. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 11 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 11

0
449

Part 11 – Kekuatan Yang Ada Batasnya

Hari ini adalah hari ketiga kegiatan ospek, kami sekarang berbaris dilapangan untuk absen.. subuh tadi tidak ada insiden yang berarti buatku.. cuman hari pertama dan hari kedua aja yang ada insiden.. kalau hari pertama aku dihajar oleh mas danis dan mas akbar, hari kedua kemarin aku dihajar oleh mas bobby dan mas rudi.. masalahnya pun biasa aja, aku tersenyum ke lia yang ada dikelompok lain, aku langsung dipanggil panitia keamanan, ketika hendak dihukum, mas bobby lewat.. tanpa babibu lagi aku dihajar oleh mas bobby, wajah dan perutku yang jadi sasaran.. setelah itu aku disuruh masuk keaula menyusul teman-teman untuk mengikuti materi..

Pada saat materi aku kekamar mandi, ga sengaja aku melihat ada maba yang dihukum, aku dipanggil lagi oleh panitia keamanan, aku ditempeleng oleh orang itu dengan alasan aku keluyuran waktu materi.. mas rudi kebetulan ada disitu..melihat aku ditempeleng mas rudi berdiri dan mendatangiku lalu memegang kerah bajuku, tinju kanannya bersarang dirahangku.. cuukkk.. aku berdiri sambil memegang rahangku yang sakit.. ada apa dengan teman-teman kosku ini.. apa sengaja mereka menguji kesabaranku..?

Setelah dihajar mas rudi aku disuruh kelapangan menyusul kelompokku.. jengkel, pastinya .. kenapa teman-teman kosku melakukan hal ini padaku.. kalau memang mau hajar aku jangan didepan umumlah, bawa aku kebelakang atau kemana gitu, aku pasti lebih terima..

Pagi ini setelah absen kami masih dilapangan, pasti ini panitia keamanan akan masuk dan marah-marah lagi seperti dua hari kemarin.. selang beberapa saat mas raimond datang dan mengambil mikrofon.. dia marah besar karena hari ini hampir sebagian maba tidak mengerjakan tugas.. jadi tidak mungkin mau dibawa kemarkas keamanan.. pasti ga muat ruangannya.. kemarahannya dilampiaskan dilapangan, kami semua dimaki-maki.. anggotanya bergerak dan menyeret siapa aja yang didepan mereka.. dan mereka menghajarnya.. sedangkan aku mencoba tenang dan tidak membuat gerakan yang salah dimata panitia keamanan.. cukup sudah dua hari kemarin saja aku dihajar oleh teman-teman kosku..

setelah keamanan selesai dengan dramanya yang memuakan barusan.. aku lega akhirnya terbebas dari masalah untuk saat ini..

Setelah acara sarapan kami diberi waktu untuk istirahat tapi tidak bisa santai juga.. kami harus bisa mengumpulkan tanda tangan panitia minimal seratus orang.. assssuuu.. siapa mereka mau dimintain tanda tangan.. serasa artis aja.. ada artis beneran aja aku paling anti kalau minta tanda tangan.. kecuali bang alex delpiero yang datang kesini baru aku mau minta tanda tangan dan foto.. walaupun darah taruhannya..

dan semua maba melebur jadi satu, mencari panitia untuk dimintai tanda tangan.. sedangkan aku dan tiga orang power ranger sahabatku, hanya duduk dibawah pohon melihat kebodohan maba yang bingung kesana kemari…

“Cuukkk.. emang kamu bukan maba..? kok bilangin maba lain bodoh..?” lagi-lagi dia datang..

“Ya aku memang maba tapi kan ga bodoh seperti mereka.. yang manut aja disuruh kesana kemari..”

“Tapi kenapa kau mau hadir diacara ini..? disuruh gundul, mau.. disuruh bawa tugas, mau.. disuruh jalan jongkok, mau.. dihajar sama panitia, mau..?”

“Yang mau dihajar panitia siapa..?”

“Lah buktinya kamu dihajar diam aja.. kalau diam kan berarti mau…”

“Asssuuuu..”

“Maba bodoh..”

“Biadab.. pergi kau.. asssuuu..”

“Yud.. kantong zakarku kering’e..” kata surya sambil menyender dipohon dan menggaruk buah zakarnya…

“Assu…. terus mau kumasukin selang tuh kepala cacingmu… terus kuisi air gitu biar penuh..?” kata yuda

“Bajingan.. kamu bilang dedeku cacing.. ular sawah ini.. besar dan melilit..” kata surya yang ga terima diejek yuda..

“Melilit bulu jembutmu..? assuu… kamu bilang besar..? punyamu kelihatan nyetak dicelana itu bukan karena besar.. tapi bulu jembutmu aja yang lebat.. sampai kalau tukang pijet yang STW mau lihat.. harus menyibak bulu jembutmu seperti nyari kutu..” kata yuda..

“Biadab kau yud…”

“Hahahahaha.. asssuu “ aku berdua aldo cuman tertawa sambil geleng geleng mendengar percakapan terguuuaaatel yang pernah kami dengar…

“Ehhhh.. sur..sur.. ada cewe cantik.. putih.. montok.. kesini sur.. wahhh…” kata yuda sambil mangap dan meneteskan air liurnya..

“Iya yud.. uaaassssu.. sunat dimana ini bapaknya kok anaknya bisa cantik gini… bajingan.. bagian ku ini… jangan ada yang ikut kau anak muda.. biarkan orang ganteng ini berkarya..” kata surya

“Aku aja.. kencingmu belum lurus.. jadi buat aku aja nih harim..” kata yuda ga mau kalah..

“Aku cuukkk..” kata surya

Dan cewe itu sekarang berdiri didepan kami dan menatap ketiga temanku yang bengong dan melongo melihat dia…

“Kenapa teman-temanmu kok wajahnya mesum semua kayak kamu pur..” kata lia.. iya dia lia.. anggota power ranger yang belum kukenalkan pada teman-temanku yang koplak ini..

“Bukan mesum ya’ wajahnya mereka ini ya memang gitu.. plonga-plongo kayak orang blo’on gitu..” kataku cuek..

“Hahahaha.. pantes aja.. kelihatannya sebagian otaknya ada yang tumpah didepan kampus waktu mereka disuruh lari-lari subuh tadi ya..” kata lia sambil bercanda..

“Uuaaasssuuu…”

“Jiiiaaammpppuuttt..”

“Bajingannn..”

Satu persatu temanku memaki kami berdua..

“Woyyy.. dari pada kalian memaki.. itu dosa.. mending kalian kedepan kampus sana.. cariin otak kalian yang tercecer dijalan.. siapa tau masih ada.. atau jangan-jangan udah dimakan tikus.. kalau dah dimakan tikus.. cariin tikusnya, terus potong kepalanya, balas dendamlah kalian kepadanya, ambil otaknya.. goreng terus makan.. impas to..” kata lia sambil melotot karena dimaki..

“Cuukkk.. ayu-ayu lambene suwek uuaaasuuu..”(cuukkk cantik-cantik mulutnya sobek anj*ng..) kata surya sambil memajukan kepalanya dan memajukan bibirnya

“Ga suek ga iso mangan cuukkk..”(ga sobek ga bisa makan cuukkk) kata aldo sambil melihat surya..

“Kamu kenal cewe sadis ini san..?” kata yuda..

“Ya kenallah.. kenalin ini ranger ping.. dia salah satu anggota kita..”

“Haaaa.. ini anggota kita yang kamu bilang otaknya ga geser itu..” kata yuda..

“Kalau ini ga geser lagi san.. berserakan pasti otaknya.. asssuu..assuuu..” kata surya..

“Maksudnya apa kamu bilang aku renger ping terus aku anggota kalian gitu.. anggota apa..” kata lia agak bingung..

“Tenang ya’.. sabar.. teman-teman ini anak sipil semua.. kami ini power ranger yang rela menolong, baik hati dan suka menabung dikampus kita ya’.. nah kami kurang satu anggota yaitu ranger ping.. maukan kamu gabung jadi anggota kita..?” ucapku pada lia..

“Ya Tuhan… purnama.. kenapa kamu masukkan aku dikelompok orang yang otaknya kurang semua ini.. hikss..hikss.. hikss.. aku seperti perawan ditengah para penyamun..” kata lia berakting menangis..

“Sembarangan kau Esmeralda.. kami ini bukan penyamun.. tapi penyabun..” kata surya..

“Kami.. kamu aja kali sama cacingmu sur.. hahahaha..” kata yuda sambil tertawa..

“Iya.. setuju sama kamu yud..” kata aldo

“Assuuu.. hahahahaha…”

“Jadi gimana ya’..” kataku..

“Heemmmmm….” Kata lia sambil menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan perlahan.. asssuuu bikin ngaceng aja kamu ya’ kalau gitu..

“Berarti yang jaga aku, ada empat orang o’on ya sekarang…” kata lia dengan malu-malu singa…

“Biadab….” Kami berempat memaki lia secara bersama…

“Hahahaha..” ucap lia tertawa dengan renyahnya..

“Adalia Adriana Agatha.. dipanggil lia.. aku dari pulau seberang.. teknik sipil..”

“Aldo.. aku asli kota ini… teknik sipil..”

“Yuda.. aku dari propinsi seberang..teknik sipil juga..”

“Surya.. aku dari kota sebelah.. juga teknik sipil..”

“Aku sandi.. aku dari pulau seberang.. aku teknik sipil juga… BERARTI KITAAAA…”

“POWER RANGER.. HAAAA..” ucap kami mengulangi saat berkumpul kemarin.. sambil melakukan tos bersama dengan membentuk lingkaran diakhiri dengan hentakan tangan kiri yang menyatu kebawah dan diakhiri dengan berteriak.. ini adalah perkumpulan kami secara lengkap dan kami sudah siap mendapatkan tugas dari zordon..

“Haii pasukan guuateelll.. baguslah kalian sudah berkumpul hari ini.. setelah acara berakhir ini kalian harus segera kemarkas.. kalian akan ada pembekalan untuk menyelidiki kenapa masyarakat timor timur meminta referendum..” suara zordon sayup-sayup terdengar dari atas langit..

“Kira-kira kau kasih tugas don.. kami aja belum pernah merasakan rasanya kuliah disuruh ngurus masalah intelejen negara.. ga ada otak kau..” sahutku..

“Mulutmu ga berpendidikan anak muda.. kusuruh kencingi alfa baru tau kau..” kata zordon jengkel

“Assu.. emang alfa puya titit..? hahahahaha..”

“Asssuuu kau ya.. ayayayayayaya” kata alfa..

“Hahahaha..”

[table id=iklanlapak /]

Maka hari ini tepat dihari ketiga ospek kami resmi berlima menjadi power ranger.. kami siap berpetualang dan mengarungi kerasnya hidup dikampus tercinta kami ini..

“Aku balik dulu pur.. mau kekelompokku..” kata lia pamit

“Hati-hati non.. kalau ada yang ganggu dirimu sebut nama abang ganteng ini..” kata surya sambil memukul dadanya..

“Ganteng..? gantengan kunci apa gantengan baju..?” kata lia

“Gantengan hidupmu dimasa depan..” kata surya sambil mangut-manggut..

“Uuaaasssyyiikkkk.. “kata lia sambil tersenyum manis..

“Kalau cuman modal cacing mending kamu mundur aja sur.. cukup kamu mancing dikali aja ..” kata yuda..

“Asssuuu..” kata surya..

“Hahahahahah..” kami berlimapun tertawa bersama.. setelah itu lia pergi bergabung dengan kelompoknya disebelah kami..

Kami berempat pun balik kekelompok kami..

“Empat orang blo’on yang lewat dan seolah-olah jadi power ranger.. hahahaha..” kata seseorang berbicara menyindir kami.. dia sedang berkumpul ber enam dengan temannya..

“Maksudmu apa cok bilangin kami blo’on..” kata surya maju mau menghampiri mereka..

“Sur.. ga usah cari masalah.. kita pergi ajalah..” kataku menenangkan surya.. aku memang ga mau memperpanjang masalah.. aku ga mau lagi berurusan dengan panitia keamanan..

“Maksudmu apa san.. mereka loh yang ngatain kita dulu.. assuuu..” kata surya sambil menatap satu-satu mereka..

“Kamu ga terima.. ayo selesaikan secara jantan.. duel yo..” kata anak itu.. dia pun berdiri bersama teman-temannya.. mereka berdiri didepan kami.. kulihat papan nama mereka.. teknik mesin tertulis jelas jurusan mereka dipapan nama yang tergantung dileher mereka.. cuukkk.. kalau ribut, masalah bisa panjang ini.. bukan aku takut.. tapi sekali lagi aku ga mau berurusan dengan panitia keamanan.. mungkin lain kali aja kalau ada kesempatan..

“Ngga mas.. kita mau balik kekelompok kami.. maaf ya..” kataku sambil berjalan dan coba melewati barisan mereka.. karena kelompok kami ada dibelakang mereka..

Buuukkkk..

Dadaku didorong dengan keras oleh salah satu anak didepan kami yang bernama azis.. aku pun terdorong kebelakang.. aldo langsung menahan punggung belakangku.. sedangkan surya dan yuda mau maju menyerang, langsung kutahan dengan kedua tanganku..

“Jangan jadi pengecut kamu.. kita anak teknik.. selesaikan masalah baru kita bisa pergi..” kata sesorang yang bernama dedi.. badannya gempal.. tinggi hampir sama denganku.. kalau kulihat, dia sepertinya yang paling menonjol diantara teman-temannya..

Tiba-tiba orang yang pertama menghina kami bernama roni loncat dan coba memukul kepalaku.. aku yang sudah melihat gerak-gerik mencurigakan langsung merendahkan kepalaku kearah kiri, menghindar dari serangannya tanpa menggeser tubuhku .. dan tangan kananku menepis lengan tangannya dan reflek mendorong pundaknya dengan tangan kiri hingga jatuh.. cuukkk.. kenapa bisa begini… assuuu..

Ketika dedi akan memukulku..

“Woooiiii.. bajingan..”

Teriak empat orang panitia keamanan mendekati kami.. cuukkk.. masalah besar sudah ini..

“Baris kamu semua.. bajingan ini..”

Kami dibariskan berjejar.. aku hanya pasrah apa yang akan terjadi nanti..

“Bangsat.. mau jadi jagoan kah kamu semua..” teriak panitia keamanan itu..

PLAK..PLAKK..PLAKK..PLAKK

Satu orang berlari dari ujung keujung sampil menampar kami.. panas dan rasa terbakar pipi ini.. lalu panitia dibelakangnya berjalan pelan..

BUUKK..BUKKK..BUKK..BUKK..

Dia berjalan sambil menendang perut kami satu persatu.. teman-teman termundur kebelakang tapi tidak ada yang jatuh.. tendangan manusia satu ini kalah keras dengan tendangan mas danis kemarin lusa…

“Ada apa ini..” tiba-tiba alan datang bersama bowo dan teman-teman lainnya mungkin sekitar 10 orang..

“Ini lan.. mereka mau berkelahi semua..” kata orang yang menampar kami..

Alan mendekati lalu menatap satu persatu.. dan memegang pundakku.. assuuu.. kamu juga mau pukul aku kah kisanak.. kamu lupa kalau kamu pernah aku beliin rokok dari puncak gunung tidar waktu itu.. dia meremas pundakku pelan..

“Kelihatannya ini masalah dua jurusan lan.. jurusanmu dan jurusanku..” kata sesorang

“Iya ndra.. betul juga..” kata alan..

“Kalian semua minggir.. ini urusan anak mesin dan anak sipil..” dia menunjuk empat panitia kemanan yang menghukum kami tadi..

“Jadi gimana ini.. lan..” lanjut orang tadi..

“Kita selesaikan aja dibelakang gedung ndra.. cukup kita aja yang tau jangan sampai panitia bayangan tau akan hal ini.. bisa-bisa selesai kita semua..” kata alan..

“Betul juga.. kita main-main sedikitlah dibelakang..” kata salah seorang panitia mesin..

“Kamu yang berempat anggap aja ga lihat hal ini.. jangan kasih tau siapa-siapa..” kata alan menunujuk empat panitia keamanan tadi dan menyuruhnya pergi..

“Kamu semua bersepuluh ikut kami kebelakang gedung..” kata orang tadi

Bajingan.. apalagi ini.. kenapa kita mau dibuat mainan.. assu sekali orang-orang ini.. kami semua pun mengikuti alan, bowo, indra dan yang lain yang berjalan didepan kami..

“Gimana ini san..?” kata surya berbisik pada kami berempat.. aku diam saja tak menjawab

“Kalau disuruh duel kita selesaikan mereka.. ” kata aldo

“Sepakat..” kata yuda dan surya..

“Gimana kamu san..” kata aldo

“Ngga.. aku ga mau berkelahi..” jawabku

“Terus gimana..?” kata yuda menatapku

“Ya aku ga mau berkelahi titik..” ucapku agak keras sambil menatap tajam yuda.. suaraku tadi rupanya terdengar anak mesin didepanku.. mereka menoleh kearah kami sambil tersenyum menegejek..

Aldo hanya menggeleng mendenger jawabanku dan melihat ekpresiku yang menatap tajam yuda.. yuda langsung ditarik surya untuk terus berjalan bersama aldo.. aku pun berjalan mengikuti mereka dari belakang..

Setelah sampai digedung belakang kami dipisah kan menjadi dua kelompok dan saling berhadapan..

“Sekarang silahkan pilih lawan masing-masing.. dan jangan main keroyokan.. ” kata mas indra anak mesin..

Kami diam dan saling menatap aja.. mereka berenam dan kami berempat.. aku malas ikut perkelahian ini.. ga ada gunanya.. aku kesini mau kuliah bukan jadi petinju.. kalau mau jadi petinju aku akan berangkat kesalah satu sasana tinju di ibu kota negara bukan kekota ini.. atau aku berlatih dengan ayahku aja disana.. dari pada jauh-jauh keluar kota.. ini adalah salah satu situasi yang sangat menjengkelkan menurutku..

“Wooiii kamu anak mesin kalau ga ada yang maju satu orang.. kubantai sampai mampus semua sekarang juga..” kata mas indra menunjuk maba anak mesin..

Lalu maju anak yang bernama roni.. dia melepaskan topi kerucutnya dan meletakkan papan nama dan tas karungnya.. dia berjalan ketengah dan menatap kami..

“Anak sipil ga ada yang maju..?” kata alan sambil merokok..

Surya pun berjalan ketengah setelah meletakkan peralatan ospeknya.. kali ini dua orang berhadapan ditengah kami…. tangan roni mengepal dan menatap buas surya.. surya merenggangkan tangannya.. dia menyatukan jari kanan dan kirinya lalu membunyikan kebawah.. jancuukkkk.. sangar juga temanku ini..

Kretekk..kretek.. bunyi jari-jari surya yang direnggangkan lalu dia membunyikan kepalanya kekanan dan kekiri.. roni tanpa dikomando langsung menerjang sambil melompat.. dia mengarahkan lututnya kewajah surya.. surya yang masih merenggangkan kepalanya kaget dan ga bisa menghindar..

BUUMMMM…

Lutut roni mengenai wajah surya.. surya tidak bisa menghindar karena kepala belakangnya dipegang roni.. surya terlempar kebelakang.. dan roboh kebelakang.. darah keluar dari hidung surya.. cuukkk.. pasti sakit sekali itu.. nekat bener sih surya ini.. kalau ga mampu mending ga usah maju…

“Wooooo… prok..prok..prok…” tepuk tangan dari anak-anak mesin..

“Tumbang anak buahmu satu lan..” kata mas indra tersenyum.. sedang alan cuman tersenyum sambil merokok..

“Kamu mundur.. gantian temanmu lagi.. ayo siapa lagi yang maju..” kata mas indra bangga.. kulihat bowo cuman diam aja dari tadi tidak ada komentar.. dia menatapku dengan tatapan datar…

Roni terlihat bangga sambil tersenyum mengejek sambil mengangguk-angguk didepan kami.. dia berbalik dan melangkah ke barisannya..

“Woi bajingan.. kamu kebanyakan coli ya.. kelihatannya lututmu kosong itu.. buktinya aku ga pa2..” kata surya berdiri sambil mengelap darah dari hidungnya.. bangsat.. kuat juga manusia satu ini..

“Wah darah ya.. aku tadi tuh habis ketemu cewe cantik.. nah.. kalau habis ketemu yang cantik, pasti mimisan hidungku.. jadi jangan ge er kau tukang coli.. lututmu ga sekeras yang kau kira..” kata surya sambil tersenyum meremehkan.. aldo dan yuda tersenyum dan menahan tawa mendengar oon satu itu berbicara.. bisa aja dia ngeles.. bajingan.. hahaha..

Roni berbalik dan terkejut melihat surya berdiri tegak dan cuman tersenyum sambil membersihkan darahnya dari hidung.. dia langsung emosi mendengar ocehan surya.. dia langsung berlari sambil meloncat.. dia mengarahkan pukuluan kewajah surya..

BUUUGGGGHHHHH…

Sebuah tendangan kaki kanan surya mengenai tepat dada roni.. matanya melotot menahan sakit dengan posisi dia masih meloncat dan belum menyentuh tanah.. roni lalu terdorong kebelakang.. ketika badannya melayang kebelakang.. surya langsung melompat.. mengarahkahkan tinju kanan dan kirinya kewajah roni.. diakhiri dengan tendangan memakai tumit yang sangat keras..

BUUUMMMMMMM…

Badan roni terhempas kebawah dengan keras.. dia melotot dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.. dia terlentang dan tidak bergerak lagi..

Cuukkk.. sakit itu.. sakiiit.. sakti sekali kau ranger kuning..

Semua panitia mesin yang ada disitu terkejut dan tidak berkedip melihat kejadian itu.. alan cuman tersenyum santai sambil menghisap rokoknya.. tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.. bajingan kau kisanak..

“Bajingan.. bikin malu aja kau ini.. seret dia keruang kesehatan..” kata mas indra marah.. lalu dua orang panitia menggotong roni keruang kesehatan..

“Siapa lagi yang maju..” kata mas indra sambil melihat maba anak mesin..

Lalu maju anak kedua bernama azis.. dia meletakkan perlangkapannya dan berjalan ketengah..

“Kamu maju san..? Tanya lado padaku

“Ngga aku malas berkelahi..” ucapku sambil menggeleng..

Yuda langsung maju kedepan, sebelum maju dia melakukan tos kepada surya.. mereka melakukan seperti pergantian pemain..wehh nekat juga anak ini kataku.. dia berdiri ketengah lalu bersiap-siap bertarung.. azis langsung menyerang duluan.. mungkin dia mau balas dendam karena temannya terkapar tadi.. dia memukul yuda tanpa henti menggunakan tangan kanan dan kiri.. dan yuda menahan setiap pukulan menggunakan kedua tangannya sambil melindungi kepalanya..azis terus memukul sambil maju kedepan tanpa memberi kesempatan yuda melawan..

Kalau seperti ini bisa kalah juga yuda ini.. seberapa kuat dia bertahan dengan pukulan azis yang membabi buta.. setelah sampai terpojok didinding.. yuda mengangkat kaki kanannya dan menendang perut azis dengan keras..

Buggghhh…

Azis terdorong kebelakang karena tendangan yuda.. tapi dia tidak jatuh.. wuuu.. ngeri juga azis ini.. dia masih bisa berdiri dengan tegap.. lalu azis menyerang lagi.. tapi dengan sigap yuda menghindar dan kali ini yuda mengarahkan pukulannya kearah pipi kanan azis..

Bugghhh..

Pipi kanan azis terkena pukulan..

Bughhhh..

Pelipis kiri azis kena pukulan juga..

Tapi lagi-lagi di tetap berdiri.. lalu azis membalas pukulan yuda.. dia mengarahkan pukulan kearah rahang yuda..

Buggh..

Yuda sempat oleng.. tapi dia berdiri lagi dan menyerang azis lagi.. jual beli pukulan terjadi didepan kami.. suaranya sungguh menyakitkan telinga.. kulihat mereka berdua sudah sama-sama mengeluarkan darah.. keadaan sangat imbang..mereka berdua jatuh bangun dan kembali saring serang.. tidak ada yang menghentikan sampai satu orang tumbang.. sampai pada saat satu pukulan yuda mengarah pada rahang azis dengan sangat keras…

BUUUMMMMMM…

Azis oleng kesamping… belum sempat azis berdiri satu huk kiri yang jadi kekuatan yuda menghantam rahang kanan azis..

BUUUMMMM….

Azis pun roboh dengan bersimbah darah…

“Bangsaattt..” teriak mas indra dengan berbarengan jatuhnya azis… yuda berdiri lalu mengatur nafasnya.. sambil membersihkan darah yang mengalir dari mulutnya.. dan yuda pun berbalik kearah kami..

Yuda berjalan kearah kami sambil memegang pipinya yang agak bengkak..

“Lama sekali kau anak muda.. kurangkah ilmu yang aku turunkan..” kata surya sambil tersenyum..

“Dia terlalu tangguh guru.. tidak seperti yang aku bayangkan.. mohon bimbingannya guru..” kata yuda sambil mengepalkan kedua tangannya kedepan dan agak membungkuk.. seolah-olah memberi hormat ke surya..

“Hahaha.. asuu..” mereka pun bersalaman..

“Siapa lagi anak mesin yang maju.. jangan bikin malu lagi ya..” kata mas indra yang sudah agak emosi.. dua adek tingkatnya sudah tumbang dihadapannya..

Satu orang maju.. namanya akmal.. dia berjalan ketengah dan berdiri menanti lawannya.. dia lalu melakukan pemanasan bergaya seperti seorang petinju.. dia meloncat tinggi lalu kekanan dan kekiri.. tangannya mengepal kedepan membuat gerakan jab kanan dan jab kiri…. wajahnya sangat bengis.. terlihat ada beberapa bekas luka diwajahnya.. kelihatannya anak ini sering tawuran..

“Hajar dia mal..”

“Selesaikan dia..”

“Buat di tobat mal..”

Teman-temannya menyemangatinya.. dan akmal semakin membuat gerakan yang seperti menakuti lawannya.. kepalanya bergoyang kekanan dan kekiri lalu menunduk dan membuat gerakan seperti melakukan hook kanan dan hook kiri..

“San mau maju..? kata aldo lagi..

Aku cuman menggeleng tanpa melihat aldo.. aldo pun melangkah kedepan.. disambut tos kanan kiri oleh yuda dan surya yang ada didepan kami.. aldo berjalan santai sambil menatap akmal.. akmal tetap melakukan gerakan-gerakan tadi.. sedangkan aldo terlihat santai saja..

Aku melihat keatas gedung lantai dua, nampak empat serangkai kos pondok merah melihat dan menikmati pertarungan dari tadi, mas rendi, bung toni, mas wawan dan mas bendu..

Kembali ketengah arena.. mereka berhadapan dan saling menatap.. nafas akmal naik turun seperti menahan emosi.. dia lalu maju kedepan dan mengarahkan pukulannya kekepala aldo

BUUMMMMMM…

Akmal tegeletak menggelepar kelantai setelah satu uppercut aldo mengenai pas didagunya.. haa… selesai.. iya selesai.. ternyata akmal cuman menang pemanasan aja.. aldo berdiri sambil merentangkan tangan kesamping dan mendongakkan kepala keatas.. cuukkk kuat sangat pukulan temanku ini..

“Bajingan kamu ngeledek kami..” kata mas indra dan anak mesin berdiri mau mendatangi aldo..

“Diam aja ditempat ndra.. ga usah ikut campur.. kalau cuman kamu sama teman-temanmu ini cukup aku sendiri aja yang bantai..” kata alan santai sambil duduk dan menghisap rokoknya..

Aldo pun berbalik dan jalan santai sambil menggaruk kepala..

“Wuuuu.. gila kau anak muda.. mantap kali uppercutmu.. hahahaha..” kata surya.. aldo cuman tersenyum lalu mendekatiku..

“Sekarang mau ga mau giliranmu san..” kata aldo sambil melirikku dari samping.. aku tetap diam dan tidak maju..

“Woiii.. kamu sekarang sama aku.. “ teriak dedi sambil maju dan berdiri ditengah.. dia menunjukku.. tapi aku tetap diam ditempatku dan tidak bergerak sama sekali.. aldo, surya dan yuda menatapku seolah olah menyuruhku untuk maju..

“Kalau kamu ga maju aku yang akan menyeretmu kemari..” kata dedi.. lagi-lagi aku tidak menanggapi omongannya.. alan hanya melirikku sambil merokok..

“Bajingan ini.. kuhitung sampai tiga kalau ga maju aku yang maju..” katanya..

“Satuu…”

“Dua..”

“Tiga..”

Dedi langsung berlari kearahku sambil melayangkan pukulannya kerahang kananku.. aku mencoba mengelak.. rupanya itu gerakan tipuannya.. dia lalu melayangkan pukulannya kerahang kiriku dengan telak.. aku oleng ke kanan.. tapi aku sempat menahan tubuhku dengan menggunakan kaki kananku..

Cuuk sakit sekali pukulannya.. belum juga aku tarik nafas tendangan kaki kiri dedi mendarat mulus dipelipis kananku.. aku pun oleng kekiri… aku roboh kebelakang tapi tertahan oleh dinding dibelakangku..

Dedi mendatangiku dan memukulku secara brutal.. aku hanya melindungi kepalaku yang mulai berdarah dipelipis.. lututnya pun naik keperutku..

Bugggghh..

Assuuu.. sakit sekali perutku.. aku tertunduk menahan sakit sambil memegang perutku.. kesempatan itu digunakan untuk menendang kepalaku..

Buuugghhhh

Aku pun roboh kesamping.. dan aku tergelatak dilantai.. aku merasa darah tambah mengalir deras dari pelipisku.. dan darah menutup mataku.. sehingga membuat buram pandanganku…

Dedi menarik jas almamaterku.. lalu menyeretku ketengah…

“Wooiiii… berhenti.. ini sudah kelewatan..” kata aldo berteriak..

“Dia ga melawan.. menang sudah kamu.. ngapain kamu seret dia..” kata yudi dengan emosi..

“Lepas woi.. bajingan..” teriak surya..

“Biasa aja kalian.. kalian bertiga diam aja disana.. seperti kami melihat pertarungan kalian tadi ..” kata mas indra..

Ketiga sahabatku terdiam.. aku juga tidak mendengar suara alan..

Setelah sampai ditengah aku didudukankan.. lalu dedi memegang kepalaku dan memukul tepat dihidungku..

Buuhhggggggg..

Aku roboh kebelakang dengan darah yang mengalir dari hidungku.. aku pun berbalik dan tengkurap memegang hidungku yang sangat sakit sekali.. mungkin patah sudah hidungku ini.. aku lalu mencoba berdiri.. aku berlutut dan kedua tanganku menahan tubuhku.. posisiku seperti orang yang merangkak..

“Lemah sekali kau jadi anak teknik.. ga pantas kau disini..” kata dedi..

Dalam posisi merangkak seperti ini aku bisa melihat dari darah yang keluar dari pelipis, hidung dan mulutku menetes kelantai.. ini sudah kelewatan.. aku yang tidak melawan dari tadi.. masih juga dihajar..

Bajingan.. perlahan emosiku mulai naik.. tanganku mengepal.. nafasku naik dan turun.. lalu aku memejamkan mata..

“Nak.. janji sama ibu ya.. jangan berkelahi lagi.. kamu ga pengen buat ibu menangis dan bersedih sampai masuk rumah sakit seperti kemarin kan.. hikss..hikkss…” ibuku memelukku sambil menangis dan membelai kepala belakangku.. aku hanya terdiam sambil memeluk ibuku.. tatapan dan pikiranku kosong.. aku ga kuat mendengar ibuku menangis seperti ini dipelukanku..

“Waktu berkunjung telah selesai.. silahkan tahanan kembali ke sel masing-masing..” suara pengumuman terdengar dari petugas jaga..

[table id=iklanlapak /]

Aku yang mengingat janjiku kepada ibuku langsung lemas dan mencoba duduk bersimpuh dikedua kakiku.. tiba-tiba..

BUUGGGHHHHH

Sebuah tendangan tepat dipelipis kananku yang membuat aku roboh.. aku terdiam dan tidak bergerak..

Dedi lalu pergi meninggalkan ku disambut tepuk tangan oleh teman-temannya..

Aldo, yuda dan surya lalu mengerubungiku.. dan mendudukanku.. kutepis tangan mereka.. aku lalu membersihkan darah yang ada dimukaku dengan tangan..

“Kenapa kamu ga melawan san..” kata yuda.. aku diam saja tak menjawab..

“San.. awakmu ga po-po ta?” (san kamu gapa-pa kah?) kata surya.. aku tetap diam lalu aku berdiri.. mereka mencoba untuk membantu.. tapi lagi-lagi kutepis tangan mereka.. aku tidak ingin dikasihani oleh teman-temanku… aku lalu berjalan dengan agak sempoyongan menuju kamar mandi..

Didalam kamar mandi kulepas almamaterku dan kemejaku.. aku lalu membasuh mukaku.. dan kubersikan juga hidungku.. perih sekali rasanya ketika air menyentuh luka di bibirku dan di pelipisku.. tapi aku tahan,.. aku lalu membasahi kepalaku yang gundul..

Kulihat almamaterku banyak bercak darah.. aku lalu mencoba membersihkan seadanya.. lalu aku memakai kemejaku dan almamaterku kembali dan keluar dari kamar mandi..

“Kamu keruang kesehatan aja dulu san.. bersihkan lukamu” kata alan.. aku diam dan melewatinya..

“San.. bersihkan dululah lukamu..” kata aldo, aku tetap diam dan mengambil perlengkapanku.. ‘

Aku ambil karung dan memasukan semua perlengkapan ospekku kedalamnya.. lalu aku berjalan meninggalkan teman-temanku yang bingung melihat sikapku.. sebenarnya aku juga ga enak dengan teman-temanku.. kemenangan mereka harusnya dirayakan dengan bahagia.. tapi ini aku mencorengnya dengan kekalahan yang telak karena aku sama sekali tidak melawan.. akhir pertempuran yang antiklimaks bagi sahabatku..

Aku berjalan menuju lapangan tempat kelompokku berkumpul.. aku melewati panitia keamanan yang berjaga disekitar lapangan.. mereka menatapku heran dengan kondisiku.. tapi aku berjalan santai saja seolah tidak ada apa-apa..

“Kamu kenapa pur..?” Tanya mba amel yang melihat kondisiku seperti ini.. aku mengenakan almamater tanpa menggunakan papan nama dan topi kerucut.. ada luka diwajahku yang masih mengeluarkan darah walaupun tidak sebanyak tadi.. almamaterku dan kerah kemajaku banyak bercak darah..

“Ngga apa yunda.. aku jatuh dekat kamar tandi tadi..” jawabku berbohong tanpa menatap wajah cantiknya..

“Jangan bohong bohong kamu ya.. habis berkelahi dengan siapa kamu..? jawab..? tatap wajahku kalau aku bertanya..” kata mba amel yang agak meninggi bahasanya..

“Aku ga pa-pa..” kataku sambil menatap matanya.. tiba-tiba kulihat matanya berkaca-kaca.. mungkin karena aku agak keras menjawabnya..

Kudengar dari arah belakang.. teman-temanku baru datang dan berbaris disampingku..

“Jadi kalian tadi habis berkelahi ya..?” kata mba amel melihat teman-temanku yang baru datang.. dan dia berjalan meninggalkan aku menuju yuda yang agak parah luka lebam diwajahnya..

“Kamu habis berkelahi dengan siapa yud..?” kata mba amel

Belum sempat menjawab tiba-tiba ada tiga orang panitia keamanan datang menghampiri kami..

“Udin.. ini anak tadi yang kubilang.. dia kelihatannya habis berkelahi dengan maba anak mesin yang sudah dibawa keruang keamanan..” kata seorang panitia..

Panitia yang dipanggil udin tadi menghampiriku.. dan mengangkat kerah kemejaku lalu menatap mataku tajam..

“Kamu tadi habis berkelahi sama maba anak mesin ya..?” katanya

“Mas tolong lepasin ade bina damping saya..” kata mba amel dibelakangnya..

“Diam kamu mel.. ini urusan panitia keamanan.. “sahut temannya..

“Tapi dia dikelompokku aku yang bertanggung jawab..” kata mba amel tegas..

“Kalau sudah ada yang berkelahi begini itu urusan panitia keamanan.. bina damping diam.. kamu ga tau peraturannya kah..?” udin berbicara dan menoleh kebelakang dan menatap tajam mba amel.. mba amel pun terdiam..

“Jawab pertanyaanku.. kamu habis berkelahi sama anak maba mesin ya..?” dia mengulangi pertanyaannya..

Aku diam saja dan membalas tatapan matanya.. aku sudah capek dengan keadan ini.. mending aku diam.. kalau aku berbicara bisa tambah panjang urusannya.. jadi lebih baik diam aja..

Udin melepaskan tangannya dari kerah kemejaku…

“Bajingan kau ya.. ditanya malah melotot, kamu nantang aku….”

PLAKKK.. PLAKKK..PLAKKK

Aku ditamparnya tiga kali.. teman kelompokku sampai kaget terutama tiga sahabatku yuda, surya dan aldo.. mereka seolah memandangku dengan rasa tidak terima.. tapi aku diam saja… sambil kutatap tajam kematanya.. mba amel yang ada dibelakang nya pun sepertinya tidak terima..

“Kenapa kamu lihat aku seperti itu.. kamu ga terima? Mau berkelahi? Ayo ikut aku kemarkas keamanan..” dia marah sambil menarik kerah bajuku, aku diseret paksa olehnya..

“Bawa juga tiga temannya itu..” perintah udin pada kedua temannya..

Mereka lalu menarik ketiga temanku untuk mengikuti dibelakang udin.. aku ditariknya naik kelantai 3 gedung fakultas industry.. ketika pintu dibuka aku berdiri dipintu melihat sekeliling ruangan ini.. ruangan ini semacam aula yang lumayan luas.. tapi lebih luas aula utama yang dibawah.. aku lihat ada sekitar 30 maba berdiri didepan.. dan ada juga anak mesin yang berkelahi dengan kami berdiri disitu.. mereka cuman memandang kami lalu tunduk kembali.., dan disekitar kanan kiri ruangan, panitia keamanan berdiri mengawasi maba yang ada didepan.. dibagian belakang aku lihat mas rendi dan penghuni kosku yang lain, minus mas raimond karena sibuk dilapangan.. aku lihat alan duduk disebelah mas rendi.. kelihatannya dia habis mengobrol sesuatu.. mungkin tentang kejadian tadi.. mereka melihat kearahku.. aku pun menunduk pura-pura tak melihat meraka..

“Woii.. kamu yang didepan pintu ngapain berdiri disitu..? cepat masuk dan gabung sama temanmu disini..” perintah seorang panitia keamanan.. aku masuk melangkahkan kakiku memasuki ruangan diikuti ketiga temanku.. gila.. akhirnya setelah hari ketiga aku masuk juga ruangan keamanan yang jadi momok bagi maba ini.. aura didalam ruangan ini memang menakutkan.. membuat merinding bagi yang mau terkena hukuman.. btotol-botol bekas minuman berserakan dimana-mana, puntumh rokokpun bertebaran..

Aku pun bergabung dengan maba yang lain.. dari tempat aku berdiri aku bisa melihat mas rendi dan yang lain lebih jelas.. diantara teman-teman kos aku lihat ada tiga orang asing yang duduk dengan mereka.. mungkin ini yang namanya tiga singa tua.. pandangannya kearahku tajam.. sama seperti waktu mas rendi menatapku waktu aku pertama kali masuk kekos dulu.. tidak lama berselang, kulihat mas raimond masuk membawa beberapa orang maba yang bermasalah.. mereka disuruh gabung dengan kami.. mas raimond sempat melirikku.. tapi diam saja.. lalu mas raimond bergabung dengan mas rendi.. lengkap sudah penghuni kos pondok merah diruangan ini termasuk aku dan tiga singa tua.. mas rendi membuka botol dan menuangkan kegelas dan memutarkan kesekelilingnya, termasuk panitia lain yang bukan berasal dari kosku..

Seandainya ini dikos-kosan pasti aku disuruh gabung dan ikut pesta dengan mereka.. tapi kondisi sekarang berbeda, aku berdiri didepan mereka seperti pesakitan saja.. kulihat giliran alan yang mengangkat gelas.. diangkat gelas sambil melihatku.. tapi tatapannya datar

“Ini tadi yang habis berkelahi dengan mereka ya..” kata seorang panitia keamanan yang melihat kami sambil menunjuk ke anak mesin

“Mau jadi preman nih kelihatannya..” sahut seseorang dari arah samping..

Tidak ada reaksi apapun dari teman-teman kosku.. mereka hanya menatapku..

Tidak lama berselang tiga orang panitia keamanan maju didepan kami..

“Izin abang-abang dan izin coordinator keamanan, kami mau memberikan sedikit pelajaran buat para bajingan-bajingan baru ini..” orang yang sedang berbicara ini adalah udin orang yang menyeretku kesini tadi.. tidak ada jawaban dari semua orang.. mereka hanya diam saja.. tiba-tiba..

PLAK..PLAK..PLAK..PLAK..

Mereka bertiga menampar kami semua secara bergantian.. kulihat mas rendi menghentikan minumnya… dia melihat kearah kami yang didepan..

“TUNDUK KALIAN SEMUA.. BAJINGAN.. BARU JADI MAHASISWA SUDAH MEMBUAT MASALAH.. BRENGSEK KALIAN..”

PAKKK..BUGHHH..PAKK..BUGHH..

Dia berlari sambil memukul kami.. di ikuti dua orang temannya..

PAKKK..BUGHHH..PAKK..BUGHH..

Mereka terus memukul kami para maba yang ada didepan dengan secara brutal.. semua maba jatuh tersungkur dan kesakitan termasuk anak mesin dan ketiga sahabatku.. kecuali aku yang tetap berdiri..

Tiba-tiba dia berdiri didepanku

“Kamu mau jadi preman disini ya…”

PAKKK..BUUGHHH..PAAKK..BUGHHH..

Dia memukul wajahku dan menendang dadaku… aku diam tidak melawan…. kulihat teman-teman kosku sudah mulai gelisah dan menatapku dengan tajam.. darah kembali mengalir dari pelipisku..

“Ayo lawan aku”

PAKKK..BUUGHHH..PAAKK..BUGHHH..

Kali ini dia menerjangku dan memukulku dengan membabi buta.. aku hanya bisa mundur, menghindar dan sedikit melindungi wajahku dari pukulannya.. kulihat alan berdiri.. mungkin tidak terima dengan perlakuannya orang itu padaku yang sudah kelewatan.. tapi ditahan oleh salah satu singa tua.. alan disuruh duduk lagi.. kenapa baru sekarang lan kamu berdiri.. kenapa dibawah tadi kamu ga melerai.. atau memang sudah jadi tradisi kalau ada duel tidak boleh ada yang ikut campur.. asuuudalah.. yang jelas kondisiku sekarang makin kelihatan terhina.. aku tidak roboh dengan segala bentuk pukulannya.. dan aku merasa adrenalinku perlahan mulai naik.. tapi aku tetap sabar dan menerima segala serangan dari udin.. dia berhenti dan mundur, mungkin karena capek memukulku dari tadi.. lalu dia berteriak..

“BERDIRI KALIAN SEMUA.. BAJINGAN.. LEMAH SEKALI KALIAN.. GITU MAU JADI ANAK TEKNIK..”

Di berteriak kepada semua maba yang tergeletak.. dan semua anak yang tergeletak bangun dengar perintah udin sambil menahan sakit..

“SEKARANG.. BUKA BAJU KALIAN SEMUA.. ATAU AKU INJAK-INJAK MUKAMU SATU PERSATU.. CEPAT BUKA..”

Aku melihat teman-teman kosku sudah mulai emosi tapi ditahan oleh tiga singa tua.. berbeda dengan mas rendi.. dia diam saja dan menatapku.. kali ini aku tidak tau arti tatapannya karena datar begitu saja..

Akhirnya semua maba yang diruangan ini membuka almamater dan kemeja putihnya.. mereka semua bertelanjang dada.. sedangkan aku tetap berdiri dengan pakaian lengkap dengan bercak darah habis perkelahian tadi.. dia tidak terima dengan sikapku..

BUGHHH.. dia memukulku sekali lagi dirahangku.. aku tetap berdiri tegap, hanya sempat oleng sedikit tadi.. perlahan kurasakan ada darah mengalir lagi dibibirku..

“Kenapa kamu ga buka pakaianmu..” tanyanya sambil menatap mataku..

“Hem,….”aku cuman tersenyum kecil sambil membalas tatapannya..

“Kenapa kamu senyum.. bajingan kamu.. buka pakaianmu sekarang.. BUUKKKAAAAA” dia berteriak diwajahku.. bau alcohol dimulutnya keluar seolah mengejekku..

Aku tetap diam dan tetap menatap matanya..

“Mau kusobek-sobek pakaianmu..” dia menarik kerah almamaterku sehingga wajahnya dekat sekali dengan wajahku..

Aku tetap tidak mau dan tetap menatap matanya tanpa berkedip..

“Kamu bener-bener nantang aku ya..” dia menarik kearah almamaterku dengan keras dan menyeretku..

“Ayo lawan aku.. lawan..”

Aku diam saja…

“WOIII ANAK TOLOLL… LAWAN AKU… BISA YA ADA PEREMPUAN YANG LAHIRIN BANCI KAYAK KAMU…. ” dia berteriak dimukaku..

Jancookk.. Bangsaattt.. dia boleh memakiku.. dia boleh menghajarku.. dia boleh menginjak-injak aku.. aku akan tetap sabar.. tapi jangan bawa ibuku.. Assuuu.. adrenalinku yang tadinya perlahan naik, akhirnya cepat disambar emosiku lalu terbakar.. bangsat.. aku paling benci kalau ibuku dihina.. aku mengeratkan gigiku.. mengepalkan tanganku.. kutatap matanya penuh dengan kemarahan.. mataku berkaca-kaca.. kututup perlahan mataku..

“Maaf bu.. aku melanggar janjijku.. aku sudah ga kuat lagi.. boleh mereka menghajarku.. tapi aku ga terima ibu dihina..” lalu kubuka mataku.. perlahan menetes air mataku mengingat wajah ibu..

Kulihat dia akan memukulku..

BUUGGGHHHHH…

Dia roboh kebelakang dan kepala bagian belakangnya membentur lantai dengan keras.. dia kejang-kejang sambil memegang dadanya.. perlahan dari mulutnya keluar darah.. dia terkapar sambil berguling kekanan dan kekiri.. matanya melotot menahan sakit.. setelah aku menendang dadanya memakai tumitku dengan sekuat tenaga…

Kutatap satu persatu orang diruangan ini.. merekasemua kaget melihat apa yang barusan mereka lihat dan mungkin mereka kaget juga melihat ekspresiku sekarang ini.. termasuk tiga teman kelompoku, anak mesin yang berkelahi denganku dan teman-teman kosku..

Hari ini aku mencapai titik emosi yang terlalu tinggi.. nafasku berat dan aku melihat sekelilingku dengan tajam.. aku sudah terlalu bersabar dengan tingkah orang-orang ini.. aku dihajar hari pertama, hari kedua dan hari ini aku dihajar habis-habisan oleh dedi anak mesin.. sekarang diruangan ini udin dan dua temannya, mereka memukulku seperti binatang.. aku juga tetap sabar.. tapi dia terlalu kurang ajar sampai memakiku dengan membawa-bawa ibuku.. itu yang membuatku takuasa menahan gejolak emosi..

Kulihat dua temannya ingin menyerangku..

Aku menunduk menghindari pukulan salah satu temannya.. aku mendapat celah untuk memukulnya..

BUUMMMMMM..

Uppercut ku tepat mengenai rahangnya.. diapun tumbang sambil menyemburkan darah dari mulutnya…dia roboh dan pingsan

Satu lagi temannya menerjangku dari depan.. aku menghindar kesamping..dan dia sekarang berada dibelakangku.. aku cepat berbalik.. dan

BUUMMMMMM..

Tendangan balikku tepat diwajahnya.. hidungnya patah dan mengeluarkan banyak darah.. diapun roboh juga..

Aku berteriak meluapkan emosi..

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGGHHHHHHHHHHH”

Semua orang terdiam.. tidak ada suara..

“Aku ga pernah cari masalah, aku sudah terlalu sabar dengan semua ini.. tapi dia telah menghina ibuku.. kalau ada yang membelanya.. siapapun orangnya.. dia akan aku lawan.. persetan dengan semua acara ini…” dan aku pun berjalan menuju pintu keluar sambil membersihkan darah yang menetes dikening dan bibirku..

PROOKK..PROOKK..PROOOKK..

[table id=iklanlapak /]

Aku berbalik.. dan kulihat salah satu singa tua berdiri sambil bertepuk tangan…

“Mantap sekali semangatmu.. tapi kamu tidak boleh keluar dari ruangan ini..” ucapnya santai..

“Aku ga perduli denganmu atau dengan yang lain.. kalau ada yang menghalangi.. ku selesaikan sekarang juga..” ucapku penuh dengan emosi..

“Wahhh.. hebat sekali kamu..” ucapnya sambil tersenyum santai dan menatapku tajam..

“Oke gini aja.. ga usah buang waktu.. ayo kita adu pukul.. kamu pukul saya tiga kali duluan..terserah pukulan atau tendangan.. kalau salah satu seranganmu membuat aku roboh.. silahkan berbuat semaumu.. tapi kalau aku belum roboh.. aku akan memukulmu satu kali saja.. bagaimana” ucapnya santai..

Bangsat.. dia ngeremehin aku.. tanpa basa basi lagi aku berlari menuju orang itu dan..

BUUGGGHHHHH…

Aku pukul tepat dirahangnya.. dia tidak bergerak sama sekali, dia menerima pukulanku, dan dia tetap berdiri santai, tidak roboh.. hanya sempat goyang sedikit.. bangsat.. aku mundur perlahan, kutatap orang itu dengaan emosi.. lalu aku bersiap lagi dan langsung meloncat kearahnya..kuarahkan lututku kedadanya..

BUUGGGHHHHH…

Dia mundur beberapa langkah.. tapi tetap dengan posisi berdiri dan lagi lagi tidak roboh..

Gila kuat sekali singa tua satu ini, tidak ada tanda-tanda mau roboh.. aku masih mempunyai satu kesempatan lagi.. aku harus memanfaatkannya.. aku mundur lagi.. lalu dengan kuda-kuda yang kuat aku berlari kearahnya dan aku tendang dia tepat dikepala.. sambil berteriak…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGGHHHHHHHHHHH”

BUUGGGHHHHH…

Dia hanya oleng sedikit.. tapi sekali lagi dia tidak roboh..

Assuuu.. luar biasa manusia satu ini.. baru kali ini aku lihat ada orang yang bertahan dan tetap berdiri setelah menerima tiga seranganku.. biasanya semua lawanku akan roboh dengan satu seranganku saja… ini tiga kali.. gilaaaa… tiga kali dan dia tetap kokoh berdiri.. tiba-tiba sebelum hilang kaget dan kekaguman ku pada orang ini…

BUUMMMMMM..

#Gelapppp

[table id=iklanlapak /]

* POV RENDI

Kami berempat duduk diruang tengah kos-kosan sambil meminum air kenikmatan.. aku, wawan, bendu dan bung toni.. sebelumnya ada perdebatan sedikit dengan wawan sahabatku, tentang aku yang mengijinkan seorang anak calon mahasiswa baru untuk kos disini.. memang aneh sih aku aja agak bingung dengan keputusan ku menerima sandi (Nama anak itu), untuk kos disini.. padahal banyak mahasiswa lama yang terobsesi ingin kos di pondok merah tempat kami..
Karena suatu kebangaan bisa kos disini.. karena disini tempat berkumpulnya bajingan kampus ditempat kami kuliah…

Sementara sore itu aku lah yang mengijinkan anak baru itu kos disini.. dia yang entah dari mana dan aku tidak tau kemampuanya bagaimana, apakah dia bisa mengimbangi kami.. aku juga tidak tau.. tapi kalau kulihat sorot matanya pada saat masuk kos waktu itu.. ada jiwa bajingan yang terlihat didalamnya.. semoga fellingku tepat..

Kesan pertama.. lumayan.. dia bisa minum dua botol langsung topi miring tanpa tumbang dan pingsan didepan kami..

Kesan kedua anaknya royal.. buktinya dia membeli minuman banyak sekali untuk perkenalan diri kepada kami..

Kesan ketiga dia bisa masuk kekamar kos barbara, berarti dia bisa jadi bajingan selangkangan juga..

Beberapa hari aku terus mengawasai anak ini, aku belum melihat kekuatan dari anak ini.. dia type anak yang tidak suka mencari masalah.. mungkin karena masih baru..

Hari pertama ospek aku melihat sandi dihajar oleh danis dan akbar.. dia tidak roboh.. seperti teman temannya.. kuat juga fisiknya.. tapi aku belum bisa lihat kekuatan sebenarnya dari sandi karena dia tidak melawan..

Hari kedua ospek aku lihat lagi dia dihajar bobby dan rudi, dia tidak melawan juga.. tapi yang kulihat dia tetap berdiri santai dan tegap..

Sengaja aku berpesan kepada anak-anak kos kalau sandi dihukum sama panitia lain segera ambil alih jangan sampai dia dibawa ke markas keamanan.. bagaimanapun juga sandi satu kos denganku.. bukannya aku mau pilih kasih, tapi ga enak aja kalau ada anggota kosku yang diseret panitia lain apalagi sampai dibawa keruang keamanan.. pasti aku tidak terima.. tapi kalau anak kosku yang ambil alih menghukum sandi atau membawanya ke ruang keamanan aku lebih terima…

Hari ini hari ketiga, aku melihat alan dan segerombolan anak panitia keamanan membawa beberapa orang maba termasuk sandi didalamnya.. yang rata-rata anak mesin dan anak sipil ke gedung belakang .. wah.. kelihatannya ada kejadian menarik nih.. aku lalu mengajak bung toni, wawan dan bendu kelantai dua gedung belakang..

Bener saja dugaanku.. dibelakang ini anak maba dibagi menjadi dua saling berhadapan.. anak maba sipil berempat termasuk sandi dan anak maba mesin berjumlah enam orang..

Duel pertama dimenangkan anak sipil.. begitu juga duel kedua dan ketiga.. untuk yang ketiga ini agak menarik.. itukan aldo adik bendu.. dia menghajar sekali saja lawannya tepat didagunya langsung tumbang lawannya.. hebat juga adeknya bendu ini.. aku menengok bendu.. dia tersenyum bangga sambil menepuk dadanya..

Duel kempat ini yang aku tunggu karena tanak sipil tinggal sandi yang belum berduel.. anak mesin maju ketengah tapi sandi tidak maju di tetap diposisinya sekarang.. sampai anak mesin itu mendatangi dan menghajarnya berkali-kali sampai dia tertidur dia tidak melawan.. ada apa ini.. dia diseret ketengah dengan pasrah… lalu didudukan.. setelah itu dihajar hidungnya sampai rebah kebelakang.. dia pun tidak melawan aku melihat darah mengalir dari pelipis, hidung dan bibirnya.. aneh ini anak.. dan satu tendangan membuat sandi terkapar dan tidak bangun lagi..

Akupun meninggalkan ruangan lantai dua gedung ini dengan emosi diikuti teman-temanku.. aku ga mau lihat kondisi sandi yang babak belur karena tidak melawan.. kamu ga punya nyalikah san..? ga mungkinlah.. pasti ada yang kamu sembunyikan dan tidak kamu keluarkan.. aku cuman menggeleng..

Aku masuk kedalam ruang keamanan.. dan alan masuk menghampiriku dan bercerita tentang kejadia duel tadi.. aku diam dan mendengarkannya.. alan mengira aku tidak melihat kejadian itu.. tidak berapa lama aku melihat sandi masuk didalam ruang keamanan.. kelihatannya pelipisnya masih berdarah dan hidungnya merah sedangkan dibibirnya sudah kelihatan bersih dari darah…. kenapa dia sampai dibawa kesini.. harusnya satelah duel dia diamankan.. kurang ajar.. kami kecolongan.. disaat raimond sibuk sebagai coordinator, anggota kosku yang lain disini semua tidak ada yang mengawasi diluar.. tapi ya sudahlah.. aku lihat aja nanti apa yang terjadi..

Siang ini ada mas pandu, mas arief, mas adam.. mereka adalah senior kami dikampus dan dikos-kosan, mereka berjuluk singa tua karena sudah belasan tahun kuliah tapi belum lulus.. mereka adalah bajingan dijamannya.. dan juga ada beberapa angkatan mas pandu yang sudah lulus hadir diruangan ini untuk sekedar berkumpul dan minum bareng..

Didepan ruangan anak-anak maba dikumpulkan, tiba-tiba udin dan dua orang kaki tangannya maju dan meminta ijin kepada kami untuk memberi pelajaran kepada para maba yang bermasalah didepan.. udin dan kedua temannya ini satu angkatan denganku, mereka berambisi ingin menguasai kampus dan sempat membuat ribut dengan menantang serta mengalahkan beberapa bajingan dikampus,.. mereka pernah datang kekosku dan menantang kami semua.. aku yang ingin maju ditahan oleh bung toni.. katanya biar dia yang urus bajingan ini.. bung toni, wawan dan bendu maju menghadapi mereka bertiga.. pertarungan lumayan sengit.. mereka duel satu lawan satu ditengah ruangan yang biasa tempat kami berkumpul dikosan.. bung toni, wawan dan bendu sempat agak kewalahan dengan lawannya masing-masing tapi mereka bisa menjatuhkan dan membuat pingsan udin dan teman-temannya.. mulai saat itu mereka sudah tidak berani lagi membuat ribut dikampus..

Dan hari ini mereka sepertinya ingin menunjukan kekuatannya lagi didepan mahasiswa baru.. mereka menghajar satu persatu mahasiwa baru didepan kami dengan membabi buta.. aku diam memperhatikannya dan menghentikan acara pesta kami..

Dia menghajar semua maba sampai roboh.. kecuali satu sandi.. walaupun tadi dia sempat duel dibawah dengan anak mesin dan berdarah-darah.. dia tetap berdiri dan tidak roboh… benar-benar gila fisik anak ini.. aku makin penasaran sama dia.. kenapa dia bisa sesabar itu tanpa melawan orang yang sudah menghajarnya.. aku lihat teman-teman sudah mulai emosi melihat sandi dihajar dan tidak melawan.. alan berdiri dan mau maju tapi ditahan oleh mas pandu.. teman-teman yang lain juga ditahan oleh mas arief dan mas adam..

Aku lihat kedepan udin terus menghajar sandi, dia tidak melawan hanya mundur, menghindar dan sedikit melindungi wajahnya dari pukulan udin.. darah mengalir dari pelipis dan mulut sandi..

“Lawan san.. lawan.. masa kamu diam aja dihajar begitu..” ucapku dalam hati..

Setelah memukul sandi, udin mundur dan berteriak agar semua maba membuka pakaiannya.. semua maba mengikuti perintahnya kecuali satu orang.. lagi-lagi sandi yang membuat udin marah.. dia mendekati sandi dan memaksanya membuka pakaian.. sandi tetap diam dan sempet tersenyum mengejek udin.. bajingan memang anak satu ini.. mulutnya berdarah tapi masih sempat tersenyum.. udin memegang kerah baju sandi dan menariknya.. tapi sandi tetap tidak mau membuka pakainnya.. udin pun sampai kehilangan akal, dia marah lagi dan selanjutnya..

Udin memukul rahang sandi.. dan kulihat tambah banyak darah mengalir dibibir sandi, lalu udin menyeret kerah baju sandi, dia putar kan kekanan dan kekiri.. gila sandi tetap diam.. dia menantang dan berteriak kewajah sandi.. sampai pada saat udin berkata..

“WOIII ANAK TOLOLL… LAWAN AKU… BISA YA ADA PEREMPUAN YANG LAHIRIN BANCI KAYAK KAMU…. ”

Aku melihat wajah sandi langsung berubah, kelihatannya dia tidak terima dengan perkataan udin yang memakinya dengan membawa nama ibunya.. wajahnya berubah menjadi menakutkan, matanya merah.. giginya mengerat.. tangannya mengepal.. Emosi sudah menguasai dirinya.. dia sempat memejamkan mata.. setelah itu dia membuka matanya dan dia meneteskan air mata.. bangsat.. kenapa dia menangis? Atau jangan-jangan itu ekspresi emosinya yang memuncak..? aku menatap tajam sambil menunggu apa yang terjadi kemudian..

Pada saat udin akan memukul lagi..

“BUUGGGHHHHH…”

Udin roboh kebelakang dan kejang-kejang menyentuh lantai.. dia memegang dadanya sambil berguling-guling.. darah segar keluar dari mulutnya.. gila.. ini gila.. orang yang sempat berkelahi dan merepotkan bung toni dalam duel satu lawan satu, roboh dengan satu tendangan kedada.. padahal bung toni mempunyai pukulan dan tendangan yang cukup mematikan dan udin bisa bertahan.. tapi dengan sandi, satu tendangan saja sudah roboh.. gila.. jiwa bajingannya betul betul keluar dari tubuhnya.. kenapa tidak dari bawah tadi kamu hajar lawanmu san.. aku sempat sempat berpikiran bahwa kamu ga punya nyali.. tapi sekarang.. kamu membuktikan keraguanku tadi..

Dua orang teman udin maju menyerang sandi, satu Uppercut tepat mengenai rahangnya.. roboh, berdarah dan pingsan.. satu lagi ditendang balik diwajahnya, roboh juga dengan hidung yang patah dan berdarah.. kami semua kaget melihat kejadian barusan.. teman-teman kos pondok merah saling pandang, aku tau mereka juga kaget dan heran melihat perubahan sandi yang awalnya santai langsung berubah menjadi sandi yang penuh aura menyeramkan diwajahnya, ternyata sandi bukan anak biasa yang lugu, yang mudah tersenyum dan sopan seperti yang biasa terlihat.

Sandi benar benar emosi.. dia sempat berteriak dan berkata muak dengan dengan acara ospek ini.. dia berjalan hendak keluar ruangan..

Mas pandu berdiri dan memberi tepuk tangan.. dan langsung menahan sandi dengan menantang adu pukul, sandi tiga pukulan dan mas pandu cukup satu pukulan…

“Jangan san, jangan kamu terima tantangan mas pandu.. dia orang gila..” ucapku dalam hati.. teman-teman juga khawatir sandi menerima tantangan mas pandu..

Mas pandu ini orang gila.. fisiknya kuat, tahan pukul dan pukulannya sangat mematikan aku dulu sempat merasakan, sebelum masuk kekosan pondok merah aku sempat berkelahi dengan mas pandu.. aku diundang kekos merah.. dan ditantang duel mas pandu.. karena jiwa mudaku yang masih gampang terbawa emosi, aku terima tantangannya dan berduel satu lawan satu… aku memukul mas pandu dan menendang sekuat tenagaku.. dia tidak roboh dan dia tetap berdiri.. dia membalas satu kali saja pukulan dirahangku.. aku roboh dan pingsan.. aku sempat dirawat satu minggu akibat pukulan itu…

Pernah juga aku mendengar kabar dari pendahuluku, mas pandu pernah dikeroyok kumpulan preman-preman kota ini.. dia dikeryok dua puluh orang.. dia berhasil mengalahkan semua dan membuat musuhnya tersungkur dan terkapar…

Kembali ke sandi.. dia merasa dirimehkan dengan tantangan mas pandu dia menerima tantangannya.. tanpa banyak kata

BUUGGGHHHHH…

Sandi memukul mas pandu dirahang

BUUGGGHHHHH…

Sandi menghajar mas pandu menggunakan lututnya tepat didada

Mas pandu tetap santai dan berdiri

Tidak berkurang sama sekali ketahanan tubuh mas pandu dari dulu.. dia kuat sekali.. padahal dia sudah lama tidak bertarung..

Sandi yang sudah emosi mencoba memanfaatkan sisa satu kesempatan dengan berlari sambil menendang kepala mas pandu sambil berteriak..

BUUGGGHHHHH…

Mas pandu sempat goyang sedikit.. tapi berdiri tegap lagi dan menatap sambil tersenyum ke sandi.. sandi kaget tiga serangannya tidak membuat mas pandu roboh… belum sempat dia siap dengan serangan mas pandu..

BUUMMMMMM..

Sandi langsung roboh dan pingsan.. mulutnya kembali mengeluarkan darah..

Mas pandu memukul rahang kiri sandi dengan kuat dan tepat..

Kami semua sudah menduga akan begini akhirnya… mas pandu lalu memanggil panitia keamanan untuk membawa sandi dan tiga orang yang dirobohkan sandi ke ruang kesehatan..

Mas pandu memanggilku dan menyuruh mengumpulkan anak kos pondok merah diruang belakang.. kami berjalan keruang belakang dengan perasaan yang masih bertanya-tanya, bagaimana sandi yang tadinya tidak mau melawan saat duel dibawah sekarang malah bisa merobohkan tiga bajingan kampus yang lumayan kuat dengan serangan yang mematikan, dan juga aku bingung bagaimana dengan kondisi sandi sekarang yang roboh dihajar mas pandu.. kami semua anak kos telah berkumpul diruangan belakang.. kecuali sandi yang dibawa keruang kesehatan.. mas pandu kelihatan pucat , aku menduga mungkin pengaruh minuman dan kurang istirahat..

“Sudah berkumpul semua ya..” ucap mas pandu sambil menarik nafas dalam-dalam….

“Iya mas.. sudah berkumpul.. sampean kurang istirahat ya mas.. sampean kelihatan pucat mas..” ucapku kepada mas pandu..

Dia cuman mengangkat tangannya kepadaku tanpa menjawab pertanyaanku, seolah menyuruhku diam..

“Instingmu memang benar tentang sandi.. dia anak yang kuat.. ga salah kamu ijinkan dia jadi bagian keluarga besar kita…..” ucap mas pandu agak gemetar.. tiba-tiba

Uuuweeekkkkk…..

Mas pandu muntah darah… gila.. apa ini pengaruh serangan sandi tadi.. kami mencoba menahan mas pandu tapi dia tetap menyuruh kami untuk diam ditempat…

“Padahal tadi aku main-main saja menantangnya.. tapi mungkin dia terlanjur emosi dengan kejadian sebelumnya.. pukulan dan tendangannya sangat keras.. belum pernah aku mendapat serangan seperti tadi.. sebenarnya aku mau roboh.. tapi aku malu didepan seluruh panitia keamanan.. kalau didepan kalian saja ga pa-pa..”

“Efek serangannya bukan aja pada saat didalam ruangan tadi, tapi pada saat aku berjalan kesini dan duduk disini..” ucapnya pelan.. darah terus mengalir dari mulut mas pandu..

“Rendi tugasmu mengontrol emosi sandi.. sebenarnya kalau dia tidak emosi berlebihan dia tidak mungkin pingsan.. dia pasti kuat menahan pukulanku.. fisik anak itu kuat..”

Mas pandu menarik nafas dalam-dalam.. tiba-tiba mas pandu tersungkur kedepan.. kami semua panik melihat mas pandu pingsan..

“Adam cepat ambil mobilmu kesini.. kita bawa mas pandu kerumah sakit.. rendi kondisikan senior-senior semua jangan sampe ada balasan ke sandi dan kemasiswa baru.. raimond kamu kondisikan mahasiswa baru.. aku khawatir ada pergerakan dari mereka setelah tau kejadian tadi.. jangan ada yang tau kondisi mas pandu.. biar aku sama adam yang mengurus nya.. nanti kita saling beri kabar.. oke.. sekarang bubar..” kata mas arief…

#Cuukkk sekuat itukah sandi purnama irawan…

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 11 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 11 – BERSAMBUNG
Sebelumnya ( Part 10 ) | ( Part 12 ) Selanjutnya