. Peluk 20 Detik Part 19 | Kisah Malam

Peluk 20 Detik Part 19

0
57
PELUK 20 DETIK

Peluk 20 Detik Part 19

Legato 3 : Versus

Aku membuka pintu dan rianti sudah berganti pakaian menggunakan kaos dan hotpants berbahan denim.

RIANTI : katanya mau jalan jalan
ANGGA : oh iya bentar aku ganti baju dulu

Rianti masuk ke room ku dan duduk di bed , aku mengambil helai pakaian dan menuju kamar mandi ,
Setelah berganti baju aku menghampirinya yang sedang mengotak ngatik kameranya

ANGGA : yuk
RIANTI : ok

Kami berlalu menuju pinggir pantai , bangunan terbuat dari kayu dan bambu itu semarak dengan lampu warna warni , beberapa warga negara asing tampak hadir disana bermain bilyard dan menikmati beer di botolknya masing masing , aku memesan kopi sedang rianti satu botol kecil beer dingin , cukup wow sih , tak kusangka dibalik perangainya yang kalem si ibu muda ini punya banyak kejutan . kami memilih duduk di bangku kayu menghadap pantai dimana terpasang beberapa obor yang menyala disana , membuat suasana remang , sayup sayup terdengan iringan musik ska entah reggae yang mengiringi para WNA berdansa menikmati petang.

ANGGA : wow , ternyata ya , ada alkoholnya juga
RIANTI : ahahhaha , cuman gini doang apa sihh , eh pinjem korek dong
ANGGA : oh , nih
RIANTI : (menyalakan rokoknya ) …. ahhhh enak banget suasananya , aku kira pangandaran itu bupek ahahah
ANGGA : yaaa bupek sih masih tapi sekarang mulai baguslah , apalagi ini Kabupaten baru ya , sarana nya lagi dibangun habis habisan
RIANTI : ahahah jangan bandingin disini sama diluar sana lah ngga
ANGGA : yang bandingin siapa bu heheh (menyeruput kopi yang masih panas ) hmmm panass heuuu
RIANTI : (mengambil kamera dan membidik pantai yang gelap ) , ah susah kalo malem ya
ANGGA : iya
RIANTI : ngga , aku mau ngomong sesuatu
ANGGA : apa ?
RIANTI : sebenernya kamu dengan defi ada hubungan ya ?
ANGGA : what ? oh tidak ahahah mana mungkin
RIANTI : ga usah bohong lah , sikap defi yang dingin terhadap orang lain bisa jadi lunak kalau dia di depan kamu
ANGGA : perasaan kamu aja ah (menyeruput kopi panas lagi , grogi padahal)
RIANTI : o yaa ? jadi kalo mamah muda cantik dengan status istri orang bikinin kopi pagi pagi itu ga ada apa apa? Hmmm
ANGGA : (sruput lagi) , kopi apa ah ?
RIANTI : kopi hitam di pagi hari di meja kamu lah ngaa , emang aku ga tau apa ? ada beberapa pagi aku di kantor kamu aku liat defi rajin banget buatin kamu kopi , tapi langsung pergi lagi
ANGGA : eh , yaa ga tau deh
RIANTI : ga usah pura pura deh ngga , aku juga pernah liat defi kiss kamu di ruangan kamu
ANGGA : (deg !) , oh ya ? heuuu
RIANTI : kalian pacaran kan ?
ANGGA : mmmmm
RIANTI : ngaku dehh
ANGGA : ahhhhhh
RIANTI : (merapatkan duduknya kesebelahku disuasana temaram) mmm siapa sih yang ga suka sama angga , kamu tuh hangat banget (mengelus pipiku)
ANGGA : eh jangan bu
RIANTI : ooo jadi aku ga boleh ya , ahahahah ok ok fine
ANGGA : bukan gitu , ga enak sama bapak , dia baik banget udah biarin kamu urus kerjaan project sama aku
RIANTI : ahh dia dia dia dan dia , emang dia berkuasa tapi ga bisa larang aku kan?
ANGGA : iya tapi maaf , jangan ada pautannya sama aku ya
RIANTI : (mukannya memerah) , jadi aku ga berhak bahagia?
ANGGA : berhak kok
RIANTI : ooh aku tahu , kamu sayang banget sama defi kan ?
ANGGA : ahhh masalah itu …
RIANTI : jadi kalau tidak ada defi aku boleh dong ?
ANGGA : boleh apa ?
RIANTI : jadi milik kamu !
ANGGA : ya ampun segitunya , aku ga bisa ti maaf
RIANTI : defi hebat di ranjang ya ?
ANGGA : Rianti ! apa sih ? !
RIANTI : oh , benar berarti , buktikan sekarang yuk , aku bakalan lebih panas dari defi ayoo (memeluku dan kiss bibirku namun kutolak)
ANGGA : udah !
RIANTI : malu ya disini ? ke kamar aja yuk
ANGGA : hei ! kamu memang cantik dan punya segalanya , tapi kamu ga bisa perlakukan aku seperti ini !
RIANTI : (menunduk dan mulai menangis) angga , kamu ….. memang beda , hhhh aku ngerti sekarang kenapa defi sangat suka sama kamu (menudnduk dan menangis)
ANGGA : maaf , aku anter ke kamar ya , mendingan kamu istirahat , mungkin kamu capek yuk

Aku membayar rupiah untuk minuman yang tadi kita pesan , membimbing rianti yang masih menangis , tangannya menggenggam erat tanganku sambil berjalan hingga di depan pintu kamarnya

ANGGA : istirahat ya (aku masih mencoba tersenyum)
RIANTI : (terdiam namun tidak menangis juga , kemudian menggenggam tanganku ) temenin aku malam ini
ANGGA : maaf aku ga bisa
RIANTI : kamu begitu sayang sama defi ?
ANGGA : kuakui iya , tapi sekarang aku lagi off sama dia
RIANTI : jadi ? ga ada alasan kamu tolak aku (memandangku sayu dengan mata kecilnya)
ANGGA : tapi tetap aku ga bisa , maaf
RIANTI : ada oran lain lagi selain defi ? hmmm kasihan istri kamu
ANGGA : ………….
RIANTI : hmmmm , ok maafkan aku ,
ANGGA : iya ga apa apa , met itirahat yaa
RIANTI : (menggigit bibir bawahnya) iya

Malam ini perasaanku teraduk tak karuan , bagaimana tidak , di kamar sebelah ada seorang lagi ibu muda yang begitu agresif kepadaku , kadang ingin aku melompat dan mengetuk pintunya , tapi semua sirna ketika aku ingat wajah wife ku , sosok Lidya yang masih sakit dan Defi yang ingin coba kulupakan , baru tengah malam setelah habis berbatang rokok dan kopi aku bisa memejamkan mata ini .

***

Matahari mulai masuk di celah jendela ketika aku terbangun , dengan malas aku menuju kamar mandi menuntaskan kewajiban dan cuci muka , lalu kuambil se sachet kopi instan dari tasku dan menyeduhnya , main ke pantai ahh masih pagi masih seger.

Kulihat tidak ada suara dari kamar Rianti , ah aku maju terus menuju pantai , sepi belum banyak manusia yang bermain disana , aku berjalan dengan telanjang kaki masih dengan celana training tidurku dan kaos lecek , di satu sudut pantai kulihat seorang wanita sibuk dengan kameranya , mengenakan kaos putih dan hotpants, mmm rianti tampak ceria pagi ini.

ANGGA : hai bu , udah hunting ajaa
RIANTI : anggaaaa , sini sini foto

Riani mebidikan kameranya ke tubuhku yang masih kaku di pagi hari

RIANTI : senyumm doongg , mana manaa ?
ANGGA : ga bisa difoto ih maluu
RIANTI : ya udah belajar , sini satu dua .. aaa, senyum dong ayo mana mana
ANGGA : ahhh (muka gue malah aneh)
RIANTI : ahahah iya iya gitu gapapa ….

Setelah beberapa jepretan dengan suasana aneh rianti menghampiriku dan memegang tanganku

RIANTI : ayo jalan jalan ngaaa , katanya ga cuman pantai yang bagus disini ya?
ANGGA : iya sih ada green canyon , citumang , batu karas batu layar banyak deh
RIANTI : seharian ini bisa dikunjungin kan ?
ANGGA : bisa aja sih
RIANTI : ya ayo
ANGGA : , eh bu , are you ok ?
RIANTI : mmm hancur sih , tapi minimal belasan jam kedepan aku bisa nikmatin moment sama kamu , cukuplah buat aku
ANGGA : ga aneh aneh kan ?
RIANTI : ahahah gak lah , yuk yuk , ambil motornya
ANGGA : eh belum mandi nih
RIANTI : udahh ga usah pake mandi , cakep kok kaya gitu alami ahahah (menarik tanganku)

Kita berdua menuju memacu si bebek 100 cc dengan kecepatan penuh menuju destinasi pertama yaitu grenn canyon , sunai berwarna hijau yang asri dengan pesona hutan tropis khas pantai indonesia membuat suasana asri yang menyejukan mata , rianti duduk di hulu pesawat dan membidikan kameranya berkali kali , kadang dia mencuri bidikannya ke arahku , ah ada apa denga rianti , perangainya cepat sekali berubah dan tidak mudah ditebak .

Kita sampai ke cukang taneuh green canyon , gua alami dengan karst yang eksotis , kita berenang di hulu sungai yang masih bersih airnya , beberapa kali rianti mencuri pelukan dariku , aku sih biasa biasa saja , namun kulihat dia sangat ceria melakukannya.

Menjelang siang kami menuju citumang , wisata sungai yang masih alami dan hot list ini menjadi tempat kami bermain , meluncur , berenang , loncat dari tebing , bergelantung di akar pohon serasa acara tv my trip my adventure ahahahha , dua bocah ini menikmati hainya dan makan siang di warung biasa aja di dekat pintu masuk tempat wisata , rianti yang baru pertamakali makan di kaki lima tampak urung , namun setelah melihat aku yang kalap makan nasi diapu ikut makan dengan lahap sambil tertawa tertawa

Menjelang sore kita hanya sempat menikmati pantai batu karas , mengambil beberapa foto kesana dan kembali menuju hotel di pangandaran , kembali di cafe bambu pinggir pantai dan diiringi musik ska yang ciamik dan beberapa wna yang berdansa dengan pasangannya.

RIANTI : makasih ya buat hari ini
ANGGA : hmmm , sama sama
RIANTI : besok kita pulang jam berapa?
ANGGA : jam 10 an aja ya ?
RIANTI : ok (mendekatkan tubuhnya dan memeluku, namun aku hanya diam saja) mmmm aku boleh ngomong sesuatu ?
ANGGA : apa ?
RIANTI : seandainya ga ada defi , kmu mau ga sama aku ?
ANGGA : mungkiin saja , semua bisa terjadi kan ?
RIANTI : brarti cuman defi aja kan masalahnya?
ANGGA : apasih ah , udah ga usah bahas lagi , istirahat yuk
RIANTI : yuk , ke kamar kamu ? ahahahha
ANGGA : kamar masing masing lah zzzzz
RIANTI : kirain ngajak ahahaha
ANGGA : (julurin lidah) , maunya kamu itumah

Dan akhirnya kita hanya masuk ke kamar masing masing dan beristirahat .

Pagi ini cuaca tidak secerah kemarin , mendeng menggelayut namun hujan urung turun , perjalanan kami menuju Bandung diiringi teduh dan angin yang cukup dingin , rianti seakan dibuai oleh suasana , memeluku erat diatas motor , tidak banyak bicara , hanya berhenti untuk beristirahat , dan sampai ke Bandung sore hari , rianti sudah dijemput oleh sopirnya di sebuah mall.

***

ANGGA : aahh capekkknyaaa
VIONA : sini pah aku pijitin
ANGGA : ahh makasih banget mah

Malam ini tubuh tua ini memang sangat penat , beruntung wife ku sangat memperhatikan kondisi tubuhku yang mulai renta ahahah , pijitannya sangat berasa , setelah mandi dengan air hangat dan menyantap sedikit roti bakar yang kubawa sebelum pulang ke rumah , teh hangat yang disajikan membuat moodku membaik.

VIONA : kemaren sama rianti ya kesana ?
ANGGA : iya
VIONA : gila ya tuh orang tajir banget pah
ANGGA : iya
VIONA : ngapain aja sih disana ?
ANGGA : yaa ngambil foto sih
VIONA : rianti kaya gimana sih pah orangnya?
ANGGA : mmm apa ya ? ya pokonya tipikal orang kaya lah ahahha
VIONA : iya hmm mamah liat di pathnya juga updatenya di luar negri terus tuh pah wihh
ANGGA : eh , emang temenan ?
VIONA : belum lama sih, dia invite mamah , ya accept aja , gapapa kan ?
ANGGA : ya gapapa
VIONA : kemaren pake apa dia kesana pah ?
ANGGA : dianter sopirnya (boong gw)
VIONA : owwhh
ANGGA : udahan ah pijitnya
VIONA : loh kok ?
ANGGA : anak kita udah tidur ?
VIONA : udah pah
ANGGA : ……….

Aku membalikan badanku dan memeluk wifeku

VIONA :euuuu pantesan nanya udah tidur apa belum
ANGGA : kangen mah
VIONA : aku juga pah , kangen kamu , mmmm perasaan mamah suka ga enak sekarang kalo papah lagi diluar
ANGGA : perasaan kamu aja mah
VIONA : mmmm pengen deh ngedate sama kamu pah berdua aja
ANGGA : yuk , tapi minggu depan aja yuk , ada bonus nih , kita romantis romantisan dinner disana tuhh
VIONA : tempat yang waktu itu pah ? yukk yukk mauuu
ANGGA : siapp ibu ratu , sekarang bapak raja mau …..

Aku mendekatkan bibirku , wife menyambutnya dengan cepat , kiss aku dengan rakus , tanpa komando diapun langsung menarik tubuhku menuju kamar , menjatuhkan tubuhnya sendiri membelakangiku , wife yang hanya mengenakan piyama 1 pcs begitu sexy terlihat dalam pose telungkup , perlahan kunaikan piyamanya , paha putihnya sangat menggodaku untuk mengelus kemudian menciuminya , ssshhhh “papahh gelii itu kumis sama bewoknya belum dicukur “ aahhhhh , wifeku merintih menahan geli yang sangat ketika aku mulai memegang bongkah pantatnya menaikan seluruh piyamanya hingga terlepas seluruhnya , kini wife tanpa selembar benangpun di hadapanku dalam posisi masih menelungkup , hmmm rupanya dari tadi memang sudah ga pake daleman lagi.

Aku membuka pakaianku dengan cepat , memeluk wifeku yang masih menelungkup dan mulai menciumi lehernya yang jenjang dan ditumbuhi bulu halus , perlahan penisku yang sudah menegang sempurna menyusup diantara bongkahan pantatnya dan menusuk V nya perlahan , pelan dan pasti kini P ku mulai masuk ke V nya , dalam posisi ini V wife sangat terasa sempit ,hingga aku perlu menarik dan mencabutnya kembali hingga bisa keluar masuk dengan pas , wife memejamkan matanya , kupegang sebelah dadanya dari belakang sambil mulai melakukan penetrasi yang konstan
Wife tampak posisi yang memang jarang sekali kita lakukan ini , pantatnya ikut turun naik mengimbangi gerakanku , ahhhhh akupun tak dapat menahan lagi dalam beberapa sentakan aku menancapkan dalam P ku dan ccttzzzzz , seluruh spermaku tertanam didalamnya , namun wife masih menggoyangkan pantatnya , dia belum mencapai puncaknya akupun memberikan bantuan dengan kiss bibirnya dengan rakus dan menekankan P ku yang perlahan mulai terkulai namum cukup membuat wife kelojotan sesaat setelah wife menghentakan pantatnya ke arah bawah …. “ papaahh “

ANGGA : aku duluan mah tadi
VIONA : iya xixix kerasa kok
ANGGA : mamah dapet ga ?
VIONA : dapet kok , untung ga terlalu jauh dapetnya
ANGGA : ahahahh maaf yaa , mungkin capek
VIONA : gapapa pah , mamah sayang papah (kiss bibir dengan lembut )

Malam itu hanya satu kali saja , dengan sisa sisa tenaga yang kupunyapun wife masih bisa memakluminya , aku sayang kamu viona.

***
~Sebuah rumah sangat mewah di jalan Cipaganti ~

Seorang ibu muda dengan pakain tidur dan sebatang rokok terlihat di balkon lantai 2 , segelas minuman yang terlihat beralkohol menemaninya , HP nya menyalakan musik yang samar terdengar

~ Rianti ~
“ aku tahu kamu sangat menyukainya , dan tak akan kubiarkan itu , istrimu harus tahu hal ini dan ketika semuanya terbuka , aku akan masuk di lembaran hidupmu , ya aku akan mengurus semuanya “
***

3 hari kemudian …. sore hari

Sebuah mobil mewah menghampiri MPV putih di salah parkiran di jalan Riau , tampak seorang wanita muda dengan dandanan cling memasuki factory outlet , dia melihat keseluruhan ruangan , memanggil security dan seoarng pria dengan dandanan ala manager tampak membungkuk kepada si wanita muda , ya dia rianti sang owner factory outlet , dia berjalan berkeliling dan menghampiri seorang wanita dengan seragam kerjanya .

RIANTI : hai …
DEFI : eh , hai buuu eh kebetulan yaaa
RIANTI : iya nih , lagi belanja ya ? pantesan tadi serasa kenal mobil yang parkir di depan
DEFI : oh itu ? ahahah iya bu itu mobil saya , ibu belanja juga ?
RIANTI : mmm nggak
DEFI : jalan jalan yaaa
RIANTI : ahahah ga fi , saya cuman liat liat staff saya aja
DEFI : oooh FO ini punya ibu ?
RIANTI : heheh ya gitu deh
DEFI : emang hebat dehh ibu
RIANTI : ada waktu ga ? ngopi ngopi dulu yuk tuh disebelah
DEFI : mmm , boleh boleh , mumpung anak saya lagi dirumah eyangnya
RIANTI : yuk

Mereka meninggalkan FO dan beralih ke bistro sebelah , duduk di satu sudut smoking area dan mulai memesan minuman dan cemilan sedikit bercanda tentang suasana kota , namun …..

DEFI : ada yang mau dibahaskah bu ?
RIANTI : iya nih
DEFI : tentang kantor saya atau EO nya?
RIANTI : tentang angga
DEFI : ? , kang angga ? kenapa kang angga
RIANTI : iya akang angga pujaanmu (menyalakan sebatang rokok yang cukup membuat defi heran)
DEFI : maksudnya ?
RIANTI : aku sudah tahu semuanya , tentang kamu dan angga
DEFI : (mulai menunjukan tatapan khas nya yang begitu tajam ), jadi ?
RIANTI : apa kamu tidak merasa salah sama wife nya ?
DEFI : bukan urusan ibu , mau gimana juga ini bukan urusan ibu
RIANTI : kamu sedang break kan sama angga ?
DEFI : mmm iya sih , tapi aku yakin semua akan baik-baik saja
RIANTI : ahahahha , jangan naif gitu , lambat laun wife angga akan sadar dengan sendirinya , atau ..
DEFI : atau apa ?
RIANTI : atau aku yang akan memberitahunya
DEFI : apaa !?? apa urusan ibu sampai segitunya sama aku dan angga
RIANTI : mmmm sebenernya aku sudah suka sama angga pas pertama ada kerjasama sama EO kalian , namun dia tampak sangat susah ditembus , susah dimengerti , namun bisa membuat nyaman , sekarang aku tahu apa yang membuat dia kuat , kamu ! (meghisap rokoknya dalam dan menghembuskannya ke jendela)
DEFI : …………………. jadi apa yang bakalan kamu perbuat ! (defi mulai geram)
RIANTI : aku akan bilang sma wife angga kalau kalian affair !
DEFI : jangan berani beraninya ya kamu berbuat !
RIANTI : kenapa marah ? kalau kamu marah memang kamu bersalah !
DEFI : iya aku salah ! tapi demi apapun ! itu bukan urusan kamu ! (hendak beranjak meninggalkan meja)
RIANTI : ahahha , menyerah ? meninggalkan semua masalah begitu saja ?
DEFI : (memandang rianti dengan marah ) aku … tidak .. akan … menyerah … untuk angga !
RIANTI : kamu tidak punya kekuatan dan dukungan dari siapapun ! dalam posisi apapun kamu tetap salah !
DEFI : jangan coba coba ganggu kami ! aku sudah peringatkan kamu
RIANTI : oh ya ? kita lihat saja

Defi meninggalkan bistro dengan perasaan gundah , sorot matanya tampak terlihat menyiratkan kemarahan yang sungguh luar biasa …

~ Defi ~

“ Ampuni aku , tapi aku tidak bisa membiarkan rumah tangga akang dengan teteh hancur begitu saja cuman gara gara aku , maafkan aku , jangan sampai wanita itu menjadi monster yang menghancurkan semua yang sudah kami bangun , aku tahu sekarang semua sedang porak poranda , hancur dan berantakan akibat ulahku sendiri , tapi itu karena aku sngat menyanyanginya , aku mohon lindungi kami , lindungi teteh , jangan sampai hal buruk terjadi kepada kamu , aku akan melindungi kamu walaupun kamu tidak menginginkannya “.

Di satu sudut kota bandung seorang wanita menangis disamping kasur kecil tempat anaknya tertidur , rambut pendek sebahu dan kulit putihnya terpapar lampu temaram kamar , matanya memejam dan sedikit meneteskan air mata , isaknya menerawang menuju langit malam seiring angin berdesir dan menjatuhkan daun daun yang mulai berisik menyambut musim panas “ semoga pesan ini tersampaikan “

Di sudut kota Bandung lainnya , sudut kamar sebuah rumah , tampak seorang pria sedang memeluk istrinya yang sudah terlelap , matanya menerawang ke jendela yang terbuka dan memandang gelap malam yang sama dengan yang dilihat si wanita yang berada di sudut lain kota , dia sungguh tidak bisa memejamkan matanya , menerawang apa yang akan terjadi esok hari dan esoknya lagi , perasaannya sungguh tak karuan , semoga semuanya akan baik baik saja.

***
Pagi hari di ruangan kantor yan masih sepi , aku mendapati segelas kopi panas , hmmm kucium aromanya sedikit berbeda , kuhirup dan kuteguk , hmm beda , mungkin defi sedikit ber eksplorasi , enak juga sih ….

RIANTI : enak kan ? pastilahh , kopi dieng dengan olahan tradisional emang ga ada lawannya
ANGGA : eh , pagi banget sudah disini bu ?
RIANTI : iya dong , spesial hari ini bukan defi yang bikin kopi
ANGGA : hmmm , enak sih , makasih ya

Tanpa terdengar langkah kaki , defi sudah berada di depan pintu ruanganku sambil memegang mug berisi kopi , dia tampak kaget dengan pemandangan yang tak lazim ini .
Rianti dengan pandangan sinisnya menghampiri defi sambil berlalu

RIANTI : keduluan ya ? kasihan ….. (senyum jahat)

Defi memandang tak kalah tajam menusuk mata rianti , kebencian jelas terlihat , sesaat defi memandangku yang sedang memegang mug dari rianti

DEFI : enak ya kang ?
ANGGA : eh , mmm lumayan
DEFI : sama yang suka aku bikin enak mana ?
ANGGA : mmm , oh kamu yang bikin ya ? ahahah
DEFI : ga usah pura pura ga tau kang
ANGGA : tau sih mmmm , kamu apa kabar ?
DEFI : aku masih seperti biasanya , baik dan masih sayang sama akang
ANGGA : sstt ah , nanti ada yang denger
DEFI : biarin lah , toh rianti juga udah tau , tinggal nunggu waktu aja sampai semua orang tau
ANGGA : kok gitu ? mmm lagipula kita kan
DEFI : iya fi tau kita sedang rehat , kang , aku masih respect sama teteh , tapi dia ! (menunjuk ke arah hilangnya rianti) , dia itu mau hancurin rumah tangga akang
ANGGA : eh , maksudnya ?
DEFI : dia sudah ancam aku , mau lapor tentang kita ke teteh , GILA !
ANGGA : ah yang bener ? weleh bahaya
DEFI : iya bahaya , aku tahu dia akan berani dan nekad , kang aku takut
ANGGA : aku juga sih , mmm gimana ya ?
DEFI : aku akan berusaha cegah dia , tapi aku takut ga sanggup kang
ANGGA : mudah mudahan ga seperti itulah
DEFI : kang ,
ANGGA : iya
DEFI : akang udah ga marah sama fi ?
ANGGA : mmmm
DEFI : kang (memegang tanganku) maafin aku sekali lagi ya
ANGGA : kasih aku waktu lagi ya , ga lama kok , sabar ya dan maafin akang
DEFI : iya , makasih udah sabar sama aku ya kang , maaf fi emang kadang suka bummm meledak hehe
ANGGA : takut ihh
DEFI : hehe iya maaf atuh
ANGGA : mmmm (senyum)
DEFI : disenyumin sama akang saja aku udah seneng , dan kedepannya aku bakalan lindungin akang , bahkan dari cewek itu , biarin lah mau dia vendor gede yang support kita juga , hih
ANGGA : wah tapi kayanya bahaya deh , jangan macem macem ah
DEFI : dia yang jangan macem macem sama aku ahahah

Defi meninggalkan aku dengan senyumnya yang sedikit genit , aku hanya bisa terpana , memang sungguh atraktif wanita yang satu ini , sungguh tak bisa untuk ditolak , tapi aku masih belum pulih dan membutuhkan waktu.

~ Defi ~

MPV Putih itu menyusuri jalanan kota Bandung , menapaki debu yang sedikit beterbangan di udara

“ aku harus bisa hadapi dia , tapi apakah aku kuat ? posisiku sekarang di titik terlemah , teteh tidak terlalu dekat denganku , kang angga belum percaya lagi sama aku , aku bisa apa ? …………………………………………. apakah aku akan menyerah ? ……… oh mungkin dia bisa bantu , beresiko tapi ini memang ide yang terbaik untuk sekarang ini “
Defi berhenti di pinggir taman kota mengambil HP nya dan ….

DEFI : selamat pagi
LIDYA : pagi , eh ini ?
DEFI : iya ini defi
LIDYA : oooo
DEFI : jangan diputus dulu
LIDYA : iya iya mbak , mmmm ada apa ya ?
DEFI : kamu udah sehat ?
LIDYA : lumayan lah mbak , sekarang udah bisa jalan jalan
DEFI : syukur kalo gitu , mm kalo ada waktu aku mau cerita sama kamu , bisa?
LIDYA : mmm aku masih belum nyetir jauh sih mbak , tapii kalau maksain sih bisalah , ada apa ya mbak ?
DEFI : ini tentang angga
LIDYA : kanga angga kenapa ?
DEFI : jadi …………………….

Angin pagi di kota Bandung meniupkan hembusan asa , defi bercerita seluruh rangkaian kejadian yang dia alami , tentang angga dan dirinya , tentang Rianti , semuanya …

Beratus kilometer dari kota Bandung , satu flat yang cukup mewah seorang gadis mendengarkan dengan emosi memanas , terisak dan seakan lupa kalau dia baru sembuh dari sakitnya , matanya tampak berkaca kaca , tanganya terkepal .

LIDYA : mbak , makasih mbak mau hubungin saya , makasih banget (mulai menangis) , padahal mbak rival aku tapi masih mau kasih info dan mau jagain akang kaya gitu , aku iri mbak sebenarnya , mbak ada di Bandung dan bisa deket sama akang kapan saja , aku disini cuman bisa nunggu , makanya kau ajak akang … eh
DEFI : ajak angga apa lid ?
LIDYA : ga deh mbak , pokonya aku bakalan ke Bandung , kita bikin perhitungan sama cewek itu , sebisa mungkin teteh jangan sampai tau , teteh sudah kaya kakak aku sendiri mbak
DEFI : aku juga sangat menghargai viona , ahhh aku sayang sama angga tapi aku ga bisa hancurin kehidupannya sama teteh
LIDYA : sama mbak , aku juga sama …
DEFI : kita sama sama lindungin orang yang kita sayangi ya? Soal dia pilih siapa kita serahkan saja sama angga
LIDYA : iya mbak
DEFI : nanti aku hubungi lagi kalau ada yang aneh , udah dulu ya
LIDYA : iya mbak , makasih.

***

Jumat sore , sekitaran jalan sumatra.

Satu MPV berdampingan dengan mobil sport 2 pintu buatan toyota , seorang gadis tampak berdiskusi dengan seorang wanita cantik berambut sebahu , ya itu defi dan lidya , mereka tampak merumuskan sesuatu .

LIDYA : jadi gitu mbak
DEFI : gawat , pas banget mungkin sih iya besok
LIDYA : aahhh gimana inii , tadi juga aku pancing teteh buat ajak jalan malam minggu katanya ga bisa , katanya mau ngedate sama akang
DEFI : berarti bener , kayanya rianti besok bakal nemuin mereka
LIDYA : yakin mbak ? lokasinya ?
DEFI : itu dia , ga mungkin kita nanya ke angga , kamu juga tanya ke teteh pasti aneh kan ya kepoin tempat ngedate
LIDYA : tau besok rianti mau nyamperin angga darimana mbak ?
DEFI : sabtu siang mereka ada meeting di savoy , aku tahu itu
LIDYA : dan teteh bilang nanti mau jemput akang pulang rapat , aduhh iya pas banget
DEFI : tuh kan bener, jadi besok abis rapat kita harus stand by di savoy ya?
LIDYA : kayanya gitu sih mbak
DEFI : ah besok suamiku pulang lagi , huft
LIDYA : yahh gimana dong ?
DEFI : mmm adalah alasan keluar , bisa bisa , soe sore suamiku biasanya basket sama temen temennya
LIDYA : kalo gitu kita jangan lupa kontakan ya , eh biar akucek in di preanger aja sebrang savoy , jadi gampang geraknya
DEFI : wah ide bagus tuh , meet point disana aja
LIDYA : oke mbak , sampai ketemu besok ya

***
~ The Day ~

Senja menjelang , terlihat Lidya sangat gelisah di balkon jendela kamar yang menghadap hotel tempat angga rapat , dia mengangkat telfonnya berkali kali namun mematikannya lagi “ iihh mbaakk knapa ga diangkat ? “

LIDYA : halo halo mbak ?
DEFI : maaf baru bisa lepas dari suami , aku parkir dibelakang savoy , ternyata angga bawa mobilnya
LIDYA : berarti teteh ? bentar aku kontak teteh dulu

Lidya tampak sibuk mencari no teteh , dan ada percakapan terdengar , kemudian lidya mengontak defi kembali

LIDYA : teteh katanya baru mau otw nge date
DEFI : aku telfon rekan kerja dulu ya yang ikutan rapat juga

Di dalam MPV putih Defi terlihat berdialog , menutup[ telfonnya dan kembali mngontak Lidya

DEFI : rapat sudah beres , eh aku lihat angga lagi jalan ke mobilnya , aku ikutin ya ?
LIDYA : iya mbak , eh rianti ?
DEFI : aduh aku ga tau dia pake mobil apa
LIDYA : aduhh , mana aku cuman tau dia dari foto yang mbak kirim , mbak biar aku aja yang ngikutin angga
DEFI : tanggung lid , angga udah maju , bentar aku pasang hedset dulu , aku ngikutin angga biar tau tempat date nya
LIDYA : aahh , aku ke parkiran savoy , nyari rianti duhh repott
DEFI : iya iya

Lidya berlari menuju parkiran mobilnya dan memacu mobilnya menuju parkiran depan hotel tempat rapat tadi , dia melihat di lobby ada alphard putih , lidya memperhatikan dengan tajan , oh ternyata yang masuk ke mobil seorang bapak tua , satu lagi mobil datang , dan masih bukan …. beberapa saat kemudian satu mobil sedan audi warna hitam tampak menghampiri lobby , petugas vallet menyerahkan kunci kepada seorang wanita ber dress hitam nan anggun , lidya mengeluarkan hp nya dan memotret si wanita , sent to defi

DEFI : iya , itu rianti , ikutin lid
LIDYA : siap mbak , mbak masih buntutin angga ?
DEFI : masih , kayanya ke sekitaran Laswi ini
LIDYA : aduh ga terlalu hapal , aku ikutin rianti dulu deh

Lidya dengan sigap membuntuti audi hitam tadi , senja berganti mulai gelap di kota Bandung , belum terlalu banyak manusia yang keluar untuk menikmati malam .
Mobil Lidya melaju cepat di sekitaran jalan Laswi , belokan cepat dekat pom dilalui dengan mulus , petang itu memang sepi , “ ah lampu merah ! ini gawat “ (perempatan gatsu laswi )

Lidya mengambil telfon…

LIDYA : haloww haloo mbak !
DEFI : iya iya kenapa ?
LIDYA : aku kena lampu merah nih mmm deket belokan ke TSM , mbak dimana ?
DEFI : aku sih udah di parkirannya ya , gimana dong ? kekejar nggak ?
LIDYA : aduhh mobilnya udah di depan sih , aahhh gimana dong ?
DEFI : tadi kang angga udah dateng sih duduknya dipojok kiri cafe
LIDYA : teteh ?
DEFI : belum liat sih , tapi eh udah di mejaaa ternyata , aduh kayanya tadi pake taxi deh datengnya , kecolongan gue
LIDYA : ya ampunn , mbak kalo liat audi sedan warna item di blok aja dulu
DEFI : gimana ? halangin ?
LIDYA : apalah caranya pokonya cegah dulu
DEFI : ok , kamu cepet kesini
LIDYA : siap !

Lidya mengambil jalur kiri , membelokannya ke arah TSM dan mengincar U turn di jalan gatsu , dengan satu hentakan handbreak ban mobil Lidya berdecit menggerus aspal dan membuat lingkar U yang sempurna , semua mata orang sekitar memandang kelakuan si mobil , namun lidya langsung memacu mobilnya dengan cepat kembali ke jalur laswi arah buah batu.

@depan sebuah kafe di jalan talaga bodas.

Sedan hitam itu menyalakan sein kanan nya , namun satu MPV putih nampak menghalangi jalurnya “ didddd “ ada klakson terdengar dari si sedan hitam , kacanya nampak turun “ eh saya mau masuk , bisa maju dikit ga pak ? eh mbak ? “ tapi si mpv tidak bergerak , sesaat kemudian seorang security memaksa si MPV meminggirkan mobilnya , si sedan berbelok hingga setengah jalan namun dari arah belakang tiba tiba ….brrmmmm brmmmmm ckkiittttt , sedan putih lidya menghalangi jalurnya lagi, lidya menurunkan kaca jendelanya dan berteriak ke pengemudi sedan hitam.

LIDYA : lu ! ikutin gua !
RIANTI : apa ? mau apa ?
LIDYA : gua ada urusan sama lu
RIANTI : kamu siapa ?
LIDYA : cepet ikutin aja !

Tiba tiba , brakkk ! MPV putih milik defi mundur mendadak menghantam bemper depan sedan hitam

RIANTI : heyyy , punya mata ga sih ? (berteriak dengan emosi meledak)

Satpan cafe hanya melongo lihat kejadian tersebut , sesaat rianti hendak membuka pintunya dan memeriksa keadaan , namun MPV putih defi dengan tiba tiba memacu kendaraannya meninggalkan rianti
RIANTI : wooyy anj**g ! (memacu mobilnya mengejar MPV milik defi )

MPV defi berbelok ke arah lapanga lodaya dengan kecepatan tinggi , sedan hitan yang tampak penyok bumpernya mengikuti sambil membunyikan klakson , disusul FT 86 milik lidya yang menderu membuntuti sedan hitam hingga sampai di spot yang agak gelap di samping lapangan baseball lodaya si MPV putih meminggirkan mobilnya , sedan hitam berhenti tepat di belakangnya dan mobil lidya mengunci si sedan hitam tepat dibelakangya juga , posisi si sedan hitam terjepit.

Defi tampak turun dari mobilnya , Rianti menghampirinya

RIANTI : eh kamu ? ternyata kamu fi ?
DEFI : iya , aku
RIANTI : bego kamu ya ? apa apaan ini ?
DEFI : hei (mendorong tubuh rianti ) kamu yang apa apaan , ngapain mau ke tempat angga sama teh vio hah ! mau ngadu ?
RIANTI : (dengan sorot mata tajam) jadi kamu buntutin saya dari tadi ?! buat apaa ? angga sudah ga suka sama kamu ! dan ya aku mau bilang sama viona tentang kalian , puas !
LIDYA : ( (in frame ) yang buntutin lu itu gua , bukan mbak defi
RIANTI : kamu ? siapa ? apa urusan kamu ?
LIDYA : heuu kalau masalah angga dan vio , itu sudah jadi urusan gue , elo ga usah tau gue siapa !
RIANTI : tolong ya jangan keroyokan kaya gini , kamu ? apa urusan kamu aku ga tau
DEFI : sudahlah bu jangan ngelak dan hentikan ini semua
RIANTI : tidakk ! apa urusan kamu ? apalagi kamu ! (menunjuk lidya)
LIDYA : (meremas telunjuk rianti ) hei ! ini sudah jadi urusan gue ! lo jangan sembarangan ngomong ya ! plaakk ! (tamparan keras di pipi rianti )

Defi tampak kaget dengan pa yang dilakukan lidya , melihat sorot mata lidya yang penuh kebencian membuat adrenalin defi melonjak

RIANTI : apa apaan sih kalian ? (matanya sudah berkaca kaca )
LIDYA : pokonya kamu harus jauhin angga , hua ga perduli mau kamu vendor terbesarb=nya tapi lu harus jauhin !

Arrgghh … ! rianti berteriak dan mendorong tubuh lidya hingga terjembab di aspal jalan , dengan satu gerakan dia masuk ke mobilnya , menghidupkannya dan menancap gas mobil sejadi jadinya dan brakk ! brak !ddrrttt mobil MPV putih milik defi terdorong beberapa meter meninggalkan bekas penyok di bumper belakangnya , kemudian sean hitam milik rianti meninggalkan tempat itu.

DEFI : kamu ga papa lid ? (merangkul lidya yang masih bersimpuh di aspaldan terbatuk batuk )
LIDYA : aku ga papa mbak uhuk uhuk
DEFI : maaf jadi repotin kamu ya , padahal masih belum fit badannya
LIDYA : gapapa mbak , makasih sudah kasih tau saya

Mereka berpelukan seperti kakak dan adik , defi tampak mengeluarkan air mata , terharu atas semua usaha yang lidya lakukan demi pria yang sama sama mereka cintai.

DEFI : mending kamu istirahat ya ke hotel
LIDYA : aku mau ke tempat angga dulu sebentar mbak boleh ? aku mau awasin dari jauh aja mastiin rianti ga balik lagi
DEFI : duh segitunya , aku ga bisa soalnya aku harus jemput suami ke tempat basket
LIDYA : ya gapapa mbak , serahkan sama aku aja , maaf perjanjian wilayah kita pending dulu ya
DEFI ahahah apa apaan sih kamu , udahlah jangan bahas rivalitas kita dulu
LIDYA : makasih ya mbak

Dengan tertatih Lidya memasuki mobilnya , defi pun berlalu mengingat ada beberapa orang mulai kepo berdatangan akibat suara berisik tadi , melihat sebentar penyok mobilnya dan berlalu meninggalkan tempat itu.

~ Defi ~

“ Demi apapun aku mohon rianti sadar dan tidak berani lagi ganggu akang , terimakasih telah membuat rivalku membantuku , terima kasih “

MPV putih itu melaju kencang disekitaran Taman sari yang gelap dikala malam , sebuah belokan menuju sasana budaya ganesha cukup gelap , defi memperlambat laju kendaraannya , saat kecepatan bertambah tiba tiba ada sebuah lampu sorot jauh dari kendaraan belakang sambil membunyikan klakson panjang , diidddd , defi yang setengah melamun terkaget dan kehilangan kendali , ban mobilnya terangkat menghantam trotoar BRUAKKK ! , satu ban terlepas dan bagian depan mobil defi menghantam sebuah pohon besar ……… defi bisa melihat kilasan kisah hidupnya bagai frame yang melintas dengan cepat hingga dia tidak sadarkan diri.

Beberapa kendaraan yang kebetulan lewat berhenti dan berusaha memberikan pertolongan , malam itu terasa kelam , dingin dan dan sunyi .

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part