. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 10 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 10

0
430

Part 10 – Ujian Kesabaran

Jam 4 subuh aku bangun.. mempersiapkan segala kebutuhan ospek.. mulai memasak mie dan menggoreng telur.. oh iya dikosku ada dapur yang biasa digunakan teman-teman untuk memasak.. tempatnya didekat ruang tengah dekat tv…aku mengecek lagi peralatan yang aku catat kemarin, apel yang aku beri tangkai dan daun jambu yang aku ambil dari pohon jambu disebrang kos, mie goreng, telur ceplok yang saling menoleh, alat tulis, topi kerucut, papan nama, sepatu, pakaian dan karung sudah lengkap semua.. aku pakai semua perlengkapan dan sisanya aku simpan didalam karung..

Aku berdiri dikaca memandang penampilan diriku yang baru.. dari ujung rambut sampai ujung kaki.. eh bukan ujung rambut, kepalaku kan ku gundul semalam..dari ujung kepala sampai ujung kaki.. cuukk kaya pentol korek.. assuuu.. kupakai topi kerucut lalu aku keluar kamar.. sebelum berangkat aku minum teh kotak.. dan aku membakar sebatang rokok.. aku menikmati perlahan rokokku, di acara ospek maba tidak boleh membawa rokok.. pasti kecut sudah seharian ini.. yang lebih sadis lagi aku ga bisa bawa teh kotak.. soalnya barang-barang yang boleh dibawa hanya yang ada didalam catatan.. biadab sekali..

Jam 4.45 aku keluar dari kos.. suasana masih gelap dan dingin sekali.. didepan kosku aku lihat beberapa anak maba berlari menuju kampus.. tapi aku berjalan santai sambil merokok.. didepan gang ada seseorang berdiri memakai pakaian hitam bertuliskan panita ospek dibelakangnya, tiba-tiba orang itu berbalik.. ternyata orang itu mas danis.. melihatku berjalan santai sambil merokok dari dalam gang, mas danis berlari kearahku..

“Matikan rokokmu sekarang, didepan banyak panitia, sampai depan gang kamu harus berlari kedalam kampus, ikuti semua perintah panitia dan jangan melawan, setiap pelanggaran akan dikenai hukuman yang berat, panitia keamanan yang mengambil alih hukuman…” kata mas danis.. aku lihat samar-samar matanya merah tanda dia mabuk dan tidak tidur semalaman, bau alcohol juga tercium dari mulutnya.. aku melihat sisi lain dari mas danis.. tatapannya tajam dan wajahnya terlihat mengeluarkan aura yang menakutkan..

“Iya mas.. terimakasih infonya..” aku pun mematikan rokokku..

Dia pun berbalik dan menuju jalan didepan gang, sampai depan gang dia berbalik melihat kearah dalam gang dan dia pun berteriak..

“Itu yang didalam gang keluar cepat.. lari.. jangan lelet.. bajingan kamu semua.. anak teknik tapi lamban.. CEPAT LARI KESINI…”

Aku kaget dengan teriakan mas danis.. aku cepat berlari kedepan gang, rupanya dibelakangku banyak juga yang berlari menuju jalan depan kampus.. dan saat aku dan yang di belakangku mau masuk kedalam kampus tiba-tiba kami di teriaki lagi..

“Siapa yang suruh masuk kedalam.. baris disini.. kalian terlambat.. sekarang jam 04.55” mas danis terlihat melotot dan marah..

“Cuukkk kan masih kurang 5 menit lagi.. kok bisa terlambat..”ucapku dalam hati

Kami berbaris didepan mas danis.. mungkin ada sepuluh anak.. sedangkan didepan kampus kulihat berbagai macam hukuman kepada maba.. ada yang berjalan jongkok, push up, yang membawa sepeda motor dituntun, yang bawa sepeda onthel dipanggul, yang membawa mobil didorong dibantu maba lainnya..

“Kalian belum apa-apa sudah terlambat.. gitu mau jadi anak teknik.. bajingan kamu semua.. taruh karung kalian disamping kalian masing-masing..” mas danis lalu berjalan pelan kearah kami sambil menatap garang..

PLAK..PLAK..PLAK..

Kami ditampar satu persatu.. iya ditampar.. panas rasanya pipiku.. tapi aku tetap berdiri dengan santai.. sedangkan disebelahku terdengar agak gemetaran..

“Ada yang tidak terima.. ayo maju kedepan.. kita duel satu-lawan satu..” ucap mas danis.. kami semua berdiri mematung tidak ada yang bergerak..

BUHG..BUGH..BUGH..

Mas danis menendang kami satu persatu.. semua roboh.. tinggal aku saja yang berdiri.. aku sempat agak menunduk memegang perutku karena sakit.. tapi berdiri lagi..sedangkan yang lain tertidur sambil memegang perutnya.. kenapa mas danis main fisik ke aku juga ya? kuat sekali lagi tendangannya.. Aku kan teman kosnya.. apa dia ada dendam sama aku..? atau ga suka sama aku selama dikosan..? tapi ya sudahlah.. semua yang dianggap terlambat kena hukuman masa aku tidak.. sekarang tinggal aku sendirian dan berdiri dengan tegak.. sedang yang lain tertidur sambil memegang perutnya..

BUGHH…

Tiba-tiba ada satu panitia yang berlari kearahku dan memukul wajahku.. aku sempat limbung kebelakang.. tapi aku menahan tubuhku memakai kaki kanan.. jadi posisiku seperti memasang kuda-kuda.. lalu aku kembali berdiri tegap.. topi kerucutku jatuh ketanah..

Kulihat mas mas danis marah besar matanya melotot seperti mau keluar.. tangan nya mengepal sampi bibirnya bergetar..

“Bangsat kamu.. beraninya kamu mengambil alih maba yang aku hukum..” sambil melayangkan sebuah pukulan..

BUMMMMPPP..

Orang yang memukulku tumbang dengan satu pukulan telak dirahangnya.. dia pun tergeletak.. pingsan.. mas danis pun memerintahkan panitia bagian kesehatan untuk mengangkat panitia yang pingsan ini.. kami yang melihat kaget.. ngeri juga pukulan mas danis ini..

“Kamu semua yang tertidur cepat bangun dan berbaris lagi atau kuinjak lehermu satu persatu..” perintah mas danis sambil emosi.. mereka pun berdiri sambil memegang perutnya.. mereka semua berbaris kembali disampingku.. aku merasakan ada yang asin ditepi bibirku.. bangsat.. ini darah.. orang tadi memukulku sampai berdarah… bajingan…

“Sekarang kalian jalan jongkok masuk kedalam kampus.. ikuti petunjuk panitia didepan.. nanti kalian akan di arahkan kemana.. pakai perlengkapan kalian lagi.. cepat…!!!” perintah mas danis langsung berjalan didepan meninggalkan kami… dan aku mengambil topi kerucutku lalu memakainya kembali..

Cuukkk.. ini hari pertama ospek dan aku belum masuk sampai kedalam kampus, sudah mendapatkan sebuah tamparan, tendangan diperut dan pukulan diwajah.. apalagi didalam, dapat hukuman apa lagi kami.. gila ini mau kuliah apa mau jadi tahanan.. bajingan..

Aku berjalan jongkok bergabung dengan seratusan orang yang dibilang terlambat oleh panitia.. padahal tadi kami semua yakin kurang 5 menit waktu yang ditentukan panitia.. kami berjalan jongkok kearah lapangan..

Dilapangan aku lihat maba sudah berkumpul semua, kalau lihat dari pengumuman jumlah mahasiswa yang diterima kemarin, berarti ada sekitar 2000 maba yang ikut dalam ospek ini.. gila banyak banget orangnya..

“Itu yang terlambat… berdiri dan gabung dengan teman-temannya dilapangan.. CEPATT LARI…” teriak mas raimond lewat speaker dari tengah lapangan..

“Kalian disini bukan untuk bersenang-senang.. kalian disini datang untuk mengenal kehidupan kampus seperti apa.. ikuti perintah panitia dan laksanakan.. kalau sampai ada yang berbuat kesalahan apapun bentuknya, kalian akan berhadapan dengan saya dan anggota kemanan lainnya.. PAHAM..!!!!” teriak mas raimond.. aku melihat aura mas raimond beda seperti biasa dikos.. disini mereka terlihat garang dan tidak ada senyuman, dia terlihat gagah memegang mikrofon..

“PAHAM KANDA..” teriak maba.. oh iya untuk panggilan kepanitia kami diwajibkan memanggil kanda untuk yang cowo dan yunda untuk yang cewe.. sedang kami dipanggil tole untuk yang cowo dan nduk untuk yang cewe..

“panitia keamanan masuk semua kelapangan cek semua perlengkapan tole dan nduk.. kalau ada yang dibawa selain yang ditugaskan seret kedepan.. kalau ada yang kurang tugasnya seret juga kedepan.. selesaikan kalau ada yang melawan..” perintah mas raimond selaku koordinator keamanan..

Anggota keamanan pun masuk kedalam lapangan memeriksa perlengkapan kami sambil berteriak..

“WOOOIII TUNDUK KALIAN SEMUAA.. BAJINGAN KAMU SEMUA..”

“BUKA PERLENGKAPANNYA MASING MASING”

“APA KAMU LIHAT-LIHAT PANITIA NANTANG YA..”

BUGGGGHHHHH

Satu maba jatuh akibat dihajar panitia karena dianggap menantang.. terdengar semua panitia keamanan berteriak kepada kami.. sambil menunduk aku sempat melirik kedepan.. kulihat ada bebarapa maba tumbang akibat pukulan dan tendangan panitia keamanan.. bau alcohol tersebar dari mulut panitia keamanan.. mata mereka merah semua.. aku lihat semua panitia keamanan menyebar dan memeriksa perlengkapan para maba.. aku lihat ada bowo disana..

“Wahh.. bowo jadi panitia keamanan.. bajingan juga berarti dia…” ucapku dalam hati.. dia melihatku tapi cuman berjalan melewatiku.. dia kearah lia dikelompok sebelah dan memeriksa kelengkapaannya..

“Sempat-sempatnya kamu pacaran wo.. assu..” ucapku dalam hati..

“Jomblo ga boleh iri bang..” sahut jago sambil tidur santai..

“Assuu.. sempat-sempatnya kamu komentar go.. tidur sana..” kupukul pelan kepalanya seolah aku membersihkan celana, biar tidak ada panitia yang curiga..

“Aduhhh.. jahat bener kamu bang.. iya aku tidur…” jawab jago

“Ngapain kamu bersihkan celana..?” Tanya seorang panitia mengagetkanku kepadaku..

“Ngga pa-pa kanda.. cuman ada pasirnya sedikit..” jawabku..

“Ambil karungmu maju kedepan..” perintahnya..

“Aku salah apa kanda.. perlengkapanku lengkap.. kenapa aku disuruh maju..?” jawabku kesal..

“Kamu nantang panitia ya..?” tanyanya sambil mengangkat kerah depan pakaianku menggunakan dua tangannya, posturnya lumayan tinggi jadi aku terangkat.. dia menatatapku tajam.. aku ga mau kalah kutatap matanya dengan tajam dan gigi yang menggeretak.. kami saling berpandangan..

“Bangsat nih orang..” ucapku dalam hati.. tanganku terkepal.. kalau bukan karena janjiku pada ibuku sudah kuhajar rahangnya..

“Turunkan dia.. biar aku urus berandalan satu ini…”kulihat mas akbar dibelakang orang ini.. dia langsung menurunkanku dan meninggalkan aku..

BUGGGHHHH…

Tiba-tiba mas akbar memukul perutku kencang sekali..

“Cuukkk.. sakitnya perutku…” aku bergumam pelan sambil tertunduk memegang perutku, aku yakin mas akbar dengar aku bergumam.. bajingan.. belum terisi makanan sudah dua kali terkena hajaran diperut pagi ini..

Dia lalu mengangkat kerahku dan menatap mataku tajam

“Kalau kamu sekali lagi berurusan dengan panitia keamanan.. kubantai kamu..” kata mas akbar sambil melotot kepadaku.. lalu dia menurunkan tangannya, berbalik dan meninggalkan aku.. dua orang kosku sudah yang memukulku pagi ini.. punya dendam apa mereka sih.. assuuu..

Kulihat pemeriksaan selesai.. panitia keamanan keluar dari barisan maba.. dan mereka menarik maba yang tidak menjalankan tugas keluar barisan, dan mengumpulkannya jadi satu.. punyaku kenapa tidak ada yang periksa.. tau gitu aku ga usah susah-susah memasak mie dan buat telur tadi pagi.. dan aku ga perlu manjat pohon jambu tengah malam untuk mengambil tangkai dan daunnya…

“Yang melakukan kesalahan bawa kemarkas keamanan..”perintah mas raimond..

“Cukup sekian perkenalan pagi ini dari kami panitia keamanan.. ingat sekali lagi.. kami ada dimana-mana dan mengawasi gerak-gerik kalian sampai selesai acara ospek.. jadi jangan macam-macam kalau ga mau berurusan dengan kami.. SELAMAT PAGI..” ucap mas raimond dengan lantang dan pergi meninggalkan lapangan..

Kulihat panitia keamanan sebagian menggiring maba yang bermasalah meninggalkan lapangan kearah markas keamanan.. sebagian lagi berdiri menyebar keseluruh pinggir lapangan sambil mengawasi kami..

“Selamat pagi tole-tole dan nduk nduk..” ucap pembawa acara dengan suara lembutnya.. ya dia seorang wanita cantik yang aku temui pertama kali dikos barbara.. waktu itu dia berpacaran dengan ‘penjaganya’ didepan teras.. manis sekali senyumnya pagi ini..

“Setelah ini kalian istirahat sebentar silahkan membuat lingkaran sesuai kelompoknya masing-masing…. Ayo kanda dan yunda bina damping.. tolong diarahkan kelompoknya masing-masing” ucapnya..

Aku mengambil karung dan berbaur dengan kelompokku.. terlihat mba amel mendatangiku.. dia menggunakan pakaian hitam yang sama dengan mas danis tadi.. oh rupanya semua panitia menggunkan pakaian yang sama ya.. baru nyadar aku..

“Kenapa kamu telat barusan..? kamu ketua kelompok.. kamu bertanggung jawab terhadap kelompokmu..”ucapnya sambil menatapku tajam.. aku lihat wajahnya berubah drastis, lain dari pada kemarin yang centil dan murah senyum.. sekarang wajahnya terlihat serius dan tegas..

“Aku dihukum didepan yunda.. aku diangap terlambat padahal aku datang kurang 5 menit dari jadwal yang ditetapkan panitia..”ucapku membela diri

“Jadi menurutmu panitia salah..? aku kasih tau ya ke kamu.. ada dua pasal tentang panitia, pasal pertama panitia tidak pernah salah dan pasal kedua kalau panitia salah kembali kepasal pertama.. paham..” kata mba amel sambil melotot..

“Iya yunda..” jawabku sambil menganggukan kepala..

“Peraturan apa ini.. seenaknya aja dibuat.. bajingan panitia ini..” ucapku dalam hati yang sangat jengkel

“Itu kenapa bibirmu berdarah? Apa karena dipukul mas akbar barusan..?” Tanya mba amel, kalau melihat dari tatapannya, aku yakin dia khawatir denganku..

“Ga pa-pa yunda.. tadi aku terjatuh waktu berangkat kesini, aku kurang hati-hati..” ucapku sambil berbohong kepadanya..

“Kamu itu… cepat bersihkan..” kulihat dia ga puas dengan jawabanku sambil menyerahkan sapu tangannya…

“Ga usah yunda.. aku bisa bersihkan sendiri..”lalu aku bersihkan dengan jempolku..

“Pake ini.. lihat itu masih ada darahnya.. cepat..” dia memaksaku untuk memakai sapu tangannya, dari pada menimbulkan perdebatan dan memancing panitia keamanan datang, akhirnya kuambil dan membersihkan darahku menggunakan sapu tangannya.. lalu kuserahkan kembali..

“Terimakasih dan mohon maaf yunda sapu tangannya kotor..”diambilnya sapu tangannya dan dimasukkan kekantong..

“Sekarang balik kebarisan kelompok…” perintahnya..

Sebelum balik kekelompok.. aku sempat melihat mas danis dan mas akbar diatas gedung lantai dua.. mereka mengawasiku sambil melihat situasi lapangan..

Kelompok kami dibagi dua dan berhadapan.. kami dalam posisi duduk.. aku berhadapan dengan ratih.. seorang cewe berjilbab.. cantik dan manis.. dan dia jurusan industry.. bagai mana aku tau? Aku membaca dari papan nama yang tergantung dilehernya.. oh ini maksudnya disuruh buat papan nama.. kami saling bertatapan.. dan dia tersenyum kepadaku.. ya paling ngga senyuman ratih ini mengobati kekesalanku setelah terkena hajar dari panitia kemanan tadi..

“Bang..”

“Sekali lagi kamu bersuara, ta keplak ndasmu..” ancamku kejago

“Iya iya bang.. baperan banget sih..”

“Oke sekarang yang laki-laki buka topi kerucutnya dulu.. setelah itu silahkan kalian buka karung kalian masing-masing.. mie, telur dan apelnya dikeluarkan..” ucap mba amel..

Kami membuka topi kerucut masing-masing.. aku sempat melihat yuda dan surya di sampingku.. aku baru sadar sekarang.. padahal semalam kami potong gundul bareng ternyata yang kayak pentol korek bukan aku aja tapi teman-temanku juga.. hahaha.. assuuu.. kulihat dibarisan ini tidak ada aldo.. kemana ya manusia satu itu..

“Sandi.. silahkan pimpin berdoa.. setelah itu kalian makan saling suap suapan dengan pasangan kalian masing-masing..”ucap mba amel..

Akupun memimpin berdoa..

“Ya Tuhan terimakasih atas nikmat yang Kau berikan pada kami pagi ini.. walaupun kondisi kami yang laki-laki seperti pentol korek dan yang perempuan seperti ondel-ondel.. kami menikmati dengan iklas dan bersyukur karena masih bisa diberi nikmat sarapan.. semoga setelah sarapan kami tetap diberi kekuatan, keiklasan dan kesabaraann..”

“AMIIINNN..” sahut teman-temanku..

Mereka semua menahan tawa mendengar doaku.. loh.. emang ada yang salah dengan doaku.. aku kan lagi bersyukur kepada Penciptaku.. mba amel pun terihat melotot.. tapi kulihat dia juga menahan tawa sambil melihat sekeliling takut kalau panitia keamanan mendengar doaku.. bisa tambah panjang urusannya..

Akun duduk berhadapan dengan ratih..dan kami saling memandang .. samar-samar terdengar alunan musik dan kamipun bernyanyi lewat tatapan sendu kami

(Suaraku)

Pandangan pertama.. awal aku berjumpa..
pandangan pertama.. awal aku berjumpa..

seolah olah hanya.. impian yang berlalu..
sungguh tak kusangka.. dan rasa tak percaya..

(Suara ratih..)

cowok setampan dia.. datang menghampiriku..

hampir-hampir aku.. tak sadar di buatnya..

Jeng..jeng..jeng..jeng..

 

“Asssuuu.. bedebah.. sempat-sempatnya kau bernyanyi anak muda..” kata mahluk itu datang lagi..

“Untung aku nyanyi aja.. kalau aku nari disini.. apa ga tambah gempar dunia khayangan..” jawabku cuek…

“Baajingan kau.. hahahahaha..”

[table id=iklanlapak /]

Cuukkk aku menyuapi ratih yang cantik ini dan dia menyuapiku dengan tangan tanpa menggunakan sendok.. ini nih yang aku suka.. coba acara ospeknya gini aja isinya bahagia banget aku..

Aku lihat disampingku yuda dan surya berhadapan.. mereka pasangan yang akan saling menyuapi.. nikmatin tuh suap-suapan sesama pentol korek.. hahaha.. assuuu..

Aku pun memimpin berdoa.. dilanjutkan suap suapan dengan ratih.. secara bergantian.. cuukk.. waktu kusuapin sempat tersentuh bibirnya.. lembut banget cuukkk.. dan waktu dia menyuapiku tangannya pun menyentuh bibirku.. assuuu.. tangannya putih.. bibirnya.. lembut.. seperti agar-agar kelapa muda.. hemmm,…. Tangan sama bibirnya nya aja gitu apalagi dalemannya ya..

“Kita cek kah malam ini bang..” ucap jago..

Kutampar kepala jago…, seperti biasa membersihkan celana supaya ratih ga curiga..

“Aduh.. sakit bang kenapa ditepes kepalaku…”

Kutampar sekali lagi

“Iya aku diam.. tapi awas kalau kamu mikir mesum lagi bang..”

Oh iya kenapa juga aku berpikiran mesum kasian jago yang kena imbasnya..

“Maaf ya jago..”

“Biadab kamu bang..”

 

Aku menyupai ratih sambil melirik ke arah yuda dan surya.. ketika menyuapi sengaja tangan kiriku memegang dagunya ratih dan tangan kananku menyuapi dengan perlahan seperti ditivi-tivi.. dan kubuat mataku merem melek seolah-olah ratih mengisap jari telunjukku.. yuda dan surya yang melihat kejadian itu menatap sambil melotot dan ngedumel.. kalau kuterawang lewat ilmu yang diajarkan kijoko pintar.. terlihat dari bibirnya mereka mengucapkan satu kalimat pujangga “asssuuuu…” hahahahaha…

Waktu giliranku disuapi ratih.. aku menerima suapan ratih lalu membuat gerakan memajukan bibirku seolah-olah lagi ngemut putting ratih.. dan kubuat gerakan mengeluarkan lidah ku sedikit seperti menjilat.. yuda dan surya makin emosi.. kulihat yuda jengkel dan menggigit telunjuk surya.. asssu… surya lalu menepes kepala yuda menggunakan tangan kiri.. hahahhaha..

Setelah makan, kami lanjutkan minum segelas aqua yang dibagi panitia.. kami minumnya satu gelas berdua.. ratih minum dulu, setelah itu aku yang menghabiskan minumannya, aku meminum tepat dibekas bibir ratih.. aku merasa seperti mengulum bibirnya.. sekali lagi kulihat yuda dan surya yang memperhatikanku dari tadi.. kuputar seluruh permukaan gelas lalu menjilatnya.. mereka hanya meneguk liur dan melotot.. apa mungkin mereka mau berubah menjadi ranger hitam dan ranger kuning ya? Hahahaha…

“Ayo semua berdiri kita baris lagi.. kita bersiap untuk upacara pembukaan..” perintah mba amel..

Waktu aku berdiri aku menyapa yuda dan surya ..

“Enak ya makannannya hari ini.. special banget rasanya.. seperti ada mainis-manisnya gitu..” ucapku pada mereka dengan tampang tidak berdosa….

“Asssuuuu..” kata mereka berdua kompak..

“Jangan marah ke aku dong.. kan memang sudah ditakdirkan kalau orang ganteng pasangannya cantik.. kalau hom-hom ya pasangannya hom-hom.. hahahahaha” kataku sambil tertawa..

“Enak kamu dapat perempuan cantik san.. lah aku dapat pasangan kayak opletnya sidoel.. tua dan berkarat.. bisa keracunan aku disuapin dia..” kata surya..

“Assuuu.. ngomongmu aja keracunan.. tapi kenyataannya kamu malah jilatin tanganku pake nafsu gitu..” kata yuda..

“Juancoookk.. bedenggek.. bisa kesurupan aku jilat tanganmu.. assuuu..” kata surya..

“Hahahaha..”kami bertiga tertawa bersama

“Loh aldo kemana..? kok ga kelihatan..?” tanyaku

“Aldo dibawa ke markas keamanan.. tadi topi kerucutnya hilang waktu perjalanan kekampus..”ucap yuda..

“Kasihan juga ya..” ucapku..

Surya hanya mengangguk pelan..

“Itu aldo..” kata surya sambil menunjuk aldo yang berjalan kearah kami..

Kulihat jalannya agak lain, dia agak pincang dan mukanya kusut..

“Kenapa kamu do..? habis sarapan apa disana..?” Tanya yuda..

“Sarapan kaki sapi..” kata aldo

“Wah enak dong.. kita disini aja cuman makan mie sama telor terus makan apel..” kata yuda..

“Enak kepalamu.. kaki sapi itu kakinya panitia keamanan.. waktu aku disuruh skot jump, pas loncat pahaku diinjak dari samping.. aku kehilangan keseimbangan dan aku jatuh..” katanya jengkel..

“Bangsat enak betul panitia keamanan itu ya..” gerutu yuda yang ikut jengkel

“Waktunya kita berubah teman-teman.. pasukan rita repulsa sudah mulai bertingkah..” kata surya sambil melihat kami

“Woiii pasukan guatel.. jangan bertindak tanpa perintahku ya..” samar-sama suara zordon terdengar dari atas langit..

“Ayyayayaya…” suara alpa menyahut

Aku, yuda dan surya saling berpandangan, kami cuman geleng-geleng aja dengar cerita aldo sahabat yang satu ini..

Acara hari pertama diisi upacara pembukaan, materi oleh pihak rektorat, terus nyanyi-nyanyi.., terus istirahat dan melakukan ibadah.. kepalaku pusing siang ini, bukan karena efek pukulan dari panitia keamanan, tapi karena aku ga minum teh.. mau gila aku rasanya..

“Pur.. sini sebentar..” mba amel memanggilku..

“Kenapa yunda..”jawabku..

“Ikut aku sebentar kebelakang…” aku mengikuti mba amel kebelakang..

Tiba-tiba mba amel mengeluarkan sesutau yang membuat aku bahagia sekali..

Mba amel mengeluarkan 2 teh kotak..

“Terimakasih yunda.. terima kasih…”

“Terimakasih Tuhan.. Kau telah aku mengutus seorang malaikat yang cantik disini..” aku mengambilnya satu dan meminum air kehidupanku ini..

Mba amel tersenyum mendengarnya dan kulihat dia seperti aneh melihat ekspresiku meminum teh kotak pemberiannya…

Aku menikmati setetes demi setes cairan teh ini yang masuk kedalam tenggorokan dan dialirkan keseluruh pori-pori tubuhku.. aku menikmati sambil merem melek dan mendesah..

“Kok kamu kayak ngemut nenen gitu sih ekspresimu minum teh…” kata mba amel..

“Yunda mau diemut kah nenennya..?” ucapku reflek.. langsung kututup mulutku yang lancang ini.. cuuukkkk keceplosan.. kutampar pelan bibirku..

“Apaaaa…..?” kata mba amel melotot..

“Ngga yunda.. maaf.. aku terlalu menikmati minum teh sampe ga sadar ngomong apa.. maaf ya yunda.. maaf sekali..” ucapku sambil tertunduk.. cuukkk kenapa aku keceplosan..

“Kurang ajar.. memang betul-betul mesum tingkat tinggi kamu sur… wuuuu..” kata mba amel sambil menempeleng pelan pipiku.. bukan menempeleng sih yang aku rasakan.. tapi seperti membelai mesra.. aku sange aja bawaannya kalau dekat mba amel kayak gini…tangannya lembut banget cuukkk.. itu kalau sempat megang jago.. paling baru dibelai sekali langsung crottttt itu sijago…

“Assuuu.. aku ga selemah yang kau pikirkan bang.. ayo kita buktikan sekarang..” kata jago tidak terima..

“Ngga lah go.. cuman bercanda aja aku itu..” kataku

“Candaanmu menghina harga diriku bang.. mau ditaruh dimana mukaku ini.. gimana omongan pembaca forum ini kalau mereka menerima mentah-mentah omonganmu.. biadab sekali kamu bang…” kata jago

“Slow go..slow aja.. baper amat…” kataku..

“Assuuuu..”

“Maaf yunda.. maaf.. dari tadi pikiranku tegang terus..” kataku mencoba membela diri

“Hemm.. ya udah.. oh ya.. ga usah panggil yunda kalau berdua..”

“Kalau teh kotak aku bisa kasih, tapi kalau rokok minta keamanan sana..”ucap mba amel..

“Cari mati aku mba kalau minta rokok kekeamanan.. dapat teh kotak aja aku dah bersyukur banget..”

“Nih satu kotak lagi habisin..”

“Loh bukannya buat mba yang satu?”

“Aku itu gampang.. kamu aja minum..”

“Terimakasih mba cantik.. terimakasih..” ucapku menggombal sambil meminum satu teh kotak lagi… untung dikampus.. kalau diluar langsung kupeluk sama kusosor bibirmu mba.. heeeemmm… gemes aku..

“Kalau dah habis.. cepat balik kebarisan ya.. aku duluan.. ga enak kalau ada yang lihat..” ucap mba amel, langsung pergi meninggalkan ku sendiri..

Aku melihat mba amel berjalan dari belakang.. bokongnya lenggak-lenggok seperti penari yang mengundang kami untuk datang dan menyawer.. itu gesekan antara bokong kanan dan bokong kiri pasti merdu kalau kita mendengarkan sambil menempelkan telinga pas ditengahnya.. hahahaha.. assuu.. mikir apasih aku ini.. dah dikasih teh kotak malah mikir mesum lewat otak kotor jago..

“Bajingan kamu bang… otakmu yang rusak dan mesum, malah aku yang dibawa-bawa..” kata jago tidak terima..

“Terimakasih sekali lagi mba..” ucapku..

Diapun berbalik dan menolehku

“Ini ga gratis.. nanti aku tagih gantinya..” ucapnya sambil mengerlingkan mata sebelah kiri.. dan langsung pergi..

“Cuukkk… ini betina yang menggoda kita dikamar kos barbara yang waktu itu ya bang..?”

“Iya go..” kataku sambil mengelus pelan kepala mahluk kesayanganku ini..

“Main kesana lagi yo bang.. siapa tau dapat rezeki..”

“Kita lihat nanti go.. aku mau focus ospek dulu..”

“Siap.. kapanpun abang kesana jago akan mengawal dengan sepenuh hawa nafsu.. hahaha..”

“Assuu.. hahaha..”

Kegiatan hari ini dilanjut dengan materi.. terus nyanyi-nyanyi.. terus diplonco.. terus materi lagi.. begitu terus sampe harga dolar Indonesia bisa mencapai harga dua ribu rupiah lagi.. capek dan menguras energy.. belum lagi pas materi ada yang mengantuk biasanya dipanggil keamanan dan diseret kelapangan terus dikasih hukuman..

Acara hari ini sampai jam 9 malam, kami dikasih tugas lagi untuk dilaksanakan besok pagi.. dan besok kami disuruh datang jam 5 pagi lagi..

#Cuukkk.. hari ini kesabaranku benar-benar diuji…

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 10 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 10 – BERSAMBUNG
Sebelumnya ( Part 09 ) | ( Part 11 ) Selanjutnya