. Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01

0
614
Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01

Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01

Part 01 – Pengganggu

“Kita ketemunya 25 loh..” kata seorang wanita yang duduk didepanku yang baru beberapa hari ini jadi kekasihku

“ha..? Maksudnya..??” jawabku bingung sambil membakar rokok Marlboro merah kesukaanku

“menurut hitungan jawa kalau tanggal lahirmu dan tanggal lahirku dijumlahkan itu ketemunya 25” jelasnya

“ha..? terus hubungannya apa?” kali ini kupandang wajah manis wanita ini serius.. sambi mengisap dalam dalam rokok putihan yang nikmat ini

“uhuk.. uhuk.. rokokmu itu loh mas.. ga enak betul bau asapnya…kurang kuranginlah rokokannya” omelnya yang terkena asap rokok diwajahnya

“hehehe.. iya.. iya.. lanjut lagi lah ceritanya..” ucapku supaya dia berhenti mengomel tentang kebiaasan merokokku
“iya kulanjut.. tapi kalau merokok sebatang lagi aku pulang..” ancamnya

Aku sih mengangguk aja dari pada panjang urusannya..

“jadi gini.. kalau ketemu 25 itu artinya ketemu mati..” ucapnya serius..

“ha..? apa sih maksudnya?” kuerutkan dahiku sambil menatap tajam kematanya..

“ha ho ae ket mau.. kok iso yo aku pacaran karo sampean seng plonga plongo ngene mas?” (ha ho aja dari tadi.. kok bisa ya aku pacaran sama kamu yang gampang bingung gini mas) jawab pacarku sambil geregetan

“cuuuk.. plonga plongo jare..” (cuuuk itu plesetan cok yang artinya sayang yang berasal dari daerah timuran jawa, itu sih menurutku loh ya artinya.. Karena menurutku cok itu tergantung dari situasinya kita mengucapkan, berbeda pula artinya..hehe..) kugaruk garuk kepalaku sambil mikir, aku kan bingung tiba tiba dia bercerita 25, terus dikaitkan dengan tanggal lahir, terus dikaitkan dengan hitungan jawa terus ketemu mati.. apa ga plonga plongo aku akhirnya.

“lanjutkan ceritanya de..”

“ketemu mati itu artinya kalau kita melanjutkan hubungan ketahap selanjutnya yaitu kepernikahan, dalam satu tahun salah satu diantara kita ada yang meninggal, kalau bukan salah satu diantara kita, orang tua atau saudara kandung kita atau bisa juga mati rezeki. Jadi hidup kita berdua kedepannya akan bener bener banyak musibah yang akan datang. Secara garis besar begitu sih yang aku dengar cerita dari keluargaku.” Jawabnya sambil sedikit menundukkan wajahnya. Kulihat tiba-tiba raut wajahnya terlihat sedih dan kecewa, berbeda pada waktu kedatangannya yang terlihat berbunga bunga dengan senyum yang manis dibibir tipisnya. Mendengar begitu mematikannya angka 25 yang diceritakan keluarganya itu, kelihatannya dia mulai agak ragu untuk melanjutkan hubungan sebagai kekasihku.

“elehhh.. opo ae seh..?” (kenapa sih..?) “ gitu aja dipercaya.. kita jalanin aja lah dulu.. hidup dan rezeki bukan manusia yang ngatur.. yang penting itu yakin.. kalau sudah yakin apapun masalah didepan pasti bisa dihadapi.. yakin tuhan akan bantu dan yakin kita bisa lewati.. yang penting yakin loh ya.. kalau ragu ya sudah, kita pasti akan dihajar oleh ketakutan-ketakutan kita sendiri..” ucapku sambil mematikan rokok yang tinggal sedikit lagi kena filternya.

Ku ambil tangan kirinya dan kuangkat sedikit dagunya sambil kuelus lembut pipinya, “aku sayang kamu dan aku yakin bisa melalui semua bersamamu, asalkan…. “ kukecup pelan keningnya..

“asalkan apa..?” dia menatapku dengan lembut..

“asalkan kamu yakin..” jawabku..

“gimana de..?”

“iya mas.. aku juga sayang kamu dan aku yakin.. semoga ini cuma mitos aja ya .. ” jawabnya, walaupun masih ada tinggal sedikit keraguan diwajahnya..

Kudekatkan wajahku, kukecup lembut bibirnya.. perlahan namun pasti dia membuka sedikit bibirnya sehingga bibirku bisa lebih dalam menciumnya, bibirku yang semula kering menjadi basah akibat pertukaran liur kami, kubelai pipinya dan kutarik dia dengan lembut agar tubuhnya semakin mendekat dan memeluknya sambil mengelus punggungnya. Sengaja aku tidak memasukkan lidahku karena aku takut dia tidak menyukainya.. ini ciuman keduaku kepadanya setelah jadian, pertama kali aku menciumnya ya waktu jadian.. dan itu adalah cium pertama baginya atau istilah kerennya first kiss, sedangkan aku? ga tau yang keberapa kali hehehe..

“bau rokok..” dia melepaskan ciuman dan memundurkan kepalanya..

“sambil ngemut permen yuk ciumannya.. ntar ga bau rokok lagi kok..” rayuku sambil memasang muka mesum..

“emoohhhh… (ga mauuu..)” jawabnya sambil memeletkan lidahnya..

“emoh temenan ta iki..? (ga mau beneran kah ini)?”

“emang ga bau lagi kalau sambil ngemut permen..?”

“iya.. ga bau sama lebih enak ciumannya..”

“beneran..??”

“ciyussss.. “

Langsung kuambil permen dikantongku, kubuka, kuemut, kudekatkan lagi bibirku kebibirnya..

TOK..TOK..TOK.. pintu kamar kosku digedor

SANDI.. SANDI.. GA KULIAH TA COK??

#Cuukkk… Ganggu aja manusia satu ini

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01 | Perjalanan Mengejar Cita Cita dan Cinta Part 01 – BERSAMBUNG

Selanjutnya (Part 02)

Cerita Terpopuler