. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 31 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 31

0
403

Part 31 – Terserahlah

#Hari pertama ospek

Hari pertama ospek untuk maba digelar.. acara semalam bubar jam 04.30.. gila.. mau tidur jelas ga bisalah.. jam 05.00 maba mau datang kekampus.. mau ga mau akhirnya setelah bubar acara kami keamanan langsung ke posisi yang telah ditentukan..

#04.30
aku dan panitia yang lain telah menyebar mulai didalam kampus sampai diluar jalanan sekitar kampus.. sementara didalam kampus panitia yang lain menyiapkan semua perlengkapan.. dan belum ada satupun maba yang hadir.. wanncuukk.. kepalaku pusing akibat minuman cuukk..

#04.45
Tampak beberapa maba sudah datang.. gila tahun kemarin jam segini aku sudah dihajar dan ditendang karena dianggap terlambat.. tahun ini jam segini maba baru segelintir orang yang hadir dan mereka santai saja berjalannya.. hiuuufttt…

Ospek kali ini tidak ada teriakan seperti kami tahun kemarin.. sekarang kami cuman mengarahkan maba untuk langsung masuk ke dalam kampus menuju lapangan.. ingat mengarahkan.. seperti security penjaga hotel yang menyambut tamunya dan mengarahkan ke receptionis..

#05.00
Waktu yang ditentukan untuk maba berkumpul, tapi baru hitungan jari yang sudah berkumpul dilapangan.. sampai sejauh ini aman.. mereka yang hadir ini pakaiannya sesuai dengan apa yang ditentukan oleh panitia..

#05.45
Baru sebagian kecil maba yang datang..

#06.00
Sebagian besar maba sudah mulai berdatangan.. pada saat kami arahkan reaksi maba bermacam-macam.. ada yang langsung menurut, ada yang santai aja, ada yang cuek, ada yang melawan, ada yang pura-pura gila, ada yang pipis dulu dipinggir pohon dekat jalan kampus.. assu’og..

Ini mungkin kerena pengaruh pengumuman kemarin, yang menjelaskan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi kekerasan.. jadi mereka bisa berbuat se enaknya..

Potongan merekapun bermacam macam.. ada yang sesuai arahan panitia jadi mereka gundul, ada yang cepak, ada yang kribo, ada yang pirang, ada yang gondrong, ada yang pinggirnya gondrong atas nya botak, ada yang botak dibelah tengah.. pokoknya aneh-aneh aja lah..

Pakaian yang mereka kenakan pun aneh-aneh, ada yang sesuai arahan panitia, memakai celana hitam dan kemeja putih ditutupi almamater dan bersepatu hitam.. ada yang celana jeans hitam atau ada juga jeans biru terus memakai kaos putih ditutupi almamater dan bersepatu putih.. ada yang celana hitam dan berkemeja putih tapi ga membawa almamater dan bersepatu wakai ala jackie chan.. ada juga yang memakai sepatu docmart berwarna coklat dan yang lebih gila ada yang memakai sandal gunung.. bajingan.. kalau mau ke mahameru jangan lewat sini.. langsung kepasar tumpang sana atau mau kutemain naiknya, jadi nanti kalau sudah sampai puncak mahameru dia langsung kubuang Zone blank 75.. biar berkurang satu orang yang ga punya sopan santun kayak anak itu..

06.30
Maba masih banyak yang datang dan mereka santai sekali berjalannya.. sampai ada satu kelompok bergerombol, mereka berjalan sambil bersenda gurau.. kakanda alan langsung menegur mereka..

“hei.. tole.. sudah jam berapa ini.. cepat jalannya.. sebentar lagi mau upacara..” kata kakanda alan menahan emosi..

“tole..tole.. emang kamu mbahku apa manggil tole..” kata salah satu maba menyahut..

Mendengar jawaban itu mas bobby yang ada disebelah kakanda alan matanya langsung memerah walaupun tadi sudah merah akibat mabuk.. tapi ini merahnya karena emosi sangat.. tapi dia langsung ditenangkan kakanda alan.. sedangkan mas rudi disebalahku langsung menghentikan mereka..

“kamu ngomong apa..?” kata mas rudi

“loh kenapa bos.. jangan marah dong.. santai aja..” kata salah seorang langsung menghadap kedepan mas rudi.. mas rudi langsung memegang kerah kemeja anak itu.. dan ketika mau memukulnya aku menahan tangan mas rudi.. dan menariknya kebelakang.. setelah itu aku mendekati anak itu..

“kalau kamu ga mau dengar arahan kami, cukup diam dan jalan saja.. jangan malah memancing emosi panitia keamanan.. atau aku sendiri yang injak mulutmu supaya mulutmu itu bisa ngomong yang sopan sama orang lain atau malah mulutmu ga bisa ngomong sama sekali.. PAHAM..” kataku sambil menatap tajam kematanya dan menunjuk mukanya..

Anak itu terdiam lalu mundur dan berjalan kearah kampus bersama gerombolannya.. sempat diantara mereka ada menyeletuk..

“katanya dikampus ini dikendalikan sama anak kos pondok merah.. disana isinya bajingan kampus ini..”

“pondok merah.. kayak nama pelacuran ditempatku.. hahahahahaha…”

Aku, kakanda alan, mas rudi dan mas bobby saling memandang dan tersenyum jengkel.. asssuuu..assuuu.. untung ada larangan kekerasan diospek ini, kalau ga ada sudah kutelanjangi dan kuikat anak itu diatas pohon.. terus bijinya biar disentil sama seluruh teman-temannya seangkatan.. bajingan’i..

Aksi kami barusan sempat terlihat Pak Tomo yang memantau kegiatan kami mulai dari pagi tadi.. beliau ini wakil rector 3 urusan kemahasiswaan.. mungkin beliau mau memastikan tidak ada kekerasan di awal ospek ini..

(Pak Tomo..? kayak ga asing nama itu.. siapa ya..? ah sudahlah yang penting Pak Tomo disini itu WR 3 urusan kemahasiswaan.. ga tau kalau ditempat lain loh ya.. hihihihi..)

Panitia keamanan bener-bener diuji kesabarannya oleh para maba.. tingkah mereka bener-bener luar biasa.. setengah jam lagi maba harus sudah berkumpul dilapangan.. kalau melihat jadwal malah ini terlalu terlambat sekali.. karena jadwal kumpul jam maba sebenarnya jam 05.00..

Jam 06.45
Sebagian panitia yang dijalanan sekitar kampus mulai masuk kesekitar lapangan didalam kampus.. aku, kakanda alan, mas bobby dan mas rudi mengikuti kearah lapangan.. sedangkan yang sisanya masih di jalan untuk mengarahkan maba yang masih banyak yang berdatangan..

Jam 07.00
Kakanda alan berdiri dipanggung yang telah disiapkan untuk berbicara kepada maba yang telah berkumpul dilapangan

“selamat pagi tole dan nduk..”

“uuuuuuu…” sebagian maba meneriaki kakanda alan.. semua panitia keamanan terlihat tambah emosi sekali.. karena merasa tidak dihargai sama sekali..

“silahkan baris menurut kelompoknya.. sebentar lagi kita akan melakukan upacara pembukaan yang akan dibuka oleh bapak rector.. setelah ini akan saya serahkan ke seksi acara.. terimakasih.. selamat pagi..” ucap kakanda dengan tenang..

“uuuuuu..” kembali teriakan maba diarahkan kekakanda alan..

Bajingan ini.. hiuuuffffttt.. sabar.. sabar.. kulihat kakanda alan berjalan santai dan tidak ada menunjukan rasa marah diwajahnya.. salut aku dengan kakanda ini.. sebagai seorang pemimpin dia ga mau terlihat kacau didepan anggotanya.. walaupun aku tau dari sorot matanya dia kelihatan emosi sekali.. tapi dia tetap tersenyum..

Dia datang langsung menenangkan kami yang sudah emosi dari tadi..

Ga lama berselang Lia dan ratih naik kepanggung.. mereka bertugas sebagai mc dan mengawal kegiatan para maba.. tiba-tiba teriakan maba langsung berkumandang menyambut kedua wanita cantik ini..

“selamat pagi tole dan nduk..” sapa lia dan ratih..

“pagi kakak cantiikkk..”

“uuuuuu..”

“bagi nomor telpon dong..”

“kosnya dimana..”

“wah sudah cantik semok lagi..”

“hahahahahha..” dan para maba meneriaki dan menertawakan lia dan ratih yang ada dipodium.. dan kulihat lia dan ratih tetap tersenyum dengan tingkah maba yang ada didepan mereka..

Aku pun melihat kakanda alan.. dia hanya menepuk pundakku.. bajingan.. kalau tahun kemarin maba diuji kesabaran oleh panitia keamanan, hari ini justru panitia keamanan diuji kesabarannya oleh para maba..

Jam 08.00
Upacara pembukaan dipimpin oleh bapak rector..

Selama upacara pembukaan dilaksanakan.. para maba sibuk dengan kegiatan masing-masing.. mereka mengobrol dengan teman disebelahnya.. ada yang tertawa, bercanda dan ada juga yang baru datang.. dan yang baru datang jumlahnya tidak sedikit.. mereka langsung berbaur dikelompoknya.. jadi itu membuat kegaduhan dilapangan.. dan mereka tidak menghiraukan pak rector yang berbicara dipodium.. tampak pak rector sesekali menegur maba yang bertingkah tapi diabaikan juga oleh mereka.. itu membuat pak rector agak emosi..

Setelah upacara selesai maba disuruh istirahat dan selesai istirahat nanti, mereka mendapatkan arahan untuk kegiatan selanjutnya..

Pak rector bersama pak tomo dan mas dika langsung mendatangi kakanda alan yang ada didekatku.. dan langsung mengomel…

[table id=iklanlapak /]

“kamu ketua kemanan ya lan..”

“iya pak.. gimana pak..”

“saya ini rector loh mas.. rector.. biar begini ini.. saya ini dihormati oleh begundal-begundal macam kalian ini.. dan kalian tidak ada yang berani bertingkah aneh didepan saya.. lah ini.. curut-curut baru itu berani sekali dengan saya.. mereka sangat tidak menghormati saya.. masa kalian diam saja.. kurang ajar kalian ini.. coba lihat dandanan mereka tidak mencerminkan bahwa mereka mahasiswa yang baru mau masuk kuliah.. piye lek ngene iki..?(gimana kalau kayak gini)”

“kami tidak berani melakukan tindakan pak.. kan ada aturan baru yang bapak sampaikan sendiri waktu rapat kemarin..” kata kakanda alan membela diri..

“persetan dengan aturan baru kalau hasilnya malah bikin kita semua tidak dihargai.. kita ajarkan mereka tentang sopan santun yang ada dikampus teknik tercinta kita.. dengan cara kampus kita sendiri ..”

“jadi ini peraturan baru diabaikan pak..?” tanya kakanda alan senang..

“iya.. tapi ingat.. ada batasan-batasan yang tidak boleh kalian langgar.. jangan mentang-mentang di ijinkan melakukan kekerasan.. kalian seenaknya memperlakukan curut-curut baru itu seenaknya.. cukup beri pelajaran saja.. jangan sampai ada korban jiwa.. paham.. nanti pak tomo yang mengawasi kalian.. sekarang bubar..” kata bapak rector.. lalu beliau mengambil cerutu dikantongnya dan membakarnya dan menikmati cerutu itu dengan tatapan tajam kearah kami.. setelah itu beliau pergi keruangannya..

Jancookk.. ini salah satu orator nggateli yang pernah saya dengar.. semangat kami langsung membara dan siap untuk mengembalikan system ospek kampus dengan cara kampus kami sendiri..

“hei.. kamu.. yang mirip alesandro delpiero kesini..” kata pak tomo memanggilku yang berdiri dibawah pohon..

“saya pak..” tanyaku..

“iya.. masa pohon disebelahmu yang kupanggil, sini cepat.. kurang ajar ini..” perintahnya

“siap pak..”

“namamu siapa..?”

“sandi purnama irawan pak.. saya semester tiga jurusan teknik sipil.. ada apa ya pak..”

“kamu mengingatkan saya pada seorang sahabat saya waktu kuliah dulu dikampus ini.. tapi sekarang saya ga tau dimana manusia misterius itu berada..” kata Pak Tomo sambil membakar rokok djie sam soe miliknya.. dan langsung pergi meninggalkan aku yang bengong mendengar ucapannya.. wes ngono tok.. jiaanncookk.. (sudah gitu aja.. jancookk..) kenapa aku dipanggil kalau cuman mendengar omongan yang tidak bermanfaat bagiku itu.. assuu..

Kembali dilapangan.. aku lihat maba sudah berkumpul lagi setelah istirahat dan bersiap menerima arahan.. seperti tadi pagi mereka bercanda dan tertawa dengan kelompoknya masing-masing..

Kami panitia keamanan berada disekitar para maba.. jumlah kami lumayan banyak.. mungkin seratusan lebih.. aku lihat ekspresi dari wajah keamanan sangat jengkel dan menahan emosi melihat tingkah laku para maba yang ada dilapangan yang makin lama makin menggatelkan..

Lia dan ratih maju keatas panggung untuk menyampaikan beberapa arahan kepada para maba.. lagi-lagi sambutan yang kurang ajar menggema dilapangan.. siulan dan teriakan menggoda dari para maba tidak menyurut walaupun ratih dan lia berbicara diatas panggung..

Kakanda alan langsung naik dipanggung dan mengambil mik yang ada ditangan lia..

“untuk tole dan nduk tolong didengarkan para seksi acara kalau berbicara.. supaya kalian mengerti apa yang harus dilakukan setelah ini..” kata kakanda alan santai..

“terus kenapa kalau kami ga dengar..” tiba-tiba salah satu orang menyaut ditengah barisan..

“siapa itu yang ngomong.. maju ketengah lapangan..” ucap kakanda alan santai..

Seorang anak maju.. dia mengenakan celana levis biru, kaos dan almamater yang menutupinya.. badan lumayan besar, bertindik dan rambut gondrong serta pirang diujung depan rambutnya.. assuu nggateli arek iki rek..

Kakanda alan turun dan mendekati anak tersebut dan..

BUUHHGGGGG…

Sebuah tendangan balik mengarah kerahang anak tadi sehingga membuat anak tadi langsung jatuh tersungkur…

asssuu.. sakit itu.. hahahahahaha..

Panitia keamanan dan panitia lain yang tidak mendengar arahan pak rector barusan, terkejut dengan tindakan kakanda alan barusan.. sedangkan para maba langsung terdiam melihat tayangan langsung didepan mereka yang tidak disensor oleh pihak KPI..

Kakanda alan langsung berdiri didekat anak itu dan berbicara lantang kepada para maba yang ada dilapangan tanpa menggunakan mik..

“KALIAN SEMUA INI KURANG AJAR.. TIDAK MENGHARGAI SATUPUN PANITIA YANG ADA DISINI.. SAMPAI PAK RECTOR YANG BERBICARA DIDEPAN JUGA TIDAK KALIAN HARGAI.. BAJINGAN MACAM KALIAN INI HARUS DIBERI PELAJARAN SUPAYA KALIAN ITU PAHAM.. KALIAN SEKARANG LAGI DIKAMPUS TEKNIK KITA BUKAN DI TEMPAT PELACURAN, YANG KALIAN BISA BERBUAT SEMAUNYA SETELAH MEMBAYAR..”

“PANITIA KEMANAN MASUK.. PERIKSA KELENGKAPAN MEREKA SEKARANG..”

Wasuuuu.. senyum mengambang panitia keamanan langsung menyambut perintah kakanda alan.. Tanpa perlu diperintah dua kali semua panitia masuk dan berteriak..

“BAJINGAN KAMU SEMUA YA..”

“KURANG AJAR INI..”

“SUDAH CUKUP KAMI BERSABAR.. SEKARANG KALIAN RASAKAN INI..”

BUUHHHGGG

PAAKKKK…

BUUHHHGGG

PAAKKKK…

Pukulan dan tendangan panitia keamanan membuat satu persatu maba tergeletak dilapangan.. dan yang dipukul rata-rata penampilannya ga sesuai dengan arahan panitia.. sedangkan yang sesuai arahan sementara masih aman berdiri.. tampak wajah-wajah beringas panitia keamanan melupakan emosi yang dipendam mulai subuh tadi.. sedangkan para maba langsung ciut, takut dan terdiam, pucat, gemetar dan tanpa ada yang melawan.. sunyi, senyap dan tergeletak.. hanya bunyi suara pukulan dan tendangan yang terdengar..

Semua panitia keamanan bergerak ditengah lapangan kecuali aku.. iya aku.. aku berdiri mematung melihat kekerasan yang terjadi didepan mataku.. aku bingung harus berbuat apa.. emosi sih emosi.. tapi aku harus bagaimana..? masa aku datang langsung membantai mereka.. ga bisa aku melakukan itu.. walaupun mereka tingkahnya sudah kurang ajar.. tapi mereka ini adek-adek tingkatku, berarti mereka keluargaku.. masa aku main hajar aja.. kalau mereka ini musuh kami, sudah pasti aku yang berlari paling depan untuk menghajar mereka..

“SAN.. MASUK LAPANGAN..” teriak mas pandu yang berdiri disebelah gedung.. dia berdiri disana bersama semua penghuni kos-kosan pondok merah yang tidak termasuk panitia resmi..

Aku pun tidak bergerak.. aku cuman menggelengkan kepala tanda tidak mau..

“MASUUUKK…” kata mas rendi sekarang yang gantian menyuruhku masuk kelapangan..

Aku tetap diam..

“kalau kamu ga masuk kelapangan.. kuseret kamu kekosan, terus kuhajar sampai pingsan..” kata mas pandu melotot dan menunjuk kearahku..

Jancuuukk… kalau pamanku sudah melotot berarti dia memang bener-bener marah.. aku langsung masuk kelapangan.. dan aku menyeret salah satu maba yang bersendal gunung.. ketika hendak kuhajar.. dia lalu berlutut didepanku dan menangis sambil memegang lututku..

“ampun kanda.. huaaa.. maaf.. huaaaaa… aku salah kanda.. huaaa…. Ga akan aku ulangi lagi kanda.. huaaaaa…” bajingan ini malah nangis tersedu-sedu.. wuaassuu.. aku jadi ga tega mukulnya.. langsung kudorong menggunakan lututku.. dia terjengkang kebelakang..

Setelah itu aku mendatangi maba lain yang menggunakan sepatu docmart berwarna coklat.. dan ketika aku mau menendangnya dia langsung roboh…. bangsat.. dia pingsan sebelum aku menendangnya.. asssuuu.. aku harus cari yang mana lagi ini.. mas pandu selalu melihat gerak-geriku dari tadi.. aku harus dapat korban minimal satu orang.. dari pada aku yang diseret sama mas pandu..

Dan pada saat aku mencari maba yang penampilannya tidak sesuai aturan, aku malah melihat ayu didepanku.. dia tunduk sambil melirikku didepannya.. cuukkk.. matanya yang indah menatapku.. badanku langsung lemas seketika.. kakiku tidak bisa bergerak.. tidak ada tenaga yang ada didalam tubuhku.. pikiranku langsung melayang entah kemana.. pikiranku melayang ntah kemana..


Kirana Ayu

Perlahan-lahan ada intro music yang terdengar dari atas langit.. suara seruling bambu yang merdu sekali.. setelah itu dilanjut bunyi gitar.. dan didiringi dengan gendang..

Muuung..muuuung..muuuung.. (anggap aja ini suara seruling jadi ga usah protes ya..)

Jeng..jeng.. jeng.. jeng..(kalau ini suara gitar..)

Dung..dung..tak..dung.dung..tak.. (kalau ini sudah tau kan.. suara apa..)

Lirikan matamu menarik hati.. Oh senyumanmu manis sekali..
Sehingga membuat aku tergoda..
Sebenarnya aku ingin sekali..Mendekatimu memadu kasih..

Namun sayang-sayang malu rasanya.. Biar kucari nanti caranya..

Memang sekarang malam perpisahan.. Namun awal lahirnya percintaan..
Harapanku dapatlah kau rasakan.. Meskipun belum aku menyatakan..
Ohh… Kiranya aku telah jatuh cinta..

Senyumlah sayang sekali lagi.. Sebagai tanda aku tak sendiri
Percayalah baru pertama kali.. Pengalaman ini aku alami..

Tatapanku ini mewakilkan bibirku untuk bernyanyi dan tatapannya ayu menari mengikuti irama gendang yang berbunyi.. dan tatapan kami beradu dan menyatu diirama music ini..

[table id=Lgcash88 /]

(“ayayayayaya.. bajingan kau.. malah lirik-lirikan disini.. ayayayaya..” tiba-tiba suara cempreng alpa mengagetkanku..)

(“kencingi aja dia alpa.. bikin malu kaum ranger aja.. dikit-dikit kok nyanyi kalau lihat wanita cantik.. nggateli ancene..(nggatelli memang..)” suara zordon menyahut..)

(“ayayayayaya.. pake tititmu kah ngencinginya don.. ayayayayya..” kata alpa)

(“assuuu koen pa.. ga ngerti a lek aku iku diciptakan cuman ndas ae isini.. jancuuk koe iku..” (anjing kamu pa.. ga ngerti apa kalau aku diciptakan cuman kepala aja isinya.. jancok kamu itu..) kata zordon mengomel..)

(“hahahahahha.. sesama tak punya titit dilarang marah.. hahahahhaa..” sahutku)

(“bajingan..” alpa dan zordon menyahut bareng..)

[table id=Ads4D /]

“semua panitia keamanan harap kepinggir lapangan..” tiba-tiba suara alan mengagetkanku dari lamunan ini.. dia telah berdiri di panggung yang ada didepan lapangan

Dan semua pantia keamanan kepinggir lapangan dengan perasaan lega setelah melampiaskan kejengkelan yang tertunda tadi pagi..

“sandi.. sini..” panggil mas pandu

Assuuu.. pasti dimarahin lagi aku sama pamanku satu ini.. bajingan’i..

“kamu itu bikin malu aja.. disuruh selesaikan maba yang bermasalah malah lirik-lirikan sama maba cewe.. bajingan lendir ancene..” kata mas pandu mengomel setelah aku berdiri dihadapannya..

“bener kan kubilang semalam mas.. bajingan lendir ini dapat aja wanita cantik.. assuu kok..” kata mas rendi mengompori

“memang nggateli ponakanmu ini mas pandu..” kata mas adam menyahut..

“assuu, bajingan, kurang ajar, cukimai, na bule, tai lasso..” satu persatu penghuni kosku memakiku sambil melirikku..

“aku ngga tega mas mau mukul.. mereka kan adek-adeku semua..” kataku membela diri..

“bener ya adekmu.. awas kalau kamu pacaran sama salah satu perempuan disitu..” kata mas wawan..

“ngga gitu juga kali mas..” ucapku sambil melihat mas wawan..

“tuh kan.. assu ancene..” kata mas pandu sambil menghisap rokoknya..

Akhirnya sesi untuk shock terapi pagi menjelang siang ini berakhir dan efeknya bener-benar luar biasa.. setelah kakanda turun dari panggung.. maba-maba terdiam tidak ada yang bersuara.. begitu juga ketika lia dan ratih yang naik kepanggung.. tidak ada siulan dan teriakan keluar dari mulut para maba..

Maba-maba yang tergeletak didalam lapangan diangkat satu persatu oleh panitia kesehatan.. dan maba yang bermasalah dan masih bisa berjalan digiring keruang keamanan..

“selamat pagi tole dan nduk..” sapa ratih dan lia berbarengan dari atas panggung

“pagi yunda..” jawab mereka lemah

“loh kok suaranya lemah sangat.. belum sarapan ya.. mau dikasih sarapan sama panitia keamanan..” tanya lia dengan sadisnya..

“ayo diulangi sekali lagi.. tolong dijawab dengan semangat ya.. ssssttttt.. kalian masih dilirik loh sama panitia keamanan..” kata ratih seolah-olah berbisik ke para maba..

“selamat pagi tole dan nduk..” sapa lia dan ratih bersamaan

“PAGI YUNDAAAA..” suara maba langsung menggema dilapangan..

“nah begitu dong… semangat dong jawabnya.. masa kalau minta nomor telpon aja suaranya nyaring.. giliran disapa selamat pagi ga ada suaranya..” kata lia sambil tersenyum mengejek ke para maba..

Wuuaasuuu.. keluar sadisnya ratu satu ini.. ratu..? ratunya siapa..

“sudah ya.. sudah.. jangan dimulai lagi galaumu.. tak tapok loh lambemu.. (kupukul loh mulutmu)”

“iyo.. iyo cuukkk..”

Aku lalu melihat mas pandu pun naik keatas markas keamanan.. sedangkan aku masih di pinggir lapangan.. aku malas mau naik keatas.. ntar aku malah dibully sama teman-teman kostku..

“san.. gila ya.. sangar sekali panitia keamanan.. kamu kok ga ikut bantai maba tadi..?” tanya yuda..

“iya cuukkk.. malah ngelamun ditengah lapangan.. assu’i..” kata surya..

“aku ga tega mau mukul mereka..” ucapku singkat..

“kamu terlalu pakai perasaan anak muda.. ingat kita disini untuk mengarahkan mereka supaya mereka siap menghadapi kerasnya kehidupan kampus.. kalau kamu pakai perasaan, mereka malah jadi lembek.. ayolah rek.. kamu itu dipilih di panitia keamanan berarti kamu itu ada potensi untuk melakukan itu.. makanya kamu satunya-satunya semester tiga yang jadi panitia dikeamanan.. jangan kecewakan mereka yang sudah memilihmu.. dan jangan bikin malu angkatan kita..” kata aldo menasehatiku..

“ga taulah do.. mungkin aku belum terbiasa aja dengan ini.. ga enak juga sebenarnya aku sama teman-teman kos ku yang rekomendasikan aku untuk masuk di keamanan..” ucapku..

“sepertinya kamu harus kemarkas keamanan.. soalnya banyak maba yang bermasalah dibawa keatas..” ucap aldo..

“ya sudah.. aku naik dulu keatas..” ya ucapku..

“yoi bro.. semangat ya..” kata surya dan yuda..

Aku pun melangkahkan kaki ku kelantai tiga markas kemanan.. ketika sampai didepan pintu ruang keamanan.. suara makian dan pukulan dari panitia keamanan ke maba terdengar dari didalam ruangan yang membuat merinding orang yang mendengarnya..

Aku membuka pintu ruangan dan bener saja.. didalam puluhan maba tergeletak karena habis diberi ‘hukuman’ oleh panitia.. sedangkan puluhan lainnya berdiri dan pucat melihat rekannya tergeletak dilantai..

Aku pun mendekati kakanda alan yang berdiri dibelakang ruangan yang mengawasi anggotanya dalam memberi hukuman kemaba.. dia mengontrol siapa tau ada yang berbuat sesuatu yang berlebihan kepada maba..

“kamu dipanggil sama mas pandu itu san..” kata kakanda alan membuka obrolan..

“iya..” kataku sambil melangkah gontai menuju ke mas pandu dan penghuni yang lain yang duduk santai.. dipojok belakang ruangan..

“lapo koen lemes ngono.. njaluk disamblek ta..?” (ngapain kamu lemes gitu..? minta ditempelengkah..?) kata mas pandu melirikku..

Aku diam saja dan duduk dibelakangnya.. tiba-tiba mas bobby masuk keruangan diikuti seorang maba yang badannya lumayan besar dan dia bersepatu wakai ala Jackie chan.. maba itu mengikuti mas bobby yang berjalan kearah kami yang ada dibelakang.. kenapa dibawa kesini nih anak.. bukannya dibariskan didepan ruangan.. oh iya aku ingat ini anak yang bilang bahwa kos pondok merah seperti tempat pelacuran didaerahnya..

“kamu berdiri disini..” tiba-tiba mas bobby menyuruh anak itu berdiri didepan kami.. anak itu tertunduk melihat kami yang menatapnya tajam.. mas bobby lalu mendekati aku dan berbisik..

“kamu tau kenapa anak ini kubawa kesini..”

“anak ini yang menghina kos-kosan kita kan mas..” kataku sambil menatap tajam anak ini..

“iya.. tapi itu sih biasa aja menurutku.. nanti tinggal kita suruh aja anak ini pilih mau duel dengan siapa diantara kita..” kata mas bobby sambil menghisap rokoknya..

“kalau itu biasa.. yang luar biasa apa mas..?” tanyaku

“dia tadi ngomong sama lia.. lia minta berapa duit kalau mau menemani anak ini semalam..” kata mas bobby dengan santai..

Bajingan anak ini… tiba-tiba aja emosi langsung naik kekepalaku.. beraninya dia ngomong begitu sama anggota power ranger.. assuuu..

“hei kamu yang berdiri.. sekarang pilih.. siapa germo diantara kami yang mau kamu ajak duel..” kata mas bobby santai memanggil anak itu..

“assuuu.. siapa yang germo bob..? kurang ajar kamu ini..” kata mas raimond menyahut..

“anak ini tadi bilang.. katanya kalau pondok merah ditempatnya itu seperti tempat pelacuran..” kata mas rudi yang menjawab

“hahahahahaha.. assuuu..assuuu..” kata mas pandu langsung tertawa.. sedang teman-teman yang lain cuman tersenyum kecut..

“bajingan’i berarti kita ini germo dong.. bangsatt.. hahahahaha..” kata mas adam menyahut..

“harusnya anak ini diundang main kekosan bukan diruangan keamanan gini.. lama banget loh kita ga pernah ngundang orang main kekos kita..” kata mas arief dengan santai..

“iya mas.. dah setahun lebih mungkin..” kata mas dannis..

“ya kalau gitu tunggu apa lagi.. dang diacarakno wes ren.. (cepat diacarakan wes ren..)” kata mas pandu ke mas rendi..

Waduh.. mampus nihh anak kalau sampe dihajar mas rendi..

“kamu mau duel sama siapa.. pilih salah satu diantara yang duduk disini..” kata mas rendi berbicara kepada anak itu lalu melihat kami..

Cuukkk.. kirain mas rendi yang mau hajar ga taunya malah disuruh milih.. mudah-mudahan dia milih mas pandu.. biar langsung selesai dia.. hahahahaha..

Anak itu melihat kami satu persatu.. lalu dia menunjukku.. assuuu.. kenapa nunjuk aku bukan yang lain.. apakah aku kelihatan lebih unyu-unyu dari pada yang lain.. bajingan anak ini..

“berdiri kamu san.. jangan cewe aja yang diurus..” kata mas pandu yang langsung bikin aku ga enak..

Pada saat aku berdiri mas bobby kembali membisiku..

“masa dia nawar lia buat tidur sama dia..” kata mas bobby memanasiku

“assuuu..” ucapku mendumel..

Aku pun berjalan santai kearah anak itu.. anak itu pun melihatku.. lalu dia berlari dan mengarahkan tendangan kedadaku..

BUHHGGGG…

Sebuah tendangannya mengenai tepat didadaku.. aku pun oleng kebelakang.. tapi tidak jatuh.. bangsat.. lumayan juga tendangan anak ini.. lalu pukulannya diarahkan kepadaku secara membabi-buta.. aku cuman menghindar kekanan dan kekiri.. tidak ada satupun pukulannya yang masuk mengenai wajahku..

BUUMMMMM..

Sebuah uppercut ku mengenai dagunya membuat dia roboh kebelakang.. cuukkk.. padahal aku ga terlalu kuat mukulnya tadi..

Aku lalu mendatanginya yang terlentang.. dia menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri.. mungkin supaya menghilangkan rasa sakit..

“kamu ga pa-pa..” ucapku sambil menepuk pipi kanannya..

“ngga kanda.. cuman agak pusing kepalaku..” katanya pelan

Aku langsung menarik tangannya supaya berdiri.. diapun berdiri dan menundukan wajahnya ga berani menatapku..

“siapa namamu..? jurusan apa..?” tanyaku

“dedi kanda.. jurusan teknik sipil..” ucapnya sambil menggoyangkan kepalanya.. rupanya masih kerasa toh pukulanku..

“kamu jurusan sipil lagi, kamu cari gara-gara sekali lagi.. kuselesaikan kamu..” kataku sambil menghentakan kaki kanan dan menggerakkan tangan selolah olah ingin memukulnya..

”ngga kanda mohon maaf..” katanya kaget dan mencoba menghindar akibat gertakan ku tadi..

“ya sudah balik kelapangan sana..” ucapku..

“siapa yang suruh pergi kelapangan..? anak ini dibawa kesini sama bobby soalnya rambutnya gondrong.. sekarang kamu kukasih tugas dinda.. cukur rambut anak ini sama cukur semua maba yang rambutnya gondrong.. diruangan ini sama dilapangan..” kata kakanda alan

Wuaassuu.. berarti tadi mas bobby bohong dong waktu bilang anak ini ngajak tidur lia.. bajingan memang mas bobby ini.. kulihat dia menahan tawa dikursi belakang.. bajingan’i.. untung tadi aku ga sekuat tenaga waktu mukul maba ini.. dan sekarang aku malah dapat tugas disuruh nyukurin rambut anak maba.. cuukkk..

“ya kalau sendiri ga sanggup kanda.. masa aku nggunduli segini banyaknya maba..” kataku

“yang suruh kamu gunduli siapa..? cukup kamu cukur satu kali aja.. terserah dibagian mana.. yang jelas hasil cukuranmu harus membuat dia menggundul rambutnya sendiri..” kata alan sambil tersenyum..

“cuukk.. sadis kau kakanda..”

“bukan aku yang sadis.. tapi kamu… soalnya kan kamu yang mau motong.. sudah aku pergi dulu masih banyak tugasku.. ini guntingya.. “ kata kakanda alan

“wuuanncoookkk.. ditinggal pergi lagi aku.. oi.. dedi duduk kamu.. kucukur rambutmu ya..?” kataku

“ngapain pakai ijin segala sandi.. langsung aja dicukur rambutnya pembangkang kayak gini.. kan sudah dikasih tau dari kemarin kalu cukuran harus gundul.. kalau sekarang belum gundul ya selesaikan aja langsung..” kata mas akbar..

“koen lek kakean ngomong tak gundul dewe loh rambutmu..” (kamu kalau banyak ngomong kugundul sendiri loh rambutmu..) ucap mas pandu ke arahku..

Cuukkk.. tanpa banyak bicara aku jambak rambut dedi.. terus aku potong bawahnya.. asssuuu… petaknya parah cookkk.. dedi langsung memegang rambutnya dan tersenyum kecut.. hahahaha.. sadis juga aku.. bajingan..

“sudah pergi sana kamu ded.. dari pada jembutmu juga kupotong.. hahahaha..” ucapku sambil tertawa melihat petaknya dedi..

“iya kanda.. pamit kanda..” dedi pun pergi sambil mengusap-usap kepalanya.. dia mungkin menyesali nasibnya siang ini..

“kamu kalau menghukum sambil ketawa.. kuhajar sampai ga bangun loh ya san..” kata mas rendi berdiri sambil menunjukku..

Assuuu.. asssuuu.. kok dipaksa sadis gini ya aku.. bajingan’i..

Aku pun berjalan dan berdiri didepan ruangan lalu berbicara..

“yang rambutnya gondrong dan ga lagi dihukum sama panitia keamanan, jongkok didepan saya.. sekarang..” ucapku santai..

Aku tunggu beberapa saat.. ga ada yang mendengarkan aku berbicara.. padahal banyak maba yang gondrong lagi berdiri didepan dan ga kena hukuman dari panitia.. dan kulihat panitia yang lain sibuk menghukum maba yang mereka bawa.. aassuuu.. dicuekin aku.. aku masih menunggu lagi beberapa saat dan masih belum ada yang mau jongkok didepanku..

Kulihat mas rendi sudah duduk dan melanjutkan minumnya bersama anak kosku.. dan bangsatnya, mereka ga ada yang melihat aku yang plonga-plongo didepan.. asssuuu.. emosiku langsung memuncak.. aku berjalan ketengah ruangan dan kuambil kursi lalu menendangnya keras kearah maba yang berdiri…

BRUAAKKKKK…

Kursi yang kutendang patah dan mengenai beberapa maba yang berdiri.. dan mereka mengeluh kesakitan..

“BAJINGAN INI.. AKU NGOMONG GA DA YANG DENGAR.. KAMU MABA YANG BERDIRI DIDEPAN.. JONGKOK SEMUA DIDEPANKU.. SEBELUM AKU YANG KESITU.. TERUS KUINJAK DADAMU SATU-SATU SAMPAI KAMU GA BISA BERNAFAS.. CEPAT JONGKOK DIDEPANKU.. SEKARANG..” teriakku..

Maba yang didepan ruangan kaget.. mereka langsung berlari kearahku dan jongkok satu persatu didepanku.. dan teman-teman keamanan yang lain menghentikan aksinya dan menyuruh maba yang mereka hukum berjongkok juga didepanku.. sedangkan teman-teman kosku tersenyum dan menahan tawa sambil melanjutkan minumnya.. assus’og malah mau ketawa.. bukannya bantuin apa kek..

Aku ambil kursi dan duduk dihadapan maba yang jongkok..

“maju satu-satu kesini.. sebelum aku yang datang kesitu terus kupotong rambutmu, sekalian sama lehermu kalau perlu..” kataku dengan emosi dan melotot kemereka semua..

Merekaku pun maju satu persatu dan jongkok sambil nenundukan kepalanya kepadaku.. aku langsung menjambak rambut bagian depan mereka satu-persatu dan memotongnya bagian yang bawah.. wasuuu sadis juga ternyata aku.. petaknya lumayan besar dibagian depan.. dan kupastikan mereka akan gundul setelah balik kekos mereka masing-masing..

Setelah kubuat petak.. sebagian maba kembali kelapangan dan sebagian kembali melanjutkan hukuman yang diberikan panitia keamanan.. setelah itu kuambil rokok dan kuambil teh kotakku ditas.. pantesan pusing kepalaku dari tadi.. aku belum kemasukan teh hari ini.. aku lalu menghabiskan tehku dan menghisap rokokku..

“woii.. sandi kesini ko.. sudah lewat berapa putaran ko ini.. duduk dekat sa sekarang..” teriak bung toni..

Cuukkk lagi-lagi bung toni manggil aku untuk minum.. aku pun mendatangi mereka dan duduk didekat bung toni..

“nih giliranmu..” kata bung toni sambil menyerahkan segelas penuh minuman.. assuu.. lagi-lagi penuh gelasnya.. aku mau protes tapi ntar malah dikasih sebotol lagi.. ya sudahlah..

“aku minum ya..” lalu kuangkat gelasku.. aku lirik teman-teman semua.. mereka menahan tawa aja melihat wajahku yang pasrah tanpa protes diberi minuman..

“nah gitu dong.. keras sedikit.. jangan bikin malu kos pondok merah..” kata mas dannis memulai pembicaraan..

“paling nanti dilapangan lembut lagi dia.. apalagi kalau sudah ketemu wanita.. behh.. bisa plonga-plongo aja ini anak..” kata mas wawan mulai membuliku..

“lihat aja kalau sampai begitu.. langsung kuseret dia..” kata mas pandu menatapku..

“biar aku yang hajar dia mas kalau dia sampai lembut kayak tadi pagi..” kata mas rendi ke mas pandu..

Wuaasssuu mas rendi ikut-ikutan ngancam lagi.. padahal selama ini dia ga pernah galak sama aku.. walau sekali aja..

Setelah minum aku pamit kelapangan karena aku ada tugas dari kakanda alan untuk mencukur rambut maba yang gondrong..

Akupun berjalan kelapangan.. dilapangan sudah dimulai lagi drama dari panitia keamanan.. mereka sudah didalam lapangan berteriak-teriak dan memukul maba yang yang berbuat kesalahan.. setelah kakanda alan melihatku, dia langsung membuat pengumuman..

“yang rambutnya gondrong.. langsung ke kanda sandi.. itu yang berdiri dibawah pohon..” ucap kakanda alan sambil menunjukku.. panitia maupun maba langsung melihat kearahku..

Maba yang rambutnya panjangpun akhirnya berlarian kearahku.. jumlahnya banyak sekali.. wassuuu.. bisa gempor tanganku ini..

Merekapun berdiri dan berbaris didepanku.. aku lalu memerintahkan mereka supaya jongkok..

“sekarang semua jongkok..” kataku..

Lagi-lagi tidak ada yang mau dengar perintahku.. mereka semua menatapku aja.. kurang ajar ini.. emang wajahku imut banget ya sampai maba ini kok ga takut sama aku.. kelihatannya harus diberi shock terapy lagi ini disini.. aku lalu berjalan menuju maba yang badannya paling besar.. untuk melihatnya pun aku sampai mengangkat kepalaku dan dia menunduk menatapku..

“kenapa kamu ga mau jongkok..” ucapku sambil mendekatkan wajahku kewajahnya..

Dia langsung mendorongku dadaku dengan kuat sampai aku termundur kebelakang

“kalau mau potong.. potong aja ga usah pakai jongkok..” katanya sambil menatapku tajam..

Bangsat juga ini anak.. memang aku harus keras.. supaya aku didengar..

BUHHHGGGGG..

Sebuah injakanku tepat didadanya membuat dia melotot dan roboh kebelakang sehingga membuat barisan maba terbelah dua.. dia mengejang sambil memegang dadanya.. dia berguling kekanan dan kekiri menahan sakit yang luar biasa.. maba yang disekitarnya cuman diam dan terkejut melihat temannya roboh dengan sekali injakan..

“siapa lagi yang mau kuinjak dadanya..” kataku santai sambil menghisap rokokku..

Mereka terdiam lalu tanpa diperintah lagi langsung jongkok tanpa bersuara.. aksiku ini dilihat semua maba dan panitia yang ada dilapangan.. aku mengkode panitia kesehatan supaya mengangkat anak yang roboh tadi.. lalu aku mengambil kursi yang ada didepan gedung.. lalu aku letakkan didepan maba yang jongkok dan aku duduk sambil menatap mereka satu persatu..

“sekarang maju satu persatu mulai dari ujung sana..” kataku menunjuk maba yang berjongkok diujung barisan..

Aku lalu memotong rambut mereka satu persatu.. dan sudah tidak ada maba yang melawan lagi.. setelah selesai, mereka kembali kelapangan untuk kembali kekelompoknya sambil meraba kepalanya yang pitak..

[table id=AdsLapakPk /]


Adalia Adriana

Ratih Larasati

“sadis koen cuukkk.. hahahahaha..” kata surya berbicara kepadaku setelah aku selesai dengan urasan mencukurku..

“kenapa mau juga kupotong rambutmu.. kalau perlu jembutmu sekalian kupotong.. aassuuu’i..” kataku kepada surya..

“iiii.. kok tambah kereng ngene awakmu san.. (kok tambah sangar gini kamu san..) habis kemasukan apa kamu..” tanya surya kepadaku

“kemasukan jin rambut.. kenapa..” ucapku..

“kalau sama maba boleh galak ketua.. masa sama kami juga galak..” kata ratih tiba-tiba sudah ada disampingku dengan senyuman manisnya..

“ehhh.. ada ratih.. aku ga galak kok kalau sama panitia..” ucapku malu-malu..

“assuuuu.. kena wanita aja langsung lembut kamu..” kata surya mengomel..

“deritamu itu sur.. hahahahahaha..” sahut aldo dan yuda ikut bergabung dengan kami..

“pur.. ingat anak orang, jangan terlalu sadis..” sahut lia yang ikut nimbrung..

“engga lah.. aku tetap sandi yang baik hati, rela menolong, dan rajin menabung..” ucapku santai.. walupun aku kaget dengan datangnya lia.. tumben dia ga cemberut aku dekat wanita lain..

“uweeeee…” lia, aldo, surya dan yuda kompak bersuara.. sedangkan ratih cuman tertawa renyah..

“eh lia.. emang ketua kelompok ini baik hati, rela menolong, dan rajin menabung ya?” tanya ratih kelia..

“emang kamu percaya sama bajingan lendir satu ini..” kata lia sambil melirikku tapi kali ini diberengi dengan senyuman yang tipis, yang manis semanis wajahnya.. asssuu eleng cuukkk.. eleng…(anj*ng.. ingat cuukkk.. ingat..)

“hihihihihihhihi.. iya.. ya..” kata ratih yang juga melirikku dengan senyuman yang mengambang dan lesung pipit yang dipamerkan kepadaku seorang..

Cuukkk lia sudah mulai karab nih sama ratih.. kalian berdua maukah kupoligami.. kalau aku sih ga nolak.. hahahahaha..

(sabar..sabar..sabar.. ini ujian.. tolong buat pembaca jangan ada yang mesoh.. dibesarkan ya hati kalian.. hahahahahaha..)

[table id=Ads4D /]

(“apalagi aku bang.. seneng aku lihat ratih bisa duet sama lia.. 3 some kah malam ini kita bang.. kayaknya ratih ini gurih pake banget bang..”)

(“asssu kamu go.. ngecrot aja pikiranmu..”)

(“emang kamu ga pengen bang..”)

(“iya pengen juga lah.. hahahahahha..”)

(“woooo.. dasar ngacengan..”)

(“hahahahahaha..”)

 

“permisi kanda dan yunda..” suara seorang wanita yang sangat merdu ketika lewat disebelah kami.. dan dia berlalu menuju aula untuk mengikuti kegiatan selanjutnya

Ayu.. iya dia ayu yang barusan lewat.. assuuuu.. suaranya empuk cuuukk.. lembut dan jernih seperti suara salon Pioneer CS-X080.. bajjingan… Baru kali ini aku mendengar suaranya cukkk..

“eh ketua kelompok.. kok ngelihatinnya gitu amat sih…” kata ratih yang menggetkanku..

“eh.. ngga kok tih.. hehehehe..” cuukkk.. kegeb aku sama ratih.. asuu.. malu aku..

“memang bajingan lendir satu ini.. ga bisa kalau lihat cewe cantik sedikit..” kata lia sinis..

Sekarang kembali lagi dia cemberut.. cuukk.. kenapa sih kamu ya’, kan kemarin kamu yang kasih tau, kalau ayu itu satu kosmu dan kelihatannya kamu mau kenalin dia ke aku.. tapi sekarang kok begini sih.. bingung aku sama kamu..

“ayoo tih.. kita balik.. kita siapin acara selanjutnya..” kata lia ke ratih..

“ayo deh.. kita pergi dulu ya ketua.. da..da.. semua..” kata ratih keteman-teman..

Lia pun pergi bersama ratih tanpa pamit ke aku dan teman-teman yang lain..

“cuukkk… cemburu tuan putri itu san..” kata lado..

“asssuu memang sandi ini.. kamu punya ilmu apa sih kok sampe segitunya..” kata yuda..

“iyo cookkk.. ratih juga kelihatannya suka juga sama ketua kelompokku satu ini.. asssuuu..” kata surya sambil ngedumel dan meniru kata-kata serta gaya ratih ngomong ketua kelompok..

“opo ae seh.. lia loh sudah punya pacar.. kalau masalah ratih, dia kan memang gitu gayanya dari dulu.. centil-centil nggemesin..” kataku cuek..

“memang susah kalau ngomong sama bajingan pujangga satu ini.. tapi ntar dulu, kalau semua wanita cantik diborong.. terus kita dapat apa..?” kata yuda

“lah yang barusan lewat itukan bisa buat kita rebutin…” kata surya..

“asssuu… kebagian satu, itu aja rebutan..” kata yuda..

“bajingan ancene sandi iki.. asssuuu.. hahahahaha..” kata aldo

“awas kamu ikutan ya san.. sampe ikut rebutan maba itu.. ku jab-jab kamu nanti..” ucap yuda..

“loh.. katanya kemarin taruhan rokok, masing-masing satu slop.. gimana sih..” jawabku santai sambil merokok..

“bajingaaannnn..” sahut mereka barengan..

“hahahahahahaha..”

“ayo bubar.. ntar lagi maba mau pulang loh.. hahahha..” kataku sambil tertawa..

“assuuu ancene arek iki..” kata surya..

“kita racun aja kah..?” kata yuda

“jangan rek.. biar begini dia ini ketua kelompokku.. asssuuu..” kata aldo yang ikut-ikutan menyebutku ketua kelompok..

“hahahaha.. bajingan..”

Dan kami pun bubar menuju ke pos masing-masing..

Ayu.. lagi-lagi ayu.. kenapa sampe segitunya sih aku mikirin kamu.. padahal kita belum saling kenal loh.. tapi kenapa kamu sudah memporak-porandakan isi hatiku..

 

#Cuukkk.. terserahlah harus bagaimana akhirnya, kuikutin aja permainan dari Sang Pencipta ini..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 31 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 31 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 30 ) | ( Part 32 ) Selanjutnya