” ucapku kepadanya sambil membelai rambutnya ketika dia sudah menghabiskan tehnya.. dan sandi hanya mengangguk..

Sandi lalu menarik tubuhku dan mendudukannya dipangkuannya.. dan posisi kami sekarang.. sandi duduk dipinggir kasur dan aku duduk mengangkang dipangkuannya dengan kedua kakiku menjejak diatas kasur..

Sandi langsung melumat lagi bibirku dan aku menyambutnya..

CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHH.. HMMPPP.. HEMMPPP..

Kami berciuman dengan saling memiringkan kepala dan memasukkan lidah kami.. lidah kami saling bertukar kedalam masing – masing mulut kami.. aku memegang wajahnya lalu melumat bibirnya.. dan aku menggibit bibir bawahnya lalu aku lepaskan perlahan..

Tangan nakal sandi kembali meraih belahan mekiku yang sudah mulai mengering.. dan sandi memainkan klirotisku.. gila.. ga da capeknya anak muda satu ini.. kami saling melumat dengan andi terus memainkan klirotisku sampai basah kembali..

“ahhhhh.. uuhhhhh..” ucapku mendesah..

tangan sandi terus menari – nari didalam mekiku.. sampai mebuta aku meliuk – liukkan tubuhku.. dan ketika aku sudah basah sekali.. sandi kemudian mengangkat pahaku dan mengarahkan batangnya dibelahan mekiku.. lalu sandi menurunkan perlahan tubuhku sampai batangnya masuk sepenuhnya dimekiku..

BLESSSS…

“auuwwwww..” ucapku sambil memejamkan sejenak mataku lalu membukanya lagi..

“aahhhhhh..” aku lihat sandi merintih dengan mata yang menatapku sendu.. dan sudah tidak terlihat lagi merah dimatanya..

Kami lalu saling melumat lagi dan aku menggoyangkan pelan pinggulku kedepan dan belakang..

“aahhh.. ahhhh.. hemmmppp..” kami mendesah bersama – sama.. setelah aku menggoyangkan kedepan dan belakang.. aku menghentikannya sejenak.. lalu dengan bertumpuan pada kedua kakiku.. aku mengangkat pinggulku keatas sampai sebatas setengah batang sandi lalu aku menurunkan lagi.. dan aku melakukannya lagi dengan irama yang lambat.. huupppp.. gila.. nikmat banget rasanya..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Bunyi gesekan kelamin kami yang membuatku semakin bernafsu untuk menggenjotnya.. gila.. untung aku masih sering olahraga.. jadi aku masih bisa mengimbangi nafsu anak muda satu ini..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Aku menaikkan dan menurunkan pinggulku dan maikn cepat..

“ahhh.. ahhh.. ahhh..” desah kami saling bersahutan dan itu semakin membuatku semangat menaik turunkan pinggulku..

Tapi terus terang usia tidak bisa membohongi.. tubuhku pun terasa lemas sekali..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Dan sandi membantunya dengan mengangkat bongkahan bokongku lalu menurunkannya..

“aahhh.. ahhh.. ahhh.. ahhh.. aku sudah ga kuat lagi..” ucapku dengan nafas yang berat..

Sandi kemudian berdiri sambil menggendongku lalu memutarkan tubuhnya dan meletakan tubuhku diatas kasur.. sandi lalu mengangkangkan kedua pahaku dan menggenjotnya dengan posisi berdiri dilantai..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sandi memompa dengan sangat cepat dan membuat aku menggelengkan kepala kekanan dan kekiri.. sandi kemudian memegang lututku yang tertekuk untuk dibuatnya pegangan dalam menggoyang aku..

“aahhhh.. ahhh.. ahhh.. ahhh..” aku terus mendesah.. dan keringat membasahi tubuhku lagi..

Sandi lalu mengangkat kedua kakiku dan disandarkan dipundaknya.. lalu dia berlutut dipinggir kasur lalu dia menggenjotku lagi..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

“ahhh.. ahhhh..ahhh..” sandi mendesah sambil menatap mataku..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sandi mengoyang sambil menatap kedua mataku.. keringatnya pun menetes mengenai tubuhku..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

“kakiku keram.. bisa diturunkan kakiku.. hu.. hu..hu..” ucapku

Sandi lalu menurunkan kedua kakiku yang ada dipundaknya dan dia turun dari kasur.. aku lalu menggeser tubuhku keatas sampai kakiku sepenuhnya selonjor dikasur.. dan sandi naik lagi kekasur lalu membuka kedua pahaku dan memasukkan lagi batangnya kemekiku..

BLESSS..

“aahhhh..” ucapku.. gila tenaga anak ini sangat luar biasa..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sandi mengoyangkan lagi pinggulnya dan kali ini dia bisa melumat bibirku dengan leluasa..

CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHH.. HMMPPP.. HEMMPPP..

Bibir kamu saling melumat dan sandi menyelingi dengan remasan – remasan lembut didadaku..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sandi mempercepat pompaannya terhadap mekiku dan itu membuat aku mau mencapai klimaks lagi..

“aahhh.. ahhh.. ahhh.. ahhh..” desah kami bersautan..

PLOK.. PLOK.. PLOK..

Dan pinggul sandi semakin cepat memaju mundurkan batangnya didalam mekiku..

“aahhhh.. ahhhh.. ahhhh.. ahhh.. aku mau keluar lagi jun.. aahhhhh..” rintihku setelah melepaskan ciuman kami dan aku langsung menggelengkan kepalaku..

“aahhh.. ahhh.. ahhh..” sandi mendesah lalu dia mencabut batang kemaluannya dan bertepatan dengan cairan yang keluar dari mekiku dengan deras..

Sreeet..sreett.. sreettt.. ah.. ah.. ah.. ah.. ah..

Croott.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt.. crottt..

Sperma sandi keluar diatas perutku yang masih terlihat rata diusiaku yang sudah tidak muda lagi ini..

Dan sandi pun tetap diatasku dengan bertumpuan pada kedua tangannya.. kami sama – sama mengatur nafas kami.. lalu..

CUUPPP..

Sandi mengecup pelan bibirku.. lalu dia merebahkan dirinya disampingku..

Hu.. hu.. hu.. hu..

Suara nafas kami terdengar memecahkan keheningan malam ini.. dan kami sama – sama masih terdiam sambil menatap langit – langit kamar ini..

[table id=AdsTbet /]

[POV Sandi]

Assuuuu.. bajingannn.. aku sudah meniduri mantan ayahku.. bangsaaattt..

Aku hanya bisa berdiam diri sambil menatap langit – langit kamar ini dan bu damayanti disebelahku pun terdiam.. dan setelah nafasku tenang.. aku lalu berdiri dan mencari celanaku..

“cdmu basah jun.. jadi kamu cari aja cd dilemari.. itu ada cd baru disana..” ucap bu damayanti dan dia tetap tidur.. mungkin dia masih menikmati sisa kenikmatan yang mengalir ditubuhnya..

Aku berjalan menuju lemari dan membukanya.. lalu mencari cd yang dimaksud bu damayanti tadi dan aku memakainya..

Setelah itu aku meraih celanaku untuk mencari rokokku lalu aku duduk dikursi dan membakar rokokku..

“kamu marah ya sama ibu jun..?” ucap bu damayanti sambil memiringkan tubuhnya dan menatapku yang duduk dikursi tidak jauh darinya..

“mau marah gimana bu..? kita sama – sama melakukannya dengan sadar kok..” jawabku dengan santainya..

“aku kira kamu akan marah seperti waktu kamu mengetahui kalau gaby itu mantannya randi..” jawab ibu damayanti lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi..

Bajingann.. kenapa dia manyamakan kejadian ini dengan aku yang meniduri gaby..? ya jelas bedalah.. gaby itu kan kekasih mas rendi, dan merekakan waktu itu ada kesempatan untuk balikan.. kalau bu damayanti..? dia mantan ayahku dan ga mungkin ada rencana mau balik..? atau..? waaaahhhh.. jangan berpikiran macam – macam.. mau ibuku mengamuk.. bisa perang dunia ketiga kalau sampai ayahku berniat poligami..

“terus kenapa kamu diam saja dari tadi..? kamu bukan sandi yang ibu kenal..” ucapnya ketika keluar kamar mandi dan membalutkan handuk ketubuhnya..

Lalu bu damayanti mencari sesuatu ditasnya dan mengeluarkannya..

Cuukkk.. dia mau rokokan..? bajingaannn.. aku terkejut ketika dia mengeluarkan rokok mentol dari dalam tasnya dan dia langsung duduk dikursi dekatku.. dan ketika dia mengeluarkan sebatang rokoknya dan akan membakarnya..

“jangan sebatang may.. langsung aja tiga batang..” ucapku dan kali ini aku memanggil namanya may.. bukan bu damayanti lagi.. sambil meliriknya dengan tajam..

Aku itu orang yang paling ga suka melihat wanita yang dekat denganku itu merokok.. seperti ada yang mengganjal saja dipandanganku..

Dan diapun terkejut ketika aku memanggil namanya saja sambil meliriknya tajam..

“kamu seperti ayahmu..” ucapnya lalu memasukan rokoknya lagi kedalam bungkusnya dan memasukan kedalam tasnya..

“kalau ga suka ditegur ya sudah..” ucapku dengan santainya sambil aku menghisap rokokku.. assuu to.. aku melarang orang lain rokokkan, sedangkan aku sebal sebul dihadapannya..

“kamu ya jun..” ucapnya sambil melirikku dengan sinis..

Lalu kami berdiam diri lagi dengan lamunan masing – masing..

 

(“bang hehehehehe..” ucap jago dibalik sempak..)

(“kenapa..? sudah puas kamu..?”)

(“belum bang.. nambah sekali lagi boleh ga..?”)

(“assuuu.. ga ada terimakasihnya kamu itu go..? sudah dua kali crot juga, masih minta nambah..”)

(“hahahahaha.. setengah baya ternyata gurih juga ya bang..”)

(“kok kamu senang betul kelihatannya go..?”)

(“ngga bang.. aku lagi bayangin aja.. itu tukang coli pasti lagi meleleh lendirnya dikepala ‘cacing kreminya’… hahahahahaha..”)

(“assuu kamu go..”)

(“terus mereka langsung coli sambil nyebut namaku.. jago bangsat.. bajingan.. assuuu.. jiancookk.. menang banyak kamu go.. habis itu muncrat.. terus baca lagi.. terus coli lagi.. hahahahaha..”)

(“cuuukk.. bajingan kamu go…”)

(“hahahaha.. pasukan coli.. lanjutkan colimu.. jangan tumbang sebelum sperma berhamburan.. assuuuu.. hahahahaha..”)

 

Dan setelah rokokku habis.. bu damayanti lalu berdiri dan mendatangi aku..

“tidur yo jun..” ucapnya sambil mengelus kepalaku..

Aku lalu menoleh dan menatap wajahnya yang sayu.. lalu aku berdiri dan menggendongnya dengan kedua tanganku..

[table id=AdsTbet /]

(“bang nambah lagi nih..?” ucap jago dengan semangatnya..)

(“taik kamu go..”)

(“hahahahahahaha..”)

 

Ibu damayanti yang ada digendonganku memelukku dan setelah sampai dikasur aku meletakannya dengan perlahan.. lalu aku kecup keningnya..

CUUPPP..

Setelah itu aku tidur disampingnya.. dan bu damayanti melepas handuknya dan bertelanjang bulat lagi disampingku.. setelah itu ibu damayanti menyandarkan kepalanya didadaku.. dan aku mengelus kepalanya dengan lembut..

“maaf ya bu kalau kata – kata ku tadi kasar..” ucapku sambil terus membelainya..

“ngga pa – pa.. aku tau itu semua demi kebaikanku..” ucapnya pelan.. dan aku merasa dadanya bergetar..

Cuuukk bu damayanti nangis..? assuuuu.. kenapa lagi dia..? apa aku menyakitinya..? atau jangan – jangan dia ingat sama ayahku ya..?

“kenapa bu..?” tanyaku singkat..

“ga pa – pa jun.. hikss.. hikss,..” ucapnya dan kali ini air matanya tidak bisa terbendung..

Aku lalu mengangkat wajahnya sampai bertatapan dengan mataku..

“maafkan kalau aku membuka kenangan lama ibu..” ucapku sambil menghapus air matanya..

“harusnya aku yang meminta maaf.. karena aku ngajak kamu melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan..” ucapnya dengan air mata yang terus mengalir..

“jadi ibu menyesal melakukannya dengan aku..” ucapku sambil tersenyum dan menggodanya..

“gila kamu ya.. masih sempat – sempatnya senyum disaat seperti ini..” ucapnya lalu menunduk karena malu..

“bu.. kita melakukan ini dengan sadar dan tanpa ada paksaan.. jadi hentikan air mata ibu atau aku akan buat ibu mendesah lagi malam ini..” ucapku sambil memainkan alisku..

“iihhhh..” ucapnya sambil mencubit pipiku..

“kita tidur yo bu..” ucapku lagi.. dan bu damayanti lalu menyandarkan lagi kepalanya didadaku.. lalu kami diam lagi sejenak..

“jun setelah ini, kamu masih berburu..?” tanya bu damayanti kepadaku..

“ya bu.. aku akan terus memburu mereka sampai ke akarnya..” ucapku dengan santainya..

“hati – hati jun.. musuhmu kali ini lumayan berat..” ucapnya sambil mengelus dadaku.. cuukkk ini diluar perkiraanku.. aku kira dia akan marah ketika tadi menjemputku didepan gedung bioskop tua.. ternyata tidak.. dan aku kira dia akan mengomel masalah mery, ternyata tidak juga.. malah dia memberikan aku kehangatan yang tidak aku duga dan dia juga tidak marah ketika aku akan memburu iblis yang lain..

“iya bu..” ucapku singkat.. lalu aku mengecup rambutnya dengan lembut..

“dah bu.. kita tidur aja yo..” ucapku lagi.. dan kami pun menghentikan pembicaraan kami..

Kami lalu sama – sama diam dan ga lama aku mendengar dengkuran halus keluar dari bibir bu damayanti..

Aku lalu melihat jam didinding.. jam tiga subuh.. aku lalu memejamkan mataku sejenak..

Dan aku terbangun ketika jam lima subuh.. cuukkk.. cepat banget sih.. padahal aku mau istirahat lagi.. aku lalu menggeser tubuh bu damayanti yang berada didadaku dengan pelan.. setelah itu aku memasangkan selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya..

Kemudian aku bangkit dan memakai pakaianku dan tidak lupa aku memakai jaketku.. setelah aku siap.. aku lalu mendatangi bu damayanti yang tertidur pulas.. aku lalu mengecup pelan keningnya..

CUUUPPPP..

“terimakasih bu..” ucapku pelan.. lalu aku keluar kamar dan membuka pintunya pelan sekali.. setelah itu aku menutupnya dan ketika aku akan melangkah kan kakiku kepintu luar..

“ternyata kelakuan ayah dan anak ga jauh beda..” ucap seseorang wanita yang mengejutkanku.. dia berdiri dan bersandar didinding, dengan kaki kiri diangkat dan ditekuknya kebelakang sampai menempel dinding sambil menghisap rokok mentol dengan tangan kanannya.. assuuu.. kok dia ada disini sih..? bajingaannn..

[table id=AdsLapakPk /]


Jenny Kusuma

“maksudnya apa bu..” ucapku sambil menatapnya dan aku menghentikan langkahku.. dan dia adalah dosen struktur baja yang cantik dan judes.. bu jenny kusuma..

“dasar playboy cap kecoa.. masih aja nanya..” ucapnya dengan santai lalu menghisap dalam – dalam rokok mentolnya..

“kalau obrolannya ga jelas mending aku pergi aja..” ucapku lalu berbalik.. dan ketika aku akan melangkahkan kakiku..

“kamu memang play boy kan..? kamu sudah meniduri kakakku yang sudah bersuami.. dan kamu juga punya banyak wanita dikampus..” ucapnya.. aku lalu berbalik dan melihat wajahnya dengan santai dan kali ini dia memandangku dengan sinis..

“kamu punya wanita selingkuhan yang kerja dikantorankan..? siapa itu namanya..? mery ya.. kamu menciumnya dengan mesra disebuah café.. terus kamu juga punya pacar yang berjilbab namanya ayu.. terus kamu juga TTMan dengan teman satu jurusanmu bernama lia.. dan yang lebih gilanya kamu meniduri mantan sahabatmu.. amel dan gaby.. upssss.. aku terlalu jujur ya..” ucap bu jenny dengan santainya lalu membuka matanya dengan lebar sambil memiringkan kepalanya sedikit..

Bangsat.. tambah lagi satu wanita misterius disekitarku.. assuuu.. bagaimana dia tau semua tentang aku dan wanita – wanitaku.. bajingan..

“terus apa hubungannya kelakuanku dengan ibu..? ibu merasa terganggu..?” ucapku dengan santainya sambil mengelurkan rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya pelan..

“memang kalau sudah turunan itu susah ya.. anak dan ayah sama aja.. sama – sama preman pejuh..” ucap bu jenny dengan sinisnya..

Kurang ajar juga dosen satu ini.. maksudnya apa nih..? kok dia bawa – bawa nama ayahku segala..? dia boleh menghinaku tapi jangan menghina orang tuaku.. aku ga akan tinggal diam..

 

(“selesaikan masalahmu dengan kepala dingin.. dan jangan mau dikontrol oleh emosimu..” sebuah bisikan dari hatiku yang paling dalam..)

(“okeeee.. aku akan tenang.. bajingaaannn..”)

[table id=AdsKaisar /]

“susah ya ngomong sama wanita yang sudah patah hati itu..” ucapku dengan santainya lalu menghisap rokokku dalam – dalam..

“hei.. jangan sok tau ya..” ucapnya sambil emosi kepadaku.. dan dia berdiri dengan tegaknya..

“dengar ya bu.. hanya wanita yang hatinya pernah dikecewakan oleh pujaan hatinya saja, yang berani berbicara seperti ibu barusan.. dan saya bisa menyimpulkan kalau ayahku telah mematahkan hati ibu ini, sampai ibu bisa menjadi wanita yang angkuh dan sok seperti ini..” ucapku dengan pelan dan penekanan yang keras sambil aku mendekatkan wajahku ke wajahnya..

“berani – beraninya kamu bilang begitu..? ingat.. kamu itu mahasiswaku.. dan aku bisa memberimu nilai E pada mata kuliahku dan aku menjamin.. kamu akan menjadi mahasiswa abadi dikampus teknik kita tercinta..” ucapnya emosi sambil mengancamku dan menunjuk wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya..

“ibu mau ancam saya..? silahkan.. saya bisa berbuat apapun dan saya masih bisa melakukan pekerjaan apapun tanpa selembar ijazah dari kampus teknik kita.. paham..” ucapku dan kembali aku mendeketkan lagi wajahku ke wajahnya..

“jangan main – main dengan saya kamu sandi..” ucapnya dengan mata yang melotot dan bibir yang bergetar.. karena dekatnya wajah kami.. nafasnya pun sampai tercium dihidungku.. dan aku hanya tersenyum melihatnya semakin emosi.. lalu..

CUUUPPPP..

Aku mengecup bibirnya yang seksi dan sadis itu.. lalu aku berbalik meninggalkan dia dengan wajahnya yang memerah…

“bangsatttt..!!!.. playboy cap kecoa… preman pejuh.. berani – beraninya kamu kecup bibirku.. kurang ajar..” ucapnya dengan penuh emosi..

Aku tetap cuek dan berjalan kearah pintu.. dan ketika aku akan keluar rumah.. aku lalu berbalik..

“semakin ibu judes dengan saya dan semakin ibu marah.. ibu ga akan bisa melupakan ayahku.. dan bisa aja ibu malah jatuh cinta ke anaknya..” ucapku dengan santai dan tersenyum lalu aku menghisap rokokku dalam – dalam lalu mengeluarkan asapnya perlahan..

“oh iya bu.. bibir ibu lumayan manis.. kapan – kapan bisa kan kita ciuman lagi..? dan aku menjamin.. bukan aku yang memulainya.. tapi ibu sendiri yang akan menciumku..” ucapku lalu berbalik meninggalkannya ibu jenny yang sudah emosi menggila..

Assuuu.. dalam semalam dapat kecupan bibir dari kakak dan adek.. bajingaaann.. kelihatannya bisa ini jadi target selanjutnya.. hehehehe…

“laki – laki bangsaaattttt..” teriaknya dari dalam rumah.. dan aku tetap berjalan keluar rumah dan aku memasang jumperku ku lagi dikepala..

#Cuuukkkk.. sekarang waktu memburu iblis selanjutnya.. bangsaattt..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 67 | Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 67 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 66 ) | ( Part 68 ) Selanjutnya