. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 47 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 47

0
383

Part 47 – Pesta Panjang Dan Melelahkan

[POV Alan]

DOORRR..

Suasana di gudang ini langsung hening seketika.. semua orang yang membawa senjata mengacungkan kedepan kearah lawan – lawannya termasuk anggota cak gito dan cak ji’i yang baru datang..

Mas adam dan mas bendu berlari ke arah luar gudang sambil membopong mas rendi yang sudah tidak sadarkan diri..

Semua penghuni kos pondok merah emosi dengan air mata yang tumpah.. bung toni mengeratkan giginya dengan nafas yang memburu.. tangannya terkepal seperti ingin meluapkan semua kemarahan.. begitu juga penghuni yang lain.. ini adalah kemarahan yang begitu besar dari sekumpulan keluarga yang melihat salah satu keluarganya terkapar dan berdarah..

Dan dikelompok desa utara.. cak bagong juga menangisi anaknya puput yang roboh tidak bernyawa.. bajingann.. ini akan menjadi pesta yang menggila..

“herman.. kurang ajar sekali kamu.. menghadapi anak – anak kuliahan aja kamu sampai menurunkan kekuatanmu yang penuh.. dan sampai harus pakai tembakan segala.. assuu..” ucap cak gito yang baru datang dan masuk ke gudang ini dengan emosi kepada cak herman..

Cak gito tadi datang dan masuk kegudang langsung merobohkan empat orang anggota aliansi selatan dengan ganasnya dengan beberapa kali serangan.. bajingan’og..

“resiko di dunia hitam ya seperti ini gito.. ga usah munafiklah kamu..” kata cak herman sambil berdiri dan diikuti oleh semua koordinator aliansi selatan yang berjumlah tujuh orang..

“semua yang terlibat atau melibatkan diri.. harus siap dengan segala resiko yang ada.. termasuk kematian..”

“oh iya.. sepertinya malam ini akan menjadi penentuan kelompok mana yang bisa menguasai dunia hitam diprovinsi ini..”

“dan kami juga ga perlu susah payah dengan penyerangan kemarkas kalian.. cukup disini aja..” kata cak herman sambil menghisap rokoknya..

“ga usah terlalu angkuh kamu man.. kamu kubiarkan selama ini, bukan berarti aku takut.. aku cuma ga mau buat ribut sama tikus – tikus seperti kamu dan kelompokmu..” ucap cak gito..

“tikus – tikus disini bukan tikus rumahan yang takut sama kucing to’.. disini semua tikus jalanan yang justru ditakuti oleh kucing..”

“jadi mari kita buktikan malam ini kekuatan kita tanpa senjata ala jati.. gimana..?” kata cak herman dengan santainya..

Asssuuu.. memang kalau sudah antar bos bajingan itu bicara, pasti menusuk kata – katanya..

“bangsat kamu.. ga usah banyak bicara..” kata sandi tiba – tiba bersuara dan menunjuk cak herman dengan lantangnya..

Dan dia berbicara dengan emosi yang sangat luar biasa sambil menginjak kepala togel yang sudah tidak bernyawa.. asssuuu.. ini bukan adindaku sandi lagi yang berbicara.. tapi ini iblisnya.. bajingannnn..

Tangan kanan cak herman si panglima langsung berlari kearah sandi dan

BUUUMMM..

[table id=Ads4D /]

[POV Sandi]

BUUUMMMM..

Sebuah pukulan togel mendarat dirahangku dan membuat aku roboh kebelakang dan tertelungkup..

“SERRRAAANNGGG..” ucap togel ke anak buahnya.. dan puluhan orang itu berlari kearah kami..

Asssuu.. kuat sekali togel ini.. dia aku pukul dengan sekuat tenagaku aja ga roboh.. bajingannn.. dan pukulannya itu loh rasa sakitnya luar biasa.. aku sampai terguling – guling menahan rasa sakitnya..

Togel lalu melangkah mendekati aku dan menginjakkan kakinya diperutku dengan kuat..

BUUHHHGGG..

“huuuppp.. “ aku langsung terduduk dengan nafas yang tertahan.. togel lalu mengarahkan tendangannya ke arah wajahku..

BUUGGHHH..

Aku membloknya dengan kedua tanganku sampai aku tertidur dengan kepala belakangku terhantam lantai dengan keras.. assuu..

Kepalaku langsung terputar – putar dan rasanya kepalaku seperti dipukul memakai palu.. bajingannn..

Togel lalu mengangkat kerah kaosku sampai aku berdiri.. dan kepalaku masih terasa sangat pusing.. tiba – tiba..

BUUGGHHH..

BUUGGHHH..

BUUGGHHH..

Dia memukul lagi wajahku terus menerus sampai darah menutupi mataku yang sudah bengkak dari tadi.. assuuu..

aku ga boleh kalah.. aku ga boleh nyerah.. aku mengumpulkan sisa – sisa kekuatanku..

Aku tarik kepala belakang togel dan aku adu dengan kepalaku dengan kuat..

BUMMMMM..

Togel langsung melepas pegangannya dikerah kaosku.. dan tadi rupanya aku mengadu keningku dengan hidung togel dan dia langsung menunduk memegang hidungnya yang berdarah..

Aku lalu mundur beberapa langkah dan dan aku mengusap darah yang terus mengalir membasahi kedua mataku.. dan aku menekan kedua mataku supaya penglihatanku tidak kabur lagi akibat pukulan bertubi – tubi barusan..

Penglihatanku perlahan mulai menerang walapun sedikit berbayang.. togel mengangkat wajahnya dan menatapku tajam dengan darah yang mengalir dari hidungnya.. dia bersiap untuk menyerangku.. dan ketika dia melangkah dan akan melayangkan pukulan..

Aku mengarahkan tendangan kearah dadanya menggunakan tumitku..

BUHHGGG..

Dia termundur sedikit lalu menarik nafasnya.. dan aku menyerangnya dengan sebuah pukulan lurus kearah bawah keningnya dengan kuat..

BUHHGGG..

Kepalanya terdonga keatas.. lalu aku memegang kepala sebelah kanannya dengan tangan kiriku lalu aku hantamkan ketiang penyangga beton disebelah kananku..

BUUMMMM..

Darah lalu keluar dari kepala bagian samping kiri togel dengan deras.. dan dia tetap berdiri dengan tegap.. assuuu.. kuat sekali fisiknya.. ga percuma dia jadi orang terkuat di desa utara setelah cak bagong.. bajingan..

Dia lalu menendang dadaku dengan keras menggunakan telapak kakinya ..

BUHHGGG..

Aku termundur kebelakang.. dan dia menyerangku lagi dengan kepalan tangan kanan dan tangan kirinya secara beruntun.. dan aku memblok dua serangannya dengan tangan kanan dan tangan kiri.. tapi setelah itu tiga serangannya masuk kewajahku.. pelipis, hidung dan mulutku terkena pukulan yang telak.. aku lalu memundurkan wajahku sambil mengarahkan tinjuku tepat di ulu hatinya..

BUHHGGG..

Dia termundur kebelakang dengan nafas yang sesak dan aku menyambutnya dengan pukulan kearah mulutnya dengan keras..

BUUMMMM..

togel langsung roboh kebelakang.. asssuu.. akhirnya roboh juga kamu.. bajingan..

dan tenagaku sekarang terkuras habis.. aku mengumpulkan kekuatanku lagi sebelum aku menutup serangan ke togel.. aku menundukkan kepalaku dan membukukkan tubuhku, dengan bertumpu pada kedua lututku dan aku menarik nafas dalam – dalam.. darah menetes kelantai dari hidung dan pelipisku.. assuuu.. aku bener – bener bonyok.. dan ketika kulihat lurus kedepan, togel bersusah payah untuk berdiri.. aku lalu berdiri menegakkan tubuhku kembali dan kuberi kesempatan togel untuk berdiri tegak juga.. aku ingin menyerangnya dengan posisi tegak sehingga dia akan jatuh dengan sempurna.. dia berdiri dengan sempoyongan dan ketika aku akan menyerangnya..

BUHHGGG..

Aku terjatuh kesamping.. cuukkk..

DOORRRR..

Asssuuu.. siapa yang menembak dan siapa yang tertembak.. aku lalu menoleh kesamping.. kulihat mas rendi sudah tergeletak dengan memegang dadanya..

“MAS RENDIIII..” teriakku..

BAJINGAAAANN.. mas rendi tertembak dan dia mendorong tubuhku untuk menyelamatkanku dari tembakan.. asssuu.. aku lalu merangkak dengan cepat ke mas rendi..

DOOORRRR..

Suara tembakan terdengar sekali lagi..

“PUPUUUTTTT..” terdengar suara cak bagong berteriak.. tapi aku ga memperdulikan itu..

aku merangkak lalu meraih kepala mas rendi dan menyandarkannya dipahaku.. cukkkk.. kenapa kamu mas..? Kenapa kamu mengorbankan dirimu untuk aku mas.. assuuu.. kulihat bibir mas rendi bergetar dan ingin mengatakan sesuatu kepadaku..

“san.. kamu tuntas kan pertarungan malam ini.. HUEEEKKK..” ucap mas rendi dengan terbatah – batah dan dia langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.. darah itu langsung membasahi kedua tanganku.. dan air mataku langsung tumpah detik itu juga..

“mas jangan banyak bicara.. aku pasti bantai mereka.. aku janji..” ucapku dengan bergetar dan air mata yang mengalir dengan deras.. dan aku langsung memeluk kepala mas rendi..

“adamm.. cepat bawa bule kerumah sakit..” ucap mas pandu ke mas adam yang ada disebelahku..

“siap mas..” ucap mas adam dengan mata berkaca – kaca..

Dia lalu mengangkat tubuh mas rendi yang sudah pingsan dipangkuanku.. dan dia menggotongnya dibantu mas bendu.. sementara aku masih duduk dan terpaku dengan darah mas rendi yang membasahi kedua telapak tanganku.. sementara air mata terus mengalir di pipiku.. tangan serta tubuhku bergetar hebat.. aku menggigil.. pandanganku tiba – tiba gelap.. dan aku tidak bisa melihat siapa aja yang ada disisiku.. tiba – tiba ada suara berbisik ditelingaku..

“Ketika darah dari saudaramu telah tertumpah.. ambilah dan basuh diwajahmu.. dan seketika itu kamu akan merasakan nikmatnya kemarahan itu seperti apa.. bangkit dan bantai mereka..”

Aku lalu mengangkat kedua tanganku dan kubasuhkan darah segar dari mas rendi yang ada di kedua telapak tanganku ke wajahku.. aku hirup darah mas rendi itu.. aromanya langsung merasuk lewat rongga – rongga hidungku dan mengirimnya keotak dan menyebar keseluruh tubuhku.. aku merasa seperti ada kekuatan yang masuk kedalam tubuhku.. ntah siapa dan kenapa.. yang jelas aku ingin darah malam ini.. lalu aku membuka kedua mataku dan aku berdiri dengan tumpuan dua kepalan tanganku..

“bangssatttt.. kamu semua harus membayar setiap tetes darah mas rendi yang tumpah malam ini..” ucapku dengan pelan dan bergetar..

Aku menegakkan tubuhku dan kutatap togel didepanku yang kaget melihat ekspresi wajahku.. dia berlari dan memukul wajahku..

BUHHGGG…

Aku memalingkan wajahku akibat pukulannya dan itu ga berasa sama sekali.. aku menatap wajah togel.. lalu..

BUUMMMM..

sebuah pukulanku menghantam wajah togel dengan keras sampai dia terdonga keatas lalu roboh kebelakang..

aku berjalan santai mendekati tubuh tobel yang terlentang.. lalu aku injak dadanya dengan kuat..

BUUHGGG..

Togel sampai terduduk akibat injakanku didadanya.. lalu aku injak wajahnya dengan telapak sepatuku..

BUUMMMM..

Dia terhempas kebelakang dengan kepala belakang membentur lantai dengan keras.. darah langsung keluar dari hidung dan mulut togel dan membanjiri rambut belakangnya.. nafasnya mengorok dan tubuhnya mengejang..

Aku lalu mendekati lagi dan kurahkan injakan kakiku kebatang lehernya..

BUUHGGG..

“HOOGGGG..” nafasnya langsung terhenti dan tubuhnya bergetar hebat.. aku lalu menginjak kepalanya sampai menoleh kesamping dan aku tekan dengan kuat..

Lalu aku memandang lurus kedepan sambil tetap menginjak kepala togel.. ternyata tidak ada pertarungan diruangan ini.. semua menatap pertarunganku dengan togel dan setelah itu aku mendengar samar – samar lek gito dan cak herman berbicara.. aku tidak terlalu focus dengan apa yang mereka biarakan.. yang ada dikepalaku isinya cuma bangkit dan bantai.. dan kata – kata terakhir cak herman mulai terdengar setelah aku focus menatapnya..

“tikus – tikus disini bukan tikus rumahan yang takut sama kucing to’.. disini semua tikus jalanan yang justru ditakuti oleh kucing..”

“jadi mari kita buktikan malam ini kekuatan kita tanpa senjata ala jati.. gimana..?” kata cak herman dengan santainya..

Assuuu sombong sekali kamu bajingan..

“bangsat kamu.. ga usah banyak bicara..” ucapku sambil menunjuk wajah cak herman dengan penuh emosi..

Dan kulihat panglima dibelakang cak herman berlari kearahku sambil mengarahkan sebuah pukulan ke wajahku..

BUUHHHHGGG..

kepalaku oleng kebelakang.. tapi tubuhku tetap berdiri dan kakiku tetap menginjak kepala togel.. lalu aku tatap wajah panglima yang kaget karena efek pukulannya ga menjatuhkan aku dan itu ga membuat rasa sakit sedikitpun.. aku menatapnya dengan tajam dan kuangkat kakiku dari kepala togel.. aku mendekati panglima.. dan dia menyerangku dengan tendangan didadaku..

BUUHHHHGGG..

Aku termundur kebelakang.. dan kutahan tubuhku dengan bertumpu pada kaki kananku kebelakang dan kaki kiriku didepan selangkah.. lalu kutegakkan tubuhku kembali dan kumiringkan kepalaku kekiri sambil menatap panglima..

dan dia begitu emosi melihat dua serangannya kepadaku tidak membuatku roboh.. lalu dia menyerangku kembali.. kali ini dia melancarkan pukulan dari arah samping kanan dan kiri dengan sasaran pelipis dan rahangku..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

Dia terus memukulku dan aku tidak menangkis atau memblok semua pukulannya.. semua pukulannya masuk dengan telak ke pelipis dan rahangku.. dia membabi buta memukulku sambil melangkah kedepan.. dan aku menerima pukulannya sambil melangkah mundur.. darah mengalir lagi dari pelipis dan mulutku.. dan darahku yang keluar menyatu dengan darah mas rendi.. aku begitu menikmati setiap pukulan yang disarangkan oleh panglima diwajahku.. dan sekali lagi aku tidak merasakan sakit sedikitpun..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

Dia terus memukulku sampai pukulannya melemah..

Aku lalu memegang kepala belakang panglima.. setelah itu ku adu keningku dengan keningnya sekuat tenagaku..

JEEDDUUUGGG..

Benturan antara kening kami begitu keras.. sampai panglima terlihat sempoyongan.. dia lalu menggoyangkan kepala kekanan dan kekiri..

Aku meraba darah yang mengalir diwajahku dengan jemariku.. setelah itu aku jilat darah yang menempel pada jari – jariku..

Heemm.. rasa darah ini begitu nikmat dan menggairahkan..

Tanganku langsung terkepal..

lalu aku arahkan kepan tanganku lurus kedepan tepat ditulang yang ada diantara kedua mata panglima dengan sekuat tenagaku..

BUUHHHHGGG..

Kepalanya terdonga keatas.. lalu aku menyambutnya dengan hook kanan dan hook kiri secara beruntun kewajah panglima..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

Aku terus menghajarnya sambil melangkah kedepan dan dia mundur kebelakang sampai tersandar didinding..

Aku tidak memberi kesempatan panglima untuk bernafas.. aku menyerangnya terus dengan kepalan kedua tanganku.. dan dia menerimanya dengan pasrah sambil tersandar didinding..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

BUUHHHHGGG..

Darah dari wajah panglima begitu banyak yang keluar.. lalu aku menghentikan pukulanku.. seluruh wajahnya lebam sampai kedua matanya tidak terlihat.. dan ketika dia mau roboh kedepan.. aku menyambutnya dengan injakan didadanya..

BUUHHHHGGG..

Dia tersandar didinding lagi..

Lalu aku pegang kerah bajunya dan kuputar dia seratus delapan puluh derajat.. dan sekarang aku yang bersandar didinding..

lalu aku mengarahkan pukulanku dengan keras kearah dadanya tanpa melihat wajah panglima..

BUUHHHHGGG..

Tubuhnya langsung melayang kebelakang dan kepalanya condong kedepan dengan nafas yang sesak.. lalu aku hantam lagi wajahnya dengan kepalan tangan kananku..

BUUMMMM..

Panglima langsung roboh kebelakang.. aku mendatanginya yang jatuh terlentang lalu injak dagunya dari arah bawah..

KRAKKKK..

Kepalanya terdongak keatas dan aku injak lehernya..

BUHHGGG..

“HOOGGGG..” nafasnya tertahan.. lalu aku injak dari kepalanya sebelah kanan ke sebelah kiri dengan kuat..

KRAKKKK..

Lehernya patah dan mengejang lalu tidak bergerak lagi..

Aku menarik nafasku dalam – dalam lalu mengeluarkan perlahan.. hiuuffttttt.. nikmat sekali pertarungan ini.. belum pernah aku merasakan nikmat yang seperti ini dalam pertarungan – pertarunganku sebelumnya..

Dan kulihat pertempuran lagi – lagi belum dimulai.. semua mata masih tertuju kepadaku.. dan kulihat cak herman juga kaget melihat tangan kanannya si panglima tergeletak tak bernyawa akibat perbuatanku..

Aku lalu berjalan kearah cak herman.. dan ketika sudah dekat aku melayangkan sebuah pukulan kearah wajahnya dengan kuat..

BUHHGGG..

Dia oleng kebelakang tapi tidak roboh dan dia langsung menginjak dadaku dengan keras.. sehingga aku terpental dan roboh kebelakang.. semua koordinator aliansi selatan yang ada disebelahnya langsung berlari kearahku dan menginjak beramai – ramai tubuhku yang tengkurap dilantai..

“BANNGGSAAATTT..” teriak cak gito.. dan ketika akan mendatangi aku tiba – tiba dari arah pintu gudang ada suara yang mengagetkan kami semua..

“gito.. tahan de..” ucap seseorang yang datang.. aku lalu mengadahkan kepalaku dan tetap tengkurap dilantai.. aku melihat kearah pintu gudang.. pandanganku kabur karena darah menutupi mataku..

“herman itu jatahku..” kata seseorang.. aku kenal betul suara ini, walaupun tanpa melihatnya sekalipun.. ini suara ayahku.. irawan jati.. suara ini terdengar santai dengan penekanan kata yang tegas.. dan seketika semua injakan ditubuhku terhenti.. mereka kaget dengan suara itu.. cak herman sampai melotot mendengar suara ayahku..

Dan semua isi diruangan ini juga kaget.. ketika ayahku masuk bersama empat orang.. aku melihat mereka berlima masuk.. dengan penglihatan yang samar – samar aku terus memperhatikan kelima orang itu.. aku lalu membersihkan kedua mataku dari darah yang menutupinya.. lalu aku lihat lagi kelima orang itu.. dan semakin lama semakin jelas wajah orang yang masuk itu.. wajah ayahku terlihat santai sambil menghisap rokok gudang garam suryanya.. disebelahnya pak tomo dengan rokok dji sam soe nya.. tapi siapa ketiga orang lainnya..? aku ga kenal sama sekali mereka.. assuuu.. apa ini yang diceritakan mas pandu tentang lima bajingan kos pondok merah..? bajingaannn..

Ayahku terus berjalan dan diikuti oleh empat temannya.. beliau melewati lek gito dan lek ji’i yang tertunduk dan semua anak buah merekapun tertunduk didepan ayahku..

Ayahku berhenti dan berdiri didekatku lalu membuang rokoknya.. setelah itu jongkok dan mengulurkan tangannya kearahku.. aku lalu menyambutnya, dan beliau menarikku sampai aku berdiri.. lalu ayahku mengelus pelan rambutku tanpa berkata apa – apa.. setelah itu beliau berbalik dan melepaskan jaketnya lalu meletakkannya didekat meja tempat aliansi selatan rapat tadi..

“jadi tunggu apa ini..?” kata ayahku sambil berjalan santai..

“SEERRRAAANGGG..” teriak cak gito..

PAAAKKKK..

BUUHHGGG..

PAAAKKKK..

BUUHHGGG..

Suara perkelahian ditengah gudang meletus lagi.. aku melihat teman – teman kos pondok merah berkelahi dengan bringasnya.. padahal mereka tadi sangat lelah dan sudah tampak akan kalah.. tapi sekarang mereka menggila.. dipikiran mereka mungkin sama dengan aku.. bangkit dan bantai.. mereka ingin balas dendam setelah melihat mas rendi roboh dengan peluru bersarang didadanya..

Bung toni menggila dengan pukulannya dan tendangannya.. wajahnya terlihat sangat marah sekali.. setiap musuh yang dilihatnya dipukul dan diinjak sampai tidak bernyawa.. satu persatu anggota aliansi selatan terkapar dilantai dengan kondisi yang mengenaskan..

Begitu pula mas pandu, mas arief, mas bendu, mas wawan, mas akbar, mas raimond, mas danis, mas bobby, mas rudi, kakanda alan, surya, aldo, yuda dan satria.. mereka mengamuk sejadi – jadinya.. mereka menghajar, menyeret, menginjak dan mematahkan tubuh – tubuh anggota aliansi selatan dengan ganasnya..

Ilham dengan parang kembarnya menebas setiap lawan yang dihadapinya.. potongan tangan, kaki, kepala dan bagian tubuh lainnya berserakan dilantai dan tempat ini seolah banjir darah..

Suara pukulan seperti irama musik yang mematikan dan memekakan telinga.. suara jerit kesakitan dari musuh kami, seakan berbunyi merdu seperti paduan suara dan mereka sangat menikmati pertarungan ini..

Bangsattt.. pemandangan seperti ini membuat bulu kuduk berdiri dan tubuh bergetar..

Cak maji dengan kekuatannya akhirnya bisa menumbangkan cak bagong dan langsung menggorok lehernya dengan clurit.. cak bagong mengorok dan mengejang sambil memegang samurai.. pertarungan senjata tajam yang sangat luar biasa..

Dan sekarang dihadapanku cak herman berdiri dan bersiap duel dengan ayahku.. sementara tujuh koordinator aliansi selatan bersiap duel juga dengan aku, lek ji’i, lek gito, pak tomo dan ketiga temannya tadi..

Dihadapanku berdiri seorang koordinator aliansi selatan dengan wajah yang seram, berbadan besar dan berkumis tebal.. rambut depan pendek dan rambut belakang panjang.. assuu.. aku ga gentar sedikitpun.. darahku masih mendidih dan emosiku masih ada dipuncak tertinggi..

aku menatap matanya lalu aku berlari kearahnya sambil mengarahkan tendangan kearah wajahnya..

BUUMMMM..

Dia menghindar kesamping dan kakiku hanya mengenai ruang kosong dan menginjak lantai dengan keras.. tubuhku sempat limbung tapi aku menahan dengan kaki kiri supaya tidak terjatuh.. dan..

BUUHHGGG..

Sebuah pukulannya mengenai rahangku dan aku sempat oleng tapi tidak jatuh.. lagi – lagi tidak ada rasa sakit yang kurasa.. justru emosiku semakin terpacu..

Diarahkan tendangan kearah dadaku.. aku mundur sedikit.. dan setelah kakinya menyentuh lantai aku memajukan tubuhku sambil mengarahkan pukulanku kewajahnya..

BUUHHGGG..

Dia termundur tapi tidak jatuh.. lalu aku menyerangnya lagi dengan kombinasi kepalan tangan kiri dan tangan kanan.. di memblok semua pukulanku dengan kedua tangannya.. lalu aku mengarahkan pukulanku dari arah samping kedalam kearah telinganya..

BUUUHHGG..

Kepala samping bagian telinga kirinya terkena kepalan tangan kananku dan dia oleng kekanan dan disambut kepalan tangan kiriku dikepala samping bagian telinga kanannya..

BUUUHHGG..

blok perlindungan diwajahnya tidak ada karena kedua tangan orang itu memegangi telinganya yang mengeluarkan darah.. dan itu membut aku semakin mudah menyerangnya..

aku melayangkan pukulan kearah tulang rawan hidungnya dengan pukulan terkepal, lurus dan keras..

BUUUHHGG..

Wajahnya langsung terdonga keatas dengan darah yang langsung muncrat dari hidungnya dan tulang hidungnya patah kedalam..dan aku langsung menusuk tengah lehernya tepat dijakunnya dengan jariku yang tertekuk..

“ARRGGHHHHH..” nafasnya tertahan dan dia langsung memegang lehernya..

Aku lalu mengarahkan injakan telapak sepatuku didadanya..

BUUUHHGG..

Dia roboh kebelakang dengan keras..

BUMMMM..

Dan kepalanya membentur lantai.. aku langsung loncat dan mengarahkan tumit sepatuku dimulutnya..

BUHHGGG..

KRRAAAAKKK..

Orang itu menggelepar dilantai.. dan aku tutup dengan tendangan disamping kepalanya dengan keras..

BUHHGGG..

KRRAAAAKKK..

Lehernya patah kekiri dan dia tidak bergerak lagi..

“JIIIANNCCOOKKKK..” aku berteriak untuk meluapkan sisa emosi yang ada dikepalaku..

Aku lalu menunduk sambil memegang lututku.. nafasku kencang dan memburu.. aku lalu menarik nafasku dalam – dalam lalu mengeluarkannya.. hiiiuuufffftthhhhhh..

Lalu aku berdiri dan melihat pemandangan didepanku.. pemandangan pertempuran antara ayahku dan cak herman..

Ayahku terus memukul cak herman secara beruntun.. wajah, dada, perut, tulang iga, tulang rusuk dan semua tubuh cak herman tidak luput dari kepalan tangan ayahku.. dan ayahku terus menyerang tanpa memberi celah cak herman untuk memblok semua serangan ayahku.. semua pukulannya masuk dengan telak.. darah yang keluar dari mulut, telinga, pelipis dan hidung cak herman sangat banyak sekali..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

Cak herman bagai sansak hidup dibuat oleh ayahku.. tubuhnya tersandar didinding dan terkulai..

Lalu..

BUUUHHGG..

Sebuah pukulan diulu hati cak herman membuat matanya melotot dan tidak bernafas.. ayahku lalu memegang kepala bagian belakang cak herman dan membantingnya kebawah dengan wajah menghadap kelantai..

BUUMMM…

Darah lalu mengalir disekitar wajah cak herman dan..

BUUUHHGG..

Sebuah injakan diubun – ubun menutup serangan ayahku kepada cak herman..

Cak herman sudah tidak bergerak lagi.. dan ayahku pun berdiri dengan tegak sambil memutarkan kepalanya.. lalu berjalan kearah meja mengambil jaketnya.. tidak ada luka sedikitpun diwajah beliau.. gila.. ayahku memang luar biasa..

Ayahku lalu mengambil rokok dikantongnya lalu menyalakan korek zippo nya..

CLINGG..

Dibakar rokoknya lalu dihisapnya perlahan..

CLINGG..

Ditutupnya korek zipponya..

Cuuukkkk.. aku memperhatikan setiap gerak – gerik ayahku dengan kekaguman yang luar biasa..

Lalu aku lihat disebelahnya pak tomo juga tidak kalah menggila.. dia mematahkan kedua tangan dan kaki coordinator selatan.. lalu mematahkan lehernya.. dan ditutup dengan bantingan yang sangat keras.. assuuu.. sadis juga dosenku ini.. bajingan..

Lek gito tidak kalah sadis.. dia mengangkat musuhnya tinggi – tinggi lalu mengarahkan punggung orang itu ke ujung tiang beton lalu melemparkannya

BUHHGG..

KRRAAKK..

Terdengar tulang punggung orang itu patah dan dia sudah tidak bernyawa lagi.. assuu..

Sedangkan lek ji’i.. dia menarik rambut belakang musuhnya yang sudah tidak berdaya.. dan dia menghantamkan jidat musuhnya keujung tembok..

BUHHGG..

KRRAAKK..

Garis lurus dari jidat sampai hidung dan mulut langsung terlihat.. dan diulangi lagi sampai beberapa kali.. setelah itu dia banting dengan kepala bagian belakang menghantam lantai dan ditutup dengan injakan dimuka.. assuuu..

Satu orang teman ayahku membantai musuhnya.. kalau kuperhatikan wajahnya ganteng seperti orang bule dan sekilas mirip mas rendi.. cuuukkk.. apa dia ayahnya mas rendi.. cara dia berjalan, memukul, menendang dan menginjak musuhnya sama seperti gerakan mas rendi..

Dia memegang kerah musuhnya yang jongkok didepannya lalu dia menghantamnya dengan keras berkali – kali..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

Lalu diinjaknya wajah musuhnya dengan sekuat tenaga..

BUUUHHGG..

Musuhnya roboh kebelakang dengan kaki yang terlipat kebelakang..

Sadisss cuukkk..

Satu lagi teman ayahku.. dia membantai lawannya dengan santai tetapi dengan pukulan yang keras dan tepat.. dan wajahnya selalu terlihat tersenyum ketika dia memukul.. cuukkk..

Disandarkan tubuh musuhnya didinding lalu dia menarik nafasnya dalam – dalam.. setelah itu dipukulnya sekitaran dada dan perut dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa..

BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG.. BUGG..

Bangsaattt.. gila.. cepat sekali pukulannya.. ada ya manusia kaya gitu.. assuu..

Musuhnya sampai tidak bisa bernafas dengan darah yang terus keluar dari mulutnya.. matanya melotot dan wajahnya langsung tertunduk..

Setelah itu ditutupnya serangan dengan pukulan dari arah bawah kewajah musuhnya yang tertunduk..

BUUUHHGG..

JEDUUKKKK..

Wajahnya memuncratkan darah yang segar dan kepala belakangnya terhantam dinding.. lalu teman ayahku mundur dan mengambik rokoknya.. sementara musuhnya perlahan namun pasti roboh kesamping dan tidak bergerak lagi..

Bajingan..

Tinggal satu teman ayahku yang berduel.. tubuhnya agak pendek dan gempal.. gaya bertarungnya seperti petinju..

Tangannya terkepal kedepan dan tubuhnya bergerak kekanan dan kekiri.. kepalanya pun mengikuti irama tubuhnya..

Dia melancarkan jab kanan dan kiri kearah wajah musuhnya dengan beruntun..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

Lalu dia memukul perut dan tulang rusuk musuhnya

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

Lalu ditarik musuhnya dan disandarkan didinding juga.. lalu diarahkan hooknya ke rahang musuhnya berkali – kali..

BUUUHHGG..

BUUUHHGG..

Musuhnya sudah tidak berdaya dan hanya tersandar didinding dengan wajah yang berdarah – darah..

Lalu ditutupnya dengan pukulan straight.. pukulan yang mengarah lurus ke wajah musuhnya dengan kuat..

BUUUMMM..

JEDUUGGG..

Dan musuhnya langsung tumbang seketika..

Bajingannn.. ternyata memang ganas lima bajingan pondok merah.. assuuu..

Kulihat ditengah gudang teman – teman kosku dan anggota kelompok yang lain juga sudah selesai dengan pertempuran masing – masing.. musuh bergelimpangan dimana – mana dan darah juga membanjiri gudang ini..

Setelah itu kami berkumpul didepan pintu gudang..

“dimana rendi..?” tanya seorang teman ayahku yang ganteng tadi..

Kami semua langsung bertatapan dan menunduk.. hanya mas pandu yang menegakkan kepalanya..

“maaf om.. om ini siapanya rendi ya..?” tanya mas pandu..

“saya agus.. saya ayah rendi..” kata orang itu dengan santainya..

Cuuukkk.. kami semua langsung terkejut mendengar jawaban orang itu.. bajingan.. ternyata benar dugaanku dia memang ayahnya mas rendi..

“maaf om.. rendi tertembak om..” kata mas pandu sambil berkaca – kaca..

“dibawa kemana dia..?” tanya om agus sambil menatap mas pandu..

“sebentar om saya telpon teman saya dulu..” kata mas pandu sambil mengeluarkan hpnya..

“haloo dam.. gimana kondisi rendi..?” tanya mas pandu dengan tegangnya..

“……”

“apaaa..?”

“……”

“ini ada ayahnya rendi disini.. kamu langsung ngomong aja sama beliau..” kata mas pandu..

“maaf om ini adam teman saya.. dia sekarang ada dirumah sakit dan dia butuh berbicara dengan om..” kata mas pandu sambil menyerahkan hpnya ke om agus..

“halo adam.. gimana kondisi rendi..” tanya om agus dengan rasa kuwatirnya

“……”

“oke.. saya setuju.. langsung aja bawa kerumah sakit ibukota propinsi.. saya sekarang kesana.. terimakasih ya dam..” kata om agus lalu menutup hpnya dan menyerahkan hpnya ke mas pandu..

“gimana keadaan rendi kanda..?” tanya ayahku ke om agus..

“rendi kritis dinda.. dan dia sekarang dirujuk ke rumah sakit ibu kota propinsi untuk operasi disana.. aku mau kota dulu menyusul adam untuk mengurus administrasi rumah sakit lalu aku akan kerumah sakit ibu kota propinsi..” ucap om agus..

Cuukkk.. mas rendi kritis.. bajingann..

“kami ikut om..” kata mas pandu..

“jangan de.. kondisi kalian ga memungkinkan untuk kesana.. kalian balik aja kekos.. bersihkan dulu tubuh kalian.. kalau kondisi kalian seperti ini.. orang – orang kan curiga..” kata om agus sambil memandang kami semua..

“ya.. lebih baik kita kekosmu.. bersih – bersih dulu..” kata ayahku

“tapi mas..” kata mas pandu terhenti ketika ayahku langsung menatap mas pandu..

“jangan berdebat disini.. sebentar lagi tito bersama anggotanya akan kemari.. sekarang kita bubar..” kata ayahku dengan tegas.. dan membuat mas pandu dan kami semua mengangguk..

“aku pergi dulu ya dinda..” ucap om agus..

“sebentar kanda.. bawa ini dan olesakan seperti biasa ke tubuh rendi..” kata ayahku lalu mengambil sebuah botol kecil dikantongnya dan diserahkan ke om agus..

“terimakasih dinda.. ramuan ini pasti berguna untuk anakku..” kata om agus.. lalu berbalik dan berjalan meninggalkan kami..

“wan.. aku, nawi sama totok pamit ya.. kita mau ke rumahku dulu.. kabarin kalau ada apa-apa..” kata pak tomo ke ayahku lalu bersalaman dan memeluk ayahku.. dan mereka menyalami kami satu persatu lalu pergi kearah mobil mereka..

“sat.. kamu ke kos pondok merah aja dulu.. nanti aku pamitkan sama ibumu..” kata pak tomo ke satria lalu berbalik dan pergi menyusul teman – temannya yang sudah berjalan duluan..

Dan kami pun menuju mobil masing – masing.. dan meninggalkan gudang yang berbau amis darah ini..

setelah beberapa ratus meter iringan mobil kami berjalan.. kami berpapasan dengan puluhan mobil polisi yang berjalan menuju kearah gudang.. dan beberapa saat kemudian..

BOOMMMMM..BOOMMMM.. BOOMMMM..

Terdengar tiga ledakan yang sangat keras dari arah gudang yang membuat kami semua menoleh kebelakang.. asap pekat dan kobaran api terlihat membumbung tinggi di ketiga gudang tempat pembantaian.. saking besarnya api itu.. membuat langit yang gelap menjadi terang dimalam menjelang subuh ini..

Cuuukkk.. gila.. ini gila.. assuuu..

Dan kamipun melanjutkan perjalanan kami.. mobil cak ji’i dan cak gito bersama anggota T3 langsung mengarah ke ibukota propinsi.. sedangkan iringan mobil cak maji kearah desa mereka.. sedangkan iringan mobil kami berjumlah tiga mobil mengarah kekos pondok merah.. mobil ilham di isi tim mas adam yang tadi ditinggal mas adam kerumah sakit.. mobil mas arief dan mobil yang dikendarai ayahku..

[table id=AdsKaisar /]

#Pukul 04.00

Iringan mobil kami telah sampai didepan gang dan kami parkir dipinggir jalan.. kami lalu kearah gang dan masuk kekos pondok merah.. Ayahku pun ikut juga masuk kedalam kos dan ilham tampak menenteng tas yang besar dipundaknya..

Cuukkk.. akhirnya malam panjang ini berakhir dengan kemenangan dari kelompok kami.. dan kemenangan ini dibayar mahal dengan keringat dan darah kami yang bercucuran.. dan juga harus dibayar juga dengan kondisi kritisnya mas rendi..

Kami semua sudah duduk melingkar di meja ruang tengah.. wajah – wajah lelah dan tegang menyelimuti susasana kos yang hening ini.. luka dan darah begitu nampak diwajah – wajah kami..

“aku kekamar mandi dulu..” kata ayahku.. kami semua diam dan tidak ada yang bersuara.. kami masih bingung dan menunggu kabar mas rendi yang kritis.. tiba – tiba pintu kos kami terbuka..

Mas adam dan mas bendu masuk dengan wajah yang kusut..

“kalian sudah balik..? gimana rendi..” tanya mas pandu langsung berdiri dan kami semua mengikutinya berdiri sambil menatap mas adam dan mas bendu..

“rendi kritis mas.. dia dirujuk kerumah sakit ibu kota propinsi untuk operasi pengangkatan sisa proyektil didadanya..” kata mas adam dengan wajah sedihnya..

“kami disuruh balik sama om agus.. katanya disini aja dulu.. nanti kalau sudah agak tenang baru kita bisa jenguk bule di ibukota propinsi..” kata mas bendu..

“kenapa kita ga boleh jenguki mas rendi ya..?” tanyaku

“aku itu yang suruh..” tiba – tiba ayahku bersuara dan berdiri didepan pintu kamar mandi..

“tapi kenapa yah..?” tanyaku lagi..

“sudahlah ga usah tanya dulu nak.. nanti kalian akan tau sendiri.. sekarang kalian semua buka baju dan celana.. terus satu persatu masuk kamar mandi..” kata ayahku dengan tegas..

Kami semua saling berpandangan dan bingung maksud dari ayahku ini.. cuman mas pandu aja yang langsung membuka pakaiannya dan menyisakan cd nya aja yang masih menempel.. lalu mas pandu berjalan kearah kamar mandi dan berjongkok didepan ayahku.. ayahku lalu mengguyur kepala mas pandu dan mengusap kepala mas pandu dan mengusap wajah mas pandu.. terlihat air yang jatuh bercampur dengan dedaunan.. cuukkk.. ini ritual apa lagi..?

Setelah selesai mas pandu berdiri dan berjalan kearah kami.. bajingan.. wajah mas pandu langsung terlihat segar.. memar diwajahnya hanya terlihat samar – samar.. tapi luka – lukanya tetap terlihat tapi tidak menganga seperti tadi.. dasyaattt cuukkk..

“ini ritual ala desa kita san.. setiap habis bertempur pasti pulangnya dimandikan sama orang tua masing – masing dengan ramuan yang dicampur daun – daun yang berkhasiat.. dan ini juga bisa meredamkan emosi yang masih tertinggal dikepala..” kata mas pandu langsung tersenyum..

Bajingan.. kenapa ayahku ga pernah melakukan itu sama aku ya.. ayahku hanya mengoleskan ramuan aja diluka –lukaku ketika aku habis berkelahi.. ga pernah memandikan seperti yang dilalkukan sekarang ini..

“ayoo siapa lagi..” kata ayahku..

Dan kami satu persatu membuka pakaian kami dan masuk untuk dimandikan ayahku.. dan ketika giliranku.. aku langsung jongkok didepan ayahku.. ketika pertama kali airnya terkena luka – luka diwajahku langsung terasa perih dan sakit luar biasa.. lalu ayahku mengelus rambutku dan mengusap wajahku.. dan sakitnya langsung berkurang.. lalu ayahku mengguyur lagi kepalaku dan seluruh tubuhku.. setelah selesai aku bangkit dan berjalan ketengah ruangan.. segarnya langsung terasa dikepala dan luka – lukaku juga ga terasa sakit seperti waktu pertama datang tadi..

“cuuukkk aku ga bawa kampes..(sempak) gimana ini..? baju sama celanaku juga kotor banyak darahnya..” kata surya..

“sudah kamu gitu aja bagus kok..” kata mas wawan..

“cuuukkk..” kata surya mendumel..

“pake sempakku aja sur..” kata ku..

“asssuuu.. nggilani cuukkk..” kata surya lagi..

“masih baru cuukkk.. masih dibungkus plastik.. itu ada lima didalam aku baru beli kemarin” kataku..

“siap..” kata surya..

“untuk celana.. pinjam aja sama yang lain.. kalau pake celanaku bisa habis stoknya..” kataku..

“kaosnya pake kaos T3 aja..” kata ilham sambil mengeluarkan tumpukan kaos baru dari tasnya yang besar dan membaginya satu persatu..

Setelah berganti pakaian kamipun duduk bersama diruang tengah sambil menikmati teh hangat buatanku.. tidak ada TM di meja.. hanya gelas – gelas berisi teh hangat.. dan teko yang biasa berisi TM juga aku isi dengan teh hangat..

Terlihat wajah – wajah yang segar dari temanku.. walaupun masih terlihat memar dan luka tapi tidak sebesar dan sebanyak tadi waktu datang..

“jadi kalian tau maksudnya disuruh kembali kekos dulu kan..?” tanya ayahku membuka pembicaraan sambil menghisap rokoknya..

Kami semua mengangguk bersama..

“kapan kita ke ibu kota propinsi yah..?” tanyaku langsung

“nanti setelah sarapan..” jawab ayahku..

“ga bisa sekarangkah yah..?” tanyaku lagi..

“kalian mengkhawatirkan rendi ya..? rendi akan baik – baik aja.. percaya sama saya..” kata ayahku

Dan tiba – tiba pintu kos kami terbuka.. dan disana berdiri seorang dengan berjaket kulit dan bertopi hitam serta bercelana levis hitam juga..

“malam mas irawan..” kata orang itu.. cuukkk pak tito.. ngapain dia kesini..

“malam.. masuk dek..” kata ayahku ke pak tito.. kami semua berdiri..dan beliau menyalami kami satu persatu lalu duduk disebelah ayahku..

Dan kami duduk kembali..

“gimana de disana..?” tanya ayahku..

“beres mas.. sengaja kami ledakkan gudangnya untuk menghilangkan jejak pertempuran kalian..” kata pak tito dengan tenangnya..

Cuuukkk.. sadis banget ya..

“bajingan seperti mereka itu memang menyusahkan saja.. dan selalu membikin resah masyarakat..” kata pak tito lagi..

Aku lalu berdiri dan mengambil gelas lalu menuangkan teh dan kuserahkan ke pak tito..

“diminum pak..” kataku dengan sopan..

“makasih san..” kata pak tito lalu menyeruput teh buatanku..

“tapi tujuanmu kesini bukan untuk menyampaikan informasi itu kan..?” tanya ayahku ke pak tito

“iya mas..” jawab pak tito dengan tegas..

“terus..?” tanya ayahku dengan santainya..

“saya kesini cuman ingin menyampaikan ke semua penghuni kos pondok merah.. saya tau disini ada bandar narkoba dan bandar ganja yang menguasai kota ini.. saya punya bukti – buktinya semua..” kata pak tito dengan tegas..

Mas adam dan mas wawan langsung saling memandang.. setelah itu mereka menunduk..

“saya cuman tegaskan.. hentikan semua itu.. atau aku sendiri yang akan menyeret kalian semua kepenjara..” kata pak tito sambil menatap kami satu persatu..

“saya masih toleransi kalau cuman masalah mabuk dan berkelahi.. karena saya percaya kalian kalau mabuk tidak mungkin buat onar.. dan kalau kalian berkelahi biasanya ada sesuatu masalah yang besar dan tidak sembarangan kalian akan berkelahi.. saya salut itu..”

“tapi untuk urusan narkoba.. saya tidak toleransi.. ingat kelompok mbah jati tidak pernah bermain dan menyentuh namanya narkoba, apa lagi mengedarkannya.. jadi aku harap kalian bisa mencontoh mbah jati..” kata pak tito dan disambut anggukan oleh ayahku..

“maaf loh mas kalau aku sampai berbicara begini didepan sampean..” kata pak tito ke ayahku..

“santai aja dek.. aku juga sebenarnya mau bicara seperti itu tadi.. tapi keduluan sampean..” kata ayahku sambil menghisap rokoknya..

“ingat.. saya dan keempat teman saya membangun keluarga kos pondok merah bukan untuk menjadi sarang narkoba.. atau untuk menjadi jagoan diluar sana.. tapi tujuan kita untuk mengendalikan bajingan – bajingan kampus supaya tidak berulah dan saling merebut kekuasan dikampus teknik kita tercinta.. selain itu tujuan kita untuk menjadi penyeimbang di kehidupan kampus yang keras.. supaya semua bisa kuliah dengan aman dan nyaman.. aku harap kalian paham itu..” kata ayahku dengan serius kepada kami dan menatap satu persatu kami yang terdiam..

“dan aku harap setelah ini.. kos ini bersih dari narkoba.. ini juga untuk kebaikan kalian..” kata ayahku lagi..

Kami semua terdiam dan tidak menjawab perkataan ayahku barusan..

“oke mas.. kalau gitu aku mau pamit dulu..” kata pak tito lalu berdiri dan menyalami ayahku.. ayahku lalu berdiri dan memeluknya..

“buru – buru aja dek..” kata ayahku sambil menepuk punggung pak tito..

“masih banyak tugas yang harus saya selesaikan terkait masalah malam ini mas..” kata pak tito..

“baiklah de.. terimakasih ya sudah membantu malam ini..” kata ayahku dan memeluk pak tito kedua kalinya..

“ah.. sampean ngomong apasih mas.. aku pamit dulu ya..” kata pak tito lalu menyalami kami satu persatu..

“hati – hati ya dek.. dan selamat bertugas..” kata ayahku

“siap mas..” ucap pak tito lalu berbalik dan meninggalkan ruangan ini..

“adam sama wawan ikut saya..” kata ayahku lalu mengajak mas adam dan mas wawan kelantai dua.. kami semua terdiam dan saling memandang.. mau di apakan mereka sama ayahku ya..

Kami didalam ruang tengah ini banyak diam.. kami hanya menyandarkan tubuh masing – masing disandaran kursi.. terus terang kami letih karena pertempuran tadi.. tapi kami juga ga bisa istirahat.. kami semua memikirkan mas rendi yang belum kami lihat sendiri keadaannya.. hiuufftttt.. pagi ini terasa lama bagi kami..

Tak berapa lama ayahku turun dari lantai dua dan diikuti mas adam dan mas wawan.. kedua mata mereka terlihat memerah seperti habis menangis.. cuukkk.. kelihatannya mereka habis kena ceramah dari ayahku..

“san.. cari sarapan ya.. baru setelah sarapan kita semua berangkat ke ibukota propinsi..” perintah ayahku sambil mengeluarkan dompet dan menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepadaku..

Dan setelah sarapan kamipun semua berangkat ke ibukota propinsi dengan menggunakan empat mobil..

#Cuuukk.. ini pesta yang panjang dan melelahkan.. bajingan..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 47 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 47 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 46 ) | ( Part 48 ) Selanjutnya