. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 33 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 33

0
423

Part 33 – Malam Keakraban 01


Kirana Ayu

Adalia Adriana

Ratih Larasati

#Ospek hari terakhir

Ini sudah hari keempat ospek berjalan, berarti hari ini adalah hari terakhir ospek berlangsung dan berarti sore ini kegiatan akan ditutup.. panggung yang megah telah disiapkan oleh panitia untuk malam keakraban, band-band besar dari kota ini siap untuk menjadi bintang tamu..

“ketua kelompok.. ntar bagus-bagus loh bandnya yang jadi bintang tamunya, salah satunya KKB.. wihhh.. mantap..” kata ratih

“ga kenal aku tih sama KKB, taunya Tani Maju aja..” ucapku

“masa ga tau KKB..? suara vokalisnya keren tau.. serak-serak gimana gitu..” kata ratih..

“payah koe ra ngerti KKB.. iku band rock rek..”kata aldo

“iyo ndeso ancene sandi iki..” kata surya..

“taunya cuman wanita aja sandi ini..” kata yuda

“ya begitu itu bajingan lendir..” kata lia.. assu’i.. ini aja yang bikin ga enak komentarnya..

“yo maaf kalau aku ga ngerti.. ojo mblayer je..(jangan marah bro..)” kataku sambil menghisap rokok..

Hari ini kami sedang beristirahat didekat perpustakaan.. aku dan anggota power ranger ditambah dengan ratih.. untuk aku sendiri, aku memang butuh istirahat sejenak.. setelah tiga hari kemarin menghajar maba dengan keras.. puncaknya sih kemarin hari ketiga.. kami panitia keamanan menghajar semua maba sampai mereka bener-bener tunduk dan menurut apapun yang diperintah panitia.. dan kami mengajarkan bagaimana anak teknik itu bersikap dalam hidup didunia kampus..

Dan hari terakhir ini kami keamanan sudah melonggarkan atau mengurangi kekerasan kepada maba..

Kegiatan mereka saat ini adalah berkeliling mencari tanda tangan panitia.. assuu.. setelah tahun kemarin aku dan anggota power ranger malas keliling untuk mencari tanda tangan panitia.. tahun ini malah kami yang dikejar-kejar untuk dimintai tanda tangan.. berasa seperti artis saja..

Pada saat kami sedang santai ini ada seorang maba cewe berjilbab, yang manis dan cantik datang untuk meminta tanda tangan kami.. siapa lagi kalau bukan Kirana Ayu Pramesti..

“ehh… ada ayu.. haiii ayu..” kata surya mulai tebar pesona..

“iya kanda.. mau minta tanda tangan boleh..” kata ayu.. assuuu.. suaranya cuukk.. alus banget..

“jangankan tanda tangan dinda ayu.. hati kanda ini, kalau dinda ayu minta.. kanda kasih dengan sukarela.. kalau perlu kanda antar kehati dinda.. biar bersatu dan bahagia selamanya.. ” kata surya dengan rayuannya sambil menandatangani buku ayu..

“terus hati yang kamu kasih buat aku, gimana kanda surya..? kok tega sih kamu berpaling dari aku..” kata lia ke surya tapi melirikku..

Assuuu.. terserahlah dirimu mau apa ya’.. kamu adalah mahluk ciptaan Tuhan, yang bebas berucap dan melakukan apa aja dan ga pernah salah.. camkan itu.. bajingan’i

“ihh.. kanda kok gitu sih.. akunya kan ga enak sama yunda lia kalau gini..” kata ayu pura-pura meraju yang menyambung omongan lia..

“cuukkk.. kamu merusak rencanaku lia.. aaarrgggh…” kata surya jengkel

“memang begitu kanda surya de ayu.. dia selalu mengobral cintanya kemana-mana dan diskonnya pun ga tanggung-tanggung 100 persen..” kata yuda

“assuu.. gratisan dong aku.. lambemu iku loh yud melu-melu ae.. assuu’i..” (mulutmu itu loh yud ikut-ikut aja..) kata surya ngedumel sambil menyerahkan buku ke ayu.. dan ayu menggeser ke yuda..

“kanda.. aku minta tanda tangannya juga ya..” kata ayu ke yuda sambil tersenyum..

“kamu cuman minta tanda tangan dibuku..?” tanya yuda sambil melihat ayu

“emang dimana lagi tanda tangannya kanda?” tanya ayu bingung

“dihatimu.. sini aku tandangani.. tapi izinkan dulu aku masuk didalamnya, biar aku bisa membuat tulisan cinta tentang kita didalamnya, dan setelah itu aku akan tandatangani perjanjian cinta antara kamu dan aku…” kata yuda sambil menatap ayu..

“aasuuu…” maki aldo dan surya berbarengan ke yuda..

“hahahahha..”

“ihhh.. kanda bisa aja..” kata ayu tersenyum manis..

Setelah mendapatkan tanda tangan yuda, ayu pun bergeser ke aldo..

“permisi kanda.. bisa minta tanda tangannya..?” tanya ayu..

“pasti kuberi yu.. aku akan memberi tanda tangan, tapi tolong beri aku tanda cinta darimu..” kata aldo sambil menandatangani buku ayu..

“bajingan..” ucap surya dan yuda..

“hahahaha..”

“terimakasih kanda..” ucap ayu yang malu-malu dengan rayuan para bajingan ini..

“wes ngono tok…(sudah gitu aja..) jiaaancuuk.. aku sudah merangkai kata dengan berjuta makna, jawabannya cuman terimakasih..?” kata aldo sambil geleng-geleng..

y.. ” kata yuda tertawa dengan senang..

“sudah kenyang kanda aldo..? mau kutambahin lagi terimakasihnya.. hahahaha..” kata surya ikut tertawa..

“asssu.. kalian dua ini..” kata aldo..

“hihihihi.. mana bisa kalau cuman dengan itu kalian meruntuhkan hati adek sepupuku yang cantik ini..” kata ratih tertawa lalu mengambil buku ayu dan menandatangani bukunya..

“kakak ratih..” ucap aldo, surya dan yuda berbarengan..

“elehhh.. malas aku punya ade kayak kalian ini.. gombalannya kaya gembel.. hihihihihi..” kata ratih sambil tertawa renyah..

“aaassuu.. dikatain gembel kita..” kata surya..

“mungkin kata kak ratih itu.. kau aja sur bukan aku.. “ kata yuda

“bener sur.. rayuanmu memang kayak gembell..” aldo menanggapi

“bajingan terlaknat kalian berdua ini..” kata surya sambil merokok..

“hahahahahahaha… gembelnya ngamuk..” kata yuda

“iya..hahahahaha.. gembelnya ngamuk, sambil rokokan lagi hahahahaha..” kata aldo tertawa lepas…

“asssuuu banget deh kalian berdua ini.. jahat..” kata surya dengan manja..

“bajingan.. hahahahahaha..” kami semua tertawa mendengar celoteh tiga orang ini..

“gembelnya bisa manja ya..” kata ratih dengan cueknya..

“cruutt.. ratih.. kamu menghinaku juga.. ternyata otakmu mulai tergeser.. assuuu..” kata surya sambil geleng-geleng

“hahahahahaha..”

“terimakasih yunda ratih..” kata ayu lalu bergeser ke lia..

“yunda lia bisa minta tanda tangannya..?” ucap ayu kelia

“sini adek kosku yang manis..” kata lia

“cruuttt.. dia adek kosmu ya’?” kata surya

“iya kenapa emangnya..?” kata lia sambil melotot kearah surya

“berarti aku boleh dong main kekosmu..?” kata surya lagi

“maaf loh sur.. gembel ga boleh main kekosku..” kata lia dengan sadis..

“wuaancookkk.. kamu ikut-ikutan tiga manusia jahanam ini menghina aku ya’..?” kata surya dengan nada yang seakan-akan dia adalah manusia teraniaya dimuka bumi ini..

“hahahahahaha..”

“sabar sur.. jangan emosi.. mereka itu memang senang betul menghinamu.. sabar ya mbel..” kataku dengan cuek..

“asssuuu.. kamu ikut juga san.. bajingan.. kamu semua maju sini, satu-satu jangan main keroyokan kalau berani..?” kata surya sambil berdiri..

“hahahaha..” kami semua tertawa..

“hihihihihihi…” ayu tertawa sambil menutup mulutnya melihat tingkah surya..

“kamu ikut tertawa juga dinda.. lengkaplah sudah penderitaanku hari ini..” kata surya langsung duduk kembali..

“de.. kalau mereka bertiga itu rayuannya seperti gembel, nah kalau disebelahku ini rayuannya kayak bajingan.. hati-hati ya..” kata lia ke ayu..

“iya de.. bajingan pujangga itu.. hati-hati aja..” kata ratih ikut bersuara

“terimakasih yunda lia..” kata ayu mengambil buku dari lia dan dia cuman tersenyum aja mendengar ocehan lia dan ratih.. setelah itu ayu pun melangkahkan kakinya kearahku..

Sekarang ayu sudah berdiri didepanku, dan posisiku lagi duduk di kursi beton.. dia menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatapku.. cuukk.. kenapa ayu ini.. kemarin dia berani menatapku, berani membalas pegangan tanganku dan berani mengeratkan pegangannya, dia juga berani tersenyum dan lebih gilanya dia kemarin berani mengecupku.. sekarang..? boro-boro senyum.. menatap aja dia ga berani.. kalau aku melihatnya mungkin dia malu.. ga tau malu karena apa.. ah biarlah.. aku sih tetap cuek sambil merokok..

“boleh minta tanda tangannya..” kata ayu pelan.. akhirnya dia bersuara walaupun pelan tapi masih terdengar lembut.. dia tidak memanggilku seperti yang lain.. dia langsung meminta tanda tangan dengan suara yang pelan dan sambil menunduk..

Aku diam dan menatapnya sebentar lalu mengambil bukunya lalu kutanda tangani.. setelah itu aku serahkan ke ayu lagi dengan cueknya.. teman-temanku semua heran dengan sikap diam dan cuekku..

“loh kok diam kau pujangga.. tumben? Mana rayuan mautmu..?” kata yuda..

“aku bosan mengeluarkan kata-kata rayuan.. biar tatapanku ini yang menyapa hatinya..”

“aasssuuu..”

“biadabb..:”

“kimaknya…”

“dasar pujangga bajingan iiiiiiiiii..”

“memang bajingan lendir kau pur..”

Teman-temanku yang tadinya bingung dengan sikap diamku lalu memakiku bergantian, setelah aku mengucapkan beberapa kalimat.. sedang ayu yang berdiri didepanku, walaupun menunduk wajahnya terlihat memerah, entah marah, malu atau apa.. aku juga ga paham.. yang jelas aku tetap santai aja sampai saat ini..

“memang ga salah dia dijulukin bajingan pujangga.. lihat ayu ini.. langsung tunduk dan merah mukanya.. assuu’og..” kata surya..

“iya sur.. lah kita yang dari tadi merayu ayu aja, dia santai seperti ga ada efeknya sama sekali.. lah bajingan ini, cuman beberapa kalimat aja langsung luluh lantak ayu dibuatnya.. bajingan memang sandi ini..” yuda ikut berbicara

“ancene bajingan pujangga.. aku nyiapin kata-kata tadi itu tujuh hari tujuh malam bertapa diatas mahameru.. lah dia asal njeplak (asal ngomong) aja, sudah buat ayu klepek-klepek..” kata aldo..

“apasih kanda ini.. biasa aja kali..” kata ayu melihat ketiga temanku dengan ekspresi yang malu..

“biasa gimana de.. wajahmu loh kelihatan betul merahnya.. hihihihii..” ucap ratih sambil tersenyum..

“gimana yu.. bener ga yang ku omongin tentang bajingan lendir ini semalam.. terbukti kan..?” kata lia

“loh.. tadi malam kalian gosipin aku..?” tanyaku ke lia dengan heran..

“ga usah ge er.. kalau kuhajar neh bibirmu..” kata lia kepadaku..

“hajar aja ya’ bibirku ini.. tapi pake bibirmu ya.. aku ikhlas kok..?” ucapku sambil memainkan kedua alisku.. sengaja aku merayunya biar suasana kami berdua agak cair..

“bibir ini kah..” kata lia sambil mengepalkan tangan kanannya didepanku

“hahahahaha..” aku tertawa aja.. soalnya lia sudah mulai agak mulai mencair dengan guyonanku..

“asuuuu koe san.. menengo ae cook.. (diam aja cook..) kata-katamu menggatelkan banget..” kata surya

“udah-udah ah.. ga akan selesai kalau kita ngomongin bujangga bajingan ini.. dek.. kok kamu malah bengong disitu.. dah sana cari tanda tangan lagi..” kata ratih..

“eh iya.. iya.. ayu pamit dulu ya mas..” jawab ayu yang kaget dengar ratih berbicara.. aku pun baru menyadari kalau ayu dari tadi masih berdiri mematung didepanku.. dan sekarang dia pamit sambil menatapku..

“kok mas sih.. kan ini acara ospek..” kataku yang kubuat sedatar mungkin..

“oh iya.. maaf kanda..” katanya sambil melangkahkan kakinya pergi..

“ga sopan kamu dek.. pujangga bajingan ini aja yang dipamitin, emang kita dianggap apaan disini..” kata ratih

“oh iya.. maaf kanda dan yunda.. ayu pamit dulu..” kata ratih malu-malu dan mulai melangkah lagi..

“dinda ayu.. tunggu..” panggil surya

Ayu pun berhenti dan menoleh kepada surya.

“ya kanda.. ada apa..?” ucap ratih

“hem.. jadi gimana..? bisakah hati kanda ini buat dinda seorang..” lagi-lagi surya tak patah arang, dia mencoba merayu ayu lagi..

“maaf kanda.. hatiku sudah ada yang menyapa..” katanya sambil melirikku lalu dia pergi..

Asssuuu.. itu buat aku kah yu’..? jadi tambah jatuh love aku sama kamu.. bajingann… hahahahaha..

Setelah ayu menjauh.. tanganku mengadah ke aldo, surya dan yuda seperti meminta sesuatu..

Lalu mereka mengeluarkan masing-masing rokok satu bungkus yang belum dibuka, hasil pembagian untuk panitia ospek dan diserahkan kepadaku..

“bajingannn.. kalah telak aku cook..” kata surya sambil menyerahkan sebungkus rokok..

“assu.. ini dp sebungkus.. nanti sisanya kucicil perbungkus ya..” kata yuda

“jiamput ancene arek iki..(jamput memang anak ini) dibabat habis cewe cantik dikampus ini..” kata aldo.. dan dia juga memberikan sebungkus rokok kepadaku..

“kayaknya.. ga bisa kalau cari cewek cantik dikampus ini.. kalah saing kita..” kata yuda..

“kayaknya aku harus minta bantuan zordonn..” kata surya

[table id=AdsLapakPk /]

(“zordooooonnn..” teriak surya)

(“ga usah teriak.. dasar gembel ini..” sahut zordon dari atas langit..)

(“asssu kamu don.. kamu menghina aku juga.. bajingan’i…” kata surya)

(“hahaha.. sory sur.. keceplosan aku.. ga usah sedih gitu kamu.. gimana..? gimana..? apa yang bisa aku bantu..?”)

(“don.. kapan kamu turunkan mega zord buat kami..? biar bisa kami tunggangilah.. kan kelihatan kece tuh.. biar wanita-wanita cantik disana tau, kalau kami ini pasukan ranger.. kan tambah gampang kami cari wanita kalau gitu..”)

(“raimu ae njaluk mega zord sur.. wong awakmu numpak astrea grand ae sumbunge ra umum opo maneh numpak megazord.. tak tapok cangkemmu koen engko..” (mukamu aja minta megazord sur.. orang kamu naik astre grand aja sombongnya luar biasa apalagi naik mega zord.. tak pukul mulutmu nanti..))

(“assuu.. keon don.. terus aku kudu piye..?” (anj*ng kamu don.. terus aku harus gimana..?))

(“nyantai wae sur..(nyantai aja sur..) masih ada alpa kok disini.. hahahaa..” ucap zordon sambil tertawa..)

(“ayayayayaya… emang aku robot apa’an..? emang aku mau sama gembel macam ini.. ayayayayaya..” kata surya menyahut..)

(“bajingan kalian berdua.. terkutukkk.. semoga kalian ga punya titit selamanya..”)

(“asssuuu..” sahut zordon dan alpa berbarengan..)

(“hahahahahahaha..” kamipun tertawa bareng..)

 

“lumayan hari ini tiga bungkus rokok.. buat cadangan dua hari ini.. oh iya masih ada berapa lagi ya jatah rokokku..? wah.. lumayanlah sebulan ga beli rokok..” ucapku santai

“asssuuu..” ucap mereka berbarengan memakiku..

“loh.. kalian ini buat adeku taruhan ya..?” kata ratih sambil melotot..

“enggalah tih.. emang kami sekejam itu sama wanita.. aku taruhan sama anak-anak itu, cuman untuk memotivasi aja, kira-kira siapa yang bisa kenal dekat sama ayu duluan.. bukan taruhan merebut hatinya.. biar bajingan gini, masih punya perasaan kita.. tapi kalau taruhannya merebut hati kamu tih, ga ada urusan aku.. biar taruhannya nyawa sekalipun.. kujabanin.. ” ucapku sambil menghisap rokokku..

[table id=Lgcash88 /]

(“heii.. jangan asal ucap kau anak muda..” suara mahluk itu datang)

(“cuman candaan aja itu..” jawabku)

(“bagimu candaan.. tapi bagi ratih..?”)

(“pasti pahamlah dia..”)

(“ga semudah itu anak muda..”)

(“ahh.. serius betul sih..”)

(“terserah kamulah..”)

 

“lumayan hari ini tiga bungkus rokok.. buat cadangan dua hari ini.. oh iya masih ada berapa lagi ya jatah rokokku..? wah.. lumayanlah sebulan ga beli rokok..” ucapku santai

“asssuuu..” ucap mereka berbarengan memakiku..

“loh.. kalian ini buat adeku taruhan ya..?” kata ratih sambil melotot..

“enggalah tih.. emang kami sekejam itu sama wanita.. aku taruhan sama anak-anak itu, cuman untuk memotivasi aja, kira-kira siapa yang bisa kenal dekat sama ayu duluan.. bukan taruhan merebut hatinya.. biar bajingan gini, masih punya perasaan kita.. tapi kalau taruhannya merebut hati kamu tih, ga ada urusan aku.. biar taruhannya nyawa sekalipun.. kujabanin.. ” ucapku sambil menghisap rokokku..

(“heii.. jangan asal ucap kau anak muda..” suara mahluk itu datang)

(“cuman candaan aja itu..” jawabku)

(“bagimu candaan.. tapi bagi ratih..?”)

(“pasti pahamlah dia..”)

(“ga semudah itu anak muda..”)

(“ahh.. serius betul sih..”)

(“terserah kamulah..”)

“asssuuuu..” lagi-lagi mereka bertiga kompak memakiku..

“beneran..” kata ratih memandangku dengan tatapan yang tidak seperti biasanya..

“serius pur..” tanya lia yang juga menatapku..

Aku ga menjawab cuman menganggukkan kepalaku.. lalu aku pun berdiri..

“tih.. ya’.. aku kemarkas keamanan dulu ya.. mau bahas masalah teknis ntar malam itu seperti apa..” ucapku kepada mereka berdua.. dan mereka berdua cuman bengong aja menatapku..

“rek suwon yo rokoke.. hahahahaha..” ucapku kepada aldo, surya dan yuda..

“asssu’i mari entok rokok langsung ngaleh..(anj*ng.. sudah dapat rokok langsung pergi..)” ucap surya

“bukan cuman rokok yang dapat.. hati wanita juga dapat dia.. assuuu..” kata yuda

“biar aja dia pergi.. dari pada disini nggatelno silet..(buat pantat gatal..)” aldo menyahut..

Aku pun cuek dan terus jalan, sambil mengangkat tangan kananku keatas yang menggenggam tiga buah bungkus rokok..

“bajingaaaaannn..” ucap mereka bertiga berteriak..

“hahahahahaha..”

Kenapa aku cepat pergi dari situ, selain ada rapat dengan panitia keamanan, aku malas lihat reaksi lia yang kelihatannya agak gimana gitu.. terus kalau ratih kelihatannya dia menyembunyikan sesuatu.. sebenarnya aku tadi sih bercanda aja.. biar ga ditanya macam-macam tentang ayu.. tapi biarlah mereka nanggapi seperti apa..

Aku itu sebenarnya ga pengen ada konflik keluarga diantara ayu dan ratih.. terserah kisanak87 mau nulis apa.. Cuman satu aja permintaanku jangan sampai nulis ada konflik keluarga diantara ayu dan ratih.. kalau sampai itu terjadi, aku ga mau ngelanjutin cerita ini sebagai pemeran utama disini..

(Kisanak87 ”beneran kamu ga mau ngelanjutin san..?”)

(Sandi “serius aku ki.. capek hati aku..”)

(Kisanak87 “jadi udahan nih ceritanya..ditamatin aja..”)

(Sandi “bajingan kamu ki..”)

(Kisanak 87 “kan kamu sendiri yang minta..”)

(Sandi “terus gimana nasib cintaku kalau tamat nih cerita..”)

(Kisanak87 “biar aja nggantung.. biar kamu hidup sama jago selamanya, tanpa ada pasangan..”)

(Sandi “assuu kamu ki.. iya udah.. aku ngikut aja sudah..”)

(Kisanak87 “hahahahha… gitu dong.. bajingan lendir..”)

(Sandi “assuuu..”)

[table id=Ads4D /]

Aku pun melangkah kan kakiku ke markas keamanan.. didalam tampak anak kos pondok merah, beserta panitia keamanan yang lain sedang berpesta miras dan pesta ganja..

“sandi.. ko dari mana saja.. ko ketinggalan berapa putaran ini.. cukimai ini.. ko duduk sini..” cruutt.. sambutan seperti biasa dari bung toni kepadaku.. dan teman-teman kosku dan panitia lain cuman tersenyum aja mendengarnya..

“ini ko minum..” kata bung toni kepadaku sambil menyerahkan segelas penuh minuman kepadaku.. hiiuuffff..

“aku angkat ya semua..” aku lalu mengangkat minuman dan meminumnya.. setelah itu kuserahkan gelasnya kebung toni..

“ko haus ya san.. nih minum lagi..” kata bung toni sambil menyerahkan segelas penuh minuman lagi kepadaku..

“bah.. kok terus-terusan segelasnya bung..” kataku protes..

“ko minum sudah.. cerewet ini..” kata bung toni sambil melotot kepadaku.. assuu.. akhirnya kuambil lagi minuman itu dan meminumnya.. setelah itu, aku serahkan kembali gelasnya kebung toni..

“ini.. ko minum lagi.. karena ko protes barusan..” ucap bung toni dengan santai.. bajingann.. akhirnya aku ambil minuman gelas ketiga itu tanpa bersuara lagi.. dari pada aku terus-terusan dikasih segelas penuh..

“aku angkat ya..” hiuuffftt.. weeee.. panas.. tenggorakanku rasanya mau terbakar.. aku menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri.. setelah agak tenang.. gelasnya aku serahkan lagi ke bung toni..

“mantapp.. begitu dong.. makin ko mabuk.. makin ko menggila dengan wanita.. tunjukan pesonamu san.. hahaha..“ kata bung toni tertawa kepadaku..

Mendengar itu semua orang diruangan tertawa bersama..

“bajingan pujangga memang dia bung.. hahahahha.. ” kata mas rendi tertawa..

“opo ae sehh mas..” kataku sambil membakar rokokku lalu menghisapnya..

“hahahaha.. pujangga cinta yang bingung dengan cintanya..” kali ini mas pandu yang mengejekku..

“berat.. berat kalau bicara cinta ini e.. torang minum saja..” kata bung toni lalu memutar lagi minumannya..

“oh iya.. ntar gimana teknisnya selama malam akrab kakanda..?” aku bertanya ke kakanda alan untuk mengganti topik..

“seperti biasa wilayah kampus steril, didalam hanya ada panitia dan peserta serta beberapa dosen pembimbing.. oh iya.. sama securitu juga.. tapi mereka dipos aja.. untuk yang dari luar tidak boleh ada yang masuk, kecuali bintang tamu sama crewnya.. crew nya pun dibatasi..” kata kakanda alan

“kalau tani maju gimana..? kan banyak tuh jogedernya yang datang..” tanya mas bobby

“untuk jogeder tetap tidak boleh masuk.. mereka hanya didekat pagar luar kampus.. kita sudah lobi personil tani majunya.. mereka paham dengan kondisi ospek ini..” lanjut kakanda alan..

“mas rendi dan mas pandu nanti gabung juga di keamanan..?” kata mas alan bertanya

“iya.. kami nanti di pintu masuk.. biasanya mahasiswa yang lama itu berkeras masuk.. alumni dan senior yang ga berhubungan dengan panitia bayangan juga sudah kita minta keluar..” kata mas rendi

“iyo lan.. santai aja.. kami semua backup kalian kok..” kata mas pandu..

“matur suwon mas.. saya jadi agak ringan kalau gini..” kata kakanda alan..

“opo ae seh lan.. kita ini satu keluarga.. jadi harus saling bantu..” kata mas arief

“hehehe.. yo wes kita bisa bubar dulu ya mas.. soalnya mau upacara penutupan habis itu kelihatannya bintang tamu mau datang mas..” kata kakanda alan..

“sebentar dulu.. ini dibagi dulu buat penghuni kos pondok merah..” kata mas arif mengeluarkan beberapa kain merah yang telah dipotong seperti ikat kepala..

Kain inipun dibagi pada penghuni kos pondok merah yang berjumlah 14 orang.. ini cuman sebagai tanda aja, biasanya kalau orang-orang kampus yang melihat ini, mereka akan lebih segan karena tau yang memakai tanda ini cuman penghuni kos pndok merah.. kalau bagi penghuni yang lama, ga pakai tanda sih semua sudah tau.. kalau aku..?

“kalau diikat dikepala ndeso ketok’ane. mending dilengan aja ya..” kata mas pandu.. kami pun mengikat kain ini dilengan kiri..

Setelah upacara penutupan semua keamanan menyebar dan menuju pos yang telah ditentukan..

Untuk penghuni kos pondok merah berada dipintu gerbang didekat pos security.. karena disini yang paling susah untuk dijaga.. dan pos security pun dijadikan tempat memutar minuman oleh bung toni.. asssuuu.. ada aja tempat untuk memutar minuman.. sampai security pun dicekoki minuman oleh bung toni.. dan mereka ga berani menolak.. assuu banget kan..

“dinda.. sementara kamu dipintu gerbang dulu ya sama teman kos yang lain.. ntar kalau bintang tamu sudah main, kamu bisa ketengah lapangan bantu aku..” kata kakanda alan..

“siap kanda..” ucapku..

Kakanda alan pun berkeliling, karena sebagai koordiator keamanan tentu dia banyak dibutuhkan oleh panitia lain.. selain itu kakanda juga berkeliling untuk mengecek panitia keamanan lainnya yang menyebar disekitar lapangan..

Karena cuaca masih lumayan panas disore ini, teman-teman kos berlindung dipos security.. sedangkan aku sendiri menjaga pintu.. karena aku sudah terlalu mabuk, malas aku bergabung di pos security.. aku berlindung dari sengatan matahari di celah-celah pagar..

“woiii.. kamu panitia ya..” tegur seseorang berambut gondrong yang berdiri dipintu pagar luar.. kalau melihat gayanya.. kelihatannya dia bukan mahasiswa kampus ini deh..

“iya.. ada apa mas..?” kataku berdiri dan mendatanginya..

“buka pagarnya.. kami mau masuk..” ucap temannya.. rupanya sudah banyak orang yang telah berdiri dibelakang orang itu..

“sampean dari mana ya..?” tanyaku..

“bajingan kamu.. aku ini seniormu dikampus ini.. cepat buka..” katanya sambil menggoyang pagar..

“ga bisa masuk mas.. kampus sudah steril..” kataku sambil menatap orang itu.. diakui atau tidak, pengaruh banyak minum membuat emosiku cepat naik.. bagai mana ga banyak minum.. kami minum mulai malam pertama sampai hari keempat.. apa ga gila..

“bangsat ini.. kamu mau nantang aku ya..?” katanya sambil menggoyang pagar dengan keras..

“mundur kubuka pagarnya..” ucapku dengan tegas.. emosiku telah terpancing akibat tantangan orang itu.. aku lalu membuka sedikit pintu pagar dan aku keluar lalu menutup pagar kembali..

“sandiii..” teriak mas pandu yang melihat aku keluar pagar..

Aku ga menghiraukan panggilan mas pandu.. aku yang sudah diluar lalu loncat dan memukul wajah orang yang tadi menantangku..

BUUUMMMM..

Dia lalu roboh kebelakang dan kepalanya belakangnya menghantam aspal jalanan.. teman-temannya langsung mengeroyok aku..

BUUHGGG..

PAAAKKKK..

BUUHGGG..

PAAAKKKK..

Saling pukul antar aku dan orang-orang yang mengeroyokku.. aku sempat menjatuhkan beberapa orang.. dan aku pun sempat terkena pukulan yang membuat bibirku berdarah..

Penghuni kos pondok merah yang melihat itu lalu membuka pagar dan menghambur keluar.. mereka menghajar satu persatu orang yang mengeroyok aku.. akhirnya konsentrasi orang yang mengroyok aku terpecah.. mereka langsung menghambur dan menyerang anak kos pondok merah.. mas pandu menghajar beberapa orang.. begitu juga mas adam dan mas arif.. mereka membabi buta memukul orang yang ada didepannya..

Mas rendi menyeret satu orang dan menginjaknya di aspal lalu menghajar tiga orang lainnya tanpa ampun.. mas bendu menerjang dua orang dengan pukulannya.. bung toni yang biasa berkelahi dengan dua kepalan tangannya, langsung merobohkan empat orang.. mas wawan dengan lincahnya menggunakan kaki kanannya untuk menendang dua orang musuhnya..

Mas raimond, mas dannis, mas bobby dan mas rudi sibuk dengan lawan-lawannya.. mereka dengan beringas menghajar tanpa ampun dan menyeret setiap orang yang menyerang mereka..

Kakanda alan yang melihat ada keributan, langsung keluar dari dalam kampus dan memerintahkan panitia keamanan untuk menjaga pagar.. kakanda alan langsung berlari dan menyerang menggunakan lututnya kesalah satu orang yang ada didepannya..

BUUGGG….

PAAKKKK…

BUUGGG….

PAAKKKK…

Suara pukulan dan tendangan terdengar dari jalan depan kampus ini.. semua orang yang tidak terlibat menjauh.. sedangkan panitia keamanan yang lain tidak ada yang berani keluar karena sudah diancam oleh kakanda alan.. dan maba pun melihat aksi kami dari dalam pagar kampus..

Setelah beberapa saat akhirnya semua yang menyerang kami dapat kami tumbangkan.. ternyata lumayan banyak orang yang tadi menyerang.. jumlahnya puluhan orang.. mas pandu lalu menyeret satu orang.. kelihatannya dia pemimpin rombongan ini..

“kamu siapa berani nyerang kesini..?” tanya mas pandu

“kami dari desa utara cak..” kata orang itu yang mulutnya berdarah akibat pukulan mas mandu..

BUUHHGGGG..

Mas pandu lalu menghajar orang itu lagi.. dan darah makin banyak yang keluar dari mulutnya..

“kenapa nyerang kesini..” tanya mas pandu

“maaf cak.. adek kami jadi korban kekerasan ospek kampus disini cak.. ampun cak.. jangan dipukul lagi saya..” kata orang tadi memelas..

“adekmu disini itu bukan tahanan yang disiksa.. tapi adekmu itu disini dididik..” kata mas pandu

BUUHHGGGG..

Lagi-lagi mas pandu memukul wajah orang itu.. kulihat mas pandu ga sekuat tenaga menghajar orang itu.. kalau dengan kekuatan sesungguhnya, mungkin pukulan pertama sudah masuk rumah sakit orang itu..

“ampun cak.. ampun cak.. maaf..” kata orang itu..

“kamu sekarang pulang sama teman-temanmu ini.. kalau kamu berani macam-macam lagi, kuselesaikan kamu.. ku cari kamu kedesamu..” kata mas pandu

“iya cak mohon maaf.. mohon maaf cak..” kata orang tadi..

[table id=iklanlapak /]

Akhirnya orang tadi bangun dengan gontai dan mengajak teman-temannya yang terduduk untuk pulang..bajingan.. rupanya mereka naik dua truck yang diparkir diperempatan jalan agak jauh dari kampus..

Kami pun masuk lagi kedalam kampus.. dan menutup pagarnya..

“kamu itu kalau ada kejadian gitu panggil kita.. jangan nyerang sendiri..” kata mas rendi mengomel ke aku..

“iya mas..” aku menjawabnya sambil menggaruk kepala..

“anak ini kalau sudah keluar gilanya, ga bisa dikasih tau kok.. bajingan’og..” kata mas pandu..

“ancene gendeng ponakanmu iki mas..” kata mas adam.. sedang teman-teman kos yang lain cuman menggeleng kepala aja melihat aku..

“aduuh ee.. hilang mabukku habis berkelahi tadi.. cukimai.. minuman sisa lima botol lagi disini.. woooiiii kamu.. ambil lima karton minuman diruangan keamanan..” kata bung toni menyuruh panitia keamanan yang ada didekat kami..

“san.. kamu habis ini didepan panggung aja, dari pada disini nanti kamu berkelahi lagi..” kata kakanda alan..

“woii.. jangan dulu.. biar dorang minum dulu.. enak aja habis ngajak torang berkelahi langsung pergi..” kata bung toni.. anncuuukk.. dihukum lagi aku sama bung toni..

“ketua kelompok.. kamu ga pa-pa..” tiba-tiba ratih bersama anggota power ranger mendatangiku minus lia..

“eh ratih.. ga pa-pa kok.. hehehe..” kataku sambil menggaruk kepala..

“apanya ga pa-pa.. itu mulutnya berdarah..” kata ratih sambil mengeluarkan sapu tangannya lalu membersihkan lukaku.. dia terlihat panik sekali melihat kondisiku..

“cukimai.. torang samua yang berkelahi.. dorang saja yang dibersihkan lukanya..” kata bung toni menggerutu..

“asssuui arek iki..” kata mas pandu

“hemmm.. lain lagi yang bersihin lukanya.. pujangga bajingan memang..” kata mas rendi

“sekarang berjilbab ya yang bersihkan..” kata mas wawan..

“bajingan..”

“assuuu..”

“kurang ajar..”

“tai lasso..”

Satu-persatu teman-temanku memakiku.. tapi ratih cuek aja, ga menghiraukan mereka.. dia tetap membersihkan lukaku..

Karena terlalu dekatnya wajah kami.. aku bisa melihat wajah cantiknya yang terlihat sangat kuatir.. cuukkk.. cantik kamu tih..

“sudah ah tih.. aku loh ga-pa.. cuman lecet dikit aja ini..” kataku

“lecet dikit apanya..? lihat ini.. banyak darahnya gini.. ntar kamu tunggu disini aku keruang kesehatan dulu..” kata ratih langsung berbalik dan menuju ruang kesehatan..

“asssuuu to arek iki..” (anj*ng kan anak ini..)kata mas bendu

“ga terimo assuu tok.. bajingane assuu lek ngene iki..” (ga terima anjing aja.. bajinagne anjing kalau gini..) kata mas adam

“hahahahaha.. kurang ajar kamu itu san..” kata mas rendi

Aku Cuma cengar-cengir sambil menggaruk kepalaku..

Aldo, surya dan yuda tidak banyak komentar.. kelihatannya mereka takut sama teman-teman kosku..

Gak lama lia dan ratih datang berbarengan.. cuukk mereka datang bareng.. assuu.. jadi apa aku ntar ini.. habis aku dibully ini.. mati aku.. matiii… mending aku berkelahi kayak tadi, dari pada harus menerima bullyan dari teman-teman kosku dipos security ini..

“wihhh.. tuan putri datang sama jilbaber…” kata mas rendi

Tanpa banyak kata mereka berdua langsung membersihkan lukaku..

“bajingan kan.. mas pandu gimana kalau sudah begini..” tanya mas arief ke mas pandu

“ga komentar aku kalau gini.. memang ponakan paling kurang ajar dia ini.. hahahahahha..” mas pandu pun tertawa..

“apa-apa an sih kalian berdua ini.. malu dilihatin banyak orang na..” bisikkku sambil menatap mereka berdua

“DIAM..!!!!..” ucap mereka barengan sambil melotot kearahku.. assuuu kaget aku rek.. bajingan.. kalau sudah gini mending aku terima pasrah aja wes..

“hihihihihi..” kudengar anggota power ranger tertawa disebelah pos security

“asssuuu.. kalahnya cuman sama belaian wanita aja dia.. hahahahahha..” mas wawan tertawa dengan keras..

“bajingan cap opo iku..” kata mas adam menyahut..

“koyo entut ancene arek iku..” (kayak kentut memang anak itu.. ) kata mas bendu yang ikut membully ku

“kamu itu susah betul kalau dikasih tau ya..” kata lia sambil membersihkan lukaku dibibir.. dia menekannya dengan keras..

“aduhh..adduhh. sakit ya’” ucapku.. lia diam aja dengar aku meringis kesakitan.. dia cuman menatap mataku sebentar lalu melanjutkan membersihkan lukaku..

“manja cookkk.. tambah nggateli..” kata mas rudi meyahut..

“marahin aja ketua kelompok itu ya’…” kata ratih yang menuangkan alcohol lalu diberikan kelia..

Aku diam aja mendengar mereka berkolaborasi.. biar ini cepat selesai dan mereka balik kelapangan..

Setelah mereka selesai membersihkan lukaku.. mereka pun balik lagi kelapangan..

“ketua kelompok.. awas ya kalau kamu banyak minum terus kamu berkelahi lagi..” kata ratih tiba-tiba berbalik dan menunjuk serta menatapku dengan tajam.. asssui.. ngeri juga kalau dia menatap gitu.. wihhh.. setelah itu dia berbalik dan berjalan lagi dengan lia..

“ketua kelompok jahat.. duduk sini ko..” kata bung toni mengikuti gaya centilnya ratih lalu diakhiri dengan bentakan..

“iya.. iya bung…” kataku..

“ini ko minum..” betul kan segelas penuh lagi.. assuui.. mau ga mau akhirnya aku meminumnya tanpa protes.. dari pada ntar tambah banyak hukumannya..

“iyo bung.. aku angkat ya…” setelah aku angkat, lalu aku meminumnya.. setelah itu aku balikan ke bung toni..

“mas.. temanku ga pa-pa kan ikut minum..” tanyaku kemas pandu

Mas pandu pun menoleh ke ketiga temanku..

“ngapain kamu berdiri disitu.. duduk sini.. dari pada kutinju satu-satu..” kata mas pandu..

“iya mas..” ucap mereka berbarengan lalu cepat duduk didekatku.. hahahaha.. mereka takut gertakan mas pandu..

“bung.. kasih pasukan bajingan ini minuman..” kata mas pandu

“asyyiiikk..” kata bung toni.. dia pun menuangkan minuman dari botol kegelas dengan isi yang penuh lalu memberikan ke teman-temanku secara bergantian tiga kali berturut-turut..

Kulihat mereka ga ada yang berani menolak, dan setelah minum wajah mereka langsung memerah.. hahahahahha.. mamam tuh hidangan dari bung toni..

“mas.. KKB datang nih..” tiba-tiba seorang panitia kemanan memanggil kami.. untuk sementara memang panitia keamanan yang lain yang menjaga gerbang pagar.. soalnya kami istirahat setelah perkelahian tadi..

“oh iya buka aja..” kata mas pandu

“wihh.. salah satu band terkenal nih KKB..” kata mas wawan

“iya band rock iki rek..” kata mas bendu

Satu persatu personil KKB masuk kedalam kampus.. setelah mereka masuk kedalam area kampus, aku melihat sepertinya ga asing wajah-wajah mereka..

“mas jeki..” teriakku.. diapun menoleh ke arahku yang duduk dipos security..

Teman-temanku kaget ketika aku memanggil vokalis mereka..

“sandi.. anj*ng.. disini kamu ternyata.. hahahahaha..” kata mas jeki langsung mendatangiku.. aku lalu berdiri dan menyalaminya.. mas jeki pun menyalamiku lalu memelukku.. setelah itu aku menyalami satu persatu personel mereka yang juga aku kenal..

“gimana kabar mas..”

“baik san.. lama kita ga jumpa ya.. terakhir pas aku jenguk kamu waktu di sel ya kalau ga salah..” kata mas jeki..

Sontak teman-temanku yang mendengar omongan mas jeki barusan kaget.. assuu.. iya ya.. aku lupa.. yang tau aku pernah pendidikan didalam sel dikota inikan, cuman mba amel aja.. kalau mas pandu mungkin sudah pernah dengar dari ayah.. mungkin loh ya..

“oh ya mas kenalin ini teman-temanku..” aku mencoba mengalihkan pembicaraan.. mas jeki pun bersalaman dengan teman-temanku..

“loh.. kenal sama keponakan saya dimana mas..” tanya mas pandu ke mas jeki..

“kami sama-sama dari pulau seberang mas.. dulu sandi ini adek kelas kami waktu disana.. walaupun kami berbeda sekolah sih..”

“kok bisa akrab gini..?” tanya mas arief

“kami sering ketemu waktu festival music.. kami sama-sama punya band.. nah kalau band saya masih eksis sampai sekarang.. kalau bandnya sandi bubar..” kata mas jeki

“bagaimana ga bubar kalau vokalisnya disel.. hahahahaha..” kata mas toyo drumernya.. yang kali ini bener-bener jelas sekali ngomongnya didepan teman-temanku.. dan mereka cuman melirikku.. assuu.. habis ini aku pasti diintrogasi nih sama mereka..

“iya san.. sayang banget loh band jool itu bubar..” kata mas wawang bassis nya. benjol (band jooll) ini nama bandku dulu waktu dipulau seberang..

“memang sandi ini kalau sudah kumat gilanya ya gitu deh.. urusannya sampai masuk sel segala.. bukan sekali.. tapi berkali-kali.. hahahahaha..” kata mas dio gitaris..

“ooohhh.. begitu ya..” kata mas pandu sambil mengangguk angguk.. dan melirikku tajam..

“oh iya san kami kepanggung dulu ya.. nanti kita ngobrol lagi..” kata mas jeki..

“oh iya mas.. sukses ya nanti tampilnya..” kataku

“oke.. makasih san.. permisi mas semua..” kata mas jeki berpamitan ke teman-temanku.. dan ketika mas jeki telah meninggalkan kami, semua orang yang ada disitu lalu melihatku..

“san.. duduk..” kata mas pandu sambil menatapku tajam.. assuu.. ini nih suasana yang bikin ga enak.. aku lalu duduk dan mereka juga duduk tapi tetap melihat kearahku..

“ga perlu aku suruhkan..” kata mas pandu lagi.. assuuu.. berarti ayah ga pernah cerita masalah ini sama mas pandu..

“aku pernah masuk sel mas.. setahun lebih.. kasus penganiayaan, yang mengakibatkan korbanku lumpuh dan juga kasus pengrusakan rumahnya, lebih tepatnya sih aku membakar rumahnya..” kataku sambil menghisap rokokku.. mas pandu, teman-teman kosku dan anggota power ranger terkejut mendengarnya..

“asssuuu.. ayahmu ga pernah cerita masalah ini sama aku..” kata mas pandu..

“kalau masalah itu lebih baik sampean tanya aja ke ayah langsung..” kataku..

“udah lah mas.. ga usah dibahas.. udah lewat juga.. aku kelapangan dulu ya.. ayo rek..” ucapku pamit ke mas pandu serta yang lain dan aku sengaja mengajak anggota power ranger untuk bersamaku.. dari pada mereka nanti ‘disiksa’ sama bung toni.. aku pun meninggalkan mereka supaya ga diintrogasi lebih lanjut..

“cuukkk beneran tadi itu san..?” tanya surya ketika kami sudah jauh dari pos security

“iya.. memang kenapa..? kamu ga mau lagi berteman sama aku, setelah tau kisah kelamku..?” kataku

“asssuuu.. mau apapun modelmu dan apapun masa lalumu, ga ada urusan sama kami.. yang penting bagi kami, kamu itu sandi sang pujangga bajingan yang sungguh menggatelkan.. hahahahaha..” kata aldo tertawa

“yang sungguh menjamputkan…” tambah surya

“yang sungguh menjancukkan..” sahut yuda..

“hahahahahahaha…” tawa kami berbarengan..

[table id=Lgcash88 /]

“selamat sore mahasiswa kampus teknik kita tercinta..” sapa ratih dan lia dari atas panggung untuk membuka acara malam keakraban..

“sore ini sudah tidak ada lagi maba dan panitia.. yang ada disini semua adalah mahasiswa kampus teknik kita tercinta..” ucap ratih

“iya betul sekali.. setelah empat hari yang cukup melelahkan dan sangat menguras energy kita semua, akhirnya kita sampai disaat ini.. malam keakraban, malam yang akan menyatukan kita semua dan mengakrabkan kita.. karena kita sama.. kita mahasiswa kampus teknik tercinta..”ucap lia

“sore ini sampai malam nanti, kita akan dihibur oleh beberapa band terkenal dari kota ini, dan juga kita akan dihibur oleh masing-masing kelompok, yang telah menyiapkan pertunjukan untuk tampil diatas panggung.. sudah siap dengan pesta kita sore ini…” teriak ratih..

“oke.. kami ga akan berlama-lama.. langsung aja kita saksikan penampilan dari setiap kelompok.. kita mulai dari kelompok 1 ya….” kata lia..

Dan sore ini malam keakraban pun dimulai.. satu persatu kelompok menunjukan aksi pertunjukan mereka.. ada yang menari, baca puisi dan ngeband, sampai pada kelompok ayu.. ayu berjalan kearah panggung.. sebelumnya dia menoleh kekanan kiri seperti mencari sesorang.. setelah melihat aku dipinggir lapangan, senyumnya langsung mengembang..

Ayu tampil sendiri diatas panggung.. sama seperti aku yang tampil sendiri ditahun yang lalu.. dia berjalan keatas panggung dengan senyuman khasnya yang keluar dari bibir tipisnya.. sorak sorai dari teman-temannya dan juga dari kelompok lain begitu menyemangatinya.. para panitia pun berteriak memberi dukungan..

Kira-kira dia mau nampil apa ya..? ayu pun mengambil gitar aqustik yang telah disediakan diatas panggung.. cuukkk.. kalau cewek sudah pegang gitar, seksinya itu nambah cukkk..

“selamat sore buat teman-teman..”

“selamat sore buat buat kanda dan yunda..”

“selamat sore buat kamu yang sudah menyapa hatiku.. dan ijinkan hatiku membalas sapaanmu..” ucap ayu sambil melihat kearahku..

Assuuu.. itu buat aku kah yu..?

aldoku pun menyeggol tanganku..

“assuuu’og.. sampai dibawain lagu nih pujangga bajingan..” ucap aldo

“bedebah ancene…” ucap surya..

“aku ga mau memaki.. hatiku lelah..” kata yuda..

“assssuu..” kami memakinya bersama..

[table id=iklanlapak /]

“lagu pertama, Padi – begitu indah”

Tepuk tangan yang meriah dan siulan yang bersahut-sahutan kembali menggema setelah ketika lagu kedua ini berakhir..

Prok..prok..prok.. suit..suiittttt…

“untuk kamu..”

“semoga aku dan kamu menjadi kita..”

“terimakasih semua.. selamat sore..” ucap ayu lalu turun dari panggung.. dia tadi sempat melirikku sebelum kembali kekelompoknya..

 

“sekali lagi beri tepuk tangan buat wanita cantik yang sudah tampil barusan..” ucap ratih..

“sebuah ungkapan dari hati yang paling dalam ya.. semoga sesorang yang dinyanyiin tadi perasaanya peka dan tidak mengecewakan wanita yang menyayanginya..” ucap lia sambil melirikku..

Aassuuu.. terus aja kamu begitu sama aku ya’.. bagaimana aku mau move on kalau kamu begitu terus sama aku.. jangan sampai aku khilaf loh ya.. kujebol kamu.. kujebol hatimu.. aku ga akan memandang siapapun itu yang menghalangiku.. bajingan..

“yups.. semoga dia mengerti perasaan wanita ini dan tidak mengecewakan perasaan wanita yang lain.. upss.. siapa ya dia..hihihihihi..” ucap ratih tertawa sambil melirikku dan melihat lia..

Cuukk.. kamu ikut-ikutan juga tih..? ini kata-katanya buat lia apa buat kamu sendiri.. assui…

“udah.. udah.. gausah bahas lagi.. setelah tadi semua kelompok unjuk kebolehan.. sekarang.. kita langsung sambut aja ya bintang tamu pertama untuk sore hari yang cerah ini.. KKB.. Kuning Kelabu Band… beri tepuk tangan yang meriah…” ucap lia

Cuukkk KKB itu kepanjangnya Kuning Kelabu Band tohh.. assuu.. kalau disingkat aku ga tau.. kalau dipanjangi gini baru aku paham.. bajingan’i

Mas jeki mulai menyapa mahasiswa yang ada didalam area kampus dan luar kampus yang ikut menyaksikan penampilan mereka..

Mereka membawakan lagu rock yang mengguncang suasana kampus sore ini.. kali ini mereka membawakan lagu-lagu boomerang.. mereka membuka penampilannya dengan lagu berita cuaca.. mereka bener-bener totalitas dalam membawakan lagu, tidak berubah dari dulu waktu dipulau seberang.. semua maba dan panitia minus keamanan berbaur dan menggoyangkan kepala, menikmati lagu yang dibawakan oleh bang jeki dan rekan-rekan..

Mereka rencananya membawakan empat lagu.. tapi setelah lagu kedua yaitu lagu pelangi.. mereka berhenti sejenak..

“oke teman-teman.. semangat kalian luar biasa.. terimakasih telah mengundang kami diacara yang sangat luar biasa ini..” kata mas jeki

“oh iya.. tadi saya ketemu dengan sahabat lama saya dari pulau seberang.. dulu dia salah satu vokalis disana dengan bandnya.. saya mau reoni sedikit dengan dia.. boleh kan.. oke langsung aja.. saya persilahkan buat sandi untuk naik keatas panggung..” kata mas jeki sambil menunjukku..

Assuu.. kenapa dia pake manggil aku naik keatas panggung.. bajingan’i..

“ayo naik sandi.. waktu kita ga banyak..” kata mas jeki..

“naik cepat cook.. kami juga rindu dengan suaramu pujangga bajingan..” kata aldo memberiku semangat..

Aku pun naik keatas panggung dengan diiringi tatapan ayu yang tidak lepas dari aku.. dan ketika sampai atas didekat panggung.. ratih dan lia pun menatapku..

“apasih mas.. pake acara panggil aku segala..” ucapku berbisik ke mas jeki ketika sudah diatas panggung.. dia pun cuman tersenyum

“barusan sandi bisikin saya.. katanya mau membawakan sebuah lagu..” kata mas jeki yang disambut tepuk tangan yang meriah dari semua penonton..

Siapa yang mau nyanyi.. bajingan’i..

“jadi lagu apa ini.. cepat ga pake lama..?” kata mas jeki

“kehadiranmu..”

“mantap.. ternyata selera kita masih sama ya.. hahahaha..”

“selamat sore semua.. semoga bahagia selalu mengiringi langkah kita semua….” ucapku

PROK…PROK..PROKK..

Semua bertepuk tangan dengan meriah setelah melihat penampilanku sore ini..

“sikap terbaik dari patah hati adalah dengan menemukan cinta yang terbaik.. dan untuk kamu.. terimakasih untuk senyum indahmu..” ucapku menutup penampilan dadakanku.. aku langsung menyalami mas jeki dan yang lain setelah itu, aku turun dari panggung..

Aku berjalan melewati lia yang matanya berkaca-kaca, setelah itu aku melewati ratih yang tersenyum kepadaku.. kemudian aku melewati kelompok ayu.. kulihat dia juga tersenyum kepadaku lalu menunduk.. persetan lah dengan semua.. kunikmati aja jalan hidupku ini.. karena memang ini sudah jadi jalannya..

#Cuukkk.. akan aku lalui semuanya, untuk mengejar cita cita dan cintaku.. tanpa terkecuali.. mulai dimalam ini malam keakraban..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 33 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 33 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 32 ) | ( Part 34 ) Selanjutnya