. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 59 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 59

0
382

Bagian 2 Part 58 – Rumit


Sandi Purnama

Emery Naila 

Gaby Adrien

[POV Mery]

Sudah beberapa hari ini aku kembali ke kos pondok merah dan tinggal disini.. dan waktu pertama kali aku diberitahu kepala divisiku bahwa aku dipindahkan dikota pendidikan ini.. aku seperti mendapatkan kabar yang sangat luar biasa rasanya.. dan itu membuat hatiku senang dan bahagia sekali.. aku jadi mempunyai kesempatan untuk melihat dari dekat lagi wawangku tersayang..

wawang gimana kabarmu sekarang sayang..? masih adakah sisa cinta dihatimu untukku..? atau hanya amarah dan benci yang tertinggal..? wang.. aku tau kamu sudah punya kekasih hati.. tapi apa benar – benar kamu menyukainya dari hatimu yang terdalam..? bukan karena marah dan kecewa karena aku kan..?

Dan dimalam itu, aku kembali melamun dibawah sinar purnama yang sedang bersinar dengan indahnya.. aku selalu mengobati rasa kangenku dengan memandang purnama sambil memeluk foto wawang ketika kami bertemu waktu kecil dulu.. kenangan yang selalu membekas dan terpahat indah didalam hatiku.. dan tidak ada siapapun yang dapat menghapusnya walau semesta sekalipun.. karena hati dan cinta ini hanya milikku dan aku punya kuasa terhadapnya..

“hai purnama.. apa kabarmu..? semoga kamu ga bosan dengan aku yang selalu menanti, dan menumpahkan rasa rinduku kepada wawangku lewat cahaya indahmu..”

“hai purnama.. apa aku salah mencintai kekasih orang lain..? kalau memang salah, kenapa sang pencipta membangun istana cinta yang begitu megah didalam hatiku..? dan kenapa sang pencipta tidak membangunkan kuburan cinta dihatiku..? biar aku melupakan dia dan hidup tanpa cinta selamanya..”

“hai purnama.. apakah memang takdirku hanya bisa memandang cintaku seperti aku memandangmu..? seperti aku menikmati keindahanmu tapi tidak bisa menyentuhmu… seperti aku yang selalu menantikanmu tapi aku tidak bisa memilikimu..”

“hai purnama.. kamu pasti mengira aku adalah wanita yang lemah.. tidak.. kamu salah.. aku adalah wanita yang kuat.. kuat karena cintaku kepada wawangku.. seperti kuatnya pondasi istana cinta yang dibangun sang pencipta didalam hatiku..”

Dan dimalam menjelang pagi itu aku masih belum bisa memejamkan mataku.. selain karena aku kangen dengan wawangku aku juga merasakan sakit yang luar biasa dilambungku.. maag ku lagi kambuh dimalam itu.. tapi sakitnya lambungku ini tidak seberapa dibandingkan waktu aku tau pertama kali ketika wawang jadian dengan ayu.. dunia ini seperti berhenti berputar dan aku merasa hatiku seperti disayat – sayat lalu ditaburi dengan garam.. sakit dan perih..

Dan dimalam itu juga, aku menerima sms dari wawang yang membuat aku seperti tidak merasakan lagi sakitnya dilambungku.. kata – katanya pun semakin membuat aku tenggelam dengan kesalahan dan penyesalanku.. dia masih sempat mengucapkan maaf.. padahal harusnya aku yang mengucapkan itu bukan dia..

Dan smsnya dimalam itu membuat keyakinanku semakin bertambah.. bahwa suatu saat nanti, kami akan bersama walaupun jalannya tidak akan mudah.. semoga keyakinanku ini didengar sang pencipta dan dikabulkannya.. semoga..

Dan hari kepindahanku kekota pendidikan telah tiba.. itu membuat perasaanku semakin tidak menentu.. senang, sedih, bahagia, dan kangen menyatu.. dan mengaduk aduk selama perjalananku bersama gaby saat didalam mobil.. gaby.. iya gaby.. pada saat dia tau aku dipindahkan kekota ini dia lalu mengajukan diri untuk pindah kekota ini ke bu damayanti.. dan itu langsung disetujui hari itu juga.. baguslah.. aku jadi bisa mendekatkan gaby lagi dengan mas rendi..

“say.. jadi kita tinggal dimana ini nanti..?” ucap gaby kepadaku..

“dipondok merah aja..” ucapku dengan santainya..

“serius kamu say..? jangan ah.. kita kembali kekosku aja yok.. alexis..”

“ngga gab.. aku maunya kepondok merah aja dan kamu juga harus ikut sama aku..”

“mer.. kamu sudah siapkah bertemu dengan sandi..?”

“sudah..”

“mungkin dengan sandinya sudah siap..? tapi dengan ayu gimana..? kamu pasti akan ketemu dia terus loh.. dan mungkin mereka akan bermesraan didepanmu..” ucap gaby dengan cueknya sambil terus menyetir mobilnya..

“berarti itu ujian cintaku kepada dia gab..”

“kamu gila apa bodoh say..?”

“dua – duanya gab..”

“ha..” ucap gaby kaget

“aku gila karena cintaku dan aku bodoh karena membiarkan kegilaanku ini semakin menjadi..”

“segitu besarnya cintamu kepada dia ya say..”

“aku belajar dari kamu dan mas rendi gab..”

“maksudmu..?”

“kalian itu sebenarnya gila dengan cinta kalian.. tapi kalian bodoh karena mau disiksa dengan kecemburuan.. kecemburuan yang selalu menutupi mata hati kalian, sehingga membuat cinta kalian buta dan ga tau kearah mana kalian melangkah.. kalian tersesat dengan kebutaan kalian..”

“sok tau kamu..” ucap gaby dengan wajah yang memerah.. lalu dia terdiam dan bibirnya seperti bergetar..

Ya ampun gab.. kamu itu memang gila ya.. kenapa sih masih kamu pendam aja cinta dihatimu itu..?

“sudahlah kakak ipar.. akui saja..”

“apa yang harus aku akui mer..” ucap gaby dengan mata yang berkaca – kaca..

“kakak ipar – kakak ipar.. kamu itu sama aja dengan mas rendi..” ucapku sambil menggelengkan kepalaku..

“sudahlah.. jangan bahas itu lagi ya..?”

“kenapa..? atau jangan – jangan kamu yang belum siap ketemu mas rendi ya..? sampai membahasnya saja kamu gak mau..” ucapku lalu menatap gaby..

“apasih mer..? kan tadi kita bahas masalahmu dengan sandi.. kok sekarang jadi bahas aku dan mas rendi sih..?”

“gab.. kakakku itu ga sejahat yang kamu kira.. dan aku yakin kamu lebih memahaminya dari pada aku.. karena cintamu pasti bisa merasakannya.. memang mas rendi melakukan kesalahan yang besar sama kamu.. tapi diakan ga sadar ketika melakukan itu..” ucapku meyakinkan gaby..

“mungkin karena keenakan tidur dengan wanita itu ya.. sampai dia ga sadar kalau dia punya kekasih..?” ucap gaby sambil meneteskan air matanya,.. ya ampuun gab.. ternyata kejadian itu membekas banget dihatimu ya.. kejadian waktu mas rendi tidur dengan wanita lain dalam keadaan mabuk didepan matamu..

“aku tau sedihnya kamu gab.. aku pernah merasakannya juga, ketika aku tau wawang ada dikamarmu waktu itu..” ucapku dan dia langsung melihatku lalu gaby menghentikan mobilnya dipinggir jalan..

“mer..” ucap gaby sambil menatapku..

“kenapa gab..? apa kamu masih belum puas membalas mas rendi..? kamu bercinta dengan tedy anak industry dan mas rendi tidak menyentuh tedy sama sekali.. padahal kalau mas rendi mau, tedy bisa dikarungin lalu dibuang dilaut selatan.. tapi mas rendi ga mau melakukan itu.. mas rendi ga mau nyakitin kamu lagi walau kamu bukan kekasihnya gab..”

“kamu juga tidur dengan wawang dikos pondok merah.. dan mas rendi pun mengetahuinya.. dan lagi – lagi mas rendi tidak berbuat apa – apa.. kamu tau kenapa..? karena mas rendi selalu berpikir.. mungkin gaby lebih sakit dari pada aku ketika dia mergokin aku tidur dengan wanita lain.. itu saja yang selalu ada dipikirannya.. kamu ga mikirin gimana hancurnya mas rendi sih gab.. terus mau sampai kapan kamu akan melakukan ini..?” ucapku sambil menatap mata gaby..

“ga gitu mer.. bukan maksudku mau membalas mas rendi..” ucap gaby yang tertunduk melihat setir mobilnya..

“kamu tau apa yang dikepala mas rendi gab..? karma itu ternyata lebih menyakitkan.. dan itu tertanam sampai detik ini diotaknya..” ucapku pelan dengan bibirku yang bergetar dan mata yang berkaca – kaca..

“CUKUP MER.. CUKUPPP.. HIKSS… HIKSS.. HIKSS..” teriak gaby lalu memukul setir mobilnya dan menangis sekencang – kencangnya lalu kepalanya disandarkan di setir mobilnya..

“belum gab.. belum cukup.. aku tau kamu setiap malam masih sering menangis sambil menatap foto mas rendi.. dan kamu pun tersiksa dengan keadaan ini.. tapi kenapa kamu membiarkan kecemburuanmu menyiksa dan menghancurkan hidupmu..? kenapa..?” ucapku dengan emosi..

Aku lalu menarik nafasku perlahan sambil melihat gaby yang begitu terpukul dengan kata – kataku.. tapi memang dia harus dikerasin supaya dia sadar dan itu untuk kebaikannya sendiri..

“gab.. cemburu boleh, buta jangan.. karena kalau buta campur tangan dalam cemburu, kamu akan kehilangan arah cintamu.. kalau mata buta masih ada hati dan perasaan yang menuntun.. tapi kalau hati yang buta.. mata dan perasaanmu tidak berguna..”

“ayolah gab.. jangan kamu nikmati kecemburuanmu, tapi nikmatilah cintamu.. karena kalau kau menikmati kecemburuanmu yang ada hanya marah, kecewa, sedih dan tersiksa.. tapi kalau kamu nikmati cintamu.. kamu akan merasakan cemburu, rindu, sedih, senang, marah, sabar, tersiksa dan bahagia.. dan semuanya dibungkus dengan kasih sayang..” ucapku sambil mengelus rambutnya untuk menenangkan dia yang masih terus menangis…

Dan gaby pun terus menangis.. dan aku terus membelainya untuk menenangkan hatinya yang juga pasti ikut menangis.. lalu dia mengangkat wajahnya dan memandangku dengan wajah yang penuh air mata..

“mer.. aku ini wanita yang bodoh ya.. aku telah menyia – nyiakan laki – laki seperti mas rendi.. aku sadar dia salah.. tapi aku lebih sadar kalau pembalasanku lebih kejam dari pada apa yang dia lakukan terhadapku.. aku telah pacaran dengan tedy teman satu jurusan mas rendi.. dan lebih gilanya aku tidur dengan sandi.. sahabat bahkan seperti adik kandungnya mas rendi.. dan itu bukan hanya menyakiti mas rendi tapi pasti menyakiti kamu juga.. maafin aku ya mer.. hikss.. hikss…” ucap gaby lalu memelukku dan menangis dipelukanku..

“sudahlah sayang.. ga usah mikirin aku.. yang penting sekarang itu kamu sudah sadar.. dan aku harap kamu mau mengejar cintamu lagi..” ucapku sambil mengelus rambutnya..

“apa mas rendi mau terima aku dengan kondisi seperti ini..?” ucap gaby melepaskan pelukannnya dan menatap mataku dengan mata yang berair..

“kamu itu cintanya mas rendi gab.. bagaimanapun kondisimu, mas rendi akan tetap mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hatinya.. aku yakin itu.. dan semoga keyakinanku ini bisa memantapkan hatimu..” ucapku sambil membersihkan air matanya..

“sekarang kamu turun ya gab.. biar aku aja yang nyetir.. aku masih mau sampe dikos pondok merah dan aku mau melihat wawangku lagi..” ucapku sambil tersenyum..

“kurang ajar.. emang kamu kira aku ga bisa bawa mobil dengan kondisi yang seperti ini..?” ucap gaby yang mulai bisa tersenyum walaupun hanya sedikit..

“bukan begitu gab.. aku itu kasih kamu kesempatan untuk menenangkan jantungmu yang berdetak cepat.. aku tau kamu pasti grogi kan mau ketemu mas rendi..” ucapku sambil melihatnya dengan tatapan yang meledeknya..

“kamu itu adek ipar yang jengkelin ya..” kata gaby yang meraju..

“apa.. adek ipar..? cie.. cie.. yang sudah manggil aku adek ipar.. hihihihi..” kataku tertawa mengejeknya..

“apaan sih mer.. kamu itu ya…” ucapnya sambil mencoba menggelitiki perutku..

“aw..aw.. aw.. kakak ipar.. sudah.. sudah.. kalau begini terus kapan kita sampainya.. sekarang turun gih..” ucapku lalu membuka safety beltku dan dia juga membuka safety beltnya.. kamu lalu bertukar posisi…

Dan setelah itu kami berdiam diri dan kami hanya mendengarkan music dari mobil gaby.. sampai pada sebuah lagu..

dan setelah lagu itu selesai..

“kamu masih senang dengarin lagu ini yang gab..?” tanyaku..

“dulu.. sekarang sudah ga..” ucap gaby sambil melirikku..

“cieee….” Ledekku lagi..

“mer.. jangan mulai ya..” ucap gaby sambil melirikku lagi..

“iya iya kakak ipar.. jahat bener sih sama adek iparnya.. hihihihi..” ucapku sambil tertawa..

“gab.. wawang tau ga kalau kamu itu mantannya mas rendi..?” tanyaku..

“ngga.. dia taunya aku mantannya tedy..” ucap gaby lalu terdiam dan dia langsung memandangku dengan tatapan seperti orang yang ketakutan..

“kamu mikirin apa yang aku pikiran ya gab..” ucapku yang juga ketakutan..

“gimana kalau sampai itu terjadi mer..? gimana kalau sandi tau..? apa dia ga marah dengan kita dan juga mas rendi..?” ucap gaby dan lagi – lagi suasana tegang terjadi dimobil ini..

“pasti wawang akan marah gab.. dia pasti akan seperti orang yang dipermainkan.. dan kamu taukan kalau wawang sudah marah..?” ucapku dengan ketakutan sambil membayangkan ketika wawang mengetahui dan dia marah besar..

“terus kita harus gimana mer..?” tanya gaby..

“tenang gab.. tenang.. kita harus jujur sama wawang.. apapun resikonya kita harus jujur.. sebelum wawang mengetahui dari orang lain.. dan itu akan membuat lebih bahaya dan wawang pasti akan lebih marah..” ucapku..

“iya tapi gimana caranya mer..?” ucap gaby

“beberapa hari lagi wawang ulang tahun gab.. nanti setelah ulang tahun aku akan bicara dengannya..”

“gimana cara kamu bicara dengannya mer..?”

“nanti aku pikirkan itu.. tapi untuk sementara ini sikap kita dengan wawang kalau bisa, biasa aja jangan terlalu menampakkan kalau kita ada rahasia..” ucapku ke gaby..

“baiklah mer.. aku percaya sama kamu.. dan kamu pasti bisa menjinakkan bajingan lendir itu..” ucap gaby..

“heyyy.. jangan sebut wawangku bajingan lendir ya..? atau aku ga akan ijinin mas rendi balik kekamu..” ucapku sambil melotot kegaby..

“bukannya kamu yang mulai panggilan itu..” ucap gaby kepadaku..

“iya.. tapi kan cukup aku aja yang manggil dia gitu, kamu jangan ikut – ikutan.. kesannya wawangku itu seperti penjahat wanita aja..”

“ciee.. ciee… yang marah kalau wawangnya dikatain..” ucap gayb menggodaku..

“biarin wee…” ucapku lalu memeletkan lidah..

Lalu kami pun berdiam diri lagi dengan lamunan masing – masing..

“gab.. boleh aku tanya sesuatu..?” tanyaku..

“tentang itu ya..? penasaran banget sih kamu say….?” Ucap gaby sambil melirikku..

“hehehehe.. ayolah kakak ipar..” ucapku dan tersenyum..

“baiklah.. aku ga pernah menutupi apapun dari kamu say kecuali masalah itu.. tapi sekarang aku akan menceritakannya.. hiuuuufff huuuuuu…” ucap gaby lalu menarik nafasnya pelan dan mengeluarkannya..

“yang mengambil virginku mas rendi..” ucap gaby lalu menunduk..

“hem.. benerkan.. kenapa kemarin mengelak aja kalau aku tanya..?” ucapku yang tidak begitu terkejut karena memang aku sudah menduganya..

“bukannya aku ga mau jujur.. tapi iya gitulah mer.. dan kami sering melakukannya sebelum kami putus..” ucap gaby lagi..

“dimana..?” tanyaku penasaran..

“ada deh.. yang jelas ga dipondok merah.. mas rendi ga pernah mengajakku kesana.. katanya ga ada penghuni pondok merah yang mau membawa wanitanya kesana.. dan wanitapun jarang ada yang berani masuk kecuali kamu..” ucap gaby..

“hem.. dan sekarang makin banyak wanita yang main kepondok merah.. itu semua wawang yang punya kerjaan.. memang bajingan lendir dia itu..” ucapku geregetan..

“cieee.. yayangnya sendiri dikatain..” ucap gaby meledekku..

“sudah ga usah dibahas masalah wawang.. terus gimana..?” tanyaku lagi..

“apanya yang terus..?” tanya gaby kebingungan..

“ya ceritamu lah gab.. ayolah aku masih penasaran..”

“ya itu aja say.. apalagi yang mau kamu dengar..? siapa aja yang sudah pernah tidur sama aku..? mas rendi dan sandi itu aja.. puas kamu..?” ucapnya

“serius kamu say..? tedy..?” tanyaku yang ga menyangka kalau dia tidak pernah melakukannya dengan tedy..

“say.. aku tuh ga sembarangan kalau mau melakukan itu.. aku tuh mau kalau ada perasaan sayang aja.. dan kamu juga tau kan kalau aku sempat menaruh perasaan sama wawangmu itu.. tapi berhubung aku tau dia wawangmu.. aku ga mau melanjutkannya sebelum perasaanku semakin dalam kepadanya..” ucap gaby dengan seriusnya..

“walaupun sebenarnya aku bisa aja merebut wawang dari kamu.. hihihi..” ucap gaby lalu melirikku dan tersenyum lalu menunduk..

“iihhhhh.. awas aja kalau kamu berani merebut wawangku..” ucapku meraju..

“hihihihihi.. bercanda say.. bercanda..” kata geby menggodaku..

“gimana ya rasanya gab..?”

“rasa apa..?”

“waktu melakukan pertama kali.. sakit ga..?”

“dihh.. kok kamu tanya gitu mer..? jangan bilang kamu mau pake cara itu untuk mengambil hati sandi ya..” ucap gaby lalu melotot kepadaku..

“gila aja gab.. ga mungkin lah.. aku hanya mau serahkan ini kepada seseorang yang amat kucintai dan ketika kami sudah siap..”

“siap apa ini maksudnya..?”

“ya sudah siap mengarungi hidup berdua dan sudah diikat oleh suatu ikatan perkawanan..” ucapku

“bagus lah.. jaga itu baik – baik mer.. kalau memang terpaksa, lakukan bersama orang yang tepat dan kalian saling mencintai tanpa ada paksaan..”

“semoga aku tetap bisa mempertahankannya gab.. tapi kamu belum jawab loh gab.. gimana sih rasanya..?”

“penasaran banget sih kamu mer.. “

“kan cuman tanya gab..”

“kalau kamu mau tau rasanya.. colmek gih..” ucap gaby dengan cueknya..

“iihhh.. apaan sih.. jorok banget..” ucapku sambil mengerutkan kedua alisku

“hihihihi.. habis kamu tanya terus sih.. tapi ngomong – ngomong.. beneran gitu kamu belum pernah..?” ucap gaby terpotong karena aku langsung meliriknya..

“oke kalau virgin aku percaya.. tapi diremas atau dicium bibirmu gitu..?”

Aku cuman menggelengkan kepalaku..

“gila.. masih ada aja ya cewe kaya kamu say.. hihihihihi..” ucap gaby tertawa..

“lagian aku mau melakukannya sama siapa..? aku tuh belum pernah pacaran sama sekali tau..”

“memang luar biasa kamu mer..” kata gaby sambil menggelengkan kepalanya..

Dan kami pun terdiam lagi.. sementara perjalanan kami sudah mendekati kota tujuan.. kami sekarang berada dipintu kota ini didaerah jembatan layang.. dan jantungku semakin berdetak tidak karuan.. aku sudah ga sabar ingin melihat wawangku..

“mer.. aku bisa mohon satu permintaan sama kamu say..?” kata gaby yang mengagetkanku dan membuatku langsung bingung dengan omongannya….

“apa sih gab.. pakai permohonan segala.. kaya sama siapa aja sih kamu itu..” ucapku yang bingung sengan omongan gaby barusan..

“bukan begitu mer.. ini masalahnya sensitf banget.. dan ini tentang perasaan wanita..” ucap gaby lalu menatapku..

“maksudnya..?” tanyaku yang tambah bingung..

“ini tentang ayu..” ucap gaby pelan..

“hiiuuutfffff.. iya aku paham arah pembicaraanmu…” ucapku yang akhirnya mengerti arah pembicaraan gaby satelah menyebut nama ayu..

“kuharap kamu menjaga perasaannya mer.. bagaimanapun juga dia kekasih sandi.. dia yang ada disisi sandi selama sandi terpuruk dan dia selalu setia mendampingi sandi sampai dia bisa bangkit seperti sekarang ini..”

“diakui atau tidak.. sandi begitu berat menjalani kehidupan disini say.. mulai ditolak amel dan lia.. lalu kita berdua meninggalkannya ke ibukota propinsi.. setelah itu dia mendapatkan ratih.. tapi kamu taukan gimana akhirnya.. hanya hitungan hari aja ratih meninggal.. belum lagi setelah dia tau siapa kamu yang sebenarnya.. itu semua pasti berpengaruh pada psikologi sandi say.. dan hanya ayu yang mendampinginya sampai sandi bisa bangkit seperti sekarang ini..”

“aku harap kamu juga menjaga sikapmu dengan sandi.. aku tau kamu sangat mencintai sandi.. tapi biarkanlah waktu yang akan menjawab semua..” ucap gaby menutup pembicaraannya..

Dan perkataan gaby langsung membuatku tambah dilema.. memang kuakui ayu adalah sosok yang sempurna yang selalu mendampingi wawang dalam kondisi apapun selama ini.. dan sekarang aku datang kembali kekota ini dengan membawa rasa cintaku.. masa aku langsung merebutnya..? berdosa banget aku kalau sampai itu terjadi.. tapi aku harus gimana..? disatu sisi aku sangat mencintai wawang.. tapi disisi lain wawang telah didampingi perempuan yang hebat.. ahhhh.. bisa gila aku kalau seperti ini..semoga aku bisa melewati semua ini ntah bagaimanpun akhirnya..

“aku paham itu gab.. dan aku tau apa yang harus aku lakukan.. biarpun hatiku sakit tapi aku akan menjaga sikapku kepada mereka berdua..” ucapku dan gaby langsung mengelus pelan rambutku..

Dan setelah perjalanan yang panjang dan obrolan yang banyak menguras emosi dengan gaby.. akhirnya kami sampai juga didepan gang pondok merah.. aku lalu memarkirkan kendaraan gaby didepan kampus.. dan ketika aku akan mematikan mesin mobil.. seseorang mengetuk kaca mobil kami.. dan aku membukanya..

“mba ini parkiran sepeda motor..” kata seorang petugas parkir setelah aku membuka kaca pintu mobil..

“oh iya kah mas..” ucapku sambil melihat petugas parkir jalanan yang aku ga pernah lihat sebelumnya..

“mer.. kita kan biasa parkir disini..” ucap gaby bingung dan berbisik kepadaku..

“mungkin orang baru dia mer.. hehehehe..” jawabku tersenyum..

“dipindah dulu mobilnya mba..” ucap petugas parkir itu sambil menatapku..

“ono opo jok..?” (ada apa jok..?) tanya seseorang yang aku kenal kepada petugas parkir yang menegurku.. dia adalah cak ji.. cak ji ini yang memegang semua area parkir dikampus teknik kita..

“iki loh cak.. mba iki parkir sembarangan.. nde kene kan parkirane sepeda…” (ini loh cak.. mba ini parker sembarangan.. disinikan parkirannya sepeda motor..) ucap orang itu.. dan aku langsung keluar dari mobil..

“loh mba mery.. kok disini..? katanya di ibukota propinsi..” kata cak ji yang kaget setelah melihat aku……

“iya cak.. aku pindah kekota ini lagi.. hehehe..” ucapku sambil tersenyum..

“aku pindah dimana ini mobilnya cak..?” tanyaku ke cak ji..

“lah.. kenapa dipindah mba.. kan sampean biasa parkir disini..” ucap cak ji yang malu ketika aku tanya seperti itu..

“joko.. ini mba mery.. dia ini ibu negara dikos pondok merah.. jadi kamu pahamkan kenapa mbe mery parkir disini..?” ucap cak ji ke petugas yang parkir yang bernama joko itu.. dan dia langsung terkejut ketika cak ji mengenalkan aku..

“maaf mba.. maaf.. saya ga kenal sama mba.. saya orang baru mba..” ucap joko langsung menunduk..

“santai aja mas.. kalau memang disuruh pindah.. ga pa – pa kok saya pindahkan mobilnya..” ucapku sambil tersenyum kepadanya..

“ja.. jangan mba.. disini aja.. nanti kalau mobil mba pindah.. bisa – bisa saya juga pindah ga kerja disini..” kata joko ketakutan..

“santai ah.. ga usah grogi gitu..” ucapku menenangkan joko yang masih ketakutan..

“cak ji.. jadi mobilku tetap parkir disini ya..” ucapku menggoda cak ji..

“iya mba.. iya.. ya ampun.. sampean boleh pindah parkir.. asalkan didalam sana..” ucap jak ji sambil menunjuk dalam gang depan kos pondok merah..

“sampean itu ya cak.. mana bisa mobilku masuk.. itukan cukup buat motor..” ucapku sedikit meraju..

“habis mba gitu sih.. hehehehehe..” ucap cak ji langsung tertawa..

“ya udah cak aku masuk dulu ya..” pamitku dan langsung menuju belakang mobil dan mengambil tasku yang besar dari bagasi mobil..

“oh iya mba..” kata cak ji..

“mba aku bantuin ya..” kata joko yang melihat aku mencoba mengangkat tas pakaianku..

“beneran nih.. berat loh..” ucapku..

“ga pa – pa mba mer.. dia itu biasa ngangkat peti ikan disendang biru.. hahahaha..” kata cak ji sambil tertawa..

“bisa aja cak ji ini..” ucapku lalu menuju pintu mobil depan lagi..

“gab kok ga turun..?” tanyaku..

“ntar dulu say.. aku disini dulu sebentar..” ucap gaby..

“grogi ya mau ketemu mas ren mu.. hahahahaha..” ucapku lalu tertawa..

“apasih.. awas ya..” gaby meraju..

“iya udah aku tinggal dulu..” ucapku.. dan aku langsung berbalik lalu berjalan menuju gang masuk pondok merah.. joko mengikuti dibelakngku sambil memanggul tasku yang besar..

“mba disini aja ya.. aku takut kalau masuk kedalam..” kata joko ketika sudah sampai dipintu kos pondok merah..

“oh iya mas..taruh aja dibawah.. ntar ada yang ngangkatin kedalam kok.. termakasih ya.. ini buat beli rokok..” ucapku sambil mengeluarkan selembar uang sepuluh ribuan dan menyerahkan kepadanya..

“wah apa ini mba.. ga usah.. aku keluar dulu ya..” ucap joko langsung buru – buru berjalan keluar gang lagi.. anak yang aneh..

[table id=Ads4D /]

Aku lalu memegang pintu kos dengan perasaan yang agak gak enak.. apa wawang ada didalam atau dia lagi keluar..? terdengar dari dalam suara mas pandu sedang bercanda dengan mas arief dan mas adam.. aku lalu membuka pelan – pelan pintu kos..

Dan tampak wawang keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana pendek dan dibelakangnya ayu keluar menggunakan switer dan celana wawang yang aku hapal betul sambil membawa peralatan mandi.. ya ampun wawang.. ayu tidur disini semalam..? kalian berdua habis ngapain aja..?

DAG.. DUG.. DAG.. DUG.. DAG.. DUG..

Suara jantungku langsung terdengar kencang dan cepat.. hiuufttt.. wawang.. kenapa sih aku selalu melihatmu seperti ini..? kenapa aku selalu mempergoki kamu ketika kamu bersama wanita..? perasaan cemburu langsung menyambar hatiku dan mengaduk – ngaduk didalam sana.. aduhh.. kenapa bisa begini sih..?

Kami sempat berpandangan sebentar.. dan kulihat dia terkejut dengan kedatanganku..

“mery.. kok ga ngabari kalau mau kesini..? terus kamu bawa tas besar itu buat apa..? kamu keluar dari kerjaan..?” tanya mas rendi yang langsung berdiri dan terkejut juga dengan kedatanganku.. mas pandu, mas arief, mas adam dan bung toni juga terlihat terkejut..

“bukannya dibantuin malah ditanya terus loh mas ini..” ucapku sambil memandang mas rendi.. aku mencoba mengalihkan dengan berbicara dengan mas rendi supaya ga terfokus dengan wawang.. dan juga aku mengalihkan dari tatapan cemburuku..

“hehehe.. iya..” ucap mas rendi berdiri lalu mendatangiku dan mengangkat tasku.. setelah itu membawa kekamarnya.. sementara aku berjalan kearah ruang tengah dan mendatangi ayu.. iya ayu.. ayu yang sudah menjadi kekasih wawang.. beruntung banget sih kamu itu yu..

“hai ayu..” panggilku ke ayu..

“hai mba..” balasnya lalu kamu berdua berpelukan dan saling cipika cipiki..

“gimana kabar yu..?” tanyaku..

“baik mba.. mba sendiri gimana..?” tanya ayu balik..

“baik juga.. hehehehe..” ucapku sambil tersenyum yang kubuat sesantai mungkin.. aku ga mau terlihat grogi dihadapan wawang sambil meliriknya sebentar.. dan kulihat dia agak grogi dengan lirikanku..

“mba cuti ya..” tanya ayu..

“ngga.. aku dipindah tugaskan kekota ini sama perusahanku..” ucapku dan kembali melirik wawang.. kulihat dia kembali terkejut dengan ucapanku barusan.. kenapa wang..? kamu senang atau ga mendengar kabar itu..? terlihat sekali diwajah wawang seperti orang yang kebingungan..

“serius kamu pindah sini de..?” tanya mas rendi..

“iya mas..” kataku lalu berbalik sambil menatap mas rendi..

“wahh.. asyyikk dong.. ibu negara kembali kekosan ini lagi..” ucap mas pandu..

“ah mas pandu ini.. biasa aja kali..” ucapku kepada mas pandu.. lalu aku berjalan kearah meja dan bergabung dengan mereka dan duduk disebelah mas rendi..

“kos ini hampa tanpa ada kamu mer..” ucap mas arief sambil tersenyum kepadaku..

“gersang dan tandus..” sambung mas adam menyahut..

“tra ada cinta disini..” ucap bung toni yang ikut – ikutan bersuara.. ah bung toni ini bisa aja.. orang kalau ga mengenal bung toni ini pasti kesan pertamanya nyeremin.. padahal bung toni ini salah satu preman yang romantis loh.. dan maitua nya cantik sekali.. aku pernah pergokin mereka jalan bareng sambil bergandengan mesra.. (maitua = pacar/istri)

“kenapasih kalian ini..? lebay banget deh..” ucapku lalu mengambil rokok mas rendi dan membakarnya lalu menghisapnya dengan perlahan sambil melirik wawang.. maaf wang aku rokokan.. bukannya aku cari perhatianmu.. tapi aku mau menghilangkan rasa grogi dan cemburuku aja.. aku tau kamu pasti marah karena aku ga mendengar kata – katamu waktu itu.. jadi pliss.. tatapanmu jangan begitu dong sama aku.. aku minta pengertianmu kali ini aja.. aku lalu membuang muka..

“disinikan sudah ayu penggantiku mas..” ucapku kepada mas pandu, mas arief, mas adam, bung toni dan mas rendi.. mereka juga terlihat melirikku dan tidak senang karena aku merokok.. mungkin mereka tau tentang penyakit maag ku yang akut..

“ngga bisa lah mba.. mba merry tetap mba merry.. ga ada yang bisa menggantikan..” kata ayu sambil tersenyum.. ayu.. jadi ga enak aku sama kamu.. maaf ya yu aku mencintai kekasihmu..

“ya beda juga kali mer.. kalau kamu kan ibu negara dikos ini.. kalau ayu kan putri mahkota.. hehehehe..” kata mas pandu sambil tertawa..

“lebay banget ya semua.. apa ketularan sama anak baru ini..?” ucapku dengan santainya sambil melirik wawang lagi yang masih terlihat ga senang dengan aku yang merokok..

“mba.. ayu jemur baju dulu ya..” pamit ayu kepadaku..

“oh iya yu.. ee.. jadi ayu dah pindah kekos ini ya..?” tanya ku ke ayu sambil melirik ke wawang.. duh kenapa aku tanya begini sih..? kan terserah dia mau tinggal dimana.. kan dia kekasihnya wawang.. aahhhh.. otakku bener – bener eror kalau sudah ditatap wawang seperti ini..

“ngga mba.. semalam kan kehujanan.. jadi pakaian ayu basah sekarang mau dijemur..” ucap ayu sambil tersenyum..

“ooo.. semalam hujan – hujanan terus tidur disini ya..?” tanyaku lagi.. duh.. pertanyaan orang cemburu ga sih ini..? kenapa juga aku tanya – tanya terus..? semoga mas – mas disini ga curiga dengan pertanyaanku.. cuman mas rendi aja yang sadar dengan pertanyaanku dan dia langsung melirikku.. sepertinya dia mengkode aku supaya aku ga terbalu banyak bicara.. maaf mas.. maaf..

Dan ayu hanya mengangguk dengan malu – malu lalu berjalan kearah kamar mandi dan mengambil pakaiannya..

“mas jemurnya dimana..?” tanya ayu pelan kepada wawang..

“diatas.. kuantarkah..?” ucap wawang..

“ga usah mas..” ucap ayu sambil tersenyum dan berjalan menaiki tangga..

Dan kulihat wawang tambah kebingungan..

“duduk sini loh san..” panggil mas pandu..

Dan akhirnya wawangpun bergabung duduk bersama kami.. sesekali dia melirikku yang lagi asyik menikmati rokokku..

“nih ko minum..” ucap bung toni sambil menyerahkan setengah gelas TM kepada wawang..

“kenapa ga dipenuhin bung..?” tanya wawang sambil melirikku.. kamu mau balas aku ya wang.. kamu mau minum yang banyak..? awas ya.. jangan bikin aku nekat negur kamu loh ya..

“cukimai kok nantang saya kah..?” ucap bung toni sambil melotot ke wawang..

“hehehe.. ngga bung..” ucap wawang lalu mengambil gelas itu dan meminumnya.. hem.. bagus bung.. ga usah diladeni permintaan wawang itu..

“jadi gimana ceritanya mer..?” tanya mas rendi yang mengagetkanku dari lamunan..

“ya gitu deh mas.. aku dipindahkan kesini..” ucapku yang kubuat sesantai mungkin..

“terus gaby..?” tanya mas rendi dengan wajah yang serius.. ihh.. mas rendi ya.. mulai berani tanya gaby.. padahal kan disini lagi banyak orang.. kamu kangen gaby ya mas.. tenang aja mas.. dia juga kangen kamu kok.. dan aku janji akan membuat kalian bersatu lagi.. hihihi..

“itu didepan.. lagi markir mobil.. dia juga minta pindah kekota ini.. dan disetujui sama ibu damayanti..” ucap ku sambil lalu menghisap rokok yang tinggal sedikit lalu membuang puntungnya..

“hai semua..” ucap gaby didepan pintu kos.. panjang umur nih.. baru juga dikangenin sama mas rendi dah muncul aja.. dah siap ya gab kamu ketemu mas ren mu hihihihi.. gaby lalu berjalan sambil membawa tasnya dan langsung duduk disebelah wawang.. aku melihat kearah mas rendi.. kelihatannya mas rendi sangat terkejut sampai melongo dan ga berkedip sama sekali melihat gaby berjalan masuk sampai duduk disebelah wawang..

“loh.. kok semua bawa tas besar kesini..?” tanya mas pandu..

“jadi rencannya itu.. gaby disuruh tinggal dirumah ibu damayanti yang ada didekat terminal utama sana.. dan aku juga disuruh tinggal disitu menemani gaby..” ucapku menjelaskan kedatangan kami..

“terus..?” tanya mas adam..

“berhubung rumah itu masih dalam tahap renovasi.. aku dan gaby memutuskan untuk tinggal dikos ini selama tiga bulan..” ucap lagi.. dan kulihat mas rendi dan wawang kembali terkejut.. kalian kaget ya.. hihihihi..

Dan ketika kami lagi asyik mengobrol.. ayu turun dari tangga dan langsung terkejut dan terdiam melihat gaby duduk disebelah wawang..

“hay ayuuuu..” ucap gaby langsung berdiri dan mendatangi ayu yang berdiri didekat tangga..

Pintar sekali gaby ini menenangkan situasi.. dan ayu pun langsung tersenyum sambil merangkul gaby..

“hai mba gaby.. gimana kabarnya..?” ucap ayu lalu cipika – cipiki dengan gaby..

“baik say.. kamu gimana kabarnya..? makin cantik aja..” ucap gaby sambil merangkul ayu.. Kelihatannya mereka berdua ini memang sudah akrab sekali..

“baik mba gab.. mba pindah kesini juga sama mba mery..?” ucap ayu dengan senyum manisnya..

“iya sayang..” ucap gaby sambil mengelus kepala ayu..

“asyikkk.. ayu jadi banyak temannya dong disini..” ucap ayu dengan senangnya..

Aku lalu mengalihkan pandangan ke wawang.. dan terlihat dia masih kebingungan dan dia juga melirikku.. aku lalu mengambil rokok mas rendi lagi.. dan ketika aku sudah memegang bungkusan rokok mas rendi..

“rokok aja terus.. kalau perlu kamu habiskan itu rokoknya sama bungkusnya sekalian..” ucap wawang pelan sambil mengeratkan giginya..

Kelihatannya dia sudah ga tahan melihatku rokokkan dan dia berani menegurku.. mas rendi dan mas pandu yang mendengar ucapan pelan wawang cuman diam dan terkejut sambil melirikku..

Wawang lalu berdiri dan meninggalkan kami dengan muka yang merengut.. wawang ternyata kamu perhatian banget sama aku..

Dan itulah hari pertama kehadiranku dikos pondok merah.. aku dan wawang jarang sekali berbicara hari – hari selanjutnya.. kelihatannya dia mau mengajakku mengobrol.. tapi sengaja aku menghindarinya.. aku sengaja melakukan ini karena ingin memberikan kejutan diultahnya bersama gaby dan yang lain.. jadi aku dan gaby sengaja mengacuhkannya..

Dan hari ini wawan berulang tahun.. aku lalu meraih hpku untuk menelpon ayah irawan.. aku sering kali menghubungi beliau dan beliau sering juga menghubungiku sekedar untuk menanyakan kabar..

“halo yah..”

“halo putri ayah yang cantik..” ucap ayah irawan.. beliau memang sering menyanjungku.. hem.. anak dan ayah pintar sekali kalau menyanjung wanita..

“gimana kabar ayah..?”

“baik mey.. gimana sudah nyaman ditempat baru..?”

“loh ayah tau kalau mery sudah pindah tugas..?”

“semenjak terakhir kita ketemu.. ayah selalu tau perkembanganmu nak.. hehehe..”

“ihh.. ayah mata – matain mey ya..? ayah kok gitu sih..? ayah ga percaya sama mey ya.. kok pakai mantau mey segala..?”

“bukan ga percaya nak.. ayah itu sayang sama mey.. ayah ga mau terjadi apa – apa sama anak ayah.. cukup waktu itu aja ayah kehilangan jejakmu dan ayah ga mau lagi sesuatu menimpamu nak..” ucap ayah irawan yang langsung membuat air mataku menetes.. segitu perhatiannya ayah irawan sama aku..

“mey.. kok diam sih..? mikirin apa..? mey masih marahan sama sandi ya..?” tanya ayah..

“ngga yah.. sandi sudah ga marah sama mey lagi..” ucapku pelan..

“terus kapan mey ceritakan kejadian itu sama sandi..?” tanya ayah kepadaku.. dan ayah selalu bertanya kepadaku, kapan aku menceritakan kejadian sebenarnya kepada wawang.. kejadian ketika aku tidak datang waktu janjian dengan wawang dihari itu..

“belum tau yah.. mey belum siap.. mey takut wawang akan terpukul dan akan merasa bersalah karena sudah salah sangka dengan mey selama ini.. lagian sekarang juga waktunya belum tepat.. dia pasti akan tambah kacau yah.. mey malah kasihan dengan ayu kalau sampai wawang tau yang sebenarnya..”

“dan mey mohon sekali lagi sama ayah.. tolong jangan pernah membahas masalah ini sama wawang.. biar mey sendiri yang bicara dengan wawang..”

“iya nak.. ayah janji.. ayah ga akan mencampuri urusan kalian yang ribet ini..” ucap ayah irawan dengan dinginnya..

“ih ayah kok gitu sih.. nyindir mey ya..?”

“kalian berdua itu sama – sama keras kepala.. semoga kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.. dan ayah juga ga mau mencampuri urusan hati sandi.. terserah kalian gimana menyelesaikannya.. termasuk ayu juga.. semoga kalian menyelesaiakan dengan kepala yang dingin..

“iya yah..” ucapku pelan..

“yah itu mey yang telpon ya..?” tiba – tiba suara ibu sandi terdengar dari belakang..

“iya bu.. kenapa..?”

“sebentar ibu mau ngomong sebentar sama mey..” ucap ibu sandi..

“halo mey sayang..”

“halo bu.. gimana kabarnya..?”

“baik sayang.. gimana kabarnya mey..? kok ga pernah telpon ibu ya.. telponnya selalu ke ayah aja..” ucap ibu sandi..

“maaf bu.. mey taunya nomor hpnya ayah aja.. hihihih..” ucapku sambil tertawa..

“kan bisa telpon rumah..”

“mey dari dulu kalau telpon kerumah ga bisa bu..”

“oh iya.. mey pasti simpan nomor telpon yang lama ya.. dulu itu ada pergantian masal dikota ini mey.. nanti biar ayah yang kirimin nomor telpon rumah ini ya mey..”

Ya ampunnn.. pantas aja kalau aku telpon rumah wawang selalu ga bisa.. dan bodohnya aku ga pernah tanya tentang ini sama ayah waktu bertemu dirumah sakit..

“mey..”

“ya bu..”

“kok melamun sih..”

“hehehe.. ngga kok bu.. oh ya bu.. wawang ulang tahun ya sekarang..?”

“iya nak.. kalau disini pasti ibu buatkan bubur merah putih buat wawang..”

“oh ya bu..? memang ibu selalu buatkan ya kalau wawang ulang tahun..?”

“iya nak.. kalau kata orang tua dulu biar selalu diberi kesehatan dan keselamatan..”

“kalau gitu biar mey aja yang buta disini bu.. ajarin mey buatnya ya.. hihihihi..”

“serius mey.. ntar ibu sms deh bahan – bahannya yang harus disiapkan.. ntar kalau dah siap bahannya ibu telpon ya nak..”

“iya bu.. ntar mey beli dulu bahannya..”

“oke deh nak.. terimakasih ya sayang..”

“ihh.. apasih bu.. kok pakai terimakasih segala sih..”

“hihihihi.. iya sudah ibu sms ya nak..”

“iya bu.. mey tunggu ya..”

Dan setelah ibu menutup telpon.. aku pun mengajak semua penghuni kos pondok merah untuk menyiapkan kejutan untuk wawang.. tidak pula aku menghubungi lia supaya ikut bergabung dengan kami.. dan ketika lia datang dia menceritakan semua perkembangan sandi termasuk kedatangan andi mira rawallangi.. adek angkat wawang dari sahabatnya yang telah meninggal.. dan dari cerita lia juga, aku tau kalau wawang pernah masuk kedalam sel untuk pendidikan karena membalas dendam kematian kakaknya mira..

Gila.. masalah seperti ini pun aku juga baru tau.. ternyata masa lalu wawang kelam juga.. apa ini imbas dari gagalnya pertemuan kami waktu itu ya..? tiba – tiba aku teringat dengan obrolan ayah waktu dirumah sakit dulu..

“hemm.. ntahlah nak.. memang setelah pulang dari taman rekreasi waktu itu.. sandi berubah sekali perilakunya.. dia menjadi murung dan malas sekolah.. dan itu terus terjadi sampai dia mauk STM.. dia menjadi liar dan sulit dikendalikan.. padahal ayah sudah berkali – kali mengingatkan.. tapi dia tetap melakukannya dibelakang ayah.. dan mungkin karena saking sayangnya ayah ke sandi.. ayah ga bisa marah dengannya.. ayah hanya bisa menasehatinya.. itulah salah satu kelemahan ayah.. ”

“dan ingat.. mey jangan pernah merasa bersalah karena tidak datang waktu itu.. mey memang menghadapi suatu musibah yang sangat besar.. anak perempuan sekecil mey pada waktu itu harus menanggung derita yang sangat luar biasa.. ayah salut kepadamu nak.. seandainya sandi yang diposisi mey waktu itu.. belum tentu dia akan setegar dan bisa bertahan sampai detik ini seperti mey.. kamu gadis yang luar biasa nak..”

Wawang.. maafin mey ya.. mey ga tau kalau imbasnya akan seperti ini.. dan maaf juga kalau mey belum bisa jujur untuk menceritakan kejadian waktu itu.. dan tiba – tiba air mataku meleleh lagi mengingat ini semua.. seandainya waktu itu tidak ada kejadian seperti itu.. mungkin hubunganku dengan wawang ga serumit ini dan mungkin wawang juga ga seliar sekarang ini..

Dan setelah menenangkan diri.. aku dan yang lain menyusun rencana untuk kejutan ulang tahun sandi.. aku, lia dan gaby dikos – kosan beserta yang lain untuk menyiapkan kejutannya.. ayu, mira, dan teman – teman sipilnya bertugas mengalihkan wawang untuk pergi ntah kemana.. dan untungnya ada film terbaru jadi mereka ada kesempatan untuk mengalihkan perhatian wawang supaya tidak balik kekos.. dan aku juga sempat berbicara dengan ayu supaya bisa mencukur rambut wawang yang sudah panjang itu.. dan ayu pun melibatkan mira untuk misi ini.. aku kira ini ga akan berhasil.. ternyata mira melakukannya dengan sukses dan itu membuat wawang terlihat rapi dan tambah ganteng aja.. hihihihi..

[table id=AdsKaisar /]

Dan tibalah waktu kejutan untuk wawang.. malam itu dia terlihat terharu sekali dengan kejutan yang kami berikan.. matanya pun terlihat berkaca – kaca.. hem.. dasar kamu itu wang.. penampilanmu aja yang sangar tetapi hatimu itu gampang sekali tersentuh dan mudah menangis..

Dan ketika satu persatu semua orang memberinya selamat.. aku sengaja menghindarinya.. aku ingin memberinya ucapan tanpa ada yang melihatnya.. dan kesempatan itu datang ketika wawang menerima telpon dari ayah irawan.. kulihat wawang keluar dan pergi kesamping kos – kosan yang gelap.. aku mengikutinya dan berdiri dibelakangnya.. aku mendengar setiap ucapannya ketika menelpon.. dan candaannya tentang lamaran sempat membuat aku terkejut.. wawang seneng betul sih kamu membuat hatiku ketar – ketir..

Setelah wawang menutup telponnya dia berdiri dan berbalik.. dia terkejut ketika melihatku ada dibelakangnya.. posisiku berdiri menyamping dengan menyandarkan kepala dan pundakku didinding sambil menatapnya..

“mba dari tadi disini..” ucapnya yang terkejut..

aku diam dan tidak menjawab pertanyaannya.. aku hanya menegakkan tubuhku lalu berjalan mendekati wawang.. aku hanya ingin mengucapkan selamat kepadanya dengan menjabat tangannya.. tapi ga tau kenapa tiba – tiba bukan tangan ku yang kujulurkan.. aku malah mendekatkan wajahku ke wajahnya lalu..

CUUPPP..

Aku mengecup pelan bibirnya…

“met ultah wang..” ucapku singkat lalu berbalik dan meninggalkannya.. dan aku berjalan sambil menyentuh bibirku yang baru saja mengecup bibirnya.. ya ammpuunn.. apa yang baru aku lakukan..? kok aku nekat betul melakukan itu..? nanti kalau sandi berpikiran yang negative bagaimana..? gilaaa.. aku gila.. nanti kalau ayu tau bagaimana..?

Dan dibalik kebingunganku terselip rasa bahagia.. apa ini first kissku..? ngga ah.. ini hanya sebuah kecupan ringan.. tapi masa hanya sebuah kecupan ringan..? ini bukan kecupan ringan mey.. ini sebuah kecupan yang dalam.. apa kamu ga ngerasakan sesuatu kah..? terasa banget lah.. gila aja.. ini kecupan dibibirku yang pertama kali dan ini aku lakukan dengan orang yang sangat kucintai.. aku sampai berdiri sebentar dipintu kos.. kaki ku sampai bergetar dan jantungku terasa berhenti berdetak.. aku lalu menyandarkan tubuhku didinding dekat pintu kos dan aku memegang dadaku.. gilaaa.. aku belum pernah merasakan yang seperti ini.. kecupan yang singkat itu bener – bener teras sampai didalam hatiku.. dan yang kurasakan saat ini aku bahagia sekali.. dan tiba – tiba ada sebuah bisikan yang terdengar di telingaku..

“hai cantik bersabarlah.. walaupun itu sulit.. karena penciptamu tidak akan pernah berbohong dengan nikmatnya ketika engkau bersabar..”

[table id=AdsLapakPk /]

[POV Gaby]

Hai.. namaku gaby.. dan aku adalah mantan kekasih rendi van gerrit.. salah satu preman terkenal dikampus teknik kita.. mas ren aku memanggilnya.. mas ren ini punya adek bernama mery.. cewe yang kadang – kadang bisa dewasa sekali berpikirnya dan kadang seperti anak kecil.. namun dibalik itu semua.. aku salut dengan dia.. dia wanita yang hebat dengan permasalahan yang datang menderanya mulai kecil sampai sekarang ini.. dia wanita tangguh dan kuat.. dia adalah sahabat sekaligus saudariku..

Kami berdua selalu saling mengingatkan dan saling menasehati apapun itu masalahnya.. dan kami berdua selalu terbuka untuk masalah yang kami hadapi.. kecuali masalahku dengan mas ren.. kami sama – sama baru membukanya ketika kami akan kembali kekota pendidikan untuk pindah tugas.. dan mery membuka semua kesedihan mas ren selama ini yang selalu ditutupinya..

Dan kata – kata mery itu membuat pikiranku kacau.. ternyata aku selama ini salah menilai tentang mas ren.. aku kira dia memang seperti laki – laki lain yang suka meniduri wanita dengan modal wajah ganteng keturunan bulenya.. dan aku menyangkanya setelah dia mendapatkan virginku dan puas meniduri aku, dia akan mencari wanita lain sebagai korban selanjutnya..

Bagaimana aku ga berpikiran buruk selama ini ke mas ren.. aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku dia melakukan itu.. dan dia melakukan itu dengan wajah yang sangat menikmati seperti yang sering kami lakukan dikamar kosku..

Dan hari itu aku bener – bener merasakan sakit yang luar biasa.. sakit melihat kekasih yang sangat kucintai bercumbu mesra dengan wanita lain tanpa sehelai benangpun yang menghalangi.. sakit mengingat kenangan saat kami berdua.. sakit mengenang ketika dia berjanji akan menjagaku selamanya ketika dia mengambil virginku.. dan sakit karena aku menjadi wanita bodoh yang mau menyerahkan segalanya demi laki – laki yang tidak bisa memegang janjinya..

Aku terus mengutuk diriku sendiri dihari itu.. dan aku berjanji aku akan membalasnya lebih sakit daripada yang aku rasakan saat itu..

Aku memang tidak melabrak mas ren atau wanita yang ditidurinya.. karena aku sudah terlalu muak dengan mereka.. kususnya buat mas ren.. aku sangat sangat membencinya..

Mery sudah berkali – kali mencoba menjelaskan kepadaku kalau mas ren menyesal dengan apa yang diperbuat.. tapi kemarahanku lebih besar dan aku tidak mau mendengar alasan mery.. yang ada dibenakku, mas ren harus menerima pembalasan yang lebih sakit.. itu saja..

Aku mulai membalasnya dengan menerima tedy sebagai pacarku.. tedy itu salah satu teman dekatnya mas ren dikampus.. dan tedy tidak tahu kalau aku sebenarnya mantannya mas ren.. makanya tedy mau memacari aku.. seandainya dia tau aku mantannya mas ren.. aku ga tau dia berani ga macari aku..

Dan waktu itu aku sering ikut tedy kekampus dan disana sering bertemu mas ren.. dia sering melirikku tapi dia berlaga cuek aja.. tapi aku tau secuek – cueknya dia.. dia itu pria yang sangat perhatian terhadap pasangannya.. walaupun aku mantannya dia pasti masih perhatian terhadapku.. terlihat dari sekilas tatapannya.. tatapan yang sangat cemburu.. dan aku sangat senang dengan hal itu.. apa aku puas..? tidak.. aku justru makin mempererat gandenganku ke tedy dan kubuat semanja mungkin dihadapan mas ren..

Tapi sikap manjaku ketedy justru disalah artikan oleh tedy.. dia sering memaksaku untuk melakukan hubungan badan dan aku selalu menolaknya.. tedy sering uring – uringan sampai pada waktu aku bertemu dengan sandi.. seorang pria yang menemukan dompetku dimall ketika aku janjian dengan tedy.. tedy marah besar sampai menyebutku perek dan mendorongku sampai aku terjatuh.. aku sebenernya ingin membalasnya dan menghajarnya.. (biar begini aku masih ada ilmu beladiri yang diwariskan abaku kepadaku..) tapi sandi justru membelaku dan dari situ aku baru menyadari ternyata tatapan sandi bener – bener tajam dan dingin.. dan tatapannya itu langsung membuat aku jatuh hati..

Dari tatapan yang dingin dan tajam itu.. membuat aku langsung membuka hatiku dari kekecewaan yang mendalam dengan mas ren.. aku lalu mengajak sandi kekosku.. dan gilanya.. pria yang baru aku kenal kurang kebih satu jam itu, dia sudah bisa menaklukkan hatiku.. dan bukan hanya hatiku.. tubuhku pun bisa dinikmatinya.. gila sandi itu.. atau aku yang gila.. entahlah..

Dan disaat kami sedang asyik – asyiknya berdua.. datang mery untuk mengambil buku di kamarku.. aku sangat terkejut ketika tau mery mengenal sandi.. dan aku lebih terkejut ketika mery bercerita bahwa sandi itu dianggap saudara oleh mas ren..

Dan didalam pikiranku.. inilah saatnya aku membalas mas ren yang lebih kejam lagi.. dan kesempatan itu datang ketika aku diajak mery untuk berpesta ditempat dugem sebagai pesta kelulusan kami berdua.. mery memberitahuku bahwa sandi sedang kacau karena ditolak oleh wanita idamannya yang bernama lia.. dan mery bilang untuk saat itu hanya aku yang bisa menenangkannya.. dan aku memanfaatkan sebaik – baiknya kesempatan itu.. aku mencium pipi sandi ketika didalam kos dan aku memeluk erat sandi ketika didalam tempat dugem.. aku melakukannya dihadapan mas rendi.. dan sekali lagi aku melakukannya dengan manja sekali..

Setelah pulang dari tempat dugem aku mabuk sekali dan aku ditidurkan dikamar sandi.. pagi harinya aku bangun dengan kepala yang berat dan aku baru menyadari kalau tidur dikamar sandi.. dan aku terbangun dengan pakaian yang lengkap.. sandi sama sekali tidak memanfaatkanku ketika aku mabuk.. ternyata dia laki – laki yang baik juga walaupun banyak mesumnya..

Dan pagi itu aku mendengar suara mas ren dan merry diruang tengah lagi ngobrol.. ini dia kesempatan yang paling baik untuk membalasnya.. aku lalu mencumbu sandi yang sedang tidur.. dan ketika sandi bangun kami lalu melakukan hubungan badan.. sengaja aku mendesah agak keras biar terdengar mas ren dan biar dia tersiksa dengan apa yang dia dengar.. aku ingin dia merasakan sakit hatiku selama ini..

Dan pembalasan demi pembalasan terus aku berikan ke mas ren.. terserah dia mau membenciku atau bagaimana.. aku sudah terlanjur sakit hati dengannya.. memang sih sikapku biasa aja dengan mas ren.. aku tidak menampakan sakit hatiku dan tidak menampakan kalau kami ini mantan sepasang kekasih.. begitu juga mas ren.. dia bersikap wajar aja ketika didepan orang banyak.. dia kelihatannya ga mau kalau semua orang tau aku ini mantan kekasihnya..

Pembalasan dendamku pun terhenti ketika aku dan mery sudah pindah ke ibu kota propinsi untuk bekerja disini.. dan disini juga mery bercerita siapa itu sandi.. dan aku langsung merasa bersalah karena tidur dengan kekasih yang amat dicintainya.. aku juga merasa bersalah karena aku mulai menaruh hati kepada kekasihnya itu.. maaf mer maaf banget.. tapi untuk sakit hati nya mas ren aku tidak akan meminta maaf..

“kamu membenci mas rendi karena kamu mencintainya kan gab..? dan kamu membalas dendam hanya untuk mendapatkan perhatiannya kan..? kamu terpenjara dengan cinta dan cemburumu..” kata – kata yang selalu diucapkan mery, ketika kami sudah saling curhat dengan kehidupan cinta kami yang sama – sama mengenaskan..

Apa benar aku masih mencintai mas ren.. ah ga mungkin.. aku sangat membencinya dan aku sangat marah kepadanya.. tapi kenapa semakin aku membenci dan membalas sakit hatiku, justru hatiku semakin terasa teriris dan perih sekali yang kurasakan.. aku menangis dalam hati.. apa bener kata mery kalau aku masih mencintai mas ren..? terus kenapa coba aku masih menangisi mas ren sambil memandang fotonya kalau malam..?

Dan ketika mas rendi dirawat dirumah sakit akibat tertembak.. aku lalu tersadar dengan semua tindakan bodohku.. aku telah menyakiti mas rendi dan pembalasanku ternyata lebih kejam.. aku hanya bisa menangis disebelah mas rendi yang sedang sekarat.. dan aku hanya bisa berdoa semoga mas rendi bisa cepat pulih.. dan sang pencipta masih memberikan kesempatan aku untuk meminta maaf ke mas ren karena semua tindakan bodohku..

Dirumah sakit itu juga aku baru tau kalau papah egi dan aba ku itu sahabat karib.. dan lebih gilanya ayah irawan juga ternyata sahabat abaku dan juga papah egi.. mereka bertiga ditambah om totok dan pak tomo adalah pendiri kos pondok merah.. (aba = ayah)

Bukan hanya aku yang terkejut.. aba pun terkejut ketika aku ada dirumah sakit itu dan menjaga mas ren.. aba juga kaget ketika aku kenal dengan ayah irawan dan sandi..

Sepulang dari rumah sakit aku diintrogasi aba.. dan aku dipaksa jujur tentang hubunganku dengan mas ren dan sandi.. dan akhirnya cerita semua ke aba.. termasuk masalah mereka meniduriku aku ungkapkan semua ke aba.. aba sangat marah sekali denganku karena aku telah tidur dengan anak – anak sahabatnya.. belum pernah kulihat aba marah dan sekecewa itu denganku.. aku hanya bisa menangis dan ditenangkan oleh mami.. aba baru reda marahnya ketika sudah menelpon papa egi.. ntah apa yang mereka bicarakan.. yang jelas aba cuman berbicara.. aba atau papa egi tidak akan menghukum sandi dan mas ren.. tapi sandi dan mas ren akan menghukum diri mereka sendiri..

Dan aku hanya bisa menyesal karena telah membuat aba kecewa dan bersedih.. aku seperti telah hancur dan ingin mengakhiri hidupku.. aku tidak tau aku harus berbuat apa untuk kedepannya, sampai waktu mery pindah tugas kekota pendidikan dan aku mengikutinya.. disinilah kehidupanku seperti ada titik terangnya..

Dan sekarang kami sedang dalam perjalanan kekota pendidikan.. dan selama perjalanan, mery banyak bercerita tentang hancurnya mas rendi dan itu semakin membuat aku tambah merasa bersalah.. mery menguatkan aku dan menyuruhku balikan dengan mas rendi.. gila.. apa mau mas rendi terima aku dengan kondisi seperti ini..? terlepas mas rendi masih mencintaiku atau tidak, tapi aku merasa kotor dihadapannya.. aku telah melakukan segala hal untuk menyakiti mas ren termasuk tidur dengan sandi.. hiuuffftttt.. huuuuu..

Dan setelah sampai dikota ini, aku belum turun dan hanya berdiam diri di mobil.. aku menyuruh mery untuk masuk kekos pondok merah dulu.. aku mau menenangkan pikiranku dulu dan berpikir kembali tentang mas ren..

Dan setelah menenangkan diri aku pun ke kos pondok merah dengan ditemani seorang petugas parkir yang ntah siapa namanya.. dia bersemangat sekali membawakan tasku yang lumayan berat..

Dan setelah sampai dipintu kos pondok merah.. aku semakin grogi.. perasaan campur aduk langsung menghantuiku.. malu, sedih, senang, kecewa dan kangen menjadi satu yang membuat tanganku bergetar.. aku terus mengumpulkan keberanianku untuk membuka pintu kos pondok merah..

Aku lalu membuka pintu kos pondok merah dengan perlahan.. dan kulihat mereka semua lagi asyik mengobrol dengan mery..

“hai semua..” ucapku agak nyaring supaya menghilangkan grogiku.. dan aku masih berdiri didepan pintu kosan lalu aku mengangkat tasku dan berjalan kearah meja diruang tengah.. dan aku langsung duduk disebelah sandi..

Aku sempat melihat kearah mas ren.. dia sempat melirikku dan kulihat dia terkejut dengan kedatanganku.. kenapa mas..? kamu kangen aku juga kah..?

Dan setelah mengobrol dan berbasa – basi sejenak.. aku dan mery kekamar mas ren untuk beristirahat.. dan tasku dibawakan oleh mas ren.. tapi ya begitu.. mas ren terlihat cuek dan dingin.. hem.. mas ren.. kamu ga berubah ya.. tapi kamu makin ganteng aja.. iihhh.. mikir apa sih aku ini..

Hari – hari aku lalui di pondok merah dengan perasaan yang makin tak menentu.. aku dan mas ren pun banyak diam.. kami hanya saling melirik sebentar lalu cuek lagi seperti biasa.. sebenarnya aku ingin balik aja kekos alexis.. tapi mery mencegahku.. dia selalu menahanku untuk tetap bertahan disana sampai rumah yang disiapkan bu damayanti selesai direnovasi..

Dan sikap canggungku ke mas ren harus aku tahan.. begitu juga sebaliknya.. mas ren agak canggung ketika berhadapan denganku sampai ketika sandi ulang tahun.. kami semua memberinya kejutan..

Keesokan harinya semua penghuni kos melakukan pesta untuk ulang tahun sandi.. dan ada yang aneh dengan sikap sandi.. sikapnya sangat dingin tidak seperti hari biasa.. dan tatapannya pun agak aneh ketika melihat aku, mas ren atau mery.. dia seperti menyimpan suatu amarah.. ntah karena apa..? apa dia tau tentang hubunganku dengan mas ren..? tapi siapa yang memberitahunya..? ga mungkin mery memberitahunya.. apalagi mas ren.. semoga saja pikiranku ini salah dan semoga sandi tidak tahu sampai mery yang akan memberitahunya nanti..

Dan malam pada saat mereka berpesta.. aku dan mery tidak tidur.. kami berdua sama – sama punya perasaan ga enak.. entah karena apa.. padahal mereka biasa berpesta sampai mabuk.. tapi ntah kenapa malam ini agak beda.. aku dan mery merasa sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi malam ini..

“mer.. kok perasaanku ga enak ya..” ucapku..

“iya gab.. aku juga.. seperti ada sesuatu yang terjadi malam ini..” jawab mery yang gelisah..

“kamu lihat perubahan wawang ga dari tadi gab..?” tanya mery kepadaku..

“iya mer.. sepertinya dia menyimpan suatu amarah.. ntah apa itu..” jawabku..

“iya gab.. matanya itu ga seperti biasanya kalau memandang..” ucap mery lalu menunduk..

“apa jangan – jangan dia sudah tau tentang hubunganku dengan mas ren ya mer..?” ucapku..

Mery lalu mengangkat wajahnya dan melihatku dengan tatapan seperti orang yang ketakutan..

“apa..? tapi tau dari mana wawang mer..? aku dan kamu ga mungkin.. apalagi mas rendi..” ucap mery yang bingung dan takut..

“ga tau juga mer.. tapi semoga aja kecurigaanku ini ga bener..” ucapku menenangkan mery dan juga menenangkan diriku sendiri..

Aku dan mery menunggu dengan cemas mereka yang sedang mabuk.. sampai pada saat aku mendengar ada orang yang keluar dari kos.. dan kalau aku mendengar dari suara motornya.. itu suara motor tiger punya sandi.. aku dan mery langsung keluar kamar dan bergabung diruang tengah..

Dan suasana diruang tengah sangat memprihatinkan.. banyak penghuni yang tergelak dan mabuk sampai tertidur.. hanya .. mas pandu, mas arief, mas adam, bung toni, mas raimond, dan ilham saja yang masih sadar..

“kemana sandi mas..?” tanya mery ke mas pandu.. aku lalu melihat sekeliling.. tidak ada mas ren disini.. kemana dia ya..? apa dia kekamar mandi..? atau dia keluar..? tapi kemana malam – malam begini..

“keluar beli minuman..” jawab mas pandu dengan santainya..

“gila memang penghuni disini mas.. sudah banyak yang tertidur gini masih aja nambah minuman.. memang mau sampai gimana kalian mabuk..? sampai ada yang digotong kerumah sakit gitu..” ucapku dengan sinis..

Dan mas pandu hanya tersenyum sambil menghisap rokoknya..

“mas rendi kemana mas..?” tanya mery..

“dia keluar dengan sandi..” jawab mas pandu dan lagi – lagi dengan santainya..

“APA..???” jawabku dan mery barengan..

“kenapa sih kalian ini..? biasa aja kenapa..? kayak ga pernah lihat sandi sama rendi keluar bareng aja..” ucap mas arief..

Aku dan mery lalu berpandangan.. aku dan mery sama – sama takut dengan kejadian yang ga diingankan terjadi dengan mas ren dan sandi..

“enggak gitu mas.. mereka kan lagi mabuk.. kenapa kok masih aja nambah sih..?” ucap mery ke mas arief sambil melirikku..

“kamu kayak penghuni baru aja disini mer.. sandi itu kan biasa begitu.. dia itu kalau ga sampai ndelosor (tersengkur) ga berhenti minum.. hehehehe..” sahut mas adam sambil tersenyum..

“tapi kan biasanya ga sama mas rendi..” ucap mery lagi..

“kamu itu kenapa sih mer.. kok aneh gitu..?” kata mas pandu ke merry..

“ngga kenapa – kenapa mas.. cuman perasaan mery ga enak..” ucap mery..

“sudahlah.. mereka itu bajingan dikampus ini.. siapa yang berani ganggu mereka dijalan..” kata mas adam..

Bukan orang lain yang kami takutkan mas.. aku percaya itu.. ga mungkin ada yang berani ganggu mereka.. tapi yang kutakutkan itu mereka berdua akan melakukan hal yang gila..

Detik berganti menit.. dan menit berganti jam.. mereka berdua tidak juga menampakkkan batang hidungnya.. memang dimana sih mereka belinya..? kekawatiranku pun semakin memuncak begitu juga mery..

“mas.. mereka belum balik juga..? sudah satu jam loh ini.. mereka ga balik – balik.. beli dimana mereka..?” ucap mery ke mas pandu..

“mungkin dilangganan kita habis.. jadi dia ketempat lainnya..” jawab mas pandu santai..

“ah mas ini..” ucap mery yang gelisah..

“mer coba telpon mereka..” ucapku..

Mery lalu mengambil hpnya dan langsung menelpon mas ren.. dan ternyata mas ren tidak membawa hpnya.. hpnya terdengar berbunyi dikamar mas wawan.. mery lalu menelpon sandi.. sandi juga ternyata ga bawa hpnya.. hpnya tertinggal dikamarnya..

“kenapasih hpnya ga dibawa..?” ucap mery kesal..

Dan satu persatu penghuni yang tertidur akibat mabuk, bangun dan bergabung dengan kami.. dan sekarang giliran mas pandu dan yang lain terlihat cemas.. karena sudah hampir satu setengah jam mereka belum balik juga.. gila.. kemana sih kalian ini..?

Dan ga berapa lama terdengar suara khas motor tiger punya sandi datang.. kami semua langsung lega dan tersenyum ketika mendengar itu..

“nah itu mereka sudah balik.. gitu aja kok panik..” kata mas adam dengan santainya lalu menghisap rokoknya..

Aku dan mery tidak menjawabnya.. kami hanya tersenyum kecut..

Dan kelegaan kami berubah menjadi tegang dan emosi ketika melihat mereka yang muncul dari pintu kos dengan kondisi babak belur..

Kami semua menatap dengan tajam dan menahan emosi ketika mereka datang sambil tersenyum dengan wajah yang tidak berdosa..

“jancoookkk.. kamu berdua kenapa kok babak belur..? berkelahi dengan siapa..?” tanya mas pandu sambil melotot dan berdiri menatap mas rendi dan sandi..

Mas ren tidak menjawabnya dia hanya berjalan dengan santainya sambil membawa satu karton minuman dan diikuti sandi dibelakangnya membawa minuman satu karton juga.. dan ketika mereka berdua sudah meletakkan karton minumannya..

Mas pandu lalu mendatangi sandi dan langsung menyandarkan sandi didinding..

“kamu kalau ditanya jangan malah tersenyum.. kamu habis berkelahi dengan siapa..?” ucap mas pandu sambil mengangkat kerah sandi..

“sampean juga mau duel sama aku mas..?” tanya sandi sambil menatap mas pandu dan dengan darah yang menetes disekitar wajahnya..

Maksud sandi apa..? mau duel juga dengan mas pandu..? berarti dia habis dule dengan mas ren dong.. kurang ajar.. tiba – tiba emosi langsung menguasi dikepalaku..

“bangsattt..” teriak mas pandu lalu..

BUUHHGGG..

Mas pandu memukul didinding tepat disamping kepala sandi dengan sekuat tenaganya..

“kalian berdua ini sudah bikin kami cemas dari tadi.. dan ternyata kalian malah berduel diluar.. bajingan kalian ini..” ucap mas pandu dengan emosinya..

Aku lalu berdiri dengan emosinya dan berjalan sambil menatap tajam mas ren..

“jadi kalian habis berkelahi berdua..?” tanya ku dengan penuh emosi..

“kenapa san..? kenapa..?” mery ikut bersuara..

“ini hanya masalah keluarga mas.. keributan antar adek dan kakak yang saling menyayangi..” ucap sandi dengan penekanan yang tegas..

Masalah keluarga..? masalah apa..? ga mungkin.. ini pasti ada hubungannya denganku..

“dan masalah kami juga sudah selesai..” ucap mas ren sambil melirikku.. dan itu langsung membuat keyakinanku bertambah.. ternyata benar.. ini ada hubungannya denganku.. dan emosiku pun semakin memuncak.. kenapa mereka sampai melakukan hal yang gila ini..? kenapa..?

“masalahmu dengan sandi sudah selesai ren.. tapi belum dengan aku.. dan aku mau menyelesaikannya dengan kamu sekarang juga..” ucapku dengan dengan bibir yang bergetar dan menatap matanya.. aku tidak memanggilnya mas lagi karena aku sudah emosi banget..

Setelah berbicara itu ke mas ren.. aku lalu berbalik dan melihat semua orang penghuni kos pondok merah yang terlihat tegang..

“dan untuk semua.. hentikan pesta malam ini.. atau aku pecahkan semua botol minuman ini dikepala kalian satu persatu..” ucap ku dengan penuh emosi.. aku sudah muak melihat mereka minum seperti orang yang ga punya lambung saja.. dalam kondisi sudah mabuk parah begini.. mereka masih saja mau tambah lagi minuman.. gila ga..? aku lalu berbalik dan manarik tangan mas rendi kekamarnya.. lalu aku menutup pintu kamarnya dengan keras..

BRUUAAAKKK..

[table id=AdsTbet /]

Aku lalu berdiri dan menatap mas ren dengan emosi yang menggila.. kenapa aku bisa menggila seperti ini..? karena aku benci dengan darah.. apalagi darah yang keluar dari orang yang kusayang dan itu gara – gara aku.. aku sangat tidak menyukai itu.. apalagi darah yang menetes diwajah mas ren dan sandi tadi terlihat banyak sekali dan terlihat luka dimana – mana disekitar wajah mereka berdua.. ntah perkelahian apa yang dimaksud oleh sandi tadi.. perkelahian antara adik dan kakak.. gila.. perkelahian model apa itu sampai separah ini.. bajingan memang mereka berdua ini..

Aku terus menatap mata mas ren.. dan kulihat dia masih agak terkejut dengan sikapku yang begitu emosi sekarang ini.. tapi seberapapun dia terkejut.. wajahnya masih terlihat dingin dan santai..

“bisa tolong jelaskan apa yang terjadi rendi van gerrit..?” ucapku dengan bibir yang bergetar..

Mas rendi tidak menjawabnya dia hanya menatapku.. dan tiba – tiba tatapan dinginnya berubah menjadi tatapan yang lebut.. lalu dia memegang kedua pipiku lalu..

CUUPPP..

Dia mengecup pelan bibirku..

“aku sayang kamu pandaku..” ucap mas ren lalu menatapku dengan lembut.. dan itu langsung membuat emosiku perlahan turun.. lama sudah aku tidak merasakan kecupan lembut dari mas ren dan aku juga lama tidak mendengar mas ren memanggilku pandaku .. (panda karena aku punya keturanan dari negeri panda dari darah ibuku..) itu adalah panggilan kesayangan dari mas ren dan aku sangat menyukai itu..

“bukan itu kata – kata yang ingin aku dengar..” ucapku dengan dingin dan dengan sisa – sisa emosi yang masih ada dikepalaku.. lalu..

CUUPPP..

Dia mengecupku lagi dengan lembut.. dan anehnya aku tidak bisa menghindarinya.. aku seperti tersihir oleh tatapan lembut mas ren..

“Aku tidak akan berbicara apapun selain ‘aku sayang kamu pandaku..’” ucap mas ren lagi.. lalu..

CUUPPP..

Dia mengecupku lagi..

“kecuali kamu sudah tenang dan menjawab apa yang aku ucapkan barusan..” ucap mas ren..

Gila kamu mas.. kata – katamu itu malah buat aku bingung sendiri dan aku ga tau harus berucap apa lagi.. tatapanmu dan kecupanmu langsung membuat tenang jiwaku yang dari tadi emosi.. kamu memang bajingan yang romantis mas..

Dan tiba – tiba air mataku mentes dengan derasnya.. aku lalu meraih wajah mas rendi yang penuh luka dan darah.. dan aku melumat bibir mas ren yang juga berdarah dan luka..

CUUPPP.. CUUPP.. CUPPP.. MUAHHHHH.. HEMMMM..

Aku terus melumatnya sambil memeluknya dan mas ren mebalas memelukku dan juga membalas lumatanku.. aku yang biasa jijik dengan darah.. sekarang justru aku menikmati berciuman dengan bercampur darah mas ren.. ciuman kami ini seperti melunturkan ego, kebencian, kecemburuan, kemarahan dan luka dihati kami..

Kami sama – sama saling melumat dengan di iringai sesekali jilatan dibibir kami secara bergantian.. semua emosi kami menyatu dan mengalir bersama darah dan air liur kami.. ini adalah ciuman terdasyat kami yang kedua.. yang pertama tentu pada saat kami baru jadian..

Setelah puas berciuman.. aku lalu melepas ciumanku dan pelukanku.. aku memandang sebentar wajah mas ren lalu aku menyandarkan kepalaku didadanya dan tanganku didadanya ..

“aku sayang kamu buleku.. aku sayang kamu.. hiks.. hikss..” ucapku sambil menangis dan memukul pelan dadanya..

“tapi kenapa kamu jahat sama aku..? kenapa kamu tega selingkuhi aku..? kenapa..? apa aku kurang memberikan kasih sayang..” ucapku sambil terus memukul dada mas ren.. dan makin lama makin keras..

“maafin aku gab.. maafin aku..” ucap mas ren lalu memegang kepala belakangku dan mengelusnya pelan lalu..

CUUPPP..

Dia mengecup pelan keningku.. dan aku menghentikan pukulanku didadanya dan langsung memeluknya sambil terus menangis..

“maafin gaby juga mas.. maafin gaby.. hiks.. hiks.. maafin perempuan hina ini yang telah membalas perlakuanmu sangat kejam.. maafin mas.. hiks.. hikss..” ucapku yang terus menangis..

“hey.. siapa yang bilang kamu wanita hina..? siapa..? biar aku robek perutnya.. ga ada siapapun boleh menghina pandaku..” ucap mas ren sambil mengangkat wajahku dan menatap mataku..

“kamu itu tetap gabyku dan kamu tetap pandaku yang aku cinta.. persetan apapun kondisimu.. aku tetap menyayangimu.. dan rasa sayangku terhadapmu tidak pernah pudar sedikitpun..” ucap mas ren dengan lembutnya sambil menghapus air mata yang terus mengalir dimataku dengan tangannya.. mas ren memperlakukan aku dengan lembut.. dan kulihat matanya berkaca – kaca dari tadi..

Dan aku lihat darah masih terus mengalir dipelipis dan bibir mas ren.. aku lalu membuka kaosku dan membersih kan darah mas ren yang terus mengalir.. kaosku yang putih langsung berubah merah dengan bercak darah mas ren yang memenuhi kaosku..

“dimana kapas sama obat merahnya mas..” ucapku.. mas ren menunjuk lemarinya.. aku langsung mengambilnya..

Dan aku membersihkan luka – luka mas ren dengan lembut dengan air mata yang terus keluar dari mas ren.. ntah kenapa tubuhnya yang luka tapi aku yang merasa sangat sakit dan perih..

“jangan menangis terus pandaku.. itu justru yang membuat aku sakit.. luka ini ga seberapa sakitnya dibandingkan aku harus melihat air yang keluar dari mata indahmu ini sayang..” ucap mas ren lalu mengecup kedua mataku yang langsung reflek memejam..

“hiks.. hisk.. mas ren..” ucapku lalu bersandar lagi didadanya.. dan mas ren langsung memelukku dengan erat.. hangat sekali pelukan pria dihadapanku ini.. dan ini membuat aku seperti wanita yang paling bahagia dimuka bumi ini.. dan air mataku pun perlahan mulai berhenti mengalir..

“mas.. bisa lepasin pelukannya ga..? gaby mau kasih obat keluka mas..” ucapku..

“nanti kalau kamu kedinginan gimana..? kamu kan ga pakai baju..” ucap mas ren sambil mengelus rambutku..

Ya ampuunnn.. aku lupa kalau aku cuman memakai BRA dan celana pendek.. kaosku kan tadi aku lepas.. gila.. saking bahagianya, aku sudah ga perduli lagi dengan kondisiku yang ga memakai kaos..

“kalau nanti kedinginan gaby minta peluk lagi bolehkan..” ucapku yang sudah bisa manja dengan mas ren..

Mas ren lalu melepas pelukannya.. dan aku memberi obat buat luka – luka mas ren dan menutup lukanya yang dipelipis dengan kapas yang telah kucampuri obat..

Setelah selesai mas ren lalu memelukku lagi..

“mas sekarang bisa ceritain kan masalah dengan sandi..?” ucapku..

“oke.. tapi sambil tiduran dan meluk kamu ya.. aku capek berdiri terus dan aku juga kangen sama pelukanmu..” ucap mas rendi..

“hem..” ucapku dengan malu – malu..

Dan kami pun langsung tiduran dikasur mas ren.. aku langsung bersandar didada mas ren yang sudah rebahan terlebih dahulu.. setelah itu mas ren mengelus rambutku pelan..

“aku dan sandi harus dihukum karena kesalahan kami gab..” ucap mas rendi membuka obrolan kami diatas kasur..

“tapi apa harus dengan cara ini mas..? dan apa aku ga dihukum juga dengan kesalahan ku yang begitu besar mas..?” tanyaku..

“ini ga seberapa dibandingkan dengan sakit yang aku, kamu, sandi dan mery derita karena kesalahan kita.. dan untuk hukumanmu.. cukuplah dengan air mata yang keluar dari matamu yang indah ini saja.. dan itu sudah sangat menyiksaku..”

“memang perkelahian kami terkesan gila.. tapi ini ga seburuk yang kamu kira sayang.. kami melakukannya dengan cinta dan dengan cara kami sendiri..”

“tapi aku benci dengan darah mas.. aku ga suka itu..” ucapku..

“gab.. kekasihmu ini bajingan.. kan aku dulu sudah sering jelaskan.. darah dan cinta akan selalu ada didekatmu.. semoga kamu bisa pahami itu..” ucap mas rendi lalu mengecup pelan keningku..

CUUPPP..

Memang sih aku paham resiko berpacaran dengan seorang preman.. apa lagi mas ren dulu sering berkelahi dan aku selalu mengomel ketika melihat darah yang keluar dari wajah mas ren.. tapi mas ren selalu saja bisa membuat emosiku redam dengan perlakuannya yang lembut dan kasih sayangnya..

“mas.. apa mas ren bener – bener terima kondisi gaby sekarang ini..?” ucapku dan kembali mataku berkaca – kaca..

“kenapa memang kondisimu..? ada apa..? apa ada yang hilang dari bagian tubuhmu..? ayolah sayang.. seandainya sebagian tubuhmu ada yang hilang, aku tak masalah.. yang penting jangan hatimu.. karena itu milikku..” ucap mas ren..

Aku langsung mengangkat wajahku dan menatap wajah mas ren.. dan mas ren langsung memegang kedua pipiku dan menariknya pelan.. lalu..

CUUPPP.. CUUPP.. CUPPP.. MUAHHHHH.. HEMMMM..

Bibir kami saling bersentuhan dan saling melumat.. mas ren lalu menarik punggungku sampai aku menindih tubuh mas ren..

Dan dengan posisi seperti ini.. ciuman kami pun makin dalam dan bibir kami makin menyatu.. lidah mas ren menerobos kedua bibir mungilku dan masuk kedalam mulutku.. aku mengisap pelan lalu mengeluarkannya dan bergantian lidahku yang masuk kedalam mulut mas ren dan bermain dilidah dan gigi mas ren..

Tanganku tidak tinggal diam.. aku mengelus leher mas rendi dan membelai kuping belakang mas ren.. dan mas ren langsung mendesah pelan ketika daerah yang membuat nafsunya cepat terbakar itu, aku belai lembut….

Mas ren meraba pungguku dengan lembutnya.. tapi anehnya dia ga menyentuh pengait braku sama sekali.. biasanya kalau mas ren nafsu.. dia pasti langsung membuka semua pakaianku dan mengajakku bersetubuh.. kenapa dia ga mau melakukannya sekarang..? apa dia sudah ga mau lagi melakukannya lagi dengan aku..

aku lalu melepas ciumanku dan menatap mata mas ren..

“aku ga mau melakukannya sayang..” ucap mas ren seakan tau apa yang aku pikirkan..

Aku tidak menjawab perkataan mas ren.. aku hanya memiringkan wajahku sedikit dengan kedua mataku yang kubuka lebar bertanda aku bertanya apa maksudnya..

“aku sudah berjanji dengan om nawi.. aku tidak akan menyetubuhimu sebelum kita sah..” ucap mas ren sambil menatapku..

“kapan mas ketemu aba..?” tanyaku heran..

“tadi.. waktu aku duel dengan sandi.. aku tidak menyadari kalau perkelahian kami diawasi papah dan om nawi..” ucap mas ren pelan..

“haaa.. tadi ada aba dan papah egi..? terus beliau berdua bilang apa..? apa beliau berdua ga marah..?” tanyaku lagi..

“papah dan om nawi hanya mengingatkan supaya perkelahian ini tidak kami ulangi atau mereka akan menghukum kami..” ucap mas rendi pelan..

“terus tentang aku..?”

“om nawi berpesan agar aku tidak menidurimu sebelum sah hubungan kita..” ucap mas ren..

“dan mas menyetujui..” ucapku sambil menatap dengan tatapan yang menggoda..

“ya.. karena aku sayang kamu..” ucap mas ren sambil tersenyum..

“itu kan janji mas dengan aba ku bukan dengan ku..” ucapku sambil tersenyum lalu..

CUUPPP.. CUUPP.. CUPPP.. MUAHHHHH.. HEMMMM..

Aku kembali mengulum bibir mas rendi dengan lembut.. aku menghisap bibir atasnya dan mas ren menghisap bibir bawahku.. lalu lidahku bermain di bibir atas mas ren.. lalu lidahku masuk dan menyapu gigi bagian atas mas ren dan bibir bagian dalamnya.. ciuman ini sangat hangat dan sangat aku rindukan.. ternyata aku sangat mencintaimu mas.. dan aku membalasmu karena aku cinta dan bukan karena aku membencimu..

“beneran mas ren ga mau ‘bermain’ lagi sama gaby..?” godaku sekali lagi..

“ngga sayang.. biarkan kini aku menikmati cintaku padamu tanpa melibatkan nafsuku..” ucap mas ren..

“aku sayang kamu mas..” ucapku lalu mengecup pelan bibir mas ren..

CUUUPPP..

“aku juga sayang kamu gab..” ucap mas ren.. lalu..

CUUUPPP..

Mas ren mebalas kecupanku..

“mas boleh aku peluk kamu.. tapi aku melepas..” ucapku terpotong lalu meraih pengait braku dan klik.. aku membuka braku..

“aku mau merasakan hangat pelukmu mas.. aku kangen itu..” ucapku dan tertunduk malu..

Mas ren lalu mendorongku pelan dan membuka kaosnya perlahan untuk menghindari terkena luka diwajahnya.. dan setelah kaosnya terlepas.. mas ren lalu menarikku lagi kepelukannya..

Buah dadaku yang sudah tanpa penghalang ini menempel erat didada kekar mas ren yang sudah polos tidak memakai kaos lagi..

Dan aku merasakan kehangatan yang sangat membuatku bahagia.. mas ren lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh kami..

“selamat tidur pandaku..” ucap mas ren.. lalu..

CUUUPPP..

mas ren mengecup keningku lalu mengelus rambutku..

Dan malam itu aku tertidur sambil berpelukan dengan lelaki yang sangat aku cintai..

[table id=iklanlapak /]

Pagi hari aku terbangun dan dengan masih berpelukan dengan mas ren.. aku mendengar dengkuran halus mas ren.. aku lalu memandangi wajah lebam mas ren.. dan mengelusnya pelan.. maafkan kesalahanku selama ini ya mas ren.. dan aku mengecup pelan kening mas ren..

“indahnya hidupku ini ketika aku terbangun dan ada wanita yang sangat aku cintai mencium keningku..” ucap mas rendi yang terbangun dan menatapku..

“mas ren ini pintar banget ngerayu..” ucapku malu – malu.. lalu..

CUUUPPP..

Mas ren mengecup pelan bibirku..

“aku sayang kamu pandaku..” ucap mas ren..

“aku juga sayang kamu buleku..” ucapku lalu..

CUUUPPP..

Aku membalas kecupan dibibir mas ren..

“berikan aku kesempatan untuk menjagamu sekali lagi gab.. dan aku janji ga akan membuatmu bersedih lagi..” ucap mas ren sambil mengelus rambutku.. dan aku tidak menjawabnya.. aku hanya tersenyum bahagia lalu..

CUUUPPP..

Aku mengecup bibir mas rendi.. dan mas rendi menarik kepala belakangku dan melumat pelan bibirku..

Hemmmm.. pagi yang indah bersama orang yang tersayang..

Dan ga lama kemudian terdengar diruang tengah mas pandu sedang mengobrol dengan penghuni kos yang lain..

“kita keluar yo gab.. aku mau menjelaskan masalah semalam dengan mas pandu..” ucap mas ren..

“iya mas.. aku juga mau minta maaf tentang emosiku semalam..” ucap ku..

“tapi ini ditutupin dulu ya sayang..” ucap mas rendi sambil meremas pelan buah dadaku..

“hem.. mas.. jangan mancing ya.. aku ga pernah janji kalau aku ga tidur lagi sama mas ren ke aba loh..” ucap ku menggoda mas ren karena remasannya yang pelan dan nikmat tadi..

“hehehe.. maaf ya sayang.. habisnya ngegemesin sih.. sama seperti yang punya..” ucap mas ren sambil meremas pelan sekali lagi dadaku..

Dan aku langsung melumat bibir mas ren..

CUUPPP.. CUUPP.. CUPPP.. MUAHHHHH.. HEMMMM..

Dan mas ren membalas lumatanku sambil meremas buah dadaku bergantian.. tanganku pun tidak tinggal diam.. aku meraba perut mas ren pelan dan turun terus sampai tanganku menyelinap masuk dibalik celana levisnya dan meraih batang yang telah mengambil virginku dulu..

“ahhh.. yang.. jangan ya..” ucap mas ren melepaskan ciuman kami sambil mendesah pelan.. tapi aku terus menggenggamnya dan mengocok pelan batang mas ren.. dan aku menatap mata mas ren dengan tatapan yang menggoda..

“uhhhh.. yang.. uhhhh..” ucap mas ren dengan bibir yang bergetar..

Dan aku menghentikan kocokanku dibatang mas ren dengan tangan tetap menggenggam erat batang mas ren.. aku lalu mengusap kepala kemaluan mas ren dengan jempolku dan bermain diatas lubang kencing mas ren..

“gab.. ahhh.. kamu tuh ya..” ucap mas ren lalu memegang tanganku dari luar celananya..

“siapa suruh mancing gaby..” ucapku sambil melirik mas ren..

“iya.. maaf ya sayang..” ucap mas ren..

Aku lalu melepas genggaman tanganku dibatang mas ren dan langsung berdiri.. dan aku lihat mas ren agak kecewa sih.. hihihihi.. katanya jangan.. tapi mengharapkan juga.. hihihi..

Aku lalu memakai braku dan mengambil kaosku dan memakainya..

“loh katanya mau keluar kamar..?” ucapku sambil menatap mas ren yang tiduran sambil memegang batangnya dari luar celana levisnya..

“oh iya..” ucap mas ren lalu melepaskan pegangan tangannya dibatangnya tadi.. hihihi.. kentang ya mas..

Mas ren lalu berdiri dan memakai kaosnya.. terlihat sekali kalau diwajahnya sedang kebingungan antar kentang dan ingin melanjutkan.. tapi sudah terlanjur janji sama abaku.. hihihihi.. kasihan kamu mas..

Mas rendi lalu berjalan kearah pintu kamarnya.. tapi aku langsung menarik tangannya dan melumat bibir mas ren.. setelah itu aku langsung jongkok dan membuka celana serta CD mas ren..

“gab.. jangan yang..” ucap mas ren menahan tanganku ketika aku menggenggam batangnya.. aku lalu melirik mas ren..

“mas ren ga nidurin gaby kok.. santai aja.. dan mas ren ga melanggar janji ke aba..” ucapku lalu menyingkirkan tangan mas ren dan langsung mengocok pelan batang mas ren..

Setelah itu aku mengecup kepala kemaluan mas ren dan memasukannya kedalam mulutku..

HEUMMM.. HUUMMMM..

Aku melumat kepala kemaluan mas ren sambil mengocok batangnya menggunakan tangan kanan dan tangan kiriku meremas pelan kedua biji mas ren..

“ahhhh.. uhhhh..” mas ren mendesah pelan sambil mengelus pelan kepalaku..

Aku lalu melepas kulumanku dan menjilat kepala kemaluan mas ren.. dan jilatanku terus merambat kebatangnya dan kekedua biji mas ren.. aku melumat bergantian kedua biji itu sambil tanganku terus mengocok batang mas ren..

“aahhhh.. ahhh.. ahhhh..” mas ren terus mendesah dan dia ingin menarik tubuhku supaya berdiri.. tapi aku menahannya.. aku melepas kulumanku dan tetap berjongkok..

“mas diam aja.. atau aku akan hentikan ini..” ucapku.. lalu aku melanjutkan dengan memasukan kepala kemaluan mas ren kedalam mulutku.. pelan namun pasti aku memasukkan kedalam mulutku semua kepala kemaluan mas ren sampai setengah batangnya.. dan mulutku langsung teras sesak oleh besarnya batang mas ren.. aku terus memaksanya masuk sampai hampir kepangkal batang mas ren.. air mataku pun langsung meleleh akibat terlalu dalam menelan kemaluan mas ren.. batang ini terasa seperti masuk dalam tenggorokanku..

Mas ren lalu memundurkan pinggulnya..

“jangan dipaksakan yang..” ucap mas ren yang paham dengan batangnya yang terlalu besar dimulutku..

Aku lalu melepas kulumanku dan aku memasukan lagi tapi sebatas kepala batangnya mas ren aja..

Dan aku menghisap dengan kuat kepala kemaluan mas ren sampai mas ren bergetar keenakan.. aku menghisap sambil terus mengocok batangnya..

Dan tiba – tiba mas ren sepertinya ingin menyemburkan sesutau dari kemaluannya..

Aku makin mengencangkan kocokanku dan makin menghisap kepala kemaluan mas rendi.. dan..

CROTT..CROTT..CROT..

Sperma mas ren keluar didalam mulutku.. dan aku terus menampungnya kedalam mulutku.. setelah sperma itu keluar semua.. aku lalu menelannya sampai tetes terakhir..

Mas ren lalu menarikku berdiri dan melumat bibirku..

CUUPPP.. CUUPP.. CUPPP.. MUAHHHHH.. HEMMMM..

“makasih ya sayang..” ucap mas ren.. dan aku tersenyum manis.. aku senang sekali melihat wajah mas ren sudah lega dan tidak kentang lagi.. tapi terlihat wajahnya masih agak kecewa..

“kenapa mas..? ga enak ya kuluman gaby..?” tanyaku..

“itu kuluman ternikmat yang pernah aku rasain gab..” ucap mas ren..

“tapi kenapa mas ren seperti kecewa gitu..?” tanyaku..

“aku sudah puas.. kamunya gimana..?” ucap mas ren..

“kalau mas ren mau muasin gaby.. ayo..” ucapku dengan tatapan menggoda..

“tapi..” ucap mas ren terpotong..

“hihihihi.. gaby paham kok..” ucapku sambil tersenyum..

“ayo keluar yo..” ucapku lagi.. aku sih sebenarnya pengen melanjutkan.. tapi aku tau mas ren pasti akan merasa malu sekali dengan aba ku kalau sampai dia melanggar sumpahnya..

“gab.. maaf ya..” ucap mas ren kepadaku..

CUUPPP..

Aku mengecup mas ren..

“udah ah.. ayo keluar..” ucapku..

“gab..” ucap mas ren dengan wajah yang merasa bersalah..

“kalau mas ren ga mau keluar sekarang.. aku perkosa loh..” ucapku menggoda mas ren..

“kamu tuh ya..” ucap mas ren sambil memencet hidungku..

Aku lalu menaikkan celana mas ren dan mengancingkannya lagi.. setelah itu mas ren mengecupku sekali lagi.. dan kami keluar kamar..

Dan ketika kami membuka pintu kamar.. diruang tengah berkumpul mas pandu, mas arief, mas adam, mas wawan, bung toni dan mas bendu.. mereka semua melihat kami dengan tatapan yang tajam.. terutama mas pandu.. mungkin mas pandu mau menanyakan tentang perkelahian mas rendi dengan sandi..

“ren.. duduk sini kamu..” ucap mas pandu memanggil mas ren dengan dinginnya.. tumben banget mas pandu manggilnya mas ren begitu.. biasanya mas pandu selalu manggil le atau bule dengan diiringi senyuman.. dan pagi ini tidak ada senyuman sama sekali dari wajah mas pandu..

Mas rendi lalu menggandeng tanganku dan itu membuatku langsung terkejut.. mas pandu dan yang lain pun terkejut ketika mas rendi menggandeng tanganku dan menariknya untuk duduk bersama diruang tengah..

“ya mas..” ucap mas ren ketika sudah duduk diruang tengah.. dan aku duduk disebelah mas ren..

“ga perlu aku tanyakan tentang semalam..?” ucap mas pandu dengan tatapan tajamnya..

Mas rendi lalu mengambil rokoknya lalu membakar dan menghisapnya perlahan..

“aku sudah jadian dengan gaby mas..” ucap mas ren dengan santainya.. ya ampuunn,, mas rendi kok langsung to the point sih.. kenapa ga cerita awalnya dulu.. aduuhhh.. susah bener ya pacaran sama orang yang cuek begini..

“cuukk..” maki mas adam..

“bajingann..” mas arief menyahut..

“cukimai ko le..” ucap bung toni..

“ngehe.. serius loe le..?” mas wawan ikut bersuara..

“giaateelll a le..” kata mas bendu sambil melotot..

“terus hubungannya jadian sama gaby dengan duel sama sandi apa..? kalian berantem memperebutkan gaby..? bukannya sandi sudah punya ayu..? gimana sih ini ceritanya..?” ucap mas arief.. sementara mas pandu hanya diam sambil menghisap rokoknya..

“lebih tepatnya kami balikkan mas..” ucap ku bersuara..

“apaaa..? balikan..? jadi gaby ini dulu mantanmu le..?” ucap mas wawan menyahut..

“ya..” ucap mas rendi singkat.. iihhh.. singkat lagi kan jawabannya.. coba panjangin dikit atau kasih penjelasan kek..

“jadi waktu kita dugem pas acara lulusan gaby dan mery itu, kalian statusnya mantan gitu..?” tanya mas bendu.. dan mas ren cuman mengangguk aja..

“jiancoookk..” ucap mas bendu

“assuuu..” mas adam menyahut..

Dan mas ren tetap santai sambil menghisap rokokknya.. ihhh.. sebel banget sih.. mas ren coba bersuara gitu loh.. jangan cuek begini..

“aku paham sudah..” ucap mas pandu..

“paham gimana mas..?” tanya mas adam..

“simple aja dam.. jadi mereka ini dulunya pacaran terus putus.. sandi sempat bermesraan dengan gaby tanpa tau kalau gaby ini mantannya rendi.. Dan ketika sandi tau kalau dia sudah bermesraan dengan mantan kekasih rendi akhirnya dia emosi.. dan terjadi perkelahian semalam..” ucap mas pandu dengan santainya sambil melirik mas ren.. dan mas ren hanya mengangguk saja..

“kenapa harus berkelahi sih..?” tanya mas wawan..

“kalian kan sudah seperti saudara..” kata mas bendu..

“justru karena mereka saudara makanya harus diselesaikan dengan cara ‘persaudaraan..’” ucap mas arief..

“iya tapi ga perlu harus begitu kan mas..” ucap mas wawan yang masih ga terima dengan perkelahian semalam antara mas ren dan sandi..

“wan.. ini bukan hanya tentang wanita dan cinta.. tapi ini tentang harga diri seorang bajingan yang sudah mengikrarkan diri sebagai saudara..” ucap mas pandu menyahut..

“kami memang harus dihukum mas.. sandi dihukum karena kesalahannya dan aku dihukum karena telah membiarkan sandi melakukan kesalahan..” ucap mas rendi yang akhirnya bersuara panjang dan ikut menjelaskan..

“cukk.. rumit banget masalah percintaan kalian ini.. assuu..” maki mas adam..

“itulah indahnya cinta mas.. kadang hati kita berbunga – bunga.. tapi kadang juga tubuh kita terluka dan berdarah.. dan hanya cinta yang membuat kita bisa menggila..” ucap sandi yang baru keluar dari kamar dan di ikuti mery dibelakangnya sambil mengenggam tangan sandi.. dan merekapun berjalan kearah kami berdiri dibelakang mas adam..

Ya ampuunn.. kalian jadian..? gilaaaa.. kalian berdua memang gila.. aku sangat terkejut melihat sandi dan mery bergandengan tangan dan bukan hanya aku.. tapi semuanya yang melihat kecuali mas adam..

“cuukk.. pujangga bajingan mulai bersuara..” ucap mas adam yang membelakangi sandi dan tidak melihat sandi bergandengan tangan dengan mery..

“san.. ini apalagi..? kamu sudah putus sama ayu..?” tanya mas pandu sambil melotot..

Dan sandi hanya mengelengkan kepalanya..

“terus kalian jadian..?” tanya mas wawan sambil melotot kearah sandi dan mery..

“ga tau..” ucap sandi dan merry barengan dengan polosnya..

“assuuuu..” maki semua orang kesandi dan mery..

#cuukkk.. makin rumit aja sudah kalau begini.. assuuu..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 59 | Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 59 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 58 ) | ( Part 60 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler