. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 45 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 45

0
386

Part 45 – Pesta Kecil Yang Luar Biasa 2

[POV wawan] (digudang kedua)

Ngehe.. ini adalah pesta kecil yang luar biasa yang pernah ku ikutin.. selama lima tahun menjadi penghuni kos pondok merah, baru kali ini kami mengalami pertempuran yang gila.. lawan kami bukan lagi tikus rumahan tapi tikus jalanan yang handal, terlatih dan berpengalaman..

Dan superioritas kami dikampus – kampus kota ini diuji disini.. malam ini bagaikan malam ujian skripsi bagi kami.. kalau kami bisa melewati malam yang gila ini.. berarti kami siap dengan kehidupan nyata yang lebih keras dibelantara sana..

Malam ini aku berdiri didepan gudang kedua.. bersama mas adam, akbar, danis, bobby, surya si anak baru anggota keluarga kos pondok merah dan sepuluh anggota ilham codet..

“sudah siap..” kata mas adam dengan santainya sambil merokok kepada kami..

“ketika kaki kami sudah melangkah keluar dari kos – kosan, kami sudah siap mas.. dan malam ini untuk aku pribadi, aku ingin membantai mereka karena menganggangu bisnis ganjaku, dan yang lebih utama aku ingin membalas dendam ke mereka dari setiap tetes darah yang mengalir dari tubuh sandi dimalam itu..” kataku dengan emosi yang meluap – luap..

“betul wan.. aku juga begitu.. mereka sudah menggangu bisnis narkobaku.. tapi yang lebih bikin sakit hati aku, waktu aku mengingat sandi roboh didepan pintu kos – kosan dengan bermandikan darah..” kata mas adam menimpali ucapanku barusan..

“untuk keluarga kita yang tersakiti..” kata danis

“untuk bajingan yang berani mengusik ketenangan kos pondok merah..” kata akbar..

“untuk setiap tetes darah yang mengalir dari saudara kita..” kata bobby

“untuk setiap air mata yang mengalir dari saudara kita..” kata surya

“dan untuk kehancuran aliansi selatan..” kata salah satu anggota ilham..

“KITA BANTAI MEREKA MALAM INI..” kata mas adam dengan emosi yang menggelora..

“BANTAI..” kata kami semua sambil mengangkat tangan kiri terkepal diudara..

Mas adam lalu berbalik dan berjalan kearah pintu gudang.. dan kami mengikuti dari belakang.. dan ketika sampai dipintu gudang, mas adam lalu mendorong pintu itu yang tidak terkunci..

Didalam tampak puluhan orang sedang bersantai setelah mereka berpesta minuman dan narkoba.. jumlah mereka mungkin dua kali lipat dari kami.. dan mereka tampak terkejut dengan kedatangan kami.. kami lalu masuk semua kedalam gudang yang sangat besar ini.. bangssatt.. botol minuman dan sisa lintingan ganja berserakan.. bong dan jarum suntik juga berhamburan dimana – mana.. assuuu.. ini benar bener pesta namanya..

Mereka lalu berdiri semua dan menyebar didepan kami..

“wahhh.. ada tamu rupanya..” kata salah satu dari mereka..

Kami diam dan tidak menjawab..

“oh iya.. selamat datang dirumah kami yang sederhana ini.. namaku cimeng.. aku yang pegang kuasa digudang ini..” kata orang itu dengan santainya.. waww.. ini toh salah satu tangan kanan cak bagong.. ngeri juga dia.. wajahnya penuh tattoo dan rambutnya gondrong..

“kamu adam kan.. singa tua dari kampus teknik kita..?” kata cimeng sambil mengisap rokoknya..

Mas adam tidak menjawab.. dia hanya memandang cimeng dengan dinginnya..

“oh iya.. kamu sudah berapa tahun kuliah..? tujuh tahun ya..? kamu kuliah apa jadi satpam dikampus itu.. hahahahahahaha…” cimeng tertawa dengan keras dan disambut semua anggotanya didalam ruangan..

Bajingan orang ini.. jangan pernah menyingggung masalah kelulusan sama mahasiwa yang sudah kuliah diatas empat tahun.. itu sama aja kamu membangunkan macan yang lagi tidur.. assuu.. mas adam lalu maju dan menatap wajah orang itu dari dekat – dekat.. orang itu lebih tinggi dari mas adam.. dan mas adam sampai harus mendongakkan kepalanya ke atas.. orang itu menunduk dan melotot..

“bener – bener cari mati kamu ya..” kata orang itu.. dan

BUUHHGGGG…

Dia menanduk kepala mas adam.. mas adam coba menghindar tapi terkena pelipisnya.. saking kuatnya tandukan orang itu.. pelipis mas adam sampai berdarah..

Bangsat.. keras juga kepala bajingan itu.. mas adam sampai menunduk memegangi pelipisnya yang berdarah..

Dan ketika kami bersiap menyerang menyerang mereka.. mereka mengeluarkan golok dari pakaian mereka.. asssuu.. belum apa – apa mereka sudah cabut golok aja..

Aku mencabut pistolku dan mengarahkan ke mereka.. dua anggota ilham juga mengeluarkan pistol mereka.. cimeng pun menahan anak buahnya dan dia memamerkan pistolnya dipinggang..

“wow..wow.. rupanya kalian sudah mempersiapkan ini ya…? jadi gimana..? kalau pakai pistol sebentar juga selesai ini pertarungan..” kata cimeng dengan dinginnya..

“kita tangan kosong aja lebih seru kelihatannya.. masa kalian melawan anak kuliahn pake golok gitu..” kata mas adam sambil membersihkan darah dipelipisnya dan setelah itu memamerkan juga pistolnya dipinggang.,

“boleh.. aku suka itu.. memang pertarungan khas cara irawan jati itu lebih memacu adrenalin… hahahahaha.. taruh semua golok kalian..” kata cimeng ke anak buahnya..

Anjinggg.. rupanya dia mengenal juga gaya bertarungnya ayahnya sandi.. atau jangan jangan dia pernah jadi korbannya..

Merekapun meletakan senjatanya masing – masing.. dan aku menyimpan pistolku kembali.. sedangkan cimeng langsung menutupi pistol yang dipamerkan tadi dan pistolnya tetap dipinggang..

Kami semua saling menatap dan ..

“SERANG…” teriak cimeng ke anak buahnya..

Mereka pun berlari kearah kami dan kami menyambutnya dengan pukulan dan tendangan..

BUUUGGGHHH..

PAAAAKKKKKK..

BUUUGGGHHH..

PAAAAKKKKKK..

Pertempuran pun akhirnya dimulai.. mas adam langsung melanjutkan duelnya dengan cimeng..

Sedangkan kami langsung berhadapan dengan anggota lainnya.. kami harus menghadapi dua sampai tiga orang.. dan posisi mereka semua sudah sempoyongan.. assuu.. mereka kelihatannya mabuk parah semua ini..

Satu orang didepanku mencoba menendangku.. aku lalu mengindar kesamping lalu..

BUUUMMM..

Sebuah tendangan balikku mengenai mulut orang itu dengan telak.. dan dia langsung roboh..

Annjiinggg.. rasakan itu tendangan jawara betawi.. bangsat loe…

Karena terlalu senangnya aku ga sadar kalau aku sudah diincar salah satu anggota selatan dan…

BUUHHHGGG..

Dia menyapu kedua kakiku yang ga siap dengan serangan ini.. dan aku pun jatuh terduduk..

Bangsatt.. dua orang langsung menyerangku bersama – sama..

BUUMMM..

Satu tendangan salah seorang penyerangku dengan punggung kakinya mendarat diwajahku dan membuat aku rebah kebelakang dengan mulut yang berdarah.. dan aku pun terguling – guling kesamping kanan dan samping kiri..

Injakan dari mereka berdua aku rasakan dengan sakit yang luar biasa.. punggung kepala, perut, dada, paha dan lengan semua ga luput dari injakan mereka berdua.. kalau aku bertahan dalam posisi seperti ini, sama aja aku bunuh diri.. aku lalu memutarkan tubuhku sambil mengarahkan kakiku meyapu salah satu diantara mereka..

BUHHHGGG..

salah satu orang terjatuh..

dan satu orang lagi ketika akan menginjakku.. aku mengarahkan tendanganku kearah selangkangannya.. dan aku menginjaknya dengan sekuat tenaga dalam posisi terbaring..

BUHHHGGG..

“AARRRRGGHHHH…” dia melingking kesakitan.. aku sudah menginjaknya tepat di ‘peliharannya’.. matanya melotot seperti mau keluar.. dan dia langsung bersujud didepanku dan aku langsung menginjak wajahnya ..

BUUUMMMM..

Dia roboh kebelakang.. dan aku cepat berdiri dengan sempoyongan.. assuu.. biar mereka mabuk parah tapi kekuatan mereka masih luar biasa.. satu orang yang aku sapu tadi berdiri dan memasang kuda kuda nya sambil tangannya mengepal kedepan.. dia mengarahkan pukulan dengan tangan kanannya kewajahku.. aku menunduk dan

BUUHHHGG…

Uppercut tangan kirinya menghantam daguku dengan keras.. aku sampai terdorong kebelakang dengan keras.. dan kepala belakangku menghantam dinding belakang.. karena posisiku tersandar didinding dia menyerangku secara membabi buta.. aku melindungi kepalaku dari pukulannya.. dan dia mengalihkan pukulannya diperutku.. anjiinggg.. aku lalu mangapit kedua tangannya dan menanduk hidung dan mulutnya dengan kepalaku…

BUUHHHGG…

Dia langsung termundur kebelakang.. aku lepas apitanku kekedua tangannya dan dia secara reflek memegang mulut dan hidungnya yang berdarah.. aku lalu menghantam kepala samping dibagian kupingnya dengan keras..

BUUHHHGGG..

dia oleng kekanan lalu aku sambut dengan pukulan dimata kanannya dengan tangan kiriku..

BUUHHHGGG..

Dan ketika dia mau roboh kebelakang aku menginjak dadanya dengan keras..

BUUHHHGGG..

Dia roboh kebelakang sambil memuntahkan cairan dimulutnya dan mengenai pakaianku..

Bangsatt.. ini muntahan makanan sama minumannya.. anjing..

Aku lalu mendatanginya yang terlentang dengan mata yang melotot dan nafas yang berat.. aku lalu menginjak mulutnya yang telah menodai aku dengan muntahannya..

BUUMMMMM..

Aku menginjaknya tiga kali sampai dia tidak bergerak lagi.. assuu..

Aku lalu berjalan mendekati orang yang kuinjak wajah dan peliharaannya.. dia masih tertidur sambil memegang kemaluannya.. dan aku menginjak kepalanya dari samping..

BUUMMMMM..

Aku menginjaknya beberapa kali sampai darah menggenang disamping wajahnya dan dia sudah tidak bersuara dan bergerak lagi..

Didepanku anggota ilham menggila dengan menghajar masing – masing lawannya dengan brutal.. mereka tampak tidak mempunyai belas kasihan.. mereka menginjak dan mematahkan tangan dan kaki beberapa anggota aliansi selatan.. gila sadis cuukk..

[table id=Ads4D /]

[POV Akbar]

Assuu.. ini pertarungan paling berdarah yang pernah aku lihat dan aku ikuti.. dan ini dilakukan oleh semua anggota penghuni kos pondok merah, dan anggota ilham untuk sebuah nama ‘KEHORMATAN’.. kehormatan karena keluarganya disakiti, kehormatan karena bisnis keluarganya diganggu dan kehormatan karena harga diri keluarga dipertaruhkan.. dan untuk aku sendiri, belum pernah aku merasakan hidup diantara keluarga yang sangat istimewa ini.. keluarga pondok merah.. dan kalau demi keluarga ku ini, jangan kan darahku mengalir.. nyawapun aku pertaruhkan disini..

Aku berdiri dengan wajah yang telah mengeluarkan banyak darah.. mulut, hidung dan pelipisku berdarah karena aku sekarang berhadapan dengan tiga bajingan aliansi selatan.. dua orang didepanku sudah agak lemas karena aku sempat menyerang dengan pukulan, tendangan dan injakan ke mereka berdua.. dan mereka berdua tidak kalah bonyok dari aku.. tapi mereka masih bisa berdiri.. yang satu masih kelihatan bugar.. pukulan dan tendanganku masih belum terlalu mengefek pada dirinya.. kami berempat masih mengatur nafas masing – masing..

Dan kesempatan kali ini aku kugunakan untuk mengumpulkan tenagaku.. terus terang minuman yang diberikan ilham tadi membuat kondisiku cepat pulih.. gila minuman apa itu.. assuu..

Satu orang bugar tadi menyerangku dengan pukulan kearah samping kepalaku.. aku menunduk dan tangan kidalku langsung menghantam rahangnya dengan keras.. kepalanya langsung oleng kekiri.. dan aku menyambutnya dengan pukulan tangan kanan tepat diwajahnya sambil melompat..

BUUUMMMM..

Dia lalu roboh kebelakang.. dua orang yang sempoyongan tadi mencoba menyerangku barengan.. aku lebih siap menerima serangan mereka berdua.. aku menyapu kaki salah satu penyerangku.. dan ketika dia mau jatuh aku loncat sambil menginjak dadanya dan kubuat tumpuan untuk memukul temannya yang satu..

BUHHGGGG..

BUUUMMMM..

Dua orang roboh bersamaan.. satu terkena sapuan dan injakan didada.. dan yang satu terkena pukulanku dimata sebelah kiri dengan sangat kuat..

Aku mendatangi satu persatu orang yang kurobohkan..aku jambak rambutnya pakai tangan kanan dan.. aku hantam pakai tangan kidalku dengan sekuat tenaga..

BUUMMMM…

Tulang lunak Hidungnya langsung patah kedalam.. darah langsung muncart dari hidungnya mengenai tangan dan wajahku.. aku lalu berdiri dan kuinjak mulutnya sekuat tenagaku..

BUUMMMM…

Lalu aku menginjaknya dua kali diwajahnya..

Dan aku melakukan yang sama terhadap orang yang kedua.. dan khusus orang yang ketiga, orang yang paling bugar tadi.. aku menidurkan dengan wajahnya menghadap kelantai.. lalu aku injak kepala bagian belakangnya..

BUUMMMM…

Aku menginjaknya tiga kali sekuat tenagaku.. dan darah langsung menggenang memenuhi wajahnya yang tertelungkup dilantai..

Bangsaatt kamu semua.. kamu berani berada disisi orang yang menggangu keluargaku.. kuhabisi kau.. bajingan.. aku lalu membersihkan darah yang ada diwajahku.. dan tanganku..

Aku lalu mengambil rokokku dan melihat sekeliling..

Wuuu.. pertarungan ga kalah seru disajikan oleh anggota keluargaku yang lain..

Bajingann..

[table id=Lgcash88 /]

POP Danis

Ga pernah terlintas dibenakku kalau aku akan berada diposisi ini.. aku memang jagoan dikampung halamanku sana.. ga ada yang bisa mengalahkan aku.. walaupun mereka yang sudah tua – tua.. aku ga perduli.. waktu aku SMP aku mengahajar anak STM.. dan waktu aku STM aku sudah menghajar preman terminal ditempatku.. jadi ga da yang berani menganggu aku atau temanku disana.. tapi ternyata diatas langit masih ada langit.. dan dikos ini aku diajarkan untuk saling merendah dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki.. aku sadar dikos ini mereka semua lebih ganas dan buas bila bertarung diluar sana.. tapi di dalam kos mereka tidak pernah menunjukan kekuatannya.. yang ada hanya suasana keakraban dan persaudaraan yang kuat.. semabuk – mabuknya penghuni kos pondok merah.. mereka ga akan ribut dengan sesama penghuni kos.. asli.. aku mendapat banyak pengalaman berharga dikos ini..

Dan hari ini aku membuktikan sendiri dengan mata kepalaku sendiri.. semua penghuni kos pondok merah dan anggota ilham keluar menuju aliansi selatan untuk membumi hanguskan aliansi ini.. ini bukan main – main.. mereka ini bajingan yang terorganisir.. kejam dan tidak ada belas kasihan.. tapi kami, ga takut sedikitpun.. untuk keluarga pondok merah.. semua akan kami lakukan..

Dan aku sekarang berdiri sambil menginjak kepala satu orang anggota aliansi selatan yang sudah ga berdaya.. aku ga tau dia masih bernyawa atau tidak.. aku tadi sempat menginjak wajahnya beberapa kali dan aku tutup dengan menginjak batang lehernya pas di jakunnya.. busa bercampur darah keluar dari mulut bajingan ini..

Aku menarik nafas sambil membersihkan darah yang keluar dari mulutku.. didepanku masih ada dua orang yang menatapku tajam.. mereka ga terima temannya aku injak.. kondisi mereka pun sama denganku.. berdarah – darah..

“kalian maju kesini atau aku yang kesitu menginjak batang lehermu satu – satu..” ucapku sambil melambaikan tanganku kearah mereka.. aku sengaja memancing mereka maju supaya aku bisa membaca gerakan mereka..

“bangsatt..” teriak mereka berdua lalu maju bersama menyerangku.. mereka menyebar dan menyerangku dari dua posisi.. kanan dan kiri.. aku melihat posisi penyerang kanan dan sempat aku melirik penyerang dikiri.. aku menggertak orang dikanan.. dan aku langsung berbalik sambil melakukan tendangan balik menyerang yang dikiri.. dan mereka terkejut…

BUUUMMMM..

Tendangan balikku mengenai wajah orang yang disebelah kiri.. lalu aku putar badanku lagi dan kuarahkan pukulanku ke arah penyerang kanan dan pukulanku mendarat di antara mulut dan hidungnya…

BUUMMMM..

Dua orang tumbang bersamann.. sebelum yang dikiri bangkit aku menginjak wajahnya sampai dia tertidur…

BUUUMMM..

Dan dia tergelatak.. aku lalu mendatangi penyerang kanan yang aku pukul barusan dan dia tertidur sambil memegang hidung dan mulutnya yang berdarah… aku lalu menginjak dadanya dengan keras..

BUUGGHHH..

Dia sampai terbangun dan terduduk.. aku lalu menyambutnya dengan tendangan di wajahnya..

BUUUMMMM..

dia rebah dengan kepala belakang menghantam lantai dengan keras… matanya langsung melotot.. darah keluar dari hidung dan mulutnya dengan deras.. dan aku mengakhiri serangan ku dengan menginjak batang lehernya..

BUUGGHHH..

Badannya mengejang dan nafasnya mengorok.. lalu tidak bersuara…

Aku lalu mendatangi penyerang kiri yang terlentang akibat aku menginjak wajahnya tadi.. rupanya dia sudah ga berdaya dan matanya sayu menatapku..

“kamu berdiri dikelompok yang salah.. bangsatt..” aku lalu menginjak batang lehernya dengan kuat..

BUUGGHHH..

Matanya lansung melotot.. dan aku injak lagi wajahnya sekali..

BUMMMMM..

Dia tidak bersuara hanya tubuhnya yang bergetar.. lalu diam tidak bergerak..

Setelah itu aku mengelap darah yang ada diwajahku.. bangsat.. bonyok juga aku… assuuu..

[table id=iklanlapak /]

[POP Bobby]

Persaudaraan macam apa ini.. apa aja bisa dilakukan.. ga perduli kamu siapa.. kalau kamu sudah menyentuh aku dan saudaraku kau pasti akan kubuat terkapar.. mungkin ini yang kuambil pelajaran dari para pendahuluku di kos pondok merah.. dan aku bahagia bisa disini.. pemabuk, bajingan, tukang berkelahi atau apapun julukan mereka kepada kami.. terserah mereka bicara apa.. yang penting jangan kau sentuh aku dan saudaraku atau mereka mau cuman lewat didunia ini.. assuuu..

Berbekal semangat kebersamaan dan persaudaraan.. malam ini aku berdiri digudang ini dan aku sudah ga perduli dengan nyawaku sendiri.. aku tau yang kami hadapi bukan sembarang orang.. mereka bajingan kelas kakap.. tapi persetan dengan mereka selagi mereka masih makan nasi.. berarti masih bisa kami tumbangkan.. sekuat apapun itu mereka..

Nafasku naik turun.. darah mengalir dari pelipisku.. dan itu makin membuat aku emosi.. aku harus menggila malam ini.. aku harus membuat darah tiga orang didepanku ini menggenang dilantai bagunan tua ini, sebagai persembahan penghuni gaib gudang tua yang melihat aksi kami dari tadi..

Satu orang maju dan ketika akan memukulku aku menghindar kesamping dan aku layangkan pukulan kiriku keperutnya..

BUUGGHHHH..

Wajahnya langsung condong kearahku karena kuatnya pukulanku.. dan kuayunkan pukulan kananku kewajahnya dengan keras..

BUUGGHHHH..

Dia terpelanting kebelakang.. dengan kepalanya membentur lantai dengan keras..

Satu lagi maju menendangku dari arah depan.. dan aku bergeser sedikit..aku tangkap pahanya dan kuangkat tinggi – tinggi sampai dia jungkir balik kebelakang.. lalu aku injak wajahnya dari samping..

BUUUMMMM..

Dan aku ulangi sampai tiga kali.. lalu aku tendang wajahnya yang terkapar dilantai dan menoleh kerah kanan dengan sekuat tenaga..

BUUUMMMM..

Darah langsung berceceran dilantai..

Tinggal satu musuhku yang berdiri.. dia agak grogi melihat kondisi temannya yang terkapar.. dia menyerangku agak ragu dengan tangan kanannya.. dan aku sempat menangkapnya.. lalu aku pukul wajahnya dari samping..

BUUUGGHHH..

dan aku lepaskan pegangan tangannya.. dan dia roboh.. aku lalu menunduk dan menginjak dadanya lalu kutarik tangan kanannya sambil menegakkan tubuhku.. dan aku memutarnya dengan sekuat tenaga..

KRAAKKKK…

Dan aku memutarnya lagi

KRAAKKKK…

“AAAAAARRRGGGGG..” dia berteriak setelah aku memutar tangannya sampai patah dan menjuntai..

Kuinjak mulutnya supaya dia tidak bersuara lagi..

BUUUMMMM..

Dan aku ulangi sekali lagi tepat dihidungnya..

BUUUMMMM..

Selesai.. hiuuffttt.. aku lalu melihat sekeliling.. kulihat surya lagi bertarung dengan dua orang sekaligus.. bengis juga anak baru anggota kos ku itu.. ga salah kalau dia masuk dikeluarga besar kami..

[table id=AdsTbet /]

[POV Surya]

Bajingan.. baru juga dilantik jadi anggota kos pondok merah yang tersohor dikampus.. aku malah terlibat dalam pertempuran yang gila ini.. assuu… aku anak SMA dan tawuran yang paling gila cuman tawuran lawan anak STM, sekarang malah menghadapi bajingan super sadis.. bukan satu tapi langsung dua.. dan aku yang biasa belajar organ dalam tubuh seperti apa di IPA, sekarang malah aku harus menghajar organ dalam tubuh manusia – manusia bangsat yang ada didepanku supaya dia terkapar.. apa ga gila..? tapi apapun resikonya aku sudah masuk dikeluarga besar kos ini.. dan aku harus membuktikan bahwa aku memang pantas berdiri bersama bajingan – bajingan kos pondok merah.. kok bajingan..? berarti aku juga bajingan dong.. assuu..

Dan satu yang membuat aku heran dengan diriku sendiri.. kenapa aku bisa senekat dan seberani ini..? dan dapat dari mana aku kekuatan ini..? masa pengaruh dari minuman si ilham brengsek itu.. bajingan’og.. aku merasa memang ada yang lain dari racikan arak yang kami minum bersama itu.. rasanya itu pahit luar biasa dan ketika sudah masuk ditenggorokan dan mengalir kesel darah.. itu rasa panasnya gila.. dan emosi langsung membakar dikepala.. percaya ga percaya terserah.. tapi itu yang aku rasakan..

Okelah.. sekarang waktunya aku membalas dua orang bangsat didepanku ini.. cukup sudah luka dan darah yang mengalir diwajahku.. dan cukup sudah wajah gantengku ini babak belur.. gantian ya.. kalian yang akan kubuat babak belur.. assuuu..

“kamu maju dulu.. dia terlalu mudah dilawan.. aku tak rokokan dulu..” kata temannya lalu menyuruh salah satu temannya maju..

Assuu’i.. dia ini menghina, meremehkan atau membully aku..?? bajingaann.. hanya teman – temanku aja yang bisa dan boleh membullyku.. kamu jangan ikut – ikut.. itu berat.. kamu pasti kubuat lewat..

Satu orang maju dan menyerangku dengan pukulan kanan dan kirinya.. aku melindungi kepalaku.. dia terus memukulku sampai aku terdesak.. dan aku masih bertahan dengan serangannya.. aku masih mencari celah untuk membalasnya.. dan ketika serangannya sudah mengendor.. aku menunduk lalu memutar tinjuku dari atas dan kuarahkan tepat di hidungnya..

BUUUUMMM..

“ASSUUUUU..” dia berteriak dan mundur kebelakang sambil memegang hidungnya.. setelah itu aku memukulnya berulang – ulang dipelipis dan rahangnya berkali – kali

BUHHHGGG.. BUHHHGGG.. BUHHHGGG..

Sampai dia terjatuh..

aku lalu memegang kepala belakangnya dan kuadu wajahnya dengan lututku..

BUUUUMMM.. BUUUUMMM.. BUUUUMMM..

Lalu aku tarik rambutnya dan membanting kebelakang dengan keras sampai kepala belakangnya membentur lantai dengan keras..

BUUHHHGGG..

Temannya langsung kaget dengan seranganku yang membabi buta terhadap kawannya.. dia memukulku dengan tangan kanan dengan keras, aku lalu menangkisnya.. dan tinjuku kuarahkan tepat dibatang lehernya..

BUUUHHGGG..

Dia lalu termundur sambil memegang lehernya.. nafasnya sesak.. dan disampai berlutut menahan sakitnya.. dan aku mengarahkan tendangan lurus memakai telapak sepatuku tepat diwajahnya..

BUUUMMM..

Dia terhempas kebelakang dengan keras.. dia terlentang.. aku lalu loncat dan

BUUUMMM..

Lututku menghantam hidungnya sampai masuk kedalam dan darahnya mengecap dilutut celana jeansku.. dan aku membiarkan dia menikmati rasa sakitnya.. aku menuju ketemannya yang satu.. aku belum puas dengan dia yang tertidur dilantai..

Aku tengkurapkan dia dilantai dan wajahnya aku hadapkan kesamping.. aku perbaiki seolah – olah ingin mengambil tendangan pinalti.. setelah itu punggung kakiku kupaskan dihidungnya.. aku mundur mengambil ancang – ancang.. lalu maju dan..

BUUUMMM..

KRETAKKK..

aku menendang wajahnya tepat dihidung dengan sekuat tenaga sampai kepalanya terdanga keatas.. dan darah mengalir dengan derasnya dari hidung dan mulutnya..

aku lalu mendatangi lagi orang yang terkena lututku barusan.. aku melihat dia masih mengejang dengan terlentang.. aku lalu berlari dan mengarahkan tendanganku kearah samping kepalanya tepat didaerah kupingnya..

BUUUMMM..

KRETAKKK..

Cuukkk.. apa lehernya patah..?? assuu.. aku lihat dia sudah ga bergerak lagi..

Hiuuuffttt.. selesai sudah tugasku membantai musuh – musuhku saat ini.. aku berdiri dan menoleh kesamping.. duel antar mas adam dan cimeng tersaji dengan sengitnya..

Dan aku lihat cimeng sudah terdesak dan dia mencabut pistolnya lalu

DOR…

[table id=AdsLapakPk /]

[POV Adam]

Mungkin ini pertarungan terakhirku sebelum aku lulus kuliah.. jadi aku harus mengeluarkan semua kemampuan terbaikku untuk membantai anggota alainsi selatan.. aku harus meninggalkan kesan yang baik bagi para penerusku dipondok merah.. sibangsat cimeng itu juga baru menyinggung tentang aku yang ga lulus – lulus.. bajingan.. itu sensitive banget bagiku coookk.. assuuu..

Tandukan kepalanya yang keras sempat membuat pelipisku sobek..

Dan sekarang aku harus menghadapi cimeng dan dua anggotanya bersamaan.. mereka menyerangku barengan.. pukulan dan tendangan diarahkan ketubuhku yang gempal ini.. dan aku masih tetap berdiri menahan serangan mereka yang bertubi – tubi.. bajingan..

aku lalu membalas satu pukulan kesalah satu penyerangku

BUUMMM..

Sebuah pukulanku mengenai matanya dan dia langsung mundur memegangi matanya sambil menunduk.. tinggal dua orang.. dan pukulanku yang kedua kuarahkan kedagu cimeng.. karena posisinya dia lebih tinggi dari aku dia sempat menghindari kebelakang dan pukulan meleset justru mengenai hidungnya dari bawah..

KRAAKKK…

Cimeng lalu roboh kebelakang dengan hidungnya yang patah dan berdarah.. dia terguling – guling dilantai..

Tinggal satu anak buah cimeng.. dia terus memukulku dan aku menunduk sambil menghindari pukulannya.. sampai pada saat aku mendapat celah membalas..

Aku pukul dadanya dengan tinjuku yang sangat keras..

BUUHHGGG…

Dia termundur kebelakang.. aku tidak memberinya kesempatan bernafas.. aku menginjak lutut kirinya dengan keras..

KREETAKKK…

Aku lalu loncat dan mengarahkan pukulanku ke rahangnya..

BUUHHGGG..

Dia langsung roboh kekanan.. dan aku menutup dengan tendangan diwajahnya dengan kaki kiri..

BUUUMMMM..

Dia tergeletak dan tidak bangun lagi..

Aku mendatangi anggota cimeng yang aku pukul matanya tadi.. darah aku lihat mengalir dari matanya.. ntah matanya buta atau gimana.. yang jelas dia melihat dengan mata satu yang selalu berkedip.. aku lalu menjambak rambutnya.. dan..

BUUHHGGG.. BUUHHGGG.. BUUHHGGG..

Aku pukul wajahnya sekuat tenaga dan berkali – kali.. lalu aku banting kepalangnya dengan wajah menghadap kelantai dengan keras..

BUUMMMM…

Dan aku akhiri dengan injakan dikepala belakangnya..

BUUHHGGG..

Assuuuu…

Aku lalu berjalan kearah cimeng yang sudah berdiri dengan darah yang mengalir dari hidung dan memenuhi mulutnya.. matanya memerah.. ntah menahan sakit atau emosi.. dia lalu menyerangku dengan injakan didada tapi aku aku bisa mengindarinya kesamping kiri.. dan ketika kakinya sudah menyentuh lantai.. aku mengarahkan pukulanku ke hidungnya lagi dengan tangan kanan sekuat tenagaku…

BUUMMM…

Wajahnya terdongak keatas dengan darah yang memuncrat lagi dari hidungnya sampai mengenai wajahku…

Dia tidak roboh.. dan dia langsung menutup hidungnya dengan kedua tangannya.. aku mengumpulkan sisa tenagaku untuk menyerangnya kembali..

Dan ketika aku mau menyerangnya cimeng meraih sesuatu dipinggang.. bangsat.. dia mengambil pistolnya.. ketika dia mengarahkan ke aku, aku lalu merebutnya… cimeng tetap mempertahan kan pistol ditangannya sekuat tenaga..

Saling rebut pistol terjadi diantara kami.. pistolnya sudah mengarah didadaku.. aku menahan jari telunjuknya supaya tidak menarik pelatuknya dengan jempolku.. tatapan kami beradu dengan tajam.. saking dekatnya wajah kami, darah dari hidungnya sampai menetes kewajahku.. bangsat..

Aku lalu menanduk hidungnya dengan keningku..

BUUHHGGGG.. kepalanya kembali mendanga ke atas.. dan aku merebut pistolnya.. lalu..

DORRR…

Pistolnya kuarahkan kedagunya dan meletus sampai menembus diubun – ubunnya.. cimengpun langsung ambruk kebelakang dengan terlentang..

Bangsattt.. selesai juga akhirnya…

Aku lalu jongkok dan membersihkan pistol cimeng dengan kaosnya lalu aku letakan ditangan kanan cimeng..

Dan aku berdiri lagi lalu membersihkan darah diwajahku.. assuu.. pelipisku bengkak sampai menutupi mataku sebagian.. bajingan..

Aku berdiri dengan tegak.. tanganku merentang kebawah.. aku dangakkan kepalaku keatas dengan mata yang terpejam lalu menarik dalam – dalam nafasku.. aroma amis darah diruangan ini membuat kepalaku melayang dan aku menikmati ini semua.. hiiiuuuufftttt… haaaaa…

Aku kembali bergairah untuk melanjutkan pertempuran.. aku membuka mataku dan kuambil rokokku dikantong lalu membakarnya.. setelah itu aku mendatangi teman – teman yang telah membantai lawannya masing – masing..

“gimana.. anggota aman semua..?” tanyaku ke teman – teman sambil menikmati rokokku..

“dari pondok merah aman..” kata wawan yang juga menghisap rokoknya..

“dari T3 aman juga mas..” sahut salah satu anggota ilham kepadaku..

“bagus.. sekarang kita keluar dan kita ke gudang tiga menyusul mas pandu..” ucapku dan melangkah keluar meninggalkan gudang yang sudah kami taklukkan orang – orangnya..

Dan ketika kami keluar gudang kami melihat dari arah gudang satu kelompok mas arief keluar dan menuju mobil mereka.. assuuu.. mereka juga sudah selesai dengan pestanya.. aku lalu berhenti didekat mobil kami..

“ntar.. kita tunggu mas arief sama yang lain..” kataku ke teman – teman..

Ketika mobil mas arief berjalan mendekati kami.. aku pun berjalan kepinggir jalan..

Mas arief menghentikan mobilnya.. dia membuka kaca samping.. dan wajah bung toni langsung muncul sambil tersenyum.. bung toni duduk disamping mas arief yang menyetir.. cukkk.. wajah bung toni juga babak belur.. pelipisnya bengkak, hidung dan mulutnya juga tampak bekas darah yang dibersihkan…. assuu..berarti lawan mereka juga sadis…

“gimana dam..” teriak mas arief dari dalam mobil dan menurunkan kacanya bagian samping..

cuukkk.. mas arief juga babak belur.. wedaannn.. ini pertempuran yang sangat luar biasa..

jarang loh kulihat mas arief dan bung toni babak belur gini.. assuu..

“aman mas.. sudah kami bantai semua didalam.. hehehe..” ucapku sambil memegang mata yang bengkak..

“asssuu.. kenapa matamu itu..” kata mas arief..

“anu mas.. kesenggol nenen janda didalam…” kata ku bercanda..

“cuuukkk.. hahahahaha..” kata mas arief sambil tertawa..

“ayo kita nyusul mas pandu..” kata mas arief lagi..

“siap…” ucapku..

Aku lalu masuk ke mobil dan yang lain menyusul.. kami mengikuti mobil mas arief dari belakang menuju gudang tiga..

Ketika sampai didekat gudang tiga, suasana kelihatan sangat mencekam sekali.. mas arief menghentikan mobilnya dan kami berhenti dibelakangnya.. dan kulihat bung toni langsung keluar dan berlari kearah gudang tiga.. dia lalu menghajar siapa aja yang terlihat dihadapannya dengan tinjunya yang luar biasa.. assuu..

Teman – teman yang ada dimobil mas arief dan mobilku serta mobil anggota ilham juga langsung keluar menyusul bung toni yang mengamuk didepan..

“aassuu.. ditinggal aku..” aku lalu memarkirkan mobil dan keluar mobil..

Mas arief juga baru keluar mobil dan ngedumel..

“assuu.. arek – arek iku.. ditinggal awak dewe..” (anj*ng anak – anak itu.. ditinggal kita..) kata mas arief berjalan beriringan bersamaku..

“ini mobil cak maji ya mas..?” tanyaku yang tidak menghiraukan omelan mas arief barusan sambil menunjuk sebuah mobil..

“iya kelihatannya..” ucap mas arief singkat..

“berarti pestanya menggila didalam mas..” kataku lagi..

“hem..” ucap mas arief..

Cuuukk.. didepan gudang banyak sekali orang bergelimpangan dengan berdarah – darah.. dan dari dalam gudang terdengar jerit orang yang kesakitan dan suara pukulan yang memekakan telinga.. assuu.. gila.. bangsatt..

Dan ketika kami sampai didepan pintu gudang, kami berhenti sebentar lalu saling menoleh.. jiancoookkk.. ini pesta yang paling mengerikan yang pernah kami lihat..

“tunggu apa dam..?” tanya mas arief sambil menatapku..

“assuu.. aku ga mau ketinggalan mas…” kataku lalu menghadap kedepan dan berlari kedalam gudang… dan disusul mas arief…

BUUUMMMM…

 

#Cuukkk.. lagi – lagi pesta kecil ini mengairahkan.. assuuu..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 45 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 45 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 44 ) | ( Part 46 ) Selanjutnya