. Owalah Part 6 | Kisah Malam

Owalah Part 6

0
291

Owalah Part 6

“Aduh kak, pelan – pelan”
Protesku saat merasakan perih akibat luka di punggungku di tekan oleh kak tiara.

“Ih, jagoan kok gakuat sakit”
Ucap kak tiara sambil terus mengoleskan kapas yang sudah di basahi alkohol.

Saat ini kami sedang berada di kamar kak tiara, aku sedang duduk membelakangi kak tiara, membiarkannya membersihkan luka goresan di punggungku akibat pertarungan di kostan tadi.

“Buka aja sih ja bajunya biar ga ribet”
Ucap kak tiara yang risih melihatku terus memegangi baju.

“Oke bentar”
Ucapku.

Aku sedikit membungkukan badan kemudian menarik bagian bawah bajuku hingga terlepas.

“Taro di meja aja, biar besok kakak cuci”
Ucap kak tiara.

Aku melemparkan bajuku ke atas meja yang berada di samping kasur kak tiara.

“Kakak yang nyuci?”
Tanyaku.

“Iyalah, emang mau siapa lagi”
Jawab kak tiara sambil lanjut membersihkan luka di punggungku..

Entah mengapa, aku merasa canggung setelah mendengar jawabannya..

“Hmm, biar aku aja yang nyuci gimana?”
Tawarku.

Kak tiara tak menjawab.

Sedetik kemudian aku merasakan ia memegang kedua pundaku lalu menempelkan tubuh bagian depannya dengan punggungku.

“Gausah, yang penting kamu tinggal disini aja”
Bisik kak tiara tepat di samping kupingku.

“Kak, perih”
Protesku yang justru sedikit memajukan tubuhku kedepan, saat merasakan luka di punggungku tertekan..

“Ish, lemah banget sih”
Ucap kak tiara kemudian melepaskan tubuh bagian depannya dengan punggungku.

Aku tak menjawab, hanya sedikit menoleh ke belakang untuk melihat wajahnya.

Kak tiara ternyata juga ikut melihat ke arahku, ia tersenyum..

“Bercanda kok ja”
Ucapnya, mungkin ia mengira bahwa aku tersinggung dengan ucapannya.

Aku sama sekali tak menghiraukan ucapannya dan kembali menatap ke depan, sedangkan ia kembali melanjutkan aktivitasnya mengobati luka di punggungku..

“Kak”
Panggilku pelan.

“Ya?”
Jawabnya singkat.

“Laptop kakak rusak”
Ucapku dengan nada rendah.

“Terus?”
Jawab kak tiara yang justru balik bertanya.

Aku terdiam.

“Nanti kamu kalo ada tugas pake laptop kakak aja dulu”
Lanjut kak tiara.

Hatiku tertegan saat mendengar ucapannya, aku reflek sedikit memutarkan tubuh untuk lagi lagi melihat ke arahnya

“Trus laptopnya gimana?”
Tanyaku.

Kak tiara membalas tatapanku.

“Besok kita beli yang baru aja”
Ucap kak tiara santai sambil tersenyum manis.

Aku sama sekali tak menyangka tawaran kak tiara. Aku dengan cepat menuruni kasur dan berdiri sambil terus menatapnya..

“Apaansih kak, gausah”
Ucapku menolak.

“Kenapa?”
Tanya kak tiara.

Sejenak aku terdiam, berfikir bahwa diriku tak layak untuk menerima semua kebaikan dari kak tiara..

“Inget kak, kita ga ada hubungan apa – apa”
Ucapku, entah mengapa aku bisa mengucapkan kata – kata tersebut.

Ekspresi kak tiara berubah, ia tak lagi tersenyum.

“Lu tega yah ja”
Ucap kak tiara.

Tatapannya berubah sayu.

“Jangan kira gua cewek gampangan yang bisa seenaknya aja tidur sama cowok”
Lanjutnya sambil terus menatapku sayu.

“Kak”
Ucapku latah.

Wajah kak tiara memerah, matanya terlihat berkaca menahan tangis.

Sedetik kemudian, tetesan air keluar dari sudut matanya.

“Kakak janji bakal mutusin andre kok ja!”
Ucap kak tiara tegas, ia menangis.

Aku hanya terdiam menatapnya, melihat setiap tetesan air mata yang jatuh membasahi pipi mulusnya.

Tiba – tiba kak tiara bergerak memasukan tangannya ke dalam kantong celana, menarik keluar hpnnya.

“Biar kamu yakin ja!”
Ucap kak tiara sambil menatap layar hpnya.

Aku justru tersenyum, merasa bahwa sudah saatnya aku harus mengungkapkan perasaanku pada kak tiara…

Aku bergerak ke depan menaiki kasur, kak tiara masih menatap layar hpnya.

Saat tangan kak tiara bergerak untuk mulai mengetik pesan, aku dengan segera meraih tangannya.

Kak tiara menatapku dengan sayu.

Tanpa menunggu, aku langsung mengarahkan bibirnya bertemu dengan bibirku.

“Eemhh”
Pekik kak tiara tak siap menerima ciumanku.

Kak Tiara​

Aku tak peduli, justru mendorong tubuhnya terjatuh di atas kasur hingga aku menindihnya sambil terus menghisap bibir tipis kak tiara.

Tiba – tiba tangan kak tiara bergerak seakan berusaha untuk melepas genggamanku. Namun aku justru memperkuat cengkramanku membuat tangan kak tiara kembali terdiam pasrah.

Sambil terus menggenggam tangannya, aku menaikan wajahku ke atas sehingga ciuman kami terlepas.

“Aku juga sayang sama kakak, tapi aku gamau cuman jadi selingkuhan atau pelarian”
Ucapku tepat di depan wajah sayu kak tiara.

“Iyah, kakak janji kok”
Ucap kak tiara lemah kemudian menggigit bibir bawahnya..

Dengan cepat, aku melepas tangan kak tiara sambil kembali melumat bibirnya. Tanganku kemudian bergerak ke arah leher kak tiara, mengelus lembut lehernya.

“Emhh”
Desah kak tiara disaat kami saling melumat bibir secara buas.

Aku menaikan tubuh bertumpu pada dengkul, hingga tubuh kami tak lagi menempel, namun tetap menjaga agar ciuman kami tidak terlepas..

Dengan cepat ku letakan tanganku di antara tubuh kami, menggenggam lembut buah dadanya yang masih terhaling kaos.

“Aemhh”
Desah kak tiara bersamaan disaat aku meremas pelan payudaranya…

Kami terus berciuman, aku terus menikmati kenyal payudara kak tiara di tanganku..

Hingga tiba – tiba kak tiara meletakan kedua tangannya di dadaku, kemudian mendorongku lemah..

Aku mengalah dan memundurkan badan hingga ciuman kami terlepas.

“Kakak di atas yah”
Ucap kak tiara sambil tersenyum lebar dan membelai dadaku yang tak tertutup baju.

_____

Beberapa saat kemudian

“Aaaaahhh…..ahhh”
Desah kak tiara saat ia terus menaik turunkan tubuhnya sehingga penisku di dalam lubang vaginanya terus bergerak maju mundur.

“Ahh…penuhh bangett”
Desahnya lagi.

Aku terkagum melihat indahnya tubuh kak tiara yang tak lagi terhalang apapun, sehingga payudaranya terlihat terus bergerak naik turun seirama dengan gerakan tubuhnya..

Menikmati sensasi persetubuhan ini, aku meraih leher kak tiara kemudian menariknya mendekat.

Kak tiara pasrah dan menindih tubuhku hingga payudaranya menempel di dadaku..

“Emmmhhh…….mmmhh”
Desah kak tiara tertahan karena aku langsung melahap bibirnya..

“Emmhh…..ah bentar”
Ucap kak tiara setelah melepaskan ciuman kami.

Kak tiara menghentikan gerakan pinggulnya, ia menatapku dengan senyuman nakal.

“Ganti gaya yah”
Ucap kak tiara.

Aku tak menjawab.

Kak tiara langsung bergerak turun dari atas tubuhku.

Ia menggeser tubuhnya ke samping, kemudian dengan cepat meletakan kedua siku tangan dan kakinya bertumpu pada kasur.

“Sinihh”
Panggil kak tiara mengajakku mengganti gaya bercinta.

Aku mengerti dan bergerak ke arah belakang tubuh kak tiara.

“Cepettt ih”
Ucap kak tiara..

Aku sebentar menatap indah bongkahan pantat kak tiara yang mulus itu.

Ku letakan tangan kiriku untuk meremasnya, sedangkan tangan kananku ku gunakan untuk mengarahkan penisku ke depan lubang vaginannya.

“Emhh…masukinn”
Ucap kak tiara sambil sedikit mendesah saat kepala penisku sudah menempel dengan bibir vaginanya.

Tak menunggu , aku dengan segera mempenetrasi lubang itu dengan penisku. Tak butuh waktu lama hingga akhirnnya penisku menancap sepenuhnya.

Tanpa disuruh, aku segera menggerakan pinggulku maju mundur menusuk lubang vagina kak tiara.

“Aaah…..ejaaa”
Desah kak tiara menyebut namaku.

Aku terus memompa tubuhku sambil sesekali meremas bongkahan pantar kak tiara.

Entah setelah berapa lama…

“Aaah……nyampeeee”
Pekik kak tiara keras..

Tubuh kak tiara bergetar.

Aku justru semakin mempercepat ritme gerakanku disaat kak tiara mengelinjang akibat senasi orgasmenya.

“Aaaaaahhhhh”
Desah kak tiara keras.

Tubuh kak tiara kemudian ambruk tengkurap diatas kasur, bahkan penisku hingga terlepas dari vaginanya.

Aku sejenak terdiam melihat tubuh kak tiara tergelak lemas dan bergerak naik turun seirama dengan tarikan nafasnya

“Mhh…lanjutt ajaa ja”
Ucap kak tiara tanpa melihat ke arahku.

Sudah terbawa nafsu, aku dengan cepat menindih punggung mulus kak tiara.

Sedikit mengangkat pinggulku, kemudian mengarahkan kepala penisku ke depan bibir vagiannya.

“Ahhh….emmhhh”
Desah kak tiara lemas saat aku kembali mempenetrasi lubang vaginannya.

Gerakannku semakin cepat, membuat benturan pinggulku dengan pantat kak tiara semakin mengeras.

Setelah beberapa saat..

“Emhh kak, aku mauu”
Ucapku saat meraskan cairan kejantananku akan segera tumpah.

“Diluarr jaaaa”
Jawab kak tiara

Aku semakin mempercepat gerakanku, hingga pada saatnya aku menarik penisku keluar dan menyemprotkan cairan kejantanku di atas pantat kak tiara.

Setelah melihat cairanku berceran di punggung dan pantat kak tiara, aku menjatuhkan tubuhku menindih tubuhnya..

“Maaf yah.. kakak lagi subur”
Ucap kak tiara disaat aku sedang sibuk menciumi lehernya.

“Iya”
Jawabku singkat.

Aku menghentikan ciumanku kemudian menggeser tubuh ke samping kak tiara.

Sejenak mengambil nafas..

Kak tiara kemudian memutar tubuhnnya tidur menyamping menghadap ke arahku..

Meletakan satu tangan dan kakinya di atas dada dan kakiku.

“Kakak sayang eja”
Ucap kak tiara sambil mengelus dadaku.

Aku menggerakan kepalaku melihat ke arah kak tiara, kemudian tersenyum.

Kak tiara membalas senyumanku kemudian memajukan wajahnya mengecup bibirku.

___________

“Kamu pulang yah to”
Ucap seorang wanita sambil memegang tanganku.

“Kakak cuman ga mau kamu kenapa – napa”
Ucap wanita lain di hadapanku.

“Kamu harus tamatkan sekolah, itu permintaan ibumu pada saya”
Ucap seorang pria yang berdiri di hadapanku..

Tiba – tiba aku merasakan perasaan aneh di selangkanganku..

Aku membuka mata, di saat yang bersamaan aku merasakan ada sebuah jari di depan mulutku.

“Ssssstttt”
Sebuah suara di sebelah kiriku..

Aku melihat ke arah suara..

Kak tiara sedang memainkan penisku dengan tangan kirinya, sementara jeri telunjuk tangan kanannya di letakan di depan mulutku.

“Emhhh… Kak, aku kuliah”
Ucapku mengingat bahwa hari ini adalah hari jumat..

“Ihh bentar aja kokk”
Ucap kak tiara manja sambil terus mengurut penisku.

____________

Di kelas, jam pelajaran terakhir.

Tak ada yang cukup menarik selama pelajaran saat ini..

“Sekian untuk pertemuan kali ini… Masih ada waktu 15 menit, saya berikan kepada penanggung jawab kelas untuk membagi kelompok.. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya”
Ucap dosen pengajar kemudian melangkah meninggalkan kelas.

Tak lama, seorang mahasiswa langsung berdiri di depan kelas sambil memegang secarik kertas di tangannya…

“Ini kelompoknya udah di acak ya, jadi tolong jangan ada yang protes”
Ucap mahasiswa tersebut kemudian melihat ke arah kertas di tangannya..

“Kelompok satu……..”

“Kelompok dua………”

“Kelompok tiga………

Reza Putra Hartanto.
Intan Prameswara.
…………………….”

Aku tak mempedulikan nama selanjutnya di kelompokku saat mendengar nama intan di sebut.

Aku melihat ke arah intan yang duduk di bagian depan kelas, ternyata ia juga sedang melihat ke arahku..

Aku tersenyum, ia membalas senyumanku..

Setelah mahasiswa yang mengumumkan kelompok selesai berbicara, aku dengan segera merapihkan alat kuliahku kemudian melangkah mendekati intan..

“Ntan”
Panggilku saat intan masih sibuk merapihkan alat kuliah.

Intan sontak melihat ke arahku yang sedang berdiri di sampingnya.

“Eh….kita sekelompok yah za?”
Tanya intan..

“Iya….mau ngerjain kapan?”
Tanyaku berusaha memperpanjang obrolan.

“Hmm terserah yang lain aja, tapi sabtu minggu ini aku gabisa”
Jawab intan, kemudian mengalihkan pandangannya kembali sibuk memasukan perlatan kuliah dalam tas..

Aku terdiam, entah mengapa aku mengingat ucapan bang roni anggota 5hc di warung kemarin.

“5hc ya?”
Tanyaku.

Intan tak menjawab, ia justru terus merapikan alat kuliahnya kemudian berdiri..

Sejenak intan melihat ke arahku, hanya melihat karena tatapan matanya terkesan menghindari pandanganku.

“Coba janjian sama yang lain aja yah za, aku mau pulang duluan”
Ucap intan.

Intan tampak sama sekali tak tertarik denganku kemudian melangkah pergi meninggalkan kelas.

Aku sejenak terdiam, kemudian mengeluarkan hpku dari kantong celana..

“Yaudah, nanti kamu tunggu di rumah aja yah”
Isi pesan dari kak tiara yang aku terima saat pelajaran tadi.

“Oke kak, ini aku otw rumah”
Pesan balasan yang ku kirim, setuju untuk menemaninya belanja bulanan.

Aku memasukan hpku ke dalam kantong kemudian melangkah menuju area parkiran kampus.

Lalu pulang ke rumah kak tiara..

________

Di dalam Mall.

“Ada yang mau kamu beli ga ja?”
Tanya kak tiara sambil mendorong trolling belanjaan, sementara aku hanya mengikuti disampingnya.

“Hm.. engga”
Jawabku.

Kak tiara menghentikan langkahnya kemudian melihat ke arahku..

“Bener nih? Mumpung disini”
Tawar kak tiara lagi..

“Iya kak”
Jawabku singkat..

“Yaudah”
Ucapnya kemudian kembali berjalan ke arah kasir pembayaran..

“Semuanya jadi tiga ratus dua puluh satu ribu”
Ucap penjaga kasir kepada kak tiara.

Kak tiara mengeluarkan dompetnya kemudian menyodorkan kartu atmnya ke pada penjaga kasir..

Setelah selesai membayar, kak tiara melangkah mendekati plastik belanjaan.

“Biar aku aja kak”
Ucapku reflek berjalan mendahuluinya kemudian meraih dua plastik belanjaan.

“Makasih ya.. Yaudah yuk”
Ucap kak tiara sambil tersenyum saat melihatku membawa plastik belanjaannya..

Kami berdua berjalan ke arah eskalator kemudian turun ke lantai satu, saat berjalan ke arah pintu mall, kami melewati beberapa ruko.

“Ehh sini ja”
Ucap kak tiara sambil menggandeng tanganku dan berjalan ke arah ruko pakaian.

“Ngapain kak?”
Tanyaku sambil mengikuti ajakan kak tiara..

Didalam ruko pakaian bermerek itu, kak tiara menarik lenganku sambil melihat – lihat ke sekitar.

“Kak gausah”
Ucapku saat menyadari maksud ajakan kak tiara..

Kak tiara tak mengacuhkan ucapanku, kini melihat ke arah jaket pria, kemudian melepaskan tanganku dan berjalan mendekati sebuah jaket.

“Eh ini lucu”
Ucap kak tiara.

Kak tiara memegang sebuah jaket boomber berwarna merah gelap, kemudian melihat ke arahku.

“Ukuran kamu m kan ya?”
Tanya kak tiara.

“Kak, gausah”
Ucapku sekali lagi mencoba menolak kebaikannya..

“Ih rewel”
Balas kak tiara dengan nada sewot.

Kak tiara memalingkan wajahnya melihat ke seorang karyawan toko.

“Mas.. jaket ini yang M nya ada?”
Tanya kak tiara.

“Ya? Oh itu L ya? Ada kok, sebentar yah”
Jawab karyawan tersebut..

Aku hanya terdiam pasrah.

Setelah beberapa saat, karyawan tersebut datang dengan membawa jaket yang sama di tangannya.

“Ini M mba”
Ucapnya sambil menyerahkan jaket tersebut pada kak tiara.

“Nih coba ja”
Ucap kak tiara.

Kak tiara menyondorkan jaket itu ke hadapanku, tanpa menjawab, aku menerima jaket itu kemudian mengenakannya.

“Ganteng banget sih”
Ucap kak tiara setelah aku selesai mengenakan jaket.

Karyawan toko sadar kondisi kemudian melangkah pergi meninggalkan aku dan kak tiara.

Aku masih tak menjawab, lalu dengan cepat mulai melepaskan jaket.

“Senyum kek”
Ucap kak tiara saat aku baru saja selesai melepaskan jaket.

Aku melihat ke arah kak tiara, kami bertatapan.

Aku tersenyum.

“Makasih ya kak”
Ucapku sambil tersenyum..

“Nah gitu dong…mmm mau ada yang di beli lagi?”
Tanya kak tiara.

“Engga!”
Jawabku singkat dengan nada sewot namun jelas ku buat – buat.

“Hihi… Yaudah yuk”
Ajak kak tiara kemudian melangkah ke arah kasir toko…

_________

Masih di area mall, aku sedang makan bersama dengan kak tiara.

“Eh ja, kamu bisa bawa mobil?”
Tanya kak tiara sambil memasukan sebuah kentang goreng ke dalam mulutnnya..

“Engga kak, kenapa?”
Jawabku jujur..

“Ih kok gabisa? Kan bisa bawa mobil itu penting tau”
Ucapnya..

“Iyasih, tapi kapan – kapan aja lah kak, gampang itumah”
Jawabku santai..

Kak tiara sejenak mengarahkan bibirnya mendekat ke sedotan, sebentar menghisap cairan yang ada di dalam gelas minuman..

“Kakak ajarin mau?”
Tawar kak tiara sambil melepaskan sedotan dari bibirnya.

“Hah? Hmm…terserah deh kak”
Jawabku pasrah karena sadar bahwa kak tiara pasti pada akhirnya akan memaksa.

Setelah itu kami hanya berbicara masalah kuliah. Hingga aku merasakan hpku bergetar.

Ternyata haris mengundangku masuk ke dalam sebuah grup.

“Besok lu pada ditunggu sampe jam 4 sore di villa……..”
Isi pesan sebuah kontak yang tidak aku kenal, memberikan sebuah alamat villa.

Tak mengerti, aku segera membuka kontak haris.

“Ris, itu grup apaan dah?”
Isi pesan yang ku kirim pada haris.

Haris yang sedang online langsung membalas..

“Yee si ******, besok penataran kan”
Balas haris.

Otakku langsung bekerja mengingat ucapan bang roni di warung kemarin, juga ucapan intan tadi di kelas.

Aku terdiam, mengangkat pandanganku ke arah kak tiara..

“Kak, besok 5hc penataran”
Ucapku pelan..

Kak tiara sontak menghentikan aktivitas makan, kemudian melihat ke arahku.

“Kamu beneran mau masuk 5hc?”
Tanya kak tiara serius…

Bersambung

Daftar Part