. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 52 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 52

0
434

Part 52 – Kesedihan Di Masa Lalu

Didalam sebuah mobil pick up.. ada dua orang yang sedang berbincang.. mereka sedang menuju suatu daerah untuk melakukan kunjungan pesta yang tidak direncanakan sebelumnya.. mereka adalah egidius van gerrit atau yang biasa dipanggil agus dan sahabatnya selama kuliah, nawi..

“apa yang kamu bawa dibelakang itu wi..?” tanya agus yang disebelahnya dengan suara datar sambil menghisap rokoknya..

“hanya alat – alat bantu buat pesta kecil kita mas..” ucap nawi dengan senyuman yang khas dari bibirnya..

“ooo..” ucap agus singkat.. lalu hening.. dan beberapa menit kemudian..

“hiiiuuffttt.. huuu.. maaf kalau kamu terlibat dalam masalah ini wi..” kata agus sambil menarik nafas dan mengeluarkan perlahan..

“mas agus ini ngomong apa sih.. justru kalau mas ga melibatkan aku, aku akan marah sekali mas.. kita ini saudara sehidup semati mas.. dan seandainya irawan, totok dan tomo sampai tau kita berpesta sendiri.. mereka pasti akan marah dengan kita mas..” jawab nawi..

“bukan maksudku begitu wi.. aku malu kalau urusan pribadiku harus melibatkan kamu.. apalagi kalau melibatkan irawan, totok dan si kutu buku tomo.. aku ga enak..”

“mas.. sampean itu kebiasaan dari dulu ga berubah.. sudahlah mas ga usah dibahas.. yang penting kita selesaikan pesta kecil kita malam ini..” ucap nawi memotong pembicaraan mereka berdua..

Bagi mereka berdua, pesta malam ini bagaikan reoni kecil – kecilan.. mereka biasa berlima kalau mau mengadakan pesta seperti ini waktu kuliah dulu.. tapi hari ini mereka hanya melakukan berdua.. dan ini dilakukan hanya untuk sesuatu yang bernama balas dendam..

“ini foto siapa wi..?” ucap agus sambil menunjuk foto seorang gadis kecil yang ada didekat speedometer mobil..

“anak gadisku mas.. hehehe..” ucap nawi sambil tertawa..

“ooo.. ini gaby ya.. sudah besar ya..? kelas berapa..?”

“iya mas.. ga terasa sudah besar aja gaby.. dia sekarang kelas enam SD mas..”

“berarti gaby seumuran dengan mery.. anak adekku yang kini sudah jadi yatim piatu itu ya..” ucap agus pelan.. lalu dia diam lagi..

Nawi lalu terdiam.. cuukkk.. kasihan sekali gadis itu.. pasti dia trauma dan akan merindukan kedua orang tuanya itu.. nawi lalu berpikir seandainya gaby anaknya yang ada diposisi itu.. pasti anaknya akan sedih sekali..

“anak mas yang pertama itu siapa namanya mas..? lupa aku..” tanya nawi mencoba mencairkan suasana..

“Rendi..” jawab agus singkat..

“kelas berapa rendi mas..?” tanya nawi lagi..

“kelas satu SMP.. kurang lebih aja umurannya sama gaby.. paling bedanya setahun atau dua tahun..” kata agus..

“oooo..” ucap nawi singkat.. dan kini nawi bingung harus bertanya apa lagi..

“kamu punya pikiran menjodohkan anak kita kah..?” ucap agus yang mengagetkan nawi.. cuukk.. sempat – sempatnya mas agus berpikiran seperti itu disaat seperti ini.. mungkin itu yang ada dipikiran nawi saat ini..

“kalau itu aku setuju aja mas.. tapi temua tergantung anak – anak juga mas.. mereka masih kecil.. dan anak sekarang itu susah kalau dijodohin.. beda sama jaman kita dulu..” jawab nawi..

“betul juga wi.. tapi aku berharap biar mereka berjodoh.. biar kita tambah erat hubungan keluarganya..” kata agus lalu menghisap rokoknya..

“semoga mas.. aku juga mengharapkan itu..”

“sekarang kita focus pesta malam ini aja dulu wi..” kata agus dengan dinginnya.. dan nawi tidak menjawab obrolan agus barusan.. dan keheningan terjadi didalam mobil..

Suasana tegang langsung menyelimuti kedua orang didalam mobil ini.. tidak ada suara obrolan lagi.. mereka hanya berdiam diri sambil bermain dengan emosi masing – masing yang sudah menguasai diri mereka..

Sebenarnya dulu waktu dikota pendidikan.. kalau mereka berlima akan melakukan pesta, nawi akan mengeluarkan banyolannya dan membuat tertawa teman – temannya.. sehingga suasana tidak tegang.. tapi untuk kali ini, nawi hanya berdua dengan agus yang terkenal pendiam.. dan agus juga sedang dilanda kesedihan yang luar biasa.. akhirnya nawi hanya bisa berdiam diri dan tidak mengeluarkan banyolannya sama sekali..

Dan nawi sebenarnya tidak meyukai suasana seperti ini.. suasana yang sunyi dan tegang.. kalau dia diam seperti ini, nafsu membunuhnya justru akan menguasai dirinya.. bukan dirinya yang menguasai nafsunya.. nawi berkali – kali menutup matanya perlahan, lalu membuka lagi sambil fokus pada menyetirnya.. dan kadang – kadang dia tersenyum sendiri.. tapi kalau orang yang melihat senyumnya kali ini pasti akan merinding dan tidak berani menatapnya.. senyum yang membunuh dan mematikan dari seorang mantan pembunuh bayaran..

Setelah perjalanan yang lumayan panjang.. suasana sudah mulai gelap.. dan akhirnya mereka sampai disuatu hutan yang sangat sepi.. hanya pepohonan dan suara binatang liar yang saling bersahutan.. jalanannya pun sudah bukan aspal lagi.. tapi jalan berbatuan kecil atau istilahnya jalan makadam.. mobil pick up yang mereka tumpangi, berjalan melambat dan berhenti disebuah bangunan tua yang lumayan besar.. bangunan ini tampak menyeramkan sekali dari luar..

Mereka berdua lalu turun dan berjalan kearah bangunan tua itu.. tidak lupa mereka berdua membakar rokok masing – masing dan mengisapnya perlahan.. dan ketika mereka berdua sampai diteras bangunan.. agus berhenti dan langsung jongkok mengambil suatu benda kecil yang berwarna emas.. kalau diperhatikan, itu adalah miniatur kincir angin yang terbuat dari emas..

“ada apa mas..?” tanya nawi keheranan sambil menghisap rokoknya..

“ini adalah benda kesayangan Irene adikku.. ini diberikan papahku kepada Irene sebelum beliau wafat.. dan benda ini sekarang ada ditempat biadab ini.. bajingan..” ucap agus dengan mata yang berkaca – kaca dan giginya mengerat.. lalu tangannya bergetar dan dia langsung menggenggam erat benda itu..

“assuuu.. kalau pakai acara nangis begini, bisa menggila orang bule satu ini..” ucap nawi bergumam pelan

Agus lalu berdiri perlahan.. dia memasukan benda kecil itu kedalam kantong celananya..

“haaaaaa..” agus mengeluarkan nafasnya perlahan lalu memutarkan kepalanya..

“kita masuk wi..” ucap agus singkat..

Nawi lalu berjalan mendahului.. dari dalam terdengar suara orang tertawa terbahak – bahak.. kelihatannya didalam sedang berlangsung pesta yang meriah..

Tanpa permisi dan mengetuk pintu.. nawi langsung mendobrak pintu itu dengan kuat..

BRUAKKK..

Orang – orang yang didalam bangunan itu langsung terdiam.. mereka langsung menghentikan pesta minumannya, dan menatap dua orang yang berdiri didepan pintu.. mereka berjumlah lima orang.. salah satu orang itu langsung berdiri..

“nawi sang pembunuh bayaran.. ada ini..? tumben kamu berkunjung kerumahku ini..?” ucap orang itu dengan kebingunan..

“broto.. ketua palu abang.. hehehehe..” ucap nawi dan diakhiri dengan tertawa yang menyeramkan..

“tertawamu menyeramkan wi..” ucap broto sang ketua palu abang..

“tertawaku memang menyeramkan to.. tapi orang yang disebelahku ini.. lebih menyeramkan daripada tertawaku dan cara membunuhku..” ucap nawi sambil melirik agus yang diam dan hanya menatap semua orang yang ada didalam ruangan..

“siapa dia..? dan kenapa kalian kesini..?” tanya broto dengan keheranan..

“banyak bicara kamu..” ucap agus lalu membuang rokoknya dan berjalan mendahului nawi.. dia langsung mengarahkan sebuah tendangan kearah kepala broto dengan keras..

BUUMMMMM..

Broto langsung oleng kesamping dan ditahan oleh salah satu anak buahnya yang berambut gondrong..

“bangsaattt..” teriak orang yang berbadan gempal lalu loncat dan menendang dada agus dengan keras..

BUHHGGGGG..

Agus termundur beberapa langkah dan dia tidak roboh..

“bajingan.. sudah dimulai aja pestanya.. hehehe..” ucap nawi sambil tersenyum dan langsung berlari sambil mengarahkan pukulan kearah sigempal yang menendang agus tadi..

BUHHGGGGG..

Sigempal langsung roboh terkena pukulan dihidungnya.. dan hidungnya langsung mengeluarkan darah… tapi sigempal langsung bangun dan membersihkan darah yang keluar dari hidungnya..

Empat orang dari kelompok palu abang maju bersamaan.. sigempal dan sigondrong menghadapi nawi yang lagi tersenyum.. sigundul dan si buncit berhadapan dengan agus..

“wi.. jangan ada yang dibunuh dengan cepat ya.. kita nikmati pesta ini dan aku mau berpesta sampai pagi ditempat ini..” ucap agus dengan dinginnya..

“siappp.. ini yang kusuka dari sampean mas.. hehehehe..” jawab agus sambil tertawa..

“bajingan kalian berdua.. jangan harap kalian bisa keluar dari tempat ini dengan kondisi bernyawa.. apalagi kamu nawi.. siap – siap dengan pembalasan dendamku..” ucap broto dibelakang sambil menunjuk agus lalu dia menunjuk nawi.. dan nawi hanya tersenyum dengan polosnya..

“selesaikan tamu kita yang tidak sopan ini..” ucap broto ke anak buahnya..

[table id=Lgcash88 /]

[POV Nawi]

Assuu.. aku itu paling ngeri kalau melihat mas agus itu diam.. apa lagi diamnya kalau sedang emosi.. mengerikan.. dan dia kalau mengeksekusi targetnya, kejam melebihi pembunuh berdarah dingin..

Dan setelah sekian lama.. akhirnya hari ini kami berduet kembali.. dan sebenarnya ini kurang lengkap komposisinya.. kawan kami lainnya seperti irawan, totok dan tomo tidak ikut serta.. mereka tidak ikut serta karena tidak diundang oleh mas agus.. aku aja bisa ikut, karena mas agus tanya tentang siapa pembunuh adek tersayangnya.. coba dia mengetahui informasi itu sendiri.. mungkin dia akan berangkat sendiri tanpa melibatkan aku juga..

Memang gila bule satu ini.. dia mengajarkan kami arti keterbukaan didalam persaudaraan kami.. tapi dia sendiri, selalu menyembunyikan permasalahan pribadinya.. dia selalu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan kami.. salah satunya ya sekarang ini.. dan masih banyak lagi kasus lain waktu itu..

Dan hari ini aku mendengar kabar dari mas agus kalau adeknya diperkosa dan dibunuh dengan sadis.. darahku langsung mendidih apa lagi ketika mas agus tadi memberitahu kalau adeknya punya anak perempuan seumuran gaby anakku.. emosiku langsung terbakar dan langsung menguasi isi kepalaku.. aku ingin membunuh orang malam ini.. tapi sebelum kubunuh.. aku ingin bermain – main sedikit dengan mereka.. dan aku sudah menyiapkan sedikit kejutan buat mas agus.. hahahaha..

Musuh kali ini aku bilang ga begitu berat.. kenapa aku bilang ga begitu berat.. mereka hanya segerombolan curut yang berjumlah lima orang dan beraninya main keroyokan.. mereka memang terkenal sadis dalam menghabisi musuhnya.. korbannya biasanya dihabisi dengan cara dipalu diubun – ubunnya sampai tidak bernyawa lalu dibakar.. tidak perduli itu perempuan atau laki – laki.. dan aku senang sekali kalau berhadapan dengan target seperti mereka.. aku juga kenal dengan ketuanya palu abang.. broto..

Orang yang pernah kubuat masuk rumah sakit selama dua minggu.. sekarang dia berulah lagi dan dia salah mencari mangsa.. dia telah membuat mas agus berduka.. itu berarti dukaku juga.. malam ini aku akan membuat dia tidak akan melihat matahari terbit esok hari.. ingat itu.. itu janji seorang nawi.. hahahaha..

Dan didepanku sekarang berdiri dua orang curut anggota palu abang.. si gondrong dan si gempal.. mereka tampak emosi sekali dan mereka seperti ingin memakan tubuhku..

“hei kamu berdua berdiri aja.. ga pengen maju kah..? ayo sini maju.. dekat abang de.. hahahahaha..” ucapku sambil tertawa..

“bajingan.. masih bisa tertawa kamu.. kamu ga tau kalau ini malam terakhirmu..?” ucap sigondrong…

“assuuu.. kubunuh kamu..” ucap gempal lalu melayangkan pukulannya kearah wajahku..

“iiii.. takutt.. hahahahaha..” ucapku lalu menunduk menghindari pukulan sigempal.. dan sigondrong tidak mau kalah, dia loncat dan menyerangku dengan tendangannya..

WUSSS..

WUSSS..

WUSSS..

Berbagai pukulan dan tendangan mereka, diarahkan kepadaku.. tapi aku bisa menghindarinya dengan mudah..

“hahahahahaha..” aku terus tertawa dan itu membuat mereka semakin jengkel dan mereka menyerangku dengan mengerahkan semua tenaganya..

“bangsat.. assuuu..” makian mereka berdua sambil terus menyerangku..

“hahahahaha..” aku terus tertawa sambil menunduk.. mundur kebelakang, kesamping dan berguling kedepan.. aku tertawa supaya mereka mengeluarkan semua tenaganya sampai terkuras habis..

Dan ketika pukulan dan tendangan mereka sudah mulai melemah.. aku mengambil ancang – ancang untuk menyerang balik..

Sigempal yang ada didepanku, mengarahkan pukulan dirahangku dan aku langsung memundurkan wajahku, lalu aku mengarahkan sebuah pukulan lurus kedepan dengan sekuat tenagaku tepat diulu hatinya..

BUHHHGGGG..

“HAAAGGGHHH..” suara yang keluar dari mulutnya tertahan.. matanya langsung melotot menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.. dan dia langsung roboh kebelakang sambil memegang dadanya..

“hupsss.. sakit ya..? ga bisa bernafas..? hahahahaha..” ucapku lalu tertawa..

Dia berguling – guling dilantai seperti ayam yang baru dipotong..

“bajingan kamu ya..” ucap gondrong lalu loncat dan mengarahkan tendangannya kedadaku..

Aku menghindar kekanan.. dan tendangannya pun meleset.. ketika kakinya sudah menyentuh tanah.. aku mencekik lehernya sekuat tenaga tepat di jakunnya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk..

“HOOGGGHH..” nafasnya tertahan dan tubuhnya perlahan mulai melemah dengan mata yang melotot… aku terus mencekiknya sampai dia berlutut dihadapanku.. dia memegang tangan kananku dengan kedua tangannya dan berusaha melepas cekikan dilehernya..

Aku ga ingin dia mati dengan cepat.. aku lalu melepas cekikanku dan kuarahkan tendanganku tepat didadanya..

BUHHHGGGG..

BUUMMMMM..

Dia roboh kebelakang dengan kaki yang tertekuk kebelakang sambil memegang lehernya yang baru aku cekik..

“sudah..? segini aja kemampuan anggota palu abang..? aku belum mengeluarkan semua kemampuanku loh.. masa kalian sudah menggelepar begini sih..? hehehehe..” ucapku sambil tersenyum melihat mereka berdua menikmati kesakitan yang luar biasa..

“ayolah.. berdiri lagi.. masa pukulan kalian lemah begitu.. kalah sama anak perempuanku loh.. hahahahaha..” ucapku lalu mengeluarkan rokok dan membakarnya..

Sigempal lalu bangkit sambil memegang dadanya.. dan aku menyambutnya dengan sebuah tendangan dirahang kirinya..

BUUMMMMM..

Dia pun roboh kekanan.. aku lalu mendekatinya.. dan kulihat didekat kepala sigempal ada kayu tebal yang panjangnya kira – kira seukuran tusuk gigi.. aku mengambil kayu itu.. lalu aku menduduki dada sigempal dengan lututku menahan lengan kanan dan kirinya.. lalu mencekeknya sampai mulutnya terbuka lebar karena tidak bisa bernafas.. aku lalu mengganjal gigi samping si gempal.. dan kutarik paksa lidahnya..

“kamu tadi bilang mau membunuh aku kan.. hehehehehe..” ucapku.. aku menarik lidahnya dengan kuat lalu aku mematikan rokokku dilidahnya itu…

Chessss..

Perlahan rokokku pun mati.. dan mata sigempal berair menahan sakitnya bara rokokku yang mati dilidahnya..

Lalu aku memukul rahang kirinya dengan keras sampai kayu yang mengganjal gigi sampingnya terlepas..

BUHHGGG..

Dia pun langsung lemah dengan mulut yang menganga..

BUUGGHH..

Tubuhku langsung oleng kesamping tapi aku tidak roboh.. kepalaku pun pusing.. dan aku langsung memegang kepala bagian samping tepat diatas pelipisku.. darah langsung mengalir disitu dengan deras.. bangsatt.. aku melihat sigondrong memegang palu abang dan dia baru saja memukulkannya ke kepalaku… assuu.. dan ketika dia akan memukulku lagi, aku lalu menunduk dan menggulingkan badanku kekiri dan aku langsung berdiri..

Aku lalu meraba darah yang mengalir dikepalaku dengan tangan kanan, dan aku menjilat satu persatu jariku yang ada darahku sampai habis..

“hehehehe.. aku suka bau dan aku rasanya darah..” ucapku tersenyum lalu menatap tajam si gondrong yang ada didepanku..

Dan dia maju lagi dan mengarahkan palunya kekepalaku..

WUSSS..

Aku menunduk sambil mengarahkan kepalan tangan kanan dan tangan kiriku ketulang iganya..

BUUHHGGGG..

BUUHHGGGG..

BUUHHGGGG..

BUUHHGGGG..

Aku memukul berkali – kali tulang iganya bagian kanan dan kiri sampai berbunyi..

KRAAAKKKKK..

KRAAAKKKKK..

“AARRRGGHHH..” dia teriak kesakitan sambil melepaskan palu abangnya.. aku lalu memukul ulu hatinya untuk kedua kalinya dengan kuat..

BUUHHGGGG..

Dia roboh lagi kebelakang.. aku lalu mendatanginya dan meraih tangan kanannya sampai lurus.. aku lalu memukul sikutnya kearah dalam dengan telapak tanganku yang terbuka dengan sekuat tenaga..

KRAAAKKKKK..

“AARRRGGHHH..” dia berteriak kesakitan ketika tangan kanannya aku buat patah menjuntai..

Dan aku melakukan hal yang sama dengan tangan kirinya..

KRAAAKKKKK..

“HAHAHAHAHAHA..” aku tertawa dengan keras

“AARRRGGHHH..” dia lagi – lagi berteriak kesakitan, ketika tangan kirinya kubuat patah seperti tangan kanannya.. dan dia langsung pingsan..

Sudah puas..?? belum.. aku memegang telapak kaki kanannya sampai lurus keatas.. dan aku menginjak kemaluannya sebagai pijakanku.. lalu aku pegang tumitnya dengan tangan kiri dan ujung jari kakinya dengan tangan kanan.. lalu aku putar dengan keras sampai berbunyi..

KRAAAKKKKK..

“AARRRGGHHH..” dia sampai tersadar dari pingsannya karena kaki kanannya aku buat patah..

“AMPUN.. AMPUN.. AMPUUUNN..” dia berteriak kesakitan..

“hahahahaha.. sakit ya..” ucapku sambil tertawa.. dan aku tidak menghiraukan ucapannya dan aku juga mematahkan kaki kirinya dengan cara yang sama..

Dan diapun pingsan lagi dengan kedua tangan dan kaki yang patah menjuntai..

Sasaranku selanjutnya adalah sigempal.. dia sudah duduk bersandar di dinding sambil memegang dadanya.. dan darah aku lihat mengalir ditepi bibirnya..

Aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya.. setelah itu, aku berjalan sambil menghisap rokokku perlahan dan aku menatap mata sigempal..

“hehehe..” aku tersenyum kepada sigempal..

“ampun cak.. ampun.. aku minta maaf cak..” ucapnya memohon kepadaku ketika aku sudah dihadapannya..

“sekarang kamu minta ampun.. kemarin..?? kamu pasti tertawakan menikmati tubuh adik sahabatku.. he..” ucapku sambil tersenyum dan menginjak dadanya dengan keras..

“aku khilaf cak.. aku khilaf..” ucapnya ketakutan sambil menahan kakiku didadanya..

“hahahahaha.. khilaf..? assuuu..” ucapku tertawa lalu memakinya.. dan aku menurunkan kaki kananku sejenak dari dadanya, dan ga menunggu lama aku langsung menginjak wajahnya tepat dihidungnya..

BUUMMMM..

JEDUUKKK..

BUUMMMM..

JEDUUKKK..

“hahahaha..”

“ARRAGGHHH…” Dia berteriak kesakitan akibat hidungnya patah kedalam dan kepala belakangnya menghantam dinding dengan keras.. dan dia langsung pingsan akibat injakanku yang bertubi – tubi..

Aku lalu menyeretnya didekat si gondrong dan aku juga mematahkan kedua kaki dan tangan si gempal sama seperti si gondrong..

Selesai sudah dua orang.. aku lalu melihat mas agus yang juga sudah selesai dengan sigundul dan sibuncit yang terkapar dan berdarah – darah..

“mana broto mas..?” tanyaku..

“itu..” tunjuk mas agus kekursi..

Assuuu.. broto duduk dikursi dengan wajah yang berdarah – darah dan pingsan..

Aku lalu mendekati sigundul dan si gempal..

“mau kamu apain dia wi..?” tanya mas agus..

“kubuat seperti mereka berdua mas.. hehehe..” ucapku sambil tersenyum dan menunjuk sigempal dan sigondrong.. mas agus hanya mengangguk sambil menatapku..

Aku lalu mematahkan kedua kaki dan tangan sigundul dan sibuncit.. mereka langsung sadar dan berteriak, ketika kaki dan tangannya aku patahkan persis seperti kedua korbanku tadi..

Aku tidak menghiraukan teriakan dan permohonan ampun mereka.. justru teriakan mereka membuatku tambah bahagia dan tertawa..

Setelah keempat anak buahnya kubuat patah – patah.. aku berjalan kearah broto yang pingsan dikursi.. aku lalu menarik tangannya dan membantingnya kelantai sampai dia tengkurap.. aku lalu meraih tangan kanannya dan aku putar sampai patah dan menjuntai..

KRAAAKKK..

“ARRGGGHHH..” dia tersadar dan berteriak..

Dan ketika dia akan bangun aku minginjak kepalanya sampai dia pingsan lagi.. lalu aku mematahkan tangan kirinya dan kedua kakinya..

KRAAAKKK..

KRAAAKKK..

KRAAAKKK..

Setelah itu aku mengambil rokok dikantongku dan membakarnya.. lalu aku menghisapnya perlahan..

“gimana mas..? sudah siap disajian utamanya..? hehehe..” tanyaku kemas agus sambil tersenyum..

“aku suka dengan kejutan – kejutan dari kamu wi..” kata mas agus lalu menghisap rokoknya..

“kita mulai aja sajian utamanya mas.. hahahaha..” ucapku lalu tertawa keras..

[table id=Ads4D /]

[POV Agus (Egidius Van Gerrit)]

Kabar tentang kematian adik tersayangku dan suaminya sangat menyakitkan bagiku.. apalagi kematian mereka sangat tragis.. adikku disiksa, diperkosa dan dibunuh beserta suaminya, lalu dibakar bersama rumah mereka.. bangsatt.. binatang seperti mereka, harus diselesaikan juga dengan cara seperti binatang..

Aku tambah murka lagi, ketika melihat keponakanku mery yang masih baru tumbuh dewasa, selalu menangis dan pingsan mencari kedua orang tuanya yang sudah tiada.. aku tidak tega melihatnya.. Ira istriku selalu menahanku ketika aku akan pergi dari rumah sakit.. dia tau aku akan berbuat nekat untuk membalas dendam atas kematian adikku.. aku terus mencari kesempatan untuk keluar dari rumah sakit ini.. aku sudah ga tahan melihat mery menangis terus..

Dan keesokan harinya, baru aku mendapatkan kesempatan pergi setelah istriku pamit menebus obat.. aku lalu menyuruh rendi putraku untuk menjaga mery sebentar sampai ibunya datang.. dan aku langsung menelpon nawi.. sahabatku waktu kuliah dulu.. aku menelponnya karena dia mantan pembunuh bayaran.. dia pasti tau jaringan – jaringan dunia hitam yang beroperasi di provinsi ini..

Dan bener saja, dia mengetahui siapa pelaku pembunuhan sadis itu.. dan dia mau memberitahu aku alamat kelompok itu, dengan syarat dia harus ikut serta dalam pestaku.. aku sebenarnya ga mau ada yang ikut campur dalam urusan pribadiku.. tapi karena aku butuh informasi dari dia.. akhirnya aku menyetujuinya..

Dan sore hari, akhirnya kami berangkat kelokasi dimana kumpulan bajingan itu berkumpul.. kumpulan bajingan yang bernama palu abang..

Selama perjalanan aku hanya beberapa kali berbicara dengan nawi.. dan selama perjalanan kami hanya sesekali aja ngobrolnya.. aku terlalu menahan emosi, jadi aku ga pengen terlalu banyak bicara..

Setelah perjalanan panjang akhirnya kami sampai ditempat yang kami tuju.. dan betapa terkejutnya aku, ketika melihat benda kesayangan adekku tergeletak diteras markas mereka.. emosiku tambah memuncak.. bangsatt..

Ketika aku masuk kedalam bangunan tua itu.. darahku terasa mendidih dan emosiku semakin menjadi.. dikepalaku hanya ada kata.. bunuh.. bunuh.. dan bunuh..

Mereka terkejut dengan kedatangan kami dan kelihatannya mereka sedang berpesta.. ketika pimpinan dari mereka yang bernama broto berdiri dan berbicara dengan nawi.. aku langsung menendang kepalanya dan dia langsung oleng tapi tidak roboh, karena ditahan anak buahnya yang berambut gondrong..

Satu orang anggota broto yang berbadan gempal langsung loncat sambil mengarahkan tendangan kearah dadaku..

BUHHGGG..

Aku termundur kebelakang.. empat orang langsung maju mengelilingi kami berdua.. dan dihadapanku kini ada si gundul dan sibuncit..

Mereka menyebar kekanan dan kiriku.. dan mereka langsung maju bersama.. tapi aku langsung menyambutnya dengan tendangan kearah samping kanan yang mengenai wajah sibuncit, dan dilanjutkan dengan pukulan kearah samping kiri dengan tangan kananku tepat didada sigundul..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

Mereka termundur kebelakang.. aku lalu berlari kearah sibuncit sambil melakukan ancang – ancang melakukan tendangan balik..

BUUHHGGG..

Sibuncit roboh kesamping kiri setelah kepala bagian kepala kirinya terkena tendangan balikku.. aku tadi menendangnya memakai tumit kaki kananku dengan keras.. lalu aku berlari lagi kearah sigundul yang ada didepanku, dan mengarahkan pukulan dengan kedua tangan yang terkepal kedadanya secara beruntun..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

“AAARRGHHHH..” dia berteriak kesakitan sambil termundur kebelakang..

Aku terus memukul dadanya dengan keras sampai tersandar di dinding.. setelah itu aku raih kepala belakangnya dan kuarahkan wajahnya kelututku..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

Aku melakukan berkali – kali sampai darahnya menempel dilututku.. lalu aku jambak rambut belakangnya dan kubanting kebawah dengan wajah menghadap kelantai..

BUUMMM..

Darah langsung menggenang dilantai dan dia pingsan.. aku lalu mendekatinya dan jongkok didepannya sambil kuangkat wajahnya.. aku lihat dia masih bernafas.. lalu aku benturkan sekali lagi wajahnya kelantai..

BUUMMM..

Aku lalu berdiri dan melihat sibuncit sudah berdiri.. aku berlari lagi kearahnya sambil mengarahkan tendangan didadanya..

BUUHHGGG..

Dia termundur kebelakang sampai tersandar didinding.. aku mendekatinya dengan posisi menyamping.. lalu aku arahkan tendanganku kearah perut, dada dan wajah sibuncit secara beruntun..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

Dan aku tidak memberinya kesempatan untuk menarik nafas.. dan kuarahkan pukulan ke perut, dada dan wajahnya lagi secara beruntun

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

Lalu aku jambak rambutnya dengan tangan kiri, lalu aku hantam wajahnya berkali – kali dengan kepalan tangan kananku..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

Darah menutupi seluruh wajah sibuncit.. tapi aku belum puas.. dan tiba – tiba.. terbayang wajah adekku yang hangus terbakar.. dan itu membuat darahku makin mendidih..

Aku jambak rambut sibuncit dan aku menyeretnya kepojokan dinding.. dan aku hantamkan wajah sibuncit keujung dinding dengan keras..

BUUMMMM..

KRAAKKKK..

Garis lurus langsung mengecap dari jidat sampai dagu si buncit.. dan hidungnya patah kedalam.. setelah itu aku hantamkan wajahnya kelantai dengan posisi wajahnya kearah lantai..

BUUMMMM..

Dan kembali darah menggenang dilantai bangunan tua ini.. aku lalu jongkok dan menjambak rambut sibuncit.. aku ingin memastikan dia masih hidup atau tidak.. ternyata dia masih bernafas dan dia hanya pingsan.. dan aku membantingnya kelantai lagi..

BUUMMMM..

Setelah itu aku berdiri dan membakar rokokku.. lalu aku menghisapnya dengan tangan kiri.. aku menoleh kesamping.. dan pemandangan mengerikan terjadi.. sinawi mematahkan tangan dan kaki sigempal sambil tertawa.. bajingan.. sadis memang sinawi ini.. jiwa pembunuhnya memang luar biasa.. lalu pandanganku kualihkan kedepan.. kulihat broto berdiri dengan wajah yang pucat.. dia melihat anak buahnya terkapar.. dan aku berjalan kearahnya..

“kamu yang kemarin membunuh dan meperkosa adekku dengan keji kan..?” ucapku dengan dingin..

Dia diam ga menjawab pertanyaanku.. dia lalu mengeluarkan palu dari balik bajunya.. lalu mengarahkan pukulan dari atas ke ubun – ubunku..

Aku lalu memundurkan wajahku menghindari pukulannya..

WUUSSS..

Pukulannya meleset.. dan aku langsung mengarahkan kepalan tangan kananku tepat di tulang lunak hidungnya..

BUHHGGGG..

Dia roboh kebelakang dan terduduk dikursi dengan darah yang muncrat dari hidungnya.. palunya pun terlepas dari pegangannya.. aku lalu menikmati rokokku lagi.. aku memandangi broto yang duduk dikursi sambil memegang hidungnya yang berdarah.. dan ketika dia akan berdiri aku menginjak tepat diulu hatinya sampai dia terduduk lagi..

BUHHGGGG..

Broto tersandar dikursi dengan nafas yang sesak.. lalu aku menginjak wajahnya dengan keras..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

Aku menginjaknya tiga kali sampai dia tersandar lemah.. matanya melotot dan mulutnya menganga.. dan darah memenuhi wajahnya.. aku lalu menginjak kemaluannya..

BUHHGGGG..

“ARRGGGHHHH..” dia berteriak sambil memegang kemaluannya.. dan ketika akan roboh kedepan aku menahannya dengan mengijak dadanya..

BUHHGGGG..

Dia tersandar dikursi lagi dan aku menahan injakan dadanya.. lalu aku tekan dengan keras.. matanya langsung melotot menahan nafasnya.. dengan cepat aku arahkan puntung rokokku ke bola matanya sebelah kanan..

NYESSS..

“ARRGGGHHHH..” dia berteriak sambil memegang matanya.. lalu kulepas injakan didadanya.. dan kujambak rambutnya.. dia masih menutupi matanya.. aku mendongakkan kepalanya keatas.. lalu aku pukul tenggorokannya tepat dijakunnya..

BUHHGGGG..

“HOOGGG..” ucapnya dengan nafas yang tertahan, dan tangan yang menutupi matanya terlepas.. lalu aku arahkan pukulanku di mulut, hidung, dan kedua mata broto dengan brutalnya..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

“Ampun cak.. ampun..” ucapnya pelan ketika aku menghentikan pukulanku.. dia berbicara disertai darah yang keluar dari mulutnya.. dan aku tetap menjambak rambutnya dengan kepala broto yang mendongak keatas menghadap ke wajahku..

“Kemarin pasti adikku memohon juga kepadamu kan..? HAA..?” ucapku sambil mendekatkan wajahku kewajah broto.. kujambak dengan keras rambutnya.. dan dia tidak menjawab.. bibirnya bergetar menahan sakit disekujur tubuhnya..

“JAWAB.. BANGSATTT..” teriakku.. lalu

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

BUHHGGGG..

Aku pukul lagi wajahnya sampai dia tidak bergerak lagi.. aku lalu melepaskan jambakan dirambutnya.. aku lalu mengambil palu yang dia bawa tadi dan aku luruskan kedua kakinya.. aku lalu mengarahkan palu di tempurung lutut sebelah kanan broto.. dan kuangkat tinggi – tinggi palunya lalu..

BUHHGGGG..

KRAKKKKK..

Bunyi benturan antar tempurung dan palu yang bertemu dengan keras..

“ARRGGGHHHH..” dia melolong kesakitan.. dan ketika dia akan memegang lututnya, aku lalu menghantamkan palu itu di jidatnya..

BUHHGGGG..

Dia langsung terlentang dikursi dengan mulut yang menganga dan darah yang mangalir diseluruh wajahnya..

“Ampun cak.. AMPUUUUUNNN..” teriaknya memohon dan kesakitan..

“ampun katamu.. AMPUN KATAMU..?” ucapku pelan lalu berteriak.. dan kuhantamkan lagi palu itu di tempurung lutut sebelah kirinya dengan sekuat tenaga..

BUHHGGGG..

KRAKKKKK..

“ARRGGGHHHH..” dia berteriak lagi dan akan menunduk lagi.. dan kuhantamkan lagi palu itu dijidatnya untuk kedua kali.. sampai dia terlentang dan tidak bergerak..

BUHHGGGG..

Aku lalu melepaskan palunya dan menatap wajahnya.. rupanya dia pingsan dan masih bernafas..

Aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya.. lalu aku hisap rokokku perlahan.. dan aku lihat nawi juga selesai mematahkan kedua kaki si gondrong.. dia menatapku sambil tersenyum.. bangsat.. masih juga tersenyum nawi ini..

“mana broto mas..?” tanyanya kepadaku..

“itu..” aku menunjuk ke arah kursi..

Nawi lalu mendekati sigundul dan si gempal..

“mau kamu apain dia wi..?” tanyaku kenawi..

“kubuat seperti mereka berdua mas.. hehehe..” ucap nawi sambil tersenyum dan menunjuk sigempal dan sigondrong.. aku hanya mengangguk kepadanya..

Nawi lalu mematahkan kedua kaki dan tangan sigundul dan sibuncit.. mereka langsung sadar dan berteriak, ketika kaki dan tangannya dipatahkan oleh nawi.. sadis kau wi..

Nawi tidak menghiraukan teriakan dan permohonan ampun mereka.. justru teriakan mereka membuat nawi tambah bahagia dan tertawa..

Setelah keempat anak buahnya dibuat patah – patah.. nawi berjalan kearah broto yang pingsan dikursi.. dia lalu menarik tangannya dan membantingnya kelantai sampai dia tengkurap.. nawi lalu meraih tangan kanannya dan diputarnya sampai patah dan menjuntai..

KRAAAKKK..

“ARRGGGHHH..” broto tersadar dan berteriak..

Dan ketika dia akan bangun nawi menginjak kepalanya sampai dia pingsan lagi.. lalu dia mematahkan tangan kirinya dan kedua kakinya..

KRAAAKKK..

KRAAAKKK..

KRAAAKKK..

Setelah itu nawi mengambil rokok dan membakarnya.. lalu dia menatapku lagi – lagi dengan tersenyum.. bajingan..

“gimana mas..? sudah siap disajian utamanya..? hehehe..” tanyanya kepadaku sambil tersenyum..

“aku suka dengan kejutan – kejutan dari kamu wi..” kata ku lalu menghisap rokokku..

“kita mulai saja sajian utamanya mas.. hahahaha..” ucap nawi lalu tertawa dengan keras..

Apalagi yang mau dibuat bajingan satu ini.. aku cuman diam sambil menghisap rokokku sambil beristirahat sebentar.. dan terus terang, aku memang belum puas dengan pestaku malam ini.. aku ingin bener – bener menikmatinya sampai mereka tidak bernyawa..

Dan kulihat nawi mengangkat satu persatu bajingan – bajingan yang tidak sadarkan ini.. kelima bajingan palu abang ini terlihat mengenaskan.. wajahnya berdarah – darah dan hampir tidak dikenali.. lalu kedua tangan dan kaki mereka patah menjuntai akibat perbuatan nawi..

Nawi lalu keluar menuju mobilnya dan dia kembali dengan banyak tali yang dia bawa.. Nawi lalu menyusun kursi dan disejajarkan.. setelah itu dia membuka satu persatu pakaian mereka sampai telanjang bulat.. dia lalu mengikat para bajingan itu dengan posisi duduk dan mengangkang.. tubuh mereka disandarkan dikaki kursi dengan perut dan dada diikat dikursi dengan kencang.. kaki mereka yang patah, ditegakkan dan diikat menyatu dengan pahanya.. lalu dagunya diikat sampai diubun – ubunnya.. sehingga mereka tidak bisa membuka mulutnya dengan lebar..

Setelah itu dia mencari ember yang dipenuhi air lalu mengguyur mereka satu persatu sampai mereka sadar..

“bagai mana mas..? mereka sudah sadar semua.. silahkan dimulai sajian utamanya.. hehehehe..” ucap nawi kepadaku sambil tersenyum.. kali ini aku suka dengan senyuman bengisnya ini..

“mau apa kalian terhadap kami.. tolong bunuh kami sekarang juga.. jangan siksa kami.. aku mohon.. aku mohon..” ucap broto dengan lemah.. wajahnya tampak ketakutan sekali..

“kalian mau mati dengan cepat..? janganlah.. dineraka sana itu lebih kejam siksaannya.. lebih baik kalian latihan dulu disini.. supaya kalian siap bila disiksa disana.. hahahahaha..?” ucap nawi sambil tertawa dengan keras..

Aku lalu mendekati broto.. lalu aku membakar rokokku setelah itu aku isap perlahan.. aku lalu jongkok dihadapan broto.. dan kunyalakan rokokku dan kubakar jembutnya yang lebat dan hitam..

“AAAAAAAA… PANAS..PANASS..” teriak broto tertahan kesakitan.. mulutnya tidak bisa dibuka dengan lebar akibat ikatan nawi tadi.. dia hanya memamerkan giginya yang kuning dihadapanku.. bau gosong langsung tercium dihidungku..

Aku terus membakarnya sampai jembutnya habis..

“ARHHH.. ARHHH.. ARHHH..” suaranya dengan nafas yang kencang dan kesakitan..

Aku lalu membakar mulai ujung kemaluan broto sampai pangkal bawah batang kemaluannya..

“ARRRGGGHHHHH.. BANGGSSAAATTTT..” teriak broto kesakitan..

“kontol ini kan yang telah masuk dikemaluan adikku..” ucapku sambil terus memainkan korek ku yang menyala di sekitar batang kemaluan broto..

“ARRRGGGHHHHH.. AMPUUUUNNN.. AMPUUUUNNN..” teriak broto tertahan..

Setelah itu aku bakar kedua biji kemaluan broto dengan korekku lagi dan aku menahannya lama disana..

“ARRRGGGHHHHH.. BUNUH AKU CAK.. BUNUH AKU..” ucap broto dengan air mata yang mengalir bercampur darah diwajahnya..

Aku tidak mendengarkan omongannya.. aku hanya menghisap rokokku dalam – dalam lalu aku keluarkan asapnya diwajah broto yang lagi menikmati kesakitan yang luar biasa..

Setelah puas bermain dengan korekku.. aku lalu berdiri.. setelah itu aku injak batang kemaluan dan kedua biji broto dengan ujung sepatuku.. lalu aku tekan dan aku putar-putar seperti mematikan puntung rokok ditanah..

“ARRRGGGHHHHH.. AMPUUUUNNN.. AMPUUUUNNN..” teriak broto tertahan.. dan aku mengakhirinya dengan menghantam mulut broto dengan lututku..

BUHHGGGG..

JEEDUUKK..

Mulutnya terkena lututku dan kepala belakangnya terkena kaki kursi.. lalu aku mundur dan aku injak lagi wajah broto..

BUHHGGGG.. JEEDUUKK..

BUHHGGGG.. JEEDUUKK..

BUHHGGGG.. JEEDUUKK..

Sampai dia tidak sadarkan diri lagi..

Setelah itu aku melanjutkan ke anak buahnya.. gundul, gempal, gondrong dan buncit.. satu persatu aku bakar jembut dan kemaluan mereka seperti yang kulakukan terhadap broto.. mereka menangis, berteriak kesakitan, meminta ampun dan memohon kepadaku.. tapi aku tidak menghiraukan sama sekali.. aku terus menyiksa mereka sampai mereka pingsan satu persatu.. dan aku sangat menikmati ini semua..

Lalu nawi menyiram wajah mereka lagi sampai mereka sadar.. dan kulihat mereka sudah sadar dan tidak berdaya lagi..

Nawi lalu mengambil botol minuman mereka yang masih bersegel dan diserahkan kepadaku..

“minum dulu mas.. kelihatannya sampean haus..” ucap nawi sambil menyerahkan sebotol vodka gepeng kepadaku.. aku lalu meminumnya sampai setengah dan kuserahkan kepada nawi lagi..

“segar sekali minuman ini.. hehehe..” ucap nawi sambil menghabiskan minuman itu..

Aku lalu mendatangi mereka lagi dan kuinjak dada mereka satu persatu..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

Dan aku ulangi lagi menghajar mereka.. kali ini aku injak satu persatu wajah mereka..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG.. BUHGG..

Kepala mereka mendongak keatas dengan darah segar mengalir dari mulut, hidung, mata, pelipis dan seluruh wajah mereka..

Setelah itu aku berdiri dan menghisap rokokku..

“sudah mas..? istirahat dulu sampean mas..” ucap nawi kepadaku

Aku lalu mundur dan duduk dikursi belakangku..

“aku lanjutin pestanya ya mas.. hehehehe..” ucap nawi sambil tersenyum kepadaku.. dan aku menganggukkan kepalaku..

“asyyikkk.. hahahaha..” ucap nawi tertawa..

Nawi lalu berjalan kerah mereka sambil menenteng palu yang berwarna merah.. palu itu milik salah satu dari mereka..

Nawi lalu jongkok dihadapan broto.. dan menatap broto yang sudah lemas..

“halo to.. katanya tadi mau balas dendam.. kok sekarang lemah gini sih..? hehehe..” ucap nawi kebroto dan lagi – lagi sambil tersenyum..

“au..ae..aueiauay..” ucap broto yang tidak jelas dan sudah tidak bertenaga..

“kamu ngomong apasih to..?” tanya nawi sambil mengangkat palunya lalu menghantamkan ke kemaluan broto dengan keras..

DUUUKKKK..

DUUUKKKK..

DUUUKKKK..

DUUUKKKK..

“ARRGGGHHHH..” broto menjerit sambil menahan rasa sakitnya dengan memarkan giginya dihadapan nawi..

“diam kamu.. berisik betul sih.. asuuu.. hehehe..” ucap nawi lalu..

KRAKKKKK.. KRAKKKKK.. KRAKKKKK..

“ARRGGGHHHHPPPP..” teriak broto tertahan.. nawi memukul gigi broto dengan palunya berulang kali.. sampai gigi depan bagian atas dan bawah, serta gigi samping broto rontok..

Mata broto melotot.. terlihat dia sedang kesakitan yang sangat luar biasa.. sampai tidak bisa berucap.. darah segar yang sangat banyak dan gigi yang patah keluar dari mulut broto..

“huuuu.. ngeri.. sakit ya to.. hahahahaha..” ucap nawi sambil tertawa..

Bajingan.. sadis juga nawi ini.. mengerikan sekali.. dan aku menikmati pertunjukan didepanku sambil menghisap rokokku dalam – dalam..

Setelah puas bermain dengan broto.. nawi lalu berdiri.. dan dia menyiksa satu persatu anak buah broto dengan sadis.. kemaluan mereka sampai tidak berbentuk dibuatnya oleh pukulan palu nawi.. mulut mereka pun tidak luput dari paluan nawi.. gigi mereka rontok dan mulut mengeluarkan darah segar.. nawi melakukan itu semua dengan tertawa dan mengejek satu persatu mereka.. bajingan..

Nawi lalu berdiri dan berjalan kearahku sambil menenteng palu yang penuh dengan darah.. dan tangan nawi pun penuh darah mereka..

“gimana mas.. sudah puas..?” tanya nawi kepadaku..

Aku lalu melihat jam.. tidak terasa sudah pukul tiga malam menjelang subuh..

“aku sih belum puas wi.. tapi ini sudah jam tiga.. kita harus balik.. karena jam enam harus kerumah sakit lagi..” ucapku..

“baik lah mas.. aku sih terserah sampean aja..” ucap nawi duduk disebelahku..

“aku habisin dulu mereka ya..?” ucapku..

“jangan mas.. aku tadi kan bilang, aku bawa perlengkapan kecil – kecilan buat pesta kita ini.. jadi sabar dulu.. aku ambil di mobil dulu ya..” ucap nawi.. aku hanya diam dan dia lalu berdiri dan keluar kearah mobilnya..

Nawi lalu masuk keruangan sambil membawa tabung gas 12 kiloan ditangan kanan dan kirinya.. lalu dia keluar lagi mengambil tabung yang sama sampai enam tabung disusun didalam ruangan..

“dibuat apa ini wi..?” tanyaku bingung..

“sampean lihat aja sendiri mas..” ucap nawi sambil tertawa.. dan aku cuman menggeleng kepala aja melihat tingkah nawi ini..

Nawi lalu menyusun lima tabung berjejer dengan jarak satu meteran.. lalu dia berjalan ke arah para bajingan yang masih belum sadarkan diri itu.. dia melepaskan tali pengikat mereka satu persatu.. dan dia memulainya dari broto dulu.. nawi mengangkatnya lalu ditengkurapkan broto dikursi dengan pantat broto nungging menghadap nawi.. nawi lalu mengambil sabun dan dioleskan ke gagang palu itu.. setelah itu ujung gagang palunya diarahkan ke lubang dubur broto… dan ditekannya kedalam.. setelah masuk sedikit, nawi lalu menginjak palu itu sampai masuk sepenuhnya ke lubang dubur broto dengan keras..

BRAATTT…

“ARRRGGGHHHHHH…” broto langsung sadar dan berteriak dengan kepala berputar – putar.. dia menjerit dengan suara paraunya sampai tidak terdengar lagi suaranya… dan terlihat kepala hamernya seperti menempel dibokong broto..

Gila.. kamu gila wi..

Dan nawi melanjutkan keanak buah broto lainnya.. dia melakukan hal yang sama.. nawi memasukan senjata pamungkas mereka ke masing – masing dubur mereka.. senjata itu yang menemani mereka berbuat kejahatan dan senjata itu pula yang menemaninya keneraka..

Jeritan yang menyayat hati.. terdengar lirih dari mulut mereka..

lalu nawi menyeret mereka dan mengikat satu persatu ke tabung gas.. posisi mereka duduk dengan palu yang menembus dubur mereka sambil memeluk tabung gas.. tangan dan kaki mereka diikat.. lalu dagu mereka ditempelkan ditabung dengan mulut dan hidung diarahkan dilubang tabung gas.. kepala mereka diikatkan di pegangan tabung gas.. bajingan.. wajah mereka terlihat seperti akan meregangkan nyawa..

Dia lalu berjalan kearahku.. wajahnya terlihat puas sekali..

“mas kita bersihin tubuh kita dulu yo.. hehehehe..” ucap nawi sambil tersenyum..

“gila kamu wi.. ” ucapku kepadanya..

“Hehehe.. ini untuk adekku irene mas..” ucapnya santai kepadaku sambil tersenyum bengis..

Kami pun bergantian masuk kamar mandi dan memersihkan tubuh kami dari darah yang menempel ditubuh.. setelah itu aku lihat nawi membawa tiga dirigen besar bensin.. lalu menuangkan dua dirigen keseluruh rungan ini.. dan satu dirigennya di siramkan ketubuh bajingan itu satu persatu sampai mereka sadar..

Mereka terlihat tersiksa sekali dan mencoba menggerakkan tubuh mereka.. tatapan mata mereka seolah – olah menahan sakit yang luar biasa..

“Aarghh.. au..auu..” ucap mereka yang tidak begitu jelas..

“kalian itu ngomong apa..? yang jelas lah.. hehehehe..” ucap nawi sambil tersenyum..

“ayo keluar wi..” ucapku ke nawi..

“ayo mas..:” ucap nawi..

“selamat tinggal palu abang.. hahahahaha..” ucap nawi ke mereka sambil tertawa..

Setelah itu kami keluar sambil membawa satu tabung gas tersisa dan diletakkan di depan pintu.. lalu nawi mengambil satu dirigen lagi dan menuangkan ditabung gas itu.. lalu dia berjalan sambil menuangkan sisa bensin sampai sekitar lima puluh meter kearah jalan..

Dan kami pun langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil sampai ujung tempat nawi menuangkan bensin..

“silahkan mas.. hehehehe.. ” ucap nawi sambil menyerahkan sebuah zippo tua kepadaku..

Aku lalu mengambil dua batang rokokku.. satu kuselipkan dibibirku dan satu kuselipkan dibibir nawi, sebagai ucapan terimakasih ku kedia.. dia menerimanya dengan tersenyum.. lalu aku bakar rokokku dan rokok yang dimulut nawi.. setelah itu aku lempar keluar zippo tua yang masih menyala itu, dan nawi menjalankan mobilnya sambil sambil tertawa..

Untukmu irene dan jefri.. semoga kalian tenang diatas sana..

Api itu menjalar dengan cepat lalu terdengar suara..

BOOMMM.. BOOMMM.. BOOMMM.. BOOMMM.. BOOMMM.. BOOMMM..

“MODARO COKKK.. MODARO.. HAHAHAHAHAHAHA..” (mampus kamu cok.. mampus..) teriak nawi sambil tertawa..

 

#Cuukkk.. balas dendam kecil – kecilan yang nikmat..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 52 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 52 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 51 ) | ( Part 53 ) Selanjutnya