. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 24 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 24

0
384

Part 24 – Mahameru 2


Adalia Adriana Agatha

Ketika lia mau duduk.. kaki kanannya salah mengambil pijakan dan terpeleset kearah jurang disebelah kanan..

“PURNAMAAAAAA….” Teriak lia yang limbung kebelakang..

“LIAAAAAAA….” Teriak kami bersamaan..

“AAAAAAA……” tubuh lia limbung kearah jurang.. dengan gerakan yang cepat aku sempat meraih tangan kirinya yang melambai pada saat limbung.. dan kedua lututku terhentak kebebatuan karena menahan tangannya.. aku berusaha menahan sekuat tenaga.. surya lalu memelukku perutku supaya aku tidak tertarik kedalam jurang.. sedangkan yuda langsung menarik kerah jaket surya yang tebal.. aldo yang melihat itu langsung menarik tubuh yuda..

Posisi lia sekarang menjuntai kebawah lereng.. tangan kirinya aku pegang.. sedang tangan kanan dan tubuhnya menjuntai kebawah..

Aku mencoba menarik tangan kirinya..

“SAKIT PURR.. SAKITTTT…” teriak lia.. cuukkk kelihatannya harus tangan dua ini aku nariknya.. kalau satu tangan aja dia pasti kesakitan..

“AANGKAT TANGAN KANANMU YA’.. ANGKATTT.. PEGANG TANGAN KIRIKU INI..” kataku sambil menjulurkan tangan kiriku.. lia pun mencoba mengangkat tangan kanannya ketas.. tapi dia ga kuat..

“GA BISA SAN.. AKU GA KUAT.. TOLONG AKU SAN….” Kata lia berteriak dan meronta sambil berkaca-kaca matanya..

“ya’ tenang ya.. tenang.. jangan panic.. jangan banyak gerak dulu.. aku pasti bisa narik kamu.. percaya sama aku ya’.. sekarang angkat tangan kananmu keatas pelan-pelan..” aku mencoba menenangkan lia walaupun sebenarnya aku sendiri panik luar biasa..

“ga bisa san.. ga bisa.. aku ga kuat angkat tangan kananku.. hikss… hikss..” lia terlihat lemas dan mulai menangis..

“KAMU PASTI BISA LIA.. ANGKAT PELAN TANGANMU.. AYO.. YA’..” kata surya berteriak sambil menahan perutku sekuat tenaganya..

“ANGKAT YA’.. ANGKAT TANGAN KANANMU.. PLIS YA’.. KAMU PASTI BISA..” teriak yuda yang menarik kerah jaket surya..

“JANGAN CENGENG KAMU YA’.. ANGKAT TANGANMU..” aldo marah dan berteriak..

Lia pun dengan sekuat tenaga mengangkat tangan kanannya meraih tangan kiriku.. dan aku mencoba menggapainya..

“sedikit lagi ya’.. terus.. angkat terus..” kataku..

“AYO YA’ ANGKAT TANGANMU..” lagi-lagi aldo berteriak…

Dengan bersusah payah akhirnya tangan lia berhasil menggapai tangan kiriku.. sekarang kedua tangan lia dapat kupegang dengan erat..

“ya’ jangan banyak gerak ya.. sekarang aku tarik pelan-pelan..”

“rek.. tarik pelan-pelan ya..” kataku kepada teman-teman..

“iya san.. hitung ya biar kita sama-sama geraknya..” kata aldo

“oke..”

“SATU..” aku berteriak sambil menarik lia keatas dan teman-teman saling menarik bersama-sama..

“DUA..” tubuh lia mulai tertarik keatas..

“TIGAAA..” aku menarik sekuat tenaga tubuh lia.. dan bertepatan lia juga mendapatkan batu untuk tumpuan kakinya didinding jurang.. dan dia menghentakan keatas sambil aku menariknya.. teman-temanpun dengan sekuat tenaga menarik aku..

Lia pun terangkat keatas dan menabrak tubuhku yang terdorong kebelakang.. dan teman-teman termundur kebelakang.. posisi sekarang lia sedang menindih tubuhku.. mata kami saling bertatapan.. lia lalu menunduk dan menempelkan keningnya didadaku lalu menangis sejadi jadinya.. aku lalu memeluknya erat-erat..

“maaf ya’ maaf.. aku tadi biarin kamu duduk dipinggir jurang.. maaf ya.. maaf banget..” kataku sambil mengelus rambutnya dengan tangan yang bergetar.. teman-temanku langsung duduk mengelilingi kami tanpa bersuara..

“aku yang ceroboh pur.. aku ga dengarin kata-katamu tadi.. hikss.. hikss” kata lia sambil mengangkat kepalanya dan menatap mataku..

“sudahlah.. gimana? kamu ga pa-pa ya’..?”

“aku ga pa-pa pur.. cuman kaget aja..”

“iya sudah kalau ga pa-pa.. yang penting kamu sekarang aman..” ucapku sambil mengecup keningnya..

“jangan lepasin aku lagi pur.. aku takut.. hiks..hiks..” kata lia

“iya ya’ iya.. aku janji ga akan lepaskan peganganku lagi.. sekarang tenang ya.. jangan nangis lagi..” kataku sambil membersihkan air matanya menggunakan kedua jempolku..

Kami saling menatap.. lalu tiba-tiba..

CUUUPPPP..

dia mengecup bibirku pelan..

“Terimakasih ya..” katanya sambil terisak.. aku pun mengangguk pelan.. sambil mengelus rambutnya..

“wes rek.. ga tangi ta.. hehe..?” (sudah bro.. ga bangun kah.. hehe..) kata aldo sambil tersenyum..

Aku dan lia terkejut dengar suara aldo yang duduk disamping kami..

“kene seng deg-deg kan ket mau kok.. de’e malah penak ambung-ambungan cuukkk..” (kita yang deg-deg kan dari tadi dia malah enak-enakan ciuman cuukkk..)” kata surya ngedumel..

“dianggapnya kita kecoa kali ya disebelahnya ini..” kata yuda..

“maaf.. maaf.. “ kata lia langsung duduk didepanku

“sepurane rek..(maaf bro..) terbawa emosi barusan..” kataku yang juga langsung duduk bersila..

PROOKK.. PROOKK.. PROOKK..

Semua kelompok yang melihat kejadian yang barusan langsung memberi tepuk tangan..

“cuukkk.. tepuk tangan aja bisanya.. coba bantuin tadi..” kata surya pelan sambil melambaikan tangan kearah mereka seperti pemilihan miss word..

“santai sur.. paling mereka ga kuat mau turun bantuin kita.. yang penting lia sudah selamat..” kata yuda yang ikut melambaikan tangan seperti surya..

“kamu berdua itu lagi ikut pemilihan putra terngaceng kah..? kok pake melambai kearah kelompok lain..” kata aldo..

“assuuu..” kata surya dan yuda..

“woii.. mulutnya.. digunung ini jaga bicaranya..” kataku

“upsss..” mereka berdua lalu menutup mulut masing-masing..

Sekarang kami semua duduk melingkar berlima dipinggir tebing.. kami lihat banyak kelompok yang naik melewati kami sambil tersenyum dan mengangkat jempol mereka kepada kami..

“terimakasih ya.. terimakasih teman-teman..” kata lia sambil menatap kami semua bergantian

“apasih ya’ jangan gitu lah.. kita ini sudah seperti saudara jadi jangan ngomong gitu..” kata yuda..

“iya ya’ santai aja yang penting kamu selamat..” kata surya

“ya’ maaf ya aku bentak kamu barusan..” ucap aldo

“aku yang harusnya yang minta maaf do.. maaf ya..” kata lia dengan mata yang agak berkaca-kaca..

“sudah ya’ sudah.. jangan diperpanjang.. jadi ini gimana teman-teman..? kita turun aja..?” kata aldo..

Surya dan yuda menunduk tidak menjawab..

“ngga.. aku ga mau turun..” kata lia yang membuat kami kaget

“tapi kelihatannya kamu sudah ga kuat ya’” kata aldo

“aku ga apa-apa.. aku minta maaf sama kalian semua.. karena kecerobohanku barusan.. tapi aku mohon jangan turun..” kata lia..

“apa sih ya’ kenapa minta maaf lagi.. kan sudah dibilang kita satu keluarga disini.. ga ada itu permintaan maaf..” kataku

“iya.. tapi gara-gara aku kalian semua jadi repot barusan..”

“repot apasih.. bener kata sandi kamu itu keluarga kami.. jadi jangan ngomong gitu lagi ya..” kata aldo agak meninggikan suaranya..

“iya.. ngga.. ngga.. tapi aku mohon kita lanjut ya.. aku masih kuat naik kok..” kata lia memelas

“jadi gimana..?” tanyaku pada teman-teman..

“iya sudah kalau gitu kita coba sampai cemoro tunggal.. kalau disana sudah ga mampu baru kita turun..” kata aldo.. sedang yuda dan surya hanya diam saja..

“tergantung kesepakatan aja.. kalau semua mau.. kita jalan..” ucapku

Kutatap mereka satu persatu dan mereka hanya menangguk..

“oke kita naik.. tapi kita coba seperti apa yang diomongin aldo.. jangan memaksakan diri ya..” kataku..

“ntar dulu.. sebelum kita jalan aku mau Tanya sesuatu sama lia..” kata surya

“apa sur..? Tanya aja..” kata lia

“heemmm anu ya’..”

“anumu kenapa..? mengekerut kah.. hihihihi..” kata lia yang akhirnya bisa tertawa setelah kejadian barusan tadi..

“cuukkkk kalau itu ya pasti ya’.. siapa yang ga mengkerut lihat kejadian barusan.. tapi bukan itu yang kutanyakan..” kata surya..

“jiahh.. terus apa..” Tanya lia lagi..

“anu ya’.. kenapa sandi aja yang dikecup.. aku sama yang lain ga dikecup juga kah.. hehehehe..” kata surya sambil menggaruk-garuk kepalanya..

“mau dikecup juga..” kata lia

“mauuu…” kata mereka bertiga kompak..

“tadi kan yang pegang aku purnama.. jadi dia kukecup.. nah purnama yang pegang surya.. jadi purnama yang kecup surya.. surya yang kecup yuda.. nahhh.. yuda dikecup aldo.. enakkan kecup-kecupannya.. hehehehehe..” kata lia..

“asssuuuuuu..” mereka bertiga kompak memaki

“lambene rek.. lambene..” kataku

“uppsssss..” mereka bertiga langsung menutup mulut mereka masing-masing

“ga adil ini.. ga adil.. padahal kita tadi deg-degan juga.. bukan cuman sandi aja yang deg-degan..” kata surya sambil menggeleng..

“kamu kalau ga bisa diam kukecup loh sur..” kataku sambil memajukan bibirku..

“wegaaaaahhhh..(malessss…)” kata surya sambil memundurkan wajahnya..

“ini loh masih ada rasa bibir lia..” kataku sambil menjilat bibirku..

“ga oleh meso.. ga oleh meso.. bajingan..” kata surya sambil mengelus dadanya..

“hahahahahaha…”

“kita naik yo.. ntar terlambat kita sampai atas..” kata aldo

“yooo..” kata kami berbarengan..

“ntar dulu.. semoga ini kejadian terakhir ya.. jadi setelah ini kita harus lebih focus.. jangan sampai hilang konsentrasi.. saling mengingatkan dan saling jaga.. oke..” kataku

“siap.. “ merekapun berdiri bersama-sama..

Dan ketika aku mau berdiri..

KRETEKKK..

“aduuhhhh..” aku mengerang kesakitan.. tempurung lututku sakit.. mungkin karena hentakan kebawah yang mengenai batu waktu nahan lia tadi..

“kenapa san..?” Tanya aldo..

“kamu ga pa-pa pur..?” Tanya lia..

“engga.. mungkin keram aja..” kataku berbohong sambil mengelus lututku..

“kuat ga kamu jalan..” kata surya..

“kalau ga kuat kita turun aja pur..” kata yuda

“ngga apa-apa.. kita lanjut aja..” aku ga mau ngecewain lia yang memohon untuk lanjut.. aku pun menguatkan untuk berdiri..

“beneran ga pa-pa..” tany aldo

“ga pa-pa.. paling ntar dibuat jalan hilang sendiri keramnya..” kataku

“ayo sudah jalan..” kataku sambil jalan agak tertatih..

Lia langsung menggenggam tanganku… diikuti teman-teman yang lain..

“kamu beneran ga pa-pa pur..?” tanya lia

“ga pa-pa.. cerewet betul loh ini..” kataku sambil menggengam erat tangannya.. kali ini walaupun lututku sakit aku ga akan ngelepaskan pegangan ini.. aku ga mau terjadi apa-apa dengan lia lagi..

Kami berjalan beriringan.. dan kami sering istirahat.. untungnya persediaan air kami cukup banyak.. jadi kami tidak perlu khawatir kehabisan air.. ketika mulai berjalan lagi kami sering tarik menarik untuk membantu satu sama lain..kami lebih waspada dan lebih focus kali ini.. kami tidak terlalu banyak bicara.. yang kami lakukan hanya berjalan, bersitirahat dan minum.. setelah itu berjalan lagi.. memang terlalu berat perjalanan ini.. tapi disini kami membuktikan bahwa persahabatan kami masih bisa bertahan tanpa ada perdebatan yang menggangu selama perjalanan.. tampak wajah yang tegang dan kelelahan dari para sahabatku..

“tetap focus ya teman-teman.. sebentar lagi kita sampai dicemara tunggal.. kita nanti istirahat aja disana..” kata aldo

Lagi-lagi tidak ada suara yang menjawab hanya acungan jempol yang menjawab..

“masih kuat ya’..” aku berbisik kepada lia yang sudah bermandikan keringat..

“lanjut aja.. masih sanggup aku..” kata lia sambil mengatur nafasnya

Setelah perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya kami sampai di cemara tunggal.. banyak pendaki yang beristirahat disini sebelum melanjutkan perjalan kepuncak mahameru… kami pun beristirahat sambil meluruskan kaki..

Daerah cemoro tunggal merupakan batas vegetasi, setelah ini tidak ada lagi tumbuhan diatas sana.. selepas cemoro tunggal ini kami akan melewati medan berpasir yang cukup menyulitkan pendakian karena labilnya pasir dan bebatuan yang dapat dengan mudah merosot kebawah.. begitu tadi penjelasan waktu dipos pendaftaran..

Setelah berisitirahat yang cukup lama.. satu persatu pendaki mulai naik keatas untuk melanjutkan perjalanan.. tapi tidak sedikit juga yang berbalik arah untuk turun kebawah karena sudah mencapai titik maksimal ketahanan tubuh mereka..

Aku dan aldo saling melirik.. kalau yang aku rasakan cuman kami berdua aja yang masih sanggup untuk melanjutkan perjalanan walaupun dengan kondisi lututku yang begini.. tapi sekali lagi kami ga mau memaksakan kehendak.. aku mongkode aldo untuk berbicara kepada teman-teman.

“gimana masih sanggup..?” kata aldo

Semua terdiam tidak ada yang menjawab.. semua dilanda lelah yang sangat luar biasa.. terbesit dari wajah teman-temanku ini untuk menyerah saja.. tapi mereka malu untuk mengatakannya..

“sudahlah.. jangan malu.. kalau memang ga kuat.. cukup sampai disini aja.. dan ini pencapaian yang sangat luar biasa bagiku dan tentunya bagi kalian..” ucapku.. sedikit kecewa sih aku mengatakan ini.. sebenarnya aku masih ingin mendaki kepuncak.. tapi melihat lia, surya dan yuda yang sudah kelelahan aku ga mungkin memaksa mereka.. dan memang itu sudah kesepakatan yang aku ucapkan sebelum mendaki..

“gila.. gilaaa.. ini perjalanan yang saaaangat melelahkan dan sangat menegangkan.. bohong kalau dibilang aku sangat kuat.. dihatiku ini ada perasaan menyerah dan menyuruh untuk turun kebawah.. perasaan ini sudah aku rasakan setelah dikali mati dan pada saat aku ditepi jurang yang akan mungkin merenggut nyawaku.. tapi justru karena kejadian terperosoknya aku tadi.. aku melihat semangat, saling mendukung dan saling tolong menolong dari kalian yang sangat luar biasa.. dengan semangat kebersamaan yang sangat luar biasa ini aku justru kuat dan aku pasti bisa bertahan.. dan aku bertekat untuk bisa mencapai puncak.. kutepiskan semua perintah hatiku.. tidak ada penyesalan sedikitpun aku berdiri disini.. yang ada rasa beryukur dan bangga bisa bersama kalian.. aku bangga bisa berdiri disini dengan sahabat-sahabat terbaik yang dikirim oleh sang Pencipta kepadaku..” ucap lia yang begitu mandalam..

Kami semua terdiam mendengar lia berbicara barusan.. memang aku merasa dia agak pendiam setelah dikali mati.. tapi sekarang dia berbicara dengan pelan dan sangat menyentuh bagi kami..

Lia tiba-tiba berdiri..

“aku mau lanjut.. aku mau berdiri di puncak saat matahari terbit dan menikmati keindahan diatas sana.. gimana kalian..? kalau menyerah ya ga pa-pa kita balik..” kata lia

Akupun berdiri.. tangan kiriku kuarahkan ketengah

“Aku sandi.. siap melanjutkan perjalanan ini..”

“Adalia Adriana Agatha.. siap ..” lia menyambut tanganku

“aldo.. siap..” kata aldo sambil berdiri dengan gagah

“yuda.. siap..” kata yuda sambil tersenyum

“surya.. siap..” kata surya sambil membusungkan dada..

“SIAPA KITAAA..”

“POWER RANGER.. HAAAA..” ucap kami bersemangat.. sambil melakukan tos bersama dengan membentuk lingkaran diakhiri dengan hentakan tangan kiri yang menyatu kebawah dan diakhiri dengan berteriak.. semangat kami bener-bener menggelora.. kami tidak perduli dengan orang-orang disekitar yang melihat kami..

Dan kami pun memulai lagi perjalanan dengan semangat didada..

“semangat yo semangat rek.. tapi ingat jangan buru-buru.. kemeng sekel iki rek..(capek kaki ini bro..) hehehehehe..” kata surya sambil tersenyum dan kamipun semua tersenyum..

Kami baru sadar saking semangatnya kami terburu-buru jalannya.. akhirnya kami berjalan santai lagi.. ini adalah rute yang paling berat karena dalam kondisi kelelahan dan menahan kantuk seperti ini kami harus berjalan dimedan berpasir yang sangat menyulitkan pendakian karena labilnya pasir dan bebatuan yang dapat dengan mudah merosot kebawah.. dengan setiap dua langkah naik akan diiringi dengan satu langkah turun kami berusaha melewati jalur ini.. energy kami bener-bener terkuras.. tidak terhitung berapa kali kami harus berhenti sejenak untuk duduk beristirahat.. medan daki yang begitu melelahkan.. dan bekal yang kami bawa menipis dan air semakin terkikis..

“ayo rek.. semangat.. dikit lagi kita sampai dipuncak mahameru.. SEMANGAAATT….” teriak aldo sambil melangkahkan kakinya dengan agak gemetar.. dia telah menginjakkan kakinya dipuncak tertinggi.. dan dia mengulurkan tangannya kepadaku..

[table id=Lgcash88 /]

Kulihat ditimur sana langit mulai berubah warnanya agak terang.. bersamaan dengan tangan kananku memegang tangan aldo yang menarikku dan tangan kiriku yang menarik tangan lia..

Dan akhirnya aku menginjakkan kakiku dipuncak tertinggi pulau ini.. MAHAMERU.. aku lalu menarik lia dan dilanjut menarik yuda dan surya supaya bisa berdiri bersamaku dan aldo disini.. setelah itu kami berdiri berjajar sambil menatap sekeliling.. kami berangkat berlima, mendaki berlima dan kami berdiri disini berlima.. perasaan kami sangat luar biasa didalam dada.. kami diam sesaat.. kami tidak bisa berucap.. hanya mata yang berkaca-kaca yang bericara.. senang, bangga, haru menyatu di air mata..

Inilah mahameru.. anugerah terindah dari sang Pencipta.. puncak tertinggi dipulau ini dengan sejuta pesona keindahannya.. negeri para dewa.. istana diatas awan..

“INI MAHAMERU REK.. INI MAHAMERU…” teriak aldo sambil terisak.. kami semua lalu berpelukan dan menangis bersama.. setelah perjuangan yang begitu berat dan melelahkan.. akhirnya dibayar tuntas dipuncak ini.. kami lalu bersujud syukur.. karena dengan ijin Nya lah kami semua bisa berdiri ditempat ini..

Aku berdiri lalu mengarahkan tangan kiriku kedepan.. teman-teman pun menyambutnya..

“SIAPA KITAAA..”

“POWER RANGER.. HAAAA..” ucap kami dengan semangat yang menggelora..

“HAHAHAHAAHAHA…” kami tertawa bahagia bersama..

Setelah itu.. kami berpelukan satu persatu sebagai ungkapan terimakasih dari diri masing-masing karena sudah saling mendukung dan saling menjaga.. aldo, surya, yuda aku peluk secara bergantian.. lia orang terakhir yang aku peluk.. dan dia menyambutku dengan memelukku sangat erat sekali.. dia menangis bahagia dipelukanku.. lalu kami saling menatap..

“terimakasih ya kamu sudah mengajakku kesini..” katanya sambil berkaca-kaca.. tiba-tiba

MUUAAAHHH.. CUUPP.. MUUAAAHHHH

Lia melumat bibirku.. aku kaget dan diam.. teman-teman pun semua kaget dan tidak ada yang bersuara.. dan mereka akhirnya membuang muka untuk melihat kesekeliling yang lain.. aku lalu mengeratkan pelukanku dan membalas lumatan lia.. bibir kami menyatu disaksikan alam semesta.. air liur kami menyatu dengan embun dan saling tertukar didalam mulut kami.. nikmatmu dan nikmatku bersatu dimahameru..

Setelah beberapa saat akhirnya kami mengakhiri ciuman yang indah ini.. tanpa ada kata-kata, hanya mata yang beradu..

Setelah mengendalikan perasaan bahagia kami.. kami mengabadikan momen yang sangat mengaharukan ini.. setelah itu kami semua berjejer memandang kearah timur.. langit berubah menjadi jingga.. pertanda sang matahari akan menampakkan diri.. lia berdiri disamping kiriku sambil memegang erat lenganku.. perlahan namun pasti matahari menampakkan wujudnya.. sungguh indah sekali.. ga bisa diungkapkan dengan kata-kata.. aku ga tau perasaan bahagia ini karena melihat matahari terbit atau karena ada lia yang menggandeng lenganku dengan erat disamping kiriku..

“kita jadian yu..” kataku berbisik ke lia.. dan kutatap dia dari samping..

Lia menoleh kearahku

CUUPP..

lagi lagi dia mengecupku dibibir.. setelah itu kami saling menatap.. tidak ada jawaban darinya.. dia hanya tersenyum manis dan tangannya mendorong pelan pipiku.. asssuuu..

[table id=iklanlapak /]

Dipinggir danau ranu kumbolo

Tempat yang sangat luar biasa.. hamparan air yang luas, bersih dan jernih.. dikawal perbukitan yang menjulang keangkasa.. dilindungi langit biru yang menawan.. tempat yang dikagumi dan dipuja.. danau ranu kumbolo tidak ada kata-kata indah yang mampu melukiskan keindahannya..

Dan sekarang aku duduk dipinggir danau ranu kumbolo sendiri.. para sahabatku masih tertidur karena kelelahan dengan perjalanan yang sangat menguras energy dan emosi di puncak mahameru kemarin.. karena kemarin kami kelelahan dan ingin menikmati suasana mahameru jadi kami memutuskan untuk menginap semalam lagi diranu kumbolo.. ditemani rokok putihanku aku memandang lurus kedepan.. aku mengagumi keindahan yang diciptakan penguasa alam ini.. tempat yang tepat untuk mencurahkan hati yang sedang gundah gulana karena cinta.

Sebentar lagi matahari akan menampakkan sinarnya.. aku ingin menikmati sunrise nya karena kemarin pagi aku ketiduran dan pagi ini sengaja aku menunggunya.. aku ga mau ketinggalan momen indah itu lagi..

Tiba-tiba lia duduk sampingku.. dia membawa segelas teh panas dan menyerahkan kepadaku..

“nih pur.. minum mumpung masih panas.. supaya menghangatkan dirimu..” kata lia lalu tangan kanannya meraih lengan kiriku dan kepalanya bersandar dipundakku.. buah dadanya menempel erat disikutku.. cuukk empuk.. bajingan.. sudah hawa dingin begini malah ditempelin beginian..

“terimakasih ya ya’..” ucapku lalu menyeruput teh panas ini perlahan-lahan..

“bagi dong.. tapi kamu yang pegang gelasnya..” kata lia dengan manjanya dipundakku.. aku pun mengarahkan gelas kebibir tipisnya.. lia menegakkan kepalanya lalu menyeruput pelan tehnya setelah itu kembali bersandar dipundakku.. kami berdua bergantian menikmati segelas teh panas ini..

Melihat sunrise ditempat yang sangat indah ditemani segelas teh panas, seorang wanita yang dicintai dan rokok putihan yang mengepul dan menyatu dengan hawa dingin.. apa ga lengkap hidupmu cuukkkk.. nikmat mana lagi yang mau di ingkari dari sang Pencipta….

Kami berdua masih saling diam dan menikmati momen munculnya sang matahari.. setelah beberapa lama akhirnya yang ditunggu keluar dan menyinari tempat ini..

“terimakasih ya pur..” kata lia dengan tetap memandang kedepan dan bersandar dipundakku..

“berapa kali sudah kamu ucapkan itu ya’..” kataku

“ribuan kali aku ucapkan pun belum tentu mampu membalas semuanya pur..”

“cuukkk.. ngomong apa kamu ya’..”

CUUPPP..

Lia mengecup pipi kiriku.. lalu bersandar lagi dipundakku..

“kamu cuman bisa buat aku melayang tinggi ya’ dan kamu cuman melihat tanpa kamu pegang.. kamu mau aku tersesat di perasaan ini kah..?” tanyaku sambil menghisap rokokku dalam-dalam..

Lagi-lagi lia cuman tersenyum dan tidak menjawab.. assuuu.. maunya apasih sih wanita dibelahku ini..?

[table id=Ads4D /]

(“bang..”)

(“APA..!!!!..”)

(“behhh.. sangarnya bang.. nyantai aja dong jawabnya..”)

(“DIAM KAMU..!!!”)

(“loh kok tambah marah sih..?)

(“TIDUR SANA..!!!”)

(“apasih bang.. kok marah-marah ituloh..? aku tuh cuman kasih tau.. benerin dulu badanku.. miring ini.. nyelip kepalaku.. sakit tau… assuuu..”)

(“oh.. maaf go.. maaf.. aku ga sadar kalau kamu bangun terus miring.. kirain kamu mau ngerayu aku buat minta yang enak-enak..”)

(“taik kamu itu bang.. otakmu itu kotor betul.. bersihin dulu kepalamu sana sama air danau rono kumbolo.. siapa tau habis itu langsung jernih otakmu..”)

(“hehehehe.. maaf go.. maaf.. kok sekarang kamu yang marah..?”)

(“assu kamu bang..”)

[table id=Lgcash88 /]

“ntar ya’ ya..” aku langsung duduk dengan tegak dan liapun menegakkan duduknya juga.. aku meraih porsnelingku dan menegakkan keposisi netral..

“sempat-sempatnya kamu mikir mesum pur..pur..” kata lia sambil mendorong kepalaku pelan…

“maaf ya’ hawanya dingin sih..” kataku

“alasan aja kamu itu.. mesum ya mesum aja.. ga usah nyalahin hawa yang dingin..” kata lia lalu meraih tangan kiriku dan menyandarkan kepalanya dipundakku lagi.. nenennya lagi-lagi menggesek sikutku.. assuuu.. enak tau…

“sudah tau aku lagi tegang maksimal gini masih aja ditempelin tuh nenen..” ucapku ceplas ceplos..

“biarin.. biar kehabisan nafas itu yang dibawah.. biar ga tuman..” kata lia cuek..

[table id=Lgcash88 /]

(“assuuu sadis betul dia bang.. entup dulu sekali dia bang..”)

(“cuukkk.. bajingan kamu go.. hahahahahaha..”)

“cuukkk.. sadis kamu ya’ senang betul kamu nyiksa aku.. cukup kamu siksa perasaan aku aja ya’.. fisikku jangan disiksa juga… ” kataku..

Lagi-lagi dia diam dan ga mau menjawab.. kan asssuu banget kalau gitu..

“ya’..” panggilku pelan sambil menatap kedepan..

“jangan kamu ganggu momen bahagiaku ini pur.. aku lagi menikmati pemandangan indah danau ranu kumbolo yang lagi disinari matahari.. dengan pemilik bahu yang kuat yang aku sandarin ini.. dia selalu melindungi aku dan menyayangi aku sepenuh hatinya..” jawab lia sambil merapatkan pegangannya dipundakku sehingga nenennya bergesek disikutku..

Assuuu ga jawabannya.. assuu banget pastinya.. dia menyanjungku tinggi-tinggi.. habis itu dibiarkan.. ap ga jatuh terhempas aku.. juanncukk tenan.. hiuuffftttt….

Matahari sudah mulai menampakkan utuh wujudnya.. dia menyinari alam yang indah ini dengan kebahagiannya.. tetapi berbanding terbalik dengan perasaanku yang menggantung ntah kemana.. aku harus mengakhiri semuanya dengan jelas ditempat ini..

“kita jadian yu..” kataku berbisik ke lia..

Lia menatapku dengan tersenyum manis lalu..

CUUPPP..

Lagi-lagi dia mengecupku dibibir..

(“senang..” mahluk itu datang dan bersuara)

(“pastilah..”)

(“terus..”)

(“bingunglah..”)

(“kenapa..”)

(“jawabannya cuukkkk.. jawabannya..)

(“jangan emosi dong.. katanya cinta..”)

(“cinta sih cinta tapi jangan digantung gini dong..”)

(“cinta kan butuh perjuangan dan pengorbanan..”)

(“iya tapi ga pake ngecup terus juga kali.. kan aku jadi mengharap lebih tentang perasaanku..”)

(“jadi nyesel kamu dikecup..”)

(“ya ngga juga..”)

(“senang..”)

(“pastilah..”)

(“terus..”)

(“bingunglah..”)

(“kenapa..”)

(“jawabannya cuukkkk.. jawabannya.. kalau mau ngecup ntar aja dikosan.. mau ngecup sampe ndower kulayanin.. asssuuu.. mutar aja terus pertanyaanmu..bajingan..”)

(“hahahahahahaha.. nikmatilah persaanmu saat ini anak muda.. mencintai sewajarnya aja dan membenci seperlunya.. jangan berlebih.. ntar kamu bingung menentukan jalanmu..”..)

(“maksudnya gimana..?”)

(“pikirlah pake otakmu jangan pake bijimu..”)

(“jiaanncooookk…. asssuu.. assuuu..”)

(“hahahahahahaha…pergi dulu ya..”)

(“mau kemana kamu..? kita belum selesai.. bajingan.. woiiii.. ”)

[table id=AdsLapakPk /]

Lia memandangku dan mendekatkan wajahnya lalu dia memegang kedua pipiku..

“kita sahabatan aja ya..” katanya pelan..

CUUPPP..

Dia mengecupku bibirku lalu berdiri dan meninggalkan aku yang plonga-plongo seorang diri..

Apa perlu aku memaki lagi…? Ga usah lah aku sudah capek.. energy sudah terkuras habis.. otakku kosong dan badanku lemas seketika.. aku lalu memandang lurus kedepan dan melihat pantulan matahari didanau ranu kumbolo..

(“woi.. matahari.. kenapa sinar kebahagianmu ga kamu sinarkan ke tubuhku..”)

(“bahagia itu relative anak muda.. tergantung yang menikmati aja.. merokok kalau dinikmati itu sudah kebahagiaan tersendiri loh.. kalau cuman asal sebal-sebul.. wong gendeng yo iso..”)

(“assuuu.. terus aku harus gimana..?”)

(“mikirlah pakai otakmu jangan pakai bijimu..”)

(“jiammmpuutt.. kamu juga ngece (ngolok) aku.. bajingan kau..”)

(“hahahahahahaha.. enak yo ndelok wong jatuh cinta seng digantung iku.. gobloke iku loh kok iso nambah..”(enak ya lihat orang jatuh cinta yang digantung itu.. gobloknya itu loh kok bisa nambah..)

(“asssuuuu..”)

(“hahahahhahaha..”)

Matahari bersinar terang dan seolah menertawakan penderitaanku dipagi ini..

“woii.. enak betul hidupmu san.. pagi-pagi duduk dipinggir danau sambil ngeteh plus rokokan..” kata yuda yang duduk disamping kananku lalu mengambil bungkus rokokku ditanah dan membakarnya satu batang..

Aku cuman tersenyum sambil mengisap dalam-dalam rokokku.. ga berapa lama aldo dan surya bergabung dengan kami..

“gimana kondisi semua..?” tanyaku pada teman-teman..

“lumayan kemeng cuukkk..”(lumayan capek cuukkk..) kata surya

“tapi memuaskan..” kata yuda sambil menghisap rokokknya

“gimana perjalanannya menurutmu do.. berat yang bagian mana..” tanyaku pada aldo

“semua sama berat… tapi yang paling berat dan menantang ya waktu turun.. zone blank 75 momok yang paling menakutkan bagi para pendaki yang mau turun dari mahameru..” kata aldo

(“Zone blank 75 adalah zona tengkorak atau zona kematian yang terdapat di pinggir jalur dari arcopodo menuju puncak mahameru. Zona ini adalah sebuah jurang yang sangat dalam. Dinamakan “75” karena dalamnya mencapai 75 meter. Zona blank 75 banyak sekali menelan korban..” suara zordon menggema dari atas gunung..)

(“assuuu.. kamu sudah tau don..? kok ga cerita dari kemarin..?” tanyaku..)

(“lah koen ga takon teelll….” (lah kamu ga nya tell..) jawab zordon)

(“ya harusnya kan kamu ngingatin kita sebelum perjalanan kemarin don..”)

(“yo salahmu dewe cuukkk.. koen keminter seh.. ga gelem takon disek.. asal munggah ae..”(ya salahmu sendiri cuukkk.. kamu sok pintar sih.. ga mau nanya dulu.. asal naik aja..) ucap zordon..)

(“assuii..kene ket mau takone apik-apaik lapo koen mblayer ae mbalese..? njaluk di uyui ta don..?(anj*ng kita dari tadi Tanya baik-baik kenapa kamu jawabnya marah-marah sih..? minta dikencingi kah kamu don..?”)

(“lambemu lek ngomong cek penak’e.. njaluk ditungkak karo alfa ta..? mulutmu kalau ngomong kok enak betul.. minta diinjak sama alfa kah..? ”)

(“ngga don.. guyon (bercanda)aku..hehehehehe..”)

(“asssuuu..”)

[table id=Ads4D /]

“untung kita kemarin turunnya pelan-pelan ga buru-buru.. soalnya pengaruh capek ini luar biasa loh.. kita ga bisa bedain mana jalan kita waktu naik sama turun.. konsentrasi sudah menurun drastis..” ucap yuda

“pengalaman ini luar biasa san.. terimakasih ya.. idemu yang buat kita kesini.. jadi ada cerita buat anak cucuku kelak..” kali ini surya yang berbicara..

“cuukkk.. ide tanpa realisasi itu percuma.. yang jelas aku sekarang ini cuman bisa bersyukur.. itu aja.. diperjalanan ini aku diajarkan tentang arti kebersamaan dan persahabatan.. dengan segala rintangan yang ada kita bisa melalui bersama sampai kepuncak.. pokoknya jalan dengan kalian itu luar biasa.. sepertinya setelah ini kita perlu merencanakan perjalanan kelain tempat.. gimana..?” kataku

“siap cukkk.. tapi ngomong-ngomong kemarin itu waktu dicemoro tunggal aku sudah ga kuat lagi loh… dipikiranku itu cuman ada kata mau turun aja.. aku sudah mau ngomong sama kalian.. tapi keduluan tuan putri yang sadis itu bicara.. luar biasa memang dia.. aku langsung semangat untuk meraih puncak..” ucap yuda..

“aku juga sama loh sama kamu yud.. udah mau nyerah aja.. tapi karena semangat dari tuan putri yang sadis itu dan kebersamaan dari kalian.. kubuang kata-kata menyerah itu.. yang ada kata naik sampai kepuncak..” kata surya dengan semangat..

“iyo cuukkk.. memang luar biasa kata-katanya tuan putri itu..”aldo ikut-ikutan mendukung lia..

“tapi ngomong-ngomong enak ga bibir tuan putri yang sadis itu san..?” kata surya sambil berbisik kepada kami..

“assuuuu.. kamu pengen rasain kah sur.. ini loh bekasnya masih ada dibibirku..” kataku sambil memajukan bibirku kewajah surya..

“bajiangan kau san.. emang aku hom-hom apa.. kok mau kamu sosor.. asssuuu..” kata surya sambil memundurkan wajahnya..

“hahahahahahaha.. alasan aja itu san.. sebenarnya nafsu juga surya sama kamu san..” yuda tertawa dan mengejek surya..

“ayolah sur.. dikit aja ga apa-apa kok.. pucuknya aja wes..”kataku

“assuuu.. bajingan.. biadab kau anak muda.. hahahahaha..” surya tertawa

“woiii.. kamu berempat gosipin aku ya..?” tiba-tiba lia menyahut dari depan tenda..

“ngga lah.. siapa yang berani sama tuan putri yang sadis kayak kamu ya’..” kata surya

“kamu bilang aku sadis.. mau kucampurin racunkah pop mie ini.. biar bijimu semua tekeluar waktu jalan..” kata lia dengan sadisnya..

“jangan ya’.. ampuuunnn..” kata kami menyahut bersama sambil memegang biji masing-masing..

“assuuu.. punya surya aja ya’ yang kamu campurin.. kasian dia kebesaran biji.. masa cacing bawa telur puyuh.. kasian kan.. hahahahahahaha..” kata yuda

“biadab kamu yud.. ampun ya’ kamu ga sadis kok.. kamu baik hati dan penyayang..” kata surya memelas..

”alasan aja ya’.. masa surya tadi bilang lia itu sudah cerewet sadis lagi..” kata aldo mengompori lia..

“jiammputt.. kapan aku ngomong ngono cukkk.. seneng koen aku dike’i racun terus endok ku nggelundung nde jalan.. asssuu..” (jiamputt.. kapan aku ngomong gitu cukkk.. seneng kamu kalau aku dikasih racun terus telorku tegelundung dijalan.. anj*ng..) kata surya..

“hahahahahaha..”

“diam aja sudah kamu sur.. kamu kalau ngomong sama kentut ga ada bedanya.. sama-sama bau..” kata lia pura-pura marah..

“cuukkk.. kalau itu kamu bener-bener sadis.. masa mulutku disamain sama bokong.. asssuuu..”

“hahahahahahha..” dan akhirnya kami berlima tertawa bersama

“ayo sudah sarapan.. tapi pakai pop mie aja ya.. berasnya habis.. ntar kita makan diranu pane aja.. gimana..?”

“siap tuan putri..” kata kami kompak.. setelah itu kami ketenda dan sarapan pop mie bersama..

Dan setelah sarapan kami membereskan perlengkapan kami dan bersiap untuk turun kembali kekota..

Terimakasih mahameru dan terimakasih kepada sang Pencipta.. terimakasih kami diijinkan menginjakkan kaki ditempat yang indah ini..

#Cuukkk.. turun dari puncak gunung dengan cinta yang tergantung atau cinta yang terbalas..? bajingan..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 24 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 24 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 23 ) | ( Part 25 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler