. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 64 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 64

0
388

Bagian 2 Part 64 – Kelengahanku


Sandi Purnama

Kirana Ayu  

Emery

Gaby

“jadi gimana sat..?” tanyaku kepada satria dan sekarang kami ada dikantin kampus bersama aldo dan ilham..

“assuuu kamu nyo.. aku sudah bisa menebak, kamu pasti akan cari informasi ini ke aku setelah pertempuran kita di black house seminggu yang lalu…” ucap satria lalu menghisap rokoknya pelan..

“dan kamu pasti sudah dapat informasinya kan..?” ucapku lalu aku membakar rokokku dan menghisapnya perlahan..

“cuukk.. kok sampean nafsu banget mau habisin mereka sih mas..?” tanya ilham kepadaku..

“aku cuma mau cari info aja ham.. dan sepertinya iblis hitam ini musuh yang lebih berat daripada aliansi selatan..” ucapku dengan santainya..

“berat gimana mas..? aliansi selatan itu kumpulan bajingan jalanan yang terlatih loh.. isinya mafia kelas kakap dan mereka itu mempunyai jaringan seperti punya mbah jati.. sedangkan iblis hitam ini kan cuma kumpulan anak – anak kuliah dikota ini.. kok malah lebih berat iblis hitam sih..? ga jelas sampean itu mas.. sampean sehat..?” ucap ilham lalu menyeruput kopinya…

“aliansi selatan itu musuh yang nyata ham.. kita bisa dengan mudah mencari siapa anggota mereka, lalu menyerang markas mereka.. sedangkan iblis hitam ini musuh yang tidak nyata.. kita ga tau dimana mereka dan kita ga tau siapa aja anggota mereka.. dan mereka pasti kumpulan orang – orang yang tidak hanya mengandalkan otot tapi otak..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“apa iya seperti itu..?” tanya ilham dengan herannya.. sementara aldo hanya menyimak pembicaraan kami..

“betul apa yang dikatakan sinyo ini ham.. mereka seperti iblis yang berkeliaran dimana – mana.. dan sebenarnya mereka ga ada hubungannya dengan black house.. mereka itu kumpulan yang terpisah dari kampus kuru dan anggotanya bukan dari kampus kuru aja.. tapi dari seluruh kampus yang ada dikota ini dan mereka semua pastinya bajingan..” ucap satria..

“tapi kenapa sampean harus cari iblis hitam mas..? kalau memang tidak ada hubungannya dengan black house, buat apa kita mencari masalah dengan mereka..” tanya ilham yang masih bingung dan dia menatapku dengan herannya..

“kamu tau orang yang dibantai terakhir sama masmu yang gila ini, waktu diblack house kemarin ham..?” tanya satria

“zaky kan..?” ucap ilham dengan santainya lalu melihat satria..

“betul.. zaky itu salah satu pentolan iblis hitam.. dan kamu pasti tau imbasnya seperti apa kan..?” ucap satria sambil menghisap rokokknya..

“sek.. sek.. rodo mumet aku iki sat.. (ntar.. ntar.. aku masih bingung ini sat..) katanya iblis hitam ini bagian terpisah dari black house, dan mereka kumpulan bajingan yang kuliah dikota ini..? berarti ada dong anggotanya dikampus teknik kita..? dan kenapa kalau memang kumpulan bajingan yang kuliah dikota ini, lek pandu kok ga bergabung didalamnya.. terus kenapa selama ini mereka ga pernah bermasalah dengan pondok merah..? padahal zaky kan kos diblack house dan itu pasti dulunya sering bertempur dengan pondok merah.. kenapa iblis hitam ga pernah bertindak dan kenapa baru sekarang mereka akan bertindak..?” tanya ilham panjang kali lebar..

“jawabannya satu.. mas pandu..” ucap satria singkat..

“assuuu kamu sat.. aku tanya nya panjang dijawabnya singkat.. tambah bingung aku cookkk..” ucap ilham mengomel…

“factor mas pandu ham maksudnya satria itu.. iblis hitam itu termasuk sayap kiri aliansi selatan.. dan mereka sudah coba merangkul mas pandu.. tapi kamu pasti tau kan.. mas pandu pasti ga akan mau bergabung.. karena mas pandu itu termasuk keluarga jati yang bersebrangan dengan aliansi selatan.. dan mereka juga ga berani masuk kekampus teknik kita.. karena lagi – lagi factor mas pandu.. kenapa mereka ga berani ikut campur perseteruan black house dan pondok merah.. jawabannya sama karena mas pandu.. dan kenapa sekarang mereka baru mau bergerak ikut campur masalah pondok merah dan black house.. lagi lagi jawabannya mas pandu.. karena mas pandu sudah keluar dari pondok merah.. dan sekarang mereka seperti punya angin untuk memasuki kampus teknik kita supaya menjadi bagian dari mereka.. dan mereka juga pasti akan balas dendam karena zaky telah dibuat sekarat sama masmu yang gila ini.. paham..” ucap aldo menjelaskan ke ilham lalu melirikku.. cukkk.. aldo dari tadi diam, sekali bicara langsung tumpah kemana – mana.. bajingaann..

“asssuuu.. berarti selama ini lek pandu juru kunci kampus ini do..? dan sekarang mas rendi menggantikan lek pandu sebagai penyeimbang kehidupan bawah tanah kampus teknik kita yang keras banget itu..? cuukkk.. berat banget tanggung jawab mas rendi..” ucap ilham lalu membakar rokoknya dan menghisapnya perlahan..

“ga berat kalau kita bersatu mendukung mas rendi ham.. siapa yang berani mengusik ketenangan keluarga pondok merah, kita selesaikan..” kata satria dengan cueknya..

“cookkk.. kalau itu ga usah diomongin.. aku berdiri digaris yang paling depan.. hehehe..” kata ilham sambil tersenyum..

“dan kita bertanggung jawab terhadap penyerangan yang telah kita buat kemarin ham.. tepatnya sih bukan kita, tapi aku.. walaupun sebenarnya tanpa membuat penyeranganpun, kampus kita tetap menjadi incaran iblis hitam dan preman – preman yang bersebrangan dengan keluarga jati dikota ini..” ucapku..

“kenapa bisa begitu mas..? kenapa kampus kita jadi incaran banyak orang..?” tanya ilham lagi..

“karena dengan menguasai kampus teknik kita.. mereka akan lebih mudah menguasai dan mengontrol semua jaringan – jaringan bisnis gelap dikota ini.. dan orang yang bisa menguasai kampus teknik kita, berarti dia akan menjadi salah satu bajingan yang disegani di kota ini.. bahkan dibeberapa kota sekitar..” ucapku..

“cuukkk.. mengerikan sekali ya.. aku kira dengan kuliah dikampus ini aja kita sudah cukup disegani oleh kampus lain dan ga ada yang berani macam – macam dengan kita.. terus ditambah kita termasuk keluarga besar pondok merah, tambah membuat aku yakin kita akan tambah disegani oleh semua orang dikota ini.. ternyata , semua jauh dari pikiranku.. aku mengiranya kita tinggal melanjutkan kedigdayaan senior kita dengan bersantai ria dan bersenang – senang.. bukannya menghadapi ancaman yang begitu besar didepan mata.. assuuu..” ucap ilham lalu menggelang kepalanya..

“siapa bilang kita ga bisa bersenang – senang ham..? justru ini adalah kesenangan yang aku, kamu, aldo, sinyo dan semua keluarga pondok merah cari dibawah komando mas rendi.. kita akan bersenang – senang dengan orang – orang yang mengira kita lemah setelah kepergian mas pandu, mas arief dan mas adam… kita nikmati aja gesekan – gesekan yang akan terjadi.. dan kita buktikan pada mereka.. generasi pondok merah sekarang lebih buas daripada generasi tiga singa tua yang menggila dijamannya..” ucap satria dengan dinginnya..

“assuuu.. aku suka perkataanmu cuukkk.. dan aku suka bersenang – senang..hehehe..” kata ilham sambil tersenyum dingin…

“jadi gimana sat.. apa info yang kamu dapat..” ucapku bertanya lagi ke satria..

“hiiiuuffffftt.. huuuuu..” satria menarik nafasnya pelan lalu mengeluarkannya perlahan..

“iblis hitam ini mempunyai anggota yang lumayan banyak yang tersebar diberbagai kampus kota ini.. dan pasti masih aktif sebagai mahasiswa…. walaupun sebagian kecil mereka sudah tua sih sebenarnya.. mereka ini mempunyai tujuh orang pasukan khusus.. mereka penyebutnya ‘seven devils’ dan kita baru mengenal satu orang saja, yaitu zaky.. sisanya kita harus cari… dan menururt info yang kudapat, iblis hitam ini dipimpin oleh seorang ketua yang berjuluk ‘black’.. orang yang paling paling misterius, sadis dan bertangan dingin.. tidak ada seorangpun yang tau siapa itu ‘black’ kecuali ‘seven devils..’”

“dan yang perlu diperhatikan adalah cara mereka dalam menyelesaikan musuhnya yang terkenal kejam dan sadis.. dan misalnya mereka punya target seseorang.. mereka akan menganggu orang – orang yang ada disekitarnya untuk melemahkan target.. baru setelah itu menghabisi targetnya.. nyawa seperti tidak ada harganya bagi mereka..”

“cuukkk.. sadis ini.. bajingaaannn.. ” ucap ilham dengan tatapan yang seperti sedang memikirkan sesuatu..

“tapi gimana caranya kita menemukan mereka.. sedangkan yang kita tau cuman satu orang saja yaitu zaky.. dan setelah dia sekarat kemarin.. kita ga tau dimana dia sekarang..” ucap ilham lagi lalu menghisap rokokknya..

“ada petunjuk ga sat..?” tanyaku..

“belum nyo.. aku masih mencari info tentang itu..” ucap satria lalu terdiam..

“hemm begitu yaa..? berarti aku bisa membuat kesimpulan sementara tentang iblis hitam dong ini..?” kata aldo dengan santainya..

“assuuu.. kayak buat laporan praktikum aja kamu do.. pakai bab kesimpulan aja.. hehehehe..” kata ilham lalu tertawa.. dan aldo hanya tersenyum saja..

“apa kesimpulannya do..?” tanya satria..

“iblis hitam adalah kelompok sayap kiri dari aliansi selatan.. tapi kenapa kemarin dia ga terlibat dengan pertempuran kita yang bergabung dengan kelompok mbah jati dengan aliansi selatan..? ada dua kemungkinan.. kemungkinan pertama mungkin mereka cari aman.. mereka ga mau berurusan dengan mas pandu yang masih melenggang bebas dikota ini.. atau, kemungkinan kedua mereka ga mau terlibat karena ada rencana lain yang dipersiapkan untuk rencana yang lebih besar kalau sampai aliansi selatan tumbang..” ucap aldo dengan santainya..

“cuukkk.. kalau memang ada rencana besar dibalik itu, kenapa pakde irawan sampai turun juga pada pertempuran kemarin..? padahal beliau kan sudah lama menghilang dari pulau ini.. emang pakde irawan ga bisa membaca strategi lawannya gitu..?” tanya ilham ke aldo sambil melirikku..

“ayahku ga segegabah yang kamu kira ham.. beliau mungkin ada alasan lain untuk turun pada pertempuran kemarin itu.. beliau ahli strategi yang handal menurutku.. dan aku setuju dengan ulasan aldo barusan.. aliansi selatan dan iblis hitam itu, hanya pion.. pasti ada kekuatan besar dibelakangnya yang menggerakan..” ucapku lalu menghisap rokokku..

“pion..? ga salah mas..? aliansi selatan ini lumayan besar loh mas.. dia ini musuh keluarga kita yang tangguh loh..” ucap ilham dengan kebingungannya..

“kamu ingat dengan pertempuran kita digudang ketiga ham..? waktu ayahku berduel dengan cak herman..?” tanyaku ke ilham..

“ingat lah mas.. pakde irawan menggila seperti itu kok.. bagai mana aku bisa lupa.. itu pertama kalinya aku lihat pakde irawan bantai musuhnya.. sadis memang pak de itu..” ucap ilham..

“cak herman bisa ditumbangkan dengan mudah kan oleh ayahku..? padahal kalau dipikir dia itu pimpinan aliansi selatan loh.. masa dia ga bisa kasih perlawanan ke ayahku..? walaupun kita taulah emang ayahku gila kalau sudah berkelahi.. tapi sekelas ketua aliansi selatan loh ya.. kok sepertinya lemah banget gitu loh..” ucapku..

“lemah kalau berhadapan dengan pakde irawan.. coba lawan kita.. bisa hancur lebur juga kita mas.. hehehe..” kata ilham lalu tersenyum dengan sinisnya..

“ga gitu juga kali ham.. memang cak herman kuat.. tapi cobalah kita berpikir.. selemah – lemahnya ketua aliansi selatan yang sangat ditakuti itu.. pasti bisa lah kasih perlawanan sedikit pada malam itu.. paling nggak bibir ayahku berdarah lah.. ini kan ga sama sekali.. wajah ayahku mulus dan tidak tersentuh sedikitpun oleh serangan cak herman yang katanya paling sadis diantara aliansi selatan..” ucapku mencoba menjelaskan ke ilham tapi ilham masih tidak bisa menerima penjelasanku..

“jadi maksud sampean pakde irawan disuruh tumbang dulu gitu mas..?” tanya ilham dengan cueknya..

“assuu.. susah memang ngomong sama manusia satu ini..” ucapku sambil menggelengkan kepalaku.. dan ilham hanya tersenyum kecut saja..

“sudah lah ga usah berdebat.. aku lanjut lagi kesimpulannya ya..” ucap aldo sambil menatap kami semua.. dan kami hanya menganggukkan kepala..

“jadi menurutku.. pion – pion ini pasti ada ‘king’ dibelakangnya.. sebenarnya bisa aja ‘king’ ini melanjutkan lagi serangannya setelah aliansi selatan tumbang.. tapi mereka mungkin menunggu waktu yang tepat.. dan ‘king’ ini pasti mengincar kampus kita juga.. ada kuntungan yang sangat luar biasa bila dia bisa menguasai kampus kita ini.. dan sekarang mungkin waktu yang tepat bagi mereka bergerak lagi setelah kepergian tiga singa tua.. dan ‘king’ kali ini memajukan iblis hitam untuk melawan kita..” ucap aldo lalu menyeruput kopinya..

“satu lagi aku tambahin.. kenapa om irawan turun..? mungkin dia ingin memberi peringatan kepada mereka, supaya jangan menyentuh keluarga jati.. karena beliau masih ada dan beliau akan menghabisi siapapun orang yang berurusan dengan keluarga jati.. apalagi kemarin masmu ini ikut pertempuran ham.. mana ada ayah yang membiarkan anaknya bertarung sendiri..” ucap aldo lagi ke ilham lalu melirikku..

“bangsattt.. berarti tugasku nambah lagi ini.. belum kelar cari informasi tentang iblis hitam.. sekarang sudah ada ‘king’ yang ikut bermain..” ucap satria..

“kalau masalah ‘king’ kita ga usah ikut campur.. itu urusan keluarga jati.. mereka pasti sudah membaca ini.. yang perlu kita selesaikan sekarang itu iblis hitam aja dulu.. kita habisi mereka sampai akarnya..” ucapku..

“iya.. setelah kita habisi iblis hitam.. aku yakin ‘king’ akan menampakan kekuatannya.. karena pion – pionnya sudah kita habiskan..” sambut aldo..

“gimana kita mau habiskan iblis hitam, kalau informasi tentang mereka aja masih kurang..” kata ilham sambil melirik satria..

“kalau masalah itu.. aku yakin, satria pasti akan dapat informasinya secepat mungkin.. gimana sat..?” ucapku ke satria..

“assuuu..” ucap satria dengan santainya.. dan kami pun menikmati minuman digelas masing – masing..

“satu lagi yang aku pikir.. kenapa mereka takut sekali dengan lek pandu..? dan tidak berani mengusik kampus ini dan pondok merah selama lek pandu ada disini..? apa karena lek pandu termasuk keluarga jati..? kalau itu yang jadi alasan, harusnya mereka sekarang lebih takut lagi dong.. karena disini ada anak pakde irawan bahkan cucu pertama dan cucu kesayangan dari mbah jati, mas sandi purnama irawan.. belum lagi disini ada aku.. ilham kurnia aji, salah satu cucu mbah jati yang paling hebat.. hehehehe..” kata ilham lalu tertawa meremehkan..

“assuuu..” maki aldo dan satria bersamaan.. dan aku hanya tersenyum aja mendengar omongan dari sepupuku yang otaknya memang geser ini..

“mungkin factor pengalaman dan jam terbang ham.. mas pandu kan sudah tinggi jam terbangnya.. dan pasti sudah banyak makan asam garam dikampus teknik kita dan dunia bawah tanah kota ini.. sampai lulusnya aja kadaluarsa.. hehehe..”

“sedangkan aku dan kamu itu mungkin penilaian mereka bau kencur dan kurang pengalaman.. jadi mudah untuk disingkirkan..” ucapku..

“assuu.. mereka belum tau aja kekuatanku sesungguhnya.. nanti kalau aku sudah berubah jadi hulk, baru mereka paham siapa itu ilham sebenarnya.. hehehehehe..” kata ilham lalu tersenyum yang dibuatnya seimut mungkin..

“guatelllll..” maki surya dan satria…

Dan ga berapa lama.. kami melihat segerombolan senior – senior kampus ini berjalan kearah kantin.. dan didepannya berjalan dua orang beriringan, alex dan panjul.. dua orang yang pernah aku robohkan dulu, dan dua orang yang punya ambisi untuk melambungkan namanya dikampus teknik kita.. tapi selalu gagal, karena masih ada kos pondok merah..

Mereka berjalan dengan tatapan tajam dan mereka berjumlah puluhan orang.. dan rata – rata mereka bajingan dikampus ini.. aku, satria, ilham dan aldo langsung menghentikan obrolan kami dan kami pun menatap gerombolan mereka.. dan ketika mereka sudah didekat kami.. terlihat wajah – wajah yang menatap dengan tidak bersahabat.. lalu mereka semua masuk kedalam kantin dan duduk ditengah ruangan kantin secara berkelompok.. assuuu..

“kelihatannya efek keluarnya tiga singa tua berimbas juga dalam kampus kita..” kata aldo dan masih menatap gerombolan yang duduk tidak jauh dari kami..

“mereka kelihatannya ingin menunjukkan kekuatannya mas..” kata ilham kepadaku..

“kalau urusan mereka ini ga perlu mas rendi dan yang lain turun tangan.. cukup kita aja.. hehehehe..” kata satria lalu tersenyum dengan bengisnya… ya wajar aja sih satria bicara seperti itu.. diakan pernah meng KO alex juga..

Dan aku hanya diam saja sambil menikmati rokokku tanpa melihat gerombolan senior – senior kami yang duduk ditengah ruangan kantin itu..

“sepertinya aku mencium aroma pertempuran ditempat ini..” ucap surya yang baru datang sambil bergaya mengendus seperti anjing pelacak..

“kamu memang peliharaanku yang pintar sur..” sahut yuda disebelahnya..

“cuukkk.. kamu kira aku guk.. guk..? bajingan kamu yud..” ucap surya lalu duduk disebelah aldo..

“hahahahaha.. assuuu..” kami tertawa lalu memaki bersama.. dan ketika kami tertawa.. gerombolan senior – senior bajingan itu melirik kami dengan sinisnya..

“gukk.. guukk..” sahut surya dengan refleknya…

“hahahaha..” dan kamipun tertawa lagi..

“kalian mau berantem lagi..?” tiba – tiba suara ayu terdengar dibelakangku..

Assuuu.. kok ayu kesini sih..? bukannya ayu masih marah sama aku..? dan aku juga ga ada menghubungi ayu selama seminggu ini.. aku memang mencoba menghindarinya..

“eh ada dek ayu.. hehehehehe..” surya langsung tersenyum malu – malu..

“berantem aja terus ya..” ucap ayu ke teman – temanku lalu melirikku dan langsung duduk disebelahku.. dan teman – temanku langsung saling berpandangan dan mereka langsung diam..

Dan aku juga diam aja ketika ayu duduk disebelahku..

Ayupun langsung meraih gelas estehku dan meminumnya.. setelah itu dia meletakkan gelasnya lagi dihadapanku dan meraih hpnya lalu asyik bermain dengan hpnya.. asuuu.. maksudnya apa coba kalau begini..?

“aku mau pesan minum lagi ah..” kata ilham lalu berdiri dan berjalan kearah meja ibu kantin.. ilham melewati gerombolan senior – senior kami yang dipimpin oleh alex dan panjul tadi..

“ada seorang maba bercodet yang mau jadi preman dikampus ini.. hahahahaha..” ucap seseorang senior yang ada digerombolan itu ketika ilham melewati mereka.. dan itu langsung membuat ilham berhenti dan langsung menatap orang yang berbicara tersebut..

“bangsat.. maksudmu apa..? kamu mau duel sama aku..?” ucap ilham sambil menunjuk orang itu.. dan langsung membuat semua senior bajingan itu berdiri dan bersiap untuk menyerang ilham.. aldo, surya, yuda dan satria langsung berdiri juga, dan bersiap akan menyerang para senior kami itu..

Ayu yang ada disebelahku, melihat gelagat tidak mengenakkan itu.. langsung meletakkan hpnya dan memegang tanganku dan menahanku supaya tidak ikut berdiri dan membuat keributan.. cuukkk.. ini nih.. kalau ada wanita disebelah kita, pasti kita ga bisa berbuat semaunya.. bajingaannn..

“ham.. sini de..” panggilku ke ilham.. dan ilham langsung menatapku sambil menampakkan wajah kalau dia tidak terima dan ingin berduel dengan bajingan yang menghinanya tadi..

Dan susana tegang langsung menyelimuti suasana kantin ini.. senior – senior itu cuman melirikku tanpa berani bertindak lebih jauh ke ilham.. dan teman – temanku pun menahan diri karena aku masih duduk dan belum beranjak dari tempat dudukku.. sementara mahasiswa lain yang sedang berkumpul dikantin langsung terdiam dan tidak ada yang bereaksi sama sekali..

“duduk sini ham..” ucapku lagi dengan dinginnya dan dengan perkataan yang tegas.. dan ilham langsung menuruti walaupun dengan tidak iklas.. karena dia tau kalau aku sampai tiga kali memanggilnya.. bukan mulutku lagi yang berbicara.. tapi sepatuku ini.. assuuu..

“aku lagi malas buat keributan.. jadi jangan mancing aku..” ucapku ketika ilham sudah mulai didekatku.. lalu ilham duduk didekatku lalu menunduk menahan emosinya.. kasihan sekali adek sepupuku ini.. sabar ya ham.. pasti ada waktunya kita bantai cecunguk – cecunguk macam mereka..

“sabar ya de.. kalau aku kepancing, kubuat mereka semua tidur beralaskan darah mereka dilapangan.. aku yakin kok, tinjuku ini masih bisa merobohkan dua bangsat itu, apalagi cecunguk – cecunguk pengikutnya..” ucapku ke ilham tanpa menoleh ke gerombolan senior itu dengan keras dan dengan santainya sambil mengepalkan tangan kananku kearah wajah ilham.. lalu menepuk pundak ilham ketika dia duduk disebelah kiriku.. sementara ayu yang duduk disebelah kananku langsung membelai punggungku pelan dan mencoba menangkan aku.. (de = adek = panggilanku keilham kalau sudah dalam keadaan terdesak.. dan ilham paham kalau aku sudah memanggilnya de, dia tidak akan mendebatku..)

Dan dalam hitungan detik.. senior – senior bajingan itu langsung duduk kembali.. dan teman – temanku pun langsung duduk juga dengan tidak iklasnya..

“kenapa ga kita bantai aja mereka san..?” tanya surya dengan jengkelnya..

“mas surya..” ucap ayu sambil melotot ke surya..

“hiuffftttt.. huuuu..” surya menarik nafasnya pelan lalu mengeluarkannya.. dan kami semua langsung terdiam dengan menahan emosi masing – masing..

“kita balik aja yo.. dari pada aku robohkan orang lagi disini..” ucap satria dengan kerasnya sambil menahan emosinya lalu berdiri..

Tidak ada reaksi dari para senior.. mereka hanya asyik dengan kegiatannya sendiri – sendiri..

“ayolah.. tapi aku bayar dulu ya..” ucapku lalu berdiri juga, dan diikuti semua teman – temanku..

“ga usah.. ayu aja yang bayar semua..” ucap ayu lalu berjalan kearah meja ibu kantin.. mungkin ayu takut kalau aku yang membayar.. dipikirannya mungkin bisa – bisa tujuanku bukan membayar ke ibu kantin.. tapi membayar omongan senior bajingan tadi dengan kepalan tanganku.. assuuu..

Dan ketika ayu melewati gerombolan senior bajingan itu.. kami semua menatap tajam kearah kelompok itu.. tidak ada provokasi ketika ayu lewat didekat mereka.. jangankan provokasi.. mereka semua tidak ada yang berani melihat bahkan melirik kearah ayu.. jiammpuuttt..

Dan setelah ayu membayar minuman kami.. kami semua berjalan keluar kampus.. sengaja aku menghindari senior bajingan itu.. aku malas ribut kalau ada ayu.. aku takut berimbas kepadanya.. aku sekarang harus lebih hati – hati.. karena bisa saja panjul dan alex bergabung dengan kumpulan iblis hitam.. bukannya aku takut.. sekali lagi aku tegaskan aku ga takut.. siapapun mereka dan kumpulan organisasi apa, aku pasti akan menghabisinya.. dan mungkin belum saatnya juga aku menghajar cecunguk yang ada dikampus teknik kita.. tunggu waktunya saja..

Dan ketika sudah sampai dipagar kampus..

“mas.. ayu mau ngomong sama mas..” ucap ayu lalu menahan tanganku ketika aku dan teman – teman akan menyebrang untuk masuk kedalam gang..

“dikosan aja..” ucapku datar.. dan kulihat aldo, satria, ilham, surya dan yuda masuk duluan kegang..

“ayu maunya ngomong diluar..” ucap ayu pelan..

“oke.. aku ambil tigi dulu ya..” ucapku ke ayu.. dan ayu menganggukan kepalanya..

Lalu aku masuk ke gang menuju kos pondok merah.. aku sempat mengambil dua botol mansion gepeng dikamarku lalu mengantonginya.. dan setelah berpamitan dengan teman – teman aku pun keluar, menyusul ayu yang menungguku ditoko depan gang…

Dan setelah sampai depan gang, ayupun naik ketigi lalu memelukku erat.. cuukk.. kok aneh ya ayu.. kenapa dia begini..? bisa luluh juga hatiku kalau gini caranya.. tapi jangan.. aku harus memantapkan hatiku.. aku harus meninggalkannya dan ini waktu yang tepat aku berbicara dengannya..

“kemana kita yu..?” tanyaku.. dan sengaja aku memanggilnya yu bukan de seperti biasa..

“kekafe barongan aja mas.. disana suasananya enak kalau sore hari gini..” ucap ayu lalu mengeratkan pelukannya dan menyandarkan dagunya dipundakku.. assuuu..

Kuat san.. kuat.. jangan sampai luluh hatimu.. kamu harus mengambil keputusan itu dan jangan berubah untuk kebaikan semua..

Dan selama perjalanan aku sengaja diam dan tidak mengajak ayu berbicara sama sekali.. dan setelah sampai dikafe barongan, aku memarkirkan tigi.. setelah kami berdua turun.. ayu lalu menggandeng tanganku dengan mesranya.. cuuukk.. masa aku tega sih kalau sudah begini..? tega – tegaan bangsat.. kalau sampai ga tega, mau kamu kalau ayu kenapa – kenapa..? bajingan ini..

Dan suasana kafe barongan sore menjelang malam ini lumayan rame.. rata – rata pengunjungnya mahasiswa bersama pasangannya.. kamipun langsung masuk kedalam kafe.. dan didalam kafe, di meja bagian pojok ruangan.. ada sekitar lima orang yang aku hapal betul wajah mereka.. mereka adalah anak – anak kampus kuru dan mereka adalah anggota black house.. mereka yang kami bantai seminggu yang lalu.. dan mereka langsung menatapku dengan tatapan yang tajam.. dan ketika ayu melihatnya..

“kita cari tempat lain aja yo mas..” ucap ayu lalu menarik tanganku untuk keluar kafe..

“ga usah yu.. disini aja..” ucapku datar.. sambil menahan tarikan tangan ayu..

“tapi kelihatannya mereka ga bersahabat sekali tatapannya..” ucap ayu pelan..

“sudahlah.. kita disini aja..” ucapku dengan santainya lalu duduk dipojokan lainnya.. dan ayu langsung melepaskan pegangannya dan duduk diseberangku..

Dan ga berapa lama seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan kami.. dan setelah pelayan itu pergi dan kembali membawa pesanan kami lalu balik ketempatnya..

“kenapa mas bawa minuman dikantong belakang..?” tanya ayu kepadaku sambil melirikku..

“ga pa – pa.. lagi pengen aja..” ucapku singkat dan dengan santainya..

“mas.. mas kenapa sih..?” tanya ayu lalu memegang tangan kiriku dengan tangan kanannya yang lembut.. aku dengan cepat menarik tangan kiriku kebelakang.. dan aku langsung mengambil rokokku dikantong dan membakarnya lalu menghisapnya pelan.. wajah ayu langsung berubah dan matanya terlihat berkaca – kaca.. ayu mungkin ga menyangka aku akan menghindari pegangan tangannya barusan.. dan aku tetap cuek seperti tidak terjadi apa – apa sambil memandang tempat lain tanpa melihat wajah ayu..

“apa perjuangan ayu hanya terhenti sampai disini mas..? ketika wajah mas sudah tidak mau menatap wajah ayu dan tidak tersenyum lagi.. ” ucap ayu lalu menunduk.. dan aku tidak menjawabnya.. aku hanya tetap memandang bagian lain dari ruangan ini.. melihat lampu yang mulai menyala, lukisan – lukisan didinding dan pajangan – pajangan dikafe barongan.. yang serasa tertawa dengan tindakan ku yang mungkin mereka kira aku ini bodoh dengan menyia – nyiakan wanita sebaik dan secantik ayu.. assuuu..

“baiklah mas.. kalau itu maunya mas.. walaupun seandainya perjuangan ayu terhenti.. cinta ini akan tetap untuk mas dan tak akan terganti oleh siapapun..” kata ayu lagi.. dan aku tetap diam tidak menjawab perkataan ayu..

“mas..” panggil ayu kepadaku..

“okelah kalau memang mas ga mau bicara.. walaupun dengan berat hati, ayu akan pamit ke mas.. tapi ayu sangat berharap sekali ini bukan akhir segalanya.. ayu pamit ke mas dan ayu sangat berharap kita sama – sama mengistirahatkan perasaan kita aja, bukan mengakhirinya.. setelah semua sudah membaik.. semoga kita masih bisa bersama.. dan ayu masih menggantungkan perasaan ini hanya untuk mas..” ucap ayu lalu memandangku dengan tatapan yang sangat menyedihkan.. assuu.. kalau begini caranya aku bisa luluh juga lama – lama sama ayu.. aku harus mengakhirinya sekarang.. dan jangan sampai ayu berucap apa – apa lagi.. bisa – bisa hatiku malah bertekuk lutut dihadapannya sekarang ini..

“oke.. sudah cukup yu kamu berbicara.. sekarang giliranku..” ucapku terpotong ketika melihat dipintu masuk, segerombolan anak – anak kos black house masuk barengaan lalu berkumpul dipojok bersama lima orang yang telah duduk sejak tadi dan menatapku.. dan diluar kafe barongan, banyak anak – anak black house yang menunggu..

Cuukkk.. sepertinya mereka mau balas dendam masalah kemarin.. bajingan.. oke, aku akan melayaninya.. tapi bagaimana dengan ayu.. kalau sampai ayu ada apa – apa bagaimana.. bajingannn..

Aku lalu meraih dan menggenggam tangan ayu dan mengajaknya berdiri.. ayu terlihat kaget.. padahal tadi aku menolak pegangannya dan sekarang malah aku menggenggam tangannya..

Aku lalu menariknya pelan.. dan menoleh kekasir..

“mba.. sebentar ya.. aku antar wanita ini dulu ke taksi ya ada didepan.. nanti aku masuk lagi untuk membayar semua..” ucapku ke kasir setelah itu aku berjalan keluar kafe.. mereka yang berkumpul dipojokan langsung berdiri ketika melihat aku keluar kafe.. dan mereka yang diluar kafe lalu menyebar dan ada juga yang langsung naik sepeda motor dan menyalakannya.. mereka mungkin mengiranya aku akan lari.. tapi aku tetap santai berjalan sambil terus menggandeng tangan ayu.. dan aku langsung menuju sebuah taksi didepan kafe..

“mas tolong antar wanita ini kebelakang kampus teknik kita..” ucapku kesopir itu..

“siap mas..” ucap sopir itu..

“mas.. kamu mau ngapain..? kamu mau berkelahi..?” tanya ayu dengan mata berkaca – kaca.. dan aku langsung melepaskan pegangan tanganku lalu membuka pintu taksi bagian belakang..

“jangan kamu gantungkan cintamu kepadaku.. karena aku tidak mencintaimu.. sekarang kamu pulang..” ucapku pelan dengan penekanan kata yang tegas dan dengan tatapan yang tajam ke ayu..

Seketika itu juga, air mata ayu langsung mengalir dengan deras sambil menatapku.. dia tidak berkata apa – apa.. hanya air mata saja yang keluar dari kedua mata indahnya itu.. assuuu.. maafin aku yu.. maafin aku.. aku jahat banget sama kamu..

Dan aku tetap menguatkan hatiku dihadapannya.. aku tetap menatap wajahnya dengan tatapan tajam.. walaupun sebenarnya hatiku terasa pedih dan teriris – iris.. aku hanya bisa menangis dalam hati dengan keadaan ini.. dan ayu akhirnya menunduk..

“kehilangan yang paling menyakitkan itu.. ketika kamu sudah terlanjur mencintainya tapi dia tidak ditakdirkan untukmu.. hiks.. hiks..” ucap ayu sambil terisak lalu masuk ketaksi tanpa menolehku lagi..

Cuukkk.. maaf yu.. maafin aku.. aku lalu menundukkan wajahku dan menutup pintu taksi dengan mata yang berkaca – kaca..

“pak tolong diantar sampai tujuan, dan saya harap bapak baru meninggalkannya setelah dia masuk kekosan..” ucapku pelan kesopir lalu memberinya beberapa lembar uang lima puluh ribuan..

“siap mas..” kata sisopir taksi sambil tersenyum.. lalu taksi itu berjalan pelan, meninggalkan aku yang hanya bisa menatap bemper belakang taksi yang lama – lama menghilang dari pandanganku dengan mata yang berkaca – kaca..

Bangsattt.. keadaan ini memaksaku untuk membekukan hatiku.. dan memaksaku untuk hidup tanpa cinta.. anjiiiing…

Dan untuk kalian yang telah memaksaku hidup tanpa ada cinta dan sayang dihatiku.. aku akan menghabisi kalian tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun.. dan aku akan membantai kalian untuk setiap tetes air mata dari orang yang kusayangi.. bersiaplah.. bajingan..

Aku lalu mengambil satu botol mansion gepeng dikantong belakang celanaku dan aku membukanya lalu meminumnya setengah.. dan aku berhenti sebentar.. setelah menarik nafas.. aku lalu menghabiskan lagi sisa setengahnya.. dan aku membuang botol kosong itu didekat bak sampah disebelahku.. lalu aku mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya..

Aku pun masuk kekafe lagi dengan berjalan santai menuju meja kasir dan membayar pesananku tadi dengan tatapan tajam semua anggota black house.. dan setelah aku membayar, aku lalu berbalik dan melihat kumpulan anak black house dipojokan ruangan..

“kalau ada yang mau diselesaikan denganku.. aku tunggu diluar..” ucapku, lalu aku berjalan keluar kafe sambil menghisap rokokku.. satu persatu mereka berdiri dan berjalan keluar mengikuti aku keluar kafe.. sedang kan yang diluar kafe langsung bersiap semua.. tidak ada kulihat sigalih dan zaky digerombolan yang jumlahnya puluhan ini.. ntah kemana manusia dua itu..

Dan setelah sampai diluar kafe.. aku pun bersiap.. aku memutarkan kepalaku keatas lalu kebawah.. setelah itu..

“kamu kemarin yang menyerang kos kami kan..? ucap seseorang lalu berlari kearahku sambil mengarahkan sebuah tendangan..

WUUTTT..

Aku menghindar kekiri dan melemparkan puntung rokokku kewajahnya lalu mengarahkan sebuah pukulanku ke dadanya dengan sekuat tenagaku..

BUUGGHHHH..

“HUUPPP… ARRGGHHHHH..” ucap anak itu dengan mata yang melotot karena kerasnya pukulanku..

Anak itu termundur kebelakang sambil memegang dadanya lalu tersungkur dengan darah yang keluar dari mulutnya…

“BANGSAATTTTT.. SEERAAAANNNGGG..” teriak beberapa orang lalu berlari kearahku..

BUHHGGG…

Aku menginjak perut satu lawanku yang berlari dari arah depanku.. lalu

BUHHGGG…

Aku menghajar dengan kepalan tangan kananku untuk yang menyerang dari sebelah kiri.. lalu

BUHHGGG..

Aku menghantam wajah penyerang disebelah kananku dengan kepalan tangan kiriku.. lalu..

BUHHHGGG..

Aku lalu memutar tubuhku kebelakang dan mengarahkan sebuah tendangan memakai kaki kananku dari arah bawah naik keatas kearah rahangnya… dan anak itu sampai terdanga keatas lalu roboh kebelakang.. lalu aku memutar tubuhku lagi dan memasang kuda – kuda.. tangan kiriku lurus kedepan dan tangan kananku menekuk tepat didepan wajahku.. lalu..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Serang bertubi – tubi mengarah kepadaku.. puluhan orang langsung menyerangku bersama dari kanan, kiri, depan dan belakang dengan menggunakan pukulan dan tendangan..

Aku menghindari beberapa pukulan dan tendangan sambil mengarahkan pukulan dan tendangan ke beberapa orang.. serangan mereka pun banyak juga yang masuk dan mengenai aku..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Beberapa orang termundur terkenan pukulan dan tendanganku.. setelah itu aku menarik satu orang dan memetengnya dari belakang.. orang ini aku gunakan sebagai tamengku dari serangan yang dari depan.. dan setelah beberapa saat.. aku melepas petengan terhadap orang itu lalu menginjak punggungnya..

BUUGGHHH..

Orang itu terlempar kedepan dan menabrak beberapa temannya.. kesempatan itu aku gunakan itu menyerang lagi..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Aku memukul setiap lawanku dengan kepalan tangan kanan dan kepalan tangan kiriku bergantian..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Beberapa orang terkena pukulanku.. tapi banyak juga pukulan yang bersarang ditubuhku.. aku lalu mencoba menghindari dan menangkis beberapa serangan.. tapi karena banyaknya tangan dan kaki yang menyerang bersama.. aku lalu menunduk sambil memegang kepala belakangku.. dan aku hanya membalas sesekali dengan kepalan tangan kanan.. lalu kepalan tangan kiri bergantian..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Kepala, badan, lengan dan kakiku tidak ada yang luput dari serangan mereka.. lalu..

BUUMMM…

Satu pukulan uppercat dari arah bawah mendarat didaguku dan membuat aku sampai terdanga dan darah bercampur air liur langsung menyembur dari mulutku.. lalu

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Perlindungan dikepalaku secara otomatis terbuka.. dan itu membuat seluruh wajahku menjadi santapan empuk tangan – tangan mereka secara membabi buta.. mata, pelipis, pipi, rahang, mulut dan hidungku semua terkena pukulan mereka.. dan darahpun langsung mengalir dari semua bagian wajahku.. bangsatttt..

Dan aku tetap melawan dengan semua kemampuanku.. aku mengarahkan pukulanku kewajah – wajah lawan terdekatku.. sambil sesekali menginjak dada dan perut beberapa orang secara bergantian..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Sampai ada suatu injakan dipunggungku..

BUUGGHHHH..

Aku terdorong kedepan.. dan kembali aku goyang dan limbung.. lalu..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Serangan mereka arahkan lagi kepadaku dan mereka tidak memberikan ku kesempatan untuk membalas serangan beruntun mereka.. dan mereka terus menghajarku tanpa ampun.. sampai pada saat..

BUHHGGGG..

Sebuah injakan lagi.. dan kali ini tepat didadaku dan membuat aku langsung roboh kebelakang..

BUUMMMM..

Aku roboh dengan sakit yang luar biasa didada, diwajah dan seluruh tubuhku.. dan darah yang segar keluar lagi dari mulutku bercampur dengan ludahku.. dan ketika aku sudah roboh…

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Injakan dan tendangan langsung diarahkan dirubuhku yang tersungkur didepan kafe barongan.. dan aku hanya bisa tertidur kesamping dengan meringkuk sambil melindungi kepala belakangku dan wajahku.. assuuu…

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Mereka terus menginjakku beramai – ramai.. dan setelah beberapa saat.. mereka menghentikan serangan kepadaku.. ketika aku sudah lemas dan terkapar.. lalu seseorang mendekati aku..

“begini aja kekuatanmu..? terus mau kamu bunuh kami semua..? kamu yang tai lasso..” ucap orang itu lalu..

BUHHHGGGG..

Dia menginjak kepala sampingku.. jianncoookk.. kepalaku langsung pusing seketika dan berkunang – kunang.. pandanganku pun kabur dan sakit yang terasa sangat luar biasa…

“mana kekuatanmu bangsat..” teriak seseorang lalu..

BUHHHGGGG..

Dia menginjak lagi kepala sampingku.. lalu seseorang mendatangi aku dan menjambakku sampai aku terduduk..

“anjing kamu..” ucapnya.. lalu..

BUHHHGGGG..

Orang itu memukul mata sebelah kiriku.. lalu..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

Dia memukul seluruh wajahku dengan tetap menjambak rambutku..

Dan pandanganku langsung gelap dan dunia ini seperti berputar – putar.. lalu dia menjambak lagi rambutku.. dan membanting kepalaku dengan wajah menghadap ke lantai..

BUMMMM..

Wajahku terhantam dilantai dengan keras.. dan jidatku terlebih dahulu yang menyentuh lantai.. dan aku pun terkapar dengan posisi tengkurap.. asssuuu..

Aku merasa telah melayang ntah kemana.. dan aku seperti pingsan dan aku tidak merasakan sakit sama sekali.. gelap dan gelap.. itu saja yang ada dihadapanku.. dan aku merasa tidak ada suara lagi ditempat ini.. tidak ada suara – suara dari anak – anak black house atau pun serangan lagi ketubuhku.. tempat ini seperti sunyi tidak berpenghuni.. cuukkk.. dimana aku ini..? masih di kafe barongan kah..? atau aku ada ditempat lain..? tapi dimana..? apa aku sudah mati..? bajingan… aku lalu membuka mataku lebar – lebar.. tapi tetap saja penglihatanku gelap.. assuu..

Dan perlahan pandanganku mulai berbayang lalu mulai agak terlihat situasi sekelilingku.. aku lalu duduk dan mengusap kedua mataku.. cuukk.. dimana aku ini..? tempat ini kok sepertinya menyeramkan sekali..

(“piye le’..? butuh bantuanku..?” ucap sosok mahluk yang ntah siapa, datang dan mengelus rambutku.. dan aku mengangkat pelan wajahku.. tampak mahluk berjubah hitam dan bertutup kepala dengan wajah yang tidak terlihat.. yang nampak hanya matanya yang memerah.. assuuu.. seram sekali mahluk ini.. apa ini ‘sesuatu’ yang sering datang pada saat aku menggila..? tapi kenapa dia baru datang..? dan kenapa dia menawarkan bantuan.. biasanya kan dia langsung masuk aja dan aku malah menolaknya.. tapi kenapa sekarang berbeda..? asuuu..)

Dan aku coba mengontrol pikiranku lalu mengendalikan emosiku.. aku harus bisa membalas mereka semua tapi dengan caraku, bukan karena pengaruh mahluk sialan ini.. bajingan..

(“tanpa bantuanmu pun aku bisa membantai bajingan – bajingan itu.. hehehe..” ucapku sambil tersenyum..)

(“bisa apa..? bisa membantai..? ga salah..? lihat kondisimu le.. kamu hancur lembur.. dan kamu tidak mempunyai kekuatan lagi.. hahahaha..” ucapnya lalu tertawa..)

(“mau kubuktikan..?” ucapku dengan dinginnya lalu aku memutarkan kepalaku..)

(“ga perlu kamu buktikan.. kamu sekarang itu lemah.. kamu itu kuat kalau aku sudah masuk kedalam tubuhmu.. dan aku tau, pasti sekarang kamu butuh bantuanku..? ya kan..? hahahahaha..” ucapnya lalu tertawa dengan kerasnya..)

(“aku akan membantumu le.. santai aja.. tapi ingat.. kamu harus dibawah kendaliku.. hahahahaha..” ucap mahluk itu lagi dan dia terus tertawa mengejekku..)

(“dari pada kamu tertawa.. mending kamu pulang terus coli.. siapa tau hasil colianmu bisa menghasilkan mahluk sepertimu, dan bisa kamu kuasai sesuka hatimu dibawah kendalimu.. hehehehe..” ucapku lalu tersenyum dengan dinginnya..)

(“assuuu.. kamu berani menghinaku.. bajingannnnn..” ucap mahluk itu dengan emosi yang menggila dan tatapan mata merahnya yang sangat luar biasa…)

(“kamu emosi ya..? tumben..? biasanya aku yang kamu suruh emosi.. hahahaha.. dasar tukang coli..” ucapku lalu tertawa..)

(“assuuuu.. jiancookk.. kamu akan hancur kali ini le.. kamu akan hancur..” ucapnya sambil berteriak lalu pergi ntah kemana..)

[table id=AdsKaisar /]

“ayo sudah kita pergi.. kelihatannya dia sudah sekarat.. cukuplah untuk pembalasan dendam bang zaky dan mas galih..” ucap seseorang terdengar ditelingaku.. dan posisiku masih tertelungkup.. bangsaattt.. ini aku dah ada dikafe barongan lagi ya..

“oke bang… tapi sebelum itu…” sahut yang lain dan terpotong ucapannya…

BUHHGGGGG..

Seseorang mendendang kepala ku dari arah samping.. cuukkk.. sakit..? pasti tapi ga seberapa.. sakitnya justru dihati.. aku ga bisa melakukan perlawanan sama sekali ini.. bajingan..

“hahahahahaha.. ayo kita pulang..” ucapnya lalu melangkah pergi dan diikuti yang lain..

Aku pun mengangkat wajahku perlahan.. dan dengan bersusah payah aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tanganku dan kedua lututku.. aku seperti sedang merangkak.. dan aku merasa darah menetes dari wajahku kelantai.. dan pandanganku pun masih kabur.. aku mencoba membuka mataku.. tapi rupanya bengkaknya lumayan besar.. jadi aku hanya bisa membuka mataku separuh… aku lalu menekan kedua mataku menggunakan jempol dan jari tengah bagian kanan.. dan setelah itu aku duduk dan mengambil rokokku dikantong.. aku lalu membakarnya dan menghisapnya.. perlahan pandanganku mulai terang lagi..

Dan aku meraba dikantong belakangku.. cuukkk.. mansionku masih ada satu botol.. aku lalu mengambilnya dan membukanya.. lalu aku meminum separuh.. setelah itu aku menarik nafasku pelan.. dan aku melanjutkan minumanku dengan menghabiskan sisa setengah minumanku… setelah itu aku meletakkan botolnya disampingku..

“mau kemana kamu semua..?” ucapku agak keras ketika mereka sudah agak jauh dari aku.. dan mereka langsung berbalik dan menatapku dengan terkejut.. aku duduk dengan menselonjorkan kakiku dan menikmati rokokku..

“masih bisa kamu bersuara..” ucap seseorang.. cuukkk.. mungkin dia yang menendang kepalaku barusan..

“kamu belum lihat kekuatan yang sebenarnya bangsat.. hehehe.. ” ucapku sambil tersenyum lalu menaruh rokokku dibibirku.. setelah itu aku menekukkan kedua kakiku.. dan mengarahkan kedua kepalan tanganku kelantai.. lalu berdiri perlahan sambil mengangkat wajahku..

Dan perlahan ada energy yang masuk kedalam tubuhku.. energy yang biasa membuat aku menggila dan membantai musuhku..

(“kenapa kamu masuk ketubuhku..? kan tadi sudah pergi..” ucapku..)

(“assuu.. ternyata benar kata simbah.. kamu memang manusia paling nggaatelli dan njancuukii.. beda dengan pendahulumu yang dulu – dulu.. jiamppuutt..” kata mahluk itu yang sudah ada didalam tubuhku..)

(“terus kenapa kamu masuk kalau aku ini nggatelli dan jancuukki..? kamu mau suruh aku colii..? hehehe..” ucapku lalu tersenyum mengejek..)

(“jianncookkk.. ga usah ngoceh aja kamu.. sekarang bantai musuh yang ada didepanmu itu.. bajingaannn..” ucapnya jengkel..)

(“oke.. tapi kamu harus dibawah kendaliku.. bukan aku yang dibawah kendalimu.. paham..” ucapku..)

(“bajingan’i.. malah tawar menawar.. assuuu kamu itu..” ucapnya geram..)

(“hahahahahaha..:” ucapku tertawa ketika mendengarnya sudah emosi sekali..)

[table id=iklanlapak /]

Dan aku langsung menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat tajam sambil mengembangkan senyuman di ujung bibirku.. mereka semua terkejut karena aku masih bisa berdiri dan tersenyum menatap mereka.. tubuhku pun terasa panas sekali.. ‘sesuatu’ itu telah masuk seutuhnya didalam tubuhku dan membuat emosiku seperti akan menggila.. tapi aku masih bisa mengontrolnya dan sekarang aku bersiap untuk serangan balasanku..

“bangsatttt..” ucap seseorang lalu berlari kearahku dan diikuti semua temannya.. lalu aku menghisap rokokku yang ada dibibir dalam – dalam.. lalu mengambilnya dengan tangan kanan dan melemparkan kewajah orang yang pertama berlari menggunakan jempol dan jari tengahku.. dan dia pun gelagapan terkena puntung rokok diwajahnya.. aku lalu mengeluarkan asapnya perlahan sambil berjalan santai.. lalu..

BUUHHGGG..

Aku mengarahkan kepalan tangan kananku tepat ditulang lunak hidungnya dengan keras.. dan itu langsung membuatnya terdanga dengan darah yang mengalir deras dari hidungnya.. lalu..

BUUHHGGG..

Aku menginjak dadanya dengan keras sampai dia terlempar kebelakang dan menimpa beberapa temannya.. dan aku maju terus kedepan sambil mengarahkan kedua kepalan tanganku secara bergantian..

Aku melakukannya dengan santai tapi dengan pukulan yang keras dan akurat.. setiap satu pukulan ku pun mengenai wajah penyerangku.. ntah itu mata, hidung, mulut, pelipis, dagu atau rahang meraka.. tubuhku seperti ringan untuk digerakkan dan menari – nari dengan pukulanku.. bajingannn.. kekuatanku kembali cuukkk..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Aku terus menghajar mereka satu persatu.. dan mereka langsung menyebar dan mengelilingi aku.. serangan dari merekapun sekarang mulai dari segala penjuru.. bangsaattt..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Kami saling membalas pukulan.. pukulanku banyak menjatuhkan orang dan serangan merekapun banyak yang masuk diseluruh tubuhku.. sampai pada saat..

BUUHHGGG..

Sebuah benda keras menghantam kepala atas bagian belakangku dengan keras dan langsung membuat aku oleng kedepan tapi tidak roboh.. kepalaku pun sempat pusing.. aku lalu menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri untuk menghilangkan efek pusingku.. setelah itu aku menatap tajam orang yang memukulku dari belakang tadi.. dan aku melihat tangannya sedang memegang balok.. bangsaatttt.. sudah menyerang dari belakang, pakali balok lagi.. assuuuu.. dan emosikupun semakin memuncak.. nafasku cepat dan naik turun..

“CUKIMAIIIIIIIIIIIIIII..” teriak seseorang dari jauh dan aku kenal sekali suara itu..

Bung toni..

Aku lalu menoleh kesamping.. dan kulihat wajah – wajah emosi dari segerombol orang yang sangat aku sayangi.. penghuni pondok merah.. dipimpin oleh mas rendi yang berdiri paling depan dan bung toni, mas wawan, serta mas bendu dibelakangnya.. serta anggota pondok merah lainnya dibelakang empat sekawan itu..

Bajingaannn.. tau dari mana mereka semua kalau aku dikeroyok.. assuuu..

Lalu aku melihat lagi orang – orang yang mengeroyokku dan orang yang memukul kepalaku tadi dengan balok.. cuukkk.. sepertinya malam ini kalian semua sial.. kalian telah membuatku berdarah dan sekarang keluargaku melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.. selesailah kalian semua.. assuuuu..

Aku lalu berjalan ke orang itu dan dia terlihat gugup karena pukulan baloknya dikepalaku tidak membuatku roboh.. dan ketika sudah didekatnya.. aku melayangkan kepalan tangan kananku dirahangnya dari arah bawah..

BUUHHHGGGG..

Anak itu oleng kekanan dan aku menyambutnya dengan kepalan tangan kiri diwajah sebelah kanannya dengan keras..

BUUHHHGGGG..

“SERAAAANGGG..” teriak mas rendi dengan kencangnya.. dan teman – temanku pun langsung berhamburan mencari lawan masing – masing.. dan walaupun kalah jumlah.. teman – temanku menggila dengan menghajar sisa – sisa anak black house yang yang masih banyak dan masih bisa berdiri..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Mereka menghajar dengan membabi – buta dan merobohkan siapa saja yang didapatkannya..

Dan aku kembali kepada anak yang memukulku dengan balok tadi.. setelah dia mendapatkan kepalan tangan kirirku diwajah sebelah kanannya.. tubuhnya tampak sempoyongan.. lalu..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Aku menghajar anak itu bertubi – tubi sampai dia tersandar didinding..

BUUGGHHHH.. PAAKKKK.. BUUGGHHHH.. PAAKKKK..

Aku menghajar kepala, dada, perut dan seluruh tubuh bagian peut ke atas anak itu.. dan ketika dia mau roboh, aku menahannnya dengan injakan dilehernya.. aku menginjak dengan sekuat tenagaku.. matanya terlihat melotot dengan darah mengalir diseluruh wajahnya.. nafasnya pun terlihat tertahan dengan mulut yang menganga..

“SANDIIIIIII.. CUKUPPPP..” teriak seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari aku.. dan aku menoleh keasal suara tadi dengan tetap kaki kananku terangkat dan berada dileher anak itu..

“kamu mau bunuh dia kah..?” ucapnya memelas dengan wajah yang dipenuhi air mata.. dan aku hanya menatapnya saja.. lalu aku memalingkan wajahku lagi ke anak yang ada dihadapanku dan aku menurunkan kaki kananku dilehernya lalu aku pegang kepala atasnya dan..

BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH..

Aku memukul lagi wajahnya dengan brutalnya.. dan walaupun dia sudah tidak berdaya dan terlihat sudah tidak bergerak.. aku tetap menahannya berdiri dengan menjambak rambut nya sambil terus memukul wajahnya..

BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH.. BUUGGHHHH..

Tiba – tiba aku merasa ada tangan yang memelukku dari belakang lalu mengelus dadaku.. dan aku pun langsung menghentikan pukulanku tapi tetap menjambaknya.. dan setelah mengelus dadaku pelan.. aku merasa tubuh orang dibelakangku memelukku dengan erat sambil wajahnya disandarkan dipunggungku..

Asuuuu.. kenapa dia datang disaat seperti ini.. dan kenapa dia harus memelukku juga..? padahal dia tau kalau dia sudah memelukku, pasti emosiku akan cepat reda..

Aku lalu melepas jambakanku keanak itu dan anak itu langsung roboh kesamping dan tidak bergerak lagi..

“wang..” ucapnya pelan sambil terus mengelus dadaku dan memelukku dari belakang.. dan aku langsung memejamkan mataku sejenak.. setelah itu aku membuka mataku lalu aku melepaskan pelukannya dan berbalik lalu menatap matanya..

Wanita itu langsung memelukku dan menyadarkan wajahnya didadaku..

“kenapa kamu kesini mer..?” ucapku dan aku tetap berdiri tanpa mebalas pelukannya..

“karena kamu disini wang..” ucapnya pelan sambil mengeratkan pelukannya.. assuu.. ya iyalah karena aku disini.. coba aku dikampus pasti dia kekampus.. maksudku ngapain dia kesini dan menyusulku..? ahhhh.. mengganggu pestaku aja mery ini.. bajingannn..

“sudah lah mer.. lepaskan pelukanmu ya..” ucapku pelan..

“ngga.. aku ga akan melepaskan, kecuali kamu berhenti menghajar orang yang ada disini..” ucapnya.. assuuuu.. aku masih belum puas ini mer.. aku masih mau balas dendam.. aku bonyok dikeroyok ini.. jianncooookkk..

“mer..” ucapku lagi..

“NGGAAAKK..” teriak mery dipelukanku.. assuuu.. assuuu..

Dan diposisi seperti ini aku bisa melihat mas rendi, mas wawan, mas bendu dan bung toni menghajar anak black house dengan garangnya.. mas akbar, mas raimond, mas danis, mas bobby, mas rudi dan kakanda alan menggila dengan serangannya.. surya, aldo, yuda dan satria berputar – putar dengan lincahnya sambil mengarahkan serangannya dan menjatuhkan lawannya.. ilham, dalle dan tigor mengamuk sejadi – jadinya.. mereka semua menjatuhkan anak – anak black house yang jumlahnya sangat banyak tanpa ampun.. dan dikejauhan aku melihat gaby dengan tatapan yang sangat tajam kearahku.. assuuu..

[table id=Ads4D /]

[POV Orang Ketiga]

Dipondok merah sore hari menjelang malam.. semua penghuni pondok merah sedang pesta seperti biasa.. tapi kurang satu orang.. sandi.. dia tadi pamit untuk keluar dengan kekasihnya..

“tigor, dalle, ilham.. ko kasih habis itu minuman..” ucap sang bandar dengan mata yang melotot.. siapa lagi kalau bung toni..

Dan dihadapan tigor, dalle dan ilham.. masing – masing satu botol TM.. dan mereka harus menghabiskan minuman yang ada dihadapan mereka itu, sebagai sambutan warga baru di pondok merah..

Penghuni yang lama pun hanya tersenyum melihat itu..

“aku kan dah lama bung.. masa masih disuruh minum sebotol juga..” ucap ilham yang tidak terima disuruh minum sebotol..

“ko kasih habis sudah.. atau sa kasih ko dua botol lagi kah..?” ucap bung toni dan masih tetap melotot ke ilham..

“jangan bung.. jangan.. hehehehehe..” kata ilham lalu tertawa dan dia langsung meraih botol itu dan meminumnya perlahan.. sedangkan dalle dan tigor tidak berani bersuara.. mereka hanya meminum sesuai perintah bung toni..

“kurang itu bung.. masnya aja dulu dua botol kok..” kata mery menyahut dan disambut senyuman oleh gaby..

“sadisnya sampean mba..” ucap ilham ke mery ketika dia sudah meletakkan botol TM yang masih sisa setengah..

“jangan ngoceh aja kamu ham.. nanti ditambahin loh.. hehehehe..” sahut surya lalu tertawa senang..

“cuukkk..” ilham cuman bisa memaki saja..

“surya ini kelihatannya minta diulang untuk penyambutan warga barunya yang dulu hehehehe..” kata alan sambil tersenyum..

“ga usah aneh – aneh mas.. senang kalau lihat saudaranya ndelosor (tersungkur..) asuuu..” ucap surya mengomel..

“hahahaha.. pura – pura nolak surya itu bung..” kata akbar lalu tertawa lebar..

“bolehlah kalau sebotol TM buat surya ini bung.. hehehehe..” kata wawan sambil tersenyum mengejek..

“jos iku bung.. hahahaha..” (jos itu bung.. hahaha..) bendu tertawa dengan senangnya.. sedangkan rendi hanya menggeleng saja melihat tingkah pola anggota kos pondok merah ini..

“bisa.. bisa..” ucap bung toni sambil mengangguk dan tersenyum dengan sadisnya..

“kasih.. kasih.. kasih..” ucap danis, bobby dan rudi dengan kompaknya..

“hemm.. senenge loh.. jiancookkk..” (hemm.. senangnya loh.. jiancookk..) kata surya mendumel..

Sedangkan yuda, aldo dan satria hanya tersenyum.. mereka tidak mau menyahut.. dari pada mereka terkena pinalti.. bajingannn..

KRING.. KRING.. KRING..

Bunyi hp aldo.. dan aldo langsung melihat layar hpnya.. tertulis nama ayu disitu..

“ayu..? kenapa dia telpon..?” kata aldo pelan lalu mengangkat telponnya..

“halo yu..” ucap aldo..

“halo mas.. hiks.. hiks..” ucap ayu menangis..

“loh.. loh.. kenapa kamu nangis yu..? ada apa..?” ucap aldo dengan suara yang tinggi dan langsung membuat penghuni kos pondok merah terdiam dan menatap aldo..

“ga pa – pa mas hikss.. hikss..” ucap ayu sambil terus menangis..

“kalau ga ada apa – apa kenapa nangis..?” tanya aldo sambil menatap teman – temannya dihadapannya yang kebingungan..

“ayu ga pa – pa mas.. hikss. hikss..” ucap ayu dan tambah menangis sesenggukan..

“oke.. oke kalau ga mau cerita.. terus kamu dimana ini..? tadi kamu sama sandi kan..?” ucap aldo dengan salah tingkah.. dia bingung bagaimana menenangkan pacar sahabatnya yang sedang menangis ini..

“ayu lagi perjalanan keterminal mas.. ayu mau pulang kerumah.. hikss. hiks..” ucap ayu menangis..

“loh.. tapi kamu diantar sandi kan..?” ucap aldo..

“engga mas.. ayu naik taksi.. justru tujuan ayu menelpon mau kasih kabar.. mas sandi ada dicafe barongan dan kelihatannya dia mau berkelahi dengan sekelompok orang yang jumlahnya sangat banyak.. ntah anak mana.. hikss.. hikss.. tolong kesana mas.. ayu khawatir banget.. hikss.. hikss..” ucap ayu sambil menangis..

“APA..?? cukkk.. iya.. iya yuu.. aku kesana sekarang..” ucap aldo yang langsung terkejut ketika mengetahui sahabatnya dalam masalah..

“iya mas.. terimaksih.. tolong mas sandi ya mas..” dan ayu pun langsung menutup hpnya..

“JIIIANCOOOOKKKKK..” maki aldo dengan kerasnya dan langsung berdiri..

“kenapa do..? kenapa ayu..?” tanya surya dengan bingungnya.. dan suasana kos langsung tegang seketika..

“ga tau.. kelihatannya dia ada masalah dengan sandi..” ucap aldo pelan sambil menahan emosinya..

“masalah.. ma.. masalah apa do..?” ucap mery dengan terbata – bata dan dia sangat terkejut.. dan mery terlihat sangat bingung sekali..

“ga tau mba.. ayu ga cerita.. ayu sekarang lagi perjalanan keterminal dan ayu memintaku untuk menyusul sandi.. sepertinya sandi mau menggila mba..” ucap aldo dan ketika mau melangkah..

“menggila..? kenapa lagi bajingan lendir satu itu do..?” tanya rendi bule lalu menghisap rokoknya dengan santai..

“sandi dicafe barongan mas.. sampean taukan café barongan markas berkumpulnya siapa..? dan disana ada anak – anak kos black house sekarang ini..” ucap aldo..

“asssuuu.. bajingannn.. bangsattt.. cukimai.. tai lasooo.. jiancoookkk..” maki semua penghuni kos dan mereka langsung berdiri..

“gab.. mer.. kamu dikos aja.. kami keluar sebentar..” ucap rendi lalu berjalan kekamarnya untuk mengambil kunci motornya.. dan sebagian penghuni kos berlarian kekamar untuk mengambil kunci motor masing – masing.. sedangkan yang lain mengeluarkan motor yang ada diruangan tengah..

“mas..” ucap mery dengan mata yang berkaca – kaca..

“sudahlah mer.. kami buru – buru.. kamu dikos aja sama gaby.. dan jangan kemana – mana..” ucap rendi diatas motornya..

“kami berdua ikut mas ren..” ucap gaby..

“jangan..” ucap mas rendi..

“mas rendi bisa menghentikan sandi kalau dia menggila kah..?” ucap mery agak keras dan langsung membuat rendi terdiam.. lalu mery naik dimotor rendi sedangkan gaby naik bersama wawan..

Rendi langsung menggas motor RX king kesayangannya keluar gang.. lalu keluar jalan raya dengan kencangnya.. dan dibelakangnya seluruh penghuni kos pondok merah mengikuti dengan kecepatan yang sangat tinggi..

Dan setelah sampai di café barongan.. mereka semua berlarian kearah depan café.. dan pemandangan yang menyeramkan pun terlihat dihadapan mereka semua.. pemandangan yang membuat semua penghuni kos pondok merah terdiam dan terpaku ketika melihat seorang sandi menghajar anak – anak black house dengan santai tapi brutal.. wajah sandi yang berdarah – darah tapi terus melangkah kedepan dan menghajar satu persatu anak – anak black house dengan garangnya.. matanya memerah dan emosinya menggila.. dan walaupun serangan datang dari berbagai arah.. sandi tetap melangkah dengan pukulannya yang terus diayunkannya kearah lawan – lawannya.. dia seperti seekor singa yang mengamuk dikerumunan hyena.. kerumunan binatang yang beraninya hanya main keroyokan.. bangsaatttt..

Lalu serangan sandi terhenti ketika ada sebuah balok menghantam kepala atas bagian belakangnya dan langsung membuat sandi oleng kedepan..

“CUKIMAIIIIIIIIIIIIIII..” teriak bung toni.. dan sandi langsung melihat arah suara tadi.. kembali penghuni kos pondok merah terpaku melihat tatapan sandi yang mengerikan.. sandi lalu melihat lagi kearah orang yang memukulnya dengan balok tadi dan melayangkan sebuah pukulan dengan tangan kanan ke orang itu..

BUUHHHGGGG..

Lalu melayangkan lagi pukulannya dan kali ini dengan tangan kirinya..

BUUHHHGGGG..

“SERAAAANGGG..” teriak rendi dengan kencangnya..

Bung toni lalu berlari duluan kearah kerumunan anak black house.. dan secara serentak semua penghuni kos pondok merah berlarian kedepan café barongan lalu menyerang satu persatu anggota black house yang jumlahnya sangat banyak..

Bung toni berlari kearah kesalah satu anak black house sambil mengarahkan sebuah kepalan tangan yang sangat keras kewajah anak tersebut..

BUUMMMMM..

Anak itu langsung roboh kebelakang.. dia terkena pukulan yang sangat telak.. dan pukulan khas dari daerah timur itu mengenai mulut dan hidung anak itu.. dia roboh dengan darah yang keluar bersama campuran air liurnya yang sangat banyak..

Lalu bung toni jongkok dan memegang kepala anak yang menggelepar dilantai itu dan mengarahkan lagi kepalan tangan kanannya yang sangat besar kewajah anak itu berkali – kali..

“lubang puki ini..” ucap bung toni dengan geramnya.. lalu..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

Wajah anak itu dihantam berkali – kali dengan kerasnya dan dengan emosi yang menggila dari seorang bung toni.. tangan bung toni pun sampai dipenuhi darah dari wajah anak itu.. dan wajah anak itu sampai tidak terlihat karena tertutup darah yang sangat banyak.. assuuu..

Lalu dia menarik kepala anak itu dan dihantamkannya wajah anak itu kelantai..

BUUMMMMM..

Darah pun langsung menggenang disekitar wajah anak itu.. lalu..

BUHHGGG..

Sebuah injakan mendarat dipunggung bung toni.. bung toni sempat terjatuh kedepan lalu berdiri dengan cepatnya sambil tersenyum bengis..

“cukimai ini.. ko hantam sa dari belakang itu….” ucap bung toni lalu maju sambil mengarahkan kepalan tangan kanannya tapi langsung ditahannya.. rupanya bung toni menggertaknya saja.. dan ketika orang itu tertipu dan bergerak menghindar kekanan.. bung toni menyambutnya dengan kepalan tangan kiri yang sangat kuat..

BUUHHHGGGG..

Anak itu langsung roboh terkena pukulan yang keras dari bung toni.. lalu anak itu mencoba berdiri lagi dan bung toni menyambutnya dengan kepalan tangan kanan dan kiri secara beruntun..

BUUHHHGGGG.. BUUHHHGGGG.. BUUHHHGGGG.. BUUHHHGGGG..

Pukulan yang sangat keras dan beruntun mendarat diwajah anak itu dan ditutup dengan sebuah uppercat di mulut anak itu dengan telak..

BUUMMMM..

Anak itu langsung roboh kebelakang dan terlentang dengan mulut yang mengeluarkan darah yang sangat banyak.. asuuu..

Lalu bung toni mencari lawan lainnya dengan mata yamg melotot dan nafas yang berat.. dan ketika ada seorang anak yang berlari kearahnya sambil mengarahkan sebuah injakan.. bung toni menggoyangkan sidikit tubuhnya kekanan.. sambil mengayunkan kepalan tangan kirinya kewajah anak itu dengan keras..

BUUHHHGGGG..

Pukulan bung toni tepat mengenai pelipis kanan penyerangnya dan membuat penyerangnya oleng kekiri.. lalu disambutnya dengan upercut dengan kepalan tangan kanan dari arah bawah kedagu anak itu sampai anak itu limbung kebelakang..

BUHHGGG.. BUHHGG.. BUUHHGG..

Dan ketika anak itu mau roboh kebelakang bung toni sempat mengayunkan dua pukulan tambahan kewajah anak itu dan membuat anak itu roboh dan tidak bergerak lagi.. assuuuu..

Sementara dipertarungan yang lain.. anak kos pondok merah tidak kalah gilanya.. mereka merobohkan satu persatu anak black house tanpa ampun dan tanpa memberikan kesempatan sekalipun untuk melawan.. dan kalah jumlah bukan berarti mengendurkan serangan anak kos pondok merah.. mereka tambah menggila dan tambah mengganas ke lawan – lawannya..

Suasana yang mengerikan dihalaman café barongan.. membuat pengunjung yang ada didalam tidak berani keluar.. dan yang diluar langsung menjauh.. tidak ada yang memisahkan pertarungan berdarah itu.. dan pertarungan itu baru berhenti ketika semua anak kos black house terkapar dan tidak ada yang bergerak lagi..

 

Disuatu tempat yang tidak jauh dari café barongan ketika sandi roboh dan dinjak oleh anak kos black house.. beberapa orang memperhatikan pertarungan yang gila itu dengan serius.. satu orang melawan puluhan orang dan satu orang itu tidak menyerah walaupun telah terinjak – injak..

Lalu salah satu orang menelpon..

“hallo cak..”

“hallo..”

“apa kami turun ini cak..? anak itu sudah diinjak – injak oleh semua lawannya..”

“ga usah.. kamu ga malu melawan mahasiswa.. mereka itu bukan lawan kalian..”

“tapi cak.. sandi sudah dinjak – injak.. dia sepertinya sudah ga berdaya..”

“ga usah kamu khawatirkan dia.. dia pasti bisa menyelesaikan itu..”

“ga khawatir gimana cak..? dia sudah ga mampu berdiri dan masih diinjak – injak..”

“kamu lihat aja.. sebentar lagi sandi akan bangun dan bantai semua lawannya.. aku tau kemampuan anak itu.. ikatan batinku sangat kuat dengannya..”

“tapi cak..”

“sudahlah.. lagian sekarang anak kos pondok merah sudah kesana.. jadi kalian diam aja disitu.. awasi kalau sampai ada pergerakan dari kelompok lain.. dan tolong kasih tau orang – orangnya bapak dan orang – orang yanti supaya menjauh.. bereskan tempatnya setelah perkelahian itu selesai.. aku mau telpon tito dulu..”

“iya cak..”

[table id=AdsKaisar /]

[POV Sandi]

Aku sekarang dalam perjalanan kekos.. aku bersama teman – teman pulang beriringan setelah pertarungan dicafe barongan yang kami menangkan dengan telak.. dan mery duduk dibelakangku dan memelukku dengan erat.. dan semenjak kedatangannya dikafe barongan tadi, mery tidak menjauh sedetikpun dari aku.. dia selalu memegang tanganku dan sampai pulangpun, mery mengikuti dan memelukku dari belakang…

Dan ketika sudah sampai dikos pondok merah.. aku melihat ada sebotol ramuan yang mirip diberikan oleh mas pandu seminggu yang lalu diatas meja.. cuukk.. siapa yang ngantar ini ya..? dan kami semua penghuni langsung berkumpul diruang tengah.. mereka semua menatapku dan aku hanya santai sambil menikmati rokokku lalu meminum ramuan yang rasanya pahit dimeja tadi…

“kenapa kamu ke kafe barongan san..? kan kamu tau disana basisnya anak kuru dan anak – anak black house..” ucap mas wawan kepadaku..

“ayu tadi yang minta mas..” jawabku santai..

“tapi kan bisa kamu tolak.. kenapa kamu ga bawa ke kafe bagos atau kafe lainnya..” sahut mas akbar.. sementara mas rendi hanya menikmati rokoknya saja..

“san kamu taukan sekarang kita lagi tegang dengan anak – anak black house.. kalau bisa kita menghindari ketempat – tempat yang jadi basis mereka.. bukannya takut.. ingat kita sekarang lagi berurusan dengan iblis hitam..” ucap mas danis..

“iya mas..” ucapku singkat.. aku sengaja tidak mendebat pembicaraan para seniorku ini.. dan aku ga mau nanti hasil perdebatan malah membuat susasana tambah tegang.. aku sangat menghargai pendapat – pendapat seniorku ini.. kalau orang lain saja, mungkin langsung aku selesaikan perdebatan dengan kata – kataku yang tegas..

Dan suasana tegangpun makin terasa.. mas rendi lalu menarik rokoknya dalam – dalam.. setelah itu mas rendi mematikan rokokknya yang hanya menyisakan puntungnya saja….

“ini mungkin akan menjadi babak baru kita dengan iblis hitam.. setelah ini aku harap kita bisa saling menjaga dan saling mengingatkan sesama keluarga besar kita..” ucap mas rendi dengan perkataan yang tegas..

“dan kamu san.. kuharap kamu lebih hati – hati.. aku yakin setelah ini, kamu akan menjadi target utama mereka..” ucap mas rendi sambil melirikku..

“iya mas..” ucapku lalu membersihkan darah yang menetes dari pelipisku..

“kamu bersihkan dulu lukamu itu..” ucap mas rendi kepadaku..

“iya mas..” dan ketika aku berdiri, mery pun ikut aku berdiri.. lalu aku kekamar dan diikuti mery dibelakangku..

Setelah aku masuk dikamar.. meri pun menutup pintu kamarku dan langsung mengambil perlengkapan P3K dilemari.. dan sebelum membersihkan lukaku mery menyerahkan sebuah teh kotak yang telah terpasang sedotannya dan langsung duduk bersila dihadapanku..

Setelah itu mery membersihkan lukaku tanpa berbicara sepatah katapun.. cuukk.. sepertinya sekarang waktunya yang tepat aku berbicara dengan mery.. aku akan mengakhiri semuanya dengan mery malam ini juga..

Beberapa saat kemudian gaby langsung membuka pintu kamarku lalu masuk dan menutup pintu kamarku.. dia berdiri sambil menatapku tajam..

“kenapa san..?” tanya gaby dengan dinginnya..

“apanya kenapa gab..?” mery yang bertanya dengan herannya..

“tanya sama bajingan lendir ini mer.. tanya dia.. kenapa dia putusin ayu..” ucap gaby dengan mata yang berkaca – kaca..

Asuuu.. tau dari mana gaby ini.. apa dia telpon – telponan dengan ayu..? dan mery langsung menghentikan kegiatannya dalam membersihkan lukaku.. dan mery menatapku dengan mata yang juga berkaca – kaca..

“ga pa – pa..” ucapku singkat dan datar.. lalu aku menghabiskan teh kotak pemberian mery lalu mengambil rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya pelan..

“ga pa – pa..??? enak banget sih jawabanmu..??? mana sandi yang aku kenal dulu..??? mana sandi yang sangat bertanggung jawab dengan wanita – wanitanya..??? kenapa sekarang jadi sandi yang ga punya perasaan gini sih..???” ucap gaby dengan emosinya dan air matanya pun mengalir dipipi….

“apa ini gara – gara aku..?” ucap mery bersuara dan menatapku.. aku lalu menatap tajam mery..

“ini ga ada hubungannya dengan siapa – siapa.. ini hanya tentang aku dan ayu..” ucapku sambil menatap mery lalu melirik gaby..

Air mata mery pun langsung tumpah seketika.. cuukkk.. hari ini sudah tiga wanita yang menangis karenaku.. asssuuuu..

KRING.. KRING.. KRING..

Bunyi hp dikantong celana berbunyi.. aku lalu mengambil hpku.. tampak dilayar hpku no tak dikenal.. assuu.. siapa lagi yang telpon malam – malam begini dan disituasi seperti ini..

“halo..” ucapku ketika menjawab panggilan masuk tersebut..

“halo nak sandi.. hiks.. hiks..” jawab seorang wanita dan menangis.. cuuukkk.. siapa ini ya..? kok nangis lagi..? dan kenapa dia manggil aku nak..?

“maaf bu.. ini no siapa ya..?” tanyaku dengan herannya..

“ibunya ratih mas..” jawab ibu itu pelan.. assuuu.. ibunya ratih..? kenapa beliau telpon aku malam – malam gini dan kenapa menangis..?

“ya bu.. ada apa kok ibu menangis..?” tanyaku..

Mery dan gaby lalu memandangku dengan tatapan yang menyelidiki sambil tetap menangis..

“ayu nak.. ayu.. hikss.. hiks..” ucap ibu ratih dan tambah menangis dengan sesenggukan..

“ayu..? kenapa ayu bu..? bukannya ayu dikosan..? kenapa dia bu..?” tanyaku dengan paniknya.. gaby dan mery pun langsung mengusap air matanya dan melihatku dengan tegang ketika aku menyebut nama ayu..

“ayu kritis dirumah sakit nak.. hikss.. hikss.. hiks..” ucap ibunya ratih dan langsung membuat aku tambah panik..

“kritis..???” ucapku dengan bibir yang bergetar dan mataku pun berkaca – kaca..

“iya nak.. ayu tadi dalam perjalanan pulang kerumah.. dan ketika mau menunggu angkot menuju rumah dari terminal.. ayu ditabrak orang yang tidak dikenal dan penabraknya langsung melarikan diri.. hiks.. hiks..” kata ibunya ratih dan tangisnya tambah kencang..

“apa..? sekarang dimana bu..? sandi kesana sekarang..” ucapku dan tubuhku langsung bergetar mendengar jawaban ibunya ratih..

“ayu sekarang dirawat di ICU rumah sakit kota ini..” ucap ibu ratih pelan..

“i.. ii.. iiyaa bu.. sandi berangkat kesana sekarang bu..” ucapku terbata dan aku langsung berdiri..

“iya hati – hati ya nak..” ucap ibu ratih dan langsung menutup hpnya..

Jianncoookk.. siapa yang melakukan ini..? apa ini ada hubungannya dengan iblis hitam..? dan kenapa ayu pulang kerumahnya kekota sebelah..? kan dia tadi harusnya pulang kekosan.. kenapa juga aku tadi ga mengantarnya sendiri kekosan..?? bangsaatttt.. anjinggg.. ini pasti gara – gara aku.. kenapa aku sebodoh ini.. bajingaannn..

“san.. kenapa ayu..?” tanya mery dengan paniknya ..

“ayu ditabrak dan sekarang lagi kritis..” ucapku sambil membuka lemariku untuk mencari kaos ganti tanpa menoleh ke mery..

“ditabrak..?? kritis..??” ucap gaby dan air mata gaby kembali menetes..

“kamu mau kemana sekarang..?” tanya mery lalu berdiri..

“aku mau kekota sebelah..” ucapku lalu berjalan untuk meraih jaketku dibelakang pintu..

“aku ikut..” ucap mery

“aku juga..” kata gaby..

“kalian tetap disini dan jangan kemana – mana..” ucapku sambil menatap tajam mereka berdua sambil mengenakan jaketku..

“tapi san..” ucap mery terpotong..

“dan untuk kamu mer.. kita akhiri semua ini sekarang..” ucapku..

“ma.. ma.. maksudnya san..” ucap mery terbata – bata dan dengan mata yang berkaca – kaca..

“sudahlah mer.. kamu pasti taulah maksudku..” ucapku lalu membuang muka..

“kamu kenapa sih..??? ada apa denganmu san..???” tanya gaby sambil melotot kepadaku..

“sudah ga usah dibahas lagi.. semuanya sudah jelas kan..?” ucapku lalu membuka pintu dan meninggalkan mereka berdua yang menangis sesenggukan..

“kamu mau kemana lagi san..?” tanya kakanda alan.. dan teman – temanku semua memandangku dengan heran..

“aku mau keluar dulu..” ucapku sambil mendorong tigi keluar pintu kos..

“sandiiii..” panggil aldo..

“tolong semua jangan ada yang bertanya lagi.. nanti aku kabari..” ucapku lalu menaikki tigi dan menyalakannya..

#Cuukkk.. akhirnya yang kutakutkan terjadi juga.. kenapa aku bisa selengah ini dan sebodoh ini.. bajingannnn..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 64 | Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 64 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 63 ) | ( Part 65 ) Selanjutnya