. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 46 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 46

0
409

Part 46 – Pesta Kecil Yang Membesar

[Pertarungan Di Gudang Tiga]

“ini ada apa ya..? kok ada kumpulan anak TK pake baju merah datang ke markas ini seperti jagoan..” kata orang itu sambil tersenyum mengejek ke kami dan disambut tawa oleh teman – temannya..

Jancuukk.. berani betul dia ngomong begitu di depan mas pandu.. assuuu.. emosiku yang tertahan dari tadi langsung terbakar kembali.. bajingan..

Mas pandu lalu membuang rokoknya yang masih separuh ke arah orang itu dan orang itu terkejut.. sebelum mas pandu melangkah ke orang itu, aku langsung berlari mendahului mas pandu sambil meloncat dan mengarahkan pukulanku kewajah orang yang menghina tadi dengan keras..

BUUUMMMMMM..

Orang itu langsung roboh dengan kepala menghantam lantai beton dengan keras.. mulutnya menganga dengan nafas yang berat.. aku lalu menginjak lehernya..

“kalau ngomong sama pamanku yang sopan.. bangsat kamu..” ucapku dengan emosinya sambil menginjak leher orang itu.. lalu.. kuangkat kakiku keatas dan kuinjak lehernya sekuat mungkin..

BUUHHHGGG..

“OOOHHGGG…” ucapnya yang tertahan dengan mata yang melotot dan tubuh yang mengejang hebat lalu terbujur kaku..

Melihat hal itu, semua anggota aliansi utara yang ada diluar gudang langsung berlari kearahku dan kearah teman – teman yang lain..

BUUHHHGGG..

Satu tendangan dari salah seorang aliansi selatan mengenai dadaku dengan keras dan membuatku jatuh terlentang.. dengan posisiku yang tertidur membuat mereka langsung mengarahkan tendangan dan injakan kepadaku.. aku melindungi kepalaku dari serangan yang begitu bertubi – tubi dari banyak orang.. tapi tetap aja ada tendangan dan injakan yang masuk diwajahku.. dan tiba – tiba..

“BAJINGAAANNN…” sesorang berteriak dan

BUUMMM..

Satu orang pengeroyokku tersungkur dengan wajah mengantam lantai dengan keras dan darah langsung mengalir dari keningnya..

Para pengeroyokku langsung mundur dan terpecah dua.. dan itu kesempatan buat aku langsung berdiri dan bersiap dengan serangan balasanku ke mereka.. aku lirik dibelakangku, ternyata mas rendi sudah bersiap juga.. cuukkk.. ternyata mas rendi yang berteriak dan menghajar orang yang menginjakku tadi.. posisi kami saling memunggungi dan didepanku empat orang bersiap menyerangku lagi.. dan ga terasa ada tetesan cairan kental dari pelipisku.. setelah kuraba, ternyata pelipisku sobek dan berdarah.. assuu.. dan bukan pelipisku aja yang keluar darahnya, dari bibirku juga ada darah yang keluar.. bajingann…

Aku lalu berlari kedepan menyerang salah satu musuh yang akan menyerangku.. aku melompat dan mengarahkan lututku didadanya..

BUUMMM..

Dia roboh kebelakang.. aku lalu mendatanginya dan menginjak rahang kanannya kearah kiri..

BUUHHHGGG..

KRRAAAKKK..

Kepalanya langsung mengarah kekikiri dan lehernya patah dengan mulut yang menganga..

Satu orang disampingnya melayangkan pukulan kearah wajahku.. aku menunduk.. setelah itu aku menebas tenggorokannya dengan telapak tangan kananku bagian luar..

BUUHHHGGG..

Matanya melotot dan mulutnya dengan nafas yang tertahan.. aku lalu menghantam mulutnya dengan kepalan tangan kananku….

BUUMMMM..

Dia roboh dan menggelepar..

Dua orang menyerangku dari kanan dan kiri bersamaan..

Yang dari kanan aku menyambutnya dengan tendangan samping mengarah kedagunya dengan keras..

BUUUMMM…

Kepalanya terdongak keatas dan dia roboh kebelakang..

Dan yang dari kiri menginjak ke arah dadaku, aku lalu mundur sedikit dan posisi dia didepanku.. aku lalu menusuk teggorokan bagian bawah yang lunak dengan jari – jari ku yang yang tertekuk…

“OHHGGG…” mulutnya menganga dan lidahnya tertekuk kedalam serta mata yang melotot seakan mau keluar.. aku lalu meraih kepala belakangnya dan kuadu wajahnya dengan lutut ku..

BUUHHHGGG..

Darah langsung mengalir dari hidungnya yang patah.. aku lalu menjambak rambutnya dan kututup dengan pukulan tepat dimulutnya..

BUUUMMM..

Dia pun roboh kebelakang..

Satu orang yang ku tendang dagunya tadi mencoba berdiri dengan posisi berlutut.. aku lalu mengangkat kakiku tinggi – tinggi dan lurus.. lalu aku cangkul kepalanya dengan tumitku pas di ubun – ubunnya…

BUUUMMM..

di roboh kedepan dengan wajah menghantam lantai.. dan aku injak kepalanya..

BUUUHGG..

Darah langsung menggenang menutupi wajahnya..

Assuuu.. lima orang kubuat roboh diluar gudang.. dan aku lihat kesekeliling teman – temanku juga sudah membantai lawannya masing – masing.. cuukkk.. kondisi anggota aliansi selatan yang dibantai teman –temanku tidak kalah mengenaskan.. ada yang kepalanya terputar kekiri.. kekanan.. keatas dan ada tangannya yang patah menjuntai.. dan ada pula kakinya yang patah dengan lutut yang mengarah kesamping.. bajingan..

Dan ketika aku mau masuk gudang.. mas pandu mencegah..

“sabar dulu san.. jangan buru – buru..” kata mas pandu kepadaku..

“kalian yang bawa senjata tajam, keluarkan.. kelihatannya didalam pestanya lebih gila..” kata mas pandu..

Anggota T3 lalu kembali kemobil mereka dan ketika mereka balik, bermacam – macam senjata tajam mereka bawa.. golok, samurai, celurit dan parang yang panjang.. assuu.. mengerikan sekali ini..

“sudah siap semua..?” kata mas pandu.. mas rendi, mas bendu dan satria tidak mengeluarkan senjata apinya.. mereka hanya tangan kosong aja untuk menyerang kedalam…. ilham membawa dua parang kembar ditangan kanan dan ditangan kiri.. sedang aku dan aldo hanya saling memandang karena kami berdua tidak membawa senjata apa – apa.. kami hanya membawa kepalan tangan dan tendangan yang siap merobohkan musuh kami yang ada didalam..

“didalam mobil masih ada parang tiga mas.. sampean mau..?” kata ilham ke aku dan aldo.. kami berdua menggeleng.. kami ingin tetap menggunakan tangan kosong saja..

“oke.. kalau semua sudah siap kita masuk kedalam..” kata mas pandu..

Wajah tegang terlihat dari wajah teman –temanku.. dan wajah mereka semua lumayan bonyok juga waktu bertempur barusan, termasuk wajahku.. hanya wajah mas rendi dan mas pandu yang mulus tanpa ada sedikitpun terluka.. gila.. mereka berdua ini memang predator.. assuu..

Kami pun berjalan mengikuti mas pandu kedalam gudang.. dan ketika pintu gudang terbuka.. kami semua disambut dengan tatapan tajam oleh orang – orang yang ada didalam..

Bangsatt.. didalam ini jumlahnya banyak sekali.. gila.. kalau cuman kami aja yang bertempur kemungkinan bisa kalah telak, walaupun ditambah dengan kelompok mas arief dan mas adam.. saking banyaknya jumlah mereka, aku sampai tidak bisa mengira – ngira jumlah yang ada didalam.. assuu..

Ditengah sana sekelompok orang duduk melingkar disebuah meja yang sangat besar.. mungkin mereka habis rapat.. wajah – wajah yang duduk disekitar meja sangat garang sekali.. mungkin mereka ini preman – preman penguasa aliansi selatan.. bajingan..

“wooo… prokk.. prokk.. prokk..” seorang berdiri sambil bertepuk tangan kepada kami semua..

“selamat datang digudang pembantaian kalian.. kenalin saya bagong.. saya yang punya kekuasaan diwilayah ini.. dan kenalin itu yang duduk didepan adalah cak herman dia adalah ketua aliansi selatan..”

“kebetulan kami lagi persiapan untuk penyerangan ke ibu kota propinsi besok.. jadi disini kumpul semua kordinator – kordinator daerah yang termasuk aliansi selatan.. lumayanlah kalian datang.. jadi buat pemanasan kami untuk penyerangan besok..” kata cak bagong langsung berjalan kearah kami dan diikuti anak buahnya..

Sedangkan ketua aliansi selatan tetap duduk dimeja bersama koordinator – koordinator yang lain..

Assuuu.. ini semua diluar dugaan kami.. satriapun tampak terkejut.. dia tidak menyangka kalau informasi yang disampaikan di kos tadi ternyata diluar dugaan, dengan adanya tambahan ketua aliansi selatan dan koordinator lainnya..

Dan bangsatnya lagi.. mereka berkumpul disini malam ini untuk penyerangan kemarkas keluargaku di ibukota propinsi.. bajingan’og..

Gila ini pesta kecil yang membesar dan bisa saja ini pesta pembantaian kami.. tapi apapun yang terjadi kami harus melawan.. dan sampai tetes darah terakhir, kami tidak akan menyerah..

“oh iya.. kelihatannya kalian tadi sudah menikmati hidangan pembuka diluar gedung ya..” ucap cak bagong dengan santai nya kepada kami yang diam menatapnya berserta anak buahnya yang menyebar didepan kami.. dan cak bagong, dia berdiri tidak jauh dari kami dan dibelakangnya tampak beberapa orang pengawal yang berwajah seram.. dan tiba – tiba datang dari belakang cak bagong seseorang yang aku hapal betul wajahnya.. siapa lagi kalau bukan puput.. dia yang bantai aku dijalan sepi dan dia ini anak cak bagong.. dia berdiri disamping cak bagong dan menatapku tajam..

“kelihatannya untuk menghadapi kalian cukup togel, gondes dan copet.. ga perlu aku mengotori tanganku dengan darah kalian yang masih bau kencur ini.. hehehe..” kata cak bagong sambil tersenyum meremehkan kami.. dan cak bagong pun memamerkan pistol yang ada dipinggangnya.. assuuu.. congkak sekali kau..

Mas pandu pun menarik kaosnya ke atas dan memamerkan juga senjatanya..

“woooo.. kalau kamu membawa senjata api percuma.. karena disini lebih banyak dari yang kalian bawa..” kata cak bagong.. lalu tanpa dikomando sebagian anak buah cak bagong mengeluarkan senjata api mereka masing – masing..

Assuuu.. selesai ini kalau sempat mereka menarik pelatuk pistol mereka kearah kami..

“tapi kelihatannya pakai tangan kosong atau pakai senjata tajam lebih enak.. kami jadi lebih puas melihat kalian tersiksa diruangan ini.. hahahahaha..” kata cak bagong tertawa..

“turunkan senjata kalian..” kata cak bagong ke anak buahnya..

“terlalu banyak bicara disini mas… kapan dimulai ini..?” bisikku ke mas pandu..

“asssuu.. sabar dulu.. justru ini baik buat kita.. tunggu kelompok adam, arief sama cak maji..” kata mas pandu..

“dan mereka terus menyerang mental kita mas..” ucapku

“hem..” mas rendi langsung tersenyum kecut..

“assuuu.. kamu san..” kata mas pandu sambil melirikku..

“pak.. itu sandi.. dia yang buat aku koma.. dia itu cucu mbah jati..” kata puput ke cak bagong sambil menunjuk ke arahku..

Cuukkk.. kuinjak lagi nanti kepalamu put.. tunggu ya.. asssuu’i

“ooooo.. kamu yang buat anakku koma kemarin ya..?” kata cak bagong dengan santainya.. dan dia berjalan kearahku..

“cak bagong.. aku mendengar ada disebut namanya cucu mbah jati ya..?” kata seseorang yang berdiri dibelakang cak herman yang ada ditengah gudang.. dia langsung berjalan santai kearahku sambil menghisap rokokku.. dan cak bagong pun berhenti mendatangi aku..

“san.. orang itu dijuluki panglima.. dia tangan kanan cak herman dan dia salah satu panglima tempur terkuat aliansi selatan..” kata surya berbisik kepadaku..

“persetan lah dia siapa.. kalau dia termasuk barisan aliansi selatan, aku yang hadapin dia..” ucapku kesatria.. dan satria tersenyum kecut aja mendengarku berbicara seperti itu..

Dan orang yang berjuluk panglima ini telah berdiri tidak jauh dihadapanku.. badannya kekar.. rambut depan cepak tapi rambut belakang gondrong..

Dia menatapku santai dan aku membalasnya dengan tatapan yang tajam..

“wihh.. hebat juga kamu ya..? yang lain bawa senjata, kamu tangan kosong aja.. ternyata tradisi keluarga jati itu memang ada ya..? kukira cuman omong kosong aja..” ucapnya..

“banyak omong kamu..” ucapku kepadanya.. dan ketika aku mau mendekatinya mas pandu menahanku.. bajingann..

“hadapi dulu mereka ini.. kutunggu kamu ditengah gudang..” katanya lalu berbalik dan berjalan kearah tengah ruangan tempat cak herman duduk bersama koordiantor aliansi selatan yang lain.. diikuti cak bagong dan puput..

Bangsaatt.. betul – betul diremehkan kita ini..

“kalau kalian ga bisa bereskan mereka.. biar yang dibelakangku ini yang turun..” ucap cak herman akhirnya bersuara..

“santai cak herman.. kalau anak bau kencur ini biar orang – orang desa utara yang selesaikan..” kata cak bagong ke cak herman..

“gel… selesaikan mereka..” kata cak bagong ke orang kepercayaannya togel.. lalu puluhan orang pun bersiap untuk menyerang kami.. dan mereka ini dari desa utara.. sedangkan puluhan bahkan ratusan yang lain masih berdiri dibelakang cak herman yang duduk anteng melihat kami.. assuu..

Bogel pun menatap kami.. karena sudah emosi aku pun berlari ke arah togel dan mengarahkan pukulanku kewajahnya..

BUUHHGGG…

Bogel tidak bergerak dia hanya memalingkan wajahnya karena pukulanku.. dan dia langsung menatapku.. asssuu.. pukulan ku ga ngefek sama sekali ke dia.. bajingan.. lalu..

BUUUMMMM…

Sebuah pukulan togel mendarat dirahangku dan membuat aku roboh kebelakang dan tertelungkup..

“SERRRAAANNGGG..” ucap togel ke anak buahnya.. dan puluhan orang itu berlari kearah kami..

[table id=Ads4D /]

[POV Satria]

Cookkk.. aku dikukuhkan menjadi anggota keluarga kos pondok merah.. ini salah satu impianku yang terwujud dan ini semua diluar dugaanku.. kos pondok merah dengan segala kesohorannya diluar sana, dengan kegarangannya dan kebuasaannya.. aku satria adi tomo sekarang ada disini dan menjadi bagian dari pondok merah…

Bajingan.. dan setelah duelku dengan sinyo tadi.. kami berkumpul diruang tengah.. dan mas pandu bercerita tentang sejarah kos pondok merah.. ternyata ayah sinyo dan ayahku merupakan pendiri kos pondok merah bersama tiga temannya yang lain.. assuuu.. gila.. ini gila..

Dan disini pula aku bertemu dengan sahabat – sahabat lamaku.. aldo dan ilham codet..

Sekarang kita kembali ke gedung tiga..

Kami sekarang sudah keluar mobil dan berjalan kearah kerumunan anggota aliansi selatan yang ada didepan gedung tiga.. kami berjalan santai mengikuti mas pandu sambil merokok.. pokoknya malam ini aku harus membuktikan, bahwa aku memang pantas diterima di kos pondok merah..

“jaga diri baik – baik ya.. jangan sampai aku menolongmu kedua kalinya..” kata aldo dengan santai sambil menghisap rokoknya ketika kami turun mobil..

“assuuu..” kataku.. dan aldo tersenyum sambil memukul pundakku pelan.. memang aldo dulu pernah membantuku waktu aku dikeroyok disekolah.. dan dia mengingatkan lagi kejadian itu.. bajingan..

Kedatangan kami diluar gedung disambut puluhan anggota aliansi selatan.. aku sempat merobohkan empat orang, aku membuat mereka semua sekarat atau bahkan tidak bernyawa.. dan sebelum aku merobohkan mereka.. mereka sempat membuat aku babak belur dan berdarah..

Dan ketika kami masuk didalam gudang tiga.. kondisi disini sangat mencekam sekali.. ini diluar perkiraanku.. mereka disini lagi rapat buat penyerangan ke ibu kota propinsi besok.. dan kami justru menyerang pada saat semua anggota aliansi selatan berkumpul.. gila.. ini gila..

Dihadapan kami ada cak bangong dan anaknya puput, lalu ada cak togel, gondes, dan copet.. sedangkan ditengah ruangan ada cak herman ketua aliansi selatan dan tangan kanannya panglima.. assuu.. panglima ini orang yang sangat ganas sekali.. dia itu petarung jalanan sejati.. aku tadi sempat mengingatkan sinyo.. dan reaksi sinyo santai aja.. bajingan kok sinyo ini.. belum lagi disana ada koordinator – koordinator daerah yang masuk wilayah aliansi selatan.. ini akan jadi ladang pembantaian bagi kami kalau tidak berhati – hati..

Cak bagong pun pergi meninggalakan kami, dia menyuruh anak buahnya dari desa utara untuk menghadapi kami.. jumlah mereka banyak sekali.. kira – kira kami harus berhadapan dengan empat orang sekaligus.. itu belum termasuk yang berdiri dibelakang cak herman ketua aliansi selatan..

dan lagi – lagi sinyo yang memulai pertempuran diruangan ini.. dia memukul wajah cak togel.. tapi cak togel tetap berdiri dengan gagahnya.. gila.. aku aja roboh kena pukulan sinyo.. sedangkan cak togel cuman sempat memalingkan wajahnya terus dia menatap sinyo lagi.. lalu..

BUUUMMMM..

Sebuah pukulan cak togel mendarat dirahang sinyo dan membuat dia roboh kebelakang dan tertelungkup..

“SERRRAAANNGGG..” ucap togel ke anak buahnya.. dan puluhan orang itu berlari kearah kami..

Assuuu.. kami langsung dikelilingi orang – orang dari desa utara..

Dan aku berdiri dikelilingi empat orang disekitarku.. mereka menyerangku secara bersama – sama..

Dengan tenang aku berdiri sambil mengawasi gerak – gerik yang akan menyerangku.. dua orang menyerangku secara bersama – sama.. di belakang menendang dan didepan meninju.. aku menghindar dari tendangan yang duluan diarahkan kepadaku dari belakang.. aku bergeser kesamping dan sikutku kuarahkan kewajah orang tersebut dengan keras..

BUUHHGGG..

KRRAAAKKK..

Sikutanku terkena hidungnya dan dia langsung mundur dengan darah yang keluar dari hidungnya.. lalu aku memiringkan kepalaku menghindari pukulan dari depan dan tanganku tadi yang menyikut lalu kuarahkan kedepan, kehidung penyerangku dari depan..

BUUUMMM..

Dia oleng kebelakang dengan darah muncrat dari hidungnya..

PAAAKKKK..

BUUHHGGG..

PAAAKKKK..

BUUHHGGG..

Dua orang dari samping kanan dan kiri menyerangku bersamaan tanpa bisa aku hindari.. satu pukulan terkena rahangku sebelah kanan, dan satu injakan terkena pinggang sebelah kiriku..

BUUHHGGG..

Aku terjatuh kesamping kiri dan kepalaku bagian kiriku membentur lantai dengan keras..

Assuuu.. lagi – lagi darah langsung keluar dari bibirku sebelah kanan dan pelipis sebelah kiri.. mereka berdua menginjak aku bersama – sama.. aku mengguling – gulingkan badanku sambil menutupi kepalaku.. dan ketika salah satu orang akan menginjakku dengan kaki kanannya, aku lalu menghadapkan tubuhku kearahnya.. lalu kuinjak tempurung lutut kirinya dengan kuat..

BUUHHGGG..

“AARRRGGHHH..” dia berteriak.. dan ketika dia akan terjatuh ke arahku.. dengan cepat aku menghindarinya dan kesempatan itu aku buat untuk berdiri.. temannya yang satu lalu mencabut sesuatu dari pinggangnya.. bangsattt.. dia mengeluarkan pisau.. assuu..

Dia mengarahkan pisaunya keperutku.. aku menghindarinya dan aku sempat mengapit tangannya dengan kuat.. aku lalu memutar tangannya sampai posisinya didepanku.. dan aku menginjak betisnya sampai dia berlutut membelakangi aku.. dan aku lepas apitan tanganku.. lalu aku pegang kepalanya dengan tangan kiri dan dagunya dengan tangan kanan.. setelah itu kutarik keatas tangan kananku sampai berbunyi..

KRAKKKK..

Aku mematahkan lehernya.. lalu aku injak punggungnya dengan keras..

BUUUMMM..

Wajahnya terbentur lantai dengan keras.. darah mengenang dari wajahnya..

Satu orang yang aku injak tempurung lututnya tadi, berdiri dengan terpincang – pincang.. dan aku menyapu kedua kakinya dengan kaki kananku..

BUUHHGG..

dia terjatuh.. dan kusapu wajahnya yang tersungkur dilantai dengan kaki kananku..

BUUHHHHGGG..

Dia tergulung – gulung sambil memegang wajahnya yang berdarah..

“ARRGGGHHHH..” dia menjerit kesakitan.. dan aku meloncat lalu mengarahkan lututku didadanya..

BUUHHHHGGG..

“HOOOGGGG..” suaranya tertahan dan tangannya langsung melepaskan pegangan diwajahnya..

BUUUMMM..

Aku menutup serangan ku dengan pukulan yang telak dimulutnya sampai kepala belakangnya membentur lantai dengan keras, dan dia langsung terlentang tanpa bersuara..

Sisa dua orang yang menyerangku dari depan dan belakang tadi.. mereka berdua berdiri didepanku dengan mulut dan hidung yang berdarah.. dan mereka menatapku tajam sambil membawa golok..

Assuu.. aku ingin sekali mencabut pistolku.. tapi pasti ga seru pestanya.. jadi aku hanya berdiri menatap mereka berdua yang akan menyerangku..

Satu orang maju dan mengayunkan goloknya dari atas kearah batang leherku sebelah kiri.. aku langsung menangkap pergelangan tangannya dengan cepat lalu aku tarik tangannya dan setelah itu aku sikut batang lehernya dengan keras..

BUHHGGG..

“ARRGGGHHH..” teriaknya tertahan..

Lalu aku pukul wajahnya dengan kepalan tangan kiri dengan keras..

BUUUMMM..

Dan dia pun roboh dengan terlentang.. dan aku akhiri dengan injakan diwajahnya dengan telapak sepatuku..

BUUUMMM..

Aku menginjaknya dua kali..

Hiiuuffttt.. tinggal satu.. dan dia langsung menyerangku dengan cara menebaskan goloknya keperutku.. dari arah kanan kearah kiri.. aku loncat kebelakang.. dan dia memutar tebasannya dari kiri kekanan.. aku lalu memutar tubuhku menghindari tebasannya yang kedua lalu ..

BUUUMMM..

Aku melakukan tendangan balik dan mengenai pilipisnya dengan telak.. dia tidak roboh.. dan dia menyerangku lagi dengan cara menebaskan golok dari atas.. aku sempat menahan pergelangan tangannya.. dan kupegang kepalan tangannya yang memegang golok.. lalu aku putar pergelangan tangannya sampai ujung golok mengarah keperutnya.. dan dia sempat menahan tanganku supaya tidak menekan golok itu kearah perutnya.. tapi dengan sekuat tenaga aku tekan golok itu sampai masuk keperutnya..

“AAAAAAA.. “ dia berteriak ketika goloknya sendiri masuk diperutnya..

Aku lepas pegangan tanganku digenggeman goloknya lalu aku injak ujung gagang golok itu dengan telapak kakiku sampai menembus kebelakang tubuhnya..

“JEEBBB..”

Matanya langsung melotot dan mulutnya mengeluarkan darah.. lalu aku hantam wajahnya dengan keras..

BUMMMM..

Dia pun roboh dengan tidak bernyawa..

Asuuu.. aku membungkukkan tubuhku dan tanganku bertumpu pada kedua lututku.. aku menarik nafas.. hiuufftttt… Aku melihat empat orang musuhku sudah tergelatak tidak berdaya.. lalu aku menegakkan tubuhku kembali..

Dan ketika aku mengatur nafasku.. sebagian orang dibelakang cak herman berlari kearah kami.. bajingan.. akhirnya mereka turun juga.. assuu.. tiba – tiba dari pintu gudang masuk segerombol orang dan berjalan kearah kami..

“waahhh.. kami ketinggalan pestanya..” kata seseorang yang aku kenal.. siapa lagi kalau bukan cak maji.. assyyikkk.. ada lagi tambahan tenaga baru..

Anggota cak maji langsung berhamburan membantu kami yang akan diserang oleh anak buah cak herman..

“AAUUUUU..AAUUUUU..” aku melolong seperti serigala dengan suara yang sangat nyaring.. lalu berlari kearah penyerang kami bersama anak buah cak maji..

BUUUMMMMM..

[table id=AdsKaisar /]

[POV Aldo]

Pondok merah.. setelah bertahun –tahun aku hanya mendengar kedigdayaannya di dunia hitam kota ini dari mas bendu.. akhirnya hari ini aku bisa berdiri dan bergabung bersama mereka yang sangat luar biasa.. bergabung bersama bajingan – bajingan kampus teknik kita tercinta, sungguh sesuatu yang sangat membanggakan.. bagiku ini suatu penghormatan yang sangat luar biasa.. dan malam ini aku harus membuktikan bahwa aku memang pantas berdiri bersama orang – orang yang luar biasa ini..

Dan ini juga pertempuran perdanaku dengan mas bendu.. kami sama – sama berdiri di barisan pondok merah melawan aliansi selatan yang begitu banyak anggotanya.. eeddaannn..

Bukan hanya dengan tangan kosong, senjata tajam pun dengan gampangnya dicabut dan ditusukkan kelawan masing – masing..

Assuu.. ini pertempuran yang paling edan dan paling mengerikan yang pernah kuikuti.. bajingan.. memang luar biasa kok penghuni kos pondok merah ini.. mereka bisa menggila begini karena keluarga yang tersakiti.. hiuuffttt..

Dengan wajah yang berdarah – darah aku berlari dan menghajar siapapun anggota aliansi selatan yang ada didepanku..

Dan didepanku sekarang berdiri seorang anggota aliansi selatan dengan postur yang tinggi besar menatapku dengan tajam.. aku lalu berlari dan mengarahkan tendangan didadanya dengan telapak sepatuku..

BUUUMM..

Dia termundur.. dan dia tetap berdiri dengan gagahnya.. lalu aku berdiri dengan tegak dan mengarahkan tiga pukulan ku dengan keras.. aku mengarahkan ke kepala, dada dan perut secara beruntun..

BUUHHHGG..

BUUHHHGG..

BUUHHHGG..

Dia termundur lagi tapi tidak roboh.. hanya darah aja yang mengalir dari bibirnya.. bangsatt.. kuat juga manusia satu ini..

Lalu dia maju menyerangku dengan kombinasi pukulan kanan dan pukulan kiri.. aku terus menghindar dan menunduk.. sampai diwaktu aku ada kesempatan menyerangnya lagi.. ketika dia memukulku menggunakan tangan kirinya aku menunduk dan

BUUHHHGG..

“AAAAAAARRGGG..” dia berteriak setelah pukulan ku mendarat dibawah ketiaknya dengan kuat..

Aku mundur beberapa langkah lalu berdiri menyamping lalu mengarahkan sebuah tendangan lurus kearah hidungnya dengan telapak kakiku bagian luar..

BUUUMMM..

Kepalanya terdongak keatas dengan darah yang menyembur dari hidungnya.. lalu

BUUHGGG..

Sebuah pukulanku mengerah kebatang lehernya dengan kencang..

“AAAAAAARRGGG..” dia melotot dengan nafas yang tertahan.. lalu roboh kebelakang..

Aku lalu berlari dan meloncat sambil mengarahkan telapak kakiku kewajahnya..

BUUUMMM..

Dia menggelepar beberapa saat dan selanjutnya tidak bergerak lagi..

Satu orang berlari kearahku sambil membawa golok dan dia mengayunkan goloknya dari atas mengarah kekepalaku.. dengan cepat aku menghindar kesamping.. dan ketika goloknya sudah sampai kelantai.. aku injak sikutnya sampai goloknya terlepas..

PRRAAKK..

Lalu aku sikat rahangnya dari arah samping menggunakan kepalan tangan kiriku..

BUUHHHGG..

Dia oleng kesamping.. lalu aku sambut dengan tendangan dengan punggung kakiku tepat dimulutnya..

BUUHHHGG..

Dia roboh kebelakang.. lalu aku tendang kepala bagian sampingnya tepat ditelinganya..

BUUHHGGG..

Dia tergulung – gulung lalu tengkurap sambil memegang telinga yang mengeluarkan darah.. aku meloncat lagi dan aku arahkan lututku kekepala bagian belakangnya..

KRAAAKKK..

Darah lalu membanjiri wajahnya yang tertelungkup dilantai..

Cuukkk.. aku lalu berdiri dan melihat kesekeliling.. begitu banyak yang kami tumbangkan tapi musuh seakan – akan ga ada habisnya.. mereka selalu aja datang dan menyerang kami bertubi – tubi..

Dan ditengah sana.. banyak sekali yang bertarung.. aku lihat anggota ilham ada yang terkapar dan diinjak – injak beberapa orang.. Aku lalu berlari kearah mereka sambil mengarahkan tendanganku kekepala bagian belakang salah satu pengeroyok itu..

BUUUMMM..

[table id=AdsLapakPk /]

[POV bendu]

Bajingann.. malam ini aku harus menyerang ke aliansi selatan desa utara bersama anak – anak kos pondok merah dan anggota T3 yang dipimpin ilham codet.. dan lebih gilanya ada adekku aldo ikut bersama kami.. ini duet pertamaku dengan dia dalam sebuah pertarungan.. sebelum – sebelumnya kami tidak pernah duet dan kami memang tidak pernah mencampuri urusan satu dengan yang lain..

“do..” panggilku ke adekku sambil menatap tajam kearahnya ketika kami turun dari mobil dan mau berjalan ke gudang tiga..

“nyantai mas.. aku bisa jaga diri kok..” katanya dengan cuek sambil menghisap rokokknya.. aku cuman geleng – geleng aja mendengar jawaban adekku..

Asssuuu.. kamu enak jawabnya santai.. kalau sampai ada apa – apa sama kamu.. selesai aku sama bapak dan ibu.. bajingan..

Dan sekarang aku didalam gudang tiga yang manjacokkan ini.. bagaimana ga jancok.. didalam sini musuh kami seperti kacang goreng.. mereka berhamburan dimana – mana..

Setelah tadi diluar kami disambut dengan puluhan orang ,didalam sini lebih gila.. mungkin seratus lebih orang disini.. assuu..

Dan pertempuran dimulai lagi dan yang memulai pertempuran si sandi..

jancok sandi ini.. gampang sekali dia memulainya pertempuran.. istirahat sebentar cok.. aku masih berdarah – darah ini.. assuuu..

Mereka berlari kerah sandi dan ke arah kami..

Dan aku menyambut salah satu penyerang yang berlari kearahku dengan tendangan didadanya dengan keras menggunakan tumitku..

BUUHHHGGG..

Dia termundur kebelakang dan aku langsung mengarahkan kepalan tanganku kemulutnya..

BUUMMM..

Dia roboh kebelakang dan terlentang.. aku lalu menginjak perutnya sampai dia terduduk dengan mata yang melotot.. dan aku mengarahkan pukulan kearah wajahnya dengan kuat..

BUHHGGGG..

Dia tertidur lagi dengan kepala terbentur lantai dengan keras..

Satu orang lalu memukul diwajah dan aku sempat menghindar sambil aku tangkap pergelangan tangannya lalu aku tarik dan aku pukul ulu hatinya dengan keras..

BUHHGGGG..

Dia mau roboh kebelakang tapi aku tarik lagi tangannya dan aku pukul dadanya dengan keras..

BUHHGGGG..

Dia melotot sambil menyemburkan darah dari mulutnya.. dan aku tarik lagi pergelangan tangannya untuk ketiga kali.. lalu tutup dengan hantaman dimulutnya dengan sekuatnya..

BUUMMM..

Dia roboh kebelakang setelah aku lepaskan pegangan tangan ku dipergelangan tangannya..

BUHHGGG..

Aku terpantal kebelakang ketika seorang berlari sambil mengarahkan tendangan kedadaku dengan telak..

Assuuuuu.. nafasku langsung sesak seketika.. dan aku langsung terduduk.. lalu dia menendang wajahku dengan keras..

BUUHHGGG..

Aku sempat membloknya dengan kedua tanganku.. lalu

BUUMMM..

Orang yang menendangku tadi roboh dengan mulut yang mengeluarkan darah..

Bangsatt.. rupanya tadi adekku aldo telah menerjang orang tadi dengan tendangan pas diwajahnya..

Aku lalu cepat berdiri dan mengatur nafasku.. aku berdiri saling memunggungi dengan aldo dibelakangku..

“hiiuuffttt.. bajingan..” aku tarik nafasku pelan – pelan lalu mengeluarkannya.. lalu aku menegakkan tubuhku dan bersiap dengan serangan dari dua orang didepanku.. salah satu mereka mengeluarkan golok.. bajingannn..

Satu orang yang tidak bersenjata memukulku dan aku masih bisa mengindarinya.. dan yang membawa golok lalu menebas kearah leherku aku juga bisa mengindarinya dengan cara menunduk.. tapi gagang goloknya berbalik lagi dan menghantam pelipisku..

BUUHHGGG..

Pelipisku langsung sobek dan darahpun mengalir.. dan dia mengarahkan lagi keleherku.. dan kutangkap pergelangan tangannya dan kuputar dengan keras kebelakang..

KRAAAKKK..

“AAAAAAA….” dia berteriak ketika tangannya aku putar dengan paksa dan berbunyi.. goloknya terjatuh dan aku ambil golok itu dengan cepat lalu.. aku tarik lurus tangannya dan

JRABBB..

JRABBB..

JRABBB..

“AARRGGGG..” teriaknya tertahan..

Aku tebas pergelangan sikunya dengan keras sampai terputus.. kini aku memegang tangannya sampai batas sikunya yang putus.. dan dia langsung roboh sambil memegang tangannya yang sudah buntung.. darahnya pun langsung menyembur dengan deras.. dan temannya yang satu sampai gemetar melihatnya.. aku lalu melemparkan potongan tangan temannya kearahnya.. bersamaan itu aku mengarahkan goloknya ke bagian leher.. bukan kesamping tapi miring ke bawah..

JRAAABB..

Golok itu menancap diantara leher dan pundaknya.. lalu aku tarik..

BREETTT..

Darah langsung mengalir dengan deras.. dan dia melotot dengan sakit yang luar biasa.. dan aku menginjak dadanya sampai dia terlentang dilantai..

Aku lalu mendatangi tangannya yang kupotong dari tadi.. dia masih terguling – guling kekanan dan kekiri.. aku lalu menginjak kelapanya dengan keras..

BUUMMMM..

Dia terlentang dan tidak bergerak.. lalu gagang golok aku angkat keatas dengan tajamnya mengarah kebawah lalu aku tancapkan pas didadanya..

JRABBBB..

Dia menggelepar.. lalu tidak bergerak..

Assuuu.. aku membunuh orang malam ini.. bajingan.. aku berdiri dan membiarkan golok itu menancap didadanya..

Lalu aku berlari ketengah arena dan bergabung dengan mas adam dan mas arief yang baru datang.. kami semua menggila.. walaupun lelah.. kami terus berjuang untuk membantai mereka semua..

[table id=AdsTbet /]

[POV Rendi]

Sandi purnama irawan.. kurang ajar memang pujangga bajingan satu ini.. kenapa semua orang begitu mudah menyukai dia.. jangankan para wanita.. kami semua penghuni kos pondok merah ini aja langsung ‘jatuh hati’ padanya.. sikapnya yang supel dan mudah bergaul dengan orang yang baru dikenalnya membuat kami salut.. dia bisa membuat suasana yang canggung menjadi penuh keceriaan dengan banyolannya.. tapi satu kekurangannya.. kadang – kadang dia ga bisa mengontrol emosinya.. dan kalau kita menyerang musuh.. pasti dia yang mau mulai duluan.. istilah kerennya itu ‘pembukaan’.. bajingan.. buktinya malam ini..

Ketika kami didepan gedung tiga.. salah satu anggota aliansi selatan menyebut mas pandu dan juga kami dengan sebutan anak TK, sandi langsung loncat dan menghajar orang itu dan ditutup dengan injakan dileher.. assuu memang dia ini..

Dan apa mau dikata.. setelah dia menginjak leher anggota aliansi selatan.. otomatis secara tidak langsung dia telah membuka pertarungan malam ini.. semua anggota aliansi selatan berlari kearahnya dan sebagian lagi berlari kearah kami..

Kulihat sandi dikeroyok lebih dari sepuluh orang.. dia sampai tertidur karena terkena tendangan seseorang.. dan dia sekarang lagi diinjak – injak oleh para pengeroyoknya.. aku langsung berlari kearahnya sambil melompat dan melakukan tendangan kesalah satu pengeroyoknya ..

“BAJINGAAANNN..” aku berteriak sambil melompat

BUUMMM..

Sebuah tendangan ku mengenai kepala belakang orang itu dan dia langsung tersungkur kedepan.. dan kerumunan para pengeroyok sandi langsung terpecah..

Sandi dengan cepat bangun dan berdiri dibelakangku.. posisi kami saling memunggungi dan bersiap melakukan serangan ke musuh masing – masing.. aku menghabisi sekitar empat orang diluar gudang ini, dan tanpa ada lecet sedikitpun diwajahku.. Assuu.. lumayan juga pemanasanku diluar gudang tiga tadi..

Dan sekarang didalam gudang tiga, susana lebih menegangkan.. disini berkumpul semua anggota aliansi selatan yang dipimpin cak herman.. dan kami seperti menyerahkan diri, karena kalau mereka menyerang kami bersama – sama, mungkin kami akan tamat sekarang juga.. tapi mereka rupanya membuat kami seperti mainan.. mereka hanya menurunkan bajingan dari desa utara..

Dan lagi – lagi bajingan pujangga tadi membuka pertempuran didalam gudang dengan memukul togel.. assuu.. semua bajingan dari desa utara langsung berhambur kearah kami setelah diperintahkan menyerang oleh togel.. dan sekarang lima orang harus kuhadapi secara bersama – sama..

Aku fokus dengan lima orang yang langsung menyebar didepanku..aku lalu memasang kuda-kuda langkah pendek di mana kaki diposisikan seperti melangkah.. tanganku terkepal dan menjuntai kebawah.. aku melirik semua musuh yang ada didepanku..

Tiga orang maju bersama.. aku melirik satu persatu setiap mereka melangkah.. dan ketika mereka sudah didekatku dan akan melakukan serangan.. aku ayunkan tendangan dari bawah keatas dengan kaki lurus..

BUUUMMM..

Satu musuh didepanku terkena tendangan ujung kaki kananku dan mengenai dagunya.. saking kerasnya tendanganku tadi.. kepalanya sampai terdonga keatas dan dia langsung roboh kebelakang.. dan ketika kaki kananku turun dilantai.. aku mengangkat kaki kananku lagi menyamping ke kanan lurus keatas.. di mana tubuhku kuposisikan menghadap ke samping..

BUUMMM..

Tendanganku pas mengenai batang lehernya.. aku menendang menggunakan bagian luar samping kakiku.. dan diapun roboh..

Lalu aku mengarahkan dua kepalan tanganku berbarengan kearah kiri ke peyerang ketiga.. tangan kanan diatas dan tangan kiri dibawah.. aku memiringkan tubuhku kekiri sehingga tanganku membentuk huruf C..

BUUUMM..

Dia termundur dengan pukulan yang masuk didada dan perut secara bersama.. dia termundur sambil memuntahkan cairan dari mulutnya lalu terduduk dilantai.. dan aku menyambutnya dengan tendangan memakai punggung kakiku kearah samping kepalanya..

BUUUMM..

Dia lalu roboh kekanan dengan samping kepalanya menghantam lantai dengan keras..

Sisa dua orang yang berdiri didepanku.. aku lalu lari kearah mereka dan aku memutarkan tubuhku dengan tumpuan kaki kiri didepan setelah itu aku melakukan tendangan balik dengan sedikit menekuk lututku..

BUUUMM..

Dia terkena tendangan balikku pas dirahangnya.. dan aku tadi menendangnya menggunakan ujung tumitku dengan kuat.. dia pun roboh kearah kiri.. aku injak kepalanya bagian sampingnya tepat dikupingnya..

BUUUMM..

KRETAKK..

Lehernya patah kesamping.. darah segar lalu menggenang disamping wajahnya..

Tinggal satu orang yang berdiri didepanku dengan wajah yang pucat.. aku maju dan melakukan tendangan kearahnya..

BUUUUHHGGG..

BUUUUHHGGG..

BUUUUHHGGG..

Tiga kali tendang lurusku ku arahkan ke perut, dada dan wajahnya secara beruntun menggunakan kaki bagian luar dengan sekuat tenagaku..

Dia pun langsung roboh dan terlentang dilantai.. dan aku menutupnya dengan injakan di batang lehernya..

BUUUUHHGGG..

“OOOOOHHGGG..” nafasnya langsung tersedak dengan darahnya yang keluar bercampur busa..

“wooww.. prok.. prok.. hebat juga kau bule..” kata seseorang berdiri didepanku sambil bertepuk tangan..

“mereka bukan tandinganmu.. aku lawanmu.. copet.. hehehehe..” kata orang tadi mengenalkan dirinya kepadaku..

cuukkk.. dia ini tangan kanan cak bagong yang ceritakan satria dikos tadi ya.. bagus lah.. biar aku selesaikan aja dia sekalian..

sebelum kami memulai duel kami.. dari arah tengah ruangan sebagian anak buah cak herman berlarian kearah kami dan bersamaan dengan rombongan cak maji datang ke gudang ini..

“gu usah lihat yang lain.. focus sama duel kita aja..” kata copet lalu mengepalkan tangannya dihadapanku.. lalu dia maju dan menyerangku bertubi – tubi.. pukulan kanan dan kiri masih bisa aku tangkis dengan kedua tanganku.. lalu..

BUUHHGGG..

Sebuah serangan dengan lututnya mengenai dadaku dengan keras..

“huuuppp..” ucapku dengan nafas yang tertahan.. lalu..

BUUMMMM..

Sebuah pukulan mendarat dipelipisku dan membuat aku jatuh kesisi kanan dengan posisi merangkak..

“aasssuu.. sakit sekali..” dan darahpun akhirnya keluar juga dari pelipisku dan menetes dilantai.. lalu..

BUUHHGGG..

Sebuah tendangan dari copet mengarah keperutku dan membuat aku terputar sampai aku terlentang dilantai.. dan pistolku jatuh ntah kemana.. aku memegangi perutku yang kesakitan.. bajingan.. keras sekali tendangan sicopet..

Dan ketika aku terlentang sambil memegang perutku, copet lalu berlari lalu meloncat dan mengarahkan lututnya kedadaku.. aku lalu menghindar kesamping dengan cepat..

BUHGGG..

“arrgghhh..” dia berteriak ketika lututnya menghantam lantai dengan keras..

Lalu cepat aku berdiri dan mengatur nafasku.. dadaku masih terasa sesak dan perutku juga masih sakit.. copet berdiri dengan geramnya karena serangan pamungkasnya gagal terhadap aku.. dia pun berjalan agak tertatih dan mengarahkan pukulan kearahku.. aku menghindarinya lalu..

BUUHHGG..

KRRAAAK..

Aku menginjak lutut copet yang kesakitan tadi..

“ARRGGHHH..” dia berteriak dan dia langsung ambruk kedepan.. lalu aku menyambutnya dengan sebuah tendangan dirahang kirinya..

BUUMMM..

Dia terguling – guling kekanan sambil memegang mulutnya yang berdarah.. aku membiarkan dia untuk menikmati rasa sakitnya sambil aku mengumpulkan kekuatanku lagi.. dan copet pun akhirnya terdiam sambil meringis kesakitan.. lalu dia bersusah payah jongkok dan berdiri.. darah terlihat mengalir lumayan banyak dari mulutnya.. dan sebelum dia menyerangku aku berlari kearahnya dan..

BUUMMM..

Copet roboh terkena sebuah tendangan balik dengan tumitku yang sangat kuat dan mengenai rahangnya..

BUHHGGG..

Dia roboh kekiri dengan kepala menghantam lantai.. aku mendekatinya lalu aku menginjak kepala sampingnya dengan sekuat tenaga..

BUUHHGGG..

KRAAAKKK..

Lehernya patah dengan kepala yang menjuntai kearah kiri.. hiiuufftt.. assuu..

Aku lalu mencari pistolku sambil menatap kesekeliling bawah.. assuu.. di mana jatuhnya pistolku tadi.. bajingan.. biarlah.. nanti aja aku carinya..

Disampingku mas pandu juga selesai dengan pertempurannya melawan gondes.. mas pandu berdiri dengan luka – luka diwajahnya sementar gondes sudah dikaki mas pandi dengan leher yang diinjak mas pandu..

cuukkk.. mas pandu dengan tatapannya yang tajam kearah gondes yang sudah tak bernyawa.. bajingan.. ngeri sekali..

Tanpa banyak istirahat aku lalu berlari ketengah pertempuran dan menjatuhkan beberapa musuh.. aku membabi buta dengan tendangan dan pukulanku kearah mereka yang ada didepanku..

Dan setelah itu aku menarik nafas sambil mengumpulkan kekuatanku lagi..

Aku lalu memandang kearah sekeliling.. pertempuran menggila diruangan ini.. dan kulihat pasukan ilham dan pasukan cak maji banyak yang terkapar.. kelompok adam dan arief juga sudah sudah bergabung diruangan ini.. mereka juga mulai kewalahan saking banyaknya yang harus dihadapi..

Kulihat diruang tengah, sisa pasukan aliansi selatan bersiap menyerang kami.. jumlahnya pun lebih banyak.. bangsat.. bisa selesai kami ini kalau sampai cak herman dan koordinator aliansi selatan turun juga..

Kelompok kami memang masih melawan.. tapi kondisi ga bisa dibohongi.. kami semua sudah letih, berdarah darah dan bonyok.. sedangkan cak herman masih segar bugar bersama pasukannya..

Assuu.. bagaimana kami bisa bertahan dengan kondisi seperti ini..

Tiba – tiba dari pintu gudang masuk cak gito dan cak ji’i dan diikuti dengan begitu banyak anggotanya masuk dan langsung menghambur ketengah gudang..

Bajingannn.. akhirnya datang juga bala bantuan..

sisa kelompok aliansi selatan diruang tengah terkejut dengan kedatangan kelompok dari ibu kota propinsi.. mereka ga menyangka kalau niat mereka menyerang besok kesana malah keduluan malam ini.. mereka pun akhirnya turun tangan dan bertempur diruang tengah.. cak herman, si panglima dan coordinator dari aliansi selatan sementara masih melihat dan belum bergabung.. hanya semua anggotanya sudah menyerang ketengah medan pertempuran..

Cak maji melakukan pertempuran berdarah dengan cak bagong.. mereka masih sama – sama kuat.. dan disisi lain sandi berduel dengan togel..

sandi dengan kedua mata yang bengkak bersiap melancarkan serangan ke togel yang sudah berdiri dengan sempoyongan.. dan ketika sandi akan menyerang togel, puput dibelakang togel mengarahkan pistol ke sandi.. bajingann…

aku memegang pinggangku umtuk mengambil pistolku..

asssuu.. pistolku tadi kan jatuh ntah kemana.. bajingann,,

aku lalu berlari kearah sandi dengan secepat – cepatnya lalu mendorongnya..

DORRR..

Aku roboh setelah peluru puput menembus dadaku dan aku tadi sempat mendorong sandi..

“MASS RENNDIIII..” teriak sandi didekatku yang jatuh akibat aku dorong.. dia lalu merangkak kearahku dan mengangkat kepalaku dan disandarkan dipahanya..

DORRR.. suara tembakan lagi..

“BULEEEE..” teriak mas pandu mendekati aku yang tergeletak dipangkuan sandi..

“san.. kamu tuntas kan pertarungan malam ini.. HUEEEKKK..” darah langsung keluar dari mulutku.. pandanganku langsung kabur dan berbayang..

“mas jangan banyak bicara.. aku pasti bantai mereka.. aku janji..” aku mendengar samar – samar suara sandi yang bergetar sambil menangis..

“adamm.. cepat bawa bule kerumah sakit..” suara mas pandu yang semakin lemah aku mendengarnya dan..

GELAP..

[table id=iklanlapak /]

[POV Pandu]

Akhirnya malam ini pertarungan antara kelompok keluarga kami dengan kelompok aliansi selatan terjadi juga.. keluarga kami sudah terlalu sabar dengan dengan sikap aliansi selatan yang berulah beberapa bulan belakangan ini.. kalau bukan karena ditahan cak gito, mungkin perang besar ini sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu saat mereka baru pertama kali menampakkan batang hidungnya..

mereka berani menampakkan batang hidungnya karena mereka merasa aman, ketika gerakan bawah tanah yang sebelumnya mereka lakukan tidak ada balasan dari keluarga kami.. mereka mulai merebut satu persatu bisnis parkir kita dengan cara merangkul kelompok – kelompok kami yang berkhianat.. dan mereka juga mulai mengambil alih bisnis jasa keamanan kita di beberapa perusahaan, hotel, tempat hiburan malam, pasar dan tempat lainnya..

aku ga mengerti dengan sikap cak gito yang membiarkan mereka sampai mereka akhirnya bisa menjadi besar seperti sekarang ini.. kalau seandainya bisnis ini dipegang mas irawan, aku yakin ga akan begini kejadiannya..

aliansi selatan pertama kali bermain dibisnis percopetan.. dan aliansi selatan aman dengan bisnis ini.. karena memang keluarga kami ga mau mengambilnya, karena ini sangat bertentangan dengan prinsip keluarga kami..

dan setelah mereka berhasil dengan bisnis copetnya.. mereka mulai merambah ke yang lain.. perampokan, pencurian, pembegalan dan pembunuh bayaran.. dan lagi – lagi mereka bermain diluar bisnis kita..

lambat laun setelah mereka mulai membesar, mereka mulai merebut satu persatu bisnis keluarga kami.. assuu..

kejadian sandi yang menghajar divisi copet aliansi selatan membuat susana memanas.. terdengar info dari beberapa anggota kami, bahwa mereka akan menyerang ke ibukota propinsi.. oleh karena itu mau ga mau akhirnya cak gito pun bertindak.. dia menyuruh anggota kelompok kami diberbagai daerah untuk menghentikan dan memberantas pergerakan aliansi selatan.. dan aku mendapatkan jatah untuk menghancurkan aliansi selatan yang ada dikota ini bersama cak maji.. sebenarnya aku ga ingin melibatkan keluarga kos pondok merah.. tapi gara – gara satria baja hitam akhirnya keluarga dari kos pondok merah bergabung bersama kami..

dan malam ini kami semua berdiri di gudang tiga.. setelah penyambutan yang luar biasa diluar tadi.. kami sekarang didalam gudang yang kondisinya diluar perkiraan kami dan diluar sepengetahuan anggota yang lain.. disini berkumpul semua perwakilan anggota aliansi selatan dari berbagai daerah.. dan gila nya mereka berkumpul untuk penyerangan besok ke ibukota propinsi dimarkas kami.. assuu..

kami berjumlah 17 orang.. karena kelompok cak maji, adam dan arief belum bergabung.. mereka bisa aja kalau langsung menghabiskan kami yang berjumlah 17 orang ini dalam waktu singkat.. tapi entah kenapa kami malah dibuat mainan oleh mereka.. mereka beralasan katanya untuk pemanasan buat penyerangan besok.. jadi mereka hanya menurunkan preman dari desa utara.. bajingan..

dan dalam kondisi seperti ini.. sandi bawaannya emosi dan pengen menghajar mereka aja tanpa memikirkan kekuatan yang berdiri saat ini.. assuu memang anak itu.. untung keponakanku, kalau engga sudah kubabat dia.. bajingan’og..

dan bener aja.. dia langsung memulai menghajar anak buah cak bagong si togel dengan kepalan tangannya.. tapi orang yang dihajarnya justru malah menjatuhkan sandi duluan.. dan akhirnya pecahlah pertempuran di dalam gudang ini antara kelompok kami dengan bajingan dari desa utara.. assuu..

mereka langsung menyerang kami dengan jumlah empat kali lipat dari jumlah kami sekarang ini..

empat orang lalu menyebar didepan dan sampingku..

dari arah kiri memulai serangan dengan pukulannya kearah rahangku.. aku menghindari dengan memundurkan kepalaku tanpa merubah posisi kakiku.. lalu.. sebuah kepalan tanganku kuarahkan lurus ke tulang diantara kedua matanya dengan keras..

BUHHGGG..

Dia langsung oleng kebelakang dan kusambut dengan dengan tendangan samping menggunakan kaki kiri kedadanya dengan keras..

BUUUMMM..

dia roboh..

dan aku menutup dengan injakan dilehernya dengan keras..

BUUHHGG..

Dia melotot dan menggelepar..

Yang dari kanan langsung memukulku dan aku menunduk lalu.. aku mengarahkan sebuah pukulan dibawah tulang rusuknya.. dimana ginjalnya didalam lagi bersantai ria..

BUUHHHGG..

“AAAARRRGGHHH..” di berteriak dengan keras.. lalu menunduk sambil memukul perutnya sebelah kanan..

BUUHHHGG..

aku lalu memukul kearah hidungnya dengan keras..

BUUMMMMM..

Dia roboh dengan kepala belakangnya menghantam pojokan dinding dengan keras..

DUUGGHHH..

Dia tersandar diujung dinding dengan hidung dan kepala belakang langsung keluar darah segar..

Dua orang menyerang bersama dari arah depanku.. aku menyambutnya dengan serangan juga.. satu injakan didada dan satu pukulan didada..

BUUHHHGG..

BUUHHHGG..

Mereka berdua mundur kebelakang dan langsung menunduk dengan bertumpuan pada kedua lututnya sambil memegang dada masing – masing..

Aku angkat tinggi – tinggi kakiku, lalu aku arahkan kearah kekepala belakang salah satu dari mereka dengan tumitku sekuat mungkin..

BUHHHGGG..

DUUHHGGG..

Dia tersungkur didepanku dan hidungnya membentur lantai dengan keras.. lalu aku injak ubun – ubunnya dengan kuat..

BUUHGGG..

Darah langsung menggenang menutupi wajahnya yang tertelungkup dilantai..

Satu lagi sudah berdiri tegak dan ketika akan menyerangku.. aku menyerangnya duluan dengan pukulan lurus kedepan kearah ulu hatinya..

BUUHGGG..

“ARRRGGHHH..” dia mencondongkan wajahnya kearahku dengan mulut yang menganga.. lalu aku injak wajahnya..

BUHHHGG..

Dia langsung roboh kebelakang.. aku berjalan kearahnya dan aku injak kepala sampingnya..

BUUUMMM..

Selesai empat orang.. bajingan..

aku lalu mengatur nafasku.. sambil menatap kesekeliling.. pertempuran berlangsung dengan berdarah – darah.. jumlah kami yang sedikit terbantu dengan cak maji yang baru datang bersama dengan kelompoknya dan juga disusul oleh kelompok arif dan adam..

“ndu.. gimana kabar..” ucap seseorang memanggilku dari arah belakang.. aku langsung ke arahnya.. cuukkk orang lama yang tidak pernah terdengar kabarnya setelah duel terakhir bersamaku.. gondes.. badannya sekarang lebih berisi dan berotot.. dan ditangannya penuh dengan tattoo.. wihhh.. tambah sangar rek..

“hallo ndes.. gimana..? kita lanjutkan duel kita yang tertunda beberapa tahun yang lalu..?” tanyaku pada gondes..

“bolehh.. aku ga sabar menunggu waktu ini..” kata gondes lalu maju dan mengarahkan sebuah pukulan yang cepat dan keras kearah rahangku..

BUHHHGGG..

Aku langsung limbung kearah kanan.. karena saking keras pukulannya dan saking cepatnya aku ga bisa menghindar..

Dia lalu mengarahkan sebuah tendangan kearah wajahku..

BUMMMM..

Aku roboh kesebelah kiri.. tendangan kerasnya berhasil masuk dan mengenai pelipisku.. bajingann.. tambah kuat aja dia.. mulut dan pelipisku langsung mengeluarkan darah.. aku langsung terlentang.. kepalaku pusing dan pandanganku agak kabur..

“lemah kamu sekarang ndu..” kata gondes menghinaku..

Bajingan.. aku lalu duduk dan menggelengkan kepalaku.. untuk menghilangkan efek pusingnya.. lalu aku berdiri lagi..

“sudah siap..? atau kamu mau kamu bersujud aja didepanku.. hehehe..” kata gondes lagi – lagi menghinaku..

Bangsat orang ini.. dia pintar memainkan emosi orang.. tenang ndu.. tenang..

Dia lalu menyerangku lagi dengan tendangan kaki kanannya dan aku membloknya dengan tanganku.. dan dia menyerangku lagi terus – menerus dengan kombinasi pukulan dan tendangan.. tanpa memberikan kesempatan sekalipun kepadaku untuk membalas…. kepala, dada dan perut tidak luput dari serangannya.. bajingan.. dan dia sekarang tambah kuat aja.. assuu..

aku terus menahan serangannya yang bertubi – tubi sampai aku terpojok didinding.. aku terus mencari celah untuk membalas serangannya.. lalu aku menunduk dan melangkah kebelakangnya.. posisi kami saling membelakangi dan dengan cepat aku melayangkan tendangan belakang yang mengenai punggungnya..

BUHHGGG..

di terdorong kedepan dan kepalanya membentur dinding..

lalu aku berbalik dan dia pun cepat berbalik.. dan aku melayangkan tendangan ketulang rusuknya disebelah kiri..

BUHHGGG..

“AARRGGHHH..” dia menjerit kesakitan dengan badannya miring kekanan.. lalu kulayangkan kepalan tangan kiriku kerahang kanannya dengan keras..

BUUGGHHHH..

Dia oleng kekakanan.. dan ku injak dadanya dengan kuat..

BUUGGHHHH..

Gondes tersandar didinding.. dan aku menyerangnya lagi terus menerus.. aku hajar tulang rusuknya kanan dan kiri secara bergantian dengan kepalan tangan kanan dan tangan kiri..

BUUGGHHHH..

BUUGGHHHH..

Gondes sempat membalas dengan sebuah tendangan kaki kanan ke arah dada sebelah kiriku.. aku menangkap kaki kanannya dan kuapit dengan tangan kiri.. lalu aku hajar lagi tulang rusuk kirinya dengan kepalan tangan kanan secara terus menerus..

BUUGGHHHH..

BUUGGHHHH..

KRAAAAKKK..

Aku memukulnya sampai terdengar tulang rusuknya ada yang patah..

“AARRGGHHH..” gondes berteriak kesakitan.. lalu aku lepas kaki kanannya dari apitan tangan kiriku.. aku lalu mundur beberapa langkah.. lalu berlari dan kuarahkan lututku ulu hatinya..

BUUGGHHHH..

Dia tubuh gondes tersandar didinding.. lalu aku meraih kepala belakangnya dan kuadu wajahnya dengan lututku..

BUUGGHHHH..

BUUGGHHHH..

BUUGGHHHH..

Dan wajahnya penuh dengan darah dengan hidung yang patah kedalam.. lalu aku balik tubuhnya dan kubanting kearah belakang..

JEEDUUGG..

Gondes terbanting kebelakang dengan kepala belakang menghantam kelantai.. lalu aku tutup dengan injakan dilehernya..

BUUGGHHHH..

Matanya melotot dengan mulut yang menganga.. badannya bergetar hebat setelah itu dia tidak bergerak lagi..

Hiuuttffff.. selesai sudah dengan gondes..

Aku melihat sekeliling.. teman – teman sudah mulai kewalahan dan musuh juga masih banyak dan mereka terus menyerang kelompok kami.. kalau seperti ini terus.. ini ga akan bertahan lama.. karena pasukan ilham dan pasukan cak maji banyak yang terkapar..

Dan sisa pasukan aliansi selatan dibelakang cak herman juga bersiap menyerang kami.. asssuuu..

Dan tiba – tiba dari arah pintu gudang cak gito dan cak ji’i masuk dan dibelakangnya banyak pasukannya berlari kedalam dan membantu kami menghajar musuh – musuh kami..

Bajingannn.. rasakan itu tambahan pasukan kami..

Kulihat didepanku juga duel antara sandi dan togel berlangsung seru.. togel sudah mulai lemas dan sempoyongan.. sandi mundur mengambil ancang – ancang dan ketika dia mau maju.. puput anak cak bagong yang ada dibelakang togel mencabut pistol dan mengarahkan ke sandi..

[table id=Lgcash88 /]

Tiba – tiba bule berlari kearah sandi dan mendorongnya hingga jatuh.. lalu..

DOORRR..

Sebuah tembakan puput mengenai dada bule dan bule terkapar dengan dada mengeluarkan darah..

“MASS RENNDIIII..” teriak sandi yang terjatuh dekat bule dan sandi lalu mengangkat kepala bule dan disandarkan dipahanya..

DORRR.. suara tembakan lagi.. dan puput roboh dengan jidat yang bolong terkena tembakan dari satria..

Seketika pertarungan didalam gudang terhenti karena suara tembakan..

“BULEEEE..” teriak ku mendekati rendi yang tergeletak dipangkuan sandi..

“san.. kamu tuntas kan pertarungan malam ini.. HUEEEKKK..” ucap rendi kesandi dengan terbatah – batah dan dia langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya..

“mas jangan banyak bicara.. aku pasti bantai mereka.. aku janji..” ucap sandi dengan bergetar sambil menangis..

Aku pun jongkok dihadapan rendi..

“adamm.. cepat bawa bule kerumah sakit..” ucapku ke adam yang ada disebelahku..

“siap mas..” ucap adam dengan mata berkaca – kaca..

Dan kulihat disekelilingku semua penghuni pondok berkumpul dan mereka juga berkaca – kaca.. wajah lelah mereka berubah menjadi emosi yang meledak – ledak.. ya.. kami semua tidak terima dengan kondisi ini.. dimana salah satu panglima tempur kami roboh dengan sebuah tembakan.. BANGSAATTT..

Adam lalu menggotong rendi bersama bendu.. dan kulihat sandi berdiri dengan darah bule dikedua telapak tangannya.. dia lalu membasuhkan darah rendi kewajahnya.. matanya memerah, tubuhnya bergetar dan nafasnya naik turun dengan kencang.. bajingannn.. sandi terlihat murka sekali.. sama seperti waktu dirumah sakit ketika dia mendengar kabar ratih sakit kanker.. dia berjalan kearah togel dengan emosi yang meledak – ledak.. bangsaattt.. sandi sudah menggila.. dia bisa merobohkan siapa aja kalau sudah begini.. assuuu..

BUUUMMMM..

KRAAAKKKK..

#Cuukkk.. ini pesta kecil yang membesar.. asssuuu..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 46 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 46 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 45 ) | ( Part 47 ) Selanjutnya