. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 32 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 32

0
426

Part 32 – Berlapang Dada


Kirana Ayu

Adalia Adriana

Ratih Larasati

#Hari kedua ospek..

“Kuingatkan kamu sekali lagi ya san.. kalau kamu terlalu lembek sama maba hari ini.. aku ga banyak ngomong.. langsung kuinjak-injak kamu dilapangan..” kata mas pandu kepadaku sebelum aku turun kelapangan subuh tadi..

“san.. kalau kamu ngurus cewe aja hari ini, kuhajar-hajar kamu sampai masuk rumah sakit.. ingat itu ya..” pesan mas rendi setelah mas pandu tadi berbicara..

Cuukkk.. apa aku selemah itu ya.. sampai mas rendi dan mas pandu harus mengingatkanku berulang-ulang.. asssuuu.. malu aku kalau gini caranya.. pokoknya hari ini aku tunjukkan sama mereka bahwa aku memang pantas diberi kepercayaan ini dan aku pantas berdiri disini..

#Jam 04.30

Pagi hari yang masih gelap ini.. kami panitia keamanan sudah menyebar didalam kampus dan jalan-jalan yang ada disekitar kampus.. maba sebagian mulai berdatangan.. pagi ini kami juga belum tidur.. semalam kami minum sampai jam 04.00 lagi.. jadi ga sempat istirahat.. jadi kami keamanan menyempatkan siang hari untuk tidur diruang keamanan secara bergantian..

“woiii.. lari cepat.. lambat sekali kalian ini..” teriak teman-teman keamanan..

“itu yang naik motor.. turun.. tuntun sepeda motornya dari sana.. cepat..”

“yang naik sepeda ontel.. angkat sepedanya…”

Sedangkan yang naik mobil sudah dihentikan oleh teman-teman keamanan mulai dari perempatan kemudian disuruh mendorong sampai parkiran kampus dibantu oleh teman-temannya sesame maba..

“wooiii.. kamu dengar engga.. lari cepatt.. mau kuinjak perutmu sampai keluar semua isinya kah.. bajingan ini..”

Maba pun berlarian sambil menenteng bawaannya.. mereka tampak takut dengan teriakan kami.. mungkin gara-gara shock terapi kami kemarin.. dan sekarang maba semua mengikuti dan menjalankan tugas dari panitia.. pakaian mereka sudah seragam semua.. celana hitam, kemeja putih dan memakai alamamater serta sepatu hitam.. masalah rambut, yang laki-laki sudah gundul seperti pentol korek berjalan.. hahahahaha.. rupanya hasil petakan ku kemarin membuat mereka akhirnya gundul semua..

Aku lihat dari kejauhan seorang wanita cantik dan berjilbab berlari kearah kampus bersama teman-temannya.. panitia keamanan bergantian meneriakinya.. terlihat wajahnya takut dan pucat.. mungkin karena aroma alcohol yang bertebaran dijalan.. setelah sampai didepanku dia tertunduk dan berjalan melewatiku..

#04.45

Maba sudah banyak berlarian kearah kampus..

“itu yang lari disebelah kanan jalan pindah kesebelah kiri cepattt… bajingan ini..” akhirnya pagi ini aku ikut berteriak.. aku sudah capek diancam mas rendi dan mas pandu.. dari pada aku di gangbang mereka berdua.. mending aku keras aja sekalian sama maba ini..

“kamu semua sudah terlambat.. sekarang baris didepan saya.. cepat.. jancook” kataku..

“siap kanda.. mohon maaf kanda kan waktu berkumpulnya jam 05.00.. sekarang kan masih 04.45.. berarti kan kita ga terlambat..” salah satu maba yang berbaris didepanku berani bersuara.. cuukkk.. tahun kemarin aku ga berani bantah.. sekarang ada yang berani buka suara.. akupun mendatangi maba itu dan

BUHHHGGGG

Pukulanku menghantam perutnya..

Dia langsung rebah kebelakang sambil memegang perutnya.. assuuu.. sudah rebah aja.. aku loh ga terlalu kuat mukulnya.. bajingan ini..

“kenapa kamu roboh.. kamu ga mau bangun.. mau kuinjak lehermu..?” teriakku kepadanya..

Maba itu pun terpaksa bangun sambil memegang perutnya…

“dengar ya.. maba memang disuruh kumpul jam 05.00.. tapi kamu ga tau peraturannya kah, maba harus masuk kedalam pagar kampus jam 04.30.. ngerti ngga..?” ucapku berteriak dimukanya.. bau alcohol pun keluar dari mulutku dan dihirup olehnya.. diapun makin gemetar melihat kondisiku yang mabuk..

Aku lalu memperhatikan maba yang berbaris didepanku.. mungkin sekitar 15 orang.. aku memperhatikan satu persatu mulai dari ujung kaki sampai ujung gundulnya.. cuukkk ada satu maba yang masih bandel.. dia cuman memakai celana hitam, kemaja putih dan tanpa almamater.. tas plastiknya pun beda.. teman-temannya merah dia sendiri warna biru.. assuuu.. ga kapok rupanya dia.. aku langsung mendekatinya dan

BUUUHHHGGGG..

Sebuah tendanganku diperutnya membuat dia langsung roboh.. dan mengerang kesakitan.. cuukkk.. lagi-lagi roboh.. padahal selama ospek ini aku cuman memaki setengah tenagaku kalau memukul atau menendang.. tapi kenapa rata-rata yang kupukul itu roboh.. bajingan’i..

“kamu cepat bangun ya.. atau mau kuinjak dadamu..” ucapku.. akhirnya maba itu bangun sambil memegang perutnya..

“sekarang semua ambil posisi push up.. “ teriakku.. ketika mereka mengambil posisi push up.. isi tas plastik anak yang aku tendang tadi tumpah berserakan.. dan yang membuat aku kaget ada ikan asin diantara barangnya yang berserakan.. loh hari ini kan bawaanya telor rebus.. kenapa dia bawa ikan asin..?

“woii.. kenapa kamu bawa ikan asinn..?”

“maaf mas.. aku maba kampus negeri..” katanya sambil memegang perutnya.. juanncuuukk.. makanya kok beda sendiri pakaian dan perlengkapannya..

“cuukkk.. lah terus kenapa kamu mau disuruh baris disini.. cepat bangun..” ucapku

“saya tadi ngikut aja.. tadi kan disuruh pindah jalannya dari kanan ke kiri.. saya kira dikanan mau disterilkan makanya saya ngikut aja..” katanya..

“assuu.. iya sudah.. aku antar kamu kedepan sampai ketemu seniormu..” sebagai permohonan maafku, aku mengantarkannya kearah kampusnya.. takutnya dia kena hukum keamanan yang lain..

“mas bobby titip anak-anak ini ya..” kataku sebelum jalan tadi ke mas bobby supaya mengambil alih sisa maba yang aku hukum..

Setelah itu aku berjalan kedepan, aku bertemu dengan keamanan kampus negeri..

“mas sori ya anggotamu nyasar ketempatku tadi.. aku yang bawa.. aku kira mabaku ga taunya maba kalian..” ucapku sambil menatap mereka..

“oh ya mas santai aja.. sering kok kejadian kayak gini.. mungkin besok-besok salah satu kita menggunakan pakaian yang beda deh.. biar ga salah kalau menghukum..” kata mereka..

Aku pun berbalik kearah kampus..

[table id=Ads4D /]

#05.00

Maba berlarian kearah kampus..

“sudah jam berapa ini, bajingan ini..” aku berteriak kepada maba yang berlarian kearah kampus…

pagar kampus pun ditutup oleh keamanan yang didalam.. oh iya selama pelaksanaan ospek, jalanan ditutup satu arah karena jalanan dipakai untuk kegiatan ospek mulai jam 04.00 sampai jam 07.00.. sedangkan yang diseberangnya tetap buka..

maba yang terlambat dibariskan didepan pagar dan dijalanan..

“baris semua disini.. yang perempuan barisnya terpisah.. cepatt..” ucap mas rudi..

“san ambil alih yang barisan perempuan..” kata mas bobby kearahku.. terlihat dia berbicara sambil menahan tawa.. assuuu.. kenapa giliran perempuan diserahkan sama aku.. sengaja memang mas bobby ini..

“baris semua kalian disini..” ucapku berteriak kepada maba yang perempuan..

“kamu taukan resikonya kuliah di tehnik..?” kutanya mereka dengan tatapan tajam.. dan mereka hanya mengangguk dan menunduk tidak ada yang berani melihatku..

“kalau gitu kenapa lelet.. sudah jam berapa ini..? kenapa terlambat..?” ucapku berteriak kepada mereka.. tampak dari beberapa maba sudah mulai meneteskan air mata.. cuukk jadi ga tega aku.. tapi terserahlah.. tega ga tega aku harus tega..

“taruh semua barang bawaan kalian.. terus ambil posisi jumping jack.. cepat..” ucapku kepada para maba perempuan yang ada didepanku..

Dan mereka pun menaruh barangnya dan menghadap serong kekanan untuk mengambil posisi jumping jack..

“hitung sampai 25 kali bersama-sama.. kalau ga kompak ulangi lagi.. paham..” ucapku..

“mulai dari sekarang…” teriakku..

Merekapun melakukan jumping jack.. tapi tidak kompak… aku lalu menendang botol air mineral didekatku sampai terlempar jauh..

DUUKKK..

Mereka pun menghentikan gerakannya sambil ketakukan..

“ulangiiii….” teriakku..

Mereka pun memulai lagi dan dihitung bersama-sama.. dan kali ini mereka melakukannya dengan kompak..

“setelah ini kalian ikutin kanda bobby.. cepattt….” Kulirik mas bobby.. dia pun tersenyum kecut dan menggerutu.. gentian mas.. sekarang terserah sampean, mau dihukum lagi apa langsung masuk barisan.. hahahahaha..

#05.30

Tinggal sedikit maba yang diluar sedangkan didalam maba telah berkumpul semua.. kami mengarhan maba yang terlambat menuju lapangan tapi tidak bergabung dengan kelompoknya..

#06.00

Maba dibariskan dilapangan.. waktunya drama panitia keamanan dimulai.. kakanda alan berdiri diatas panggung lalu mengambil mik..

“perkembangan kalian dihari kedua ini sedikit aja baiknya.. masih banyak kesalahan dan kekurangan.. panitia kemanan silahkan masuk dan periksa bawaan tole dan nduk.. sekarang..” ucap kakanda alan langsung disambut dengan wajah yang pucat dan menunduk oleh maba.. sedangkan panitia keamanan langsung masuk dengan tatapan tajam kearah maba..

“tunduk kalian semua dan buka perlengkapan masing-masing..”

“cepat..”

“lelet sekali ini..”

“anak teknik macam apa ini..”

BUUMMM..

PAKKKKK…

BUUGHH..

PAKKKKK..

BUUGHH..

Suara tamparan, pukulan dan tendangan bersauhut-sahutan.. beberapa maba tergeletak dan beberapa lainnya diseret keluar barisan.. aku pun tidak kalah keras.. maba yang tidak mengerjakan tugas aku tendang perutnya sampai tertidur..

Kami pun melanjutkan memeriksa tas plastik bawaan para maba..

“woiii.. ada yang bawa buku cerita seks cookkk..”teriak salah satu panitia keamanan..

Seketika itu juga anak itu langsung dikerubungi oleh panitia kemanan..

“bajingan’i.. sempat sempatnya kamu bawa buku ginian.. assuuu..”

“pasti ngaceng dia ini sekarang..”

“buka aja celananya.. telanjangi aja..” teriak panitia menakuti anak itu

“diceples ae endoke iku.. tuman..” (pukul aja bijinya itu.. tuman..)

“seret aja keruang keamanan.. suruh coli pake balsem nanti diatas..”

“ampuun.. kanda.. ampunnn huaaaa…” anak itu menangis ketakutan akibat teriakan-teriakan panitia keamanan dikupingnya bergantian..

“bajingan koe iki..”

“seret aja nak itu.. bawa ke ruang keamanan..” teriak kakanda alan dari atas panggung..

“oke.. pemeriksaan telah selesai.. keamanan silahkan kembali kepinggir lapangan.. maba yang bermasalah silahkan bawa ke markas keamanan.. untuk maba yang lain.. ikuti segala arahan dan selesaikan tugas yang diberikan panitia.. jangan pernah membangkan dan jangan membuat kesalahan atau kalian akan berhadapan dengan kami panitia keamanan.. terimakasih..”

Kakanda alan turun dari panggung dengan berjalan tegak dan tidak tersenyum, menambah kesan garang dari wajahnya..

“njul.. gimana sudah dapat nomor telpon maba yang namanya ayu..?” ucap seseorang panitia kemanan dibelakangku..

“belumm.. dia ga mau kasih..” jawab panjul..panjul ini salah satu bajingan dikampus ini.. dia anak semester 5 dan baru tahun ini menjadi panitia keamanan..

“kamu itu terlalu jelek sih, makanya ga dikasih hahahahahaha..” ucap temannya sambil tertawa..

“asssuu.. lihat aja, kalau sampai dia ga kasih.. kubuat malu dia sampe dia ga akan melupakan seumur hidupnya..” kata panjul menjawab dengan sinisnya..

“woeeee.. sadisss.. gitu dong njull.. jangan kendor sama maba cantik.. kalau perlu seret kekamar mandi dibelakang.. hahahahahha..” ucap temannya menyahut..

Assuu.. kok jelek sekali niat mereka.. memanfaatkan posisi panitia kemanan demi kepentingan pribadi.. kalau sampai mereka bener-bener melakukan itu, aku ga akan tinggal diam.. untuk sementara aku cuman mendengarkan saja, karena belum tentu terbukti mereka akan melakukan atau tidak.. siapa tau mereka hanya bercanda.. tapi kalau beneran.. kubantai mereka satu persatu.. setelah mendengarkan percakapan mereka aku pun pergi kearah markas keamanan..

“pur.. nih..” kata lia memanggilku lalu menyerahkan sebuah teh kotak kepadaku..

“oh iya ya’ terimakasih ya..” ucapku.. lalu aku mengambil teh kotak dari tangannya dan meminumnya..

Wanita satu ini memang aneh menurutku.. kadang perhatian, kadang marah, kadang tersenyum, kadang matanya menceleng.. ah.. sudahlah ga jelas pokoknya..

“semalam minum lagi ya sampai pagi..?” tanya lia..

“ya begitulah ya’..”kataku santai

“jaga kondisi pur.. bisa ambruk kalau kamu gitu terus..” ucap lia tapi tidak melihat wajahku..

“iya.. makasih udah diingatin..” ucapku..

“pur..”

“kenapa ya’..?”

“ngga jadi deh..”

Asssuuu.. assuu.. arrggghhhh.. mau kumakan rasanya kotaknya teh ini..

“kamu kenapa sih ya’ kok akhir-akhir ini aneh.. kamu ada masalah..?”

“ngga.. aku ga pa-pa.. udah ya aku kepanggung dulu…” kata lia langsung meninggalkan aku yang bengong lihat sikapnya..

Bajingan’i.. kenapa sih kamu ya’? kenapa..? aku kok merasa walaupun ga pacaran sama dia, tapi kakiku dipegang satu sama dia, jadi aku susah untuk melangkah.. bingung kan.. podo ae.. asuuu’i..

Aku pun berjalan kembali kemarkas keamanan.. kembali aku dengar dari ruangan ini suara-suara maba yang dihukum oleh panitia keamanan..

Aku pun memasuki ruangan..

“saannddiieee koe.. nyimeng ouurrraaaa..?” teriak mas bendu ketika aku masuk kedalam ruangan..

“Oourrraaaaaaa….” jawabku sambil berjalan mendekati mas bendu yang lagi asyik menikmati cimengnya bersama yang lain..

“asssuuu.. hahahahahaha..” mas wawan tertawa mendengar percakapanku dengan mas bendu..

“sandi.. ko duduk disini.. ko terlambat berapa putaran..?” kata bung toni lagi-lagi memanggilku untuk minum bersama..

“aku kan lagi tugas negara bung.. makanya ga bisa gabung terus..” kataku

“terlalu banyak cerita ko.. ini minum..” kata bung toni menyerahkan segelas minuman kepadaku..

Cuukkk.. lagi-lagi segelas.. assu’i..

“aku minum ya..” aku angkat gelas dan kuserahkan ke bung toni..

“ko haus sekali kelihatannya.. ini minum lagi..” kata bung toni menyerahkan segelas lagi minuman..

“rusak bung toni ini.. hancur ponakaanku kalau ketemu dia ini..” kata mas pandu sambil menggeleng..

“tra pa-pa mas.. biar dorang kuat seperti saya.. hahahahaha..” kata bung toni tertawa..

“assuuu.. hahahaha” mas pandu pun tertawa mendengar jawaban bung toni..

“nah.. gitu dong san kalau jadi panitia itu.. keras tapi jangan kasar..” kata mas arief sambil menatapku..

“iya.. tunjukan kedigdayaan kos pondok merah dikampus ini..” kata mas adam

“assu.. koe iku ngomong opo dam..” (anj*ng kamu itu ngomong apa dam..?)

Aku diam saja lalu kuangkat minuman dari bung toni dan meminumnya..

“ntar kita rapat evaluasi sebentar ya..” kata kakanda alan yang baru datang..

“iya mas..” ucapku

“aku nimbrung ya lan..” kata mas rendi

“iya mas.. kita juga butuh masukan..” kata kakanda alan.. setelah itu dia kedepan dan bersiap membubarkan maba yang lagi dihukum diruangan ini..

“mas.. yang dihukum diruangan ini ada ketentuannya kah..?” tanyaku ke mas rendi

“ga ada ketentuan yang resmi sih.. cuman rata-rata yang masuk sini itu yang mempunyai kasus yang berat..

“apa perempuan juga pernah masuk sini..?” tanyaku

“belum pernah sih sejarahnya maba perempuan itu dibawa masuk keruangan ini.. biasanya dibawah aja.. kenapa? Ada yang mau kamu bawa kesini..?” kata mas rendi sambil menatapku..

“nggalah mas.. aku cuman tanya aja.. jangan sampai aku salah aja bawa maba kesini..” kataku..

“hem..” jawab mas rendi..

Setelah maba keluar semua dari ruangan kami pun berkumpul untuk memulai rapat yang tidak resmi alias ngobrol santai.. yang hadir kali ini aku dan sebagian panitia sebagian keamanan.. sisanya dilapangan untuk mengawasi maba dan menjaga gerbang kampus.. kami mengevaluasi kegiatan ospek yang mulai kemarin sudah kembali kehabitatnya yaitu menggunakan kekerasan.. didalam ruangan kakanda alan memimpin rapat yang tidak resmi ini, ada panitia bayangan dari kos pondok merah dengan personil yang lengkap.. ada juga senior yang belum lulus dan yang sudah lulus.. kami ngobrol sambil menikmati minuman yang diputar bung toni..

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.. panjul yang masuk keruangan ini .. dia masuk keruangan diikuti seorang maba perempuan.. cuukkk.. sejak kapan maba perempuan boleh dibawa keruangan ini..? perasaan mas rendi sudah jelasin keaku siapa aja yang boleh dibawa kesini.. yang boleh dibawa keruangan ini kan cuman maba laki-laki yang telah melakukan kesalahan berat.. dan kenapa maba ini dibawa keruangan ini.. kesalahan apa yang diperbuatnya..

Maba perempuan ini tertunduk dan takut.. kelihatan kalau tubuhnya agak gemetar..

“hei kamu ngapain kamu tunduk.. angkat kepalamu.. cepatt..” teriak panjul yang duduk dikursi depannya maba itu..

Maba itu mengangkat wajahnya dan melihat kami.. cuukkk.. dia kan ayu.. kenapa dia bisa dibawa kesini.. tampak sekali wajahnya pucat dan berurai air mata..

Assuu.. mungkin ini rencana panjul yang kudengar tadi, dia mau membuat malu ayu.. soalnya ayu ga kasih nomor telponnya.. bajingan kamu njul..

“ngapain kamu nangis.. gitu mau jadi anak teknik.. cengeng kamu..” kata panjul lagi..

Aku menoleh ke mas rendi yang duduk disebelahku.. kelihatannya dia marah dan emosi.. soalnya maba ini kan ade tingkatnya anak industry.. bagai mana aku tau.. ya kan tertulis di papan nama yang tergantung didadanya..

“kenapa mas..” ucapku kemas rendi..

“hem.. ini.. ni.. yang bikin aku malas kalau ospek itu digabung.. dia itu adek tingkatku.. sedikit banyak aku pasti ga terima kalau adek tingkat diperlakukan seperti ini oleh panitia kemanan jurusan lain.. apalagi dia perempuan.. seolah-olah ini dimanfaatkan oleh jurusan lain untuk kenalan atau cari muka sama maba yang cantik-cantik dari jurusan lain.. ” kata mas rendi sambil mengeratkan giginya..

“nyanyi dong kamu.. tapi sambil goyang ya.. hibur nih panitia keamanan yang ada diruangan ini..” kata panjul..

Ayu lalu menunduk lagi dan makin terdengar isakan tangisnya..

“cepatt.. ga usah pake nangis..” kata panjul sambil membentak..

Aku langsung emosi mendengar ayu dibentak seperti itu.. bukannya karena apa-apa.. tapi siapapun perempuan yang dibawa masuk keruangan ini aku pasti akan membelanya.. karena ruangan ini bukan untuk cari muka seperti yang dilakukan panjul..

Aku langsung berdiri dan mendekati ayu sambil mengisap rokok.. alan sepertinya tau kalau aku agak emosi.. tapi dia tetap duduk dan memperhatikan aku.. sementara mas rendi menghentikan pesta minumannya sejenak.. aku melihat ayu.. dan dia tetap menunduk dan gemetar..

“salah apa dia mas kok dibawa kesini..” tanyaku..

“apa urusanmu.. kamu itu masih dibawahku sudah berani menegurku..” kata panjul yang mulai emosi..

“bukan menegur mas tapi bertanya..”

“ooo.. gitu.. terserah akulah mau bawa siapa dan salah apa maba itu.. apa urusanmu..” katanya mulai jengkel..

“kalau dia salah dan sampean menghukumnya dengan cara yang bener saya santai aja mas.. tapi kalau seperti ini bukan menghukum tapi mempermalukan dan menjatuhkan harga diri orang didepan umum..” kataku sambil menghisap dalam rokokku dan membuang ke wajah panjul..

Ayu perlahan mulai mengangkat wajahnya dan menatapku sayu..dan dibalik air matanya yang mengalir.. seolah-olah meminta pertolongku untuk keluar dari ruangan yang menakutkan ini..

“kamu ngajarin aku tentang tentang cara menghukum maba kah ini.. aku lebih pengalaman cukkk.. ga usah kamu ajarin aku..” kata panjul yang berdiri sambil menatapku tajam..

“kamu baru semester tiga aja belagu.. mau duel sama aku..” kata panjul..

“wah… salah orang kamu njul.. njul.. bajingan berlendir kamu tantang.. hahahaha..” terdengar suara mas wawan berbicara sambil tertawa..

Panjul rupanya ga terima dengan omongan mas wawan tapi dia ga berani bantah,, dia langsung mendekati aku dan melayangkan sebuah pukulan kewajahku..

BUMMMM…

Sebuah pukulan Straight ku yang sangat kuat tepat mengenai hidung dan mulut panjul yang membuatnya roboh kebelakang dan terlentang dilantai.. hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak.. panitia yang lain cuman diam melihat aksiku.. tidak ada yang bersuara..

Aku lalu mendekatinya dan jongkok didekat wajahnya.. tampak matanya merem melek menahan sakit yang luar biasa..

“mas.. kamu itu seniorku.. harusnya kamu yang ajarin aku.. bukan malah seperti ini..”

“hargailah wanita itu mas.. karena kamu lahir dari rahimnya bukan dari hidungnya…”

“oke mas..”

Aku pun berdiri lalu mendekati ayu dan menggenggam tangannya.. aku menariknya keluar dari ruangan kemanan.. dia pun membalas pegangan tanganku dan mengeratkan pegangan tangannya.. sepertinya dia takut kalau aku melepaskan pegangan tanganku dan membiarkannya diruangan ini lagi..

PROOK..PROOKK.. PROKK..

Aku mendengar teman-teman bertepuk tangan ketika aku keluar dari ruangan keamanan dengan menggandeng ayu..

Aku terus menggandengnya dari lantai tiga ruang keamanan sampai lantai satu.. banyak panitia yang melihat tapi tidak ada yang menegur.. aku berjalan cuek aja.. dan ketika sampai didepan kamar mandi yang agak sepi.. aku lepaskan tangannya..

“sekarang balik lagi kekelompokmu.. aku cukup sampai disini aja..” kataku

“eh.. iya.. terimakasih mas..” ucapnya kaget dan melepaskan pegangannya yang erat.. dia memanggilku mas bukannya kanda yang menjadi panggilan wajib maba terhadap seniornya…

CUUPPP..

Lalu dia mencium aku dipipi kanan.. lalu dia pergi meninggalkan aku yang cuma terbengong melihatnya dari belakang..

(“enak to.. mantep to.. hahahaha..” suara jago mengejekku)

Aku terdiam dan memegang pipiku bekas ciuman bibir ayu tadi..

(“gimana bang.. gurih ga..? hahahahaha..”jago tertawa dibalik sempak)

Aku berjalan tanpa memperdulikan suara jago, aku berjalan kearah tangga menuju markas keamanan.. aku seperti melayang dan terbang.. setelah itu aku merasakan sesuatu didadaku.. seperti ada seseorang memanahnya sampai tembus kebelakang… sakit..? ngga lah.. aku merasakan sesuatu yang luar biasa yang ga bisa diungkapkan dengan kata-kata..

(“cuukkk.. bisa ngga tulisan lebay ini distop.. aku mau muntah cuukkk..”)

(“iri kau pasti.. hahahahaha..”)

(“asuu.. sudah bisa ketawa kamu sekarang.. ntar giliran ditolak dan ditinggal.. nangis ga karu-karuan…”)

(“cuukkk.. kamu ngingatin aja.. biarin aku menikmati rasa ini lah..”)

(“mencintai sewajarnya aja dan membenci juga seperlunya.. jangan berlebihan.. ntar kamu kehilangan arah..”)

(“iya.. iya..cukkk..”)

[table id=iklanlapak /]

Aku pun bergabung kembali keruang keamanan.. kulihat panjul sudah dibawa keruang kesehatan.. tampak mas rendi berdiri didepan dan matanya melotot kearah semua panitia keamanan yang resmi.. wah ada apa ini.. kenapa mas rendi marah…

“saya tegaskan sekali lagi buat semua panitia keamanan.. disini bukan ajang untuk cari muka ke maba.. disini kita berkumpul untuk memperkenalkan dunia kampus kepada mereka.. jadi jangan diulangi kesalahan barusan.. untung sandi tadi yang selesaikan anak itu.. kalau aku yang selesaikan, sudah kukasih patah tulang iganya itu.. kalau ada yang ga terima dengan omongan saya maju kedepan, duel dengan saya..” kata mas rendi sambil menatap satu persatu panitia keamanan.. wiiihh sadis juga mas rendi ini..

Kulihat semua panitia terdiam tidak ada yang bersuara.. mas pandu yang lagi asyik minum dengan seangkatannya dan yang sudah lulus terlihat santai aja melihat mas rendi marah-marah didepan..

Aku pun bergabung dengan panitia yang resmi..

“lan.. kuserahkan ke kamu lagi.. silahkan lanjutkan obrolan yang tadi sempat tertunda..” kata mas rendi.. mas rendi langsung ke pojok belakang tempat mas pandu berkumpul.. mas pandu menyambut dengan tepukan dipunggung mas rendi.. kalau kulihat mas pandu mencoba menenangkan mas rendi yang masih emosi..

“oke teman-teman tadi sudah dikatakan mas rendi bule.. saya harap ini kejadian yang terakhir.. setelah ini kita bubar.. kita kelapangan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya..” kulihat alan agak menunduk.. dia mungkin malu dengan mas rendi karena merasa tidak bisa mengontrol anggotannya…

Setelah rapat yang ga resmi tadi selesai, aku keluar bersama teman-teman menuju kelapangan sedangkan alan menghampiri mas rendi..

Sampai dilapangan kulihat maba lagi istirahat..

“san.. sini..” panggil yuda yang lagi kumpul dengan surya dan aldo didepan perpustakaan.. aku pun menghampiri mereka..

Posisi perpustakaan ini agak terlindung dari lapangan.. jadi kita ga bisa melihat jelas kegiatan dilapangan kecuali kita maju sedikit kejalan..

“gimana rek.. aman kah..?” tanyaku

“asssuuu..mentang-mentang jadi panitia keamanan tanyanya gitu..” kata surya..

“ya bener lah dia tanya gitu sur.. masa dia tanya, piye sur wes ngeloco ta..?(gimana sur sudah colikah..?)” ucap aldo

“asssuu…”

“hahahahha,,”

“ssttt.. sebentar rek.. itu lihat ratih jalan kesini itu cuukkk..?” kata yuda

“iyo cok.. manis.. chubby cokk..” sahut surya

“assuu.. san.. ratih ini bolehkah kalau kita rebutan juga..?” sahut aldo

“loh.. terserah rek.. kalau dia mau sama salah satu diantara kalian ya ga pa-pa.. aku loh cuman berteman aja sama dia..”

“oke.. iki urusanku yo cokk.. ga usah melu-melu kabeh..”(ini urusanku ya cokk.. ga usah ikut-ikut semua..) kata surya

“matamu cok.. kalau mau dapat dia itu ya saingan dong.. assuu..” kata yuda

“sabar rek.. yang jantan dong kalau rebutan..?” kata aldo

“hai ketua kelompokku..” ratih menyapaku.. seperti biasa dengan senyumannya yang khas..

“hai cantik.. makin seger aja kelihatannya..” kataku menggombal

“ah.. ketua kelompok ini bisa aja.. hihihihi..”sahut ratih sambil tersenyum.. assuuu.. senyumnya itu loh ditambah lesung pipitnya.. bikin pucing bijinya jago..

(“assuu kamu bang.. bajingan.. kamu yang pusing aku yang dibawa-bawa..”)

“ratih….” Ucap mereka bertiga kompak memanggil..

“hai teman-teman kelompokku..? kenapa sih..? kok bengong gitu..? hihihihi..” kata ratih sambil tersenyum..

“cuukk.. tambah cantik aja kamu tih.. makan apa emangnya kamu tih..?”kata yuda

“makan lalapan kadal.. ya makan nasi lah.. ga jelas kamu ini yud..” kata surya

“assuu kamu sur.. aku tanya dia kamu yang jawab.. belum pernah ditempeleng orang gantengkah..” kata yuda

“aku lagi malas nempeleng orang..” ucapku cuek..

“asssuuuu…” yuda dan surya kompak memamiku..

“gimana kabar hari ini tih..” aldo dengan cool nya nanya ke ratih..

“hehehe.. baik do.. eh gimana kabar kalian semua..?” ucap ratih sambil melihat teman-temanku yang masih bengong..

“baik juga tih.. mending kita ngobrol berdua yo tih.. jangan sama mereka.. kasihan ntar kamu sawan loh..” kata yuda..

“assuuu’i.. dikira demit opo.. bajingan kamu yud..” kata surya..

“hahahahaha.. kalian ini lucu ya..” ucap ratih

“kita bukan cuman lucu tih.. kita juga imut.. hehehehehe..” kata aldo menyahut..

“assuuu.. omonganmu rek.. pengen ee aku.. hahahahaha..” ucapku sambil tertawa

“ihhh.. ketua kelompok ini loh.. jorok ah..” kata ratih dengan melotot dan pura-pura merajuk..

Asssuuu.. tambah manis aja kalau kamu gitu tih.. boleh kukecup ga bibirmu..

“eh ketua kelompok.. terimakasih ya..” ucap ratih..

“hemm.. terimakasih..? buat apa..?” tanyaku

“buat yang tadi, waktu dimarkas keamanan.. katanya ayu, kamu nolong dia ya..?” ucap ratih yang membuat aku mengerutkan kedua alis ku..

“ayu yang maba itu.. emang kamu kenal dia tih..?” tanyaku

“lah ayu kan ade sepupuku..” kata ratih..

Duuuaaaarrr..

Cuukk ga salah kah yang aku dengar ini..

[table id=iklanlapak /]

(sandi “assuu.. woiii kisanak87 ga salah nih kamu buat cerita..?”)

(kisanak87“ emang kenapa san..?”)

(sandi “kamu senang betul bikin konflik keluarga.. kemarin mba amel sepupuan sama lia.. mba amel waktu kutembak nolak aku, kata mba mery sebenarnya mba amel suka sama aku, tapi dia ga enak sama lia.. soalnya lia juga suka sama aku, makanya dia nolak terus jadian sama kakanda alan.. sekarang.. ratih sama ayu sepupuan.. bajingan kau kisanak.. hiuufffttt… gimana menurutmu go..)

(jago “kalau aku sih anteng aja bang.. yang penting jangan lupa.. jatah lendir buat aku..)

(sandi “assu kamu go.. lendir aja kamu urusin.. kamu seneng kalau aku patah hati lagi..)

(jago “kalau kamu patah hati biasanya aku malah dapat jatah betina loh bang.. hahahahah..)

(sandi “ taik kamu go..)

(jago “hahahahahaha..)

(kisanak87 “terus maksudmu apa san..”?)

(sandi “kalau terulang lagi gimana..? kamu senang betul buat aku menderita..”)

(kisanak87 “ge er betul kamu san.. emang siapa yang buat cerita kalau kamu mau dekat sama ayu dan ratih.. ga usah tinggi-tinggi menghayalmu.. sudah cebok sana.. kamu ngelantur kalau belum cebok..”)

(sandi “bangsat.. bajingan.. terkutuk kau kisanak..”)

(kisanak87 “hahahahahahahaha..”)

[table id=AdsLapakPk /]

“serius kamu sepupuan sama ayu tih..” tanyaku dengan santai..

“iya.. emang kenapa..? kamu naksir ya sama sepupuku yang cantik itu..” tanya ratih sambil melirikku dengan seksinya..

“hemm.. apa sih tih.. biasa aja kali..” kataku cuek..

“kamu itu ga berubah ya ketua kelompok.. cuekmu itu loh bikin orang penasaran.. hihihi..” kata ratih..

“woii..woiii.. hentikan obrolan yang berguna ini.. kamu berdua ga lihat kami yang disekitar kalian kah.. bedebah kalian ini..” kata yuda yang menghentikan obrolan kami..

“iyo assuu’og.. dikira kita ini kecoa ya disini..” kata surya

“kamu aja kecoanya sur.. ga usah bawa-bawa aku..” kata aldo

“iya do betul itu.. kau aja sur.. enak aja aku disamain sama kecoa..” kata yuda

“assssuuu.. bajingan..”

“emang seru ya berteman sama kalian ini.. sudah imut, lucu lagi.. hehehehehe.. eh ketua kelompok.. aku balik dulu ya kelapangan.. kelihatannya.. kegiatan mau dimulai lagi..” kata ratih pamit

“iya tih.. hati-hati dijalan ya.. kalau mau menyebrang lihat kanan kiri.. ntar ketabrak loh..” kataku..

“emang ada yang mau nabrak didalam kampus gini..?” tanya ratih agak bingung..

“ada tih.. hati aku yang nabrak hati kamu..” kataku..

“asssuuu”

“bangsattt..”

“bajingan.. mulai lagi dia keluarkan jurus rayuan gembelnya.. eh gombalnya..” kata teman-teman ku yang jengkel karena aku barusan menggombal ratih..

“idihhh.. mulai lagi keluar kata-katanya.. pujangga bajingan.. hehehehehe.. udah ah ntar kalau lama-lama disini, bisa terbuai aku sama rayuan pujangga bajingan satu ini..” kata ratih..

“oh iya.. sekali lagi makasih ya ketua kelompok..” lalu ratih mendekati aku dan

CUUUPPP..

Dia mengecupku dipipi kanan setelah itu dia pergi meninggalkan aku yang bengong sambil mengelus pipiku bekas kecupannya..

(“sabar.. sabar.. ini ujian.. diharapkan buat para pembaca jangan memakiku.. apa lagi memaki jago.. kami hanya menjalankan cerita sesuai tulisan kisanak87.. kalau para pembaca ingin memaki.. silahkan makilah kisanak87 dengan sepuas hati.. waktu dan tempat saya persilahkan..”)

“Bajingan ancene arek iki.. assuuu…” surya mengomel

“nggateli cukkk..” dan aldo menyahut..

“taik kamu itu san..” yuda mendumel..

“sori rek.. bukan aku yang minta loh ya.. ratih sendiri yang cium.. kan kalian lihat sendiri.. hahahahaha…” ucapku

“ga usah ngomong ambe aku.. ngomongo ambe tembok kono loh.. assuu..”(ga usah ngomong sama aku.. ngomong sama tembok sana loh..) kata surya..

“hahahahaha.. assuuu..”

“hahahaha.. ga boleh marah..” kataku..

“eh.. sudah mau kegiatan ayo kesana yo..” ucapku..

“ayo wes.. lama-lama aku disini lihat kamu pengen tak pancal ae rasanae.. (pengen kuinjak aja rasanya..)” kata surya mendumel ke aku..

“ojo nesu.. nggarai koyo assu…” (jangan marah malah mirip anj*ng) kata aldo kesurya

“gukk..gukk.gukk.. bajingan kau do..” kata surya..

“hahahahahaha..” kami pun tertwa bareng setelah itu bubar..

Aku pun berjalan kepinggir lapangan.. sedangkan aldo, yuda dan surya kembali ke tugas mereka masing-masing..

“enak ya dicium ratih.. ketua kelompokku..” tiba-tiba lia ada disampingku.. berbicara dengan sinis dan mengikuti gaya bicara ratih yang centil..

“apasih ya’ biasa aja kali..” kataku cuek sambil menghisap rokok..

“ya iyalah biasa.. namanya juga bajingan lendir..” kata lia sambil pergi meninggalkan aku..

Cuukkk.. sudah gitu aja aku makinya.. ga usah banyak-banyak.. aku lagi capek..

Sudahlah ya’ aku sudah mulai bangkit..
Sudahlah ya’ bahagialah dengan pilihanmu..
Sudahlah ya’ karena semua sekarang tak sama..
Sudahlah ya’ berlapang dadalah..

 

#Cuukk.. berlapang dada lah ya’, sekarang semua tak sama..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 32 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 32 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 31 ) | ( Part 33 ) Selanjutnya