. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 44 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 44

0
396

Part 44 – Pesta Kecil Yang Luar Biasa 1

#Pukul 17.00

Kami semua telah berkumpul diruang tengah.. dan sekarang jumlah keluarga besar kos pondok merah berjumlah 18 orang.. dalam sehari ini kami ketambahan empat orang.. mereka adalah satria, yuda, aldo dan surya.. aku sempat bertanya ke mas pandu apa alasannya menerima tiga orang terakhir yaitu para sahabatku.. terus terang kalau alasannya yang ga jelas, aku ga enak sama penghuni yang lain..

“mas.. untuk satria aku bisa paham kenapa bisa diterima dikeluarga besar kos kita ini.. tapi kalau tiga sahabatku itu gimana mas..? mereka diterima bukan karena factor kedekatan dengan aku kan..? aku ga enak sama teman – teman yang lain..” tanyaku berbisik dengan mas pandu..

“emang aku sebodoh itu nerima orang sembarangan jadi keluarga kita.. aku sudah membicarakan dengan bule masalah ketiga temanmu yang mengong (gila) itu.. dan bule rupanya sudah dapat masukan dari teman – teman yang lain.. mereka semua salut dengan rasa kesetiakawanan kalian..”

“jadi jangan dipikir kos pondok merah cuman kumpulan orang yang berotot dan bernyali saja.. tapi disini juga harus mempunyai jiwa persaudaraan yang ga bisa diukur oleh apapun.. dan kami semua melihat itu di tiga temanmu yang gila itu.. mereka pantas menjadi anggota keluarga besar pondok merah..” ucap mas pandu berbisik kepadaku..

“hiuuffttt.. makasih mas.. aku lega dengar penjelasan sampean..” ucapku ke mas pandu..

“santai aja san.. aku tau kok, kamu juga ga mungkin bergaul dengan sembarang orang.. orang yang bergaul sama kamu pasti punya ke istimewaan sendiri..” ucap mas pandu sambil menepuk pundakku pelan..

“ehemmm… jadi gimana rencana kita malam ini..?” tanya mas adam yang mengagetkan kami semua…

“oh iya.. kita harus susun rencana pestanya.. jangan sampai kita cuman nyetor darah aja kesana..” kata mas pandu..

“kamu tau kondisi didesa utara sat..?” tanya mas rendi ke satria..

“iya mas.. aku beberapa kali kesana ngambil motor temanku yang dicuri oleh mereka.. dan aku mengenal beberapa orang disana..” kata satya..

“bagus kalau gitu.. sekarang kamu cerita tentang kondisi dan situasi desa utara sekarang….?” ucap mas pandu..

“ntar dulu mas.. aku mau cerita.. tapi tolong TM nya jangan berhenti..” kata satria sambil melirik ke bung toni..

“cukimai ini.. ko sindir saya lambat putar minuman kah..?” ucap bung toni sambil melotot..

“bukan begitu maksudnya bung.. mungkin karena bung terlalu focus dengan pembicaraan, makanya bung agak telat mutar minumannya..” ucapku coba menenangkan bung toni yang melotot..

“oh iyo.. betul juga ko san.. ko memang pengertian sama torang.. jadi ini ko minum dulu baru yang lain..” kata bung toni menuangkan minuman segelas penuh dan diserahkan kepadaku..

Cuukk.. malah aku yang kena penalty.. bajiangan’i.. aku lalu mengambil minuman dari bung toni.. dan setelah itu, putaran minuman dilanjutkan ke teman – teman yang lain..

“oke.. saya mulai cerita ya.. informasi pertama dari saya.. markas mereka..” ucap satria terpotong ketika pintu kos kami terbuka.. dan disana sudah berdiri seseorang dengan gaya tengilnya….

“halo penghuni kos pondok merah.. ketemu lagi dengan saya ilham.. manusia terganteng setelah mas sandi.. hahahahahaha..” kata ilham codet dengan tertawanya yang jelek..

“assuuu.. jangan berisik kamu ham.. masuk sini..” kata mas pandu dengan keras..

Ilham pun masuk keruang tengah dengan santainya.. lalu menuju ke mas pandu..

“iya.. iya lek.. jangan marah to.. masa sama keponakanmu yang unyu-unyu ini kamu marah sih lek..?” ucap ilham dengan dibuat seimut mungkin..

“assuuu.. mukamu loh ham.. njiji’i kalau gitu..” ucapku ke ilham..

“mas jahat..” kata ilham dengan manjanya ke aku..

“assuuu..” teriak kami semua bersamaan..

“hahahahahaha..” ilham pun tertawa lagi dengan keras..

“diam kamu ham.. ketawamu itu merusak pendengaran aja..” kata mas pandu..

“iya.. ketawanya seperti iblis.. assuu..” ucapku..

“hehehehe.. iyo.. iyo.. maaf..” kata ilham lalu mengambil rokok mas pandu dan menghisapnya..

Memang ilham ini manusia paling cuek yang aku kenal dan dia cuek dengan semua orang.. dan setauku kalau masuk rumah orang yang dikenalnya, dia biasa aja dan dianggap seperti rumahnya sendiri, walaupun tidak disuruh masuk sama yang punya rumah dia tetap nyelonong.. memang asu’og dia ini..

“ngapain kamu kesini ham..?” tanya mas pandu..

“mau ikut pesta sampean lah.. masa aku ditinggal.. bajingan’og..” kata ilham langsung duduk disebelah mas pandu..

“tau dari mana kamu tau kalau kita mau pesta..?” tanyaku..

“ilmu kanuraganku ini sakti mas.. aku bisa mengetahui apapun yang kalian lakukan walaupun tidak kalian ungkapkan kepadaku..” kata ilham dengan sombongnya..

“asssuuu..” jawabku berbarengan dengan mas pandu..

“hahahahahaha..” ilham tertawa lagi dengan keras..

“woi codet.. emang kamu masih bisa berkelahi..?” kata satria ke ilham..

assuu.. cuek sekali satria manggil ilham codet.. dia ga tau apa, kalau ilham ini dipanggil codet bisa ngamuk terus disentil itu peliharaanmu..

“jancookkk.. ngapain dia disini mas..?” kata ilham ke aku sambil menunjuk satria..

“loh kalian saling kenal..?” tanyaku..

“ya kenal lah.. dia dulu satu kamar waktu pendidikan di dalam sama aku..” kata satria..

Bajingan ternyata ilham pernah juga disel.. assuu.. kok ga pernah cerita sama aku manusia satu ini ya..?

“cuuukkk.. ternyata dunia ini masih sempit.. sesempit bokong surya kalau nahan kentut..” kata aldo bersuara..

“berarti kalau ga nahan kentut, lebar dong bokongnya..?” ucap mas wawan

“banget mas..” kata yuda bersuara..

“aassuu.. aku diam aja dari tadi kok dibully.. bajingan’i..” kata surya..

“hahahahaha..”

“sudah sur.. mendingan kamu diam.. dari pada kamu bersuara, nanti dipake sama ilham loh..” kata mas adam..

“assuu…” ilham dan surya memaki barengan..

“hahahahaha..” kami semua tertawa lagi..

Cuukkk.. aku tau semua tertawa supaya menghilangkan ketegangan diantara kami..

“sudah – sudah.. kita atur rencananya sekarang..” kata mas pandu

“satria.. lanjutkan penjelasanmu tadi..” kata mas rendi..

“oke mas.. ini ga ada yang motong lagi kan penjelasanku…?” kata satria sambil memandang kekami semua..

“sudah jangan ko terlalu banyak kata penghantar.. langsung intinya..” ucap bung toni..

“iya.. iya bung.. sensitif banget sama aku..?” kata satria ngedumel

“cukimai ini.. ini ko minum dulu..” kata bung toni sambil menyerahkan segelas penuh ke satria..

Bajingan.. kapan ini ceritanya.. kok mbulet aja dari tadi..

“crutt…” kata satria ngedumel lalu mengambil minuman dari tangan bung toni dan langsung meminumnya.. setelah itu satria membakar rokok dan menghisapnya..

“oke.. aku mulai cerita ya..” kata satria..

“informasi pertama.. markas mereka ini dipinggir desa.. kenapa dipinggir..? karena sebagian orang desa utara ga suka dengan sikap premanisme sebagian masyarakat yang lain.. jadi supaya ga menimbulkan keributan.. mereka menjadikan bangunan gedung tua dipinggir desa sebagai markas.. dan bangunan itu jauh dari permukiman warga sekitar..”

“informasi kedua.. markas mereka terbagi menjadi tiga bangunan.. bangunannya besar – besar karena bangunan itu bekas peninggalan jaman belanda.. sepertinya dulu itu gudang tempat penyimpanan hasil panen masyarakat sekitar.. jaraknya ga begitu jauh hanya sekitar seratusan meter antar bangunan..”

“markas pertama, tempat penyimpanan sepeda motor, mobil dan barang – barang elektronik hasil curian.. disini mungkin sekitar tiga puluh sampai lima puluh orang anggota mereka yang stand by..”

“markas kedua, tempat menyimpan segala jenis narkoba dan tempat mereka berpesta narkoba.. kalau disini anggota mereka yang stand by kurang lebih aja sama gudang yang pertama..”

“dan markas ketiga tempat berkumpulnya bajingan – bajingan desa utara dan aliansi selatan yang ada dikota ini.. dan disini paling banyak orangnya.. karena pusat mereka berkumpul di gudang tiga ini..”

“informasi ketiga.. ini yang penting.. pimpinan mereka namanya cak bagong.. cak bagong ini punya anak namanya puput, puput dan anak buahnya yang mengeroyok sinyo sampai koma dijalan sepi waktu itu.. puput ini sempat koma juga kemarin, waktu sinyo menginjak kepalanya dijalan.. tapi sekarang dia sudah sadar dan dia sebenarnya ingin balas dendam sama sinyo.. katanya tinggal tunggu waktunya aja..” ucap ilham sambil melirikku

“cak bagong ini punya empat tangan kanan yang raja tega dan kejam banget.. namanya cimeng, copet, begal dan gondes.. dan satu orang kepercayaannya cak togel.. dan mereka semua kalau sudah dapat mangsa pasti langsung dihabisi tanpa ampun dan mayatnya dibuang dilaut selatan..”

“mungkin itu dulu informasi dari aku mas..” kata satria sambil melihat ke mas pandu dan mas rendi..

“cuuukk.. ga percuma aku ngelatih kamu waktu didalam sat.. ternyata ilmu intelejenmu meningkat pesat..” kata ilham codet dengan santainya sambil menghisap rokoknya..

“assuuu..” ucap satria sambil melirik ilham..

“hehehehehe..” jawab ilham tertawa sambil mengacungkan dua jari ke satria..

“ngeri juga calon lawan kita malam ini ya.. kira – kira siapa terkuat diantara keempat tangan kanan cak bagong..?” tanya mas wawan..

“mereka kuat – kuat mas.. tapi diantara keempat tangan kanan cak bangong yang terkuat adalah..” ucap satria yang terpotong

“gondes..” kata mas pandu..

“bagaimana sampean tau mas..?” kata satria

“gondes itu dulu satu angkatan sama aku.. dia anak kampus teknik kuru.. aku dulu sempat duel sama dia.. dia memang kuat.. waktu itu kami sama – sama tumbang.. dan setelah kejadian itu dia menghilang ga melanjutkan kuliah.. ternyata sekarang dia malah ada di desa utara..” kata mas pandu..

“iya mas.. itu baru tangan kanannya.. belum lagi cak togel orang kepercayaannya cak bagong.. dia pembunuh bayaran..” kata satria sambil menghisap rokoknya..

Assuuu.. ngeri – ngeri lawan kami malam ini.. tapi justru ini yang buat aku penasaran..

“cuuukk.. ini akan jadi pertarungan yang luar biasa bagi anak kos pondok merah..” kata mas arief..

“oh iya.. satu lagi.. jumlah mereka sangat banyak.. mungkin tiga atau empat kali lipat jumlah kita didalam ruangan ini.. atau malah bisa lebih banyak lagi.. “ kata satria dengan serius..

“jadi gimana..? dengan kekuatan kita yang segini..? apa kalian ragu setelah mendengar penjelasan dari satria..?” kata mas pandu kekami..

“cukimai.. justru ini jadi tantangan tersendiri buat kami mas.. dan sa suka tantangan..” kata bung toni lalu menuangkan segelas penuh TM dan dia meminumnya.. setelah itu dia tersenyum dengan bengisnya… bajingan.. ngeri juga ko bung..

“aku sudah ga sabar mas.. aku bosan berkelahi dengan tikus – tikus rumahan.. saatnya aku menghajar tikus – tikus jalanan..” kata mas rendi ke mas pandu lalu melirikku.. cuukk.. kata – kata ini akhirnya keluar lagi dari mas rendi..

“kita bantai mereka malam ini..” kata mas adam dengan semangatnya sambil mengangkat tangan kiri yang terkepal keatas…

“SEPAKATTTT..” teriak kami bersama sambil mengangkat tangan kiri kami yang terkepal keatas..

Cuuukkk.. merinding aku mendengar semangat dari semua orang diruangan ini.. ga ada ketakutan sama sekali diwajah kami semua..

“apa kita tangan kosong kesana mas..? kita posisinya menyerang markas mereka loh.. pasti disana banyak senjata, baik senjata tajam atau senjata api.. ” kata satria kali ini dengan serius.. dan kali ini membuat ketegangan semakin meningkat diruangan ini..

Cuuukk.. bener juga kata satria ini.. ini bukan sekedar perkelahian biasa seperti yang kami lakukan dikampus ataupun pada saat kami menyerang kampus lain.. ini jaringan bajingan yang terorganisir.. ga mungkinkan mereka ga punya senjata.. apa kita mau mati konyol disana..

“ini memang bukan pertarungan biasa.. dan kami punya ini..” kata mas pandu lalu mengeluarkan senjata dibalik punggungnya.. dan diletakkan dimeja.. mas arief, mas adam, mas rendi, mas wawan, mas bendu dan bung toni mengeluarkan senjata mereka masing – masing dan diletakkan diatas meja juga.. cuukk ini pistol.. assuu dapat dari mana mas pandu dan yang lain senjata seperti ini..?

“mas ini serius..? keluarga kita kan ga pernah pakai senjata begini kalau ada pertempuran..? jangankan senjata api.. senjata tajam aja hina kita gunakan dalam pertempuran..? ayahku juga tidak pernah mengajarkan aku menggunakan senjata mas.. walaupun sebenarnya dulu aku pernah memakai senjata tajam pada saat aku menikam musuh yang membunuh sahabatku..” ucapku ke mas pandu dengan serius..

“terus dari mana sampean – sampean dapat senjata ini mas..?” tanyaku lagi..

“san.. ini senjata diberikan oleh cak gito.. pada saat aku berangkat kuliah kekota ini.. tahun – tahun itu kota ini masih terlalu keras.. perkelahian antar genk masih merajalela.. penculikan dengan mobil itu biasa.. dan orang – orang yang diculik pasti akan sekarat atau bahkan mati.. yang sekarat akan dibuang dijalan yang sepi dan kalau yang mati bisa dibuang dilaut atau dimana saja yang penting tidak tercium siapapaun.. untuk arief, adam, rendi, wawan, bendu dan bung toni bisa mempunyai senjata ini karena mereka punya bisnis yang mengharuskan mereka punya senjata untuk menjaga diri dari hal yang ga diinginkan.. tapi tenang aja kami ga akan menggunakan senjata ini sembarangan.. terkecuali terpaksa..” kata mas pandu dengan tatapan tajam kepadaku..

“senjata api dan senjata tajam itu biasa digunakan oleh keluarga besar kita.. bisnis keluarga kita ini bisnis gelap.. ga selamanya tradisi tangan kosong desa kita dipakai didunia hitam.. dan kelompok yang bersebrangan dengan kita, mereka memakai senjata juga.. itu memang hukum alam san.. kamu harus paham itu..”

“kalau masalah ayahmu.. dia memang orang yang luar biasa.. aku ga bisa meniru semuanya dari ayahmu.. dia memegang teguh prinsip desa kita.. perkelahian diselesaikan dengan satu lawan satu atau banyak orang tapi tetap dengan tangan kosong.. mas irawan pernah diculik dikota ini dan dia bisa mengatasi penculikan dengan tangannya sendiri.. tapi kamu tau efeknya setelah penculikan itu..? semua penculiknya hilang oleh gerakan bawah tanah mbah jati.. dan kamu harus tau.. kenapa ayahmu bisa melenggang dikota ini dengan tetap mempertahankan tradisinya tangan kosong..? karena itu ada campur tangan mbah jati didalamnya.. dan itu juga salah satu alasan kenapa cak ji’i bisa menikah dengan anak cak maji salah satu penguasa kota ini..”

“dan satu hal lagi yang harus kamu tau juga.. pada saat kamu sekarat.. mbah jati sangat marah besar, beliau merasa kecolongan dan kota ini dalam kondisi yang sangat tegang.. semua bajingan kota ini bersiaga.. kalau ayahmu tidak datang hari itu.. mungkin perang besar akan terjadi saat itu juga..”

“kamu melakukan pembantaian empat orang begal dijalan sepi, dan membuang mereka kejurang lalu membakar motornya.. dan setelah itu kamu menyerang café barongan.. itu juga ga luput dari pantauan mbah jati dan ayahmu.. semua yang membersihkan sisa pembantaianmu dan seranganmu itu orang suruhan mbah jati.. kalau untuk penangkapanmu dimalam itu oleh intel, itu ada campur tangan ayahmu.. dan kenapa kamu bisa bebas dan masih bisa duduk disini tanpa diproses..? itu juga campur tangan ayahmu lewat ibu kos kita bu damayanti kusuma.. dia anak pengacara terkenal dinegeri ini.. dan gaby berkerja disana..”

Cuukkk.. kenapa aku ga bisa membaca situasi seperti itu ya..? bajingan.. banyak hal yang ga aku ketahui tentang seluruh keluargaku dan bisinis ini.. ayahku seolah menutup semua informasi kepadaku..

“kamu terlalu polos san.. kamu itu anak salah satu bajingan yang ditakuti dipropinsi ini dan kamu juga anak salah satu cucu preman yang sangat disegani.. suka atau ga suka semua aktifitasmu pasti dipantau beliau berdua..”

“untuk pak tito, dia salah satu anak asuh mbah jati.. dan masih banyak lagi anggota kepolisian berpangkat dipundak yang berdinas di polda dan mabes, yang juga anak asuh mbah jati.. mereka semua sebelum jadi polisi, kehidupannya ditanggung oleh mbah jati.. dan selain itu banyak juga tentara yang jadi anak asuh mbah jati.. beliau bukan hanya sekedar preman yang menguasai bisnis gelap tapi beliau juga punya tempat yang menampung orang – orang yang tidak mampu sehingga mereka bisa bersekolah dan hidup dengan layak..”

Assuuu.. pak tito anak asuh mbah jati.. makanya kok beliau akrab betul sama ayahku.. dan selama dipulau seberang selalu membackup semua kasus – kasusku.. lagi – lagi aku ga tahu tentang informasi keluargaku sendiri.. dalam posisi seperti ini aku seperti orang asing dikeluarga sendiri.. aku menghisap rokokku dalam – dalam lalu mengeluarkan perlahan.. aku mencerna setiap perkataan mas pandu dipikiranku.. gila.. ini gila..

“dan untuk kamu ham..” kata mas pandu keilham yang dari tadi diam dan mendengarkan mas pandu berbicara..

“ya lek..?” kata ilham yang terlihat serius..

“kamu kesini bukan sekedar bawa bandanmu sendiri kan..?” kata mas pandu sambil menghisap rokoknya..

“hehehe.. iya lek…. sampean tau aja..” kata ilham dengan malu – malu..

“assuuu.. ya ga mungkinlah pergerakan kita malam ini ga terpantau sama mbah jati.. jadi berapa orang kamu bawa ham..” kata mas pandu..

“aku kesini tadi membawa tiga puluhan orang.. mereka orang pilihan dari kelompok kita.. mereka ada didalam tiga mobil didepan gang..” kata ilham dengan santainya..

“dan untuk mbah maji nanti langsung kedesa utara mas..” kata ilham (mbah maji = cak maji, dia ini mertua cak ji’i dan kakeknya ilham codet..)

“bagus lah.. padahal aku baru mau menghubungi cak maji untuk melakukan penyerangan malam ini..” kata mas pandu..

“tapi bagaimana kegiatan kita ini terpantau oleh mbah jati mas..? lagian kan ga ada sesuatu gerakan yang efeknya luar biasa terhadap kelompok kita.. malam ini serangan yang kita lakukan kan mendadak.. itupun karena motor yuda dicuri oleh aliansi selatan didesa utara.. dan kenapa sampean mau menghibungi cak maji..?” tanyaku ke mas pandu dengan heran..

“ga ada efeknya gimana..? kamu menghajar divisi copet aliansi selatan itu apa..? itu efeknya luar biasa san.. seorang keturunan jati, membantai lima anggota aliansi selatan seorang diri.. kamu kira mereka ga kebakaran jenggot..? terus kamu kira satria baja hitam ini datang cuman ngajak kamu duel terus ga ada apa – apa..?” kata mas pandu sambil menunjuk satria..

“maksudnya mas..?” kataku yang tambah bingung ke mas pandu lalu melihat satria yang cengar cengir kerena ditunjuk mas pandu..

“kamu menghajar anggota mereka dan itu membuat situasi memanas.. dan sebelum ada pergerakan mereka ke ibukota propinsi.. maka gerakan – gerakan aliansi selatan diberbagai daerah dipropinsi ini harus dihentikan..”

“hiuuufftt.. dan mohon maaf buat kalian semua yang ada diruangan ini.. sebenarnya aku ditugaskan untuk menghancurkan mereka dikota ini..” kata mas pandu sambil menatap kami satu persatu..

“jadi sebenarnya malam ini sudah dipersiapkan untuk penyerangan mas..?” tanya mas arief ke mas pandu..

“sebenarnya bukan malam ini.. tapi besok malam.. aku, cak maji dan anggotanya akan melakukan penyerangan.. dan sebenarnya penyerangan ini tanpa melibatkan kalian semua.. tapi karena satria baja hitam ini datang.. dia malah mengacaukan semuanya termasuk jadwal serangan..” ucap mas pandu..

“tapi terserah kalian aja.. setelah tau ini semua, kalian mau ikut apa ga, aku ga akan memaksa..” kata mas pandu..

“gila aja aku ga ikut.. justru kalau sampean ga ngajak aku, aku keluar dari kos ini..” kata mas arief dengan sedikit emosi..

“iya aku juga.. sampean sudah membakar semangat kami dari tadi terus kami ga ikut.. gendeng opo piye..? (gila atau apa..)” kata mas adam dengan semangatnya..

“saya juga ikut mas.. walaupun sebenarnya saya agak kecewa sama ucapan sampean barusan.. kenapa ga ngomong dari tadi kalau memang ada rencana penyerangan kedesa utara diluar gerakan kita ini..” kata mas rendi..

“sebenarnya kami ga pengen melibatkan kalian.. tapi karena kalian juga ada misi misi berbeda sama aliansi selatan akhirnya aku buka semua malam ini..” kata mas pandu..

“sampean terlalu mas.. sampean ga menganggap kami keluarga dekat kah..?” tanya mas rendi

“jangan gitu bule.. jadi merasa bersalah aku..” kata mas pandu ke mas rendi.. dan mas rendi cuman tersenyum kecut mendengar perkataan mas pandu..

“pokoknya kami semua ikut..” kata mas wawan..

“SEPAKAT..” teriak semua orang diruangan ini..

“cuukk.. tambah semangat aku..” kata kakanda alan..

“ntar dulu.. sebelum lanjut lagi.. pertanyaan terakhir buat satria bangsat hitam ini.. kamu tau ada penyerangan ke desa utara..?” tanyaku ke satria dengan sedikit emosi..

“jangan marah lah nyo.. sebenarnya besok itu, aku ikut penyerangan bersama kelompok cak maji.. dan aku diberitahu kalau teman – teman kos disini ga akan terlibat.. bagiku itu ga asyikk.. diakui atau tidak, kos ini termasuk jaringan kelompok mbah jati.. dan setelah mendengar penjelasan mas pandu tentang sejarah kos pondok merah.. ternyata disini bukan hanya jaringan mbah jati, tapi termasuk kelurga besar mbah jati.. ini bukan main – main.. masa kalian ga ikut penyerangan..?”

“aku kesini sebenarnya hanya memancing supaya kalian ikut beserta kami untuk penyerangan besok..” kata satria dengan santainya..

“terus kenapa kamu ngajak aku duel kalau tau malam ini ada penyerangan..? buang – buang energiku aja..” kataku agak kesal..

“kan sudah dijelaskan kalau penyerangan itu besok.. jadi menurutku, setelah duel sama kamu dan meyakinkan penghuni kos ini tentang penyerangan besok, kita masih bisa istirahat semalam untuk penyerangan besok malam..”

“ternyata malah penyerangan dimajukan gara – gara sepeda motor yuda hilang..” ucap satria..

“cuukkk.. kok malah aku yang jadi alasan..” kata yuda yang bingung..

“sudah – sudah.. kamu berdua kalau berdebat lagi, kubantai sekarang juga..” kata mas pandu sambil melotot kepada aku dan satria..

Dan kami pun terdiam tidak melanjutkan perdebatan lagi..

“intinya kerena kalian sudah sepakat ikut dan pasukan juga siap.. penyerangan kita lakukan malam ini.. jadi ga usah ada lagi pertanyaan.. paham..” kata mas pandu dengan tegas..

“iya mas.. kita fokus aja buat malam ini..” kata mas rendi..

“oke..” jawabku..

“siap..” kata mereka semua..

“oke kita atur personel pesta kita malam ini..” kata mas pandu sambil melihat ke kami..

“sekarang kita bagi menjadi tiga kelompok..”

“kelompok pertama.. bung toni, raimond, rudi, alan dan yuda.. kalian dipimpin arief.. tugas kalian membantai orang – orang dimarkas pertama mereka dan mencari motor yuda.. oh iya kalian nanti bawa sepuluh orang anggota ilham..” kata mas pandu ke kelompok pertama..

“SIAPPP….” teriak mereka bersama..

“kelompok kedua.. wawan, akbar, danis, bobby dan surya.. kalian dipimpin adam.. tugas kalian membantai sindikat narkoba di markas kedua mereka.. dan kalian juga nanti membawa sepuluh orang anggota ilham..” ucap mas adam ke kelompok kedua..

“SIIAAPPP…” teriak mereka kompak..

“cuukk.. saatnya aku balas dendam.. pelanggan ganjaku banyak lari ke mereka.. assuuu..” kata mas wawan dengan semangat..

“kelompok ketiga.. bule, bendu, sandi, aldo, satria dan ilham.. nanti kalian sama aku menghabisi markas utama mereka.. kita juga dibantu sepuluh anggota ilham..” ucap mas pandu sambil melirik kami satu persatu..

“SIAAAPPP..” kata kami yang tidak kalah semangatnya…

“jadi nanti siapapun yang sudah selesai berpesta di gudang satu dan dua harus segera berkumpul di gudang tiga.. karena aku yakin.. digudang tiga lebih banyak membutuhkan tenaga.. karena pusat mereka ada di gudang tiga..” ucap mas pandu..

“SIAPPP..” teriak kami lagi dengan semangatnya..

“terus kelompok mbah maji gimana mas..?” tanya ilham

“nanti aku hubungi cak maji supaya langsung ke gudang tiga.. mereka pasti ada penunjuk jalannya juga kesana..” kata mas pandu

“oke.. sebelum berangkat.. aku berpesan.. kita perginya bersama – sama.. jadi pulangnya harus sama – sama.. bagaimanapun itu kondisi kita.. kita harus pulang bersama.. PAHAM…” kata mas pandu sambil melirik kami satu persatu..

“PAHAM..!!!” ucap kami dengan suara berat dan tertahan..

“kita pakai kaos merah ya..” kata mas pandu..

Kami pun mengangguk bersama..

“untung aku sama anggotaku buat kaos warna merah juga..” kata ilham memamerkan kaos merah yang dia pakai bertuliskan ‘T3 Community’ didada..

“apa itu T3 ham..?” tanyaku

“terminal tiga mas..hehehehehe..” kata ilham sambil tersenyum..

“cuuukkk.. keren ham.. assuuu..” kataku..

“jatah kaos sampean ada dimobil mas..” kata ilham kepadaku..

“serius ham..?” kataku senang..

Ilham cuman menganggguk dan tersenyum

“aku cukkk..?” kata mas pandu

“ada juga lek.. santai aja..” kata ilham

“cukimai ko ilham.. kalau sampai jatahku tra ada kuselesaikan ko malam ini..” kata bung toni..

“ada semua bung.. pokoknya semua keluarga kos pondok merah itu termasuk komunitas kami.. dan semua dapat jatah kaos juga.. hehehehe..” kata ilham..

“umak mbois puuooll jes..” (kamu bagus sekali bro..) kata mas bendu..

“tapi nanti aja dibaginya kalau sudah pesta kita malam ini..” kata ilham

“iya betul itu ham.. sekarang yang penghuni kos pondok merah tetap pakai kaos kebanggaan kita..” kata mas pandu

“kalau kami gimana..?” kata satria sambil melirik yuda, aldo dan surya..

“kaos kalian berempat ada diaku..” kata mas rendi berdiri lalu masuk kekamar..

Dan semua punghuni pun semua masuk kekamar masing masing mengambil kaos merah yang biasa kami gunakan untuk olah raga malam..

Dan aku juga masuk kekamarku.. aku buka lemariku dan aku ambil kaos yang tergantung didalamnya.. kaos berwarna merah dan ada tulisan “red custle” yang mengalir seperti darah.. sangar sekali kaos ini.. setelah memakai kaos aku pun memakai celana jeans berwarna hitam.. tidak lupa aku mengambil teh kotakku dimeja dan meminumnya..

Dan setelah itu.. aku keluar kamar dan memakai sepatu konvers hitam putihku..

Lalu kami berkumpul kembali diruang tengah.. aku melihat empat orang anggota kos pondok merah yang baru menggunakan kaos pemberian mas rendi dengan tersenyum bangga.. dan kamipun melanjutkan pesta minuman kami sampai habis.. setelah itu ketika kami akan berdiri..

“sek talah rek.. sebelum kita berangkat.. kita minum ini..” kata ilham sambil mengeluarkan dua botol minuman berwarna putih bening dan diletakkan dimeja..

Cuukkk.. ilham bawa minuman arak yang sudah dicampuri ramuan rahasia desa kami.. bajingan.. konon ceritanya minuman ini memang minuman keluarga kami dan ini efeknya luar biasa kalau diminum.. yang penting jangan berlebihan.. bisa gila kita nanti.. sebenarnya aku belum pernah coba, jadi ga tau efeknya.. cuman pernah dengar aja dari ilham codet yang pernah meminumnya..

“minuman apa ini ham..?” kata mas rendi..

“ini minuman penambah energy..” kata ilham sambil tersenyum..

“cuukkk.. emang kita mau ngentu (ngnt*t) apa..? kok pakai minuman penambah energy..” kata mas bendu sambil geleng – geleng..

“assuuu..” ucap semua orang barengan ke ilham.. hanya aku dan mas pandu yang tersenyum sambil geleng – geleng..

“lek.. jelas kan sama mereka..” kata ilham ke mas pandu..

“ini ramuan dari desa kami.. sudahlah.. kalian minum aja.. nanti kalian akan tau sensasinya seperti apa.. tapi aku kasih bocoran satu ya.. kalian setelah minum ini, pasti bawaannya mau bunuh orang..” kata mas pandu sambil menatap tajam kami semua…

“cuukkkk…” ucap semua orang dengan kompak dan suara yang pelan..

“bung.. tolong putarkan ini kesemua orang.. cukup satu gelas ya.. jangan lebih.. nanti mereka bisa gila semua..” kata mas pandu ke bung toni..

“assuu’i.. ono ae sampean iki mas..” (anj*ng.. ada aja sampean ini mas..) kata mas adam ke mas pandu..

“ilham.. kalau ko sampe racuni saya.. kubuat ko tidur dijalan nanti..” kata bung toni lalu mengambil satu botol dan menuangkan segelas penuh lalu meminumnya… dan ilham codet cuma nyengir aja.. assuu’og..

Setelah meminumnya.. bung toni lalu meletakkan gelasnya.. wajahnya langsung terlihat memerah dikulitnya yang agak gelap.. bung toni lalu menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri lalu menunduk.. setelah itu diangkat lagi wajahnya.. matanya langsung tambah memerah dan wajahnya kelihatan tambah mengerikan..

“cukimai.. minuman apa ini..?” kata bung toni..

“kenapa emang bung..? santai aja.. nanti saya juga minum..” kata mas pandu

“saya mau bunuh orang..” kata bung toni dengan suara yang berat..

Cuukkk.. ternyata memang bener –bener kasiatnya minuman ini langsung terlihat diwajah bung toni.. wajah tegang lalu menghiasi wajah – wajah orang yang ada diruangan ini.. mereka menunggu giliran untuk jatah meminum ramuan arak ini..

Satu persatu mereka meminum jatah mereka.. terlihat wajah mereka memerah semua.. apa lagi mas rendi yang kulitnya putih.. wajahnya terlihat betul merahnya.. dan matanya pun terlihat sangat merah.. dan ketika tiba giliranku.. akupun meminumnya dengan perlahan.. cuukkk.. panasnya langsung terasa ketika ramuan ini masuk ketenggorakanku.. darahku langsung terasa mendidih.. keringat keluar dari pori – pori keningku.. dan satu lagi.. emosiku langsung naik perlahan dan seperti ingin kuluapkan.. assuu.. aku harus dapat tempat pelampiasan yang tepat dan cepat ini..

“kita berangkat sekarang..” kata mas pandu dengan suara yang berat dan tatapan yang tajam.. dan kami pun semua berdiri bersama..

“KITA HANCURKAN ALIANSI SELATAN DIKOTA INI.. MALAM INI JUGA..” kata mas pandu sambil mengangkat tangan kirinya yang terkepal keatas udara..

“HANCURKAN…” teriak kami bersama.. suara kami membahana diruangan ini dan memecahkan keheningan malam yang sudah mulai larut..

[table id=Ads4D /]

Pukul 23.00

Kami pun keluar bersama menuju parkiran kampus untuk menuju ke masing – masing mobil.. kelompok pertama naik mobil mas arief.. kelompok dua naik mobil mas adam.. dan aku serta kelompok tiga naik di mobil yang dibawa ilham.. terlihat juga tiga mobil yang terparkir dipinggir jalan.. ketika kami keluar mereka langsung membuka kaca jendela mobil mereka.. kaos mereka juga terlihat sama.. merah semua.. dan tatapan mereka tajam dan wajah mereka terlihat mengerikan.. assuu.. rupanya mereka juga diberi ramuan arak oleh ilham..

“rek.. kamu ikuti mobil ini..” kata ilham menunjuk satu untuk mengikuti untuk mengikuti mobil mas arief..

“kamu ikuti mobil ini..” dia menunjuk mobil kedua untuk mengikuti mobil mas adam..

“kalau kamu ikuti mobilku..” kata ilham menunjuk mobil terakhir..

Dan kami pun naik ke mobil masing – masing.. mobil yang kami tumpangi berjalan paling depan dan diikuti oleh mobil yang lain..

Untuk suasana dimobil kelompokku ini, senyap dan hening.. tidak ada yang bersuara.. hanya suara deru mesin dan kendaraan lain yang berlalu lalang.. satria duduk didepan bersama ilham.. satria didepan karena dia penunjuk jalan.. mas pandu, aku dan mas rendi ditengah.. sedangkan mas bendu dan adeknya aldo dikursi belakang..

Sampai ditengah jalan mobil kami dihentikan oleh sekelompok orang.. mungkin sekitar lima orang.. mereka semua memakai jaket kulit berwarna hitam dan bertopi hitam..

“siapa mereka mas..?” tanya satria

“kalau aliansi selatan langsung kita bantai aja sat..” kataku dengan menahan emosi dari tadi..

“tahan aja dulu.. kita lihat siapa mereka..” kata mas pandu..

Dan mobil kami pun berhenti diikuti semua mobil yang ada dibelakang kami.. orang itu menuju pintu depan mobil dan mengetuk kacanya.. satria lalu menurunkan kacanya dan bersiap kalau ada serangan.. satria memegang sesuatu dipinggangnya.. bangsatt.. satria bawa pistol juga.. assuuu.. gila juga dia ini..

“mana pandu..” kata orang itu dengan tegas dan menunduk..

“dibelakang..” kata satria sambil menatap tajam orang itu..

Dan orang itu lalu mendatangi pintu tengah.. mas pandu dengan santai membuka kacanya..

“ndu.. anggotaku telah mengepung gudang mereka.. kami juga dibackup oleh brimob polda.. mereka tinggal tunggu komando dari aku.. jadi kukasih waktu kamu dan anggotamu sampai jam tiga.. kalau sampai jam tiga dini hari kamu dan anggotamu ga pergi dari bangunan gedung tua.. aku akan menangkap kalian semua.. paham..” kata orang itu lalu mengangkat wajahnya dan menatap mas pandu lalu melirikku..

Cuuukk.. pak tito ada disini.. gila.. berarti malam ini sudah terlalu gila..

“siap mas.. terimakasih” kata mas pandu.. lalu pak tito mengangguk lalu mundur.. dan mas pandu pun menutup kaca mobilnya..

“ham.. kita jalan..” kata mas pandu.. akhirnya mobil kami pun berjalan lagi..

[table id=AdsKaisar /]

Pukul 24.00

Kami telah memasuki jalan yang menuju desa utara.. dan setelah kami sampai digerbang desa utara.. lampu mobilpun kami matikan.. kami hanya berbekal lampu penerangan jalan yang agak redup untuk menuju tujuan kami yang sudah dekat.. dan kami pun memperlambat jalannya mobil..

“ham.. perlambat lagi mobilmu..” kata satria ke ilham..

“mas pandu.. tolong telpon mas arief.. suruh berhenti didepan.. itu markas pertama mereka..” kata satria menunjuk sebuah gudang yang sangat besar dan agak remang – remang cahayanya.. tampak didepannya segerombolan orang berkumpul dan melihat kearah mobil kami.. mas pandu lalu menelpon mas arief..

“rief.. berhenti didepan.. itu gudang pertama markas mereka.. waktu kita sampai jam tiga.. jangan lebih.. paham..” ucap mas pandu

“siap mas..” ucap mas arief terdengar samar – samar lalu mematikan hpnya..

Aku sempat melihat kearah belakang.. mobil mas arief langsung berhenti dan diikuti satu mobil anggota ilham.. bung toni kulihat langsung membuka pintu mobil dan berlari kearah orang yang berkumpul didepan gudang dan langsung menghajar mereka dengan membabi buta.. dibelakangnya tampak mas raimond, mas rudi, kakanda alan, yuda dan diikuti mas arief yang belakangan turun karena dia memarkirkan mobil dulu.. mereka berlarian menyusul bung toni yang sudah merobohkan beberapa orang.. dan kulihat juga anggota ilham juga berhamburan keluar mobil dan ikut menyerang kearah gudang.. assuu.. sadis cookkk…

Kamipun melanjutkan perjalanan dengan tetap memperlambat jalannya mobil.. aku melihat gudang kedua.. kondisinya sama dan terlihat remang remang juga.. didepan tampak sepi.. mungkin mereka lagi berpesta narkoba didalamnya..

“mas pandu.. ini gudang dua jatah mas adam..” kata satria lagi..

“dam.. jatahmu digudang depan.. waktu kita sampai jam tiga.. jangan sampai lebih..” kata mas pandu dengan dinginnya..

“siap mas..” ucap mas adam lalu mematikan hpnya..

Dan aku melihat kearah belakang lagi.. mobil mas adam berhenti dan diikuti satu mobil anggota ilham.. mereka tampak lebih santai dibanding kelompok pertama.. mereka turun dari mobil dan berkumpul lalu berjalan bersama menuju gudang kedua.. mungkin mereka santai karena didepan gudang tidak ada orang yang berkumpul, jadi mereka berjalan bersama dan masih sempat membakar rokok.. assuu’og..

Dan kamipun melanjutkan perjalanan ke gudang yang ketiga..

Assuu.. kenapa aku jadi tambah gemetar gini ya.. bukan gemetar karena takut.. tapi karena emosi yang tertahan.. bajingan’og ramuan arak ini.. reaksinya makin lama makin buat adrenalinku naik dan emosiku memuncak.. tidak ada sedikitpun perasaan takut didiriku.. yang ada cuman.. hancurkan, musnahkan dan selesaikan..

“itu gudang terakhir..” kata satria..

Ilham pun menghentikan mobilnya.. tampak didepan gudang berkumpul puluhan orang.. mereka semua melihat kearah mobil kami dan mereka lalu berdiri sambil menatap tajam kearah kami.. kami semua masih diam dan tidak bersuara.. mas pandu menyalakan rokoknya dan menghisapnya.. lalu keluar duluan dan kami pun mengikuti dibelakangnya.. kami juga menyalakan rokok masing – masing.. mobil anggota ilham pun berhenti dibelakang mobil kami.. dan mereka semua keluar dan bergabung bersama kami.. dan ketika kami sampai didepan kelompok musuh, kami berhenti dan menatap mereka.. salah satu dari mereka maju..

“ini ada apa ya..? kok ada kumpulan anak TK pake baju merah datang ke markas ini seperti jagoan..” kata orang itu sambil tersenyum mengejek kekami dan disambut tawa oleh teman – temannya..

Mas pandu lalu membuang rokoknya yang masih separuh ke arah orang itu dan..

BUUUMMMMMM..

[table id=AdsLapakPk /]

[POV Alan] (digudang pertama)

Assuu to.. akhirnya hari ini rencana ku gagal total semua.. harusnya siang tadi aku ngantarin kekasihku ngambil kebayanya.. eh.. ga taunya malah keterusan pesta minumannya dan pesta ganjanya.. dan sekarang malah lanjut pesta kecil – kecilan ke desa utara.. bajingan.. bajingan.. tau ga reaksi amel waktu dia sms aku..?

*yayangku
Yang.. jadikan ntar ngantar aku ngambil kebaya..

*aku
Iya yang.. ntar aku kesana.. ini lagi ditahan sebentar sama bung toni..

*yayangku
Ditahan bung toni..? kamu mabuk lagi yang..?????

Cukk.. smsnya kok begini? Banyak banget tanda tanyanya.. cukup satu aja aku sudah paham kok.. jadi ga enak perasaanku kalau gini..

*aku
Dikit yang.. ga pa – pa kan..?

*yayangku
Dikitmu itu seberapa lan..? kayak aku ga tau aja kamu kalau minum..

Tuh kan marah dia.. tadi manggil yang.. sekarang manggil lan.. assuu’og..

*aku
Jangan gitu dong yang.. ntar aku kesana kok yang..

*yayangku
Mending kamu ga usah janji ya.. dari pada ga ditepati..

Cuukkk.. dia ini kalau ngomong dikit tapi pedes.. kalau nasi bungkus itu.. nasinya dibungkus bukan pake karet dua lagi.. tapi langsung dibungkus pake karet gelang yang banyak saking pedesnya itu..

*aku
Jangan gitu dong yang.. sabar ya..

Nah kan ga dibalas lagi smsku.. assuu.. assuu.. masa aku harus lari dari sini ke kos – kosannya amel..? apa kata dunia nanti kalau seorang alan lari dari pesta minuman.. bisa dibully seumur hidup aku sama penghuni kos ini.. bajingan’og..

Setelah dua jam berpesta, hpku bergetar lagi dan ada sms yang masuk..

*yayangku
Tuh kan tadi janji ngantar jam 12.. sekarang sudah jam 2 ga muncul – muncul.. memang kamu ga bisa dipercaya ya..?

Jiammpuuttt.. serba salah sudah kalau gini..

*aku
Iya yang.. ntar lagi aku kesana.. sabar ya..?

*yayangku
Ga usah deh.. aku berangkat sendiri aja.. aku bisa kok jalan sendiri..

*aku
Yang.. jangan gitu dong.. sebentar lagi ya.. sabar..

*yayangku
Sudahlah lanjutin aja pestamu itu.. aku memang ga penting.. dan aku sudah bisa menebak kedepannya gimana hubungan kita..

Bajingannn.. akhirnya merambat ke urusan yang itu kan.. asuu’og

*aku
Jangan gitu lah mel.. aku tuh sayang sama kamu..

*yayangku
Emang bisa kamu sayangin aku..? kamu loh ga bisa sayangin dirimu sendiri..
Mabuk aja kerjaannya..
Terus berkelahi..
Kuliah ga diurus..
Apa yang bisa menjamin hubungan kita kedepannya..?

Dan amel berulang kali mengirim sms ke aku.. Kata – katamu mel.. nusuk banget ke ulu hatiku.. kalah kerasnya pengaruh minuman sama cimeng ini.. bajingan’og..

*aku
Mel.. aku memang ga bisa menjajikan sesuatu yang indah sama kamu..
Yang bisa aku lakukan itu, cuman melakukan yang terbaik supaya kamu paham bahwa aku itu memang serius sama kamu..

*yayangku
Melakukan yang terbaik apa..? mabuk..? berkelahi..? calon mahasiswa abadi..?
Apa lan..? apa..???
Sudahlan.. aku capek.. lebih baik cukup aja ya..

Cukk.. assuu.. bajingan.. terserah wes kamu mau apa..? jangan mentang – mentang aku sayang sama kamu, terus kamu bisa seenaknya gini sama aku..? ingat.. aku akan membuktikan kedepannya aku seperti apa..? sukses seseorang bukan hanya dilihat dari cepat atau ga nya dia lulus.. berandalan atau ga dimasa mudanya.. tapi kenekatannya untuk meraih kesuksesan itu yang akan membuktikannya.. HIDUP ALAN.. assuu..’og..

*aku
Ya udah lah mel.. terserah kamu aja.. kalau memang itu yang membuat kamu tenang aku ngikut..
MAAF kalau selama ini aku membuat kamu ga bahagia..

Dan dia ga balas lagi smsku.. assuu.. assuu.. nasib itu loh lan.. kok mengenaskan sekali.. sudah kuliah berantakan.. sekarang cintamu diujung tanduk.. bajingan’og..

Sepertinya aku butuh pelampiasan malam ini.. walaupun sebenarnya tanpa diberi minuman penambah energy dari ilham.. emosiku sudah memuncak.. tapi setelah meminum minuman dari ilham emosiku jadi berlipat – lipat naiknya.. bangsaattt..

“oke..” kata mas arief setelah menerima telpon dari seseorang lalu menghentikan mobil didepan sebuah gudang..

Assuuu.. ini toh markas pertama aliansi selatan didesa utara.. tampak didepannya banyak orang bergerombol dan melihat kearah mobil kami.. dan orang pertama yang turun dari mobil kami adalah bung toni.. dia langsung membuka pintu mobil dan berlari kearah gerombolan orang – orang itu..

“cukimai.. ko..” teriak bung toni sambil berlari kearah mereka..

BUUUMMMM..

Sebuah pukulan andalan bung toni melayang menghantam wajah orang yang pertama dihadapannya dan orang itu langsung tumbang seketika..

BUUUMMMM..

BUUUMMMM..

Dua orang lagi langsung roboh terkena kepalan tangan khas dari daerah timur andalan bung toni.. gila kau bung.. kami masih dimobil, sudah tiga orang kau buat pingsan.. bajingan memang kau..

Mas raimond, rudi dan aku langsung loncat dari mobil dan berlari kearah bung toni..

“bajingan.. aku ditinggal.. “ teriak mas arief yang masih memarkirkan mobilnya.. aku sempat melihat kebelakang.. yuda pun berlari kearah kami bareng bersama mas arief.. dan mobil yang isinya anggota ilham pun berhenti dan penumpangnya berlarian menyusul kami..

Aku lalu menghadap kedepan dan aku meloncat sambil mengarahkan sebuah tendanganku kewajah seseorang didepanku..

BUUMMMMM..

Dia langsung terlempar sampai jungkir balik kebelakang..

“bajiangan kamu semua ya.. sekarang waktunya meluapkan semua emosiku hari ini yang terpendam… ameeelll ini bukti cintaku padamu..” ucapku berteriak sambil memasang kuda – kuda..

Anggota aliansi selatan yang ada diluar dan didalam gudang langsung berhamburan ke arah kami.. dan kami harus menghadapi empat sampai lima orang sekaligus…

BUUUGGGHHH..

sebuah tendangan mengenai dadaku.. dan aku sempat termundur.. aku lalu maju kearahnya.. dan ketika dia akan memukul aku menghindar kesamping lalu aku menarik kepala belakang orang yang menendangku barusan dan kuarahkan kelututku dengan keras..

BUUUGGGHHH..

Darah langsung keluar dari mulut dan hidung orang itu.. aku lalu membanting wajahnya kelantai dengan keras..

BUUMMMMMM…

Aku lalu menginjak kepala belakangnya..

Dia menggelepar dilantai dengan wajah yang menghadap ketanah yang keras..

BUUUGGGHHH..

PAAAAKKKKKK..

BUUUGGGHHH..

PAAAAKKKKKK..

Pukulan dan tendangan dari dua orang langsung mengarah ke wajah dan perutku..

Aku terjatuh kebelakang..

“bangsaatttt…” teriak rudi sambil melompat dan menendang wajah salah satu orang yang mengeroyokku..

BUUUGGGHHH..

orang itu sempat oleng tapi tidak jatuh.. rudi lalu menerjang dengan pukulannya kewajah orang itu dengan bertubi – tubi..

Orang tadi tumbang dengan terlentang.. rudi menutup serangannya keorang tadi dengan meloncat dan menginjak wajahnya dengan telapak sepatunya yang keras…

BUUUUMMM….

Orang itu menggelepar lalu tidak bergerak.. asssuuu.. sadis juga temanku satu ini.. aku yang masih tertidur akibat serangan dua orang tadi, dengan cepat menyapu kaki salah satu pengeroyokku..

BUUUGGHHH…

Dia lalu terjatuh dengan keras.. dan aku menyambutnya dengan tendangan ke wajahnya sambil aku merebahkan diri…

BUUUUMMM….

Aku lalu bangkit dan meloncat sambil mengarahkan lutut ku kewajah orang yang barusan aku tendang wajahnya..

BUUUGGHHH…

“ARRRGGHHHH..” teriak orang tadi yang tertahan akibat mulutnya tersumpal lututku.. matanya melotot menahan sakit yang luar biasa.. aku lalu berdiri dan menutup serangan dengan sebuah sepakan menggunakan punggung kakiku dikepalanya..

BUUMMMM…..

Sebuah tendakan bebas berhasil diselesaikan dengan baik oleh alan sang pejantan tangguh.. assuu..

dia pun menggelepar dilantai..dan darahpun langsung keluar dari kuping orang tersebut..

Wokey.. dua orang sudah kubuat tumbang.. hebat memang aku ini ya.. langsung bisa buat dua orang terkapar..

Kulihat anggota ilham menyebar dan menghajar anggota aliansi selatan dengan membabi buta.. cara mereka berkelahi benar benar seperti petarung jalanan.. mereka memukul, menendang dan menyeret setiap orang yang dilihatnya..

Satu orang anggota ilham yang berbadan besar menghajar satu orang musuhnya sampai lemas.. dia lalu mengangkat tubuh orang itu keudara lalu dia banting ketanah dengan kerasnya..

BUUUMMMM..

Orang itu terjatuh dengan posisi tangan duluan dan terlipat kebelakang..

KRAAKKKK…

“AAAAAAARRGGGGHHH…” teriak orang tertahan akibat tangannya patah..

Mulutnya pun akhirnya diinjak oleh anggota ilham sibadan besar..

BUUUGGHHH…

Dan akhirnya orang itu pingsan dengan gigi yang patah dan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya..

Sadisnya coookkk.. assuuu..

aku langsung melihat sekeliling yang lain.. mas arief yang tadi dibelakangku sudah membuat empat orang terkapar.. gila.. dan dia menarik salah satu orang yang dia pukul tapi ga roboh.. dijambaknya rambut orang itu dan

BUUUGGHHH…

Sebuah pukulan yang sangat keras dan telak mengenai hidung orang itu.. matanya langsung terbelalak… dan hidungnya patah kedalam.. mas arif lalu menyeret mangsanya itu dan

BUUUMMMM…

Kepalanya dihantamkan ketembok dengan keras… orang itu langsung roboh dan tidak bergerak.. lima orang tumbang ditangan mas arief.. bajingannnn.. sadis kamu mas…

Mas raimond.. dengan gaya ala ketimuran seperti bung toni.. meng uppercut musuh –musuhnya.. keras, cepat dan tepat.. setiap mas raimond memukul, satu orang terjatuh dan tergeletak.. dan setiap yang tergeletak mas raimond lalu mendatangi orang itu dan menginjak kepalanya dengan keras..

“lubang puki ni…” ucap mas raimond dengan dinginnya lalu..

BUUUMMMM..

Injakan yang sangat indah dari mas raimond menutup serangannya ke orang itu.. empat orang tergeletak disekitar mas raimond..

Cuuukkk.. sadis…

Rudi tidak kalah menggila.. dihajarnya dua orang bersamaan.. lalu kepala mereka berdua dipegang dan diadu satu sama lain dengan kerasnya..

BUUUMMMM…

Cukupp segitu..?? nggaa.. rudi menjambak lalu menyeret dua orang tadi dan menududukan dengan bersandar didinding.. dan dia mengambil satu orang lagi yang dirobohkan pertama kali.. mereka bertiga kini sudah duduk bersandar didinding dengan lemas dan tidak berdaya..

Cuukkk.. mau ngapain rudi ini.. kok baik banget dia dudukan orang yang sudah lemah ga berdaya.. tiba – tiba rudi mundur beberapa langkah dan…

BUUUMMMM…

Dia berlari lalu menginjak salah satu dari mereka tepat diwajahnya sampai darah langsung keluar dari mulut dan hidung orang itu…

Jiiaanncoookkk.. sadis sekali kamu rud.. bajingan.. bajingan…

Dia lalu mundur lagi dan berlari lagi kearah orang kedua dan..

BUUUMMMM…

Dia mengulangi injakan itu ke orang kedua.. bangsaatttt.. orang itu mengejang lalu tidak bergerak dan roboh kesamping..

Orang ketiga yang duduk disebelahnya lalu sadar dan ingin berlari.. tapi rudi lebih cepat gerakannya.. rudi menjambak orang itu lalu mengahantam wajahnya dengan keras…

BUUUGGHHH…

Orang itu langsung pingsan dengan darah menetes dari hidungnya.. dan rudi menyandarkan orang itu kedinding.. kali ini rudi mundur agak jauh lalu dia berlari dan..

BUUUMMM….

Orang itu mengejang dan bergetar lalu dia tidak sadarkan diri dan roboh kesamping..

Bajingan kau rud..

Dan aku melihat ke arah yang lain..

Yuda dengan jurus kembangan silatnya berhadapan dengan tiga orang sekaligus..

Tangan kirinya kedepan dengan telapak tangan terbuka.. sedangkan tangan kanannya didepan wajahnya juga dengan telapak tangan terbuka.. lalu kakinya dengan kuda –kuda yang mantap.. assuu.. yuda seperti atilt silat propfesional yang siap bertanding..

Satu orang maju menyerangnya, dan yuda menunduk lalu menyapu kaki lawannya sampai terjatuh dan diakhiri dengan

BUUUMMMM…

Injakan dari tumitnya mengenai orang itu tepat diwajahnya.. dan orang itu langsung roboh sampai kepalanya menghantam lantai dengan keras..

JEDDUKKK…

Cuukkk.. sudah kena injak.. kepalanya terbentur lantai.. apa ga modar dia.. assuu..

Tinggal dua orang dihadapan yuda.. yuda menarik celananya keatas sedikit lalu kembali memasang kuda – kudanya.. dia melirik kesalah satu lawannya.. lalu

BUUMMMMM..

Dia melakukan tendangan balik ke orang kedua dan tendangannya mengenai tepat dirahang orang itu dengan kuat dan keras.. dan orang itu langsung roboh..

Assuuu.. dia melirik yang lain tapi yang diserang lain.. bajingan.. keren kau anak muda..

Yuda kembali menarik celananya keatas.. dan dia memasang kuda –kudanya kembali.. sisa satu musuhnya tersisa.. yuda melakukan gertakan memakai tangan kanan.. orang itu terpancing dan menghindar.. lalu..

BUUMMMMM..

Lagi – lagi sebuah tendangan dengan tumit yuda mengenai mulut orang terakhir dengan sangat kuat.. orang itu langsung roboh kebelakang dengan darah keluar dari mulutnya..

Cuuukk.. asyiiikk.. assyiikk..

Gila kali.. mantap kau anak muda..

Kali ini pandanganku kuarahkan kebung toni..

Cuukkk.. bung toni sudah menjatuhkan 1,2,3,4,5,6,7… asssuuu.. bajingan..

Bung toni dengan beringasnya menghajar mereka satu persatu..

Bung toni mengepalkan kedua tangannya kedepan.. kepalanya bergoyang kekanan dan kekiri.. lidahnya dilipat keatas dan digigitnya..

BUUUUMMMM..

Satu jab kanannya masuk dengan telak dan mengenai hidung musuhnya sampai patah dan mengeluarkan darah… dan ketika musuhnya mau roboh kekanan..

BUUUMMMMM..

Sebuah jab kiri dengan telak menyambut kerahang orang tadi dengan sangat keras..

Cuukkk.. sakit itu.. sakit..

Orang tadi langsung roboh dan tidak bergerak..

Bajingan delapan orang roboh dan tidak bergerak disekitar bung toni..

Assuuu.. semua sudah menjatuhkan 3,4 bahkan 8 orang musuh.. masa aku cuman dua.. bajingan..

Aku lihat disampingku.. anggota ilham diinjak – injak oleh tiga orang..

Tanpa banyak kata.. aku menjambak dengan menggunakan tangan kiri dengan keras salah satu orang yang mengeroyok anggota ilham dan menariknya kebelakang.. lalu..

Kepalan tangan kananku kuarahkan dengan kuat kewajahnya..

BUUUGGGHHH..

Aku memukulnya dengan sekuat tenaga berkali – kali sampai orang itu susah untuk bernafas dan dia roboh kelantai.. aku tutup serangan ke orang itu dengan injakan diwajah dengan sekuat tenaga..

BUUUUMMMM…

Dan ketika salah seorang musuh ingin menyerang dari belakang…

BUUUGGGHHH..

Sikut kananku masuk dihidung dan mulutnya.. dan membuat orang itu langsung jongkok sambil memegang mulutnya yang mengeluarkan darah.. lalu

BUUUUMMMM..

Sepakan yang menggunakan punggung kaki kananku langsung kuarahkan dikepala bagian samping.. dan dia langsung roboh menghantam lantai dengan keras..

Hiuuffttt… akhirnya empat orang tumbang olehku..

Aku melihat sekeliling ternyata teman – temanku telah menyelesaikan tugasnya.. dan aku melihat anggota ilham juga banyak menjatuhkan orang – orang aliansi selatan.. wajah – wajah penuh emosi dengan nafas yang berat terlihat dari kelompok kami…

“wooo.. prok.. prok.. prokk..” ucap seseorang keluar dari gudang sambil bertepuk tangan.. lalu dia berkacak pinggang sambil memamerkan pistol dipinggangnya dan dibelakangnya tampak tujuh orang mengikutinya dan mereka semua membawa senjata tajam berupa golok yang di selipkan dipinggang masing – masing..

Assuu.. masih belum selesai juga digudang pertama.. dan lawan kami sekarang tambah gila.. mereka membawa senjata masing – masing.. bajingannn..

“hebat juga kalian bisa numbangin banyak anak buahku ya..?” kata orang itu..

“oh iya.. namaku begal.. dan ini cuman sajian pembuka buat kalian.. sajian utamanya kalian akan menghadapi aku dan pasukan kusus ku..” kata orang bernama begal itu bersama beberapa anak buah dibelakangnya..

Bajingan.. ini salah satu tangan kanan cak bagong yang diceritain satria.. gila.. wajah nya sangar banget.. mukanya penuh dengan bekas luka bakar.. mungkin dia waktu dulu belajar mbegal, pernah ketangkap terus dibakar sama warga.. waasuuu.. ngeri cook.. cookkk..

Itu dibelakangnya pasukan kusus.. bajingan.. kirain militer aja ada pasukan kususnya, ternyata bajingan seperti mereka juga punya.. assuu..

“kita selesaikan masalah ini tanpa ada senjata.. biar lebih seru pertarungannya.. dan cara nya terserah.. mau sampai matipun lebih bagus kalau pakai tangan kosong..” kata mas arief dengan dinginnya sambil mengeluarkan pistolnya dan menentengnya.. bung toni pun menenteng pistolnya.. dan dua anggota ilham juga mengeluarkan pistol mereka..

Assuuu.. situasinya ini seperti pertarungan mafia difilm – film.. bajingaaannn..

“oke.. aku suka gayamu.. hahaha.. memang cara kelompok jati itu luar biasa dalam pertarungan..” kata begal ke mas arief lalu mencabut pistolnya dan diserahkan ke anak buahnya..

“letakkan golok kalian semua..” kata begal ke anak buahnya..

Mereka pun mencabut golok dipinggang masing – masing dan menjadikan satu dengan pistol begal lalu diletakkan diujung gudang..

Mas arifpun menyerahkan pistolnya ke anggota ilham..

“pilih satu persatu lawan kalian.. yang ga kebagian istirahat aja dulu.. siap – siap kalau mereka menggunakan senjata.. dor aja langsung.. dan untuk sibegal itu bagianku.. ” kata mas arief dengan bengisnya ke kami semua..

Aku, yuda, rudi, mas raimond, bung toni dan dua orang anggota ilham maju bersama mas arief..

Dan kini kami telah berhadapan dengan musuh kami masing – masing..

BUUUGGGHHH..

Mas arief melayangkan pukulan tepat diwajah begal.. cuuukkk.. begal ga bergerak sama sekali terkena pukulan mas arief.. wajahnya hanya tertoleh kekanan dan setelah itu begal menghadap kedepan lagi lalu..

BUUUUMMMM…

mas arief roboh kebelakang dengan sekali pukulan si begal.. dan seketika itu mulut dan hidung mas arief mengeluarkan darah.. begal lalu berdiri mendatangi mas arief dan..

BUUUUMMMM..

sebuah tendangan dirahang mas arief membuat dia tergulung kekanan.. darah segar langsung menghambur dilantai..

Bajingaaannn… mas arief tumbang sama si begal.. assuu..

BUUGGHHHH…

Aku langsung roboh kesamping.. assuuu.. saking aku fokusnya melihat mas arief aku ga sadar kalau musuhku menghantam dengan keras pelipis kiriku dan aku pun roboh… pelipisku langsung sobek.. dan darah mengalir menutupi mataku.. aku sampai tiarap memegangi pelipisku.. sakitnya luar biasa yang kurasakan.. mataku berkunang – kunang dan kepalaku pusing.. belum hilang rasa sakit dipelipisku aku merasa kepalaku sakit sekali.. rambutku seperti mau terlepas dari kulitnya.. ternyata sibangsat ini menjambakku dan menarikku sampai berdiri.. mata kiriku tidak bisa melihat karena tertutup darah.. aku hanya bisa melihat dari mata sebelah kanan..itupun hanya samar –samar aku melihatnya..

Dia lalu melepas jambakannya dirambutku.. dan..

BUUUUMMMM..

Sebuah tendangannya mengenai pelipis kananku mebuat aku roboh kekiri..

BUUUHHHGGGG..

Aku terjatuh dan kepalaku membentur lantai dengan keras..

Assuuu.. bangsaattt.. aku merasa dunia ini berputar – putar.. kepalaku pusing banget.. dan dunia langsung gelap gulita..

Cuukk.. dimana aku ini.. aku berdiri dan tidak ada satu orang pun disini..

“yang.. kamu serius ga sama aku..?”

“yang..kamu ga pa – pa kan..?”

“kamu mabuk lagi lan..?”

“gimana kuliahmu lan..?”

“mau jadi apa kamu gini terus..?”

“lan.. alan.. pulanglah..”

Cuukkk.. kenapa suara amell menggema dikepalaku.. assuuu..

“mell.. dimana kamu yang..? ameellll…”

Kenapa aku ini.. kenapa bisa begini.. aku harus sadar.. aku ga boleh pingsan..

Aku lalu memukul kepalaku kuat.. kuat.. dengan telapak tanganku..

BUUHHGGG..

BUUHHGGG..

[table id=AdsTbet /]

Tiba – tiba pandanganku mulai terlihat walaupun kabur…. aku lalu mengelap wajahku.. cairan apa ini..

Cuukkk.. ini darah.. aku lalu membersihkan wajahku dengan kaosku.. dan aku masih dalam kondisi tertidur dilantai..

Mataku kutekan kuat – kuat dengan jempol dan jari telinjukku.. setelah itu aku menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri.. pandanganku lambat laun mulai terang kembali..

Musuhku melihatku dengan tersenyum.. bangsatt.. kamu sudah ngeremehkan aku ya..

Aku lalu duduk dan menundukan kepalaku..

“masih kuat juga kamu ya..” katanya sambil membakar rokoknya..

Bajingan.. dia bener – bener meremehkan aku.. aku lalu jongkok.. kedua tanganku kukepalkan ditanah.. lalu aku berusaha berdiri..

Setelah aku berdiri, aku mengumpulkan semua kekuatan.. musuhku menatapku dengan tajam.. lalu dia melempar rokoknya yang masih menyala ke tubuhku.. lalu… dia berlari kearahku dan mengarahkan pukulan tangan kanannya dengan sangat kuat.. aku memejamkan mataku lalu menduk menghindari serangannya sambil tanganku mengepal dan menghantamkannya dengan sekuat tenaga..

BUUUGGHHHH…

“arrhhhhgg….” Teriaknya tertahan.. matanya melotot dan nafasnya sesak.. aku lalu membuka mataku kembali..

Setelah itu.. aku mengarahkan kepalan tangan kiriku kepelipisnya dengan sekuat tenagaku.. dan dilanjut dengan kepalan tangan kananku dirahangnya.. lalu dilanjutkan lagi kepalan tangan kiri di matanya sebelah kanan dan terakhir kepalan tangan kananku dihidungnya..

BUUUGGHHHH…

Dan ketika dia mau roboh aku tutup seranganku dengan tendangan kaki kanan dibagian telinganya sebelah kiri..

BUUUMMMM…

Dia pun tumbang dengan darah yang keluar dari telinga, hidung dan mulut..

Dia ga bergerak lagi..

setelah itu aku menegakkan tubuhku kembali.. assuuuu.. kepalaku masih agak goyang..

Setelah itu aku melihat kesamping kiri..

PRAKKK..

Kepala mas raimond dihantam balok sampai baloknya patah menjadi dua.. darah lalu keluar dari kepala mas raimond.. dan mas raimond tidak roboh.. dia lalu membersihkan darah yang mengalir dari kepalanya.. lalu berjalan pelan kearah orang yang memukulnya tadi.. dan orang itu mundur sambil memukul..

BUUHHGGG..

Tiga kali pukulan orang itu diarahkan kekepala mas raimond.. mas raimond tetap tegak berdiri dan berjalan kearah orang tersebut.. lalu..

BUUUMMM…

Tiga kali pukulan mas raimond dengan telak mengenai pelipis, rahang dan mata orang itu dan dia langsung tumbang..

mas raimond lalu jongkok dan menjambak orang itu..

“babi ni.. sudah dibilang jangan pakai senjata.. ko bawa balok lagi..” ucap mas raimond dengan emosinya.. lalu

BUUUMMM…

Tiga kali hantaman keras mas raimond membuat wajah orang tersebut penuh darah dan dia tidak sadarkan diri.. mas raimond lalu membanting kepala orang itu kelantai dengan keras..

BUUUMMM…

Tamatlah riwayatmu bos…

Diduel lainnya aku lihat rudi juga berdarah – darah diwajahnya.. setelah tadi rudi dinjak – injak wajahnya.. sekarang rudi lagi berjalan gontai sambil menjambak dan menyeret musuhnya yang tidak berdaya setelah rudi bangun dan meng upercat nya barusan.. dia menyeret musuhnya kearah tiang penyangga gudang.. lalu dia mendudukan musuhnya menghadap tiang dan dia menjambak lagi rambut musuhnya.. lalu dihantamkannya kepala musuhnya ke tiang penyangga itu..

BUUUMMM…

Lalu kelapa musuhnya yang penuh darah itu dibanting kebelakang

BUUMMM..

Dan musuhnya sudah tidak bergerak lagi..

Rudi lalu berdiri dan mengambil rokoknya lalu membakarnya..

Assuuu…

Diduel bung toni.. tidak kalah seru juga.. mungkin musuh bung toni ini mantan petinju.. dan mereka sekarang saling berhadapan.. nafas mereka berdua berat dan cepat.. butiran keringat bercampur darah keluar dari pelipis bung toni dan orang itu.. mereka posisinya sama – sama mengepalkan kedua tangan kedepan.. kepala mereka bergerak mengikuti irama tubuh mereka kekanan dan kekiri..

Bung toni memancing dengan memberikan pukulan lurus kedepan dengan tangan kanan tapi pelan.. musuhnya menghindar lalu mengarahkan jab kanan ke wajah bung toni.. bung toni memundurkan sedikit kepalanya.. begitu ada celah bung toni menyerang.. dia mengarahkan jab kirinya dengan keras rahang musuhnya..

BUUUMMM..

musuhnya oleng kesamping kiri.. dan disambut dengan jab kanan yang sangat keras dan telak..

BUUUMMM..

Lalu secara bergantian jab kiri dan jab kanan dilakukan dengan cepat dan tepat oleh bung toni kewajah orang tersebut..

BUUUMMM..

Dan diakhri dengan sebuah uppercut yang sangat keras didagu musuhnya..

BUUUMMM..

Musuhnya langsung roboh kebelakang dengan terlentang dan nafasnya mengorok sambil mengeluarkan darah segar..

Hiuuffttt.. bajingan.. begitu banyak darah hari ini yang tumpahh..

Disatu sisi lainnya aku lihat duel yuda..

Diatas mata kiri yuda kelihatan bengab.. lebih tepatnya dipelipisnya ada sobek yang agak lebar.. dan ada darahnya darah mengalir.. sedangkan musuhnya bibirnya pecah dan berdarah juga..

Mereka sama – sama bersiap untuk saling menyerang.. yuda bersiap dengan kuda – kudanya yang mantap.. badannya agak membungkuk dan tangan kirinya didepan wajahnya dengan semua telapak tangannya terbuka sedangkan tangan kanannya agak kedepan dengan telapak tangan terbuka juga..

Musuhnya maju dan menyerangnya dengan pukulan dan tendangan.. yuda menghindar dan menangkis setiap serangan.. yuda sampai jungkir balik kedepan untuk menghindari sapuan kaki musuhnya..

Dan kali ini posisi yuda agak menyamping.. kuda-kuda dengan sikap awalnya sama seperti sikap kuda-kuda pertama tadi.. tapi, pada posisi ini badan agak dicondongkan ke samping, salah satu kaki ditekuk membentuk sudut siki-siku dan kaki belakang tekuk sedikit dengan telapak kaki menghadap samping lurus. Dan ketika musuhnya menyerang yuda menghindar lalu pukulannya tegak lurus dan mengepal mengenai dada orang itu dengan kuat sampai orang itu mundur kebelakang..

BUHHHGGG…

setelah itu yuda menendang dengan kaki lurus dan tumitnya mengenai mulut orang itu dengan keras..

BUHHHGGG…

Orang itu sampai sempoyongan terkena tendangan tumit yuda.. lalu yuda menurunkan kaki kanannya dan mengangkat kesamping lalu

BUUUMMM..

Sebuah tendangan dari yuda lagi yang menggunakan punggung kakinya .. mendarat mulus dipelipis orang tersebut dengan sangat keras sampai orang itu roboh kesamping kiri.. dan yuda mengakhiri dengan pukulan lurus dan mengepal kemulut orang itu..

BUUUMMM..

Dan akhirnya dia tergeletak dengan mulut yang menganga…

Gila kau anak muda..

Dan duel terakhir yang terjadi didepan kami yang belum selesai adalah duel mas arief dengan si begal..

Kulihat mas arief berkali – kali jatuh akibat pukulan si begal.. luka – luka disekitar wajahnya tidak membuat mas arief menyerah begitu saja.. memang kuakui kekuatan fisik mas arief ini luar biasa.. musuhnya aja sampai kewalahan menghajarnya..

Dan akhirnya pada saat musuhnya menghajar wajah mas arief dia menduduk lalu

BUUUHHGGG..

Sebuah pukulan tangan kanan mas arief masuk di bawah ketiak sebelah kiri begal dengan keras..

“AAAAAAAAAGGGGGGHHH…” begal berteriak kesakitan dengan kencangnya.. tubuhnya sampai limbung ke kanan.. lalu sebuah pukulan tangan kiri mas arief melayang kedada sibegal dengan sekuat tenaganya..

BUUUHHGGG..

Begal roboh kebelakang dengan mata yang melotot dan dengan nafas yang tertahan.. begal roboh dengan posisi terlentang.. mas arief lalu loncat dan menginjak wajah begal dengan sekuat tenaga..

BUUUMMM..

Musuhnya itu langsung kejang – kejang.. mas arief tidak menghentikan serangannya.. dia lalu menyeret sibegal sampai begal tengkurap.. tangan kanannya diluruskan dengan paksa diatas gundukan batu.. lalu sikutnya dinjak dengan kuat oleh mas arief..

KRAAAAKKK…

“AAAAAAAAAGGGGGGHHH…” begal meraung dengan kerasnya akibat tangannya patah dan menjuntai.. mas arief lalu menginjak mulut begal dari samping

BUUMMMM..

Dan tidak ada suara yang terdengar lagi.. hanya darah yang keluar dari mulut orang itu..

Lalu mas arief meluruskan tangan kiri begal.. dan posisinya diluruskan diatas gundukan batu sama seperti tangan kanan tadi.. lalu diinjaknya dengan keras

KRAAAAKKK…

Cuuukkk.. sadis pake banget mas arief ini.. dua – dua tangan begal dibuatnya patah dan menjuntai.. assuuu.. gila.. ini gila..

Mas arief lalu berjalan meninggalkan begal yang tergelatak ditanah.. aku ga tau dia masih hidup atau ga.. yang jelas kondisinya sangat mengerikan..

Mas arief berjalan kearah kami sambil mengambil rokoknya dikantong celana belakang lalu berhenti sebentar untuk membakar rokoknya.. lalu berjalan lagi..

“yud.. kita cari motormu didalam sama – sama..” kata mas arief dengan dinginnya..

Kami semua masuk kedalam gudang yang sepi ini.. cuukkk.. banyak banget barang curian disini.. mulai sepeda motor, mobil dan barang elektronik..

Kami menyebar ke area sepeda motor dan mencari sepeda motor yuda yang tadi sudah dikasih tau ciri – cirinya..

“ketemu mas..” teriak yuda dengan senangnya..

Yuda lalu mendorong dan memarkirkan didepan kami.. lalu kami mengecek kondisi sepedanya..

“gimana yud.. bisa dipake jalan..?” kata mas arief..

“kuncinya dol mas.. tapi secara fisik aman aja.. bensinnya kebetulan juga masih banyak..” kata yuda..

“bisa distater..?” tanya mas raimond..

Yuda cuman menggelangkan kepalanya..

“gampang itu.. sini..” kata bung toni.. dia lalu membongkar sedikit dibawah stang yuda lalu menyetater dengan kaki..

BRUUUMMM… BRUUMMM.. BRUUMMM..

“aman to..” kata bung toni..

“siap bung.. terimakasih ya..” kata yuda dengan tersenyum..

“oke.. yud kamu naik motormu sama rudi dibelakang mobil kami dan didepan mobil angggota ilham.. biar kami bisa mengawasi kalau kalian ada apa – apa..” kata mas arief sambil menghisap rokoknya..

“siap mas..” ucap rudi dan yuda..

“sebelum pergi.. cek anggota kita dulu disini.. gimana personil..? lengkap ga..?” tanya mas arief..

“dari mobil kita lengkap mas..” ucap rudi

“kalau dari kami juga lengkap..” kata salah satu anggota ilham..

“bagus.. sekarang kita semua nyusul mas pandu digudang tiga..” ucap mas arief..

“SIIIAPPPP..” ucap kami berbarengan

“mas ini pistol sampean..” kata anggota ilham..

“oh iya.. terimakasih ya..” kata mas arief mengambil pistolnya dan menyelipkan disarung pistolnya dipinggang..

Cuukk.. kalau kulihat semua anggota kami berdarah – darah wajahnya.. tapi tidak ada sama sekali terlihat ketakutan.. kami semua puas bisa membantai bajingan bajingan aliansi selatan digudang pertama ini, apa lagi dengan kondisi yang mengenaskan.. mereka semua tergeletak dilantai dan darah dimana – mana..

Dan sekarang kami semua sekarang ada di mobil mas arief.. kami berjalan pelan.. tampak mas adam dan kelompok dua berjalan keluar gudang dua bersama – sama.. mereka juga sudah selesai dengan pertarungannya.. kami pun berhenti menghampiri mereka.. kondisi kelompok mas adam juga babak belur.. mereka semua bonyok dan berdarah – darah..

“gimana dam..” teriak mas arief dari dalam mobil dan menurunkan kacanya bagian samping..

“aman mas.. sudah kami bantai semua didalam.. hehehe..” kata mas adam dengan mata yang bengkak..

“asssuu.. kenapa matamu itu..” kata mas arief..

“anu mas.. kesenggol nenen janda didalam…” kata mas adam dengan bercanda..

“cuuukkk.. hahahahaha..” kata mas arief sambil tertawa..

“ayo kita nyusul mas pandu..” kata mas arief lagi..

“siap…” kata mas adam..

Mereka pun masuk kemobil dan mengikuti mobil kami menuju gudang ketiga..

Ketika sampai di gudang ketiga tampak perkelahian masih berlangsung.. dan disini jumlah anggota aliansi selatan banyak sekali.. kulihat juga ada tiga mobil terparkir di belakang mobil ilham.. mungkin itu mobil cak maji dan anggotanya.. mobil kami langsung berhenti dan diikuti mobil yang lain.. lagi – lagi bung toni keluar dari mobil dan berlari kedalam gudang lalu menghajar setiap lawan yang ditemuinya.. kamipun berhamburan keluar dan masuk kearah gudang diikuti oleh kelompok mas adam dan anggota ilham yang dua mobil..

Assuuu.. ternyata disini lebih mengerikan pertempurannya..

GIIILLAAAAA….

#cuukkk.. ini pesta kecil yang sangat luar biasa…

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 44 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 44 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 43 ) | ( Part 45 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler